Adam Horwitz Entrepreneur Online Cari Uang Lewat Internet

Profil Pengusaha Adam Horwitz

 

adamhorwitz.png

Cari uang lewat internet hanyalah suatu scam atau penipuan. Banyak orang menuduh, Adam Horwitz entrepreneur online ini membuktikan kebalikan. Ada kok bisnis legit menghasilkan uang, seperti ClickBank, Affiliate Marketing, Adwords, Flipa.dll.


Namanya dikenal diantara pengusaha online sukses. Ia berusia 15 tahun ketika memulai bisnis website. Adam menciptakan Dirty Laundry, situs berisi gosip mengenai semua murid di sekolah. Tiga hari situs berjalan langsung diblokir.


Tetapi semua anak sekolah tampak "menyukai" website karya Adam. Ini terbukti dari kunjungan situs yang membludak. Bisnis berkonsep blog tersebut merupakan awalan. Adam yang masih remaja merasa kebingungan. Dia berpikir kenapa ditutup.

 

Afiliasi Marketing

 

Alih- alih dia komplain lebih baik melanjutkan berbisnis. Maka dia memulai sesuatu sejenis namun punya akses legal. Adam menciptakan pesta! Dia menciptakan pesta di tempat tinggalnya yakni Los Angles. Usahanya cukup menjelaskan mengenai program dan selesai.


Mereka datang tetapi ternyata diluar dugaan datang ratusan. Total 800 orang tamu datang, padahal dia menyiapkan acara 20 orang. Dan 400 orang muncul ketika acara harusnya berhenti dua jam lalu. Adam juga mendapatkan banyak telephon masuk.


Ini diluar kendali karena pesta terbuka sangat viral. "Jadi saya harus menutupnya sangat cepat, tetapi saya senang walau singkat," tuturnya.


Pintu cari uang lewat internet berkat menjadi tamu. Dia dan ayahnya menjadi tamu buat blog bisnis bernama StomperNet. Inilah yang membuka pandangannya mengenai entrepreneur online. Lebih dalam mengenai bisnis afiliasi marketing.


Dia cuma mendengar. Soal berbisnis semua diserap tanpa benar- benar belajar apapun. Dia mendengar mengenai kisah sukses. Menyerap semua walau tidak memahami konteks ataupun alur. Adam lantas mencoba membuat iklan PPC.


"Saya coba empat sampai lima dan gagal total," ceritanya. Dia kehilangan beberapa ribu dollar. Adam kemudian melirik chicken coops (kandang ayam untuk kebun)


Adam menemukan chicken coops ketika melihat Google Trends. Dia bertanya mengapa orang mencari itu. "Siapa yang mau membelinya?" ucapnya. Adam kemudian membuat iklan PPC. Waktu itu Adam berhasil membuat uang berbisnis online. "Ini seolah menjadi pembuka mata," celetuknya.


Google Trend menunjukan apa tengah naik daun di pencarian. Sebagai entrepreneur online pemula ya tinggal berpikir apa tengah naik. Makin tinggi grafik pada Google Trend berarti paling dicari atau dibeli. Adam lalu menceritakan kesalahan pemula dalam berbisnis PPC ini.


PPC atau pay perclick merupakan anonim dari iklan Google. Disini iklan produk kamu akan ditaruh di halaman pertama paling atas. Tentu dari 8 iklan kamu akan coba mungkin gagal semua. Ini sangatlah melelahkan bagi pengusaha online pemula.


Pemain PPC pemula akan menyerah tanpa menghasilkan uang. "Tentu, saya tidak membuat uang atau apapun," tiru Adam. Tetapi ia meyakinkan bahwa masih bisa menghasilkan uang kok. Prinsipnya dalam satu iklan akan terdapat konversi 1% atau 100 klik.


Adam selalu memasang satu iklan dulu sebelum dilanjut lain- lain. Butuh analisa dan kemantapan hati sebelum memulai. Adam tidak pula membatasi beberapa iklan. Bila kamu mengasal dengan banyak produk dan iklan, dan kamu cuma hasilkan 20 klik maka gagal tidak menjual.


Kamu harus fokus mengejar 200 klik iklan tunggal. Dari sana berharap akan hasilkan penjualan buat modal kedepan. Bila kamu gagal barulah mulai produk baru buat diiklankan.


Awal Adam bahkan memilih produk afiliasi marketing salah. Komisinya cuma 10% dari total, sialnya dia sudah percaya diri akan menjual; ia pikir produknya bagus. Padahal dia membutuhkan komisi yang lebih besar sebanding biaya.


Alhasil dia kehilangan lebih banyak uang dalam periklanan. Dia pikir akan langsung menjual ketika memasang AdWords. Kamu butuh memahami produk sampai butuh komisi diatas 30%. Maka komisi inilah yang akan menutupi biaya periklanan PPC nya.


Afiliasi marketing berarti kamu menjualkan produk mendapat komisi. Dia memakai budget sekitar 23 sen, 25 sen perklik, dan tidak mengejar list teratas nomor satu. Dia lebih memilih produknya nampak hasilkan pembeli walau ditengah- tengah.


Kamu akan bertahap belajar sampai menempati nomor satu pencarian. Ia mejelaskan cara menjual yang paling ampuh melalui video. Adam akan berdiri di depan kamera dan menjelaskan. Pastikan kamu telah memilih produk terlebih dahulu buat direview.


Ingat komisi penjualan harus menutupi pembiayaan iklan. Bicaralah seolah produk kamu jual memiliki keberhasilan. Inilah yang orang ingin lihat. Isilah semua bertahap dalam bentuk langkah- langkah. Ia menjelaskan pembeli tidak mau banyak baca.


Pembeli ingin melihat kamu berbicara mengenai keberhasilan mu. Terkadang mereka ingin menjeda video dan mempraktikan langsung. Ini akan sesuai petunjuk video kamu lengkap. "Daripada menulis dari halaman ke halaman e-book, saya rasa paling gampang tinggal membuat video tutorial," tuturnya.


Untuk pasarannya adalah anak- anak muda seusia. Ia memiliki dasar mengapa menjual produk ini. Dia menjual pelatihan kewirausahaan. Tujuan utamanya, memastikan bahwa anak- anak tidak akan menjadi pegawai cepat saji atau memiliki upah minimum.


Bisnis Online


Ia paham bahwa anak muda tidak akan duduk depan laptop dan membaca ebook. Mereka akan lebih senang melihat televisi atau video Youtube. Orang tinggal menonton ini, kemudian dengan mudah akan mempraktikan. Dan itu akan sangat memenuhi kebutuhan mu.


Bila kamu menyenangkan dan santai, maka mereka akan sangat merasakan penjelas dan merasakan kedekatan. Ini yang akan membuat mereka termotivasi berubah dan memulai. Adam Horwitz menjual produk digital berupa pelatihan entrepreneurship online.


Tidak mudah memang ketika Adam Horwitz membangun website. Awal dia hanya mampu menggaet sedikit pengunjung. Apalagi dia memakai organik atau tanpa bantuan iklan. Adam bekerja sama dengan Derrick, yang lebih tua untuk membangun situs Tycoon Cashflow.

 

Mereka awal- awal tidak memahami membangun trafik pengunjung. Dia lantas mencari website yang terkenal kemudian meminta bantuan. Ia menawarkan memasang iklan di situs- situs mereka. Kemudian Adam dan Derrick memberikan pelatihan gratis bernama Enigma Marketing Method.

 

Isinya bercerita mengenai pelatihan afiliasi, melalui membuat artikel blog, melakukan SEO, dan semua mereka pernah. Di dalamnya ia menyisipkan produk jualan mereka. Banyak orang tertarik malah ikut mempromosikan produk mereka demi komisi.

 

Viral marketing yang memiliki efek bola saju menggelundung. Adam mampu menarik perhatian lewat jualan di ClickBank. Taukah kamu bahwa situs ini memiliki 9000- 10.000 produk. Namun pelatihan milik Adam, Tychoon Cashflow naik peringkat sampai 100 produk terbaik di ClickBank.

 

Adam menceritakan tidak sekedar menjual halaman ebook. Melainkan ia selalu menyisipkan video- video pelatihan. Ketika orang membeli produk digitalnnya, perhalam akan disisipi video penjelasan, maka orang akan tertarik mendalami isinya.

 

Hanya terdapat sedikit tulisan. Video sangat membantu penjualan. Karena melalui video kamu akan merasakan koneksi ke orang. Bukan mereka merasakan bahwa orang tersebut tidak nyata. Di bisnis internet semua berubah mengikuti sistem berjalan.


Pemain lama akan semakin tua. Bermunculan anak muda yang menjadi pengusaha online. Mereka pun menawarkan cara berbeda. Prinsip marketing ialah bila kamu memiliki passion akan itu dan semuanya, kemudian orang akan mulai percaya.


Adam menjelaskan bahwa bekerja bersama membutuhkan pemahaman. Dua orang akan memiliki otak berbeda sampai semuanya bercampur. Bila bersama berarti harus menyiapkan diri buat berpisah. Bila kamu berbisnis sendiri maka akan lebih mandiri.

Inventor Muda Usia 15 Tahun Sudah Berbisnis

Profil Pengusaha Philip Hartman

 
inventormuda.png
 
Nama Philip Hartman dikenal tahun 2008 sebagai inventor muda. Usia 15 tahun sudah berbisnis tetapi apa sih bisnisnya. Tetapi ia ternyata sudah mulai membuat produk lebih muda lagi. Usianya masih 7 tahun dan sudah bereksperimen dengan busur dan panah.

Eksperimen merupakan kesenangan remaja ternama ini. Tahun 2008, Philip berhasil menemukan cara buat memfusikan kabel optik murah, lebih efesien, dan mumpuni. Dia juga menemukan Steam Viper, yakni alat yang akan mengeluarkan uap panas pada baling kipas.

Fungsi Steam Viper menghentikan windshield atau kaca mobil membeku. Dapat melumerkan esnya dalam sekejap hanya 15 menit. Philip dikenal menyenangi menciptakan sesuatu, dan menginvestasikan uangnya.

Bagi keluarganya dia hanyalah remaja normal umumnya. Dia senang bermain tenis. Bermain banjo buat mengisi waktu. Di usia 15 tahun sudah berbisnis namun tidak menonjol. Orang- orang hanya akan tertawa senang melihat wajahnya terapampang di majalah.
 
Philip menemukan Steam Viper ketika berpergian memakai mobil. Pengusaha muda asli Colorado ini, menyadari bahwa betapa kotornya. Terutama kaca depan yang sangat mengandalkan semprotan air. Ya air akan disemprotkan dan akan dibersihkan wiper.

Steam Viper memanfaatkan teknologi uap alih- alih pancaran air. Wiper akan dilengkapi semprotan uap bukan air. Prosesnya sangat sederhana tetapi sangat efektif. Pikirannya semakin jelas ketika musim salju tiba.

Kaca akan membeku dan tidak bisa dibersihkan. Kecuali kamu akan menggunakan kuku buat garuk- garuk kaca beku. Kecerdasan Philip ternyata berkat keputusan sekolah di rumah. Home schooling sangat membentuk Philip lebih kritis.

Dia memenangkan Young Inventor (penemu muda) 2008. Hasrat terbesar Philip ialah meningkatkan kualitas hidup manusia. "Itu tidak mudah. Kamu harus memiliki passion sangat besar untuk itu, juga passion untuk menolong orang lain," tandasnya.

Semua orang membutuhkan solusi akan kaca mobil utuh. Bukan cuma salju, serangga terkadang akan menempel hingga mati. Kotoran akan dibersihkan wiper namun menyebar keseluruh tempat. Nah, si Steam Viper tersebut akan menyelesaikan 20% masalah, yang bila dibiarkan menyebabkan kecelakaan.

Philip mengajarkan buat kita menulis business plan. Selalu menerima banyak konsultasi, termasuka ia menerima saran ayahnya. "Saya belajar bagaimana melalukan sesuatu langsung dan lakukan," ucapnya, yang merasakan bahwa pendidikan kampus kurang.

Dia tidak mau dibatasi pendidikan formal. "Jika kamu mencintai entrepreneurship, maka kamu lakukan. Lakukan apa yang kamu cintai. Bila kamu tidak cocok menjalankan sesuatu, maka cari pekerjaan dan lakukan. Itu (entrepreneurship) tidaklah mudah," Philip meyakinkan.

Youtuber Mengajar Basket Kisah Entrepreneur Alex Maroko

Profil Pengusaha Alex Maroko

 
youtuberbasket.png
 
Kisah entrepreneur Alex Maroko sukses membuat video Youtube. Dia, Youtuber mengajar basket yang dikenal tangkas. Alex memiliki teknik lebih dari sekedar standar basket. Namun ia punya pengalaman buruk karena "dibuang" tim basketnya.

Alex diusia 13 tahun sudah masuk tim basket sekolah. Tetapi dia dikeluarkan hingga tidak memiliki tim lagi. Alih- alih menyerah, Alex justru memperdalam teknik basketnya, secara otodidak kemudian mulai memberi pelatihan.

Usianya 15 tahun ketika mulai melatih freelance orang. Dari mulut ke mulut kemampuannya terdengar ke orang- orang. Selepas lulus sekolah, dia pindah dari Michigan ke Tampa Bay, dimana kini dia memiliki tim basket.

Alex bermain profesional buat tim divisi II untuk Eckerd Collage. Walau dia sudah tim basket kembali, bukan berarti dia tidak berbisnis dong. Alex malah bertekat menaikan tingkat. Bisnisnya harus lebih dari sekedar mengajar freelance basket orang.
 
Awal 2009, dari berkeliling mengajari orang bermain basket kemudian masuk ke sistem online. Alex lalu membuka kelas pelatihan dari internet. Produk pertama ialah video pelatihan basket, dimana dia hasilkan uang $.20.000 di awal peluncuran.

Dalam enam bulan, dia menciptakan website dan dan lebih banyak produk, kemudian disusul pelatihan online. Usia Alex adalah 21 tahun dan pelatihan The Truth About Quickness, program pelatihan itulah yang membuat personal brandingnya naik tajam. Dia kuliah Kinestologi di Michigan State University. 

Kisah entrepreneur Alex Maroko berlanjut melalui internet. Dia dikenal pekerja keras, penuh dedikasi, dan tentu ahli marketing. Beberapa website menuduhnya sebagai "penipu". Dimana beberapa klaimnya disebut berlebihan dan bullshit.

Bisa dibilang dia menguasai semua mengenai pelatihan basket. Tetapi klaimnya bila dicermati oleh orang yang paham salah. Contoh Alex mengklaim mampu melalukan lari kilat 40 yard. Bagian paling meyakinkan ialah kemampuan mendribel bola.

"Bisa mendribel bola basket sangat cepat, kemungkinan punya pengalaman basket mumpuni," ujar seseorang di forum.

Bila kamu melihat seksama ketika dia praktik dalam video. Alex tidak menunjukan kemampuan lari 40 yard kilat. Bahkan julukan seperti King Dung tidak terbukti. Dia hanya jago berbicara menjelaskan pelatihannya.

Bisnis omzet Miliaran Obat Herbal Jeng Ana

Biografi Pengusaha Jeng Ana

 

jengana.png

 

Bisnis omzet miliaran cobalah meniru pengusaha wanita berikut. Obat herbal Jeng Ana sangat terkenal dan ternyata hasilnya mencengangkan. Pengobatan alternatif memang selalu fenomenal. Banyak pesaing tapi sangat menjanjikan dicoba.


Industri yang disesaki banyak pemaian tetapi dia mampu bertahan. Wanita bernama asli Ana Soviana yang kliniknya tidak pernah sepi. Jumlah pasiennya ribuan berasal dari 5 cabang klinik dan salon Aura Jeng Ana. Pantas bila wanita 34 tahun ini dijuluki "Si Ratu Herbal" oleh orang- orang.


Jeng Ana memiliki kemampuan marketing begitu mumpuni. Diferensiasi nyata diantara pengusaha sejenis begitu tampak. Baik penampilan menarik mata dan desain klinik unik berbeda. Penampilannya berhijab, pakaian modis, pembawaan gaul, dan tutur kata halus.


Oh ya, satu lagi, Jeng Ana mengendarai Toyota Alphard "ngejreng" dimata. Kliniknya jauh dari bau- bau menyan, suasana klenik tidak ada, jauh dari kesan magis. Bau menyan memabukan sangat dijauhi setiap cabang. Ia membawa unsur modern layaknya klinik kecantikan kedokteran.


Jualan Obat Herbal


Dia menciptakan susana sehat, harum, bersih, dan rapih. Hiasan menonjol hanyalah jar- jar berisi bahan ramuan herbal. Itu tersusun rapih dan bersih meyakinkan pengunjung datang. Ternyata Ana mewarisi ilmu tersebut dari kakeknya.


Adalah Mbah Kaslam Sastraningrat (Alm) yang dipercaya masyarakat Purwodadi, Jawa Tengah. Dia dikenal sebagai tabib yang memakai ramuan herbal. "Sejak kecil saya sering ikut mendampingi kakek mengobati pasien," ujar Jeng Ana.


Pengusaha wanita kelahiran Purwodadi, 15 Juli 1977, ini diwarisi lahan 1,5 hektar yang ditanami. aneka herbal. Dia beranikan diri hijrah ke Jakarta. Proses membuka tempat praktik tidak seketika. Jeng Ana malah sempat bekerja menjadi sales mobil.

 

Mungkin Jeng Ana sempat terbersit pikiran hidup biasa. Dia lalu menjadi asisten farmasi obat berbahan herbal. Bertahap Ana mengenang keahlian mengobati melalui herbal. Berbekal pengobatan herbal ala kampung, Ana mencoba mempertaruhkan nasib dan membuka usaha sendiri.


Bisnis omzet miliaran rupiah tersebut pernah hampir gagal. Bayangkan bila Ana mendapatkan kerjaan mapan. Tahun 2004, berdirilah klinik pertama di Kalibata Timur bertempat rumah kecil dan sangat sederhana. Diluar dugaan, kliniknya ternyata dibanjiri pengunjung setelah beberapa waktu buka.


Pengunjung mereka yang ingin mendapatkan pengobatan. Adapula mereka datang buat mendapatkan sentuhan kecantikan dan kebugaran. Berjalan waktu, pemasukan membesar, maka Ana memperbesar luas kliniknya sampai membuka ruang menginap.


Banyak pasien datang membutuhkan pengobatan jangka lama. Ana memberikan tempat tinggal buat pasien tersebut. Tidak berhenti membuka praktik di Jakarta, kliniknya terus melebar sampai membuka cabang di Tangerang, Bandung, Bali dan Pekanbaru.


Maka tidak salah bila omzet bisnisnya mencapai miliaran. "Untuk klinik yang di Kalibata saja omzet mencapai em- em an," ujar pakar herbal tersebut. Ana pun tidak lupa menyantuni anak yatim sebagai bentuk imbal balik.


Banyak beramal melimpahkan rejeki obat herbal Jeng Ana. Penguasaan atas ratusan tanaman herbal bukan sembarangan. Dia telah mempelajari dan menguasai kemampuan meracik. Jeng Ana kaya akan literatur herbal melebihi usaha sejenis.


Biasanya ahli herbal hanya memakai 1- 7 macam racikan herbal. Istri dari Suprayitno ini, memiliki  kebiasaan mempelajari literasi tanaman, belajar sampai total hingga benar- benar menyembuhkan. Dia memang layak dikenal sebagai Ratu Herbal.


Selama karirnya tidak menemukan keluhan atas pengobatan. Bahkan uniknya, Jeng Ana memadukan tradisional dan modern. Caranya pengunjung diharuskan sudah pernah memeriksakan diri. Hasil analisa pemeriksaan medis dipakainya menjadi rujukan penanganan.


Dia harus tau betul sedalam- dalamnya penyakit ditangani. Dilanjut, Ana akan menentukan obat herbal terbaik hingga akurat dan tepat. Tidak kalah penting, pengobatan herbal ala Ana termasuk memasukan unsur religi melalui bacaan ayat- ayat suci Al- Quran.


"Saya mengobati pasien dengan keinginan untuk menyembuhkan dan keikhlasan," tuturnya. Jeng Ana tidak mematok tarif, namun pasien lah yang memberikan konpensasi setimpal.


Pasien dari kelas mengengah ke bawah sampai selebriti. Mereka selebriti antarai lain H. Rhoma Irama, Gugun Gondrong, Epi Kusnandar, Rini S Bon Bon, Ratna Listy, Misye Arsita, Merry Putrian, dan Opie Kumis.


Kesuksesan Ratu Herbal bukan sekedar promosi mulut ke mulut. Dia juga gencar melalukan promosi meluli berbagai media. Ana masuk televisi, radio, dan internet buat beriklan. Sejak tahun awal, disaat berdirinya, Jeng Ana sudah wara- wiri dipanggil pihak stasiun televisi.


Dia bahkan mendapatkan acara sendiri. Mulai dari mengisi buat Bali TV, TVRI Jabar, TVRI Riau, MNC TV, O Channel, dan TVRI pusat. Sementara dia juga mengisi buat Radio Kamajaya, Pop Fm, dan Radio Safari wilayah Jakarta.


Anggaran promosi antara Rp.30- 50 juta tiap minggu. Biaya tambahan buat pembawa acara Rp.5 juta sekali syuting. Kalau ditanya berapa total anggaran Ana enggen menyebut. Kendati mengeluarkan banyak uang, toh semua kembali alias tidak pernah sia- sia.


Apalagi tren kembali ke alam tengah giat digencarkan. Inilah celah bisnis omzet miliaran obat herbat Jeng Ana. "Bisnis ini akan masih menjanjikan selama satu dekade mendatang," jelas pengamat obat herbal, Kukuh Prawono.


Kedepan dia bahkan berniat membuka pabrik herbal sendiri. Tidak cuma begitu, Ana juga melebarkan sayap membuka banyak cabang klinik. Ambisi paling besar ialah membuka pabrik jamu. "Doakan ya, agar cita- cita pabrik jamu saya terwujud," tutupnya.

Martabak Mafia Pengusaha Muda Kembangkan Usaha

Profil Pengusaha Muhammad Gufron

 

martabakmafia.png
 

Pengusaha muda kembangkan usaha lebih kreatif. Berkat inovasinya Martabak Mafia terkenal di telinga masyarakat. Inovasi berupa martabak berbalut coklat. Diameter 3, 5 cm dengan aneka toping kekinian menarik.


Pria bernama lengkap Muhammad Gufron. Usaha Martabak Mafia diciptakan 2011 berbalut coklat. Ia membuat tidak cuma diameter tetap ketebalannya. Ini diadaptasi dari kepopuleran es krim Magnum yang besar dan tebal itu.


Kalau es krim Magnum kan krispi diluar tetapi lembut didalam. Kalau martabaknya isi tebal aneka nan- lembut toping nikmat. "Saya terinspiriasi es krim Magnum, ini sebenarnya saya bikin kayak gini ini ikut Magnum. Magnum kan luarnya keras karena coklat dalamnya lembut. Kalau itu kan es krim," tuturnya.

 

Kembangkan Usaha

 

Gufron mengaku sangat menggemari martabak. Penggemar sejati, bahkan ketika Gufron kuliah Jurusan Perikanan, Universitas Indonesia, kembangkan usaha ini alih- alih lain. Gufron pun serius menekuni sampai sukses tidak ganti- ganti.


Pengusaha muda berikut memulai bisnis sembari menjalankan kuliah. "Jauh banget ya (jurusan kuliah dan usahanya), tapi saya memang suka sama martabak," Gufron memberi tips usaha. Kemudian dia pernah membuat martabak terbuka berdiameter 8,5 cm.


Percobaan dianggap gagal karena tidak segmentif sekali. Walau besar namun tidak praktis bila dibuat dan dimakan. Gufron ingin menyasar pasar anak muda. Besar segitu malah membuat mereka berpikir ulang. Mereka cenderung kebesaran apalagi pertama rasanya monoton.


Kemudian Gufron mengecilkan sampai menjadi standar sekarang. Harga pun bisa dipatok lebih murah disesuaikan Rp.7000 perbuah. Gufron lantas menitipkan martabaknya ke kantin- kantin sekolah, dan kampus sewilayah Bogor.


Martabak Mafia dikembangkan memiliki aneka rasa. Gufron menciptakan varian rasa. Ia membuat signatur diselimuti coklat. Isinya kemudian beraneka seperti orginal, cheese milik, dan double coco.


Berbisnis sembari menjadi mahasiswa butuhkan pengorbanan. Ia harus membagi waktu antara kuliah dan berbisnis. Meskipun masih mahasiswa mampu hasilkan omzet Rp.30 juta. Soal bahan baku sudah aman, tetapi masalah karyawan menjadi kendala utama Gufron kerjakan.


Total 7 orang karyawan keluar 2 orang dalam sebulan. Masalahnya mereka sudah ditraining dahulu sebelum beluar. Repot memang. Tahun 2013, Gufron kemudian mengembangkan tiga sistem penjualan unik.


Jenis pertama ialah sistem bagi hasil dan pengembangan modal. Kedua, jenis distribusi dimana penjual mendapat untung 10%. Ketiga sistem penjualan beli putus buat meningkatkan penjualan. Gufron tidak segan ikut masuk ke bisnis lain.


Ambil contoh Kue Lapis Bogor dan Javapucino. Mereka kebagian menjual Martabak Mafia miliknya. Strategi ini memang enak dan mampu menyebarkan produk ke Jabodetabek. Dari masuk ke kampus- kampus dan sekolah, Gufron akan mencoba memasuki mal atau swalayan di kawasan Jakarta.


Pengusaha muda ini tengah menyasar targetnya kelas menengah atas. "Kalau saya jual masih di tempat biasa, itu mengajuhin produk saya," jelasnya.

Menghadapi Kepahitan Hidup Pengusaha Mie Ayam

Profil Pengusaha Pak Mislam

 

pengusahamieayam.png
 

Pak Mislam sangat kuat menghadapi kepahitan hidup. Dia, kini, pengusaha mie ayam sukses memiliki satu pabrik besar. Pria kelahiran Kebumen, 24 Agustus 1968, dimana hidup membagi waktu antara bekerja dan sekolah. Bahkan dia selesai pendidikan berkat berjualan kue buatan ibunya.


Dia miskin. Hingga sejak kecil sudah terbiasa bekerja mencari uang. Ketika remaja dirinya berjualan kue buata ibu. Mislam sangat miskin sampai tidak punya sepeda. Dia berjalan kaki selama satu jam sampai ke sekolah. Sembari Mislam berjualan kue sepanjang jalan sampai ke sekolahan.


Pada tahun 1983, Mislan bertekat mencari pekerjaan sampai ke kota, dilamarnya pabrik- pabrik tetapi hasilnya nihil. Tidak ada satupun pabrik mau menerima Mislam bekerja. Walau kegagalan mendapatkan pekerjaan, Mislam tidak pernah berhenti percaya, berdoa, dan bekerja keras.


Suka Duka Pengusaha


Dia terus mencari pekerjaan. Hingga ia mendapatkan pekerjaan menjadi pembantu rumah tangga. Meski dia bekerja menjadi pembantu, tidak pernah malu. Bagi hidup pengusaha mie ayam ini ialah mencari pekerjaan sulit.


Dia rela meski dimarahi majikan. Pekerjaannya termasuk memandikan anjing sang majikan. Dirinya mau walaupun dalam Islam haram. Dia tidak mau dimarahi. Tidak pula malas- malasan sampai pilih- pilih pekerjaan.


Mislam terus bekerja walau dimarahi atau diancam potong gaji. Tetapi semua ada batasnya terutama ketika ia telah menikah. Gaji pembantu rumah tangga tidak cukup buat istri dan anak. Mislam memilih keluar dari pekerjaan, kemudian bekerja menjadi buruh pembuat mie.


Pekerjaan buruh pembuat mie di wilayah Kebumen selama lima tahun. Dia bersama istri dan anak lalu pindah ke Yogyakarta. Berbekal keyakinan dia merintis usaha pembuatan mie. Ada modal dan rencana maka lahirlah usaha bernama Mie 99.


Rencana belum terlalu matang namun kebutuhan mendesak. Mislam terjun wirausaha tanpa kesiapan mental. Beruntung dirinya meminta bantuan saudara menjalankan. Ia meminta pandangan. Sampai dia diberi modal usaha berupa uang.


Mie 99 dijalankan lebih banyak bermodal keyakinan. Nama unik Mie 99 ternyata berasal dari tahun usaha 1989 dan bulan 9. Modal usaha pembuatan mie berkisar Rp.10.000.000. Dimana Mislam cuma memiliki sejuta. Uang Rp.1.000.000 kemudian ditambahi pinjaman modal saudara Rp.4.000.000.


Kemudian ia meminjam koperasi desa sebesar Rp.5.000.000. Strategi Mislam pertama ialah menaikan spanduk, menyebarkan brosur, dan promosi mulut ke mulut. Dia pun mengangkat penjual bahkan dipinjami gerobak. Fasilitas tersebut diberikan kepada pelanggan pembeli mie darinya.


Awal usahanya susah, ada 5 pelanggan membeli mie, tetapi belum tentu selalu membeli mie buatannya ini. Dia terus mengedukasi. Kemudian Mislam menjelma menjadi pengusaha mie ayam. Pernah dulu Mislam menghadapi kepahitan hidup.

 

Kini dia mendistribusikan mienya sampai Kulon Progo, Celep, Sorobayan, Gumulan, Kuroboyo, Pasar Mangiran, Tegal Layang, Sumber Agung, Manding, Bantul, Kretek, Parangtritis, Sewon, Sidomulyo, Kralas, Gajuran, Medelan, Pranti, Wonolopo, Srayu, Bakulan,  Suren Wetan, Pundong. 

 

Hampir semua di daerah bantul adalah pelangganya, bahkan sampai ke Klaten dan daerah sekitar. Dia menjelaskan pembelian beda- beda. Mulai dari 10- 20 kg bahkan sampai 30- 50 kg perhari dilayani. Ini angka yang besar dimana totalnya 600 kg perhari.


Penghasilan H. Mislam sekitar Rp.5.000.000 perhari. Pengeluaran Rp.2.000.000 perhari dengan 20 orang karyawan, dimana 10 orang bekerja membuat mie, dan 10 orang sisanya membuat gerobak mie ayam. Bisnisnya selain menjual bahan mie termasuk menyewa- nyewakan gerobak.


Total bisnis mie ayamnya memiliki 200 orang pelanggan, dan 20 pelanggan tidak tetap. Dia sudah memiliki omzet Rp.90.000.000 perbulan. Senang karena usahanya mampu membesar memiliki banyak pelanggan.


Masalah masih menghadang terutama ketika harga terigu naik. Muslim tetap teguh bekerja keras buat menghadapi masalah. Masal lainnya ialah ketika BBM naik dan masalah distribusi. Masal lainnya ya persaingan usaha, pembeli berhutang, dan biaya tak terduga.

Lulusan SMP Sukses Pengusaha Properti

Profil Pengusaha Fauzi Saleh


lulusansmp.png
 
Lulusan SMP sukses pengusaha properti. Kesuksesan memang datang lewat berbagai cara. Dan perlu diketahui kesuksesan, itu bukan monopoli mereka yang lahir sudah berada. Semua tulisan di blog ini membuktikan sukses harus dari nol. 
 
Kita bisa melompat jauh ketika kita berusaha, siapapun kita. Semua orang memiliki genetik untuk sukses dalam dirinya. Semua kembali lewat jalan mereka masing- masing. Fauzi Saleh telah melihat jalan ketika ada kesempatan membali tanah. 
 
Cuma sekedar membeli, kemudian menjualnya, dan seterusnya menjadi biasa. Ia adalah anak asli Betawi, lahir di Tanah Abang, Jakarta. Dia tak mengenyam pendidikan tinggi. Sekolahnya hanya tamatan SMP.

Tetapi kerja kerasnya harus diacungi jempol. Serta, satu hal lagi, yakni dia memiliki kualitas sebagai sosok sosial entrepreneur.
 

Bisnis Properti

 
Dia tak pernah lupa berlaku baik kepada pegawai dan orang yang membutuhkan. Hatinya tau kalau kita berbuat baik maka akan menghasilkan kebaikan. Setamatnya SMP, Fauzi langsung bekerja seadanya yaitu bekerja di tempat pencucian mobil bergaji Rp.700.000. 
 
Pekerjaan lain Fauzi pernah kerjakan yaitu menjadi satpam. Fauzi ditugaskan menjadi penjaga gudang milik perusahaan tempatnya bekerja. Apa yang bisa membalikan kehidupannya hingga kini adalah prinsip "bismillah". Prinsip berserah diri yang selalu ia pegang saat memulai bisnisnya di tahun 1989.

Berbekal uang simpanan sejak pertama kali bekerja. Ditambah uang hasil mengobyek sebagai tukang taman. Ia mengumpulkan uang sebesar 30 juta. Fauzi lalu membeli tanah seluas 6x15 meter sekaligus membangun rumah di Jakarta selatan. 
 
Untuk membangun rumah itu, ternyata ia butuh uang tambahan 10 juta lagi. Setiap malam jumat, Fauzi dan pekerjanya melakukan wirid Yasin, dzikir, dan memanjatkan doa agar usahanya berhasil. Singkat cerita rumah itu akhirnya bisa terbangun dan dijual lagi seharga Rp.51 juta.

Uang hasil penjualan dibelikan tanah lagi, dan dibangunlah satu rumah lagi dan menjualnya kembali. Begitu seterusnya hingga pada tahun 1992 usahanya kian membesar. 
 
Ia mendirikan PT. Pedoman Tata Bangun dan mulai membangun 470 unit rumah mewah pesona Depok 1 dan 360 unit rumah pesona Depok 2. Kemudian ia membangun Pesona Khayangan.

Kini, perusahaanya telah membangun pesona Khayangan 1, total sebanyak 500 unit dan Pesona Khayangan 2 sebanyak 1100 unit. Harga rumah group pesona milik Fauzi tersebut berkisar Rp.200 juta sampai Rp.600 juta per- unit. 
 
Menariknya tradisi pengajian setiap malam jumat masih dilakukan, tidak pernah Fauzi mau tinggalkan. Sekali dalam sebulan, dia menggelar pengajian akbar yang disebut dengan pesona dzikir yang dihadiri seluruh buruh, keluarga dan kerabat di komplek pesona khayangan beberapa waktu lalu. 
 
Ada sekitar 4.000 orang yang menghadiri. Fauzi tidak menginginkan hasil usahannya hanya untuk diri sendiri. "Saya hanya mengambil, sekedarnya, selebihnya digunakan untuk kesejahteraan karyawan dan sosial," ucapnya tegas. 
 
Sekitar 60 % keuntungan digunakan untuk kegiatan sosial, sedangkan selebihnya dipakai sebagai modal usaha. Sejak empat tahun lalu, ada Rp70 milyar yang digunakan di kegiatan sosial. Fauzi memberikan bonus dan tunjangan karyawan. 
 
Pria yang memiliki lebih dari 2.000 orang karyawan ini mengaku bahwa karena mereka jugalah, sehingga mendapat rezeki.  Tak hanya memperhatikan kesejahteraan pekerjanya, ia juga sering menyumbangkan pendapatan yang ia dapatkan untuk kegiatan sosial dan zakat. 
 
Fauzi telah membuktikan lulusan SMP sukses pengusaha properti, berbekal kerja keras, tekad yang kuat dan dibarengi dengan doa, niscaya segala yang diimpikan akan tercapai.

Nugget Ikan Lomek Inovasi Bisnis Pengusaha Riau

Profil Pengusaha Ali Imroen

 
nuggetikan.png
 
Inovasi bisnis pengusaha Riau. Ali Imroen (25), mendapatkan orderan banyak sejak ikut memasarkan produk ini. Pria asli Riau ini kini menjadi salah satu distributor Nugget Lomek produksi masyarakat Desa Alai kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. 
 
Ali menuturkan hasil olahan dari masyarakat Desa Alai tersebut, tidak cukup ramai peminat karena pemasarannya terbatas bukan karena tidak enak. Oleh sebab itu dengan mengakali bagaimana Ali bisa menjual produknya ke pasaran. "Mulai ramai yang memesan nuggetnya," ucap Ali Imroen.

Lelaki penggemar Iis Dahlia ini mengaku sejauh ini Ia baru- baru mempromosikan Nugget Lomek itu lewat jejaring sosial. Meski demikian, diakui sudah banyak pemesan datang, tidak hanya dari Kepulauan Meranti, tetapi juga dari daerah luar.

Prospek Nugget Ikan Lomek

 
"Peminatnya cukup ramai, bahkan yang mesan bukan hanya dari Meranti tapi sampai ke Pekanbaru dan Batam. Ini belum sampai sebulan pesanan sudah puluhan bungkus," ujar lelaki bertubuh gempal itu.

Ali mengaku naget lomek selain bergizi dan tinggi kalsium, juga terjangkau dari sisi harga dibanding nugget dari ayam. Untuk satu bungkus 200 gr, Nugget Lomek, Ali menjualnya dengan harga Rp 15 Ribu. 
 
Kalau untuk luar daerah akan dikenakan biaya tambahan yaitu ongkos kirim. Dari segi rasa nugget ikan lomek ini sama enaknya, rasanya lebih gurih dan lebih murah dari bahan baku. Perlu diketahui nugget ini terbuat dari ikan lomek yang banyak terdapat di perairan Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.

Ikan berwarna putih ini memang jika dijual biasa harganya tak begitu tinggi.


Banyak masyarakat menyarankan untuk nugget ikan Lomek lebih bersolek. Situs goriau.com yang gencar mempromosikan olahan satu ini, tanggapannya ternyata sangat positif. Masyarakat luas mulai melirik satu dari banyak hasil olahan Lomek untuk berbenah. 
 
Proses pengemasan jadi penting untuk suatu produk. "Bagusnya diberi kemasan yang menarik, agar nilai jualnya juga menjadi tinggi," saran salah seorang masyarakat Riska (33) atas pangan olahan ikan lomek itu.

Masyarakat yang mengerti tentang rasa enak ikan lomek dan biasanya berada di luar daerah menyambut baik adanya pangan olahan ikan lomek ini. Selain murah rasanya enak juga bisa jadi altenatif olehan yang disukai muda ataupun tua. 
 
Menurut mereka ikan lomek saja sudah enak apalagi diolah menjadi panganan seperti yang dikembangkan oleh warga Desa Alai itu.

"Sudah lama tidak makan ikan lomek, ikannya saja enak apalagi nugget lomek," ujar beberapa warga Meranti yang saat ini berada di luar daerah.

Dapat disampaikan pula, dari ikan yang banyak terdapat di Meranti itu, warga Desa Alai telah membuat bakso lomek dan nugget lomek. Produk tersebut merupakan panganan yang paling banyak dipesan oleh masyarakat. Inovasi bisnis pengusaha Riau memang hebat.
 
Sejauh ini hasil olahan dari ikan lomek itu baru dipacking menggunakan plastik putih, dan belum ada kemasan menarik seperti makanan lainnya yang banyak di mini market.

"Untuk saat ini saya baru melayani pengiriman yang dekat saja, karena saya tidak tahu berapa hari nugget lomek ini bisa bertahan tanpa dilakukan pendinginan," ujar Ali Imroen, salah seorang distributor Nugget Lomek. Kita tunggu kisah selanjutnya.

Haji Amir Mahpud Belajar Wirausaha dari Kemiskinan

Profil Pengusaha Amir Mahpud

 

amirmahpud.png
 

Jujur diakui Haji Amir Mahpud adalah anak orang kaya. Namun dia belajar wirausaha dari kemiskinan yang direncanakan. Ya dari delapan orang anak orang tuanya. Hanya Amir yang melewati fase miskin buat membangkitkan bisnis keluarga.


Sudah bukan rahasia umum bahwa bisnis transportasi sesak. Selain masalah bahan bakar, kebijakan dari pemerintah yang berubah- ubah sangat mengecewakan. Terkadang pengusaha transportasi harus melalui masa dimiskinkan. 

 

Entah pemerintah berpikir apa, padahal perusahaan transportasi harus diutamakan. Kita tau bahwa jalan sudah tidak mampu menampung kendaraan pribadi. Namun penjualan kendaraan tunggal terus naik tanpa rem pasti. 

 

Bisnis Kekeluargaan

 

Disisi lain, angkutan transportasi umum harus dipukul telak dengan naiknya bahan bakar minyak. Ayah Amir bernama H. Engkud Mahpud, adalah pemilik awal usaha PO Mayasari. Dari dulu banyak sudah perusahaan otobus (PO) bangkrut.


Mereka akan dijual kemudian dibeli perusahaan sejenis. Nama Mayasari Bakti bertahan walau banyak rintangan. Perusahaan legendaris ini berdiri pada tahun 1964. Usaha yang melayani trayek Cililitan dan Tanjung Priok.


Berkat program Gubernur Ali Sadikin, Mayasari Bakti lantas mendapat suntikan dana dan seterusnya. Perusahaan otobus memang demikian sulit. Mereka sudah banyak mendapatkan suntikan dana sana- sini. Kebijakan pemerintah yang berubah- ubah membuat perusahaan sulit.


Nampaknya Haji Amir Mahpud belajar wirausaha dari sini. Perusahaan yang didirikannya merupakan bagian Mayasari Group. Pak Amir nampaknya paham betul prinsip kekeluargaan. Ia pun rela keluar dari ring utama bisnis Mayasari.


Berdirilah Primajasa yang merupakan bagian dari PT. Mayasari Bhakti Utama. Dimana entitasnya ada PT. Mayasari Bakti Utama sebagai holding, dan PT. Mayasari Bhakti sebagai bisnis utama mengurusi bis kota. Usaha ini juga termasuk PT. Primajasa Perdanarayautama dipimpinnya.


Perusahaan Primajasa meliputi bis AKAP/AKDP, pariwisata, taksi dan angkutan keryawan. Adapula namanya PT. Maya Gapura Intan untuk bis MGI/AKDP, PT. Maya Raya, PT. Cahaya Bhakti Utama, dan PT. Do'a Ibu.


Dimana fokus Primajasa adalah kendaraan jarak dekat. Mereka tidak menyasar rute jarak jauh. Alasan utamanya karena dapat tergantikan pesawat. Primajasa memanfaatkan sistem diluar kebiasaan. Mereka tidak terpaku terminal ke terminal.


Primajasa menciptakan tempat tunggu khusus dalam kota. Mereka pun memiliki trayek- trayek unik dalam kota. Mereka juga memiliki shalter tunggu, antara lain Kota Harapan Indah Bekasi- Bandung, Jababeka- Bandung, dan Bandara Soekarno Hatta- Bandung.


Primajasa dan PO lainnya terdampak kenaikan BBM 100% dulu. Pak Amir selaku Direktur Utama dan CEO Primajasa, harus bertindak terutama menangani internal dan ekstrenal perusahaan. Di dalamnya perusahaan juga mengalami gejolak luar biasa.


Bagi Amir melihat masalah menjadi tantangan buat diatasi. Kalau bisa dijadikan peluang. Pengusaha yang dikenal ramah tersebut siap. Ketika Primajasa berdiri sudah tumpukan masalah menghadang. Ini kondisi berbeda dari perusahaan induknya, Mayasari Bhakti.


"Dasar saya mendirikan perusahaan Primajasa adalah menciptakan perbedaan riil dari bisnis induknya, sehingga timbul dimensi berbeda dari perusahaan induknya," jelas H. Amir Mahpud.


Walau sudah berusaha namun ternyata semua sudah terbaca. Dia sudah menebak arah bisnis bis antar kota. Usaha ini tidak akan segemerlap dulu. Terutama di Ibu Kota, lantaran munculnya konsep Bus Way milik pemerintah daerah.

 

"Waktu itu saya sudah berpikir bahwa transportasi dalam kota suatu saat nanti akan mengalami titik jenuh," ujar bapak tiga anak ini.


Dia sudah tau bahwa jalur gemuk ketat. Persaingan di Jakarta sudah penuh sesak, dan Primajasa butuh penyegaran. Idenya menyasar trayek diluar kewajaran PO bus lain. Dia mengambil jalur yang kurang diminati, tetapi dibutuhkan.


Amir merintis rute sendiri sampai 90% rute mereka. Primajasa cuma memiliki 10 persen rute gemuk. Ia bersai bersama dengan banyak kompetitor. "Kami selalu mengevaluasi rute yang tidak dijalankan pesaing, sehingga rute ini menjadi potensi bisnis," tambah sang pengusaha.


Dalam Biografi Amir Mahpud, ia sempat mengenyam tiga pendidikan berbeda dalam dan luar negeri. Dia merupakan lulusan Universitas Parahayangan, Pancasila, dan Oakland. Menjadi pengusaha dirinya tidak berpikir mainstream mengikuti orang.


Primajasa tidak ikut- ikutan melayani antar kota bahkan sedari dulu. Padahal, di masanya transportasi udara belum tenar, masih mahal hingga melayani rute terbatas. Amir pun sudah menebak arah masa keemasan transportasi udara.


Amir tidak berpikir muluk tetapi semudah ini: Bahwa layanan bus jarak jauh memiliki resiko besar. Ini sangat mudah menjadi target sarana pengganti. Transportasi jarak jauh begitu menggiurkan termasuk bagi pengusaha maskapai udara.


Amir lantas mengambil jalan tengah. Rute jarak antar kota menengah dirasakan lebih imun. Pesawat terbang kan membutuhkan cost tinggi. Mau take off antar kota sudah paling jauh dan strategis. Kalau ambil jarak menengah, biaya akan meninggi karena akan lebih sering take off dan landing lebih sering.


Begitupula sarana transportasi kereta api yang bergantung stasiun. Hasilnya Primajasa tidak mampu mempertahankan rute menengah. Bisnis mereka tidak terpengaruh walau pesaing berbeda jalur. Bahkan rute pesawat terbang membuka berkah.


Pada 10 Oktober 2006, dibukalah rute Bandara Soekarno Hatta- Bandung Super Mall. Berkat kejelian Amir melihat peluang. Frekuensi penerbangan meninggi begitu pula kebutuhan penumpang. Termasuk kebutuhan bus antar kota menengah.


Tujua mereka bisa pulang ke daerah melalui Bandara Soekarno- Hatta. Atau mereka yang berminat untuk berwisata ke Bandung. Padahal antara Jakarta dan Bandung sudah tersambung jalan tol. Namun tidak semua terpenuhi, terutama mereka yang dulu memakai kendaraan pribadi butuh jangkauan luas.


Amir menciptakan rute sendiri di dalam rute umum. Primajasa mampu memenuhi keuntungan dari rute tersebut. Mereka melayanai 60 persen kebutuhan rute tersebut. Load factor terus meningkat apalagi kala musim liburan telah tiba.


Pengusaha sekaligus Majelis Pertimbangan Parat (MPP), Partai Amanat Nasional (PAN), mengatakan wirausaha soal membaca peluang. Penambahan armada sesuai kebutuhan masyarakat akan rutenya. Ini membuat setiap 45 menit sudah tersedia bus siap berangkat.


Pemberangkatan dari Seokarno- Hatta mulai pukul 08:00 hingga 22:00. Dari Bandung Supermall pukul 01:00- 15:00. Strategi Amir memang tergolong unik diluar pakem umum. Biasanya mall malah akan mendekati terminal, ini menjadi kebalikannya Primajasa yang mendekati mall.


Ini mengikuti pola pikiran masyarakat mendekati titik keberangkatan dan kedatangan. Dari perubahan pakem tersebut diyakini memberikan efek. Kemudian Amir juga merubah pakem lain, bahwa bus akan menggantungkan dirinya ke terminal- terminal.


Belajar Wirausaha


Keberadaan terminal diluar tempat keramaian (pinggiran kota) mempengaruhi. Alih- alih Primajasa yang masuk ke dalam perkotaan. Mereka mendekati sumber keramaian menciptakan pemberhentian bus. Ia tidak cuma membuat tetapi mengikuti pola.


PO bus Primajaya melayani dari keramaian ke keramaian lain. Kan terdapat 1200 pabrik berdiri di atas Jababeka. Ini merupakan pasar potensial. Pengusaha vateran yang gemar bermain golf. Ia juga mampu merubah pasaran naik ke menangah atas.


Strategi tersebut sejalan peningkatan kualitas pelayanan. Dia mengatakan SDM berkualitas juga suatu keniscayaan. Amir pun rela merogoh kocek demi menaikan kemampuan karyawan. Primajasa memberi pelatihan masalah teknik.


Di kurun waktu sebulan, mereka akan mengirim para pengemudi mengikuti pendidikan. Pelatihan itu diselenggarakan oleh pemerintah. Kepiawaian Amir mampu menaikan jumlah armada 25 unit menjadi 700 armada. Mereka tetap setia melayani rute DKI, Jawa Barat, dan Banten.


Primajasa juga memiliki 500 armada taksi loh. Ia sangat menyadari berdiri Primajasa berkat kekuatan masyarakat. Amir membangun manajemen berasa kekeluargaan. Bukti berupa ajakan pengajian buat semua karyawan perminggu.


Amir juga mengajak semua karyawan buka bersama dan Tarawih bersama. Penunjang lain demi mereka karyawan, termasuk membangunkan tempat olah raga berupa lapangan badminton, dan sepak bola. Ini termasuk pemberian waktu buat rekreasi keluarga karyawan.


Perusahaan memberikan pula program beasiswa keluarga karyawan dan crew bus. Beasiswa diberikan sejak 2003, dan tercatat telah memberikan beasiswa untuk 356 putra- putri karyawan, dari jenjang SD sampai perguruan tinggi.


Perusahaan ikut membantu mewujudkan mimpi karyawan. Mereka memberikan program Umroh dan Haji kepada karyawan. Program peningkatan spiritual tersebut dimulai sejak 1990. Ada 2- 3 orang dinaikan Haji oleh Amir pertahun.

Tas Gendhis Asli Indonesia Bisnis Bahan Tanaman

Profil Pengusaha Ferry Yuliana

 
tasgendhis.png

Bisnis bahan tanaman tengah digandrungi masyarakat. Tas Gendhis asli Indonesia menjadi salah satu pelopornya. Produk yang dibuat secara anyam. Mampu enghasilkan jutaan rupiah, dan keuntungan bagi para petaninya. 
 
Dia lah Drg. Ferry Yuliana atau Ferry Yuliana, atau disapa Lia, berfokus pada bisnis berbasis nasional. Sementara perusahaan- perusahaan tas alam memilih ekspor, dia memilih fokus pada pasar lokal 100%. 
 
Lia adalah pelopor beridirinya tas Gendhis, tas yang terbuat dari anyaman tanaman mendhong, rotan atau pun enceng gondok.

Ketika nanti berkunjuang ke halaman Facebook milik Gendhis Bag, anda akan disuguhi foto beraneka ragam tas. Tidak hanya beraneka warna tapi beraneka bentuk menarik. Dari bentuk, mungkin seperti produk buatan luar negeri, tepi ternyata itu tas rotan yang telah dianyam.
 

Pejuang UMKM

 
Menakjubkan. Lia memiliki mimpi untuk memasarkan produk- produk asli Indonesia. Ini jadi alasan dirinya terjuan di dunia bisnis. Ia memiliki dasar idealis dimana bahan dan warna musti berasal dari bahan lokal dan alami.

Ia juga memberdayakan petani lokal untuk bahan baku rotan. Jika dicermati usaha miliknya yang berbahan baku eceng gondok, rotan, atau mendhong sangatlah membantu. Bahan tersebut dibelinya secara langsung dari para petani. 
 
"Dengan sentuhan kreativitas tinggi, kami menyulap tanaman tersebut menjadi tas-tas bernilai jual tinggi. Dampaknya, penghasilan petani pun bertambah," begitu ujarnya. Menjadi satu berkah tersendiri ketika tas Gendhis laris dipasaran.

Tentu, semakin banyak pula bahan baku yang harus dibeli Lia, guna membuat produk- produknya. Lia meyakinkan produk miliknya 70% bahan alami. Keprihatinan dirinya akan petani rotan nampak dari ceritanya. Dia tak tega ketika malihat rotan dihargai rendah. 
 
Dari sedikit kratifitas jadilah tas anyaman rotan yang cantik, tak kalah dengan produk luar. "Mereka lebih memilih mencari karet atau emas yang pendapatannya lebih menggiurkan," begitu lanjutnya. 
 
Oleh karena itu, Lia berusaha untuk membeli bahan baku langsung dari petani, agar bersemangat dalam menanam tanaman anyam terutama rotan.

Seorang dokter gigi yang masih aktif mendapatkan kemampuannya secara otodidak. Lia tak pernah belajar khusus untuk bisnisnya ini. Ketika kecil ia sering membuat prakarya. Ini pula menjadi landasan kreatifitas seorang Drg. Ferry Yuliana. 
 
Selain sibuk berbisnis, ia sibuk mengajarkan para ibu- ibu PKK. Kebetulan bahwa memang produk buatannya menggunakan bahan yang mudah dibudiayakan. Jadi kamu membuat tas anyaman dimana dan kapan saja.

"Tujuan pertama kami adalah Kalimantan, karena bahan rotan berasal dari sana. Kami mengajarkan tentang pola anyam, cara mewarnai dengan bahan alami, cara mendesain dan mengemas, sampai cara membuat display produk," Begitu katanya.

Lia mulai melatih petani untuk menganyam, hingga mereka bisa menganyam rotan yang dihasilkan agar mendapat bahan setengah jadi; Lia akan membelinya nanti. Tentu harganya akan berbeda ini juga menambah produknya cepat diproduksi. 
 
Produksi Lia sudah menembus manca negara bahkan ia sudah membranding produknya dengan nama "Tas Gendhis". Selain tas, Lia juga memproduksi bagasi serta dompet.

Karena jasanya melestarikan alam Indonesia, ia dianugrahi penghargaan oleh President Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono. Penghargaan yang didapat karena ikut melestarikan rotan. Usahanya manyasar produk berbasis tradisional memang bisa diacungi jempol, tapi selalu ada saja masalah. 
 

Pemalsuan Produk

 
Kini Lia masih terus berjuang disisi lain, berhadapan dengan produk- produk palsu yang menggunakan merek Gendhis Adanya produk palsu dengan mereknya di pasaran, ini justru membuat Lia semakin berkreasi. Lia membuat produk- produk limited editions. 
 
Selain produk palsu ada pula perusahaan sejenis tumbuh. Mereka, sekitar 7 perusahaan, dua perusahaan bersekala besar dan sisanya sedang. Yang beda dari Gandhis, mereka justru berbondong- bondong memenuhi ekspor, tapi tidak untuk Lia. 
 
Bagi dirinya yang terpenting konsep yang sejak awal diusung usahanya membantu para petani.
 
"Yang membuat saya tergerak adalah tas natural dipandang sebelah mata oleh masyarakat kita sendiri. Saya jadi paham mengapa para perajin tas memilih bermain di pasar ekspor. Konsumen luar negeri lebih menghargai dan menyukai tas natural," kata Ferry. 
 
Ia baru menggarap pasar ekspor pada tahun kedua, itu pun hanya 20%. Memilih pasar lokal membuat tas Gendhi punya masalahnya sendiri. Disini justru produknya disepelekan dan butuh edukasi untuk pasar di setiap marketing. 
 
Bahkan ada orang yang menyebut tasnya hanya tas pasar atau tas anyaman. Ini betul membuatnya ingin menangis. Dengan sabar ditambah kreatifitas, ia kemudian mencoba menjelaskan produknya dari segi desain dan jenisnya. 
 
"Apalagi, saya mengerjakannya dengan hati, karena memang sangat menyukai tas natural," kata Lia, yang gemar mengutak-atik aksesori.

Ketika pertama kali diluncurkan, Gendhis Natural Bag dijual seharga Rp75.000 – Rp125.000. Padahal, harga tas di pasar hanya seperempatnya. "Bisa dibayangkan respons yang kami terima. ‘Wah... kok, mahal sekali? Di pasar hanya Rp20.000. 
 
Bahannya sama, ya. Ini lebih bagus sedikit, tapi harganya sampai 5 kali lipat.’ Karena itulah, saya harus menjelaskan kepada calon konsumen, satu per satu," ungkapnya. Ia pun langsung menjelaskan lagi seperti apa produknya.

Akhirnya justru banyak konsumen yang tak hanya menjadi pelanggan setia, bahkan seolah menjadi bagian dari bisnis Gendhis. Kalau muncul pemain baru yang meniru produk Gendhis, merekalah yang justru berdiri di garda depan, tak segan- segan melabrak. 
 
Namun, angin kencang belum berhenti bertiup. Masa-masa yang berat dilalui Lia, usahanya kehilangan 90% karyawannya pergi, hijrah ke perusahaan kompetitor. Yang tersisa hanya Ferry dan suami, serta 3 pegawai.

"Padahal, kami sedang mendapat banyak pesanan  dari Jepang. Antara panik dan shocked, saya mencari pegawai pengganti. Untunglah, dalam waktu satu minggu, pos-pos yang kosong itu terisi. Kejadian ini memberi saya pelajaran berharga: kami harus introspeksi diri," tutur Ferry.
 
Dia mengungkapkan bahwa setahun setelah kejadian itu, penjualannya justru meroket 3 kali lipat. Ya ternyata bisnis bahan tanaman sebagus ini.

Pengusaha Pakaian Dalam Mereguk Hoki Bisnis

Profil Pengusaha Jefri Van Novis

 
pengusahapakaindalam.png

Pengusaha pakaian dalam mereguk hoki bisnis. Namanya kini dikenal sebagai pemilik usaha travel dan umroh. Itu semua berkat nama usaha yang diambil dari brand pakaian dalam. Dia dulu memang jualaan pakaian tidak perlu malu.
 
Nama usahanya diambil dari sebuah merek pakaian dalam. "Bonita" walau terkesan tak sopan menamai bisnis Umrohnya dengan nama ini. Tapi nama hanyalah nama, toh bukan dia, Jefri Van Novis sang pemilik merek tersebut. 
 
Dia mendapatkan barang dari kakak sepupunya kala itu usahanya digunakan untuk membiayai kuliah. Sejak lulus kuliah terbersitlah pikiran untuk berdagang. Bersama sang kakak sepupu yang mensuplai produk pakaian dalam Bonita, ia pun mulai berjualan semuanya semata- mata karena kebutuhan.

Nama sukses


Bonita sendiri berarti berarti wanita jelita dalam bahasa Spanyol. Nama inilah yang begitu lekat dan tak bisa dipisahkan dari Jefri Van Novis, pria lajang kelahiran Bukit Tinggi 16 November 1981 ini. Dan akhirnya ketika tak lagi berbisnis pakaian dalam, nama ini masih dipakainnya. 
 
Hoki kalau kata pengusaha keturunan Tionghoa mah. Kemana-mana ia selalu membawa pakaian dalam wanita. Jefri kemudian sangat identik dengan Bonita, merek pakaian dalam wanita yang kurang jelas impor atau produk lokal.

Menenteng pakaian dalam sebagai usaha pastilah membangun mental tersendiri. Jefri memang sosok yang tangguh meski usaha pertamanya. Usai SMA kelas 3, Jefri yang termasuk murid terpandai disekolahnya tak yakin bisa meneruskan kuliah, "Darimana biayanya, orang tua saya bukan termasuk orang berada," kenangnya. 
 
Meski begitu ia tetap mengikuti SPMB. "Ketika hasil SPMB diumumkan, saya termasuk yang diterima di Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Padang," ucap sang pengusaha muda.

Dari kegetiran biaya kuliah dan biaya hidup di Padang Pelak, jadilah ide berdagang muncul. Jadilah Jefri pedagang produk pakaian dalam wanita, brand Bonita meliputi bra, celana, korset dan sejenisnya dimana ia bekerja sama dengan kakak sepupunya di Jakarta. 
 
Modalnya hanyalah tekat dan kepercayaan dari kakak sepupunya, karena Jefri tak memiliki modal sepeserpun. Ia mendapat kredit selama satu minggu. Jefri segera bergerak memasarkan produknya ke pasar- pasar tanpa berpikir dua kali.

Bonita sendiri adalah merek pakaian dalam untuk kalangan menengah ke bawah. Tipikal orang Minang asli, ulet, dan pantang menyerah itulah dirinya. Hari pertama menginjak kota Padang, ia langsung memasarkan produk ini. 
 
Semua peluang dijajalnya. Selain memasok toko-toko grosir, juga memasarkan ke pedagang eceran dan kaki lima. Sehingga ia mendapatkan margin lebih besar lagi. Semua toko di Padang ditawarinya.

Ia juga menjajakan dagangannya hingga ke  pasar Aur Kuning yang terkenal strategis, merupakan pasar grosir terbesar di Sumatera Utara. Lokasi pasar ini sangat strategis, tak jauh dari terminal bis antar kota, sehingga semakin ramai dikunjungi. 
 
Banyak pedagang dari daerah lain yang datang berbelanja ke pasar ini untuk didistribusikan ke kota lain. Tanggapannya sangat beragam. "Ada yang suka dan memuji, tak sedikit juga yang meremehkan produk kami," katanya

Suka duka berbisnis


Tanggapan negatif tak dihiraukannya, terus maju dengan bisnis yang terdengar nyeleneh ini. "Kalau kita menawarkan sepuluh toko saja, mudah-mudahan ada yang membeli satu toko saja produk kami," begitu jelasnya. 
 
Karena ia menawarkan ke ratusan toko, maka jumlah toko yang berkenan membeli produknya pun lumayan banyak. Ke kampus- kampus ia pun tak ragu membawa barang dagangannya dan menawarkannya kepada rekan kuliahnya secara langsung.

Sambutan teman- temannya pun beragam, ada yang salut terhadap semangatnya itu dan ada pula yang melecehkan.

"Saya sempat dijuluki tauke bra. Biar saja, saya malah menikmatinya," katanya santai. Malah julukan itu membuat Jefri dan dagangannya lebih terkenal. "Banyak juga rekan-rekan wanita yang memesan dagangan saya," katanya. 
 
Belakangan, ketika usahanya kian berkembang, kolega yang sempat melecehkan itu malah berbalik salut kepadanya. Tak berhenti kuliah, ia pun tetap melaju dengan nilai yang tinggi. Ia mengambil jurusan Manajemen Pemasaran yang diselesaikan dalam tempo 3,5 tahun. 
 
IPK -nya juga bagus yaitu 3,3. Agar bisa mengerjakan keduanya ia harus bisa membagi waktu. Tiada kata bersanatai dalam kamus bisnis seorang Jefri. Tiap senin hingga jumat dari pagi hingga siang ia fokus kuliah dengan tekun. 
 
Sore harinya ia berkeliling pasaraya Padang menagih pembayaran kepada toko-toko yang mengambil produknya. Jum’at sore ia pulang ke Bukittinggi membawa uang untuk disetorkan sekaligus membawa lagi barang yang akan dijual minggu kemudian.

Sebelum pulang ke Bukittinggi Jefri biasanya mendatangi satu demi satu toko yang biasa dipasoknya, "Cari order," imbuhnya. Minggu sore ia telah ada di Padang kembali untuk menyerahkan pesanan ke pelanggan-pelanggannya. "Begitulah saya setiap minggu," katanya. 
 
Disela- sela padatnya jadwal ini ia masih sempat untuk kursus bahasa Inggris. "Ini merupakan modal penting untuk menghadapi persaingan global," katanya. Usai berkuliah di 2004, ia masih mensuplai barang ke Padang, namun hari- hari lebih banyak di Bukittinggi.

Ia membantu sang kakak berjualan pakaian dalam. Disisi lain ia belajar banyak dari sang kakak mengenai seluk beluk pasar grosir terbesar di Sumatra Utara itu.

Bonita Tour


Di akhir 2006, Jefri mantap untuk mengelola bisnis sendiri, tak mau bergantung kepada sang kakak. Bisnis pakaian dalam ditinggalkannya meski prospeknya masih bagus. Semua pelanggan dan pengecer diserahkan kakaknya untuk menggantikan. 
 
Memulai bisnis dari awal lagi namun satu hal yang tak bisa lepas; nama merek Bonita melekat pada bisnis barunya. Usahanya berupa travel dan perjalanan umroh, bisnisnya yang diberinya nama Bonita Tour and Travel.

Perusahaannya fokus menangani pemesanan tiket pesawat udara untuk tujuan kedalam dan keluar negeri. Dengan modal yang tidak terlalu banyak, Jefri cukup merintis usaha barunya dengan menjadi sub- agen penjualan tiket pesawat. 
 
Setelah setahun menjadi sub- agen, Jefri bisa mewujudkan keinginannya menjadi agen resmi. "Sebagai agen resmi kita bisa menikmati komisi secara utuh, serta mendapat sejumlah intensif lainnya," katanya.

Pada 2007, ia mengajak sang kakak untuk mendirikan PT agar bisa menjadi agen resmi untuk selanjutnya. Disini ia merangkak dari bawah lagi. Modalnya mepet dan harus mendekati maskapai satu demi satu untuk menjadi agen. Berawal dari Mandala Airlines lalu Batavia Air selanjutnya. 
 
Berkat kegigihan menjual tiket satu demi satu maskapai termasuk Garuda Indonesia mempercayakan penjualan tiketnya. Potensi bisnis di sektor ini terbilang besar.

Orang Minang memang terkenal perantau yang kerap bepergian ke seantero nusantara, bahkan mancanegara untuk berniaga dan menggerakkan roda bisnis mereka. Nah, dari sanalah bisnis macam ini bisa berjaya. 
 
Dengan jejaring luas dikalangan para pedagang besar dan grosir di pasar Aur Kuning, Jefri  bisa berubah menjadi peluang. Hubungan baiknya dengan sejumlah pengusaha dan instansi pemerintah membuat banyak diantara organisasi tersebut yang memesan tiket kepadanya langsung. 
 
"Alhamdulillah, cukup banyak yang mempercayakan semua urusan perjalanan penerbangannya kepada Bonita," ungkap Jefri. 
 
Ada perusahaan CNI, Tupperware, sejumlah showroom mobil di Bukittinggi, dan sekretariat DPRD Kab Agam, Sumatra Barat. Dia juga meraih kepercayaan dari Jabatan Pendidikan Perak Darul Ridzuan, Malaysia.

Itu karena ia mampu memberikan layanan yang sangat memuaskan kepada tiga rombongan dari Malaysia yang berkunjung ke Bukittinggi. "Tapi jika kita geluti secara serius, lama-lama pelanggan kita makin banyak dan hasilnya pun makin banyak," ujarnya. 
 
Rata- rata Bonita bisa menjual seribu tiket dalam sebulan. Dan, 70% pelanggan perusahaanya adalah mereka yang dari pasar Aung Kuning.

Berbeda dengan biro perjalanan di Bukittinggi dan sekitarnya yang sekedar menyediakan tiket, Bonita Tour and Travel memberi sejumlah nilai tambah; menyediakan travel untuk antar jemput dari Bukittingi ke Bandara Minangkabau Padang yang berjarak lebih kurang 100km. 
 
Untuk pembelian 10 tiket sekaligus Bonita rela memberi satu tiket travel gratis. Ia juga bersedia mengantarkan tiket yang dibeli ke alamat pelanggan langsung. "Pemesanan bisa dilakukan melalui telepon atau SMS," katanya.

"Kami juga menyediakan hotline service untuk pemesanan maupun keluhan." lanjut Jefri

Melebarkan sayap bisnis


Kesungguhan seorang Jefri terlihat di berbagai cara untuk mempromosikan Bonita. Segala ilmu yang telah dia dapatkan dari kampus ditambah pengalaman berjualan pakaian dalam di pasar, pastilah ia mampu menarik, membujuk,dan membangun loyalitas pelanggan. 
 
Ia rajin mengunjungi pelanggan, jemput bola, sekedar untuk menanyakan kabar dan memberikan penawaran tersebut secara pribadi. "Untuk langganan saya juga tidak mengenakan biaya pembatalan (cancelation fee) pesanan tiket," kata Jefri.

Selain itu, pembayaran tiket juga tak harus tunai. "Bonita bisa memberi waktu tenggang beberapa hari." Ia tak ragu menyebar 2 ribu brosur ke penjuru pasar Aung Kuning. Dia juga menempelkan stiker di angkot, menggencarkan promosi mulut ke mulut. 
 
Tak berhenti, dia beriklan secara teratur di media cetak dan radio lokal, serta aktif membuka stand atau booth di berbagai pameran usaha. Jefri juga menerapkan pemberian bonus point untuk setiap pembelian tiket, travel atau sewa mobil di Bonita Tour dan Travel.

Untuk pelanggan yang mengumpulkan 88 point pesawat ia memberikan 1 tiket gratis untuk rute yang sama. Sukses di daerah, Jefri ingin membangun bisnisnya hingga ke Jakarta. Akhir maret 2008 ia berhasil membuka cabang di pasar blok A, Tanah Abang, Jakarta Pusat. 
 
Lokasi ini sangatlah strategis karena merupakan pusat bisnis grosir yang bukan saja melayani seluruh Indonesia melainkan juga ekspor dan imporke kawasan Timur Tengah, Afrika, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam, bahkan juga ke pasar Amerika dan Eropa.
 
Bisa dipastikan kebutuhan tiket ke berbagai penjuru dunia terbuka luas. Di Tanah Abang, Jefri telah bersiap untuk memualai semuanya dari nol. Tempat itu telah terlebih dahulu dikuasai beberapa travel agen. 
 
Jika Bonita bisa merebut hati pelanggan barunya, pastilah bisnisnya akan membuahkan hasil berlipat ganda. "Pelanggan kami yang selama ini membeli di Bukittinggi banyak yang berdagang disini. Merekalah target awal kami," katanya.

Banyak pelanggan loyalnya yang bertindak sebagai evangelist, merekomendasikan kepada calon pelanggan baru. Hasilnya ialah, "Pelanggan baru yang membeli disini pun cukup banyak," katanya. Jefri pun ingin tetap membesarkan bisnisnya ke bidang terkait. 
 
Lingkup usaha seputar bisnis ini memang masih sangat potensial untuk digali. "Usaha diluar ticketing pesawat sangat menjanjikan," katanya. Untuk sasaran jangka pendek ia berniat mengembangkan layanan jasa pengiriman seperti kargo dan titipan kilat.

Layanan ini sudah dirintisnya dari kantor barunya di Pasar Tanah Abang Blok A. "Respon pasrnya sangat bagus," katanya. Bahkan berdasarkan kebutuhan pelanggannya, ia juga berniat masuk ke usaha penukaran uang (money changer). "Doakan agar semua usaha ini bisa berhasil," katanya. 
 
"Impian terbesar saya adalah membangun perusahaan penerbangan Bonita Air," tutup Jefri, yang tak malu menjadi pengusaha pakaian dalam. Dia mereguk hoki bisnis disini.

Wahyu Aditya Hello Motion Pengusaha Desain

Profil Pengusaha Wahyu Aditya

 
wahyuaditya.png
 
Wahyu Aditya Hello Motion menjadi pengusaha desain. Orang bilang hobi menggambar cuma menjadi pelukis. Pekerjaan tidak menjanjikan. Ternyata hobi menggambar bisa membuat perusahaan. Pelajaran ini katanya tidak penting, lebih penting matematika.
 
"Siapa bilang hobi menggambar hanya bisa jadi pelukis saja. Siapa bilang hobi menggambar tak bisa membuat perusahaan. Siapa bilang pelajaran menggambar tidak penting dan pelajaran matematika saja yang penting. Siapa bilang kesuksesan hidup hanya milik sang jenius matematika," tuturnya.

Sang pengusaha desain, dari pengakuannya diatas, terlihat jelas definisi passion. Adit tidak menyukai matematika. Bahkan jujur ia mengakui pernah bersumpah memilih jurusan yang tidak ada matematika. Ia lebih memilih mencoret- coret kertasnya daripada sibuk mengerjakan tugas matematika. 
 
Adit lebih suka menggambar berbagai tokoh imajinasinya diatas kertas. Kesenangannya akan dunia menggambar juga membawanya ke berbagai media. Dari kertas, dinding, kemudian merambah ke dunia digital yang membawanya ke dunia yang berbeda dari sebelumnya.  
 
Masih dengan menggambar kreatifitas pria kelahiran Malang, Jawa Tengah, 4 Maret 1980 ini, terus tumbuh tanpa batas. Gara- gara sebuah acara bernama Gemar Menggambar di TVRI di tahun 90'an, Adit kini telah dikenal sebagai pendiri perusahaan animasi, Hello Motion Academy. 
 
Dia menjadi pemain utama di bisnis ini, bisnis animasi dan desain grafis. Adit diburu oleh banyak perusahaan untuk mengerjakan berbagai iklan kreatif untuk produk mereka. Baik iklan komersial atau pun iklan layanan masyarakat.

Perjalanan Wahyu Aditya


Hobinya menggambar sudah terlihat sejak masih di sekolah dasar. Ketika masih di kelas 1 SD Cor Jesu 1 Malang, ia pernah beberapa kali memenangkan lomba menggambar. Ia juga pernah mengirim gambar pada Tino Sidin, tokoh seni lukias yang membawakan acara Gemar Menggambar di TVRI kala itu. 
 
Sayang gambarnya tak pernah terpilih untuk ditayangkan. Ketika di kelas VI SD, ia rajin mengisi buku tulisannya dengan berbagai gambar dan cerita. Daripada membeli mainan, Adit kecil lebih sering membeli kertas HVS untuk dicorat-coreti dengan gambaran. 
 
Ia pawai menyulap buku tulisnya menjadi komik dengan menciptakan ilustrasi sederhana dari berbagai tokoh rekaannya. Nama-nama tokoh dipelesetkan dengan mengambil inspirasi dari lingkungan sekitar. 
 
Seperti empat sekawan menjadi enam sekawan, mengacu pada jumlah 'preman cilik' di sekolahnya. Hasilnya itu kemudian dipamerkan kepada teman- temannya.

Banyak yang suka hasil karyanya dan terhibur dengan cara Adit menuliskan cerita. "Saya senang jika mereka terhibur oleh karya saya," katanya girang.

Ketika SMP, Adit pernah dipercaya mengelola rubrik khusus untuk majalah sekolah. Isinya tentang keadaan sekolah waktu itu. Hobi menggambar terus berlanjut hingga sekolah menengah atas. Kali ini sasaran tangan jahilnya adalah dinding di sekolah. 
 
"Saya murid pertama yang diperbolehkan menggambari dinding," katanya mengenang. Karir sebagai seorang animator diawalinya dengan menjadi seorang komikus amatiran. Korban pertamanya adalah buku-buku pelajaran kelas 3 SMA. Di buku inilah Adit membuat animasi strip komik. 

Ketika akan melanjutkan kuliah pun, dengan ketegasan ia telah memiliki pilihan. "Ingin kuliah ditempat yang tidak ada matematikanya," tandas anak kedua dari pasangan Sanarto Santoso dan Tri Astuti ini. 
 
Akhirnya Adit sukses menuntut ilmu di Advanced Diploma of Interactive Multimedia – KvB Institut of Tech, Sydney Australia untuk mempelajari multimedia. Saat kuliah ia sempat menjuarai perlombaan. Ketika musim liburan tiba, ia sempatkan diri untuk kembali ke Indonesia.

Tak berdiam diri, Adit bekerja magang di sebuah tempat sablon selama dua minggu. Pemilik percetakan yang melihat hasil karyanya jauh melampaui kelasnya mengarahkan Adit untuk magang di Broadcast Desain Indonesia di kawasan Jakarta Selatan. 
 
Disana Adit hanya mengamati pembuatan video dan teknik mengedit. Karir Adit selepas kuliah dimulai sebagai creative desainer dan animator di Trans TV pada 2000-2002. Sebagai best student di KvB Institut of Tech, almamaternya, bisa saja ia melanjutkan hidupnya di negeri Kanguru itu. 
 
"Tapi saya tak betah hidup di Australia," katanya.

Selepas dari Trans TV, Adit lebih memilih bekerja sebagai freelance selama satu tahun. Karena keterampilan dan pengetahuannya solid, ia bisa melakukan pekerjaan apapun di sana sini. Dari animator, sutradara sampai produser, ia bisa melakukan semuanya. 
 
Proyek pertama yang pernah ditanganinya adalah video klip grup band Padi "Bayangkanlah". Karyanya ini memenangkan "Best Video clip of The Month" Video Music Indonesia 2002 dan "People Choice Award" Video Music Indonesia 2002.

Sejak saat itu tawaran demi tawaran mengalir padanya.

Sukses mandiri


Tawaran bekerja memang banyak. Tapi kepercayaan diri Adit sudah membulatkan tekatnya membuat usaha sendiri. Ini semua berkat pengalaman suksesnya, bersama tujuh orang teman, mereka membuka bisnis sendiri dibiang jasa. 
 
Sayang usaha pertamanya gagal, "Kumpulan orang pintar tapi tak ada naluri bisnis," kata Adit menyimpulkan kegagalannya. Karena tahu hanya kepada diri sendirilah ia harus bersandar, Adit segera memulai langkah yang terbilang nekat.

Berbekal pinjaman bank sebesar 400 juta rupiah ia membuka kursus animasi sendiri. "Biar orang sekolah di Indonesia saja, tak harus keluar negeri," niatnya sederhana. Kendati terdengar sangat ambisius, namun Adit telah melakukan berbagai riset kecil- kecilan terlebih dulu. 
 
Hasilnya, banyak orang menyatakan minat bila ia membuka lembaga kursus animasi di Indonesia. Tekad itu diwujudkan dengan ikut serta dalama sebuah pameran pendidikan di semanggi expo Jakarta Selatan.

Disana ia menemukan ada 41 orang yang berminat menjadi muridnya. Ini menjadi langkah awal bagi Adit untuk mendirikan HelloMotion Inc, School of Animation and Cinema. Pemilihan nama dalam bahasa Inggris juga dimaksudkan agar ia bisa membuka franchisee di luar negeri. 
 
Setelah berdiri lima tahun, sekolah miliknya masih sepi bahkan dari 400 juta modal, menangguk untung hanya 18% per- tahun. Ketika awal berdiri, sekolah ini bahkan mendapatkan minus 11%, tahun berikutnya 6%, tapi tetap bertahan hingga lima tahun berlalu.

Ada sekitar 800 an siswa lulusan lembaga pendidikan ini, "Itu masih kurang karena kami hanya punya satu kelas," katanya. Satu kelas tersebut diisi sekitar 10 siswa dan ada 20 instruktur.

Titik balik yang membuat nama Adit menggebrak dunia animasi internasional adalah ketika dewan juri yang terdiri dari para pakar film Inggris menyatakannya sebagai juara International Young Screen Entrepreneur of the Year 2007. 
 
Pada acara yang diselenggarakan oleh British Council di Apollo Theater West End London. Dia berhasil menumbangkan saingannya yang berasal dari India, Cina, Brazil, Polandia, Slovenia, Lithuania, Nigeria an Lebanon.

Di usianya yang baru 27 tahun itu, Adit telah berhasil mendirikan sekolah film Hello Motion serta memprakarsai festival film Hellofest yang setiap tahunnya dipadati 10 ribuan penonton muda di seluruh Indonesia.

Selain berbisnis ada tekat lain dibalik idenya mendirikan lembaga pendidikan ini. "Animasi kita masih kalah jauh dari Korea, Cina dan India. Animasi di Indonesia secara industri masih kategory advertising belum ke film dan TV. 
 
Kini HelloMotion memiliki visi menggalakkan budaya motion picture art mulai diperhitungkan diindustri animasi tanah air. Untuk terus mengembangkan bisnisnya, Adit menggunakan cara Buzz Marketing atau getok tular serta lewat iklan media cetak, elektronik dan internet.

Adit juga menyempatkan waktu untuk merealisasikan ide-ide aneh lainnya. Ia membentuk Kementerian Desain Republik Indonesia (KDRI) yang bertujuan mengubah Indonesia dengan caranya sendiri. Di KDRI, struktur birokrasinya sederhana, ia menjabat juru bicara kementrian. 
 
Sedangkan posisi mentri diduduki oleh Mr Gembol (panggilan masa kecilnya). Mr Gembol juga merangkap kurir KDRI. Biarpun terkesan lucu, dalam sehari website KDRI setidaknya dikunjungi 1000 pengunjung. Disini para volunteer dimanapun bisa mengirimkan desain karya mereka.

Bisnis Menjanjikan Keripik Singkong Kisah Muhdi

Profil Pengusaha Muhammad Muhdi

 

muhdikeripik.png
 

Lagi- lagi bisnis menjanjikan keripik singkong. Pengusaha Muhammad Muhdi, usia 46 tahun, asal Medan, Sumatra Utara. Kisah Hadi yang dikenal tidak bisa mengendarai kendaraan. "Naik kereta (sepeda motor) saja tidak bisa," tuturnya.


Usianya sudah tidak muda namun menghasilkan banyak cuan. Dimana dia memiliki 73 orang karyawan, dari keripik singkong sampai turunannya. Ia bahkan mengekspor produknya. Orangnya optimis sampai keurusan luar negeri. 

 

Bayangkan dia begitu yakin mampu mengangkat keripik singkong "murahan". Optimisme Muhdi tidak tercipta karena talenta melainkan pengalaman. Ada masanya ketika jatuh sampai dia terjepit sesak; dia langsung bangkit kembali. Berikut perjalanan hidup Hadi yang mengalami naik dan turun.


Muhdi hanya lulusan Madrasah Aliyah, Pondok Baru, Payaman Magelang, Jawa Tengah. Ia berangkat ke Medan menjadi Nazir Masjid Nurul Imam di komplek Perhubungan Udara, Padang Bulan, Medan. Hadi muda bekerja macam- macam seperti tukang kebon taman kanak Ikadiasa.


A. Siong, pedagang telur, pernah menawarinya berdagang telur. Hadi menjajal sampai menanjak, tak sekedar jualan telur, melainkan semua logistik seperti minyak, beras, sampai sirup ke Pondok Pesantren Roudhatul Hasanah, Medan.


Keadaan berbali ketika krisis 1997 datang. Pemilik toko tempatnya membeli barang bangkrut. Ia lantas coba berdagang bahan pokok. Di tengah situasi tidak menentu, ia pulang kampung pada lebaran tahun 1999. Dimana ide bisnis menjanjikan keripik singkong bangkit.


"Ada orang yang buat keripik manual. Saya lalu beli peralatannya manual," tuturnya. Usaha tersebut membutuhkan modal alat potong Rp.250 ribu, wajan Rp.75 ribu, dan alat tampi Rp.15 ribu.

 

Modal seadanya dibawa langsung ke Medan. Kemudian ia membeli singkong 5 kg dari pasar dan juga minyak goreng 2 kilogram. Ternyata keripik buatannya tenggelam dalam minyak. Esoknya ia membeli singkong dari petani, digoreng lagi, eh kembali tenggelam kedalam minyak.

 

Muhdi mengusut ternyata disebabkan wajan kebesaran, minyak terlalu banyak, hingga api yang terlelalu besar. Ternyata tidak semudah itu membuat keripik singkong. Pengusaha Muhdi merasakan bahwa tidak mudah. Dia masih melanjutkan mencoba membuat keripik singkong.


Dia lalu menukar wajannya yang dibeli dari Magelang. Dibelinya wajan milik orang- orang yang bikin keripik pisang. Berkali- kali dia mencocokan antara takaran pisang dan minyak. Ia terus usaha sampai menemukan resep cocok.


Pada 1999, usahanya memproduksi 100 kilogram keripik perhari dan menggoreng seharian non- stop. Ia terus berjualan memenuhi kebutuhan pasar. Sampai warga sekitar pun mulai terganggu akan aktivias usaha Hadi. Mereka terusik sampai Hadi pindah keluar Medan.


Mereka terusik dari aktivitas menggoreng setiap malam. Warga juga terganggu akan limbah singkong yang menggunung. Ia pindah ke wilayah pinggiran Medan Tuntungan. Sewa rumah seharga Rp.900 ribu untuk tiga tahun.


"Saya sewa rumah yang katanya berhantu Rp.900.000 untuk tiga tahun," ceritanya. Ia membuat dapur kembali buat produksi. Hadi mengajak lima orang tetangganya di Tuntungan. Produksi meningkat, dari sekilo menjadi 150 kg, perhari menjadi 05 ton, dan 1 ton perhari.


Tenaga kerja menjadi 15 orang menggoreng. Namun, pada 2002, pemilik rumah hendak menjual rumah di alamat Jalan Tunas Mekar, Tuntungan II, Pancur Batu, Medan. Dimana Muhdi langsung berangkat ke Bank hendak meminjam uang.


Dibelinya rumah dan tanah buat kembali melanjutkan produksi. Produksi meningkat sampai 2 ton perhari. Pada tahun itu, ia mendapatkan pelatihan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan juga mendaftarkan produknya bermerek dagang Kreasi Lutfi, berdasarkan nama anaknya.


Produksi sempat berhenti total karena ditipu penjual. Pada 2004, dikisahkan penjual semua kabur bawa lari dagangan. Muhdi lantas menjual kendaraan untuk menutupi kerugian. Utang tidak terbayar. Dia lalu menggoreng keripik kembali dari awal, bermodal uang Rp. 1,1 juta.


Uang segitu menjadi 200 bal keripik. Ia meminta mantan penjualnya buat menjadi ditributor. Usaha ini kembali menanjak ditangannya. Sejak tahun 2005, pengusaha Muhdi sudah memproduksi 4 ton keripik singkong. Muhdi lantas merambah memproduksi gaplek.


Buat mengatasi limbah maka dibutuhkan rencana. Muhdi menjadikan kulitnya sebagai pupuk. Bisnis menjanjikan keripik singkong merambah opak. Hadi juga memproduksi tepung singkong pengganti terigu. Total karyawannya meningkat menjadi 75 orang.


Gila, bahkan keripik singkong sampai ke Korea Selatan. Muhdi mereguk pasar ekspor sampai dikirim ke Korea. Dua minggu mengirim sampai satu kontainer. Satu kontainer berisi 2.566 kotak keripik, dimana sekotak beratnya 2,6 kg. Khusus ekspor ukuran keripik diukur 5,7 cm.


Hadi selalu tampil sederhana. Walau menjadi pengusaha sukses tidak berubah. Bermula dari merasakan hidup kepepet, tetap berusaha, dimana menyelaraskan otak, otot, dan omongan. Dia mengerjakan semua santai, menyenangkan, tetapi selalu selesai.


Produknya bermutu, murah, dan mudah. Muhdi lantas melanjutkan pendidikan di Insitut Agama Islam Negeri Sumut. Ia sempat berpikir akan menjadi guru, malah menjadi pengusaha sukses.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba