Entrepreneur Wanita Singapura Membangun Bisnis Spa Premium

Profil Pengusaha Ponz Goo


entrepreneur wanita singapura

Terlahir dari keluarga kaya, entrepreneur wanita ini mencoba membangun prinsip. Tidak mudah bagi Ponz Goo membangun bisnis sendiri. Terlahir kaya dia membangun bisnis spa premium. Ia mencoba membangun bisnis sendiri, lantas apakah hambatan dilalui Ponz Goo.

Bersama saudara perempuan, Ms. Yean Goo, mendirikan HAACH pada Oktober 1997. Dia bekerja sendiri sebagai terapis, sejak dari nol, berusaha keras mencapai satu posisi manejer. Ponz memiliki kepercayaan terhadap dirinya dan memiliki tekat tinggi bekerja sendiri.

Dia melakukan segala kerja keras. Mengerjakan sendiri yang dibutuhkan industri bisnisnya. Ms. Ponz mengetahui semua proses bisnis spa. Ponz bekerja keras di tiap- tiap pos pekerjaan. Dimulai sendiri tetapi tidak langsung menjadi atasan.

Dimulai dari bagian Departmen Promosi Perusahaan dan Relasi Publik; Penjualan dan Marketing, Departemen Komunikasi dan Kreatif. Dari Departemen Pengembangan Bisnis dan Proyek Spesial, bertahap Ponz Goo diangkat menjadi kepala eksekutif atau CEO pada 2003.

Entrepreneurship Bisnis Spa Premium


Haach memiliki target jelas dalam berbisnis. Mereka profesional dalam pelayanan personal spa premium. Mengerjakan berbagai hal menganai pelayanan personal, seperti halnya Spa, Face Care, Skin Care, Body Care, Massage Care, Hand & Foot Care dan Product Care.

Mereka menggunakan standar Barat dan pengaruh asli Asia. Menggabungkan dua hal menjadikan bisnis spa premium berbeda. Ponz Goo, adalah entrepreneur wanita yang mengerjakan berbagai hal baru dan inovasi untuk bisnis- bisnisnya.

Dibawah bendera Haach sebagai pelopor bisnis spa premium. Mereka tidak melupakan asal- usul mereka. Ponz Goo dibesarkan dalam keluarga tradisional Cina, di mana nilai kejujuran adalah prinsip fundamental dan menjaga harga diri orang lain adalah esensi dari hidupnya.

Kualitas inilah, Ponz mengatakan, membuat Haach bisnisnya seperti sekarang ini - merek lokal yang terpercaya dan memenangkan berbagai penghargaan. Sebut saja Singapore Promising Brand tahun 2002- 2004, terakhir mendapatkan penghargaan Best of Singapore, menjadikan merek Haanch global.

"Saya percaya pada kejujuran, transparansi dan nilai wajar untuk semua layanan yang diberikan, sehingga Haach dikelola dengan cita-cita ini dalam pikiran," tutur entrepreneur wanita ini.

Baginya profesionalisme merupakan hal terpenting. Mangkanya Ponz memulai mengerjakan semua dari nol. Mereka bersinar karena layanan profesional tersebut. Mereka mengijinkan klien untuk menilai sendiri. Dimana 60% klien Haach kembali dan mendapatkan pengalaman menyenangkan.


Pada tahun 1997, Haach Face, Skin and Body Care didirikan oleh Ponz, beserta kedua adiknya dalam entrepreneurship. Ini merupakan satu upaya untuk mewujudkan impian ayahnya. Mendirikan satu usaha bersama keluarga bersama-sama.

"Kami mengidentifikasi kebutuhan pasar yang tidak ditangani baik para pemain pasar dan mulai membangun gaya hidup sehat dan konsep kecantikan," jelasnya.

Haach juga lahir dari keinginan mengatasi kurangnya profesionalisme. Dalam industri spa premium orang bernada sinis, dan Haach memberikan wanita rasa percaya diri. Mereka akan merayakan siapa mereka sebenarnya, daripada memuja yang bukan mereka.

Sebelum Haach, Ponz adalah Quantity Surveyor dalam industri berat dimana dirinya menjadi satu- satunya. Ia bekerja ditempat dimana laki- laki mendominasi hidupnya.

"Menjadi seorang wanita dalam industri yang didominasi laki- laki memperkuat tekad saya karena saya sering dinilai oleh bagaimana aku melihat daripada apa yang saya tahu; ini merupakan faktor penting untuk di Haach kita memperlakukan semua orang untuk siapa mereka."

Ponz percaya dirinya dan memiliki tekad level tinggi. Dia  melakukan kerja keras yang dibutuhkan untuk pemahaman yang lengkap dan menyeluruh di satu industri. Bergabung dalam bisnis Haach, ia bekerja dari nol, memulai semuanya sebagai therapis pemula.

Hingga kini terus berjalan sampai pada level manajerial, lalu level eksekutif. Ponz tau betul tentang aspek pelayanan yang utama, membuatnya lebih ke bawah atau down to earth. Ia juga memainkan peran penting bagaimana mengarahkan branding, pemasaran & komunikasi saluran perusahaan.

Konsep dan strategi Haach, adalah memplopori bagaimana pemasaran jaringan premium. Memberi contoh diri sendiri, sebagai seorang wanita yang sukses sarjana ilmu konstruksi manajemen dan ekonomi di Royal Melbourne Institute of Technology di 1996.

Contoh bagaimana bekerja Quantity Surveyor dalam industri pembangunan. Bisnis Haach adalah satu pelayanan dengan contoh dirinya sendiri. Haach didirkan Oktober 1997, lalu guna lebih memahami dasar bisnisnya, ia akhirnya mengejar Diploma dari Switzerland's Cidesco International di 1998.

Sebelum membangun Haach, Ponz Goo belajar di instutusi terkenal dibidang kesehatan tubuh, spa dan therapi kecantikan. Hari ini, Ponz Goo adalah Chief Executive Officer dari Haach Holdings Pte Ltd, dinamis memimpin strategi bisnis perusahaan secara keseluruhan.

Pada promosi akhirnya untuk Chief Executive Officer lagi, Ponz berujar menyampaikan ucapan terima kasih, "ucapan terima kasih dan kepercayaan dari para eksekutif  dalam realisasi gambaran saya akan Haach."

Entrepreneur Wanita Peraih Penghargaan


Sebagai CEO dan pendiri perusahaanya, ditangannya HAACH diganjar banyak penghargaan, antara lain: Enterprise 50 2003/ 2004, Singapore Promising Brand Award 2002/ 2003/ 2004, Singapore Promising Brand Most Distinctive Award 2004, dan Singapore Promising Brand Silver Award 2004.

Haach juga meraih International Superbrands Singapore 2002/ 2003/ 2004/ 2005 dan juga Global Entrepolis Award 2004. Ponz juga diganjar penghargaan Entrepreneur of the Year Award 2003, Finalist for the Young Chinese Entrepreneur Award 2003 and the Spirit of Enterprise Award 2003.

"Hal ini selalu sangat menyenangkan untuk melihat orang lain mengakui upaya kami yang dimasukkan ke dalam bisnis," jelasnya.
Ada kepuasan ketika masyarakat mengakui bisnis kamu. Inilah yang dirasakan Ponz Goo, yang siap memasukan dirinya ke dalam. Bagaimana Haach merepresentasikan sosok Ponz Goo pribadi. Bukan bisnis spa premium biasa.

Tetapi mereka memberikan contoh langsung nyata. Ketika beban kerja semakin intens Ponz akan, "mundur ke diri sendiri dan merenungkan fakta bahwa saya melakukan apa yang saya sukai, membantu orang dan juga memajukan industri di Singapura."

Ponz juga memiliki me time sendiri untuk mengisi ulang. Agar baterai semangat entrepreneurshipnya selalu terisi penuh. Dia menyukai traveling ke kota- kota baru, melakukan hal baru, hal yang nanti membuka ide- ide baru tentang Haach.

Sebuah quote inspirasi, entrepreneur Ponz Goo - bekerja keras dan percaya pada diri sendiri. Selain itu, kamu harus selalu berusaha untuk memahami diri sendiri dan pasar. Mengetahui apa prinsip- prinsip yang membimbing kamu sendiri dan keyakinan.

Seorang pengusaha adalah seseorang yang selalu mencoba sesuatu yang baru. Orang yang selalu suka untuk mengembangkan bisnis ke depan. Kegagalan hanya sebagai bagian dari proses pembelajaran. Baginya bekerja keras dari nol akan membuat kamu lebih belajar banyak.

Pengusaha Tempe Rustono Menjadi Miliarder di Jepang

Profil Pengusaha Rustono


biografi rustono tempe

Pengusaha tempe Rustono, pria kelahiran Grobogan, Jawa Tengah ini, yang sudah 16 tahun hidup di negeri orang. Istrinya bernama Tsuruko Matsumoto orang Jepang. Dia memiliki dua orang putri yang cantik- cantik. Yaitu mereka Noemi Kuzumoto dan Remina Kuzumoto berusia 13 tahun.

Berbeda dua tahun dengan kakaknya di Jawa. Pengusaha tempe Rustono malah memilih hijrah ke Jepang dan akhirnya hidup bahagia. Bermodal membuat tempe sendiri, Rustono berhasil mengukir namanya, sebagai pengusaha sukses menjadi miliarder di Jepang.

Hanyalah seorang pendatang akan tetapi bukan amatiran. Ia tidak pernah menyangka pertemuannya dengan sang istri akan menjadi cerita menarik. Dia yang lulusan dari Akademi Perhotelan Sahid pada tahun 1987, bekerja sebagai bell boy di Hotel Sahid Yogyakarta.

Atau, lebih mudahnya, dia hanya bekerja mengantar dan melayani kebutuhan tamu. Bertahun bekerja di sana, ia pun jatuh hati kepada wanita asal Jepang ini. Wanita itu Tsuruku Matsumoto kemudian dipersuntingnya di Indonesia.

Hijrah Pengusaha Tempe Rustono


Tahun 1997, keduanya memutuskan berhijrah ke Kyoto, Jepang, tempat asal istrinya. Rustono sempat bekerja di beberapa perusahaan Jepang. Dia bekerja mulai dari perusahaan sayur- mayur hingga perusahaan roti, dimana semuanya menuntut ketelitian dan tanggung jawab cukup besar.

Sebagai karyawan asing Rustono kesusahan beradaptasi. Saat itu, ketika menjadi pegawai, dia mulai belajar bagaimana berbisnis di negeri matahari terbit ini. Dia sadar bagaimana etos kerjanya para karyawan cukup tinggi.

Berkat pengalaman berbagai industri inilah jiwa kewirausahaan itu muncul. Hati kecilnya terdorong agar membuka usaha yang belum pernah ada di Jepang. Terinspirasi produk olahan nato, yang juga terbuat dari kedelai, ia lantas memilih berbisnis tempe walaupun tanpa pengalaman.

Meski keduanya sama- sama produk terbuat dari kedelai, keduanya memiliki cita rasa yang khas negara masing- masing. Ayah dari Noemi Kuzumoto ini mencoba menekuni bisnis makanan dan pembuatan tempe.

Sebenarnya dia memiliki sedikit sekali ilmu tentang bisnis tersebut, namun tekatnya telah bulat. Dia harus melewati fase trial and error dimana ia terus mencoba dan mencoba. Rustono menjalani pekerjaan tersebut kurang lebih selama empat bulan.

Tak puas akan hasilnya, dia rela pulang ke Indonesia selama tiga bulan untuk belajar membuat tempe yang lezat dari 60 pengrajin tempe di seluruh Pulau Jawa.

Kuatnya tekad dan semangat terus belajar memproduksi tempe. Akhirnya pengusaha tempe Rustono menuai manis. Dia berhasil membuat tempe yang lezat, bermodal bantuan ragi dari Indonesia, dan memanfaatkan sumber mata air di sekitar kediaman mertuanya.

Setelah berhasil membuat tempe enak masih ada kendala lain menantinya di Jepang. Rustono berhadapan dengan ijin usaha yang terbilang cukup rumit di Jepang. Produknya perlu melalui serangkaian tahapan- tahapan penelitian dan tes akan kandungan produknya.

Tak hanya itu iklim di Jepang ternyata tak bersahabat dimana kelembapan udara bisa mencapai kurang dari 60%. Proses fermentasi tempe secara alami tidak bisa maksimal sehingga dibutuhkan sebuah peralatan khusus.

Semua kendala menjadikan pelajaran berharga baginya di sana. Ia pun sukses menghadapi semua tahapan serta kendala tersebut hingga tempe Rustono mendapatkan ijin. Rustono telah berhasil mengantongi ijin dari pemerintah setempat sehingga produknya kini bisa diperjual belikan.

Inspirasi Pengusaha Tempe Rustono


Produk bermerek Rusto Tempeh dikemas secara sederhana namun steril. Produk yang kemasannya menggambarkan kehidupan kampung di Jawa itu kini laris manis. Memanfaatkan kemasan produk 200 gram, sekarang ini kapasitas produksi Rusto Tempeh bisa mencapai 16.000 setiap lima hari.

Ia memasarkan produk tempenya ini hampir ke seluruh penjuru kota di Jepang, baik di perusahaan jasa boga, rumah makan vegetarian, toko swalayan, sekolah-sekolah, hingga ke beberapa rumah sakit di Fukuoka. Karena ini menggunakan standarisasi berbeda dari tempat aslinya yaitu di Indonesia.

Rusto Tempeh menjadi panganan sehat menyehatkan bagi warga Jepang. Dari mulai produksi tempe ditambah kerja kerasnya kini Rustono sekeluarga bisa hidup nyaman di negeri jauh. Ia bahkan sekarang mampu membangun pabrik berkapasitas besar di pinggiran hutan dengan mata air jernih.

Pabrik baru tersebut luasnya mencapai 1.000 meter per- segi tersebut merupakan hasil kerja kerasnya kini. Ia semula hanya mengerjakan produk tempenya di rumah kecil bersama sang istri. Ia pun tak akan berhenti disana ketika jiwa kewirausahaan itu tumbuh terus.

Dilansir Tribunnews.com, ia yang telah sukses berbisnis tempe, tengah memperlihatkan bagaimana rumah dan pabriknya bekerja. Rustono juga menyebut dirinya telah memiliki segepok rencana bisnis baru. Dia telah memastikan bisnis tempe di Jepang akan terus berjalan.

Baginya kini ialah belajar kembali bagaimana agar berekspansi hingga ke berbagai negara lain. Kini ia tak hanya akan menjual tempenya di Jepang, tetapi juga sampai ke Korea Selatan, di Meksiko, Hongaria, Perancis, dan Polandia.

Masih banyak negara lain lagi yang ingin ditembus. Agar bisnisnya itu kuat, ia telah mempersiapkan dua negara utama siap menjadi pasarnya. Mereka adalah negara Prancis dan Meksiko. Kedua negara tersebut juga telah dikenal akan masakan khasnya.

Rustono telah mempersiapkan dua wanita yang mewakili negara keduanya. Mereka telah bekerja atau training cukup lama di pusat bisnisnya, Jepang.

"Biarlah urusan dalam negeri Jepang nantinya diatur keluarga saya, dan saya sendiri akan mencari tahu kesempatan bisnis ke negara lain," tekannya berkali- kali.

Ia baru saja membeli tanah seluas 4.000 meter persegi di dekat rumahnya seharga 6 juta yen. Lalu ketika dia bertanya kepada kontraktor berapa biaya membangun pabrik. Ia terkejut dengan angka yang ditawarkan itu mencapai 40 juta yen.

Keramahan khas orang Indonesia itu masih ada, namun sudah ditambah etos kerja yang tinggi khas Jepang. Baginya keberhasilan tempenya bukanlah tanpa kerja keras. Maka tak salah tidak hanya media Indonesia, media asal Jepang pun melirikanya sebagai sumber berita.

Tak disangka liputan media Jepang itu sampai kepada tetangganya yang berusia 80 tahun. Dia yang memiliki sebuah pabrik yang tak berjalan lagi mau membantu impian Rustono. Orang tua itu menjual kerangka- kerangka pabriknya seharga 50.000 yen.

Ketika seorang wartawan Tribunnews.com berkunjung, ia tengah mengawasi pabrik besar yang lagi dibongkar. Pabriknya seluas 18 meter x 6 meter akan menjadi pusat bisnis barunya. Dia berencana juga memasok tempe ke Indonesia. Rustono memastikan dirinya siap menjadi bos pabrik baru.

Di Eropa sendiri, tempe produksinya dijual sekitar 1,7 euro, sedangkan di Jepang harganya 250 yen sebungkus.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba