Organisasi Sosial Sediakan Air Bersih di Sumba

Profil Pengusaha Priska Ponggawa


priska ponggawa
 
Wirausaha tidak semata mengenai ambil untung. Organisasi sosial ini sediakan air bersih di Sumba. Sosok dibaliknya wanita bernama Priska Ponggawa. Dia mengajak tiga temannya bergabung, Thanya Ponggawa, Cindy Angelina, dan Eunice Salim.

Mereka mendirikan Water House Project demi akses air. Priska ingin membuka akses air di berbagai wilayah Indonesia. Akses air di Sumba buruk, walau telah menjadi obyek wisata menarik bagi orang manca negara. Banyak dicintai traveler lokal maupun internasional karena kecantikan alam.

Tapi faktanya, ibu dan anak- anaknya harus menempuh waktu empat jam untuk mengambil air bersih. Water House Project bersifat organisasi non- profit dan menggalang dana. Ditemui di dalam acara Wardah Inspiring Movement, Priska telah mendistibusikan sumber air bersih ini.

Dia mengajak teman- temannya hingga siapapun bergabung. Mereka telah menggali sumber air di dua wilayah, yakni Desa Napu dan Pambuatanjara, Sumba Timur. "Sebuah data riset menyebutkan dua dari tiga orang Indonesia itu kekurangan air," ia menjelaskan.

Walau mereka baru memulai dan tergolong kecil membantu mereka. Setidaknya dari masyarakat di Indonesia Timur ini, Priska dan teman- teman telah menolong Indonesia secara keseluruhan. Nampak kecil namun secara statistik menurunkan ketidak mampuan ini.

Bisa dibayangkan gak sih, satu dari tiga orang itu masih kekurangan air bersih, sementara kita masih buang- buang air. Di tahun 2017, Water House Project memulai program pertama menggali sumber air di Napu. Mereka tidak sendirian mengajak pula selebriti nasional Dian Sastrowardoyo.

Ia bersama yayasan milik Dian Sastro membantu 500 warga. Hanya satu sumber air sudah mampu membantu segitu banyak. Bolak- balik selama 4 jam tidak lagi dirasakan karena sumber air dekat. Ia juga bekerja sama dengan United Nations Development Progamme (UNDP).

Mereka berhasil menggali sumber air di daerah Pembuatanjara, dimana mereka bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk Wardah. Kondisi alam berbeda- beda menjadi tantangan menggali sumber air. Tiap titik air pun memiliki tantangan berbeda tidak bisa satu cara menggali.

Mereka tidak mau bila sumber air dibangun nanti rusak. Warga diajarkan bertanggung jawab atas air mereka. Beberapa warga malah menolak mending memilih uang. Priska dan kawan- kawan harus tegas air harus dihargai lebih dan sumbernya harus dijaga.

Priska menjelaskan kerumitan soal bebatuan dan sumber air cukup rumit. Pendidikannya sendiri tidak jurusan geologi, melainkan jurusan matermatika di University of California.

Jualan Cookies Lucu Tiru Entrepreneur Muda ini

Profil Pengusaha Stephanie Chan


tiru entrepreneur muda
 
Menjadi entrepreneur muda tidak melulu harus lepas pekerjaan. Kegalauan Stephanie Chan terlewati berkat jualan cookies lucu. Bila kamu bingung mau buka usaha apa. Tirulah Stephanie yang tinggal melakukan hobi sehari- hari selepas bekerja.

Gadis ini tidak buru- buru resign. Bisnis dijalankan berdampingan dengan pekerjaan utama. Bertahap dia mulai memahami pasar ingin dicapainya. Dia jualan cookies lucu dibanding umumnya. Stephanie menawarkan kue- kue imut dan lucu menggemaskan.

Awal Mula Berbisnis


Dikisahkan Stephanie merupakan konsultan keuangan di Melbourne, Australia. Jujur dia mengakui adalah "pembuat kue yang buruk". "Aku pembuat kue yang buruk. Sebelum ini, aku tidak punya pengalaman membuat kue dan masih jelek memanggang kue kecuali cookies!" tuturnya.

Keunikan cookies buatanya cocok dipasangkan feed Instagram. Ia menamainya Sugar Rush by Steph dan punya akun Instagram khusus. Berkat itulah orang mulai berdatangan dan memesan. Semua itu berkat tampilan menarik feed Instagram milik bisnisnya.

"Aku tidak ingin membuat kue yang sudah mainstream tapi mencoba sesuatu yang berbeda, terutama cookies," jelas Stephanie.

Dia berjalan dengan menjual kecil- kecilan. Seperti dilansir dari Daily Mail, masih bekerja ketika memulai semua sembari belajar. Stephanie mulai menemukan pasar cookies dekoratif. Bentuk kue yang unik, kekinian, misalnya berbentuk unicorn, emoticon, dan alpukat.

Warnanya "ngejreng" sangat cerah ketika dipasang di sosial media. Baginya kunci sukses itu adalah Instagram dan Facebook. Walapun begitu, suara dari mulut ke mulut sangat berpengaruh. Maka dia selalu mengembangkan kualitas rasa cookiesnya.

Beruntung dia memiliki teman- teman yang hebat. Masih bekerja, Stephanie iseng menawarkan ini ke kliennya, ternyata dia memesan sampai 2.500 cookies buat proyeknya. Kini, dia menjual cookiesnya ke kafe- kafe, adapula 7 toko ditambah beberapa pesanan dari perusahaan- perusahaan.

Dia pun resign setelah mendapatkan banyak pesanan. Buat kamu yang mau berbisnis cookies baik mengikuti tips Stephanie ini. Pertama kualitas bahan baku cookies merupakan hal utama. Kedua, ia menyarankan jangan buru- buru berinovasi tetapi lakukan sesuai resep asli.

Stephanie pun mengingatkan jangan mengambil jalur singkat. Bertahan nikmatilah kegagalan dan bangkit kembali. Mulailah berjalan dengan keras sampai mencapai tujuan kamu. Tapi ia memberi peringatan kalkulasikan semua, lakukan riset pasar, dan memahami pasar.

Stephanie ingin kamu bersemangat usaha. Entrepreneurs harus menekuni dan mencintai apa yang dilakukan. Taruhlah semua jiwamu itu dalam usaha kamu. Lantas kamu buat semua terorganisir dan buat struktur pendukungnya.

"Percayalah pada dirimu sendiri bahwa semuanya bisa terjadi jika kamu menaruh hati dan jiwamu di situ," Stephanie menyarankan.

Klien utamanya kebanyakan kafe- kafe tempat nongkrong orang. Dulu dia bekerja full time menjadi pegawai akuntan penuh, dan membuat cookies bisnis selingan selepas bekerja. Hanya saja, penjualan cookiesnya terus naik, alhasil dia memilih untuk melepaskan pekerjaan atau resign.

Nah sekarang cookies buatan Stephanie semakin menarik. Mengapa dia memilih menjadi entrepreneur

Pengusaha Down Syndrome Buktikan Sukses

Profil Pengusaha John Cronin


bisnis kaos kaki

John Cronin telah membuktikan dua hal kepada kita: Pertama, pengusaha down syndrome tidak akan masalah. Kedua adalah kreatifitas tanpa batas merupakan kunci sukses kita. John mampu merubah fenomena Presiden Donald Trump menjadi peluang bisnis.

Pria 21 tahun yang menderita down syndrome asal Long Island, Amerika. Meskipun dia cuma lulus SMA dan berkebutuhan khusus, senyumnya memancarkan percaya diri untuk berjualan. Semua itu berkat dukungan keluarga yang tidak membatasi John.

Mencintai Entrepreneurship


Ia menyenangi dunia entrepreneurship berkat sang ayah. Mimpinya membuka usaha bersama sang ayah walau kecil- kecilan. Mau membuat usaha kuliner tetapi tidak bisa masak. Maka John memilih berjualan kaos kaki karena dia suka.

"Aku suka kaus kaki karena itu menyenangkan, banyak warna dan membuat kaki hangat," tutur dia.

John mencintai kaus kaki kemudian membuat desain sendiri. Produk ditawarkan John's Crazy Sock yang unik. Desain unik ditambah warna- warni dipadu padankan. Yang sempat viral adalah kaos kaki bergambar Donald Trump dengan bulu warna kuning seperti rambutnya.

Dia juga membuat unicorn, semangka, pahlawan super, dan motifnya cenderung absurd. Kaos kaki yang unik dengan sentuhan personal John Cronin. "Setiap paket ada catatan terima kasih dari ku," ia menjelaskan.

Ayah John, Mark Cronin, menyatakan bahwa sangat bangga akan putranya. Mengerjakan bisnis ini bersama memiliki kesan mendalan. Pada November 2016, mereka beruda membuka usaha ini dan tanggapannya sangat mengejutkan, maka dalam dua bulan mampu menjual 1000 pasang.

Penjualan mereka begitu fenomenal bahkan sampai kehabisan. Hasilnya John mengajak brand lokal ikut bergabung memenuhi stok pesanan. Nah sekarang ini, produk John's Crazy Sock ini memiliki banyak pabrik tersebar diseluruh dunia, dan beberapanya merupakan desain asli John.

Perusahaan ini mengirim lebih dari 42 ribu pesanan dan hasilkan $1,7 juta atau Rp.23 miliar. Tidak cuma mencari keuntungan tetapi terdapat tujuan lain. John mendonasikan 5% dari penjualan untuk jalannya Special Olympics, yakni ajang lomba dunia untuk para kebetuhan khusus.

Pengusaha down syndrome ini juga berdonasi ke The National Down Syndrome Society, atau The Association For Children With Down Syndrome, hingga badan riset kangker.

Susah Dapat Kerjaan Peluang Usaha Kaca Gravir

Profil Pengusaha Doni Alferi


sukses usaha kaca gravir

Susah dapat kerjaan pernah dirasakan pengusaha satu ini. Akan tetapi bukannya tetap mencari, Doni Alferi, membuka peluang usaha kaca gravir di Padang. Dia lebih memilih berhenti berharap kepada dunia kerja.

Tahun 1998, Doni menyelesaikan kuliah Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Perbankan Padang. Dia  sebagaimana kebanyakan sarjana baru, Doni pun ikut mencoba mencari pekerjaan. Puluhan surat lamaran disebarkan ke sejumlah perusahaan baik nasional maupun lokal; harapannya satu diterima.

Ia sangat berharap segara mendapatkan pekerjaan secepatnya setelah selesai kuliah. Dorongannya, ia sangat merasakan rasa ingin membalas budi, terutama kepada orang tua yang telah menguliahkan. Ia merasakan hidup menganggur itu tidaklah menyenangkan.

Enam bulan ia belum mendapatkan panggilan kerja, ia mulai merasa tidak tenang. Memasuki bulan kedelapan belum mendapatkan pekerjaan sesuai harapan. Hati pria kelahiran 1973 itupun gelisah tapi dia tutupi.

"Tapi saya masih nyantai saat itu," terangnya.

Menjad Pengusaha


Setelah setahun lewat dia belum juga mendapatkan pekerjaan. Ini mulai mengusik batinnya dan membuat tidak tenang. Ia yang menyadang gelar sarjana namun belum bekerja menjadi beban. Rasa frustasi itu mulai menghinggapinya walau coba dialihkan..

"Teman- teman seangkatan banyak yang sudah mendapatkan pekerjaan, tapi kok saya belum. Tak mau hanya tinggal diam, ia memutuskan memasang target pribadi.

Kalau sampai tahun 2000 belum juga mendapatkan pekerjaan, dia akan menjadi wiraswasta saja atau menjadi pengusaha. Meski telah mengambil keputusan itu, Doni belum menemukan arah usahanya mau apa. Dia belum menentukan bisnis macam apa akan dikerjakannya.

Janji pada diri sendiri harus ditepati menjadi kekuatan tersendiri. "Karena saya sudah membulatkan tekat tahun 2000 sebagai tahun perubahan nasib, begitu saya belum mendapatkan pekerjaan juga di tahun tersebut, saya benar- benar memutuskan menjadi wiraswasta," terangnya.

Maka dimulailah perjalanan anak muda asal Padang gagal menjadi pegawai. Pada tahun 2000, Doni telah mengontrak sebuah bangunan di Jl. Hamka, Padang. Ia hanya bermodal tekat ditambah keyakinan menjadi pengusaha sukses. Di tempat itu pulalah ide bisnis bisnis muncul dibenak Doni.

Dia mendapatkan ide bagaimana jika berbisnis kaca gravir. Pertimbangannya mudah bahwa di Padang belum ada orang berani menggarap bisnis kaca hias mahal ini. Ia pun segera mencari sumber tentang bisnis ini dari berbagai sumber.

Nekat, Doni lantas berangkat ke Jakarta buat magang di sebuah pabrik kaca gravir. Magang menjadi salah satu cara ditempuh Doni agar mengetahui seluk beluk bisnis. Menurutnya menaklukan kota Jakarta akan mengasah kemampuan serta mentalnya.

Ia juga perlu tau seluk beluk distribusi kaca gravir lalu dibawanya ke Padang nanti. Benarlah bisnis kaca gravir memang sudah kuat di ibu kota, dan telah berkembang sangat pesat. Doni megang di perusahaan milik orang dikenalnya.

Selama menimba ilmu bisnis gravir tersebut ia tidak peduli jika dibayar atau tidak. Yang terpenting bagi Doni, ialah sebuah kesempatan menimba ilmu gratis. Merasa bekal itu telah cukup maka kembalilah Doni ke Padang. Dia lalu memberanikan diri membuka Kinabalu Glass.

Ini menjadi perwujudan tujuannya menjadi seorang  pengusaha. Di awal bisnisnya Doni mengaku semuanya serba terbatas. Termasuk soal modalnya untuk produksi, juga terbatas, pengalaman belum seberapa, termasuk soal alat produksinya.

Momotong kaca hingga menyemprot cat masih dilakukannya manual. Tetap pada pendiriannya. Soal pasokan bahan baku untunglah bukan menjadi soal. Bahan baku utama yaitu kaca patri di dapatnya dari seorang kenalan di Jakarta.

"Kalau bahan lainnya, seperti kaca limbah, stainless steel, dan timah bisa diperoleh di Padang," terangnya.

Bekerja Keras


Karena bisnisnya tergolong baru di Padang, Kinabalu Glass, belumlah banyak dikenal maka butuh bekerja keras. Doni turun tangan sendiri menjajakan produknya. Ia tak segan mencari satu persatu mencoba meyakinkan masyarakat sekitar.

Pesanan itu pun belum begitu banyak tetapi lumayan. Doni mengatakan waktu itu menjadi ujian berat baginya karena pengeluran. "Kontrakan tetap harus dibayar, sementara pesanan belum banyak. Hanya tekad dan semangat yang membuat saya tetap bertahan," kenang Doni.

Seiring waktu usaha Kinabalu Glass mulai dikenal masyarakat luas di Padang. Melalui penetrasi agresif serta produk -produk cantik dan apik terpajang di etalase ruko kontrakan. Bisnis Kinabalu Glass telah sukses mendapatkan apresiasi masyarakat.

Mereka merespon positif atas pelayanan selama ini. Usaha kecil itu pun tumbuh semakin besar terlihat dari pesanan setiap bulannya. Omzet bisnisnya pun naik seiring dengan kepopuleran merek dagang. Doni kini mampu mengantongi omzet hingga Rp.100 juta per- bulan.

Umumnya permintaan itu datang dari mereka di perhotelan atau perumahan. Tidak cuma datang dari Padang, produknya telah dicari mereka dari Sumatra Barat, Jambi, Pekanbaru, dan Bengkulu. Doni telah sukses berkat tekat kuat ditambah keyakinan.

Kinabalu Glass telah memiliki sebuah bengkel serta dua ruang khusus pameran. Ia mempekerjakan 16 orang sementara produksinya telah mencapai 20 meter persegi. Sebagai usaha kecil, angka tersebut bisa tergolong besar dalam jumlah produksinya.

Demi memuaskan konsumennya, Doni selalu membuat disain anyar sesuai pesanan pembeli. Produknya pun tidak hanya terbatas pada kaca jendela dan pintu, tapi juga kaca perabot rumah tangga lainnya, seperti meja dan lampu hias.

Karena disain produknya dibuat sesuai pesanan, maka harga jual yang dipasang pun bisa bervariatif. Angkanya bisa mencapai antara Rp 1,5 juta hingga Rp 6,5 juta per meter persegi.

"Tergantung pada tingkat kerumitannya," kata Doni.

Dari harga setiap meter kaca yang diproduksi, Doni mengaku bisa memetik keuntungan berkisar 25% hingga 40%. Maka, wajar jika dalam enam tahun pertama usaha berjalan, lelaki ini sudah mampu membeli sebuah rumah dan mobil sendiri.

Ke depanya, pengusaha muda ini berharap bisa membangun pabrik peleburan limbah- limbah kaca, yang nantinya bisa dipakai membuat aneka kerajinan kaca gravir. Kalau rencana ini terealisasi, maka ketergantungan akan pasokan kaca dari kota Jakarta bisa dilepaskan.

Dia pun tidak perlu menambah ongkos kirim ataupun biaya produksi. Susah dapat kerjaan ternyata memberikan rejeki berlipat ganda.

Bisnis Yogurt Singapura Butuh Pengorbanan

Profil Pengusaha Muda James Ong


bisnis yogurt sukses

Selalu bermimpi tentang memulai bisnis sendiri butuh pengorbanan. Suatu hari, James Ong akhirnya membuka bisnis yogurt dengan outlet pertama bernama Frolick. Pengusaha muda yang berusia 26 di tahun 2008, dia bersama 3 orang mitra yang tidak lain temannya di Hwa Chong Junior College.

Mereka membiayai bisnisnya tanpa mendekati bank atau tanpa bermodal hutang apapun. Mereka berprinsip menggunakan uang sedikit mungkin, namun tetap memastikan produknya kompetitif. Bisnisnya terbilang lumaya cepat karena pasarnya luas.

Sejak pembukaan kios Frolick pertama pada Februari 2008, bisnis telah berkembang dari hanya satu kios sederhana seluas 100 meter persegi, ke lebih dari 10 kios baik di Singapura dan luar negeri. Yang terbaru, mereka telah membuka beberapa kios di Myanmar.

Bisnis lucu


James Ong (30) sendiri tidak akan menyangka bahwa keputusannya berbuah manis. Dimulai dari memutuskan berhenti bekerja sebagai konsultan manajemen resiko. Ong bersama ketiga temannya, Mr Ken Hsu Chen Kang, 28; Mr Leslie Ang, 30 and Mr Lee Yingxin, 28, mencoba berbisnis.

Ia memulai bisnisnya bermodal cuma $.100.000. Mereka telah berempat memulai dari paling bawah. Kuartet ini telah tahu satu sama lain sejak di sekolah di Hwa Chong Junior College dan tetap berteman dekat bahkan setelah berbeda universitas.

Selama bertahun-cangkir kopi dan sesi brainstorming, mereka mendiskusikan spektrum ide bisnis mulai dari penjualan teh gelembung ke mengoperasikan diskotik. Mereka akhirnya menetap di yogurt beku setelah Hsu kembali ke Singapura dari Amerika Serikat.

Dia disana melihat bagaimana permintaan yoghurt beku akan kuat bahkan terus meningkat. Yougurt tidak butuh waktu banyak untuk meyakinkan teman- temannya bahwa mereka bisa meniru konsep bisnis tersebut.

Ong menjelaskan setelah dari pembicaraan tersebut, mereka berempat mulai aktif mencari informasi segala sesuatu tentang resep yogurt terbaik. Ketika berbicara resep yogurt yang kaya, lembut seperti resepnya sekarang tidaklah mudah.

Ia menjelaskan semuanya bermula dari mencoba, gagal, dan mengulang kembali. Semuanya berulang hingga delapan bulan berlalu. Makanan ringan tersebut dibuat oleh mereka di dapur milik ibunya. Mereka berempat berharap akan menyempurnakan resep itu disana.

"Ide untuk memulai sebuah merek yogurt beku muncul terutama karena mitra saya dan saya selalu ingin memulai bisnis, kita semua dibesarkan di yami yoghurt (ironi), dan yogurt beku adalah konsep yang terbukti di luar negeri (di kedua Korea dan Amerika Serikat ).

Adapun merek "Frolick", saya kira itu selalu dalam pikiran kita bahwa apapun yang kita mulai, merek harus mewakili karakter kita," terangnya. Uang modal mereka kemudian digunakan mencari kios dan tentunya membangun merek mereka, Frolick.

Ini cukup memakan modal besar ($100.000 besar buat bisnis di Indonesia) karena mereka ingin cepat sukses. Benar saja mereka ingin mematangkan bisnisnya dalam satu tahun, bahkan berani menyewa sebuah agensi.

Mereka menyewa sebuah agensi lokal yang pernah memenangkan penghargaan, Ayslum, tujuannya membangun merek serta menciptakan promosi terbaik.

Mereka kemudian berbagi pekerjaan agar membuat semua berjalan baik. Alokasi waktu menjadi hal yang terpenting karena ia hanya bekerja bersama tiga mitranya; tanpa ada pegawai. Sebagai kepala bisnis, Ong, telah menerapkan strategi khusus yang agresif lalu ditambah sedikit keberuntungan disana.

Ia dan rekannya sepakat akan membangun outlet dimana pun hingga di seluruh penjuru Singapura. Mereka didukung keberuntungan karena outlet pertama adalah tempat paling strategis.

Keputusan terbaik ialah keputusan bekerja sama dengan agensi Ayslum jelas Ong melanjutkan. Mereka adalah sebuah perusahaan terbaik yang mampu menciptakan merek sesuai apa kepribadian mereka. Adapun itu yaitu Frolick yang penuh rasa humor, mereka mampu membangun brand milik

Ong jadi terkesan ceria. Ong pun bercanda bahwa dirinya dan rekan memang belum melewati masa puber (keluarlah sebuah tawa darinya).

Seperti sebelumnya konsep kecerian dan humor terasa ditiap kemasan Frolick. Dimana mereka menawarkan semua produk melalui cara profokatif. Sebagai contoh ketika kita menemukan salah satu kios yogurt milik mereka.

Kita akan disuguhi sebuah selogan- slogan aneh di depan outlet seperti "We stay hard longer" dan "Spankingly Good" (bahasa slang terdengar nakal). Kita, sebagai pembeli, akan juga sangat cepat menganalisa ada sesuatu di layanan mereka.

Kita akan disuguhi para pelayan muda. Mereka pelayan berumur sekitar 20 tahun ke bawah dimana masih segar, sesegar yogurt milik mereka. Terasa bagaimana? Jangan salah paham, yogurt Frolick sendiri memang dipasarkan bagi mereka di umur 14 tahun hingga 24 tahun.

Kesegaran itu menjadi pilihan utama selain humor dan kecerian warna. Hari ini Frolick melihat rentetan persaingan dari merek- mereka baru yang baru-baru ini memukul pantai Singapura, seperti Berrylite Frozen Yogurt, Oio Frozen Yogurt dan yoguru.

Tapi Ong yang melihat oleh persaingan ini, yakin bahwa yogurt milik mereka dapat menahan panas dari ini anak-anak baru di blok.

"Saran saya adalah bahwa hal itu selalu lebih baik untuk memulai bisnis dengan teman dekat. Kata kuncinya adalah "dekat". Dengan cara ini, kamu tidak akan memiliki harapan palsu satu sama lain terutama soal hal kemampuan dan komitmen," jelasnya.

Juga, menjadi teman dekat yang membuatnya lebih mudah untuk menyelesaikan konflik, dan "kita semua tahu konflik yang pasti akan terjadi!," sebuah saran dari pengusaha muda.

Perusahaan: FROLICK (JKNG LLP)
Alamat: 21 Toh Guan Road East, Toh Guan Centre #05-18 S608609
Website: Frolick.com.sg
Facebook: Frolick

Demi Membayar Hutang Gadis Cantik Menjadi Pengusaha

Profil Pengusaha Kim Su Kyung


pengusaha cantik korea
 
Demi membaya hutang ayahnya, Kim Su Kyung memilih tidak melanjutkan sekolah, dan gadis cantik korea ini memilih menjadi pengusaha. Dia mencoba membuka usaha sendiri demi membayar Rp.23 miliar. Beryukur Su Kyung sejak remaja telah memilih untuk hidup mandiri.

Umurnya 15 tahun memutuskan berhenti sekolah. Dia mulai mengerjakan aneka usaha. Demi bisa membayar hutang sebesar itu sangat sulit. Tidak mungkin bisa mengumpulkan miliaran dengan usaha biasa. Namun Su Kyung tidak mau terus- terusan berpikir langsung membuka usaha.

Pilihannya ialah bisnis toko online yang dianggap mudah. Tetapi tentu Su Kyung harus menanggung resiko bila gagal. Banyak masalah muncul bukan sekedar permasalah tidak laku. Mulai dari masalah marketing sampai mengurusi barang jualan.

Bisnis Sejak Muda


Su Kyung mencoba sembari belajar ditengah jalan. Umurnya telah 21 tahun sudah melewati aneka hambatan usaha. Dia berhasil belajar mengatur keuangan perusahaan. Alhasil Su Kyung mampu buat membayar hutang ayahnya. Bisnis yang dijalankan serius membuat Su Kyung berhenti bersekolah.

"Banyak orang mengira menjalankan bisnis online tidak terlalu sulit. Tinggal unggah foto dan orang akan membeli, tapi sebenarnya tidak mudah," ia menjelaskan.

Agar bisnis online miliknya menarik maka dibutuhkan model. Su Kyung lantas meminta bantuan teman- temannya menjadi model. Ia sendiri juga cocok menjadi model pakaian. Selanjutnya, tinggal Su Kyung menunjukan selera fashionnya, nah ini sulit karena membutuhkan rasa dan pengetahuan.

Dia mengerjakan semua tahapan sendirian. Semua dilakukan sendiri dari memilih pakaian, aksesoris, siapa modelnya, pengeditan foto dan pengiriman. Pengepakan dilakukan ia sendirian sampai segitu banyaknya. Sibuk dan repot membuat fokusnya sekolah terganggu tetapi semua menyenangkan.

Gadis cantik Korea ini sedari kecil ingin menjadi pengusaha. Meskipun merepotkan Su Kyung masih bisa bergembira. Semenjak SMA, Su Kyung senang membuat scrapbook dan mengoleksi majalah fashion. Ia bersikeras menjadi pengusaha walau mengorbankan sekolah, demi membayar hutang.

Inilah cikal bakal sang CEO pusat perbelanjaan online asal Korea Selatan, Victoria Garconne. Sedari awal, Su Kyung senang memulai usaha dan mengerjakan semua sendirian. 

"Aku juga suka memperhatikan bagaimana cara orang berpakaian," tutur dia.

Su Kyung senang menata busana dan punya mimpi menjadi desainer. Ia punya cita- cita meluncurkan merek sendiri. Su Kyung senang bila baju buatanya dipakai orang banyak. Diusia 15 tahun, tentu dia tidak mengerti apa- apa mengenai bisnis.

Sembari berjalan dia belajar mengenai semua aspek bisnis. Su Kyung mengambil banyak referensi dari berbagi sumber, mulai dari internet sampai baca- baca buku kewirausahaan. Su Kyung senang mengunjungi perpustakaan.

Demi mendapatkan modal maka ia bekerja sambilan dulu. Itu sekaligus menjadi cara belajar sembari semua berjalan. Pengetahuan akan fashion yang bersumber sedari kecil sangat membantu. Su Kyung pandai memilih pakaian dari suplier di wilayah Dongdaemun.

Ia menata semua sendiri di berbagai bergaya. Dicarinya aksesoris dan perhiasan yang cocok dipadu- padankan. Lima bulan berjalan dia mampu menghasilkan Rp.350 jutaan. Bulan berikutnya, nilainya tambah menjadi keuntungan Rp.1,1 miliar dari jualan pakaian saja.

Bertahap ia mampu melunasi hutang ayahnya tersebut. Bukan sekedar itu, Su Kyung sekarang bisa membiayai enam anggota keluarga. Dia mampu memberi mereka pekerjaan. Kunci sukses Su Kyung terletak diusianya, karena masih remaja ia mampu menyasar target seumurannya.

"...jadi aku mengerti apa yang mereka butuhkan," jelas Su Kyung. Harga dipatok juga tidak terlalu tinggi tanpa mengorbankan kualitas.

Su Kyung senang meminta feedback dan berinteraksi dengan pelanggan. Di waktu tertentu, dia akan mengadakan kumpul- kumpul dan pesta diskon. Ia senang berinteraksi dengan pelanggan mengenai fashion.

Su Kyung pernah ditagih debt collector yang banyak dan bengis itu. Tidak mudah ya perjalanan sang CEO muda. Demi membayar hutang dia kehilangan masa muda termasuk teman. Su Kyung cuma punya sedikit teman dekat. Dia bertekat harus menjadi pengusaha sukses demi masa depan.

Sejarah Internet Indonesia Situs Pertama Kali

Artikel Bisnis Sejarah Internet Indonesia


sejarah kafegaul
 
Menelisik sejarah internet Indonesia ternyata sangat jauh. Dimulai dari Detik.com, menyusul aneka situs pertama kali dibuat asli Indonesia. Sebuat saja Astaga.com dan Kafegaul keduanya dikenal tempat nongkrong anak muda ketika online.

Bermula dari internet yang begitu mahal terbatas di wilayah tertentu. Anak- anak muda akan coba- coba masuk melalui internet kampus. Bahkan nih, mereka rela menginap untuk bisa online, jaman itu belum ada namanya Kaskus kalau bicara forum ya Kafegaul. 

Sementara itu Detik merupakan sumbernya berita. Utamanya Detik yang dikena sangat update soal berita. Optimisme internet luar negeri mengalir melalui sukses American Online (AOL), yang disebut oleh Time Warner, kemudian besar- besaran membangun media online.
Awal tahun 2000 -an urusan chatting anak muda lewat Kafegaul. Tinggal tulisa nama nickname tanpa email langsung bisa ke chatroom. Dulu Mirc emang ramai, namun kurang berasa lokalnya, maka ya Kafegaul tempatnya.

Tetapi taukah kamu bahwa Kafegaul dipelopori investor asing. Diperkuat oleh wartawan senior total sampai 30 orang. Ya demi cepat mengembangkan situs ini melalui waktu. Harapannya kelak internet di Indonesia akan berkembang pesat. Tidak disangka popularitas Kafegaul mengalahkan Detik.com.

Jamannya itu banyak sekali halangan anak muda buet ngenet. Mulai dari pihak kampus yang mewajibkan isi email buat identitas, lemot lah, banyak virus masuk, dimana kebanyakan memakai Plasa lalu munculah Yahoo!

Investasi masuk ke Astaga sangat besar sampai Rp.70 miliar. Modal segitu dipercaya akan kembali dalam dua tahun. Ini sejalan dengan pengguna internet naik sejalan jaringan GPRS. Juga harapan bisnis eCommerce yang makin digemari hingga sejuk buat periklanan.

Tahun 2000 -an, tiba- tiba Lippo Group membalik inti bisnis Asuransi Lippo. Maka lahirlah bisnis layanan internet ala PT. Asuransi Lippo e- Net, tbk. Perusahaan ini kemudian membuka bisnis online pertama, Lipposhop, situs berita Lippostar, dan layanan jaringan internet, D- Net.

Dibawah naungan PT. Indonesia Media Teknologi (IMT), Astaga dan Kafegaul sama dalam naungan usaha bersama. Ceritanya di tahun 1999 -an, kedua situs pertama kali dibuat itu diakuisisi perusahaan asal Afrika Selatan, M- Web. Kemudian di 2003 malah perusahaan M- Web ini cabut dari Indonesia.

Mereka meninggalkan Astaga dan Kafegaul dalam asuhan mantan pegawai. Lalu David Burke yang menjabat CEO PT. M- Web Indonesia menyelamatkan. Sang mantan pegawai kemudian mendirikan PT. Indonesia Media Teknologi, tujuannya untuk mengelola kedua situs ini.

Sejarah internet Indonesia kemudian berlanjut Kafegaul forum. Dimana memiliki 15.000 pengunjung perhari dan 200.000 halaman dicari. Disisi lain malah Kaskus naik daun bahkan sampai mendapatkan investasi patnership.

Kafegaul yang forum senior malah dikalahkan Kaskus. Kafegaul layaknya Friendster yang tenggelam karena Facebook (Kaskus). Astaga sendiri tidak kalah membingungkan karena berubah sistem. Ini tidak lagi tempat chatting melainkan situs berita.

Ketika M- Web hengkang semua aset dijual dan ditahan konsorsium investor lokal. Dikerjakan ya seadanya sampai muncul Phil Rickard dan Sandy Gunawan. Mereka membeli Astaga.com pada tahun 2012 dan berhenti beroprasi.

Astaga.com diluncurkan kembali pada 2013 dengan nama sama. Isinya udah berbeda karena berisi artikel- artikel baik berita maupun umum. Bahkan jika kamu cek, pengguna bisa menuliskan artikel mereka di sana.

Biografi Bob Hasan Pengusaha Kesayangan Cendana

Biografi Pengusaha Bob Hasan


biografi bob hasan
 
Beberapa nama pengusaha kesayangan Cendana, namun dalam biogafi Bob Hasan, namanya berbeda pasalnya dia juga memiliki bakat berpolitik selain berbisnis. Bicara mengenai wirausaha namanya sudah moncer jauh sebelum dekat Pemerintah Soeharto.

Dikisahkan dia bernama lengkap Mohammad Hasan atau The Kian Seng. Namanya mentereng ketika menjabat Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Kabinet Pembangunan VII. Dia adalah teman main golf Pak Harto. 

Jauh sebelum berkenalan, Bob Hasan telah merintis usaha sukses diluar bidang angkutan laut, bukan kayu. Dia merambah hutan pada 1967 melalui Kalimanis Plywood.

Jatuh Bangun Raja Hutan


Pada 1970, Bob Hasan bergabung satu perusahaan raksasa di Amerika Serikat, Georgia Pacific Timber, yang menguasai 350 ribu hektar di Kalimantan. Sepanjang dekake 1970 -an, kedua kongsi dagang tersebut telah mampu ekspor 2,2 juta kubik kayu gelondongan.

Sejak itu,. maka tegaslah dalam biografi Bob Hasan, menjuluki namanya sebagai Raja Kayu, apalagi dia ditunjuk menjadi Ketua Umum Asosiasi Panel Kayu Indonesia.

Melalui Asosiasi Panel Kayu Indonesia atau Apkindo namanya moncer. Diantara pengusaha nampak Pemerintah Soeharto tertarik. Pasalnya dia membawahi organisasi besar para pengusaha kayu. Inilah jalannya menjadi teman main golf semakin besar.

Kedekatan dan kekuasaan atas Apkindo memberikan peluang. Bob Hasan mencurahkan pemikiran mengenai usaha kayu. Tahun 1980 -an, ada total 108 perusahaan kayu dibawah Apkindo yang punya akses perkayuan.

Jumlah iurannya sangat besar karena ini menjadi komoditas andalan Indonesia kala itu. Sangat besar menjadi pemasukan bagi pemerintah Soeharto. Pengaruh Apkindo termasuk menentukan bersama jumlah quota ekspor- impor.

Melalui dukungan kekuasaan, pengusaha kesayangan Cendana ini melakukan banyak hal diluar nalar benar. Walau dalam laporan hukum atas kasus korupsi Bob Hasan hanya pemaksaan. Ia memakai nama Cendana untuk berbagai hal, termasuk memonopoli perusahaan PT. Kertas Kraft Aceh.

Dia "memaksa" Kertas Kraft Aceh membeli bahan baku dari perusahaanya. Kemudian bila ada proses pengapalan kayu lapis memakai perusahaan lainnya, PT. Kencana Frieght Lines. Bob Hasan juga masuk ke bisnis asuransi melalui PT. Tugu Pratama khusus Pertamina.

Penjualan premi asuransi pun sangat tinggi diluar perusahaan asuransi lain. Bob Hasan juga masuk ke bisnis batu bara bernilai tender miliaran dollar. Status sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan memang sangat membantu.

Ketika jaman Pak Harto tumbang, dalam presrilis Pertamina, bahwa kontrak- kontrak dengan usaha milik Bob Hasan bila dibatalkan; Pertamina menghemat Rp.1 triliun. Berhasil membangun kerajaan bisnis melalui Cendana, Bob Hasan harus ikut terpuruk ketika krisis moneter menerjang Indonesia.

Bob Hasan mampu membuat semua nampak baik- baik saja. Namun krisis global membalik semua keadaan sekejab. Kejahatan Bob Hasan harus dibayar melalui penjara 6 tahun. Dimana dia dapat remisi 3 tahun karena penyakitnya.

Banyak hal disoroti selepas jatuhnya rezim Soeharto dan kebangkitan ekonomi. Pertamina berhenti total mengikuti bisnis khas asuransi Tugu Pratama. Kebangkitan Pertaminan disusul pengambil alihan usaha- usaha milik Bob Hasan di perusahaan konglomerasi Nusamba.

Bob Hasan memang menguasai semua lini usaha sumber daya. Dari hulu sampai hilir dikuasai oleh perusahaan besutannya. Ada perusahaan PT. Essam Timber dan PT. Jati Maluku Timber. Kemudian ia menguasai PT. Kertas Kraft Aceh, yang mengurusi kertas semen dari dua perusahaan kayunya.

Perusahaan asuransi PT. Tugu Pratama Indonesia dengan 35% kepemilikan. Pada 1989, ia mendirikan bank sendiri, Bank Umum Nasional. Tugasnya BUN ini menjadi pendanaan uang yang mengalir ke aneka usahanya.

Dia menjadi komisaris untuk McDermott dan mendirikan Simpati Air bersama sang putra Presiden, Hutomo Mandala Putra. Bob Hasan juga menjadi pendiri Majalah Gatra. BUN aktif menyalurkan uang ke aneka usaha Bob Hasan.

Pada 1980 -an, tutuplah si BUN, sudah tidak mampu menggerojoki uang ke aneka usahanya. Ini sebab krisis moneter yang menyerang mata uang. Dan ternyata, uang tersebut berasal dari dana- dana milik Apkindo, ada dana $84,7 juta parkir atas nama Bob Hasan.

Pada 1991, hutan yang dikuasai Bob Hasan mencapai 1.086 juta hektar diseluruh Indonesia. Pantas nama Raja Hutan sangat melekat padanya.

Faktanya Nusamba isinya 80% sahamnya dimiliki tiga yayasan diketuai Pak Harto. Supersemar, Dharmais, dan Dakab. Fakta Bob Hasan hanya memiliki 10% saham saja. Adapun sisa 10% lainnya dikuasai pengusaha bernama Sigit Hardjojudanto.

Alhasil nama Nusamba mengambur semenjak Soeharto lengser. Namanya menguap bersama dana yang tertanam disana. Diluar Nusamba atau Nusa Ampera Bhakti, nama Bob Hasan menggenggam di Group Pasopati, Group Bank Umum Nasional, Bank Duta, Group Kalimanis dan Hasfam.

Ditelusuri lebih jauh ternyata Bob Hasan merupakan anak angkat jendral. Tepatnya Jendral Gatot Soebroto yang Panglima Wilayah Jawa Tengah. Tempatnya persis bersama Jendral Soeharto ketika berugas di sana, dan masih berpangkat Kolonel.

Bob Hasan tidak memiliki pendidikan tinggi. Bukan menyandang gelar sarjana apalagi gelar doktor. Ia hanyalah putra pedagang rokok. Ketika Pak Harto menjadi Panglima Diponogoro, Bob menjadi salah satu kepercayaan mengurusi anak usaha Kodam, dan berlanjut ke Nusantara Ampera Bhakti.

Es Pisang Ijo Justmine Pengusaha Cantik Riezka

Biografi Pengusaha Riezka Rahmawati 


pisang ijo just mine

Pengusaha cantik Riezka Rahmawati berkisah tentang awal mula berbisnis ini. Es pisang ijo Justmine bermula MLM dulu. Namun tidak bertahan lama, itu tidak membuahkan hasil apabila ia bandingkan bisnis tradisional.  Dia pernah berjualan voucer pulsa hingga kuliner lain.

Tidak patah arang, ia lantas membuka sebuah kafe di Bandung, namun tidak terlalu berhasil juga. Ya wirausaha sepertinya telah menjadi tekatnya sejak lama. Hingga berusia 24 tahun sudah tak tercatat berapa jenis usaha dikerjakannya.

Meski ditentang orang tuanya, penah pula diolok- olok oleh teman kuliahnya; Riezka tak bergeming malah semakin semangat berbisnis satu per- satu.

"Saya bermimpi bangsa ini bangkit bersama sehingga kemiskinan tak ada lagi," katanya.

Kembali Membuka Usaha


Ia memulai langkahnya bermodal uang jajan cuma Rp.150.000. Semua bisnisnya dimulai dari bawah dan sering gagal. "Saya memulai dari bawah, dengan berjualan pulsa elektronik," ujar gadis berdarah India kelahiran Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat, 21 Maret 1986 ini.

Target pasarnya adalah rekan-rekan kuliahnya sendiri. Ternyata peminat pulsanya begitu banyak sekali buka. "Tak sampai dua jam, deposit pulsa saya sudah habis," katanya lagi. Hasil penjualan langsung diputarkannya kembali membeli deposit pulsa elektrik kembali.

Sehingga lama kelamaan jumlah depositnya ternus bertambah. Bahkan, ia sudah bisa membuka outlet pulsa elektronik, fisik, dan kartu perdana yang kemudian diberi nama Ezka Cell, di Jl. Raflesia H7, Perumahan Antapani, Bandung.

Setelah membuka kios, target bisnisnya pun berubah yaitu orang- orang di sekitar komplek. Hasilnya memang mengejutkan, Riezka mendapatkan omzet Rp.9.500.000. Sadar akan besarnya potensi bisnis pulsa membuatnya mengibarkan badan usahanya sendiri.

Pada 26 Maret 2007 ia mendirikan perusahaan bendera CV Ezka Giga Pratama, perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan dan jasa. Melalui berdagang pulsa inilah Riezka naik pangkat dan dipercaya membawahi server pulsa sendiri.

Dia kemudian akan membawahi sejumlah agen dan outlet-outlet kecil. Pelan tapi pasti usahanya naik, satu per- satu usaha dijalani olehnya. Karena tempat kiosnya sangat strategis dan banyak dikunjungi pembeli, dirinya ditawari bekerja sama mendirikan usaha satu lagi.

Riezka kemudian membuka bisnis laundry&dry clean berkonsep bagi hasil. Pada awalnya dia sempat ragu apakah jasa laundry dibutuhkan, mengingat umumnya setiap rumah memiliki satu pembantu rumah tangga sendiri.

Dia pun mengamati sejumlah gerai laundry & dry clean di kompleks perumahan lain. Akhirnya ia sudah mem­beranikan diri masuk ke sektor ini. Maka, tahun itu, Riezka telah membuka gerai Prima Laundry. Di luar dugaan,

"Di bulan pertama saya bisa mendapat bagian bersih Rp 2 juta," katanya menambahkan.

Es Pisang Ijo Justmine


Akhirnya di akhir 2007 -an, pengusaha cantik ini melirik buah pisang, dan mencoba mengemasnya menjadi produk menarik. "Saat itu saya hanya berpikir, pisang itu kalau laku dijual enaknya dibikin apa. Akhirnya saya memutuskan untuk memasarkan pisang ijo," kenangnya.

Gadis asli Mataram, Nusa Tenggra Barat, ini mengaku belum pernah sekalipun mengunjungi Makassar. Kuliner pisang ijo khas Makassar tersebut kemudian coba dikembangkan olehnya berbekal kreatifitas.

Jadilah pisang ijo berbagai rasa dari vanila, cokelat, keju, dan durian. "Bisnis ini saya mulai dengan modal Rp 150.000 yang digunakan untuk bahan baku membuat pisang ijo," ungkap Riezka, disaat acara pembukaan Ernst &Young Entrepreneurial Winning Women 2013 di Jakarta dulu. 

Dia berburu sendiri resep pisang ijo paling cocok dengan konsep bisnisnya. Ia bahkan merelakan diri belajar langsung dari pemilik restoran Makassar. Memang butuh waktu yang cukup lama, dan ada persiapan tidak sedikit hingga bisnisnya bisa berjalan.

Dengan kepercayaan diri tinggi, ditambah keyakinan kuat akan sukses. Riezka melanjutkan bisnisnya hingga sekarang. Hasilnya, dua bulan telah berlalu, dia mulai melihat hasilnya dan ternyata pasar menyukai pisang ijonya, Justmine Pisang Ijo namanya.

Tantangan hadir kembali ketika orang tuanya tidak setuju anaknya berjualan pisang ijo. Namun berbekal tekat, ia tetap melanjutkan bisnis pisang ijonya. Pisang ijo khas Makassar yang terbungkus terigu warna hijau pandan akan dilumuri vla dan sirup sebagai pemanis.

Ada juga pisang ijo dilumuri bubur sumsum atau es batu. Harganya berkisar Rp.6000 hingga Rp.7000 per- porsi. Semangkuk pisang ijo menyegarkan hidup di setiap pelanggan. Buktinya, ketika ada Expo Wirausaha Mandiri, ratusan pengunjung yang datang tak henti- hentinya menuju stan pisang ijo miliknya.

Bahkan dalam hitungan beberapa jam saja, stok pisang ijo sudah habis diborong. "Pengunjungnya sudah antre dari pagi," ujarnya.

Untuk mengembangkan usahanya, Riezka membuka peluang untuk berinvestasi melalui sistem waralaba pisang ijo. Hingga kini, terdapat 20 gerai pewaralaba pisang ijo yang tersebar di Bandung, Jakarta, dan Bekasi.

Di samping itu, Riezka juga punya tiga outlet di Bandung di tahun 2009 lalu. Tahun itu juga ia mulai mengubah sistem penjualan pisang ijonya menjadi sistem kemitraan waralaba. Ini dikembangkan menjadi salah satu cara pemberdayaan masyarakat.

Proses seleksi mitra waralaba pisang ijo menjadi kunci tersendiri. Riezka menjelaskan, untuk menjadi mitra pisang ijo JustMine, cukup investasi mulai dari Rp 6,5 juta. Nantinya, mitra mendapatkan satu booth, paket perlengkapan lengkap, paket promosi, jaminan kualitas produk, biaya delivery, trainning karyawan, dan hak pakai booth.

Gadis manis ini kemudian mengungkapkan rahasia suksesnya: kita tidak boleh egois saat mencoba mewujudkan impian.

"Setiap orang punya impian untuk punya usaha dan sukses. Namun ketika hanya memikirkan kesenangan dan ambisi pribadi, usaha anda bisa saja hancur dan putus asa," tuturnya.
 
"Anda membangun usaha dengan impian untuk membahagiakan keluarga, sehingga ketika gagal akan terus termotivasi untuk bangkit dan sukses," tambahnya. Selain itu ia menambahkan bergaul dengan pengusaha lain mutlak perlu baginya.

Dalam waktu empat tahun (di 2012), perempuan cantik lulusan Universitas Padjadjaran Bandung ini sudah mampu memiliki 210 outlet di seluruh Indonesia dan memiliki 40 orang karyawan. Dimana omzetnya dari bisnisnya ini telah mencapai nilai Rp.850 juta.

Kesuksesan wirausahanya ini membuatnya meraih berbagai penghargaan seperti The Young Entrepreneur Award, Top 15 Franchises Best Choice, Ernst & Young Entrepreneurial Wining Women 2012, dan lain-lainnya.

Andi Taufan Biografi Pengusaha Muda Multi Talenta

Biografi Pengusaha Andi Taufan Garuda


andi taufan amartha
 
Bernama lengkap Andi Taufan Garuda Putra selau mandiri. Sang pengusaha muda multi talenta yang juga pemilik kafe Never Been Better Cafe Kemang. Tempatnya nyaman dengan aneka makanan khas anak muda. Pandangan Andi berkembang ke arah tidak terduga mengenai pendanaan.

Pernah dirinya diajak mengembangkan perusahaan permodalan. Namun Andi melihat dari kacamata berbeda melalui orang desa. Ia berinisiatif mendirikan usaha micro finance di pedesaan Bogor. Diliat keadaan masyarakat pedesaan sangat kekurangan permodalan.

Dia mengajak beberapa orang untuk pelayanan sosial bisnis. Pengusaha muda yang lulusan Harvard Kennedy School, usianya 32 tahun, mendapatkan gelar Master of Public Administration. Lantas dia masuk sebagai konsultas untuk IBM Global Business.

Koperasi Amartha


IBM inilah cikal bakal Andi masuk ke dalam dunia financial. Dua tahun sudah pekerjaanya di sana berjalan. Namun dia melihat pandangan berbeda mengenai pembiayaan. Ia lantas berkunjung ke Desa Ciseeng, Bogor, Jawa Barat pada 2009 silam.

Pria kelahiran 24 Januari 1987, memiliki prinsipal mudah dipahami bagi masyarakat pedesaan. Dia membentu usaha ini sebagai koperasi. Masyarakat desa dimatanya butuh kesempatan, dimana hidup mereka miskin, tertinggal dibandingkan lingkungan sekitarnya yang telah berubah perumahan.

Masyarakat desa hidup tidak jelas mau berusaha tidak mepunyai modal. Nah, datanglah Koperasi Amartha Indonesia (KAI) hadir memberikan solusi berupa konsep perbankan syariah. Konsepnya merujuk kepada Grameen Bank besutan pengusaha sosial, Muhammad Yunus.

Desa diapit diantara perumahan dengan bentuk rumah gubuk. Dibuat dari bambu, dengan sanitasi yang seadanya, dan penarangan tidak memadai. Tidak cuma diberikan modal tetapi mereka dibantu membuka usaha. 

Andi bersama kawan- kawan mengajak membentuk kelompok 20 orang. Para ibu- ibu diberikan satu kali pinjaman Rp.500.000 dan pengembalian 50 minggu. Amartha juga mengadakan pertemuan rutin memastikan perkembangan kelompok usaha ini.

Total dia membuat lima kelompok dengan 15- 20 orang anggota. Perminggu mereka mampu buat mengembalikan uang Rp.15.000. Usaha mereka banyak layaknya ibu- ibu rumah tangga biasa. Cuma mereka diarahkan lebih mampu mengelola keuangan.

Amartha sendiri selalu belajar mengenai inovasi lini bisnis anggota. Para anggota akan mengerjakan usaha bersama. Nanti dari penghasilan mereka, bersama- sama membayar untuk menyaur hutang yang diberikan, atau tanggung renteng.

Mereka mulai juga menabung dari menyisihkan uang belanja keluarga. Andi dan Amartha memang baru dalam usaha beginian. Amartha memiliki konsep analisis panjang dalam penentuan target. 

Dari banyak desa itu, butuh waktu sampai ditemukan termiskin, yakni ada desa Cibeuteung Udik, Karihkil, dan Putatnug di kecamatan Ciseeng. Kebanyakan mereka tempatnya pelosok belum bisa dijamah permodalan. 

Warga miskin di sana mencapai 20 persen dari jumlah penduduk satu desa itu. Andi adalah sosok pengusaha muda multi talenta. Termasuk merubah konsep Amartha mengikuti kemajuan jaman. Awal mereka menangani penduduk miskin sampai 100 orang.

"Jangankan ke Bank, membaca dan mengisi formulir sederhana saja mereka perlu bantuan kami," ia menuturkan.

Bertahap koperasi Amartha berubah menjadi microfinance berpredikat. Pengalaman sepuluh tahun menjadi acuannya maju. Usaha ini telah mengantungi ijin OJK sebagai micro- finance, atau bukan koperasi lagi sejak 2019.

Pada 2016, Amartha membangun konsep aplikasi pinjaman p2p lending. Mereka menjangkau lebih jauh penduduk dilebih banyak pedesaan. Berkat memanfaatkan teknologi, Amartha mampu memberi bantuan pinjaman sampai 100 miliar lebih untuk 38.000 mitra usaha mikro dan kecil.

Startup Pinjaman


Nama Amartha lekat dengan startup pinjaman karena teknologi. Namun Andi Taufan baru merubah konsep semenjak 2016 selepas kuliah di Harvard. Alumni ITB ini mengatakan berkat teknologi bisa menggaet lebih banyak. Pertumbuhan pinjaman mencapai 200% dengan resturn memuaskan.

Banyak ibu- ibu berhasil melipat gandakan usahanya. Sejak awal dia memang ingin menjembatani para pelaku usaha kecil pedesaan. Disisi lain menggunakan teknologi akan membuka peluang bagi investor masuk.

Pengusaha kelahiran Jakarta, 24 Januari 1987, bercerita bahwa pinjaman konvensional tidak dapat terukur. Ini saatnya meningkatkan daya peminjam dan investor pemberi pinjaman. Disini konsepnya menjembatani pihak pemberi dan penerima.

Kalau kamu mau memberikan pinjaman sebagai investor tinggal masuk. Karena dia memanfaatkan sistem teknologi maka aspek kemanusiaan harus dikuatkan. Inilah tugas Amartha yang menagih angsuran langsung bukan lewat perantara.

Para petugasnya memanusiakan karena tidak cuma menagih. Petugas akan pula memberi bimbingan berusaha. Termasuk ikut memberikan saran mengenai jumlah pinjaman. Memastikan agar mereka tidak meminjam lebih dari dihasilkan.

Petugas harus memahami aspek keuangan mengenai keinginan dan kebutuhan. Para petugas akan punya data lengkap mengenai penghasilan mingguan peminjam. Investor Amartha akan mendapatkan data peruntukan uang, latar belakang lengkap, hingga ada skor kredit tertinggi.

Ada tim verifikasi buat peminjam tersebut, akan diadakan pertemuan mingguan, berbentuk kelompok yang saling mengawasi dan memitigasi pengeluaran anggota. Andi juga menerapkan prinsip sejarah peminjam. Bagi peminjam baru maka cicilan tentu akan lebih besar dibanding anggota lama.

Semakin baik anggota memiliki kemampuan pengembalian dan komitmen, maka konpensasi berupa resturn yang kecil. Return biasanya 10% sampai 20% dari yang dipinjamkan. Amartha mengenakan fee 1% untuk investor dan 5%- 10% untuk peminjam.

Untuk sekarang di tahun 2017, ada 100 ribu peminjam, dan targetnya pada 2020 akan menjangkau 1 juta peminjam. Target wilayah diperluas meliputi Sumatra, Kalimantan, dan Timur Indonesia. Di Jawa sendiri, Amartha telah masuk ke pelosok- pelosok desa yang jauh dari akses permodalan.

Mantan Sopir Angkot Biografi Prajogo Pangestu

Biografi Pengusaha Prajogo Pangestu


biografi prayogo pangestu

Dikenal mantan sopir angkot ia tidak merasa malu. Dalam biografi Prajogo Pangestu menunjuk kata "percaya diri" adalah kunci sukses. Andai saja dia tidak mengenal kata tersebut. Nama Prajogo hanya akan dikenal sebagai sopir angkot Singkawang- Pontianak.

Bernama asli Pang Djoem Phen, pria kelahiran 13 Mei 1994, Kabupaten Kambas, Kalimantan Barat. Dia terlahir dari keluarga miskin hidup serba susah. Ia hanya mengenyam pendidikan sampai kelas menengah atas. Apa yang bisa dilakukan seorang Prajogo Pangestu demi merubah nasib.

Pengusaha Raja Kayu


Nama mandarinnya berarti "burung besar terbang tinggi menguak awam mendung". Ini seolah telah menjadi kenyataan dengan kerja kerasnya. Prajogo merupakan putra seorang pengeret getah karet dan wanita penjahit di Pasar Sungai Betung.

Prajogo kecil pekerja keras hingga lulus sekolah menengah di Nan Hua, sekolah bahasa mandarin di Singkawang. Dari remaja sudah bekerja keras menjadi sopir angkot. Tidak segan untuk pulang pergi ke Jakarta- Singkawang hingga menentap di sana.

Dua titik perubahan hidupnya ketika mengenal Bong Sun On dan Keluarga Cendana. Siapa sosok si Bong Sun On ternyata orang Malaysia. Bernama panggilan Burhan Uray, orang Malaysia yang telah menetap dan berbisnis di Indonesia.

Entah gimana ceritanya tetapi berkat menjadi sopir angkot itu. Untung Prajogo orangnya sudah tidak pemalu atau berakhir. Singkatnya, pada tahun 1969, Prajogo bekerja untuk Bong Sun di PT. Djajanti Group. Dia lantas diserahi surat HPH atau Hak Pengolahan Hutan, khusus dari pemerintah Soeharto.

Prajogo mengelola hutan di Kalimantan Tengah dijalani. Maka Bong Sun mempromosikan menjadi manajer PT. Nusantara Polywood yang di Surabaya. Nekat mencoba mandiri, Prajogo lalu membuka usaha sendiri bernama CV. Pacific Lumber Coy berbekal uang derma Bank BRI.

Ketika remaja dia sempat berjualan bumbu dapur dan ikan asin. Burhan Uray sangat berpengaruh akan hidupnya walau punya catatan gelap. Prajogo mampu membuktikan dirinya lepas dari sosok tersebut. Ia nekat sembari berbisnis mengajukan kredit untuk memperbesar usaha.

Hebatnya dalam setahun semua hutang dapat diselesaikan Prajogo. Pacific Lumber merupakan cikal dari Barito Pacific yang mengelola 5,5 juta hektar hutan di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Maluku, dan Sumatra Utara.

Nama perusahaan ini kemudian dirubah menjadi PT. Barito Pacific. Pada masa orde baru namanya sangat dikenal menjadi terbesar. Bahkan sebutan raja kayu gelondongan pernah diterima Prajogo. Ia melalukan ekspansi usaha yakni PT. Chandra Asri Petrichemical Center dan PT. Tri Polyta Indonesia.

Prajogo orangnya humble sehingga mudah dekat orang. Bahkan dia dikenal dekat dengan Presiden Soeharto. Mantan sopir angkot yang mampu mendekat ke ring satu. Namun krisis moneter menguji kehebatan Prajogo Pangestu, apakah dia pengusaha hebat ataukah sekedar dekat dengan kekuasaan.

Namun cobaan bisnis sudah dimulai beberapa tahun belakangan. Yakni di tahun 1990, dimana pihak pemerintah melarang ekspor kayu gelondongan. Cepat- cepat Prajogo mengajukan hutang ke Bank Prancis, senilai 150 juta franc yang dijadikan pabrik pengolahan kayu bernama Barito Pacific Timber.

Kehebatan Prajogo mengatur masalah memang diakui pemerintah. Pihak Keluarga Cendana sangat mengagumi kehebatannya sebagai pengusaha. Ia menjadi makin dekat dengan kekuasaan. Bahkan ia diajak salah satu putri Presiden Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana untuk mendirikan perusahaan di Sumatra.

Putri Presiden Seoharto yang lebih dikenal dengan nama Mbak Tutut. Yang mana kerja sama dua orang ini menghasilkan banyak perusahaan. PT. Barito Pacific Timber sampai mempunyai 20 buah anak perusahaan berkat kerja sama keduanya.

Prajogo kemudian kolaborasi dengan putra Cendana, Bambang Trihatmodjo. Keduanya mendirikan perusahaan bahkan bank pada tahun 90 -an. Hingga kriris moneter menghadang, pada 98 itulah dimana uni usaha miliknya kena, Tri Polyta harus membayar utang berbentuk dollar.

Kriris mata uang sempat mencekik Prajogo tetapi tidak apa. Ia kembali mampu membalik keadaan saat itu. Keadaan rupiah yang melemah terhadap dollar menyerang hutang perusahaan. Bersyukur ia telah menaruh telur dalam banyak keranjang.

Prajogo pun melebur semua unit usaha, anak perusahaan, dan lini bisnis baru. Berdirilah satu usaha besar Barito Group yang mulai memperbaiki arus kas. Usahanya mulai dari perkayuan, petrokimia, minyak sawit mentah, dan properti.

Utang dollar tidak menghambat bisnis Pradjogo ketika krismon. Ia sosok sangat dipercaya sebagai pengusaha. Pernah bekerja sama dengan Kwok Brothers, pengusaha tajir mlintir asal Singapura, yang bersama investasi di pulau Santosa, destinasi wisata nomor 1 Negeri Singa Putih.

Prajogo juga senang bermain saham termasuk membeli saham besar. Seperti dia pernah membeli saham Astra Internasional, yang membawa jutaan kendaraan bermotor ke Indonesia. Akhir 90- an, dia telah memiliki lini bisnis baru dimana ada 120 buah perusahaan non- kayu.

Paling fenomenal ia meyakinkan DBS Singapura meminjamkan 2 juta dollar. Uang yang dirupiahkan itu 20 triliun rupiah untuk suatu tujuan. Dia gunakan uang tersebut untuk membeli 70% saham milik Chandra Asri Petrocimichal.

Memang biografi Prajogo Pangestu terbilang penuh kejutan. Ia mampu merubah hutang menjadi satu daya juang. Begitu dalam tekanan, otak cerdasnya mampu mengontrol semua lini bisnis untuk beri peluang. Prajogo mengajar jadi orang jangan pemalu dan mampulah bekolaborasi dengan siapapun.

Pada 2016, dilansir situs Forbes, nilai kekayaan Prajogo Pangestu mampu melesat. Harga saham dari PT. Barito Pacific naik sampai 1000%.

Kisah Nyata Sukses Bangkrut Pengusaha Terri Bowersock

Biografi Pengusaha Menyentuh Hati


kisah nyata sukses bangkrut

Sebagai seorang anak masih hijau tentang konsep hidup. Satu kisah nyata sukses bangkrut pengusaha bernama Terri Bowersock. Ketika kecil senangnya merobek serbet menjadi beberapa bagian dibagi- bagikan ke semua orang.

Atau, dia akan sangat rewel soal mematikan lampu guna menghemat listrik. Dia penderita disleksia, berarti punya hidup sendiri, ada keterlambatan dalam hidupnya. Tapi kenyataanya anak disleksia katanya adalah anak super cerdas, jika ditangani dengan baik oleh guru dan orang tua.

Terri dan ibunya adalah penghobi membeli barang di garasi atau garasi sale. Mereka membeli furnitur bagus, kemudian menaruhnya di rumah. Bicara tentang sekolahnya, Terri bukanlah sosok anak yang bahagia seperti kita, dia penderita disleksia, selalu mendapatkan ejekan diskriminasi.

Tidak Punya Masa Depan


Namun itu tidak menghalangi dirinya menjadi jutawan loh. Di kelas 5 SD, seorang guru berbicara bahwa dia itu tolol seperti bola yang memantul. Karena disleksianya, meski berhasil lulus, ia tidak bisa melamar pekerjaan.

Terri setelah lulus sekolah menengah atas, yang akan masuk ke dunia kampus. Meski berhasil lulus, Terri nyatanya memiliki kemampuan membaca setara anak kelas tiga. Dia tidak punya jalan bekerja. Terri tidak bisa mengajukan lamaran pekerjaan, dan berakhir di pekerjaan asal- asalan.

Dia membersihkan jendela atau menjual roti sandwich di lapangan untuk belajar golf. Tanpa satu kepastian kerja, ia memutuskan berhenti dan mengunjungi ayahnya di Kansas. Dari perjalanan kesana itu, ia bertemu teman ayahnya, dia memiliki usaha konsinyasi kecil- kecilan.

Dia akhirnya bekerja di toko konsinyasi tersebut. Ide bisnis itu muncul seketika bekerja disana. Terri punya ide yaitu akan mendapatkan furnitur orang lain, menampilkan di toko dan menjualnya melalui dirinya. Terri telah kembali ke rumahnya, ia begitu senang ingin memulai ide bisnisnya sekaligus.

Dia ingin segera menjalankan bisnis barang bekas. Ketika ia menelepon ibunya di Phoenix, Terri mengatakan kepadanya, "kita akan kaya raya!." Dia berkata, "Oh tidak! kita akan menjadi Sanford dan anaknya."

Ia (22 tahun) segera saja meminjam uang kepada neneknya senilai $2000 guna memulai bisnis. Bersama ibunya bekerja sama selama lima tahun belakangan, sampai suatu hari, ibunya memutuskan keluar karena booming real estate di Phoenix, AZ.

Terri kemudian melanjutkan bisnisnya Terri's Consign dan Design Furnishings. Tidak disangka, bisnisnya tersebut, berkembang sangat lah pesat Dari 6 toko di Arizona menjadi 17 toko waralaba, kemudian bisnisnya tersebut tembus angka aset $36 juta.

Selama pertumbuhan bisnisnya menjadi kerajaan konsinyasi, Terri Bowersock menjadi lebih terkenal oleh karena itu. Dia menjadi pengusaha paling dipublikasikan dan ditulis oleh banyak penerbit. Terri bahkan telah muncul di acara Operah Winfrey sebagai seseorang cerdas membangun Amerika.

Dia bukanlah seseorang yang ingin membuktikan diri "tidak bodoh". Di akhir 1990 an, Terri telah mencapai puncak bisnisnya di Amerika. Dia telah memiliki 4.500 meter persegi rumah di Ahwatukee Foothills, lengkap punya sauna, theater, dan ruang olah raga senilai $7 juta.

Sekarang, dia (55 tahun) tidak memiliki pekerjaan tetap dan mulai bekerja sebagai konsultan. Dia membantu orang di bisnis konsinyasi, yang menjadi passion nya. Hidupnya telah jatuh dalam ketika sang ibu, Loretta Bowersock menghilang lantas ditemukan tewas di 2004.

Di puncaknya di tahun 1990 an menuju 2000 an, disana telah ada 17 Terri's Store di Arizona. Mereka terus menghasilkan keuntungan sampai $36 juta dan 300 lebih pegawai. Impiannya menjadi pebisnis nasional tiba.

Sukses Bangkrut Pengusaha


Tapi, ketika beberapa tahun setelah ibunya ditemukan meninggal, bisnisnya kehilangan arah. Ia mengaku bahwa hilangnya sang ibu dan masa pencarian mengganggu diri. Memiliki banyak cabang membuatnya sulit mengelola.

"Perusahaan tidak berjalan sesuai dengan itu seharusnya," dia berkata.

Pada 2009, ia tidak lagi sanggup membayar para pengirim barang tepat waktu. Bisnisnya butuh waktu 90 hari sejak barang datang dan menjualnya lalu membayar 40-50 persen dari harga jual. Cek baru dikirim ke pengirim barang setelah satu bulan barang terjual.

Namun usaha terus mengambil barang untuk dikonsinyasi dan operator tau tidak akan bisa membayar tepat waktu. Bisnis ini digugat oleh kantor Kejaksaan Agung Arizona di 2010. Tuntutan telah terbayar, itu senilai $500.000 untuk bisnis milik Terri.

Toko- tokonya kemudian ditutup pada Juni 2010, badan Better Business Bureau of Central, Northern and Western Arizona, menerima lebih dari 200 komplain. Dia pun mencoba mengorganisasi ulang bisnisnya agar tetap hidup.

Dalam setahun ia telah mencoba berbicara lewat telepon, mencoba meyakinkan para pengirim barang. Terri telah mencoba meyakinkan mereka akan menerima bayaran setiap bulan, bukan dibayar penuh dulu. Namun, attitude mereka para pemilik barang ternyata sangatlah buruk.

"Banyak pengirim barang tidak bahagia. Dan mereka itu brutal, dan mereka terus menelepon. Dia mencoba melayani mereka. Dia ingin berbicara dengan mereka," ucap Christy Varela.

Christy sendiri merupakan salah satu pemilik barang dikonsinyasikan oleh Terri's Store. Dia juga terus- terusan komplain ke Terri (awalnya) terus menerus setiap waktu. Dia sendiri merupakan salah satu patner lama bisnis ini. Terri kemudian memanggil Christy lalu berbicara langsung.

Christy terkesan ketika diberi janji pembayaran setelah 18 bulan bahkan diberi pekerjaan. Christy tidak hanya mendapatkan uang $1800, tapi juga sebuah pekerjaan part- time di sana hingga 5 bulan sebelum bisnisnya ditutup.

Dia bertugas menjadi costumer service, menghubungi sesama pengirim barang. Dia sadar bahwa hidup sang wanita tangguh itu begitu berat. Dirinya baru sadar ketika ikut bekerja bersama Terri; dia bukanlah wanita jahat pikir Christy mungkin.

Sedikit menyesal dia pernah begitu keras menuntut wanita malang ini, jelasnya kepada media. "Saya percaya bila dia masih bisa buka, dia pasti akan membayar semua orang sampai hari dirinya meninggal, meski itu akan menghabiskan waktu untuk itu." ujar Christy Varela menutup.

Biografi Achmad Zacky Jadi Pengusaha Muda

Biografi Pengusaha Achmad Zacky


 
Disebut sebagai salah satu orang kaya baru di Indonesia. Biografi Achmad Zacky, pendiri BukaLapak yang nilai kekayaanya sampai Rp.1,5 triliun. Siapakah pengusaha muda ini dan apakah kunci sukses Achmad Zacky, berikut biografi Achmad Zacky dirujuk dari berbagai sumber.

Pengusaha muda kelahiran Sragen, 24 Agustus 1986, dari dulu tidak disibukan dengan kegiatan khas anak muda. Teknologi merupakan hal menarik bagi Zacky kecil. Ketika masuk bangku sekolah dasar Zacky kecil sudah berminat akan dunia komputer.

Dia mendapatkan hadiah komputer ketika ulang tahun. Buku pemrograman ditelan Zacky walaupun masih kecil. Passion akan dunia komputer meningkat sepanjang umur. Berlanjut sampai masuk SMA Negeri 1 Solo, dia menjadi salah satu perwakilah sekolah bidang ilmu komputer.

Menjadi perwakilan lomba Olimpiade Science Nasional. Berprestasi sejak kecil memenangkan lomba tersebut. Berkat teknologi bisa masuk ke ITB tahun 2004. Berbagai macam perlombaan berlanjut saat dia berkuliah.

Dia pernah menang lomba Indosat Wireless Innovation Contest. Saat itu tahun 2007, dia mulai masuk ke dunia startup, dimana bisnis pertamanya bidang teknologi ialah MobiSurveyor. Dimana adalah aplikasi pertama yang mampu menghitung survei cepat.

Pengusaha Muda Digital


Biografi Achmad Zacky punya banyak usaha dijalankan oleh pengusaha satu ini. Jadi tidak langsung berhasil lewat BukaLapak. Awal dia membuat aplikasi MobiSurveyor. Selanjutnya dia mendirikan Suitmedia, menjalankan bisnis jasa konsultasi website perusahaan dan masih berjalan.

Lingkungan ITB memang membawa dampak tersendiri. Jiwa entrepreneurship Zacky lebih condong berbisnis di bidang IT. Tetapi bukan tidak pernah membuka bisnis lain. Dalam sebuah artikel pernah gagal jualan mie ayam.

Seorang Zacky pernah membuka usaha mie ayam ketika Semester 2. Bisnis dimulai sejak 2006, yang hanya bertahan 6 bulan, bangkrut karena tidak ada pembeli. "Masih baru enggak ngerti bisnis, tapi jadi pembelajaran mahal," tutur pengusaha muda ini.

Kembali masuk ke dunia digital, lantas mencoba menawarkan jasa dibidang layanan. Bagaimana dia memberikan bantuan kepada masyarakat. Suitmedia tidak berhenti dan barkembang sangat pesat. Dalam satu tahun dia menghasilkan lebih banyak dibanding jualan mie ayam.

Tahun- tahun tersebut bisnis online semakin menaik. Seolah tidak mau kehilangan momentum, Zacky mengkonsep bisnis jual- beli online. Idenya karena dia sendiri meminati membeli online. Kenapa kita tidak membuat situs jualan online sendiri.

Awal berdiri bisnis BukaLapak dimulai oleh tiga orang. Proyek tersebut dijalankan selepas lulu ITB dan bekerja untuk perusahaan. Ide BukaLapak juga tidak lepas dari keprihatinan dia. Ketika pulang kampung para pengusaha UMKM berjuang keras.

Bagaimana dia bisa memfasilitasi mereka para tetangga. Bagaimana pendapatan mereka tidak juga berkembang. Muncul ide tentang software berjualan yang mudah. Berkaca dari beberapa usaha yang pernah dijalani. Zacky lantas mengajak beberapa orang kawan karena tidak bisa sendiri.

Dia merasa tidak bisa membangun bisnis ini sendiri. Ketika dia menawarkan konsep awal tentang BukaLapak, banyak mereka tidak tertarik. Pada masa itu berbisnis online masih meragukan. Bisnis BukaLapak bermula dari sofware seharga Rp.90 ribuan, murah bagi pengusaha jalankan nanti.

Biografi Achmad Zacky pernah membuat software hitung cepat. Pernah diajak oleh stasiun televisi untuk menjadi pembicara. Dia "menjual" software tersebut 10x lipat. Pengalaman ini yang membuat dia makin percaya diri berbisnis teknologi.

Pengusaha Harus Gagal


Perjalanan membangun bisnis BukaLapak dimulai. Dari ratusan nama domain, hanya satu nama yang bertahan dan jadilah ini. Pandangan besar Zacky memang sulit terealisasi. Hingga dia bertemu satu orang kawan satu jurusan dan satu SMA, Xinuc, yang lantas menjadi CTO BukaLapak.

Sosoknya tidak aktif bergaul di organisasi. Lebih senang otak- atik komputer di kamar kosan. Dan ternyata dia terobsesi membuat teknologi. Mereka lantas berdikusi tentang proyek BukaLapak ke depan. Dua bulan tanpa berhenti mereka mengarjakan sistem BukaLapak.

Software mereka matangkan berdua dalam satu kamar. Webiste launching pada Januari 2010, dan coba tebak tidak ada yang datang. Situs BukaLapak sepi tanpa pembeli satupun. Ada 1- 2 orang saja, eh ternyata, ketika dicek ternyata komputer mereka sendiri yang berkunjung.

Cara online tidak menghasilkan. Zacky mencoba strategi tradisional yakni offline. Bergrelia mencari pengguna dari lapak- lapak pinggir jalan. Banyak pengusaha tidak tertarik akan softwarenya. Satu tahun usaha dilakukan, hingga terkumpul 10 ribu UMKM dibawah BukaLapak.com

Apakah Buka Lapak pernah bangkrut. Jawabannya kas perusahaan mereka pernah nol. Pertanyaan itu sempat dijawab Xinuc sendiri. Ia sempat berujar bagaimana kalau berhenti. Sudahi saja menjadi pengusaha memasarkan Buka Lapak.

Zacky selalu mengingatkan mimpi besar mereka. Pemikiran bahwa sekarang mereka sudah punya 10 ribu pelapak. Kalau mereka berhenti apa yang akan mereka lakukan. Bagaimana para pengusaha yang mempercayai produk mereka. Sudah dimulai tidak boleh diakhiri begitu saja tanpa berjuang keras.

Tahun 2012 menjadi titik balik perusahaan karena keadaan. Pasalnya tahun tersebut internet semakin digandrungi. Berjuang membesarkan bisnis Buka Lapak. Zacky mendapat kucuran dana dari EMTEK Group. Uang ratusan miliar rupiah dikucurkan untuk oprasional perusahaan.

Zacky masih aktif mengajak orang secara offline. Mengajak langsung UMKM ikut berbisnis online. Penolakan terhadap bisnis Zacky memiliki cerita. Mereka yang biasa jualan di mall, tidak menarima bisnis Zacky. Justru para UMK yang bersemangat memasarkan bisnis melalui Buka Lapak.

Trobosan bisnis Buka Lapak tidak langsung diterima. Wajar karena website seperti Buka Lapak tidak menjanjikan. Orang masih ragu membeli barang online. Ia lantas lebih aktif mengedukasi masyarakat untuk beralih online. Tak kurang 150.000 pengguna aktif memilih berjualan di BukaLapak.

Inilah Biografi Achmad Zacky, pengusaha muda yang mendirikan BukaLapak.com hingga menjadi orang terkaya. Anak muda yang percaya bahwa bermimpi besar penting. Dia mengingat bagaimana teman- temannya tidak percaya akan masa depan Buka Lapak.

Mereka yang sempat bekerja disana. Lambat laun semakin tidak percaya diri dan resign. Sampai ada perusahaan Jepang EMTEK investasi. Jujur pengusah muda berkaca mata ini heran kenapa mereka mau. Padahal dia menganggap bisnis Buka Lapak belum menghasilan apapun.

Dia merasa masih belum sebesar nilai investasi. Sang pengusaha Jepang lantas meneliti sistem kerja perusahaannya. Mereka tidak masalah dan mungkin melihat masa depan. Biografi Achmad Zacky telah mengajarkan, bahwa menjadi pengusaha muda ialah soal melawan diri sendiri, bukan modal.

Dia menjelaskan bahwa orang Indonesia butuh bantuan. Mereka memiliki produk dan layanan bagus. Sayangnya, mereka butuh bantuan dalam penjualan, apalagi mengingat susahnya memasarkan produk ke mall- mall besar. Ia berharap akan ada lebih banyak pengusaha yang membantu mereka.

Biografi Pendiri Tokopedia William Tanuwijaya

Biografi Pengusaha William Tanuwijaya


biografi william tanuwijaya tokopedia

Niat baik tertulis dalam biografi pendiri Tokopedia. William Tanuwijaya mengalami keresahan akan ekonomi masyarakat. Dia melihat belum ada marketplace yang mengayomi pengusaha lokal. Adalah sosok pria kelahiran Sulawesi Utara, 18 November 1981, merupakan pendiri dan CEO Tokopedia.

Bila nama pengusaha muda lain berlatar belakang kuliah menterang. William memiliki latar belakang pendidikan Universitas Bina Nusantara, jurusan Teknik Informasi. Kedua orang tuanya sederhana dan menghabiskan masa remaja di SMA biasa.

Jatuh Bangun Tokopedia


Setelah lulus SMA, pada tahun 1999, merantaulah William ke Jakarta untuk melanjutkan kuliah. Saat berkuliah ia menyambi bekerja sambilan. Tepatnya William bekerja menjadi operator internet alias penjaga warnet. Si anak warnet mulai menggilai internet menjadi bagian dari hidupnya hingga kini.

Mulai bekerja ketika Semester dua, jadwalnya mulai bekerja dari pukul 21:00 sampai 09:00 pagi, dari Senin sampai Minggu. Inilah awal kecintaan William akan dunia internet dan mulai eksplor. Bukan sekedar buat main game ya, tetapi sembari mengasah pengetahuan kuliahnya.

"Ketika internet masih mahal, saya bisa menggunakan dengan gratis, bahkan dibayar -sebuah blessing in disguise," jelasnya kepada Tempo.

Begitu lulus kuliah ia memilih bekerja di perusahaan internet atau masih berhubungan. William mulai meniti karir dimulai dari perusahaan software. Semenjak lulus 2003, tercatat pernah bekerja di empat perusahaan berbeda, hingga ia mulai menyadari permasalahan marketplace Indonesia.

Bermula 2007 ketika diminta perusahaan, mimpinya membangun usaha ini makin mantap ketika saat itu tiba. Ketika dia dijadikan moderator forum online KafeGaul yang mempunyai rubrik jual beli. Ini membuatnya fokus mengerjakan marketplace khusus gratis.

Di sisi dunia lain gairah startup bermunculan di berbagai dunia dijadikan kiblat. Dia belajar mengenai marketplace dari luar negeri.

"Saat itu ayah saya divonis kanker dan saya tidak bisa meninggalkan pekerjaan saya karena saya satu-satunya pencari nafkah di dalam keluarga saya. Saya butuh pemodal untuk membangun Tokopedia," jelasnya kepada Tempo.

Miris memang dia harus mengerjakan sesuatu yang belum tentu untung. Pasalnya awal- awal startup pastilah penuh dengan pengorbanan berdarah- darah. William harus puasa pendapatan dari menjual tempat jualan gratis, sementara itu ayahnya tengah dilanda sakit berat.

Ia mengajak sosok Leontinus Alpha Edison bersama mencari investor. Dalam keterbatasan jaringan, William menghubungi atasannya dulu di perusahaan internet. Nah, dari kebaikan hatinya lah, William dihubungkan dengan investor- investor bisnis.

Ternyata tidak mudah mendapatkan investor untuk perusahaan baru. Bombartir pertanyaan diberikan mereka. William belajar bahwa mendapatkan kepercayaan tidaklah mudah. Ia ditanyi mengenai latar pendidikan, latar belakang keluarga, dan pengalaman berbisnis sebelum ini.

Mereka bahkan mempertanyakan latar belakang bukan pebisnis. Jurusan kuliahnya bahkan sampai dimana berkuliah. Hasilnya adalah investor meminta William tidak terlalu tinggi. Meminta dirinya melakukan sesuatu yang lebih realistis.

Masa tersebut masyarakat masih awam mengenai marketplace. Begitupula dunia startup dan digital masih belum tumbuh. Bertahap William dan Leo mengerjakan sesuatu selama dua tahun. Mereka pun mampu menggaet investor lokal.

Total investasi awal perusahaan Tokopedia adalah 90% lokal. Para investor pun nampak was- was bila mana mereka kabur. Ini jaman dimana investasi startup masih belum semasif sekarang. Investor masih meragukan hasilnya dan takut- takut masuk ke bisnis internet.

Sejak 2009, pendanaan makin banyak masuk selaras pemahaman akan dunia startup. Sebut nama saja nama perusahaan investor East Venture (2010), CyberAgent Venture (2011), Beenos (2012), Softbank (2013), dan Softbank dan Sequita Capital (2014).

Pendanaan Softbank dan Sequita Capital bernilai terbesar yakni $100 juta, dimana sekaligus menjadi terbesar di Asia Tenggara pada saat itu. Tech In Asia melaporkan ada dana investasi $147 juta dan William menolak mengomentari itu.

Perusahaan dan Karyawan


Biografi pendiri Tokopedia William Tanuwijaya: Merupakan sosok yang mampu bertahan dalam ketidak pastian. Ia pun merangkul pegawai sebagai tim kerja sekaligus penyemangat. Prioritas dari pendanaan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.

Ia bersama Nakama, begitu dia memanggil karyawannya, memang bekerja keras apalagi terlebih dulu sudah ada eCommerce. Tokopedia pun menawarkan konsep berbeda menjaring konsumen. Bila yang lain berjualan, maka Tokopedia mengajak orang berjualan di sini sebagai marketplace.

Triknya adalah tampil menarik didepan pengguna. Pola pikiran bukan mendapatkan 1 juta pengguna tetapi pelanggan. Walau hanya menghasilkan 100.000 pengguna, jika mayoritas mereka kembali lagi, maka itu sudah selangkah Tokopedia bertumbuh.

"Perlahan-lahan kita raih loyalitas dan buat mereka cinta produk kita," imbuhnya lelaki yang telah menjadi karyawan selama 10 tahun, seperti yang diungkap Tech In Asia.

Tokopedia lebih memilih memberdayakan pengguna berjualan. Per- Agustus 2016, situs ini telah memiliki satu juta pengguna berbisnis disini. Saban bulan, menurut William, ada lebih dari 16,5 juta produk dikirim dari penjual ke pembeli dari Sabang- Marauke.

Angka transaksi mencapai triliunan perbulan terjadi di Tokopedia. Besarnya volume transaksi, makin menegaskan bahwa Tokopedia favorit nitizen Indonesia, dan mengalahkan Twitter dan Wikipedia. Ini menjual komunitas dimana orang gratis berjualan, dan sekaligus nyaman membeli barang.

Tokopedia menjadi tempat membuka lapangan pekerjaan baru. Menjadi tujuan pengusaha menjual barang- barangnya. Para marchant bergabung menjual produk, disisi lain bisnis kurir ikut tumbuh, demi memenuhi kebutuhan paket- paket terkirim.

Tokopedia membuat ekosistem dari hulu ke hilir melalui paket barang. Dari jutaan paket terkirim dari satu pulau ke pulau lainnya, dari kota ke desa, dan dari desa ke desa telah hasilkan banyak lapangan pekerjaan. Tokopedia sendiri berbenah mengatasi citra kualitas barang yang dijual dan diterima.

Celah penipuan online terus ditutup melalui anake cara perlindungan. William melihat betul banyak pengusaha terbatas modal. Mereka terbentur keterbatasan dana, akses teknologi, mitra perbankan dan urusan logistik yang ribet.

Tokopedia akan menjadi pemecah permasalahan tersebut melalui aneka layanan. William yang dulu diragukan akan sukses telah merubah nasib. Ia mampu meyakinkan banyak orang mengikuti jejak mimpi mereka. Para pengusaha muda layaknya harus mengikuti biografi pendiri Tokopedia ini.

Biografi Belva Devara Pengusaha Muda Ruang Guru

Biografi Pengusaha Belva Devara


biografi belva devara
 
Sedikit cerita biografi Belva Devara atau Adamas Belva Syah Devara. Pengusaha muda Ruang Guru yang ramai diperbincangkan. Diluar kasusnya ada baik anak muda lebih fokus kepada karyanya. Dia masuk dalam 30 Under 30 Asia, sebagai sosok entrepreneur berpengaruh dan inovatif.

Pemuda kelahiran 30 Mei 1990, yang terlahir dari keluarga sederhana, dimana harapannya Belva jadi pegawai negeri sipil. Siapa sangka pasangan Tri Harsono dan Murni Harchayani melahirkan sosok lebih hebat. Dari sekedar menjadi pegawai negeri ditangannya lebih dari 150 ribu guru terbantukan.

Anak pertama dari tiga bersaudara yang memang memiliki otak cerdas. Sedari kecil orang tuanya selalu menanamkan pendidikan sangat penting. Walaupun keluarga sederhana, mereka mampu buat mengantarkan Belva kuliah keluar negeri.

Orang tuanya tidak ragu jor- joran memastikan anak- anaknya kuliah tinggi. Belva terlahir menjadi remaja biasa. Senang bermain namun lebih menyukai belajar sih. Dia baru menyadari pentingnya pendidikan ketika SMA. Ingin rasanya kuliah sampai keluar negeri menimba ilmu baru.

Senang Belajar


Kuliah diluar negeri dilihat menjadi peluang terbaik. Belva tidak muluk- muluk ingin rasanya masuk ke universitas ternama Singapura. Ia lalu mengumpulkan aneka soal- soal latihan. Bahkan Belva beli langsung dari Singapura kumpulan soal.

Uniknya Belva sering bolos demi belajar dari rumah. Akhirnya ia memenangkan beasiswa kuliah untuk Universitas Teknologi Nangyang. Belva menjadi salah satu dari delapan orang. Dia tahun 2011, ia mendapatkan kesempatan bekerja di McKinsey and Company.

Memang sosok cerdas sehingga dia mendapatkan penghargaan. Namanya sangat dikenal sangat baik dalam mengurusi klien. Penghargaan "Client First Award 2012" pernah didapatnya. Selum bekerja di sini, Belva sudah sempat banyak magang dan bekerja merupakan cara lain belajar.

Bahkan ketika liburan ia akan belajar melalui magang singkat. Sebut saja magang UKP4 atau Unit Kerja Presiden Di Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan, dibawah langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pernah pula Belva magang singkat untuk Goldman Sach Singapura.

Belva layaknya remaja lain menyenangi bergaul. Temannya banyak dan tidak memandang remeh mereka. Walau cerdas dia tidak lupa bersosialisasi berkumpul bersama. Selepas lulus S1, Belva mau melanjutkan S2, dimana dia sudah berani buat masuk ke Harvard dan Stanford!

Ia tidak tanggung bahkan mengambil dua gelar bersamaan. Tahun 2013, dia lulus menyandang gelar sarjana bisnis dan teknologi. Tidak mau tanggung- tanggung maka dibutuhkan kerja keras lebih. Dia menyusun strategi, termasuk mencari surat rekomendasi S2 dan mencari tau cara masuknya.

Termasuk dia mencari informasi orang yang pernah berkuliah di sana. Untuk mengakali biaya hidup ia rela bekerja sambilan dengan gaji minimum. Padahal Belva ini telah memiliki pengalaman bekerja memuaskan. Pengorbanannya tidak sia- sia, diterima dua beasiswa di dua universitas ternama dunia.

Namun dia harus mau berkorban kembali karena beda lokasi. Dia mengejar untuk Master of Business Administration di Stanford, California, dan Master of Public Administration dari Harvard, Boston, Amerika Serikat.

Pengalaman panjang mengejar pendidikan membuka pandangan. Dia ingin perubahan dalam dunia pendidikan. RuangGuru seolah berkaca kepada pengalaman pribadi. Belva lalu mengajak sahabatnya yang orang Indonesia, sekaligus mahasiswa di Amerika yang bernama Imam Usman.

"Pemimpin yang baik harus memiliki misi yang bukan hanya untuk kepentingan dirinya sendiri, melainkan juga untuk kepentingan orang banyak," jelasnya.

Tahun 2006, dia lulus kuliah dan kembali ke Indonesia, dan bersama Imam, keduanya membuat ide konsep dahulu. Di tahun 2007, barulah lahir RuangGuru dengan dukungan tiga investor. RuangGuru didirikan Belva dan Imam memiliki fokus bimbingan belajar online.

Konsep ini bukanlah hal baru karena banyak dipakai dalam kuliah online. Bedanya RuangGuru coba mengaplikasikan ini dalam pendidikan formal. Pengguna akan disuguhi konsep berlangganan yang lebih murah. Pertama pengguna mendapatkan ruang belajar dan video- video pembelajaran.

Kedua mereka akan bisa berkomunikasi melalui kelompok group. Ketiga, ada ruang les, dimana bisa memanggil guru untuk belajar ke rumah. Bila kurang nyaman nih, maka ada fasilitas keempat ruang untuk belajar online, dimana cocok buat mereka yang sudah nyaman belajar online sendiri.

Banyak penghargaan yang diterima oleh RuangGuru dari Google Launchepad Accelerator, UNICEF Youth Innovation Forum 2015, BUBU Award, MIT Solve, dan the Atlassian Foundation yang mana berupa Atlassian Prize, dan Rice Bowl Startup Award 2016 untuk TechStartup.

Usaha Tas Rajut Pengusaha Jawa Timur Winarsih

Profil Pengusaha Winarsih


usaha tas rajut

Dulu waktu SMA dirinya diajarkan keterampilan merajut dasar. Ini bekal sang pengusaha Jawa Timur untuk membuka usaha tas rajut. Ia mulai menjadikan merajut hobi. Tanpa disadari keahlian Winarsih yang dulu semakin hebat. Dia bahkan mampu membuat rangkaian bunga dari tali rajut.

Winarsih tidak berharap menjadi wirausaha sukses. Ia hanyalah pegawai perusahaan biasa. Dianggap bahwa keterampilan ini hanyalah sebatas hobi. Namun dia menyadari bahwa merajut bukanlah cuma pelajaran sekolah. Tidak semua orang bisa mendalami dan menghasilkan karya bagus.

Menyadari bahwa karya rajutannya disukai banyak orang. Winarsih nekat membuka usaha tas rajut pada 2015 silam. Bermodal Rp.5 juta, dibuatnya sandal rajut yang dikombinasikan sandal kayu. Istri dari Supriyanto, memilih mengundurkan diri dari perusahaan untuk wirausaha.

Dia mulai melakukan serangkaian inovasi. Dari produk fashion sampai furnitur dapat dibuat dari tali rajutan. Kemudian berdirilah Win's Rajut sebagai nama usahanya. Harga jualnya tidak mahal antara Rp.10 ribu untuk ikat rambut sampai Rp.1,2 juta untuk penyekat ruang.

Menjadi Pengusaha


Produk diproduksi mulai dari sandal teplek, taplak meja, bunga rajut, sepatu, karpet dan lain- lain. Ini sangat variatif alhasil Winarsih mampu menyasar banyak pasar. "Pelan tapi pasti, produk mulai saya pesarkan. Alhamdulillah banyak yang suka produk saya," senangnya.

Dia pun menggandeng ibu- ibu rumah tangga membantu. Winarsih tidak segan pula mengajak anak muda ikut bergabung. Harganya memang terjangkau, UKM asli Desa Karangrejo, Kec. Gempol, Kab. Pasuruan. Ini semua dibuat dengan bahan baku ramah lingkungan dan berkualitas.

Win menggunakan bahan tali nilon yang tidak mudah kotor. Bahannya mudah dirawat dikombinasi bahan alami, seperti batok kelapa untuk kancing atau kayu daur ulang untuk lampu. Tidak cuma ia kombinasikan rajut dengan kayu tetapi juga kulit.

Biar konsumen tidak jenuh maka dilakukan inovasi terus. Ada barang baru setiap dua minggu sekali. "Karena berangkat dari hobi, jadi ingin selalu berinovasi," tutur Win. Barang laman tidak akan dia produksi lagi. Boleh dibilang produk ini sangat limited edition ya.

Minimal dia akan membuat produk baru setiap dua minggu. Kendala terbesar ialah pemasaran karena tidak semua orang suka handmade. Cuma orang yang punya nilai seni dan menghargai barang artistik seperti ini. Win meyakinkan kamu usaha rajut masih memiliki prospek selama kreatif dan inovatif.

Bersyukur dia mendapatkan perhatian pemerintah melalui Pemkab Pasuruan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Maka produknya dibawa dipasarkan di tiga titik penting, dari Masjid Chengho, Taman Dayu hingga Sentral Bangli, tersebar dari Yogyakarta, Magetan, Madura dan Lampung.

UKM binaan Bedo atau Bali Export Development Organization, yang aktif diajak mengikuti aneka pameran dalam dan luar kota. Dari offline sampai online usahanya berkembang dibantu anak- anak Winarsih. Perempuan 51 tahun yang kin tidak sekedar membuka usaha melainkan tugas sosial juga.

Berbagai media dipakai untuk memasarkan produk- produk unik ini. Sebulan mampu hasilkan omzet sampai Rp.20 jutaan. Sasaran utama produk kerajinanny di kawasan pariwisata. Kalau tidak musim liburan maka omzet bisa lebih rendah.

Win dibantu 20 orang pegawai mengerjakan tiap tahapan. Sebenarnya Winarti mampu membuat itu sendiri. Namun dia membagi- bagikan tugas agar semua bisa mendapat pekerjaan. 20 orang pegawai melakukan pekerjaan borongan, dan 2 orang pekerja melakukan finishing.

Winarti juga bersemangat memberikan pelatihan. Pertama dulu membuat sandal buat dipakai sendiri dilihat tetangga. Sekarang dia mengajak masyarakat ikut membuat sandal rajut. "Saya memerlukan mereka, mereka juga senang," tuturnya, diman mereka bisa mengerjakan sembari urus rumah.

Pekerjaan bisa dilakukan sembari nonton tv, menjaga anak, atau duduk santai. Sistem kerja borongan membuat kelompok- kelompok binaan sekaligus. Mereka tidak cuma diajak bekerja tetapi diajari buat usaha sendiri.

Pelatihan tidak pandang bulu siapapun boleh ikut, dari 70 orang peserta mungkin cuma 10 serius buat melanjutkan. Tidak apa- apa, Winarsih sudah menjadikan ini sebagai aktivitas sosial. Tidak jarang ia diundang ke desan lain untuk mengajar.

Ada beberapa kelompok binaan di lima desa berbeda. Win juga ikut berdiskusi ide- ide bisnis baru yang mungkin dikembangkan. Dari banyak kelompok binaan tersebut, diharapkan akan munculkan kampung rajut. Tempat masyarakat bisa berwirausaha, memiliki brand sendiri, dan diperdayakan.

Ini akan menjadi komoditas suatu wilayah khususnya Kecamatan Gempol, dan Kabupaten Pasuruan. Desa rajut akan menyerap lebih banyak pekerja melalui usaha. Melalui kampung rajut inilah, dirinya berharap memunculkan para pengrajin besar, hingga mandiri dan membuka lapangan pekerjaan baru.

Berkat aktif mengembangkan wirausaha sosial. Dia diganjar Juara 1 Maslahat Award Kab. Pasuruan,

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba