3 Kualitas Setiap Entrepreneur Sukses Butuhkan

Artikel Kebutuhan Entrepreneur Baru 



Menjadi entrepreneur membutuhkan kualitas orang sukses. Inilah yang menjadikan mereka tetap bertahan sampai kapanpun.

Sedikit tulisan dari Entrepreneur.com. Ditulis oleh pasangan entrepreneur, Doug dan Polly White, yang sudah makan garam berbisnis sendiri. Lebih spesifik kami akan menuliskan profil mereka dikesempatan berbeda seperti halnya yang lain.

Kali ini kita akan membahas tulisan mereka disini.

1. Adaptasi

Kabanyakan kasus, apa yang dikerjakan oleh kamu bukanlah bisnis pertama kamu mencapai kesuksesan. Atau apapun yang telah kamu jalankan sekarang mungkin bukan kesuksesan kamu didepan. Ketika kamu mulai menggulirkan perusahaan kamu. Dalam perjalanan, kamu akan menemukan beberapa hal, dimana itu mungkin tidak akan bekerja seharusnya.

Kamu mungkin akan terjebak disana. Hingga menemukan perusahaan lain mengalami hal sama. Mungkin nanti mereka menemukan jalan keluar, yang bisa dijalankan di organisasi dan kamu menirunya. Kamu harus bisa beradaptasi.

Mereka telah dipaksa merubah macam bisnis mereka. Tidak cuma sekali tetapi berulang kali bisnis mereka berubah. Memulai usaha kecil sejak 2002 membantu usaha kecil lain. Mereka membantu perusahaan lain agar bisa beradaptasi akan peraturan hukum. Ya, mereka mengerjakan usaha human- resource audit. Tetapi ada kesalahan ketika mengerjakan hal tersebut.

Faktanya banyak entrepreneur kurang peduli tentang hal ini. Mereka cenderung cuek ketika diberikan hal seperti saran hukum. Selepas beberapa bulan, menyadari kesalahan maka bisnis keduanya menjadi bisnis hal efektifitas organisasi dan pengembangan tenaga pekerja.

2. Tahan banting

Tidak terhindarkan akan bertemu cobaan di perjalanan. Kamu mungkin kehilangan banyak pelanggan. Saat itu pegawai baik akan memilih keluar. Pemerintah merubah peraturan. Biasanya mereka akan memberikan hal lebi komplek. Untuk sukses, kamu harus mau tahan banting melalui masa sulit. Tidak akan ada apapun yang mengalahkan jiwa tahan banting.

Tambahan selain selain tahan banting ialah persiapan keuangan. Ini membutuhkan uang ketahanan di waktu sulit. Ketika akan memulai usaha asumsikan biaya dikeluarkan jadi dua kali ketika memulai usaha. Jikalau kamu tidak punya ketahanan finansial itu, kamu bisa menunda. Jadi sosok konservatif akan menyelamatkan ditengah jalan.

3. Etik kerja

Kualitas lain adanya kemampuan mau bekerja sangat, sangatlah keras. Keahlian yang dibutuhkan dalam hal menjalankan bisnis kecil. Kamu perlu tau menjalankan bisnis kecil itu sukar. Hidup kamu akan lebih panjang dari delapan jam. Jikalau minggu kamu dimulai di Senin, maka kamu akan menghabiskan waktu 40 jam di Rabu, tetapi tidak ada tanda berhenti.

Kamu akan dihubungi sampai 24 jam selama satu minggu. Menjalankan bisnis kecil berisi banyak tantangan. Tetapi jika kamu beradaptasi, tahan banting, dan kerja keras. Faktor kesuksesan di bisnis kecil kamu adalah tiga kualitas diatas apapun keadaan datang.

Strategi Jitu Angkat PNS Menjadi Pengusaha

Profil Pengusaha Sukses Hariono 


 
Tidak mau selamanya menjadi PNS. Ir.Hariono memilih mundur hingga menjadi pengusha. Di umur tidak lagi muda bukan lah halangan baginya. Jabatan terakhir dicapainya adalah pegawai Pemda DKI Jakarta di Dinas Pengawasan Pembangunan Kota. Tepat sudah 12 tahun dirinya mengabdi menjadi pegawai negeri. Sebelum mundur dia sudah melirik bisnis restoran Jepang.

Ia tidak bisa memasak masakan Jepang. Cuma mau menjadi membuka usaha restoran Jepang. Alasannya ya karena dia melihat peluang di Anyer, Banten tanpa persaingan. Dia merasa menjadi pengusaha mungkin lebih seru. Hariono lantas menambahkan hidup menjadi PNS adalah kenyamanan.

Sebagai awalan dia memulai usaha tanpa melepas status PNS. Strategi jitu dilancarkan bagaimana membuat usaha sendiri. Hariono memang cerdas mampu berbisnis tanpa batas. Ia mampu membangun bisnis tanpa perlu repot lelah turun tangan terus. Sambil berjalan restoran Jepang itu tumbuh menjadi total 15 cabang.

Bayangkan gaji membuka usaha sendiri malah lebih besar. "Incomenya lama- lama menjadi besar. Saya bisa menghidupi diri saya dari pemasukan usaha ini," tuturnya. Ia semakin nekat. Bahkan Hariono mantap keluar sebagai PNS pada saat jabatannya masih segar. Orang- orang menilai Hariono anak orang kaya. Padahal, dia mati- matian membangun bisnis dari nol.

Peluang membuka restoran Jepang langsung dicoba. Bahkan peluang jualan ayam juga dilakoninya. Sungguh mengejutkan ketika menjadi pembicara Tanoto Entrepreneurship Series: Hariono mengaku usaha restoran Jepang saja menghasilkan Rp.5 miliar. 

Tidak berhenti di satu bisnis tetapi menjalar ke berbagai bisnis. "Omzet retoran Jepang saja Rp.5 miliar," jelas Hariono tanpa menyebut per- bulan atau per- tahun. Lanjutnya, ia membuka usaha lain seperti bimbel yang bernama Bimbe Visi. Satu cabang bimbel ini katanya menghasilkan Rp.3 miliaran. Lagi- lagi Hariono tidak menyebut pasti bulan atau tahun.

"Itu nggak modal beli beras, cabai, sangat sederhana. Omzet dari salon dan refleksiologi Rp 12 miliar. Biar saya gundul nggak punya rambut, saya punya salon," katanya bercanda.

Memang kelebihan menjadi PNS cuma zona nyaman. Sebenarnya dia cukup ragu- ragu ketika akan memulai berbisnis. Ia singkat berkata karena ketidak tahuan. Hariono tentu belum punya pengalaman. Dia meyakini pengusaha bukanlah bakat. Contohnya ya dirinya sendiri hanya bermodal "do it". Kendala terbesar lagi- lagi ke keberanian.

Dia memulai berbisnis dari titik nol. Sangat awam, tetapi tetap berusaha, sambil berjalan dia telah memiliki 9 macam bisnis. 

"Mau enggak memulainya. Mau enggak ambil resiko," paparnya. 

Usahanya meliputi tempat pijat Griya Pijat Bersih Sehat memiliki 12 cabang, restoren Jepang Midori 10 cabang, restoran Jepang Haikiri 5 cabang, retoran Jawa Ngalam 9 cabang, restoran ikan bakar, bimbingan belajar Visi yang jadi 3 cabang, salon Kirei dan Ori Reflexology.

Rahasia Griya Sehat


Griya Pijat Bersih Sehat sudah didirikan cukup lama yakni sejak 1983. Merupakan penanda era baru bagi usaha tempat pijat. Karena layanan ditawarkan Bersih Sehat merupakan pijat keluarga. Padalah di jamannya itu tempat pijat memang dikenal negatif. Bersih Sehat berdiri disanding dua tempat pijat lain, Timung dan juga Karina.

Mereka menawarkan pijat kesehatan dan kebugaran. Fasilitasnya dibuat sedemikian rupa sehingga berkesan sangat nyaman. Konsep sederhan dipadu startegi jitu menghilangkan kesan negatif. Pelanggan akan dimanja aneka layanan ditambah tempat nyaman bak hotel.

Di tahun 1990 -an, tren tempat pijat mulai memberikan aneka layanan plus. Banyak tempat pijat memilih satu cara drastis yakni pelayanan berorientas pelanggan. Bersih Sehat tidak tergiur mengelurkan plus yang berarti negatif tersebut. Mereka tetap berdasarkan standar kerja sejak dulu. Perbedaan mungkin terlihat dari tempat serta layanan.

Layanan juga layanan biasa ditangani tangan profesional. Bersih Sehat percaya diri merekrut ibu- ibu yang penampilannya biasa. Mereka bahkan belum bisa memijat benar. Belum juga pernah bekerja di tempat pijat sebelum disini. Pemijat Bersih Sehat tidak memiliki penampilan pemijat menggoda iman. Ini untuk melindungi kesan perusahaan juga si pemijat sendiri.

Bahkan tempat usaha ini melarang pemijat mengajak ngobrol pelanggan. Tentu ini sangatlah berat apalagi di era sekarang penuh persaingan tidak sehat. Tetapi Bersih Sehat mencoba tetap bersih dan sehat berbisnis. Meski kehilangan beberapa segmen tetapi menggaet segmen lain. Mereka yang jengah akan plus- plus mulai melirik tempat ini.

Hasilnya, tempat ini menjadi tempat menarik, terutama bagi ibu- ibu dan anak perempuannya menjadikan ini sebagai tempat nyantai. Ini melawan startegi marketing blue ocean strategy. Dimana pengusaha harus ikut di dalam pusaran perubahan, terutama menyesuaikan minat kebanyakan. Menjadi konsisten ternyata memberi rejeki berbeda.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba