9 Pengusaha Muda Terbaik Indonesia Mendunia

8. Malariantikan Yulianggi Umur 19 tahun Company: Shoyu Pia Cake Ketika ia tengah mencari produk tentang produk lokal. Dia menemukan singkong di anak tirikan. Tapi satu kenyataan, Malarianti menemukan bahwa masih ada beberapa orang menikmatinya. Tapi tidak semua orang menyenanginya. Jadi dia mulai membuat produk modern Shoyu Pia Cake. Dari cuma punya enam pegawai di awal, sekarang, dia bisa memiliki lebih dan lebih banyak lagi pelanggan.

Biografi Mualaf Cantik Pengusaha Batik Trusmi

"Semua pengusaha punya jatah gagal," optimisnya.

20 Wirausaha Muda Mandiri 2015

Untuk kategori industri, perdagangan dan jasa 1. Juara 1: Gita Adinda Nasution (Kolagit -obat diabetes dan komplikasinya) 2. Juara 2: M Zulqarnain A R (Iwearzule -custom clothing) Untuk kategori boga 1. Juara 1: Filsa Budi Ambia (Peyek Kepiting -jajanan peyek daging kepiting) 2. Juara 2: Martalinda Basuki (UD Klasik -minuman coklat murni)

Profil Dea Valencia Pengusaha Batik Kultur

"Desainernya saya sendiri padahal nggak bisa gambar. Imajinasi. Saya ada satu orang yang diandalkan, kerja sama dengan saya. Apa yang ada di otak saya transfer ke dia untuk dijadikan gambar," kata Dea.

17 Pengusaha Muda Indonesia Masuk Forbes

Retail and Ecommerce 1. Carline Darjanto, 28 tahun, Entrepreneur 2. Merrie Elizabeth, 28 tahun, CEO dan Creative Director Blobar Salon 3. Yasa Paramita Singgih, 20 tahun, Pendiri dan President Men's Republic 4. Ferry Unardi, 28 tahun, salah satu pendiri dan CEO Traveloka

Tampilkan postingan dengan label Orang terkaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Orang terkaya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 April 2019

Biografi Peter Sondakh Pengusaha Rajawali Terbang Tinggi

Biografi Pengusaha Peter Sondakh


biografi peter sondakh

Biografi Peter Sondakh pengusaha, awalnya beralih dari semula berbisnis properti di saat mengalami kelesuan, ke bisnis batu bara di era- reformasi. Bukan tanpa perhitungan tepat, Peter Sondakh melalui PT. Golden Eagle Energy nya berhasil  masuk industri bahan tambang.

Dia menjadi orang terkaya nomor 8 versi Forbes, pengusaha dengan total kekayaanya sekitar Rp. 24, 7 triliun. Ia adalah CEO Rajawali Group, perusahaan yang berjaya dari masa orde baru dan reformasi masih tetap bertahan bahkan tumbuh.

Biografi Peter Sondakh, pengusaha kelahiran di tahun 1953. Ayahnya sudah memulai bisnisnya sejak 1954, memproduksi minyak kelapa serta aktif mengekspor kayu. Pada tahun 1954, ayahnya yang merupakan inspirasi bisnisnya, meninggal dan akhirnya mewariskan bisnis kecilnya.

Dia yang baru berumur 20 tahun harus mengambil alih bisnis mencari nafkah untuk keluarga. Dia harus membiayai ibu serta empat orang saudara perempuan. Ia yang berumur 22 tahun, mengambil alih bisnis minyak kelapa dan ekspor kayu, mendirikan PT. Rajawali Corporation.

Melalui Rajawali Corporation, ia memulai bisnis properti sebagai bentuk perluasan usaha yang ditekuni ayahnya. Peter mencoba memasuki korporasi besar, berkat keahlian kumonikasinya, ia bisa mendekati orde baru.

Pengusaha Rajawali Terbang Tinggi 


Menyadari bahwa bisnis properti tidak lagi menguntungkan, tahun 1984, ia menggandeng Bambang Trihatmodjo, putra dari president Soharto, menjalin kerja sama. Melalui PT. Rajawali Corporation milik keluarga cendana. Peter Sondakh, bersama- sama, keduanya lantas mendirikan stasiun televisi pertama RCTI.

Bersama mereka juga membangun bisnis hotel Grand Hyatt di tengah Jakarta. Sementara itu, ia juga fokus dengan bisnis pribadinya dibawah perlindungan orde baru. Dia mengambil alih bisnis gagal PT.Bentoel Group, resmi memasuki bisnis rokok.

Pada 1999, PT.B entoel mulai memperlihatkan geliat baik memberikan keuntungan. Berlanjut, ia yang melihat potensi pariwisata mendirikan bisnis Lombok Tourism Development Corporation. Melalui Rajawali juga, ia membangun kemitraan mengembangakan Hyatt Hotel dan juga Novotel Sheraton menjadi jaringan hotel bintang lima.

Pada tahun 2009, perusahaan mengakuisisi jaringan hotel berbintang lima lain di luar Indonesia. Ini peluang besar dengan Surfers Paradise Resort Hotel Pty. lmtd dari Australia. Perusahaan tersebut merupakan jaring hotel di Australia yang baru- baru ini membangun St. Regis Resort di Bali.

Krisis moneter menenggelamkan nama Peter Sondakh, tapi berkat fokusnya pada tiga bisnis utama (properti, pertambangan dan perkebunan); ia dinobatkan salah satu orang terkaya di Indonesia. Ia menduduki ranking ke 8 se Indonesia.

Dia dikenal sebagai investor melalui aksinya jual beli perusahaan. Peter dikenal melalui PT. Rajawali Coporation, memiliki kemampuan analisa dan kecepatan menentukan bisnis selanjutnya. Meski sulit mengenalnya sebagai pribadi tapi bisnisnya penuh perhitungan.

Perusahaan holdingnya tidak memiliki situs resmi yang memaparkan profil pemilik secara pribadi. Tapi, dia sudah dikenal secara sepak terjangnya sebagai pengusaha, dia dikenal sabagai pebisnis perhotelan, rokok, gedung perkantoran, telekomunikasi dan media, ritel, farmasi, pariwisata, hingga sampai transportasi.

Sekali lagi Peter merupakan sosok yang menarik melalui sepak terjangnya. Kita tidak pernah tau, bagaimana dia melihat suatu bisnis sepenuhnya. Rajawali memiliki caranya selalu bertahan. Meski krismon, Peter melakukan serangkaian divestasi (melepas saham kepemilikan).

Strategi Bisnis Orang Terkaya Indonesia


Pada 2005, dia melepas saham atas Exelcomindo yang sebenarnya bagian dari Telekom Malaysia Group sebanyak 27,3%. Langkah selanjutnya, Rajawali melepas saham untuk 15, 97% atau senilai US$.438 juta untuk dana segar. Dana tersebut digunakan kembali untuk investasi 24, 9% di PT. Semen Gresik.

Saham di PT. Semen Gresik membuat Rajawali semakin kokoh di tahun- tahun selanjutnya. Pemerintah yang fokus terus menggenjot proyek pembangunan infrastrukur dan disanalah semua bermuara; PT. Rajawali Group akan ikut ambil bagian dari kue keuntungan pembangunan.

Tahun 2006, Rajawali sudah masuk ranah sawit bahkan sebelum melepas saham Exelcomindo. Ia melalui Rajawali, berhasil membeli saham PT. Jaya Mandiri Sukses Group lalu memulai bisnis sawit kerika bagus bagusnya.

Rajawali memiliki saham di perusahaan tersebut dan menikmati harga kelapa sawit yang kala itu masih tinggi. Masuk di pertambangan, Rajawali memilih group usaha PT. International Prima Coal di 2007. Satu tahun kemudian, Rajawali melompat dari Kalimantan ke Papua.

Perusahaan Rajawali masuk ke PT. Tandan Sawit Papua. Rajawali membuka 26.300 hektar kebun kelapa sawit di tanah Papua. Yang terakhir, perusahaan melepas saham PT. Bentoel yang dimilikinya dari awal usaha.

Mungkin, Rajawali melihat ketatnya kompetisi. Perusahaan menjual saham senila nilai Rp.3,35 triliun kepada British American Tobacco (BAT).

"Kami ingin memfokuskan pada bidang properti, pertambangan, dan perkebunan," ujar Darjoto Setyawan, Direktur Pengelola Pengembangan Bisnis Rajawali Group. Ketiga pilar tersebut, Rajawali ingin kembali ke awal.

Siapa Peter Sondakh? Itu sudah dijelaskan diawal artikel kami. Lebih dekat, putra sulung B.J.Sondakh sukses melanjutkan bisnis sang ayah, diperkirakan bisnis semenjak kecil dan memiliki saham atas PT. Bumi Modern sejak 1976.

Cikal bakal Rajawali ketika dirinya mulai membesarkan bisnis PT. Rajawali Wira Bhakti Utama. Perusahaan sang ayah yang dia miliki sepenuhnya di 1993. Ia merupakan pelopor tayangan televisi swasta.

Pusat Data Business Indonesia (PDBI), periode 1976-1996, menyebut Rajawali memiliki lima sektor usaha, yaitu: pariwisata, transportasi, keuangan, perdagangan, dan jasa telekomunikasi. Tak tanggung-tanggung di sektor pariwisata mereka memiliki 16 perusahaan perhotelan dan kawasan wisata.

Di sektor transportasi punya tiga perusahaan transportasi, yakni: Taxi Express, Rajawali Air Transport (chartered flight), dan pelayaran feri rute Batam-Singapura. Di sektor keuangan, Rajawali memiliki 7 anak usaha, antara lain PT Jardine Fleming Nusantara sebuah sekuritas.

Adapun di sektor perdagangan ada 9 perusahaan, misalnya Metro Department Store dan jaringan ritel farmasi Apotek Guardian. Di sektor telekomunikasi, Rajawali pernah memiliki Excelcomindo Pratama, yang dioperasikan sejak 1996 yang kemudian dijual ke Telekom Malaysia.

Ia merambah industri kimia memproduksi polyester chip dan PET film lalu mendirikan PT Rajawali Polindo. Rajawali ikut membangun Plaza Indonesia bersama Bimantara, Ometraco dan Grup Sinar Mas.

Bahkan, Peter memiliki andil di PT. Gemanusa Perkasa (perdagangan umum), PT Gemawidia Statindo Komputer (distributor komputer), PT. Asiana Imi Industries (produsen stuff toys), dan PT Japfa Comfeed Indonesia; ada 13 perusahaan yang diakuisisi dan 6 perusahaan didivestasi.

Di sisi lain, grup usaha ini memiliki andil (penyertaan saham) di 13 perusahaan. Adapun total anak usaha dan perusahaan terafiliasi yang dimiliki Peter mencapai 49 perusahaan. Sebagai holding company di lingkungan Grup Rajawali, selain PT Rajawali Corporation adalah PT Danaswara Utama.

Miliarder Aneka Bisnis


Awal tahun 2005, Peter sebagai miliarder membuat kejutan. Aksi korporat yang atraktif adalah ketika ia menjual 27,3% sahamnya di Excelcomindo yang sebenarnya termasuk salah satu bintang industri telekomunikasi nasional  kepada Telekom Malaysia Group pada 2005.

Nilai saham tadi setara US$ 314 juta, langkah divestasi ini berlanjut pada 2007 ketika Rajawali melepaskan 15,97% sahamnya di Excelcomindo senilai US$ 438 juta kepada Etisalat (perusahaan telekomunikasi Uni Emirat Arab).

Dana dari penjualan saham ini kemudian digunakan untuk membeli 24,9% saham PT Semen Gresik senilai US$ 337 juta dari Cemex (Cementos Mexicanos). Tahun 2006, Rajawali terjun ke bisnis perkebunan sawit yang beroperasi di Kalimantan Timur dan Sumatera yang dalam sub-holding PT Jaya Mandiri Sukses Group.

Sementara itu, industri pertambangan di Kalimantan dirambah grup usaha ini tahun 2007 melalui PT International Prima Coal. Di 2008, melalui PT Tandan Sawita Papua, Rajawali membuka perkebunan kelapa sawit seluas 26.300 hektare di Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom.

Grup Rajawali juga memperluas jaringan hotel di kawasan Indonesia seperti jaringan hotel bintang lima Sheraton di Bali, Lampung, Bandung dan Lombok, serta di Kuala Lumpur dan Langkawi. Masih ditambah dengan pengembangan Hotel Saint Regis (Bali) dan Novotel (Lombok).

Bisnis pertambangan pun makin diseriusi Rajawali. Pada tahun 2009, Rajawali resmi mengakuisisi 37% saham Archipelago Resources (yang mengelola tambang emas) seharga US$ 60 juta. Kemudian, Rajawali membentuk perusahaan patungan dengan PT Bukit Asam di Kal-Tim. Di mata Philip Purnama, Direktur Spinnaker Capital, Grup Rajawali dinilainya sebagai kelompok usaha yang smart dan oportunistis.

Mereka sangat jeli melihat peluang bisnis dan sangat ahli dalam hal akuisisi aset-aset industri potensial. Bahkan, Philip berani menilai, komandan grup usaha ini, Peter Sondakh, lebih baik dari Warren Buffett. Seakan semua yang disentuhnya berubah jadi emas seperti Raja Midas itulah Peter Sondakh.

Senin, 04 Februari 2019

Biografi Kirk Kerkorian Pemilik Hotel MGM Las Vegas

Biografi Pengusaha Kirk Kerkorian


pemilik hotel mgm las vegas

Seperti apakah biografi Kirk Kerkorian, kelahir di Fresno, California, pada 6 Juni 1917. Sang pemilik Hotel MGM Las Vegas ini ikut kedua orang tuanya. Mereka berangkat menjadi imigran hingga ke Armenians. Lahir dari pasangan Ahron dan Lily Kerkorian, bekerja sedari kecil walau anak termuda.

Masalah ekonomi merupakan masalah kesehariannya. Biografi Kirk Kerkorian adalah pekerja keras terbukti memilih keluar ketimbang berhenti bekerja. Ia melakukannya bahkan ketika masih duduk di bangku SMP. Hidupnya adalah jalanan, hidup dengan berkelahi untuk bertahan hidup.

 "Jika anda adalah seorang pekerja berarti menyiapkan hidup lebih awal. Di kasusku, kala itu, saya masih sembilan tahun ketika harus bekerja dan harus membawa uang ke rumah setiap harinya," ia bercerita di sebuah sesi wawancara.
Sebuah wawancara langka, ia bercerita bagaimana hidupnya yang susah, menjadi atlit tinju, hingga akhirnya jadi pebisnis. Dia bekerja sejak umur sembilan tahun. Ayahnya, Ahron Kerkorian, seorang petani semangka dan juga kismis.

Mantan Petinju Menjadi Orang Terkaya


Siapa sangka dia adalah mantan petinju menjadi orang terkaya. Ayahnya Kirk cuma tau bagaimana membesarkan buah- buahnya bukan cara membesarkan bisnisnya. Alhasil, pada tahun 1921, Ahron harus rela melepaskan tanahnya di pegadaian. Krisis ekonomi membuat bank terpaksa mengambil tanah 1.000 acre nya.

Dia harus menanggung kesulitan ekonomi hingga menjadi seorang imigran merupakan solusi. Kirk kecil lantas membantu keluarga dengan berjualan buah semangka hingga loper koran. Ia bersama keluarga berpindah dari satu kota ke kota lain, hingga dari satu negara ke negara lain.

Biografi Kirk Kerkorian anak yang sering tidak masuk sekolah. Karenanya dia memilih untuk hidup di jalanan saja. Dia bahkan pernah ikut bagian dalam sebuah genk jalanan. Ia lantas menyelesaikan pendidikannya sampai SMP di umur 13 tahun, lalu keluar dari sekolah dan memilih menjadi petinju jalanan.

Kirk remaja aktif menghasilkan beberapa dollar. Umurnya yang 20 tahun, dia mengikuti serangkaian petandingan tinju di Pacific Amateur Welterweight Championship, dan menang sebanyak 33 kali dan kalah 4 kali; mendapat gelar "right rifle". Berbagai kesenangan dunia direguknya bermodal mental jalanan.

Suatu ketik ia tertarik di pesawat terbang. Dia tertarik ketika mengerjakan cat bersama temannya untuk sebuah pesawat satu awak. Hingga perang dunia pertama, Kirk ikut serta disana sebagai pilot, ia merasakan sendiri bagaimana mengendarai pesawat.

Hidupnya yang teratur mulai berbenah berkat hobi terbang. Satu hobi mahal yang menjadi profesi, dimana dia harus jadi ekstra keras; membiayainya sekolah penerbang resmi. Dia harus bekerja untuk membayar pelajaran menerbangkan pesawat serta sekolah menengah.

Ketika biaya terpenuhi dan kursus telah selesai, Kirk bisa mengikuti militer, rencanannya sih mau jadi pilot, tapi sayangnya ia tidak bisa memilih ikut perang dunia ke II. Dia malah disuruh bekerja di balik layar, tepatnya bekerja sebagai makanik pesawat Royal Air Force.

Kirk menyelesaikan beberapa pesawat yang diketahui memiliki beberapa kelamahan. Dari sini, justru membuatnya menjadi orang yang berpenghasilan; menghasilkan $.1000 tiap penyelesaian. Sungguh investasi luar biasa yang dilakukan mantan petinju menjadi orang terkaya

Memulai Bisnis Pesawat Terbang


Kembali ke Los Angles, Kirk yang pandai memperbaiki pasawat, dari hobinya malah jadi pekerjaan. Bukannya sebagai pilot militer malah jadi teknisi. Ia memilih mengerjakan beberapa pesawat kecil bermodal $5.000. Dia berharap bisa memberikan sedikit jasa penerbangan bukan peperangan lagi.

Bisnis tersebut mulia menyita perhatiannya kini. Bisnis pesawatnya tumbuh pesat, dia harus melayani penerbangan pribadi, Los Angles- Las Vegas. Ia juga aktif berjudi di kasino membuang uang dari serangkaian kekalahan hingga kemenangan sepuluh ribu dollar.

Dia menggunakan uangnya (hasil dari judi) guna mengembangkan bisnis sendiri. Ia membeli sebuah perusahaan penerbangan, Trans International Airlines (TIA), di 1947, sebuah perusahaan melayani pesawat sewaan dari Los Angles Air Service. Ini membuat hidupnya berubah menjadi orang yang kaya, lalu membuatnya menjadi pengusaha pertama pesawat carter.

Pernah menikah sebelumnya, dia menikah kedua kalinya, seorang penari Jean Maree Hardy di Las Vegas. Pasangan tersebut lantas memiliki sepasang anak, bernama Tracy dan Linda; keduanya menginspirasi nama Tracinda Corporation. Tahun 1962 -an, Kirk menjual TIA kepada the Automaker Studebaker sebesar satu juta dollar.

Dari uang tersebut, ia membangun bisnis di Las Vegas dengan membeli 80 acre tanah. Di tahun 1965, dia membeli kembali TIA dan menawarkan saham untuk dijual melalui broker. Dia kemudian menyewakan tanahnya yang kemudian jadi Caesar's Place dan mengoleksi $4 juta.

Sebelum akhirnya kemudian dia menjualnya untuk $5 juta lagi. Setelah saham TIA naik, dari $9,75 ke $32, ia pun menjual perusahaan tersebut lagi ke Transamerica Coporation, di tahun 1968, tetapi hasilnya bukan berupa uang.

Kirk Kerkorian memilih dibayar melalui saham kepemilikan terhadapa Transamerica sebesar $85 juta. Ia kembali berbisnis membuka bisnis lain yaitu International Hotel di 1969 dan menjadi pioner untuk Las Vegas menjadi wisata keluarga bukan erotis.

Hotelnya memiliki ruang anak seperti taman, dan danau Lake Mead. Di 1970, ia menjual Internation Airlines lagi, sekaligus Flamingo Hotel, yang kemudian menjadi awalnya balik modal. Dia masuk ke Hotel Hilton Chain, atau jaringan hotel milik keluarga Hilton.

Dia juga dikenal suka MGM Film Studio; dikenal "an epic Hollywood- Wall Street Romance". Ia meminjam $48 juta dari Europan Bank, dan menguasai saham besar di MGM  di 1969, memiliki saham sekitar $670 juta.  Dari MGM Studio, ia melahirkan bisnis MGM Hotel di Las Vegas yang terkenal.

 Dibawah tangan Kirk Kerkorian, MGM Studio tidak terlalu menghasilkan artistik, tapi ia memahami bisnis lambat laun. Dia membeli United Artist Studio senilai $380 juta, menyatukannya dengan aset MGM, lalu menjualnya ke Ted Turner senilai $780 juta.

Kejeniusan Kirk adalah kemampuannya menjual dan membeli. Selepas dari Ted Turner, Kirk lantas menjual perusahaanya kembali ke ahli finansial asal Italia, yakni Giancarlo Parretti senilai $1.3 miliar di 1990. Parretti terlibat sekandal menjual kembali bisnis ini, pembelinya tidak lain adalah Kirk Kerkorian, lalu dijual kembali senilai $2,4 miliar ke Sony pada tahun 2004.

"Jika anda seorang pengusaha mandiri, anda akan bekerja lebih awal di kehidupan. Di kasus saya itu adalah umur 9 tahun ketika saya memulai mencari uang sendiri untuk keluarga di rumah. Anda harus menyikapi ini dengan berbeda, jadi lebih kuat, dibanding mereka yang kaya warisan," sebuah kata bijak Kirk Kerkorian.

Kamis, 31 Januari 2019

Rahasia Waze Google Kisah Pengusaha Asal Israel

Profil Pengusaha Uri Levine


kisah pengusaha asal israel
 
Bayangkan kita hidup dalam situasi tanpa macet. Inilah rahasia Waze Google yang memiliki tujuan itu. Tepatnya di tahun 2012 silam, sayangnya sekarang, sang penemu justru mendapati kemacetan lebih parah. Pria bernama Uri Levine, pengusaha asal Isreal, yang diakuinya di artikel 2018 silam.

Dia pernah mendengar temannya selalu mengeluh. Tidak suka akan mobil pribadinya lah. Tidak suka kemacetan yang terus- terusan lah. 

"Mereka benci mengemudi (itu membuang waktu), dan saya membenci sesuatu yang sia- sia," ucap dia dalam tulisnya di Forbes.

Kalau kamu mau membayangkan pola pikirnya. Datanglah ke kota dan mulailah berpikir mengenai itu semua. Mulai dari gedung, jalanan, dan kendaraan yang di dalamnya. Pikirkanlah yang mana duluan akan dibangun. Faktanya pertama ialah gedung, selanjutnya kita membangun jalan, barulah ada kendaraan.

Sialnya kita memikirkan kendaraan yang terakhir. Padahal kita harusnya berpikir bagaimana kah kendaraan akan berada. Bayangkan begitu banyak kendaraan memakan tempat. Sedangkan laju dari pertumbuhan jalan tidak cukup.

Rahasia Waze Google Pengusaha Isreal

Tau kah kamu bahwa Waze merupakan proyek spesial. Bermula dari keinginan mengumpulkan data peta. Pemerintah Isreal membuat proyek memetakan Palestina, dan bernama Free Map Isreal yang sifatnya terbuka, dalam hal ini bermakdus komunitas orang akan membantu membangun ini.

Pria itu bernama Ehud Shabtai, programer yang mangajak banyak orang untuk mengcrowd sourcing datang petanya. Menggunakan data dari pemerintah yang berbahasa Hebrew, yang mana agar jadi proyek gratis, terupdate terus dan tidak komersial.

Tahun 2008, Ehud memutuskan mengkomersialkan ini, dengan mengambil nama Waze. Aplikasi yang kemudian menjelma menjadi perusahaan Waze Mobile Ltd di tahun 2009. Pada tahun 2011 penggunanya merambah ke Asia, dengan dukungan 40 macam bahasa, mereka mulai menjual aneka iklan.

Rahasia Waze Google mendapatkan uang ialah: Membuat iklan berbasis lokasi pada peta mereka. Ambil contoh toko A bertempat di Jalan B, maka dengan membayar iklan, usaha toko A akan bisa terlihat di Jalan B pada Waze.

Menyuguhkan konsep animasi yang lebih kece. Membuat Waze nampak lebih eye catching dari mata pengguna. Cara lain digunakan untuk mengkomersialkan ialah kerja sama. Waze akan bekerja sama dengan acara berita. Pihak televisi akan mendapatkan hak menggunakan aplikasi untuk keperluan broadcasting.

Pada 2013, proyek terbesar mencoba memetakan pristiwa, tidak hanya mengenai jalan, kemacetan, ataupun lokasi. Di sini termasuk menyangkut pristiwa atau kegiatan tertentu di jalan. Contoh paling nyata ketika ada Tour de France, yang mana sukses menjadi bukti proyek sukses.

Akuisisi Google Kepada Waze


Google membeli Waze dengan nilai $966 juta pada 2013 silam. Perusahaan Waze sendiri memiliki 300 orang karyawan, dan mendapatkan untung $1,2 juta. Pembelian Google atas Waze ini malah membuat Komisi Perdagangan Federal Amerika, menyebut kepemilikan Waze dan Google Map adalah monopoli.

Walaupun dengan kasus yang mengikuti Waze. Dapat dipastikan mereka sukses membuat platform sosial media berbasis peta. Bayangkan sebagai pengguna kita bisa menginformasikan macet, satu pristiwa kecelakaan, dimana polisi terdekat, dan ini semua berkat editor peta yang lengkap.

Ada sekitar 300 negara melakukan kerja sama inisiatif dengan Waze. Tujuannya untuk mengawasi keamanan jalanan. Ambil contoh mendeteksi kecelakaan sejak dini di jalan. Sayangnya, kominitas jalan menyakini banyak ikon pada peta Waze membahayakan.

Prostes lain datang dari pihak Kepolisian Amerika, pasalnya, fitur jejak polisi di jalanan membantu kriminalitas. Ini diperkuat dari kasus penembakan yang dilakukan oleh Ismaaiyl Brinsley. pembunuhan atas dua petugas NYPD, yang mana ditemukan screenshot menunjukan dua ikon polisi.

Apakah yang dilakukan pendiri Waze selepas akuisisi Google. Nilai yang mencapai hampir $1 triliun, bagaimana kehidupan para pendiri, khususnya sosok Uri Levine. Sosok eksentrik ini menimbulkan pernyataan menggelitik. Menurut berita dari surat kabar, nilai yang sebenarnya dia terima hanya 3% dari itu.

Ya dia dikatakan hanya mengantungi $38 juta atau 3% nilai saham. Toh uang tersebut tetap banyak jika dibandingkan milik kita. Dengan uang sebanyak itu Uri memilih untuk hidup tenang. Dia tidak memilih tawaran bekerja untuk Google.

Banyak orang mendengar dia hidup mewah, berlibur ke gunung Alphen dan bermain ski di sana. Ia menikmati hidupnya mengerjakan hobi- hobinya. Tetapi itu tidak sepenuhnya benar seperti berita di media. Fakta bahwa dia seorang pecinta ski salju, dan gunung Alphen merupakan tempatnya berlibur.

Tetapi faktanya itu sudah dilakukan bahkan sebelum Waze dibeli. Dia bahkan saat itu lima kali dalam sebulan ke sana. Hobi yang mahal tentunya bagi orang seperti dirinya. Namun pendapatan Waze cukup untuk membuatnya melakukan itu banyak kali.

Bedanya ketika Waze dibeli Google ialah durasinya. Dia menginap bahkan tujuh hari selepas akuisisi oleh Google. Daripada memilih hidup dalam kemewahan, hobinya adalah segalanya bahkan dia lebih memilih membeli sepeda gunung. Bahkan itupun tidak mahal hanya $3000, dibanding sepeda yang termahal $10.000.

Apakah dia membeli mobil mewah dan rumah mewah?

Tidak, dia malah berkata faktanya kepada Business Insider, bahwa dia masih tinggal di rumah sewa dan tidak ada mobil mewah. Ia malah membuat startup baru yaitu Fairfly, untuk mereka yang telah membeli tiket untuk mencari diskon, rebooking, untuk kembali menggunakan.

Bahkan sebelum dibeli Google, dia merupakan seorang pemilik startup yaitu FeeX. Servis ini akan membantu orang menyimpan uang dari servis keuangan. "Tidak ada hal yang gila. Saya menyewa satu apartemen rental. Itu membuat logika ide logis."

Dia bukanlah pecinta uang tetapi pekerja keras. Uri memiliki lima orang anak: Umurnya dari 14- 25 tahun. Dua orang dewasa, yang umurnya 21 dan 25 tahun, yang juga aktif di startup. "Saya mau mereka mau sukses dan bahagia, independen dan bukan karena saya," ia menjelaskan hidupnya.

Senin, 28 Januari 2019

Pendiri Kasino Las Vegas Sands Biografi Sheldon Adelson

Biografi Pengusaha Sheldon Adelson


biografi sheldon adelson

Biografi Sheldon Adelson, pengusaha bernama panjang Sheldon Grey Adelson sang pendiri kasino Las Vegas Sands, yang terlahir di sebuah daerah miskin bernama Dorchester Boston, Massachusetts, di tahun 1933. Cerita mengenai biografi Sheldon Adelson, tidak lain mengenai kerja keras sejak masih kecil.

Pengusaha yang terlahir dari pasangan seorang supir taksi dan penjahit. Sheldon harus bekerja dari kecil hingga di umurnya ke 12 tahun; pengusaha ini membuka bisnis pertamanya. Bukan berawal darii sebuah bisnis besar.Ia hanya bekerja menjual peralatan toilet dengan untung yang kecil.

Sheldon berhasil menciptakan beberapa bisnis sukses, tahun 1970 -an, dia barulah menemukan bisnis utamanya. Ia yang dikenal sebagai perintis COMDEX, sebuah media pameran komputer terbesar pertama dimasanya. Adelson membangun puluhan kasino baik di Las Vegas dan Asia, kemudian masuk ke ranah politik. Ia memang dikenal mendukung parta Republik serta kebijakannya.

Kesempatan Sang Pendiri Kasino Las Vegas Sands


Awal tahun 1950, setelah berkutat di bisnis toilet, Sheldon memutuskan masuk ke kehidupan kampus sebagai remaja. Dia masuk City Collage of New York, tapi kemudian berhenti setelah berkuliah dua tahun. Dia bergabung ketentaraan Amerika kemudian bekerja di Wall Street. Melalui Wall Street lah, idenya mengenai bisnis kembali tumbuh bersamaan berhenti dari militer.

Dia pernah bekerja menjadi broker, konsultan bisnis, dan akhirnya kembali dan mulai membangun bisnisnya sendiri. Adelson kemudian kembali ke Boston, dia berinvestasi beberapa perusahaan awal 1960 an yang menguntungkan.

The American International Travel Service, perusahaan yang sangat menguntungkan kala itu. Siapa sangka perusahaan ini akhirnya bangkrut juga di akhir 1960 dimana sahamnya jatuh. Awal 1970, ia memiliki bisnis baru dibidang real estate, menjual beberapa condominium serta mempublish majalah tentang condo.

Ini cukup berhasil awalnya sih. Hingga datang krisis ekonomi memaksa orang berpikir ulang. Untuk berpikir membeli sebuah condominium. Terdesak kebutuhan hidup, Sheldon harus menemukan pemberhentian sementara melalui satu perusahaan yang dibelinya.

Dia membeli perusahaan mengenai komputer. Perusahaan yang dikenal menerbitkan majalah untuk para pecinta data, majalah Data Communication User. Memiliki pengalaman ekspo properti, ia lalu melihat peluang komputer ditawarkan seperti itu.

Dia menginginkan ekspo basar, mengaplikasikan semuanya hanya untuk komputer bukan real estate. Ia lantas mendirikan ekspo pertama tentang komputer. Inilah cikal bakal adanya pameran komputer di dunia. Bisa dibilang dia lah orang yang pertama kali mengadakan acara pameran komputer pertama.

Di tahun 1973, Adelson menjual sisa aset nya membuat bisnis komputernya semakin besar. Dia mendirikan Interface Group, fokus di bisnis komputer memperbesar minat pasar. Mulai lah COMDEX lahir, dimana dia dan patnernya mengembangkan bisnis berbasis komputer; ekspo yang pertama tahun 1979.

Itu adalah ekspo menarik di tahun 1980- 1990, menyumbangkan kekayaan terbesar di hidup Adelson. Keberhasilan COMDEX meningkatkan nilai Interface Group. Dia melihat sesuatu, memilih menjual saham miliknya di bisnis condo dan majalah condonya. Meski begitu usaha komputer Perusahaan Interface Group tumbuh melambat, menghasilkan $.250.000 di awal tahun.

Sekitar tahun ini, dia bertemu Sandra kemudian menjadi istri pertamanya. Ia mengadopsi tiga anak lalu bercerai di 1988.

 "Saya melihat setiap bisnis dan bertanya, berapa lama akan bertahan? berapa lama saya mempertahankan status quo dan merubahnya?" sebuah quote melegenda Sheldon Adelson.

Ia mengadakan pameran aktif di MGM Grand Hotel, Las Vegas. Di waktu tepat, ketika itu, COMDEX mendatangkan beberapa merek ikut dalam ekspo nya, seperti IBM, Apple, dan Microsoft. Sekitar tahun 1987, COMDEX memberikan laba sebesar $.20 juta dan merupakan bisnis ekspo terbesar.

Di akhir dasawarsa, the Interface Group memberikan modal tambahan dengan $.250 juta, merubah COMDEX menjadi ekspo kelas dunia.

Sang Pendiri Kasino Las Vegas Sands dan Hotel


Pada akhir 1980, Adelson dan patner mencari hotel untuk memenuhi kebutuhan perjalanan dan sebuah pesawat pribadi. Di 1988, ia membeli aset legendaris Sands Casino senilai $128 juta, lalu terkenal bergaul dengan Frank Sinatra dan The Rat Pack. Dia merubah Sands menjadi bisnis modelnya.

Dia membangun resort, mall, dan pusat pertemuan untuk perusahaan- perusahaan. Dia mulai tertarik dengan pemilik otoritas dan para pekerja, lantas mendukungnya membangun Sands Casino dan Convention Center.

Di tahun 1995, dia dan patner menjual COMDEX untuk SoftBank Corporation dari Jepang senilai $800 juta, mendapatkan bagian $500. Sheldon bebas untuk kembali ke Wall Street, dia dan patner- patnernya Venetian Resort Hotel Casion, Sands Casino dan Convention Center, senilai $1,5 miliar.

Meski melawan pemilik otoritas serta serikat buruh, semuanya berdiri sukses pada 1999. Bisnisnya kemudian dikenal dangan nama Las Vegas Sands Corporation. Perusahaan bergerak di bidang kasino dan resort di Paradise, Nevada. Resortnya menyuguhkan layanan kelas dunia dari permainan dan intertainment, ruang pertemuan dan ekspo, restoran selebriti dan klubnya.

Mungkin karena background bisnisnya, Adelson memulai bisnis Las Vegas Sands menjual fasilitas ruang pertemuan dan juga ekspo yang kemudian tidak bejalan baik. Berjalannya waktu dan pengalaman, bisnisnya berubah bentuk menjadi kasino gaya beda.

Mengikuti alur sesuai dengan prinsip bisnisnya. Ia memilih fasilitas ruang hotel tidak terlalu mewah dibanding kasinonya. Dia memamerkan kasino sebagai tempat utama dari Las Vegas Sands. Dari sini lah, pengunjung lebih menikmati berjudi di kasino daripada tidur.

Resortnya lebih besar dari keseluruahan kamar, hingga menampung 70.000- 100.000 orang. Itu juga sudah termasuk kasino dengan kasino seluas 550.000 hektar. Las Vegas Sands terus melakukan ekspansi besar hingga ke Jepang, Korea, Thailand, Vietnam, dan Taiwan. Di US, Las Vegas Sands telah memiliki 2009 resort termasuk di Florida.

Dari Eropa, Adelson behasil deal untuk membangun bisnis kasino di Madarid untuk EuroVegas. Itu semuanya menjadikannya pemilik aset enam kasino, dua puluh hotel, sebuah gedung pertemuan, tiga lapangan golf, pusat perbelanjaan, beberapa bar, dan restorant. Jadi mereka menghasilkan pendapatan keuntungan bersih US$.9 miliar.

Sabtu, 19 Januari 2019

Bisnis Wilmar Group Sejarah Martua Sitorus

Biografi Pengusaha Martua Sitorus



Sejarah Martua Sitorus kelahir di Pematang Siantar, sebuah kota di Sumatera Utara, di tahun 1960. Pria yang memiliki nama asli Thio Seng Hap, yang adalah pemilik perusahaan Wilmar International bersama Kuok Khoon Hong. Dalam biografi Martua Sitorus tidak ada detail lengkap mengenail asal mulanya.

Pengusaha yang bergerak di bisnis sawit, dan bisnis Wilmar Group menjadi perusahaan terbesar di usahanya sawit. Di tahun 1991, perusahaan tersebut resmi berdiri bermodal 7.100 hektar kebun sawit. Wilmar International juga mendirikan pabrik pengolahan hingga Sumatera Utara.

Tidak semua orang batak bekerja sebagai pengacara loh; mereka juga pandai berbisnis. Ya salah satunya biografi Martu Sitorus, dan yang terbaik pemilik Wilmar International, meski pun namanya cukup awam di Indonesia. Dia berhasil masuk jajaran orang terkaya di Indonesia berkat sawitnya.

Bisnis Wilmar Group yang berbasis di Singapura meliputi 48 perusahaan berbeda. Perusahaan itu, salah satunya PT. Multimas Nabati Asahan memproduksi minyak goreng merek Sania.

Pada 2005, Wilmar International diperkirakan telah memiliki total aset $.1,6 miliar, total pendapatan $.4,7 miliar dan laba bersih $.58juta. Sejarah Wilamar International tidak lapas dari Mertua Sitorus, pria asli Batak ini dulunya hanya minyak sawit kecil kecilan Indonesia- Singapura.

Jadi Orang Terkaya Karena Sawit


Sejarah Murtua Sitorus, pria 42 tahun, yang lulusan sarjana ekonomi HKBP Nommensen, Medan, Sumatera Utara. Sosok yang sangat bersemangat, Murtua sukses berbisnis sawit dan tumbuh hingga membeli 7.100 hektar kebun sawit di 1991.

Usaha sawit lah yang membuat dirinya jadi pengusaha besar di Sumatera Utara. Di 1991, setalah mendirikan pabrik sawit, Martua bersiap ekspansi ke Malaysia dimana pasar kala itu masih bagus. Ia pun tak lekas puas, fokus mendirikan hilirisasi (produk turunan) yang lebih bernilai tinggi.

Tahun 1998, ia mendirikan pertama kalinya pabrik memproduksi specialty fats. Wilmar International tercatat di bursa saham Singapura. Perusahaannya tumbuh, sebelumnya berupa pengolahan minya sawit berkembang terspesifikasi di wilayah agrobisnis. 

Perusahaan memiliki beberapa usaha dalam satu produk utama. Yaitu meliputi usaha penyulingan untuk minyak goreng, pengepakan dan penjualan, lemak khusus, oleokimia, produksi biodisel, dan pengolahan biji- bijian.

Pengepakanya akan meliputi (1). merchandising minyak sawit dan produk laurics (semacam lemak nabati), (2). pengolahan minyak sawit dan refinery, (3). peremukan, diolah dan refining untuk manjadi minyak bisa dimakan, minyak sayur, biji- bijian dan kedelai. Konsumennya meliputi China, Vietnam dan Indonesia, dan sudah berbentuk hasil jadi siap pakai.

Bertambah tahun membuat bisnis Martua semakin bersinar meliputi berbagai usaha. Utamanya, ia fokus kepada bisnis minyak kelapa sawit serta turunannya. Di tahun 2000, perusahaanya PT.Multimas Nabati Asahan memproduksi minyak goreng Sania.

Per 31 Desember 2005, Wilmar International memiliki 69.171 hektar, 65 pabrik, tujuh kapal tanker, dan 20.123 karyawan. Perusahaanya memiliki 30 negara tujuan eksportir. Puncaknya, perusahaan Wilmar tecatat di bursa Singapura di Agustus 2005, dengan nilai saham $2 miliar.

"Ia cukup berani mengambil resiko, jadi cepat pula ia mendapatkan keuntungan," ucap Derom Bangun, selaku ketua harian Gapki (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia). Derom yang menilai Martua sebagai sosok barani masuk ke pasar baru. Dia dinilai kreatif, dinamis, dan banyak ide.

"Namun, dia memang tegolong orang yang low profil atau tak mau terlihat menonjol," deskripsinya tentang Murtua Sitorus

Kawan menyebutnya orang yang agresif hanya dalam hal bisnis. Ia dapat melihat peluang di bisnis sawit kala itu, serta tahan banting hadapi krisis. Buktinya, meski ada krisis moneter 1997, dia masih mampu menghadapinya ketika perusahaan lain gulung tikar.

Dia bahkan berhasil memberikan 2,5% tunjangan krisis kepada karyawan, bukanya memotong gaji mereka 2,5%. Dia memang tidak sendiri ketika membangun Wilmar International, bersama dengan Kuok Khoon Hong, keduanya mengembangkan bisnis Wilmar Group meluas.

Sejarah Wilmar International


Kuok Khoon Hong, berusia 57 tahun ini adalah keponakan Robert Kuok, raja bisnis gula dan properti Malaysia, bersama Martua sepakat mengembangkan bisnis bersama-sama. Wilmar sendiri disebut-sebut sebenarnya adalah singkatan dari kedua nama mereka, yaitu William, nama panggilan Kuok Khoon Hong, dan Martua Sitorus.

Mereka berdua adalah pemilik yang signifikan Wilmar Holdings Pte Ltd (perusahaan holding Wilmar International Ltd). Keduanya berbagi tugas, Kuok Khoon Hong sebagai chairman & CEO dan Martua sebagai chief operating officer (COO) Wilmar International Ltd.

Keluarga besar Matua Sitorus berperan penting dalam bisnis, mereka menduduki jabatan penting. Istri (Rosa Taniasuri Ong), saudara laki-laki (Ganda Sitorus), saudara perempuan (Bertha, Mutiara, dan Thio Ida), dan ipar (Suheri Tanoto dan Hendri Saksti) menduduki posisi kunci di Wilmar Corp.

Bahkan, Hendri Saksti diberi kepercayaan menjadi kepala operasional bisnis Wilmar di Indonesia. Bisnis keduanya meningkat pesar di bulan pertama 2006, menghasilkan kenaikan 7,8% senilai S$3,7 miliar dibanding periode sama sebesar US$3,4 miliar di tahun 2005.

Dari itu laba bersihnya selama sembilan bulan pertama 2006 tumbuh 56,4% mencapai US$68,3 juta dibanding periode yang sama 2005 sebesar US$43,6 juta. Keduanya bahkan berencana ekspansi untuk Wilmar ke bisnis biodiesel.

Tidak tanggung-tanggung, mereka langsung menggebrak dengan membangun tiga pabrik biodiesel. Ada beberapa isu menyangkut bisnis Wilmar Corp, terutama bisnis minyak sawit. Pertama, rencana merger Wilmar dan lini bisnis Kuok Group, milik taipan Robert Kuok, di bidang agrobisnis (PPB Oil Palms Berhad, PGEO Group Sdn. Bhd., dan Kuok Oil & Grains Pte Ltd).

Nilai transaksi merger mencapai US$2,7 miliar. Merger ini ditaksir memberikan potensi kapitalisasi pasar Wilmar sebesar US$7 miliar. Merger ini diperkirakan juga akan menghasilkan kombinasi pendapatan US$10 miliar dan laba bersih US$300 juta selama sembilan bulan pertama 2006.

Pabrik- pabrik ini diperkirakan memiliki kapasitas produksi sampai 350.000 ton per tahun sehingga total kapasitasnya mencapai 1,050 juta ton per tahun. Sejauh ini, belum ada satupun pabrik biodiesel milik perusahaan lain di dunia yang memiliki kapasitas produksi sebesar Wilmar.

Sebagai tambahan, apabila rencana merger itu terealisasi, maka pabrik biodiesel milik PGEO Group Sdn. Bhd. dengan kapasitas 100.000 ton per tahun akan makin memperkuat bisnis biodiesel Wilmar. Mertua sendiri aktif di kesahatan dengan membangun sebuah rumah sakit di Medan, Murnia Teguh Memorial Hospital.

Rumah sakit itu yang ia persembahkan untuk ibunya, Murni Teguh. Rumah sakit tersebut didirikan 12 Desember 2012. Meskipun tinggal di Singapura, dia, istrinya dan tiga orang anak, tetaplah warga negara Indonesia, dan memiliki usaha sebagian besar di Indonesia.

Rabu, 16 Januari 2019

Astra International Orang Terkaya Tujuh Turunan

Biografi Pengusaha Theodore Rachmat

 
biografi theodore rachmat

Biografi Theodore Rachmat, atau Theodore Permadi Rachmat. Namanya dikenal salah satu yang terbaik di Astra Internasional. Pengusaha kelahiran tahun 1943, yang merupakan lulusan dari Institut Teknologi Bandung, jurusan teknik mesin yang karirnya moncer di Group Astra.

Dia itu masih satu angkatan dengan sesama jajaran eksekutif Astra International, seperti nama  Benny Subianto dan Subagio Wiryoatmodjo secara langsung. Biografi Theodore Rachmat yang merupakan salah satu keponakan William Soeryadjaya, CEO Astra International.

Awalnya dia lebih memilih berbisnis tanpa bantuan pamannya sama sekali. Yakni pada tahun 1970, yang mana Theodore bersama Benecditus Rahmat, kakaknya, membangun perusahaan konstruksi di bawah bendera PT. Porta Nigra, yang menjadi pijakan nanti ketika masuk Group Astra.

Perusahaan tersebut cukup berkembang dibawah menejemen dua orang. Tetapi akhirnya, dia harus berurusan dengan Group Astra, dan melalui Allis Chalmers Astra, bekerja sebagai selesman alat- alat berat, atau bisa dibilang dia memulai dari nol besar.

Jajaran Orang Terkaya Indonesia


Berkat kerja kerasnya, dia pun terpilih sebagai president direktur PT. Astra International dari tahun 1972- 1998, walaupun keluarga William Soeryadjaya sendiri tidak lagi aktif, bersyukur berkat kemampuannya Astra Group masih ada. Di tahun 1998, ia masih menjadi jajaran direksi sepeninggal keluarga William Soeryadjaya tak lagi aktif.

Dia sempat beristirahat hingga dua tahun dari Astrat, dan harus kembali ke PT. Astra International menjadi pucuk pimpinan kembali. Catatan bahwa dia sendiri cuma memiliki bagian kecil dari Group Astra sekitar 5%, dan ini bukan karena faktor keluarga tetapi kemampuanya mengembangkan anak usaha.

Perlu kamu ketahui pula, bahwa semua komisaris di Astra, seperti Benny Subianto, Hugianto Kumal, Subagio Wiryoatmodjo juga mendapatkan bagian yang saham untuk Group Astra International, dengan nilai 1-5%. So, tidak ada pilih kasih di antara mereka.

Meski anaknya, keponakan dan menantu terlibat di dalam bisnis Theodore; mereka tidak langsung bekerja di tempatnya. Inilah ketegasan pertama seorang Theodore Rachmat, "Saya tidak ingin anak- anak saya lulus langsung kerja disini," ucapnya.

Theodore atau dipanggil akrab Teddy memiliki tiga orang anak, anak pertama dan kedua mengikuti jejaknya menjadi pengusaha. Sementara si sulung, sekaligus putri satu- satunya, memilih menjadi ibu rumah tangga. Menantunya sendiri, suami dari putrinya, memilih membangun perusahaan sendiri.

Memang di usianya yang ke 63 tahun, dia telah memiliki generasi penerus sebagai pengusaha ulung dari hulu- hilir. Kedua putranya, si sulung Christian Aryano Rachmat, diserahi bisnis batu bara. Anak keduanya yang bernama Arif Patrick Rachmat, diserahi bisnis perkebunan PT.Triputro Agro Persada.

Sementara si bungsu, Ayu Patricia Rachmat menjadi ibu rumah sesekali menjadi wedding organizer. Sedangkan sang menantu, memegang keuangan Triputro dan menjadi pendiri perusahaan PT. North Star.

 "Anak- anak saya dan keponakan saya memang diberi kesempatan di sini. Namun, nilai-nilai yang saya tanamkan kepada mereka sama saja: jangan serakah dan jangan hanya memikirkan diri sendiri," Teddy menegaskan.

Ia tidak mau menspesialkan salah seorang anak menjadi catatan tersendiri. Dia meyakinkan semua anaknya berawal dari bawah dan masing- masing anak telah dibagi sesuai dengan bidangnya. Penempatan Arif dan Aryano sudah di jalur benar, keduanya harus memulai sangat awal.

Sebagai contoh, dia mencontohkan si sulung bekerja di Toyota dahulu, lalu Arif bekerja di Amerika selama 7 tahun. Hingga Arif dan Aryo mampu menerima tanggung jawab dari ayahnya. Mereka saling terbuka, bahkan berkompetisi, Aryano menjabat komisari Triputro dan Arif menjadi direktur Triputro.

"Kalau kami tidak kompeten dan tidak bisa memberi contoh yang baik, sama juga malu-maluin," kata Arif.

Pada April 2005, selama dua bulan Arif bahkan diminta membantu kakaknya di PT. Adaro Indonesia. Dalam satu-dua tahun pertama, tugasnya lebih mencari lahan dan benchmark ke perkebunan lain. Arif memang dikenal nyambi usaha microfinance dan komisaris PT. Daya Adira.

Keduanya dikenal saling mengevaluasi satu sama lain. Kalau sang ayah berperan dalam nilai- nilai duniawi (usaha), ibunya menekankan spiritual meski keduanya pengusaha tulen. Teddy dan istrinya akan berbagi peran, dimana Teddy selalu mempertimbangkan efektivitas dan efisiensi tiap keluarga.

Jika menilik latar belakang kariernya, kompetensi Arif cukup mumpuni di industri perkebunan. Selama 7 tahun Arif berkarier di General Electric (GE), yang mana lima tahun sebagai manajer plant. "Di situ saya benar-benar belajar efisiensi produksi,"  tutur Arif kepada para pewarta.

Selain disiplin dalam mengajarkan nilai-nilai bisnis pada generasi penerusnya, Teddy juga punya komitmen tinggi menerapkannya di urusan keluarga. Kesederhanaan dan kerendahan hati menjadi nilai-nilai yang diajarkan Teddy kepada anak-anaknya.

"Bapak selalu bilang, kami harus jaga nama baik," tutur Arif sembari menyebutkan kejujuran juga diprioritaskan.

Cara Menjadi Orang Terkaya


"Saya selalu ingat pesan beliau, 'kalau kamu mau jadi pelukis saya tidak akan mendikte warna apa yang harus kamu pakai atau jenis lukisan apa. Tapi yang saya inginkan hasilkanlah karya masterpiece. Di samping itu, jadi orang harus humble'," kata Arif menirukan nasihat sang ayah.
Melalui pola saham kecil, setidaknya dari tahun 1972, Theodore telah memiliki 1% dari PT. Surya Semesta Internusa. Tbk. Setahun kemudian, ia mendirikan perusahaan investasi PT. Windu Nusantara yang kemudian mendirikan lima anak perusahaan dibawahnya. (PT Mutiara Samudera Lines, PT Kayaba Indonesia, PT Traktor Nusantara, PT Sinar Abadi Cemerlang dan PT Cipta Piranti Tehnik)

Dia juga ikut andil 2% di pada PT.Sunrise Garden, sebagai pengembang perumahan Sunrise Garden Jakarta Barat. Dia juga memiliki 1,5 % HPH PT. Emporium Lumber. Yang nantinya perusahaan Emporium dimerger ke dalam PT. Sumalindo Lestari Jaya Tbk, yang dimiliki selama 17 tahun sejak 1980 hingga 1997.

Dan, juga tercatat sabagai pendiri PT. Inter Delta Tbk, yang dibangun bersama ketiga pamannya yakni William Soeryadjaya, almarhum Tjia Kian Tie dan Benyamin Arman Suriadjaya dan almarhum Masagung.

Konsep bisnisnya sederhana melalui perusahaan indukan dan pribadi. Perusahaan induknya yaitu PT.Triple A Jaya didirikan bersama istrinya Rani Imanto tahun 1979. Mereka kemudian membangun induk usaha lain, yaitu PT.Trikirana Investindo Prima.

Sedangkan dua lainnya, mereka menjadi investasi pribadi milik mereka berdua. PT. Triple A Jaya semula bertujuan mewakili kepemilikan khusus untuk unit- unti usaha Astra Group. Ini menyangkut akuisis 17 perusahaan dan pendirian dua perusahaan baru.

Strategi Bisnis Saham Kecil


Beberapa diantaranya perusahaan investasi, seperti PT. Pandu Dian Pertiwi yang kemudian dilepas di tahun 1996, PT. Kelana Bina Persada (5%),  PT Suryaraya Serasi (2,5 %), PT Mitracorp Pacific Nusantara yang masih memiliki 7 anak perusahahaan.

PT. Mitracorp Pacific Nusantara kemudian dimergerkan ke dalam PT Astra Graphia Tbk dan dibubarkan tahun 2003. Adapula PT Suryaraya Idaman yang merupakan induk tiga  perusahaan perhotelan di Yogyakarta, dan terakhir PT Astra Otoparts Tbk.

PT Triple A Jaya juga memiliki bagian PT Aneka Komkar Utama, pabrik sarung tangan karet di Tangerang,  PT Suryaraya Wahana, pabrik pulp di Kalimantan Timur, PT Concretindo Rejeki, pabrik readymix concrete di Cirebon, PT Inkoasku, pabrik wheel rim di Jakarta, dan lain-lain.

PT Triple A Jaya memiliki anak dan cucu perusahaan; 19 perusahaan anak dan 21 perusahaan cucu. Perusahaan tersebut tidak semua akhirnya eksis dan dimilikinya sampai sekarang, beberapa perusahaan telah berpindah kepemilikan walaupun masih berjalan.

Cuma 10 perusahaan tercatat telah didivestasi lagi, 3 perusahaan dimergerkan dan 8 perusahaan dilikuidasi. Dilihat jumlahnya, perusahaan induk memiliki kekuatan menyokong dirirnya. Itu juga bisa disimpulkan sulitnya mengatur semua.

Bahkan, ketika itu, istrinya juga ikut ambil bagian dari usaha pribadinya. Istrinya, Rani Imanto, tercatat memiliki inevstasi pribadi di PT. Delta Exim dimana setahun kemudian mendirikan perusahaan kontruksi PT. Delta Sarana Indonesia.

Tercatat seluruhnya ada 14 perusahaan yang pendirian dan penyertaan awalnya terkait dengannya. Tujuh perusahaan perkebunan kelapa sawit menjadi bagian perusahaan pribadi istrinya; meliputi PT.Tunggal Perkasa Plantations, PT Sari Aditya Loka, PT Karya Tanah Subur, PT Sari Lembah Subur, PT Sankawangi, PT Sukses Tani Nusasubur dan PT Suryaraya Bahtera.

Perusahaan terkahir telah dilepas ke PT Astra Agro Lestari Tbk. Akhirnya, cuma ada  4 perusahaan masih aktif hingga sekarang, yaitu PT Catur Reksadaya (dagang), PT Djambi Waras (perkebunan karet), PT Purna Carmatama (sepatu olahraga) dan PT Brahma Binabakti (crumb rubber).

Porsi setiap perusahaan relatif kecil, atau sekitar beberapa persen dari aset tidak menyurutkan keuntungan dari Theodore. Hal ini justru sangat menguntungkan, dan langsung merubahnya menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia. Dia sekarang bukan hanya seorang entrepreneur tetapi juga investor.

Dengan minoritas kepemilikan, dikala krisis datang, ia dapat menyelamatkan keuangannya dari krisis. Teddy dan keluarga juga mendapatkan keuntungan besar dari tumbuhnya perusahaan. Apa lagi, Teddy memiliki kemampuan menejarial serta kepemimpian yang menjadikannya orang terkaya.

Selasa, 08 Januari 2019

Kisah Sopir Traktor Jadi Miliarder Hui Ka Yan

Biografi Pengusaha Hui Ka Yan


sopir traktor jadi miliarder


Tidak mudah bagi hidup Hui Ka Yan mencapai titik ini. Tetapi Hui membuktikan kisah sopir traktor jadi miliader itu nyata. Menaikan harapan bagi mereka masyarakat kelas bawah. Mereka yang bekerja sebagai sopir apapun. Percayalah sesungguhnya kerja keras anda akan terbayar satu hari kelak.

Fokus kepada tujuan hidup kamu dan jangan di satu titik. Seorang Hui muda merupakan anak dari seorang tentara militer China. Sang ibu meninggal ketika usianya masih 1 tahun. Hui anaknya kreatif suka menggambar. Di tembok kamarnya terpampang coretan lukisan sang ibu menemani.

Hui juga suka menggambar di atas kertas. Selepas lulus SMA dirinya meras bosan. Karena tinggal di desa tidak membuatnya maju. Inilah alasannya kabur ke kota untuk bekerja. Hidup di desa pekerjaan paling mentok hanyalah sopir traktor.

Ketika mengendarai traktornya dia merasa jenuh. Sudah menjadi tradisi masyarakat, jika anak sudah beranjak dewasa mereka harus bekerja di desa. Apakah kamu mau selamanya bekerja sebagai supir traktor. "Saya bisa mengubah hidup saya," ia meyakini ini bukanlah akhir hidupnya di desa.

Tidak mau miskin selamanya di desa pergilah dia. Ternyata pilihan dia bekerja di kota salah. Karena tidak punya koneksi, akhirnya dia bekerja seadanya seperti bekerja menjadi satpam menjadi restoran. Seperti halnya pekerjaan sopir tidak membuatnya tenang dan memilih keluar.

Wirausaha Sopir Traktor Jadi Miliarder

Bekerja sebagai satpam tidak membuatnya puas. Alhasil Hui harus menganggur bahkan sampai satu tahun. Sampai Hui mendengar ada penerimaan mahasiswa baru di kota. Di tahun 1976, iseng dia mencoba mendaftar, percobaan pertama sayangnya dia gagal. Agar bisa masuk ke Universitas dia masuk kembali ke SMA, untuk mempelajari kembali apa- apa yang ditinggalkan.

Sudah lima bulan dirinya meningkatkan kualitas. Hasilnya dia mampu masuk Universitas, tepatnya dia menjadi mahasiswa di Wuhan Institute of Metallurgy. Dari kampus dia mendapatkan tugas untuk penelitian. Tugas yang merubah nasibnya ialah meneliti kebersihan kampusnya di China.

Dia berkunjung ke beberapa kampus untuk meniliti. Kemampuanya berbicara diolah keadaan sampai ahli. Hui melakukan survei dan berbicara dengan banyak orang.

Anak yang kurang bergaul itu sekarang berubah. Dari kuliah dia bekerja untuk Wuyang Steel di kota Hanan. Kota besar itu mengangkat harkat martabat Hui. Cita- citanya untuk tidak hidup miskin di desa telah tercapai. Bekerja di sana selama 10 tahun ia menghasilkan tabungan 20 ribu yuan.

Kenapa dia memilih keluar ternyata karena uang. Dia tergiur gaji yang besar di perusahaan lain. Justru dia bekerja menjadi salesman untuk perusahaan. Bergaji 3.000 yuan, selama lima tahun, Hui justru dia tidak mendapatkan apa- apa.

Atasannya tidak puas karena kinerjanya, dari deal ribuan dollar justru menyisakan tidak ada. Dia jatuh di titik nol karena "kerakahannya". Untuk menutupi kegagalan itu, Hui nekat membuka usaha real estate sendiri bernama Evergrande.

Keuntungan Evergrande naik sembilan kali pada 2017 silam. Yang membuat Evergrande sukses ialah dia menghindari hutang. Selain itu pertumbuhan sektor private dengan pengeluaran pemerintah. Dia mampu meraup keuntunga, walaupun dibelakang sosok Wang Jianglin, tetapi tetap mampu mengejar.

Dia dikenal sebagai pengusaha yang tersembunyi. Lebih memilih kehidupan dibelakang meja, Hui tidak terlalu dikenal dibanding Wang Jianglin. Walaupun begitu dia mampu menyalip kesuksesan si Wang Jianglin. Kekayaanya mencapai $42 juta dengan urutan ke enam dari 10 orang terkaya China.

Selasa, 01 Januari 2019

Biografi Investasi Warren Buffett Perbaiki Kesalahan

Biografi Miliarder Warren Buffett


biografi warren buffett indonesia

Seorang biografi investasi Warren Buffett, adalah seorang pengusaha dan investor, kelahir 30 Agustus 1930, di Omaha, Nebraska. Dalam biografinya Warren Buffet, dirinya sudah berinvestasi sejak umur 11 tahun. Dia dikenal menjalankan bisnis kecil- kecilan, hingga menginvastasikan hasilnya dulu.

Berjalannya waktu dia mampu mendirikan firma bisnis. Yakni Buffet Partenership, di Omaha, dan mengabdikan dirinya dalam porfolio saha. Dia sukses besar hingga menjadi orang terkaya. Biografi investasi Warren Buffett, tahun 2006, menyumbangkan yang $61 juta untuk donasi.

Ini menjadi donasi terbesar di Amerika Serikat, meskipun begitu dia masih punya banyak uang untuk jadi orang terkaya di dunia.

Biografi Warren Buffett, bernama lengkap Warren Edward Buffet, merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Ayahnya, Howard, bekerja sebagai broker saham dan seorang legislatif. Ibunya, Leila Stahl Buffett hanya seorang ibu rumah tangga biasa.

Biografi Warren Buffett Memperbaiki Kesalahan


Buffet adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Buffett memang menunjukan bakat besar di bidang ilmu ekonomi, terutamanya di bidang finansial dan bisnis. Sejak awal, ketika umurnya 11 tahun, dia sudah disebut- sebut memiliki bakat atau prodigy di ilmu hitung.

Teman dan beberapa kenalan melihatnya mampu menghitung, mengingat angka- angka besar di kepalanya. Dia juga menunjukan ketertarikan di bidang bisnis, terutama investasi, hingga selalu ikut dalam asosiasi bisnis.

Disela- sela waktu Buffet kecil sering mengunjungi kantor milik ayahnya, seorang broker, mencari tau segala sesuatu tentang table saham di dinding kantor. Ia memulai investasi pertamanya setelah itu. Di umur 11 tahun, Buffet membeli saham Cities Service Preferred seharga $38 per- lembar.

Kaget karena harga sahamnya turun drastis di $200, tapi masih bertahan hingga mencapai $40. Dia menjual sahamnya dan mendapatkan sedikit untung. Dari sinilah, melalui Cities Service Preferred, dia belajar banyak tentang agar selalu bersabar dahulu di dalam berbisnis investasi.

Biografi Investasi Warren Buffett


Umur 13 tahun, Buffet menjalankan bisnisnya sendiri sebagai loper koran untuk uang. Dia menjual selebaran nomor judi untuk pacuan kuda, menjualnya sendiri ditiap membagikan koran. Di tahun sama, dia berhasil menghasilkan uang lebih banyak dari biasanya.

Bahkan dia bisa membayar pajak pertamanya $35 untuk sepeda, inilah yang disebut pengusaha bijak taat pajak. Tahun 1942, ayahnya berpindah tugas menjadi seorang legislatif dan harus pindah ke Fredricksburg, Virginia, lebih dekat dengan kantor ayahnya.

Buffet bersekolah di Woodrow Wilson High School di Washington, D.C. Di tempat baru, dia sudah bisa menemukan ide baru, dan mulai berbisnis ria. Sebelum sekolah dimulai lagi, dia dan temannya telah membeli sebuah mesin pinball seharga $25 saja.

Mereka memasangnya di salon, dan dalam beberapa bulan telah menghasilkan. Mereka kemudian menggunakan hasil uangnya untuk mesin sejenis lagi, lalu memasarkannya kembali. Total Buffet mampu memiliki tiga buah mesin menguntungkan.

Sayangnya, ia tak melihat prospek baru, memutuskan menjual ketiga mesinnya ke seorang veteran seharga $1.000. Dilanjut kuliah di University of Pennsylvania disaat 16 tahun, belajar mengenai bisnis. Tinggal disana selama dua tahun, kemudian ke University of Nebraska, untuk menyelesaikan pendidikan.

Akhirnya, dia menyelesaikan kuliahnya dan menghasilkan $10.000 dari segala bisnis di masa kuliah. Buffet pun masuk ke Columbia University melanjutkan pendidikannya lagi. Lulus di tahun 1956, dia telah memiliki firma bernama Buffet Partnership di Omaha.

Investasinya sukses, umumnya bersumber dari aneka perusahaan murah tapi sahamnya mulai naik. Dia membelinya lalu berkembang hingga menjadi seorang kaya raya. Oracle of Omaha sebutan untuknya kerena kebijakannya dalam mengambil keputusan.

"Saya selalu tahu saya akan kaya raya. Saya merasa tidak pernah meragukan itu disetiap menitnya," sebuah kata bijak legendaris Warren Buffet 

Sukses lainnya, ia berhasil membantu Solomon Brother dalam satu aksi ambil untung (1987), dan menjalankan New York City (1992) bangkit setelah skandal trading. Di Juni 2006, dia mengumumkan mendonasikan uangnya ke Bill and Melinda Gates, nilainya 85% kekeyaan miliknya.

Tidak Bisa Jatuh Miskin


Kekayaan itu kebanyakan datang dari bisnisnya di Berkshire Hathaway, perusahaan dimana ia menjadi pemegang saham terbesar sekaligus CEO. Berkshire Hathaway sendiri merupakan sebuah perusahaan korporasi milik Buffet.

Dimana usahanya tak spesifik pada satu bidang, tetapi banyak hal dikerjakan. Tapi taukah kamu bahwa sebenarnya perusahaan ini hanyalah sebuah perusahaan tekstil. Perusahaan ini kini memegang kepemilikan beberapa perusahaan penting, yang sebelumnya bangkrut dijual kembali.

Perusahaan ini memiliki GEICO, BNSF, Lubrizol, Dairy Queen, Buah Loom, Helzberg Diamonds dan NetJets, memiliki setengah dari Heinz, memiliki persentase yang dirahasiakan sahamnya Mars Incorporated dan memiliki beberapa saham minoritas signifikan di perusahaan- perusahaan besar; American Express, The Coca-Cola Company, Wells Fargo, dan IBM.

"Anda harus belajar menjadi investor, jika anda mau kaya raya," ungkapnya. 

Berkshire juga memiliki berbagai bisnis komoditi dan infastruktur, meliputi bisnis gula, ritel, kereta api, perabot rumah tangga, ensiklopedi, produsen pembersih vakum, penjualan perhiasan, penerbitan surat kabar, pembuatan dan distribusi seragam, serta ada perusahaan beberapa utilitas listrik dan gas regional.  

Sejarahnya, perusahaan ini merupakan satu perusahaan manufaktur tekstil di Oliver Chace di 1839. Warren Buffet membeli saham kepemilikan di tahun 1962, ketika ia melihat pertumbuhan yang bagus.   

Kamu tau, sekitar tahun 2010, dia mengaku membeli keseluruhan perusahaan tersebut, tetapi menurut dia Berkshire Hathaway merupakan kesalahan besarnya. Daripada membeli saham semuanya, dia seharunya memilih investasi di asuransi, bukan tekstil.

Meski begitu, Buffet berhasil mengembalikan kerugian sekitar $200 juta, dan untung darinya meski 45 tahun kemudian. Jika dibeli itu keseluruhan adalah kesalahan. Maka kesalahan terbesarnya adalah karena berinvestasi karena marah. 

Kenapa ia menyebut bahwa ini adalah satu investasi terburuk, jawabanya adalah:

Ceritanya selepas membeli sahamnya di tahun 1962. Kala itu Buffett muda membaca sahamnya tengah naik. Ia sendiri kurang memahami bisnisnya. Yang dia tau adalah membeli sedikit- sedikit saja saham untuk keuntungan semata. 

Sahamnya selalu saja naik ketika perusahaan selesai berproduksi tekstil. Hingga, suatu ketika, ia sadar bahwa berbisnis tekstil itu sia- sia. Dan meskipun naik, tak seperti diharapkannya dulu, usaha tekstil tak segairah di masa depan dan tidak akan berkembang lebih besar.

Pada tahun 1964, tiba- tiba ada pengumuman mengejutkan. Pihak perusahaan saat itu, yang diwakili oleh sang pemilik Stanton, tengah mengungumkan tender (terucap) akan membeli balik saham milik Buffett. Tak tanggung- tanggu ia akan membeli $11 1/2 per- share miliknya. 

Tergiur akan untung itulah Buffett setuju saja. Namun, kenyataanya, dalam perjanjian tertulisnya, ia cuma mendapatkan $11 1/8 per- share untuk buy back dan tak mengakui ucapanya diatas.  Buffett mengaku ini kecil (mungkin tidak bagi orang awam) dari harga seharusnya; ia pun murka!

Bukannya menerima saja harga yang lebih rendah itu; Buffett terpancing menggila. Dia malah jadi giat membeli semakin banyak saham dan tanpa sadari diri, kini, ia telah menguasai perusahaan  Berkshire Hathaway, kenapa dibeli kalau tidak punya masa depan?

Ketika itu terjadi ia pun melampiaskan kemarahannya dengan memecat si Stanton ini. Akan tetapi, ia pun menyadari dirinya terjebak di dalam perusahaan yang akan bangkrut itu.  Sejujurnya Buffett telah mencoba mempertahankan produksi tekstilnya. 

Namun, pada 1967, ia memilih untuk berbisnis lain dengan nama tetap. Dia mulai menjual asuransi dari perusahaan tekstilnya. Buffett juga mulai melakukan investasi lain. Untuk investasi pertamanya melalui Berkshire, ia membeli saham milik National Indemnity Company, dimana basis bisnisnya adalah asuransi.

Warren Buffett Perbaiki Kesalahan


Di tahun 1970 -an, ia mendapatkan saham equitas di perusahaan milik pemerintah. Yaitu di perusahaan Government Employees Insurance Company (GEICO).  Dimana asuaransi lah usaha inti dari usahanya sekarang. Disinilah pula ia mengumpulkan pundi- pundi dollar untuk investasi lain. 

Tahun 2010, Buffett lantas menyatakan dalam sebuah seminar bahwa pembelian Berkshire Hathaway adalah kesalahan investasi terbesar yang pernah dibuat, dan mengklaim perusahaan ini mengkekang dia dengan investasi dipersulit. 

Dimana dia cuma mendapatkan untung cuma sekitar $ 200 miliar selama 45 tahun.  Tidak sebanding investasi lain selepas dia membeli perusahan ini. Ia lantas menyatakan seharusnya menginvestasikan uangnya langsung ke bisnis asuransi, daripada membeli penuh Berkshire Hathaway.

Akhirnya investasi tersebut hanya terbayar beberapa ratusan. Dia yakin hal ini akan sedikit berbeda jika bisa kembali ke jamannya. Dia akan menghasilkan lebih banyak daripada melalui ini. Namun, tetap saja, berdasarkan Forbes Global 2000, Berkshire Hathaway malah menjadi perusahan publik nomor 10 di seluruh dunia. 

Tetapi secara usaha perusahaan ini tak menghasilkan produk tekstil.  Pada Februari 2013, Buffett membeli HJ Heinz sebesar $ 28 miliar melalui saham privat milik 3G Capital,  sebuah perusahaan AS-Brasil, yang juga memiliki Burger King dan sebagian dari Anheuser-Busch InBev.  

 Menurut TIME, Buffett memuji Heinz karena membuat "produk yang menggiurkan" dan produknya adalah manajemen yang baik selama beberapa tahun terakhir. Pada awal 2013, Buffett dinilai No 15 tentang "Most Powerful People Dunia" daftar majalah Forbes.

Meski disebutnya kegagalan malah menjadikan bersemangat. Tujuan utama Buffett tetap memegang namanya Berkshire Hathaway ternyata sentimentil. Selain dikarenakan hasratnya sebagai investor juga kenyataan bahwa dia telah mempertaruhkan semuanya disana. 

Dan, disana pula ada orang- orang yang bekerja keras bersama. Ada rasa tanggung jawab ketika sebuah pembicaraan membahas alasan dirinya sukses. Awalnya ia sukses karena alasan pribadi, tetapi, setelah punya perusahaan itu beda cerita.

Selasa, 25 Desember 2018

Pendiri Mayora Biskuit Kelapa Jodi Hendra Atmadja

Biografi Pengusaha Jodi Hendra Atmadja


biografi jodi hendra atmadja
 
Siapa pendiri Mayora biskuit kelapa, adalah Jodi Hendra Atmadja. Tidak banyak soal biografi Jodi Hendra Atmadja bisa disampaikan. Tetapi dia merupakan toko kunci ekspansi bisnis Mayora hingga sukses besar. Bayangkan ide pendiri Mayora biskuit kelapa itu sederhana loh teman- teman.

Beruntung persaingan makanan ringan belum ketat. Ia mempunyai ide membuat aneka makanan ringan kemasan. Nah, jadilah aneka makanan salah satunya biskuit kelapa, waktu itu mereka mampu bersaingan dengan roti Khong Guan yang tengah naik daun.

Kelahiran 1946, Jogi terlahir dari keluarga sederhana dan berwirausaha. Layaknya keturunan Tiong Hoa lainnya. Ingin membangun usaha sendiri mandiri. Padahal dia tercatat sebagai lulusan Dokter dari Universitas Trisakti. Bukannya menjadi Dokter malahan menjadi wirausaha, apakah berhasil.

Dia mengajak dua rekannya sesama profesional: Mereka Drs. Raden Soedigdo dan Ir. Darmawan Kurnia, yang sama- sama bukan pengusaha. Jadilah berdiri PT. Mayora Indah, pada 17 Februari 1977 di Jakarta. Andalan mereka aneka produk makanan ringan kemasan yang dijual masal.

Persaingan Bisnis Makanan Ringan

Mayora terus berkembang susai harapan Jodi Hendra. Dalam biografi Jodi Hendra Atmadja, ialah menjadi sosok penting ekspansi bisnis Mayora. Nama- nama perusahaan seperti PT. Torabika Eka Semestas dan PT. Hiebe Schokolade Mas Gemilang, yang makin berkembang bersinar terang.

Tangan dingin pengusaha Jodi menaikan pamor biskuit. Dulu dikenal nama kue Khong Guan begitu primadona. Istilahnya makanan orang kaya, lalu munculah kue kelapa yang rasanya unik. Dengan bahan baku berbeda dan sama- sama enak; keduanya bersaing ketat menjadi produk nomor satu.

Sukses Jodi menghantarkan Mayora makin ekspansif. Salah satunya mengeluarkan produk bernama Kopiko. Ya permen berbahan dasar kopi ini menjadi pertama. Akhirnya tahun 80 -an, menjadi produk permen yang merajai pasar karena tanpa perasaingan.

Sejak awal berdirinya sudah memilih Jodi dipucuk. Hasilnya itu biskuit kelapa booming pada tahun 1970 -an. Pertama kali didirikan pada 1977, Mayora sudah menguasai 40 persen pangsa pasar untuk makanan ringan. Mereka kemudian merambah ke 90 negara dan meraup omzet Rp.17 T pada tahun 2017.

Tak ayal harta kekayaan Jodi melejit mengangkat namanya. Untuk menjadi pengusaha janganlah berpuas. Kesuksesan produk harus diikuti oleh inovasi berkelanjutan. Contohnya merambah bisnis di bidang minuman kemasan, yakni teh kemasan walaupun dikuasai Group Sosro.

Jogi juga merambah ke bisnis air putih kemasan. Yakni melalui PT. Tirta Freshindo Jaya, yang lagi- lagi tidak takut berhadapan dengan pemimpin pasaran. Intuisi dari Jodi ditambah kemampuan untuk mengambil keputusan.

Kekayaanya tercatat diantara Rp.33 T dan posisinya antara nomor 10 dari daftar Forbes. Untuk hal regenerasi maka dia sudah menyiapkan ketiga putranya, yakni Andre Sukendra Atmadja, Hendarta Atmadja dan Wardhana Atmadja, yang jadi Direksi di Mayora sendiri.

Berani mengambil resiko Teh Pucuk Harum jor- joran. Untuk iklan hampir setiap hari melihatnya di tayangan televisi. Riset Nielsen mengatakan per- 2011- 2012, Teh Pucuk Harum sudah mengluarkan biaya iklan sampai 226,39 miliar.

Untuk air mineral brandnya apalagi kalau bukan Le Mineral. Produksinya melalui lima pabrikan dari Makassar, Medan, Pasuruan, Ciawi dan Sukabumi. Di 2016, dua pabrik dibangun di Palembang serta Cianjur, Jodi sama sekali tidak takut berhadapan langsung dengan penguasa pasar Aqua langsung.

Minggu, 23 Desember 2018

Pemilik Alam Sutra Biografi Ning King Konglomerat Orba

Profil Pengusaha The Ning King


biografi ning king
 
Siapakah pemilik properti ikonik Alam Sutra. Jejaknya lumayan jauh, ya pertama- tama kita akan membahas biografi Ning King. Atau the Ning King dari namanya saja sudah menunjukan kespesialan beliau. Merupakan salah satu konglomerat yang survive dari jatuhnya masa Orde Baru.

Biografi Ning King, konglomerat Orba yang ditaksir memiliki kekayaan8,4 triliun. Lantas apakah yang membuatnya demikian kaya. Bermula dari berbisnis tekstil di Banung, biografi Ning King, adalah pria kelahiran 1938 yang kemudian merambah pabrik tekstil pada 1961.

Diusianya masih 31 tahun memiliki visi yang jauh. Ning King yang dikenal mencintai produk dalam negeri. Ia bangga akan hasil karyanya sendiri. Setiap produk teksti bikinan pabrik kecilnya dulu. Ia selalu tulisi "Buatan Indonesia", prinsip bisnis konglomerat orba ini ialah kualitas produk.

Berawal toko tekstil kecil, yang kemudian masuk ke Jakarta, di sebuah gang bernama Jalan Pintu Kelinci, Jakarta Pusat. Yang kini memerupakan kantor perusahaan PT. Daya Manunggal. Pabrik kecil Ning malah berdiri di Salatiga, yang mana dia tidak bekerja sendiri.

Konglomerat Orba

Memiliki visi jauh termasuk membuat pabrik baja dan properti. Sukses berbisnis tekstil lewat Daya Manunggal atua Damatex. Ia membangun pabrik seng bernama cap Moon Elephant. Dia juga mulai berbisnis besi beton. Ia tidak mengerjakan bisnisnya sendirian melainkan bersama- sama.

Ning mengerjakan bersama Nippon Steel, Nippon Kokan Marubeni, dan Mitsui dari Jepang. Untuk mengembangkan bisnis tekstil, Ning tidak malu meminta kerja sama dengan Marubeni, Mitsui Toray, Kuraray, dan Kurabon, ini membuat karyawanya melonjak menjadi 12.000 orang.

Sosok sulung dari tiga bersaudara memang sudah giat wirausaha. Kesabarannya membawa dirinya menjadi eksportir. Pengusaha kelahiran Soreang, Bandung, usianya masih 16 tahun saja sudah giat berdagang. Ning King diajak ayahnya berdagang sampai pasar untuk jualan kain.

Kemudian dia pindah ke Jakarta, membuka toko kekstil kecil di kawasan Jakarta Pusat. Tepatnya di gang bernama Jalan Pintu Kelinci. Sebagai pengusaha sudah tampak melayani sepenuh hati. Baginya membuat produk berkualitas adalah keharusan.

"Tekstil buatan kami dilempar ke pasar cap "Buatan Indonesia", sejak produksi pertamanya," ujarnya.

Baginya jualan tekstil kecil- kecilan ialah kebanggaan. Dia tidak malu pernah jualan tekstil, walaupun sekarang bisnisnya kelas atas bidang properti. Dari Dematex, pundi- pundi kekayaan konglomerat Orba ini tumbuh, ekspansi ke segala lini menjadi andalan Ning King.

Soal tekstil dia tidak mau setengah hati. Prinsip wirausahanya semua lini bisnis harus berjalan. Juga harus bersiap berkembang termasuk tekstil. Ketika krisis moneter datang, berkat kerja keras dan sudah masuk pasar ekspor, Ning King mampu bertahan menghasilkan pundi- pundi uang.

"Saya optimistis, tekstil menjadi komoditi penghasil devisa nonminyak yang cukup potensial," kata dia menjelaskan.

Tahun 1982 Indonesia mampu mengekspor $400 juta ke berbagai negara. Baginya bidang tekstil masih menjadi passion pengusaha sukses ini. Ia mengatakan bahwa kekuatan kita setara tiga negara spesialis tekstil. Apakah pengusaha sukses kerena keberuntungan?

Faktanya dia percaya amat sangat akan hoki. Tetapi prinsipnya bagi wirausaha muda bahwa kerja keras dulu. Ini sesuai pesan disampaikan oleh sang ayah. Ia juga menambahkan kita harus banyak beramal. Jadilah sosoknya yang memberikan bantuan bukan meminta bantuan ke orang lain.

Konglomerat Orba Bertahan Berjaya

Pada zamannya biaya opresional dibilang lebih murah. Ia mengatakan bahwa upah buruh masih murah. Sekarang Ning King terlihat lebih aktif mengerjakan bisnis properti. Layaknya pengusaha lain dari Jaman Orba, ada catatan hitam dalam suksensya Ning King bertahan sampai sekarang.

Diambil dariTempo, Ning menjadi salah satu dimudahkan urusannya. Oleh Orba, dulu pernah sulit likwiditas. Eh, mendadak lancar dan bahkan bisa membeli perusahaan pabrik ban ex- BUMN. BLBI pernah dikatakan olehnya, kepada pengusaha China, bahwa itu merupakan satu harta karun.

Sedangkan dia mampu membeli perusahaan. Hutangnya kepada BUMN tercatat terbayar tidak wajar atau sesuai hutangnya. Dari Argo Manunggal salah satu lini bisnisnya pada 1949. Sebagai satu- satunya pengusaha yang memiliki usaha perbankan, lewat Bank Danuhutama.

Dia katanya menjadi satu dibitur bermasalah di Bank Exim. Dan menjadi "pembobol" Bank Rakyat Indonesia, pada tahun 1999. Bersama Projo Pangestu, dia juga tersangkut kasus penyuapan Jaksa Agung, Letnan Jendral TNI Andi Muhammad Andi Ghalib, melalui rekening Gulat.

Lagi- lagi oleh pemerintah Orba dipermudah dengan keluarnya SP3. Kasus ini mandek berkat Ning yang setuju pengakuan kewajiban pemegang saham. Dari semua tuntutan hukum, dia terbebas pada Desember 2003 silam, yang mana Argo Manunggal semakin menguatkan daya jual Ning King.

Lewat Argo Pantes, dirinya pernah menjabat sebagai Dewan Pembina Asosiasi Pengusah Indonesia, pada 2003- 2008 silam. Dia tercatat menjadi orang terkaya ke 48 oleh Forbes Indonesia 2018 ini.

Salah satu lini usaha topnya adalah PT. Alam Sutra Reality. Dari tekstil, merambah properti dan real estate, baja, asuransi, dan konstruksi dalam Argo Manunggal Group. Mega Mandiri Properti punya saham 99% dan sisanya milik Hungkang Sutedja, anak ketiga dari tujuh bersaudara.

Kamis, 13 Desember 2018

Biografi Hashim Djojohadikusumo Bisnis Triliunan Kertas

Profil Pengusaha Hashim Djojohadikusumo


biografi hashim adik prabowo

Biografi Hashim Djojohadikusumo, adalah pengusaha sukses di bidang tambang, menduduki ranking orang terkaya Indonesia. Dia, biografi Hashim Djojohadikusumo, yang juga merupakan cucu pendiri Bank BNI, yaitu Margono Djojohadikusumo.

Hasim merupakan putra begawan ekonomi Soemitro Djojohadikusumo, sekaligus merupakan adik kandung Prabowo Subianto. Pria kelahiran 1 Januari 1970, sosok Hashim memang lebih banyak menghabiskan masa pendidikannya di luar negeri.

Dia pernah bersekolah SD di Jakarta hingga seterusnya belajar di luar negeri. Dia kini berusia 58 tahun memiliki kekayaan sekitar 750 juta dollar, atau 7,5 triliun dan lebih (artikel ini ditulis 2013). Hasim tercatat mengenyam pendidikan setingkat SMP yang ada di London.

Hashim lantas melanjutkan jenjang SMA -nya di Singapura. Dia tercatat jadi mahasiswa Pmonona Collage, mengambil jurusan ilmu Politik dan Ekonomi.Lulus dari Pmonona College, Claremont University, mengambil jurusan ilmu Politik dan Ekonomi.

Pengusaha Hashim Orang Terkaya Indonesia


Hashim sendiri menunjukan bakat yang condong menurun dari ayahnya. Dia memiliki bakat ekonomi yang terbukti mumpuni terbukti dengan sukses berbisnis serta menjadi analisis keuangan. Dari sini, Indo Consult, ia bergerak mengakuisisi beberapa perusahaan besar, perusahaan PT. Semen Cibinong melalui PT. Tirta Mas.

Dia juga berhasil masuk dalam kepemilikan saham Bank Niaga dan Bank Kredit Asia. Sekitar tahun 1998, ketika terjadi krisis moneter, bisnis yang dibangunya mengalami surut bahkan bangkrut.

Dia memilih pergi ke Inggris dengan harapan membangun bisnisnya kembali. Terbukti, dalam beberapa tahun mampu menghasilkan 1,9 triliun dari bisnisnya di Inggris. Ia juga aktif membantu bisnis kakaknya yang ada di Indonesia.

Hashim membantu perusahaan kertas Kiani Kertas dari kebangkrutan. Dan, dia kini telah memiliki perusahaan milik Prabowo tersebut, dan secara otomatis masuk ke bisnis di Indonesia.

Dari bisnis milik kakaknya, Hashim mulai melirik bisnis hulu migas terutama batu bara dan migas melalui Comexindo International. Hashim memilih daerah Aceh hingga ke Papua, membuka lahan seluas 97 hektar yang kemudian mendorong bisnis lainnya.

Hashim memiliki lahan dari Aceh ke Papua hingga seluas 3 hektar untuk konsesi hutan, batu bara dan migas. Menurut laporan Forbes dari usahnya, Hashim Djojohadikusumo memiliki kekayaan mencapai US$850 juta atau Rp.8,5 triliun.

Di sosial, ia terkenal banyak membantu anak- anak kurang mampu di Indonesia melalui Yayasan Arsari Djojohadikusumo. Ayah dari Aryo, Sara dan Indra ini juga ikut membantuk Kakaknya dalam kepartaian serta pengembangan konsesi binatang.

Dia ditunjuk oleh gubernur DKI Jakarta, Jokowi, sebagai pengelola kebun binatang Ragunan. Ia dinilai memiliki kecintaan akan binatang serta tekat mendayakan Ragunan mengalahkan kebun binatang Singapura; baik dari kesahatan hewan serta saran prasarana.

Ini bukan hanya tentang uang tetapi mutu ujar Jokowi dengan masuknya Hashim di Ragunan.

Selasa, 11 Desember 2018

Siapa Penemu Android Kisah Entrepreneur Andy Rubin

Biografi Pengusaha Andy Rubin


sejarah hp android

Biografi Andy Rubin, sudah dikenal sebagai sosok serial- entrepreneur dunia startup. Siapa penemu Android. Ialah Pria kelahiran tahun 1992 di Chappaqua, New York. Tak ada banyak catatan tentang awal karir dari Wikipedia, namun kami mencoba sebagai mungkin membuatkan biografinya disini.

Dia merupakan putra dari seorang psikolog, yang kemudian menemukan firma marketingnya sendiri.  Bisnis sang ayahnya sebuah perusahaan penjualan aneka perangkat fotografi dan gadget. Yang mana mereka akan dibeli melalui kartu kredit bisa tanpa tunai.

Biografi Andy Rubin merupakan lulusan komputer programer. Merupakan tipikal seorang pecinta teknologi. Dalam sebuah kesempatan seorang wartawa mengunjungi rumah uniknya. Sang wartawan harus melewati aneka produk teknologi; ada tangan robot, pemeriksa retina, dan lain- lain.

Layaknya seorang anak kecil ujar seorang kawan yang sama- sama pernah bekerja di Apple.Inc. Dia adalah siapa penemu Android. Kala itu namanya masih Google Phone. Sebuah pertanyaan yang kita sering tanyakan di Google sendiri.

Entrepreneur Andy Rubin Tidak Berhenti


Ia merupakan fenomena baru yang sudahlah banyak orang memprediksinya. Sebagai seorang pria 29 tahun, biografi Andy Rubin dikenal sebagai ahli- bahkan level jenius. Di bidang teknologi sudah ia buktikan melalui aneka karir. Dia juga seorang entrepreneur untuk menghasilkan sebuah produk baru.

Selain menemukan apa, sosoknya juga aktif untuk menjualnya sendiri. Jadi jangan salah konsep awal Android adalah bisnis pribadi. Rubin suka untuk membuat sesuatu dari kode. Dia juga suka membuat robot. Bukti terkuat ialah ketika dirinya berada di kampus Google; Rubin sibuk membangun robot.

Dia membuat robot tangan pembuat kopi. Semuanya dijalankan dari pesan singkat dari perangkatnya. Selain itu ia juga punya pesawat helikoper sendiri. Semuanya tentang kegilaanya termasuk membuat sebuah sistem open- source.

Di tahun 2000 -an, ketika itu ia ingin menciptakan sebuah perangkat telephon. Jika pada jamannya adalah telephon berarti cuma akan dibuat oleh beberapa orang. Dalam benaknya ingin menciptakan satu keterbukaan. Setiap developer akan bisa masuk dan menggunakan kode buatannya secara gratis.

Dalam perjalanannya ia memilih untuk mengerjakan sendiri. Tak ada investor untuk merealisasikan ide gilanya tersebut. Android dalam benaknya merupakan produk serba guna. Produk yang bisa kamu bawa- bawa kemana- mana.

Entrepreneur yang awalnya akan membangun Android untuk kamera. Namun, itu tak terlaksana, tak ada investor sekali lagi. Hingga ia pun bekerja sama dengan Chris White, yang dulunya merupakan desainer pada WebTv, dan juga Nick Sears, mantan marketing di T- Mobile.

Mereka bekerja sama untuk membangun Android pertama; T- Mobile Sidekick. Sayangnya, produknya ini tak menjual tinggi bukan sebuah fenomena. Di 2004, secara terang- terangan Rubin mengakui mengalami kesulitan keuangan.

Dia bahkan harus menunggak pemilik kontrakan. Seorang teman lantas meminjamkan dia uang sebesar $10.000. Tak mau melepaskan ide gilanya tersebut Rubin membuat gerakan. Dia bersama dengan co- founder Android lain, Rich Miner, yang kemudian bersama berangkat ke Google Ventures.

Google pun menyambut Rubin dan kawan- kawannya. Persentasi bisnis awal Rubin ialah memberi software gratis untuk pengembang. Perusahaan lain lah yang akan memproduksi telephon sendiri. Mereka cukup memberikan kode untuk diutak- atik Andy dan kawan.

Android boleh dibrand ulang tanpa menghilangkan lisensinya atau sumbernya. Disisi lain, mereka akan menjual nilai tambahnya dari aplikasi dan lain- lain.

Bisnis Software Android Entrepreneur Gaya Baru


Pada Februari 2004, Google resmi bergabung tim untuk mengembangkan Android. Ini merupakan sistem bisnis yang menarik tapi... Ini juga berarti Rubin akan melepaskan apa yang sudah dibuatnya. Tapi tidak dalam rencananya ia tetap akan memegang kendali akan Android. Perusahaan pembuat perangkat yang menggunakan Android tak memegang paten.

Mereka cuma punya merek ketika sistemnya masihlah dipegang Rubin miliki. Pengalaman Sidekick membuatnya berpikir tak melepaskan Android begitu saja. Kala itu T- Mobile setuju membuatkan tapi meminta untuk merubah total nilainya. Mereka mau tapi harus lah merebrand produknya dahulu.

Jadilah perusahaan Rubin, Danger, jadi tidak dikenal oleh para pembeli perangkat T- Mobile Sidekick. Pembeli cuma tau kalau mau telephon keren; belilah di T- Mobile. Ini tak boleh terulang kembali pikirnya di Android. Ia pun harus mencari- cari caranya melalui Google dan ketemulah.

Tidak ada yang mau dengan sistemnya itu. Sebelum bertemu Google, perusahaan seperti Samsung tentulah tak mau ide gilanya. Ketika mereka diberi Android tapi harus menjual nilai Android juga. Tanpa merubah nilai atau brand -nya, perusahaan akan berpikir ulang tentang kegilaan Rubin.

Dia adalah seorang entrepreneur ulung. Menemukan pasar dan keinginan menjadi satu. Rubin mampu melihat koneksi antara pasar serta kebutuhan mereka (pelanggan). Ada satu kesimpulan dari entrepreneur ini. Dia membutuhkan seorang CEO.

"Meski ketika sesuatu berujung buruk, saya tidak akan benar- benar menyerah," itulah kesimpulan dari apa yang ia pikirkan. 

Ketika banyak orang menyebut Rubin gila ternyata masih ada seseorang. Sosok Larry Page menjadi orang yang utama mendukungnya. Salah satu pendiri Google tersebut mendengar konsep open- source itu. Dan, ia langsung menghubungi seseorang untuk menghubungkan.

Google mendengar kisah Android serta obsesi sang penemu. Mereka pun setuju untuk membantu. Sebelumnya Page memang sudah pernah betemu Rubin di salah satu acara di Stanford University.

Obsesi Bisnis Entrepreneur Miliarder


Rubin almameter adalah Utica Collage di New York. Sebelum mengerjakan Android, ia sudahlah bekerja aneka pekerjaan di bidang teknologi, dimulai dari perusahaan bernama Carl Zeiss Microscopy, dimana ia bekerja sebagai teknisi pengembangan di antara tahun 1986- 1987.

Setelah berhenti dari Carl Zeiss ia pernah bekerja di sebuah perusahaan robot. Di sebuah liburan di kawasan bernama Cayman Islands, tahun 1989, Rubin bertemu teknisi Apple bernama Bill Caswell. Meski baru kenal beberapa saat Rubin langsung mau membantu Caswell.

Ceritanya Caswell tengah bertengkar hebat dengan pacarnya. Dia terusir dari penginapannnya. Rubin lantas menawarinya tempat menginap sementara.

Kisah pun berlanjut dimana Rubin mendapatkan pekerjaan di Apple. Ia bekerja sebagai teknisi di Apple dari 1989- 1992. Dalam bekerja ia memang dikenal penggemar berat teknologi. Terutama tentang kegemarannya kepada robot. Bahkan ia mendapatkan nama panggilan 'Android'.

Disana lah, ia bertemu sosok Steve Perlman, orang yang meminjaminya uang diatas. Di Apple, ia dikenal cukup jahil salah satunya yaitu membuat telephon iseng. Ia memprogram ulang jalur telephon internal yang seolah CEO Apple, John Sculley, menelephon teman- temannya untuk hadiah saham.

Rubin dan juga Perlman juga mendirikan perusahaan bernama Artemis Network dan menjadi CEO -nya sampai sekarang, yang mana fokusnya adalah alternatif untuk perangkat wireless.

Sebelum membangun Artemis Rubin pernah bekerja di tempat lain. Selepas dari Apple, di tahun 1990 -an, ia bekerja di perusahaan General Magic. Dari perusahaan tersebut ia mendapatkan penghargaan atas sebuah penemuan. D

ia menciptakan komputer personal yang bisa dibawa kemanapun, yang bisa dibilang menjadi awal dari smartphone modern. Selepas dari General Magic di antara 1995 dan 1997, ia bekerja dengan WebTv. Yang kemudian dibeli oleh Microsoft menjadi MSN TV.

Perlman lalu menyusul Rubin dan bekerja di WebTv. Rubin dan Perlman akhirnya bersama bekerja untuk Microsoft. Sebuah perusahaan bernama Danger.Inc didirikan selepas ia keluar dari Microsoft 1999.

Inilah awal ia membangun Android melalui T- Mobile Sidekick. Disanalah ia mulai mengembangkan ide tentang software -open source bernama Android.

Apakah Android Milik Google


Dengan tangan terbuka raksasa internet itu mengajak Rubin dan Sears ke Mountain View. Disana, Januari 2005, mereke berbincang dengan Page dan juga patnernya Sergey Brin, juga seorang Georges Harik, sang adviser dari Google Ventures.

Sosok Harik sendiri merupakan salah satu dari pegawai pertama di dalam proyek Google Phone. Seperti biasanya Page bukanlah tipe miliarder formal. Ia menemui Rubin cuma berpakaian kaos dan celana jin. Sedangkan Brin sendiri sama tapi tanpa sepatu, inilah gaya miliarder sesungguhnya loh.

Lucu lagi ada satu jam tangan Disney di tangan yang berbahan plastik. Ada beberapa kendi permen dan Brin mulai memasukan beberapa ke mulutnya. Sebuah pembicaraan serius dalam suasan santai itulah kesan dari seorang Andy Rubin, penemu Android.

Pertemuan yang tidak melulu tentang menyenangkan sang penemu Android. Beberapa test dilakukan oleh Brin untuk Rubin. Dia terus menekankan: dirinya bisa membuat itu lebih baik dari Sidekick. Dan, ia lantas masuk ke kontennya yaitu alasannya untuk membuat apa yang Rubin inginkan. Bukan sebuah pembicaraan yang agresif tapi bertukar pikiran. Selepas dari pertemuan, Rubin dan Sears pulang dengan satu kesimpulan setuju dengan ide mereka.

Apakah Google musuh atau kawan?

Jawaban itu terjawab ketika lima haris berselang. Kini, Rubin bersama kawan telah membawa satu buah contoh atau prototipe Android.

Google berminat kepada apa yang mereka buat. Lebih tepatnya mereka akan membeli apa yang telah ada ditangan mereka. Jujur saja. Rubin dan kawan- kawan enggan untuk hal tersebut. Tapi dalam perjalanannya seperti yang diatas mereka butuh uang.

Mengerjakan startup tidaklah mudah bagi mereka pada masanya itu. Ketika teknologi belum menjadu bubble ada dimana- mana. Para pendiri Android ini akhirnya terpecah. Ada Rubin dan Chris White yang menggagas, dan Sears setuju untuk tetap menjalankan. Sementara itu Rich Miner memilih untuk tak melanjutkan.

Dia kini bekerja untuk Google Ventures. Nah, si Miner inilah yang ingin sebuah tim kecil kalangan mereka sendiri. Android Team kemudian pindah ke Googleplex (markas Google) membangun tim besar. Secara tersembunyi dari sorotan media mengerjakan apa yang ada sekarang.

hp android pertama

Soal pembelian disebutkan Google membeli $50 juta. Ini juga termasuk tima Android yang ikut membangun konsepnya lebih sempurna. Dengan sokongan teknologi Google, 11 Juli 2005, mereka bekerja sama atas nama Google.

Android pertama (benar- benar Android) adalah sebuah telephon ponsel bernama G1. Sebuah konsep yang sangat sederhana sebagai percontohan. Tidak ada developer perusahaan yang mau membuat ponsel dari apa yang mereka sebut open- source untuk selanjutnya.

Pada 2007, Google tak menemukan siapapun, termasuk Verizon tidak mau atau menolak, Sprint yang tidak tertarik, dan AT&T yang tidak langsung menjawab jelas. Juga ini termasuk T- Mobile yang memproduksi G1 sebelumnya. Tak mau mengambil resiko.

"Itu bukanlah waktu yang menyenangkan dalam sejarah Android"

Pertaruhan Bisnis Entrepreneur


Perusahaan bersikeras menjual kontennya dan apapun didalamnya tanpa berbagi. Ini merupakan kunci dari bisnis mereka antara produsen dan pembeli. Tidak ada pihak ketiga. Google tidak boleh mengembangkan kontennya di dalam apa yang mereka buat.

Satu- satunya harapan ialah T- Mobile yang sebelumnya sudah mengerjakan G1. Enam bulan sudah tim Android mencoba meyakinkan perusahaan tersebut lagi. Menurut sumber Business Insider: mereka tak mau berurusan dengan Google.

Yang paling kecewa adalah Rubin sendiri. Dia lah orang yang akan memakan semua kekecewaan seolah semua tak terjadi. Namun, akhirnya, ada perjanjian dengan T- Mobile untunglah ada Nick Sears, yang dulu merupakan eksekutif marketing disana. Ia sukses meyakinkan CEO T-Mobile Robert Dodson untuk satu langkah mengembangkan G1 kembali.

Sayangnya, ketika Rubin dan kawan- kawan tengah asik mengembangkan idenya, CEO Apple Steve Jobs memamerkan smartphone miliknya. Sebuah kekagetan dirasakan oleh Rubin. Dia bahkan diceritakan dalam buku Dogfight: How Apple And Google Went To War And Started A Revolution.

Rubin bergegas untuk menonton Jobs. Dia yang tengah dalam perjalanan meeting, meminta berbalik arah, semuanya hanya untuk melanjutkan melihat broadcast dari website.

"Holy crap," umpat Rubin.

Rubin dan tim segara bergegas merubah semuanya ada di Android. Kemudian jadilah satu smartphone yang beda dengan sebelumnya telah siap. Versi pertamanya tidak ada touch- screen dan keyboar dilayar yang bisa dislide.

Disisi lain, Apple meluncurkan touch- screen pertama, yang mana menghubungkan orang ke sistem komputer. "Itu merupakan game changer," dimana seperi peluncuran Apple merupakan bagian terdalam di produk Google.

"Itu membuat kami kembali ke papan gambar dan mengevaluasi kembali: Apakah kita ingin meluncurkan produk ini tanpa sentuhan? Kami harus kembali dan membuat keputusan itu. "

Dalam pembicaraan lain, seorang mantan karyawan Google, Sumit Agarwal menyebut pihak Google lah yang pertama mengembangkan konsep to- zoom atau zooming dalam smartphone. Semua dilakukan dalam kesunyian ketika Steve Jobs belum menyadari akan perang yang akan terjadi.

Meski tim Android sukses mengikuti alur iPhone dan memangun jalurnya sendiri. Secara tak disangka- atau tidak kita sadari bahwa iPhone punya andil. iPhone secara eklusip dibangun dibawah bendera AT&T. Sebuah revolusi mencengangkan tapi menjadi masalah bagi Varizon.

Perusahaan ini tak punya senjata untuk menyaingi iPhone mereka. Disaat iPhone dipaksa untuk diproduksi, ada pemikiran, ini akan jadi masalah bagi mereka perusahaan pembuat ponsel.

Masalah mereka bukanlah AT&T tapi Apple yang punya brand kuat. Mereka punya koneksi dengan para pelanggan melalui produk Apple sebelumnya. Jadi, ketika iPhone menjadi perhatian, maka mudahlah bagi Google menyarankan Android sebagai pilihan.

Menemukan HP Android dan Sukses Besar


"Waktu itu, strateginya adalah mengkonter," ujar seorang sumber dalam artikel. Beda dengan iOS, melalui Android, perusahaan pemilik smartphone bisa memodifikasi ponsel dan memasukan brand -nya.

Meskipun BlackBerry sudah turun ke sangat bawah dalam pasar smartphone. Tapi mereka masih dominan di 2000 -an. iPhone langsung meledak ketika baru saja muncul, di 2007, Android bukanlah apa- apa.

gambar hp android pertama

Verizon sebagai operator melihat masalah. Tapi mereka tak punya jawaban. Hingga, Motorola melirik ke arah Android. Motorola lah perusahaan pertama yang membuat smartphone berbasis Android. Itu bukan seperti iPhone. Terlihat besar dan punya keyboard asli diluncurkan pada 2009.

Verizon setuju untuk memasarkan Motorola dengan $100 juta. Produk itu lantas diberi nama Droid yang berasal dari nama yang dilisensikan oleh George Lucas.

Itu tidaklah sesukses iPhone. Tapi ini merupakan jalan bagi pengembangan Android kedepannya. Seolah semua perusahaan berlomba membangun Androidnya sendiri.

Diolah berbagai sumber dan Business Insider