Bisnis Limbah Kayu Sangon Ekspor Keluar Negeri

Profil Pengusaha Hartono

 

bisnislimbah.png

Mencoba bisnis limbah kayu sangon menguntungkan. Sosok pengusaha ini mampu ekspor keluar negeri. Dia lah Hartono. Pengusaha yang mengirim limbah sampai ke Korea Selatan. Bahkan limbahnya tetap laku dijual sampai keluar negeri.


Yang dibutuhkan kamu kejelian akan menentukan produk. Limbah kayu sengon sukses dikirim sampai ke Korea Selatan. Banyak kegunaan, mulai dari sawdust kayu sangon dibuat animal bedding. Kemudian ada yang dijadikan media tanam jamur.


Hartono mendirikan Inakor Co., Ltd. Bisnisnya menjadi importir limbah kayu sangon. Bisnis limbah kayu tersebut diekspor ke Korea. Dia mampu mengirim 48 kontainer atau 10.000 ton sawdust kayu. Proses ekspor dapat dibilang tanpa hambatan.

 

Pengalaman Ekspor


Semua berjalan lancar dan dokumen perijinan pengiriman lancar. Tanpa hambatan. Hartono berkata bahwa pembangun jalan taol sangat membantu. Kecepatan waktu dan biaya lebih murah membuatnya lebih cuan.


Inakor mengekspor limbah kayu belum diolah. Tetapi dia juga mengekspor peralatan rumah tangga. Inakor mengambil produk brand bernama Oesing Craft asal Banyuwangi. Nama Oesing Craft memang telah terdaftar sebagai produk ekspor berkualitas di Korea Selatan.


Hartono bangga bahwa brand Indonesia mampu masuk. Produk kita juga memakai brand sendiri, alih- alih dibranding ulang orang Korea. Produknya tersertifikasi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK). Dan produknya juga memiliki food grade bahkan dari Ministry of Food and Drugs Korea Selatan.


Hartono menjelaskan masyarakat Korea menyenangi alat makan kayu. Pokoknya kerajinan tangan berupa alat dapur dan alat makan kayu begitu digemari.


Hartono merupakan warga Indonesia tinggal di Korea. Dia berbisnis mengekspor aneka produk dari Indonesia. Bermula di 2017, dia sempat betemu Dubes dan bercerita, dimana banyak sharing bahwa produk Indonesia digemari.


Apa benar barang Indonesia diminati masyarakat Korea Selatan. Tak lama, pada 2018, dia mendirikan Inakor yang bisnisnya mengekspor barang. Namun dia sempatkan dulu menganalisa produk- produk apa diminati; tidak serta- merta memborong dijual lagi ya.

 

Hartono mengamati masyarakat Indonesia tinggal disana. Mereka mampu menjadi market bila diolah secara benar. "Teman- teman (orang Indonesia) ada 40 ribu, kebanyakan bekerja, dan adapula mahasiswa," jelas Hartono.


Setelah dianalisa dia menemukan mereka mengkonsumsi produk Indonesia. Dan banyak produk kita dijual. Ia mengamati alur distribusi produk tersebut masuk ke Korea. Ingin mencari tau siapa pemain bisnis ekspornya.


Dia ingin tau siapa pemain, orang- orangnya, lantas sampai dimana outlet- outletnya. "Saya sudah menyimpulkan bisnis ini sangat potensial terutama barang UMKM di Indonesia, karena produk- produk yang big brand di sini juga sudah ada," lanjutnya.


Dia mengatakan banyak teman- teman mencari produk tradisional. Hartono mulai mengimpor sejak 2019, mengaku banyak dibantu pihak KBRI. Dua bulan berjalan, tantangan bukanlah datang dari alur sertifikasi RI, melainkan pihak BPOM Korea yang mengutamakan mutu dibanding besar atau kecil.


"Mereka berorientasi pada kualitas produk, yang penting barang sampai Korea dicek," lanjur Hartono.


Proses administrasi pihak dari Korea lancar. "Di sini semuanya simple, serba cepat. Kalau semua persyaratan- persyaratan sudah lengkap

UKM Kerajinan Pohon Asam Menembus Pasar Ekspor

Profil Pengusaha Bambang Hariyono


kerajinan pohon asam
 
Pohon asam menembus pasar ekspor siapa sangka. Lewat UKM kerajinan pohon asam, pengusaha bernama Bambang Hariyono sukses diusia 40 tahun. Tidak ada kata terlambat untuk wirausaha. Sejak awal dia memang dikenal sebagai pengrajin seni dari apapun.

Salah satu penggiat kerajinan asal Kota Banyuwangi. Bambang selalu mencari ide tentang kerajinan baru. Salah satu hasratnya merubah pohon asam menjadi penghasilan. Pasalnya tidak jarang orang yang melihat pohonnya sebagai limbah, padahal tekstur kayunya bagus.

Ia yang terbiasa bermain mengukir kayu. Tentu sudah paham mana yang cocok dijadikan kerajinan. Iseng dia menemukan pohon asam dan mengukirnya. Ada potensi besar pada pohon asam yang biasa terbengkalai.

UKM kerajinan pohon asam memberikan lapangan pekerjaan. Aneka furnitur, kerajinan tangan, bisa dibuat dari bahan pohon ini. Siapa sangka pohon asam menembus pasar ekspor. Padahal masih ada kayu- kayu lain, tentu karena harganya lebih ekonomis tetapi tidak kalah kuat.

Harapan UKM Kerajinan Pohon Asam

Jika pohon utama dijadikan aneka furnitur. Ketika limbahnya ada kemudian dijadikan furnitur. Tiga tahun silam dia bersemangat menggeluti kerajinan ini. Ada kekhasan unik katanya menyangkut kayu pohon asam.

Daripada memilih menggunakan mesin untuk produksi. Dia memilih membuat handmade, yang lalu dibantu masyarakat Banyuwangi. Mengutaman pemberdayaan inilah prinsip Bambang Hariyono.

"Kayu pohon asam menurut saya unik, seperti memiliki ciri yang khas," ia membahkan.

Tekstur pohon ini memiliki hal berbeda dibanding pohon lain. Setiap potongan menurutnya memiliki serat tidak sama. Sehingga banyak penekspor dari Amerika dan Eropa berminat. Usaha ini yang dia namai Oesing Craft fokus memberdayakan sumber daya Banyuwangi.

Bayangkan dari UKM kerajinan pohon asam saja. Dia mampu mempekerjakan 250 orang pegawai. Para pegawai dirangkul dari Glagah, Kalipuro, dan Kabat. Untuk memaksimalkan dia bekerja sama dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (Lapas) Banyuwangi.

"Kita rangkul lapas agar napi- napi juga punya ketrampilan salam di dalam," papar pengusaha ini.

Minat akan produk ini sangat tinggi dibanding lokal. Oesing Craft bahkan mendapatkan kontrak dari perusahaan Jepang. Mereka dedikasikan membuat aneka produk kerajinan. Bambang mampu menjual berapapun produksi dapat dijual.

Tidak cuma memasarkan ke Jepang, ada Swiss, Belanda, Jerman, Amerika, Hong Kong, Singapura dan Malaysia. Berapapun produksinya salu laris diborong eksportir. Untuk pengiriman juga tidak memiliki batas minimum, tak ayal pengusaha Bambang mengantungi omzet miliaran.

Kunci sukses untuk pengusaha muda; jadilan sosok ulet dan kreatif. Sosok Bambang mampu menjadi pengusaha dan mendapatkan apresiasi dari nasional dan internasional. Salah satunya Unesco Award of Excellence for Handycraft di tahun 2012 silam.

Juga meraih penghargaan SMESCO Award tahun 2009 silam. Penghargaan ini untuk kategori Desain Cindera Mata Jatim 2009, dan Prabaswara Award bidang ekspor 2012 silam. Untuk sukses butuh satu kualitas terbaik.

Ketika pesanan banyak janganlah lengah. Harus tetap menjaga kualitas produksi kita. "Kalau kualitas jelek, pasti konsumen lari," paparnya. Apalagi perlu disadarai bahwa Jepang sangat teliti. Kedepan dia berharap bisa mengajarkan ketrampilan ini kepada mantan PSK Dolly.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba