Anak Pengusaha Membuka Usaha Sendiri

Profil Pengusaha Bernama Budi


 
Anak pengusaha menjadi pengusaha. Meskipun sudah hidup nyaman, Budi memilih hidup dalam ketidak pastian alias pengusaha. Seperti halnya orang tua Budi, kini, dia dikenal sebagai pengusaha yang usahanya adalah menjual aneka lampu hias. Pengusaha muda satu ini membuka usaha sendiri bermodal Rp.5 juta.

Tahun 2011, ia mencoba peruntungan jualan lampu hias, kemudian utamanya usaha jualan lampu tidur. Dia awalnya melihat kedua orang tua. Kok, jadi pengusaha, malah kelihatan santai dibanding karyawan. Lama- lama Budi ingin merasakan sendiri pengalaman tersebut.

Seketika keluar dari pekerjaan, dia membuka usaha sendiri kepikirannya membuat lampu hias. Proses cari bisnis cocok dilalui Budi pula. Awal dia mencari informasi segala tentang lampu hias. Mencari bagaimana cara membuat lampu sendiri.

Hingga akhirnya, dia bisa membuat lampu sendiri, dan setiap lampu dihargai Rp.25 ribu dan omzetnya dia dapat Rp.10 juta sampai Rp.15 juta. Pemasaran tidak masalah, Budi sudah punya jalan, memilik rekan kerja yang baik.

Untuk Budi lebih memilih fokus bagian produksi saja. Bisnis begitu dinikmati hingga tidak ada beban. Dia mengaku menikmati menjadi pengusaha. Dia mengkreasikan produk sesuai imajinasi. Jenis modelnya dia bikin bermacam- macam. Pemesanan juga disesuaikan konsumen jika diinginkan, kerjakan kan semua.

Keputusan keluar dari pekerjaan sudah tepat. Sekarang Budi begitu menikmati bisnisnya sendiri. Memang karena punya passion jadi lebih menyenangkan mengerjakan. Meskipun bekerja sama kerasnya, menjadi pengusaha dan pegawai ternyata dua hal berbeda.

Tidak Pernah Melamar Pekerjaan Tetapi Sukses Jualan

Profil Pengusaha Aulia Achmad, Satria Kinayungan, dkk



Selepas kuliah biasanya mau berkuliah. Namun, dalam benak dua mahasiswa, Aulia Achmad dan Satria Kinayungan, tidak ada dalam benak mereka bekerja. Tidak juga bekerja berkeinginan di perusahaan asing besar, sekalipun. Dua sahabat tersebut memilih melanjutkan bisnis sandwich sejak kuliah dulu.

Bisnis belakang rumah


Dimulai sejak 2013, masih kuliah, Agam dan Isank mendirikan usaha sandwich. Untuk target pasaranya adalah teman mereka sendiri, sebuah kampus di Tangerang. Bisnis mereka bermodal tidak lebih dari 500 ribu.

Sistem bisnisnya bernama sistem preorder, dimana mereka akan kirim satu per- satu. Mereka saban pagi mengirim pesanan sehari sebelumnya. Mereka bermodal roti tawar. Mereka berbelanja bahan bersama. Mereka bersama membuat resep sendiri. Keduanya dapat untung yang lumayan Rp.5000/potong.

Karena urusan skripsi, keduanya memilih fakum, bisnis sandwich mereka sempat berhenti hingga dilanjut kembali ketika lulus. Selesai kuliah, keduanya menggebu melanjutkan bisnis yang lumayan tersebut. Tidak cuma berdua saja tetapi mengajak personil lagi.

Tahun 2015, ada Yohanes Ladita Patriyoso (Yosho), dan Mandala Putra yang bergabung pada tahun 2016 silam. Ke empat pengusaha muda tersebut mencoba peruntungan. Bisnis sandwich Agam dan Isank lalu dikemas menjadi lebih menarik. Mereka lantas menamai bisnis tersebut menjadi Sandwich Attack.

Harga sandwich Rp.20.000/potong, sehari terjual 50 potong. Mereka juga menawarkan aneka minuman enak. Omzet saban bulan menembus Rp.50 jutaan.

Bisnis iseng berkembang melebisi espektasi. Rahasianya, ya, karena mereka mencintai pekerjaanya dan memilih pandangan luas. Semakin kedepan Agam dan Isank yakni bisnis mereka mampu menghidupi. Dari jualan sandwich mereka bisa makan punya masa depan.

Hidup mereka sekarang mengembangkan bisnis ke depan. Agam mengaku bisnis mereka mengalir. Tidak banyak masalah dialami, ada sih tetapi tidak besa hingga tidak teratasi. Cara pemasaran unik, juga mereka suka melakukan variasi, dari lewat sosmed, bercerita mulut ke mulut, hingga akhirnya punya kafe.

Empat pemuda ini tidak berpikir akan kerja kantoran. Berwirausaha ternyata menghasilkan tidak kalah dari bekerja menjadi karyawan. Bekerja kantoran menurut Agam dan Isank bukan dunia mereka. Karena kamu tau keduanya belum pernah sama sekali melamar pekerjaan.

"Dari experience, menjadi wirausaha, gue juga dapat," ujarnya. Berkat wirausaha dia bisa bertemu banyak link- link baru yang kreatif.

Kelebihan Sanwich Attack ialah aneka konsep ditawarkan. Tidak memakai penyedap rasa tetapi memakai bahan rempah pilihan. Jualanya dengan menggunakan mobil berkeliling. Sementara disisi lain, ada kafe yang siap menemani kamu makan sambil membaca buku, menikmati lantunan musik, pokoknya anak muda.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba