Selebriti YouTube Bethany Mota Fashion Ikon

Profil Pengusaha Bethany Mota 

 
youtuber bethany mota
 
Selebriti Youtube Bethany Mota. Sosok fashion ikon,  usinya masih 18 tahun, dan pantas mendaptkan istilah dewi sosial media. Jika kita memulai sebuah pembicaraan tentang dia, kita harus berbicara matrik -nya. Channel YouTube miliknya, Macbarbie07, telah memiliki lebih dari 2,2 juta pelanggan, lebih dari channel milik Lady Gaga. 
 
Di tulisan lain lagi, Twitter miliknya lebih dari 2,2 juta orang mengikutinya di Instagram, lebih dari Vogue, Elle, Marie Claire, Glamour dan Cosmopolitan digabung.

Twitter -nya hanya memiliki 1,15 juta, tidak besar tapi tidak bisa di remehkan. Mota, baru saja lulus dari sekolah tinggi di tahun dan masih tinggal bersama orang tuanya di kota California Utara yang tenang serta tak mencolok, menyembunyikan seorang selebriti dunia maya di dalamnya. 
 

Menjadi Selebriti Youtube

 
Jika menyebut dari segala genre YouTube, perempuan tetaplah perempuan dimana mereka pergi berbelanja dan kemudian mendiskusikan segala sesuatu yang terbaru milik mereka di depan kamera lalu diupload. Sangat simple. Tak ada stylist, tanpa editor, tidak ada model yang berjalan di catwalk. 
 
Hanya seorang gadis di kamarnya dengan setumpuk belanjaan. Dalam salah satu video terbarunya yang telah disaksikan lebih dari 600.000 views, Mota memamerkan serangkaian blus, aksesoris rambut, dan produk kecantikan, serta gaun bunga matahari. 
 
"Saya suka bunga matahari," ia menyebut. "Mereka salah satu bunga favorit saya."

Sebelum Natal, ada perusahaan aparel Aeropostale (ARO) yang harga sahamnya telah lima tahun rendah, yang mulai memperkenalkan Benthany Mota -merek pakaian dan perhiasan. Ada sweater Bethany Mota, rok Bethany Mota dan bahkan perhiasan payet Bethany Mota. 
 
Jika selebriti asal YouTube dulu berbicara tentang akan menjadi selebriti sebenarnya, Mota akan lebih ke bagaimana profil aliansi antara perusahaan dan si selebiriti dalam batasan sosial media. Meski Mota telah beberapa kali ikut dalam berbagai wawancara atau tampil dalam berbagai media lain.
 
Dia pernah tampil menjadi pembicara di Teen Vague. Tetap, gadis cantik ini tetaplah fenomena di sosial media. Untuk mereka yang ada di majalah fasion, mungkin tidak akan menyebut "just like us" untuk sosoknya yang begitu terkenal di sosial media.

Jika berhasil, kesepakatan antara Aero bisa membuka jalan bagi bintang media sosial lain untuk uang tunai dan ketenaran mereka tanpa filter bernama stasiun televisi atau badan lain yang masih dikenakan oleh media mainstream. 
 
Ide di balik kemitraan kesepakatan Mota, agen Mota, Max Stubblefield dari United Talent Agency menyebut, "adalah, dengan desain, untuk membuktikan model." Ketika Mota ditemui di sebuah Mall di San Fransisco, dia sedang bersama para fansnya, sebuah bukti akan ketenaran kecil sosial media. 
 
Dari sebuah tweet tentang kehadirannya di suatu mall, membawa banyak sekali gadis remaja lain untuk berhenti dan sekedar bertemu. Sebuah kekuatan untuk dikagumi.

"Dia super terkenal dan super cantik," kata Meleina McCann, 15, dari Oakland, California."Dia super manis dan relatable. Video nya sangat pribadi. Rasanya seperti dia berbicara kepada saya"

Ketika di mall tersebut ada yang menarik. Di bagian belakang adalah produk bermerek dirinya, bernama Motavator T- Shirt. Mota, saat itu mengenakan rok merah muda gelap skater, sepatu bot, dan sweater backless dari koleksinya, menerima semua orang dalam pelukan, lalu tersenyum untuk selfies mereka dan juga mengadakan sesi tanda tangan.

Artis Viral


Suatu ketika, dia menemukan sebuah komunitas kecantikan di YouTube setelah dibully oleh seorang teman secara online.

"Saya tidak ingin berbicara dengan siapa pun. Saya tidak ingin meninggalkan rumah saya, " ungkapnya pada Business Insider. YouTube "adalah jenis outlet bagi saya untuk menjadi diri sendiri dan tidak benar-benar khawatir tentang apa yang orang pikir."

A Mac and Sephora, judul video pertamanya, sukses make- up di tahun 2009. Kala itu ia masihlah pemula, sibuk membetulkan kamera dan sebagainya, kala itu, ia masih belum punya Tripod, tidaklah sesuai standar videonya sekarang. Tapi gadis 13 tahun itu tau cara berdandan.

Seorang gadis yang menemukan komunitasnya. Sejalan penonton videonya meningkat, membaca banyak komen dari video dan mentweet para fans menjadi kesibukan lain. Sejak saat itu pula, ia mulai memproduksi ribuan video, yang juga dia edit sendiri. 
 
Gadis kita telah tumbuh lebih jago. Bershoping menjadi gaya yang tak akan dihilangkan, beberapa DIY untuk para gadis, tata rambut dan make- up tutorial dan bahkan desain cantik untuk interior, ia lakukan semua.

Pada tahun 2010, ia meluncurkan channel YouTube kedua, Bethanyslife, yang seharusnya lebih pribadi ketimbang bisnis.
 
Ini telah menarik pelanggan 1,6 juta lebih. Mota pun menolak untuk mengomentari penghasilannya saat itu, tapi perkiraan oleh beberapa sumber yang akrab dengan iklan YouTube menunjukkan bahwa dia dengan mudah merobohkan $40,000 per- bulan dari video sendirian ulas Business Insider.

"Setiap kali saya punya waktu luang saya suka hanya berbaring di tempat tidur dan menonton video YouTube, menonton film," katanya. "Pada dasarnya tidak melakukan apa-apa." Dia masihlah seorang gadis humble seperti sebelumnya.

Selain video diatas, dia mulai membuat video tentang liburan. Berharap akan bisa menyimpan semua tentang perjalanan baik ke Asia atau Eropa, perjalananan pertama adalah di kawasan Asia dan pemberhentian berikut ialah Paris, di mana dia "mungkin mengambil banyak gambar ke Instagram," katanya. 
 
Soal kuliner bisa menjadi tantangan namun. "Saya bukanlah penjelajah makanan," akunya, "tapi saya akan mencoba yang terbaik."

Di rumah, "Saya selalu makan mac dan keju," tambahnya. "Itulah apa yang dikenal dari saya, hanya makanan yang sangat sederhana: sandwich, kentang goreng, sangat tidak sehat tapi ya itulah yang saya makan."

Dia juga melakukan video tentang gizi, tetapi tidak akan meninggalkan favoritnya yaitu shopping. "Aku tidak suka, 'Tidak, aku tidak bisa makan kentang goreng karena mereka penuh lemak,'" katanya. 
 
"Saya lakukan seperti mengirimkan pesan bahwa anak perempuan tidak harus makan dengan cara tertentu untuk merasa percaya diri." imbuhnya.

Di depan kamera, Mota adalah tanpa henti ceria dan aktif. Dia tanpa malu dan selalu berbicara dengan suara konyol. Lebih dari apa pun, dia adalah virtuoso dari segi positif. Video -nya sering menuai pujian untuk hal- hal yang penonton mungkin ingin membeli. 
 
Dalam beberap video baru nya merinci hadiah Natalnya, ia mejelaskan tentang katalog barang, termasuk parfum terkenal milik Lady Gaga. Di depan kamera, Mota hampir tidak menyentuh sekolah, pekerjaan, teman atau salah satu dari hal- hal lain yang mungkin masih mengasyikkan, seperti bagaimana rasanya lulusan SMA baru- baru ini. 
 
Dan seks? Tidak ada. Sebaliknya, tahun lalu di Hari Valentine Video, ia memamerkan beberapa cara mendekati target di sebuah kafe Starbucks, mendapat kecupan di pipi.

Bethany, Inc


Fanbase besar Mota mensyaratkan produksi yang konstan.

"Saya tidak ingin meninggalkan pemirsa saya digantung tanpa adanya konten baru," katanya. 
 
"Membuat video baru bagi mereka, selalu tweeting, selalu postingan gambar Instagram, berinteraksi dengan mereka dan benar-benar mengenal mereka merupakan prioritas besar bagi saya. Saya pikir itu seperti tanggung jawab saya. Tanpa mereka saya tidak akan berada di sini jadi saya ingin memberikan apa yang mereka ingin melihat."

Dia merinci strategi sosial yang detail sperti studi kasus di sekolah bisnis. Selain berada di Twitter, Instagram dan YouTube "sepanjang waktu," ia senang manyapa penggemar, memanggil mereka ke arah kamera yang menyala, dan sebuah penghargaan untuk mereka. 
 
Mota tak segan memberikan mereka hadiah dari barang branded atau gadget, bukan dari kantongnya sendiri, ucap Mota dalam sebuah wawancara. Apakah atau tidak ini adalah sebuah pose, itu pastilah penempatan yang cerdas. 
 
Mota adalah sosok seorang marketer alami, apa implikasinya, bahwa dia tidak perlu dibayar hanya untuk satu perusahaan asal Amerika. Semangatnya sangat asli, dan karena itu lebih berharga.Sementara Mota telah melakukan kemitraan kecil beberapa di masa lalu, termasuk dengan Forever 21 dan JC Penney, ia kini berencana untuk fokus pada penawaran yang dia pikir memiliki potensi jangka panjang.

"Saya tidak ingin melakukan sesuatu kecuali rasanya organik ... benar untuk saya, siapa saya dan apa saluran yang saya wakili," jelasnya kepada Business Insider.

Berani Jadi Pengusaha Menghadapi Persaingan

Biografi Pengusaha Diana Bismarak


pemilik below cepek

Berani jadi pengusaha jangan takut menghadapi persaingan. Kisah Donna Riana Bismarak, memulai bisnis yang tengah naik daun sekarang. Ia tidak takut menghadapi memanasnya eCommerce. Riana menciptakan platform marketplace jual beli bernama Below Cepek.

Namanya unik menunjukan jati diri. Bahwa produk dijual di sana adalah dibawah seratus ribu. Walau demikian Riana meyakinkan kualitas nomor satu. Mereka bekerja sama dengan UMKM Indonesia memenuhi kebutuhan pakaian masyarakat.
 

Menjadi Pengusaha


Sudah 14 tahun bekerja sebagai karyawan tentu nyaman. Namun bekerja bukan dibidang disenangi yakni fashion. Pekerjaan mapan Corporate Director of Sale & Marketing, untuk Water Boom Jakarta dan Bali. Bisnis Below Cepek berdiri November 2011 disaat dirinya masih menjabat itu.

Hobi belanja membuatnya berniat membangun eCommerce. Bermula pengalaman ketika belanja di Victoria Secret. Dia menemukan satu produk bikinan Indonesia di web. Siapa sangka situs besar itu menjual produk buatan lokal. Ia menyadari bahwa produk kita sebenarnya sangat berkualitas.
 
Berani jadi pengusaha langsung tancap gas membangun. Dia mendirikan belowcepek.com, bermodal Rp.50 juta, buat bikin situs mumpuni, menyewa tempat di  Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, dan biaya operasional. Dia merogoh kocek Rp.100 juta dimana sisanya nanti untuk pegangan.

Ia cukup mempekerjakan 2 orang staf. Riana bertanggung jawab total akan operasional. Agar irit buat model pakaian digunakannya teman- teman dekatnya. Urusan promosi Riana lakukan sendiri sembari tetap bekerja.

"Pastinya kalau dari promosi, saya kalah telak dari bisnis fashion lain, seperti Zalora, karena dana buat iklan sedikit," tuturnya.

Agar menarik banyak pembeli, maka Riana menerapkan strategi khusus. Below Cepek mengambil margin untung tipis. Alhasil situs ini menawarkan produk lokal dengan harga miring. Dibawah seratus ribu seperti namanya tercantum.

Harga jual telah terjangkau tetapi sulit mendapat pelanggan. Pasalnya tahun tersebut menjadi musim bermunculan eCommerce. Disisi lain banyak bermunculan penipuan toko online. Maka pembeli jadi lebih hati- hati terutama soal harga. Riana maklum tetapi bukan berarti berganti strategi bisnis.

Alumni Sahid Tourism Academy bekerja keras. Dalam waktu lima bulan menggaet 10.000 anggot aktif. Para pembeli pun memberikan testimoni positif akan pelayanan. Kualitas produk jga disoroti tidak kalah walau murah. Bukan berarti tidak terdapat masalah karena sudah langsung diatasi.

Kebanyakan masalah datang mengenai beda barang. Antara foto dan produk diterima ternyata malah berbeda. Mengecewakan sih tetapi langsung Riana atasi segera. 'Saya tidak akan membiarkan itu (beda foto dan paket) terjadi di Below Cepek, makanya pembeli yang pernah beli pasti beli lagi."

Tidak ada ketakutan ketika "dikroyok" pemain besar. Bisnis eCommerce memang tengah naik daun. Pemainnya juga banyak bermodal kuat dan berani promosi. Riana sendiri tetap berpendirian lebih mengutamakan membangun komunitas.

Tujuannya pembeli bisa mendapatkan barang bagus terjangkau. Senang rasanya, ketika pembeli puas tetapi masih menyisakan uang buat ditabung. Gempuran produk impor juga tidak menggoyakan sikap Riana. Below Cepek tetap didapuknya menjadi pusat belanjar produk lokal asli UMKM Indonesia.

Bekal Pengusaha


Pengalaman merupakan kunci sukses bukan sekedar modal. Riana mempunyai pengalaman manajer penjualan di Hotel Sahid, Jakarta. Buat kalian yang memiliki pengalaman korporasi manfaatkan. Bisa gak kamu melangkah menjadi pengusaha.

Below Cepek mengajarkan pengeluaran bisa ditekan. Mereka menawarkan produk berkualitas yang telah disortir. Ada kebanggaan melihat pembeli memakai produk lokal. Banyak pandangan melihat sinis produk lokal. Riana sendiri menyadari bahwa produk lokal tidak kalah.

"Kalau produk impor saja tidak berkualitas barangnya, apalagi lokal?" begitu ucapnya, menirukan gaya bicara orang.

Riana memilih menekuni apa hobi dan kemahiran. Rekan karyawan pun memuji penampilan Riana di kantor. Awal- awal dia berharap akan meniru cara orang menjadi pengusaha. Inginnya membuka satu butik atau toko di mall. Tetapi ia menyadari biaya sewa mahal dan berdampak pada harga produk.

Ia mengenalisa toko online jualan produk China, Korea dan Bangkok. Padahal di offline juga sudah banyak dijual. Riana berpikir mengapa jarang sekali produk made in Indonesia. Dibawah bendera PT. Fortuna Adi Buana, Riana tidak mau berjualan produk impor karena tidak berkonribusi.

Produk dijual aneka fashion seperti rok, celana, gaun, dan baju. Adapula produk aksesoris mulai dari cincin, kalung, gelang dan tas. Seperti nama toko onlinennya dia menjual produk dibawah seratus. Ia mengatakan harga tertinggi Rp.99.000.

Target pasar utamanya mereka usia dibawah 18 tahun. Mereka yang ingin produk fashion berkualitas dengan harga terjangkau. Pelanggannya merupakan komunitas dari Sabang sampai Marauke. Bisnis ini mampu memproduksi 500- 1000 item perbulan.

Model pakaian dalu memakai teman- teman dekatnya. Kini tentu beda, tetapi Riana memiliki prinsip harus orang Indonesia asli, mau kulitnya hitam, rambut keriting, atau dibawah standar cantik model bule tidak masalah. Riana menarget bukan cuma Jakarta tetapi seluruh Indonesia belanja di sini.

Below Cepek menggunakan bahan sesuai cuaca Indonesia. Tidak ada koleksi winter atau summer, ya semua disesuaikan dari Indonesia untuk masyarakat Indonesia. Riana tidak kaku bahwa memberi ruang pesan custom. Nanti pembeli mengirim gambar dan ia akan meminta tukang jahit kerjakan.

Menghadapi Persaingan


Masalah bukan berarti tidak ada menerpa Below Cepek. Selain pandangan sinis akan produk lokal, masalah datang dari pesaing bisnis lokal sendiri. Mereka menciptakan toko online dengan nama yang sama. Bisnis asal Bandunng tersebut membuat baju sampai aksesoris sama, bahkan cara pakainnya.

Ia mengatakan ini cara "steal visitor" atau mencuri pungjung. Untung bila mereka menjual produk yang sama berkualitas. Mereka malah membuat nama Below Cepek asli terpuruk. Banyang sekali yang protes mengenai pengalaman belanja mereka.

Curhatan mereka sampai menjadi pembicaraan publik di sosmed. Riana sendiri baru sadar ketika dia mendapatkan laporan. Bahkan bayangkan iklan mereka bahkan meniru milik Riana. Dia protes ke pihak sosial media. Butuh dua- tiga jam sampai iklan promo mereka diturunkan.

Namun mereka tetap memakai iklan promo tersebut. Bukan hal baru pristiwa tersebut sering terjadi di internet marketing. Dia cuma bisa mengelus dada sembari mengikhlaskan. Mengambil sisi positifnya ini menunjukan idenya keren.

Below Cepek sangat mengandalkan komunitas pelanggan. Sampai mereka pernah usulkan membuat baju ibu menyusui. Riana merespon dengan meluncukran produk unik "busui". Konsep baju untuk ibu- ibu menyusui. Pokoknya dia menerapkan konsep unik dan menarik untuk menggaet pelanggan.

Riana juga pernah mendapatkan permintaan hijab. Produk pakaian muslim besar dan lengan panjang sedang naik daun. Soal peluang bisnis, ibu- ibu juga meminta menjadi reseller, untuk satu ini Riana mempunyai promo menarik. Mereka tinggal melakukan deposit satu juta yang tidak akan terpotong.

Ibu- ibu boleh mengambil 11 baju. Mereka diberi waktu 3 bulan sampai produk terjual. Soal stok tak akan bermasalah ini sangat membantu. Kemudian waktu 3 bulan sebagai bentuk penyemangat dan cara pintar. Ada 100 orang terdaftar dalam bisnis berkonsep "Smart Shopper dan terbantu.

Aneka gaya promosi unik menarik perhatian masyarakat. Tak salah bila mereka mendapatkan gelar Top Ten Social Media Campaigne 2012. Salah satunya membuat aplikasi, dimana masyarakat bisa memainkan game "Miss Matching", tanpa diharuskan membeli produk yang dijual di Below Cepek.

Riana yang sukses belum puas membangun bisnis. Berani jadi pengusaha berarti siap membangun bisnis lain. Dia mengembangkan Restyle, yang mana pusat penjaring desainer lokal, jaringan network buat mereka yang ingin bergabung dengan Below Cepek.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba