SamWon House Pengusaha Makanan Korea Albert Santosa

Profil Pengusaha Albert Sentosa


bisnis pengusaha makanan korea

Menjadi pengusaha makan Korea Albert Sentosa. Kelebihan di bisnis makanan Korea hanya satu. Adanya branding kuat dari popularitas tanpa harus ekstra keras. Tinggal memperkuat merek (brand) produk atau pun jas. Kita musti mengetahui bahwa fungsi merek sejatinya adalah identitas.

Namun, adanya kompetisi membutuhkan sentuhan khusus, jadilah sebuah merek butuh pengelolaan yang kontinu. Unsur- unsur yang mempengaruhi kekuatan sebuah merek ada 2 yaitu tangible dan intangible. Itu saja?

Jika tentang Korea maka branding K- Pop lah ingatan kita. Tetapi, dibalik semua tentang Korea, ada tradisi pula yang dibawa salah satunya adalah makanan khas mereka. Salah satu hal yang menarik dari negara ini yaitu makanan khas negeri ginseng ini.

Dan, banyak orang Indonesia yang memang menyukai makanan asli Korea Selatan. Oleh karena itu, hal ini menjadi salah satu peluang bisnis yang bisa kamu coba.

SamWon House Usaha Makanan Korea


Dibenak mereka yang belum pernah mencoba ini. Maka ketika mendengar makanan Korea akan berpikir tentang arti Korea, atau jika mereka berpikir artis maka akan berpikir bagaimana rasa yang disajikan disana.

Kedua hal yang saling berkaitan kuat dalam branding. Pengusaha makanan Korea ini, mampu melihat peluang dan dialah Albert. Dia mendirikan usaha kuliner khas Korea Selatan sejak November 2010. Menurutnya, usaha ini punya prospek bagus, selain itu karena belum banyak yang melakukannya.

Saat membuka usaha ada dua pilihan bisnis bagi Albert. Mau berbisnis kuliner Korea atau Jepang. Kedua- duanya punya akar kuat. Tetapi, brand Korea nampaknya masih ramai- ramainya, jadilah dia memilih satu ini.

Kelahiran SanWon Espress, menu yang ditawarkan adalah kuliner khas, baik yang sudah familiar dan baru, ada bibimbap, sup, kimchi, bento ala Korea dan banyak lagi lainnya. Untuk harga tergolong menengah, Albert mematok Rp. 16.000-Rp. 40.000 per- porsi saja.

Usaha waralaba pun ada, yaitu berbentuk gerai, sehingga akan cocok untuk kamu yang mempunyai dana terbatas. Albert sendiri mempunyai satu resto sebagai bisnis utama. Dan juga ditawarkan untuk anda yang berminat.

Untuk kelas ini, ada beberapa menu tambahan, seperti gogi gui, bokeum dan teokbokki. Harga yang dipasang akan berbeda, dimana setiap porsinya dari Rp. 55.000 sampai Rp. 100.000.

"Kuliner Korea itu identik dengan mahal, tidak halal, terus rasanya aneh. Ini kita mau pangkas satu per satu," kata Albert yang mengaku pencinta kuliner Korea dan Jepang ini.

Karena mayoritas pasar Indonesia tidak mengkonsumsi babi, Albert menambahkan, bahwa SamWon berkomitmen menjual kuliner Korea tanpa bahan tersebut.

Agar rasanya juga tidak aneh, ia telah sukses mengkombinasi bumbu- bumbu yang memang ia impor langsung dari Korea, agar sesuai dengan lidah orang Indonesia Awal mula usaha ini dirintis, Albert merogoh kocek tak kurang dari Rp 1,5 miliar.

Saat ini, SamWon telah memiliki sembilan gerai terdiri dari SamWon House yang berbentuk restoran serta SamWon Express yang bergaya foodcourt. Untuk waralaba sendiri, Albert menyebut anda bisa mendapatkan paket food court senilai Rp. 300 juta.

Bisnis Makanan Korea Waralaba


Kamu cukup menyediakan tempat yang seluas 12-25 m2. Paket kedua adalah paket restoran. Untuk mengambil paket ini, kamu perlu menyediakan dana sebesar Rp. 1 miliar –Rp. 1,5 miliar dan juga lahan seluas 200 m2.

Pada paket kemitraan restoran disuport lengkap, istilahnya tinggal duduk, renovasi tempat, desain interior, suplai bahan baku, perlengkapan, perekrutan dan pelatihan karyawan. Kemitraan ini berlangsung selama 5 tahun dan bahan baku langsung anda dapatkan dari pusat.

Omzet yang bisa didapat dari usaha kuliner Korea ini mencapai Rp. 150 juta – Rp. 400 juta, dengan laba bersih 20-40 persen. Dan, anda bisa balik modal dalam 4-8 bulan.

Lantas bisnis Korea apalagi yang dibidiknya. Apalagi kalau bukan K- Drink yang sedang ngetren sekarang. Itu loh minuman dingin bercampuran bola kenyal, atau yang biasa kita sebut bubble drink. Ini sudah populer di Indonesia sebagai minuman khas K- Pop Korea.

Bagi Indonesia yang beriklim tropis tentu memiliki potensi pasar yang besar untuk produk minuman dingin macam ini. Ini pula lah yang membuat Albert Sentosa optimistis mendirikan usaha bubble drink bernama K-Drink.

Agar memiliki ciri khas, Albert berinovasi menambah campuran gingseng. Maklum ,usahanya ini memang terinspirasi oleh budaya Korea yang sedang tren di tanah air. Bisnis kuliner yang menjajakan menu khas Korea bernama Samwon House dan Samwon Express.

Kemudian dia punya bisnis K-Drink, yang langsung membuka tawaran kemitraan. Sudah ada lima gerai K-Drink milik pusat yang sudah berjalan, dan lokasi bisnisnya masih di satu tempat dengan Samwon Express di Jakarta.

Usaha berkonsep booth di mall mencoba menyasar pasa mereka kalangan atas. Tawaran investasi yang ditawarkan K-Drink seharga Rp 160 juta untuk paket booth dan senilai Rp 260 juta untuk paket island.

Kedua paket diatas akan mendapatkan fasilitas chiller, blender, aluminium kitchen set, kompor listrik, mesin cup sealer, pelatihan karyawan, serta kerjasama selama 3 tahun.

Cara Menjadi Entrepreneur Keren Dustin Moskovitz

Artikel Bisnis Cara Menjadi Entrepreneur


cara menjadi entrepreneur

Co- founder Facebook, Dustin Moskovitz, dikenal sebagai miliarder termuda pada tahun 2013 versi majalah Forbes. Menceritakan tentang cara menjadi entrepreneur keren ala para Pendiri Facebook. Ia kemudian digantikan oleh seorang wanita bernama Perenna Kei.

Bagi kamu mungkin pernah menonton film the Social Network, meski terlihat memiliki peran remeh di film, Dustin adalah salah satu otak berdirinya Facebook. Sukses menjadi co- founder membuatnya memiliki nilai kekayaan $8,2 miliar.

Sekarang dia bekerja di sebuah perusahaan lain setelah keluar dari Facebook, yaitu Asana. Baru- baru ini Dustin mempresentasikan apa yang disebut "Cara Menjadi Entrepreneur Keren". Apakah seperti dia bersama Mark sukses meluncurkan Facebook.

Apakah keren itu seperti di film, dengan pesta hura- hura setelah sukses menghasilkan miliaran dollar. Nyatanya melalui sebuah startup deck, ia mencoba menghilangkan pikiran itu dari kita. Jujur. Ini merupakan saran yang cemerlang tapi tak segelamor media dan Hollywood tampilkan.

Cara Memulai Start- Up


Dustin menjelaskan di sebuah kelas Stanford University. Kamu pasti terjerumus oleh penggambaran dari Hollywood dan meda, tentang romantisme entrepreneur. Sekali lagi yang paling sangat utama adalah tau kenapa kamu mau memulai sebuah perusahaan.

4 hal yang diinginkan seseorang dari perusahaanya: satu diantaranya adalah keglamoran hidup, kamu semestinya menjadi bosnya, punya fleksibilitas, terutama mengenai apa agenda kamu hari ini, dan kamu memiliki kesempatan membuat sebuah pengaruh besar dan menghasilkan lebih banyak uang.

"Kenyataannya adalah tidak begitu glamor, ada sisi buruk untuk menjadi seorang pengusaha, dan yang lebih penting, apa yang kamu benar- benar habiskan waktu kamu hanya pada lebih banyak kerja keras." jelasnya.

Alasan Menjadi Entrepreneur Startup


1. Glamor
2. Kamu akan menjadi bosnya
3. Fleksibilitas
4. Kamu akan semakin banyak uang dan berpengaruh

Jika kamu melihat bagaimana di film kita the Social Network, Dustin menggambarkan itu terlalu berlebihan. Bagaimana mereka bekerja adalah laptop dan headphone.

Sebuah foto menunjukan Mark Zuckerberg asik dengan keduanya. Satu tanda jari tengah menunjukan bahwa dia sibuk.... dan tak ada waktu untuknya bersosial. Semuanya dikerjakan dalam satu tim dimana dia, Mark, dan beberapa orang duduk bersama lalu membahas semuanya...

bukan seperti film yang penuh kejeniusan satu orang. Menjadi entrepreneur berarti bisa bekerja bersama orang lain.

"Mengapa [startup] membuat stress? kamu punya banyak tanggung jawab. Kamu memiliki ketakutan akan kegagalan atas nama diri sendiri dan semua orang yang memutuskan untuk mengikuti kamu ...

Ben Horowitz suka mengatakan nomor satu peran CEO adalah mengelola psikologi kamu sendiri. Itu benar-benar benar; pastikan kamu melakukannya. " terang Dustin tentang tugas CEO sebenarnya. Ini bukan hanya tentang satu kegagalan sendiri.

Yang sebenarnya bukan kamu sebagai bosnya, tapi kita semua dalam perusahaan adalah bosnya. Semua itu hanya tentang pekerja, pelanggan, patner, pengguna, media adalah bos kamu, bukan kamu. Hidup dari hampir semua CEO adalah melapor ke semuanya...

Jika kamu ingin menjadi berkuasa atas orang lain, ikutlah garis depan tentara atau pergi lah menjadi polisi. jangan menjadi entrepreneur, begitu terang Phil Bin, CEO dari Evernote.

Begitulah Dustin Moskovitz menjelaskan apa itu entrepreneur melalui satu slide -nya.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba