Pembuat Virus Komputer Pertama dan Pembuat Dmoz

Biografi Pengusaha Rich Skrenta


 
Namanya tidak dikenal orang apalagi untuk masyarakat kita. Orang Indonesia mungkin beberapa saja tetapi tidak banyak, cuma tau hasil temuan pria ini yakni situs Dmoz.com. Atau nama lainnya proyek direktori manual terbesar di jagat maya.

Pria bernama Rich Skrenta mungkin bukan satu- satunya. Pria lulusan Northwestern University, kelahiran Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Utara pada 1967. Tahun 1982, umurnya masih 15 tahun, anak SMA ini sudah membuat virusnya sendiri yang mana dikenal sebagai "penemu" serangan virus pertama di dunia.

Memang tidak bisa dibilang virus pertama. Tetapi virus bernama Elk Cloner merupakan serangan virus terbesar menyerang mesin Apple II. Dipercaya merupakan serangan virus pertama paling menganggu buat penduduk bumi kala itu.

Antara 1989 dan 1991, dia bekerja buat Commodore Business Machine witha Amiga Unix. Tahun 1989 dia dikenal karena menciptakan beberapa game simulasi. Tahun 1994, dia memulai bisnis pertamanya lewat bisnis game berbayar, Olympia dibawah naungan Shadow Island Games.

Virus komputer iseng


Kenapa membuat virus komputer ya karena Rich masih muda. Dengan semangat luar biasa karena menjadi ahli komputer di jamannya. Anak muda 15 tahun tersebut terus menciptakan virus Elk Cloner pada sistem komputer Apple II. Padahal waktu itu komputer Apple tengah sangat booming wajib dimiliki setiap rumah.

Tidak berbahaya hanya iseng. Virus tersebut menyerang lewat sistem floopy, lantas masuk ke sistem katalog menu pada Apple. Bukannya menunjukan list menu tetapi malah sebuah puisi.

 "Elk Cloner: Sebuah program dengan kepribadian. Itu akan masuk ke semua disket akan masuk ke semua "keripik" Yah inilah Cloner. Itu akan menempel ke kamu seperti lem memodifikasi ram kamu Yah inilah Cloner."

Dimana awalnya mau mengganggu orang lain. Eh, ternyata virusnya menyebar lewat satu komputer ke satu komputer lain, untungnya tidak merusak komputer. Secara cepat dan besar menyebar lewat jaringan di luar komputer yang mana dibuat oleh setiap komputer satu sama lainnya.

"Saya adalah kutu buku dan seorang pecinta komputer, tertarik ke semua aspek teknologi," ujarnya kepada situs theregister.co.uk. "Saya ingin membangun robot tetapi belum ada teknologinya dan saya tidak punya kemampuan teknisi. Ketika sekolah dasar saya pernah membuat mesin vakum tetapi salah hingga akhirnya rusak."

"Saya bahkan tidak pintar memasang rel kereta api mainan," ujarnya, menjelaskan meskipun dia jago soal software urusan hardware Rich payah.

Dengan belajar tentang software dia meniru apa di televisi. Dimana film favoritnya waktu itu, di tahun 2011 berjudul A Space Odyssey and Colossus: The Forbidden Project. Ia mengakui hal- hal berbau nyata memang menyusahkan dibanding membuat program komputer.

Dia dapat komputer Apple II pertamanya ketika natal pada 1980. Berjam- jam, berminggu, berbulan dia meneliti keindahan komputer lewat aneka game dan programnya. Dia lantas membuat game berbasi teks pertamanya, dimana bercerita tentang bagaimana terhindar dari kecelakaan pesawat terbang.

Bisnis dari iseng


Dia sangat antusias karena menemukan teman sejawat. Lewat klub komputer, mereka semakin dalam ke komputer, hingga mencapai batasan yakni tentang privasi komputer itu sendiri. Dari sekedar membagikan file dan game, Rich mulai mengenal tempat berbagi produk bajakan dan game bajakan lewat disket.

Kemudian dia berpikir bagaimana caranya iseng. Gimana sih bisa ngerjain teman lewat skat disket pada sistem komputer. Disana dia menciptakan permainan jebakan di disket. Rich mencoba aneka macam hal buat ngerjain teman hingga masuk ke disket. Sungguh menyenangkan menemukan celah diantara sistem komputer.

Hingga dia menemukan pemikiran bagaimana merubah isi komputer tanpa menyentuhnya? Eksperimennya tentang bagaimana merubah latar sebuah komputer pribadi. Bagaimana masuk ke sistem penyimpanan file pada komputer. Gimana caranya merubah informasi data pada tempat penyimpanan komputer orang.

Hasilnya adalah virus yang diprogram buat satu disket ke disket lain. Eh malah berkembang sendiri hingga menyebar dari komputer ke komputer. Inilah cikal bakal virus Elk Cloner. Dia memanfaatkan buku tentang bagaimana menghack Apple. Dan justru menemukan kelemahan pada sistem monitor pada sistem utama.

"Elk Cloner menggunakan lubang itu," ia menjelaskan.

Butuh waktu sebentar buat virusnya memahami bahasa komputer. Perjalanan proses memang lebih lama menyesuaikan kemampuan si virus sendiri. Dia mengistilahkan virusnya seperti membuat puzle. "Itu lalu bekerja seperti jimat dan menyebar kemana- mana," kekehnya.

Sepupu Rich menemukan bahwa komputer tersebut sampai ke komputer US Navy. Tidak ada cara waktu itu untuk terhindar dari virus Cloner. Elk Cloner kalau sudah masuk disket, kemudian masuk ke komputer kamu maka akan terdengar suara unik, suara swoosh menjadi ciri khas bahwa disket telah terkena virus ini.

Akan menginveksi ke lubang penyimpanan jika tidak direstart. Kalau saja orang punya kebiasaan mereboot komputer maka Erl Cloner tidak akan tersebar. Tapi karena orang malas saja virus tersebut tersebar dan menggila.

Virus buatanya tidak berbahaya seperti virus sekarang. Cukup direstart maka virus tidak akan tersebar ke mana- mana. Kemudian merasa bertanggung jawab dia menciptakan penangkalnya. Sebuah aplikasi buat menangani Elk Cloner gratis. Dia menceritakan masanya dia tidak membuat virus sebagai platform bisnis.

Dia senang dengan Elk Cloner. Tetapi tidak menganggap itu berbahaya. Dia menikmati setiap keisengan yang menyebar ke seluruh dunia. Dia antara kesibukannya bekerja membuat aneka game. Diantara Rich bekerja di perusahaan Sun Microsytem, dia keluar dan mendirikan Dmoz situs agregator manual.

Dia masih bekerja di Dmoz ketika diakuisi Netscape, bekerja untuk AOL Music dan AOL Shopping. Dia kemudian memutuskan melepaskan AOL dan bekerja sendiri. Dia mengerjakan website agregator Topic dengan prinsip bisnis. Tahun 2005, dia menjual 75% saham Topic LLC ke konsorsium surat kabar.

Akhir 2000 -an, dia menemukan mesin pencari Blekko, yang kemudian dibeli IBM buat komputer mereka Watson. Pada 28 Februari 2017 diumumkan bahwa pada 14 Maret 2017, Dmoz akan ditutup setelah 19 tahun mencoba eksis membuat situs agregator manual, kalah melawan mesin pencari otomatis miris.

Inspirasi Pacaran Sehat Jadi Pengusaha Berduaan

Profil Pengusaha Anngraeni Ayu Wulandari 



Ayunan memang identik dengan mainan anak. Kalau ayunan rotan mengendung estetika di dalamnya. Itu kan tidak cuma buat mainan. Ayunan rotan bisa dipakai sebagai hiasan rumah, atau menjadi furnitur rumah kamu. Namanya Anggraeni Ayu Wulandari, pengusaha yang tengah mengambil kesempatan tersebut.

Dia adalah pemilik bisnis Dewi Rotan. Pengrajin rotan ini membuat ayunan, yang tidak digunakan ayunan pada umumnya. Modelnya dibuat seunik mungkin. Variasi meliputi bentuk bulat, kotak, lonjong pokoknya dibuat berbeda.

Ayunan bikinan Ayu dikenal memakai rotan sintesis. Dimana ukurannya, biasanya 200 cm dan diameter 10 cm, ayunan lebar dapat diduduki dua orang. Beban mampu dibawa ayunan tersebut maksimal 150 kg. Dia menambahkan umur penggunaan sampai lima tahun.

Ayu mengatakan cara pembersihan mudah pakai kain basah. Untuk sela- sela dapat menggunakan sikat gigi buat membersihkan. Pengusaha asal Cirebon tersebut mengaku bisnisnya punya prospek. Rotan seolah jadi trend dikalangan masyarakat sekarang apalagi ayunan rotan.

Dia bahkan mampu menjual sampai ke pelosok Indonesia. Karena jualannya lewat inetrnet maka penjualan bisa mencapai kemana- mana. Dalam sebulan Ayu mengaku mampu mengantungi omzet puluhan juta.

Bisnis bareng pacar


Mata Ayu langsung berbinar berkisah bisnisnya. Bagaimana bisnis pengusaha muda rotan tersebut, dimulai justru ketika sedang jatuh cinta. Ayu tengah dilanda asmara dengan pasangannya bernama Achmad Fakrie, yang bahkan akan menjadi pendamping hidupnya.

Memulai kisah cinta sejak SMA, Ayu dan Achmad, sama- sama mendaftar SMAN 6 Cirebon. Dan kedua insan ini dipersatukan makin erat ketika mengikuti ekstra kulikuler. Benih cinta keduanya makin kuat dan Achmad tidak mau berlama- lama. Dia langsung nembak Ayu menjadi kekasih hatinya.

Memang sudah sejak mengikuti ektra basket. Sejak itu Achmad memperhatikan Ayu, yang dirasanya adalah tipikal cewek idaman.

"Waktu ekskul dulu, Rikie sering banget ke- gap merhatiin aku, lucunya tiap malam, karena tenda kita waktu itu deket dia nyanyi sengaja banget sebut nama aku, jujur waktu itu aku masih cuek," kenang Ayu sambil tersipu.

Sikap cuek Ayu justru membuat Achmad bersemangat. Semakin penasaran saja dibuat dengan kecuekan Ayu. Selesai kegiatan kampus, Achmad sudah nunggu, meskipun begitu keduanya tidak berjumpa. Tidak mau habis akal dia langsung mencari nomor telephon lewat temannya.

Pendekatan selama satu setengah bulan, tepatnya tanggal 19 Februari 2010, keduanya telah resmi menjadi pacar. Sayangnya orang tua Ayu belum membolehkan putrinya pacaran. Keduanya lantas memilih jalur backstreet alias pacaran diam- diam. Karena semua guru udah tau keduanya pacaran, keduanya selalu beda kelas.

Sama- sama masih pelajar masih menggantungkan orang tua. Keduanya kemudian kepikiran untuk menjadi pengusaha muda. Pacar Ayu sendiri bekerja untuk Kementrian Perhubungan, dan mangatakan keduanya sudah bersama membuka usaha. Keduanya juga tidak merasa malu melakukan itu sampai sekarang.

Bisnis bersama


Aneka macam usaha dijalankan mereka berdua, mulai berjualan baju, pernak- pernik kosmetik, bahkan pacar Ayu sendiri jualan kosmetik. Dia tidak malu tuh. Keduanya punya hobi berjualan dan punya tujuan yang sama yakni menjadi mandiri. Hasilnya bisa dipakai keduanya buat jajan tanpa meminta ke orang tua.

Lulus SMA, keduanya pisah Universitas, inilah cobaan menguji kesabaran dan kepercayaan pasangan ini. Ia mengatakan empat tahun mereka melakukan LDR. "Yang penting aku percaya sama Rikie, Rikie juga percaya sama aku," utasnya.

Achmad kuliah di STPI sedangkan Ayu di Akbid Muhammadiyah Cirebon, dan keduanya sulit bertemu karena sibuk dan cuma ketemu kalau liburan Semester. Keduanya juga masih sempat memikirkan bersama mau berbisnis apa. Ide membukan usaha rotan seperti kedua orang tua Achmad sudah dipuruskan.

Keduanya sepakat tidak menyusahkan orang tua. Langkah awal mereka adalah mencari produsen rotan asal Cirebon. Bisnis keduanya gampang sangat sederhana pada awal. Dimana mereka menawarkan ayunan ke online, dengan syarat membayar dp dulu sebelum dikirim pesanan.

Perlu kamu tau, keduanya tidak membuat, uang tersebut diserahkan kepada sang produsen lokal. Ketika mereka sudah mendapat pelunasan pembayaran. Keduanya lantas memutar uang tersebut menjadi modal kembali, jadi hitunganya tidak ada modal ketika membangun Dewi Rotan.

Memulai bisnis lewat online memang susah, apalagi keduanya dipisahkan jarak. Kedua pengusaha muda ini lebih berpikir bijak. Ketika ada masalah keduanya akan membicarakan titik temu. Tugas mereka juga sudah dibagi dua yakni Achmad mengerjakan pemasaran online, sedangkan Ayu mengurusi toko mereka.

Mereka memang sudah berproduksi. Dengan kemampua melihat trend, membuat keduanya mampu lebih variatif dalam pembuatan produ ayunan rotan. Dari bisnis kecil mereka lantas tumbuh menjadi usaha yang menjanjikan. Dimana Dewi Rotan sudah memiliki 3 toko, satu Cirebon, dan dua lainnya di Bogor- Bekasi.

Keduanya bahkan berniat sampai ke Tangerang. Berkat tiga toko serta penjualan online, keduanya mampu meraup omzet mengejutkan yakni Rp.50 juta per- bulan. Jika dulu berbisnis cuma buat jajan pacar, mereka sekarang bahkan merencanakan menikah bermodal usaha mereka bersama ini.

Agutus mendatang keduanya berniat akan menikah. "Alhamdulillah semua berkat usaha dan kepercayaan antara kami," ujar Ayu.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba