Sylvia Widyantari Pengusaha Wanita Dibidang Jaringan Internet

Profil Pengusaha Sylvia Evi Widyantari Sumarlin

 
 
sylviawidyantari.png
 
Dialah Sylvia Efi Widyantari Sumarlin pemilik bisnis D- Net. Pengusaha wanita yang menjadi orang penting. Wanita kelahiran Jakarta, 19 November 1963 ini, dan sudah dikenal lama berkecimpung di bidang internet service protocol (ISP). 
 
Dimulai di Pittsburgh, Pennsylvania, Efie sudah mengenal dunia internet. Perlu kamu ingat ia bukanlah lulusan ilmu komputer. Sylvia mengambil sarjana ekonomi dan master hubungan internasional dan ekonomi di Syracuse University, Amerika Serikat. 
 
Semuanya berawal dari internet, ketika dirinya bertemu maniak internet yang kemudian menjadi suaminya. Berawal akan kesamaan hobi, dia dan suaminya, Rudy Hari, ditambah dengan pengalaman bekerja di Hewlett Packard (HP) di 1984.
 

Bisnis D- Net

 
Keduanya sepakat memulai bisnis di bidang internet pada 1995. Mereka mendirikan PT. Dyviacom Intrabumi atau biasa disingkat D-Net. Perusahaan yang kemudian menjadi cikal bakal PT. Core Mediatech. 
 
Pada tahun 1999, mereka membangun PT. Dama Persada, perusahaan riset dan pengembangan IT dimana Efi menjadi direktur utama.

"Saya masih ingat betapa bingungnya memperkenalkan internet sebagai sebuah kebutuhan. Padahal, kita semua tahu teknologi interneter sangat mengubah cara kita berkomunikasi dengan sesama pebisnis," ingatnya. 
 
Saat itu penyelenggara jasa (ISP/Internet Service Provider) segera ramai- ramai membidik pasar multi nasional yang melek akan internet. Moto bisnisnya yaitu mengikuti trend karena itu bisa saja merubah produk mengikuti trendnya. 
 
Dia mampu menunjukan itu, D- Net terus berkembang pasat terlihat dari pelanggan yang semakin banyak. Pada 2000, D- Net menjadi perusahaan penyedia layanan internet peratam yang masuk bursa. 
 
Dalam karirnya, ia pernah tercatat di sejarah internet yaitu menggagalkan rencana pemerintah mengenakan pajak penghasilan 20 persen selain pajak pertambahan nilai. Efi suka menjelajahi tempat baru yang memiliki nilai historis atau legenda. 
 
Ia mendapatkan perhatian lebih oleh suaminya yang juga hobi fotografi. Bila tidak sedang bepergian, ia selalu menyempatkan diri untuk selalu belajar menari. Dia memiliki prinsip pantang menyerah walau bukan termasuk orang yang jenius. 
 
Dia hanya suka mengambil keputusan dan menghadapi tantangan. Obat kegagalan baginya hanyalah membebaskan pikiran lalu tidur yang sehat. Bicara tentang cita- cita, Efi mengaku memiliki obsesi menjadikan Indonesia raja di negara sendiri. 
 
Dari ketekunan serta cita- cita mulianya, tak ayal ia mendapatkan penghargaan sebagai ketua umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APJII), yaitu asosiasi pengusaha di bidang jasa internet periode 2006-2009.

Dia pernah ikut membantu wakil rakyat di komisi 1 menggodok RUU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Sosoknya juga dikenal melestarikan seni tari serta kesenian ketoprak. 
 
Bahkan, ia pernah mengikuti pementasan dua kali bersama Paguyuban Puspo Budoyo pimpinan Luluk Sumiarso (dirjen migas ESDM). Ibu dari Giasinta Puteri Hari ini pantas menyandang gelar Srikandi Internet di Era Digital kini.

Bisnis Mahasiswa Paling Cocok Ketika Corona

Profil Pengusaha Muda Mima

 

bisnismahasiswa.png
 

Mencari usaha paling cocok ketika corona. Bisnis mahasiswa berapa kira- kira apa menghasilkan. Mima menawarkan jasa menuliskan tugas. Bukan mengerjakan tugas tetapi menyalin tugas di tulisan tangan. Dia membantu merangkum, meresume, dan lain- lain tanpa mengisikan tugas.


Layanan meliputi membuatkan dokukmen Word, edit file, dan design Power Point. Mima juga membuat poster. Mima juga melayani menuliskan ke bahasa lain, dari Bahasa Arab, Jepang, dan Korea. Tarifnya berdasarkan jumlah halaman atau perkertas folio, hvs, binder, atau buku.

 

Bisnis Mahasiswa


Perhalaman folio misal ditarif Rp.6000, perbuku atau binder Rp.8000, mengetik dalam file Word Rp.4000, edit perslide Rp.3.500 ,dan membuatkan poster Rp.25.000. Mau dilayani secara cepat maka tinggal Mima beri tarif tambahan sesuai.

 

Ia mendirikan Jasatulisjkt pada Oktober 2017. Bermula ketika dia menemukan akun jasa penulisan di Pekanbaru. Kemudian Mina membuat menawarkan jasa tulis ke kolom komentar akun Instagram. Dia lalu belajar menggunakan paid promote untuk kegiatan marketing.

 

Banyak mahasiswa malas menyalin tugas diketik. Mima, pemilik Instagram Jasatulisjkt, menawarkan jasa menuliskan laporan tugas kamu lebih rapih. Profesional dari menuliskan tugas untuk digital atau tulisan tangan. Ia mengingatkan semua tugas menyalin dapat dia kerjakan.


"Karena di Jakarta belum ada maka saya mulai usaha ini. Karena kalau dipikir- pikir kayaknya gampang kerja cuma nyalin tulisan orang lain," lanjutnya.


Usaha paling cocok ketika corona jaman sekarang. Bisnis mahasiswa ini ternyata menghasilkan cuan mencengangkan. Banyak siswa jaman pandemi kesusahan menyalin tugas. Sampai setumpuk nanti tinggal difoto kemudian tinggal Mima tuliskan.

Tjipto Widodo Pemain Bisnis Sawit Jangan Minder

Biografi Pengusaha Tjipto Widodo


tjipto widodo


Biografi Tjipto Widodo yang sempat masuk orang terkaya nomor 5. Dia pemain bisnis sawit yang memberikan contoh konsistensi. Berbeda dari beberapa pengusaha lain, Tjipto memilih fokuskan diri menggarap pasar sawit melalui PT. BW Plantation.

Perusahaan sawit pengendali 96 ribu hektar dan sudah saham publik. Nilai perusahaan sampai $390, hasilkan pendapatan Rp.584, 1 miliar pada 2009 silam. Nilai tersebut terus naik menancapkan peran Tjipto sebagai pengusaha kelas atas.

Sayangnya, banyak orang cuma melihat Tjipto senangnya, padahal dia bekerja keras dari nol buat membangun bisnis. Dia menghadapi aneka problem. Mulai dari penanaman yang terhambat banyak faktor. Problem termasuk rumitnya penanaman serta pengolahan kelapa sawit.

"Saya dulu inginnya instan, maunya punya bisnis yang langsung kuat dan besar. Praktiknya, segala sesuatu harus melewati tahap perjalanan tertentu, mesti step by step," jelas Tjipto  Dia memimpin 7 ribu karyawan. 

Dia merupakan generai kedua. Bisnis BWP memang berakar dari ayahnya, Budiono Widodo, yang merupakan pengusaha hak guna lahan dari Group Wanaasri. Ayahnya memang sejak awal melihat potensi berbisnis sawit.

Mereka memiliki lahan luas, iklim mendukung, tanah subur, dan dukungan pemerintah. Dulu melalui bendera usaha pertama PT. Bumilanggeng, membibit dan penanaman perdana lahan 722 ha di Kotawaringin Barat, Kalimantan Utara.

Ayah Tjipto pemilik PT. Wanaasari Fajarindo Perkasa: yang kelak mengelola PT. Bumilanggeng, PT. Bumihutani Lestari, dan PT. Sawit Sukss Sejahtera. Sedangkan Tjipto masih mengurusi bisnis batu granit melalui PT. Pacific Granitama.


Bungsu dari empat bersaudara ini tercatat menjadi komisari Wanaasari. Dia masih sibuk menjadi urus granit. Belum mengurusi harian bisnis sawit mereka yang menanjak. Ingat masa awal bisnis sawit jangan minder. Sangat sulit mulai dari penanaman dan pembibitan butuh lebih dari sekedar paham.

Tiga tahun investasi dan penanaman hasilnya dibawah harapan. Namun Budiono meyakini kenaikan kebutuhan produk turunan sawit. Modal pribadi digelontorkan Rp. 30 miliar bersumber dari aneka bisnis dulu. 

Ayah Tjipto meyakini bahwa semua butuh perbaikan, belum lagi krisis moneter menerap. Jadi usaha mereka tengah dipupuk ketika krisis moneter menerjang. Kondisi kebun masih memprihatinkan. Di sana- sini masih tampak kotor tidak tertata.

Banyak tanaman sakit. Sialnya unsur hara tanah ternyata tidak mendukung. Ditambah alat berat dibeli malah macet. Ya mereka tengah merintis usaha tentu tidak semudah bayangan. Alumni California State University of Los Angles, mengenang bahwa perkebunan mereka masih tahap menanam.

Belum memproduksi produk turunan buat dijual. Biaya dikeluarkan lebih besar dibanding dihasilkan mereka. Dana modal Rp.30 miliar nampak belum membuahkan. Ayah Tjipto lantas mengajaknya masuk karena dianggap berhasil mengolah granit.

"Saya dipandang mampu membangun tim yang kuat menjalankan perusahaan," ujarnya, yang lantas terjun langsung di tahun 1999.

Pengusaha kelahiran Jakarta, tahun 1970, yang langsung mengunjungi perkebunan mereka. Dari mata memandang memang sangat kacau. Kesimpulannya Tjipto memilih untuk tidak menanam terlebih dahulu. Modal mulai habis, sementara butuh banyak perbaikan perkebunan yang sudah ada.

Tjipto memberi perkiraan tiga tahun baru rapih. Proses perbaikan dan pembersihan perkebunan membutuhkan kerja tim. Maka Tjipto mulai membangun manajemen, merekrut tanaga handal, dan membuat cetak biru kultur perusahaan.

Kemudian, tiga tahun menata semua, Tjipto mulai berpikir mencari dana diluar uang pribadi. Uang tersebut akan digunakan membayar hutang pemasok, mendirikan pabrik kelapa sawit, dan menanam perkebunan kembali.

Sayangnya, upaca pinjam ke bank dirasa terlalu berat menjadi nyata, faktor utama ialah mereka tepat berada di masa krisis moneter. Kalangan bank melakukan startegi dana keluar sangat ketat. Kredit macet kalau bisa tidak ada.

"Semua bank menutup pintu. Hampir setiap bank menolak saya," kenang Tjopto.

Kegigihan Tjipto mengunjungi bank satu persatu. Dari bank multi nasional sampai bank- bank kecil pernah didatangi. Kelebihan Tjipto ialah ketika terpojok. "Kalau terpojok, the best nya keluar," kesan Abdul Halim Ashari, karyawan utama yang menjadi Presider BWP.

Tidak puas akan penolakan pihak bank. Tjipto nekat mengunjungi petinggi bank ke rumah. Dari pintu ke pintu disambangi demi dana segar. Beda dengan Malaysia, perusahaan seolah dimanjakan karena dana segar malah diberikan langsung tanpa capek- capek.

Tjipto "mengemis" ke bank. Nyeletuklah ucapan bahwa mereka tidak akan kesini lagi. Tidak akan berkantor di bank buat meminta- minta.

"Halim, suatu hari nanti kita tidak akan di sini lagi (kantor bank), mereka yang akan datang ke kantor kita.' Tekad itu yang dijalankan. Dalam krisis kelihatan kekuatan Pak Tjipto," tutur Halim.

Bekerja Keras


Ia bertekat membalik keadaan disama sulit. Kerja keras ditambah kegigihannya menghasilkan. Pihak Bank BNI menggelontorkan dana pada 2009. Uang tersebut dipakai. Untung tersisa, termasuk buat membangun PT. Bumi Perdana Prima Internasional, yang berkapasitas 45 ton perjam.

Awal dia bersama tim kerja merasa keberatan mengerjakan tiga kebun. Sebab itu, mereka mengambil keputusan mengelola Bumilenggang dan Bumihutani dulu. Setelah stabil, mereka baru mengerjakan kebun Sawit Sukses Sejahtera.

Dibutuhkan waktu bertahun- tahun bahkan sampai 2005. Bisnis sawit mereka mulai stabil. Bahkan dia mendapatkan dua izin lokasi, dan mendirikan PT. Wana Catur Jaya Utama di Kabupaten Kapuas, dan PT. Adhayaksa Dharmasatya di Katowaringin Timur, keduanya Kalimantan Utara.

Kapasitas kebun tertanam sampai 15 ribu hektar. Mereka pun berpikir melakukan investasi kembali. Ia melakukan reorganisasi melalui Bumi Putra yang disulap menjadi BW Plantation.

Dimana satu perusahaan menginduki lima anak perusahaan: Bumilanggeng, Bumihutani, Sawit Sukses, Wanacatur, dan Adhayaksa. Kata "BW" memiliki kepanjangan nama ayahnya, Budiono Widodo.

Tahun 2008, mereka mengakuisisi ijin PT. Satria Manunggal Sejahtera dan PT. Agrolestari Kencana Makmur. Sebenarnya di tahun 2001, usahanya sudah menghasilkan sawit berbuah, namun kapasitas tak tercapai atau 6- 8 ton/ha dari 722 ha, maka hasil dijual dan belum memiliki pabrik pengolahan.

Tahun 2007, mereka membangun pabrik kedua, dengan kapasitas 60 ton/jam. Kini total kapasitas produksi crude palm oil (CPO) BWP mencapai 105/jam. Dan Tjipto sedang membangun lagi dengan kapasitas 45 ton perjam.

Meskipun banyak perusahaan membangun pengelolaan hilir. BWP memilih bisnis crude oil bukan mengerjakan hili lebih jauh. Margin untung dihasilkan penjualan minyak lebih dibanding olahan. Dia menambahkan bahwa bisnis CPO lebih banyak kegunaan.

Menjual minyak goreng maka akan dipengaruhi harga CPO, atau naik sendiri. Sementara bila dia menjual minyak, bisa digunakan untuk kosmetik, biofuel, dan turunan lainnya. Sejauh ini CPO nya masih diperdagangkan lokal, dan pembelinya melakukan impor.

Sementara mereka dapat menjual buat kebutuhan domestik sampai habis. Alih- alih mereka menjual keluar sudah cukup menjalankan tander. Minyak mereka akan diterima perusahaan multi- nasional, dari Wilmar, Best Agro, dan D

Pengusaha Batam Abidin Hasibuan Inspirasi Bisnis

Profil Pengusaha Abidin Hasibuan


usaha abidin hasibuan
 
Pengusaha Batam Abidin Hasibuan bercerita kisah sukses. Berawal suatu acara bertajuk Batam Pos Entrepreneur School. Lebih dari 17 tahun telah bersusah payah membangun bisnis. Dia merupakan pemilik Sat Nusapersada.

Perusahaanya sudah go publik, punya 10 pabrik, dan omzet Rp.1,6- 2 triliun. Pengusaha Batam ini mempekerjakan 4 ribu karyawan dengan 10 negara tujuan ekspor. "Makanya saya ini perjuangkan nasib masyarakat bukan untung lagi," jelasnya.

Pengusaha Batam

 
Abidin kecil telah bermimpi membangun pabrik. Sejak sekolah dasar, dia telah memiliki hasrat dalam kewirausahaan. Dia ingin pabrik empat lantai. Abidin menjelaskan beberapa hal dibutuhkan: Nomor satu ialah kepercayaan diri tidak tergoyahkan.
 
Kedua, orang harus memiliki berkomitmen dan ketekunan mencoba. Sudah aneka usaha dilakoninya sejak masih muda. Tetapi dia sudah bekerja selama 30 tahun belum kaya. Beragam usaha dilakukan mulai dari profesi preman sampai calo paspor.

Dia belum menemukan cara tepat menjadi sukses. Abidin sempat menghakimi diri sendiri. Seharian dia pernah tidak makan. Bila lapar hanya diminumi air putih. Kepercayaan orang sangat penting jangan coba membohongi.

Sekali kamu ketahuan berbohong maka hancur lah. Tahun 1991, dia sempat bangkrut kemudian nekat meminjam bank buat gaji karyawan. Nasib kurang baik dia sempat masuk penjara. Dia masuk ke penjara karena dikelilingu hutang.

Abidin memiliki prinsip bahwa bisnis harus bersih. Menjadi pengusaha harus jujur walau keadaan mendesak. Dia menceritakan pengalaman "curang" dulu. Pengusaha "wajar" memiliki pembukuan rangkap tiga.

Dia membuat pembukuan buat internal, perbankan, dan pihak pajak. Abidin pun sudah mendapatkan ganjaran. Pengalaman terperosok beberapa kali membuatnya sadar. Alhasil dia mampu membawa lini bisnis sampai ke bursa saham.

Pak Abidin berkata, "kalau perusahaan belum terdaftar bursa, berarti belum sukses." Dalam enam bulan dia memperbaiki perusahaan. Tujuannya mampu membawa usaha PT. Sat Nusapersada masuk bursa. "Anda mesti kerja keras jangan malas," tuturnya.

PT. Sat Nusapersada merupakan pabrik perakitan ponsel terbesar di Batam, Kepulauan Riau. Menjadi yang terbesar, mereka memiliki kapasitas tiga juta unit smartphone perbukan berdiri sejak 1999.

Moses Lo CEO Xendit Sering Dikira Orang Indonesia

Profil Pengusaha Moses Lo

 

moseslo.png
 

Pengusaha muda Moses Lo sering dikira orang Indonesia. Wajar karena Forbes menuliskan dirinya jadi orang Indonesia. Faktanya dia memang memiliki ibu orang Indonesia. Keluarga ibunya masih berada di Indonesia. Tetapi Moses sendiri merupakan warga negara Australia.


Banyak memang orang keturunan Indonesia bermukim di Australia. Tetapi kasus Moses pernah pula dianggap orang Amerika. Mungkin karena dirinya berkecimpung dunia startup. Tampat sepertinya khas orang- orang Amerika disana.


Dia juga berkuliah di Amerika. "Saya menempuh pendidikan di Amerika, mungkin karena itu mereka menilai saya orang Amerika," ujarnya. Walau begitu nyatanya Xendit merupakan startup Indonesia. Itu mendapatkan dukungan YCombinator.

 

Passion Entrepreneurship


Fokus Xendit memang mengembangkan bisnis kawasan Asia Tenggara. Bisnisnya mengenai platform pembayaran berbasis peer-to-peer. Karena startupnya bertertuliskan Indonesia, dan memang berbasis di Indonesia, maka Forbes tidak salah bila menyebutnya orang Indonesia.


Kehidupan Moses memang banyak mengenai entrepreneurship. Bahkan dia masuk ke sekolah yang mengajarkan mengenai kewirausahaan ini. Moses merupakan putra seorang ibu asal Indonesia, dan ayahnya merupakan orang Malaysia.


Orang tua Moses merupakan pengusaha unggulan. Ibunya bekerja office boy hampir seumur hidup. Tapi suatu ketika dia mempelajari pasar saham. Berkat saham menghasilkan uang lebih banyak. Dan dari sisi ayahnya, kakek Moses merupakan pengepul stik kayu dan menjualnya ke pasaran.

 

Kemudian kakek menjadi ahli membuat perhiasan. Berkat bisnis perhiasannya memiliki banyak uang, sampai mengirim ketujuh anaknya keluar negeri dan berkuliah. Ini merupakan satu langkah yang merubah satu generasi berikutnya.

 

Legasi itulah yang coba dikembangkan Moses. Alih- alih dia menjadi seorang profesional, keputusan akhirnya mendirikan perusahaan menjadi entrepreneur. Ayah Moses juga pengusaha mengikuti jejak ayahnya.


"Jadi saya sudah memiliki darah entrepreneurship ini di tubuh," ungkapnya, dalam sebuah wawancara ekslusif bersama justin.quest


Terlahir di Australia tidak memberikan peluang. Dia menemukan di sana kurang kultur teknologi. Dan alasan lainnya, market tidak memungkinkan mengembangkan bisnis teknologi. 

 

"Di sana tidak terlalu banyak kesempatan. Saya pikir satu hal, kulturnya, kedua, ukuran market yang tidak cocok buat kewirausahaan berbasis teknologi," Moses menerangkan.


Maka pilihannya bersekolah ke Amerikan merupakan kesempatan. Dia ingin belajar apa orang pikirkan mengenai ini. Moses mulai berkonsultasi dan segera berangka ke Amerika secepat mungkin. Tetapi inti dari semuanya berangkat ke Silicon Valley, mempelajari pola pikir, landasan kerja, mungkin mentor.


Bila beruntung ia mungkin menemukan mentor tepat. Sejak awal, memang terdapat dua kata dalam benak Moses, yakni "Fin" untuk financial dan "tech" untuk teknologi. Itu berkat penemuannya soal capital reverse system yang dipelajari lewat enslikopedia, lalu Wikipedia setelah ada.


Moses kutu buku mencari apa capital reverse system. Suatu titik dimana dia menyadari akan mendapat sesuatu, lalu Moses sadar bahwa, "oh saya benar- benar mendalami finansial dan menariknya ke arah ke sana."


Maka di Universitas, dia mempelajari mengenai sistem informasi, hingga muncul ide menggabungkan kedua hal. Namun dunia finansial memiliki legasi bagi pemain dulu, sulit dimana sistemnya pasti akan menentang ide Moses.


Sementara teknologi merupakan dunia penuh kesempatan. Teknologi akan membuka peluang seluas- luasanya. Buat siapapun, baik orang yang memiliki keluarga mendukung tetapi tidak punya akses ke bisnis, akan diberi kesempatan membangun legasinya sendiri dan merubah dunia.


Dalam benak Moses selalu melakukan terbaik mendapatkan informasi. Termasuk ia mencari referensi lewat ebook berbentuk PDF. Moses mulai melakukan finansial dan sistem informasi teknologi Tetapi Australia tidak memiliki startup pada jamannya.


Sebelum Atlassian -startup asli Australia, yang pendirinya empat orang, dan mereka ternyata mendapat beasiswa sama dengan Moses. Mereka bersama dalam kamar asrama mengerjakan sesuatu. Mereka selalu berbicara ide besar mengenai menjual software berbasis langganan.


Atlassian memberikan pelanggan setahun langganan untuk software. Alih- alih orang akan membeli satu kali Windows, kita bisa membeli software lebih banyak sekali bayar. Ada dorongan besar buat Moses ketika mendengar nama Atlassian.


Tips Co- Founder


Hasratnya akan mendirikan startup bergejolak terus. "Tetapi dari Australia, saya tau saya tidak akan bisa melakukan startup dari Australia," jelasnya. Karena marketnya kecil, dan FinTech belum menjadi sesuatu bagi masyarakat Australia pada jamannya.



Begitu sampai California dirinya mendapatkan instal ulang. Pengalaman merantau di Amerika seketika hilang di California, di wilayah Silicon Valley. Moses mulai membuat komputer. Dia merakit komputer kustom bagi temannya, dan ia akan menerima bayaran.


Dia juga memberi layanan memperbaiki komputer terkena virus. Moses dapat bayaran dari sana. Inilah cara Moses bertahan hidup diluar negeri. Dia diajarkan seseorang bernama Rob Chandra. Dia dulunya mengajar di Brakely, yang sempat menjadi cofounder Xendit, sekaligus mengajarinya mencari founder.


Moses sadar bahwa dia membutuhkan founder. Ada waktu dua tahun dimasa sekolahnya berbuat suatu kesempatan. Banyak orang akan berbicara kepadamu mengenai teknik. Menjadi mahasiswa jurusan engineering membuatnya dikenal.


Dia baru menemukan co- founder ketika bermain hacktakons atau hack days. Keduanya pernah dalam satu tim olahraga hacker. Moses dan rekannya pernah memenangkan perlombaan. Paling besar mereka pernah menang bahkan melawan Stanford.


Pada tahun keduanya dia dan rekan berulah berbisnis. Ketika perkuliahan mengajak para mahasiswa membuat proyek entrepreneurship. Maka Moses memasukan tugasnya mengenai Xendit. Tujuannya adalah menciptakan kombinasi antara teknologi dan finasial dalam transaksi digital ini.


Proyek tersebut masih mentah dia mengenang. Teman- temannya ikut membantu mengembangkan. Itu seperti proyek Power Point. Banyak orang membantu membuatnya bereksperimen. Menjadikan ini sebuah proyek akademis. 

 

Banyak profesor tertarik salah satunya, Rob Chandra, yang sangat membantu soal ide dan adapula sosok Robin Toby, yang ikut mengeksekusi dan membantu investasi. Mereka para profesor sangatlah informatif akan apa mereka coba bangun.


"Seperti ibuku katakan, mungkin kita bukanlah paling pintar, tetapi kita akan bekerja keras dan akan lebih mengalahkan kerja siapapun," ujar Moses. Ia percaya bahwa etik kerja, selain keberuntungan, merupakan fundamental dalam kesuksesan.


Bahkan dalam mencari pasangan, Moses menulis daftar dalam empat halaman, 32 kalimat apa yang dia inginkan dalam pasangannya. "Dan seperti saya mau, saya akan menikah, jadi sangat mirip seperti mencari co- founder," selorohnya.

Bisnis Daur Ulang Botol Gelas Seniman Sukses

Profil Pengusaha Ratna Miranti


bisnis daur ulang gelas kaca
 
Mau jadi seniman sukses contoh Ratna Miranti. Dia menjalankan bisnis daur ulang botol gelas. Yang mana bermula dari ketidak sengajaan mau mengecat kain. Ratna memang seniman lulusan Sarjana Desain Tesktil Institut Teknologi Bogor.

"Saya dulu suka membatik. Tapi batik makin kesini makin banyak dan ketat," ujarnya, yang memilih menyalurkan hobi melukisnya ke bidang lain.

Dua tahun dirinya vakum berbisnis batik sekalian ngurus anak. Ratna lantas ingin membangkitkan ini kembali. Usaha membuat batik lukis melalui kain- kain katun putih polos. Siapa sangka dia malah salah membeli cat batik, bukannya buat yang dikain malah membeli cat kaca.

Cara Bisnis Daur Ulang


Ia pun iseng- iseng melukis di atas kaca. "Saya salah beli. Malah beli cat kaca. Saya coba di botol, di gelas. Teman- teman ternyata suka," lanjut seniman sukses ini.

Dia menjadi percaya diri membuka usaha gelas lukis. Percaya diri ia mengambangkan usaha sampai besar. Ratna mengandalkan pesanan pre- order. Dibikin baru setelah datang ketika pesanan masuk. Ia mengenang awal sekali jualan bertepatan waktu Natal.

Kesuksesannya berkat pengalaman dan menyebar dari mulut ke mulut. Dia memasarkan melalui blog pribadi. Juga mengunjungi ibu- ibu ketika arisan kampung. Ratna juga bereksperimen melalui media non- kaca. Mulai dari botol kecap, botol saus, bekas sirup, dan juga di atas mangkuk.

Bukannya dia kembalikan cat yang salah malah berlanjut. Darah seninya terbakar menciptakan aneka gambar menarik dari batik sampai obyek. Daripada mubazir catnya dibuang kalo nanti tidak boleh ditukar. Ratna pun mencoba memposting hasil karyanya ke sosial media seperti Facebook.

Hasilnya banyak orang memesan langsung. Pada 2010 setelah beberapa lama berjualan, genap sudah setahun, Ratna mampu membawa bisnis Meerakatja masuk Inacraft. Disinilah tempat Ratna lebih memperkenalkan usaha tersebut sampai digemari masyarakat.

Melalui serangkaian pengalaman datanglah PT. Permodalan Nasional Madani (PNM). Mereka lantas menawarkan pinjaman unit layanan mikro. Pemberian pinjaman sampai Rp.50 juta dapat digunakan untuk memperkaya peralatan dan tambahan belanja modal.

Ia mengenang modal awal cuma Rp.500 juta. Penjualan sistem perorangan jadi omzetnya Rp.3 juta sampai Rp.5 juta.

Urusan bahan baku dia dapat mencari melalui penjual jamu. Untuk catnya sudah khusus, dimana dia membeli dari langganan distributor cat dari Jerman. Tidak cuma melukis gelas atau botol, Ratna juga bisa dipanggil untuk mengecat interior berbahan kaca, cermin, vas bunga, gelas, guci, dan kap lampu.

Harga jual produknya mulai dari Rp.25 ribu sampai Rp.2,5 juta. Produknya terjual sampai ke Jakarta dan Bandung. Beberapa malah sudah dibawa keluar negeri. Belum dia tidak mengirim langsung tapi melalui perantara penjualan.

Dia berhubungan dengan mereka yang di Jakarta, buat dibawa baik ke Jerman, Kanada, dan lain- lain. Ratna sudah punya 3 pegawai mengurusi pewarnaan dasar. Urusan desain dan gambar dasar masih dipegang sendiri. Bila pesanan banyak dia akan menambah orang sampai 15 pegawai lepas.

Jiwa Pengusaha


Ratna bukan hanya seniman melainkan pengusaha sukses. Inilah mengapa ada rasa tidak puas dalam dirinya. Meski dia berhasil menjual sampai ratusan botol. Hasil karyanya juga bagus tetapi masih ada perasaan kurang sreg.

Ia memulai dari nol lagi usaha lukis gelas. Dia mencari- cari referensi mengenai seni melukis gelas. Hingga akhirnya, dia ikutan kursus glass painting, dan dibawanya lukisan di atas mangkuk. Sang guru lantas kebingungan Ratna mau belajar apa lagi.

Sudah bagus menurut sang guru mau belajar mengenai apa lagi. Namun Ratna ngotot ingin belajar kembali dari nol. Ibu dua anak ini mendapatkan banyak teknik baru. Sesuatu yang tidak didapatnya dari modal otodidak semata.

Ratna mampu mengembangkan kreativitasnya. Dia belajar mengenai sifat gelas, perawatan gelas, ada teknik mengecat apa, harus diapakan dulu, coating, pengeringan, dan lain- lain. Setelah lulus kursus melukis maka dia mulai berbisnis kembali.

Datanglah pesanan perusahaan untuk melukis botol minuman soda. Mereka tau Ratna dari internet. Awal mereka mencoba 20 botol dilukis dalam empat hari target. Lima bulan kemudian, perusahaan minuman bersoda memberi pesanan 1.500 botol dalam waktu 1,5 bulan.

Dalam waktu sesingkat tersebut dibutuhkan kerja pintar. Jiwa pengusahanya mengajak mahasiswa di jurusan seni rupa. Dia tidak sekedar mengajak membantu mewarnai. Ratna juga berdiskusi mengenai dasain seutuhnya. Mereka membantu melukis botol lebih banyak dibanding karyawan biasa.

Pasalnya mereka memiliki pengalaman mengenai seni lukis. Disini Ratna saling bertukar pemikiran soal bisnis seni rupa. Juga dia berbagi pengalaman mengenai pemasaran produk karya seni.

Pengusaha Cantik Aneka Usaha Kerajinan Kain Natura

Profil Pengusaha Natura Kusuma Dewi


pengusaha cantik kerajinan kain
 
Profil pengusaha cantik ini memang menginspirasi kita nih. Bermula dari ketertarikannya akan kain membuahkan usaha. Awalnya dia mendapatkan pelajaran dari SMA tentang kain. Krativitas cewek cantik bernama Natura Kusuma Dewi ini, semakin banyak menghasilkan produk berbahan kain.

Ide pertama ialah mengangkat kain tradisonal Bali. Pengusaha cantik ini memutuskan berbisnis sejak 2013 silam. Dengan nama Shop Sugar, dia membuat aneka produk dari bahan- bahan kain tradisonal. Padahal ia tidak pernah mengenyam pendidikan spesifik ini.

Ia sama sekali tidak punya pengalaman berwirausaha. Aneka usaha kerajinan kain nya 100% berasal dari otodidak. Sejak Sekolah Menangah Atas (SMA) sudah menyukai pelajaran kerajinan. Kemudian suatu hari mendengar ada kompetisi wirausaha bertema kain tradional.
 

Wirausaha Kain


Cewek cantik ini akhirnya ikutan berlomba selama beberapa hari. Hasilnya ternyata justru kegagalan yang didapan. Bukannya menyerah, Natura begitu gadis ini dipanggil, semakin bertekat saja untuk menjadikan ini bisnis sesungguhnya.


Tidak menang kompetisi nasional wirausaha muda tidak masalah. Karena bisnis online shop miliknya masih terus berjalan. "Kompetisi tidak lolos, namun online shop yang saya buat malah berjalan," ia menceritakan. 
 
Usaha karajinan kain pertamanya ialah membuat aneka dompet. Kain tradisional Bali diubahnya menjadi sepatu dan dompet unik yang menggoda. Memanfaatkan keindahan kain tenun karya asli Indonesia. Hasilnya tidak cuma disukai oleh anak muda juga berbagai kalangan usia. 
 
Cewek cantik yang ternyata lulusan Ilmu Gizi UGM ini, mengaku tidak kerepotan membagi waktunya antara berbisnsis dan urusan kampus. Pekerjaan Natura ialah memilih kain tradisional tenun terbaik. Dilanjutkan memilih model design apa yang akan dikembangkan. 
 
Urusan penjahitan diserahkan ke ahlinya sendiri. Ia cukup menggaet orang yang dipekerjakan sebagai penjahit. "Saya menggandeng beberapa pengrajin yang siap memproduksi..." tuturnya.

Aneka sepatu dan tas juga diproduksinya tidak hanya satu. Walaupun sibuk wirausaha tetapi dia tidak merasa terganggu kuliahnya. Aneka kendala dihadapinya mengembangkan usaha tersebut. Mulai dari pusat produksi yang jauh, bahan baku kain, yang mana persediaanya terkadang tidak stabil adanya.

Produksi satu pasang sepatu bisa sampai 3 hari lebih. Harga jualnya berkisaran 180 ribu sampai 200 ribut. Patokan Natura ialah semakin rumit maka semakin mahal. Melalui aneka pameran yang dia pernah ikuti pendapatan naik. 
 
Memanfaatkan Instagram sebagai andalan menghasilkan pendapatan tak terduga. Bahkan beberapa departmen store mulai tertarik produknya. Optimisme pengusaha cantik ini karena tanggapan dari masyarakat positif. Sebagai anak muda membuatnya semakin ingin terdepan. Seperti membuat brand Shop Sugar nya lebih dikenal lewat website, dan toko offline yang ada di kota- kota.

Melalui sosial media usahanya kian berkembang pesat. Tidak puas hanya berkutat di bisnis fashion, masih dengan cara yang sama Natura berkembang. Usahanya merambah prospek lain dari aneka kerajinan kain. 
 
Ia berpikir membuat bunga tiruan dari bahan kain. Untungnya manis loh apalagi jika kamu pandai memanfaatkan momentum di depan.

Kebanyakan orang memberikan bunga asli yang mudah layu. Bunga plastik sendiri dianggap kaku dan terkadang tidak sedap dipandang. Berbeda dengan bunga itu dengan bahan kain lebih fleksibel. Bahkan ia dapat mengkaryakannya layaknya bunga asli.

"Makanya saya buat bunga tiruan agar momen manis anda tetap dikenang," ia menjelaskan.

Usahanya bernama Fleurify, yang memanfaatkan rumahnya sebagai workshop usaha. Aneka moment menjadi andalan bisnis karangan bunga ini, seperti wisuda contohnya. Lini bisnis bunga fanel ini berkembang pesat dibawah badan usahanya. 
 
Dia mengakui tidak memiliki pengalaman sama sekali. Berbekal tutorial dari youtube dirinya berhasil berkarya. Beruntung karena dasarnya dia sudah terbiasa menjahit, sejak SMA dirinya terbiasa membuat boneka dari kain fanel.

Tingga belajar beberapa hari tutorial membuat bunga kain. Harga perbuket bunga bervariasi antara Rp.35 ribu- Rp.700 ribu. Penjualan berdasarkan jumlah bunganya yang dijual. Natura sendiri tidak berkeberatan untuk menjual perbuah. 
 
Harganya dari Rp.17 ribu sampai Rp.35 ribuan per- tangkai bunga. Wirausaha bermodal sosial media memang menjanjikan. Pemesanan tidak hanya dalam daerah tetapi juga luar daerah. Pengiriman jasa ekspedisi sudah biasa dilakukannya setiap hari. 
 
Pembayaran sudah luna dari awal tinggal pembuatan. Uang muka Rp.500 ribu sudah termasuk biaya kirim, dan dilunasi setelah diterima. Selama menjalankan bisnis bunga kain ini tidak ada komplain. Bahkan pelanggan menyarankan dia untuk menyemprotkan minyak wangi. 
 
Berkembang usahnya mampu mempekerjakan 3 karyawan. Ia menyadari bahwa karyawannya sudah jago. Bahkan mungkin pergi dan membuka usaha sendiri diluaran. Agar tidak kalah dia pun terus melakukan inovasi baru. Seperti membuat buket beralaskan papan dan lain- lain. 
 
Harga bervariasi dari 150 ribu sampai 175 ribu untuk buket papan ini, sedangkan yang sudah dikemas menarik harganya Rp.490 ribuan. Walaupun gagal Wirausaha Mandiri 2016 dia berhasil membuktikan satu hal: Berwirausaha tidak hanya soal menang kalah. 
 
Tetapi ketika dia mampu mengembangkan usahanya agar berguna. Alhasil, kini, dia dikenal sebagai pengusaha muda yang berhasil memilik workshop dan showroom sendiri.

Mirza Ghulam Ahmad Berbisnis Cupang Ekspor

Profil Pengusaha Mirza Ghulam

 

eksporcupang.png

Membayangkan berbisnis cupang ekspor mungkinkah. Pengusaha Mirza Ghulam Ahmad bercerita rahasia melalui buku Cetak Cupang Kualitas Ekspor. Dalam bukunya dia menjelaskan, bahwa pengusaha cupang terlalu fokus beternak alih- alih mencari pasar.


Pengusaha harusnya fokus mencari cara memasarkan ikan. Kalau sudah dikenal maka barulah kamu bisa mencetak cupang. Melebarkan bisnis cupang dimulai memahami pasar dahulu. Dari mencetak cupang yang berhasil, barulah kita memasuki tahapan beternak cupang.

 

Berbisnis Cupang Ekspor


Rahasia sukses Mirza adalah menjadi konsisten menekuni. Dari awal, pengusaha cupang baiknya sudah memiliki pasar sebelum budidaya. Konsisten mendalami pasar tersebut kemudian berkembang. Di pasar kelas bawah biasanya membeli cupang berharga murah.


Meskipun murah harus memiliki kuantitas bagus. Bila sukses kamu akan merambah ke bisnis cupang lebih luas. Dimana kamu akan berbisnis cupang melalui penjual lain. Bersandarkan kepercayaan kamu bisa menitipkan jualan.


Targetnya banyak lokasi terutama depan sekolah dasar. Kamu tidak boleh merasa risih. Bila target kamu kelas menengah maka lebih baik. Satu ekor ikan mungkin dihargai Rp.100- 200 ribu. Targetnya adalah mereka penghobi pemula dan penikmat cupang berpenghasilan.


Kelas berikutnya kelas atas menyasar mereka penghobi kental. Mereka yang rela merogoh kocek jutaan demi ikan sesuai keinginan. Harga jualnya dari Rp.500 ribu sampai jutaan rupiah. Kelas atas membeli ikan cupang demi kenikmatan pribadi.


Tau dan konsisten menyasar target pasar kamu, jelas Mirza Ghulam Ahmad. Pebisnis cupang harus memahami mengenai kualitas cupangnya. Pahami jenis cupangnya jangan sekedar mengikuti tren pasar. Atau kamu akan terbawa arus tanpa memiliki nama.


Beberapa orang memilih fokus membudidaya jenis cupang tertentu. Mereka yang menjadi raja pada jenis varian tertentu. Dengan demikian kamu akan memperoleh pasar sendiri. Beragamnya jenis ikan ini membuat peluang berbisnis lebih besar.


Ini memungkinkan banyak pesaing terjun berbisnis. Mirza mengatakan buat berbisnis cupang ekspor tidak mudah. Ada penjualnnya tetapi tersembunyi tidak nampak dipermukaan. Dulu Mirza bertemu sosok aneh, penghobi ikan cupang, memiliki tempat besar dan besar buat peternakan.


Anehnya dia nampak tidak menjual melainkan membeli. Dia membil ikan Mirzan. "Saya punya feeling pasti orang jualannya tidak di Indonesia, ternyata benar jualannya ke Inggris," imbuhnya. Mirza lalu mencari tau mengenai pembeli misteriusnya sampai ke Facebook.


Dia melanjutkan cerita, "dulu orang itu sangat hati- hati membuka informasi, pelit ilmu, enggak dapat pelajari tapi saya pelajari." Nah dia kemudian meniru apa dilakukan sosok tersebut. Ternyata dia hasil sampai banyak pelanggan bisnisnya King Rosetail, dari postingan satu mengajak satu orang dan terus.


Pelajari sistem berarti kamu harus mau belajar. Termasuk memulai dari awal mempelajari mengenai ekspor. Maka jadilah seperti Mirza memiliki cabang di New Jersey Amerika, Serawak Malaysia, dan Brunei Darussalam. Bekerja samalah dengan pihak berkaitan seperti pihak pengekspor. 

 

Dia menjelaskan kalau kirim lewat pribadi tidak bisa. Melalui PT eksportir tersebut maka ikan akan dikirim keluar. Tanda tangani MoU kerja sama dintara kamu dan perusahaan. Pasalnya, pembudidaya yang tidak punya pengalaman ekspor dan impor akan susah.


Lewat King Rosetail banyak jenis ikan cupang dikembangkan. Aneka perkawinan silang berkali- kali hasilkan ikan unggulan. Maka tidak salah bila harganya mencapai Rp.500 ribu sampai jutaan rupiah. Ia memiliki ikan andalan bernama cupang Black Gonzales.


Warna hijau berkilau kontras dengan warna dasarnya hitam. Ia mengaku menjadi satu- satunya yang memiliki jenis ini. Butuh indukan Black Gonzales khusus buat menciptakan warna ini. Katanya Mirza sangat kesusahan tetapi terbayar melalui hasil anakan.


"Masih jarang yang punya karena baru saya beternak itu," kenangnya. Ide menciptakan jenis cupang tersebut lantaran tak sengaja. Itu terjadi ketika dia berekreasi ke Kediri, Jawa Timur, menemukan ikan bercorak serupa. Dia bertekat menemukan perpaduan sempurna Black Gonzales.


Empat kali perkawinan baru menghasilkan anakan. Dari 300 telur cuma 10 menetas, hanya hasilkan si Black Gonzales ini. Mirza memanfaatkan Rosetail Hitam dipadukan Halfmoon Double Tail Hijau. Ini hasilan 70% Halfmoon dan cuma 30% rosetail bercorak hijau.

Shinta Bubu Pengusaha Investor dan Masa Depan Dunia

Profil Pengusaha Shinta Danuwardoyo

 
shintabubu.png
 
Shinta Bubu kini dikenal sebagai pengusaha investor. Wanita bernama lengkap Shinta Dhanuwardoyo menebak masa depan dunia digital. Perempuan yang memiliki latar belakang pendidikan arsitektur ini, mulai merasakan menyentuh komputer ketika mulai bekerja untuk melanjutkan master bisnis. 
 
"Sebenarnya latar belakang pendidikan saya adalah arsitek, tapi setelah lulus S-1, saya memutuskan untuk mengambil S-2 di bidang bisnis. Karena pendidikan S-1 saya sama sekali berbeda dengan master yang saya ambil, ayah saya tidak mau mebiayai sekolah saya," terangnya.

Ia menemukan cara, yaitu menjadi graduate asistent di sebuah lab komputer. Dia akan menerima uang dari pekerjaanya. Singkatnya, Shinta mengerjakan segela sesuatu yang berhubungan dengan komputer dan seluk beluknya. 
 

Bisnis Digital

 
 
Disinilah minatnya akan komputer tumbuh, dan ia belajar banyak dengan sendirinya. 
 
"Waktu itu kebetulan saya S-2, disana saya mendapatkan posisi sebagai bos dengan anak- anak S-1 yang memang berasal dari jurusan IT. Dari merekalah saya justru belajar banyak tentang komputer," ujar Shinta tertawa.

Bekerja di lab komputer memberinya kesempatan menyelesaikan pendidikan master. Dia mendapatkan pengurangan 75 persen pengurangan biaya kuliah. Bahkan tiap bulannya kampus memberi gaji untuk setiap kerja kerasnya. 
 
Shinta hanya berbekal pengetahuan komputer ditunjang kemampuan arsitektur. Ia mengaku pernah membuat konsep bangunan dari laptop Apple nya.

Pengusaha wanita kelahiran 18 Januari 1970, yang mampu menjadi seorang pioner perusahaan web developer. Dia merupakan pendiri sekaligus CEO, walau tidak memiliki latar belakang ilmu komputer. Di 1995, ia kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan master. 
 
Shinta mulai mengejar passion nya yaitu web design bersama teman- temannya.

"Kami ingin membuat perusahaan web desain. Di 1996, kami mendirikan Bubu internet, yang kemudian lebih dikenal dengan Bubu.com. Saya memutuskan keluar dari pekerjaan saya sebagai konsultan untuk fokus di Bubu," ucapnya.

Perusaan itu tumbuh dari hanya memiliki 5 orang di awal bisnisnya. Sekarang, perusahaanya telah memiliki 26 orang pegawai. Kembali ke awal, perusahaan berhadapan dengan kenyataan bahwa internet kala itu merupakan fenomena yang aneh dan belum terjelaskan. 
 
Bebeberapa kala itu bahkan tidak menyangka bahwa perusahaan tersebut dipimpin seorang wanita. Fenomena itu bahkan masih sering berlanjut hingga sekarang. Dia tau bahwa teknologi website harus memiliki beberapa hal. 
 
Shinta berkata situs yang baik itu dilihat dari konten miliknya, kemudahan navigasi, penggunaan teknologi terbaik dan desain keseluruhan. Itu semua tergantung akan apa yang akan dibuat. Situs seperti ecommerce akan membutuhkan teknologi yang terbaik tetapi tetap dengan desain yang unik.

Bubu mulai dikenal melalui Shinta yang memiliki ide, menggelar acara bernama Bubu Award pertama kali di 2001. Disini, Dia mencoba mempromosikan brand Bubu sekaligus mendidik masyarakat umum. Ia menyebut bahwa tahun 2001 merupakan awal pelajaran.
 
Dia berkata di tahun 2000, Bubu membuat banyak situs portal berita seperti koridor.com atau musickita.com.

"Pengalaman mengajari kami mengelola portal. Itu menjadi pengalaman mahal, tetapi itu menjadi modal kami untuk sukses," jelasnya.

Ia menjelaskan bisnis online sulit untuk tumbuh diawal internet belum menjamur. Bubu bahkan mendapatkan keuntungan setelah satu tahun berjuang. Shinta mengaku membangun bisnisnya di 2003 dan mendapatkan untung baru di 2004. 
 
Jika ia tidak begitu cintanya pada dunia internet, maka kapapun dirinya bisa mundur. Di 13 tahun persayaan ulang tahun, Bubu telah memiliki pelanggan baik pemerintah hingga perusahaan. Bubu pernah mengerjakan proyek kedutaan besar di Jepang, PT. Perusahaan Gas Negara, dan Iwan Tirta.

"Saya ingin membangun budaya perusahaan yang kreatif, passion, dan tujuan bersama. Saya ingin membuat orang berpikir bahwa Bubu sebagai pemain digital di Indonesia, karena kami agensi digital." Shinta bahka membuat Bubu Award sebagai kampanye besar- besaran. Pergerakan ini dilihatnya tepat ketika media telah tumbuh di Indonesia, bahkan 7 juta orang Indonesia sekarang di Facebook.

Shinta rajin memperkenalkan mereknya melalui berbagai cara. Dari Bubu Award, ia bahkan mendatangkan pembicara dunia. Dia sempat mengundang secara khusus Jerry Yang, co- founder Yahoo! berbicara di acara miliknya. 
 
Dia juga menyelenggarakan Pesta Blogger, mengumpulkan para blogger menyelanggarakan kontes. Bubu ditanganya merambah mobile melalui Bubu Chika, memfokuskan konten mobile untuk diakses.

"Karena kita adalah agensi digital, maka kita harus memperkuat di industri mobile dan sosial media. Saya memperkirakan di masa mendatang internet akan menjadi media yang kuat karena mudah diakses melalui mobile devices," jelasnya. 
 
Dia yakin media digital akan semakin kuat mengikuti krisis dimana perusahaan- perusahaan akan dipaksa membuat iklan yang efektif tapi berbiaya kecil. Shinta merupakan pelopor perusahaan web development pada 1996, kemudian bertransformasi menjadi agensi bisnis digital.

Lewat Bubu.com, dia menginisiasi adanya Bubu Award, ajang penghargaan dua tahunan bagi pebisnis digital sejak 2011. Ia juga menjalankan IDByte, dimana forum mempertemukan antara pelaku industri digital lokal dan global.

Bubu Award telah diselenggarakan 11 kali, IDByte sudah dilaksanakan 5 kali. Shinta juga merambah menjadi angel investor. Dia menjadi managing partner di Nusantara Venture, salah satu firma venture capital pertama, dan juga mendirikan Bubu Ventures pada 2013 silam.

Industri digital telah banyak berubah termasuk Bubu.com. Tidak sedikit wanita menjadi pendiri bisnis startup. Banyak sudah pejabat tinggi startup ditempati pengusaha wanita. Tapi secara dominasi pria masih kuat di bidang startup ini.

Bukan masalah perempuan tidak bisa menjalankan bisnis digital. Melainkan lebih ke choice atau suatu pilihan wanita berbisnis teknologi. Dia menekankan, butuh role model agar wanita memiliki pilihan dan minat memasuki bisnis teknologi dan digital.

Pengusaha Batu Akik Ratusan Juta Tidak Musiman

Profil Pengusaha Aseel Abri

 

pengusahaakik.png
 

Pengusaha batu akik memang identik tidak menentu. Bayangkan untung ratusan juta tidak musiman. Apa mungkin berikut kisah pemuda bernama Aseel Abri. Ditangannya akik menjadi aksesoris trending bukan musiman. Penjualan ditangannya mampu menyentuh angka ratusan juta rupiah.

 

Bisnis bernama Bacter Online Shop memanfaatkan ibu- ibu. Mereka yang dipekerjakan merupakan warga sekitar rumah. Pengusaha muda kelahiran 1998, terjun bisnis ini pada 2015, bermula keinginan membantu ibunya berbisnis ini.

 

Batu Akik Ratusan Juta


"Awalnya niat ngebantu ibu saya lihat- lihat, belajar- belajar, juga ada acara komunitas kita ikutin kayak gathering- gathering," jelasnya kepada Detik.com. Yang ikut komunitas adalah orang tua, sedangkan dia anak muda sendirian, pelan- pelan ngerintis sendiri usaha sendiri.


Tahun 2017, dia masuk berbisnis batu akik benar- benar diseriusin. Bahkan Aseel sampai ke pusatnya Desa Loloda, Maluku Utara, demi mendapatkan pasokan. Walaupun Aseel sudah ngobrol melalui telephon, tetap harus kesana.


Daerah penambang bila tidak "booming" akan males- malesan. Jadi dia harus mampu meyakinkan mereka menambang. Relasi bagus membuatnya mudah mendapatkan pasokan batu akik. Guna menjual Aseel mulai merubah paradigma batu akik lebih modern.


Ambil contoh Aseel kembangkan cincin wanita berbatu akik kecil. Pengusaha batu akik ini juga harus merubah paradigma mahal. Dia selalu berupaya menjual produk dibawah Rp.100 ribu. "Kenapa bisa meruah? Karena kita distributor jatuhnya," ia lanjut.


Dia produksi sendiri dan ring impor sendiri dari China jatuhnya lebih murah. Aseel mengembangkan produk selain cincin. Ia membuat kalung, gelang, dan lain- lain. Dia mengatakan produknya mayoritas dibawah Rp.100 ribuan.


Kalau akik dijual dibawah Rp.100 ribu, 60% kayak gelang kalung cincin dijual dibawah Rp.40 ribu, akik juga dibawah Rp.40 ribu. Sisanya 40% harganya Rp.80 ribu, Rp.70 ribu, dan Rp.90 ribu. Produk- produknya dijual di Lazada dan Shopee di Bacter Online Shop.


Dia mengajak ibu rumah tangga. Memberikan pelatihan memproduksi aksesoris aneka akik. Kayak gelang akik perlu dilubangi sendiri. Dibuat handmade Aseel awal- awal menawari pekerjaan ke ibu- ibu rumah tangga ini. 


Dari satu ibu- ibu dia oper mau enggak, kemudian disalur ibu RT, kemudian disebarkan ke teman- temannya sampai ramai. Mereka ramai mau membikin. Aseel senang memberikan ruang berkarya sekaligus menghasilkan uang.

Kopi Salak Usaha Brownis Pengusaha Shelly

Profil Pengusaha Shelly

 

jualkopisalak.png
 

Pengusaha Shelly (45) membuat usaha brownis salak. Dia juga menciptakan kopi salak. Dari keduanya mampu hasilkan puluhan juta. Awal dia dipaksa menjadi ibu rumah tangga biasa. Shally pernah menjadi wanita karir. Dia memiliki tiga orang anak dan suami pegawai.

 

Sampai suatu ketika suaminya kehilangan pekerjaan.  Shally yang ibu rumah tangga turun tangan lalu turun tangan, karena tiga anaknya butuh biaya. Salak merupakan buah tropis umum ditemui di rumah- rumah. Shally kemudian menjajal mengolah salak menjadi bahan baku. 

 

Pertama dia membuat brownis berbahan baku salak atau brownlak. Kemudian dia membuat kukis salah (kuklak), ebi salak (sambilak), ayam geprek sambilak, kerupuk salak, kopi biji salak (kojilak), teh kulit salak (tehulak), sari buah salak (sarlak), dan terakhir asinan salak (sinlak). 

 

Hobi Memasak

 

Ia memang senang mengolah makanan. "Saya sukanya ngolah-ngolah makanan, terus yang ada di rumah waktu itu bapak seringnya beli salak untuk makanan, jadi mulainya dari yang mudah di dapur terus mulai ngolah- ngolah salak," jelasnya.


Dari brownis salak kemudian dia posting ke sosial media. Responnya bagus tidak disangka. Maka ia berpikiran, "kayaknya oke nih diseriusin." Awal dia membuka usaha lewat rumah, sampai memiliki dapur sendiri mempekerjakan 3 pegawai.


Dia sudah memiliki segala perlengkapan pendukung produksi. Bisnis pengusaha Shally berkembang menghasilkan omzet Rp.20 juta. Tantangan terbesar ialah dia harus mengajak orang mencoba. Karena produk ini terbilang baru, unik, masih sangat asing di masyarakat.


"Bisnis saya kan masih cukup awam ya salak dibuat seperti ini, jadi masyarakat mau coba mungkin takut nggak enak," lanjut Shelly. Bisnis baru tersebut memang membutuhkan pekerjaa ekstra. Untung dia merupakan mantan karyawan bekerja puluhan tahun.


Diusia 40 tahun sudah memiliki pengalaman kerja. Dia juga memiliki hobi membuat kue. Shally dulu pernah menempati posisi PR, jadi terbiasa melakukan branding. Pengusaha Shelly menciptakan kue brownis nikmat berbahan buah salak.


Salak dipisahkan bijinya kemudian dibuat bahan kue brownis. Pembuatan brownis seperti biasanya hanya ditambahi salak. Kalau teh dan kopi memakai alat namanya dehydrator atau pengering. Buah dan biji dibersihkan, dimasukan ke dalam, bentuk alatnya kayak oven tetapi berfungsi menghisap.

 

"Kita masukan alatnya kayak oven cuma dia ada blowernya, jadi dia kering mengambil cairan dalam kulit dan biji," imbuhnya.


Bukan memanaskan tetapi menghisap kering saripati buah dan biji. Cairan diserap sampai benar- benar kering, kalau kulit langsung haluskan. "Kita ayak terus jadi bubuk, kita packing dalam kemasan olive oil," tuturnya, menjelaskan proses pembuatan teh salak.


Efek pandemi memang mempengaruhi bisnis Shelly. Omzetnya turun sampai 50% dan reseller banyak tutup di daerah. Bahkan reseller Singapura tutup dikarenakan pandemi. Sumber pendapatan Shelly adalah marketplace seluruh Indonesia.


Dulu 20 juta didapat sekarang Rp.10 juta sudah bagus. Sempat terpuruk sepanjang perjalanan bisnisnya mulai membaik. Awal Shelly sempat zonk sekali selama tidak ada kegiatan. Efek pembatasan sangat berasa, begitu dikurangi batasan tampak usahanya mulai bangkit. 


Dia sudah dapat 50- 100 pesanan box set ready to eat. Kemudian dapat pesanan dari Cimory, pesanan kukis salak dikirim ke sentra yogurt tersebut. 

 

Dulu pengusaha Shelly mengeluarkan modal Rp.50 ribu. Itu dipakai membeli bahan baku salak dan kelengkapannya. Tapi kalau dihitung, semenjak 2016, dia sudah mengeluarkan uang Rp.50- 100 juta sepanjang jalan. Uang segitu buat awalan lantaran dia memang sekedar ingin mendapat pemasukan.


"Jadi saya mulainya dari yang ada. Saya istilahnya cuma beli salaknya saja waktu itu masih Rp.5000 perkilo, terus beli coklatnya, sama kemasannya," ujarnya.


Demi mendapatkan produk berkualitas maka bahan baku juga terbaik. Shelly memilih bahan salak dan yang baik dan bagus. Langsung diolah sekali belanja 30 kg buah salak biar tidak membusuk. Tidak ada limbah yang tersisa dan terbuang.


Dari kulit, buah, dan bijinya diolah menjadi produk. Bagian biji dijadikan kopi sedangkan kulitnya jadi bahan teh. Bahan brownis memakai daging, termasuk bahan kerupuk dan sambal memakai daging. Teh dibuat memakai kulit yang dikeringkan pakai mesin, digrinder halus, tidak pakai perasa atau pewarna.


Produk teh dan kopi proses pembuatanya lama sampai seminggu. Proses oven membutuhkan waktu berkali- kali, sampai keluar aroma kopi dan tehnya. Harga jualnya Rp.15 ribu untuk kruplak, sinlak, dan sanlak.


Harga ayam penyet sambilak sampai Rp.75 ribu. Jualannya lewat @salakuolahansalak sudah siap lewat aplikasi pesan antar. Bila jauh ia menyarankan produk frozen food, kerupuk, teh dan kopi. Dan buat produk asinan masih bagus dikirim ke Jawa Barat dan Jawa Tengah, ongkos kirim 2 hari lumayan.

Miliarder Pupuk NPK Kisah Pengusaha Yohanes Nugroho

Profil Pengusaha Yohanes Nugroho Hari

 
miliarderpupuk.png
 
Kisah pengusaha Yohanes Nugroho Hari Hardono berhasil. Dia adalah miliarder pupuk NPK. Sebab dia merupakan pendiri dan pemilik Saraswanti Group. Bisnis utamanya memproduksi pupuk NPK buat kepentingan petani.
 
Ia tak pernah berpikir akan menjadi pengusaha. Di kehidupannya kala itu, semuanya telah nampak menyenangkan. Sampai dirinya berumur 30 tahun, sudah berkeluarga dan memiliki rumah nyaman tipe 70, ditambah sebuah mobil Kijang. 
 
Tiap hari minggu akan digunakannya untuk pergi ke Gereja bersama keluarganya. Ia kala itu hanyalah seorang general manager di perusahaan pupuk alam di Mojokerto, Jawa Timur. 

"Saya sudah nyaman di situ. Untuk hidup, ya, sudah cukup, walau tidak lebih," kata pria paruh baya ini. 
 
Hari, begitulah nama sapaannya, telah cukup lama bekerja di tempat itu. Sampai suatu saat di tahun 1998, sebuah peristiwa memicu kekecewaan Hari. Di umur 35 tahun, ia mendapati dirinya berkeinginan untuk membangun perusahaan sendiri.
 

Rahasia Pengusaha 


Kedudukan tertinggi telah digapainya dan hanya terpaut satu garis dengan sang atasan. Hari mau tak mau, harus membuka bisnisnya sendiri. Bisa ditebak ide bisnisnya tak jauh dari pupuk. Ia berencana membangun sebuah pabrik pupuk NPK. 
 
Pupuk yang mengandung 3 komposisi utama yaitu natrium, fosfor (phosphor), dan kalium sekaligus. Kala itu, meski pupuk NPK sudah dikenal lama, aplikasi di lapangan masih jarang. Kebanyakan perkebunan saat itu masih menggunakan pupuk tunggal, antara lain pupuk urea.

Modalnya hanya nekat, dan sebuah rencana rapi yang telah direncanakan jauh- jauh hari. Hari telah mantap menggarap bisnis pupuk NPK.Dirinya yakin kebutuhan akan pupuk jenis ini akan meledak. 
 
"Saya sudah membayangkan bahwa kebutuhan pupuk NPK tak terhindarkan lagi mengingat semakin sulit perkebunan mengumpulkan satu-satu jenis pupuk," terangnya. Hari pun meminta sang adik bungsu, Adhi Harsanto, mempersiapkan pembangunan pabrik.

Tiga bulan kemudian, dia baru mundur dari pekerjaan. Ia harus berkonsentrasi penuh atas bisnis barunya ini. "Saya siapkan Rp 10 juta untuk mengurus perizinan. Tabungan saya serahkan istri untuk membiayai hidup keluarga selama enam bulan. 
 
Kalau saya gagal, saya akan cari pekerjaan lagi," lanjut Hari. Disaat mengurus perijinan keberuntungan itu menghampiri dengan sendirinya. Pemerintah sendiri yang menawakan kemudahan demi kemudahan.

Mereka, Departemen Perindustarian,  menawarkan 60 pekerja siap pakai untuknya. Dan, pekerja tersebut akan digaji oleh pemerintah selama enam bulan. Dari tawaran tersebut, Hari akhirnya hanya bisa menampung separuhnya. 
 
Ternyata, 16 orang di antaranya meminta keluar setelah dua minggu bekerja. Kemudahan lain, seorang koleganya yang memiliki mesin pengolahan mau meminjamkan mesinnya. Andai ia gagal dengan bisnisnya, maka mesin bisa dikembalikan tanpa biaya.

Dilengkapi modal ratusan juta serta modal tambahan dari seorang teman. Hari mulai mengibarkan nama PT. Saraswanti Anugrah Makmur (SAM), berkantor di sebuah gudang sewaan seluas 600 meter persegi. "Kami berproduksi saat ada order. Hanya enam bulan mesin terpakai," tuturnya. 
 
Namun setelah beberapa lama bisnisnya tumbuh lancar. Salah seorang anak buahnya di pekerjaan lama telah memilih untuk keluar. Dia, Yahya Taufik, bergabung dengan bisnisnya. Sesungguhnya Yahya sudah tercatat dalam akta pendirian perusahaan sebagai pemilik sejak awal berdiri. 
 
Ia bersama Adhi dan Yahya, dan Hari telah berbagi kepemilikan saham SAM hingga sekarang. Pada tahun kedua, pesanan pupuk NPK telah meningkat tajam. Dari dua tahun, seluruh mesin telah digunakan dalam produksinya. 
 
Barulah di tahun ketiga pabrik miliknya berproduksi penuh setiap harinya. Kelancaran usaha terus mendatangi hidupnya. Meski begitu, bukanlah berarti Hari cuma akan mengandalkan hoki saja. Keberhasilannya menembus pasar adalah buah dari kejelian dia menyusun strategi bisnis. 
 
Salah jurusnya menggandeng Pusat Penelitian Kelapa Sawit di Medan. SAM memproduksi pupuk yang memiliki formula hasil penelitian lembaga itu, yang telah disesuaikan dengan karakter masing-masing kebun pemesan. 
 
Jurus merangkul pusat penelitian seperti itu juga dia terapkan untuk membidik kebun kopi, kakao, dan tebu.

"Saya membayar royalti hingga Rp 7 miliar setahun," kisah pengusaha ini. Ia mengawali semua tanpa cita- cita namun bukan hanya berhenti sekarang. Bisnisnya telah menguasai 3,5% pangsa pupuk NPK nasional. Dan, ia ingin mengibarkan SAM hingga menembus 10% pangsa pasar.

Iim Fahima Jachja Pengusaha Investor Blue Chip

Profil Pengusaha Iim Fahima Jachja

 
 
profilpengusaha.png
 
Profil Iim Fahima Jachja lahir di Semarang, Jawa Tengah, 7 Februari 1978 ini, merupakan pengusaha investor. Diusianya ke 27 tahun telah memilih jalan melalui dunia digital. Dia seorang investor loh. Ia memadukan dunia digital dan konsultasi perusahaan blue chip. 
 
Dia menamatkan pendidikan dari Akademi Komunikasi Media Radio dan Televisi, telah memiliki hidup yang nyaman dengan pekerjaannya. Dia bersama suaminya, Adhitia Sofyan, keluar dari perusahaan agensi periklanan. 
 
Mereka memutuskan membangun bisnisnya sendiri dari melalui sebuah komunikasi. Mereka menjadi pengusaha dibawah bendera Virus Communications. 
 

Bisnis Konsultasi

 
Dia memulai karirnya sebagai seorang copywriter. Tepat di 2002, di usia 24 tahun, Iim telah mapan secara finansial sebagai kepala senior copywriter di sebuah agensi iklan besar. Dijalannya, perubahan pola pada komunikasi membuatnya ingin menjadi seorang pengusaha. 
 
Dia ingin berkomunikasi melalui dunia digital. Tak bisa dipungkiri, pengguna internet telah sebegitu besarnya di Indonesia. Dan sekarang, pengguna internet di Indonesia telah mencapai nilai 32 miliar pengguna, angka terbesar di Asia Tenggara.

"Di Indonesia, pengguna internet terdiri dari banyak orang dengan daya beli yang tinggi. Setengah dari mereka berpenghasilan lebih dari Rp 3 juta per bulan, sementara sekitar 11 persen memiliki pendapatan yang melebihi Rp 11 juta per bulan, "kata Iim.

Tahun 2005, bersama suaminya, Adhitia Sofyan, yang kala itu masih menjabat senior art direktur di sebuah perusahaan periklanan sepakat membuka sebuah bisnis. Mereka bersama- sama menjadi pegawai sekaligus pendiri perusahaan Virus Communications. 
 
Orang pernah menyebut mereka gila karena sama- sama tidak punya latar belakang bisnis. Mereka bekerja sama, berkantor berdua saja di sebuah ruang kerja sempit. Ia kemudian mempekerjakan karyawan dan mendapatkan pemasukan.

Pada tahun ke tiga, Virus Communications selain berhasil menggarap produk perusahaan tingkat nasional serta multinasional, juga mengerjakan tender tingkat regional. 
 
Pasca-merger dengan perusahaan Virtual Consulting tahun 2009, Iim pun memegang kendali perusahaan jasa layanan digital yang kini mempekerjakan sekitar 70 karyawan itu. Saat ini Virtual, antara lain, menggarap merek dari klien-klien blue-chip.

"Solusi bisnis digital itu tidak semata kampanye iklan. Bentuknya bisa online sales, komunitas, manajemen relasi dengan konsumen, bisa juga menggarap social media untuk membangun loyalitas konsumen," ujar Iim. 
 
Dia mencontohkan atas apa yang dilakukan oleh Virtual Consulting, membentuk Komunitas Gila Motor dari jejaring sosial. Tujuannya? Perusahaan tersebut mencoba memasarkan produk oli motor, secara langsung akan diperkenalkan offline dan online.

Komunitas tersebut tercatat memiliki 200.00 orang terdaftar menjadi anggota.

"Dalam pemanfatan sosial media bukanlah jumlah anggota, tetapi loyalitas yang membuat mereka sendiri tanpa iming- iming materi atau hadiah," terangnnya. 
 
Iim mengingatkan media sosial sebagai sekedar medium, dimana perlu diolah sedemikian rupa. Ia terus mencoba menciptakan sebuah nilai pada produknya. Namun juga, loyalitas bisa datang dari pengalaman sang konsumen sendiri. 
 
"Aspek offline dan online perlu digarap sebagai sinergi, bukan musuh," ujarnya.

Pengusaha Investor


Kebiasaan berubah ketika berbicara mengenai konsumsi media dan dampak krisis merubah persepsi bahwa Internet merupakan alat fital. Tidak ada komunikasi dan konsultasi bagi pebisnis yang kurang paham tentang online, dan bagaimana cara menjembatani antara bisnis online dan offline. 
 
"Setiap tahun, belanja iklan online meningkat. Pada tahun 2008, persentase bijaksana itu melebihi belanja iklan di media cetak dan radio. Masa depan adalah sekarang dan kita harus menyiapkan amunisi yang lebih dari siap, "kata Iim.

Dia menerangkan lebih lanjut mengenai bagaimana di online media ada perbedaan dalam beriklan. Sebut saja media online seperti kompas.com, detik.com, yahoo.com dan lain- lain, dimana setiap bagian depan akan terpampang berbagai iklan online. 
 
Jika tidak paham akan strategi iklan di online makan iklan apapun akan sia- sia. Sebelum keputusan itu diambil, seorang pengusaha harus terlebih dahulu belajar mengenai prilaku online, pengalaman digital, dan proses pembentukan merek.

Itu juga termasuk menurutnya tentang tau siapa yang online dan membandingkan komunikasi marketing yang terbaik, baik online atau offline.  Finalis International Young Creative Entrepreneur Award 2008 oleh British Council ini,  menyebut perubahan karir baginya diusia yang sangat muda bukanlah hal mudah.  
 
Iim membutuhkan mental yang kuat, tingkah lauk yang baik, perencanaan keuangan terbaik dan yang terpenting, pengetahuan, pengalaman, dan rencana bisnis yang baik.

Iim dan suaminya memilih iklan online sebagai lini usaha mereka karena mereka memiliki latar belakang yang kuat dalam iklan media konvensional, seperti TV, cetak dan radio. Menggunakan prinsip "menunggang kuda orang lain", Virus membentuk aliansi dengan Virtual Consulting. 
 
Mereka sekarang memiliki sejumlah klien besar, seperti Toyota, XL, Telkom, Lippo Group, Auto 2000 dan Hewlett Packard. Dalam kasus Hewlett Packard, Virus menangani semua produk dan bekerja secara langsung dengan Hewlett Packard Regional.

Keberanian Iim untuk mengambil resiko, totalitas dan inovasi menghantar bisnisnya ke level nasional. Bahkan Bloomberg Business Week menyebut hasil bisnisnya sebagai perusahaan konsultan online terkemuka di Indonesia. 
 
Disisi lain, Iim masihlah menjadi seorang ibu yang menjaga anaknya sendiri. Ia bahkan membuat kantornya menjadi serba guna, terutama untuk mengasuh sang putri sendiri, Maleeka.  Selesai sekolah, siswa TK kecil itu selalu pulang ke kantor ibunya.

Kantor yang menempati dua lantai gedung itu ditatanya dengan nuansa kasual senyaman mungkin. Dinding- dindingnya yang berwarna terang pun bergambar komikal. Ada kamar tidur anak -lengkap dengan aneka mainan- disediakan di kantor ini. 
 
Sepeda anak pun tampak di tengah ruang luas yang terbuka dengan jajaran meja berkomputer di satu sisinya. Beberapa sudut kantor ini tampak tak ubahnya area bermain. Baginya sebagai seorang pebisnis pastilah sering menjadi stress oleh pekerjaannya.

Namun dengan adanya si putri kecil, dia mampu meredakan itu sambil bermain denganya, dan semuanya akan hilang. Ini menjadi penghilang stress paling ampuh baginya yang sibuk selalu mengurusi dua perusahaan sekaligus.

Profil Iim Fahima Jachja

Lahir: Semarang, 7 Februari 1978
Suami: Adhitia Sofyan
Anak: Maleeka Kendra Adhitia (3 tahun 10 bulan)
Pendidikan: Akademi Komunikasi Media Radio dan Televisi, 1995-1998
Pengalaman:
- Virtual Consulting, Pemilik dan CEO, 2009-sekarang
- Virus Communications, Pendiri dan CEO, 2005-2009
- Matari Advertising, Senior Copywriter, 2002-2005
- McCann Erickson, Copywriter, 2000-2002
- 25 Asia Best Young Entrepreneurs, Business Week, 2009
- 10 International Young Creative Entrepreneurs, British Council, 2007

Pengamen Tanpa Tangan Kaya Pengusaha Gitar

Profil Pengusaha Tonny Mahardika

 

pengamenkaya.png

Menjadi pengusaha gitar beromzet tiga ratus juta. Bayangkan pengamen tanpa tangan mungkinkah. Apa mungkin dia menjadi pengusaha sukses. Tiap orang berhak menjadi orang sukses. Kondisi dan kurangnya uang bukanlah alasan menyerah.

 

Ini kisah Tonny Mahardika, pria berusia 35 tahun asal Bogor menjalani hidupnya menjadi pengamen. Dia menyusuri jalanan mencari sesuap nasi. Dia tidak memiliki jari di tangan kiri. Belasan tahun dirinya telah kehilangan jarinya bukan karena terlahir begitu.

 

Dia sudah ikhlas. Ada perjalanan panjang sampai Tonny kehilangan jari. Di tahun 2004, Tonny bekerja menjadi karyawan pabrik sampai tahun 2006, dia lantas mengelami kecelakaan kerja. "Putus jari saya empat ini karena mesin," kenang sang pengusaha gitar.

 

Berbisnis Gitar


Dua tahun sudah semenjak dirinya mengalami kecelakaan. Suatu ketika terjadi PHK besar- besaran maka dia terdampak. Tonny berhenti menjadi buruh pabrik. Kemudian dia memilih bekerja menjadi pengamen jalanan.


Perjuangan Tonny dijalanan memang berat. Maka dia melakukan tersebut sembari mencari pekerjaan kembali. Namun kondisi fisik nampaknya menyulitkan mencari pekerjaan. "Jadi pengangguran nih, saya iseng lah ngamen tuh buat makan lah, sambil nyari kerja tapi," tutur Tonny.


Susah sangat mendapatkan pekerjaan apalagi ketika mereka tau. Kondisi fisik Tonny tidak sempurna sangat dipandang sebelah mata. Tonny bukanlah orang bodoh. Suatu hari menyadarkan bahwa menjadi pengamen akan makin sulit.


Waktu ketika dia mendapatkan selebaran jualan motor dirinya menyadari. Bahwa suatu saat kendaraan umum tempatnya mengamen akan segera habis. Bayangkan motor dijual promo uang muka cuma Rp.500 ribu. Kelak berkuranglah angkutan umum karena orang mudah mendapat motor.


Dia berpikir mencari jalan keluar. Bertambahnya kepemilikian motor pribadi akan menyusahkan. Dia kemudian memutuskan menjadi sales sparepart motor.


"Nah di situ saya pikir ini banyak orang bakal punya motor nih, angkutan umum pasti bakal kurang, tempat ngamen saya hilang dong. Nggak bisa jadi pengamen lagi kalau gini," jelas Tonny kepada pewarta Detik.com


Profesi barunya dimulai semenjak 2012 dan terbilang sukses. Dia senang. Dalam tempo empat bulan dia sudah membeli motor. Motor baru bahkan cash pula. Bahkan Tonny hitung sudah memiliki aset sampai Rp.100 juta.


Namun kesuksesan sekejab hilang ketika serbuan barang impor masuk. Kejayaan Tonny cuma sebentar sampai 2015 lantaran perang harga. Masyarakat lebih memilih sparepart impor lebih murah. Maka jualan Tonny tidak laku sampai gulung tikar.


Bayangkan Tonny menggelontorkan puluhan juta buat stok. Begitu uang dibelanjakan ketika pula serbuan barang impor masuk. Ketika ia hendak menaruh barang ke toko langganan malah ditolak. Dia syok karena hanya menyisakan uang Rp.1,2 juta dikantong.


Padahal dia meyakini akan menjual semua barang. Sisa uang sejuta kemudian dipotong Rp.500 ribu buat kosan. Otomatis uang tersisa cuma Rp.500 ribuan. "Stres dah saya di situ. Barang kita enggak laku, enggak kena harganya," ucapnya.


"Stress dah saya di situ. Barang kita enggak laku, enggak kena harganya," dia lanjutkan. Singkat cerita, dia datang ke warnet buat menghibur diri. Iseng Tonny mencari informasi mengenai peluang bisnis kedepan.


Tidak lama dia menemukan apa eCommerce. Tetapi jamannya belum seramai sekarang masih sepi persaiangan. Tonny mulai mempelajari termasuk cara membuat akun. Tetapi, dia kebingungan mau jualan apa, tidak tau mau jualan apa kemudian kepikiran sparepart.


Tetapi sparepart tidak cocok dijualkan lewat sistem online. "Saya bilang ini apaan ya pengen tau aja, oh ini toko online, punya usaha enggak mesti punya toko aja bisa, wah canggih nih," lanjutnya. Gaptek banget dia gak paham, perlu mempelajari lebih lanjut platform tersebut.


Dia mikir mau berjualan apa. Suatu siang dia iseng bermain gitar sampai ide usaha muncul. Ia berpikir mengapa tidak berjualan gitar. Apalagi dia mengetahui seluk beluk mengenai gitar. Mengenang ketika diriny menjadi pengamen. 

 

"Kita kan tahu gitar bagus gimana, jelek gimana, belinya dimana, harganya berapa," ujar Tonny. Uang tersisa Rp.700 ribu, tanpa pikir panjang Tonny berangkat menuju agen penjualan alat musik. Dari uang dimiliknya, didapatkan tiga buah gitar yang kemudian dia seting sendiri.


Dia kemudian menjualnya ke platform toko online itu. Hasilnya laris manis gitar- gitarnya langsung terjual habis. Sejak itu, dia meyakini bahwa bisnis gitar memiliki prospek ditekuni. Dia meyakini ini akan berjalan dan bertahan dimasa depan.


Ia lantas membeli 36 gitar. Kemudian dia menjualnya sampai beromzet Rp.6 juta perbulan. "Saya langsung bilang wah ini dia jalannya," ia lanjutkan. Butuh dua minggu sampai dia memiliki toko asli berdiri bernama Rock Music Kedoya.


Tonny kini membuat dan menjual 23 tipe gitar. Ada ukulele, guitarlele, guitardame, gitar jumbo, bass akustik, dan lain sebagainya. Dia juga mengajak beberapa musisi bekerja sama. Mereka diajak buat membuat gitar signatur atau edisi khusus.


"Saya rangkul juga beberapa artis, Om Totot Tewel, Tipe X, Ale Funky," lanjutnya. Dengan caranya demikian sekaligus memperkuat brand. Tonny menunjukan bahwa produk mereka teruji langsung oleh musisi berkualitas.


Berawal pengamen tanpa jari tangan berubah pengusaha gitar. Berkat usahanya, Tonny mendapat tak kurang omzet Rp.300 juta perbulan. Karena pandemi, Tonny mengaku mengalami pengurangan drastis pendapatan dengan keuntungan 30% dari omzet.


Sejak 2015, usahanya berkembang bertahap tidak serta merta, dari reseller, menjadi agen, kemudian naik level distributor dan terakhir produsen. Dia membuat gitar sendiri. Tetapi Tonny tidak sendirian, dirinya juga mengajak industri rumahan membantu.


Dia mengerjakan desain, bentuk dan materialnya, kemudian industri rumahan tersebut mewujudkan gitar sempurna. "Kami lemparin barang- barang, alat musik, dan sparepart ke daerah," ia lanjut. Ke depan dirinya akan mengirimkan gitarnya ke luar negeri.


Negara targetnya kelak adalah Australia, Amerika Serikat, Thailand, Malaysia, dan China. Buat ke Australia sudah mendapatkan sample. "...sudah oke, tinggal nunggu lockdown- lockdown saja selesai di sana," tutupnya.

Pengusaha Bakso Cak Eko Biografi Orang Sukses

Biografi Pengusaha Henky Eko Sriyantono

 
baksocakeko.png
 
Biografi orang sukses pengusaha bakso Cak Eko. Pria yang bernama lengkap Henky Eko Sriyantono. Pria kelahir di Surabaya, 5 Mei 1979, yang juga dikenal sebagai salah satu pelopor bisnis waralaba di Indonesia. 
 
Eko pernah berkuliah  di Institut Teknologi Sepuluh November dari 1992 sampai 1996, mengambil jurusan teknik.  Kemudian melanjutkan pendidikan di teknik sipil menejemen proyek di kampus yang sama tahun 2002-2003. 
 
Berkat pendidikannya dia berhasil menjadi pegawai salah satu BUMN di Surabaya. Tetapi langkah kakinya berhenti, dia membawa hidupnya ke Jakarta dan bekerja keras menjadi pengusaha. Mimpinya sebagai pebisnis membawa langkahnya keluar dari perusahaan kontrakor. 
 
Eko berkeinginan untuk membuat bisnis, membuka lapangan pekerjaan. Dan menjadi pengusaha bakso bukanlah rencana utama.
 

Merintis Bisnis

 
Sebelum sukses seperti sekarang, dia mengerjakan berbagai bisnis hingga 11 jenis sejak 1997 mulai dari Multi Level Marketing (MLM) hingga argo bisnis. Sayang, bisnis tersebut belum menjadi jodohnya.

Kegagalan tak membuat pria yang akrab dipanggil Cak Eko ini merasa trauma atau putus asa. Kekuatan bernama "The Power of Kepepet," membuatnya tetap bertahan hingga kini.

Dia pernah berbisnis jual beli hand phone bekas, tetapi hanya bertahan 8 bulan. Bisnis keduanya yaitu MLM dimana dirinya hanya bertahan lima bulan. Alasannya dia merasa tidak cocok dengan sistem kerjanya serta gagal mendapat downline. 
 
Tahun 1999, ia bekerja sama dengan tujuah orang temannya mengerjakan bisnis budidaya tanaman jahe gajah. Modal hasil patungan sebanyak 40 juta. Namun hasilnya gagal panen dan sisa uang sebesar 16 juta. Tahun 2000, Eko berbisnis dompet dan tas produksi Tanggulangin, Sidoarjo. 
 
Dari bisnis ini, ia mendapatkan kesuksesan lumayan dimana berhasil menjual hingga mal- mal di Jakarta. Modal bisnis barunya tersebut 13 juta yang berasal dari sisa uang saku perjalanan ke Jepang, dari hasil artikel teknik buatannya di sayembara berhadiah. 
 
Meski bisnis barunya tembus ke sejumlah butik mal di wilayah Jakarta, ia harus mengikuti sistem yang ada. Dia harus mengikuti sistem konsinyasi dan menjadi permasalahan karena modal yang minim. Sistem tersebut membuat pembayaran oleh butik- butik tersebut tidak lancar. 
 
Ia juga kesulitan menjaga arus kas keluar dan masuk. Akhirnya setelah setahun, dia memutuskan untuk menutup bisnis miliknya dan menarik semua barang dari butik. Gagal berbisnis macam ini tak membuatnya kapok dan mencari ide- ide bisnis lain; hingga Eko menemukan bisnis bakso.

Bisnis terakhir


Memulai dari nol tak membuatnya patah arah, dia menemukan ide bisnis di waktu yang tak terduga. Kala itu, tahun 2006, dia melihat kedai bakso di Bandara Soekarno Hatta bagitu ramai dikunjungi oleh masyarakat. 
 
Ia tertarik bisnis serupa dan membulatkan tekatnya membuka warung bakso Malang, khas Jawa Timur. Bahkan dia berguru langsung ke ahlinya dari Malang hingga Surabaya. Dia sedang mencari komposisi yang pas.

Dalam tiga bulan dia mencoba mengamati pasar, menawarkan uji coba kepada teman- temannya. Ia dibantu teman- temannya berhasil mengumpulkan modal Rp.2,5 juta, lalu membuka sebuah warung di foodcourt di wilayah Bekasi pada Maret 2006. 
 
Tujuh bulan berlalu bisnisnya maju pesat dan mendapatkan untung cukup banyak. Eko memutuskan membuka gerai keduanya di Tamrin Square di Oktober 2006. Warung bakso itu kemudain diberinya nama Bakso Cak Eko.

"Saya itu menjalankan bisnis dengan modal-modal kecil, tapi frustasi mah pasti pernah, modal jualan bakso awalnya Rp 2,5 juta. Saya cuma bikin gerobak, numpang di pujasera,bagi hasilnya 60% untuk saya 40% untuk yang punya tempat," jelasnya. 
 
Sebenarnya dia sendiri hobi memasak sejak SMA, jadi membuat bakso menjadi kesenangan tersendiri. Dia mengaku pernah berbisnis katering kuliner tetapi gagal karena menunya yang selalu sama dan balik modal yang lama.

Berbeda bakso Malang miliknya lebih kaya rasa dimana tidak monoton aslinya. Ia tau betul bagaimana bisnis semacam ini. Dia mulai menambahkan olahan siomay dan batagor ditambah dengan berbagai macam bumbu tambahan. 
 
Dia menambahkan bumbu tersebut membuatnya menjadi bubuk tabur. Ide waralaba itu datang ketika ia menuliskan kisah suksesnya di berbagai media masa. Dia kemudian ditawari banyak permintaan kerja sama.

Dalam kurun waktu 10 bulan, melalui sistem waralaba, gerainya bisa tumbuh super pesat. Sekitar 2006 -an, bisnis bakso Cak Eko telah tumbuh memiliki sekitar 120 gerai waralaba. Model bisnisnya gampang, dimana dia membuka pusat pengolahan diberbagai pusat. 
 
Dia telah membuka 3 tempat produksi, dimana para mitra akan membeli bahan bakunya dari sana.

"Ada 3 tempat produksi, Surabaya untuk menyuplai ke Indonesia Timur, Sidorjo untuk Indonesia Tengah, dan Jakarta untuk Indonesia Barat. Resep rahasia ada keluarga yang saya percaya untuk meng-handle di 3 tempat itu jadi karyawan tidak tahu," ucapnya. 
 
Kini ia aktif berbagi kisah di sekolah kewirausahaan bersama Rhenald Khasali. Dia bergabung agar orang lain tidak mengalami kegagalan 11 kali seperti dirinya. Menurut Cak Eko ada beberapa hal yang membuat bisnis gagal. Pertama, kita harus berhati- hati dalam memilih mitra. 
 
Kedua, ketidak mampuan kita memisahkan antara uang pribadi dan uang bisnis. Ketiga adalah jangan tergesa- gesa menaikan harga, karena kita berbisnis untuk pembeli. Dia juga berpesan jangan tertarik akan iming- iming untung besar, terutama ketika tidak tau bisnis macam apa dan resikonya. 
 
Soal persaingan, dia mengaku perlu adanya perbedaan di kualitas produk dan inovasi.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba