Gibran Anak Jokowi Pengusaha Katering Sukses

Profil Pengusaha Gibran Rakabumi Raka

 
gibrankatering.png
 
Gibran anak Jokowi tidak mengandalkan orang tua. Dia bernama lengkap Gibran Rakabuming Raka, yang merintis menjadi pengusaha katering sukses. Awal- awal dia sempat tidak nyaman disorot media masa. Kini profilnya dimana- mana disebutkan sebagai pengusaha sukses.
 
 
Dia bukanlah seorang penggaguran, yang akan selalu mengikuti ke mana saja ayahnya pergi. Memiliki bisnis stabil dia mampu membiayai keluarga kecilnya. Gibran juga mengikuti jejak sang ayah. Tanpa ragu dirinya terjun ke dunia politik bermodal wirausaha.

Dia memiliki bisnis serius dibidang kuliner yang mulai berkembang pesat. Bisnisnya bisa jadi motifasi bagi kita karena dia memulai semuanya dari nol.

Bisnis keluarga


Pagi itu, Senin 20 Oktober, pemuda bernama lengkap Gibran Rakabuming Raka itu diperkenalkan di depan awak media oleh Jokowi. Selain anak tertua itu, Jokowi juga memperkenalkan istrinya, iriana, serta dua anak lainnya, Kahiyang Ayu dan Kaesang Pangarep. 
 
Gibran memang jarang bersama ayahnya. Dia memilih sibuk bekerja dibalik usaha kateringnya. Lalu bagaimana dengan usaha keluarga?

Jokowi ingin anaknya melanjutkan bisnis keluarga. Itulah pasti yang dirasakan para pengusaha ketika masa jaya telah didapat, dan sang penerus telah mantap. Pemuda kelahiran Solo, 1 Oktober 1988 itu, malah sibuk mengurusi bisnis kateringnya, Chilli Pari Catering Service. 
 
Jokowi pun dikabarkan marah besar disaat putra sulungnya itu memilih membuka bisnis sendiri, " lha terus sing ngelanjutke sopo? Kalau saya jadi wali kota, siapa yang ngelanjutin? Kamu nggak nurut sama orangtua!" kata Jokowi.

Sejak lulus sekolah dasar, Gibran memang sudah hidup terpisah dari orangtuanya. Sejak SMP, dia tinggal di Singapura. Dia menempuh pendidikan setingkat SMA di Orchid Park Secondary School, Singapura, pada tahun 2002. 
 
Dia kemudian melanjutkan pendidikan di Management Development Institute of Singapore (MDIS). Setelah lulus pada 2007, dia pindah ke Australia untuk belajar di University of Technology Insearch, Sydney, Australia.

Saat kuliah lah Gibran menyebut waktu dimana dirinya tertarik di bisnis kuliner. Meski dipaksa- paksa untuk melanjutkan bisnis keluarga, ia tak bergeming. Dia melihat potensi bisnis kuliner khas Solo meski tak punya pegangan di bisnis tata boga. 
 
Satu yang dia pegang adalah prospek bisnis yang cerah, mengikuti intuisinya. Setelah lulus kuliah di 2010, dia nekat membuka katering kecil-kecilan. Gudang mebel sang ayah disulapnya menjadi kantor dan dapur.

Berdirilah usaha bernama Chilli Pari Catering Service itu. Meski sudah berjalan Jokowi katanya bersi keras tak mau mengeluarkan modal untuknya. Nama bukanlah asal dipilih. Gibran mempertimbangkan nama itu secara filosofi. 
 
Chilli yang berarti cabai. Warna merahnya menggambarkan keberaniannya. Sementara Pari yang dalam bahasa Indonesia yang berarti padi menggambarkan kemakmuran. Bermodal proposal, dia menyusuri tujuh bank untuk memberikan sokongan dana.

Akhirnya ada satu bank yang setuju untuk memberikan pinjaman modal. Usaha yang dimodali sekitar 1 miliar itu resmi berdiri pada Desember 2010, menggarap order kecil- kecilan di Solo.

Meski berkecukupan ia tak lantas merengek meminta bantuan modal. Dia konsisten dengan pilihannya atas intuisinya. Awalnya, Gibran hanya mempekerjakan belasan orang sajak. Namun sejak di bulan Januari 2011, perusahaan katering ini sudah memakai tenaga ratusan orang. 
 
Melihat perkembangan usaha anaknya yang maju akhirnya Jokowi luluh juga. Tahun 2011 Jokowi mengizinkan anaknya mengelola Catering wedding di gedung pertemuan Graha Saba milik Jokowi. 

Sekarang bisnisnya selain rutin mengelola catering di Graha Saba juga melayani katering berbagai event baik nasional maupun internasional. Catering Chili Pari milik putra sulung Jokowi ini sangatlah berbeda dengan catering lainnya di Solo. 
 
Katering di Solo hanya menyajikan menu-menu yang standar, seperti kroket, sup matahari, atau lauk sambal goreng hati. Di Chili Pari banyak disajikan menu-menu baru yang belum lazim di Solo, namun  penyajiannya tetap dengan ala "piring terbang" yang menjadi khas Solo.

Katering Chili Pari mengerti sekali karakteristik masyarakat Solo pada umunya. Kalau tamu nggak dilayani, itu nggak sopan namanya. Makannya dengan sistem "piring terbang" tidak bisa ditinggalkan dalam setiap event baik pernikahan, pertemuan dan lain sebagainya di Solo. 
 
Namun bagi sebagian anak-anak muda Solo yang sudah terbuka dan modern biasanya ada juga yang memilih sistem buffet. Anak sulung Jokowi memang tidak mematuhi orang tua tapi punya cara untuk meluluhkan mereka; dengan bekerja keras.

Bisnis katering ini dengan cepat tumbuh. Sebuah terobosan dia lakukan. Tak melulu menyediakan menu makanan khas Solo. Menu-menu andalan dari Jawa, Jepang, dan bahkan dari negara Barat, dia sajikan. Nama Chilli Pari pun semakin berkibar. 
 
Dan kini, Gibran tercatat sebagai Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia . Lalu bagaimana dengan bisnis mabel keluarga? Gibran pun mengatakan: "Saya nggak tahu nanti adik- adik saya apakah mau melanjutkan usaha Bapak atau tidak. Kalau saya, jelas sudah tidak mau," tegasnya.
 

Pengusaha Berhutang

 
Pengusaha katering sukses ternyata pernah berhutang. Menurut ceritanya dia sempat membuat usaha kertas. Dia tidak punya pengalaman. Melainkan bermodal kertas proposal mengajukan pinjaman. Tentu dia ditolak hampir semua bank. Dia masih bau kencur belum berpengalaman berbisnis.

Cuma satu bank setuju memberikan pinjaman Gibran. Itupun uang dikeluarkan tidak utus sesuai apa isi proposal. Pertama kali membangun bisnis dia tidak menyiapkan dapur. Malah menyulap kantornya jadi semacam restoran mini. 

"Pertama kali yang paling penting kantor depan dulu haru bagus. Dibelakang dulu belum ada apa- apa, cuma ada satu kompor," jelasnya di halaman situs Chili Pari.

Ternyata terdapat tujuan merubah kantor menjadi restoran mini. Disinilah orang akan datang mencicipi makanan kateringnya. Mereka tidak perlu tau bahwa di dalam cuma punya sekompor. Penampilan muka sangat meyakinkan pemesan katering.

Menjadi pemula bisnis katering tentu tidak mudah. Awal Chili Pari ditolak lantaran belum memiliki nama. Pernah dibatalkan karena pihak konsumen tidak mempercayai. Gibran memutar otak. Datanglah dia ke rumah konsumen yang membatalkan.

Tujuannya tidak lain bersilaturahmi baik- baik. Dia membawa sendiri katalog makanan. Bahkan dia membawa sample buat dicoba. Ditambah iming- iming bonus apabila melanjutkan pesanan. Dari Chili Pari, kateringnya merambah wedding organizer, souvenir, undangan bahkan foto pre- wedding.

Lewat bisnis kuliner Chili Pari muncul martabak manis besar Markobar, pasta bakar Pasta Buntel, Goola minuman tradisional modern, Ternakopi untuk kopi, dan Mangkoku buat makanan dalam mangkok aneka topping.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba