Mantan Manajer Hotel Sukses Berbisnis Donat

Profil Pengusaha Serene Tay

 

mantanmanajer.png
 

Pengusaha wanita asal Singapura bercerita sukses berbisnis donat. Wanita bernama Serene Tay adalah mantan manajer hotel. Pekerjaan utama Serene meliputing marketing dan pemasaran. Tepatnya dia kerja di Hotel Raffles City Center di Singapura.


Serena kemudian banting stir membuat donat. Dia memilih begitu karena bisnis keluarga. Diceritakan dari keluarganya ada usaha grosir. Mereka membeli donat pembuat roti buat dipasarkan. Target mereka ialah memasok ke tok- toko roti.


Tentu donatnya sudah bersertifikasi halal. Serene tumbuh dikeliling donat bertumpuk- tumpuk. Awal dia bekerja membantu admin, akuntansi, perencanaan, marketing dan SDM. Tentu dia ingin menyentuh donat alias memasak dong.


Bekerja dikelilingi donat dirinya memahami keinginan pembeli. Mereka suka yang empuk, seperti tekstur bantal. "...saya merasa donat buatan saya seperti bantal empuk ketika saya menggigitnya," ia menjelaskan. Terpenting adonan tidak boleh keras atau kaku.


Serene spesialis donat isi terutama berisi durian pengat. Ia memilih jenis donat jenis bombolini karena tidak mau bersaing. Serena memilih pasaran yang lebih menonjolkan isian. Donat pun digoreng pakai sedikit minyak sayur. Donatnya nampak kokoh dan padat, tetapi empuk layaknya bantal hotel.


Serene memiliki langkah istimewa: Ia memiliki saringan hingga mesin pengembang adonan. Tekstur dijamin lembut langsung mengembang ketika digoreng. Donat tersebut dijual perkotak berisi 8 buah. Isiannya dari durian, strawberry, chocolate ganache, passionfruit mango curd, dan matcha.

Desainer Gaun Pengantin Wirausaha Gladys Natalia

Profil Pengusaha Gladys Natalia

 
desainergaun.png
 
Perjalanan wirausaha Gladys Natalia semenjak berusia 15 tahun. Desainer gaun penganting yang tiap rancangannya senilai puluhan juta. Dan, diusianya ke 26 tahun, ia telah memiliki apa yang diimpikan beberapa gadis remaja. Dia memiliki karir cemerlang mendesain pakaian.
 
Pengusaha wanita, muda, cantik, dan karirnya yang cemerlang. Siapa dia? Tak banyak yang diketahui secara mendetail tentang kehidupan pribadi, tapi biarlah karyanya yang menjawab, mari kita telisik walau sedikit.
 

Perjalanan Karir Desainer


Desainer gaun pengantin bernam Gladysposa Brides berdiri 2012. Dia telah memiliki satu bukti bahwa desainer muda pun dapat sukses di bisnis bridal, dan bisnis pakaian wedding sekaligus. 
 
"A woman should have brain, beauty, and behavior and a passionate curious person, she’s doesn’t try to become a women of success, but become a woman with value", itulah kutipan yang selalu menjadi pegangannya. 

Yang dimiliki Gladys adalah bakat yang telah diasah sejak kecil. Awalnya, ia mengaku mendesain cuma untuk mengisi waktu sepulang sekolah. 
 
Lalu, seiring waktu, Gladys mulai mencintai desain, memilih untuk kursus desain dan dari sanalah ia fokus menekuni hingga kuliah di bidang fashion desain. Selepas dari Raffles Design Institute, Shanghai, dua tahun lalu dan kembali ke Indonesia, lima kali ditolak melamar kerja. 
 
Gladys tak berputus asa. Dari pertama kali mendirikan usaha, ia telah mencoba melamar pekerjaan hingga lima kali. Gladys mencoba melamar bekerja menjadi asisten desainer. Alasan mereka sih, tidak membutuhkan asisten baru. 
 
Tapi dia tahu betul bahwa asisten desain memang cocok- cocokan. Jadi akan sulit untuk ada lowongan baru yang tersedia. Karena tak ada pekerjaan selam satu tahun, daripada menganggur, akhirnya kursus macam- macam. Ya, dari kursus desain, kursus masak, dll.

Akhirnya ia memutuskan untuk memulai usaha sendiri. Usaha yang bernama Gladysposa ini resmi didirikan pada bulan Agustus 2012. Meski kedua orang tuanya lebih dari cukup untuk membantunya, itu tak cukup. 
 
Gladys ingin mandiri meski orang tuanya punya perusahaan otomotif di berbagai tempat di Indonesia. Dari merasakan susahnya cari pegawai lewat koran, mengatasi mereka dari nol, itu telah ia alami semua. Tapi menurutnya itu bukanlah masalah.

Namanya pengalaman pasti punya pembelajaran dibaliknya. Pengalaman pertama mengikut pameran ada di 1 exhibition di Ritz Carlton, ada sebuah bazaar wedding yang dia sengaja ikuti untuk memamerkan 6 baju dan dress kid saja, kurang lebih total ada 8 pieces. 
 
Ketika itu selain pakaian wedding, ia juga menyasar pasar anak- anak, ia memilih  desainer kids customed yang memang memang masih belum ada di Jakarta. Jadi marketnya masih sangat luas imbuhnya. Dan, ternyata memang benar, marketnya sangatlah bagus.

Ada tanggapan yang luar biasa. Usaha yang baru saja tumbuh itu pun sudah tumbuh lagi. Meskipun begitu, di belakang sebenarnya ada banyak lika- liku manajemen yang terjadi. "Orang tua saya adalah tipe orang yang tidak mengajari saya harus seperti apa. 
 
Nasihat mereka : saya harus nyebur kolam dulu. Sampai akhirnya tidak bisa keluar, baru mereka tarik saya ke luar. Jadi apapun yang saya kerjakan, saya sendiri yang cari solusinya," ungkapnya.

Dia lalu mempelajari dulu sistem manajemennya seperti apa. Buka-buka internet dan sebagainya. Nah, dalam setahun, lewat 2 bulan setelah ikut pameran itu, akhirnya ia mendapat mitra bisnis sekelas Ciputra World (Surabaya). 
 
Dia mengisi setiap acara mereka. Setiap kali billboard Ciputra World mendapat event, mereka pakai karya- karyanya. Misalnya saja tanggal 21 November 2012, ia memamerkan rancangan dia yang waktu itu bertemakan La Vie En Rose di Ciputra World Surabaya.

"Busana saya waktu itu terinspirasi dari keindahan bunga mawar dengan pilihan warna-warna pastel seperti putih, pink, atau biru. Walaupun ada pula warna tegas seperti merah," jelasnya.

Kemudian Gladysposa ikut acara MNC TV dan Fashion TV. Beberapa kali ia ikut fashion show di acara TV mereka selama selang waktu 6 bulan. Dan di bulan ke-7 dan ke-8, Gladys sudah mendapat fashion show di Pasific Place dan beberapa mall lainnya.
 

Wirausaha Muda

 
Awal tahun 2012, ia juga beberapa kali sudah mengadakan road fashion show tunggal sendiri di Ritz Carlton.

"Saya merasa sangat berterima kasih kepada Tuhan karena tidak sampai setahun, saya sudah bisa mendesain baju Miss World untuk September besok," tutur sang desainer gaun pengantin.

Ciri khas karyanya adalah semuanya pasti berhubungan dengan rose atau mawar. Kalau tidak bordirannya, siluetnya, atau apapun semua berhubungan dengan rose. Dan saya tidak pernah lepas dari itu karena saya pikir itu adalah signaturenya. 
 
Kalau nama caracter designnya "La vie en Rose," menampilkan keindahan, desire, love, beauty, romantic, dan sweet. Bahannya memakai bahan silk atau organza. Semuanya itu hasil karyanya adalah handmade.

Mengerjakan apa yang dicintai, yakin bahwa pekerjaan apa dilakukan akan membuatnya bersemangat tetap berkarya. "Choose a job you love, and you will never have to work a day in your life", kira- kira begitulah motonya. Kalo cuma passion belum tentu menguntungkan. 
 
Nampaknya Gladys tau ini, nyatanya bisnis di bidang fashion itu tak ada matinya. Menjadi kebutuhan mendasar manusia.

Di mata gadis cantik ini ada juga peluang bukan sekedar menjalankan pekerjaan yang hanya disenangi saja. Dalam bisnis fashion, khususnya untuk wedding, pembuatan setiap busananya tidak sesederhana seperti yang ada di bisnis fashion di bidang retail. 
 
Oleh karena itu, butuh sedikit waktu lebih untuk mengerjakan satu baju saja dimana proses pengerjaannya pun secara handmade. Selain itu, harus ada batas waktu yang ditetapkan olehnya sehingga dalam pengerjaannya tidak terburu-buru serta tidak mengecewakan klien.

Namun, setelah produk jadi harganya bisa tinggi, harga jual 1 wedding gown rata- rata mencapai Rp.50 juta keatas. Jadi sudah terbayang yang bisa dihasilkan gadis muda ini sepanjang karirnya.

Kini, Gladys pun siap menggarap pasar premium. Semua berkat kerja keras dan penghargaan yang telah ia dapatkan. Selain menjadi seorang bridal designer, kids designer, dan yang akan datang ia akan masuk ke lingerie designer juga. Untuk bridal saya juga buat shoes wedding. 
 
Gaun premiumnya akan dijual di pasaran berkisar Rp 50-80 jutaan per piece. Catatan aneka penghargaan putri pertama dari 2 bersaudara pasangan Sugiharto dan Linda Purnawan ini memang layak memasukan dirinya sebagai generasi usaha bridal bermasa depan cerah.

Portofolio tersebut di antaranya :

1. Pernah menangani event-event besar sekelas Miss World Fashion Designer, Miss Earth Fashion Designer, serta Harpers Bazaar Event di Ritz Carlton.

2. Sering berkolaborasi dengan MNC TV dan Ciputra World Surabaya untuk setiap event-eventnya.

3. Pernah membuat baju robotic pada saat berumur 18 tahun. Baju tersebut hanya berupa rok pesta, dimana di dalamnya terdapat tombol sehingga ketika ditekan, rok tersebut dapat terangkat menjadi sebuah rok pendek. 
 
Waktu itu, gadis kelahiran Surabaya 25 Desember 1988 ini mengambil tema Cultural  Futuristic, yakni perpaduan antara baju daerah dengan bayangan era beribu-ribu tahun mendatang dimana semuanya terbayang serba robotic yang canggih.

4. Mendapat award bergengsi pada saat berusia 19 tahun yaitu, “The Youngest Bridal Designer,” di sebuah event The Pallace Jewelery.

5. Awal Juli 2013, mendapatkan award 3rd Runner Up Miss Wirausaha Kreatif Indonesia tahun 2013. Dan sekarang mulai masuk ke dunia Kementerian untuk menjalankan tugasnya memajukan pembangunan Indonesia terutama sebagai ikon young enterpreneur.

Setiap orang pasti mengalami titik lelah atau titik jenuh dalam melakukan sesuatu hal secara terus menerus dan dalam jangka waktu yang lama pula. Tidak terkecuali seorang Gladys Natalia yang pernah merasakan frustasi dalam menjalankan bisnis di bidang fashion ini.

Saat ia berada dalam kondisi tersebut maka yang dilakukannya adalah menyendiri di ditempat yang tenang untuk berkontemplasi. 
 
Kemudian, ia akan akan memutar musik yang berirama jazz. Perlahan, dia pun mulai dapat masuk kedalam suasana yang nyaman sehingga muncul imajinasi- imajinasi yang menghasilkan ide baru untuk merancang suatu gaun atau busana.

"Saya ingin go international, terutama untuk lingerie, saya melihat pasar internasional itu lebih bagus daripada pasar Indonesia. Karena orang Indonesia masih cenderung menahan diri untuk membeli suatu lingerie buatan desainer sementara antusiasme pasar luar negeri terkait produk ini memang lebih tinggi."

Dalam menjalankan bisnis, seorang entrepreneur itu juga penting untuk menentukan GOAL dan vision. Set your goal, dan jadikan itu sebagai support dan ambisi saat kamu merasa putus asa dan kehilangan semangat. 
 
Dengan memiliki visin dan goal yang telah ditentukan maka perjalanan bisnis kamu akan semakin terarah dan akan lebih mudah dalam mengendalikannya.

Usaha Oleh- Oleh Khas Jogja Coklat nDalem

Profil Pengusaha Meika Hazim

 
coklatndalem.png
 
Menjalankan usaha oleh- oleh khas Jogja, Coklat nDalem. Berikut cerita pengusaha Meika Hazim, 32 tahun, yang coba melestarikan budaya lokal. Caranya tidak lain melalui produk- produk coklat. Unik, telah menjadi khas Yogyakarta sekali produknya dan diliput lini masa.
 
Itu berkat mereka tidak hanya menyuguhkan coklat sebagaimana mestinya. Meski diolah modern cita rasanya etnik memanjakan lidah kita yang rindu suasana Kraton. Bermula ketika dirinya bertraveling bersama suami, Wednes Aria Yuda, hingga secara tak sengaja menemukan produknya. 
 
Dia dan suaminya, yang kala itu tengah bertraveling, menemukan sosok olahan biji dari pohon Theobroma Cacao sangat prospektif.
 

Khas Coklat Yogyakarta

 
Tak disangka- sangka pemikiran sekilah tersebut diseriusinya. "Oleh- oleh coklat yang paling gampang, dengan Indonesia sebagai penghasil kakao ketiga terbesar di dunia kenapa tidak kita membuat produk coklat sendiri," ungkapnya.

Meski bisnis coklat telah menjamur. Itu tak menyurutkan langkah Meika dan Yudha. Sebagai penghasil produk kakao terbesar ketiga, baik sekala rumahan atau korporasi besar tentu melirik si buah manis ini. Penikmat coklat tak lagi cuma anak- anak, itu jadi nilai coklat nDalem. 
 
Rasanya yang beda tentu lebih menyerap ke semua lapisan masyarakat. Melting dimulut, dihati masyarakat Indonesia.

Mengusung nama produk "Coklat nDalem", keduanya berkolaborasi membuat bisnisnya. Fokusnya ialah jadi ikonik asli Yogyakarta. Usaha yang didirikan 1 Maret 2013 memang terus fokus menjadi produk oleh- oleh khas Yogya. 
 
Hasilnya, dibanding produk coklat lain, produknya punya keunikan seperti dimana tempat mereka dibuatnya. Bukan cuma rasa tapi kemasannya sangat unik.

Kemasan yang bercerita tentang budaya yang tumbuh dan berkembang di tanah Yogyakarta, Jawa dan Indonesia.Menurut Meika coklat tak sekedar jadi bisnis bagi mereka. Ada idealisme didalam tiap batang produknya. 
 
Lewat perantara coklat, ia ingin mewujudkan rasa cintanya kepada Indonesia. Menurut wanita berhijab ini rasa coklatnya khas Indonesia yang berbeda dengan nagara lain. Ke Indonesiaan yang tercipta dari rasanya, cara penyajian, dan dekorasinya.

Ia melengkapi ilustrasi disetiap produknya. Pada bagian belakang kemasan coklat miliknya ada arti tentang setiap ilustari. Uniknya tulisan arti dibelakang kemasan itu ada dua bahasa: Indonesia dan Inggris. Tujuan dari keduanya apalagi kalau bukan untuk menempatkan produk go international.

"Kami berharap agar cerita tentang budaya Indonesia ini makin banyak yang bisa menerimanya," ujar Meika.

Nilai pembeda yang manerik para pelancong Kota Gudeg untuk mampir, mencicipi lezatnya Coklat nDalem. Gerai usahanya ada di jalan Kauman, Seturan, dan dimana ada belasan toko cenderamata di kota ini. Di luar Yogya, ada di KemChick’s Pasific Place, Jakarta, umbuhnya.

Usaha mereka tak semudah yang anda bayangkan. Karena mengerjakan semua dari nol, keduanya harus aktif berbagi tugas. Untuk hal produksi sekarang ada ditangan wanita lulusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian UGM ini. 
 
Sedangkan sang suami, ada dibagian marketing. Sebelumnya Yudha lah yang mengurusi bagian riset produk sedangkan dirinya menyangkut legalitas. Begitulah keduanya bekerja sama membangun usaha coklat ini.

Kerjasama ini berjalan harmonis sampai sekarang. Keduanya fokus pada satu bisnis ini, saling berbagi tugas dijalankan agar tetap memproduksi produk inovatif.

"Mas Yuda lebih banyak stay di Jogja untuk mengawal pemasaran online dan segala urusan bisnis coklat, dan saya sendiri lebih aktif keluar untuk mengikuti pameran baik di sekitar daerah Jogja, luar kota bahkan sampai luar negeri," kata pengusaha wanita ini.

Produk coklat nDalem ada 18 rasa yang dikelompokan jadi lima lini. Setiap lini akan memiliki tiga variasi rasa. Lanjutnya, kelima rasa tersebut:

1. Rasa Klasik Dark, Extra Dark, Less Sugar Dark Chocolate, dimana menggunakan motif batik pernikahan ala Yogya

2. Pedas Cabai, Jahe dan Mint yang kemasannya berdekorasi wayang kartun Bima, Wisanggeni dan Gathotkaca. 
 
Filosofisnya ada pada kesamaan karakter “pedas” di telinga jika berbicara.; (3) Rempahnesia, terdiri dari rasa Cengkeh, Sereh dan Kayumanis yang berdekorasi gambar Bregada (prajurit) Keraton Yogyakarta

4. Wedangan terdiri dariWedang Ronde, Wedang Uwuh dan Wedang Bajigur yang berdekorasi landmark terkenal di Yogya di mana wedang-wedang tersebut bisa diperoleh, yaitu Alun-alun Utara, Alun-alun Selatan dan Imogiri

5. Kopinesia yang merupakan perpaduan cokelat dengan isian biji kopi Arabica yang diambil dari berbagai daerah penghasil kopi di Indonesia seperti Gayo Aceh, Merapi Jogja, Kintamani Bali, Bajawa Flores, Kalosi Toraja dan Wamena Papua. 
 
Untuk lini Kopinesia didekorasi dengan ilustrasi tarian daerah dari mana kopi tersebut berasal.

Usaha Oleh- Oleh Unik


Jika dilihat dari cara mengemas produknya, Coklat nDalem, memang sangat serius. Pasangan ini serius untuk mengkonsep mereka secara matang. Nyatanya, kedua pengusaha suami- istri ini memanglah memiliki latar belakang kebudayan dan pariwisata kental. 
 
Dimana Meika itu MBA di UGM, sedangkan sang suami, lulusan Teknologi Pangolahan Pangan di kampsu yang sama. Keduanya memang asli orang Yogya, istimewa. Bila dirunut balik di 2013, Meika berani mengundurkan diri dari tempatnya bekerja. 
 
Ia telah sangat mantap ingin menjadi seorang entrepreneur. Sang suami yang seorang entrepreneur tepatnya jadi pengusaha dibidang agen perjalanan wisata. Sosok wanita cantik berkacamata ini, sudah melirik coklat sudah semenjak ia dinobatkan jadi Diajeng Jogja tahun 2005. 
 
Baru kala itu, idenya begitu kuat, sampai- sampai rela melepaskan pekerjaan. Keduanya lantas bersama membangun konsep bisnis mereka. Bersama mereka lantas mendirikan sebuah perusahaan CV. nDalem Mulyo Mandiri. 
 
Bagi Meika sendiri, soal pemasaran bukan masalah, pengalaman dalam dunia marketing beberapa perusahaan menjadi andalan. Ditelisik salah satu perusahaan tempatnya ternyata unik pula yaitu Dagadu Djogja. Bermodal uang tabungan 40 juta keduanya mantap menatap bisnis coklat.

Agar mudah dikenal tidak hanya online tapi offline dilakoni. dengan mengikuti berbagai pameran di dalam Kota Yogya, luar kota, bahkan juga keluar negeri. 
 
"Tahun 2013, kami berkesempatan mengikuti pameran di Hong Kong dan Malaysia. Maret tahun ini, kami telah mengikuti pameran di Jepang," ujarnya bangga.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba