Bisnis Direktur PT Maicih Fajar Guntara Affandi

Profil Pengusaha Fajar Guntara Affandi 

 

bisnisdirektur.png
 
 
Yuk ngebahas bisnis Direktur PT. Maicih Fajar Guntara Affandi. Maicih di sekitar 2010 -an, buat kamu yang berasal dari Bandung, pastilah sudah mulai mendengar bisnis keripik pedas "booming" ini. Kisah keripik Maicih memang pedas sepedas rasanya sudah pernah kita bahas.
 
Suksesnya begitu meledak sehingga kita bisa memetik ceritanya. Untuk dikenal, menginspirasi, dan mengilhami, banyak pengusaha muda untuk berbisnis sendiri. Berbagai penghargaan diterima oleh pendirinya, Reza "Axl" Nurilham, melalui PT. Maicih Inti Sinergi yang kemudian sukses berekpansi. 
 

Jalan Pengusaha


Tak hanya berbisnis makanan riangan, tercatat ada usaha dibidang properti Maicih Property, kemudian ada pula AXLent Academy, ada pula kisah Icihers Magazine. Tapi ada sosok lain disamping Reza. 
 
Dialah Fajar Guntara Affandi, sebagai Direktur Utama PT. Maicih Inti Sinergi. Diberbagai kisah mungkin kamu belum tau siapakah dia. Tak banyak yang kami dapat ketehui tentang dirinya. Dia ternyata salah satu orang yang membangu usaha keripik pedas ini. 

Ia bercerita pernah sempat berjualan bersama Reza. Dia juga pernah menjadi konsumen atau Icihers juga loh.

"Saya juga sempet menjadi konsumennya Pak Pres Axl loh, begitu ditanya keripik apa'an? Pak Pres menjawabnya itu keripik hasil bikinan saya yang saya berinama "Maicih"," kisah Fajar. 
 
"Setelah lama saya menjadi konsumennya Pak Pres Axl, saya tertarik untuk ikut berjualan keripik Maicih dan Axl pun mengangkat saya menjadi Direktur Utama Maicih,"lanjut pengusaha muda ini.

Kehidupan pribadinya sih biasa saja begitu jelasnya dalam sebuah wawancara. Dia lahir dari keluarga biasa saja. Selain kuliah, dia pernah berbisnis kecil- kecilan, yaitu membuat buklet angkatan untuk anak SMA di Bandung. 
 
Fajar pernah jadi fotografer, sayang, dia cuma bertahan sampai pertengahan 2010 begitulah jelasnya. "Mungkin gw sudah bosan sama bisnis yang gw teladani itu, hehehe," pungkasnya ringan.

Selepas dia masuk ke Maicih lah, dia mendapatkan pengalaman, mental, untuk menjadi entrepreneur. Selain berbisnis dengan Maicih, dia tercatat punya bisnis lain. 
 
Di malam hari, cobalah berkendara ke kawasan yang bernama Cihampelas bawah. Kamu akan menemukan tenda putih sederhana yang mengusung nama Master Kalkun. Yap, warunga tenda yang baru ada di 2012, yang menjanjikan aneka olahan unggas.

Yang menarik, enak, ya produk olahan kalkun berbasis rumah makan tenda. Kebetulah dia beniat mencari macam usaha yang belum ada. Kebetulan ada teman yang bisa mengolah kalkun. Jenis kalkun yang dipakai fajar adalah jenis kalkun impor dari US. 
 
Ia lebih memilih kalkun impor karena dagingnya lebih bedar.

"Kita beli kalkun minimal yang beratnya 7,5 kilogram, idealnya 8 kilogram. Kalau yang lokal itu kecil-kecil."

Tubuh kalkun besar jadilah hampir semua bagian kalkun bisa diolah menjadi sajian makanan yang berbeda. Di Master Kalkun, kita bisa mencoba aneka masakan kalkun mulai dari steak kalkun, kalkun barbaque, kalkun goreng tepung dan lainnya 
 
"Semua daging bisa dipakai kecuali kepala. Untuk steak kita pakai dada, barbeque paha bawah dan paha atas. Kalau goreng tepung kita pakai paha atas," terangnya.

Warung tenda Master Kalkun di Cihampelas bawah. Atau follow akun twitter @masterkalkunBDG, atau juga kunjungi masterkalkun.blogspot.com.

Mantan Pegawai Restoran Jadi Pengusaha Emperan

Profil Pengusaha Trias Agung Wibowo

 

mantanpegawai.png
 

Jadi pengusaha emperan dia mengantongi omzet ratusan juta. Mantan pegawai restoran bernama lengkap Trias Agung Wibowo. Sempat dia menjadi pegawai restoran di sebuah restoran di DKI Jakarta. Dia yang bertekat menaklukan Jakarta memilih wirausaha.


Benar siapa sangka usahanya hasilkan ratusan juta. Padahal jadi pengusaha emperan tetapi tidak malu. Ia sempat jualan online. Pernah berjualan aneka pasta, cake dan lain- lain. Usahanya tidak berjalan lancar sampai berpikir mau lebih serius.

 

Pizza Emperan


Kepikiran buat sesuatu belum pernah ada di Kota Yogyakarta. Kan Yogya dikenal akan makanan emperan khas angkringan. Trias ingin bikin angkiran. Konsepnya Tunqu Angkiran, namun jualannya bukan nasi kucing melainkan pizza.


"Saya cari- cari konsepnya, lama itu kita cari konsepnya, akhirnya nemu itu Italian Pizza dengan konsep emperan," terangnya kepada Detik.com


Begitu ketemu konsep dijalankan tidak langsung berhasil. Usaha pertamanya menggunakan lahan kecil kurang efektif. Padahal Trias mengkonsep jualan memakai tungku pizza. Kebayang bukan besarnya tungku pembuat pizza, tidak sekecil itu.


Trias berniat menonjolkan proses pembuatan pizza tradisional. Namun dia cuma mendapatkan sedikit ruang tempat. Memang mencari ruko dengan halaman luas kesusahan. Terutama di Yogyakarta susah menemukan tempat buat berjualan begitu.


Konsepnya dirasa susah diaplikasikan. "Sekitar setengah tahunan kita merintisnya itu sangat berat, susah awal- awal itu, karena itu tadi, kita kan konsepnya emperan," lanjutnya. Tunqu Angkringan baru dapat tempat setelah ditawari pelanggan.


"...jadi kita pindah sekitar 2019 akhir ke tempat sekarang ini," lanjut Trias. Begitu pindah berjalanlah konsepnya baik. Bahkan modal besar dulu, bahkan yang sempat rugi modal, terbayar sudah setelah pindah ke tempatnya sekarang ini.


Omzetnya ratusan juta rupiah perbulan begitu menggiurkan. "Iya sempat rugi. Saat itu modal awal- awal sekitar Rp.200 jutaan, itu kerane beli tungkunya," Trias melanjutkan. Bayangannya dulu sempat berubah mau memakai mobil VW bukan gerobak.


Ia udah membeli mobil VW. "...dah sempat pesan dan bayar, minta dimodif sesuai kebutuhan, tetapi orangnya kabur itu, sampai sekarang enggak bisa dihubungi," tambah Trias.


Trias ingin menonjolkan tungku sebagai ikon. Pengusaha emperan ini ingin memperlihatkan proses pembuatannya. Bahwa mereka menyajikan aneka pizza Italia fresh from the oven. Dia pernah ditipu orang tetapi tetap lanjut.


Dia menerangkan bahwa bisnis tidak cuma unik. Produk harus berkualitas bukan setengah- setengah jadi. Ia membelikan keju berkualitas. Dulu Trias sempat memakai keju biasa namun gagal. "Kita sudah coba pakai keju biasa aja, dia enggak bisa," tuturnya.


Mereka bakar pakai oven sungguhan sepanas 500 derajat. Kalau mereka sembarangan memakai oven, maka akan pecah. "...kalau yang (keju) biasa akan pecah, berminyak gitu. Jadi kita pakai keju khas impor dari Prancis," tutur Trias.


Tidak cuma makanan utama bahkan pendamping juga berkualitas. Dia menyediakan teh berkualitas, buat menyenangkan pembeli boleh refil teh ulang. Tunqu Nangkring kerap membagikan diskon dan giveaway. Mantan pegawai restoran tersebut memasarkan melalui media Instagram.

Pengusaha Payung Merintis Usaha Unik Bertema Hujan

Profil Pengusaha Johanes Paulus

 

pengusahapayung.png
 

Kalau toko bertemakan bangunan atau elektronik sudah biasa. Bayangkan punya usaha unik yang bertema hujan. Ya inilah pengusaha payung bernama Johanes Paulus. Bukan bohongan, dia merupakan pemilik toko bernama Istana Payung, yang dirintis sejak 2008 silam.


Johanes tentu senang kalau musim hujan tiba. Terutama bulan- bulan Februari ketika curah hujan tinggi. Ia akan lebih sibuk di toko. Di sini dia menyediakan jas hujan dan payung. Tak perlu pusing mencari- cari karena namanya Istana Payung.


Isinya produk- produk khas ketika musim hujan tiba. Aneka macam ukuran dan bentuk tersedia. Johanes melayani orang tua sampai anak- anak. Musim hujan merupakan musim penghasilan berganda. Tokonya mampu menjual menjual antara 1000 sampai 10.000 perbulan.

 

Merintis Usaha Unik


Tidak bulan hujan juga menghasilkan uang. Dia tidak spesifik menjual dalam kota. Penjualan dapat dipenuhi keluar kota, sampai keluar negeri seperti Maldives dan Singapura. Banyak jenis payung dengan harga Rp.17,5 ribu sampai Rp.250 ribu perunit.


Harga jas hujan dari Rp.5 ribu sampai Rp.200 ribu terjangkau bukan. Dari usaha unik bertema hujan ini, omzetnya bukan kaleng- kaleng bukan recehan. Pengusaha payung tersebut mampu mengantongi omzet Rp.50- 100 juta perbulan.


Buat ngejalani bisnis ini maka ia mempekerjakan 10 karyawan. Paling banyak Johanes mengirim ke Maldives, dan Singapura juga lumayan. Alumni Jurusan Ekonomi Universitas Bunda Mulia, tidak kurang menjual 100 merek payung dari berbagai negara.


Pengusaha muda tersebut melanjutkan ceritanya kepada Merdeka.com. Bahwa pemula tidak perlu takut ketika musim berganti. Johanes sendiri memiliki berbagai macam bentuk dan jenis payung. Ada lipat, payung panjang, payung golf, sampai payung mobil.


Produk tidak terbatas impor juga terdapat brand lokal. Johanes telah jeli dan ahlinya mengenai dunia perpayungan. Ada merek Rosida dan Jope asal Taiwan dan Jerman yang terkenal akan kualitasnya. Ia merupakan spesialis payung, stoknya besar sampai 1000 lusin atau setara 12.000 unit payung.


Johanes menyiasati dikala bukan musim hujan. Yakni mengalihkan pemasaran ke korporasi yang butuh aksesoris atau media promosi. Ia meyakini prospek bisnis payung bagus. "Untuk payung promosi dan souvenir itu kustom, dengan minimal pemesanan sebanyak 1 lusin," ujarnya.


Harga paling murah payung kustom Rp.25 ribu. Pembeli akan mendapatkan payung lengkap gambar logo sewarna. Ia selain menggarap pasar offline juga online. Caranya dia memasarkan melalui website, sosial media, dan marketplace.


Johanes pun tak lupa memperkuat pasar offline. Sementara pemasaran online dikembangkan lewat cara payung aneka warna yang disukai masyarakat, selain kualitas barang bagus. Johanes terus meyakinkan akan kualitas produk. Masyarakat diyakinkan agar bisnis bertahan dan mereka mencintainya.


"Lantaran kami fokus di bidang ini, menjadikan lebih tahu barang yang bagus dan warna yang paling disukai konsumen," imbuh Johanes.


Johanes memilih fokus dan konsisten. Maka dia ingin tau terbaik dari produk tersebut. Johanes fokus buat membesarkan bisnis payung dan jas hujan meski musim panas. Sebelumnya ia pernah bekerja banyak profesi, pernah menjadi agen asuransi, salesman, dan pegawai bank.


Inspirasi bisnis payung ketika dirinya melihat usaha pamannya. Dia bekerja di toko paman sembari berkuliah selama empat tahun. Karakter ulet dan pekerja keras memang sudah terlihat. Walaupun dia sebenarnya bercita- cita menjadi musisi bukan pengusaha.


"Hobi saya bermain musik. Saya bikin band bersama teman- teman. Tapi setelah kuliah, ada yang kerja dan bisnis, maka bubarlah band kami," celetuknya.


Ia pun bekerja tetapi mencari fleksibel. Maka dia bekerja di tempat pamannya buat berjualan payung. Bermodal Rp.50 juta dia memberanikan diri menyewa tempat. Johanes menyewa tempat buat berjualan payung- payung. Ia meyakini bahwa bisnis payung memiliki prospek cerah.


Iklim Indonesia memang tropis dan bergantung hujan. Prospeknya bagus terutama tempatnya khusus berjualan payung. Bila toko lain, ketika masuk musim kemarau, mereka memilih usaha lain seperti jual sandal, buku, petasan, dan lain.


"Saya sih tetap konsisten menjual payung. Jika musim kemarau sepi, itu resiko," ujar pengusaha muda tersebut. Pengusaha payung Johanes konsisten menggeluti sampai tumbuh baik. Itu sekaligus menjadi branding "penjual payung yang tak kenal musim".


Keahlian pemilihan payung terbaik semakin terkenal. Namanya dikenal sampai banyak masyarakat rela datang. Mereka langsung membeli payung di Kawasan Perniagaan Timur, Jakarta Barat.

Bisnis Online Asri Tadda Pengusaha Media Blog

Profil Pengusaha Asri Tadda

 
asritadda.png
 
Bisnis online Asri Tadda bermula sebuah blog. Pengusaha media blog yang memiliki ratusan salah satu blognya, AstaMediaGroup. Dia hanya sekedar blogging, merambah jualan iklan per- klik, SEO, dan jual beli artikel. 
 
Akhirnya, dia menjalankan bisnis lain yang bersifat konvensional; seperti bisnis kafe hingga membuka sekolah. Apa yang dia lakukan tidak sekarang bukanlah hal mudah. Dia belajar banyak dari hidupnya dan internet tentunya.

Asta sendiri merupakan lulusan Universitas Hasanudin Makasar sebagai dokter umum. Tak ayal dari jurusannya, blog- blog buatannya membahas mengenai kesehatan pada umumnya. Dia mengawali blognya untuk Adsense dan mengaku mendapatkan $400 untuk awal. 
 
Bukan nilai yang besar kala itu, tapi dengan usaha keras semuanya bisa berubah. Pria kelahiran Luwu Timur, Sulawesi Selatan, terus memiliki tekat yang kuat dibidang internet. Dia (29) yang mampir di warung internet, mengubah hidupnya. 
 

Bisnis Online Adsense

 
Menurut suami Dewi Hastuty Sjarief hobinya pergi ke warnet cukup mengganggu. Dia yang fokus bisnis internet kuliahnya ikut tersendat. Awal 2007, Asri mengenal bisnis blogging melalui Adsense. Dia keranjingan membaca kisah- kisah sukses mereka di bisnis ini. 
 
Dimulai dari menulis, publikasi, dan akhirnya ikut menjadi blogger mumpuni. Awalnya Asri hanya memilih curhat- curhat kemudian berubah serius seperti artikel kesehatan. Dia berubah menjadi dokter online. Tak berhenti disitu. Ia mulai belajar seluk beluk bagaimana menguangkan blog itu. Dia terobsesi atas kesuksesan orang- orang dari bisnis internet. 
 
Melalui Google, Asri tau adanya Adsense, apa itu? Adsense adalah iklan online milik Google dimana para pemilik blog atau situs bisa memasangnya. Jangan main- main, tiap iklan yang diklik akan menghasilkan dollar bagi sang pemilik blog atau situs.

Melalui cara itulah ia menguangkan blognya hingga ketagihan, membuat beberapa blog baru. Dari Adsense, ia mengaku mendapatkan uang lumayan. Dari sini pula dia mengembangkan bisnis lain seperti jualan artikel dan SEO. 
 
Dari pengalaman, dia mengaku memiliki kejelian untuk menentukan bagaimana sebuah blog dikembangkan dan dibisniskan. Untuk jual beliartikel, dia mengaku membrandol perartikel untuk $5 atau Rp. 50.000 dan sedikit modal nekat. Nilainya berdasarkan jumlah minimal untuk 200 kata.

Dia mengaku mendapatkan pendapatan untuk bisnis artikel setidaknya  $3, dan $2 sebagai fee penulis. Dari bisnis artikel, ini lain ceritanya, dia menjual setiap artikel untuk para pemilik blog lain. Gunanya agar mereka bisa memasang Adsense seperti blog miliknya. 
 
Hasilnya dia gunakan untuk pembayaran hosting hingga mentraktir temannya. Berjalan waktu, ia tidak hanya memiliki 1 blog tetapi 100 blog hingga menjadi 250 blog. Ini merubahanya menjadi bisnis advertising potensial.

Setelah bisnis iklan, AstaMediaBlogNetwork, pendapatannya naik 100 juta per- bulan. Asri menggunakan pay- per click hingga iklan banner untuk bisnisnya. Angka 100 juta per- bulan ini merupakan angka yang menakjubkan baginya. 
 
Lahirlah AstaMediaGroup, perusahaan yang dikelola olehnya dan beberapa temannya. Dia mengakui kesulitannya hanya ada pada ketrampilan. Dia sama sekali tidak memiliki dasar web design. Dia juga memiliki pengetahuan sedikir tentang search engine optimization; semuanya otodidak.

"Saya hanya mahasiswa kedokteran biasa yang kebetulan tertarik dengan dunia blogging dan internet marketing." ujar pengusaha media blog ini. Itu patutlah diapresiasi bagaimana semangatnya berjuang belajar pada sesuatu yang bukan bidangnya.

Bisnis Internet


AstaMediaGroup merupakan pusat semua bisnis. Dia membuat perusahaan yang mempermudah setiap orang belajar SEO. Asri mengungkapkan malalui SEOSEMID.Inc, dia mampu memberikan layanan SEO untuk blog non- medis. Untuk non- medis, SEOMeds menganai hal lain selain blog medis. 
 
Omzet untuk bisnis SEOMeds telah mencapai $60.000. Semuanya menjadi satu tempat dibawah bendera Asta Media Group. Merambah binis online lain, dibuatnya bisnis situs IklanBarisTerkini, IklanBarisTerbaru, IklanBarisMakasar, dan PasangIklanBaris
 
Asri mengaku omzet keseluruhan dari atas dan bawah hanya 300 juta, dan dia hanya memiliki 13 karyawan.

Sejak April 2009, Asri bersama rekan- rekannya di AstaMediaGroup memiliki ide bisnis lain. Mereka membangun AstaMedia Blogging School di Maret 2009. Dan, sekolah tersebut resmi memberikan pengajaran di 16 Mei 2009. 
 
Tujuannya menghasilkan lapangan pekerjaan dan penghasilan baru. Bukan perkara mudah, mereka harus menyiapkan kurikulum. Melalui Astalog.com, Asri menjelaskan bagaimana kurikulum dibagikan kepada sekolah internetnya.

"Memang mengajarkan blog kepada mereka yang sudah melek internet dan sedikit paham bahasa Inggris jauh lebih mudah ketimbang terhadap mereka yang sama sekali buta internet. Ini merupakan tantangan kami di AstaMedia Blogging School."

Di AstaMedia Blogging School, ada tiga program pelatihan, yaitu blogging basic untuk pemula, blogging pro untuk fokus mengoptimalkan blog dan menghasilkan uang dari sana. Dia menjamin dengan pengajar profesional. 
 
Target utamanya, dia memilih generasi muda yang sering menyalah gunakan internet. Saat ini ada sekitar 100 orang siswa dari berbagai latar belakang dan profesi. Diantara mereka kini menghasilkan $250 atau 2 juta perbulan.

Kerajinan Tulang Ikan Bisnis Kreasi Seni

Profil Pengusaha Ridwan

 
kerajinantulang.png
 
Bisnis kreasi seni memang memiliki nilai lebih. Dan Erwandi mengembangkan kerajinan tulang ikan. Ia tak patah arang berbisnis. Namanya selalu tercantum dalam berbagai pameran kerajinan. Erwandi dan karyanya bisa dibilang jadi maskot di daerah asalnya. 
 
Entah nantinya pergi bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepri. Atau pun mereka dari Kabupaten Bintan. Apa yang menjadi spesial seorang Erwandi, ialah kemampuan pria tersebut dalam mengolah tulan dan kulit ikan jadi kerajinan. 
 
Merubah apa yang dianggap "sampah"  menjadi produk bernilai ekonomis. Meski bukan pengusaha besar tapi kewirausahaan -nya patut dicontoh.
 

Menjadi Pengusaha


Sudah banyak kota disambanginya. Kesemuanya tak mengurangi isi kantong dompetnya. Dia jutru semakin beruang dengan berkeliling kota. Bukanlah untuk berjalan- jalan tetapi berdagang. Erwandi memang sering jadi tamu dalam berbagai pameran. 
 
Saking seringnya kamu akan berpikir dia sedang sibuk melancong. Memang tak nampak dari sosoknya yang sederhana. Kerajinan tulang ikan buatannya pernah ditawar warga Singapura, seharga Rp.1.5 juta dan banyak lagi. 
 
Ada produk kerajinan tulang ikan yang berbentuk kapal layar. Produk laris tersebut setinggi tak kurang dari 30 sentimeter. Yang kesemua bahannya merupakan asli tulang ikan. Pengusaha Erwandi terus berkomitmen menggunakan bahan- bahan tak terpakai tersebut. 
 
Sebenarnya tak hanya tulang ikan sebenarnya. Ia juga menjelaskan berbagai bahan tulang dari lautan bisa disulapnya jadi kerajinan. Ridwan mantap mengerjakan kerajinan tulang ikan tersebut.

Erwandi rajin menyusuri pantai mencari sesuatu untuk diolah. Jika menemukan bahan yang dibutuhkan ia pun berlari pulang. Dibawanya bahan- bahan, kemudian dipotong, diperhalus, dan dilekat. Aktifitas sehari- hari inilah yang dilakukannya. 
 
Awalnya cuma kurang percaya diri untuk menjualnya, tapi hasilnya menakjubkan. Dimata kami produknya luar biasa. Jikalau tak punya jiwa seni kuat pastilah kerajinan tulang ini akan cuma masuk ke tempat sampah saja.

Dia memang jenius. Cerdas dalam membuat bentuk kapal layar atau sosok manusia berbahan tulang ikan. "Dia bilang barang saya ini bisa laku dijual. Karena belum ada yang buat," tutur Erwandi, ia mengingat bagaimana pertama kali membuat karyanya ini. 
 
Butuh beberapa kali diyakinkan oleh temannya barulah karyanya mantap dijual. Mungkin waktu pertama kali Erwandi cumalah iseng saja. Ia pun luluh dan menuruti saran temannya. Mulailah di rumahnya yang kecil, produksi kerajinan tulang diperbanyaknya.

Mantan buruh bangunan ini sebenarnya tak mematok harga mahal- mahal. Nilai 1,5 juta diatas merupakan nilai yang tertinggi produksinya kala itu. Untuk produk miniatur layar kapal dijualnya dikisaran Rp.100- 500 ribu. Tapi itu lain cerita jika orang terdekatnya yang membeli. 
 
Dia sambil bercanda menyebut asal ada uang rokok saja cukuplah. Disperindag Provinsi Kepri dan Kabupaten Bintan pun melirik hasil kerjanya. Mereka langsung menggandeng Erwandi. Suami Naziah ini lantas diminta agar memproduksi berbagai bentuk kerajinan tangan dari tulang ikan.

Semenjak mendapatkan dukungan kementria produknya semakin digandrungi. Dalam sehari di rumah ada saja pesanan yang datang baik dari instansi pemerintahan atau perorangan. Apalagi setelah ia rajin datang ke berbagai pameran. Kenapa memilih kerajinan dari bahan laut. 
 
Ya, karena ia berpikir ini sesuai dengan apa yang dimiliki Bintan dan Kepri. Sebagai kawasan maritim inilah yang bisa dilakukannya. Selain dari bahan- bahan tulang ikan, adapula kerajinan dari kulit ikan dan kulit kerang.

Terpaksa Jadi Pengusaha Usaha Kerajinan Batu Alam

Profil Pengusaha Ahmad Ngabdulloh

 
terpaksapengusaha.png
 
Terpaksa jadi pengusaha kerajinan batu alam. Dia bukanlah pengusah tulen layaknya ayah. Juga tidak mau mewarisi usaha keluarga. Namun dia "perkasa" mewarisi usaha keluarga. Ia sempat gamang apa mau kerja atau wirausaha.
 
Siapa sangka jutru berkat kerajinan batu alam dirinya menjadi pengusaha sukses. Ahmad Ngabdulloh tak pernah belajar menjadi pengusaha. Keluarganya lebih suka Ahmad kecil bersekolah dan berprestasi di bidang akademi. 
 
Ia hanya berkonsentrasi pada sekolah dan kuliahnya. Saat remaja paling banter ia hanya melayani pembeli batu alam dari ayahnya.
 
 

Usaha Kepepet


Kalaupun membantu lebih jauh, Ahmad kecil akan disuruh belajar. Begitulah, hingga masuk SMA, lalu ia melanjutkan kuliah di Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta. Mengambil Diploma 3, selsai kuliah disana, tentu Ahmad akan bekerja menangani mesin. 
 
Cita- citanya kala itu bekerja kantoran. Namun, siapa sangka nasib berkata lain. Selesai kuliah Ahmad sulit mendapatkan pekerjaan. Padahal dirinya sudah rajin menebar ijasah ke mana- mana. Dalam tahun itu ia sama sekali tak terbersit batu alam.

"Namun semua ditolak. Ternyata cari kerja itu berat," imbuhnya.

Tak lantas bekerja membuat Ahmad sempat tertekan batin. Suatu hari, sang ayah, yang penompang ekonomi keluarga jatuh sakit. Itulah titik baliknya. Meski enggan akhirnya ia mengambil alih usaha keluarga. "Cita- cita saya bekerja di perusahaan," ungkap Ahmad. 
 
Akan tetapi dia harus menopang ekonomi keluarga. Pria 32 tahun itu harus membiayai sekolah adik- adiknya.

"Kalau bukan saya siapa lagi," jelasnya. Akhirnya meski tak punya kemampuan mengolah batu alam, ia pun sigap sedia. Usahanya dimulai dengan belajar tentang batu alam. 
 
Pendidikan dibidang teknik ternyata taklah cukup membantu di usahanya. Dulu, ia pernah belajar, tapi hanya sampai dasar membuat cobek ataupun kerajinan kecil lain.

Ditengah keterpaksaan ia mulai belajar kembali. Caranya yaitu dengan belajar dari mereka pekerja- pekerja ayahnya. Melalui belajar Ahmad memastikan agar tak tergilas pesaing ayahnya. Nampaknya meski tak secara khusus menyentuh batu alam; jiwanya sudah ada disana. 
 
Dia menuruni ketrampilan ayahnya bahkan lebih pintar. Meski sempat gamang karena disekelilingnya telah banyak perajin batu alam; ia tak mau gentar. Jika berjalan- jalan ke kawasan jalan raya Muntilan, memang disana berderet- deret toko usaha batu alam.

Dari usaha pembuatan cobek, patung, batu hiasan taman yang lengkap denga air mancur. Bahkan jika kamu mau miniatur Candi Borobudur gampang disana. Semakin banyak toko disana pastilah samakinlah gampang buat pembeli. 
 
Tapi bagi Ahmad itu bisa jadi pertanda bahwa samakin banyak persaingan. Untunglah ayahnya itu punya toko di Jalan raya Muntilan, sehingga ia bisa bebas memajang karyanya. Meski begitu ia juga sadar bahwa tempat strategis tak memastikan penjualan tinggi.

Guna menggaet pelanggan dia tetap bekerja keras. Apalagi ia menarget turis asing. Untuk itulah ia mencari- cari tau apa saja yang digemari mereka. Ahmad yakin, sekian banyak turis, pastilah ada yang melirik hasil karya batu alamnya. 
 
Dia selalu membuat apa yang diminati pengunjung turis di etalase tokonya. Ia tetaplah melayani mereka dengan ramah. Meski mereka tak membali atau melihat- lihat saja, itu tak masalah baginya.

"Intinya saya ingin menghasilkan yang kreatif dan menarik," kata Ahmad.

Pengusaha tak perlu kuliah?

Tidak tepat dari berkuliah di teknik mesin justru ia menemukan banyak ide kreatif. Pengalaman menggunakan aplikasi bernama AutoCad digunakannya. Aplikasi yang pernah dipelajarinya semasa kuliah itu mampu mendukung usahanya. 
 
Nah, dengan aplikasi itulah ia membuat desain- desain baru. Kemudian lahirlah ide hiasan tanaman yang mengalirkan air mancur. Hiasan tersebut karena ada bola ditengah yang bisa berputar terbalik.

Ia pun berseloroh, "kuliah saya ternyata tak sia- sia". Tak disangka- sangka produk itulah yang jadi maskot dalam bisnisnya. Apalagi, produknya itu tak tersedia di toko lainnya yang masih membuat aneka hiasan tradisional. 
 
Untuk menambah pelanggan, Ahmad pun bekerja sama dengan para pengusaha mabel di kawasan Yogyakarta. Ahmad mulai melobi mereka agar saling berbagi pelanggan. Caranya jika ada yang cari hiasan batu alam maka diarahkan ke Ahmad. Begitu juga sebaliknya.

Selain itu ia mulai memperbaiki pelayanan kepada pelanggan. Ia berperinsip ramah kepada konsumen berarti menentukan nasib bisnis. Berkat ramahnya bahkan pemandu wisata dengan senangnya mengarahkan. 
 
Meski begitu terlalu ramah juga bisa jadi apes. Dia bercerita pernah ditipu oleh pemesan kerajinannya. Kala itu, di tahun 2008, ada pembeli yang tak mengambil barang pesanannya. Belajar dari sana ia paham untuk mereka para pelanggan, meski kenal, harus tetap membayar dulu atau minimal dp.

Ahmad pun berniat membangun cabang di Jakarta. Tepatnya ia membuka cabang di Jakarta, tepatnya di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD). Alasannya karena banyak pelanggan asal Jakarta gagal bertransaksi karena kesulitan dalam pengiriman. 
 
Mereka pelanggan dari Jakarta ada yang takut pesanan nanti rusak di jalan, atau karena jadi mahal jatuhnya. Meski kini telah sukses apakah ia masih ingin dengan apa cita- citanya dulu. Dia "terpaksa" jadi pengusaha usaha kerajinan batu alam.

Sambil bercanda ia berkata, "Mungkin kalau ada yang menawarkan pekerjaan, saya terima."

Dibawah bendera usaha 77 Craft, kini Ahmad bisa mengekspor produknya ke beberapa negara. Kini produknya telah tersebar di kawasan Asia, Amerika, dan Australia. 
 
Negara- negara Asia yang telah rutin meminta  kiriman produknya antara lain Filipina, Singapura, dan Malaysia. Pangsa pasar yang cukup luas tersebut membuatnya mampu mengumpulkan omzet minimal Rp 100 juta per bulan. 
 
Jenis produknya berupa produk eksterior seperti air mancur, ornamen lampu, dan patung. Produk- produk tersebut dijual seharga mulai dari Rp 35.000 sampai Rp 1 juta per unit.

Jual Keripik Tempe Mafia Pengusaha Irvan Widadya

Profil Pengusaha Irvan Widadya

 
jualtempemafia.png
 
Pengusaha muda Irvan Widadya terinspirasi game mafia war. Dia jual tempe mafia. Bermula game Facebook kemudian menjadi inspirasi usaha. Pemuda asal Bandung untuk berkreasi lebih, ia mengajak banyak reseller buat kembangkan usaha. 
 
Makna mafia memang terdengar kejam, sadis, dan berbuat kriminal, seolah- olah diwujudkan dalam pedasnya jajanan khas nusantara. Dia sukses menciptakan keripik tempe yang kejam, mempunyai rasa pedas aneka level. Keripik Mafia siap menantang hingga titik keringat terakhir. 
 
Kini, ia mendulang omzet puluhan juta rupiah dari bisnis keripik tempe yang terlihat sepele. "Game Mafia War ada berbagai level, maka seru juga kalau ada makanan yang ada tingkat kepedasan seperti itu," katanya.

Bisnis Keripik Tempe

 
Irvan berbincang bahwa produk olahan seperti singkong memang lebih digemari. Kalian pasti mendengar nama populer seperti Keripik Karuhun ataupun Keripik Maicih. Iravn lulusan Desain Komunikasi Visual Institut Tinggi Harapan Bangsa, yang tak malu terjun berjualan keripik tempe.
 
Dia bermodal hanya ratusan ribu rupiah. "Tahun 2011 akhir, saya memulai usaha ini. Modalnya Rp700 ribu dan itu saya pinjam dari orang tua," kata dia.

Dengan modal minim ia mencoba membuat keripik tempe yang renyah dan pedas. Produknya kemudian dilebeli nama Mafia, atau Keripik Tempe Mafia. Pria yang memang hobi wisata kuliner dan game ini fokus menggarap bahan lokal. 
 
Proses pembuatannya pun singkat cuma 1- 2 hari jadi. Mengusung tema Mafia, kita disuguhi keripik tempe dari level keroco atau level boss. Tak berhenti berkarya ada pula rasa manis, asin, dan gurih atau perpaduan daun jeruk dan rasa original.

Tak hanya tingkatan yang seram. Tagline atau moto produknya juga tak kalah seram, "Keripik Tempe Mafia, Nembak Pedasnya!" Dari bisnis penganan ini, Irvan meraih untung sekitar Rp30-50 juta per bulan.

Produk tempe dengan tingkatan kepedasan 0-2. Sesuai dengan levelnya, keripik level 0 atau hitman tidak pedas dan ada aroma daun jeruk, keripik level 1 atau kroco akan memiliki rasa sedikit pedas, manis, asin, dan gurih. 
 
Sedangkan keripik dengan nilai 2 atau boss itu lebih pedas, asin, gurih, dan manis. Awalnya, Irvan menjual produknya kepada teman- teman dekat di Bandung. Kemudian baru setelah mantap akan reaksinya dia menggunakan media sosial sebagai media.

Pertama kali menjual di Kaskus, Irvan mengaku jualannya tak laku, sepi dari pembeli yang memesan. Dia tak pantang menyerah. Setelah berjalan dua bulan barulah thread (tulisan tentang produknya) produknya mulai disambangi beberapa member lain. 
 
Di bulan kedua ini menjadi awal Keripik Tempe Mafia memasuki pasar, tidak hanya Kaskus, media sosial lain juga sama. "Bulan kedua ini sudah ada efeknya. Banyak pembeli dari online, dari situ lah bisnis ini berkembang," katanya.

Usaha Irvan pun mulai maju. Banyak permintaan untuk menjadi distributor resmi. Ia segera menangkap kesempatan itu memberikan jalan bagi para reseller. Ada syarat khusus untuk menjadi reseller katanya. 
 
Kamu diharuskan membeli minimal 15 kilogram, sedangkan pembeli biasa bebas. Irvan menjual produk Keripik Mafia bervariasi, tergantung ukuran. Kemasan ukuran kecil yaitu 100 gram akan dijual seharga Rp10 ribu, sedangkan kemasan besar 250 gram mencapai Rp20 ribu.

"Tidak ada jumlah minimal pembelian untuk pembeli biasa. Tapi, untuk dikirim lewat paket, apa tidak sayang kalau hanya satu bungkus. Maka, pembelian untuk paket dipaskan sebanyak satu kilogram," kata dia.

Merambah Pasar Ritel


Sepertinya sukses itu belum selesai untuk Irvan Widadya. Jumlah ditributor yang telah membanjir bahkan membuat tak ingat berapa jumlahnya. Para distributor tersebut nantinya akan menjual kembali ke reseller. 
 
Tak puas, Irvan mengincar pasar ritel, langkah pertamanya adalah menambah 3 karyawan baru dari jumlah 3 karyawan tetap.  Irvan menargetkan pada tahun- tahun ini produknya dapat dijual di berbagai supermarket lokal.

Jika tertarik dengan produk ini, anda bisa berkunjung ke tempat produksi keripik Tempe Mafia di Jalan Cipaera Selatan No. 5, Kosambi, Bandung, Jawa Barat. 
 
Selain itu, bisa juga dengan mengunjungi situs www.tempemafia.com atau mem-follow akun Twitter @tempemafia dan akun Facebook tempemafia untuk keterangan lebih lanjut. Langkah ini juga berlaku bagi kamu yang berminat menjadi reseller keripik ini. 
 
Ikuti langkah diatas agar sesuai dengan harga yang dipatok Irvan. Tempe Mafia tidak hanya melulu berupa keripik tempe. Ada pula produk keripik talas dan kacang peluru atau biasa disebut kacang Bandung. 
 
Kacang peluru hanya memiliki tingkat kepedasan 1-2 saja, sedangkan keripik talas dengan tingkat kepedasan yang sama dengan keripik tempe. Kacang peluru ini dibanderol dengan harga Rp20 ribu untuk kemasan 200 gram dan keripik talas Rp16 ribu pada kemasan 150 gram.

Para pembeli keripik tempe ini berasal dari Jakarta, Kalimantan, Jambi, Palembang, dan Medan. Ada pula mereka pembeli dari Amerika, Australia, China, dan Arab Saudi. 
 
"Ada pembeli dari China yang memesan 200 kilogram keripik. Lalu, pembeli dari Amerika, Australia, dan Mekkah (Arab) rata-rata memesan 5 kilogram," tutur pengusaha muda ini.

Lulus Kuliah Malah Wirausaha Ikan Asap

Profil Pengusaha Dwi Angga

 

wirausahaikan.png
  

Ketika lulus kuliah malah wirausaha ikan asap. Dwi Angga, usianya 24 tahun, malah melanjutkan usaha yang sudah 20 tahun ini. Tinggal diantara rawa- rawa dan tambak memang cocok. Maka cocoklah usaha mereka membuat ikan asap.


"Saya sendiri meneruskan usaha milik orang tua. Memang dari dulu usahanya ya pengasapan ikan ini," ia menjelaskan. Dia beranggapan kerja sama orang tidak enak. Maka dia lebih baik melanjutkan usaha milik keluarganya.


Tak malu meskipun dia merupakan lulusan kuliahan. Tampak rumah sederhana tersebut terjejer ikan- ikan asap. Diatasnya nampak cerobong asap yang mengepul hitam. Rumah- rumah di Desa Poropayung, Kec. Juwana, Kabupaten Pati, memang dikenal produsen ikan asap.


Bahkan baru 100 meter dari gapura sudah tampak baunya tercium. Di sana, tampak orang- orang yang mengerjakan sesuatu, ada yang tengah memotong ikan dengan batang kayu kecil. Adapula mereka tengah mengasapi ikan di dapur bercerobong asap.


Bahan bakarnya memakai batok kelapa. Kemudian ikan dikemas pakai koran bekas. Angga ketika dia ditemui pewarta Betanews.id, tengah sibuk menjejer ikan matang dan sembari dikipasi kipas angin biar dingin.


Pengusaha muda berkaos panjang, bersepatu bot karet, itu lantas melanjutkan ceritanya. Dia bercerita usahanya memproduksi aneka macam ikan. Dari ikan manyung, pari, jahan, dan kropak. Itu semua dia beli dari nelayang langsung.


Dia setelah dikemas akan diantarkan ke pelanggan. Angga sudah memiliki pelanggan tetap. Mereka adalah pemilik rumah makan di beberapa kota. Mereka dari Semarang sampai Yogyakarta ada. Dimana produksi ikannya mencapai 2 kuintal perhari, kalau kepala bisa 5 kuintal.


Harganya berbeda- beda tetapi terjangkau. Buat manyun paling mahal harga sampai Rp.60 ribu. Dan kepala dihargai Rp.30 ribuan.

Usaha Modal Patungan Sejuta Jadi Puluhan Juta

Profil Pengusaha Mardiana

 

usahapatungan.png
 

Mardiana usaha modal patungan sejuta jadi puluhan juta. Pengusaha wanita 39 tahun adalah warga Desa Simbang, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Sulsel, yang menjadi perintis usaha. Bahkan dia menjadi perintis usaha budidaya jamur tiram di Makassar.

 

Orang di sana masih kepikiran kalau semua jamur beracun. Namun kini, kebalikannya masyarakat suka aneka olahan jamur tiram. Mardiana atau yang akrab dipanggil Diana bersyukur. Dia memplopori sampai sekarang menuai hasil.

 

Ibu dua anak yang masih kecil- kecil, ini menjelma menjadi pengusaha sukses. Dia pun mengajak tetangga ikutan budidaya. Mereka diberi pemahaman mengenai jamur tiram. Diajarkan mereka mulai dari persiapan media tanam sampai panen.


Target Pasar


Diana tak jenuh mengedukasi bahwa jamur tiram lezat, bergizi, dan aman dikonsumsi. Edukasi terus dilakukan sembari terus mengembangkan budidaya. Petani jamur pemula yang melihat boomingnya jamur di Pulau Jawa dan Bali.


Diana ikutan belajar mengolah jamur selain menanam. Ada jamur crispy, sup jamur, dan sate jamur, dikembangkan pasca- panen. Diana mengajak ibu- ibu yang menganggur ketika di rumah. Mereka yang sibuk mencari kutu di tetangga, dan duduk- duduk di teras diajak.


"Ibu-ibu yang tadinya cari kutu di tangga atau di teras rumahnya kini mereka lebih aktif karena disibukkan usaha jamurnya masing- masing," kata Diana kepada pewarta Merdeka.com.


Dikisahkan dia, suaminya Ahmad, dan seorang teman patungan. Usaha modal patungan sejuta jadi puluhan juta. Temannya ini rekan kerja suaminya di LSM. Bareng mereka patungan di 2010, terus dibelikan 100 baglog dan bibitnya dari Jawa.


Mereka bersama meriset usaha buat dijalankan di Makassar. Dan mereka mencari peluang usaha lewat internet. Diana mencari bisnis minimal modal tetapi menguntungkan. Melihat budidaya jamur di Jawa dan Bali berkembang pesat; Mereka menginisiasi.


Diana alumni jurusan Teknik Geologi Universitas Hasanuddin, menyadari bahwa masyarakat Jawa dan Bali suka makan jamur. Dia kepikiran kenapa Makassar tidak. Padahal kuliner di Makassar memiliki cita rasa sama.


"Saat itu saya berpikir pokoknya dimulai dulu, belum kepikiran bagaimana pemasaran," jelas Diana sembari tertawa. Dia seperti masuk ke hutan rimba ketika merintis.


Merintis budidaya jamur tiram sempat berpindah tempat. Pertama dia membuka di Kabupaten Bone, tetapi hasilnya pas- pasan. Kemudian dia pindahkan ke Desa Taeng, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Goa, dan dia pindahkan ke Desa Simbang, Kabupaten Maros.


Suatu ketika dia iseng melihat ke supermaket buat evaluasi. Dia mencari jamur tiram ternyata ada. Dia melakukan pengamatan siapa pembeli. Diana mencati tau kalangan mana mau beli. Ternyata hasilnya warga etnis Tionghoa banyak membeli jamur tiram.


"Akhirnya kita jual ke Pasar China di Jalan Bacan. Suami jual ke sana awalnya dua kilogram. Rupanya laris manis," ia senang. Kemudian Diana tidak menjual langsung, melainkan penjual akan membeli dari dirinya, atau jadi suplier.


Kemudian datang pedagang dari Pasar Sawah dan Pasar Kalimbu. Dan pemasaran hasil panen jamur miliknya meluas. Banyak pedagang datang mengambil dari Diana. Mereka menjadi reseller kemudian dijual ke hotel- hotel dan pasar- pasar.


Ada tiga hotel di Makassar sudah disuply petani jamurnya. Diana menjual 400- 500 kilogram perhari. Itu semua merupakan gabungan panen ibu- ibu Desa Simbang, dan usaha dampingan dari Kabupaten Soppeng.


Ada 40 ibu- ibu di kawasan Makassar didampinginya. Karena sekarang peminatnya banyak, padahal produksi terbatas, maka satu reseller dijatah 30 kilogram dan seharga Rp.25 ribu perkilogram. Usaha modal patungan sejuta tersebut diberinama Celebes Mushrooms Farm.


Tidak cuma jualan jamur tetapi juga berjualan bibit. Diana dibantu 11 orang. Perbulan mereka mampu memproduksi 7 ribu sampai 10 ribu baglog yang dijual Rp.4000 perbaglog. Pembeli bibit dari wilayah Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan Manado.


Omzet usahanya Rp.40- 60 juta perbulan dengan keuntungan 40%. Diana yang ahli di bidang IT juga mendapat pesanan dari Brazil dan Inggris. Tetapi dia tidak sanggupi karena keterbatasan produksi. Dia sebagai pengusaha, mempunyai obsesi mengembangkan usaha lebih besar tetapi terbatas dana.


Diana bukan tanpa kegagalan. Pernah dia rugi 2000 baglog karena gagal tumbuh. Adapula serangan hama serangga dan jamur liar. Diana mengajarkan, pengusaha harus siap evaluasi, cari solusi termasuk lewat internet, dan jangan panik kalau ada masalah.

Buruh Dirumahkan Karena Covid Berbisnis Frozen Food

Profil Pengusaha Sukses Azim

 

buruhbisnis.png
 

Kisah buruh dirumahkan karena Covid kembali berlanjut. Dia kini berbisnis frozen food. Tujuannya biar bisa bertahan sekaligus menolong. Azim namanya juga mengajak teman- teman sesama buruh. Mereka berjualan aneka frozen food enak bin murah.

 

Azim bekerja di industri otomotif salah satu kawasan industri Jakarta. Dia tinggal di Bekasi. Begitu dia dapatkan berita pemberhentian otaknya berputar. Dia ingin tetap berpenghasilan selama masa tanggap darurat tahun lalu.


Sembari ia mengisi waktu karena dirumahkan. Dia merintis usaha rumahan. Azim memang tidak dipecat tetapi diliburkan. Namun dia tetap harus memenuhi kebutuhan dapur rumah tangga. Sembari dia berharap pandemi cepat selesai, sembari mengurus rumah sambilan berjualan aneka frozen food.


Dia pun menyediakan egg roll, chicken tofu, ebi shrimp, shrimp stik ayam, shrimp stik ikan, ebi furai, chicken katsu, kani roll, shrimp roll dan ekkado. Azim lengkapi semua demi memenuhi kebutuhan masyarakat.


Usaha berkonsep bento dikembangkan Azim menjanjikan. Waktu dia keluarkan lebih fleksibel sembari mengurus rumah. Dia yang anggota FSPMI DKI, mengajak sesama buruh buat menjajal usaha sejenis frozen food begini. 

 

"Merintis usaha di rumah, menjual aneka produk bento frozen food yang siap saji. Alhamdulillah prospeknya bagus," terangnya kepada koranperdjoeangan.com. Dia juga mengajak buruh yang masih bekerja buat wirausaha. Ayo berbisnis frozen food. 

 

Menurutnya hal- hal tidak diinginkan mungkin terjadi. Kita harus mempersiapkan sejak jauh- jauh hari. Buruh dirumahkan karena Covid bisa berbisnis. Usaha frozen food begini halal, dibuat dari seafood, dimasak dengan higienis demi menjaga kualitas rasa dan zat gizi.


"Untuk rasa dijamin menggugah selera makan dan pasti ketagihan," imbuhnya. Dia meyakinkan bahwa Faal Bento Frozen Food, adalah makanan yang disajikan restoran Jepang tetapi terjangkau. Harganya nyaman dikantong cocok buat kawan- kawan buruh juga.

Sejarah Kerudung Rabbani Pengusaha Dibalik Brand

Profil Pengusaha Amry Gunawan 

 
 
pemilikrabbani.png
 
Ini cerita dibalik brand ternama kerudung instan masa kini. Sejarang kerudung Rabanni dimulai dari sosok pria diatas. Mengejutkan memang kemajuan brand Rabbani ini. Tiba- tiba ada puluhan cabang dibuka di berbagai kota. Siapa sosok dibalik brandnya.
 
Pengusaha jenius itu ternyata seorang pria. Dibawah bendera CV. Rabbani Asysa, kami telah menemukan Amry Gunawan lah pemiliknya. Amry memanglah tidak sendiri menjalankan bisnis ini. Amry bersama istrinya, mereka bersama menjalankan perusahaan kecil tersebut.
 

Sejarah Kerudung Instan

 
Perusahaanya dikenal sebagai profesornya kerudung instan. Dan Amry sedikit dari pengusaha dibidang fashion. Terutama dia bukanlah desainer, bukan juga wanita. Memang pada umumnya bisnis fashion dikuasai kaum Hawa. 
 
Berawal dari jatuh bangun mengerjakan berbagai usaha. Dia dulu dikenal sebagai penjual buku, alat- alat kantor dan kaos. Nama Rabbani sendiri sudahlah melekat sejak usaha pertamanya. Sejak ia berjualan alat- alat kantor dan buku.

Sejak tahun 1991, ia tergolong cukup sukses berjualan buku dan alat kantor. Saat itu ia menjual buku- buku islami. Dia dikenal berjualan di depan kampus Universitas Padjajaran (Unpad). Disaat usahanya itu sukses, ia segera membuka toko buku sendiri. 
 
Tak bermodal besar, cukuplah ia merubah sebagian rumah kontrakan di Jalan Haur Mekar menjadi toko buku. Setelah usahanya semakin sukses. Amry mulai mengumpulkan uang untuk membuka toko sendiri. Akhirnya sebuah toko buku baru lahir. 
 
Dia lantas memberinya nama Pustaka Rabbani, letaknya masih didekat Unpad, tepatnya di Jalan Dipati Ukur. Semua berawal dari perjalanan pendidikannya di Kota Kembang. Tahun 1986, Amry memutuskan pergi ke Bandung, melanjutkan studi Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran (Unpad). 
 
Namun, karena ada perasaan yang kuat untuk mendalami Agama, Amry berbalik arah tujuannya. Dia bukannya masuk ke ekonomi, Amry malah masuk ke jurusan Sastra Arab. Usia Amry masih muda kala itu masih 22 tahun. Sambil berkuliah Amry berusaha untuk mandiri. 
 
Meskipun masih hidup seadanya, dia tak takut untuk menikahi seorang akhwat. Bermodal pinjaman dari guru ngajinya sebesar 60 ribu rupiah. Dia tak takut "mau makan apa". Meski begitu masalah duniawi tak bisa dihindari. 
 
Meski sudah bertekat, setelah lahirnya anak pertama, ia harus memutar otak lebih lagi. Tahun 1991, ia memulai usaha buku Islami dan peralatan kantor. Dia lantas berjualan di depan kampus Unpad. Disaat usahanya semakin naik ia akhirnya membuka toko sendiri. 
 
Cukuplah bermodal sebagian dari rumah kontrakannya di Jalan Haur Mekar menjadi toko buku. Sedikit demi sedikit Amry mulai menyisihkan keuntungan untuk membuka toko kedua. Kali ini ia membuka toko sendiri tanpa menempel rumahnya.

Sebuah toko buku bernama Pustaka Rabbani di Jalan Dipati Ukur, masih dekat Unpad. Seking sibuknya ia memuka usaha sendiri. Amry memutuskan meninggalkan kuliah Sastra Arab -nya. Pria kelahiran Aceh Utara, 20 Februari 1967 ini, benar- benar ingin fokus pada bisnisnya. 
 
Tapi pada tahun ke empat ia malah banting stir berbisnis kerudung. Saat itu ia melihat peluang dari kaum muslimah di Indonesia. Waktu itu, khususnya untuk instansi formal pemerintahan khususnya pendidikan dan perkantoran, ada satu larangan menggunakan jilbab. 
 
Dia lantas berpikir jika dilarang bukannya semakin penasaran. Dari sanalah, ia membuka usaha kerudung dibantu istrinya. Semuanya hanya bermodal nekat. Ia lantas menjual toko buku itu untuk modal usaha. Dia bahkan tega memberhentikan 30 karyawan yang tak siap memulai dari nol bersama.
 

Pengusaha Dibalik Brand

 
Semuanya dia lepaskan untuk memulai kembali. Ide kerudung instan datang ketika ia dan istrinya berkunjung ke Tanah Suci tahun 2003. Di tempat itu, sang istri melihat seorang wanita muslim China mengenakan kerudung kreasi. 
 
Dari melihat itulah ide- ide tentang kerudung apa bermunculan. Uang 15 juta hasil menjual toko dijadikannya modal. Selain dari menjual toko, Amry juga mendapatkan tambahan dari sang istri. Waktu itu istrinya dengan rela menggadaikan lima gram emas mahar.

Istrinya Nia bersamanya ketika usaha itu tumbuh. Dibawah bendera CV. Rabbani Asysa keduanya fokus pada konsep kerudung instan. Karena mudahnya membuat kerudung instan ini. Maka sepanjang usahanya itu selalu ada saja yang meniru. 
 
Maka untuk menyiasati hal tersebut, ada tim khusus menangani inovasi dan juga pengembangan desain baru. Bahkan Rabbani mampu mengeluarkan model baru setipa sepertiga bulan sekali. Ada 35 ribu kerudung untuk 120 outlate yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dari desain awalnya sudah ada ribuan lusin model sejak berdirinya. Setiap satu modal itu terjual maka tidak akan ada model lagi yang sama. Itulah juga alasan mengapa tag line bisnisnya "Profesor Kerudung". Benar- benar fokus pada model yang selalu kaya. 
 
Untuk harganya bervariasi di setiap produknya. Mulai dari harga 14.500 sampai 800.000 -an. Selain fokus di kerudung, Rabbani juga mengeluarkan produk busana muslim satu paket.

Nah, untuk harga busana muslim, Rabbani menjual Rp.89.000 sampai 40.000 per- potong. Lalu juga ada produk lain seperti mukena, busana anak dan lain- lain. Karyawan Rabbani pun melonjak jauh jadi 2500 orang karyawan. 
 
Jumlah ini tersebar di berbagai cabang, baik di kantor pusatnya yang ada di  JL. Dipatiukur no 44, Bandung. Ada pula yang di tempat- tempat desain dan produksinya di kawasan Leuwisari, Karasak, Soekarno Hatta, Mochammad Toha, Kopo dan beberapa tempat lainnya di Bandung.

Ada masanya untuk bisnis Rabbani bersinar. Itulah bulan Ramadhan. Jadilah produk Rabbani akan gencar untuk selalu melakukan promosi. Promosinya akan ada di berbagai media, dari media cetak, televisi, dan juga radio. 
 
Bahkan untuk media televisi, Rabbani melakukan promosi di berbagai tayangan sinetron dan juga tayangan televisi lain. Caranya dengan menjadi sponsor para artis yang tampil di layar kaca.
 
Ada sinetron Cinta Fitri Seson Ramadhan, Fitriyah, Islam KTP, Charlie & Trio Angel di SCTV; Ada Kontrakan Dalam Gang, Alif Ba Ta serta Mat Jiung di TPI; Nurjanah dan Nikah Siri di INDOSIAR; Assalamualaikum Ustadz di RCTI; Bioskop Indonesia trans TV (Trans TV); Istri-istri Jagoan di Global TV; serta Wara Wiri Ramadhan di Trans 7.

Lantas bagaimana Rabbani begitu menjamur. Usut punya usut, ternyata Rabbani telah menggunakan sistem waralaba, jauh sebelum bisnis marketing modal ini jadi tren. Bedanya jika umumnya cuma waralaba, maka Rabbani manamainya wala rabba. 
 
Walau disini artinya loyalitas sedangkan rabba artinya Tuhan. Waktu itu nilai investasi tergolong tinggi, sekitar 500 juta per- investor. Dengan uang segitu pewaralaba sudah bisa menjual produk- produk aneka macam dengan sistem bagi hasil

Selain menggunakan konsep waralaba ada pula istilah sub- dealer. Dimana investasi awalnya cukup 5 juta saja dan untuk pendaftaran 250 ribu investor akan mendapat diskon 30%. Cara- cara inilah yang digunakan agar Rabbani selalu dekat dengan masyarakat. 
 
Konsep lain juga melalui menjadi loyalitas pelanggan melalui sistem seperti downline. Dimana para pelanggan akan mendapatkan diskon- diskon untuk setiap pelanggan baru. Sampai di Juli 2010, brand ternama Rabbani memiliki 60 ribu waralaba. 
 
Adapula 500 juta investor yang telah aktif sebagai pelanggan dan penjual produk kerudung instan. Inilah sejarah kerudung Rabbani, dan pengusaha dibaliknya Amry Gunawan.

Sumber: diterbitkan oleh Majalah Pengusaha Muslim. Edisi 9. Volume 1. September 2010, Rubrik Laporan Utama Hal 20-23 "Bisnis Menjanjikan di Saar Lebaran"

Kisah Perantau Wonogiri Dikala Pandemi Usaha

Profil Pengusaha Ryna Mardianti

 

perantauwonogiri.png
 

Ryna Mardianti tak menyangka membangun usahanya ulang. Demi bertahan hidup, inilah kisah perantau Wonogiri dikala pandemi Covid 19. Dia sempat membuka usaha bakso Wonogiri dan mie ayam. 

 

Wanita yang bertempat di kawasan Pondok Jaya, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Bantan, yang sempat terpuruk. Dia tinggal di kawasan bisnis. Cocoklah Ryna merintis bakso Wonogiri tersebut. Tetapi agaknya Corona tak kunjung selesai. 

 

Nasi Berkat Daun Jati

 

Usahanya terpukul sampai gulung tikar. Usaha sepi tidak nampak pembeli datang. 

 

"Saya juga takut tertular Covid 19, jadi warung saya tutup saja," terangnya kepada pewarta Jawapos.co. Pemasukan warga asli Lingkungan Jarum, Kecamatan Sidoharjo, Wonogiri yang otomatis kehilangan sumber pendapatan.


Ryna harus memutar otak. Kebetulan dia kangen akan keluarga jadilan membeli nasi berkat. Beberapa bungkus nasi berkat pengobat rindu keluarga di kampung. Nasi atau sego yang telah menjadi ciri khas makanan kampungnya.


Biasa nampak ketika diadakan hajatan atau selamatan. Biasanya Ryna akan dapat bungkusan nasih berkat sepulangnya. Nasi berkatnya dibeli di Cipondoh, dan jarak antara Pondok Aren ke Cipondoh jauh, dan Ryna beli lewat ojol.


Kasihan ojolnya karena jarak jauh. Biaya kirim sampai Rp.90 ribu, dan harga nasi berkatnya semua Rp.120 ribu. Gimana lagi Ryana memang tengah rindu kampung halaman. Pandemi sekaligus menutup kesempatannya buat pulang kampung.


Sembari makan Ryana mengamati kemasan nasi berkat. Diliatnya isi nasih berkat dan memang dia bisa bikin sendiri. Kepikiran pula bahwa di wilayahnya belum menemukan sejenis. Belum ada penjual nasi berkat berbungkus daun tersebut.


Padahal ia menemukan kawasannya banyak perantau Wonogiri. Dia belum menemukan banyak usaha begini. Ryna kemudian membangun usaha sego berkat. Tujuannya menarget pasar masyarakat asal Wonogiri. Menyasar mereka yang kangen rumah tetapi tidak boleh pulang kampung.


"Dalam keadaan pandemi ini yang terpenting bagaimana bisa bertahan hidup, gitu saja," kisah sang perantau asal Kota Sukses ini.


Nasi berkat berisikan campuran aneka lauk dan nasi. Pengusaha wanita 49 tahun memasak mie bihun, oseng tempe, daging sapi dan banyak lagi. Bungkus nasi merupakan kunci kenikamatan makanan tradisional ini. Nasi berkat memakai kemasan daun jati bukan pisang.


Makanan tradisional tersebut Ryna jual Rp.12 ribuan. Murah tetapi bukan murahan karena nikmat dan nostalgia. Dijual melalui Facebook pesanannya mencapai 100 bungkus perhari. Ryna sendiri mengaku tak menemukan kesulitan ketika memulai usaha.


Walau dikala pandemi dia tetap mampu memenuhi pesanan. Sudah terbiasa buat menyiapkan usaha berbasis kuliner. Wanita berjihab tersebut tak kerepotan. Kalau pesanan banyak tinggal dia meminta bantuan seorang perantau asal Wonogiri juga.


Dia mempekerjakan perantau yang dirumahkan akibat pandemi. Padahal perantau tersebut bekerja di perusahaan kontraktor, kini menganggur. Soal rasa masakannya menuai banyak pujian. "Aroma nasi yang dibungkus daun jati katanya ngangenin," tuturnya.


Pasca Lebaran, rencanannya akan membuat menu baru, Ryana merencanakan akan membuat masakan tengkleng. Namun tidak bisa dipungkiri, aroma nasi dibungkus daun jati adalah andalan, berkah Ryna tidak mau menyerah.

Kisah Pengusaha Muda Sukoharjo Bisnis Konveksi

Profil Pengusaha Alun Sukowati Prihantoro

 

pengusahasukoharjo.png
 

Diusia 31 tahun dia sudah memiliki bisnis konveksi menjanjikan. Kisah pengusaha muda Sukoharjo yang tak langsung wirausaha. Diceritakan Alun merupakan mantan pegawai bank swasta. Dulu dia mendapat gaji tetap dan terbilang mapan.


Zona nyaman tidak memuaskan Alun Sukowati Prihantoro. Warga Joho, Kecamatan/Kab. Sidoarjo, yang berhasil melepaskan zona nyaman. Dia bertekat mau menjadi pengusaha muda. Alun meninggalkan pekerjaan demi merintis usaha dari nol.


Prospek Bisnis Konveksi

 

Bisnis konveksinya dimulai 2015 setelah perhitungan mendalam. Bermula pengalaman membantu teman menjalankan usaha tersebut. Alun lantas membuka usaha sendiri bernama Mustika Abadi. Dia melihat bisnis konveksi sangat menguntungkan.


Bapak satu anak yang langsung mendapat pesanan 50 kaos instansi. Lucunya dia sama sekali belum paham. Walau ia mempunyai pengalaman tetapi pesanan tersebut berlebihan. Maka Alun melempar pesanan tersebut ke temannya.


Sembari dia belajar melalui temannya yang usaha sablon kaos. Sembari belajar, dia mulai berencana keluar dari pekerjaan dan dilakukan. Dia langsung ngebut. Ia membuka usaha bermodal Rp.5 juta dibantu tiga pegawai.


Alun membeli satu mesin menjahit kaos. Usaha kemudian berkembang melalui pemasaran mulut ke mulut. Itu berkat Alun mau belajar memberikan pelayanan terbaik. Alun lantas menerima pesanan kaos oblong, sweater, jaket, kaos polo, hoodie, seragam, dan sablon jahit.


Dia telah memiliki 11 orang karyawan. "Rata- rata tiap bulan mendapatkan 2000- 3000 potong kaos dengan omzet Rp.30 juta," terang Alun kepada pewarta Solopos.com


Seperti pengusaha konveksi lain ketika pemilu menjadi ladang uang. Maka pesanan kaos partai akan datang. Alun kebanjiran orderan. Namun dia membatasi cuma mengerjakan kaos premium. Alun tak mau menerima pesanan kaus murah atau kaus saringan tahu.


Untuk pesanan kaus kampanye, tidak sembarangan dia menerima, hanya pesanan dari orang- orang yang dikenal. Persentasi kaus umum dan partai mencapai 50:50. Paling membanggakan ketika Alun menerima pesanan kaus televisi.


Dia mendapat pesanan marchendise acara televisi 86 di Net Tv. Alun mendapatkan pesanan kaus 2000 potong. Nilai orderan tersebut senilai Rp.200 juta. Alun memanfaatkan komunitas- komunitas, baik berbasis kampung sampai komunitas motor.


"Yang terbaru kami memproduksi untuk komunitas vespa dengan brand Scoot Day,"kisah pengusaha muda Sukoharjo ini.

 

Kalau ditanya mengenai promosi dia memilih manual. Tidak menolak pemasaran digital melalui sosial media. Tapi dia lebih menyenangi bertemu langsung. Dan memang, sejak awal usahanya tumbuh karena pemasaran lewat mulut ke mulut.

Biografi Anne Patricia Sutanto Pengusaha Pan Brothers

Profil Pengusaha Anne Patricia Sutanto


menjadi eksekutif muda
  
Wanita tangguh pengusaha dibalik nama PT. Pan Brother. Biografi Anne Patricia Sutanto, memberi pencerahan kalau ingin jadi pemimpin perusahaan. Buat kamu yang ingin menjadi pemimpin perusahaan. Menjadi eksekutif muda tips karir berikut akan menjadi landasan. 
 
Bersumber dari biografi Anne Patricia Sutanto, profesional wanita yang telah mengalami asam- manis pekerjaan. Dia merupakan Wakil Direktur PT. Pan Brothers sejak 2010 dan banyak lagi.

Ia mampu bekerja menjadi jajaran eksekutif di perusahaan lain. Apakah ada kesulitan tentu saja dia banyak menemui. Prinsipnya kamu harus mencintai pekerjaan dahulu. "Saya mencintai apa yang saya kerjakan. Saya cinta segala bidang yang dikerjakan di perusahaan saya," tuturnya.

Membangun Karir

 
Perempuan yang bericita- cita menjadi Presiden Republik Indonesia. Mengaku memiliki lima prinsip dalam bekerja: Kerja Cerdas, Kerja Keras, Compassion, integritas dan endurace atau daya tahan. Dia pun berambisi membawa perusahaanya masuk pasar saham.

Dia menjelaskan latar belakang pendidikan teknik Kimia di Amerika Serikat. Tepatnya Anne lulus pada 1992, dan langsung magang di PT. Kayu Lapis Indonesia. Ini merupakan perusahaan milik sang ayah. Anna hanya bekerja sebentar karena merasa masih belum matang.

Anna lantas meminta sang ayah buat kembali kuliah. Ia mengambil jurusan di Master of Business Administration  di Amerika Serikat. Anne mengambil spesialis keuangan. Lulus 1995, dia kembali ke perusahaan ayahnya, diangkat sebagai business development selama 1,5 tahun.

Sang paman ternyata tidak menyukai keberadaan Anna. Bukan karena kualitasnya buruk, melainkan pamannya kurang nyaman. Apalagi dia merupakan pemegang saham, dan mengetahui bahwa dirinya tengah meniti karir. Anne memutuskan memilih jalur profesional dibanding jadi pengusaha disana.

Agustus 1996, Anne mulai bergrilia mencari perusahaan top ten, perusahaan ternama sepuluh besar di Indonesia. "Saya merasa mampu, baik dari segi pendidikan, maupun dari segi bahasa," ujarnya, yang percaya diri akan bahasa Inggris -nya, dan kemudian tawaran datang.

Padahal dia sudah mendapatkan wawancara tetapi ada kesempatan. Pamannya dari pihak ibu datang memintanya masuk ke PT. Batik Keris. Awalnya Anne menolak dengan alasan tidak nyaman. Masak dari satu perusahaan keluarga, kemudian berkarir di perusahaan keluarga yang lain.

Tetapi ternyata terdapat tugas istimewa tengah disiapkan. Di PT. Batik Keris, dirinya hanya bekerja sampai 6 bulan, kemudian pindah ke PT. Pan Brothers. Perusahaan yang tengah ditake over PT. Batik Keris, tender pada 1996 dan pengambil alihan 1 April 1997.

Pengambil alihan disusul penggantian jajaran direksi. Tetapi untuk posisi ke bawah tidak mengelami perubahan. Kepemilikan Pan Brothers berarti juga memiliki saham 50% PT. Panca Prima Ekbrothers. Pada 1 April 1996, begitu direksi diambil alih, terjadi demo karyawan karena tidak paham.

Bukan berarti tidak menyeleksi karyawan lebih baik. Hanya kamu tidak bisa langsung memecat para karyawan. Butuh proses bertahap sehingga dilakukan natural agar tampak normal. Anne melakukan pembenahan perdivisi. Butuh 3- 5 tahun sampai Pan Brothers menyelesaikan dan timbul budaya baru.

"Ambisi kami cukup tinggi. Pelan tapi pasi kami akan bermain di pasar global," tuturnya.

Industri garmen adalah padat karya banyak tantangan. Baik pemerintah maupun dunia mengelami peruibahan. Ia harus memiliki compassion agar tetap berjalan. Dia harus gigih menghadapi masalah dunia. Daya tahan menghadapi permasalah ekonomi global khususnya d bidang garmen.

Membesarkan Perusahaan


Banyak dilakukan Anne melalui bisnis Pan Brothers. Bahkan ia mengambil alih beberapa perusahaan dibawah PT. Kayu Lapis. Di tahun 2006, dia mengambil alih PT. Plymilindo Perdana, kemudian dia bersama suami mendirikan homeware.Anne sendiri memiliki pandangan luas diluar Pan Brothers.

Bila berhubungan garmen dan aparel masuk Pan Brothers. Sisinya ia mentake over beberapa usaha diluar bisnis tersebut. Nampak aneh ketika Anne mengambil bisnis diluar utama. Tetapi dia memiliki prinsip menyukai apa dikerjakan, termasuk mulai mempelajari semua lini bisnis perusahaan baru.

Perusahaan diluar Pan Brothers menjadi portfolio pribadi. Berarti didalam dirinya menjadi ekeskutif muda Pan Brothers. Diluar Anne merupakan rekan Pan Brothers mengembangkan diri. Tahun- tahun sulit telah dilalui Anne, termasuk tahun 1998 ketika terjadi kekacauan dimana- mana.

Kerusuhan yang membuat kepercayaan akan Indonesia. Dunia garmen mendapatkan tekanan hebat diluar negeri. Anne berhasil melewati pristiwa tersebut meskipun sentimen negatif. Tahun 2004, ada tsunami Aceh, membuka mata dunia bahwa Indonesia telah berubah.

Kini negara ini demokrasi dengan Islam mayorita dan tolerant. Ekonomi membaik bersamaan dengan demokrasi terus tumbuh. Kepercayaan asing akan kualitas produksi Indonesia membaik. Pada 2006- 2007, perusahaan mengembangkan diri ke Jawa Tengah, tidak lain demi menghadapi persaingan.

Produksi naik menanggulangi penurunan produksi di China pada 2011. Termasuk mendirikan pabrik di luar negeri. Anne menyadari bahwa disini (Indonesia) terdapat tantangan. Utamanya human capital yang memiliki tantangan di aturan pemerintah.

Pan Brothers mencapai puncaknya ditangan Anne. Mulai dari akuisisi PT. Panca Prima Ekabrothers pada 2005. Mendirikan pabrik baru di Boyolali dan Seragen di tahun 2007. Panca Bumi yang mulai berekpansi pada 2008. Tahun 2011, akuisi PT. Hollit International dan dua pabrik Boyolali- Sragen.

Tahun 2010, Anne mendirikan PT. Ocean Asia Industry. Pengusaha muda ini lalu memasuki pasar eco garmen melalui PT. Ecosmart Garmen Indonesia, dan disusul PT. Apperlindo Prima Santosa untuk bisnis aparel pada 2011 silam.

Ambisi seorang Anne selain merambah ke pangsa pasar Indonesia. Menjadi perusahaan Pan Brothers perusahaan kelas dunia. Ia ingin semua bisnisnya berkembang berkelanjutan. Semua perusahaan yang dibawa porfolionya maju. Itu semua demi menjadikan perusahaan multi- nasional dalam 20 tahun.

Pengusaha Muda Sekaligus Pemilik Klub Termuda

Profil Pengusaha Nabil Husein 

 
pemilikklub.png
 
Pemilik klub termuda tersebut bernama Nabil Husein. Pengusaha muda sekaligus penggemar bola. Ia menjadi sorotan. Pemuda 20 tahun yang sukses membangun tim sepakbola Pusamania Borneo FC menjadi seperti sekarang. 
 
Dia lah sosok yang memperjuangkan para Pusmania, yang dulunya suporter Persisam Putra Samarinda. Karena tak sejalan dengan pengurus Persisam, akhirnya, para suporter yang bernama Pusamania menjadi terasing. Mereka pun setuju mendirikan klub sepak bola sendiri.
 

Menjadi Pemilik Klub


Sebuah tim sepak bola yang aktif mengikutkan para suporter. Itulah apa yang tengah dibangun Nabil. Dia berkata ini bukanlah soal uang. Ia yang merogoh kocek pribadinya 3 miliar akhirnya membuktikan itu. Meski ditentang oleh orang tua, khususnya sang ayah. Dia tak bergeming. 
 
Nabil bersama mereka dibelakang para Pusamania mencoba membuktikan diri. Usianya sangatlah muda, masih 20 tahun tak menjadi halangan, meski begitu dia sudah tercatat sebagai pengusaha sukses. 

Putra dari Ketua Pemuda Pancasila Kaltim, Said Amin ini, tercatat menjadi Komisaris Utama PT. Nahusam Pratama Indonesia. Perusahaan yang kemudian menaungi PBFC ini mendapatkan penghargaan atas kerja kerasnya dengan klub. 
 
Dia mendapatkan penghargaan Best Entrepreneur Award 2014. Apa yang dilakukan olehnya bukanlah bisnis mudah, jika bukan karena kecintaan. Awalnya ketika rencana itu terlontar tak mudah baginya. Ia tak mendapatkan restu dari ayahnya. 
 
Bahkan dia berkorban mengeluarkan uang sendiri. Dia menggelontorkan 3 miliar. Bersama dengan para Pusamania bersamanya, mereka mengakuisisi klub Divisi Utama, Perseba Super Bangkalan. 
 
Masalah utama bagi para Pusamania dengan Persisam, menurut Tribunnews, berasal dari ketidak sepahaman dengan para pemilik klub Persisam. Mereka, para suporter, merasa tak dianggap oleh klub itu sendiri.

Bahkan dikabarkan para pemain Persisam mengganti jerseynya. Mengganti warna kebanggaan para suporter tanpa pemberitahuan. Merasa tak dianggap, mereka para Pusamania akhirnya memilih untuk mendirikan klub sendiri. 
 
Saat itu penguruh PBFC kebanyakan merupakan pengurus suporter Persisam yang pindah haluan. Mereka mencoba membangun klub dengan dukungan suporter secara nyata.

"Alhamdulillahnya Pusamania Borneo Football Club (PBFC) memiliki basis suporter yang memang fanatik," ujar Heldy Abe, Humas Pusamania.

Mereka tengah menciptakan kepaduan bahwa Pusamania adalah Samarinda, begitu juga sebaliknya. Sebuah kesaling pahaman antara suporter dan klubnya. Nabil memang jago dalam administrasi meski kali ini ia tengah menangani dengan klub sepak bola. 
 
Kemampuannya untuk membangun kesoliditan antar suporter begitu nyata. Pusamania memiliki divisi cyber. Mereka memastikan informasi tentang klub melalui berbagai media sosial seperi website, Facebook, dan Twitter.

Saat itu jika diingat kembali mereka yang berada di Pusamania berdiri sendiri. Mereka secara loyal selalu mendukung Persisam. Namun, bagi PBFC, suporter yang mencul sendirinya, dan mereka akan dimasukan dalam manajemen. 
 
Distro yang menjual segala tentang klub itupun dikelola oleh para suporter. Dimana hanya sebagian dibagikan ke Manajemen. Itupun untuk mensuport tim sepak bola mereka sendiri. Inilah yang akan membuat para suporter serasa memiliki.

Nabil terlahir dari kalangan suporter, jadi dia mengerti bagaimana perasaan suporter. Nabil merupakan pengusaha muda sekaligus pemilik klub termuda.

Jualan Telur 3 Juta Perhari Kisah Wirausaha Muda

Profil Pengusaha Aris Bhattara

 

jualantelur.png
 

Kisah wirausaha muda berikut semoga menginspirasi kita. Aris Bhattara sekarang jualan telur 3 juta perhari. Ia sempat menjadi buruh pabrik. Bekerja keras Aris terpilih menjadi pegawai bank milik Pemda Jabar.


Sampai dia ditunjuk menjadi manajer bank, dan dari sanalah semua bermula. Dia diajak mengikuti PLUT (Pelatihan Layanan Usaha Terpadu) Kabupaten Sukabumi. Dia kemudian ditunjuk menjadi perwakilan pengusaha padahal bangkir.


Berbekal jaringan maka ia mendirikan usaha jualan telur. Anak telur dia jual dari ayam kampung, ayam ras, telur asin, telur puyuh dan bebek. Bisa dibilang Aris mendirikan usaha tanpa modal. Semua berbekal jaringan, saling bersilaturahmi, saling kepercayaan.


Dia memiliki strategi khusus berjualan aneka telur. Ia menerapkan franchise. Berkeliling berjualan telur sekaligus menawarkan online. Aris kemudian mengundurkan diri dari bank. Pilihannya dalam menjadi wirausaha muda dirasa tepat.


Tidak terburu- buru tetapi berbekal pengalaman. Kepercayaan timbul ketika dia hasilkan Rp.30 juta perminggu. Tentu dia menghadapi aneka tantangan. Aris siap menghadapi kegagalan. Termasuk siap menjualnnya melalui sistem grosir.


Aris rela mendapatkan untung tipis. Tapi wirausaha muda ini mampu hasilkan 3 juta perhari. Pokoknya dia mengajarkan pasarkan gencar. Usaha harus memiliki tempat strategis, bekerja ulet, dan buktikan mimpi kamu.

CEO Muda Calvin Lutvi Perjalanan Pengusaha

Profil Pengusaha Calvin Lutvi

 

calvinlutvi.png
 

Kisah perjalanan pengusaha berikut semoga memotifasi kita. Adalah CEO muda Calvin Lutvi, putra dari Mantan Gubernur Aceh Muzakkir Walad pada 1968- 1973 dan 1973- 1978, beliau mewariskan usaha ke Calvin Lutvi yang benar- benar tidak tau.


Beruntung dia sempat mengenyam pendidikan Bisnis Manajemen, Bina Nusantara Jakarta. Usaha ayahnya ialah PT. Sinar Pacific Marine. Ayah Calvin meninggal ketika tahun 2010 silam. Ia sendirian melanjutkan bisnis penyewaan kapal.


Perjalanan Pengusaha Muda

 

Calvin dihadapkan kepada keputusan- keputusan sulit. Posisi ayahnya Direktur Utama, semantara dirinya merupakan anak laki- laki satu- satunya. Calvin harus meneruskan usaha dirintis ayahnya. "Mau tidak mau saya harus terjun dengan bekal ilmu saya miliki," jelasnya kepada Tribunnews.com


Beruntung sang ayah sempat mengajari Calvin berbisnis begini. Semua berjalan normal karena ia cuma meneruskan. Bisnis penyewaan kapal tanker pengangkut minyak kelapa sawit. Hingga di tahun 2015, dimana harga sawit turun dan perusahaan rekanan menghentikan kontrak kerja atau potong cost.


Maka kelabakanlah perusahaan milik Calvin sampai ajukan penundaan utang. Mengajukan PKPU atau Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang pada 2015. Calvin harus menanggung hutang miliaran. Usia masih muda tetapi sudah menanggung hutang besar.


Sempat dia kepikiran sampai kebingungan mau ngapain. Sementara, sang ibu, terus mendoakan dan memberi semangat sang putra. Dalam masalah selalu terdapat jalan menyelesaikan. Seperti sosok Alm. Gubernur Muzakkir Walad, yang mampu memimpin walau banyak masalah melanda.


Pemuda kelahiran Jakarta, 2 Juni 1989, yang memiliki prinsip menyelesaikan masalah. "Adanya masalah itu untuk diselesaikan, bukan justru kita lari darinya," tegas Calvin. CEO muda Calvin Lutvi menemukan solusi permasalah.


Lewat jaringan koneksi dia menghubungi banyak pihak. Hingga PT. Star Petrochem Tbk, bersedia buat mengakuisisi PT. Sinar Pacific Marine, miliknya. Bahkan kemudian Calvin dijadikan Direktur Utama di PT. Star Petrochem berkat kinerja mumpuni.


Ia sukses menyelamatkan perusahaan dan bahkan mendapt jabatan. Nah, semua masalah beres, Calvin lalu membuka bisnis financial advisor. Bisnis dibangun dua bulan setelah proses akuisisi. Prinsipnya ia akan membantu perusahaan yang hampir kolaps.


Dia senang membantu perusahaan hampir bangkrut atau bermasalah. Bersama beberapa teman bangkir maka berdirilah Star Pasific Capital Pte, Ltd, berpusat di Singapura. Dimana ia langsung menangani tiga perusahaan. Awal mereka sempat kesukaran modal tetapi mampu mereka atasai kesemuanya.

 

Tetapi mereka khususnya Calvin mampu tetaplah tenang. Kemampuan mereka menjaga kepercayaan menjadi kunci. Mereka mampu menggaet investor- investor asal Singapura. Begitu mendapat semua kepercayaan langsung Calvin manfaatkan.


Segera mereka membangun koneksi dan menyasar target. Bergerak cepat mencari perusahaan yang bermasalah. Mereka menawarkan bantuan. Tetapi tetap mereka tidak sembarangan memilih. Harus jeli mengidentifikasi masalah, analisa keadaan, hingga tidak salah menangangi masalah.


Star Pasific Capital telah memegang tujuh perusahaan. Dan Calvin, membawahi 150 karyawan, dan dia senang mampu membuka lapangan pekerjaan. Tujuan perjalanan pengusaha bukanlah sekedar uang, tetapi mampu membahagiakan orang tua, dan membuka lapangan pekerjaan orang lain.


Calvin juga memberikan edukasi mengenai fungsi mesin, edukasi manusia, dan mengajarkan peralatan canggih. Kita Calvin menjadi CEO muda adalah leadership. Dalam menjalankan bisnis tidak cuma manajerial baik. 

 

Ketika menjalankan usahanya harus out of the box, mampu membangun jaringan, mampu menjadi trend setter, walau terkadang harus gagal. Kegagalan tidak terelakan dan merupakan bagian perjalanan kesuksesan. 

 

"Karena sejatinya ide bisa datang dari mana saja dan kapan saja. Sedangkan jaringan, itu menurut saya syarat utama bisnis kita bisa maju, termasuk bisa menciptakan bisnis baru itu ya dari hasil berhubungan dengan orang lain," ujarnya

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba