3 Bisnis Sampingan Bermodal Kurang Ciputra

Menyusun Ide Bisnis Kamu Sekarang 


 
Tanya dong bisnis sampingan apa yang menguntungkan kita. Atau tanya bisnis sampingan apa yang bermodal kecil. Maka penulis mencoba mengulik artikel di Ciputraentrepreneurship. Usaha sampingan menguntungkan tetapi modalnya kecil. 

Berikut 3 bisnis sampingan mungkin kamu akan coba kemudian hari.

1. Cuci mobil atau kendaraan

Selain didukung jumlah kendaraan bermotor yang terus naik. Hal lain adalah kamu bisa meminta dikerjakan oleh orang lain. Semakin murah harga kendaraan sejalan kemudahan mendapatkan bahan. Kamu bisa mulai mencari tau alternatif cara membersihkan kendaraan. Kalau dulu ngetren akan Ketok Majic, cobalah kamu mencob hal lain.

Mungkin mencoba tempat cuci mobil langsung kering. Atau kamu bisa mencari tau sabun cair ajaib agar bisa membuat mobil orang bersih bersinar. Prospek bisnis ini masih terbilang cerah apalagi kalau kamu di daerah. Coba deh ke jalanan maka kamu akan mulai lihat motor bertambah setiap hari. 

Sementara itu tempat cuci? 

Mungkin di daerah kamu belum pernah ada ataupun masih sedikit pesaingnya. Cobalah satu layanan berbeda dibanding tempat cuci lain. Soal tempat syukur- syukur rumah kamu itu dipinggir jalan. Ini bisa kamu rubah menjadi tempat cuci mobil kendaraan. Kalau kamu bekerja di kota, maka cari daerah tempat kamu investasi.

2. Kosan

Ini lebih gampang daripada tempat cuci kendaraan. Bayangkan kamu cukup membangun, memasarkan,dan dapat setoran tiap bulan. Ini juga bisa kamu wakilkan kepada orang lain. Carilah orang buat menjadi ibu kos, penjaga kosan, sekaligus orang kepercayaan.

Coba mencari tanah di daerah sekitar lembaga pendidikan. Bisnis kosan memang lebih menguntungkan jika dibanding bisnis sampingan lain.

3. Pengasuh bayi

Ini bisnis sampingan paling keren di luar negeri. Pasarnya juga belum diambil ceruknya oleh banyak orang. Ini beda dengan agensi pembantu rumah tangga. Karena fokus kamu nanti di part- time babysitter istilahnya itu bekerja di akhir pekan. Kan banyak orang tua agak enggan membawa anak bayi pergi berlibur luar kota.

Pastikan pegawai kamu merupakan orang pilihan bukan mahasiswa magang. Kalau kamu sendiri menjadi pegawai maka pastikan punya cukup pengetahuan. Cobalah berikan layanan tambahan mungkin seperti hal mencucikan baju bayi, tidak monoton cuma menjaga.

4. Jualan makanan atau minuman

Satu ini jika bisa dijalankan serius kemungkinan menjadi bisnis berkelanjutan. Ambilah pasar akhir pekan jadi ketika kamu libur waktu kamu tidak terbuang sia- sia. Penulis pernah melihat tuh orang berjualan baju tapi penjualnya punya mobil mewah dan itu dipakai berjualan. Coba fokus di tempat olah raga, mengikut festival, atau bazar.

Daftar Pengrajin Bonggol Bambu Maju

Kisah Sukses Pengusaha Perajin 


 
Mulai orang biasa sampai Sarjana bisa berusaha. Menjadi wirausaha bukan sekedar penyaluran hobi. Ini tentang bagaimana kita mengambil kesempatan. Contohnya pengusaha- pengusaha berikut sukses mengambil kesempatan. Jika bambu berharga mahal maka bonggolnya seperti terbuang, maka ditangan mereka berjaya.

Mungkin buat kamu pembaca setia, kami pernah menulis kisah pengusaha bonggo jati disini. Kali ini kami menulis tidak cuma satu pengusaha tetapi tiga. Kisah mereka memang secuil tetapi patut kita apresiasi. Maka jadikanlah apa yang dikerjakan mereka tirulah. 

Ingatlah pepatah amati, tiru, dan modifikasi hasilnya agar lebih baik. Berikut pengusaha bonggo bambu buat kamu pengusaha pemula.

1. Bangkit Praminto Nugroho, 21 tahun

Warga asli Kalipancur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, adalah pemuda yang menyulap bonggo bambu menjadi usaha. Sukses Bangkit berbekal bambu bekas tebangan warga. Daya imajinasinya dituang ke setiap ukiran. Memang bambu menjadi salah satu komoditis andalan wilayah tersebu tetapi belum optimal.

Menjadi pemuda harapan bangsa memberikan efek positif. Terutama bagi warga Kabupaten Pekalongan itu sendiri. Sosok yang juga ketua Pemuda Dharma Putra Desa Kalipancur ini, mengatakan bahwa bukan cuma dirinya menjadi pengarajin disini. Tetapi sudah banyak pemuda lain memproduksi asbak, celengan ataupun bolpoin.

Untuk menjaring lebih banyak peminat, pemuda Kalipancur ini mengikuti aneka pamerena termasuk di stand Pameran Kajen Expo 2014 silam. "Untuk saat ini, pemasaran kerajinan bonggo bambu masih terbatas," aku dia.

Produk mereka sudah dipasarkan lewat blog: ikadaput.blogspot.com. Mereka juga punya Facebook khusus pemuda dharma putra. Bangkit mengaku belum banyak tanggapan diterima. Pesanan produk masih sebatas dari teman- teman sanggar. "...selain melalui pameran," tuturnya. Aneka pamerena dijadikan andalan promosi bagi mereka.

Jumlah produksi bisa mencapai 60 buah jikalau permintaan banyak. Produk utama mereka meliputi asbak kecil seharga Rp.20.000, asbak ukuran sedang Rp.30.000, sampai ukuran besar sampai Rp.50.000. Lalu ada celengan berbentuk hewan dipatok seharga Rp.10.000 sampai Rp.15.000. Untuk harga bolpoin seharga Rp.7.000 sampai Rp.8.000.

2. Warsito, 40 tahun

Sarjana ekonomi satu ini sudah menggeluti bisnis bonggol bambu sudah 10 tahun. Di tempatnya Kelaten, memang berdiri banyak industri kreatif, termasuk pembuatan bebek berbahan akar bambu. Sarjana salah satu Universitas di Yogyakarta ini, mengaku memulai sejak 2002, karena minat akan kewirausahaan.

Sejak lulus kuliah dia ingin bekerja sesuai minat. Meski lulusan ekonomi dia merupakan seoranga artis, jiwa seni itu mengalir kental mulai kesenian lukis dan seni pahat. Dasar itulah yang membawanya ingin berkuliah di institusi seni. Hanya akhirnya pelihan jatuh malah di jurusan manajemen, tetapi jiwa seninya belum kandas.

Disela berkuliah kegiatan Warsito antara lain melukis atau membuat patung. Berjalannya waktu ide mengenai kewirausahaan tumbuh. Habis lulus kuliah dilanjutkan belajar kembali yakni seni ukir bonggo bambu. Dia lalu menggunakan ilmu manajemannya untuk memasarkan produk bambu.

Warsito mengaku pertama kali membuat aneka prabot bambu asli. Soal harga jual memang tinggi hanya saja perputaran barang lama. Maksudnya dibuat sekarang belum tentu akan laku besok. Warsito butuh produk cepat laku dijual. Hal lain adalah bahan baku sukar didapat. Lalu kalau mau prabot unik butuh bambu yang unik.

Ia mulai mencari tau produk apa yang mudah bahan baku. Suatu waktu dia melihat kentongan tetangga yang terbuat bahan bonggo bambu. Warsito lantas mencari dimana dia mendapat bonggol bambu. Pertama kalinya ia membuat kentongan bonggol kayu. Ketika ditaruh dipojok, eh, dia berpikir kok bentuk bambu itu mirip bebek.

Dilihat terus ternyata memang berbentuk bebek. Dia tingga menaruh kaki serta kepala berbahan kayu. Inilah awal usaha patung bebek khas Warsito. Tidak puas imajinasinya melalang ke angsa, bangau, babi sampai ke wajah manusia. Usaha ini dijalankan dari bengkel rumahnya. Kemudian eksportir asal Yogya, Solo dan Bali memesan.

Guna memenuhi pemesanan maka dibutuhkan karyawan. Tidak jarang Warsito memanfaatkan tenaga lepas untuk menggarap. Omzetnya sendiri masih belum stabil tetapi sangat menjajikan. Perbulan pesanan belum tentu akan sama. Harga bebek tidak difinishing atau masih asli dihargai Rp.25 ribu.

"Kalau pas ramai ya lumayan besar, sebulan bisa Rp.40 juta," jelasnya.

Rahasia sukses menurut Warsito mudah kok teman: (1). Dia cukup fokus di usaha berdasarkan passion atau minat, (2). dia selalu menjaga kualitas produk, termasuk kualitas barang yang akan dikirim .Warsito punya standar mutu tertentu, (3) Kalau barang tidak sesuai maka akan segera diperbaiki, atau dia akan mengganti dengan baru.

Meski sering dikomplain harga lebih mahal dibanding perajin lain. Ketika mereka menyadari bahwa murah itu malah kualitas jelek maka mereka kembali ke Warsito.

3. Jumaro Joko Pratomo, 44 tahun

Ia spesialis dalam hal membentuk wajah manusia. Ketrampilan bapak dua anak ini memang sudah tidak asing dimata masyarakat. Pasalnya sejak muda, semasa duduk di SD Negeri Jati 1, Joko kecil dikenal pandai soal menggambar. Dia bahkan dikenal selalu memenangi lomba menggambar ketika sekolah.

Jiwa wirausaha pun sudah dimiliki sejak kecil. Jika anak lain jualan donat, maka Joko kecil menjual lukisan buatan sendiri untuk biaya sekolah. Sempat bekerja menjadi pegawai pengolaha kayu di Sumatera. Tahun 1990 -an, ia memutuskan keluar dan memulai usaha kayu sendiri, mencoba mengandu nasib berbisnis kayu.

Joko pindah ke Malang tahun 1996, lantas menikahi seorang wanita bernama Catur Widiati. Yang kemudian bisnisnya ditinggalkan buat bekerja serabutan. Beberapa tahun membuat aneka kerajinan faktnya rejeki itu belum ditangannya. Galau ia mulai menyusuri Sungai Berantas menemukan sebonggol bambu. Naluri seni pun muncul tiba- tiba dari situ.

Pulang kerumah dibawalah sebonggol bambu bekas. Dia memahatnya hati- hati mencari inspirasi bentuk dan maka jadilah patung bebek.

Ini menghasilkan karya menarik. Joko yakin mampu mendulang pundi uang. Maka semangatnya kembali dan mulai membuat aneka kerajinan lain. Memang tidak salah melangkah. Dia berhasil memasarkan bebek itu di sekitaran Malang. Di 7 Juni 2000, maka lahirnya workshop atau bengkel yang diberinya nama Galeri 76.

Benar keberuntungan bagi Joko, apalagi sejak musim aneka pameran kerajinan, sebut saja Indonesian Craft atau bekennya Inacraft. Waktu itu tahun 2000 kerajinan Joko dipamerkan di satu stand Jakarta Convention Center, Jakarta, memikat perhatian pengunjung. Para peminat barang kerajinan manca negara menyaksikan.

Kreasinya ludes habis terjual. Namun, kesadaran menggugah pikiran Joko, dia harus lebih kreatif lagi agar ia memanggil lebih banyak rejeki. Motif aneka binatang menjadi andalan. Lambat laun dia merambah aneka hal seperti juga wajah manusia. Kalau dulu hanya kerajinan, kini kerja Joko fokus memanjakan pembeli dengan seni.

"...cenderung ke inovasi baru untuk mengangkat nilai arts (seni). Kita cenderung mengangkat ke primitifnya," jelasnya.

Dari sekedar bahan bonggol bambu kini merambah bonggol jati dan kayu kopi. Bahan baku diambil banyak tempat seperti Pakisaji, Donomulyo, sampai Tumpang.

Soal pembuatan sudah tanpa dikonsep. Joko mengalir ketika menyentuh bahan bonggol. Enaknya dia akan buat bebek atau ukiran wajah. Uniknya dia mengangkat pegawai yang bekas narapidana. Ia menyambangi lurah Kecamatan Pakisaji, mencari tau siapa saja mantan narapidana. Puluhan orang sukses ditarik bekerja di workshopnya.

"Semua lata belakang kasusa ada, kecuali pemerkosa," kelakar Joko kepada pewarta Kreator.id. Mereka itu memang sengaja direkrut. Selain karena rasa kemanusiaan narapidana sudah dibelaki kemampuan kerja selama di penjara.

Khusus Galeri 76 merekrut pekerja 6 karyawan. Masing orang memiliki keahlian teruji tersendiri seperti yang satu membuat wajah dan lainnya. Satu orang saja minimal menghasilkan 7 buah kerajinan. "...itu kalau lagi mood," candanya lagi. Pasaran produk antara Rp.50.000 sampai jutaan. Ia bahkan pernah menjual sampai Rp.40.000.000.

Karya itu adalah karya bonggol primitif. Memang terlihat guratan ukiran etnik kental. Peminatnya tidak cuma lokal tetapi sampai Jepang, Amerika, Prancis, Belgia, dan Belanda. Kerja media masa memang membantu dia memasarkan produk signifikan. Ini pembuktian bahwa kerajinan itu nilainya sampai miliaran rupiah jika diteruskan.

Profil Puji Astuti Awalnya Usaha Jualan Sate Kelinci

Kisah Pengusaha Nyentrik



Awalnya, Puji Astuti hanya karyawan biasa sebuah perusahaan farmasi obat- obatan. Pekerjaan itu memang sesuai atar belakang pendidikannya sebagai lulusan sekolah menengah atas farmasi. Hanya saja bukan dari sini cerita kesuksesan itu berasalnya.

Ia dan suaminya, Achmad Sutarli, sama- sama bekerja di sana. Setelah menikah lalu Puji memilih keluar dari perusahaan farmasi tersebut.

Di tahun 2008 -an, seorang petugas penyuluhan lapangan (PPL) Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (BP3K) Dukupuntang datang memperkenalkan cara beternak kelinci kepada Puji. Dia jujur tidak memiliki latar belakang beternak kelinci, apa dilakukan Puji? Berbagai cara dilakukan mencari tau tentang kelinci.

Dia sangat berantusias sampai mencari berbagai sumber. Dia mulai keluar masuk berbagai perpustakaan atau mengikuti beberapa seminar tentang kelinci. Kesimpulan Puji sendiri bahwa kelinci seperti kelapa. "Kelinci itu seperti kelapa, semuanya bermanfaat," terang Puji.

Ia baru tau kalau kelinci mempunyai berbagai manfaat kesehatan. Daging kelinci ternyata memiliki manfaat menjadi obat beberapa jenis penyakit. Aneka penyakit itu antara lain seperti asma, infeksi tenggorokan, liver, dan asam urat. Daging kelinci, lanjut Puji, memiliki kadar lemak rendah, memiliki nilai protein serta kalsium tinggi.

Puji menerima tawaran ini bermodal Rp.200.000. Dia membeli lima kelinci. Setengah tahu telah berselang, kelincinya berkembang biak cepat dan banyak.

"Rata- rata seekor kelinci melahirkan lima ekor anak kelinci," terangnya.

Ide sate kelinci


Bernak- pinak membuat kandang kelinci penuh. Puji segera memutar otak agar kelinci tersebut laku terjual habis. Jadilah terbesit ide membuka warung makan sate kelinci. Puji mengaku paham berkat belajar dari tiga rekan pernah gagal berbisnis sate kelinci.

"Masalah utamanya adalah jumlah persediaan daging kelinci," terangnya.

Untuk itulah Puji segera saja ikut bergabung organisasi peternak kelinci, Cirebon Rabbit Association (CRA), dimana beranggotakan sekitar 50 orang.

Di antara rekan satu organisasi, Puji dikenal paling banyak memiliki kelinci. Dia memiliki setidaknya 150 ekor sedangkan teman Puji rata- rata hanya 10 ekor. Ini memang telah menjadi passion seorang Puji Astuti. Coba kamu bayangkan satu ekor kelinci bisa melahirkan lima ekor anak.

Setiap pekan, Puji memerlukan paling sedikit 50 ekor kelinci pedaging siap olah. Untuk memenuhi kebutuhan warung, ia mulai mengambil kelinci peternak lain dari wilayah Kabupaten Majalengka dan Kuningan. Dari berjualan sate kelinci tiap harinya warung miliknya menghasilkan Rp.500.000 hingga Rp.1 juta.

Puji menikmati berbisnis sate kelinci tapi juga aktif mengerjakan bisnis lain. Dia bersama sang suami mampu mengolah kulit kelinci menjadi berbagai kerajinan. Puji Astuti mengembangkan abon daging kelinci sebagai varian produk olahan. "Sekitar 5 kali gagal tapi sejauh ini 100 toples atau 50 kilogram abon kelinci bisa saya olah," katanya.

Menurut Puji, hasil olahan usahanya itu pernah diikutkan pameran Kredit Usaha Mikro dan Kecil (UMKM) dearah Bandung. Selain Bandung, produknya sudah masuk  Kota Semarang, Jawa Tengah. Satu toplesnya berisi setengah kilogram abon kelinci dihargai Rp.20.000. Puji juga menitipkan sebagian produk abon kelinci ke sebuah toko makanan di Cirebon.

Menurutnya, tujuan pembuatan abon kelinci yakni memperkenalkan produk olahan daging kelinci kepada masyarakat. Puji berharap lebih banyak lagi ibu- ibu rumah tangga mau beternak kelinci. Menurut Puji dihitung- hitung lima ekor kelinci bisa setara satu ekor sapi atau dua ekor kelinci setara seekor kambing atau domba.

Untuk itulah dia membuka peluang lewat kelompok wanita Tani Srikandi Melati. 

Miliarder Wardoyo Kaya Berkat Kaligrafi Kuningan

Profil Pengusaha Kaligrafi Asal Grabak 



Enam tahun lebih memulai usaha kaligrafi Grabak. Apa itu? Ternyata penulis mengusut itu merupakan nama daerah di Magelang. Daerah Grabak dikenal sebagai daerah produktif. Nama tersohor menghasilkan aneka kerajinan sapu rayung ataupun ukiran tanduk. Selain itu adapula kerajinan kuningan yang berupa relief serta kaligrafi.

Inilah kisah Wardoyo, pria kelahiran 1960, yang memulai usaha kuningan asli daerahnya. Uniknya karena dia merupakan mantan kontraktor asal Bali. Selam tiga tahun pekerjaan itu tidak membuahkan. Ia mulai banting stir menjadi produsen kerajinan. Pasarnya tidak cuma lokal tetapi sudah mencapai internasional loh.

Dia tidak menyanggah mitos usaha butuh modal. Wardoyo mampu pula menyanggah bahwa usaha butuh pendidikan formal. Semuanya hanya mengikuti usaha tanpa henti lebih dari enam tahun. Untuk meyakinkan pembeli tanpa segan dia memberikan garansi.

Jaminan garansi 2 tahun meyakinkan produk tidak bakal rusak. Bila rusak dia siap memperbaiki kalau perlu ditukar barang atau uang. Ia meyakinkan produk kaligrafi kungingan buatannya mampu bertahan 20 tahun.

Cuma lulusan SMA semua usaha dijalankan Wardoyo hasil belajar sendiri. Otodidak lah istilahnya mulai dari jasa servis elektronik sampai menjadi kontraktor. Usaha kaligrafi kuningan didirikan Wardoyo telah lama dan menghasilkan miliaran. Ia mempekerjakan 730 orang karyawan, yang menghasilkan 1.700 kaligrafi setiap bulan.

Mereka bahkan digaji tinggi melebihi perusahaan ternama. Pasalnya usaha dibawah bendera CV. Sari Agung Perkasa ini telah menyebarkan produknya hampir ke seluruh Indonesia. Wardoyo bahkan membuat tim kerja bersifat agen. Ada 31 tim kerja berisi 12 orang per- tim mulai menyebar menjajakan kaligrafi.  Setiap tim sudah dipasrahi satu daerah buat diurus.

Usahanya tersebar mulai Bandar Lampung, Jambi, Palembang, Medan, Binjai, Bengkulu, Riau, sampai juga Banda Aceh. Kota besar di Sulawesi Utara hampir semunya dipegang oleh Wardoyo. Mantan tukang servis elektronik asal Pasar Rejowinangun mengaku usahanya laris manis, terutamanya kawasan Pontianak.

Padahal itu harga satu kaligrafi dibandrol murah yakni Rp.800 ribu sampai Rp.3 juta. Itu tergantung ukuran serta kualitas produk. Dia berani menjamin produk kaligrafi miliknya kuat 20 tahun. Kepuasan pelanggan itu utama agar tidak lari. Tiga pulau dikuasai, ketika ada komplain, tidak segan Wardoyo menemui langsung.

Dia menyiapkan nomor hp buat dihubungi 24 jam non- stop. Otodidak mampu mewujudkan kata mapan bahkan menghasilkan miliaran rupiah. Uniknya meski berhasil dia tetap menjadi sosok sederhana. Di rumah sederhana itu tidak ada mobil mewah layaknya pemilik perusahaan. Bahkan tanah didekatnya becek karena air hujan.

Hanya terlihat motor berjejer rapi milik pegawai Wardoyo. Motor mereka berjejer disela setumpuk bingkai kayu yang bertumpuk belum diselesaikan mereka.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba