Pengusaha Sabun Herbal Untung Meluncur Deras

Profil Pengusaha Wiyana Dewi


pengusaha sabun herbal

Dia, Wiyana Dewi, pengusaha sabun herbal memiliki jalan berliku hingga memiliki bisnis ini. Dia pernah bekerja sebagai pegawai di perusahaan kosmetik. Tepatnya pada tahun 1999, krisis ekonomi menghempas perusahaan tempatnya bekerja sampai tutup.

Dia diharuskan berhenti karena perusahaan tersebut gulung tikar. Kejadian itu menjadi menakutkan baginya karena telah bekerja lebih dari 19 tahun. Demi bertahan hidup ia pun bekerja dari satu perusahaan ke perusahaan lain.

Wiyana dikenal sebagai sosok peduli keluarga. Uang hasil jerih payahnya selalu dibagikan- bagikan sebagian untuk keperluan adik- adiknya. Dia rela mengorbankan kuliahnya di farmasi dan memilih bekerja saja.

Berjuang Merubah Nasib


Jerih payahnya demi melihat kakak dan adik- adiknya berhasil dalam pendidikan. Bahkan ketika dikeluarkan, Wiyana rela kerja keras berusaha sendiri, membangun usaha mandiri hingga mapan. Dia memulai usaha pembuatan sabun. Tak disangka bisnisnya lebih baik daripada bekerja di perusahaan dulu.

"Waktu terkena PHK, saya benar- benar bingung. Mau kemana masa depan saya dan keluarga? Sementara saya masih punya tanggung jawab yang harus dituntaskan," terangnya.

Wiyana sedari kecil jatuh cinta akan dunia kosmetik dan kecantikan, maka usaha pembuatan sabun herbal. menjadi pilihan Pertama- tama, Wiyana hanya membeli bahan baku sudah jadi tinggal racik. Dia lantas menjualnya langsung ke konsumen.

Pada saat itu ia mengaku hidup prihatin. "Untuk makan saja susah," kenangnya.

Tidak putus asa menjadi bekal utama bisnis baru dirintisnya. Dia menemukan jalan bisnisnya ketika berkenalan seorang supplier peralatan mandi hotel. Di waktu bersamaan, ia mendapatkan pesanan sampo khusus untuk mencuci montor. Dia begitu bersemangat mengerjakan proyek satu ini.

"Saya angkut- angkut sendiri bahannya pakai celana pendek yang penting saya bisa memenuhi pesanan," ucap anak kedua dari empat bersaudara ini.

Dia lantas menunjukan tempat bisnis miliknya di sebuah rumah di wilayah Bekasi, Jawa Barat. Di sana bisnis kecil ini berkembang menjadi bisnis menjanjikan. Pasanan mulai berdatangan, Wiyana kini telah memiliki beberapa karyawan.

Meski begitu Wiyana ikut andil dalam proses pembuatan. Lain cerita akan pernikahannya, ia telah berpisah dengan sang suami meninggalkan dua anak di tahun 2003 lalu.

"Saya memulai ke titik nol karena perceraian itu," ujar wanita 54 tahun yang masih sendiri kini.

Kehidupannya terus berjalan ketika ada bisnis yang terus tumbuh memerlukan perhatian. Ia mengaku banyak dibantu oleh pihak bank, Bank Tabungan Negara (BTN). Dia dimudahkan secara permodalan. Modal yang diberikan pihak bank bahkan mencapai Rp.300 juta.

Wiyana sendiri telah menjadi nasabah sejak 1984, telah memutuskan mengambil rumah yang ditempatinya sebagai tempat usaha. Pinjaman tersebut digunakan untuk membangun pabrik kecil- kecilan.

Dia juga membeli aneka masin produksi. Berjalan waktu pula Wiyana tak lagi hanya berproduksi memenuhi kebutuhan peralatan mandi hotel; hingga menerima pesanan supplier. Ibu dari sepasang putra- putri, Michel dan Felisia, mengaku bahwa bisnisnya itu banyak dibantu anak- anaknya juga.

"Michel banyak membantu pengembangan usaha saya dengan beragam inovasi," terangnya bangga. Saat ini inovasi tersebut dapat dilihat dalam pengembangan sabun transparan beraneka desain.

Produk ini tidak hanya mengandalkan bahan baku namun karya seni tersendiri. Dalam sabun sudah diberi aneka gradasi atau foto- foto, bahkan produknya ada yang berbentuk cocktail. Produl sabun lainnya yaitu sabun herbal seperti sabun berbahan pepaya atau sereh.

"Ke depan kita akan terus melakukan inovasi," katanya. Ia bahkan telah mematenkan tiga produk utama yaitu pasta gigi freshmint, sabun we- ef, dan produk sampo.

Hingga kini, produknya telah mencapai seluruh penjuru indonesia, bahkan luar negeri. Anehnya, ia tidak pernah menggunakan jasa selesman sekalipun. Wiyana telah mampu menghasilkan omzet mencapai Rp.100 juta per- bulan.

Bisnis ini mampu mempekerjakan 27 karyawan rata- rata anak kurang mampu di lingkungan sekitar. Guna memperlancar operasional usahanya, dia sudah menggunakan kendaraan Daihatsu Gran Max sejak setahun lalu.

Meski kesuksesan telah diraih, Wiyana tetaplah hidup sederhana. Dia ingin kehidupannya bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya itu saja.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba