Difable Sukses Menjadi Pemimpin Perusahaan Dunia

Profil Pengusaha Handry Satriago


biografi handry satriago
 
Ia menjadi pemimpin perusahaan dunia walau kekurangan. Difable sukses berkat keyakinan akan diri tidak terjatuhkan. Handry Satriago tidak begitu dikenal anak jaman sekarang. Tetapi dia layak kamu tiru, suaranya lantang dan mampu menggunakan bahasa Inggris baik.

Dia tidak gentar berbicara di depan pemimpin perusahaan asing. Pengusaha lulusan Institut Pertanian Bogor jurusan bioindustrial pada 1994. Kelahiran Pekanbaru, 13 Juni 1969, merupakan lulusan terbaik tetapi berkekurangan.

Disaat berkuliah dirinya sudah terkena penyakit kangker di pinggang. Tepatnya dia diagnosa punya kangker getah bening. Didiagnosa pada Juni 1987, dimana dia masih berkuliah dan September 1987, sudah kehilangan kemampuan berjalan.

Menjadi Pemimpin


Dia harus memakai kursi roda. Sangat terpukul sampai tidak memiliki semangat hidup. Keluarganya menyemangati Handry bangkit. Mereka mendukung meyakinkan bahwa dia mampu. Teman- teman juga datang menghibur hatinya. Teman Handry membuatnya tertawa kembali sampai kuat dan tegar.

Hidup harus dijalani, maka Handry melanjutkan kuliah hingga selesai. Begitu selesai dia berniat buat melanjutkan keluar negeri. Mengapa tidak menjadi difable sukses bukan pilihan buruk. Ia nanti akan menginspirasi sesama mereka yang kekurangan fisik.

Ini dibuktikan dengan mampu mendapat dua gelar sekaligus. Pertama dia mendapatkan gelar master bisnis dari Institut Pengembangan Manajemen Indonesia (IPMI). Kedua dia berangkat keluar negeri mendapat gelar MBA dari Universitas Monash, Australia.

Ketertarikan akan pendidikan membuatnya kembali berkuliah. Kali ini, Handry bergelar PhD bidang manajemen bisnis Universitas Indonesia. Dia menjadi sosok ke 117 penyandang gelar doktor UI di manajemen strategis.

Ia pertama kali masuk ke dunia industri melalui perusahaan konstruksi. Dia bekerja menjadi bagian direktur pengembangan bisnis. Handry masuk ke perusahaan bernama General Electric. Pertama kalinya ia menjabat Business Development di GE International.

Di tahun 1998, dia pindah ke  GE Lightning Indonesia dan General Manager Industrial Lighting and System. Pertengahan tahun 2011, ia mengambil kesempatan menjabat Regional Black Belt di GE Power System Asia Pacific.

Dan dia juga bekerja menjadi Quality ACFC Leader untuk GE Power System Asia Pasific. Lantas dia menjadi Quality ACFC Leader untuk GE Power System Asia pada 2004. Sejak tahun 2005 sampai tahun 2010, dia memimpin Power Generation untuk GE Energy di Indonesia, Vietnam, dan Kamboja.

Kemudian pada 2011, Handry dipromosikan menjadi CEO GE Indonesia. Dia tidak pernah sekalipun menyangkan akan berkursi roda. Tidak pula menyangka bahwa akan menduduki puncak karir. Dia menjadi pemimpin perusahaan dunia sekelas General Electric.

Ketika dirinya menjadi manajer pengembangan bisnis GE Indonesia. Tiba- tiba Handry dihubungi presiden GE Asean, Stuart Dean. Dia ditugasi menangani tugas GE di Singapura. Kepercayaan bagi Handry merupakan sesuatu berharga. Dia akan melaksanakan tanpa keraguan.

Meskipun berkursi roda tidak sedikitpun keraguan. Ia terbang ke Amerika demia pelantikan di pusat perusahaan. Statusnya kemudian menjadi Presiden GE Indonesia sampai 13 tahun. Ini merupakan satu rekor terlama seseorang menjabat CEO.

"Semua ditunjukan yang diatas," ucapnya.

Tidak Bercita- Cita


Usianya masih 18 tahun memiliki segudang prestasi akademis. Handry menyebut penyakit itu datang di masa jayanya. "Itu terjadi ditengah- tengah tahun kejayaanku," tuturnya. Handry yang menyadari bahwa dirinya tidak sendiri; ia bangkit tidak terpuruk.

Ia sempat berpikir ingin menjadi dosen. Handry memang termasuk pemerhati pendidikan. Baginya, dulu menjadi dosen dan mengajar mahasiswa merupakan mewah. "Saya amat suka mengajar. Dulu saya mengajar di kelas- kelas setiap akhir pekan," kenangnya.

Benaknya berkata bahwa menjadi dosen memiliki wibawa. Bayangkan kamu duduk di kafe, sembari menyeruput kopi kemudian datang mahasiswa kamu menyapa. "Pak, saya dulu murid anda, sekarang sudah jadi ini dan itu," bayang Handry.

Ia senang. "It's feel sooo... good, saya bisa senyum- senyum sendiri," ujar pria 42 tahun. Kemudian dia pernah ingin menjadi jurnalis. Menurutnya media masa sangat berpengaruh dikala itu. Katanya, mengikuti karnaval, memakai rompi, bawa kamera, dan berwibawa.

Setahun lulus, dia ditarik perusahaan teknologi mengurusi internal perusahaan. Tiga tahun berlalu dia punya cukup uang. Handry memutuskan melanjutkan kuliah di Institut Pengembangan Manajemen Indonesia, dan lulus cum laude mendapat double- degree.

Ternyata Handry bukan sekedar profesional juga wirausahawan. Ketika kuliah, dia bersama teman- teman sempat membuka usaha desain grafis. Bakat dia mengelola perusahaan juga didasarkan suatu pengalaman. Pengusaha muda tersebut lantas dilirik pencari bakat asal General Electric.

"Saya tolak. Ngapain? Saya punya bisnis sendiri kok," tegasnya. Dimaklumi, pasalnya usaha Handry tengah jaya- jayanya, idealis pengusaha muda masih menggelora. Wah, ternyata sang pencari bakat sangat kekeh merayu Handry join.

Bahkan ia mengimingi aneka fasilitas mungkin didapat. Iming- iming fasilitas ditambah perjalanan keluar negeri meluluhkan. Posisi pertamanya manajer pengembangan di GE Indonesia. Dia pun menjadi bersamangat. Handry mematok dirinya menjadi next Jack Welch, CEO General Electric.

Tiga belas tahun menjalani karir datang kesempatan. Dia ditawari posisi presiden General Electric Indonesia. Saat itu, dia tengah menjalankan trip ke Vietnam membangun pembakit listrik. Pria kelahiran Riau, 13 Juni 1969, kemudian terbang ke Amerika buat diangkat.

Handry mengidolakan Abraham Lincoln. Ia mempunya jiwa wirausaha. Alhasil dia bukanlah sosok mudah menyerah. Handry merupakan pengusaha ulung sekaligus motivator. Ketika pasar dikuasai oleh Philips, ia mampu menaikan pendapatan sampai $6 juta walau bersaing ketat.

Dia mampu membuat nama GE lebih dipandang. Terutama dalam bisnis lightning yang namanya kurang dikenal. Putra tunggal Djahar Indra dan Yurnalis Indra, memiliki strategi unik yakni membuat bisnis lightning terpisah dari consumer goods.

Ia menawarkan lampu menjadi bisnis jasa. Strategisnya membangun bisnis paket cahaya berkontrak jangka panjang. Tawarannya tidak dilempar ke konsumen umum. Dia tau Philips menguasai. Maka ia menjual ke pabrik besar dan kecil bidang kimia, cat, dan tekstil.

"Anda santai saja, tata cahaya efisien kami urus," motonya.

Dia pernah sekolah di SMA Labs School Rawamangun, Handry menjadi sahabat sutradara hebat Riri Reza. Teman- teman Handry memperlakukan dirinya normal. Tidak ada pembicaraan menyinggung keadaan Handry.

Mereka menggotong Handry ketika mau nonton film bersama. Dibawanya dari kursi roda digendong sampai duduk di bioskop. Mereka memperlakukan Handry senyaman mungkin. "Teman- teman saya membuat percaya diri," ia melanjutkan.

Krisis moneter membuat harga dollar naik dan rupiah jatuh. Pembeli Glodok pernah menolak produk GE. Maka Handry menawarkan kontrak jangka panjang. Tidak menyerah, ia menawarkan separuh harga untuk produk- produk GE.

Solusi bisa diperoleh ditengah masa sulit. Ia menekankan ini kepada tim kerjanya. Kebanyakan dari mereka masih muda sehingga mudah jatuh. Handry terus memotivasi bagian penjualan bahwa kita bisa menjual.

Usaha Bebek Kaleyo Asli Enak Asli Resepnya

Kisah Sukses Usaha Restoran Bebek


usaha bebek kaleyo

Usaha Bebek Kaleyo mempunyai cerita tersendiri. Rasa gurihnya menggoda asli enak asli resepnya. Ini yang membuat tak tahan ingin mencicipi. Restoran ini terbilang unik. Karena rasa gurih pedasnya mampu menarik pembeli, bukan hanya dari Jakarta, tapi juga Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi.

Mereka rela bermacet- macet ria cuma buat menikmati hidangan khas bebek Kaleyo. Mereka adalah sosok kakak beradik bernama Hendri Prabowo dan Paulus Maria, pendiri sekaligus pemilik restoran Bebek Kaleyo.

Ditemui di tempat kerjanya, keduanya menuturkan perjalanan bisnisnya, hingga bisa sukses merajai.

"Kita sering melakukan banyak percobaan sehingga menghasilkan cita rasa berbeda dengan racikan bisnis bebek lainnya," jelas Hendri.

Resep Rahasia


Restoran bebek yang dikelola pasangan kakak beradik, pasangan Hendri Prabowo dan Fenty Puspitasari dengan Paulus Maria dan Riri Cahyanti ini, terbilang langsung laris ketika muncul disekitar tahun 2007 an.

Bisnis pertama kali didirikan di wilayah Cempaka Putih. Hendri berkisah, saat akan memulai bisnis restoran, ia mencari- cari bisnis apa akan enak digeluti. Dia terus berpikir bisnis apa memiliki potensi berkembang dan berkelanjutan.

"Dan bukan bisnis musiman," terangnya. Meski modalnya masih terbilang kecil, namun harus punya peluang untuk berkembang dengan baik. Maksudnya ialah bisnisnya bisa berjalan dalam sistem dan tidak mudah ditiru.

Hendri menambahkan bebek dipilih karena memang susah dimasak, sehingga akan sulit ditiru. Cara memasak bebek bukanlah perkara mudah, bagaimana caranya? Hendri menyebut dirinya harus sibuk mencari- cari cara begaimana memasak bebek.

Namun sengatlah sedikit sumber bacaan tentang bagaimana cara memasak bebek. "Karena itu, kami membandingkannya dengan melihatnya cara mengolah masakan dari bahan baku ayam," ungkap Hendri.

Hampir 300 halaman sejumlah menu dikliping, kesemuanya tentang cara memasak ayam. Dia mulai menyiapkan semua bahan lalu resep itu dicoba satu demi satu.

"Hampir setiap hari kita membeli satu ekor bebek untuk kita racik sesuai buku resep dari kliping yang kita kumpulkan," tambahnya. Kegagalan menjadi kata jamak diawal memulai bisnis bebek Kaleyo -nya.

"Kita tidak patah semangat, meski kucing saja tidak mau memakannya," ujarnya geli sendiri.

Percobaan tak berhenti hingga sukses ditegaskan oleh Paulus yang juga kakak ipar Hendri. Dengan sering mencoba banyak pengetahuan yang dikumpulkan oleh mereka. Hasilnya pasti akan ditemukan juga sang resep rahasia bebek Kleyo.

Menurut Paulus, mereka bahkan tega menjadikan keluarga sebagai "bahan percobaan". Mereka menawari beberapa suadara, kerabat, bahkan tetangga agar mencobanya. Mereka bersatu padu mencarikan rasa yang ideal kemudian menjadikannya resep Bebek Kaleyo.

"Bahkan kami sempat membandingkan dengan salah satu produk masakan ayam terkemuka asal Solo untuk mencari perbandingan dengan resep yang mereka ciptakan," ungkap Paulus lagi.

Mereka terus memperbaiki tiap kesalahan resep buatan mereka. Mereka memastikan resep bebek Kaleyo harus benar- benar bisa diterima lidah siapa saja. Saat ini restoran Bebek Kaleyo sudah memiliki 8 cabang di Jakarta.

Bisnis besar tak lupa resep itu distandarisasi -menjadi setiap pembeli dimana pun akan mendapatkan rasa sama, rasanya akan sama- sama persis seperti aslinya. Sebagai restoran spesialis bebek, Bebek Kaleyo memiliki tiga menu unggulan yaitu bebek goreng, bebek bakar dan bebek cabe ijo.

Soal bebek gorengnya akan disajikan berserta kremesan. "Kelezatan daging bebek makin terasa nikmat dengan cocolan sambal dan taburan kremesan, dan dengan harga yang terbilang sangat terjangkau," jelas Paulus.

Bebek kaleyo per potong seharga Rp 16 ribu, namun bila ingin mencicipi per ekor (terdiri dua dada dan dua paha) seharga Rp 62 ribu.

"Namun jika Anda memilih menggunakan bebek muda, harganya Rp 18 ribu untuk setengah ekor," terang Paulus.

Paulus pun berharap, di masa mendatang bebek kaleyo akan dapat berkembang pesat. "Kami terus meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk dalam mengelola sumber daya manusia," ungkapnya lagi.

Saat ini, restorannya telah mempekerjakan ratusan orang mendukung perkembangan perusahaan. Bebek kaleyo buka dari Senin hingga Sabtu pukul 11.00- 23.00 WIB.

Facebook Anak- Anak Kisah Entrepreneur Zach Marks

Profil Pengusaha Zach Marks


facebook anak- anak

Entrepreneur Zach Marks berkisah mengenai pengalamannya. Mengisahkan pengalaman pengusaha cilik ini membuat Facebook anak- anak. Dulu dia masih kecil sekarang usianya telah dewasa. Disaat usia 11 tahun, Zach menemukan Facebook kemudian asik bersosial media.

Pada jamannya merupakan hal belum lumrah memiliki sosmed. Alhasil orang tua Zach berkali- kali menegur anaknya. Ia terlalu banyak menghabiskan waktu. Kebanyakan anak usia 10- 12 tahun sudah berpikir wirausaha. 

Memang di Amerika, pendidikan begitu mendukung entrepreneurship sejak masa kanak- kanak. Ya usia kecil sudah menyenangi membuat sesuatu. Anak Amerika senang mendapatkan uang jajan dari kerja keras sendiri. Dimana kita malah sibuk bermain dan acuh akan kerja keras orang tua.

Orang tua Amerika juga mendorong anaknya berwirausaha. Contoh orang tua Zach yang mendukung sang anak berkreasi. Pada 2012, anaknya meluncurkan sosial media sendiri dan hasilkan tidak kurang 6.800 anggota.

Memang sosial medianya tidak sebesar Facebook atau Friendster. Nilai tersebut cukuplah tetapi satu permulaan besar. Apalagi Zach mempromosikan ini cuma melalui mulut ke mulut. Sosial media yang bernama Grom Social, atau Facebook anak- anak.

Membangun Bisnis Anak


Begitu ditegur mengenai efek buruk sosmed tidak membuat marah. Zach justru menemukan ide mau berbisnis apa. Dia memang ingin menjadi entrepreneur. Ia teringat perkataan orang tuanya bahwa di Facebook banyak konten dewasa. 

"Ledakan tersebut bukan hasilkan frustasi, tetapi kesempatan," ia mengenang ketika dimarahi. Pola pikir anak Zach merasa kesal. Kenapa dia tidak boleh mengikuti tren remaja bersosial media. Namun dia menemukan ilham berkat kesadaran.

Dia sadar bahwa kedua orang tuanya benar. Tidak melawan, Zach malah berencana membuat sosmed untuk anak- anak pra- remaja. Sosmed ini akan dibuat oleh anak untuk anak- anak. Penggunan anak akan bisa membuat konten, chatting, berteman dan bermain game aman.

"Itu hanya mulai hingga menarik perhatian," ujar ayah Zach. Darren Marks, ayah Zach, berkata bahwa, "ini menakjubkan bahwa bagaimana semua terjadi dan meluncur".

Zach tidak diam- diam. Malah dia mengajak saudara laki- laki dan perempuannya membantu. Mereka lantas berdiskusi melalui meja dapur. Ruang makan tersebut menjadi tempat nyaman sekeluarga buat berkumpul. Termasuk tempat membahas mengenai perbedaan Groom dengan sosmed lain.

Groom sangat nyaman buat internet pemula. Kamu bisa membuat karakter di sini. Semua konten juga hasil karya kreatif anak- anak. Sarah Marks, istri Darren dan ibu Zach, berkata bahwa kreatifitas sudah didorong ke anak- anaknya sejak dini.

Sebagai orang tua tinggal mengawasi mereka berkarya sendiri. Tugas orang tua memastikan bahwa keamanan dari konten negatif terjamin. Hasilnya mereka mendapatakn sertfikasi aman, atau A dari pihak Federal Trade Commission's Children Online Privacy Protection Act.

Pihak terkait memberikan nilai terbatas usia 13 tahun ke atas buat Facebook. Grom menjadi satu- satunya sosmed teraman anak- anak. Walaupun, faktanya banyak anak membuat sosmed di Facebook dibawah usia 13 tahun ini.

"Aku tau aku harus identifikasi jelas perbedaan antara Grom dan platform sosial media lain di sana, seperti Twitter, Facebook dan Instagram," jelasnya.

"Dengan pikiran seperti ini, aku menyarankan semua bibit entrepreneur untuk membangun sebuah perusahaan yang mempersentasikan sesuatu lebih dari sebuah produk," sambung Zach.

Orang tua akan mendapatkan notifikasi email, berisi pergerakan anak di sosmed, dari postingan dan situs terhubung. GromSocial juga aktif mengkapanyekan anti- cyber bullying, anti- drugs, dan anti- smoking. Keaktifan orang tua menjadi penting dalam perkembangan produk Grom.

Awal- awal Zach harus bekerja keras memperkenalkan GromSocial. Untung karena dukungan dari para orang tua begitu kuat. Dia belum kepikiran uang disaat pertama kali. Untuk pendanaan Zach mengakali melalui donasi. Dia juga mengajak perusahaan ramah anak menjadi bagian disini.

Ambil contoh dia mengajak Nickelodeon dan Disney lewat patnership. Ke depan, kemungkinan bisa Grom menyediakan pusat periklanan spesifik. "Tetapi membuat uang bukanlah tujuan," ucapnya. Tak dipungkiri dia dan keluarga mengeluarkan uang pribadi.

"Tidak terdengar tipikal, ini menjadi passion keluarga kami. Sekeluarga meyakini mampu membuat perbedaan di kehidupan anak- anak," ucap sang Predisen GromSocial.

Menjadi pengusaha berarti harus mampu menguangkan. Terdengar sinis, namun dibutuhkan biaya tidak sedikit mengelola sosmed. Bayangkan GromSocial telah memiliki 3000 sekolah rekanan. Satu cara situs menghasilkan uang ialah menjual iklan.

Para investor tentu tidak mau perusahaan tidak menghasilkan. Zach telah berbicara dengan banyak pihak. Tujuannya tetap membangun sosmed sehat termasuk periklanan. Zach beruntung karena dia bekerja bersama keluarga.

"Siapapun pengusaha akan kesulitan bila dia dikelilingi orang yang salah," Zach mengingatkan. Ini menjadi tantangan. Citra GromSocial sangat lekat kepada dunia anak- anak.

Bahkan guru bisa mengajar melalui Grom dan membuat kurikulum. Zach tidak bisa menafikan ini dengan berjualan iklan sembarangan. Di 2017, dia bersama keluarga memutuskan menjadikan ini perusahaan publik, atau menjual saham ke orang- orang.

Pilihan tidak mudah bahkan cenderung ambil resiko. Tetapi mereka menyadari Grom telah menjadi produk publik. Banyak orang datang justru karena visi dan idealisme sosmed ini. Hasilnya melalui penjualan saham, perusahaan ini memiliki nilai market $100 juta.

Pengusaha Kreatif Gus Kangdis Tidak Pintar

Profil Pengusaha Gus Kangadis


kisah gus kangadis
 
Pernah mendengar kisah orang tidak pintar tetapi sukses. Inilah kisah pengusaha kreatif bernama Gus Kangadis. Namanya mirip orang Indonesia bukan. Dia adalah warga negera Amerika. Orang tuanya asli Yunani, dibesarkan kemudian berangkat ke Negeri Paman Sam demi masa depan.

Mereka sekeluarga pindah pada 1974 tanpa uang. Berimigrasi dari Yunani ke Amerika tanpa punya apa- apa. Alhasil sekeluarga cuma hidup pas- pasan. Lantas bekerja menjadi guru sekolah swasta untuk anak yunani. Total ia mengajar lebih dari 300 siswa di kawasan Chicago, Amerika.

Kangadis sekolah di Socretes School usia 4 tahun. Ia diterim masuk walau usia muda dibanding anak kebanyakan. Di sekolah, sejak kelas 1- 4 sudah diajarkan mengenai sejarah Yunani, filsafat, dan juga budaya. Kangdis menemukan segala sesuatu terinspirasi Yunani kuno.

Kreativitas Tanpa Batas


Buku bergambar bercerita mengenai arsitektur, kesenian teater, astronomi dan biologi. Kangdis mulai terhisap ke dunia imajinatif. Berlanjut masa 80' an, buku mulai bergeser tanpa ilustrasi, inilah yang merangsang "pemberontakan" Kangadis.

Guru menjelaskan semua tekstual tanpa ilustrasi gambar. Tanpa ilustrasi, Kangadis mengakali ilmu pelajaran melalui gambaran sendiri. Dia ambil buku tulis. Dibuatnya gamba- gambar ilustrasi soal pristiwa. Persepsi visulanya sangat baik sampai bukut- buku penuh coretan.

Dia bukanlah mahasiswa terbaik. Tidak juga pintar tetapi sukses bertahan. Anggapan Kangadis soal pekerjaan rumah (PR) merupakan tugas robot. Mentalnya haus akan kreativitas dan butuh rangsangan diluar sekolah. Dia "menolak" PR dimana merasa itu merendahkan dirinya.

Pekerjaan rumah menekan mental menumpulkan kreativitas. Ia lebih senang mengeksplorasi ketika diluar jam pelajaran. Dia mulai kehilangan mata pelajaran. Nilai- nilainya menurun drastis dan nyaris tidak lulus setiap tahun kelas.

Anehnya Kangadis tidak memiliki minat layaknya anak- anak normal. Dia mungkin senang akan hal kreatif diluar sekolah. Namun dia tidak berpesta, bermain game seharian atau bermain diluar. Apalagi keluarga Kangdis tidak tinggal di lingkungan baik.

Dia tinggal di kawasan kriminalitas Chicago. Sekeluarga tinggal di apartemen lantai 3, dengan para tetangga tidak ramah, dan berbahaya keluar rumah. Ia tidak bisa keluar rumah. Kungkungan tersebut malah memperbesar rasa ingin taunya.

Imajinasi Kangadis berkembang melalui kesendirian. Mainan di rumah tidak sekedar menambah nilai kreativitas; ia ditakdirkan lebih. Baru di 1995, ketika lulus sekolah menengah swasta dan masuk ke sekolah tinggi, dia mendapatkan kebebasan berkembang.

Dia tidak pernah bersosialisasi keluar rumah. Di sini, Kangadis menemukan ketertarikan lebih akan budaya Yunani. Ia terpencil dari dunia. Kedewasaan membuka kemauan berkomunikasi. Dia ternyata sosok lucu dan ramah. Dia menjadi populer di sekolah.

Kangadis tertarik akan budaya pada individu, merasakan perbedaan setiap orang. Maka dia belajar menempa keberanian sendiri. Belajar sendiri mengenai menjalin hubungan. Di sekolah menengah, dia mulai menjalin persahabatan dan berhasil lulus dengan ijazah pendidikan umum.

Dia bekerja pekerjaan low end. Alias dia bekerja pekerjaan tidak bonafit. Pernah bekerja pelayan di restoran pusat kota, atau membantu memarkirkan mobil. Dia menemukan sensai lagi. Ingin rasanya ia merasakan kesukses orang- orang ini.

Para pemilik mobil nampak hebat di mata Gus Kangadis. Duduk disebelah mereka, ia bekerja lebih giat walau tidak kunjung naik pangkat. Tahun 1998, dia bekerja menjadi pelayan dan menjadi kasir bahan makanan pada 1999. Kangdis bekerja bergaji kecil senilai $ 5,25 per- jam.

Dia menemukan kreativitas dalam penjualan. Kangdis menyapa tidak kurang ratusan orang perhari dan ribuan perminggu. Dia terus belajar mengenai individu. Pekerjaan ini sementara, ia meyakini bahwa ini tidak selamanya, dan kembali belajar mengenai kreatifitas individual masing- masing.

Belajar mengenai kekasaran pembeli. Mempelajari kepolosan seorang nenek- nenek linglung. Sang nenek berkata bahwa memecahkan telur- telurnya. Kangdis tertawa melihat prilaku nenek. Tetapi tak mengejek, malahan dia menyisipkan dua karton telur ke dalam tas.

Hatinya senang membantu mereka diam- diam. Pelajara dipetiknya ialah bahwa apapun masalah, tidak apa- apa bila ada kebaikan. Tertawalah dan tunjukan kreativitas mu menyelesaikan masalah sulit. Melalui tiap individu dapat diambil kepingan pelajaran pembentuk kepribadian.

Entrepreneurship


Usia 17 tahun, dia sadar di dunia terdapat dua hal berlawanan: Kaya dan miskin. Egois dan serakah. Kasar dan negatif. Kangadis tertarik akan entrepreneurship sejak muda. Kelas 4 dan 5 kreativitasnya telah tinggi menghasilkan aneka hal. Dia menggambar dan menciptakan sesuatu.

Inilah kesenangan Kangadis bukan bekerja. Mungkin karena dia telah bekerja mandiri. Sejak kecil, dia sudah berjualan hasil karya sendiri. Kangadis lulus ekonomi dan bekerja menjadi pelaksana proyek. Tepatnya dia membantu mengerjakan proyek desain kampanye Obama.

Bekerja membuat pin kampanye, slogan, dan desain tempat. Pekerjaan Kangadis berlanjut membuat proyek Komite Olimpiade 2016, Kampanye Walikota Daley's, Departement Luar Negeri. Kangadis mengerjakan animasi Operah Winfrey Show, The Budweiser Maxim Magazine, MTV, VH1, dan juga CBS2 Berita Chicago.

Dia kemudian mendapat kesempatan membantu Shaquille O Neal, Superstar NBA. Karyanya telah diambil menjadi sampul Yahoo News dan Howard Stern. Kemudian dia menjadi perancang iklan untuk Las Vagas Hotel Club, Lilin di Vanesia, dan tidak terhitung lagi.

Lingkungannya termasuk selebriti papan atas Hollywood dan politisi. Kemudian Kangadis membuat perusahaan bernama BlockbusterPrint.com. Perusahaan cetak yang memiliki cabang di California, Ohio, Florida, Texas, New York dan Chicago sendiri.

Perusahaan percetakan online dan memiliki mesin lengkap. Di usia 27 tahun, keuntungannya sudah $ 12.000 pada 2003 silam. Ia lebih senang menciptakan sesuatu. Maka lewat entrepreneurship lah jiwa kreatif miliknya terpenuhi. Keluarga selalu mendukung Kangadis atas pilihan dalam hidup.

Ia mengistilahkan, "anda tidak bisa memaksakan kunci ke gembok yang salah". Menjadi orang yang tinggal bersama keluarga mendukung adalah menyenangkan. Kamu harus bersyukur lakukan apa jiwa mu inginkan. Kangadis menggabungkan imajinasi, filosofi, dan kreativitas tanpa batas.

Rahasia Ikan Bakar Pak Tarjo Berbisnis Sederhana

Profil Pengusaha Pak Tarjo


rahasia ikan bakar pak tarjo

Berbisnis sederhana namun pamor bintang lima. Apa rahasia ikan bakar Pak Tarjo begitu sukses sekarang. Buat kamu berdomisili di Jakarta, pastilah tau namanya, sang pengusaha satu ini memang sudah dikenal bisnis.

Meski secara resmi belum ada sosoknya terlihat di media masa. Informasinya bisnis ikan bakar telah dijalankan puluhan tahun, ikan bakar Pak Tarjo, tak ada kesan mewah atau glamor ketika kamu berkunjung di tempatnya.

Orang biasa melintasi Jalan Arteri Permata Hijau, Jakarta Selatan, kemungkinan besar pernah melihat kedainya. Sutarjo itulah nama pengusaha ikan bakar ini. Sudah 10 tahun lebih bisnis ikan bakarnya berjalan dan sudah banyak pekerjaan telah dilakoni sebelumnya.

Akan tetapi, tetap Tarjo selalu kembali ke bisnis ikan bakar dimana asapnya kamu dapat lihat hingga kini.

Merantau ke Jakarta


Kamu akan melihat sebuah kedai ikan bakar penuh asap. Aroma khasnya pastilah menggoda kamu buat sekedar berhenti. Kedai yang lengkapnya beralamat di Jl. Tentara Pelajar Alteri Permata Hijau ini, tidak pernah tampah sepi dikunjungi pembeli.

Rahasia ikan bakar Pak Tarjo agar tak pernah sepi dari naik- turun. Butuh bertahun- tahun untuknya membangun usahanya. Sejak kecil sudah terbiasa kerja keras. Tinggal di kampung nelayan di daerah Tulakan membuatnya akrab aroma ikan.

Teluk asri dimana bukit- bukit kapur mengitari pantai jernih, tetapi tak memberikan banyak kesempatan. Dia sekeluarga tak mendapat cukup rejeki dari sana. Lelaki 41 tahun ini hanya berijasah SMP jadi apa yang bisa dilakukannya; hanya menjadi seorang pencari ikan.

"Selama di Pacitan, saya juga sering melaut," terangnya. Selain itu, dia juga memanfaatkan secuil ladang milik orangtuanya buat berkebun.

"Saya juga menanam pohon kelapa. Kini hasilnya sudah bisa dinikmati orang tua di kampung," tutur pria yang berkulit sawo matang ini.

Kehidupan di desa tenang tidak memberikan Sutarjo banyak pengalaman hidup. Dia kala itu masih remaja, jadilah haus akan namanya pengalaman. Dari desa kecil itu, tahun1986, anak kelima tujuh bersaudara ini kemudian nekat merantau ke Jakarta.

Yang terbaik baginya, dia hanya bermodal Rp.15.000, dan akhirnya tiba di Jakarta tanpa tahu mau bekerja apa. Hingga suatu ketika, seseorang lantas menawarinya pekerjaan sebagai cleaning service.

Sutarjo tak betah bekerja menjadi cleaning service saja. Empat bulan cukup membuatnya matang keluar dari pekerjaan; mencoba peruntungan lain. Pekerjaan selanjutnya telah menunggunya, kali ini, dia cuma bekerja menjadi pekerja rumah tangga.

Sutarjo menjadi pekerja di sebuah rumah di Sunter, Jakarta Utara. Lagi- lagi dirinya jadi bosan hanya bertahan sekitar lima bulan saja. Dia kembali menjadi seorang cleaning service di sebuah perusahaan lalu berhenti kembali.

Pekerjaan sebagai kuli juga pernah dijalani meski tak punya bekal pengalaman.

"Per hari saya digaji Rp 2.500. Santapan sebatang singkong dan segelas bajigur saya bagi dua dengan kakak," tutur Sutarjo. Tak betah lagi bekerja menjadi kuli bangunan jadilah ia berhenti kembali.

Sutarjo memilih berusaha sendirian, banting setir menjadi penjual sayur keliling. "Jadi, pagi saya dagang sayur, dan siang hari jualan minuman ringan. Kalau malam buka warung makan dan menjual rokok," ujar suami Triati ini.

Berbisnis Ikan Bakar


Di tahun 1997, Sutarjo, bersama istri, dan seorang anaknya memulai bisnis warung makan. Menu utamanya warung makannya waktu itu adalah ikan bakar. Alasan Pak Tarjo karena kebanyakan orang memilih cuma berbisnis ikan goreng.

"Saya punya bumbu ikan bakar khas yang saya dapat di Pacitan," terangnya. Bermodal uang Rp.200.000 dan juga kaleng bekas kue kering. Hasilnya, ternyata ikan bakar itu cocok dengan lidah para pengunjung warung.

Ia pun kian serius di bisnisnya kali ini. Dimana keuntungan bisnisnya begitu besar cuma buat sekedar jadi tabungan. Dia bahkan sudah mampu membeli sebidang tanah seharga Rp.250 juta. Dari bisnis kedai seluas 35 meter persegi itu untungnya ternyata luar biasa.

Tengok lah, bagaimana ikan bakar buatannya memikat para penikmat ikan. Modal utamanya hanya sebuah bumbu ikan bakar ndeso; jadilah kota Jakarta ditaklukannya.

"Sampai sekarang, pelanggan terus betambah," ujarnya lagi. Berapa sih omzet berjualan ikan bakar saja? Sutarjo bersyukur bisnis ikan bakar miliknya sudah mampu mengantongi nilai ratusan juta perbulan.

Maklum, selain melayani langsung, usaha pesanan antar membuat ikan bakarnya makin digemari orang. Sejak 2008, Sutarjo sibuk berternak tokek disaat uang bisa terus mengalir. Itulah pengusaha dimana uang malah bekerja untuknya.

Dia beternak tokek dan membantu saudara memasarkan rumput laut. "Bisnis tokek sangat menjanjikan. Peminat tokek kebanyakan orang korea," jelasnya. Dari jualan enam ekor tokek seberat 3 ons sampai 5 ons, ia bisa mengantongi untung jutaan.

Padahal, di rumahnya kini, ia telah punya 600 ekor lebih tokek berbagai ukuran. Berkat ketekunan dan keuletan bisnis pria berkumis tebal ini, semakin tebal dompetnya.

Bermodal usaha ikan bakar Pak Tarjo, hampir setiap hari mengirim ikan bakar khasnya ke kantor pemerintah dan swasta, mulai dari Gramedia, Badan Pemeriksa Keuangan, DPR, Bank Permata dan lain- lain, pastilah menghasilkan puluhan juta.

Ada pepatah tak kan lari gunung dikejar bisa jadi tak kan lari rejeki dikejar; itulah nasib Sutarjo kini. Meski banyak usaha dilakukan justru ia kembali ke asalnya.

Dia kembali ke bisnis akarnya yaitu ikan, seperti di kampungnya dulu. Ikan bakar Pak Tarjo memang sangat tersohor baik dari kalangan atas ataupun bawah. Banyak artis dan pejabat sudah merasakan lezatnya ikan bakar buatannya. Wajarlah jika banyak orang yang berminat bekerja sama.

Beberapa orang telah bekerja sama membuka warung ikan bakar Pak Tarjo lain. Namun karena satu hal, Sutarjo akhirnya memilih untuk mengentikan kerja sama tersebut.

Sekarang selain di Jakarta, cabang satu- satunya tersisa hanya ada di dearah Tanjung Pinang, kepulauan Riau, milik seorang penjabat pemerintah di sana. Ia mengaku bukan karena kapok bekerja sama.

Tapi, dirinya mulai selektif memilih patner lebih berharap ke seseorang yang bukan hanya tentang mencari untung besar tandasnya. Dia memberikan beberapa syarat untuk dipenuhi mereka yang berminat kerja sama.

"Pembeli banyak dan pendapatan tinggi, baru mikir untung. Jangan langsung mikir untung," jelasnya lagi.

Saking laris bisnisnya, setiap hari, Sutarjo harus menyiapkan 2 sampai 4 kuintal ikan beragam jenis dari Muara Angke.

Kontak:

Jl. Tentara Pelajar Alteri Permata Hijau
Telp: 021-5332631, 08881804797, 081310000766
Buka jam 09.00 - 21.00

Biografi Soedono Salim Pengusaha Orba Besar

Biografi Pengusaha Soedono Salim


biografi soedono salim

Dalam biografi Soedono Salim termasuk pengusaha Orba Besar. Miliarder kelas kakap yang bernama asli Liem Sioe Liong, namun di pertengahan orde baru, ia memiliki nama baru. Nama Sudono Salim begitu melekat kala itu.

Jangan salah pemilihan nama itu bukan tanpa alasan nama Salim yang dipilih keluarga Liem itu - dikutip dari Majalah Tempo edisi 2 Juli 1983, memiliki sebuah arti tersendiri yaitu tiga bersaudara.

San dalam bahasa Mandarin berarti tiga, dan setelah itu ditambah dengan she asli, yakni she Liem, menjadi Salim. Nama Salim lah yang smembawa hoki untuk bisnisnya. Itu tak kalah dengan nama Liem, jadilah hoki berlipat.

Nasib baik menghantarkan tangan dinginya sukses mendirikan Salim Group. Perusahaan yang memiliki aneka bisnis seperti kepemilikan atas Indofood, Indomobil, Indocement, Indosiar, BCA dan juga ritel Indomaret.

Tepatnya pada Minggu 10 Juni 2012, Sudono Salim meninggal di Singapura, pada pukul 15.50 waktu setempat. Sudono wafat karena sakit yang telah dideritanya dua tahun terakhir.

Perantauan China


Soedono Salim atau Liem Sioe Liong adalah orang Tionghoa asli atau bukan peranakan) dimana ia dilahirkan di Fukien, Tiongkok, 19 Juli 1916. Salim memiliki saudara tua yang bernama Liem Sioe Hie dimana pada 1922 telah berimigrasi ke Indonesia terlebih dahulu.

Kala itu negara Tiongkok masih sangatlah miskin dan mereka banyak yang berimigrasi ke negara Asia Tenggara khususnya Malaysia dan Indonesia, tujuannya untuk mencari penghidupan yang lebih baik.

Proses transmigrasinya sangat sulit kala itu. Mereka harus naik kapal berlayar di samudra luas selama satu bulan. Tak sedikit yang meninggal di perjalanan. Kembali ke cerita hidupnya. Kakaknya yang terlebih dahulu sampai di Indonesia kemudian tinggal di Kudus, jawa Tengah.

Ia sering mengirimi surat mengabari Salim bahwa Asia Tenggara khususnya Indonesia memiliki harta karun pujaan bangsa- bangsa Eropa. Indonesia lebih menjanjikan untuk hidup sebutnya dalam surat untuk Salim.

Tempat yang lebih baik daripada Tiongkok kala itu, ditambah kabar Jepang akan menyerang China kala itu. Liem Sioe Liong kecil akhirnya bertekat baja untuk menyusul sang kakak ke kota Kudus. Ia berangkat menumpang kapal Belanda yang akan menuju Indonesia.

Kakaknya bernama Lin Shao Liang yang telah berdagang lama. Setahun lebih awal dia datang dari si adik Salim. Disini Soedono Salim bekerja "magang" berdagang jagung, beras dan kedelai. Salim sampai di Indonesia setahun setelah sang kakak.

Salim datang setelah terombang- ambing di lautan luas. Saat itu, Kudus merupakan pusat penghasil rokok dimana membutuhkan bahan cengkeh dan tembakau yang banyak. Ia menawarkan dirinya untuk mengurus kebutuhan cengkeh.

Inilah bisnis paling pertama seorang Soedono Salim di Indonesia. Dia sangat terlatih untuk pekerjaan sebagai supplier cengkeh bahan baku rokok ini.

Dia pun sering mencari "jalan belakang" agar keuntungan berlipat, yaitu menyelundupkan barangnya lewat jalur Maluku, Sumatra, Sulawesi Utara, Singapura dan akhirnya Kudus. Maklumlah kala itu bisnis semacam ini menjadi monopoli orang- orang Eropa di Indonesia.

Salim menikmati untung besar sekali dari cengkeh. Ia kemudian merambah bisnis tekstil. Ia membeli tekstil murah dari Shanghai dan menjualnya kembali di Indonesia. Liem memang terkenal piawai mencari sumber dagangan murah.

Ketika tinggal di Kudus, tak terasa, ia jatuh hati kepada seorang wanita asal Lasem.Wanita yang berasal dari keluarga berada terbukti dari sekolahnya yang di Sekolah Belanda Tionghoa. Dia mengajukan lamaran tapi ditolak sang ayah karena takut anak gadisnya dibawa ke Tiongkok.

Ia segera meyakinkan ayah sang gadis. Akhirnya mereka pun menikah dan digelar sangat meriah selama 12 hari. Untuk menjaga kepercayaan, Salim jadi semangat bekerja karena dia tau istrinya bukan orang biasa.

Hikmah dibalik musibah


Ketika Jepang masuk ke Indonesia di 1944, usahanya mengalami kemunduran dan akhirnya harus bangkrut. Selain itu ada musibah lain yaitu kecelakaan mobil dimana mobilnya masuk jurang. Untung dia selamat meski seluruh penumpang lain selain dirinya tewas.

Dia mengalami koma selama dua hari itu. Setelah kondisi tubuh membaik serta kondisi negara setabil, Salim memutuskan memboyong seluruh keluarga ke Jakarta. Ia pun membangun bisnisnya dari awal lagi.

Ketika Jepang eksis, maka Salim berjualan minyak kacang kecil- kecilan di Kudus, Jawa Tengah. Ia mencoba jalur cengkih kembali. Ketika Jepang mundur, musibah kembali mengenai Salim, uangnya beruapa mata uang Jepang berkarung- karung tidak laku.

Pemerintah Indonesia bangkit dan membuat mata uang sendiri. Alhasil dia harus relakan kekayaan itu hilang. Pemerintah hanya mengganti berkarung- karung menjadi sepeser. Tiap masyarakat Indonesia berhak mendapatkan uang satu rupiah per- orang.

Di rumah Salim, ada delapan orang tinggal, yang berarti delapan kali satu yang berarti cuma delapan rupiah uang. Salim belajar bahwa bisnis tidak bisa mengejar uang. Nilai uang dapat hilang seketika tetapi usaha kita tidak.

"Bisnis itu tidak boleh atas dasar uang, tapi harus atas dasar barang," ia seperti memberi nasihat. Di jaman awal kemerdekaan orang hidup susah. Banyak tidak paham mengenai berdagang. Ketika orang lebih banyak mengeluh, Salim lebih memilih bekerja mengakali strategi bisnis.

Dia mengatakan bisnis harus didasarkan barang. Hasilnya ia melakukan aneka difersifikasi macam- macam bisnis. Tentu Salim belum melirik bisnis properti karena siapa mau beli. Masa Orde Baru, nampaklah ekonomi Indonesia berkembang, semua orang sudah punya uang dibanding dulu.

Ia mengambil keputusan lebih tegas. "Saya ambil keputusan: apa yang harus dilakukan sebagai orang dagang," tegasnya. Salim berangkat ke Jakarta karena melihat masa depan cerah. Tahun 1951, Salim tiba di Jakarta, kemudian mulai berdagang kembali.

Alih- alih Salim menjadi pengecer atau distributor. Dia malah belajar membangun industri sendiri. Dari sini, lahirlah pabrik sabun, pabrik paku, pembuatan sepeda, penggilingan karet, kerajinan dan makanan. Sang pengusaha Orba besar karena menjadi pelopor industri jaman tersebut.

Ia kemudian membuka usaha perhotelan, bangunan, asuransi, dan bahkan perbankan. Prinsip usaha Salim adalah jasa. "Kalau jasa itu jalannya betul, otomatis bisa jual lancar," katanya. Dalam biografi Soedono Salim, masih nampak ucapannya terbata- bata karena kurang lancar berbahasa.

Orang- orang banyak menyebut Salim gila. "Orang suka bilang ini-itu punya Liem Sioe Liong. Gila apa? Tapi kalau orang lain suka pakai nama Liem, bisa bilang apa?” katanya kepada majalah Tempo, wawancara pertama pada Maret 1984.

Ketika Era Soeharto, dia adalah salah satu orang terdekatnya sehingga sering mendapat kemudahan dalam hal bisnis. Ketika itu dikenal lah istilah The Gang of Four yaitu empat orang pengusaha yang selalu kompak diantaranya Soedono Salim, Sudwikatmono, Djuhar Susanto dan Ibrahim Risjad.

Mereka kemudian bersama mendirikan CV Waringin Kentjana dimana Liem Sioe Liong sebagai chairman dan Sudwikatmono sebagai CEO nya. Empat orang tersebut kemudian membangun pabrik tepung terbesar bernama PT. Bogasari.

Menjadi Pelopor


Bogasari adalah perusahaan swasta, bukan BUMN akan tetapi mendapatkan fasilitas melebihi perusahaan BUMN seperti pelabuhan sendiri dimana kapal- kapal yang mengangkut atau ada hubungannya dengan terigu bisa langsung merapat ke pabrik.

Dengan kemudahan dari pemerintah seperti ini, Bogasari bisa memonopoli kebutuhan terigu di tanah air. Ini adalah kesuksesan terbesar dalam hidupnya. Sukses dengan Bogasari, the Gang of Four kemudian mendirikan pabrik semen di bekas kantor Bogasari yang sudah tak terpakai lagi.

Di jalan Asemka, Jakarta, dimana luasnya hanya 100 m2, lahirlah perusahaan yang lantas bernama PT. Indocement Tunggal Perkasa, perusahaan ini tumbuh super cepat. Seperti halnya Bogasari, perusahaan ini mendapat perlakuan khusus dan tumbuh dimana- mana.

Karena kekuatannya dalam memonopoli dan mendekati penguasa, kelompok ini juga dijuluki Tycoon of Cement. Ekspansi usaha selanjutnya adalah di bidang properti dimana The Gang of Four ini menggandeng pengusaha Ciputra, lantas mendirikan real estate PT Metropolitan Development.

Karya-karyanya meliputi Perumahan Mewah Pondok Indah dan Kota Mandiri Bumi Serpong Damai. Om Liem memang lah orang cerdik. Dia taus sedang dimudahkan penguasa, jadilah bisnis dikebut secepat kilat. Dia mampu sukses tanpa terjebak dalam kemewahan.

Meski telah menggurita dia masih sadar bahwa bekerja keraslah sebelum kekuasaan itu hilang. Seolah telah meremalkan kejatuhan penguasa. Atau memang Salim sendiri tau tak ada yang abadi seperti yang telah dilaluinya dulu.  Dia bekerja keras kemudian mendirikan usaha PT. Indomobil.

Tak juga ketinggalan bidang perbankan kemudian digarapnya. Bersama Mochtar Riyadi, Soedono Salim sukses membuka BCA (Bank Central Asia) dimana dikemudian hari bank ini telah menjadi bank swasta terbesar kedua di Indonesia dengan total asset sebanyak 99 juta dolar.

Kerajaan bisnis Liem Sioe Liong meliputi ada Indofood, Indomobil, Indocement, Indosiar, BCA, Indomaret, Indomarco, PT Mega, Bank Windu Kencana, PT Hanurata, dan PT Waringin Kencana dan lain-lain dimana kesemua bidang usaha ini bernaung dibawah organisasi bisnis Salim Group.

Dalam masa keemasan ini Om Liem pun dinobatkan sebagai orang terkaya se Indonesia dan Asia bahkan ia masuk dalam daftar 100 orang terkaya dunia dimana sampai saat ini belum ada lagi orang Indonesia yang mampu, paling banter hanya 1000 terkaya dunia.

Dampak krismon


Kelompok Salim atau Gang Four mewujudkan industri lokal. Tidak terpikirkan jaman tersebut orang Indonesia berdikari. Kekuasaan perusahaan asing dimentahkan karena sudah mereka kuasai. Nama mereka terkenal sebagai "Raja Semen", dan kemudian dikenal pula berjuluk "Raja Bank".

Ada usaha patungan bersama perusahaan lain maka mereka eksis. Bahkan saham kelompok tersebut menjadi terbesar sampai separuhnya. Sebut nama perusahaan Hagemeir asal Belanda, diambil alih 51%, dan tentu mereka berhak membuat policy.

Termasuk mereka mengatur besar ekspor perdagangan. Sejak 1982, mereka memiliki keleluasaan untuk berekspansi keluar negeri. Termasuk pembelian Hibernia Banchares,  San Frasisco, senilai 80% saham, dan Shanghai Land Investment. Ltd, Fujian China, senilai saham 54,4%.

Roda kehidupan memang selalu berputar jalannya. Kadang diatas tapi pasti akan merasakan rasanya dibawah lalu ke atas lagi. Begitu juga dengan perputaran bisnis Liem Sioe Liong. Ketika sang pelindung yaitu Soeharto lengser maka bisnis Salim Group pun juga terkena dampaknya.

Disaat kemunduran Soeharto juga dibarengi dengan krismon. Kekayaannya pun turun drastis tergerus krisis moneter itu. Rumah Om Liem yang berada di Gunung Sahari pun diobrak abrik kelompok yang mengaku golongan reformis sehingga Om Liem dan keluarga terpaksa hijrah ke Singapura.

Salim pernah tersandung masalah peternakan tiram di Teluk Meizhou. Pada Maret 1986, masalah investasi ke China tersebut, bermasalah dalam pengurusan kilang minyak senilai $ 800 juta. Namun dia mampu mengatasi bahkan menjadi pengontron kilang ini.

Usaha kilang Teluk Meizhou merupakan patungan  China Fujian Petroleum Co., China Petrochemical International Corp., Fujian Investment & Enterprise Ltd., dan China Pacific Petroleum Ltd. Salim mampu menjadi pengontrol menurut The Asian Wall Street Journal.

Usia Om Liem yang tak muda lagi ditambah segala masalah yang terjadi di bisnisnya akibat mundurnya sang penguasa Soeharto dan krismon membuat Om Liem melimpahkan segala urusan bisnis kepada sang anak, Anthony Salim dan juga menantunya Franciscus Welirang.

Liem Sioe Liong tetap bermukim di Singapura hingga meninggal dunia pada tanggal 10 Juni 2012 di usia 96 tahun. Jika dilihat kembali kekuatan bisnis Liem Sioe Liong tak hanya diketahui di dalam negeri, bahkan di luar negeri pun keperkasaan Soedono Salim diakui.

Majalah Insight, Asia’s Bussines Mountly yang terbit di Hngkong edisi Mei 2013, membuat karikatur Liem Sioe Liong yang mengenakan pakaian Napoleon Bonaparte dimana dadanya penuh tempelan lencana bisnisnya.

Group Salim begitu berani dalam segala aktifitas bisnisnya seperti saat Go Public perusahaannya di bursa saham, ia melakukannya dengan gencar tak perduli isu bisnis apapun yang sedang marak. Liem begitu percaya diri akan langkah- langkah bisnisnya seperti yang disampaikannya pada publik.

"Jika kamu hanya mendengarkan apa yang dikatakan orang, kamu akan gila. Anda harus melakukan apa yang kamu yakini," menjadi filsafah bisnisnya.

Mungkin falsafah itu pula yang membuat anak muda miskin yang merantau dari Tiongkok ke Kudus, Liem Sioe Liong atau Lin Shao Liang atau Soedono Salim atau Om Liem menjelma menjadi Raja Dagang Indonesia.

Blogger Fotografer Wirausaha Sosial Brandon Stanton

Profil Pengusaha Brandon Stanton


blogger fotografer

Menjadi blogger fotografer Brandon Stanton mengemban misi sosial. Wirausaha sosial yang ingin membagikan kehidupan masyarakat New York. Dia sebenarnya bukanlah siapa- siapa, hanya seorang pegawai di firma trading.

Brandon adalah seorang bond- trader (jual beli surat hutang) Gambit Trading LLC, Chicago. Brandon Stanton bekerja di firma tersebut selama dua tahun sejak 2008. Tepat, pada Juli 2010, ia resmi mengaggur tak lagi dipekerjakan di sana.

Blogger fotografer kelahir 1 Maret 1984, namanya mulai dikenal bukan sebagai pegawai firma. Dia dikenal karena memilih untuk hidup sangat bebas berkeliling seluruh penjuru kota New York.

Hobi Foto


Pria yang lahir dan tumbuh di Marietta, Georgia, atau tepatnya di kawasan sub- urban Atlanta, bersama seorang saudara laki- laki, Ryan Stanton. Menyelesaikan pendidikan di The Walker School pada 2002, lalu ia masuk University of Georgia, mengambil jurusan sejarah.

Dalam sebuah interview siapa sosok yang bisa menjadi panutan seorang Stanton; adalah sosok sang profesor sejarah Inggris. Dia, Kirk Willis, yang sukses mengajarkan cara bercerita secara storytelling.

Di awal 2010, selepas dari perusahaan tempatnya bekerja, hidup tampak lebih berbeda baginya. Kala itu ia memutuskan membawa kemanapun langkahnya bersama kamera Canon EOS 7D. Meski Stanton tidaklah secara formal belajar tentang cara memotret.

Dia tetap memotret apapun belajar secara otodidak. Mengisi waktu, Stanton mengambil gambarnya sendiri di daerah pinggiran kota Chicago.

"Kebebasan untuk mengontrol waktu saya sendiri dan karya saya sendiri sangat memuaskan," ujarnya.

Memasuki bulan Juli 2010, dia tidak memiliki pekerjaan tidak membuatnya langsung mencari. Dia memilih menekuni hobi telah lama hilang. Sebuah tiket perjalanan dari American Cities dibelinya, dan jadilah perjalanan panjang dari kota  New Orleans, Pittsburgh, dan kemudian ke Philadelphia.

Ini kesempatan baginya berinteraksi secara normal lagi; membuatnya bersyukur. Stanton bersyukur memilih berlibur sekaligus lebih dalam melihat dirinya sendiri.

Perjalanan menyenangkan tak lagi dibatasi oleh sibuknya pekerjaan. Tumbuh dari sekedar iseng memotret sesuatu tentang kota dikunjungi. Stanton lantas mulai sibuk memfoto- foto secara candid ( atau sembunyi- sembunyi, tanpa permisi) setiap objek menarik saja.

Objeknya lalu berubah lagi, dari keadaan kota, ia mulai memilih manusia di sekitarnya. Dari secara sembunyi- sembunyi, Stanton lantas menggunakan metode lain. Dia juga mendekati objek fotonya; meminta mereka difoto secara spontan.

Objek ini akan bergerak sesuai perasaan mereka bukan atas perintah Stanton. Brandon kemudian mengupload foto- fotonya ke Facebook. Telah jadi bagian perjalanannya berwisata, akhirnya tibalah ia bersama kamera Canon di kota New York.

Di kota inilah, Stanton memilih menetap dari Agustus 2010, tinggal beberapa waktu mendalami cara fotonya terbaru. Dia biasa memotret setiap hari selama dua atau tiga jam dan semakin giat ketika matahari akan terbenam, yang disebutnya saat terbaik.

Dia terus menyusuri jalan hingga menuju West Coast, dan setiap sisi ini benar menggagumkan. Mengikuti kesesuaian gaya memotretnya yang unik. Setiap orang siapapun menurutnya menarik akan diajaknya difoto.

Kemudian kembali ke laman Facebook, Stanton menguploadnya ke sana, siapa sangka tanggapannya sangat menarik.

Foto Blogger


"Ketika saya pertama kali memulai, itu adalah murni obsesi, tapi sekarang ini adalah masalah disiplin. Ini semacam seperti lari jarak jauh. Anda harus berlatih setiap hari. Jika Anda mengambil beberapa hari libur, sulit untuk kembali ke luar sana," jelasanya.

Itulah cara terbaik untuk belajar foto bagi Stanton. Jalan di New York benar sesuai akan gayanya, teruslah ia terus memotret setiap objek di New York. Dia memotret manusia, mereka yang hidup di kota tersebut hingga beberapa mil langkah.

Berawal cuma satu foto menjadi satu album penuh dan dibagikannya kepada teman- teman di sosial media. Kala itu ia membagikan foto- fotonya melalui album berjudul "Human of New York". Album khusus yang ada di profil Facebooknya semakin mendapatkan sambutan positif.

Dia ingat betul kata- kata mereka yang mengagumi, "terima kasih telah meyakinkan ibu saya, tidak apa- apa jika kita tinggal disini."

Sejalan waktu, album fotonya jadi Human of New York II, disusul Human of New York III. Sejak saat itu pula, Stanton punya ambisi baru yaitu membuat 10.000 foto jalananan hingga bisa menciptakan satu peta interaktif, menciptakan konsesus secara fotografik apa itu New York.

Dia bahkan rela tinggal menetap di sana, di New York, cuma untuk mencapai tujuan barunya itu. Dari profil Facebook, Stanton beralih ke Blog Tumblr bernama humanofnewyork.com.

Dan ia memindah semua album ke fans page tepat di November 2010. Jadilah seorang mantan trader menjadi blogger sekaligus fotografer jalanan. Di awal tahun hanya ada foto- foto tanpa kata- kata. Blognya berubah drastis ketika Stanton mulai menulis blognya.

Dia aktif berbicara tentang objek fotonya, menulis beberapa kata di setiap post. Sejalan waktu, blog Tumblr itu semakin tumbuh jadilah ia mempekerjakan dua orang relawan sebagai asisten.

Kini, mereka terfokus pada blog dan fans page. Di tahun yang sama profilnya masuk majalah Vogue. Pada Mei 2013, ia diberi sebuah kehormatan mengambil foto pegawai Facebook di markasnya, New York.

Tepat hingga Oktober 2013, blog miliknya telah memposting hampir 6.000 foto, dan juga 1,6 juta pengikut di fans page dan 4.000 pengikut di Tumblr. Buku pertamanya berjudul sama "Human of New York", diluncurkan pada 15 Oktober 2013.

Hasilnya?

Buku yang diterbitkan oleh St. Martin's Press itu terjual 30.000 ribu kopi dan masih pre- order. Buku ini kemudian sukses mencapai posisi nomor satu di The New York Times Non- Fictional Best Seller 2013 untuk bulan November.

Desember 2013, majalah TIME resmi menobatkan sosok Brandon Stanton dalam 30 Under 30 Changers. Maksudnya adalah sosok pemuda yang sukses menginpirasi. Mampu merubah apa itu berusaha bagi mereka sekitarnya.

Dia pantas disebut wirausaha sosial karena tanpa komersil. Keseluruhan baik blog ataupun sosmed Brandon tidak menguangkan. Dia lebih memilih menjual buku. Ia lebih tertarik menunjukan sisi dari kemanusiaan melalui foto- foto.

Toko Tenda Store Kisah Pengusaha Erik Gunawan

Profil Pengusaha Erik Gunawan


pemilik tenda store
 
Usaha toko Tenda Store memang berbeda dibanding bisnis sejenis. Kisah pengusaha Erik Gunawan bermula pengamatan pasar. Bahwa masyarakat memiliki kebutuhan akan tenda- tenda praktis. Inilah cikal Erik mengambangkan usaha tersebut.

Alih- alih dia menyewakan tenda opsi utamanya membuatkan. Usahanya juga menciptakan produk tenda sendiri. Kalau kamu biasa akan mall- mall maka akan sering dijumpai.

Nah, toko Tenda Store memberikan peluang siapapun, termasuk mereka yang mau membuka usaha di pinggir jalan. Erik menawarkan tenda custom termasuk hiasannya lengkap. Dia mengatakan produk andalan mereka adalah tenda membrane.

Toko Tenda Store


Mereka menjual aneka jenis tenda berbagai ukuran. Bisa digunakan acara mall, tahan ditaruh di kawasan apartemen, gedung perkantoran dan restoran. Fungsinya macam- macam seperti buat tempat jualan, tempat istirahat outdoor, tenda pernikahan, atau fungsi promosi produk.

Toko utama terletak di kawasan Jalan Pluit Selatan Raya Nomor 2, Penjaringan, Jakarta Utara.  Erik menyediakan berbagai macam tenda. Ada tenda membrane, tenda kafe, tenda kemah, dan juga tenda mobil. Ia menjadi pelopor pembuatan tenda pertama.

Pelanggan beban menentukan desain. Bahkan Erik menerima sesulit apapun desain tenda. Pelopor pembuatan tenda menjelaskan siap menyesuaikan. Kebutuhan masyarakat akan dipenuhi termasuk aneka bentuk tenda.

Pengusaha muda ini jualan tenda kerucut, tenda cafe, tenda lipat, tenda mekanik, tenda darurat, tenda sarnafil, tenda mekanik, dan tenda listrik. Pembuat tenda pertama menyediakan fondasi solit. Mulai dari jenis, bentuk, dan bahan berkualitas tinggi tahan 15 tahun.

Selain itu variasi warna banyak sesuai selera pelanggan. Buat tenda darurat atau tenda bencana, Erik akan siap mengirim langsung. "Kami selalu siap mengirim ke lokasi bencana," ujar Erik kepada pewarta Detik.com

Bukan cuma tenda mereka juga menyediakan bahan terpal. Tenda Store sedia menjual aneka terpal berbagai ukuran. Jenis terpal dijual juga beraneka macam bahan, mulai dari bahan plastik, terpaulin, geoterpal khusus, terpal limbah cair atau terpal kolam ikan.

Erik mengatakan usaha mereka banyak dipercayai banyak pihak. Mereka termasuk badan terenama di Indonesia, sebut saja Yayasan Artha Peduli, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Bank Mandiri dan berbagai pihak lain.

"Bagi saya, tenda tidak sekadar proyek, tetapi sebuah karya seni yang dikerjakan dengan sentuhan kreativitas dan mampu membawa nilai lebih pada suatu tempat," ucapnya.

Ia menjawab kebutuhan masyarakat mengenai kualitas. Sebuah tenda membutuhkan waktu, ketelitian dan sentuhan kreatif. Bentuk harus menarik sehingga menjadi pelengkap keindahan. Erik bahkan siap turun tangan ke lapangan memastikan.

Pemesanan bisa melalui online store tendastore.com. Ia juga menawarkan sistem pemesanan melalui WhatsApp. Dia berharap tendanya menjadi penunjang para pengusaha. Ingin menjadi pilihan utama bisnis masyarakat. Erik meyakini bahwa tenda merupakan karya seni.

Alhasil mereka akan terus mengembangkan aneka desain. Bentuk tidak monoton harus memenuhi kebutuhan masyarakat. Trobosan- trobosan tenda harus menyesuaikan kebutuhan zaman. Di tengah pandemi Corona, Erik juga mengambil peran membantu masyarakat lewat aneka APD.

Alat Pelindung Diri atau APD sangat dibutuhkan masyarakat. Tenda Store sebagai pelopor tenda siap menyediakan bahan baku. Erik memang ahli dalam pemilihan bahan. Maka mereka mulai produksi aneka APD berbahan plastik mika.

Demi membantu sesama bahkan rela menjual mobil. Erik merasa bertanggung jawab membantu di masa pandemi. Melalui penjahit perusahaannya mulai memproduksi face shield. Total 50 ribu face shield dibuat buat dipasarkan.

Bermula tantangan pembeli untuk membuat face shield. Erik menerim tawaran tersebut. Bahkan rela menyumbangkan gratis.

"Membantu sesama tidak boleh tanggung- tanggung. Makanya sebuah mobil Ford Everest saya jual untuk membuat masker wajah. Hati ini tergerak untuk bisa menolong orang lebih banyak lagi," tuturnya.

Erik termasuk pengusaha pantang menyerah. Dia bahkan tetap berjualan meski masa pandemi. Tenda Store bahkan belum merumahkan pegawai sataupun.

"Saya meyakini tolong-menolong mendatangkan kebaikan. Semua pihak harus saling bergandengan tangan, bersama-sama mendatangkan kebaikan," pungkas Erik.

Cara Berbisnis Pemancingan Sudarso

Profil Pengusaha Sudarso



Bagimana cara berbisnis pemancingan Paj Sudars. Awalnya dia cuma memiliki lahan seluas 50x35 meter dan tidak tau diapakan. Ia kemudian membuka tempat pemancingan. Buat iseng- iseng saja sekaligus menyalurkan hobi. Jadilah tanah tersebut menjadi satu kolam pemancingan lele.

Dia cukup memanfaatkan lahan jadi tempat pemancingan bermodal uang seminimal mungkin. Pak Sudarso dibantu kedua anaknya, mulai menggali lubang di tanahnya jadi tempat pemancingan katanya

Modalnya sedikit mungkin serta minimkan bantuan tenaga kerja, jadilah kolam tersebut baru selesai setelah tiga bulan berusaha. Selang tiga bulan kolam baru diisi air oleh Pak Sudarso. Ia lantas mengisinya dengan ikan- ikan siap pancing.

Tidak Mudah Putus Asa


Selang waktu berganti, setelah ikan- ikan banyak, jadilah ia seorang juragan pemancingan. Kolam ikan kemudian dibuka umum, mereka para pecinta pancing mulai berdatangan. Meski membutuhkan waktu elatif lama buat seramai sekarang.

Orang- orang mulai datang mencoba tantangan memancing disana. Cuma iseng mereka rela merogoh kocek Rp.85.000 per- orang. Dikarenakan kesibukan hari kerja, jadilah kolam pemancingan ini bisa saja meraup untung 2x lipat dalam satu hari ketika hari- hari libur.

Pak Sudarso mengaku cukup senang bisnis bisa maju. Ia pun berpikir menambah jumlah ikan mengingat tempatnya sering dikunjungi pelanggan. Kemudian dibelilah 10 pasang ikan lele siap bertelur.

Sayangnya, ikan tersebut banyak yang mati, karena memang tak memiliki dasar beternak lele. Dia kehilangan 7 ekor sekaligus. Pak Sudarso mengaku kecewa hingga bersedih hati. Modal bisnisnya sekarang tinggal sedikit.

Kolam pemancingan miliknya tak mampu mencukupi permintaan pelanggan. Karena masalah ini pula, ia terpaksa menutup bisnis sementara. Sementara itu, diluaran sana, ia kembali mencari modal agar bisnisnya berlanjut.

Harapan kecilnya hanyalah bisa membeli modal bibit ikan lele lagi.

Setelah agak lama tak membuka bisnis pemancingan. Permasalahan modal telah terselesaikan. Dimana setitik harapan itu justru datang dari pengunjung setia tempatnya. Dia menerangkan ada satu pemancing langganannya yang mau ikut mendengar keluhnya.

Pelanggan yang tidak diketahui namanya ini, senang mendengarkan keluh kesah bapak dua anak ini. Akhirnya, pelanggan tersebut rela memberikan bantuan modal kepada Sudarso; berupa hutang ringan. Tak mau kehilangan momen, dia kembali membuka bisnis pemancingan bermodal lebih kuat.

Dia bertekat akan terus belajar berbisnis pemancingan sekaligus beternak ikan. Setelah mendapat modal bisnis lagi jadilah bisnis kolam ikan berlanjut. Pak Sudarso juga tak malu lagi sekedar berkunjung mengikuti salah satu kegiatan yang diadakan Bisnis Usaha Rakyat.

Dia meneruskan kembali bisnis kolam pemancingan, membeli beberapa bibit ikan lagi. Agar tak gagal bisnis lagi, dari program Bisnis Usaha Rakyat tersebut, ia memiliki bekal bagaimana merawat ikan. Ia kemudian rajin belajar bagaimana cara berternak lele.

Selain itu dia tau bagaimana mengembangkan bisnis usahanya. Kian lama bisnis kolam pemancingan itu dikenal banyak orang dari Jakarta hingga Kota Bandung. Pengujung membludak ditambah usaha beternak ikan lele juga sukses.

Ini memberikan ide lain baginya dalam bisnis selanjutnya. Selain bisnis pemancingan Pak Sudarso merambah menjadi pemasok ikan lele ke berbagai warung pecel lele. Ternyata beternak lele mudah ujarnya; bahkan ia mengaku mampu menghasilkan lebih dari bisa dipancing para pemancing.

Tanpa disadari dua bisnis satu wadah ini, kini, menghasilkan setidaknya 40 juta per- bulan. Nah, ini cara berbisnis pemancingan ala pengusaha Sudarso, berminat?

Ternak Cacing Sutra Pengusaha Hasilkan Puluhan Juta

Profil Pengusaha Aris dan Masturo


budidaya cacing sutra
 
Mau mencari usaha hasilkan puluhan juta rupiah. Coba tiru pengusaha ternak cacing sutra bernama Ari ini. Dia menghasilkan omzet Rp.15 juta. Usahanya memang terdengar menggelikan, namun ada potensi luas bila kamu tekuni. 

Taukah bahwa cacing sutra sangat disenangi pembudidaya ikan air tawar. Disinilah potensinya dapat kamu manfaatkan. Cacing ini juga dapat menjadi bahan makan ikan lain. Isinya bergizi mengandung protein tinggi, vitamin, dan mineral. Sangat berguna buat membesarkan ikan sehingga layak dijual.

Ini dapat mempercepat masa pertumbuhan ikan budidaya. Aris warga Yogyakarta, dikenal telah asik menggeluti usaha cacing sejak 2009. Ia mengatakan masih terbuka luas peluang. Khususnya bila kamu menyasar pengusaha ikan air tawar.

Beternak Cacing Sutra


Aris memiliki lima kolam ikan berisi cacing sutra. Ukuran masing- masing kolam 3m x 3m, sebulan sekali menghasilkan panen dua kali. Sekali panen hasilkan 180 liter sampai 300 liter cacing sutra. Ia menjualnya Rp. 45.000 perliter.

Namun, bisa pula lebih rendah, harga jualnya tergantung kebutuhan pasar. "Harga cacing memang fluktuatif," akunya, tetapi masih menguntungkan.

Pelanggan Ari sebagian besar adalah warga Yogyakarta dan sekitarnya. Para konsumen merupakan budidaya ikan air tawar. Kadang, ia kerap mendapatkan pesanan dari pemasok pakan ikan. Jumlah itu tak setinggi permintaan pembudidaya ikan.

Kisah lain datang dari Masturo sesama pembudidaya cacing sutra. Dia menjual Rp.20.000 perliter, dimana sehari bisa menjual 7 liter cacing. Masturo mendapatkan omzet perbulan Rp.4 juta. Uniknya dia memasarkan melalui jejaring sosial.

Para pembeli kebanyakan datang berdomisili di Jakarta, Jabodetabek. Sama seperti Aris, kebanyakan pemesanan datang dari pembudidaya ikan air tawar. Pelanggan sekitaran saja karena memang tidak bisa dikirim jauh- jauh.

Inilah potensi kamu karena tidak memiliki pesaing jauh. Sayangnya, pembudidayaan cacing sutra masih kurang bergairah, kebanyakan memang lebih mengandalkan tangkapan liar. Maka banyak orang bila kalau budidayanya susah- susah gampang.

Ada beberapa tahapan dibutuhkan dalam beternak cacing. Total ukuran kolam 1 m x 2 m, masing- masing memiliki saluran keluar- masuk air. Didalam diberikan kubangan lumpur halus. Tips Masturo baiknya satu kolam dibentuk petakan kecil 20cm x 20cm dan tinggi 10cm.

Di tempat budidaya diberikan dedak halus, dan pupuk kandang yang dijemur enam jam. Kemudian, kamu siapkan bakteri EM4 untuk fermentasi pupuk kandang tersebut. Lewat fermentasi lah maka akan naikan kandungan N- organik dan C- organik dua kali lipat.

Selama fermentasi, lahan akan direndam air setinggi 5cm selama empat hari. Selanjutnya bagian atas endapan air dibuang atau diturunkan sampai 5cm- 10cm dari permukaan endapan. Kemudian lumpur akan diratakan serok kayu dan dibiarkan beberapa hari, sampai lumpur halus di kolam cukup banyak.

"Pastikan juga kolam steril dari hewan yang menjadi hama cacing sutra," ujar Aris.

Setelah selesai aliri air sampai debit dua hingga lima liter perdetik. Pembudidaya kemudian buatkan atap untuk mencegah lumut tumbuh di kolam. Selanjutnya, taburkan indukan cacing sebanyak 10 gelas atau 2- 3 liter ke dalam kolam yang diisi air 5cm- 7cm.

Indukan cacing bisa dibeli di pasar. Panen pertama setelah cacing berusia 75 hari. Selanjutnya kamu bisa memanen 75 hari. Waktu panen dibagi pagi dan sore hari dengan menaikan ketinggian air sampai 60 cm. Dengan cara begitu cacing akan naik mudah karena air tersebut.

Masturo memberi tips, pengusaha asal Jakarta ini menjelaskan, selain endapan lumpur harus memberi pakan setiap hari. Pakannya berupa ampas tahu atau kotoran ayam. Selama perawatan, cacing harus dijauhkan dari hama anak kodok karena akan memakan cacing.

Investasi Bitcoin Apa Manfaat dan Resikonya

Untung Rugi Investasi Bitcoin


investasi bitcoin

Bitcoin diciptakan sebagai mata uang digital seperti uang biasa. Investasi Bitcoin apa manfaat dan resikonya. Ini berbeda dengan uang kartu kredit atau uang di dalam kantung kamu; Bitcoin bersifat global dan tak akan mengalami perubahan nilai. Sistem produksinya juga menarik bagi kita.

Setiap Bitcoin tercipta oleh algorithm khusus oleh seseorang bernama alias Satoshi Nakamoto.

Berikut ini kenapa Bitcoin begitu menguntungkan menjadi investasi dan apa resikonya:

Manfaat Bitcoin


1. Inflasi yang kecil atau hampir tak mungkin. 

Masalah semua mata uang dunia baik kecil atau sebesar dollar hanya satu yaitu inflasi.

Seiring waktu semua mata uang kehilangan daya beli di tingkat beberapa persen per- tahun terutama karena pemerintah terus mencetak lebih banyak uang. Proses ini pada dasarnya adalah pajak kecil pada akumulasi kekayaan kamu tiap tahunnya.

Lain halnya dengan Bitcoin, kamu tidak memiliki masalah ini, karena sistem ini dirancang membuat Bitcoins menjadi terbatas atau tidak mungkin dibuat ulang.

Keculi si pemilik alogritma sekaligus paten, Satoshi Nakamoto, mau memproduksi ulang atau membocorkan cara membuatnya. Hanya ada sekitar 21 juta Bitcoins pernah dirilis (ditambang).

Pelepasan Bitcoins baru akan melambat dan akan berhenti total dalam beberapa dekade mendatang. Jika pertumbuhan penduduk bisa memperlambat maka diproyeksikan berhenti di sekitar 10 miliar di 2050, yang kira-kira bertepatan Bitcoin terakhir ditambang.

Terlihat menguntungkan bukan? Sebagai tambahan, akan ada sekitar 1 Bitcoins bagi setiap 500 orang di dunia, jika jumlah penduduk menjadi 10 miliar.

2. Sulit jatuh secara nilai

Mata uang umum tergantung pada pemerintah yang sering saja gagal. Kejadian-kejadian tersebut bisa saja menyebabkan hiperinflasi atau bahkan keruntuhan total mata uang, dapat menghapus tabungan seumur hidup di satu hari. Bitcoin tidak diatur oleh satu pemerintah.

Ini adalah mata uang global virtual.

3. Aman, mudah, dan murah

Masalah transaksi online tradisional melalui perspektif penjual bahwasanya kartu kredit, PayPal atau sistem pembayaran online lainnya, memungkinkan akan pembeli mencurangi pengiriman uang agar kembali.

Kamu dapat dapat menggunakan layanan escrow tapi bisa membuat hal- hal semakin rumit dan lambat. Dengan Bitcoins, pembeli tidak bisa dengan cara apapun mengambil uang kembali tanpa alasan jelas.

Penjual dapat dengan aman mengirimkan produk atau melakukan layanan atas barang yang telah dibeli.

Dari perspektif pembeli, infrustructur pembayaran dan pengiriman uang antar rekening akan berpotensi menjadi lebih sederhana dan lebih murah karena sistem peer-to-peer, daripada dilakukan melalui beberapa perantara dan mendapatkan potongan atau biaya ini itu.

4. Mudah dibawa

Kamu dapat membawa miliar dolar dalam bentuk Bitcoins. Mereka cukup disimpan pada memory stick di saku kamu, bahkan orang tak akan menyadari seberapa kaya kamu sebenarnya. Kamu tidak bisa melakukan itu dengan uang tunai atau bahkan emas.

5. Sulit dilacak

Ini adalah manfaat sekaligus risiko Bitcoin. Manfaatnya adalah bahwa kamu tidak perlu takut nantinya ada sebuah organisasi dapat melacak sumber- sumber dana kamu. Inilah manfaatnnya jelas berguna bagi kamu di banyak daerah di dunia.

Pemerintah seharusnya menjaga atas penipuan, tapi tak semua negara punya akses melindungi kamu.

Pemerintah bahkan bisa saja terkadang menipu orang lain (kasus Century .dll) dengan mengambil tabungan mereka sebagian atau sepenuhnya. Mengenai risiko akan kami bahas dalam bagian berikutnya.

Resiko Bitcoin


1. Sulit dilacak

Fitur dari Bitcoin juga menarik pelaku kejahatan. Orang bisa membeli dan menjual obat-obatan dan barang- barang ilegal lainnya dengan risiko signifikan- kurang karena memang sulit dilacak oleh pihak berwenang (polisi).

Bukti nyatanya adalah situs jual- beli narkoba Silk Road, yang baru- baru saja digrebek, itupun setelah bertahun berjalan. Itupun karena FBI menemukan data di laptop penjual. Mereka menemukan akses ke Bitcoin miliknya melalui laptop pribadinya.

Bitcoins dalam hal ini bisa saja digunakan oleh para penjahat sebagai kegiatan pencucian uang. Fakta ini dapat membawa perhatian yang tidak diinginkan dari pemerintah. Ini pula menjadi alasan utama mereka akan melarang Bitcoin.

2. Mudah hilang

Jika kartu kredit kamu dicuri atau seseorang hacks ke rekening bank, kamu mungkina tidak akan kehilangan uang, karena bank- bank akan merespon dan memblokir.

Bahkan uang tunai dapat berpotensi pulih jika saja polisi bertindak cepat. Tetapi dengan Bitcoin jika kamu kehilangan itu akan hilang selama- lamanya. Tidak ada mekanisme memulihkan Bitcoins dicuri atau hilang.

Jika seseorang sukses hacks ke dalam dompet (tempat menyimpan Bitcoins), kamu kehilangan mereka untuk selamanya. Cara terbaik menyimpan Bitcoins adalah pada disk (seperti flash disk) terputus dari internet.

3. Sulit untuk dijual (untuk sekarang)

Kamu tidak bisa hanya menggunakan kartu kredit buat membeli Bitcoins online khusus karena alasan yang diuraikan di atas. Tidak ada cara mudah membeli mereka atau menjualnya kembali.

Ada banyak bursa telah menawarkan layanan tersebut dengan berbagai cara, tapi tidak semudah mentransfer uang ke dan dari rekening PayPal dulu. Program layanan jual beli Bitcoins pun mulai tumbuh dengan berbagai layanan terbaik.

Kalau kamu minat coba kunjungi bitcoin.co.id buat informasi investasi.

4. Terlalu baru

Bitcoin masih berumur beberapa tahun. Ada kemungkinan bahwa mata uang kripto lain akan muncul hingga bersaing menjadi lebih sukses dari Bitcoin atau seseorang entah bagaimana menemukan kelemahan utama dalam sistem. Tunggulah satu dekade lagi sembari menambang uangnya.

5. Tidak bisa membeli barang

Di dunia tidak banyak tempat di mana Bitcoins diterima sebagai pembayaran. Hal ini mungkin berubah, tetapi untuk saat ini rata-rata orang kebanyakan akan membeli Bitcoins sebagai investasi.

6. Terlalu liar

Saat ini harga Bitcoin akan naik dan menggila. Kemungkinan bahwa harga akan stabil pada sekitar US $ 10 dari saat ini US $ 200, namun harga ini naik bahkan menembus US $ 600 setiap 1 BTC.

Saat ini harga akan naik begitu cepat dimana semua orang harus menyesuaikan harga mereka hampir setiap harinya. Jika mereka adalah pedagang ingin menerima Bitcoins, sangat tidak nyaman karena nilai terus berubah, inilah investasi Bitcoin kenali apa manfaat dan resikonya.

Petani Kakao Kisah Sukses Wirausaha Suprapno

Profil Pengusaha Suprapno


rahasia sukses petani kakao

Suprapno memilih wirausaha berbeda dibanding petani lain. Petani kakao ini bercerita mengenai apa pilihannya. Pria tua yang ramah menyapa siapa orang disekitar. Wajahnya berkerut, kulit coklat yang menampakan kerja keras semasa muda. 

Suprapno tidak mau berhenti malah menemukan kakao. Alih- alih dia menekuni bertani, kini sukses mengembangkan budidaya pohon kakao. Beberapa pohon ditanamnya menghasilkan ratusan buah. Ia mengatakan satu pohon bisa hasilkan 300- 400 buah.

Petani Sukses


Dia memiliki perkebunan kakao sepanjang Jalan Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedong Tataan, Lampung Selatan. Buah merah hati yang bila diolah dicintai semua wanita. Ini lebih banyak apabila dibandingkan petani sejenis.

"Kok bisa begini banyak Pak? Diapakan?," tanya sang pewarta. Suprapno lantas mengajak pewarta berjalan menyusuri pohon- pohonnya. Tidak berselang lama, Suprapno berhenti, mulai menjelaskan kapada pewarta mengenai kenapa hasilnya banyak.

"Kamu lihat kan? Banyak semut hitam di pohon?" tunjuk Suprapno. Tampak semut berjejer banyak bukan sedikit. Rasa ingin membersihkan tetapi Suprapno malah melarang. Inilah rahasia Suprapno bahwa semut hitam tersebut tidak membuat penyakit dan tidak menganggu.

Justru inilah rahasianya dimana mereka penangkal penyakit. Taukah kamu menyemprot pestisida menggugurkan bunga. Padahal semut hitam tidak merusak tanaman. Pewarta pun setuju karena sudah menjadi anjuran tidak memakai pestisida buat kakao.

Tidak menggunakan kimia pestisida atau fungisida untuk penyakit dan hama. Namun petani sejenis di sepanjang Sungai Langka antipati. Suprapno tidak bergeming. Inilah rahasia sukses wirausahanya bukan lain. Suprapno sendiri memiliki alergi terhadap zat kimia maka kebetulan.

"Soalnya unsur kimia itu berdampak buruk bagi kakao. Tanamannya bisa jadi kerdil dan tak sehat," tuturnya. Ia membiarkan semut hitam (Dolichoderus bituberculatus) hidup di pohon.

Ia melanjutkan tenang semut tidak merusak daun atau batang. Suprapno diusianya yang tidak muda malah rajin membaca. Pengetahuan tersebut berasal dari membaca dan ditambah pengalaman praktik langsung. Dia malah tidak merogoh kantong terlalu banyak.

Bayangkan, hampir 0 persen biaya perawatan, setiap tahun dia mendapatkan 20 ton biji perhektar biji basah atau 1,7 ton biji perbulan. Harga kakao basah minimal Rp.5000 perkilogram, maka perbulan bisa mendapatkan Rp.8,5 juta perbulan.

Kini dia merupakan ketua koordinator induk Kelompok Tani Satria Desa Sungai Langka. Sosok yang lahir 78 tahun lalu, 10 Mei, dulunya merupakan pensiunan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 1974.

Petani Kakao


Meskipun sempat ditawari terus melanjutkan karir, Suprapno memilih pensiun dan memilih menjadi petani. Veteran tentara lebih memilih hidup nyaman di Sungai Langka. Dia memilih untuk hidup bersama keluarga.

Bertani merupakan cara terbaik menghabiskan masa tua. Sebelum menanam pohon kakao, petani sukses ini menanam kopi dan cengkeh. Dia mengambil alih perkebunan milik Belanda sejalan Sungai Langka.

Semua berubah, pada 1988, dia mengikuti pelatihan bidang pertanian dan perkebunan tingka nasional di Simalungan Sumatra Utara. Sepulang pelatihan membuat Suprapno tertarik tanaman kakao. Sang wirausaha lantas menjajal praktik menanam kakao.

Pengetahuan dari Simalungan kemudian dipraktikan. Dia menanam kakao di perkebunan miliknya. Ia memilih bibit F 1 (filial pertama untuk turunan satu) sebanyak 15 peti. Bersama rekan- rekannya di Sungai Langka, ditanamlah bibit tersebut ke 75 hektar lahan.

Bibit tersebut tumbuh dan berkembang. Empa tahun, tanaman bibit kakao sudah dapat dipanen. Dari sana menghasilkan 1,5 ton biji kakao kering. Panen pertama memberikan semangat mengembangkan usaha ini. Hingga Sungai Langka menjadi penyuplai kakao terbesar di Lampung.

Panen asal Sungai Langka tidak pernah menurun. Pada 1997 ketika krisis moneter, malahan warga asli Singai Langka kebanjiran rupiah karena harga kakao relatif tinggi. Saat itu harganya menyentuh Rp. 18 ribu pertahun.

Berkat kakao, masyarakat mendapatkan tambahan uang Rp. 3 juta sampai Rp. 10 juta. "Siapa lagi, kalau bukan karena Suprapno," ujar Mulyano, seorang petani di sana.

Warga Sungai Langka sangat berterima kasih atas sumbangsihnya. Berkat Suprapno akhirnya desa itu berubah dari desa miskin menjadi maju. Desa seluas 900 hektar, 750 hektarnya dijadikan kebun kakao dan menghasilkan 1500 kakao kering pertahun.

Kini masyarakat mengikuti jejak Suprapno berkebun. Ekonomi warga di Sungai Langka membaik semua berkat mengikuti metode Suprapno. Desa tersebut sebagian besar sudah dibangun berbata, tak lagi nampak rumah bergeribik ataupun berbata tidak disemen.

Wirausaha Suprapno diusia sudah senja namun masih nampak bugar. Pria kelahiran Gandu Sarkak Gunung Kelud, Blitar, Jawa Timur, nampak masih lugas menjelaskan kinerja petani sini. Dia masih memiliki daya ingat kuat dan berpenampilan bersahaja.

Murahnya Waralaba Es Krim Goreng Polariz

Profil Pengusaha Susi


waralaba es krim goreng
 
Kamu penyuka jajanan dingin satu ini? Jajanan sepanjang jaman sekaligus peluang usaha. Sekarang murahnya waralaba es krim goreng dapat kamu rasakan. Pernahkah kamu mendengar nama es krim digoreng? Kok bisa, jajanan dingin itu digoreng di minyak panas padahal dingin.

Terus seperti apa rasanya ketika dua sifat bertemu dalam satu wadah nanti. Inilah yang dibisniskan Susi, 36 tahun, mengatakan bagaimana  rahasianya es krim bisa digoreng. Dan, pastinya adalah bisa menghasilkan jutaan rupiah darinya. Ia mengatakan ice cream goreng memberikan sensasi berbeda. 

Ice cream goreng sengaja diciptakan untuk memberikan varian berbeda. Usaha meragamkan menu eskrim menyediakan aneka rasa, ada 9 rasa tepatnya, antara lain rasa coklat, durian, strawberry, vanila, neopolitan (coklat, vanila, cokelat), moka, dan Mr. Black (coklat dan biskuit oreo).

Rasa- rasa tersebut benar- benar menggoda untuk dicoba dan banyak variasi. Pembeli cukup mengeluarkan uang Rp.9000 sudah bisa merasakan panas- dinginnya.

"Lapisan luarnya kita pakai tepung roti, didalamnya es krim. Kita semua home industri dan dirancang khusus untuk es krim goreng jadi digoreng enggak cepat cair," kata Susi ke detikFinance.

Susi mengatakan dalam satu hari saja, ia bisa mengumpulkan omzet sampai Rp.500- 600 ribu, atau sekitar Rp.15- 16 juta per- bulan. Saat ini, dia menyebut bisnisnya kini telah memiliki 20 outlate yang tersebar di Jabodetabek.

Bisnis yang bernama Ice Cream Goreng' Polariz" ini, telah merambah Bandung dan Bogor. Jika dihitung dari satu tempat menghasilkan Rp.15 juta saja, berapa banyak omzet untuk 20 outlate.

Bagi anda yang tertarik waralabanya tergolong murah dan mudah. Kamu bisa bergabung dengan membayar cuma Rp.11 juta lengkap dengan grobaknya dan isinya. Keuntungan 100% milik pewaralaba jadi tak perlu gusar.

Ada yang lain? Setelah investasi itu menjadi hak milik, tapi bukan atas merek. Anda tidak bisa buka satu outlate tampa membayar biaya lagi. Susi hanya mengambil untung dari penjualan bahan utama, itupun cuma 4 lusin.

"Setelah berinvestasi jadi hak milik selamanya. Selain dapat gerobaknya, kita juga kasih 4 lusin es krim dengan 4 rasa, bebas milih. Biasanya 4 lusin dari kita, 5 lusinnya belanja sendiri. Satu lusin harganya Rp 43.200, dijual Rp 7.000 satuannya," ujarnya.

Dalam pameran 'Pesta Wirausaha' yang diadakan oleh merka Komunitas Tangan Di Atas (TDA), di JIExpo, Kemayoran, Jakarta. Susi menargetkan menggaet 20 mitra. "Target 3 hari kita bisa gandeng 20 mitra," kata Susi.

Untuk sementar outlate nya telah menguasai seluruh Jakarta dan sekitarnya. Murahnya waralaba es krim goreng Polariz sebanding. Buat kamu yang berminat untuk menghadirkan Ice Cream Goreng' Polariz, silahkan hubungi dibawah ini:

Twitter: @mettapolariz
Blog dan website: icecreamgoreng-polaris.blogspot.com, icecreamgoreng.com

Peluang Usaha Baby Buncis Ekspor Keluar Negeri

Profil Pengusaha Triana Andri 


peluang usaha baby buncis

Taukah kamu kalau peluang usaha baby buncis menggirukan. Bahkan nih jualan baby buncis ekspor keluar negeri. Produk sayuran tengah naik daun dikala pandemi Covid 19. Pandemi yang memaksa orang tinggal di rumah. Membuat kita menjadi lebih peduli kesehatan termasuk makan sayuran.

Aktivitas masak semakin digemari dibanding dahulu. Alhasil petani meraup untung dibanding bulan- bulan biasa. Aneka sayuran diminati termasuk keluar negeri. Nih baby buncis, salah satu jenis sayur buncis- buncisan yang tengah naik daun.

Jenis sayuran tengah naik daun keluar negeri bernama baby buncis atau french bean. Lonjakan angka permintaan membuat petani buncis ini senang. Mereka salah satunya bernama Macakal. Kelompok tani asal Desa Cibodas, Lembang, Bandung Barat.

Kelompok tani berusia delapan tahun. Mereka sudah menanam aneka sayur. Kini Macakal lebih ke penanaman baby buncis. Beranggotakan 40 petani dan 210 mitra, menggarap tidak kurang 22 hektar perkebunan.

Triana Andri, Ketua Kelompok Tani Macakal, mengatakan mereka tengah fokus menggarap tanaman baby buncis. Kelompok tani tersebut telah memiliki teknik penanaman khusus. Bila dibandingkan ini berbeda dari menanam cabai, tomat, dan sayuran lokal lain.

Ditambah mereka harus memperhitungkan bibit yang masih ekspor. Dengan menerapkan teknologi kekinian, mereka terus meyakinkan kualitas produk mereka. Hingga kini, buncis milik kelompok tani Macakal telah ditempatkan ke supermarket- supermarket besar di Indonesia.

Baby buncis mereka sudah sampai pula ke pasaran Singapura. "Belum lama ini kami mengekspor ke Singapura sebanyak 1,2 ton," tuturnya kepada Kontan.co.id

Baby buncis diekspor ke Singapura setelah dikemas. Ukuran produk dikemas 150 gram dimana Andri tidak merinci harga. Jelasnya, penjualan dalam negeri, perkemasan baby buncis dijual seharga Rp. 22.000 perkilogram.

Yang membuat kelompok tani berikut ketagihan budidaya baby buncis. Adalah fakta bahwa butuh waktu singkat dari penanaman sampai panen. Total waktu antara 45 hari sampai 50 hari sudah siap dipanen. Saban hari kelompok tani mampu memanen 500 kilogram sampai 700 kilogram.

Peluang ekspor masih terbuka luas sampai ke Jeddah, Arab Saudi. Mereka bisa mengekspor 2 ton sampai 3 ton ke Jeddah. Namun tertunda, ini gara- gara covid 19, namun beruntung masih terbuka luas ekspor ke China sampai 1 ton perminggu.

Kelompok tani Macakal masih terus mengembangkan diri. Sampai mereka akan memperluas lahan hingga keluar Lembang.

Bule Mas Wahyu Mulai Acara Kuliner Kini Buka Bisnis

Profil Pengusaha Mahyu Seoparno Putro


ayam bakar mas wahyu
 
Bule Mas Wahyu dikenal melalui acara kuliner di stasiun televisi. Kini, dia buka bisnis kuliner enak bertema ayam bakar. Bukan sembarangan, karena dia berbisnis ayam bakar anti- mewah. Itu semua berprinsip agar orang tidak enggan makan.

Namanya Wahyu Soeparno Putro merupakan bule mualaf. Ia dikenal sekarang melalui acara televisi Rahasia Sunnah Trans TV. Pria bernama asli Dale Andrew Collins- Smith. Bule Scotlandia yang sekarang menetap di Yogyakarta. Dia sudah tinggal di Yogyakarta semenjak umur 16 tahun.

Wahyu menetap karena sudah memiliki istri asal Indonesia. Dia tinggal bersama keluarga angkatnya dan istri bernama Delfina. Tidak jauh dari tempat mereka, keluar kecil Mas Wahyu membuka usaha rumahan. Dia dan istri membuka warung makan ayam bakar anti- mewah.

Buka Bisnis Kuliner


Usaha yang sebenarnya milik sang istri sembari mengisi waktu. Bisnis kecil- kecilan guna memenuhi waktu luang. Sebelum menikah, sebenarnya Delfina sudah membuka usaha warungan, inilah cikal katanya pertemuan kedua pasangan ini.

"Bisa dibilang bisnis makanan kecil lah yang mempertemukan saya dengan Mas Wahyu," tuturnya. Wahyu lantas mengajaknya pindah ke Yogyakarta. Mereka menetap disana setelah tinggal di Jakarta lumayan lama.

Tahun 2010, Mas Wahyu sempat tidak bekerja karena habis masa kontrak. Selepas stop dari acara Trans 7, Wahyu juga kebetulan kehabisan KITAS -nya, sudah tidak memiliki pekerjaan butuh uang pemasukan. KITAS merupakan surat ijin terbatas buat warga asing.

KITAS memiliki jangka waktu panjang dari 6 bulan sampai 2 tahun. Wajib diperpanjang dan lebih efisien karena menggantikan visa bulanan. Wahyu otomatis menjadi pengangguran. Sang istri lantas memberikan ide membuat usaha saja.

Mas Wahyu tetap memiliki kegiatan sosial sembari menunggu kerja. Delfina tidak memiliki kegiatan selain di rumah. Ia lantas meminta ijin suaminya membuka usaha. Inilah cikal warung ayam bakar anti- mewah di Jalan Nologaten, Yogyakarta.

"Alhamdulillah, Mas Wahyu mendukung," ucap Delfina senang. Berkembang usaha warungan milik Delfina semakin maju. Ia memakai resep rahasia miliki Ibu Soeparno. Dia merupakan ibu angkat dari Mas Wahyu, sekaligus mertua Delfina di Indonesia.

Resep ayam bakar Bu Soeparno kemudian dinamai ayam cemong. Nama ayam cemong diberikan oleh Mas Wahyu. Alasannya ayam tersebut dibakar sampai hitam tetapi nikmat. Kata Mas Wahyu menyarankan jangan membuka rumah makan besar.

"Orang Jogja cenderung enggan masuk rumah makan mewah, yang kesannya mahal," paparnya.

Warung makan sederhana dibangun di atas tanah 195 meter persegi. Temboknya sengaja tidak dicat semua. Yang terpenting rumah makan mempunyai toilet dan mushola. Resep milik Bu Soeparno dan milik ibunya Delfina.

Konsep warung sendiri dikembangkan Mas Wahyu. Dia sosok paling mengerti mengenai manajerial usaha ini. Dulu Wahyu pernah bekerja menjadi manajar di The Piano Resto. Meskipun tampilannya sederhana tetapi sistem kerja harus seprofesional restoran.

Bule Mas Wahyu mampu merancang desain interior di dalam. Tujuan warung tersebut bukan berniat membidik satu segmen tertentu. Delfina mengakui mayoritas orang sekitar merupakan karyawan.

Disisi lain, ada warung tetangga yang menjual makan murah, pasalnya target mereka mahasiswa yang sama ramai. Ini menjadi tantangan tersendiri warung mereka kedepan. Satu menu ayam cemong nanti dijual Rp.10.000 mahal bagi mahasiswa.

Delfina mengakui membidik kalangan mahasiswa Yogya tidaklah mudah. Mahasiswa selalu mencari semurah mungkin buat makan sehari- hari.

Mengapa makanan di warungnya anti- mewah tetapi tidak sangat murah. Karena mereka meyakini higenitas dan kesehatan masih utama. Ini termasuk memastikan bahwa tempat selalu nyaman. Menu tidak memakai vetsin atau penyedap rasa.

Tetapi harga segitu masih terjangkau kelompok karyawan. Mereka sering makan di sini terutama para karyawan Ambarukmo Plaza. Karyawan sudah memiliki penghasilan dan kesadaran akan kesehatan.

Mereka menerapkan aneka strategis. Termasuk menyebarkan flayer sampai 500 buah ke mall- mall perbulan. Mas Wahyu juga menyebarkan informasi melalui sosial media. Dia mengajak teman- teman mendukung warungnya.

Strategi promosi termasuk membuat aneka promo lucu- lucuan: Buat pengunjung bernama Soeparno atau Putro bisa makan gratis. Buat mereka yang ulang tahun akan diberikan makan gratis juga. Cukup memenuhi syarat menunjukan KTP mereka.

"Butuh waktu yang tidak singkat dan harus sabar," ujar Defina. Memang membangun bisnis tidak mudah atau cepat- cepat. Warung bule Mas Wahy mempekerjakan 6 karyawan sift siang dan malam. Sehari mampu menjual sepuluh sampai dua puluh porsi.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba