Keluar Perusahaan Pengusaha Jualan Aneka Jamur

Profil Pengusaha Azis Satria Putra

 
jualananekajamur.png
 
Pengusaha jualan aneka jamur bernama Azis Satria Putra. Keluar perusahaan dia memilih mengejar kewirausahaan. Ia pernah bekerja sebagai marketing di PT Telkomsel. Jiwa wirausaha Azis selalu membuatnya tidak puas. 
 
Pengusaha muda lulusan Universitas Mataram jurusan Agribisnis ini, yang kini memilih menekuni 'hobi' -nya. Sebelum dia akhirnya bekerja menjadi marketing. Dulu hobi sekarang dia kembangkan menjadi bisnis serus.
 
Usaha jamur ditekuninya kembali semenjak pertengahan 2013. Nyatanya, membawa keberuntungan baginya, sampai- sampai dirinya bisa mendapatkan aneka penghargaan.
 

Rahasia Usaha


Kemampuan budidaya jamur didukung oleh latar pendidikannya. Dimulai sejak satu tahun delapan bulan yang lalu. Aziz memanfaatkan media tanam backlog. Tidak cuma menjual jamurnya saja. Usaha bernama Jamur Lombok ini juga menjual bibit. 
 
Dari menjual bibit F1 dan F2, menjual media tanam, mengirimkan jamur- jamur siap olahnya ke retail- retail ternama. Tidak cuma berhenti disitu usahanya juga termasuk aktif mengolah sendiri jamurnya.

Lengkap dari membudidaya dan mengolah, dari usaha hulu sampai hilir dilakukan oleh pemuda kelahiran 2 November 1991 ini. Ia mengaku mampu menghasilkan omzet Rp.40 juta per- bulan.

"Omzet sampai Rp.40 juta per- bulan, saya biasa ambil untung 50 persen," ujarnya kepada Okezone.

Untuk target pasaran Aziz punya dua pasar besar. Ada dua yaitu Sumbawa sendiri tempatnya tinggal dan dikawasan Lombok. Untuk retailnya ia juga siap masuk ke pasar- pasar swalayan besar. Perlu kamu tau bahwasanya Jamur Lombok berdiri di Lombok. 
 
Namun, karena si empunya asli Sumbawa, jadilah jamur- jamur itu juga dikirimnya ke Sumbawa. Melalui Lombok jamur sudahlah siap olah tinggal dikirim saja ke Sumbawa.

Aziz menceritakan untuk pengiriman. Dari Lombok, jamur akan dikirim di malam hari, dimana paginya akan didisribusikan dan habis.

Untuk produk olahan jamur disebutnya ada aneka macam. Jamur Lombok mengolah jamur jadi soto jamur yang dijual Rp.5.000 sampai Rp.10.000, jamur saus tiram dijual Rp.5.000 sampai Rp.10.000, risoles jamur akan dijual Rp.8.000 per- satu paket. 
 
Kemudian ada pula bakso jamur yang dihargai Rp.6000, sate jamur dan bolu jamur dihargai Rp.8.000. Bagaimana dengan jamur krispi? Aziz mengolahnya juga, namun, untuk rasanya hanya terbatas pada rasa khas NTB, yakni peda.

Bicara tentang perluasan pasar, Jamur Lombok sekarang sudah bisa memenuhi pasar NTB jelasnya.

"Saya kirim hanya di NTB saja, NTB ada dua pulau, saya di Lombok jual ke Sumbawa," tutupnya.

Jualan Nasi Kuning Berapa Omzet Pengusaha ini

Profil Pengusaha Sukses Usup


jualannasi.png
 

Bila jualan nasi kuning berapa omzet pengusaha ini. Dia merupakan korban PHK. Kini ia berjualan nasi kuning khas Banjarmasin, yang omzetnya Rp.17 juta. Menjadi korban PHK berarti kehilangan sumber penghasilan. Dia juga kesusahan mencari pekerjaan.


Tetapi ia memilih wirausaha merupakan pilihan tepat. Pria ini bernama Usup. Ketika tengah ditemui oleh Andromeda Mercury pembawa acara Liputan6, lewat kanal Youtube. Usup menjelaskan dulu bekerja di salah satu perusahaan swasta Jakarta.


Dia lalu menganggur cukup lama. Kemudian dia mencoba berbisnis nasi kuning khas Banjarmasin. Usup berjualan dulu memakai gerobak. Modal awal Rp.3 jutaan sudah termasuk gerobak. Uang modal tersebut habis buat membeli gerobak Rp.3 jutaan. 

 

"...terus kalau bahan masakannya paling cuma Rp.500 ribu gitu," ia lanjutkan. Nasi kuning khas ini dijajakan memakai daun pisang. Lauknya macam- macam ada ayam, daging, sambal, dan taburan bawang goreng.


Harga nasinya dibandrol mulai dari Rp.25 ribu- Rp.14 ribu. Nasi Kuning Amang Usup begitu namanya dulu berjualan Jakarta. Dia berjualan mulai dari Kalibata, Stasiun Juanda, dan kini ada di Bogor. Di sini, dia berjualan di depan Ruko Pegadaian, Jalan Bukit Cimanggu City Raya.


Dulu dia berjualan menggunakan gerobak sekarang memakai mobil. Pengusaha Usup berjualan pakai mobil sedan kecil. Perhari dia mampu menghabiskan sekitar 10- 20 liter beras untuk 120 bungkus nasi kuning. Dia ditanya omzet, perakhir pekan dia mengantongi Rp.1,5 juta perhari.


Usup pun membeberkan sebulan menghasilkan Rp.17 jutaan. Pelanggan setia mengatakan kalau nasi kuningnya beda, lebih dan gak mudah basi.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba