Perpustakaan pengusaha berisi 1000 profil dan biografi pengusaha sukses. Baca, pelajari, tiru dan kembangkan bisnis kamu sendiri. Gratis!
Usaha Pupuk Pengusaha Muda Modal Kotoran Sapi
Wirausaha Muda
Dia Pengusaha Martabak Inovatif Indonesia
Profil Pengusaha Paulus Gunawan
Dia bisa dibilang pengusaha martabak paling menarik. Dia menciptakan martabak inovatif se- Indonesia. Masyarakat cuma mengenal dua jenis martabak: Manis dan Telur. Makanan ini sudah melekat lama walau martabak inovatif hanya sebatas topping.
Martabak merupakan makanan populer akrab di lidah kita. Pengusaha muda bernama Paulus Gunawan lantas menunjukan varian martabak lain. Dia menjajakan martabak unik di kafenya. Pria 38 tahun ini menyajikan martabak panas di atas loyang steak daging.
Bisnis Pengusaha Martabak
Ia menawarkan steak martabak atau martabak hot plate. Kafe tersebut lantas dinamai Martabak House. Ia membuat martabak layak makan steak. Tidak dibawa pulang melainkan dinikmati di tempat. "Di sini, orang makan martabak tidak dibawa pulang, tapi dimakan di tempat," ia menjelaskan.
Martabak House menyuguhkan banyak inovasi. Menu mereka meliputi steak martabak bakar, martabak ufo, crispy martabak, martabak mayo, dan sebagainya. Kafe khusus martabak tetapi aneka varian rasa dan bentuk.
Rasa unik ambil contohnya crispy martabak, bentuknya martabak telur dibikin super garing berkat ada tepung khusus. Paulus lalu menulis tulisan di kafe "Cara Asik Menikmati Martabak". Berkat inovasi keunikan tersebut Paulus mengantongi omzet besar.
Paulus beromzet Rp.120 juta dari Martabak House di Semarang. Padahal dia merintis usahanya pada Juni 2007 dan membuka cabang pada Desember 2008. Kesuksesa mendapat omzet besar berkat banyak aspek tidak cuma varian menu.
Dia menjelaskan, "sebelumnya, saya sudah berjualan martabak grobak sejak 1994. Jadi, saya paham betul resep martabak." Rasa enak dan varian banyak unik membuat masyarakat ingin mencicipi. Dari mencoba menjadi pelanggan reguler Martabak House.
Maka Martabak House membuka sistem waralaba. Sudah banyak orang berminat menjadi mitra bisnis Paulus. Ia meyakini selama lokasi mereka strategis akan sukses. Dalam sebulan ia meyakinkan mitra akan balik modal, karena sudah termasuk pelatihan, peralatan, dan bahan baku senilai Rp.10 juta.
Uang kemitraan waralabanya antara Rp.100- 150 juta. Itu sudah termasuk peralatan lengkap dan biaya kontrak 5 tahun. Soal bahan baku sudah disiapkan orang Martabak House. Ada tepung khusus Paulus siapkan seharga Rp.3000- 3500.
Dalam setahun Paulus menjamin balik modal. Syaratnya pendapatan kotor perhari Rp.4 juta. Martabak House di Semarang sendiri menghasilkan omzet Rp.120 juta. Uang sewa tempat Rp.17 juta pertahun. Dan 50% omzet merupakan belanja bahan termasuk gaji pegawai.
Usaha Kapal Replika Bandong Kerajinan Kalimantan Barat
Memulai Usaha Kapal Replika
Rivai menjelaskan, selain karena suka, membuat replika kapal juga usaha untuk melestarikan budaya Kalbar sendiri.
Dibuatlah satu gerai kecil di pinggiran Sungai Sekayam, Kelurahan Tanjung Sekayam, Kapuas, Sanggau, ia sehari-harin merakit kayu-kayu kecil jadi kapal bandong kecil. Tangannya cekatan, dan sangat terampil.
Awalnya cuma iseng, tapi ternyata produk- produk tersebut laku dijual. Bahkan harganya lebih dari yang diharapkan Rivai. Bayangkan satu replika kapal bandong bisa laku mahal. Antara Rp200-500 ribu per buah. Permintaan yang tinggi membuat ia harus dibantu tiga pekerja.
Tak cuma berhenti di Kalimantan, replika buatannya ternyata terjual hingga diluar wilayah Kalimantan Barat. Usaha kecilnya bisa menjual hingga Malaysia, Brunei Darussalam, dan ke sejumlah negara tetangga lain.
Pengusaha Boneka Bulu Domba Pegawai Negeri
Profil Pengusaha Sukses Sri Wahyuni
Menjadi pegawai negeri sambilan pengusaha boneka bulu domba. Menjadi PNS tak membuat wanita berjilbab ini berhenti berkarya terus. Suatu hari, Sri Wahyuni tanpa keraguan, akhirnya memutuskan untuk keluar saja dan berwirausaha. Hasratnya menjadi pengusaha membawanya jauh.
Karir Bisnis
Mereka membuat barang seperti kemoceng, taplak, hiasan dinding, dan yang terbanyak adalah produksi aneka boneka termasuk bonek hewan ternak. Sayangnya, meski sukses, ada beberapa kendala termasuk yaitu kurangnya beberapa peralatan.
"Memang ada peralatan yang masih harus diimpor seperti jarum khusus untuk membuat boneka yang kami impor dari Jepang," ujarnya kepada Tabloidsinartani.com.
Awal usaha, Sri Wahyuni sudah membawa aneka peralatan impor dari Slandia Baru, tempatnya aneka hasil karya wol. Memang harus membeli peralatan tersebut. Namun, dia bertekat agar bisa memproduksi sendiri peralatannya agar bisa menghemat biaya produksi.
Untuk cara membuatnya Sri menjelaskan ada beberapa tahapan perlu dilalui. Pertama- tama, bulu hasil dari pencukuran dicucinya bersih. Jika diperlukan menggunakan pemutih. Kemudian bulu domba disisirnya, lalu digulung, dimana untuk itu bisa langsung dijadikan boneka.
Usaha Biogas
Usut- punya usut seperti yang sudah dikutip dari laman Mongabay.co.id. Usahanya tengah mengembangkan traktor biogas. Di depan gerbang tempat workshopnya akan ditemukan "Pertanian Terintegrasi Ramah Lingkungan Menuju Mandiri Pangan dan Energi" dan ada kebun percontohan.
Semua hal di tempatnya adalah pengolahan bersinergi. Tak ada yang terbuang dari tanaman, binatang, dan juga limbahnya. Ya, dengan energi biogas tak cuma menghidupi Sri dan pekerjanya sendiri, tapi juga berarti bisa menghidupi orang- orang lain, terutamanya di daerah terpencil dan perbatasan.
"Bahkan, seekor sapi yang saya beli tahun lalu seharga 13 juta rupiah, harganya kini dua kali lipat saat dijual saat lebaran kurban mendatang. Ini semua manfaat biogas," ujar wanita 42 tahun ini. Tak hanya memberi pelajaran tentang ketahanan pangan kepada masyarakat dan pemerintah setempat.
Bebas Hutang Arli Kurnia Rahasia Pengusaha
Biografi Pengusaha Arli Kurnia
Bebas hutang Arli Kurni membagikan rahasia pengusaha. Pria bernama lengkap Arlianto Kurniawan, kelahiran Jakarta, 2 Juni 1981, adalah pengusaha sukses yang membantu banyak orang. Terutama dia membantu pengusaha pemula agar terbebas hutang.
Dia dikenal sebagai mentor, motivator, memberikan tips- tips sukses. Dia membagikan kisah bisnisnya dan cara bebas hutang. Jargonnya Membebaskan Diri dari Hutang, sangat mengena terutama bagi yang mau merintis usaha. Ia mengajurkan anak muda agar mejauhi hutang bank.
Rahasia Pengusaha
Tips- trik diajarkannya merupakan cara teruji ampuh. Dia mengajarkan cara membangun bisnis tanpa modal. Arli sendiri merupakan Diretkur PT. Sukses Niaga Solusindo. Ia yang terkenal menjual carian penghemat BBM bernama Cleanoz.
Bisnis Arli Kurnia
Cairan ajaib tersebut khususnya digemari pengendara sepeda motor di Indonesia. Sebelum berbisnis ini, Arli terkena hutang menumpuk, berbisnis memakai hutang merupakan kebiasaan Arli dulu. Dari membeli mesin, hutang, mau produksi pakai hutang, yang merembet ke kebutuhan sehari- hari.
"Dulu saya bisnis pakai utang, beli mesin saja pakai utang, jadi nggak ada uang akhirnya saya apa-apa pakai angsuran. Waktu itu 1 bulan saya ada 6 angsuran," ia menambahkan.
Jadi dia memiliki angsuran modal dan keperluan pribadi. Arli mengangsur rumah, mesin cuci, dan mobil punya tiga cicilan. Dalam program D'Mentor, Arli menceritakan kembali pengalamannya bisnis dan berhutang.
Ujung- ujunga Arif keteteran mengurusi semua cicilan. Total utang bisnis dan pribadi sampai 400 juta. Ia merasa lelah. Maka dia menjual aset- asetnya. Dan dia menutup bisnis dirintisnya, masih kecil- kecilan tetapi sudah dijual menutupi hutang.
"Semua saya jual habis, jual rugi. Saya itu ada usaha kuliner, laundry, ada beberapa usaha," lanjutnya kepada Detik.com
Bisnis banyak tetapi hutang menggunung. Tapi, tahun 2012, semuanya ditutup karena enggak kuat buat membayar hutang. Hasil usahanya ternyata tidak mampu menutup hutang. Dalam waktu 30 hari, dia mencicil hutang sembari menjuali aset dari November sampai Desember.
Selama 30 hari dia membayar hutang walau ternyata tidak 100% terbayar. Dari 400 juta, Arif masih menyisakan 40 juta. Saat itu dia sudah tidak memiliki aset maupun bisnis. Arli membutuhkan uang. Maka dia mulai menjual barang apa bisa dijual.
Dia berjualan apapun. Uang dikantong masih ratusan ribu, dia belikan barang lalu dijual, uangnya lalu diputar kembali demi uang. "...itulah yang saya pakai buat beli barang, saya jual, dapat untung, saya putar lagi. Saya coba jual penguat sinyal, kartu perdana," ia menceritakan.
Dia jual penguat sinyak di Facebook. Ditawarkan ke teman- teman, ketemu orang, ditawarkan ke orang secara konvensional. Bermula penguat sinyal dia kemudian menemukan penghemat BBM. Penguat sinyal ini merupakan produk impor. Pas dia mau stok ulang malahan hilang dari pasaran importirnya.
"Saya bingung mau jualan apalagi," kenangnya. Dia menemukan penghemat BBM. Awal dia maunya jualan punya orang tetapi duit kurang. Arli memutuskan membuat sendiri. Modalnya Rp.900 ribuan, dan kalau dia membeli tidak mungkin segitu.
Dulu minimal ordernya Rp.4,5 juta, dan Arli terpaksa membeli cuma sebotol, beli eceran lantaran ia tak punya uang. Dari sebotol dibukanya ia terkejut menemukan fakta ini. " beli 1 botol, saya lihat itu apa isinya, ternyata minyak atsiri. Lalu saya belajar apa itu minyak atsiri dari warnet," papar dia.
Dasar Arli tidak mengetahui mengenai minyak atsiri. Ia lalu lari ke warnet membuka internet. Arli lalu mencari apa itu atsiri. Ternyata di Indonesia ada. Dia sendiri tidak bisa buat itu. Arli pun memilih opsi paling aman. Dia mencari orang dan menyerahkan berkas- berkasnya.
Disana dipelajari, Arli serahkan uang Rp.900.000, sampai orang tersebut berhasil membuat 1 jerigen. Ia lalu masukan ke botol- botol kecil. Dia sendirian mengemas begitu selesai malah tak laku. Orang- orang tidak percaya akan kasiat cairan ajaib ini.
Pelan- pelan dia menjual ditawarkan ke teman- teman. Akhirnya orang mau membeli bukan karena percaya tapi kasihan. Bertahap cairan penghemat BBM tersebut diterima masyarakat. Arli menamai produknya Cleanoz, tetapi itu setelah.
Pertama kali dia menamai produknya Dexon. Arli menjual ke seorang teman kemudian ditetes ke motor teman lain. Tanggapannya motor menjadi enteng, ditetesi cairan tadinya macet, kini mudah buat distarter terikannya enteng. Teman tersebut kemudian mendapatkan telephon testimoni memuaskan.
Tetapi tidak mudah meyakinkan orang biasa. Arli berprinsip harus laku terjual. Pantang pulang kalau belum habis. Dalam kurun waktu 1,5 tahun, ia mampu mengantongi Rp.4 miliaran berkat berjualan cairan ajaib. Itu sebab Arli telah mendapatkan banyak testimoni memuaskan.
Biografi Arli Kurnia
Sukses menghasilkan bisnis menjajikan membuatnya bebas hutang. Arli kemudian memperdalam hal marketing dan pemasaran. Namanya dikenal sebagai profit maker, yang mana dia membagikan rahasia pengusahanya kepada khalayak ramai. Intinya tingkatkan profit agar usaha kamu tidak berhutang.
Di wawancara ekslusif bersama Christine Lie 101Red dijelaskan lebih detail. Tepatnya dalam sebuah video Youtube berjudul "Modal Rp.900 ribu Jadi 1,4 miliar dalam 3 bulan tanpa hutang. Arlie cerita tentang awal dirinya menjadi spekulan.
Awal kenapa dia menjadi gemar berhutang dan berbisnis pakai hutang. Awal dia pernah berbisnis di MLM. Jabatannya tinggi berbekal kemampuan dia mengajak member. Ini menjadi faktor utama Arli tumbuh perasaan arogan. Gengsinya makin tinggi mengikuti gaya hidup lebih mahal.
Banyak orang menganggap Arli di titik terendah. Mengasihani Arli karena kehilangan semua. Tapi ia justru barulah memulai kesuksesan. Dia bangkit. Bermodalkan uang sisa, Arli membangun kembali mental pengusaha melalui berbisnis kembali.
Dia mampu mengembalikan 90% hutang dalam 30 hari. Dalam tiga bulan lunas semua berkat jualan cairan ajaib. Maka Arli menuliskan kisahnya dalam bentuk buku berjudul "30 Hari Bebas Hutang". Ini sekaligus menjadi cikalnya menjadi mentor dan motivator bisnis.
Inti buku tersebut mengenai penyebab kenapa hutang tersebut ada. Dia menjelaskan semuanya, juga termasuk pengalaman dia menjadi pebisnis MLM. Gaya hidupnya dijual semua karena sumber hutang menyesatkan. Arli memulai bisnis semua dari awal tanpa hutang.
Selama dia memiliki barang kredit hidup tidak tenang. Ia cepat tersinggung meskipun ke istri. Maka ia melepaskan semuanya memulai tanpa hutang. Ia merasa mengejar yang tak penting. November 2012 ia telah melepaskan semuanya, pada Desember 2012, dia browsing internet mencari barang buat dijual.
Ia menemukan cairan ajaib penghemat BBM. Dari sederijen dibungkus kecil- kecil layaknya obat tetes mata. Tidak disangka akan sesukses sekarang. Ia awal cuma mau mencari makan. Tiap hari ia pergi ke luar naik motor berkeliling menjajakan cairan tersebut.
"Saya pulang harus bawa duit, pulang itu laku 50 ribu, 100 ribu untuk beli beras," ia mengenang. Dia mengenang Januari 2013, dari modal Rp.900 ribu dapat satu dirijen disulap menjadi Rp.60 juta, dan pada Maret 2013 total pendapatannya mencapai Rp.1,4 miliar.
Walau profinya mencapai Rp.1,4 miliar tidak bermewah- mewah. Dia meninggalkan gaya hidupnya dulu. Arli memakai profinya buat membeli properti di Salatiga. Sementara dirinya masih hidup di kontrakan dan masih pakai montor lama.
Dua tahun keadaan tersebut berjalan Arli terus berjualan. Sembari dia menulis bukunya tersebut diatas, dia lantas diundang seminar ke berbagai tempat. Arli mengaku dia menawarkan seminar gratis, tapi tujuannya agar bukunya laku.
Lalu, pada 2016, Arli memulai bisnis properti berbekal tanah kavling. Ia menjelman menjadi mentor atau business coach tanpa hutang. Arli membuka jasa konsultasi gratis tiap kamis di bumi. Prinsipnya kini segala sesuatu di bumi milik Tuhan, akan kembali ke milik Tuhan.
Tahun 2019 kemarin, dia membuka usaha bernama Waroeng Rakjat yang berupa minimarket serupa Alfamart dan Indomart. Bisnis Waroeng Rakjat menawarkan harga dibawah kedua minimarket. Dan ia menawarkan teknologi lebih baik, pembayar melalui sistem QRcode.
Salah satu penyebab kesusahnya adalah merasa lebih hebat. Yang penting ikhlas hanya berharap hidup tenang. Dalam melunasi hutang adalah menemukan akarnya, apakah gengsi, atau spekulasi.
Dalam berbisnis ada tiga hal, yakni komoditi, trend, kebutuhan spesifik Dijelaskan kebutuhan spesifik memberikan keuntungan tinggi. Sementara komoditi akan memberikan untung 5- 20 persen.
Batik Godog Sekar Ayu Pengusaha Melawan Bom
Profil Pengusaha Uswatun Hasanah
Batik godog Sekar Ayu telah melampaui masa. Pengusaha ini melawan bom hingga bertahan sampai sekarang. Bisnis yang datang dari tradisi masa lalu. Kemudian meresap dan diaplikasikan ke jaman sekarang. Seperti hal pola- pola batik kuno, yang kini, menjelma menjadi aneka pakaian modern.
Pengusaha Melawan Bom
Batik Godog Sekar Ayu
Ada cicilan yang belum lunas kepada PT. Semen Gresik Tbk. Dimana dirinya mendapatkan bantuan modal kemitraan. Padahal perlu kamu tau dirinya tak pernah telat membayar cicilan. Dia, akhirnya, mulai melakukan yang terburuk yaitu merumahkan pegawainya.
Mereka bahkan mengeluarkan bantuan modal. Total 150 juta digelontorkan oleh Semen Gresik kepadanya sebagai modal usaha kembali. Uswatun tertantang kembali bangkit. Bahkan ia kembali aktif mempekerjakan tetangga sekitar. Luar biasa memang kekuatan wanita yang satu ini.
Kini, usahanya menghasilkan omzet minimal Rp.200 juta per- bulan, dengan karyawan mencapai 400 orang sekarang. Tak mau berputus usaha bagi pengusaha ini merupakan kunci sukses.
Pada 2000, ia memberanikan diri mengajukan pinjaman kembali, setelah lunas sebelumnya tentunya. Yakni modal Rp.25 juta. Pemasaran batiknya juga tak lagi berfokus pada Bali. Dia menyebut ada di Surabaya, Bali, Yogyakarta, Jakarta hingga Batam.
Unik, Uswatun juga memberikan kesempatan anak- anak sekitar. Dia mengajak ibu- ibunya, dan juga anak- anaknya untuk membatik. Meski hasilnya belum berhasil dirinya tetap memberikan upah.
Dalam sebulan omzet Uswatun adalah antara 100 juta hingga Rp. 250 juta. Bahkan yang tertinggi, jelasnya ke awak media, bisa mencapai 450 juta. Yakni batik kuno yang perlembarnya ditaksir Rp.100 juta oleh seorang kolektor, dimana ia menyimpan 400 lembar.
Pengusaha Pernah Ditipu
Awal belajar membatik bukanlah tentang bisnis semata. Sejak awal, keluarga Uswatun, pada dasarnya tak spesifik berbisnis. Diturunkan dari satu generasi ke generasi lain demi tradisi. Tak ada arahan untuk dijual, ya, semuanya cuma untuk koleksi pribadi.
Dimulai dari mengajar anak- anak belajar membatik di tahun 1993. Pada tahun yang sama itu pula, seperti dilansir dari laman Kontan, ia mulai berani menjual batik hasil karyanya. Saat itu menjual batik dalam bentuk kain bahan bukanlah kewajaran atau familiar bagi masyarakat.
Modal cuma Rp.300.000 telah mengempis. Pasar menolak batik kaosnya, dan akhirnya, uang itu hilang dan dirinya praktis juga merugi. Hasil karya tersebut dijualnya murah.
Model bisnis batik Sekar Ayu yaitu melalui penjualan dari pintu ke pintu. Dia belum lah punya mitra untuk menampung batik buatannya. Meski terus merugi tak membuatnya berputus asa. Dibantu oleh ibu- ibu dan anak- anak tetangga terus berkarya sampai sekarang.
Dengan konsisten fokus usahanya ada pada batik tulis. Berjalannya waktu workshop dibangunnya kembali, dan sukses besar, semua berkat konsisten dan selalu belajar selain pantang menyerah.
Jadi Pengusaha Nasi Jeroan Dampak Pandemi
Profil Pengusaha Arus Harhara
Jadi pengusaha nasi jeroan dampak pandemi Covid 19. Bukan rahasia banyak orang kehilangan pekerjaan sebab pandemi ini. Salah satunya pria bernama Arus Harhara, yang awalnya bekerja di biro perjalanan, yang sudah pasti terdampak pandemi karena pembatasan pergerakan.
Ia mengatakan 100 persen biro perjalanan tutup. Bertumbangan membuat pegawainya menganggur. Dia salah satunya setelah sekian lama bekerja. Arus bahkan sudah menganggur sejak awal pandemi.
Pengusaha Nasi Jeroan
"Jadi mau tak mau kita harus banting stir untuk menjalani penyambung hidup. Jadi terpikirkan membuka warung," ia lanjut.
Pengusaha warungan asal Kudus, Jawa Tengah, beralih profesi menjadi penjual sego kinco. Atau kita menyebutnya nasi jeroan bandeng. Profesi sebelumnya ia bekerja di biro perjalanan wisata. Dampak pandemi membuatnya memutar otak.
Ia membuka warung sederhana diluar rumah. Arus melayani sendiri pembeli. Dia tampak cekatan meramu sego kinco. Tampak jeroan bandeng atau weleran sudah disiapkan di atas wangkok. Ia lalu menyiapkan bahan bawang buat dibuat sambal.
Campuran sambal terdiri dari bawang merah, putih, dan cabai digoreng. Selanjutnya jeroan bandeng dimasukan wajan kemudian dimasukan sambalnya. Dia terus menggoreng sambal dicampur jeroang. Ia lalu menaruh jeroan sambal tersebut di atas piring bersama nasi.
Nasi kinco dihidangkan ke pembeli. Arus ternyata hobi memasak. Dan dia melihat bahwa nasi kinco jarang ditemui di daerah lain.
"Buka warung karena saya hobi masak, kenapa saya memilih sega kinco ini karena merupakan salah satu makanan yang otentik. Dalam artian tidak semua daerah ada," jelas Arus.
Nasi kinco dikatakan memiliki manfaat kesehatan. Ikan bandeng kan memiliki omega tiga. Baik buat kesehatan tubuh mencegah penyempitan pembulu darah. Waleran bandeng kaya omega tiga baik buat pembulu darah dan kolesterol.
Ia mengatakan sego kinconya relatif murah dibanding tempat lain. Harganya Rp.13 ribu Satu piringnya takaran nasi sudah cukup mengenyangkan. "...biasanya tambah lagi," terangnya ke pewarta Detik.com.
Puluhan piring habis disuguhkan kepada pembeli perhari, bahkan pembeli datang dari luar Kudus. Stok 20- 30 porsi pasti habis perhari tidak bersisa. Ada mereka yang makan di tempat, atau dibawa ke rumah. Pelanggan dari luar Kudus, meliputi Semarang dan Pati.
Menunya selain sego kinco termasuk sego kepel. Walau memakai jeroan ikan ternyata rasanya tidak pahit, masaknya beda, nikmat sekali.
Awal Pura Group Biografi Jacobus Busono
Biografi Pengusaha Jacobus Busono
Awal Pura Group tidaklah sementereng gedungnya sekarang. Biografi Jacobus Busono, usahanya unik dibanding pengusaha lain semua bermula toko percetakan kertas. Perusahaan asli Kudus, Semarang, yang kini megah disejajarkan perusahaan nasional lain.
Merintis Bisnis
Bisnis keluarga
Sukses Para Group adalah Jacobus Busono. Kenapa pernyataan ini ditekankan oleh artikel ini. Memang jika dirunut dari tangan dinginnya lah; perusahaan ini menggurita. Kisahnya dimulai dari sang kakek yang memulai bisnis percetakan terlebih dahulu.
Ketika genap dirinya berumur 16 tahun, Jacobus kecil sudah punya mimpinya sendiri. Remaja penuh warna yang memilih melanjutkan sekolah sampai jenjang tertinggi. Dia melanjutkan sekolah ke Concordance HBS atau Hoogere Burger School setingkat SMU.
"Bangsa ini memiliki etos yang kondusif bagi pengembangan teknologi, yaitu sikap sepi ing pamrih rame ing gawe," ungkapnya.
Didukung sikap tepo seliro, santun, dan taat, menjadikan etos kerja jadi lebih efekti. Namun, Jacobus lantas mengingatkan itu tergantung pemimpinnya. Kita membutuhkan pemimpin kuat tegasnya juga. Pura Barutama lantas berkembang dari cuma 35 karyawan jadi 8.500 karyawan.
Bisnis Awal Pura Group
Sukses Pura Group punya startegi sendiri. Minimnya publisitas membuat perusahaan terlihat "wah". Padahal sebagai generasi ketigi dirinya sama saja membangun dari nol. Usaha yang dibangun sejak jaman kakeknya tak akan seperti ini tanpa waktu.
"Sombong itu merugikan diri sendiri dan orang lain. Pinta itu relatif. Pemimpin yang baik itu tidak mungkin sombong, pemimpin tidak boleh sombong dengan bawahannya," jelas Jacobus Busono.
Menjadi sombong berari sulit menerima ucapan orang lain. Padahal mendengar merupakan salah satu cara menentukan keputusan. "Filosofi ini berasal dari proses belajar saya, saya juga pernah sombong, dulu memimpin 200 orang (karyawan) saja setengah mati," ungkapnya lagi.
Menjadi pemegang tampu kepemipinan. Apakah yang pernah dilakukannya disana. Ia sukses mengepakan sayap ke luar negeri. Berbagai ekspor telah dilakukan lebih dari 40 negara di kawasan Asia, Australia, Timur Tengah, Afrika, Eropa, dan Amerika.
Bisnis Kue Arisan Bermodal Resep Tradisi Gorontalo
Profil Pengusaha Mona Melani Djamal
Pengusaha ini bisnis kue arisan bermodal resep tradisi Gorontalo. Kalau mau berbisnis kue mungkin kamu bisa kembali jadul. Pikirkan makanan apa berasal dari kampung halaman kamu. Temukan yang layak dijadikan usaha sekarang.
Bisnis Kue Arisan
Sukses Jualan Sate Petir Pak Nano Pengusaha Sutiarno
Profil Pengusaha Sutiarno
Pengusaha Sutiarno menyuguhkan sate bagi pecinta pedas. Sukses jualan sate petir Pak Nano berkat rasa pedanya menggelegar. Sutiarno sempat berjualan sandal dan kerajinan . Dirinya telah lama berjualan di kawasan ramai wisatawan Malioboro, Yogyakarta.
Dia sudah berjualan semenjak muda. Namun hasilnya nihil tetap hidup kekurangan. Padahal dia punya anak dan istri yang perlu dinafkahi. Suatu hari dia mengingat resep masakan tongseng dan sate yang pernah digeluti kakek dan ayahnya dulu.
Pengusaha Sate
Mereka merupakan penjual sate dan tongseng. Sutiarno lantas berpikir kenapa tidak menjadi penjual sate. Dia memulai usaha di tahun 1984. "Modalnya Rp.500.000 pinjam dari tetangga, pinjam sana sini. Saya punya mimpi, anak saya semua harus sarjana," ia menjelaskan.
"Intinya sabar, kalau dikasih cobaan sama Tuhan, sabar," ucap pengusaha ini. Pak Nano butuh waktu puluhan tahun sampai melegenda. Nano sukses membuat anak- anaknya sarjana. Berawal gerobak pikulan tanpa lelah dia berkeliling.
Kini ia berjualan di warung permanen di Jalan Ring Rod Selatan 09, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Dari pejabat sampai selebriti sudah menikmati sate petir. Mereka datang ke rumah Nano demi menikmati sensasi pedas unik.
Pak Nano pun menawarkan konsep level sekolah tentang pedasnya. Mulai dari PAUD buat sate yang tidak pedas atau tak pakai cabai sama sekali. Kemudian berkembang menjadi level SD, SMP, SMA, dan yang paling tertinggi level Profesor atau level 50.
"Itu awalnya dari saya, saya bercanda kalau tamu minta tak pedas berari PAUD. Begitu seterusnya, sampai yang paling pedas saya sebut profesor," ia menjalaskan kepada Kompas.com
Menurut Marmi, istri Nano, kalakar suaminya selalu bikin betah dan pelanggan kembali lagi. "Kasihan tamu- tamu, apalagi yang dari luar kota kalau penjualnya hanya diam dan cemberut," ujar Marmi. Ia dan suaminya merasa telah puas menjadi pengusaha sate.
Mereka memegang prinsip Jawa "Tak Ngoyo". Dalam berbisnis mereka gampang, kwaktu anak- anak kuliah, dirasa kurang laku tinggal tambah daging. Tidak takut rugi. Kini mereka tinggal menikmati bulan madunya. Tinggal duduk manis, kipas- kipas, baunya sate sudah datangkan pelanggan.
Steak Bandeng Sidoarjo Inovasi Wirausaha
Profil Pengusaha Muhammad Ali
Inovasi wirausaha berikut mungkin dapat kamu kembangkan. Steak bandeng Sidoarjo tidak kalah enak dibanding bandeng asap. Beragam olahan terus dikembangkan mensuport Sidoarjo. Bagaimana membuat kota tersebut menjadi salah satu destinasi wisata kuliner.
Ratusan hektar tambak bandeng di Kabupaten Sidoarjo dari Utara, sampai perbatasan Kota Surabaya, sampai selatan Kabupaten Pasuruan. Ikan bandeng memang khasnya Sidoarjo. Diolah menjadi aneka makanan dan olahan seperti otak- otak bandeng, kerupuk, bandeng asap, bandeng bakar, dan lain- lain.
Untung Steak Bandeng
Rasa gurih ikan bandeng enak dijadikan lauk. Kamu bisa makan siang hari atau malam hari siap. Sudah jadi kewajarah daerah Sidoarjo berjejer rumah makan bandeng. Mereka utamanya menawarkan bandeng dibakar. Namun satu tempat menawarkan berbeda tidak dibakar maupun digoreng.
Mereka menawarkan bandeng disteak. Usaha bernama Rumah Makan Asap- Asap. Pemiliknya adalah Muhammad Ali (39), pemilik rumah makan yang menawarkan ide masakan steak bandeng. Beda dari usaha lainnya sejenis dia memanfaatkan bandeng yang berlimpah ruah.
Monton kalau cuma dimasak begitu- begitu saja. Pak Ali menciptakan varian olahan bandeng. "Sudah bosa dengan digoreng atau dibakar maka saya buat steak," terang Ali kepada Detik.com. Ikan yang dipilih ukuran 200- 300 gram. Ikan dipasok dari Kalanganyar Sedati yang dikirim sudah tanpa duri.
Bumbunya gampang tinggal ikan direndam air campuran kunyit, bawang putih, kemiri dan bawang. Ia tidak lupa jeruk nipis untuk mengurangi aroma ikan. Goreng setengah matang. Taruh di atas hotplate hingga matang, disajikan layaknya beefsteak.
Satu ekor bandeng dibelah membujur tanpa duri. Diatasnya ditaruh setup wortel, jagung manis, dan buncis. Saus kental kecoklatan seperti beefsteak disajikan wadah terpisah. Empuk gurihnya ikan sudah terasa dalam gigitan pertama. Bagian luarnya sedikit gosong kering dan renyah terasa.
Dicelupkan saus steak kok makin enak dirasakan. Tidak kalah dibandingkan steak daging. Sausnya bile dicermati ternyat berbeda, rasanya gurih, manis, dan pedas beda. Pak Ali menjelaskan perbedaan dari sausnya. Itu merupakan perpaduan tiga saus, yakni saus barbeque, saus jamur dan saus panggang.
Animo masyarakat Sidoarjo ternyata lumayan besar. Pengusaha Ali mampu menjual antara 25- 35 porsi saban hari. Inovasi wirausaha ini laris sampai omzetnya banyak. Kalau orang datang pasti mau memesan ini dulu selain menu lainnya. Untung dia dapatkan perhari mencapai 5- 6 juta perhari.
Pemilik Bengkel Mr. Montir Kisah Pengusaha
Pengusaha Muda
Bisnis travel
Jalan.net sendiri paling banter menghasilan 100 pemesanan. Tapi berjalannya waktu serta masyarakat yang melek Internet, akhirnya, situs satu ini sukses merebut 80.000 sampai 100.000 pesanan. Itu setellah 12 tahun melalang buana, jika sekarang?
Pengusaha situs layanan reservasi hotel masih mayakini akan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. "Industri kreatif terkena cipratan order, karena traveling sudah menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia," jelasnya ke Marketplus.co.id.
Bahkan pihaknya menawarkan call canter 24 jam. Pemerintah sendiri tengah melirik prospek wisata lokalnya selain Bali tentunya. Inilah kesempatan berjalannya waktu dengan biaya lebih kecil, situs layanan booking online akan cepat tumbuh, sejalan pertumbuhan infrastruktur dan lain- lain.
Pengusaha Arie Mone Bisnis Aneka Waralaba
Profil Pengusaha Arie Mone
Bisnis aneka waralaba membuktikan wirausaha mudah. Pengusaha Arie Mone menjalankan apa yang diamati. Dia terpikirkan mengkapitalisasi waralaba. Arie tidak mengkapitalisasi satu melainkan sistem itu sendiri. Arie kemudian memperkenalkan usahanya dibawah bendera PT. Usaha Anak Bangsa.
Sistem Anaka Waralaba
Alamat
PT Usaha Anak Bangsa
Ruko Harapan Indah Blok FA No 7, Bekasi, Jawa Barat
Nomor telp: 021-26830000
Twitter: @UsahaAnakBangsa
@ArieMone
Rahasia Bisnis Ibu Rumah Tangga Daun Singkong
Profil Pengusaha Atdje Herawati
Daun singkong merupakan rahasia bisnis ibu rumah tangga ini. Namanya Atdje Herawati, menemukan daun singkong memiliki nilai jual tinggi. Dia merubah daun singkong menjadi makanan. Usaha camilan buatanya bernama dendeng daun singkong.
Ketika ditemui di rumahnya, Perumahan Kraton Indah blok C-9 Kota Pasuruan, menceritakan awal mula usahanya daun singkong ini. Ide bermula kegemaran dia memasak. Terutama dia membuat aneka produk keripik.
Bisnis Ibu Rumah Tangga
"Awalnya memang saya suka bikin kripik buah- buahan," jelasnya kepada pewarta Kompas.com
Atdje menceritakan suatu hari dia tengah menonton televisi. Melihat acara masak- memasak kesukaan ditayangkan. Dia melihat chef televisi tengah mengolah daun singkong. Tetapi mengecewakan, biasa aja, pasalnya dia memasak daun singkong disayur biasa.
Dimasak umumnya hingga membosankan dilihat. "Saya melihat acara masak- masak di tv, dan melihat daun singkong hanya dimasak seperti itu- itu," cetusnya. Kemudian dia ingin mencoba memasak suatu berbeda. Ia mau mengolah daun singkong dimasak menjadi bentuk lain.
Kemudia dia membuat dendeng daun singkong. Pertama kali, dia menjajakan makanan tersebut ke para biksu Yayasan Budha dekat rumahnya. Ternyata mereka menyukai dendeng buatannya. Mendapatkan pujian membuat Atdje makin bersemangat.
Bermula Yayasa Budha memesan makanan kepada Atdje. Mereka butuh makanan vegetarian, bisanya dari tempe atau tahu tetapi sekarang beda. Atdje lantas diminta membuat sesuatu berbeda. Kebetulan Atdje tengah mempromosikan dendeng daun singkong.
Ternyata mereka suka dan menggemari dendeng begini. Pesanan makin bertambah terutama berasal dari tetangga dekat rumah. Dia memberinya nama dendeng daun singkong. Bentuk benar menyerupai dendeng daging. Bumbu digunakan sama persis seperti dia membuat dendeng sapi.
Cara pembuatanya cukup mudah. Pertama, Atdje merebus daun singkong, kemudian diiris halus, lalu dikasih bumbu seperti dendeng daging, serta dicampur tepung tapioka dan telur. Setelah adonannya tercampur dilanjut direbus, ditipiskan, dan dijemur dibawah sinar matahari.
Setelah itu, dendeng daun singkong digoreng sampai mengering. Daun singkong 1 kg dapat diolah jadi dendeng seberat 700 gram. Dendeng singkong buatanya sudah 2 tahun dipasarkan di Pasuruan, hingga keluar Pasuruan, seperti Jakarta dan Lampung.
Ditanya berapa omzetnya ia enggan menyebutkan. Untuk sekarang dia mengantongi pendapatan Rp.2 juta perbulan. Ia lantas mencoba varian baru memakai cumi. Kemudian dia menambah varia pedas dan gurih sebagai original. Tiga tahun Atdje menjadi pengusaha sampai mendapat perhatian orang.
Rahasia bisnis ibu rumah tangga ini tertarik dipelajari sampai Australia. Dia diundang dalam rangka presentasi dari otoritas ketahanan pangan dunia. Selain dia membuat dendeng daun singkong, ternyata dia juga membuat nuget daun bakau.
Usaha Pengawetan Serangga Pengusaha Ribuan Dollar
Usaha Pengawaten Serangga
Dia melanjutkan kala itu, pada bulan Maret itu, ekspornya ke Negara Matahari Terbit harus rela turun drastis ke 25%. Untuk sementara satu- satunya pasar yang belum tembus adalah China. Harga serangga pigura dijual berkisar Rp.15.000 sampai Rp.3 juta.
Pengusaha Ribuan Dollar
Khusus untuk orang- orang Jepang menurutnya kekuatan mereka adalah tradisi. Mereka hobi mengoleksi aneka kupu- kupu diawetkan. Beda dengan orang Indonesia tidak ada tradisi semacam itu. Dia bersama 12 karyawan biasanya panen pesanan ketika memasuki bulan Mei- Juli.
Jika ada maka bisa sampai ratusan buah bisa diekspor. Disisi lain, ia fokus pada pengembangan usaha untuk suvenir gantungan kunci. Bisnis satu ini bisa dibilang stabil dibanding luar negeri. Tentu hasilnya untuk pasaran lokal tak se- wah permintaan pasar luar negeri.