Es Pisang Ijo Justmine Pengusaha Cantik Riezka

Biografi Pengusaha Riezka Rahmawati 


pisang ijo just mine

Pengusaha cantik Riezka Rahmawati berkisah tentang awal mula berbisnis ini. Es pisang ijo Justmine bermula MLM dulu. Namun tidak bertahan lama, itu tidak membuahkan hasil apabila ia bandingkan bisnis tradisional.  Dia pernah berjualan voucer pulsa hingga kuliner lain.

Tidak patah arang, ia lantas membuka sebuah kafe di Bandung, namun tidak terlalu berhasil juga. Ya wirausaha sepertinya telah menjadi tekatnya sejak lama. Hingga berusia 24 tahun sudah tak tercatat berapa jenis usaha dikerjakannya.

Meski ditentang orang tuanya, penah pula diolok- olok oleh teman kuliahnya; Riezka tak bergeming malah semakin semangat berbisnis satu per- satu.

"Saya bermimpi bangsa ini bangkit bersama sehingga kemiskinan tak ada lagi," katanya.

Kembali Membuka Usaha


Ia memulai langkahnya bermodal uang jajan cuma Rp.150.000. Semua bisnisnya dimulai dari bawah dan sering gagal. "Saya memulai dari bawah, dengan berjualan pulsa elektronik," ujar gadis berdarah India kelahiran Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat, 21 Maret 1986 ini.

Target pasarnya adalah rekan-rekan kuliahnya sendiri. Ternyata peminat pulsanya begitu banyak sekali buka. "Tak sampai dua jam, deposit pulsa saya sudah habis," katanya lagi. Hasil penjualan langsung diputarkannya kembali membeli deposit pulsa elektrik kembali.

Sehingga lama kelamaan jumlah depositnya ternus bertambah. Bahkan, ia sudah bisa membuka outlet pulsa elektronik, fisik, dan kartu perdana yang kemudian diberi nama Ezka Cell, di Jl. Raflesia H7, Perumahan Antapani, Bandung.

Setelah membuka kios, target bisnisnya pun berubah yaitu orang- orang di sekitar komplek. Hasilnya memang mengejutkan, Riezka mendapatkan omzet Rp.9.500.000. Sadar akan besarnya potensi bisnis pulsa membuatnya mengibarkan badan usahanya sendiri.

Pada 26 Maret 2007 ia mendirikan perusahaan bendera CV Ezka Giga Pratama, perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan dan jasa. Melalui berdagang pulsa inilah Riezka naik pangkat dan dipercaya membawahi server pulsa sendiri.

Dia kemudian akan membawahi sejumlah agen dan outlet-outlet kecil. Pelan tapi pasti usahanya naik, satu per- satu usaha dijalani olehnya. Karena tempat kiosnya sangat strategis dan banyak dikunjungi pembeli, dirinya ditawari bekerja sama mendirikan usaha satu lagi.

Riezka kemudian membuka bisnis laundry&dry clean berkonsep bagi hasil. Pada awalnya dia sempat ragu apakah jasa laundry dibutuhkan, mengingat umumnya setiap rumah memiliki satu pembantu rumah tangga sendiri.

Dia pun mengamati sejumlah gerai laundry & dry clean di kompleks perumahan lain. Akhirnya ia sudah mem­beranikan diri masuk ke sektor ini. Maka, tahun itu, Riezka telah membuka gerai Prima Laundry. Di luar dugaan,

"Di bulan pertama saya bisa mendapat bagian bersih Rp 2 juta," katanya menambahkan.

Es Pisang Ijo Justmine


Akhirnya di akhir 2007 -an, pengusaha cantik ini melirik buah pisang, dan mencoba mengemasnya menjadi produk menarik. "Saat itu saya hanya berpikir, pisang itu kalau laku dijual enaknya dibikin apa. Akhirnya saya memutuskan untuk memasarkan pisang ijo," kenangnya.

Gadis asli Mataram, Nusa Tenggra Barat, ini mengaku belum pernah sekalipun mengunjungi Makassar. Kuliner pisang ijo khas Makassar tersebut kemudian coba dikembangkan olehnya berbekal kreatifitas.

Jadilah pisang ijo berbagai rasa dari vanila, cokelat, keju, dan durian. "Bisnis ini saya mulai dengan modal Rp 150.000 yang digunakan untuk bahan baku membuat pisang ijo," ungkap Riezka, disaat acara pembukaan Ernst &Young Entrepreneurial Winning Women 2013 di Jakarta dulu. 

Dia berburu sendiri resep pisang ijo paling cocok dengan konsep bisnisnya. Ia bahkan merelakan diri belajar langsung dari pemilik restoran Makassar. Memang butuh waktu yang cukup lama, dan ada persiapan tidak sedikit hingga bisnisnya bisa berjalan.

Dengan kepercayaan diri tinggi, ditambah keyakinan kuat akan sukses. Riezka melanjutkan bisnisnya hingga sekarang. Hasilnya, dua bulan telah berlalu, dia mulai melihat hasilnya dan ternyata pasar menyukai pisang ijonya, Justmine Pisang Ijo namanya.

Tantangan hadir kembali ketika orang tuanya tidak setuju anaknya berjualan pisang ijo. Namun berbekal tekat, ia tetap melanjutkan bisnis pisang ijonya. Pisang ijo khas Makassar yang terbungkus terigu warna hijau pandan akan dilumuri vla dan sirup sebagai pemanis.

Ada juga pisang ijo dilumuri bubur sumsum atau es batu. Harganya berkisar Rp.6000 hingga Rp.7000 per- porsi. Semangkuk pisang ijo menyegarkan hidup di setiap pelanggan. Buktinya, ketika ada Expo Wirausaha Mandiri, ratusan pengunjung yang datang tak henti- hentinya menuju stan pisang ijo miliknya.

Bahkan dalam hitungan beberapa jam saja, stok pisang ijo sudah habis diborong. "Pengunjungnya sudah antre dari pagi," ujarnya.

Untuk mengembangkan usahanya, Riezka membuka peluang untuk berinvestasi melalui sistem waralaba pisang ijo. Hingga kini, terdapat 20 gerai pewaralaba pisang ijo yang tersebar di Bandung, Jakarta, dan Bekasi.

Di samping itu, Riezka juga punya tiga outlet di Bandung di tahun 2009 lalu. Tahun itu juga ia mulai mengubah sistem penjualan pisang ijonya menjadi sistem kemitraan waralaba. Ini dikembangkan menjadi salah satu cara pemberdayaan masyarakat.

Proses seleksi mitra waralaba pisang ijo menjadi kunci tersendiri. Riezka menjelaskan, untuk menjadi mitra pisang ijo JustMine, cukup investasi mulai dari Rp 6,5 juta. Nantinya, mitra mendapatkan satu booth, paket perlengkapan lengkap, paket promosi, jaminan kualitas produk, biaya delivery, trainning karyawan, dan hak pakai booth.

Gadis manis ini kemudian mengungkapkan rahasia suksesnya: kita tidak boleh egois saat mencoba mewujudkan impian.

"Setiap orang punya impian untuk punya usaha dan sukses. Namun ketika hanya memikirkan kesenangan dan ambisi pribadi, usaha anda bisa saja hancur dan putus asa," tuturnya.
 
"Anda membangun usaha dengan impian untuk membahagiakan keluarga, sehingga ketika gagal akan terus termotivasi untuk bangkit dan sukses," tambahnya. Selain itu ia menambahkan bergaul dengan pengusaha lain mutlak perlu baginya.

Dalam waktu empat tahun (di 2012), perempuan cantik lulusan Universitas Padjadjaran Bandung ini sudah mampu memiliki 210 outlet di seluruh Indonesia dan memiliki 40 orang karyawan. Dimana omzetnya dari bisnisnya ini telah mencapai nilai Rp.850 juta.

Kesuksesan wirausahanya ini membuatnya meraih berbagai penghargaan seperti The Young Entrepreneur Award, Top 15 Franchises Best Choice, Ernst & Young Entrepreneurial Wining Women 2012, dan lain-lainnya.

Andi Taufan Biografi Pengusaha Muda Multi Talenta

Biografi Pengusaha Andi Taufan Garuda


andi taufan amartha
 
Bernama lengkap Andi Taufan Garuda Putra selau mandiri. Sang pengusaha muda multi talenta yang juga pemilik kafe Never Been Better Cafe Kemang. Tempatnya nyaman dengan aneka makanan khas anak muda. Pandangan Andi berkembang ke arah tidak terduga mengenai pendanaan.

Pernah dirinya diajak mengembangkan perusahaan permodalan. Namun Andi melihat dari kacamata berbeda melalui orang desa. Ia berinisiatif mendirikan usaha micro finance di pedesaan Bogor. Diliat keadaan masyarakat pedesaan sangat kekurangan permodalan.

Dia mengajak beberapa orang untuk pelayanan sosial bisnis. Pengusaha muda yang lulusan Harvard Kennedy School, usianya 32 tahun, mendapatkan gelar Master of Public Administration. Lantas dia masuk sebagai konsultas untuk IBM Global Business.

Koperasi Amartha


IBM inilah cikal bakal Andi masuk ke dalam dunia financial. Dua tahun sudah pekerjaanya di sana berjalan. Namun dia melihat pandangan berbeda mengenai pembiayaan. Ia lantas berkunjung ke Desa Ciseeng, Bogor, Jawa Barat pada 2009 silam.

Pria kelahiran 24 Januari 1987, memiliki prinsipal mudah dipahami bagi masyarakat pedesaan. Dia membentu usaha ini sebagai koperasi. Masyarakat desa dimatanya butuh kesempatan, dimana hidup mereka miskin, tertinggal dibandingkan lingkungan sekitarnya yang telah berubah perumahan.

Masyarakat desa hidup tidak jelas mau berusaha tidak mepunyai modal. Nah, datanglah Koperasi Amartha Indonesia (KAI) hadir memberikan solusi berupa konsep perbankan syariah. Konsepnya merujuk kepada Grameen Bank besutan pengusaha sosial, Muhammad Yunus.

Desa diapit diantara perumahan dengan bentuk rumah gubuk. Dibuat dari bambu, dengan sanitasi yang seadanya, dan penarangan tidak memadai. Tidak cuma diberikan modal tetapi mereka dibantu membuka usaha. 

Andi bersama kawan- kawan mengajak membentuk kelompok 20 orang. Para ibu- ibu diberikan satu kali pinjaman Rp.500.000 dan pengembalian 50 minggu. Amartha juga mengadakan pertemuan rutin memastikan perkembangan kelompok usaha ini.

Total dia membuat lima kelompok dengan 15- 20 orang anggota. Perminggu mereka mampu buat mengembalikan uang Rp.15.000. Usaha mereka banyak layaknya ibu- ibu rumah tangga biasa. Cuma mereka diarahkan lebih mampu mengelola keuangan.

Amartha sendiri selalu belajar mengenai inovasi lini bisnis anggota. Para anggota akan mengerjakan usaha bersama. Nanti dari penghasilan mereka, bersama- sama membayar untuk menyaur hutang yang diberikan, atau tanggung renteng.

Mereka mulai juga menabung dari menyisihkan uang belanja keluarga. Andi dan Amartha memang baru dalam usaha beginian. Amartha memiliki konsep analisis panjang dalam penentuan target. 

Dari banyak desa itu, butuh waktu sampai ditemukan termiskin, yakni ada desa Cibeuteung Udik, Karihkil, dan Putatnug di kecamatan Ciseeng. Kebanyakan mereka tempatnya pelosok belum bisa dijamah permodalan. 

Warga miskin di sana mencapai 20 persen dari jumlah penduduk satu desa itu. Andi adalah sosok pengusaha muda multi talenta. Termasuk merubah konsep Amartha mengikuti kemajuan jaman. Awal mereka menangani penduduk miskin sampai 100 orang.

"Jangankan ke Bank, membaca dan mengisi formulir sederhana saja mereka perlu bantuan kami," ia menuturkan.

Bertahap koperasi Amartha berubah menjadi microfinance berpredikat. Pengalaman sepuluh tahun menjadi acuannya maju. Usaha ini telah mengantungi ijin OJK sebagai micro- finance, atau bukan koperasi lagi sejak 2019.

Pada 2016, Amartha membangun konsep aplikasi pinjaman p2p lending. Mereka menjangkau lebih jauh penduduk dilebih banyak pedesaan. Berkat memanfaatkan teknologi, Amartha mampu memberi bantuan pinjaman sampai 100 miliar lebih untuk 38.000 mitra usaha mikro dan kecil.

Startup Pinjaman


Nama Amartha lekat dengan startup pinjaman karena teknologi. Namun Andi Taufan baru merubah konsep semenjak 2016 selepas kuliah di Harvard. Alumni ITB ini mengatakan berkat teknologi bisa menggaet lebih banyak. Pertumbuhan pinjaman mencapai 200% dengan resturn memuaskan.

Banyak ibu- ibu berhasil melipat gandakan usahanya. Sejak awal dia memang ingin menjembatani para pelaku usaha kecil pedesaan. Disisi lain menggunakan teknologi akan membuka peluang bagi investor masuk.

Pengusaha kelahiran Jakarta, 24 Januari 1987, bercerita bahwa pinjaman konvensional tidak dapat terukur. Ini saatnya meningkatkan daya peminjam dan investor pemberi pinjaman. Disini konsepnya menjembatani pihak pemberi dan penerima.

Kalau kamu mau memberikan pinjaman sebagai investor tinggal masuk. Karena dia memanfaatkan sistem teknologi maka aspek kemanusiaan harus dikuatkan. Inilah tugas Amartha yang menagih angsuran langsung bukan lewat perantara.

Para petugasnya memanusiakan karena tidak cuma menagih. Petugas akan pula memberi bimbingan berusaha. Termasuk ikut memberikan saran mengenai jumlah pinjaman. Memastikan agar mereka tidak meminjam lebih dari dihasilkan.

Petugas harus memahami aspek keuangan mengenai keinginan dan kebutuhan. Para petugas akan punya data lengkap mengenai penghasilan mingguan peminjam. Investor Amartha akan mendapatkan data peruntukan uang, latar belakang lengkap, hingga ada skor kredit tertinggi.

Ada tim verifikasi buat peminjam tersebut, akan diadakan pertemuan mingguan, berbentuk kelompok yang saling mengawasi dan memitigasi pengeluaran anggota. Andi juga menerapkan prinsip sejarah peminjam. Bagi peminjam baru maka cicilan tentu akan lebih besar dibanding anggota lama.

Semakin baik anggota memiliki kemampuan pengembalian dan komitmen, maka konpensasi berupa resturn yang kecil. Return biasanya 10% sampai 20% dari yang dipinjamkan. Amartha mengenakan fee 1% untuk investor dan 5%- 10% untuk peminjam.

Untuk sekarang di tahun 2017, ada 100 ribu peminjam, dan targetnya pada 2020 akan menjangkau 1 juta peminjam. Target wilayah diperluas meliputi Sumatra, Kalimantan, dan Timur Indonesia. Di Jawa sendiri, Amartha telah masuk ke pelosok- pelosok desa yang jauh dari akses permodalan.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba