Biografi Saptuari Kedai Digital Jogja BisnisWaralaba

Profil Pengusaha Saptuari Sigiharto


pengusaha saptuari

Sedikit biografi Saptuari Sigiharto, pemilik bisnis Kedai Digital Jogja, yang tak menyangka kalau usahnya sukses. Menjadi pengusaha tahan banting berbuah manis bisnisnya melejit. Dia adalah sosok pengusaha muda asal kota Yogyakarta. Kiprahnya sebagai pengusaha telah diakui sebagai runner- up wirausahawan mandiri 2007.

Dia melalui bisnis kedai digital berhasil menjadi waralaba populer. Konsepnya mudah, Kedai Digital, nama perusahaanya, menjual berbagai hasil digital berbentuk aksesoris. Dia merupakan tipe pekerja keras, ulet, dan tahan banting. Terbukti dari sekian bisnisnya, dia tetap fokus meski gagal itu sering terjadi.

Dalam biografi Saptuari, menjelaskan agresip bisnisnya dimulai sejak berkuliah di UGM, berbisnis untuk membiayai kuliah. Berbagai usaha dan pekerjaan pernah dilakukanya. Semua itu hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari. Dari bekerja di perusahaan rokok, event organizer, radio swasta, hingga perusahaan komunikasi.

Siapa Saptuari Pengusaha Kedai Digital


Ia lalu banting stir membuat usahanya sendiri. Menjadi pengusaha, Saptuari menjelankan bisnis ayam kampung dan stiker, nah, yang terakhir lah yang membawanya sukses. Alasan gagal bisnis ayam karena keuntungan yang tak sejalan dengan modal dikeluarkannya. Setiap kegagal menjadi motivasi bagi Saptuari, membuatnya semakin ngotot bekerja.
 
Suatu hari, Saptuari menumakan ide bisnis baru, ketika itu melihat ibu- ibu berebut marchandise bergambar.  Apa itu? Ya bisnis aneka marchandise bergambar artis selebritis, padahal hal- hal semacam itu bisa dibuat sendiri. Pengalaman tersebut memberikan ide untuknya, deda dengan bisnis sebelumnya bisnis ini lebih sederhana.

Dia kesana- kesini mencari tau, lalu mempraktikan bisnis unik ini, yaitu bisnis cetak digital pribadi. Konsepnya membuat produk marchandise yang bisa dipesan secara khusus. Modalnya hanya 28 juta tergolong minim dibanding bisnis sebelumnya. Sapturai kemudian nekat membuka toko sendiri di Jl. Cendrawasih 3C Demangan Baru.

Bisnisya resmi bernama "Kedai Digital" bertempat di toko kecil berukuran 2x7 meter. Awalnya Kedai Digital hanya membuat aneka gantungan kunci saja, dibantu oleh tiga karyawan Kedai Digital merambah bisnis lain; seperti membuat gantungan kunci, t-shirt, pin, jam, mouse pad, poster, keramik, dan terakhir baner.

Respon bisnis barunya dibilang bagus. Ternyata masyarakat menyukai produk- produk miliknya. Tiap tahun omset Kedai Digital semakin meningkat. Usaha yang sebelumnya hanya dibantu tiga orang mendadak berubah jadi 150 karyawan. Merek tersebar di 40 cabang berbeda tersebar di berbagai kota.

Rata- rata pegawainya mereka mahasiswa, karena ingin menghilangkan konotasi negatif. Mereka yang dikenal tukang demo dan tawuran ini akan labih baik berbisnsi. Dengan usaha keras, pemuda 30 tahun ini menggunakan model franchise atau waralaba. Ia telah menjalankan bisnisnya selama lima tahun, hingga beromset miliaran.

Baginya mencoba sesuatu yang baru ditambah ketekunan membuahkan hasil. Dia pandai mengambil pangsa pasar anak muda mencoba membentuk karakter pengusaha sukses.

Biografi Purdi E Chandra Pemilik Primagama Jaya

  Biografi Primagama Purdi E Chandra

  
biografi purdi e chandra

Menelisik biografi Purdi E Chandra pemilik Primagama. Siapa yang tak kenal pengusaha kelahiran Lampung, 9 September 1959 ini, yang terkenal akan usahanya. Sosok pebisnis non- konvensional. Pasalnya dia bukanlah lulusan Sarjana bukan orang kaya. Purdi sudah mencari uang sendiri sejak muda.

Dalam biografinya ia suka berbisnis semenjak kecil, bahkan semenjak duduk di bangku SMP.  Bisnis- bisnisnya meliputi usaha beternak bebek dan ayam, dan menjual telurnya ke pasar. Sosoknya yang dikenal karena perjalanan bisnis, pendidikan, dan kegagalan. Pengusaha yang sering membagikan ilmu secara gratis.

Purdi rajin membagikan tips menjadi pengusaha agar mengambil resiko. Terlahir dari keluarga tidak mampu membuatnya selalu berpikir jauh kedepan. Purdi memang merupakan sosok pekerja keras, mudah bergaul, serta cerdas. Jujur jika dia mau mungkin kelak akan menjadi pegawai idaman, tetapi tidak.

Pengusaha Cerdas Tanpa Gelar Sarjana


Kecerdasan terbukti selama membangun bisnisnya tetap berkuliah. Purdi tercatat sebagai mahasiswa 4 fakultas sekaligus di dua perguruan tinggi berbeda. Namun jiwanya merasa tidak mendapatkan apa- apa, dia memilih untuk menjadi pengusaha, dan memilih keluar dari kampus.

Bisnis serius Purdi ialah lembaga pendidikan, yang dikerjakan jauh sebelum berkuliah. Dia bersama beberapa teman mendirikan bisnis Lembaga Test Primagama. Purdi yang juga mahasiswa di UGM, Yogyakarta, telah menciptakan sistem solid. Primagama fokus menawarkan cara masuk ke kampus bergengsi.

Purdi mencoba membantu calon mahasiswa baru agar bisa masuk perguruan tinggi negeri. Dengan modal hanya Rp.300 ribu, mereka resmi mendirikan Primagama di 10 Maret 1982, di Yogyakarta.  

"Di universitas entrepreneur, tidak ada nilai, tidak sertifikat, atau title," ucapnya lagi. Purdi selalu menegaskan prinsip itu. Ayahnya, Mujiyono dan ibunya, Siti Wasingah sendiri yang selalu mensuport keinginan anaknya untuk mandiri.

Purdi berangkat merantau mencoba melihat kelemahan sendiri. Bertahap kelemahan diperbaikinya, dia mengaku kini telah tahan banting. Ia meyakini bahwa entrepreneur merupakan jalan lain. Tidak harus mengikuti aktivitas monoton perkuliahan.  Bisnisnya unik ketika ia sendiri tidak menyelesaikan pendidikan.

Ia memulai dari menyewa ruang kecil dan disekat menjadi dua. Murid pertama hanya dua orang yaitu tetangganya sendiri. Biaya les hanya Rp.50 ribu untuk dua bulan. Kalau tidak ada les, maka Primagama akan mengembalikan uangnya. Dua tahun kemudian Primagama mulai dikenal tumbuh pesat.

Bisnis Primagama Besar


Kunci bisnisnya yaitu melihat tingginya antusias siswa SMA, terutama mereka yang ingin masuk perguruan tinggi negeri ternama. Biografi Purdi E Chandra ialah berbekal pengalaman masuk UGM dulu. Itu berubah menjadi ide cemerlang, berbekal pengalaman masuk UGM, dia dan temannya fokus memecahkan soal- soal masuk perguruan tinggi.

Semenjak kesuksesan itu, nama Primagama mulai banyak ditiru, ia pun membutuhkan inovasi baru untuk bertahan di bisnis bimbel.  Maka dibuatlah slogan "Ikut Primagama pasti masuk perguruan tinggi, atau uang akan kembali." Kemudian Purdi mencari anak- anak cerdas di bidangnya, kemudian dijadikan pengajar.

Fokusnya memastikan 90% bisa masuk perguruan tinggi negeri. Usaha Primagama jatuh bangun, dari satu otlet menjadi 200 oulet di 106 kota. Pendapatanya kini telah mencapai 70 miliar loh. Selain itu Purdi juga membuka peluang bisnis sejenis menjamur. Primagama jadi pelopor bisnis bimbel kini menjadi holding, atau perusahaan induk.

Sekarang mereka mebawahi 20 perusahaan berbeda bergerak diberbagai bidang; pendidikan formal, pendidikan non-formal, telekomunikasi, biro perjalanan, rumah makan, supermarket, asuransi, lapangan golf dan lain sebagainya. Ia juga disibukan oleh kegiatan berorganisasi sekaligus sebagai pimpinan perusahaan.

Purdi sendiri aktif menjadi ketua Perhimpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) cabang Yogya dan pengurus Kamar Dagang Industri Daerah (KADINDA). Selain itu Purdi tercatat sebagai anggota MPR RI utusan daerah DIY. Purdi lalu mendirikan Entrepreneur University (EU) yang hanya memakan waktu enam bulan dan kuliah dua minggu.

PT. Primagama Bimbingan Belajar memiliki 694 cabang, sebagian besar merupakan konsep waralaba. Hari Nuryanto, selaku Direktur Marketing dan Pengembangan Bisnis, mengatakan cabang Primagama sudah ada di 255 kabupaten kota. Dengan rincian beberapa merupakan waralaba dengan masa kontrak 5 tahun.

Ia mengatakan Primagama beridiri sejak 1982, mulai diwaralaba di 2001. Dia mengatakan total tiap cabang Primagama mampu menampung 200.000 murid.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba