Pendidikan Anak Usia Dini Bisnis Menguntungkan

Profil Pengusaha Sukses Senita Jaya


bisnis pendidikan paud

Pendidikan anak usia dini bisnis menguntungkan. Berawal susahnya Senita mencari sekolah si kecil. Senita Jaya merasakan betul susahnya masuk TK. Alasannya sepele, ya karena anak Senita itu terlalu kecil untuk memulai TK.

Tidak mau terus kecewa, ia memilih memulai membuka sekolah sendiri. Senita ingin membuka sekolah pendidikan usia dini (PAUD) sendiri. Dia tidak terlalu berpikir ini bisnis menguntungkan. Sanita hanya berorientasi membantu kesusahan para kaum ibu.

Mereka yang susah mencari pendidikan lantaran usia kurang.  Hampir putus asa, seperti Senita yang terus mencari- cari pendidikan untuk anak kecilnya. Ia terus berjalan kesana kemari hingga jalan itu muncul. Muncul brosur di pintung angkot yang ditumpanginya menujukan jalan.

Dia lantas mulai berjalan menuju sebuah taman kanak- kanak tersebut. Sanita kok penasaran sekolah macam apa yang ditujunya. Hingga dia menemukan fakta, bahwa pendidikan anak usia dini itu sangat menguntungkan

Ide Bisnis Kapan Saja


Ada pepatah ide bisnis datang kapan saja. Taman kanak yang bernama TK Islami itu berada di kawasan Samarinda Utara. Ketika ia mendatangi tempat tersebut sungguh terkejut. Sanita tak percaya tempat tersebut adalah sebuah sekolah.

Itu hanyalah sebuah taman yang disulap menjadi sekolah. Begitu mudahkan membangun sebuah pendidikan anak usia dini. Padahal dirinya harus berkeliling untuk mencari sekolah. Semua mereka menolak anaknya lantaran berusia kurang.

Sekolah bernama TK Islami  dibangun di pekarangan rumah. Nampak seperti bisnis sampingan tetapi punya banyak siswa. Dan, yang lebih mengejutkan lagi. fakta bahwa sekolah tersebut berdiri diatas rumah milik warga. Pemilik TK tersebut ternyata bukanlah pemilik tanah, atau statusnya menyewa.

Setelah lelah berjalan, mencari sekolah TK Islami, ia justru merasa kecewa semudah itukah. Maski fasilitasnya kurang, sekolah tersebut menyampaikan aneka program baik. Sanita pun bisa menerima anaknya di sana. Pengalaman itu membuat Senita sadar ternyata pendidikan tak perlu mewah.

Ternyata, dia menemukan pendidikan itu, bisa juga ya menjadi usaha yang menjanjikan. Inilah awal mula segalanya, bisnis sampingan kemudian berubah besar. Dia memulai bisnis sendiri. Sekaligus itung- itung dia membantu orang tua dan anaknya yang masih kecil.

Sejak 2005, dia mulai mecicil modal usaha untuk membangun taman bermain. Dia selalu menyisikan uang yang diberikan suaminya sebagai belanja. Lambat laun sebuah sekolah mulai tercipta dengan biayanya sendiri walau baru kursi, meja, dan mainan anak- anak.
Ibunya, Sukeri dan Ayahnya, Syarif Suffendi, seorang dosen fakultas kehutanan Univerisitas Unmul, yang mulai melihat sinis bisnis anaknya tidak akan berhasil. Mereka prihatin hanya ada 24 orang anak yang mendaftar pertama kali.

Meskipun begitu dia tetap meneruskan bermodal halaman depan rumah orang tuanya.

"Tak selalu diterima, brosur saya seringa ditolak mentah- mentah. Walau begitu saya tetap semangat," ingatnya di awal bisnis.

Bisnis Menguntungkan


Meski sedikit, dia mengatakan itu bukanlah masalah baginya. Bagi Sanita yang terpenting anak- anaknya bisa gembira meski belajar seadanya. Lambat laun, persepsi positif tumbuh sejalan jumlah murid, Senita mencapai 185 murid serta menambah saran prasarana.

Dia mengakui untuk semuanya mebutuhkan uang dan kerja keras. Dia mengaku awal- awal biaya masuk belajar sebesar Rp.600- 800 ribu, bagi murid Play Group ataupun TK cuma SPP nya cuma seharga Rp.75.000.

Sekarang, Sanita menerapkan lebih tinggi dengan uang masuk TK Rp.2,4 juta, dan PG sebesar Rp.2,2 juta.  Sedangkan SPP, TK dikenakan biaya Rp.200 ribu dan PG sebesar $175 ribu. Apa itu tidak akan terlalu mahal?

Tentu tidak, ia berkata harus benar- benar memilih guru yang tepat serta program yang mumpuni. Dia dibantu oleh 23 guru yang sebelumnya hanya sendiri mengembangkan bisnisnya akhirnya ke level lebih tinggi. Bagaimana dengan tempat?

Ia berekspansi tidak hanya dari depan rumah kedua orang tuanya. Bisnisnya, PG dan TK Silmi, kini berdiri di tanah pemberian orang tua sang suami. Ia juga resmi membuka cabang PG dan TK nya di JL. KH. Wahid Hasyim.

Ibu dari Nabila, Nasywa, dan Nayla ini mengatakan, omzet dari usahanya ini bisa mencapai puluhan juta per- bulan. Sebelum jagung manis, Senita mengaku ada usaha lain tetapi gagal. Dia pernah menjual obat herbal hingga kerudung.

Sejak kuliah di Fakultas Pertanian Unmul memang dirinya hobi membuat pakain islami. Dia pun mengaku semuaya terjadi tiba- tiba kerena di memang menginginkan sekolah bagi anaknya. Senita Jaya mengaku bisnis sekolahnya mengantongi omset puluhan juta perbulan.

Tetap Percaya Diri Walau Usaha Bimbel Saja

Profil Pengusaha Muhammad Mulyakhan


usaha bimbel genius
 
Kelebihan sosok M. Mulyakhan adalah ketulusan dalam berbisnis apapun. Tetap percaya diri apapun usaha yang dijalankan. Pemuda yang menang Wirausaha Muda Mandiri asal Aceh. Dia dulu pernah mengundurkan diri ketika mendaftar di Medan.

Muhammad Mulyakhan merasa tidak percaya diri melihat pesaing. "Waktu di Medan, saya sempat mengundurkan diri, karena teman- teman di Medan luas biasa omset usahanya," ia menjelaskan. Juga mereka nampak sangat lihai dalam mempresentasikan bisnis.

Pemuda kelahiran Benua Raja, Aceh Paniang, 11 Maret 1990 yang berpenampilan sederhana. Dia mampu mengalahkan 14 ribu peserta dari seluruh Indonesia. Ia tak akan menyangka lolos bahkan sampai juara 1. Mulyakhan memang orangnya sederhana dan berbisnis bias- biasa saja.

Dia bukanlah pemilik usaha berbasis teknologi komputer. Mulyakhan berhasil berkat bisnis bimbel Genius Privat. Bahkan berkat ini pula dirinya mendapatkan penghargaan dari pemerintah. Dia sendiri yang menerima piala dari Wakil Presiden. 

"Pak Boediono sendiri yang ngasih piala secara langsung," kenangnya.

Pengusaha Bimbel Genius


Bagi pengusaha dibutuhkan ketulusan menjalankan usaha. Orang mungkin menyebut perasaan itu sebagai "passion". Ia mengenang bagaimana dirinya hanya seorang guru. Mulyakhan tercatat menjadi guru bimbel di tempat temannya. Dia bekerja di Genius Privat yang dulu masih milik orang lain.

Di awal Februari 2012, bimbel Genius Privat dimiliki teman Mulyakhan, yang sahamnya kemudian ditawarkan ke orang. Mulyakhan nekat mengajukan diri membeli saham bimbel tersebut. Walaupun dengan cara berhutang, akhirnya dia memiliki bimbel yang kemudian diberi nama Genius Privat.

"Saya beranikan diri membeli saham tersebut, walaupun sebagian hutang," kenang sang pengusaha.

Dia mengenang tidak mudah membesarkan bimbel  Genius. Mahiswa cerdas Jurusan Fisika, Fakultas Keguruan dan Pendidikan (FKIP) Unsiyah, yang tak berhenti belajar. Dia terus berusaha sampai di titik balik kesuksesan.

Awal- awal peminat Bimbel Genius sangatlah minim. Sekarang dia mampu menggaet sampai 130 orang siswa. Semua membutuhkan proses dengan kesabaran dan keikhlasan. Tulus ingin membangun usaha sendiri hingga mereguk kesuksesan.

Pemuda yang membangun bimbel Genius dengan kerumitan. Bimbingn Belajar Genius yang saat itu sudah memiliki enam cabang. Dia mengambil alih bisnis tersebut bukan tanpa pikir panjang. Saat itu dia memutuskan berhutang.

"Saya sempat bangkrut karena hutang, bahkan hampir setengah miliar," ia menjelaskan.

Mengapa mengambil bisnis yang telah berjalan itu lebih sukses. Karena Mulyakhan bisa saja tidak punya pengalaman berbisnis. Dia tak paham mengenai manajeman perusahaan. Ia dituntut untuk bisa membaca pasar, ketika bisnis sejenis telah merebak dan persaingan ketat.

Bimbelnya sudah jadi bahkan memiliki enam kantor cabang. Berkat kerja keras dia mampu membuka dua cabang baru. Mulyakhan mampu mengoptimalkan tenaga pengajar sejumlah 70 orang. Sempat dia membuka empat cabang baru, tetapi masalah operasional menghadang dia.

Alhasil Mulyakhan terpaksa menutup semua cabang tersebut. Pria yang hobi membaca buku bisnis ini tak tinggal diam. Bisnisnya sempat akan gulung tikar karena Standar Operasional Prosedur. Dia tidak memiliki fondasi kuat dalam berbisnis.

Alhamdulillah, waktu dapat menempa Mulyakhan hingga lepas jeratan bangkrut. Dia mampu lepas dari kebangkrutan dan makin optimis. Ia yakin prospek bisnis bimbel masih terbuka luas. Terutama di Aceh, dia yakin bahwa pendidikan akan selalu dibutuhkan orang.

Wirausaha Muda Mandiri


Banyak orang dibelakang yang mendukung kemajuan bisnis Mulyakhan. Ia menyebut para pegawai yang memotivasi. Dia bukan sekedar ingin membuka banyak lapangan pekerjaan. Prinsip bahwa dia harus mensejahterakan mereka menggema.

Tidak lucu bila dia menyerah membiarkan mereka jadi pengangguran. Dia mulai memperbaiki sistem operasional. Banyak halang rintang sampai hampir kehingan setengah miliar. Titik balik lagi ketika siswa bimbelnya menang Olimpiade, ditambah menang Wirausaha Muda Mandiri tahun itu.

Dia juga memenangkan lomba Diaspora. Namun ketika itu pula masalah timbul kembali. Keluarga yang mendukung Mulyakhan nampak goyah. Mereka berharap dirinya bisa menjadi PNS karena telah berprestasi. Apalagi dia telah mengajar hingga mampu membawa siswa menang Olimpiade.

Angan mereka mengenai menjadi PNS menguat. Sementara Mulyakhan menginginkan fokus untuk berwirausaha. "Saya tidak menemukan passion saya disitu," tuturnya. Semangat entrepreneurship itu begitu menggelora di matanya. Maka dari itulah dia secara bertahap meyakinkan itu kepada keluarga.

"Alhamdulillah, sekarang keluarga mendukung," jelas Mulyakhan.

Usut- punya usut ternyata dia pemenang lomba Olimpiade Sains Nasional (OSN), untuk pelajaran Fisika pada 2011. Pantaslah ini menjadi bentuk promosi untuk memajukan bimbel. Prestasinya sangat gemilang dengan otak yang cerdas dan membanggakan.

Banyak siswa yang terinspirasi akan kepribadian pengusaha muda ini. Dia juga termasuk orang yang tetap percaya diri. Walau ketika dia mengundurkan diri di Medan karena minder. Dia segera bangkit, dan masuk ke pendaftaran Wirausaha Muda Mandiri di Aceh.

Tidak ada pengusaha sempurna tetapi harus terus belajar. Seperti ketika dirinya belajar soal keuangan bisnis. Mulyakhan memisahkan antara keuangan pribadi dan perusahaan. Dia percaya harus merubah SOP berdasarkan Allah dan Rasulullah.

Agama menjadi kunci kesuksesan Mulaykhan yang sempat terpuruk. Dia yang telah sukses juga tak lupa berbagi. Salah satunya dia menjadi penggagas berdirinya organisasi pengusaha di Aceh. Di masa depan dia berharap lebih banyak pemuda jadi pengusaha, yang kreatif, inovatif, dan berakhlak baik.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba