Tampilkan postingan dengan label Pengusaha sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengusaha sosial. Tampilkan semua postingan

Angkie Yudistia Penulis Buku Perempuan Tunarungu

Profil Pengusaha Angkie Yudistia


buku angkie yudista
 
Bukua Perempuan Tunarungu menceritakan mimpi bukan cuma milik mereka yang sempurna (secara fisik). Biografi singkat Angkie Yudistia penulis buku yang berjudul Perempuan Tunarungu. Kurang berarti bukan pula kurang syukur atas nikmat ilmu yang diberi. 
 
Angkei hanyalah manusia biasa, sosok yang diberkahi kekurangan, dilebihkan sisi lain untuk disyukuri.Wanita yang kerap disapa Angkei, yang punya mimpi terus berkarya, akhirnya dia menjadi sukses meski dalam keterbatasan. Dia sukses menjadi pengusaha dan juga penulis.

"Saya sangat suka menulis karena saya tunarungu. Tidak bisa mendengar membuat saya sulit berkomunikasi makanya saya suka menulis. Awalnya saya ragu karena nggak tahu sama sekali tentang peneliti tapi saya pikir kenapa tidak dicoba," ujar Angkie.

Aplikasi Donor Darah Red Blood Social Entrepreneurship

Profil Pengusaha Leonika Sari Njoto


pendiri red blood

Aplikasi donor darah Red Blood erupakan bentuk social entrepreneurship. Sang pengusaha menjelaskan donor darah tidak rumit. Dimanapun kamu bisa mendapatkan kesempatan. Aplikasi yang memberikan notifikasi kebutuhan akan darah. 
 
Taukah kalian masyarakat Indonesia termasuk pecinta membantu sesama. Membantu tidak harus meluli mengenai uang. Leonika Sari Njoto Boedioetomo menjelaskan asal mulanya membuat aplikasi. Dia mengenang dulu banyak mendaptkan broadcast massage, baik dari keluarga maupun teman.
 

Membuat Aplikasi Startup

 
Kekuranngan donor darah di Indonesia memang memprihatinkan. Pendonor darah kecil dibandingkan kebutuhan darah harian. Belum lagi spesifikasi darah yang dibutuhkan pasien. PMI sendiri selaku pemegang regulasi telah mencoba semaksimal mungkin.

Kini tinggal giliran kalian mau tidak mendonorkan darah nanti. "Saya sering banget mendapatkan broadcast massage tentang orang butuh donor dari di rumah sakit tertentu," jelasnya.

Leonika juga sering mendapatkan info sejenis di sosial media. Layaknya masyarakat biasa, dirinya belum teredukasi tentang pentingnya mendonor darah. Leonika juga belum paham bahwa satu tetes darah begitu berharga. Kemudian dia mencari tau mengenai kebutuhan darah di Indonesia sendiri.

Kebutuhan darah Indonesia rata- rata 5 juta liter. Sedangkan ketersediaan baru mencapai 1- 2 juta. Ia merenungi ini. Tren membangun aplikasi startup tengah marak. Leonika paham sehingga lahirlah aplikasi pertama.

Dia termasuk golongan ulet dan tekun. Leonika semenjak kecil sudah menyukai Biologi. Nilanya paling moncer dibanding mata pelajaran lain. Bermula dari keinginan menjadi Dokter namun takdir tidak memilihnya. Ada beberapa petimbangan hingga memutuskan tidak memilih kedokteran.

Pilihan kedua kesukaanya adalah juruan ilmu teknologi. Tepatnya, memilih jurusan Sistem Informasi, di Institut Sepuluh Nopember (ITS). Walapun tertarik bukan berarti Leonika memahami. Ada satu mata mata kuliah tidak mengena.

Mata kuliah Pemrograman kurang dipahami, alhasil dia mendapat nilai C karena kurang dasar. Dia sudah lama tertarik bidang teknologi. Tetapi belum memiliki waktu memoles pengetahuan dasar. Ini mungkin karena Leonika masih berharap masuk kedokteran.

Dia memang sangat penasan akan bahasa pemrograman. Bekerja keras membuatnya menaikan nilai mata kuliah lanjutan. Di kuliah pemrograman lebih sulit menghasilkan nilai A. Dia masih memiliki jiwa dokter. Ingin rasanya membantu jiwa manusia lewat teknologi terbaru.

Bukan Red Blood, aplikasi pertamanya bernama Bloobis, menjadi rantai pemasok darah PMI di Kota Surabaya. Beberapa tahun kemudian disempurnakan aplikasi bagi pendonor. Setelah beberapa lama, ia telah mendapatkan mentoring dari dosen dan para ahlinya di startup.

Bersama tiga rekan Faisal Setia Putra, Ari Agustina, dan M. Zuhri, menyempurnakan. Aplikasi ini dilengkapi data 225 juta yang tidak mau donor. Mereka ternyata takut jarum. Juga pemahaman soal donor darah begitu minim. Orang banyak tidak tau tempat, waktu, dan mendaftar yang benar.

Pengusaha Sosial

 
Tahun 2013, aplikasi Red Blood lahir, dan memberikan kesempatan masyarakat Surabaya. Di dalam terdapat informasi mengenai tempat donor. Adapula fitur event mengenai donor darah dari tempat dan waktunya.

Kamu bisa membagikan informasi tersebut ke sosmed. Fitur tombol "event" kemudian dapat kamu "share" ke Facebook. Ada ratusan event yang digagas berbagai pihak selain pemerintah. Pendonor pun naik jumlahnya, termasuk mereka yang lolos mendonor sampai 50% dari yang hadir.

Hadirnya Red Blood berkat pengalaman aplikasi dahulu. Ia menyadari masalah bukan di rantai darah disalurkan. Melainkan jumlah pendono yang sangat rendah. Dia mengajak teman- temannya untuk menyelesaikan masalah. Dia sempat ditinggal tim lamanya tetapi kembali bangkit mengejar tujuan.

Pengunduh di app store mencapai 5000 orang. Red Blood merupakan proyek pilot buat masyarakat Surabaya. Bukan tanpa halangan Red Blood sempat "ditentang". Penolakan datang dari rumah sakit yang diajak kerja sama. Mengapa demikian karena pihak mereka hanyalah sekumpulan mahasiswa.

Beruntung Wali Kota Surabaya, Tri Risma berinisiatif, dan aplikasi Red Blood makin matang di 2015 silam. Berawal dari memanfaatkaan event kampus atau perusahaan. Mereka mencari- cari celah agar Red Blood berjalan.

Hingga sekarang, mereka bisa menginisiasi event donor darah, sekarang aplikasi ini telah memiliki wadah perusahaan. Pihak kampusnya ITS Surabaya, dulu membantu dengan kerja sama paatneship kesepahaman. Bicara mengenai mendapatkan uang Leonika menjelaskan informasi lebih lanjut.

Menjadi pengusaha sosial memang memiliki pertanyaan menggelitik. Pasalnya kamu akan habiskan waktu membantu orang. Bagaimana dengan kehidupan pribadi dan pegawai kamu. Bersyukur dirinya memilik keahlian programing.

Mahasiswi lulusan IT ini memiliki aneka usaha disamping mengerjakan  Red Blood. Belum kepikiran menguangkan Red Blood. Ia sendiri lebih memilih meluaskan jangkauan. Menciptakan stabilitas bagi aplikasinya. Tidak kalah penting dia ingin membangun tim dengan banyak latar belakang.

Banyak proyek membuat website juga dikerjakan Leonika. Ya, aplikasi Red Blood memberikan satu portfolio bisnis. Ia tidak menampik akan kebutuhan dana memang dibutuhkan. Tetapi bukanlah jadi tujuan utama dirinya dan kawan- kawan.

"Kalau sekarang memang belum ada profitnya, karena plan besarnya tidak membahas profit," jelas Leonika.

Profil Dokter Gamal Berobat Menggunakan Sampah

Profil Pengusaha Dokter Gamal Albinsaid

 
dokter gamal
 
Social entrepreneurship atau kewirusahaan sosial berobat menggunakan sampah. Profil Dokter Gamal sudah berkecimpung lama di dunia tersebut. Tujuan utamanya bukanlah tentang uan. Tetapi tentang bagaimana anda menangkat harkat hidup manusia untuk khususnya. 
 
Pernah mendengar ada para tahanan yang membuat kerajinan? Mereka lalu menjualnya kepada masyarakat melalui orang lain di luar. Inilah cara sosial entrepreneurship yang membantu orang lain, memberdayakan manusia.
 

Bisnis Sosial


Inilah kisah Gamal Albinsaid. Seorang dokter muda yang menggagas asuransi sampah. Tujuannya bukanlah tentang uang. Tujuannya adalah memberikan kesadaran untuk hidup sehat. Hal lain, ini membuktikan sampah bisa diberdayakan dan menghasilkan. 
 
Lebih lanjut, siapakah Gamal, dia yang sukses merebut perhatiaan dari masyarakat Indonesia hingga ke luar negeri. 

Bahkan Pangeran Charles dari Inggris memberinya penghargaan sebagai pengusaha sosial. Dr. Gamal kelahiran Kota Malang, 8 September 1989, dokter muda yang memiliki banyak catatan. Dia telah memiliki semua yang dibayangkan. 
 
Muda, cerdas, dan memiliki karir yang baik, ditambah dengan jiwa sosial tinggi membuatnya tampak "wah". Dia tercatat telah menyelesaikan sekolah dasar di MI Jendral Sudirman, Malang. Setelah itu ia masuk dan lulus dari SMP Negeri 3 Malang. 
 
Ketika sekolah menengah, di SMA Negeri 3 Malang, ia sukses mendapatkan program akselerasi di tahun 2005-2007. Setelah itu, Gamal melanjutkan dilanjutkan kuliahnya di Universitas Brawijaya. Dia tercatat menyelesaikan sekolah di Fakultas Kedokteran, dan lulus Cum Laude IPK 3,69. 
 
Asuransi sampah sendiri dimulainya sejak 2010. Ia bersama empat orang teman dan seorang dosen bernama Rita Rosita. Kisahnya waktu itu ia sedang membahas bersama tentang konsep asuransi sampah. Semua berawal dari cerita yang sangat menggugah hati Gamal.

Suatu hari, ia menjelaskan, ada seorang pria bernama Triyono membawa putrinya yang 3 tahun. Putri pria itu tengah menderita diare. Sementara itu bapaknya Triyono cuma seorang pemulung yang punya uang hanya 10.000. Alhasil, putrinya tersebut tak terobati. 
 
Setiap hari Triyono tetap mengajaknya memulung meski badan tengah sakit. Putrinya pun akhirnya meninggal dunia, jelas Dr. Gamal. Dia akhirnya menyadari satu hal bahwa perlu adanya asuransi. Gamal mulai mencari bagaimana. Informasi bahwa penduduk Indonesia sebagian hanya menghasilkan USD.2 per- hari. Ini tidak bisa dibiyarkan. 
 
Merefleksi semuanya, ide kreatif Gamal tentang sampah muncul. Dia ingin menciptakan sistem keuangan sampah. Dan, apakah melalui sampah sebuah sistem pelayanan kesehatan bisa didapatkan. Hasilnya klinik asuransi sampah dilahirkan dari kepedulian itu. Ia memandang bahwanya setiap rumah tangga pasti memiliki sampah.

Setiap harinya orang bisa mengumpulkan sampah mereka sendiri ataupun orang lain. Hampir semua layanan yang ada di kliniknya dibayar dengan sampah.

"Ada pemeriksaan kesehatan, dapat obat juga. Termasuk konsultasi lewat telpon, pemeriksaan anak, penyakit kronis orang tua hingga kontrol ibu hamil," jelasnya.

Klinik asuransi sampah ini sempat berhenti sekitar enam bulan. Tapi, dilanjutkan kembali karena ada banyak perhatian yang datang. Dalam kurun waktu itu mereka yang mengikuti klinik sampah meningkat 500 orang. 
 
Klinik sampah ini kemudian berada dibawah organisasi Indonesia Medika. Sistemnya menggunakan konsep premi sampah kering. Jadi bukan segala sampah bisa diterima. Menggunakan sistem mikro diman semakin banyak anggota semakin berlangsung lama.

Nyatanya, banyak warga tertarik ikut masuk menjadi anggota. Contohnya saja Ibu Ani Purwati yang bekerja sebagai penjahit. Dia mendaftar menggunakan sisa- sisa hasil jahitannya. Selama dua minggu Ibu Ani yang punya penyakit tekanan darah tinggi ini mengaku cukup terbantu. 
 
Dia bisa mengecek kesahatannya tiap dua minggu sekali. Saat ini, Gamal fokus untuk membuka cabang di setiap- tiap cabang terkecil. Membuka di kawasan keluarahan merangkul para ibu rumah tangga.

Mendirikan Sekolah Sampah

 
Dr. Gamal sendiri tak menghitung berapa volume sampah yang dibawa warga. Namun, dengan bekerja sama dengan Bank Sampah, hitungannya jadi lebih baik. Ya, Asuransi Sampah Gamal menggandeng usaha sosial lain seperti Bank Sampah. 
 
Melalui Bank Sampah, sampah akan dipilah, dan tentunya diuangkan. Hasilnya itu kemudian dibelika Dr. Gamal obat- obatan untuk pemilik premi asuransi sampah. Selain memikirkan konsep asuransi sampah. Ternyata ada hal lain yang ingin dicapai Dokter Gamal nantinya. 
 
Yaitu ada sistem sekolah sampah yang jadi tujuannya kelak. Bersamaan itu Gamal pun terbang ke Inggris untuk mendapatkan penghargaan dari Pangeran Charles. Perlu anda tau bahwanya Dr.Gamal masuk ke nominasi untuk Sustainable Living Young Entrepreneurs Awards. 
 
Ajang penghargaan pertama yang mencari pemuda peduli diseluruh dunia. Penghargaan yang diselenggarakan oleh Unilever bekerja sama dengan Universitas Cambridge. Dia menjadi salah satu dari tujuh orang lain yang dijagokan. 
 
Diterimanya Gamal Albinsaid adalah setelah ia melalui seleksi ketat dari tujuh finalis, yaitu Anu Sridharan dari India, Blessing Mene dari Nigeria, Surya Karki dari Nepal, Isabel Medem dari Peru, Curt Bowen dari Guatemala, dan Manuel Wichers dari Meksiko. 
 
Dia pun sukses memperoleh hadiah sebesar 50.000 Euro sebagai dukungan finansial. Selain itu ia mendapatkan paket mentoring dari Universitas Cambridge. Disela- sela penghargaan tersebut ia bercerita kembali tentang konsep terbarunya yaitu sekolah sampah.

Sementara itu, di Indonesia, konsep klinik sampah semakin menguat sejalan denganya. Secara bersamaan ia telah menajarkan konsep pendidikan hidup sehat. Selain mengobati Gamal dan teman- temannya ini akan aktif memberikan penyuluhan kesehatan. 
 
Diperjalanannya ada saja hal baru seperti masyarakat yang ingin agar langsung memberikan uang 10.000 untuk berobat. Tak perlu mengkumpulkan sampah hingga memenuhi preminya. Namun hal itu nampaknya tak sejalan dengan konsep awalnya. 
 
Mereka dibawah satu organisasi Indonesia Medika memang fokus pada edukasi juga. Diamana Gama dan teman- temanya juga aktif memberikan satu pendidikan kesehatan. Sejak Mei 2013, klinik ini memang difokuskan bagi mereka yang tak mampu. 
 
Dimana adanya uang 10.000 juga bisa jadi susah. Medika juga fokus membangun klinik- klinik lain di kota- kota lain. Masih dengan konsep sebelumnya social entrepreneurship.

Biodata Dokter Gamal Albinsaid

Penghargaan:

1. Ashoka YoungChangeMaker 2012
2. "Anugrah Karya Inspiratif 201"1 dari Menristek Republik Indonesia
3. Mahasiswa Teladan FKUB 2010
4. Finalis Tabriz International Medical Science Congress di Iran
5. Finalis Internatioinal Student Medical Congress Kosice di Slovakia
6. Beasiswa International Union Health Promotion and Education Membership
7. Juara I LKTI Nasional Akupuntur Medsmotion 2010
8. Juara I Poster Ilmiah Medical Fiesta 2010
9. Juara II LKTI Nasional SMSO 2010
10. Juara III LKTI Nasional Tetralogy of Fallot 2010
11. Juara IV MITI Papar Challenge 2011 Tingkat Nasional
12. Juara Harapan I LKTI Chronic Disease Medical Fiesta Se Jawa Bali 2010
13. Finalis LKTI Nasional Scientific Atmosphere 2010
14. Juara 1 Lomba Karya Tulis Al-Quran 2010
15. Juara Harapan 1 PKM GT 2008
16. Duta Anti Rokok FKUB 2010
17. Peraih dana Penelitian Mandiri 2010
18. Peraih dana PKM-M 2009-2010
19. Peraih dana PKM-P 2010-2011
20. Peraih Beasiswa Pendidikan dari Bank Indonesia 2010
21. DM tipe II: Sebuah Upaya Pembuktian QS. An-Nahl 68-69 melalui Kajian Biokimiawi.

Burger Sehat Menjadikan Helga Pengusaha Muda

Profil Pengusaha Helga Angelina Tjahjadi


burger vegan

Pengusaha muda harus memiliki impact di dalam bisnis. Burger sehat menjadikan Helga Angelina Tjahjadi masuk Forbes. Semua bermula dari kesehatan Anggi memburuk. Ia menderita penyakit yang kronis, dan bukan sebuah. Dia adalah penderita asma, eksim, dan sinus.

Usia 15 tahun, ia sempat mengalami gangguan liver dan ginjal. Dia mulai belajar mengenai nutrisi. Dari sanalah dia mengerti bahwa kita butuh makanan sehat. Akhirnya Angtgi memutuskan menjadi vegetarian. Dia beranjak dewasa mulai mempelajari makanan olahan sendiri.
 

Bisnis Burger Sehat


Dia masuk Fobes 30 Under 30 berkat bisnis ini. Bukan mudah dia membutuhkan perjalan panjang. Ia membutuhkan satu tahun sampai berdiri. Ide the Burgreens berjalan sembari menempuh kuliah di Belanda. Bisnisnya tersebut baru berjalan ketika pulang ke Indonesia.


Bisnis the Burgreens berdiri beranggotakan 5 orang. Helga mengajak empat teman SMA sepulannya ke tanah air. Kesulitan terbesar karena bisnis dijalankan lima orang. Mereka memiliki misi dan visi berbeda. Sisanya, mereka cuma dijalankan tiga orang, yakni Helga, suaminya, dan seorang teman.

Usaha vegertarian menjadikan dirinya pengusaha muda. Perjalanan menempanya apalagi dia tengah menawarkan produk asing. Burger inipun dirancang juga enak dikonsumsi semua. Walau dia memang peruntukan bagi mereka para vegetarian.

Sekali gayuh dua pulau terlampaui. Namun tidak semudah kalian bayangkan. Ia tetap bertahan karena ini bukan sekedar makanan. Burger vagetarian juga akan membantu alam lebih baik. Tidak cuma ia jualan, tetapi juga mempromosikan hidup sehat dan mengedukasi manfaat menjadi vegetarian.

Bukan hanya vegetarian tetapi 100% bahan organik. The Burgreens juga memakai peralatan restoran ramah lingkungaan. Sedotan digunakan disana menggunakan bahan bambu, plastik bahan singkong, dan alat makan kayu.

Restoran The Burgreens menawarkan konsep Burgreens Go to School dan Burgreens Go to Office. Ini menjangkau ribuan pembeli dari 60 sekolah dan lembaga. Bisnis ini berkembang menjadi usaha 70 orang.

Gerai mereka di Jakarta, ada di Plaza Indonesia, Pacific Place, Dharmawangsa, dan Pondok Indah.

"Max Mandias (suami) menjadi vegetarian sejak 2010. Kesamaan ini mendorong kami berkreasi menciptakan menu setiap hari," jelasnya.

Ternyata sang suami lah pemilik cita rasa enak tersebut. "Saya hanya bisa menikmati karena sampai sekarang saya tidak bisa masak," jelas Anggi. Keduanya saling mengisi dalam berbisnis. Helga akan memberi ide, sementara Max dengan bakatnya mengeksekusi dan hasilnya olahan menu variatif.

Penemu Pirate Bay Tempat Mencari Download Gratis

Biografi Pengusaha Peter Sunde


penemu pirate bay

Biografi Peter Sunde dan beberapa temannya membangun ideologi. Mencari tempat download gratis dia berikan. Mereka adalah para penemu Pirater Bay. Atau kita kenal The Pirate Bay adalah mesin pencari mencari file torrent yang tersebar di internet. 
 
Kita menyebutnya pengusaha sosial karena menolak kapitalisasi internet dunia. Mesin pencari The Situs Pirate Bay berfokus dalam pencarian torrent files lalu mengunduhnya hanya untuk kita. Ideologi mereka tentang kebebasan dunia maya tanpa ada batas hak milik. 
 
Torrent diciptakan menjadi penghubung folder di upload lebih ringan dan lebih cepat. Mesin pencari The Pirate Bay sendiri merupakan media pencarian torrent bukan berbentuk file. Ia melanjutkan dalam biografi Peter Sunde. 
 

 Situs Download Gratis

 
Bahwa disini, kamu bisa mendowload film, lagu MP3 atau jenis lain, atau mendowload bokep lebih mudah. Karena jika berbentuk torrent maka itu akan jadi lebih kecil dan ringan didowload.

Dibaliknya sosok Peter Sunde Kolmisoppi, pemuda kelahiran 13 September 1978, dari Uddevalla, Swedia. Nama aliasnya adalah Brokep, seorang ahli dibidang komputer hacking. Sebelum menjadi penemu Pirate Bay, ia dikenal sebagai karyawan dari perusahaan pengobatan di German.
 
Sebagai pengusaha dia memiliki idealis dalam bekerja.  Tahun 2003, dia menjadi anggota Sweden's Pirate Bureau, sebuah organisasi  pendukung file sharing untuk kebebasan informasi, budaya, dan hasil intelektual. Baginya ini bukanlah tentang uang melainkan kebebasan berekspresi di internet.

Lebih jelasnya, Pirate Bureau merupakan pembicara berbagai hal tentang ambigunya copyright, file sharing, dan produk digital. Tidak ada namanya copyright di dunia internet bung! The Pirate Bay sendiri dijalankan bersama oleh Gottfrid Svartholm, Fredrik Neij dan Peter Sunde.

Mereka membuat file yang katanya bercopyright atau berlisensi agar tersedia di internet, semuanya dari perusahaan film terkenal, seperti Motion Picture of America. The Pirate Bay sebagai perusahaan, berpusat di PRQ, sebuah perusahaan di Swedia, dibuat dan diciptakan oleh Fredrik Neij dan Gottfrid Svarthol.

Pada 30 Mei 2006, situs tersebut tercatat berserver di Stockholm, lalu diamankan oleh polisi Swedish, kemudian ditutup.

Pada 17 April 2009, Peter Sunde dan kedua orang tersebut, ditahan dengan tuduhan serius yakni beberapa pembajakan karya cipta. Mereka ini ditahan dan membayar denda sebesar $4.500.000. setelah 9 hari percobaan. Tetapi sekali lagi ini bukanlah tentang uang melainkan kebebasan Internet.

"Jika pun saya mempunyai uang, saya lebih memilih membakar semuanya yang kupunya dan bahkan tidak untuk abunya. Mereka boleh memilih pekerjaan mengumpulkan itu. Begitulah saya membenci media industri," Sunde menulis surat untuk kedua temanya.

Ini merupakan awal kesuksesan Peter Sunde sebagai pengusaha, dari sinilah sumber kekayaan bagi Sunde dan temanya. Menjadi penemu Pirate Bay, mereka memberikan tempat para pengiklan bagi pebisnis di hasil pencarian.

Lucunya, berdasarkan tafsiran Svenska Dagbladet, pengahasilan iklan bisa mencapai $84.000 per- bulan lebih dari cukup sekedar mempertahankan website. Hasil investigasi lebih lanjut, polisi menyatakan uang dari iklan sebesar $169.000 per- bulan.
 

Pengusaha Ditangkap Polisi

 
Jaksa penuntut menambahkan nilainya bisa lebih dari $1,4 juta per- tahun. Walau, pengacara Peter Sunde menyatakan penghasilannya hanya sebesar $102.000 per- bulan. Di 2008, IFPI menyatakan The Pirate Bay menghasilkan uang banya dan mampu membayar hak cipta, lantas kenapa membajak?

Tetapi, hal ini dibantah oleh Gottfrid Svartholm melalui pernyataan onlinenya.

"Jika kami menciptakan banyak uang, saya, Svartholm, tidak akan bekerja hingga malam di kantor malam ini, saya akan memilih bersantai di pantai, lalu menghitamkan kulit," ucapnya membantah hasil IFPI.
Di Agustus 2011, Sunde dan Fredrik membuat situs "legal" berjudul BayFiles dan berbisnis baik. Berbeda dengan The Pirate Bay, BayFiles tidak memiliki koneksi dengan organisasi apapun. BayFiles mengijinkan setiap orang untuk mengupload di server dan membaginya secara "legal".

Orang bisa dengan mudahnya mengakses link tersebut dari seluruh dunia lalu mendowloadnya. Orang hanya akan melihat berdasarkan kategori dan terbatas agar terlihat legal.

Nah, karenanya orang tau sosok si Sunde dan Fredrik adalah pendukung pembajakan. Terjadi masalah di BayFile, orang- orang mengira ini gratis, dan banyak yang tidak tau adanya pengakuan kepemilikan serta muatan bisnis di BayFiles oleh Sunde.

Akhirnya, orang pun menguplod sembarangan, kemudian pihak ke tiga mengakui; BayFiles menghapusnya. Catatan bahwa BayFile ini beda dengan The Pirate Bay karena ini mengikuti aturan U.S. digital copyright atau mudahnya tidak mengedarkan produk digital berlisensi.

BayFiles akan menghapus jika ada satu pengakuan/laporan kepemilikan. Di bisnis lain, Sunde mengerjakan proyek Flatrr.com, yang merupakan file sharing berdonasi. Kali ini, hanya saja, dia dan Linus Olsson menarget musisi dan pembuat film agar masuk langsung sebagai anggota.

Faltrr sendiri memiliki konsep seperti sebuah jejaring sosial bagi musik dan file Indies, dimana mereka akan mencoba menghasilkan karya, membaginya keseluruh dunia di Flatrr dan mendapatkan donasi dari proyeknya.

Faltrr dilengkapi ruang jual beli, tepatnya gabungan antara file sharing, sosial media, dan market.

"Ini merupakan sistem bagi hasil yang baru untuk setiap orang membagi kontentnya! ini juga merupakan kombinasi antara sistem donasi dan kontent berkualitas yang dicari," ucap Peter Sunde di TorrentFreak.com.

Anggota menemukan file baik berupa artikel, musik, atau film. Mereka saling memberikan donasi minimal $2, dan dikumpulkan untuk setiap download serta menjadi support. Flatrr kemudian membagi hasil donasi untuk pembuat file yang juga merupakan anggota.

Dengan kata lain, setiap anggota akan menjadi flatter kontent produksi, flatter ongkos, dan menawarkan keuntungan dari sini. File yang didownload akan terbatas untuk anggota serta tanpa adanya batasan negara.

Flattr berkembang menjadi bisnis berbasis Micro Payment atau Micro Donation berpusat di Swedia. Ini terbukti sangat membantu baik di dunia nyata dan dunia maya. Mereka berguna baik non- komputer dan komputer berbasis donasi.

Mereka membantu mem "flattr-ing" bukan berbasis website, termasuk konten offline, menggunakan data Smartphone malalui code QR. Menggunakan QR setiap pengunjung mudah mendonasikan uang pengguna.

Nampaknya bagi Sunde inilah jadi yang terbaik dimana dia mengakali bukan membenci sistem. Dia tak lagi ngotot untuk melawan sistem satu- per- satu. Disadari atau tidak, karya Sunde, telah mengilhami sistem bisnis berbasis internet sekarang. Dimana semua orang bisa disenangkan disini.

Termasuk kita penikmat produk "freemium" dimana sang pengusaha, programmer, pelanggan, bisa sama- sama untung.

Profil Dokter Cantik Pengusaha WeCare Indonesia

Profil Pengusaha Mesty Ariotedjo


dokter mesty wecare

Profil Mesty Ariotedjo, Dokter cantik yang multi- talenta terutama di bidang kesenian. Namanya dikenal sebagai pengusaha muda sosial. Dia yang menggagas pendanaan donasi pasien tidak mampu, WeCare Indonesia. 
 
Selain dia bekerja menjadi dokter, Mesty juga dikenal menjadi model, pemain harpa, dan pengusaha. Dia, wanita cantik yang ramah ketika bertemu awak media. Keseharian dia juga ramah terutama kepada para pasiennya. Dokter muda sudah memiliki banyak pengalaman.
 

Karir Dokter Mesty Ariotedjo

 
Ia pernah bekerja praktik di tiga klinik, dan sebuah rumah sakit. Dr. Mesty bekerja dari jam 8 pagi sampai 11 malam, 6 hari seminggu. Ia pernah ditempatkan di Rumah Sakit Umum Daerah Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. 
 
"Rumah sakit tempat saya praktik ada di Flores satu- satunyaa rumah sakit di 3 kabupaten," ia melanjutkan. Mesty ditugaskan menjadi dokter tunggal dalam satu rumah sakit.
 
Bayangkan dia bertanggung jawab atas kesehatan seluruh warga. Semua kasus harus bisa ditangani Mesty. Mulai dari ibu melahirkan sampai masalah pendarahan otak karena kecalakaan. Apakah dia ketakutan tentu manusiawi.

Tetapi keadaan darurat membuat adrenalin rush tidak ada waktu. Dia tidak punya waktu merasa takut karena harus bertindak cepat. Dr. Mesty mendapatkan tekanan lebih justru dari Jakarta. Memang di sini berbeda dengan Flores. Dia tidak harus menangani semua penyakit.

Tetapi dia yang berstatus dokter biasa dan umum dimasalahkan. Membuka praktik sendiri juga punya arti tidak dipilih. "Karena masih baru, pasien belum banyak. Masih banyak orang meremehkan, "ah, cuma dokter umum. Mereka banyak lebih sreg ditangani dokter spesialis," ujar wanita kelahiran 25 April 1989.

Begitu selesai di Flores langsung bertugas ke Divisi Endokrinologi Department Anak, FKUI- RSCM. Inilah cikal bakalnya mendirikan WeCare. Dia bertugas mengurusi anak yang sakit, sekaligus orang tua pasien. Divisi yang menangani anak- anak dengan penyakit khusus.

Disini meliputi 4 penyakit langka tidak menular, dari sindrom turner, esteogenesis imperfecta (osteoporosis anak), hiperparsial adrenal kongetinjal atau kelaianan enzim pada anak, dan diabetes anak. Penyakit ini jarang dikenal sekaligus menyadarkan bahwa anak- anak sangat rentan.

"Sebenarnya dari dulu cita- cita saya masuk menjadi Teknologi Informatika," tuturnya.

Ketika SMP, Mesty pernah ikutan lomba web programming, web development, game programming, visual basic dan html. Ia antusias apa saja tentang komputer. Bahkan disaat sekolah dasar dia sudah suka main komputer. Paling akrab bermain dengan aplikasi chatting mIRC dan berlanjut.

Namun orang tua Mesty tidak setuju dirinya masuk ITB Bandung. Bukan tidak suka akan pilihan dia tetapi karena jarak. Inginnya mereka berkuliah di Jakarta bukan keluar kota. Tetapi Mesty meyakini bila mau kuliah IT terbaik, maka dirinya harus masuk ITB, Bandung.

"Enggak boleh walau deket," ujarnya. Mau kuliah IT dirasa tidak memenuhi harapannya. Maka mau mengambil jurusan apa. Dia kebetulan juga menyukai Kimia dan bisa bermain harpa. Sempat dirinya kepikiran mau menjadi guru masuk ke IKIP tetapi tetap jauh.

Membangun WeCare


Menjadi dokter tidak pernah ada dalam rencana. Jurusan ini malah dianggapnya paling susah. Tetapi dia tetap masuk dan diterima. Pertimbangan Mesty ialah kedokteran akan memberi manfaat banyak. Ini seperti dia bilaa benaran berkuliah guru.

Halangan utamanya kebencian akan mata pelajaran Biologi. Karena tidak suka maka dia lebih ke arah cukup dokter umum. Malahan sekarang berkuliah S-2, uniknya dia melanjutkan kuliah spesialis anak karena kepeduliannya akan dunia mereka.

Pengalaman di Flores memang sangat mengena dihati Mesty. Ada orang melahirkan kemudian dia tolong. Begitu selesai Mesty akan menjahitkan luka pasca- melahirkan. Kalau ada orang yang cedera karena kecelakaan, maka dia juga akan menjahit begitu seterusnya.

Senangnya menjadi dokter akan terasa bila telah dipraktekkan. Dia selalu semangat bila datang anak menjadi pasienn. Biasanya sih pukul 2- 3 pagi mereka datang karena sakit. Tenaga berbeda bila dia mengurusi anak, dibanding dewasa. Ia mengatakan ada passion ketika menyehatkan anak- anak.

Alasan berdirinya WeCare adalah pengalaman di Flores. Situs dikerjakan dua orang, yakni dia sendiri dan Gigin Septianto ahli IT. Awal mereka mencari rekan dokter untuk melengkapi. Artikel, ilustrasi, contoh kasus, dan halaman About Us dikerjakan Mesty sendiri.

Berkat statusnya sebagai dokter dan bantuan suami semua berjalan. Kebetulan suaminya bekerja di perusahaan startup. Mesty sendiri menjalankan ini sepenuh hati karena passion. Ia ingin membantu pasien beserta keluarga. Mesty senang karena WeCare tumbuh mandiri bahkan tanpa dirinya.

Mesty memutuskan melanjutkan spesialis anak. WeCare.id membuka pandangan mengenai menjadi seorang dokter. Total barulah selepas kuliah dan praktik dokter anak bisa full. Walau sempet WeCare ditinggalkan, tim mereka telah tumbuh dengan dokter- dokter yang mau bekerja sama.

Selain antara WeCare dan karir sebagai spesialis anak, Mesty juga dibuat dilema karena meinggalkan sang anak, Gallenda Madana Juanda. Pada masa 1000 hari tumbuh anak yang krusial, malahan dia tidak bisa 100% hadir. Mesty akhirnya berkomitmen bila sudah pulang rumah maka tidak ada lain.

Dia akan full mengurusi anak selepas bekerja. Begitu weekend, dia akan langsung siapkan 24 jam bersama anak. Ini kesempatan dia untuk bonding dengan anak. Buat kalian yang tengah melangkah besar,  maka datang cobaan maka berjuanglah dan pasti ada jalan menunjukan jalur kamu telah benar.

Profil Gayatri Wailissa Anak Ajaib

Profil Pengusaha Gayatri Wailissa

 
gayatri wailissa
 
Seorang remaja putri asal Ambon, Maluku yang ajaibnya mampu berbahasa asing. Tidak hanya satu tapi 14 bahasa asing sekaligus atau kita mengenalnya sebagai bocah poliglo. Berkat talentanya itu ia lantas terpilih menjadi wakil Duta Anak tingkat ASEAN. 
 
Dia bahkan menjadi delegasi tunggal (anak) Indonesia yang  mewakili Konferensi ASEAN tahun 2012 di Thailand dan delegasi tunggal (anak) untuk Indonesia dalam konferensi ASIA-Pasifik tahun 2013 di Nepal.

Julukan Anak Ajaib

 
Di konferensi tersebut, Gayatri kerap mempresentasikan isu- isu terkait permasalahan anak. Gayatri Wailissa memang bukan anak biasa. Dia terlahir dengan keistimewaan yang mungkin baru bisa kita temui sepuluh tahun mendatang atau lebih.

Bagaimana tidak? Di usianya yang masih belia ini, dia telah mampu mencapai mendunia dengan segudang prestasi. Terlahir dari keluarga sederhana bukan menjadi halangan bagi Gayatri.

Dikutip dari video wawancaranya di talk show Kick Andy Show 19 Juli 2013, Gayatri terlihat antusias dan cerdas menjawab semua pertanyaan dari sang pembawa acara, Andy F Noya. Gayatri memaparkan semua bahasa yang sudah dia kuasai.

"Untuk saat ini ada 9 bahasa yang sudah lancar. Terakhir ada Inggris, Belanda, Jerman, Prancis, Mandarin, Jepang, Italian, Spanyol dan Arab. Ada satu bahasa lagi, Thailand tapi masih kurang lancarnya di penulisan. Kemudian ada tiga bahasa lagi yang masih dalam proses pembelajaran, ada bahasa Rusia, Korea Selatan, dan bahasa Hindi Nepal," kata Gayatri di akun Youtube Kick Andy.

Ia memiliki satu motto, "tidaklah penting siapa kita, yang terpenting adalah apa yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan apa yang mampu kita perbuat". Gayatri, anak cerdas dan berbakat ini menunjukkan bahwa siapapun dapat maju. Seperti dirinya yang datang dari keluarga sederhana. 
 
Ayahnya seorang pedagang kaki lima, pengrajin kaligrafi sedangkan ibunya seorang ibu rumah tangga. Kini Indonesia harus berduka dengan perginya sang gadis yang membanggakan negara itu kini telah pergi.

Bakat Tuhan


"Baru 16 tahun sudah bisa sebanyak itu. Saya yang seumur ini satu aja bahasa Inggris belum selesai-selesai," ujar Andy disambut gelegar tawa penonton di studio. Yang lebih menakjubkan lagi, Gayatri bisa menguasai belasan bahasa itu tanpa belajar dari guru resmi. 
 
Dia hanya berbekal banyak buku dan belajar sendiri di rumah. Selain bakat linguistik, ia juga diberkahi bakat seni, berbagai cabang seni dikuasainya seperti puisi, teater, dan drama.

Dan kesemuanya tidak dipelajari secara akademis. Dipelajari secara otodidak saja begitu jelasnya dalam acara Kick Andy. Bagaimana bisa, rahasianya ternyata kemampuannya dalam menganalisa dan meniru. Dulu, dia menjelaskan ketika ada kartun berbahasa Inggris, ia selalu mau tau. 
 
Segera mencari tau tiap kosa kata yang didengarnya kemudian diucapkan ulang. Kebiasaan yang terus tumbuh hingga usia remaja melalui film- film asing dan lagu asing. Hal lain yaitu kepercayaan dirinya untuk tak takut salah. 

Dia bahkan berani untuk mengajak orang asing berbicara dengan bahasa mereka. Melalui dunia internet yaitu melalui media chatting.

"Saya tidak punya biaya, keluarga saya sederhana, saya hanya suka nonton film kartun dan dengar lagu bahasa asing, rasa penasaran saya akan bahasa membuat saya mencari tahu arti dan bagaimana mengucapkannya, dari buku saya pelajari tata bahasanya, dari film dan lagu saya pelajari pengucapannya, dan dari kamus saya hafalin kosakatanya. Begitulah cara saya mempelajari bahasa asing," ungkap Gayatri di Kantor AJI (Aliansi Jurnalis Independen) Ambon.

Gayatri terpilih mewakili Indonesia ke tingkat Asean. Ia sempat mengikuti pertemuan anak di Thailand dalam Convention on the Right of the Child (CRC) atau Konvensi Hak-Hak Anak tingkat ASEAN. 
 
Untuk pertama kalinya seorang putri Maluku, mengemban tugas negara dan menjadi delegasi tunggal benar- benar membanggakan. Dalam forum Asean ini, Gayatri mendapat tempat terhormat dan disapa doktor karena kemampuan 11 bahasa asing yang dikuasainya itu.

Dalam forum itu, Gayatri mangatakan, dirinya ditunjuk sebagai penerjemah ketika peserta forum anak menyampaikan sesuatu. Karena menguasai 11 bahasa waktu itu ia mendapat gelar dokter. Dia membantu para peserta forum anak jika ingin menyampaikan sesuatu. 
 
Lantas dia mendapatkan gelar dokter bahasa oleh para peserta yang hadir dan tertolong. Namun, betapa kecewanya dia ketika kepulangannya ke tanah kelahirannya dari Bangkok, hanya ayah dan ibunya yang menjemputnya di Bandara Patimura kala itu. Tidak juga terlihat ada baliho di jalan-jalan.

"Mungkin menjadi Duta ASEAN untuk anak ini bukan sesuatu yang penting barangkali bagi pemerintah kita," keluhnya.

Dia mengungkapkan, sebelum ke Thailand, dia bersama sang ibu pernah menemui Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu. Di Kantor Gubernur Maluku, mereka banyak yang didiskusikan. 
 
Dia juga sempat meminta Gubernur agar memberikan beasiswa serta percepatan ujian dini bagi dirinya. Tapi jawaban sang Gubernur justru mengecewakan, "soal beasiswa lihat saja di internet".

"Saya disuruh lihat beasiswa di internet. Soal permintaan ujian dini juga ditolak Gubernur," ungkapnya lebih kecewa.

Sang gubernur menolak karena saat itu ia masih kelas dua SMA. Dia gagal mewujudkan impiannya untuk segera mempercapat ujian SMA, lalu masuk ke perguruan tinggi. Namun, live must go on, toh dia akhirnya sudah dijanjikan mendapatkan tawaran sekolah diplomat di Sydney, Australia. 
 
"Kendala saya hanyalah saya tidak bisa mempercepat kelulusan saya dari SMA, mestinya saya bisa lulus tahun ini, agar segera bisa kuliah, saya ingin menjadi diplomat termuda sebelum usia 20 tahun," harapnya. Ia kemudian melanjutkan pendidikan menengahnya.

Gayatri menjalani pendidikan di SMA Siwalima, SMA unggulan di Maluku. "Berpikir dan berbuatlah di luar kotak, jika masih berpikir di dalam kotak pasti akan terbentur empat sisi kotak, tak akan bisa ke mana-mana, tapi jika bisa berpikir out of box, kita akan menjadi manusia merdeka yang mampu berpikir terbuka," tegasnya. 
 
Dengan kemampuan yang dimilikinya, ia terus menginspirasi hingga akhir hidupnya. Dia begitu peduli dengan tanah air dan daerahnya Maluku. Ia mendorong para putra- putri Maluku untuk terus berprestasi di segala bidang.

 Prestasi Gayatri:
- Juara 1 Kompetisi Cerita rakyat 2006
- Juara Bertutur Kanak-kanak 2007
- Juara 2 Lomba CERPEN Nasional 2008
- Juara 1 dalam lomba cipta puisi 2009
- Juara 3 Lomba Baca Puisi Provinsi 2009
- Juara 1 debat konsep pembangunan daerah 2010
- Juara 2 karya tarian kreasi baru 2010
- Juara Peragaan Busana Fashion Putri Daerah 2011
- Nominasi 3 besar Icon Busana Nasional 2011
- Juara 1 lomba Pidato dalam hari Anak Nasional 2011
- Juara 2 lomba karyai ilmiah Sains Terapan 2012
- Juara Medali Perunggu Olimpiade SAINS Astronomi 2012
- Juara karya tulis Sastra Nasional 2012
- Juara 1 Lomba Pidato Remaja Hari Kebangkitan Nasional 2012
- Juara esay Nasional "Hari Perdamaian Dunia" 2012 Kegiatan

Organisasi/Kegiatan:
- Pimpinan Redaksi Majalah Anak (Suara Anak Maluku)
- Pengurus Forum Anak Maluku
- Ketua Forum Perdamaian (KAPATA DAMAI)
- Penerjemah Bahasa
- Pramuwisata
- Penulis Sastra (Puisi, Prosa, Novel)
- Instruktur Klub Teater
- Penyiar Radio Swasta-Siaran Anak
- Reporter/Presenter/Host - Icon Clip Flim Documenter 
 

Gayatri Wailissa Meninggal

 
Gadis berusia 19 tahun tersebut tumbang setelah jogging pagi. Dikabarkan Gayatri mengalami serangan jantung pada 17.00 pagi, dan koma. Dokter menemukan pula bahwa terjadi pecah pembulu otak, yang diakibatkan karena berolahraga.

Putri dari pasangan seniman, pengrajin kaligrafi Dedi Darwis Wailissa dan Nurul Idawati, bercita- cita menjadi diplomat. Dia telah menguasai 11 bahasa. Bahkan menguasai 3 bahasa yang termasuk tersulit di dunia: Tagalok, Thai, Vietnam.

Elizabeth Holmes MIliarder Penipuan Terbesar Dunia

Biografi Pengusaha Elizabeth Holmes

 
biografi elizabeth holmes
 
Biografi Elizabeth Holnes miliarder dunia. Phlebotomy atau pengambilan darah ke suatu wadah untuk tes bisa sangat mahal. Hal lain mengenai satu proses yang lama dan tidak efisien menurut Wired.com. Wanita ini melihat sebuah peluang. 
 
Dia hanyalah seorang mahsiswi baru, Elizabeth Holmes memiliki visi untuk mengganti Phlebotomy yang sudah kuno.Dalam prosesnya, ia mengantarkan kita ke era diagnosis supercepat komprehensif dan pengobatan pencegahan. Satu dekade telah berlalu.

Startup Unicorn

 
Holmes, kini berusia 30 tahun, memilih drop- out dari Stanford dan mendirikan sebuah perusahaan bernama Theranos dengan uang kuliahnya sendiri. Mahasiswi tingkat dua jurusan teknik kimia di Stanford University, meninggalkan universitas lebih awal dari seharusnya, dan memulai perusaan dengan modal sendiri. 
 
Perlu diketahui juga, sebelum drop- out, dan sebelum Holmes mendirikan Theranos, dia telah terlebih dahulu menemukan sebuah perusahaan software dan bekerja pada protein microarray untuk mendeteksi penyakit SARS di Singapura. Kemudian Theranos menjadi salah satu perusahaan yang mengubah dunia kesehatan di 2014. 
 
Holmes juga menjadi satu dari beberapa wanita yang sukses menjadi miliarder dari usahanya sendiri. Dia adalah pendiri Theranos, perusahaan berbasis di Palo Alto yang mengganggu bisnis pengujian darah sekarang, mengganti layanan yang telah disediakan oleh raksasa seperti Laboratorium Corp of America dan Quest Diagnostics. 
 
Theranos telah mengangkat sekitar $ 400 juta, dengan putaran niliai baru-baru ini sekitar $ 9 miliar lebih dari pasar dari setiap saingan nya di pasar bursa saham.

Holmes sendiri memegang 50% saham, menempatkan kekayaan bersihnya pada $ 4,5 miliar. Dengan hanya setetes darah Theranos dapat melakukan tes yang sama yang digunakan dalam satu wadah botol, tapi dengan biaya lebih rendah.

Meninggalkan Stanford University pada tahun 2003 atas desakan mentornya, gadis 19 tahun jurusan teknik kimia memulai sebuah perusahaan Theranos untuk mengembangkan idenya untuk perangkat medis genggam, yang bisa membaca jumlah menit darah dan menghasilkan penilaian langsung bagaimana obat berinteraksi dengan tubuh. 
 
Holmes menemukan dirinya telah dikelilingi oleh ahli teknis dan dewan bisnis, kelas berat dalam bidang politik dan militer, sementara itu Theranos telah mengumpulkan sekitar $ 100 juta dari investor di dalam lacinya.

Hasilnya?

Menjadi Miliarder Dunia

 
Perusahaan Holmes, Theranos Inc, berdiri di titik puncak menegaskan sebuah revolusi dalam pengembangan obat dan perawatan kesehatan di rumah yang bisa menelurkan sebuah industri baru; seperti Bay Area Genentech Inc lakukan di biotek, Facebook Inc lakukan di media sosial dan apple Inc. lakukan di dunia komputasi personal. 
 
Dalam prosesnya, Theranos dan teknologi mengancam bisnis laboratorium umum kini terbolak- balik. Tapi kisah mengenai Holmes dan Theranos adalah sangat rahasia dan tersembunyi.

Perusahaan yang berbasis di Palo Alto ini diketahui mengoprasikan dua kampus besar dengan sedikit klu apa yang mereka lakukan di dalam sana. Mereka tidak berbicara kepada media. Satu baru yang baru saja diluncurkan, tetapi hanya mengandung sedikit informasi selain dari biografi direktur dan lowongan pekerjaan. 
 
Ketika mereka menyewa kampus Newark tahun lalu, pejabat kota, broker real estate dan lain-lain sudah disumpah untuk selalu menjaga rahasia tentang rincian transaksi, bahkan menyimpan nama penyewa dalam- dalam.

Dokumen legalnya benar- benar rahasia bertujuan untuk menghindari kompetitor tak terduga. Sementara itu Holmes beserta beberapa rekan mengerjakan proyek peralatan mereka secara tersembunya selama satu dekade. 
 
Peralatan yang menggabungkan kimia, software komputer, microfluidic, dan biomathematic. "Budaya perusahaan adalah sedemikian rupa sehingga kerahasiaan adalah inti dari keberadaannya, " terang Holmes, CEO Theranos , mengatakan dalam deklarasi dalam satu waktu.

Lebih dari satu dekade pertama perusahaan, Theranos telah mengumpulkan modal jutaan dolar -dari mereka para miliarder teknologi. 
 
Mereka antara lain CEO Oracle Corp Larry Ellison dan Menlo Park perusahaan modal ventura Draper Fisher Jurvetson -mencoba mengintegrasikan teknologi nano, mikro dan bioteknologi menjadi satu perangkat ramah konsumen, dan terus berjuang agar tidak ada satupun yang membocorkan perusahaan dan apa rahasia mereka.

Pada saat wanita kelahiran Texas Holmes ini memutuskan untuk putus kuliah sebagai mahasiswa di tahun kedua, dia sudah telah membangun resume -nya sendiri. 
 
Dia menghabiskan bertahun- tahun masa remaja di Cina (dia berbicara Mandarin) dan memulai sebuah perusahaan yang menjual perangkat lunak untuk universitas Asia, menurut dosen dan wawancara radio tunggal yang diberikan oleh Holmes dan wabsite yang memiliki rekaman pembicaraan.

Dia juga pernah bekerja di satu laboratorium di Singapura, membantu mengembangkan protein microarray baru untuk mendeteksi virus mematikan SARS. 
 
Holmes memiliki sedikit latar belakang dalam biologi ketika ia mulai pekerjaannya di Singapura tapi dengan cepat menemukan bahwa alat dan teknologi berbasis microarray yang biasa digunakan untuk mendeteksi komponen darah dan menganalisa, sudah ketinggalan jaman.

Setelah ia kembali ke Stanford, katanya dalam sebuah kuliah, ia "memohon" jalan ke berbagai laboratorium untuk belajar bagaimana untuk mengintegrasikan mikrofluida, teknologi yang sama digunakan dalam mesin printer (inkjet printing).

"Ketika saya akan bekerja pada ini, saya merasa seperti saya melakukan apa yang saya harus lakukan," kenang Holmes dalam satu kuliah singkat di Stanford, "sehingga tidak butuh waktu lama bagi saya untuk memutuskan bahwa ini adalah apa yang saya ingin pergi melakukan. 
 
"Saya tidak akan kembali ke kelas saya, dan saya akan menghabiskan seluruh waktu saya berbicara dengan VC, dan kemudian kelas tampak seperti hanya buang-buang uang," kenang Holmes.

Apa yang dia lihat bukanlah tentang bagaimana mengejar Stanford, tapi mimpinya. Theranos telah menjadi apa yang dia ambisikan akan sebuah peralatan dalam genggaman. Mempermudah kita untuk menganalisa darah, menentukan apa yang terbaik dan tercepat bagi kesehatan kita. 
 
Peralatan ini mungkin telah banyak mengalami perubahan, tetapi pada dasarnya menggunakan microneedle (jarum mikro) untuk mengambil satu sampel yang sangat kecil darah, menjalankan laboratorium kimia di dalam cartridge dan mengirimkan temuan kepada pasien, dokter, atau - dalam kasus percobaan klinis - untuk perusahaan pengembangan obat dan juga peneliti.

Cartridge adalah kunci teknologinya, yang memungkinkan pengguna untuk menargetkan biomarker tertentu dari sample yang ada. Waktu tunggu untuk mendapatkan data kesehatan penting tidak hanya lebih cepat daripada tiga hari atau lebih dari yang tersedia melalui laboratorium pusat. 
 
Tapi juga memiliki kualitas yang lebih tinggi dan sangat sensitif dalam memprediksi penggunaan obat. Singkatnya sebuah peralatan canggih yang ringan, yang bisa meneliti darah kita dimana saja dan kapan saja. Sebuah konsep yang menggabungkan teknologi kimia, biologi, dan software komputer.
 

Penipuan Terbesar Dunia

 
Ia merupakan miliarder termuda dunia versi Forbes. Bahkan namanya hampir menyamai sang pendiri Facebook, Meta, Mark Zuckerberg. Drop out kuliah mengikuti ambisinya mendirikan Theranos. Ia bisa mengantongi $9 miliar.

Usia 7 tahun, Holme berandai membangun mesin waktu, bahkan membuat catatan detailnya memenuhi satu buku. Usianya 9 tahun sudah menginginkan menjadi miliarder. Maka ia tumbuh menjadi sosok serius dan berkeinginan kuat.

Punya sifat kompettitif berat bahkan ketika masih kecil. Ia bermain monopoli bersama adik. Dia akan main sampai benar- benar habis, membangun rumah dan hotel, dan memenangkan semua uang dari bank maupun lawan. Bila kalah dia akan berlari bersembunyi menghadap pintu atau tembok.

Theranos memakain prinsip satu tetes darah cukup. Dia memiliki patent sebuah alah yang mampu buat mendeteksi tekanan darah, menentukan dosis obat, dan memontitori. Holmes mengerjakan Theranos di ruang bawah tanah keluarga.

Memilih drop out ternyata konsepnya dilirik pengusaha besar. Holme mengklaim mampu mengecek kolesterol, bahkan kanker dari setitik darah. Dia pertama kali mendapatkan sunitkan investasi dari ayah teman dan pendiri firma CV, Draper Fisher Jurveston senilai 700 ribu dollar.

Kondisi diberikan Holmes tidak diperbolehkan membuka keadaan perusahaan. Bahkan mengenai apa bener alatnya berfungsi. Kerahasiaan membuat Theranos sangat meyakinkan. Bayangkan kita tengah mengembangkan teknologi mutakhir dan diincar seluruh negara.

Bahkan Holmes memenjarakan tiga mantan karyawannya ditengah pengembangan. Inspirasinya adalah Steven Jobs. Dia yang juga dikenal bekerja dalam senyap dan rahasia. Holmes bahkan meniru gaya berbusananya Steven Jobs dan tidak pernah liburan.

Satu kelemahannya adalah suara yang high- noted. Dan ini sangatlah berbahaya terutama di industri yang dominan pria. Holmes selalu belajar bagaimana nada suaranya keluar. Tetapi akan nampak bila dia mabuk. Dia sangat pekerja keras dan menekan semua pekerjaanya mengikut ritme kerjanya.

Dia memiliki asisten yang akan mencatat waktu pekerja datang dan pulang. Agar orang mau bekerja lebih lama, maka dia barus mengadakan makan malam pegawai di pukul 8 malam. Balwin merupakan sosok nomor dua di perusahaan.

Mereka berkenalan semenjak kuliah ketika Holmes dibully. Dia membela Holmes. Pada Sunny Balwin, usia 20 tahun, dan Holmes berusia 19 tahun keduanya pacaran. Tahun 2016, Balwin didepak, pada tahun 2000,  Holmes sempat akan dipecat menjadi CEO demi orang lebih kompeten.

Namun ia mampu meyakinkan sehingga tetap pegang kendali Theranos. Holmes nampak terobsesi atas kerahasiaan. Bahkan meminta tamu datang harus menyetujui aturan khusus -bahwa mereka akan selalu dijaga penjaga kemanapun, bahkan ke kamar mandi-, dan pertanyaan akan teknologi mereka muncul.
 
Posisi Holmes sudah menjadi triliuner dengan nilai 4,5 miliar dollar. Chief Executive Technology di Theranos, Ian Gibbons mulai mempertanyakan apa mereka siap go public. Agustus 2015, FDA atau badan keamanan kesehatan, meneliti masuk ke Theranos menemukan ada kegagalan.

Ada ketidak akurasi apa yang dilakukan Theranos ke pasien. Oktober 2016, penulis kolom di Wall Street Journal, John Cerreyrou menulis mengenai kesulitan Theranos. Mereka masih berkutat akan teknologi mereka sementara semua uang telah masuk.

Mesin Edison milik Theranos ternyata gagal memberi hasil akurat. Hasil deteksi mesin gagal dan tidak akurat meski sample habis.

"Inilah yang terjadi ketika kamu bekerja untuk mengubah sesuatu, dan pertama mereka mengira kamu gila, lalu mereka melawan kamu, dan tiba- tiba kamu mengubah dunia," kata Holmes.

Mulai dari badan keamanan kesehatan negara, badan layanan dan kesehatan masyarakat, dan sampai legislatif, merangsek masuk melihat sendiri Theranos. Hasilnya, pada Juli 2016, Holmes dilarang buat masuk ke Lab Theranos.

Pada Oktober, Theranos menutup lab penelitian dan ruang kesehatan mereka. Holmes berusaha keras buat meyakinkan investor. Ia terus meminta uang investasi tambahan. Dia masih menjadi CEO dari Theranos karena perusahaan, tetapi labnya ditutup.

Kebingungan Holmes justru melakukan kesalahan fatal. Anjinya yang tidak terlatih, malah mendobrak masuk ke ruang rapat dan buang air kecil di sana. Pada Juni 2018, Departement of Justice memberikan tuntutan ke Holmes dan Balwin, 9 tuntutan penipuan dan 2 konspirasi penipuan.

Pendiri Jakarta Islamic School Fifi Proklawati

Profil Pengusaha Fifi Proklawati

 
jakarta islamic school
 
Siapa pendiri Jakarta Islamic School bernama Fifi Proklawati.  Namanya lengkapnya, Fifi Proklawati Jubile. Wanita kelahiran sama dengan hari kemerdekaan Indonesia, tepatnya pukul 10 malam pada 17 Agustus di tahun 1970. Oleh karena itu pula ia diberi nama "Proklawati".  
 
Fifi memiliki latar belakang pendidikan yang bertolak belakang dengan apa yang dikerjakannya sekarang. Ia justru pernah disekolahkan di sekolah kristen Pintu Air, Pasar Baru, Jakarta Pusat. Mengapa bisa sampai di sekolah sana. 
 

Pengusaha Wanita

 
Usut punya usut, kedua orang tuanya khawatir akan masa depan Fifi. Kala itu narkoba sedang gila- gilanya menjangkit anak muda. Dan, saat itu kebanyakan mereka yang kena justru mereka dari sekolah negeri. 
 
Tambahan lain kala itu belum ada sekolah islam modern yang bermutu dan unggulan. Adanya pondok pesantren justru letaknya juga kebanyakan di daerah bukan di Jakarta. Mungkin hal inilah yang membuatnya kelak mendirikan Jakarta Islamic School.
 
Sejak kelas 1 sekolah dasar gemar membaca buku. Buku apa saja dibacanya. Kecepatan membacanya luar biasa, Fifi mampu membaca 300 halaman per satu jam. 
 
Pantaslah jika Fifi termasuk anak yang kreatif, ada saja idenya termasuk idenya, termasuk "mengerjai" gurunya dengan berteriak "Bu, ada yang ulang tahun." Jadinya jam yang seharusnya pelajaran diganti acara makan kue ultah yang dibeli dari hasil "saweran" teman-temannya yang kaya. 
 
Itulah polah Fifi kecil yang suka bikin "gemes" orang tua dan guru. Saat remaja ia memiliki cita- cita dari kebanyakan wanita pada umumnya. Dia tak mau hanya menghabiskan hidupnya dengan bekerja, menikah, punya anak, punya cucu, dan meninggal tanpa hasil karya apapun. 
 
"Habis itu saya terus mau ngapain?" itu yang ada dibenaknya. Saat kuliah, di Trisakti, ia aktif di kerohanian Islam kampus. Dari situlah ia mulai mengenal Islam sesungguhnya dan sebenarnya dan akhirnya memutuskan untuk konsisten dengan Islam sebagai jalan hidupnya. 
 
Ia memutuskan untuk mengenakan hijab. Sejak kuliah dia sudah hidup mandiri dari berdagang. Usahnya berjualan burger disisihkan sebagiannya untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari dan beramal. Ia juga pernah menjadi pengajar bimbingan belajar. 
 
Dari sini pula Fifi tahu bahwa guru bimbel hanya dapat 40% dari uang lesnya sedangkan 60% masuk ke bimbelnya. Padahal yang capek adalah guru bimbelnya. Ia kemudian mendirikan bimbel sendiri bernama "Fifi College". 
 
Bimbelnya pun menyebar hingga lima tempat. Ini semua dicapai bahkan sebelum lulus kuliah. Setelah menikah, ia harus ikut suaminya yang bersekolah di luar negeri yaitu ke Australia. Di sana, ia kembali berbisnis kali ini dengan membuka katering khusus masakan Indonesia. 
 
Dari situlah ia mendapatkan uang belanja tambahan. Ketika sang suami bersekolah lagi ke Malaysia, Fifi juga harus ikut ke sana. Kala itu ia sudah punya anak usia playgroup. Di Malaysia, ada sebuah aturan untuk anak diusia playgroup, yaitu sang anak harus lulus ujian toiletris.
 

Mendirikan Jakarta Islamic School

 
Sebuah syarat untuk masuk sekolah, namun anaknya belum juga lulus tes ini. Tak mau kehilangan akal akhirnya ia mengajukan diri untuk menjadi pengajar di sekolah tersebut dengan catatan ia juga boleh membawa anaknya, dengan begitu ia bisa mendampingi sang anak saat akan ke toilet. 
 
Itulah Fifi masih dengan kratifitas dan ide- idenya yang diluar kebiasaan. Awalnya sekolah menolak gagasan Fifi namun karena Fifi terus berusaha meyakinkan, sekolah pun menyetujuinya dan masalah pun selesai. 
 
Ia sangat beruntung bisa mengajar di sekolah itu karena banyak ilmu dan pengalaman yang bisa ia dapat. Ada sebuah kesempaan bisnis baru. Fifi melihat prospekn bahwa kebanyakan wanita Malaysia bekerja untuk membantu suami melunasi hutang pada pemerintah yaitu hutang pendidikan dan KPR. 
 
Oleh karena itu anak-anak mereka selalu dititipkan ke jasa penitipan anak atau Nursery. Bahkan yang memiliki anak sampai 7 pun semuanya dititpkan. Dari bayi hingga anak-anak semua seperti disekap di sebuah ruangan. 
 
Dengan anak yang berjumlah 50- 100, semunya dimasukan ke satu rumah yang dijaga hanya 3 atau 4 orang. Mereka bertugas menyuapi, memandikan, dan mengajar. Ia menemukan peluang bisnis dan berhenti dari mengajar. 
 
Fifi menyewa sebuah rumah yang lebih besar dan ia mendapat rumah yang dahulunya dipakai sebagai TK sehingga sudah terdapat mainan jungkat-jungkit yang tertanam di tanah. Dia kemudian menata rumahnya sedemikian rupa sehingga kondusif untuk anak-anak. 
 
Tentu ada yang beda dari bisnis nursery karyanya ini. Dia membatasi anak yang ditampung hanya 12 orang. Dan, jika dititipkan di tempatnya orang tua tak perlu mengajari Al- Quran setiba di rumah. Anak- anak sudah diajari di tempat penitipan miliknya.

Dari sinilah ia belajar tentang bagaimana mengedukasi anak-anak yang memiliki keragaman sifat mereka. Manfaat yang diperolehnya adalah anaknya sendiri mendapat banyak teman dan pandai bergaul.
 
Dia sendiri  menjadi tetantang untuk selalu membaca buku tentang psikologi anak. Setiba di Indonesia, ia menyekolahkan sang anak di SDIT Jakarta. Namun sayang sistem pendidikan Indonesia terbilang kalah jauh dibanding saat di luar negeri. 
 
Fifi merasa anak-anaknya lebih pintar dan kreatif saat TK dibanding saat SD. Ia bertekat mendirikan sekolah sendiri. Fifi ingin membangun sekolah sesuai dengan apa yang didapatnya selama tinggal di Asutralia, Malaysia, dan Singapura. 
 
Dia juga ingin menambahkan pelajaran agama Islam secara khusus di dalamnya.  Gayung pun bersambut. Sekolah yang diidrikan Fifi banyak peminatnya. Namun Fifi membatasi muridnya hanya 16 siswa tiap kelas dengan didampingi 2 guru. Hal ini agar suasan belajar di dalam lebih fokus dan efektif serta hasilnya maksimal. 
 
Sekolah ini kemudian diberi nama Jakarta Islamic School. Uniknya lagi disini siswa tidak dibebani dengan PR lagi. Dia sebenarnya tidak menargetkan materi dari bisnis ini karena niatnya semula hanya memberikan yang terbaik untuk anaknya sendiri. 
 
Bahkan dia mengaku bahwa mendapatkan lebih dari yang ia harapkan dulu. Anaknya sekarang mendapat teman yang banyak, ia memperoleh pengalaman lebih dan juga tentu materi lebih serta networking yang lebih luas.

Kulit Jagung Jadi Bunga Pengusaha Raup Puluhan Juta

Profil Pengusaha Nina Kartika 


kulit jagung jadi bunga
 
Bayangkan kulit jagung jadi bunga bernilai ekonomi. Pengusaha ini rauppuluhan juta. Siapa sangka kalau bungan tersebut dari kulit jagung. Teksturnya yang unik, hampir menyerupai apa bunga aslinya. Inilah kisah pengusaha Nina Karika dan ibunya. 
 
Kulit jagung yang tidak bermanfaat, yang sisa, dan menjadi limbah ternyata mampu menghasilkan omzet 30 juta. Bayangkan saja.
 

Bisnis Kulit Jagung


Bunga- bunga cantik buatannya sampai ke manca negara. Bersama ibunya bisnis tersebut diberinya nama Innovart Cornhusk Flower. Awalnya, tahun 1987, ibunya Nina berpikir banyak kulit jagung yang tersisih di pasar, butuh sentuhan.
 
"...daripada dibuang sebaiknya dimanfaatkan," tiru Nina.

Setelah bisnisnya berkembang, maka permintaan melonjak tajam alhasil mereka lumayan keteteran. Jika dulu cukup mengambil di pasar sekarang butuh suplier sendiri. Nina menambahkan apalagi pada jaman itu kertas mahal ditambah kain susah.

Awalnya mereka cuma menggunakan tangan. Lambat laun mereka akhirnya memilih menggunakan mesin juga. Permintaanya banyak sampai tembus pasar Eropa, Amerika, Jepang, Italia, Arab, Jeddah, Spanyol dan Amerika. Dimana bunga- bunga mereka dipajang di toko- toko souvenir mereka.

Tidak cuma toko, mereka masuk supermarket dan home decor. Hingga mereka diundang mengikuti aneka pameran- pameran di luar negeri sampai bisa ekspor terus.

Modal awalnya Rp.50 juta tahun 1987 silam. Bisnis kulit jagung tersebut mampu mengantungi omzet sampai Rp.50- 60 juta per- bulan. Dia juga mampu memproduksi sampai 10.000 tangkai perhari. Ia memulai dari menjual melalui booth kecil di Mall Taman Anggrek dan melalui online.

"Modal awalnya mungkin 50 ribuan ya, kalau omzet sekarang Rp.50- 60 juta," terangnya.

Walau ekspor tidak setiap bulan buktinya di pasar lokal menang. Dia menjelaskan bunga jagung yang mereka jual mampu bertahan sampai 20 tahun. Jujur mereka sedang mengalami kesukaran karena kelangkaan kulit jagung.

Asal tidak kena matahari atau air jaminan 20 tahun kuat. Harga jualnya bervariasi dari Rp.10 ribu hingga Rp.60 ribu per- tangkai. Kendala bertambah apalagi kalau musim hujan tiba, jelasnya kepada pewarta Detik.com

Penulis Pengusaha Keripik Singkong Gadung

Profil Pengusaha Siti Maria Ghozali 


penulispengusaha.png

Penulis pengusaha keripik singkong gadung. Penulis bernama Siti Maria Ghozali tidak familiar di telinga. Atau, kamu akan lebih kenal nama penanya Maria Bo Niok. Meski kamu tidak mengenalnya, penulis meyakinkan dia adalah sosok wanita hebat. 
 
Dia dikenal oleh kalangan aktifis sebagai wanita vokal. Khususnya menyuarakan hak buruh migran wanita di Hong Kong. Wanita berumur 40 tahun, seorang novelis, hal lain adalah dia seorang pengusaha wanita asal Wonosobo.
 

Menjadi Penulis dan Pengusaha


Mari telah menulis sejak 2002, ketika dia tinggal di Hong Kong. Seorang teman mailist menyadarkan dirinya menulis merupakan bakatnya. Sosok teman itu selalu mendukung, menyemangati, bahkan seolah menjadi guru jarak jauh Mari. 
 
Hasilnya ia telah menulis tidak kurang dari 20 judul cerita pendek. Dan kebanyakan dipublikasikan oleh tiga majalah Indonesia yang diterbitkan di Hong Kong.

Tiga majalah yang dikhususkan untuk buruh migran, seperti Intermezo, Berita Indonesia, dan Rose Mawar. Kebanyakan ceritanya tidak jauh dari pengalaman pribadi. A Ne Ge , contohnya, merupakan cerita pendek tentang kehidupan buruh migran Hong Kong. 
 
Utamanya bagaimana kesulitannya mereka berkomunikasi satu sama lain.

"Mereka menggunakan tiga kata A, Ne, Ge yang menjelaskan 1001 kosa kata dengan pekerja migran," tuturnya.

Karya lainnya meliputi Embun Pagi di Hong Kong (A Morning Dew in Hong Kong), Desah Keluh Pejuang Devisa (Grievance by Foreign Exchange Fighters), Batik, dan Kelobot Tembakau Kasih (Love of Klobot Cigarette).

Sekembalinya ke Indonesia, Maria memutuskan tidak kembali ke Hong Kong. Tepatnya waktu itu, tahun 2004, dia kembali ke kampunya di desa Pasunten, Lipursari, Wonosobo Jawa Tengah. Disana pula ia bisa menemukan cara lain untuk hidup. 
 
"Saya tidak mau jauh dari anak- anak saya lagi," jelasnya kepada pewarta the Jakarta Post. Ibu enam anak ini memiliki jiwa entrepreneurship. Inilah yang coba dituangkannya selepas di Indonesia.
 
Lahir dari keluarga sederhana pasangan Siti Ngaisah dan Muhammad Ghozali, Maria membuktikan dirinya merupakan sosok tangguh. Dia menjalankan bisnis kecil- kecilan di 2004 yakni sebuah wartel. Dia juga jadi guru bahasa Kanton di sekolah lokal. 
 
Untuk tambahan dia (saat menjadi migran) juga pernah belajar Kanton di Abraham Collage di Hong Kong. Dia masih sempat menulis novel Ranting Sakura Dalam Bingkai Abstrak. Sambil menunggu kembalinya ke perusahaan penerbit. 
 
"Saya selesai menulis dalam sembilan bulan tetapi ide telah ada selama empat tahun. Beberapa cerita dalam novel berdasarkan pengalaman saya sendiri. Beberapa yang lain dari teman-teman saya," kata Maria.

Pengusaha Keripik Singkong Gadung

 
Umur 12 tahun, Maria pergi dari rumah kedua orang tuanya, ke Bandung bekerja menjadi pembantu. "Saya harus pergi dari rumah karena saya harus bekerja, bekerja, dan bekerja. Tidak ada waktu buat saya bermain," pungkasnya. 
 
Tetapi kemudian ketika diperjalanan, hidup merantau jauh dari orang tua justru malah membuatnya kesepian. Dia dibayar kecil dari pekerjaanya di Bantung. Selepas dua bulan malah pulang ke rumah.

Sekembalinya, ia bersekolah kembali hingga lulus sekolah menengah atas. Dia lantas dinikahkan diumur 17 tahun. Untuk bertahan hidup, memenuhi kebutuhan sehari- hari yang bisa dilakukan adalah menjual burung di pasar. 
 
Suatu hari pasar tradisional Wonosobo tersebut terbakar habis -membawa semua barang dagangan. Api besar menghanguskan segala modal Maria. Tetapi yang terberat adalah ketika itu membuatnya harus bercerai.

Tidak cuma bercerai tetapi ia (sang suami) meninggalkan hutang menumpuk.

Itulah Maria memilih menjadi buruh migran di negara orang. Dia meninggalkan anaknya kepada keluarga. Ia mempunya lima orang anak. Dimana yang termuda masih bayi empat bulan, dimana Maria meminta bantuan seorang babysitter untuk menjaganya di Jakarta. 
 
Pergi jauh dari orang tuanya membuatnya menjadi sedih, bosan, dan kesepian. Menulis merupakan bentuk penyaluran luapan tersebut.

Hingga, suatu hari di 2002, dia bertemu sosok Stevi Yean Marie, seorang penulis puisi asal Yogyakarta. Dimana semenjak itu ia menjadi guru Maria Bo Niok secara online.

"Dia adalah orang yang menemukan bakat menulis saya. Dia selalu berani mengoreksi saya ketika saya membuat kesalahan," kata Maria.
 
Setahun sudah Maria mendapatkan pelatihan wirausaha. Pelatihan bagaimana merubah ketela menjadi kripik gadung di Balai Latihan Kerja, Wonosobo. Usaha yang didasari bahwa ketela memang banyak di daerah itu. Maria sendiri langsung mempraktikan pelatihan tersebut. 
 
Prosesnya memang cukup rumit tetapi akhirnya ia bisa. Ia lantas memberi nama usahanya UD Mari. Dia menjadi penulis pengusaha. Keripik ketela rasa gadung lantas dikemas dengan merek. Warga desa Lipursari ini lantas menitipkan produk tersebut menjadi oleh- oleh khas. 

"Banyak toko mau menerima keripik buatan saya," ujarnya bangga. Kian lama usahanya semakin berkembang. Bahkan keripik gadung Mari sudah tersedia di toko oleh- oleh dan juga supermarket. Ia tak sanggup lagi mengerjakan sendiri. Usaha keripik tersebut lantas dibantu 4 orang karyawan.

"Bahan bakunya gampang dicari, kok. Di sekitar desa saya banyak ketela," celetuknya. Jikalau kurang pun, ia bisa membeli dari desa lain. Perbulan usaha UD Mari memproduksi satu ton ketela. Usahanya ternyata bisa menjadi rezeki buat warga sekitar. 
 
Pasalnya dia mengajak warga memasok bahan ketela siap masak. Yaitu ketela yang sudah dikupas, dirajang, dan dibersihkan, ia bahkan berani membeli seharga Rp.1.500 per kilo. Harga normal ketela di daerahnya Rp.200 per- kilo. Maria memberikan nilai lebih bagi petani di kampunya. 
 
Alhasil usahanya terus tumbuh sebagai jawaban kebaikan hati Maria. Harga jual dari keripik rasa gadung adalah Rp.45 ribu. Memang relatif mahal diakuinya dibanding produksi rumahan lain. Ia meyakinkan produk UD Maria benar- benar berkualitas. 
 
Mereka sendiri tidak saling bersaing karena sudah punya pelanggan. Meski sederhana Maria senang usahanya berjalan. Dia bahkan sudah siap berjualan lewat Facebook. Lewat nama Mari Singkong Rasa Gadung. Disela- sela berbisnis sendiri Maria masih aktif menulis. 
 
Selain itu ia juga aktif mengajar anak- anak di kampung. Ia mendirikan Rumah Rumbia, sebuah taman bacaan yang gratis buat anak- anak sekitar. Dia sendiri dibantu kawan- kawan soal pengedaan buku.

Pengusaha IPB Membuat Boneka Domba Akar Wangi

aProfil Pengusaha Tatang Gunawan 


pengusahaipb.png

Akar wangi dikenal menjadi bahan utama pembuatan minyak. Pengusaha IPB ini membuat boneka akar wangi.  Menurut penelitian Indonesia menempati tiga negera terbesar untuk bahan mentah ini, selain Bourbon dan Haiti. 
 
Di daerah Jawa Barat pada khususnya, tepatnya di daerah Garut, nama Tatang Gunawan tersohor berkat akar wangi.
 

Usaha Boneka Domba


Sejak kuliah dirinya bersama rekan yaitu Larasati Widyaputri, Istiq Farila, dan Ihwan Nul Padli, punya tujuan yakni membangun bisnis hijau sendiri. Lewat green entrepreneurship memanfaatkan sumber daya alam lokal dan akhirnya menemukan akar wangi. 
 
Kesuksesan para alumni mahasiswa pertanian IPB ini, adalah produk bernama Ecodoe. Atau, buat kamu warga Jawa Barat, pasti sudah familiar akan ikon boneka bulu domba wangi ini.

"Produk pertanian tidak selalu identik berkutat dalam hal pangan saja," tuturnya.

Proyek Ecodoe bertujuan mengambangkan budaya lokal. Apa tanaman komoditas pertanian lokal yang bisa menjual. Selain itu disisipi misi- visi menghijaukan. Memang banyak limbah pertanian bisa dikembangkan menjadi aneka kerajinan. 
 
Inovasi dibutuhkan disetiap sentuhan termasuk akar wangi. Oleh Ecodoe, akar wangi akan diangkat menjadi tanaman pertanian produktif.

Jujur Tatang Gunawan tidak sadar akan akar wangi. Dia bahkan tidak tahu akar wangi itu banyak tumbuh di tempat kelahirannya. Ia juga baru tau kalau akar wangi bisa diambil minyaknya. Itupun baru tau ketika sudah masuk jurusan pertanian. 
 
Disaat kuliah di IPB itulah, dia menyadari kalo akar wangi bisa disuling menjadi bahan baku kosmetik, pelumas senjata, obat- obatan, dan lain- lain.

Sayangnya, menurut pendapat Tatang masih sedikit pemrosesan limbahnya. Akar wangi lebih dominan oleh masyarakat disuling minyaknya bukan akarnya. Padahal bau akar wangi masih tersisa meski minyak telah disuling. Ini menggelitik ide bisnis Tatang. 
 
Ia mencoba memanfaatkan konsep zero waste. Artinya tidak ada satupun tersisa dari tanaman ini menjadi limbah. Mahasiswa Institut Pertanian Bogor memang dikenal kreatif. Terutama mereka soal kewirausahaan membuat produk turunan tani.

"Kami kemudian mengumpulkan bulu domba itu dan mengolahnya menjadi Ecodoe," terangnya.

Dia mencoba mengambil aspek akar wangi segar. Memilik harus yang masih kuat khas dan tahan lama. Ia lantas bertemu tiga sekawan sesama mahasiswa IPB. Bersama mereka kemudian mengkonsep bulu domba dan akar wangi. 
 
Seperti halnya akar wangi, lain hal di negara seperti Australi dan Selandia Baru, Indonesia justru meliha bulu domba menjadi limbah. Padahal senyawa keratin yang ada didalamnya sulit terdegradasi.

Ini akan mencemari lingkuhan loh, jikalau tidak ditanggulangi bisa berbahaya. Dan, seperti hal bisnis online lainnya: Ecodoe mengkonsep matang marketingnya lewat online. Mereka berjualan lewat Facebook dan Instagram. 
 
Mereka juga punya toko online sendiri di www.ecodoe.com. Minim modal itulah kehebatan dari empat sekawan asal IPB ini. Menarik minat pembeli online, menarik investor datang menawarkan kerja sama offline.

Bisnis Ramah Lingkungan

 
Mereka resmi mendirikan toko offline di Bogor. Mereka juga bermitra gerai di SMESCO Jakarta dan juga di Kaliunda Gallery di Bali. Tim Ecodoe menyasar para turis dalam negeri maupun manca negara. Visi dari bisnis mereka pun semakin jelas "menjadi brand green souvenir andalan Indonesia. 
 
Tujuan mereka tidak lain sampai ke manca negara.

"Kami juga ikut bermacam-macam kompetisi bisnis untuk tambah modal, hingga yang kemarin di Singapura. Intinya, masalah modal karena ketidaktahuan jaringan," kata Tatang lagi.

Sempat ditentang orang tua ketika membangun usaha, Tatang dan kawan tidak menyerah. Mereka terus saja membuktikan bahwa peluang bisnis terbuka. Ecodoe bahkan memerkan diri mereka ke orang tua bahwa ini bukan sekedar berwirausaha. 
 
Buktinya ialah mereka bisa memberdayakan peternak asal Wonosobo. Bisa membuka lapangan pekerjaan, belum lagi ibu- ibu pengrajin akar wanginya di Garut.

Untuk pengemasan mereka bekerja sama dengan masyarakat Bogor. Banyak pihak terlibat dalam bisnis ini. Ia meyakinkan bahwa bisnis Ecodoe merupakan bisnis bersama. " Kami making money tak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang lain. Ada benefit buat masyarakat sekitar," tambahnya.

Hasil karya Ecodoe meliputi bros kupu- kupu seharga Rp.12.000. Kemudian paling mahal yaitu replika dari akar wangi seharga Rp.150.000. Bentuk nan- cantik ditambah wangi khas, membuat souvenir karya mereka begitu digemari. 

Pesanan pun sudah datang merata di kota- kota besar se- Indonesia. Bahkan merambah Singapura, Malaysia, Filipina, Jepang, dan Italia. Tim Ecodoe lewat kerja kerasnya berhasil meraih banyak penghargaan.

Penghargaan meliputi emas dan perak di tahun 2014, untuk prestasi pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional oleh DIKTI di Universitas Diponegoro, Semarang. Kemudian pernah menjuarai juara 1 Sociopreneur Expo di UIN Syarif Hidayatullah tahun 2014. 
 
Terakhir ini bahkan mereka memenangkan ajang internasional Singapore International Foundation. "Kami akan ekspansi pada beberapa pekan ke depan," tutur Tatang kepada SWA.

Usaha yang dirintis sejak Februari 2014 ini, telah membuktikan ke kita bahwa berwirausaha tidak cuma lah soal berjualan. Tetapi anak muda berwirausaha juga berarti bisa menyelamatkan lingkungan. 
 
"Kami senang tiasa merubah desain agar lebih modern," tambah salah satu anggota Ecodoe, Ihwan Nul Padli mahasiswa dari jurusan peternakan IPB. Nilai ekonomis keduanya bisa diangkat setinggi- tingginya lewat aneka inovasi.

Untuk reseller Ecodoe sendiri masih dalam perencanaan. Banyak tawaran kerja sama yang sayang kalau dilepaskan. "Kami punya cita- cita turis asing yang datang ke Indonesia tak lengkap kalau tidak membawa pulang oleh- oleh dari Ecodoe," tutupnya.

Kampung Kue Buruh Pabrik dan Pengusaha

Biografi Pengusaha Choirul Mahpuduah


buruhpabrik.png
 
Menjadi buruh pabrik dan pengusaha. Kampung kue merupakan perwujudan pemberdayaan. Ia pernah dipecat perusahaan. Itu tak membuat Choirul Mahpuduah atau Bu Irul  terpuruk. Ia pun menjadi sosok penggagas kampung kue yang terkenal itu.

Dia pernah diliput media asing loh. Ternyata usut punya usut, bukan cuma soal itu, ternyata sosok Irul merupakan satu aktifis buruh. Apa yang dilakoninya sekarang tidak jauh dari buruh dan kaki lima. Terus gimana sih ceritanya? Berikut kisahnya:
 

Buruh Pabrik Jadi Pengusaha


Jauh sebelum dia pernah bekerja menjadi buruh pabrik. Apes karena harus menerima PHK sepihak. Irul bercerita kenapa perusahaan memecat dia. Tahun 1990, dia bekerja menjadi buruh aneka macam di wilayah Rungkut, Surabaya. 
 
Namun tahun 1993 akhir, diberhentikan oleh perusahaan sepihak dan semua karena dia terlalu vokal. Yah, seperti penulis jelaskan dia adalah seorang aktifis. Dia sering menyerukan hak- hak buruh wanita.

Dia menyerukan soal cuit haid dan sebagainya. Irul juga dikenal "profokator" teman- teman buat berdemo. Irul memang getol mengajak buruh bersuara atas hak mereka. Perasaan kecewa berat ketika ia sadar bahwa dirinya dipecat. 
 
Dia merasa yang dituntut telah sesuai peraturan pemerintah. Awal tahun 1994, ia bersama tiga orang kawan mengajukan tuntutan pengadilan. Karena tidak punya uang Irul dan kawan sempat bingung.

Irul lantas mengajukan biaya pengadilan dibebankan ke negara. Hakim sempat menolak hal tersebut. Tetapi berkat kegigihan Irul dan kawan, dibantu pihak wartawan, masyarakat luas dan lembaga swadaya; mereka akhirnya menang.

Irul dan kawan bisa bersuara di peradilan secara gratis. Meski biaya keadilan ditanggu negara tidak semudah itu. Mereka buta akan hukum perburuhan. Untuk itulah, ia aktif belajar sendiri tentang UU buruh dan lain hal soal peradilan. 
 
Dia banyak dibantu para aktifis, LBH, atau wartawan. Kala itu dia sendiri apalagi "musuhnya" punya 6 orang pengacara. Beryukur karena padah akhirnya gugatan tersebut bisa dimenangkan oleh hakim.

Memenangkan tuntutan berarti pemecatan Irul tidak sah. Meski perusahaan menuntut ulang atau banding, sampai Mahkamah Agung butuh waktu sepuluh tahun. Berkat tuntutan dipenuhi oleh Hakim maka Irul bisa bekerja kembali. 
 
Selain itu perusahaan diwajibkan membayar ganti rugi Rp.3 juta. Sayang, kenyataanya, dia tidak bisa bekerja kembali karena berbagai dalih. Uang ganti rugi tiga juta itu juga keluar beberapa tahun kemudian.

Dia tidak mempermasalahkan hal tersebut. Menurutnya ini contoh bagi sesama buruh agar tetap berjuang. Ia juga berharap mereka tidak takut maju ke pengadilan. Untung berkat jaringan aktifis buruh miliknya. Dia tak perlu menganggur berlama- lama. Irul bisa bekerja kembali. 
 
Bukan bekerja menjadi buruh, tapi ikut aktif di seminar buruh, advokasi, membantu buruh lain. Dari sanalah ada uang transport, uang saku, dan sebagainya. Hidup di dunia pergerakan buruh, Irul masih seorang wanita biasa, hidup bersosial dengan ibu- ibu lain di lingkungan sekitar. 
 
Ia tinggal di kawasan sederhana di kawasan Rungkut Lor Gang 2, Surabaya. Di kampung itu kebanyakan berisi pekerja kasar atau kelas menengah bawah. Suatu hari, ia melihat 5orang ibu tengah menjajakan kue. 
 
Mereka berjualan kue cukup lama yakni lima tahun. Sayang tidak kunjung berhasil menjual banyak. Iseng, Irul lantas memanggil mereka diajak berdiskusi. Dibukalah topik tentang usaha apa yang mereka bisa kembangkan di kampung. 
 
Menurut pribadi di kampung yang mayoritas pendatang ini, tersimpan satu potensi tersembunyi. Dalam diskusi tersebut mengerucut tiga hal bisa dilakukan: Membuat aneka kue buat dijual, membuka usaha jahitan, dan membuat sabun cair. Bersama 9 orang ibu dibukalah jahitan khusu jahit celana pendek.

Sayang, setelah berjalan beberapa waktu, usaha jahitan tidak berjalan seperti diharapkan. Setelah memikir ulang apa masalahnya. Dia memutuskan melanjutkan ke bisnis keduanya. Dan mereka mulai membuat aneka kue buat dijajakan. 
 
Cuma berbekal pengetahuan pas- pasan langsung beraksi. Irul mengumpulkan ibu- ibu lewat pos kamling. Seolah aktifis buruh ini tengah mengajak berdemo. Padahal dia cuma mau membahasa masalah ini.
 
Dia memang tengah berdemo di pos kamling. Padahal mengajak berdemo memasak. Pertama kali sekali, Irul cuma membuat jajanan sederhana, yakni jajanan tahu crispy. Ternyata warga kampung antusias apalagi ini hal baru. Tahu crispy terlihat sederhana namun menghasilkan. 
 
Modal dikeluarkannya pun tidak terlalu besar. Ia mulai merayu warga terutama ibu- ibunya. Mereka menanggapi ide Irul antusias. Ini membuat Irul jadi lebih semangat lagi. Pemahanam penting bagi bisnis kue miliknya. Dia sadar bahwa jajanan sederhan penting. 
 
Terutama bagi para warga pendatang Ibu Kota. Kalau tak sempat sarapan, tentu kue ringan bisa menjadi solusi melewati jalanan Jakarta. Kue bisa dijadikan pengganjal perut sebalum bekerja. Para ibu mulai rajin menjual kue buatan sendiri di depan rumah. 
 
Irul juga tidak mau kalah. Jualan kaki lima dilakoninya sebagai bentuk penyemangat. Diawali dari berjualan di depan pagar sekolah. Tepatnya sekolah di sekitar Kelurahan Rungkut Surabaya. Kue buatanya cukup laku disana. 
 
Sayang, ketika Ibu Tri Rismaharini menjadi Kepala Dinas Kebersihan, dia harus menatap kecewa. Pasalnya kebijakan membersihkan trotoar berimbas di bisnis kecil Irul. Program lahan hijau Risma mengganggu karir yang baru dirintis.

"Kesal juga rasanya, pelanggan sudah banyak, kemudian dirobak," luap Irul.

Tetapi ia mengambil hikmah saja peristiwa tersebut. Tidak bisa berjualan tidak membuat menyerah. Apalagi dia menjadi contoh bagi ibu- ibu sekampung. Karena sudah pelanggan bahkan sampai rumah dicari. Mereka mencari Irul sampai ke rumah. 
 
Karena pesanan membludak, tidak segan Irul mengajak ibu- ibu tetangga buat membantu menyetok kue.Semua dilakoni baik pesanan lama atau dadakan. Pagi buta sudah memasak kue, Irul sudah dibantu ibu- ibu kampung mengerjakan kue- kue tersebut. 
 
Mulai dari jam 02:30 sampai 06:00 WIB dimana pelanggan tetap para penjual kue. Dari pedagang kue kaki lima kini menjadi juragan kue. 
 
Hidup Irul berubah 180 derajat dari sebelumnya. Mereka pedagang kue keliling menyebarkan kue buatan Irul sampai pelosok.

"Lumayan, sekarang keuntungan per- hari mencapai Rp.20 juta," ujar Irul.

Ada pula yang cuma dititipkan di Pasar Soponyono, Rungkut. Ditambah pesanan dari acara besar seperti hal pernikahan. Memang bisnis aneka kue ini menggiurkan apalagi dikerjakan gotong royong.

Menjadi Pengusaha

 
Namun, kamu jangan membayangkan akan semudah diatas. Awal sekali, Irul kesusahan membangun jiwa wirausaha dihati mereka. Apalagi ditambah uang modal tidak mencukupi. Sebagian besar warga kampung itu pegawai kelas menengah kebawah. 
 
Ibu- ibu mengeluh kesulitan mencari modal. Irul lantas mengajak mereka patungan Rp.50.000 setiap orang. Uang tersebut digunakan untuk siapa saja yang butuh modal. Beberapa saat akan ada ibu yang meminjam uang tersebut. Ibu itu meminjam Rp.100.000 buat membeli wajan katanya. 
 
Selepas wajan terbeli hingga berproduksi. Selepas uang terkumpul dikembalikan lagi dan lagi dipinjam ibu lain. Begitu seterusnya modal berputar- putar ditengah. Pada akhirnya, usaha tersebut malah jadi satu koperasi bersama. Irul sempat bersedih ketika pinjaman bank ditolak. 
 
Karena kebanyakan bukan warga asli.

"Tidak punya KTP Surabaya, dan disebut tidak punya agunan," kenang Irul. Cara lain dilakukan olehnya ialah lewat PT. HM Sampoerna Tbk, berupa pelatihan pengembangan usaha Sampoerna. Atau mendapat satu sponsor dari PT. Bogasari; Irul agaknya bisa bernafas lega.

Berkat bantuan sana- sini, mereka berhasil sedikit demi sedikit mengangkat nama Kampung Kue. Sudah berbentuk koperasi modal pun lancar masuk. Sampai mereka sudah punya modal uanng Rp.20 juta. 
 
Uang tersebut diberdayakan termasuk lewat berdirinya sebuah perpustakaan. Ia bercerita semua berawal di tahun 2004. Dia pernah diperkenalkan kepada pengurus perpustakan keliling milik perusahaan tertentu.

Melalui pembicara serius ternyata si pengurus berminat. Ia berencana membantu warga kampung. Caranya ialah lewat meminjamkan aneka buku bacaan. Kesempatan itu tidak diabaikan seorang Irul. Bahkan selain buku anak- anak, adapula buku ibu- ibu. 
 
Idenya ialah membangun kamus resep mereka. Hasilnya mereka semakin variatif soal jenis kue. Perpustakan keliling tersebut selalu dibanjiri ibu- ibu ketika datang waktunya. Mereka dibiarkan bereksperimen sendiri. Aneka kue dibuat menurut keinginan masing- masing. 
 
Mereka juga saling mengevaluasi hasil eksperimen. Semua penuh optimisme, warga kampung semakin bergairah berjualan. Irul bersama 60 orang anggota semakin mantap menatap. 
 
 
Apalagi semenjak ada bantuan Taman Bacaan Masyarakat dari sosok Walikota Surabaya sendiri. Yah, Tri Rismaharini kembali "berbenturan" dengan sosok Irul. Warga kampung mendapatkan harapan baru menambah penghasilan. 
 
Disisi lain, lewat adanya TBM juga ikut mencerdaskan anak- anak perkampungan ini. Satu pos kampling telah disulap oleh Pemkot dijadikan taman bacaan. Disana juga dipasangi akses internet membuat lebih mudah. 
 
Kalau sebelumnya para ibu akan datang sesekali (ketika mobil perpustakaan datang). Kini, mereka sudah bisa datang kapan saja bebas membaca buku resep. Mereka juga bisa membaca resep lewat browsing di internet. 
 
Alhasil Kampung Kue semakin bersemangat untuk membuat aneka resep baru. Kampung mereka mulai dikenal luas oleh masyarakat luas. Banyak warga kampung lain datang memesan kue. Warga Kampung Kue pun tidak perlu berjualan di luar kampung lagi. 
 
Justru penjual kue keliling yang datang ke kampung mereka. Sejak dini hari sudah terlihat aktifitas produksi kue.

Sejak pukul 04:00, para penjual kue keliling sudah berjubel menunggu. Mereka menunggu kue mereka siap diedarkan. Untuk nama Kampung Kue, sejak 2010, resmi diresmikan sendiri oleh sang penggagas Choirul Mahpuduah. Semenjak itupula nama kampung pendatang itu berubah nama. Pemberian nama itu memang sengaja dilakukan sebagai bentuk brand awareness. Lewat kesepekatan warga, nama Kampung Kue makin diresmikan.

Jumlah produsen kue total 65 orang. Cakupan produsen tidak lagi menyebar di satu gang. Sudah mengular merembet ke gang- gang sekitarnya. Perputaran uang di tempat ini mencapai Rp.25 juta. Varian kue sudah mencapai 70 jenis, seperti onde- onde, lemper, terang bulan, tiwul, ketan, lapis, putri ayu, roti kukus, dan bermacam kue kering. Adapula nasi kuning kotakan seharga Rp.1000- Rp.3000. Pembelian juga termasuk untuk hajatan.

Ibu- ibu Kampung Kue juga sering dipanggil menjadi pembicara. Mereka mengajari cara pembuatan aneka kue enak. Honor dari kegiatan tersebut akan dimasukan ke kas kampung. Menurut suami Irul, Riyadi, yang menikahinya sejak 2001, yang dulunya juga buruh pabrik menyebut usaha mereka lebih menjanjikan. Lebih dari sekedar menjadi buruh pabrik perusahaan. Ia rela keluar perusahaan agar bisa membantu Irul membuat kue.

Sementara itu Irul sendiri masih aktif menjadi aktifis. Meski sibuk mengurusi Kampung Kue, dia tidak lupa akan vokalnya, bahkan diangkat menjadi ketua serikat pekerja rumahan. Sosok tepat untuk digambarkan sebagai pengusaha sosial. Menurutnya, makna dari Serikat Pekerja Rumahan, menyangkut dua karir yang digelutinya: Pertama, mengurusi pekerja rumahan seperti pembuat kue ini. Kedua ya pekerja buruh diluaran sana.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba