Cara Membuat Es Krim Sayuran Berbuah Jutaan

Profil Pengusaha Elia Kurniawati 


 
Wanita satu ini memang sudah dekat dengan ubi ungu. Karena sang suami, seorang guide, yang hobinya bawa pulang ubi ungu. Sebagai wanita kreatif menyulapnya menjadi es krim. Oleh- oleh ubi ungun menjadi bisnis es krim barulah memasuki tahun 2013.

Dia mengaku ubi ungu sempat membuat pusing. Lantaran banyak tetapi pengolahannya monoton. Ubi ungu biasanya dilah direbus. Meski laku disantap suami dan anaknya, Elia Kurniawati, ingin membuat olahan spesial.

Ketika ia membuat es krim ubi ungu, respon keluarganya begitu cepat. Ludes sudah es krim buatannya sampai nambah. Kemudian sang suami nyeletuk menantang Elia. Dia ditantang yuk membuat es krim lain dari bahan tidak terduga.

Bisnis laris


Dari ubi ungu menjadi anake macam. Andalah Elia adalah aneka es krim sayuran. Marketingnya bagaimana membantu orang tua. Bagaimana agar anak- anak mereka menyukai sayuran. Percobaan pertama dilakukan dan ditawarkan kepada anak- anaknya.

Mereka suka ternyata, dan es krim tersebut membuatnya tenang. Anak- anak kini sudah dapat menikmati sayuran. Perempuan asal Kota Batu ini, memanfaatkan melimpahnya suyuran di kota asalnya: Seperti ada ubi, brokoli, tomat dan wortel.

Buahnya ada es krim apel, buah naga, stroberi, dan mangga, bisnis Elia menaikan nilai buah lokal. Lalu ia mengembangkan es krim jamur. Prinsipnya mengolah sumber daya lokal apapun. Baginya produk terbaik mampu meningkatkan nilai ekonomis benda.

Wanita 27 tahun ini merubah konsep es krim kita. Adanya campuran sayuran dan buah benar- benar segar. Olahannya juga seimbang antara susu dan buahnya. Total varian masih 17 rasa, yang mana dijajakan di aneka pusat oleh- oleh. Juga ke Malang, Kediri, Kalimantan, dan Sulawesi, harganya Rp.5- 7 ribuan.

Aneka kreasi


Ia mampu mengolah 20 varian rasa. Dalam sebulan dia mampu menjual sekitar 2.000 cup es krim sayuran. Uniknya dia mengikuti pasaran lokal. Dimana jika satu kota tengah musim buah ini; maka dengan cekatan dia akan membuat itu. Contoh Kediri tengah musim pisang, maka dia akan membuat es krim pisang.

Karen disana pisangnya melimpah. Mungkin Elia lebih hemat dalam hal bahan baku. Contoh lain ketika ada musim buah naga di Banyuwangi, dan wortel di Kota Batu. Meskipun begitu bisnis Bingu Bidu punya masalah lain yakni mencari stok buah bagus.

Meski sudah musimnya, kalau buah tidak berkualitas, maka Bingu Bidu tidak akan mengambil. Kesulitan mencari stok apel ketika musim hujan sudah biasa. Stok buah naga yang kosong di pasar juga, membuat ia dan suami memeras otak.

Padahal ketika imlek kamerin dia sampat membuat es krim buah naga. Dan produk buatanyan mereka ternyata sangat menarik perhatian. Sayangnya soal stok buah berkualitas terkadang masalah. Permintaanya banyak tetapi stoknya sulit. Pokoknya bagaimanapun mereka harus menemukan stok buah naga tersebut.

Bisnis mereka dibawah bendera perusahaan CV. Berkah Omah Sejahtera, berawal dari membuat es krim berbekal buku resep. Seiring perjalanan Elia menyempurnakan resepnya, seiring percobaan dia lakukan agar es krimnya lebih awet, tanpa pemanis buatan, pokoknya beda dari buatan pabrik.

Awalnya dia memakai blender, susunya lebih banyak, hasilnya halus sekali layaknya es krim pabrikan. Tapi justru disanalah kelemahan brand -nya. Dia yang menawarkan es krim sayuran asli dicurigai. Apakah benar dia menjual sayuran asli. "...enggan membeli, selain bentuknya sama, kami salah harga dan rasa," tuturnya.

Ia memperbanyak porsi buah dan sayuran. Caranya buah atau sayuran diblender dulu. Pertama buah dan sayurnya jangan lupa dibersihkan. Dimasukan mesin blender sampai halus. Kalau sudah siap, adonannya diaduk bersamaan susu sampai mengental menjadi krim.

Kemudian ia dinginkan di suhu 27 derajat celcius. Pengiriman menggunakan foam khusus. Karena sudah menjadi es katanya mampu bertahan empat bulan. Karena kualitas buah dan sayurnya terjamin maka harga bisa dipatok es krim biasa.

Ketika orang terkejut akan harga, Elia segera menjelaskan tetek bengeknya, mulai penggunaan bahan yang terbaik, proses pengolahan, kemudian soal penjualan. Ditambah pembeli mencoba langsung ketagihan karena rasanya.

Tiga tahun berbisnis, dia bersama suaminya, Cholis, mereka bersemangat membangun bisnis mereka. Ia berencana membuat es krim berdasarkan kotanya. Jadi es krim buah dan sayuran dibuat berdasarkan apa sumber daya daerahnya. Contohnya, Kediri, mereka akan membuat es krim salaknya di sana langsung.

Karena kalau mereka harus memesan akan sulit. Stoknya berkualitas sulit didapat jika memesan. Soal lain adalah ia ingin menambah tenaga kerja. Dua hal tersebut adalah pencapaian yang mereka tengah kejar. Dia berpikir akan menambah modal. Omzet sementara mereka mampu mengantungi puluhan juta dari es krim.

Bisnis Stefi Siera Guru Cantik Anak- Anak

Profil Pengusaha Stefi Siera Ngangi 


 
Kehidupan merupakan serangkaian keputusan. Pengusaha adalah pengambil keputusan terbesar. Mereka, bisa dibilang mempertaruhkan nasib, inilah kisah Stefi Siera Ngangi, usia 18 tahun sudah terbiasa hidup pindah- pindah di luar negeri. 

Adalah putri seorang mantan model pragawati, Sri Hastuti, yang sukses usia belia. Yang cita- citanya sejak kecil adalah menjadi balerina. "Saya enggak tidak rugi tidak menjadi belarina," ujarnya kepada Majalah Digital, Pinkorset.

Pasalnya dia ingin memberikan pendidikan. Dia ingin menjadi pendidik. Lantas mendirikan usaha bernama KiwiKids Preschool & Kindergarten, Kiwi School, dan Stefie's House of Creativity. Ia dikenal senangnya belajar sejak kecil. Dia hobi menyalurkan bakatnya, melalui aneka kursus, dan berbuah aneka telenta.

Ketiga bisnisnya diatas tidak berjalan begitu saja. Siera beserta stafnya sudah merasakan naik- turun. Akan tetapi rasa senang melihat anak tumbuh kembang; Siera mengaku lebih senang. Seolah membuyarkan rasa susah dia pernah lampaui dulu.

Multi talenta


Dia merupakan murid pintar SD Tunas, Jakasampurna, Tangerang. Ketika sekolah menengah, dia pindah ke Singapuran, bersekolah di MachPherson Secondary School. Dan SMA -nya di Gisborne Girls' High School, New Zeland,yang mana diselesaikan dengan baik olehnya.

Di New Zeland, dia termasuk pelajar berbakat, meski begitu dia tetap mengikuti pelatihan dan senang jika berhubungan dengan teman baru terutama dari belahan dunia lain. Dia pernah mengikuti pertukaran pelajar ke Kanada, bersekolah di Springbank Community High School, terletak Bragg Creek, Alberta.

Siera pernah tercatat belajar di Namarina, Martha Tilaar, pendidikan Studio One Gisborne, di New Zeland. Dan Siera juga tercatat sekolah di Diane Logan Dance School, Gisborne, New Zeland. Ya dari berbakai pendidikan dia mendapatkan keahlian operet, modeling, dan ballerina, hasilnya ikut ajang putri daerah.

Pemilihan Gisborne karena nilai tukar dollarnya. Disana nilai dollar -nya lebih rendah. Kehidupan di sana lebih mudah dibanding Singapura. Ujungnya juga, Siera jadi jago berbahasa asing, banyak temannya datang dari negara lain, dan uniknya Siera menjadi mahasiswi asal Indonesia satu- satunya.

Anak perempuan satu- satunya dari tiga bersaudara. Jadi anak tertua muncul keinginan membantu keluarga. Diantara kesibukan bersekolah dia menjalankan bisnis. Masa remaja Siera jika nampak di mata awam, ya, hilang berjalannya waktu. Gadis 18 tahun ini tetap pada pendiriannya menjadi sosok mandiri lebih lagi.

Tekat kuatnya didukung sifatnya. Dia memiliki sifat merencanakan target 5- 10 tahun ke depan. Maka dia setiap melakukan sesuatu melihat jauh. Tidak ada pilihan sia- sia di mata gadis cantik ini. Semenjak dia kembali ke Indonesia. Keinginan mendirikan bisnis pendidikan makin mengakar kuat, dan dia berjuang keras.

Lewat sosial media, spanduk, billboard, atau paling sederhana menggunakan brosur sudah menjadi biasa ia lakukan. Tidak pernah merasa malu. Sukses baginya mudah menerima dan bersyukur. "Sukses itu adalah ketika kita mencapai apa yang orang lain belum punya." Karena orang belum tentu punya apa kamu miliki.

Menjadi pengusaha


Sekembali dari Kanada, Siera ingin melanjutkan kuliah, ingin menjadi balerina profesional hingga harus lah berkuliah sampai ke London. Untuk satu ini dia mendapatkan "tentangan" Kedua orang tua Siera ingin anaknya membiayai kuliah sendiri. Tantangan tersebut diterima toh dia memang ingin menjadi mandiri.

Usaha pertamanya ketika usia 17 tahun. Dia membuka usaha les privat buat ngumpulin biaya kuliah. Modal awal adalah brosur atau flayer disebar- sebarkan. Ia mengajari anak- anak kelas balet. Promosi awal dia rela memberikan pelatihan gratis. Hasilnya lumayan menarik banyak orang tua mau mendaftarkan diri.

Dua bulan saja bisnis laris manis. Dari sanalah, dia mengumpulkan uang, akhirnya membuka tempat di ruko seberang rumah dari dorongan orang tua. Berawal dari garasi rumah dia memberika les privat balet. Lantas dia memiliki satu tempat sendiri hasil kerja kerasnya sendiri.

Meski dibiayai menyewa, untuk selanjutnya dari operasional dan sewa, Siera harus membanting tulang lebih keras lagi. Nama bisnisnya Stefi's House of Creativity (SHOC). Pertama membuka cuma punya 5 siswa. Dia juga mengajari langsung mereka. Di tahun pertama dia memiliki 60 orang siswa belajar disana.

Tahun kedua naik menjadi 80 siswa. Di tahun 2007- 2008 hampir 100 siswa mendaftar. Tempo 1,5 tahun dia mengembalikan modal orang tua. Bahkan ia semakin sukses saja. Masalah datang ketika dia tengah menanjak karir sebagai pengusaha. Pemilik ruko menendangnya dan tidak mau memberi sewa perpanjang.

Banyak orang tua siswa komplain. Inilah pertama di bisnis pendidikannya mendapat komplain wali murid. Namun dia tetap berjuang dan meluluskan anak didiknya. Dia kemudian menempati roku milik ibunya. Dia meski di lantai tiga ruko Bekasi, kegagalan dia tidak diratapi malah bersemangat membangun dari nol lagi!

Dia kemudian mendapatkan tugas baru. Ia dipasrahi usaha sang bunda. Miss Siera, begitu sapaan siswa yang ia ajar, kini memegang jalannya Kiwi Kids Preschool & Kindegarden yang dibuka tahun 2004. Yang mana sudah memiliki tiga cabang di Cikarang, Karawang, dan Batam.

Kemudian mendirikan Kiwi School, yang barulah berjalan sejak 2010 -an. Untuk semua kegiatannya di dunia pendidikan: Siera mengesampingkan mimpinya. Dia tidak lagi mau menjadi balerina. Malahan dia mulai mendalami diri di Montesseri Education, mengambil pendidikan non- tutorial anak 0- 6 tahun.

Kunci sukses bisnis pendidikan. Hanyalah satu yakni kesabaran ekstra. Melihat kesuksesan di bidang jasa membutuhkan waktu lama. Hasilnya paling dirasa adalah ketika kita berhasil mencerdaskan anak. Hasrat lainnya di bidang kewirausahaan: Ialah Siera ingin membuka usaha tempat pementasan sendiri.

Wanita kelahiran 18 Maret 1988 ini  juga mau go internasional. Membuka bisnis day care dan preschool lagi. Ia ingin membuka usaha berstandar internasional. Dia juga pengen punya bis pendidikan keliling. Ia ingin merangkul anak- anak yang kurang mampu. Ingin memperbesar sanggar tari menjadi dance academy.

"Serta memilik gedung pementasan sendiri segara. Amin," ujarnya menutup.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba