Usaha Pupuk Pengusaha Muda Modal Kotoran Sapi

Profil Pengusaha Daniel Wahyudi


usahapupuk.png
   
Pengusaha muda berbisnis kuliner mah biasa. Tapi bagaimana bila usaha pupuk. Gak jijik ia mengolah kotoran menjadi cuan. Bukan jorok tetapi uang. Inilah gambaran profil seorang Daniel Wahyudi, sosok
mahasiswa akhir berusia 22 tahun dan wirausahawan muda.
 
 
Pemuda berkacamata ini tercatat mahasiswa tingkat akhir di Universitas Prasetya Mulya. Bukannya berbisnis kuliner dia memilih mengolah kotoran menjadi pupuk.
 

Wirausaha Muda


Daniel berani mengambil langkah sendiri. Bersama perusahaan bernama Agri Maestro Perkasa, ia mendapat nama di kawasan Tangerang, khususnya kawasan Bintaro, Tangerang Selatan. Perusahaan tersebut dikenal punya dua bisnis khusus: pupuk dan peternakan. 
 
Mengolah limbah kotoran menjadi pupuk. Sementara itu sisanya berbisnis peternakan.

"Perusahaan Agri Maestro Perkasa adalah perusahaan yang menggabungkan dua core bisnis yaitu pepuk dan peternakan," terangnya kepada Detik.com.

Produknya kemudian diberinya nama pupuk Lokos. Sudah banyak pupuk telah diproduksinya yang memiliki aneka kegunaan. Kesemuanya dibuat diperuntukan sesuai dengan jenis tanamannya. Ambil contohnya seperti Lokos Natural 555 digunakan sebagai pupuk tanaman rumahan. 
 
Lalu, ada Lokos Super Kascing, Lokos Sawit, adapula Lokos Fruity khusus buat buah- buahan. Untuk Lokos 555 sudah distribusikan ke BSD. Ia mengaku tiap minggunya bisa laku 50 pac- kemasan.

"Kalau Lokos Super Kascing ini dibuat dari limbah kotoran sapi dan kambing diekstrak dengan cacing tanah. Fungsinya tanaman yang sudah layu akan direhabilitasi," jelasnya.

Soal Lokos Sawit masih belum diluncurkan tetapi sesuai dengan namanya. Rencananya Daniel akan siapkan ini sebagai produk baru unggulan. Kurun waktunya akan diluncurkan 6 bulan selepas ini. Tidak cuma sudah diterima masyarakat Tangerang. 
 
Pupuknya juga sudah mulai distribusikan ke penjuru Pulau Jawa hingga ke Bangka Belitung. Dari bisnisnya Deniel mengantongi keuntungan signifikan.

Coba bayangkan harga produksinya cuma Rp.4.300/kg, kemudian dijualnya ke distributor jatuhnya seharga Rp.8.500/kg. Sesampainya ke para pengguna adalah Rp.15.000/kg loh. Disaat diajak berbicara berapa dia hasilkan dari bisnis pupuk. Dengan rendah hati Daniel tak mau menyebutkan spesifik. 
 
Akan tetapi sudah bisa terbersit dari angka diatas. Dia sendiri tengah berusaha meningkatkan produknya. Sebagai pengusaha muda dirinya menyadari bisnisnya masih jauh. Ia ingin jadi lebih besar. Selain untung apa jadi konsernnya adalah bagaimana membuka lapangan kerja baru. 
 
Sejak pertama kali dibangun 2014 lalu, usahanya tergolong cepat tumbuh, oleh karena itu Daniel tampak masih hati- hati. Dia menyebutkan bahwa sekala produksinya masih rumahan berkaryawan 5 orang.

Dia Pengusaha Martabak Inovatif Indonesia

Profil Pengusaha Paulus Gunawan

 

martabakhouse.png
 

Dia bisa dibilang pengusaha martabak paling menarik. Dia menciptakan martabak inovatif se- Indonesia. Masyarakat cuma mengenal dua jenis martabak: Manis dan Telur. Makanan ini sudah melekat lama walau martabak inovatif hanya sebatas topping.

 

Martabak merupakan makanan populer akrab di lidah kita. Pengusaha muda bernama Paulus Gunawan lantas menunjukan varian martabak lain. Dia menjajakan martabak unik di kafenya. Pria 38 tahun ini menyajikan martabak panas di atas loyang steak daging.


Bisnis Pengusaha Martabak

 

Ia menawarkan steak martabak atau martabak hot plate. Kafe tersebut lantas dinamai Martabak House. Ia membuat martabak layak makan steak. Tidak dibawa pulang melainkan dinikmati di tempat. "Di sini, orang makan martabak tidak dibawa pulang, tapi dimakan di tempat," ia menjelaskan.

 

Martabak House menyuguhkan banyak inovasi. Menu mereka meliputi steak martabak bakar, martabak ufo, crispy martabak, martabak mayo, dan sebagainya. Kafe khusus martabak tetapi aneka varian rasa dan bentuk. 

 

Rasa unik ambil contohnya crispy martabak, bentuknya martabak telur dibikin super garing berkat ada tepung khusus. Paulus lalu menulis tulisan di kafe "Cara Asik Menikmati Martabak". Berkat inovasi keunikan tersebut Paulus mengantongi omzet besar.


Paulus beromzet Rp.120 juta dari Martabak House di Semarang. Padahal dia merintis usahanya pada Juni 2007 dan membuka cabang pada Desember 2008. Kesuksesa mendapat omzet besar berkat banyak aspek tidak cuma varian menu.

 

Dia menjelaskan, "sebelumnya, saya sudah berjualan martabak grobak sejak 1994. Jadi, saya paham betul resep martabak." Rasa enak dan varian banyak unik membuat masyarakat ingin mencicipi. Dari mencoba menjadi pelanggan reguler Martabak House.


Maka Martabak House membuka sistem waralaba. Sudah banyak orang berminat menjadi mitra bisnis Paulus. Ia meyakini selama lokasi mereka strategis akan sukses. Dalam sebulan ia meyakinkan mitra akan balik modal, karena sudah termasuk pelatihan, peralatan, dan bahan baku senilai Rp.10 juta.


Uang kemitraan waralabanya antara Rp.100- 150 juta. Itu sudah termasuk peralatan lengkap dan biaya kontrak 5 tahun. Soal bahan baku sudah disiapkan orang Martabak House. Ada tepung khusus Paulus siapkan seharga Rp.3000- 3500.


Dalam setahun Paulus menjamin balik modal. Syaratnya pendapatan kotor perhari Rp.4 juta. Martabak House di Semarang sendiri menghasilkan omzet Rp.120 juta. Uang sewa tempat Rp.17 juta pertahun. Dan 50% omzet merupakan belanja bahan termasuk gaji pegawai.

Usaha Kapal Replika Bandong Kerajinan Kalimantan Barat

Profil Pengusaha Rivai Nafis

 
kapalreplika.png
 
Taukah kawan usaha kapal replika bandong merupakan khas. Ini merupakan salah satu dari kerajinan Kalimantan Barat. Berawal dari rasa suka kemudian menjadi usaha. Ini kisah, layak disebut pengusaha, Muhammad Rivai Nafis pria 73 -tahun yang hidup dari usaha replika kapal bandong. 
 
Kapal bandong merupakan perahu besar yang menjadi moda transportasi sungai di Kalimantan Barat. Namun, kapal ini tak lagi populer, angkutan sungai ini tergerus jaman dimana transportasi darat dianggap lebih cepat, murah.

Memulai Usaha Kapal Replika


Rivai menjelaskan, selain karena suka, membuat replika kapal juga usaha untuk melestarikan budaya Kalbar sendiri.

"Ini satu- satunya kerajinan khas Kalimantan Barat," ujarnya.

Ia mengisahkan sedari kecil dia hidup dipinggiran sungai. Rivai setiap hari melihat kapal- kapal bondong ini berlalu- lalang. Namun, kapal ini kini hilang, tergerus jaman jumlahnya tak sebanyak dulu lagi. Terinspirasi, Rivai mulai membuat miniatur kapal bandong sebagai hobi awalnya.

Dibuatlah satu gerai kecil di pinggiran Sungai Sekayam, Kelurahan Tanjung Sekayam, Kapuas, Sanggau, ia sehari-harin merakit kayu-kayu kecil jadi kapal bandong kecil. Tangannya cekatan, dan sangat terampil.

Awalnya cuma iseng, tapi ternyata produk- produk tersebut laku dijual. Bahkan harganya lebih dari yang diharapkan Rivai. Bayangkan satu replika kapal bandong bisa laku mahal. Antara Rp200-500 ribu per buah. Permintaan yang tinggi membuat ia harus dibantu tiga pekerja. 
 
"Sebulan bisa ratusan pesanan," katanya.

Tak cuma berhenti di Kalimantan, replika buatannya ternyata terjual hingga diluar wilayah Kalimantan Barat. Usaha kecilnya bisa menjual hingga Malaysia, Brunei Darussalam, dan ke sejumlah negara tetangga lain. 
 
Hitung- hitungnya, omzet Rivai bisa puluhan juta rupiah sebulan. Jauh dari ongkos pembuatan tetap dijalankan. Meskipun beromzet besar, dia justru khawatir kerjinan ini putus tak ada penerusnya, jelasnya kepada VIVA News. 
 
Tak bisa diwariskan ke orang lain. Ia mengaku pernah mencoba mengajarkan caranya ke masyarakat sekitar, tapi belum terlihat juga hasilnya.

Pengusaha Boneka Bulu Domba Pegawai Negeri

Profil Pengusaha Sukses Sri Wahyuni


pengusahaboneka.png

Menjadi pegawai negeri sambilan pengusaha boneka bulu domba.  Menjadi PNS tak membuat wanita berjilbab ini berhenti berkarya terus. Suatu hari, Sri Wahyuni tanpa keraguan, akhirnya memutuskan untuk keluar saja dan berwirausaha. Hasratnya menjadi pengusaha membawanya jauh. 
 
Bisnisnya dibilang unik yakni merubah kain wol atau bulu domba menjadi aneka kerajinan. Tak perlu jauh- jauh ke negara di kawasan Eropa, karena di Ciomas Bogor, ditempatnya telah berdiri sebuah pusat pemprosesan bulu- bulu domba.
 

Karir Bisnis

 
Jikalau di luar negeri sudah terserap sebagai sumber daya. Di Indonesia, prospek bulu domba masih saja dibawah harapan. Bahkan beberapa tempat melihat bulu domba itu limbah. Belum menjadi tren sendiri, dimana paling banter diubah menjadi bantal, ungkap Sri. 
 
Atau, bisa saja itu cuma jadi onggokan limbah yang tak laku dijual. Sebenarnya kalau saja diolah bisa menjadi aneka souvenir cantik. Untuk pembuatan sendiri dia lakukan sendiri atau hand made.

Ibu tiga anak tersebut mendirikan perusahaan bernama PT Swen Inovasi Transfer. Dengan tangan- tangan terampil dari pegawai di perusahaanya, maka jadilah aneka souvenir seharga Rp.10.000 - Rp.500.000. 
 
Soal omzetnya dijelaskan oleh marketing -nya ketika ditemui pewarta. Bisa mencapai angka Rp.10 juta loh.

Bertempat di kawasan Ciomas Bogor, Jawa Barat, workshopny menyatu dengan usaha lainnya di bidang pertanian. Secara umum usaha milik Sri dibawah bendera PT. Swen Inovasi Transfer, yaitu meliputi bidang produksi dan pemasaran peralatan peternakan. 
 
Dengan usaha barunya yakni membuat aneka kerajinan dari bulu domba. Sebuah usaha kecil- menengah tengah mengembangkan sayap usahanya. Jika kamu berkunjung disini; sejumlah karyawan akan tengah asik bekerja.

Mereka membuat barang seperti kemoceng, taplak, hiasan dinding, dan yang terbanyak adalah produksi aneka boneka termasuk bonek hewan ternak. Sayangnya, meski sukses, ada beberapa kendala termasuk yaitu kurangnya beberapa peralatan.

"Memang ada peralatan yang masih harus diimpor seperti jarum khusus untuk membuat boneka yang kami impor dari Jepang," ujarnya kepada Tabloidsinartani.com.

Awal usaha, Sri Wahyuni sudah membawa aneka peralatan impor dari Slandia Baru, tempatnya aneka hasil karya wol. Memang harus membeli peralatan tersebut. Namun, dia bertekat agar bisa memproduksi sendiri peralatannya agar bisa menghemat biaya produksi.

Untuk cara membuatnya Sri menjelaskan ada beberapa tahapan perlu dilalui. Pertama- tama, bulu hasil dari pencukuran dicucinya bersih. Jika diperlukan menggunakan pemutih. Kemudian bulu domba disisirnya, lalu digulung, dimana untuk itu bisa langsung dijadikan boneka. 
 
Atau, kamu juga bisa memintalnya dulu dijadikan benang untuk kemudin diolah lagi. Ia sendiri tak mau sukses sendiri. Dalam perjalanannya, ia juga membuka kursus buat kita belajar. Secara rutin usahanya termasuk pusat pelatihan yaitu Pelatihan Pengolahan Bulu Domba. 
 
Dimana disediakan fasilitas ruang pelatihan bagi kita yang berminat. Soal biayanya dipatok Rp.4,5 juta per- orang, dengan tambahan yaitu jika sepuluh orang, waktunya bisa disesuaikan. Materi juga sudah termasuk bagaiman cara membudidaya wol buat komersil. 
 
Dimulai dari merawat domba, proses pencukuran, dan proses pembuatan bulu- bulu domba. Prospek bisnisnya ada, adapula buat kamu yang cuma mencari hobi baru. Membuat boneka bisa jadi satu aktifitas mengisi waktu- waktu luang di rumah saja. Soal peralatan, tenang, perusahaan miliknya juga menyediakan aneka peralatan untuk kita beli.

Usaha Biogas


Usut- punya usut seperti yang sudah dikutip dari laman Mongabay.co.id. Usahanya tengah mengembangkan traktor biogas. Di depan gerbang tempat workshopnya akan ditemukan "Pertanian Terintegrasi Ramah Lingkungan Menuju Mandiri Pangan dan Energi" dan ada kebun percontohan. 
 
Kamu akan menemukan kebun tertata rapih di sebuah ruang terbuka, dimana ada pohon jambu biji, mangga, kedondong, dan lengkeng. Bukan cuma kebun, tapi, ditempatnya itu ada pula tempat kandang sapi dan domba. Ada empat ekor domba sehat disana tengah makan rumput. 
 
Disana, ada pula sapi tegap, yang mana cuma ditugasi untuk makan rumput, tidur, dan buang kotoran. Nah, kotoran inilah yang tengah penulis bicarakan, dari usaha bulu domba, selain itu ada pula usaha pengumpulan kotoran baik sapi dan dombanya. 
 
Selain itu sebagai tambahan tempat itu juga punya 30 ekor ayam; tugasnya bertelur dan buang kotoran juga. Baginya inilah konsep pertania ramah lingkungan. Jangan salah dari segi kebersihan tempat itu sangatlah bersih seperti ada di dalam foto- foto unggahan Mongabay.com
 
Lantas Sri menunjukan tabung gas biru atau istilahnya tabung digister. Itu adalah tangkir reaktor biogas yang terbuat dari fiberglass. Dalam digister itulah kotoran diubah jadi biogas. Kotoran ternak diubah jadi gas biru tidak berbau. Sri juga menyebutkan kamu tak perlu khawatir; biogas tak meledak.

Semua hal di tempatnya adalah pengolahan bersinergi. Tak ada yang terbuang dari tanaman, binatang, dan juga limbahnya. Ya, dengan energi biogas tak cuma menghidupi Sri dan pekerjanya sendiri, tapi juga berarti bisa menghidupi orang- orang lain, terutamanya di daerah terpencil dan perbatasan. 
 
Konsep tengah dibangunnya adalah konsep ketahanan pangan. Sudah pasti sehat lah, karena semuanya tidak ada zat kimia. Dari ayamnya, baik daging dan telurnya bisa dimakan, bahkan apa yang dikeluarkan bisa dijadikan pupuk.

"Bahkan, seekor sapi yang saya beli tahun lalu seharga 13 juta rupiah, harganya kini dua kali lipat saat dijual saat lebaran kurban mendatang. Ini semua manfaat biogas," ujar wanita 42 tahun ini. Tak hanya memberi pelajaran tentang ketahanan pangan kepada masyarakat dan pemerintah setempat. 
 
Sri mengambangkan aneka lini bisnis agri dan energi untuk mempermudah.. Pengusaha boneka bulu domba ini menciptakan kompor biogas, lampu, penanank nasi, hingga traktor berenergi biogas. 
 
Produksinya tak cuma dari energi kotoran binatang, bisa juga dari limbah sawit, ampas tahu, bungkil daun jarak. Tidak ada rasa mencampur ketika digunakan memasak, tak ada bau, dan rasa khawatir akan meledak.

Bebas Hutang Arli Kurnia Rahasia Pengusaha

Biografi Pengusaha Arli Kurnia

 

bebashutang.png
 

Bebas hutang Arli Kurni membagikan rahasia pengusaha. Pria bernama lengkap Arlianto Kurniawan, kelahiran Jakarta, 2 Juni 1981, adalah pengusaha sukses yang membantu banyak orang. Terutama dia membantu pengusaha pemula agar terbebas hutang.

 

Dia dikenal sebagai mentor, motivator, memberikan tips- tips sukses. Dia membagikan kisah bisnisnya dan cara bebas hutang. Jargonnya Membebaskan Diri dari Hutang, sangat mengena terutama bagi yang mau merintis usaha. Ia mengajurkan anak muda agar mejauhi hutang bank.

 

Rahasia Pengusaha

 

Tips- trik diajarkannya merupakan cara teruji ampuh. Dia mengajarkan cara membangun bisnis tanpa modal. Arli sendiri merupakan Diretkur PT. Sukses Niaga Solusindo. Ia yang terkenal menjual carian penghemat BBM bernama Cleanoz. 

 

Bisnis Arli Kurnia

 

Cairan ajaib tersebut khususnya digemari pengendara sepeda motor di Indonesia. Sebelum berbisnis ini, Arli terkena hutang menumpuk, berbisnis memakai hutang merupakan kebiasaan Arli dulu. Dari membeli mesin, hutang, mau produksi pakai hutang, yang merembet ke kebutuhan sehari- hari.


"Dulu saya bisnis pakai utang, beli mesin saja pakai utang, jadi nggak ada uang akhirnya saya apa-apa pakai angsuran. Waktu itu 1 bulan saya ada 6 angsuran," ia menambahkan.


Jadi dia memiliki angsuran modal dan keperluan pribadi. Arli mengangsur rumah, mesin cuci, dan mobil punya tiga cicilan. Dalam program D'Mentor, Arli menceritakan kembali pengalamannya bisnis dan berhutang.


Ujung- ujunga Arif keteteran mengurusi semua cicilan. Total utang bisnis dan pribadi sampai 400 juta. Ia merasa lelah. Maka dia menjual aset- asetnya. Dan dia menutup bisnis dirintisnya, masih kecil- kecilan tetapi sudah dijual menutupi hutang.


"Semua saya jual habis, jual rugi. Saya itu ada usaha kuliner, laundry, ada beberapa usaha," lanjutnya kepada Detik.com


Bisnis banyak tetapi hutang menggunung. Tapi, tahun 2012, semuanya ditutup karena enggak kuat buat membayar hutang. Hasil usahanya ternyata tidak mampu menutup hutang. Dalam waktu 30 hari, dia mencicil hutang sembari menjuali aset dari November sampai Desember.


Selama 30 hari dia membayar hutang walau ternyata tidak 100% terbayar. Dari 400 juta, Arif masih menyisakan 40 juta. Saat itu dia sudah tidak memiliki aset maupun bisnis. Arli membutuhkan uang. Maka dia mulai menjual barang apa bisa dijual.


Dia berjualan apapun. Uang dikantong masih ratusan ribu, dia belikan barang lalu dijual, uangnya lalu diputar kembali demi uang.  "...itulah yang saya pakai buat beli barang, saya jual, dapat untung, saya putar lagi. Saya coba jual penguat sinyal, kartu perdana," ia menceritakan.


Dia jual penguat sinyak di Facebook. Ditawarkan ke teman- teman, ketemu orang, ditawarkan ke orang secara konvensional. Bermula penguat sinyal dia kemudian menemukan penghemat BBM. Penguat sinyal ini merupakan produk impor. Pas dia mau stok ulang malahan hilang dari pasaran importirnya.


"Saya bingung mau jualan apalagi," kenangnya. Dia menemukan penghemat BBM. Awal dia maunya jualan punya orang tetapi duit kurang. Arli memutuskan membuat sendiri. Modalnya Rp.900 ribuan, dan kalau dia membeli tidak mungkin segitu.


Dulu minimal ordernya Rp.4,5 juta, dan Arli terpaksa membeli cuma sebotol, beli eceran lantaran ia tak punya uang. Dari sebotol dibukanya ia terkejut menemukan fakta ini. " beli 1 botol, saya lihat itu apa isinya, ternyata minyak atsiri. Lalu saya belajar apa itu minyak atsiri dari warnet," papar dia.


Dasar Arli tidak mengetahui mengenai minyak atsiri. Ia lalu lari ke warnet membuka internet. Arli lalu mencari apa itu atsiri. Ternyata di Indonesia ada. Dia sendiri tidak bisa buat itu. Arli pun memilih opsi paling aman. Dia mencari orang dan menyerahkan berkas- berkasnya.


Disana dipelajari, Arli serahkan uang Rp.900.000, sampai orang tersebut berhasil membuat 1 jerigen. Ia lalu masukan ke botol- botol kecil. Dia sendirian mengemas begitu selesai malah tak laku. Orang- orang tidak percaya akan kasiat cairan ajaib ini.


Pelan- pelan dia menjual ditawarkan ke teman- teman. Akhirnya orang mau membeli bukan karena percaya tapi kasihan. Bertahap cairan penghemat BBM tersebut diterima masyarakat. Arli menamai produknya Cleanoz, tetapi itu setelah.


Pertama kali dia menamai produknya Dexon. Arli menjual ke seorang teman kemudian ditetes ke motor teman lain. Tanggapannya motor menjadi enteng, ditetesi cairan tadinya macet, kini mudah buat distarter terikannya enteng. Teman tersebut kemudian mendapatkan telephon testimoni memuaskan.


Tetapi tidak mudah meyakinkan orang biasa. Arli berprinsip harus laku terjual. Pantang pulang kalau belum habis. Dalam kurun waktu 1,5 tahun, ia mampu mengantongi Rp.4 miliaran berkat berjualan cairan ajaib. Itu sebab Arli telah mendapatkan banyak testimoni memuaskan.


Biografi Arli Kurnia


Sukses menghasilkan bisnis menjajikan membuatnya bebas hutang. Arli kemudian memperdalam hal marketing dan pemasaran. Namanya dikenal sebagai profit maker, yang mana dia membagikan rahasia pengusahanya kepada khalayak ramai. Intinya tingkatkan profit agar usaha kamu tidak berhutang.


Di wawancara ekslusif bersama Christine Lie 101Red dijelaskan lebih detail. Tepatnya dalam sebuah video Youtube berjudul "Modal Rp.900 ribu Jadi 1,4 miliar dalam 3 bulan tanpa hutang. Arlie cerita tentang awal dirinya menjadi spekulan.


Awal kenapa dia menjadi gemar berhutang dan berbisnis pakai hutang. Awal dia pernah berbisnis di MLM. Jabatannya tinggi berbekal kemampuan dia mengajak member. Ini menjadi faktor utama Arli tumbuh perasaan arogan. Gengsinya makin tinggi mengikuti gaya hidup lebih mahal.


Banyak orang menganggap Arli di titik terendah. Mengasihani Arli karena kehilangan semua. Tapi ia justru barulah memulai kesuksesan. Dia bangkit. Bermodalkan uang sisa, Arli membangun kembali mental pengusaha melalui berbisnis kembali.


Dia mampu mengembalikan 90% hutang dalam 30 hari. Dalam tiga bulan lunas semua berkat jualan cairan ajaib. Maka Arli menuliskan kisahnya dalam bentuk buku berjudul "30 Hari Bebas Hutang". Ini sekaligus menjadi cikalnya menjadi mentor dan motivator bisnis.


Inti buku tersebut mengenai penyebab kenapa hutang tersebut ada. Dia menjelaskan semuanya, juga termasuk pengalaman dia menjadi pebisnis MLM. Gaya hidupnya dijual semua karena sumber hutang menyesatkan. Arli memulai bisnis semua dari awal tanpa hutang.


Selama dia memiliki barang kredit hidup tidak tenang. Ia cepat tersinggung meskipun ke istri. Maka ia melepaskan semuanya memulai tanpa hutang. Ia merasa mengejar yang tak penting. November 2012 ia telah melepaskan semuanya, pada Desember 2012, dia browsing internet mencari barang buat dijual.


Ia menemukan cairan ajaib penghemat BBM. Dari sederijen dibungkus kecil- kecil layaknya obat tetes mata. Tidak disangka akan sesukses sekarang. Ia awal cuma mau mencari makan. Tiap hari ia pergi ke luar naik motor berkeliling menjajakan cairan tersebut.


"Saya pulang harus bawa duit, pulang itu laku 50 ribu, 100 ribu untuk beli beras," ia mengenang. Dia mengenang Januari 2013, dari modal Rp.900 ribu dapat satu dirijen disulap menjadi Rp.60 juta, dan pada Maret 2013 total pendapatannya mencapai Rp.1,4 miliar.


Walau profinya mencapai Rp.1,4 miliar tidak bermewah- mewah. Dia meninggalkan gaya hidupnya dulu. Arli memakai profinya buat membeli properti di Salatiga. Sementara dirinya masih hidup di kontrakan dan masih pakai montor lama.


Dua tahun keadaan tersebut berjalan Arli terus berjualan. Sembari dia menulis bukunya tersebut diatas, dia lantas diundang seminar ke berbagai tempat. Arli mengaku dia menawarkan seminar gratis, tapi tujuannya agar bukunya laku.


Lalu, pada 2016, Arli memulai bisnis properti berbekal tanah kavling. Ia menjelman menjadi mentor atau business coach tanpa hutang. Arli membuka jasa konsultasi gratis tiap kamis di bumi. Prinsipnya kini segala sesuatu di bumi milik Tuhan, akan kembali ke milik Tuhan.


Tahun 2019 kemarin, dia membuka usaha bernama Waroeng Rakjat yang berupa minimarket serupa Alfamart dan Indomart. Bisnis Waroeng Rakjat menawarkan harga dibawah kedua minimarket. Dan ia menawarkan teknologi lebih baik, pembayar melalui sistem QRcode.


Salah satu penyebab kesusahnya adalah merasa lebih hebat. Yang penting ikhlas hanya berharap hidup tenang. Dalam melunasi hutang adalah menemukan akarnya, apakah gengsi, atau spekulasi. 

 

Dalam berbisnis ada tiga hal, yakni komoditi, trend, kebutuhan spesifik Dijelaskan kebutuhan spesifik memberikan keuntungan tinggi. Sementara komoditi akan memberikan untung 5- 20 persen.

Batik Godog Sekar Ayu Pengusaha Melawan Bom

Profil Pengusaha Uswatun Hasanah


batikgodog.png

Batik godog Sekar Ayu telah melampaui masa. Pengusaha ini melawan bom hingga bertahan sampai sekarang. Bisnis yang datang dari tradisi masa lalu. Kemudian meresap dan diaplikasikan ke jaman sekarang. Seperti hal pola- pola batik kuno, yang kini, menjelma menjadi aneka pakaian modern. 
 
Kisah berikut adalah kisah pengusaha wanita asal Tuban. Pengusaha asal Tuban pemilik Batik Gedog asli Tuban, Jawa Timur, yang jika dirunut akar tradisinya begitu dalam. Pada jamannya, sebelum dipopulerkan pengusaha ini, awalnya Batik ini digunakan sebagai syarat pernikahan.
 

Pengusaha Melawan Bom


Seorang pria diharuskan membawa 100 kain batik tersebut. Kesemuanya harus punya cora  berbeda agar bisa melamar seorang gadis. Masih terngiang diingatakn Uswatun Hasanah, yang sekarang sudah berumur 41 tahun, disaat masih kecil mengingat betul bagaimana ibunya tengah membatik. 
 
Batik Gedog dimana berasal dari tradisi kini sudah tak ada lagi sejak tahun 1970 -an. Tradisi tersebut hilang ditelan perubahan jaman. Tapi coraknya masih terngiang dalam benak Uswatun kecil.

Dari 100 kain batik Godog punya arti sendiri- sendiri. Pada tahun 1990 -an, ia melihat batik itu kembali, dan ingatannya kembali ketika masih kecil. Batik Gedog peninggalan nenek sekarang masih tersimpan rapi. Dia pun lantas belajar membatik. 
 
Ingin mengembalikan tradisi yang telah lama hilang. Dan, tentunya itu dengan cara sendiri, yakni dengan cara menjadi pengusaha batik.

"Awalnya di sini orang- orang hanya bisa menenun. Semua saya mulai dari nol. Saya mulai mengumpulkan 20 anak- anak putus sekolah," ujarnya.

Sayang, eh, apa- apa yang dimulainya tak semudah diharapkan. Mengajari mereka membatik justru hasilnya yaitu kain- kain rusak. Dia tak mau menyerah. Uswatun bahkan rela menjual rumah warisan ibunya.

Usahanya membangun bisnis Batik Sekar Ayu tak sia- sia. Akhirnya pada tahun 2000 -an, Uswatun lantas mendapatkan suntikan modal dari PT. Semen Gresik. Usahanya itu menjalar bahkan sampai ke pulau Bali sebagai basis besar bisnisnya. Usaha tersebut memang sukses. 
 
Hingga, pada bulan 1 Oktober 2005, sebuah pristiwa mengguncang laju bisnisnya. Ada apa? Pada saat itu ada pristiwa Bom Bali II, efeknya bagi bisnis Sekar Ayu adalah seretnya permintaan dari Bali.

Batik Godog Sekar Ayu


Kejadi Bom Bali II merusak sektor bisnis pariwisata di Pulau Dewata. Alhasil, Uswatun yang basis bisnisnya disana, juga kena imbasnya. Bahkan ia menjelaskan dari sanalah 40% produksinya tersedot dipasarkan. Dia mengaku sempat tertatih- tatih menghadapinya. 
 
Ia akhirnya limbung di tahun 2007 -an. "Saya angak tangan. Pembayaran macet semua," tambahnya. Ini adalah kebangkrutan pertama dilalui seorang pengusaha asal Jawa Timur tersebut.

Ada cicilan yang belum lunas kepada PT. Semen Gresik Tbk. Dimana dirinya mendapatkan bantuan modal kemitraan. Padahal perlu kamu tau dirinya tak pernah telat membayar cicilan. Dia, akhirnya, mulai melakukan yang terburuk yaitu merumahkan pegawainya. 
 
"Akhirnya saya beranikan menghubungi pihak Semen Gresik, saya menjelaskan apa adanya," jelasnya kepada Kabarbisnis.com. Alhamdulillah... bisnisnya justru dapat perhatian, bahkan, pihak Semen Gresik menyemangatinya.

Mereka bahkan mengeluarkan bantuan modal. Total 150 juta digelontorkan oleh Semen Gresik kepadanya sebagai modal usaha kembali. Uswatun tertantang kembali bangkit. Bahkan ia kembali aktif mempekerjakan tetangga sekitar. Luar biasa memang kekuatan wanita yang satu ini. 
 
Bisnis Batik Sekar Ayu perlahan tapi pasti mulai bangkit kembali. Bisnis yang awalnya dimulai dari usaha rumahan sang nenek di 1984, dulu, cuma mempekerjakan sepuluh orang.

Kini, usahanya menghasilkan omzet minimal Rp.200 juta per- bulan, dengan karyawan mencapai 400 orang sekarang. Tak mau berputus usaha bagi pengusaha ini merupakan kunci sukses.

Pada 2000, ia memberanikan diri mengajukan pinjaman kembali, setelah lunas sebelumnya tentunya. Yakni modal Rp.25 juta. Pemasaran batiknya juga tak lagi berfokus pada Bali. Dia menyebut ada di Surabaya, Bali, Yogyakarta, Jakarta hingga Batam. 
 
Sudah ada 200 motif batik dikembangkan olehnya. Dimana motif uniknya bertema buah dan tanaman lokal, seperti kates gantung atau pepaya gantung, dangkel sungsang atau bunga cempaka.

Unik, Uswatun juga memberikan kesempatan anak- anak sekitar. Dia mengajak ibu- ibunya, dan juga anak- anaknya untuk membatik. Meski hasilnya belum berhasil dirinya tetap memberikan upah. 
 
Setelah lama sejak kebangkitan bisnisnya, ia mendapat banyak penghargaan, seperti Upakarti 2010 yaitu kategori pelestarian. "Alhamdulillah sudah bertemu Presiden SBY, pameran di beberapa negara di Swedia, Thailand, Belanda, dan pernah berangkat sendiri ke Kamboja," ujarnya.

Dalam sebulan omzet Uswatun adalah antara 100 juta hingga Rp. 250 juta. Bahkan yang tertinggi, jelasnya ke awak media, bisa mencapai 450 juta. Yakni batik kuno yang perlembarnya ditaksir Rp.100 juta oleh seorang kolektor, dimana ia menyimpan 400 lembar. 
 
Tapi dia menolak hal itu karena kelak dia berharap beralasan anakanya ingin membangun sebuah meseum batik sendiri. "Anak saya yang SMA punya cita- cita ingin membuatkan museum batik," jelasnya.

Pengusaha Pernah Ditipu


Awal belajar membatik bukanlah tentang bisnis semata. Sejak awal, keluarga Uswatun, pada dasarnya tak spesifik berbisnis. Diturunkan dari satu generasi ke generasi lain demi tradisi. Tak ada arahan untuk dijual, ya, semuanya cuma untuk koleksi pribadi. 
 
"Saya lihat koleksi batik nenek saya sampai ratusan. Dari situ saya tertarik untuk membuat sendiri," kata Uswatun, yang telah belajar membatik dan menenun sejak masih kecil. Ada filosofinya ditiap canting ditangannya ketika membatik.

Dimulai dari mengajar anak- anak belajar membatik di tahun 1993. Pada tahun yang sama itu pula, seperti dilansir dari laman Kontan, ia mulai berani menjual batik hasil karyanya. Saat itu menjual batik dalam bentuk kain bahan bukanlah kewajaran atau familiar bagi masyarakat. 
 
Oleh karena itulah ia mulai fokus pada batik jadi yakni membuat batik diatas kaus atau kaos. Batik kaos nyatanya, saat itu, kurang diminati masyarakat juga.

Modal cuma Rp.300.000 telah mengempis. Pasar menolak batik kaosnya, dan akhirnya, uang itu hilang dan dirinya praktis juga merugi. Hasil karya tersebut dijualnya murah.

Model bisnis batik Sekar Ayu yaitu melalui penjualan dari pintu ke pintu. Dia belum lah punya mitra untuk menampung batik buatannya. Meski terus merugi tak membuatnya berputus asa. Dibantu oleh ibu- ibu dan anak- anak tetangga terus berkarya sampai sekarang. 
 
Pada awalnya, ia pernah meminjam modal 15 juta, tapi sayangnya; ia kena tipu. Hingga jatuh tempo utangnya tak terbayar. Uang tersebut justru dibawa lari oleh patnernya di Bali. Bisnisnya pun berubah jadi titip tanpa uang muka. Yakni yang dititipi tak perlu membayar hingga jualannya laku terjual. 
 
Nah, pada ada Bom Bali, dia mengaku semua titipannya ditolak bayar. Alias mereka para penjual yang dititipi tak mau membayar. Alasanya karena batiknya kena bom. Semua orang yang dititipi juga berkata seperti itu, entah, itu cuma alasan saja atau benar; Uswatun memilih legowo. 
 
Total kerugiannya mencapai 25 juta. Sebagai kompensasi gagal bayar. Uswatun pun haru mengajar membatik. Dia diminta sang empunya kredit untuk mengajar sebagai kompensasi maaf. Di Tuban, ia tak cuma mengajar, tapi juga aktif mencari- cari cara baiknya berbisnis. 
 
Dari belajar marketing, manajerial, pengemasan, dan lain- lain. Aneka pelatihan ia jalani di sela- sela mengajar sementara Batik Sekar Ayu tutup sementara. Dia bahkan tak sungkan pergi ke daerah lain, seperti Pekalongan untuk memperdalam ilmunya.

Dengan konsisten fokus usahanya ada pada batik tulis. Berjalannya waktu workshop dibangunnya kembali, dan sukses besar, semua berkat konsisten dan selalu belajar selain pantang menyerah.

Jadi Pengusaha Nasi Jeroan Dampak Pandemi

Profil Pengusaha Arus Harhara

 

jadipengusaha.png
 

Jadi pengusaha nasi jeroan dampak pandemi Covid 19. Bukan rahasia banyak orang kehilangan pekerjaan sebab pandemi ini. Salah satunya pria bernama Arus Harhara, yang awalnya bekerja di biro perjalanan, yang sudah pasti terdampak pandemi karena pembatasan pergerakan.

 

Ia mengatakan 100 persen biro perjalanan tutup. Bertumbangan membuat pegawainya menganggur. Dia salah satunya setelah sekian lama bekerja. Arus bahkan sudah menganggur sejak awal pandemi. 

 

Pengusaha Nasi Jeroan

 

"Jadi mau tak mau kita harus banting stir untuk menjalani penyambung hidup. Jadi terpikirkan membuka warung," ia lanjut.

 

Pengusaha warungan asal Kudus, Jawa Tengah, beralih profesi menjadi penjual sego kinco. Atau kita menyebutnya nasi jeroan bandeng. Profesi sebelumnya ia bekerja di biro perjalanan wisata. Dampak pandemi membuatnya memutar otak.

 

Ia membuka warung sederhana diluar rumah. Arus melayani sendiri pembeli. Dia tampak cekatan meramu sego kinco. Tampak jeroan bandeng atau weleran sudah disiapkan di atas wangkok. Ia lalu menyiapkan bahan bawang buat dibuat sambal.

 

Campuran sambal terdiri dari bawang merah, putih, dan cabai digoreng. Selanjutnya jeroan bandeng dimasukan wajan kemudian dimasukan sambalnya. Dia terus menggoreng sambal dicampur jeroang. Ia lalu menaruh jeroan sambal tersebut di atas piring bersama nasi.

 

Nasi kinco dihidangkan ke pembeli. Arus ternyata hobi memasak. Dan dia melihat bahwa nasi kinco jarang ditemui di daerah lain.

 

"Buka warung karena saya hobi masak, kenapa saya memilih sega kinco ini karena merupakan salah satu makanan yang otentik. Dalam artian tidak semua daerah ada," jelas Arus.


Nasi kinco dikatakan memiliki manfaat kesehatan. Ikan bandeng kan memiliki omega tiga. Baik buat kesehatan tubuh mencegah penyempitan pembulu darah. Waleran bandeng kaya omega tiga baik buat pembulu darah dan kolesterol.


Ia mengatakan sego kinconya relatif murah dibanding tempat lain. Harganya Rp.13 ribu Satu piringnya takaran nasi sudah cukup mengenyangkan. "...biasanya tambah lagi," terangnya ke pewarta Detik.com. 

 

Puluhan piring habis disuguhkan kepada pembeli perhari, bahkan pembeli datang dari luar Kudus. Stok 20- 30 porsi pasti habis perhari tidak bersisa. Ada mereka yang makan di tempat, atau dibawa ke rumah. Pelanggan dari luar Kudus, meliputi Semarang dan Pati. 

 

Menunya selain sego kinco termasuk sego kepel. Walau memakai jeroan ikan ternyata rasanya tidak pahit, masaknya beda, nikmat sekali.

Awal Pura Group Biografi Jacobus Busono

Biografi Pengusaha Jacobus Busono


jacobusbusono.png

Awal Pura Group tidaklah sementereng gedungnya sekarang.  Biografi Jacobus Busono, usahanya unik dibanding pengusaha lain semua bermula toko percetakan kertas. Perusahaan asli Kudus, Semarang, yang kini megah disejajarkan perusahaan nasional lain.
 
Perusahaan ini tercatat pemenang Anugrah Siddhakretya. Untuk perusahaan atau individu dipandang sebagai sosok invator penemu. Pasalnya, kamu tau perusahaan ini sukses menspesialisasikan diri. Perusahaan ini sebelumnya cuma tiga toko percetakan kecil, kini, telah memiliki teknologinya sendiri.
 

Merintis Bisnis

 
Utamanya yaitu teknologi percetakan anti- pemalsuan. Perusahaan ini juga mampu mencetak surat berharga bahkan uang untuk Bank. Sukses dari Pura Group tak jauh dari sang CEO sekarang, Jacobus Busono.

Melalui bendera PT. Pura Barutama, perusahaan berkantor pusat di Kudus, Jawa Tengah, sukses menjadi pemimpin dibidang percetakan. Pura Barutama dikenal sebagai perusahaan percetakan atau printing, proses lanjut kertas atau converting, kemasan atau packaging, rekayasa atau engineering. 
 
Juga seperti yang dijelas diatas perusahaan punya sistem anti- pemalsuan terpadu. Mereka mampu membuatkan surat berharga atau pun mencetak uang.

Untuk Pura sendiri, penghargaan tersebut bukanlah pertama, prinsip Jacobus bahwa perusahaan harus selau punya inovasi. Bukan sekedar perusahaan trading atau cuma mengurusi jual beli. Presiden 
 
Direktur sekaligus pemilik perusahaan tersebut menjelaskan dirinya lebih senang mengembangkan. "Industrialis itu cenderung care about the game. Sedangkan, trader itu care about money," jelasnya dalam biografi Jacobus Busnono, oleh karena itu segala usahanya bukan sekedar jual- beli.
 
Selain penghargaan diatas yang diberikan langsung oleh Presiden Megawati Sukarnoputri. Di tahun 2013, ia bersama Pura Group menyabet gelar anugrah teknologi bidang Agroindustri dari Menteri Riset dan Teknologi tahun 2001 silam. 
 
Penghargaan tersebut untuk suksesnya menciptakan mesin pengering padi. Ya, perusahaan ini memang perusahaan holding, jadi jangan salah sangka cuma mengurusi percetakan saja loh. Dalam penjelasan sukses Para Group adalah sosok Jacobus sendiri.

Bisnis keluarga


Sukses Para Group adalah Jacobus Busono. Kenapa pernyataan ini ditekankan oleh artikel ini. Memang jika dirunut dari tangan dinginnya lah; perusahaan ini menggurita. Kisahnya dimulai dari sang kakek yang memulai bisnis percetakan terlebih dahulu. 
 
Didirikan oleh pendiri Ong Djing Tjong bernama awal Electriche Drukkery. Didirikan hampir satu abad lalu. Tahun  1908, saat itu, perusahaan ini merupakan satu dari tiga percetakan kecil yang ada di Kudus; selain Hoo Kongso dan Tjung Hwa.

Ketika genap dirinya berumur 16 tahun, Jacobus kecil sudah punya mimpinya sendiri. Remaja penuh warna yang memilih melanjutkan sekolah sampai jenjang tertinggi. Dia melanjutkan sekolah ke Concordance HBS atau Hoogere Burger School setingkat SMU. 
 
Sekolah dikhususkan untuk mereka yang mau melanjutkan ke luar negeri. Bersekolah di HBS dirinya fokus belajar Inggris, Belanda, Jerman, dan Prancis. Usai pendidikan di HBS pergilah ia ke Belanda. Mimpinya ternyata tak jauh di dunia perbisnisan keluarga. 
 
Ia memilih melanjutkan pendidikan di Akademi Percetakan ternama di Belanda. Kemudian meneruskan ke Fach Hochschule (FH) dibidang percetakan dan kertas Jerman. Disela ia mendalami fotografis, litografi, seperasi warna, dan bidang lain. 
 
Passion -nya dan mimpinya memang tentang percetakan. Di Eropa dirinya benar- benar mengikuti nasihat ayahnya. Dia belajar serius dengan penuh semangat ria selalu. Tahun 1970, Jacobus telah kembali ke Indonesia, namun akhirnya sadar akan satu hal: 
 
Ilmu yang dipelajari cuma lah seonggok teori. Tidak berarti apa tanpa ia praktikan langsung. Dia harus memulai dari awal. Mulai dari beradaptasi kembali dengan situasi kerja, cara kerja, sistem, budaya bahkan soal penggajian. 
 
Baginya realitas di lapangan merupakan sejatinya pengetahuan. Inilah yang membangun visi seorang Jacobus lebih jadi tajam. Visi untuk membangun Pura Group sebagai bisnis terdepan. Menjadikan perusahaan ayahnya yang bernama PT. Pura Barutama menjadi percetakan kualitas terbaik. 
 
Dia membangun tradisi perusahaanya sendiri. Yang dalam penjelasannya ada pada nilai inovasi selalu. Dalam perjalanannya, ia tak cuma mau agar Pura Group jadi lebih besar, hasratnya mulai mencangkup cakupan luas. 
 
Dia ingin menyelipkan pesan- pesan kepada dunia bahwa orang Indonesia sejatinya tidak bodoh.

"Bangsa ini memiliki etos yang kondusif bagi pengembangan teknologi, yaitu sikap sepi  ing pamrih rame ing gawe," ungkapnya.

Didukung sikap tepo seliro, santun, dan taat, menjadikan etos kerja jadi lebih efekti. Namun, Jacobus lantas mengingatkan itu tergantung pemimpinnya. Kita membutuhkan pemimpin kuat tegasnya juga. Pura Barutama lantas berkembang dari cuma 35 karyawan jadi 8.500 karyawan. 
 
Dikenal atas kemampuannya dalam proses lanjut kertas, kemasan, rekayasa mesin, dan sistem anti- pemalsuan. Buktinya produk- produknya telah digunakan oleh perusahaan besar seperi Tempo, Sanbe Farma, Sampoerna, Djarum dan lain- lain.

Bisnis Awal Pura Group


Sukses Pura Group punya startegi sendiri. Minimnya publisitas membuat perusahaan terlihat "wah". Padahal sebagai generasi ketigi dirinya sama saja membangun dari nol. Usaha yang dibangun sejak jaman kakeknya tak akan seperti ini tanpa waktu. 
 
Dia sendiri sengaja menutup publisitas diri. Termasuk kinerja perusahaan hingga terkuak lah kesuksesannya (yang besar). Ketertutupan itu sengaja, pasalnya, ia mengikuti sang tokoh panutan di dunia percetakan, Hubert Steinberg serta filosofi diri. Dalam diam mereka menjadi hidden champion. 
 
Akan tetapi, semenjak, perusahaan miliknya sukses menang tender kertas uang untuk BI; beda pula akhirnya. Perusahaan besar tersembunyi ini, dan dirinya yang selalu menghindari publisitas, terkuak karena sukses menyisihkan pabrik kertas dunia di tahun 1999. 
 
Dia lantas jadi incara media masa. Agaknya ketersembunyian tersebut juga punya faktor X  yakni mitor generai ketiga. Di sebutkan bahwa generasi ketiga jadi kehancuran. Ada sejarah perusahaan di negara- negara berkembang. 
 
Bahwa perusahaan kaluarga di negar berkembang, generasi pertama adalah pembangun. Generasi kedua adalah penikmat sementara ketiga, apalagi kalau lah bukan generasi penghancur. Ini tidak berlaku bagi kisah Pura Group. 
 
Sukses Pura Group dihantarkan oleh nya berpegang pada filosofi dan visi- misi kuat. Suksesnya bahkan mampu menjadi percetakan kelas dunia terbesar di Asia Tenggara. Jika visi- misinya menyangkut mengembangkan bisnis keluarga. 
 
Maka falsafahnya adalah agar menjaga diri untuk tidak sombong. Jika tidak sombong maka orang akan menghargai kita. Itulah apa yang tercermin di kehidupan dan cara bisnisnya.

"Sombong itu merugikan diri sendiri dan orang lain. Pinta itu relatif. Pemimpin yang baik itu tidak mungkin sombong, pemimpin tidak boleh sombong dengan bawahannya," jelas Jacobus Busono.

Menjadi sombong berari sulit menerima ucapan orang lain. Padahal mendengar merupakan salah satu cara menentukan keputusan. "Filosofi ini berasal dari proses belajar saya, saya juga pernah sombong, dulu memimpin 200 orang (karyawan) saja setengah mati," ungkapnya lagi. 
 
Filosofi ini dibawanya meski ia lantas dipilih menjadi salah satu anggota resmi Word Entrepreneurship Forum. Jumlah anggota forum pengusaha ini cuma maksimal 70 orang. Bersamanya ada orang lain dari Asia yaitu total 7 orang dari kawasan Asia. 
 
Yaitu dua dari Jepang, satu dari Hong Kong, China, India dan Filipina. Ia menjadi satu- satunya wakil Indonesia kala itu. Ini adalah kebanggaan untuk Indonesia. Pasalnya sistem seleksi keanggotaannya sangatlah ketat dan tidak diperjual belikan. 
 
Semuanya berkat kesukaan atau bahasa jaman sekarang passion. Pengusaha hologram yang pernah merugi 10 tahun ini, menunjukan bentuk nyatanya, dalam kehidupan hari- harinya dilalui dengan mengendarai mobil tua. 
 
"Yang celaka orang tidak punya, tapi sombong," ungkapnya kepada Detik.com. Dia punya mobil Kijang. Baginya yang terpenting nyaman karena ada AC -nya. Dia lantas berseloroh memilih Kijang ber- AC daripada Mercy tanpa AC. Entah apakah ini sebuah bahasa kiasan atau benar.

Menjadi pemegang tampu kepemipinan. Apakah yang pernah dilakukannya disana. Ia sukses mengepakan sayap ke luar negeri. Berbagai ekspor telah dilakukan lebih dari 40 negara di kawasan Asia, Australia, Timur Tengah, Afrika, Eropa, dan Amerika. 
 
Dia bersama Pura Barutama mendapatkan gelar eksportir terbaik di bidang non- migas Primaniyarta dari Menteri Perindustrian dan Perdagangan tahun 2011. Bisnisnya bergeliat menghasilkan omzet Rp.3,5 sampai 4 triliun di tahun 2008 saja.

Bisnis Kue Arisan Bermodal Resep Tradisi Gorontalo

Profil Pengusaha Mona Melani Djamal

 
kuearisan.png

Pengusaha ini bisnis kue arisan bermodal resep tradisi Gorontalo. Kalau mau berbisnis kue mungkin kamu bisa kembali jadul. Pikirkan makanan apa berasal dari kampung halaman kamu. Temukan yang layak dijadikan usaha sekarang.
 
 
Pelajari kisah ibu rumah tangga berikut. Ibu berhijab bernama Mona Melani Djamal, mengusung kue tradisi guna mempertahankan budaya lokal. Selain tentu Mona gunakan mereguk rejeki. Sukses Mona kini sukses berjualan kue khas Gorontalo.
 

Bisnis Kue Arisan


Dia cuma bermodal Rp.500.000 awalnya. Masa hari raya lebaran menjadi andalannya seperti ibu- ibu lain yang memulai berbisnis sendiri. Asli Gorontalo tapi sudah lama menetap di Jakarta, modalnya adalah resep tradisional asli. 
 
Di Jakarta, dimulai lah berbisnis kue Gorontalo, khususnya jenis kue peranu. Yakni kue khas yang digemari oleh masyarakat- masyarakat Sulawesi Tengah.

"Meski saya sudah di Jakarta, saya ingin membuat kue khas Gorontalo, biar kue Gorontalo gak hilang," kata Ibu Mona.

Kue perau atau kue perahu berbahan utama gula merah, santan, irisan kelapa, dan ditempatnya di wadah berupa daun pandan. Meski terlihat jajanan sederhana, ternyata rasanya maknyus, dan itu semua berkat satu kata yaitu ketekunan. 
 
Dalam pembuatan kue Mona harus menunggui kue tersebut sendiri. Dari proses pewadahan saja harus dipegangnya sendiri. Soal bahan baku santan kelapa sampai gula merah untungnya masih bisa ditemui di mana saja.

Ibu Mona memasarkan kue pertama- tama ke tetangga sekitar. Melalui acara arisan  kue- kue -nya mulai diperkenalkan. Sukses memperkenalkan kue ke tetangga. Dia lantas melanjut ke pasaran bahkan sampai ke luar kota. 
 
Mula- mulanya dari arisan ke arisan, karena cuma dia yang bisa membuatnya, jadilah banyak daang pesanan- pesanan khusus. Bahkan, ia menjelaskan dia bisa menjual sampai ke Gorontalo sendiri, ke tempat kuenya berasal.

Mungkin karena rasanya lebih enak pikir penulis dari kue aslinya. Untuk membuat 50 kue perahu dibutuhkan biaya cuma 50 ribu. Harga perpotong cuma 2.500 saja. Sekelas kue "kampung" ada beberapa orang yang masih mencibir kue buatannya itu kemahalan. 
 
Tapi Ibu Mona tetap cuek saja. Mereka adalah orang yang tak mengerti kesabaran yang harus dibayar dirinya membuat kue tersebut. "Kadang- kadang orang bilang mahal, tapi terserah deh orang bilang apa. Ini mahal jasanya," terang Mona.

Dia mengaku bahwa setiap bulan bisa menghasilkan Rp.3 juta. Pembelian pun cuma memenuhi kebutuhan pesanan saja. Selain memproduksi kue perahu ada pula kue- kue Gorontalo lain, seperti kue Sirikaya Bakar, Cara Isi, Wapili. 
 
Mona juga melayani pesanan kue sus dan puding. Buat kamu yang mungkin berminta untuk memesan silahkan kunjungi alamatnya di Jalan Dokter Saharjo, Sawo III No.8 Rt 10/09, Jakarta Selatan.

Sukses Jualan Sate Petir Pak Nano Pengusaha Sutiarno

Profil Pengusaha Sutiarno

 

satepetir.png
 

Pengusaha Sutiarno menyuguhkan sate bagi pecinta pedas. Sukses jualan sate petir Pak Nano berkat rasa pedanya menggelegar. Sutiarno sempat berjualan sandal dan kerajinan . Dirinya telah lama berjualan di kawasan ramai wisatawan Malioboro, Yogyakarta.


Dia sudah berjualan semenjak muda. Namun hasilnya nihil tetap hidup kekurangan. Padahal dia punya anak dan istri yang perlu dinafkahi. Suatu hari dia mengingat resep masakan tongseng dan sate yang pernah digeluti kakek dan ayahnya dulu.

 

Pengusaha Sate


Mereka merupakan penjual sate dan tongseng. Sutiarno lantas berpikir kenapa tidak menjadi penjual sate. Dia memulai usaha di tahun 1984. "Modalnya Rp.500.000 pinjam dari tetangga, pinjam sana sini. Saya punya mimpi, anak saya semua harus sarjana," ia menjelaskan.


"Intinya sabar, kalau dikasih cobaan sama Tuhan, sabar," ucap pengusaha ini. Pak Nano butuh waktu puluhan tahun sampai melegenda. Nano sukses membuat anak- anaknya sarjana. Berawal gerobak pikulan tanpa lelah dia berkeliling.


Kini ia berjualan di warung permanen di Jalan Ring Rod Selatan 09, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Dari pejabat sampai selebriti sudah menikmati sate petir. Mereka datang ke rumah Nano demi menikmati sensasi pedas unik.


Pak Nano pun menawarkan konsep level sekolah tentang pedasnya. Mulai dari PAUD buat sate yang tidak pedas atau tak pakai cabai sama sekali. Kemudian berkembang menjadi level SD, SMP, SMA, dan yang paling tertinggi level Profesor atau level 50.


"Itu awalnya dari saya, saya bercanda kalau tamu minta tak pedas berari PAUD. Begitu seterusnya, sampai yang paling pedas saya sebut profesor," ia menjalaskan kepada Kompas.com


Menurut Marmi, istri Nano, kalakar suaminya selalu bikin betah dan pelanggan kembali lagi. "Kasihan tamu- tamu, apalagi yang dari luar kota kalau penjualnya hanya diam dan cemberut," ujar Marmi. Ia dan suaminya merasa telah puas menjadi pengusaha sate.


Mereka memegang prinsip Jawa "Tak Ngoyo". Dalam berbisnis mereka gampang, kwaktu anak- anak kuliah, dirasa kurang laku tinggal tambah daging. Tidak takut rugi. Kini mereka tinggal menikmati bulan madunya. Tinggal duduk manis, kipas- kipas, baunya sate sudah datangkan pelanggan.

Steak Bandeng Sidoarjo Inovasi Wirausaha

Profil Pengusaha Muhammad Ali

 

steakbandeng.png
 

Inovasi wirausaha berikut mungkin dapat kamu kembangkan. Steak bandeng Sidoarjo tidak kalah enak dibanding bandeng asap. Beragam olahan terus dikembangkan mensuport Sidoarjo. Bagaimana membuat kota tersebut menjadi salah satu destinasi wisata kuliner.


Ratusan hektar tambak bandeng di Kabupaten Sidoarjo dari Utara, sampai perbatasan Kota Surabaya, sampai selatan Kabupaten Pasuruan. Ikan bandeng memang khasnya Sidoarjo. Diolah menjadi aneka makanan dan olahan seperti otak- otak bandeng, kerupuk, bandeng asap, bandeng bakar, dan lain- lain.


Untung Steak Bandeng


Rasa gurih ikan bandeng enak dijadikan lauk. Kamu bisa makan siang hari atau malam hari siap. Sudah jadi kewajarah daerah Sidoarjo berjejer rumah makan bandeng. Mereka utamanya menawarkan bandeng dibakar. Namun satu tempat menawarkan berbeda tidak dibakar maupun digoreng.


Mereka menawarkan bandeng disteak. Usaha bernama Rumah Makan Asap- Asap. Pemiliknya adalah Muhammad Ali (39), pemilik rumah makan yang menawarkan ide masakan steak bandeng. Beda dari usaha lainnya sejenis dia memanfaatkan bandeng yang berlimpah ruah.


Monton kalau cuma dimasak begitu- begitu saja. Pak Ali menciptakan varian olahan bandeng. "Sudah bosa dengan digoreng atau dibakar maka saya buat steak," terang Ali kepada Detik.com. Ikan yang dipilih ukuran 200- 300 gram. Ikan dipasok dari Kalanganyar Sedati yang dikirim sudah tanpa duri.


Bumbunya gampang tinggal ikan direndam air campuran kunyit, bawang putih, kemiri dan bawang. Ia tidak lupa jeruk nipis untuk mengurangi aroma ikan. Goreng setengah matang. Taruh di atas hotplate hingga matang, disajikan layaknya beefsteak.


Satu ekor bandeng dibelah membujur tanpa duri. Diatasnya ditaruh setup wortel, jagung manis, dan buncis. Saus kental kecoklatan seperti beefsteak disajikan wadah terpisah. Empuk gurihnya ikan sudah terasa dalam gigitan pertama. Bagian luarnya sedikit gosong kering dan renyah terasa.


Dicelupkan saus steak kok makin enak dirasakan. Tidak kalah dibandingkan steak daging. Sausnya bile dicermati ternyat berbeda, rasanya gurih, manis, dan pedas beda. Pak Ali menjelaskan perbedaan dari sausnya. Itu merupakan perpaduan tiga saus, yakni saus barbeque, saus jamur dan saus panggang.


Animo masyarakat Sidoarjo ternyata lumayan besar. Pengusaha Ali mampu menjual antara 25- 35 porsi saban hari. Inovasi wirausaha ini laris sampai omzetnya banyak. Kalau orang datang pasti mau memesan ini dulu selain menu lainnya. Untung dia dapatkan perhari mencapai 5- 6 juta perhari.

Pemilik Bengkel Mr. Montir Kisah Pengusaha

Profil Pengusaha Davy Makimian

 
pemilikbengkel.png
 
Kisah pengusaha berikut spesialis berbisnis bengkel. Dia adalah pemilik bengke Mr. Montir. Namanya 
Davy Makimian, dan bisa dibilang merupakan jagonya montir. Ia adalah sosok dibalik bisnis PT. Techo Motor Indonesia. 
 
Tak banyak penulis bisa telusuri karirnya diliteratur online. Namun dia lah orang dibalik melajunya bisnis waralaba montir, Mr. Montir. Mengikuti tren berbisnis dengan cara diwaralabakan. Mr. Montir mempekerjakan orang dan mencetak montir- montir handal bersama Kementerian Tenaga Kerja.
 

Pengusaha Muda


Kenapa diwaralabakan? Alasannya, ialah Davy melihat bahwa pasar sepeda motor begitu besar di Indonesia ini. Sudah tujuha tahun berdiri, Mr. Montir didirikan pada November 2009, dan sudah ada 40 juta pengedara sepeda motor telah masuk. "Ini pangsa pasarnya menggiurkan," jelasnya. 
 
Dibawah bendera Capitol Group yang berpusat di Amerika, tapi tak akan seperti ini tanpa Davy Makimian. Uniknya Mr. Montir menyasar pasar kelas menengah bawah. Ide bisnisnya bengkel motor modern, yang masih bisa dijangkau oleh para pemilik kendaraan. 
 
Menggunakan sistem waralaba mampu maraup ceruk pasar yang luas. Dalam hitungannya adalah sekali servis dan ganti oli cuma Rp.60.000- 70.000, dimana itu dihitung untuk 30 juta sepeda motor, hasilnya bisa omzet Rp.1,8 triliun sampai Rp.2,1 triliun. Mr. Montir sendiri baru memiliki 7 gerai resemi seperti dikutip oleh Kontan. 
 
Dari ketujuhnya baru satu dimiliki oleh pewaralaba, jadi ini kesempatan buat kamu. Ketangguhan Davy mampu merangkul berbagai perusahaan besar. Sebut saja Pertaminan dan Shell yang mau bekerja bersama Mr. Montir dalam perjalannya. 
 
Melalui cara inilah ia bisa menawarkan segela produk pendukung motor kita semurah mungkin. Bahkan Mr. Montir mampu menjadi pemasok bengkel kecil di sekitarnya. Adapun selain servis atau ganti oli, dia menawarkan suku cadang, modifikasi, aksesoris, cuci dan salon.

Gerai- gerainya tersebar di Tangerang, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Bogor. Dalam sebuah ekspo waralaba pada tahun 2010, Mr. Montir mampu meraup pewaralaba baru dengan sangat sukses. Bahkan mampu melampaui prediksi pria yang juga pemilik situs PegiPegi.com. 
 
Bahkan sudah menembus angka 400 gerai satu kali ekspo disaat itu. Kemudian setelah masuk aplikasi pihak Mr. Montir akan melakukan survei. Selepas itu para pewaralaba cukup mengkordinir atau mengatur jalannya bengkel motor kelas bengkel resmi. 
 
Pasalnya kamu tak perlu repot berpikir beli kemana oli dan lain- lain.  Mudahnya ini akan seperti waralaba Indomart atau Alfamart, menurut penulis. Tapi jika dihitung- hitung biaya waralabanya terhitung cukup mahal. 
 
Yakni bernilai Rp.199 juta, dimana kamu akan mendapatkan seragam, brand, lima bikelift, toolbox dan pegawai siap kerja. Investasi itu sudah termasuk furnitur, komputer, training selama dua minggu, dan juga pajak reklame. 
 
"Tapi, itu di luar biaya lokasi," ujarnya. Untuk lahan yang kamu sediakan yakni minimal ruko 4,5 meter X 15 meter atau lahan 80 m.

Bisnis travel


Beda di Techo Motor Indonesia, sosok Davy adalah baru dalam berbisnis travel, melalui situs PegiPegi.com mencoba sesuatu yang baru. Presiden Direktur perusahaan travel yang mencoba ceruk baru di Indonesia. 
 
Ini adalah perusahaan kerja sama dengan perusahaan asal Jepang. Adalah Recruit Co. Ltd, yang juga pemilik situs Jalan.net. Meski untuk Indonesia bisa dibilang tak cepat. Situs asal Jepang tersebut terbukti sukses meski bekerja keras.

Jalan.net sendiri paling banter menghasilan 100 pemesanan. Tapi berjalannya waktu serta masyarakat yang melek Internet, akhirnya, situs satu ini sukses merebut 80.000 sampai 100.000 pesanan. Itu setellah 12 tahun melalang buana, jika sekarang? 
 
Pastilah PegiPegi.com akan lebih sukses begitu kirannya apa yang dilihat oleh Davy. Pria kelahiran 23 Januari 1974 ini optimis akan pertumbuhan jasa travel. Situs booking hotel online ini didukung oleh teknologi asal Jepang.

Pengusaha situs layanan reservasi hotel masih mayakini akan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. "Industri kreatif terkena cipratan order, karena traveling sudah menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia," jelasnya ke Marketplus.co.id. 
 
Pengusaha muda bergelar Master di International Marketing dan International Bond dari University Australia lantas menjelaskan pentingnya promo. Yakni promo booking berupa booking point melalui situs miliknya PegiPegi.com. Inilah kelebihan situs travel online dibanding promosi standar.

Bahkan pihaknya menawarkan call canter 24 jam. Pemerintah sendiri tengah melirik prospek wisata lokalnya selain Bali tentunya. Inilah kesempatan berjalannya waktu dengan biaya lebih kecil, situs layanan booking online akan cepat tumbuh, sejalan pertumbuhan infrastruktur dan lain- lain. 
 
Bahkan menurut pengusaha yang sudah lama malang melintang ini: kelebihan bisnis travel adalah tidak akan ada matinya, meski masa sulit, orang butuh jalan- jalan kan.

Pengusaha Arie Mone Bisnis Aneka Waralaba

Profil Pengusaha Arie Mone


anekawaralaba.png
 
Bisnis aneka waralaba membuktikan wirausaha mudah. Pengusaha Arie Mone menjalankan apa yang diamati. Dia terpikirkan mengkapitalisasi waralaba. Arie tidak mengkapitalisasi satu melainkan sistem itu sendiri. Arie kemudian memperkenalkan usahanya dibawah bendera PT. Usaha Anak Bangsa.
 
 
Nah, inilah yang dilakukan oleh sosok Arie Mone, anak muda yang kami perkenalkan sebagai pendiri PT. Usaha Anak Bangsa. Usahanya? Seperti yang kami jelaskan sebelumnya adalah aktif menciptakan aneka waralaba unik. Nampaknya begini cukuplah berhasil berjalan.

Sistem Anaka Waralaba


Fokus bisnis Arie adalah aneka waralaba mudah, murah, dan meriah. Difokuskan pada usaha- usaha unik yang pasti diminati. Salah satunya, ialah produk yang baru- baru diluncurkan yakni Jagung Bakar Kaca. Yakni jagung bakar utuh berbonggol yang dibakar diatas kaca. 
 
Konsep pembakaran sendiri tanpa ada asap ataupun arang. Dari jagung bakar keju susu, keju pedas, adapula pedas barbeque dan rasa pizza. Dalam penjelasannya omzet bisnis ini bisa mencapai Rp.8.750.000.

Bisnis waralaba yang menggeliat membuatnya tertarik mengeksplornya. Usaha Model Franchise memang sedang naik daun. Kalau pilihan antara buka usaha sendiri atau gabung franchise, ya, paling enak ikut sistem ini karena tak perlu repot akan bahan baku, resep enak, atau cara penyajian. 
 
Tinggal bayar dan buka saja dan jaminannya brand itu sendiri. Arie menawarkan total sembilan jenis waralaba.

"Kami franchise bidang kuliner, tepatnya makanan dan minuman. Total brand kami ada sembilan produk usaha," jelasnya kepada SWA.co.id.

Unik- memang unik usaha pengusaha muda yang satu ini. Dibawah bendera Usaha Anak Bangsa: kamu bisa jadi pewaralaba D'Star Crepes, Jagung Cup Manise, Jagung Bakar Kaca, Mie Ayam Juragan, Bakso Solo Mas Edi, Orange Juice, Bubble Pink, dan Es Cendol 99. 
 
"Jadi cukup banyak variannya," imbuhnya.

Punya visi menyuguhkan aneka waralaba terbaik di dunia. Didirikan pada 2007, ia optimis mampu menyaingi bisnis- bisnis waralaba internasional. Ekonomi kerakyatan juga menjadi dasar bisnisnya. 
 
Untuk mensuport aneka warlaba dijelaskan oleh Arie bahwa usaha miliknya berstandarisasi ISO 9001:2008. Konsumen yang disasar adalah kelas menengah- kebawah. Sasarannya anak- anak sampai mahasiswa yang hobi jajan- jajan manja.


Punya harag murah tapi bukan dikonsep jadi murahan. Pengusaha Arie Mone menyebutkan jika kita gabung rata- rata usaha yang diwaralabakan akan bali satu setengah tahun. Ia menjelaskan sudah ada 300 gerai dibawah bendera brand perusahaanya. 
 
Ratusan gerai tersebar dari Sabang sampai Merauke. Pulau Jawa jadi yang terbanyak gerainya. Target selanjutnya adalah 500 gerai terangnya percaya diri.

Ketika ditanya tentang kesulitan membangun usaha sendiri. Ia percaya diri bahwa tidak ada kesulitan karena semuanya cuma mengalir saja. Masalah SDM jadi masalah klasik yang dikeluhkan oleh pengusaha muda yang satu ini. 
 
Akan tetapi semakin dijalankan, semakin menarik dan menantang untuk dijalankan oleh nya. Merintis usaha sendiri, awalnya, dia merogoh kocek sendiri yakni 4 juta rupiah.

Memang hobi makan cemilan yang mendasarinya membuka bisnis. Dikisahkan pada 2009 usahanya mulai berkembang lewat brand utama Rumah Jajan. Bisnis pertamanya jajanan bernama D'Crepes, yang kemudian ada lagi lainnya, masih dalam satu naungan yang sama yakni Rumah Jajan. 
 
Inilah bekal berdirinya usaha PT. Usaha Anak Bangsa. Arie juga selalu berinovasi dengan aneka kemitraan tambahan selain dari produk- produk utama diatas; ada cireng, teh, dan siomay.

Untuk waralaba berkonsep Rumah Jajan ada 12 jenis jajanan yang disuguhkan. Lebih banyak dari cuma ambil waralaba lain dari Usaha Anak Bangsa. Soal angka Arie menawarkan kisaran dua juta kebawah. Itu sudah termasuk aneka fasilitas lainnya. 
 
Bahkan ia rela menambahkan layanan berganda. Seperti halnya ia bisa ikut membantukan mendapat modal, konsultasi dan edukasi produknya. Menurut pakar Warlaba, yang dikutip dari Kontan, kamu perlu perhitungan:

"Calon mitra sebaiknya benar- benar memahami karakteristik pasar dan hitung bisnis hingga balik modal," terangnya.

Alamat

PT Usaha Anak Bangsa

Ruko Harapan Indah Blok FA No 7, Bekasi, Jawa Barat

Nomor telp: 021-26830000

Twitter: @UsahaAnakBangsa
            @ArieMone

Rahasia Bisnis Ibu Rumah Tangga Daun Singkong

Profil Pengusaha Atdje Herawati

 

rahasiabisnis.png
 

Daun singkong merupakan rahasia bisnis ibu rumah tangga ini. Namanya Atdje Herawati, menemukan daun singkong memiliki nilai jual tinggi. Dia merubah daun singkong menjadi makanan. Usaha camilan buatanya bernama dendeng daun singkong. 

 

Ketika ditemui di rumahnya, Perumahan Kraton Indah blok C-9 Kota Pasuruan, menceritakan awal mula usahanya daun singkong ini. Ide bermula kegemaran dia memasak. Terutama dia membuat aneka produk keripik. 

 

Bisnis Ibu Rumah Tangga

 

"Awalnya memang saya suka bikin kripik buah- buahan," jelasnya kepada pewarta Kompas.com

 

Atdje menceritakan suatu hari dia tengah menonton televisi. Melihat acara masak- memasak kesukaan ditayangkan.  Dia melihat chef televisi tengah mengolah daun singkong. Tetapi mengecewakan, biasa aja, pasalnya dia memasak daun singkong disayur biasa.


Dimasak umumnya hingga membosankan dilihat. "Saya melihat acara masak- masak di tv, dan melihat daun singkong hanya dimasak seperti itu- itu," cetusnya. Kemudian dia ingin mencoba memasak suatu berbeda. Ia mau mengolah daun singkong dimasak menjadi bentuk lain.


Kemudia dia membuat dendeng daun singkong. Pertama kali, dia menjajakan makanan tersebut ke para biksu Yayasan Budha dekat rumahnya. Ternyata mereka menyukai dendeng buatannya. Mendapatkan pujian membuat Atdje makin bersemangat.


Bermula Yayasa Budha memesan makanan kepada Atdje. Mereka butuh makanan vegetarian, bisanya dari tempe atau tahu tetapi sekarang beda. Atdje lantas diminta membuat sesuatu berbeda. Kebetulan Atdje tengah mempromosikan dendeng daun singkong. 

 

Ternyata mereka suka dan menggemari dendeng begini. Pesanan makin bertambah terutama berasal dari tetangga dekat rumah. Dia memberinya nama dendeng daun singkong. Bentuk benar menyerupai dendeng daging. Bumbu digunakan sama persis seperti dia membuat dendeng sapi.


Cara pembuatanya cukup mudah. Pertama, Atdje merebus daun singkong, kemudian diiris halus, lalu dikasih bumbu seperti dendeng daging, serta dicampur tepung tapioka dan telur. Setelah adonannya tercampur dilanjut direbus, ditipiskan, dan dijemur dibawah sinar matahari.


Setelah itu, dendeng daun singkong digoreng sampai mengering. Daun singkong 1 kg dapat diolah jadi dendeng seberat 700 gram. Dendeng singkong buatanya sudah  2 tahun dipasarkan di Pasuruan, hingga keluar Pasuruan, seperti Jakarta dan Lampung.


Ditanya berapa omzetnya ia enggan menyebutkan. Untuk sekarang dia mengantongi pendapatan Rp.2 juta perbulan. Ia lantas mencoba varian baru memakai cumi. Kemudian dia menambah varia pedas dan gurih sebagai original. Tiga tahun Atdje menjadi pengusaha sampai mendapat perhatian orang.


Rahasia bisnis ibu rumah tangga ini tertarik dipelajari sampai Australia. Dia diundang dalam rangka presentasi dari otoritas ketahanan pangan dunia. Selain dia membuat dendeng daun singkong, ternyata dia juga membuat nuget daun bakau.



Usaha Pengawetan Serangga Pengusaha Ribuan Dollar

 Profil Pengusaha Chatim Magfur


pengawetanserangga.png
 
Usaha pengawetan serangga bermula krisis moneter 1998. Bagi pengusaha ini hasilkan ribuan dollar tampak mimpi. Di masa tersebut ekonomi Indonesia hancur- hancuran. Beberapa pengusaha bertahan banyak gulung tikar. Tetapi pemuda ini malah menemukan peluang usaha luar biasa.
 
Dia salah satu pengusaha sukses berkat krisi. Dia bertahan terpaan badai krisis ekonomi, adalah dia Muchamad Chatim Magfur, seorang pengusaha muda agrari. Krisi moneter 98 tersebut mendorong dirinya berbisnis sendiri. Chatim awalnya sukses membangun penangkaran serangga. 
 

Usaha Pengawaten Serangga

 
Aneka kupu- kupu dan kumbang sukses ditangkarnya. Kemudian itu semua akan dijualnya hingga ke luar negeri, khususnya negara Jepang, Taiwan, dan Korea. Berjalan waktu usahanya merambah aneka produksi suvenir. Jenisnya bermacam- macam tak terbatas pada kupu- kupu awetan. 
 
Tak sebatas pada produk hiasan pigura berisi kumbang atau kupu- kupu. Satu fakta mengejutkan bahwasanya Indonesia sudah lama pada bisnis ini. Menurut sumber Kontan, disebut, sebagai negara dengan kekayaan sumber hayati serta alamnya ramah serangga. 
 
Indonesia tercatat menjadi salah satu sumber impor aneka jenis kupu- kupu dan serangga hidup. Akan tetapi, dalam perjalan, Chatim memilih aktif mengirim serangga berbentuk suvenir sendiri. 

"Awalnya dulu saya hanya main di serangga hidup untuk diekspor ke Jepang, banyak serangga yang mati, akhirnya kita buat suvenir," ujarnya kepada Detik.com. Sejak krisis moneter '98 itulah dirinya mulai aktif menjual aneka suvenir serangga awetan.

Dia menuturkan buat kamu yang mau berbisnis serangga. Kamu butuh surat ijin terlebih dahulu dari pihak terkait yakni Kementrian Kehutanan di bidang konservasi. 
 
Tujuannya agar produk  buatan kamu adalah serangga tangkaran dan yang dijual, meski jenis kupu- kupu atau serangga dilindungi, tapi merupakan hasil penangkaran. Berbeda binatang dilindungi lain khusus buat jenis serangga ada kemudanan dan pengecualian. 
 
Bisnis serangga awetan memudahan dibidang legalitas. Ingat, semua harus dari hasil penangkaran jika serangga dilindungi, tegasnya. Soal pasokan serangga dirinya mendapatkan dari sebuah penangkaran. Yakni sebuah penangkaran sendiri dari penangkaran kupu- kupu di Maros Sulawesi Selatan. 
 
Chatim mengaku kini dirinya fokus pada ekspor suvenir serangga daripada serangga hidup- hidup. Produknya setidaknya ada 16 macam, yang terdiri dari aneka serangga, seperti kupu- kupu, kumbang tanduk, capung, belalang, kalajengking dan lain- lain. 
 
Usaha pembuatan suvenir itu mampu meningkatkan pendapatannya 5x lipat. Melalui bendera usaha bernama Dahlia Insect Souvenir, yang bertempat di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, masih menatap berkahnya berbisnis serangga. 
 
Memulai bisnis sejak tahun '98 fokus usaha sebelumnya adalah menyediakan serangga untuk negara khawasan Asia Timur, khususnya dua negara besar seperti Jepang dan Korea. Meski sukses adapula kalanya usaha milik Chatim itu dilanda kesukaran. Contohnya ketika terjadi musibah Tsunami Aceh.

Dia melanjutkan kala itu, pada bulan Maret itu, ekspornya ke Negara Matahari Terbit harus rela turun drastis ke 25%. Untuk sementara satu- satunya pasar yang belum tembus adalah China. Harga serangga pigura dijual berkisar Rp.15.000 sampai Rp.3 juta. 
 
Menurutnya bulan Februari dan Juli merupakan masanya bagi Dahlia Insect mereguk panen. Di sisi lain, negara kawasan Asia Timur tengah musim panas. Pada masa itu banyak orang tengah berlibur dan tertarik membeli suvenirnya; klop!

Pengusaha Ribuan Dollar

 
Dalam sebulan Chatim telah mampu mengirim hingga 4 kali yang berbobot sampai 400 kg. Omzetnya pada bulan- bulan Februari sampai bulan Juli dijelaskannya bisa mencapai angka 500 juta. Sementara pada bulan lainnya rata- rata omzetnya mencapai Rp.70 juta sampai Rp.80 juta saja. 
 
Dirinya sendiri tak bekerja sendiri. Dibantu oleh kelompok penangkar kupu- kupu yang tersebar di seluru Indonesia; ia mampu memenuhi permintaan. Para penangkar itu tersebar di Jawa Barat, Bengkulu, dan Sulawesi Selatan. 
 
Jenis kupu- kupu yang digemari sebagai souvenir adalah jenis swallowtail (Papilio Ulyses). Kupu- kupu itu banyak ditemui di kawasan Indonesia Timur. Banyaknya penangkar dan jumlah kupu- kupu yang sukses ditangkar membuatnya optimis bisnisnya akan berjalan lama.
 
Menurutnya, menariknya bisnis suvenir serangga ada pada produknya. Selain itu juga belum banyak yang ikut bermain, sehingga pasarnya masih luas. "Memang kalau kita tak ngerti kita tak bisa jualan," jelasnya. Tapi semuanya bisa dipejari. 
 
Memang itu juga berari kamu harus paham cabang keilmuannya. Utamanya yaitu tentang spesies serangga yang banya orang tidak tahu. Soal harga bisa berbeda jika produnya adalah kupu- kupu langka. Bisa saja dihargai mencapai ratusan juta rupiah. Chatim sendiri tetap menganut asas legalitas. Ia tak tergiur berbisnis kupu- kupu langka tanpa berasal dari penangkaran. 
 
Untuk pasar Eropa bahkan orang meminta sertifikat untuk kupu- kupunya. Ini dijelaskan olehnya menyangkut perjanjian internasional soal spesies serangga dilindungi. Meski sukses keluhan utama baginya adalah kurangnya pasar dalam negeri.

Khusus untuk orang- orang Jepang menurutnya kekuatan mereka adalah tradisi. Mereka hobi mengoleksi aneka kupu- kupu diawetkan. Beda dengan orang Indonesia tidak ada tradisi semacam itu. Dia bersama 12 karyawan biasanya panen pesanan ketika memasuki bulan Mei- Juli. 
 
Dia menyebut usahanya memang ada tergantung permintaan pasar. Untuk memproduksi kunci berhias serangga diproduksi sampai 1000- 2000 unit per- bulan. Dia mengingatkan bahwa permintaan ekspor itu tidak tetap.

Jika ada maka bisa sampai ratusan buah bisa diekspor. Disisi lain, ia fokus pada pengembangan usaha untuk suvenir gantungan kunci. Bisnis satu ini bisa dibilang stabil dibanding luar negeri. Tentu hasilnya untuk pasaran lokal tak se- wah permintaan pasar luar negeri.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba