Kisah Entrepreneurship Boss Tiger Air Singapura

Profil Pengusaha Ho Yuen Sang


saran karir boss tigerair
 
Kisah entrepreneurship kali ini tentang pengusaha asal Singapura. Inilah sosok boss Tiger Air, Ho Yuen Sang, yang nekat menjajaki karir dalam bidang penerbangan. Keputusan tersebut sempat orang tua pertanyakan. Bahkan mereka mulai mencari- cari buku mengenai maksud sang anak.

Ho Yuen dicecar mengapa memilih dunia penerbangan. Orang tua bertanya mengenai masa depan dan prospek bisnis ini. Ia pun berkata kepada orang tuanya, "Saya mengatakan kepada orang tua saya, bahwa penerbangan adalah pekerjaan yang menyenangkan."

Tentu tidak dapat diterima karena bekerja bukan mengenai senang. Orang tua Ho Yuen mulai cari- cari informasi mengenai penerbangan. Terakhir dia menyarankan Ho Yuen buat rajin membaca. Ia harus mencari- cari buku mengenai dunia penerbangan.

Karir Panjang


Dia harus mencari buku mengenai apa keinginan dan kesenanganya. Tahun 1981, selepas lulus kuliah Ho Yuen tidak terbang, melainkan mengajar di National University of Singapore. Tahun 1985, dia mendapatkan gelar saraja Engineering.

Lucunya gelar sarjana pertama dia miliki adalah akuntanis. Itu sebelum dirinya memutuskan masuk ke industri tersebut. Gelar sarjana saja belum mampu membawanya masuk ke penerbangan. Ho Yuen sendiri tidak mungkin kembali melamar menjadi pilot.

Ho Yuen kemudian melanjutkan gelar master bidang teknik. Tepatnya di 1988, dia mengambil kuliah master Master of Science, Mechanical Engineering, di University of Michigan.

"Menurut saya, pendidikan lebih berarti saat belajar di kehidupan. Saat di sekolah kita belajar lebih ke analisis teknikal dan selebihnya," jelasnya.

Pendidikan mengantarkannya ke dunia industri impian Ho Yuen. Dia mulai karir awal di Singapore Technology menjadi teknisi. Dia bekerja menjadi modifikasi maintain.

 "Saya memiliki cara belajar sendiri dalam pekerjaan. Setiap pekerjaan yang kita pelajari, pasti ada tambahan dari orang lain yang mengajari saya di Industri, dan nanti di lapangan akan terbentuk pertanyaan-pertanyaan untuk membantu belajar," ujar Ho Yuen.

Mengejar cita- cita memang membutuhkan energi ekstra tinggi. Bahkan kamu bisa saja memilih buat menyerah. Awal dia bermimpi menjadi pilot namun dipatahkan semangat orang tua. Dia mulai cari- cari cara buat bekerja di bidang penerbangan.

Maka Ho Yuen menjadi teknisi perusahaan penerbangan kemudian. Menjadi pilot merupakan cita- cita terkenal dibidang penerbangan. Istilahnya kalau kamu bertanya karir penerbangan makalah pilot pilihan pertama.

Sebegai teknisi pesawat, banyak pengalaman berbeda dibanding pelajaran sekolah, dia merasakan betul mengerjakan kontrol pesawat, mereview sistem navigasi, dan membangun struktur pesawat keseluruhan. Ia menjadi sosok penting krusial sejajar dengan pekerjaan pilot.

Karir Ho Yuen tentu tidak mulus namun dibutuhkan passion. Dia bekerja karena passion akan dunia pesawat. Ia senang ketika menyentuh sistem penerbangan sebelum diterbangkan. Passion dan cinta lah yang mendorongnya menjadi kepala Direktur dari Aviation Industry Division di CAAS.

Kamu harus ingat bahwa sekolah merupakan landasan. Pelajaran teori selalu dibutuhkan perbaikan melalui pengalaman. Bekerja di dunia profesional, kamu akan mengasah pengalaman praktik untuk menyelesaikan masalah langsung.

Bekerja bukan berarti tidak menikmati kehidupan. Kamu mungkin bekerja dengan kecintaan sampai lupa waktu. Namun Ho Yuen tidak melupakan waktu buat bersenang- senang. Dia tidak memaksakan diri. Ini terbukti dari gambar Ho Yuen dan ikan salom seberat 23 pound terpajang.

Itu sangat penting menciptakan kehidupan seimbang antara pekerjaan dan kehidupan. Bahkan dia tak ragu mengajak klien bersama memancing di luar. Tentu itupun merupakan suatu cara Ho Yuen agar membangun koneksi.

Ho Yuen sangat banyak traveling karena pekerjaanya, dan wajib menikmati perjalanan mahal tersebut sebisa mungkin.

Malas Lembur Kisah Pemimpin Perusahaan Donat

Profil Pengusaha Nigel Travis


ceo dunkin donat
 
Perusahaan donat raksasa Dunkin Donuts, ternyata pernah juga mempekerjakan pria bernama Nigel Travis, yang malas lembur. Namun dia memiliki alasan kuat, bahwa keluarga merupakan nomor satu bukan uang. Ia juga menyalurkan pandangan tersebut kepada pegawai.

Travis lebih senang pulang awal ketimbang lemburan. Dia tinggal di daerah New England. Uang gajinya akan dihabiskan menggunakan kapal buat jalan. Bayangkan dia dan sang istri harus menaiki perahu memutar. Benar- benar memboroskan dibanding jalan.

Karir Profesional


"Berada di atas air membuat anda jauh dari tempat kerja," selorohnya. Travis adalah 100% terlahir sebagai entrepreneur.

Travis terlahir di Woodford, Inggris, dari keluarga wirausaha kental. Ayahnya merupakan sosok serial entrepreneur dengan banyak bisnis. Ia membuat seragama kerja, jualan reseller tali ikat dan tali tambang, dan menjadi distributor mainan.

Travis lulusan Middlesex University, Sarjana Bisnis Administrasi dan pernah bekerja di beberapa tempat. Kecerdasan Travis membawanya bekerja administrasi dan pegawai Esso Petroleum, Rolls Royce, Kraft dan Parker Hannafin, sebagai bagian sumber daya manusia.

Tahun 1990, dia masuk ke Blockbuster, Inc sebagai Wakil President, kawasan Eropa sampai 10 tahun kerja. Dia mendapatkan banyak kenaikan pangkat dan ditugaskan keluar sampai Amerika.

Tahun 2005, dia diangkat menjadi CEO Papa John's Pizza, ini merupakan tantangan menjadi pucuk perusahaan. Travis merupakan insisiator penjualan melalui sistem digital. Dimana dia juga menjadi pelopor Papa John's masuk industri perfilman.

Papa John's hadir di beberapa film berkat kepandaian Travis. Ia sendiri mengembangkan menu untuk dijual. Di November, perusahaanya mampu menjual $ 1 juta melalui penjualan via website.

Dunkin Donuts disebut membajak Travis pada 2009. Namun fakta membuktikan bahkan selepas ia menjabat CEO; Travis tercatat menjadi chairman. Dia mendapatkan bonus lebih baik. Tetapi bukan berarti dia malas- malasan karena dia selalu bekerja keras.

Buktinya Dunkin Donuts berekspansi di Jepang, China, India, dan Amerika Latin. Dunkin Donust mampu ekspansi lebih dari 3.300 toko baru, termasuk Baskin Robbins. Perusahaan ini juga memiliki beberapa restoran di Massachusetts.

Travis sendiri tidak langsung sukses. Ia menyadari dari sebegitu banyak restoran baru, termasuk 144 yang direnovasi. Dunkin Donuts hanya mampu menaikan pendapatan 5% dikuartal tiga. Travis ini menjadi batu loncatan untuk perusahaan menjadi global.

Dia kemudian pensiun sebagai CEO namun tidak rugi. Pasalnya dia tercatat menjadi chairman di Dunikin Donuts, bahkan beberapa perusahaan lain, sebut saja chairman restoran Fooda, Advance Auto Part, Abercrombie & Fitch dan Office Depot.

Dia kemudian menikah dengan wanita bernama Joanna dan punya dua anak. Sejak muda Travis ini menjadi fans klub sepakbola Inggris, Leyton Orient FC.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba