9 Pengusaha Muda Terbaik Indonesia Mendunia

8. Malariantikan Yulianggi Umur 19 tahun Company: Shoyu Pia Cake Ketika ia tengah mencari produk tentang produk lokal. Dia menemukan singkong di anak tirikan. Tapi satu kenyataan, Malarianti menemukan bahwa masih ada beberapa orang menikmatinya. Tapi tidak semua orang menyenanginya. Jadi dia mulai membuat produk modern Shoyu Pia Cake. Dari cuma punya enam pegawai di awal, sekarang, dia bisa memiliki lebih dan lebih banyak lagi pelanggan.

Biografi Mualaf Cantik Pengusaha Batik Trusmi

"Semua pengusaha punya jatah gagal," optimisnya.

20 Wirausaha Muda Mandiri 2015

Untuk kategori industri, perdagangan dan jasa 1. Juara 1: Gita Adinda Nasution (Kolagit -obat diabetes dan komplikasinya) 2. Juara 2: M Zulqarnain A R (Iwearzule -custom clothing) Untuk kategori boga 1. Juara 1: Filsa Budi Ambia (Peyek Kepiting -jajanan peyek daging kepiting) 2. Juara 2: Martalinda Basuki (UD Klasik -minuman coklat murni)

Profil Dea Valencia Pengusaha Batik Kultur

"Desainernya saya sendiri padahal nggak bisa gambar. Imajinasi. Saya ada satu orang yang diandalkan, kerja sama dengan saya. Apa yang ada di otak saya transfer ke dia untuk dijadikan gambar," kata Dea.

17 Pengusaha Muda Indonesia Masuk Forbes

Retail and Ecommerce 1. Carline Darjanto, 28 tahun, Entrepreneur 2. Merrie Elizabeth, 28 tahun, CEO dan Creative Director Blobar Salon 3. Yasa Paramita Singgih, 20 tahun, Pendiri dan President Men's Republic 4. Ferry Unardi, 28 tahun, salah satu pendiri dan CEO Traveloka

Tampilkan postingan dengan label Agrobisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agrobisnis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 April 2019

Wirausaha Budidaya Ikan Penghasilan Miliaran Rupiah

Profil Pengusaha Sukses Bowo Purwanto


wirausaha budidaya ikan
 
Siapa sangat berbisnis sederhana hasilkan begitu banyak duit. Wirausaha budidaya ikan penghasilan miliaran rupiah. Budidaya ikan air tawar oleh Kelompok Tani Ikan Mina Jaya, dari Dusun Kaliwaru, Kalasan, Kabupaten Sleman Yogyakarta.

Mereka mampu menghasilkan Rp.8 miliar rupiah. Hanya berbekal membudidaya ikan air tawar, yang pembenihannya semakin maju. Aneka ikan air tawar seperti bawal, lele, gurame, ikan mas dan koi. Ia, Bowo Purwanto, selaku ketua kelompok tani mempunyai 56 orang aggota.

Dari kolam seluas 15 hektar, menyebutkan omzetnya bisa saja naik berlipat, jika semua sudah jadi terintegrasikan.

Usaha mereka meliputi pembenihan, pendederan, pembesaran, dan pemasaran. Usaha hulu sampai hilir dikuasai mereka. Ya, tidak meragukan, wirausaha budidaya ikan penghasilan miliaran rupiah. Bowo melanjutkan, mereka juga mengadakan pelatihan sebagai wujud berbagi ilmu.

Dibawah Kementrian Perikanan, Mina Jaya merupakan bagian dari Unit Pembenihan Rakyat (UPR), Kelompok Pembudidayaan Ikan (Pokdakan), Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP), dan Asosiasi Pemasaran Ikan Yogyakarta (Aspray).

Diakui masalah utama usaha ini ialah pada pakan ikan. Masing- masing anggota belum mendapatkan stok pakan mencukupi. Pihaknya sendiri baru mampu mensuplai 50 persen pakan untuk anggota. Ia menjelaskan menjual benih ikan, dan menjual sampai ke Lampung dan Kalimantan.

Penjualan benih bawal yang paling banyak dibanding lain. "Yang paling tinggi permintaanya adalah ikan bawal untuk yang lainnya biasa- biasa saja." Jadi apakah kamu mau menjadi budidaya ikan air tawar?

Rabu, 06 Maret 2019

Wirausaha Kerajinan Batok Kelapa Bali

Profil Pengusaha Nyoman Sujana


pengusaha nyoman sujana

Sudah menjadi cerita bahwa Bali salah satu kota kreatif. Dari wirausaha kerajinan batok kelapa, pria asal Bali ini mereguk untung ratusan juta. Banyak orang yang menganggap ini tidak berguna. Tapi ditangan pria bernama Nyoman Sujana, batok kelapa dirubahnya menjadi aneka produk unggulan.

Kreatifitas tanpa batasan bermodalkan limbah sampah. Bahan utamanya batok kelapa, dilengkapi dengan tali pandan dan pelepah pisang, lihat betapa ramah lingkungannya. Selain bahan daur ulang usahanya juga bernilai seni tinggi.

Layaknya karya seniman Bali, usaha Nyoman Sujana ini menggaet wisatawan dalam dan luar negeri. Dari dirinya usaha semacam ini tumbuh berkembang pesat di pasaran. Banyak seniman lain yang mengikuti langkahnya, untuk dijual di pasar lokal, diekspor sampai keluar negeri, yang berbahan dari limbah ini.

Aneka produk bisa dibuat dari bahan batok kelapa, antara lain jepitan, bingkai foto, perabotan rumah tangga seperti sendok dan mangkok. Perkembangannya maliputi gelas minuman, penutup kap lampu, hiasan dinding dan lain- lain.

Nyoman Sujana bahkan mampu mengembangkan lebih banyak. Misalnya ada tas batok kelapa, bahan korden, peci, manik- manik yang menarik wisatawan di Bali. Wirausaha kerajinan batok kelapa sudah tak lagi dalam keterbatasan. Usaha semacam ini mencatat perolehan devisa $129 juta dari Amerika Serikat.

Senin, 04 Februari 2019

Memulai Usaha Sayuran Crispy Mantan Bankir Sukses

Profil Pengusaha Irvan Wijaya


jual keripik sayuran crispy

Ide bisnis datang kapan saja dimana saja. Inilah yang membuatnya memuilai usaha sayuran crispy. Mantan bankir sukses melebihi ekspetasinya sebagai karyawan. Menjadi pengusaha tentu bukanlah pilihan Irvan Wijaya. Dia lebih cocok menjadi seorang bankir dengan setelan dan jas necis.

Menjadi pengusaha tidak pernah terpikirkan olehnya. Apalagi memulai usaha sayuran crispy. Tentu mantan bankir ini tidak akan berpikir seksuses ini. Awalnya dia bercerita bermula dari kesehariaanya sebagai pegawai. Bekerja sebagai commercial banker di sebuah bank di Jakarta, dia sangat suka namanya sayuran.

Tidak seperti temannya yang memilih daging ketimbang sayuran. Irvan memilih satu porsi sayuran khusus. Padahal dia waktu itu tengan menyantap makanan bakmi. Yang biasanya orang lebih suka yang banyak diginya. Alhasil pria berkacamata ini ditertawakan teman- temannya yang melihat.

"Saya ingat saya makan bersama teman saya, saya memasan bakmi dan satu porsi sayur untuk saya santap," kenangnya, yang disusul candaan teman- temannya, "sebegitunya, ya harus makan sayur?" kenangnya kembali kepada pewarta Tabloid Bintang.

Memulai Usaha Sayuran Crispy Menguntungkan

Ide bisnis sederhana agar bisa makan sayur enak. Tujuannya mengajak orang lain untuk sama- sama menikmati. Ia ingin membangun citra makan sayura itu praktis. Pentingnya sayuran terkadang orang tolak karena ribet. Apalagi kalau potongannya besar- besar jadi malas makannya.

Orang- orang ingin sesuatu yang mudah dimakan. Akhirnya Irvan mencari tau cara agar bisa makan sayur praktis. Awal tahun 2015 dimulailah usaha Irvan berbisnis keripik sayur. Untuk modal pertama ia membeli vacuum frayer. Teknik yang dikembangkannya menggunakan suhu rendah dibawah 100 derajat.

Bulan Mei 2015 dimulailah penelitian cara membuat keripik. Ia menjadikan garasi rumahnya menjadi pusat produksi. Penggunaan suhu kurang dari 100 derajat, dimaksudkan agar mengurangi kerusakan dan berubahnya kandungan mineral.

Memang kandungannya berkurang dibanding sayuran aslinya. Tetapi Irvan berusaha sekuat mungkin untuk mencegah. Tidak berjalan mulus juga karena butuh waktu hingga yakin. Serangkaian uji coba dilakukannya agar berhasil. Ia juga memilih- milih sayuran apa yang cocok dikeringkan di vacuum.

Irvan juga harus memastikan rasanya tidak berubah. Uji cobanya bermodal Rp.50 juta tetapi belum termasuk biaya percobaan. Produk pertama diluncurkan pada September 2015, yang awalnya dia cuma berjualan brokoli dan kentang.

Bahkan untuk brokoli saja, dibutuhkan waktu setahun, yang menghabiskan sampai satu ton brokoli. Tujuannya agar tidak sekedar berjualan melainkan pengusaha. Biaya dikeluarkan hanya untuk brokoli saja sudah sampai Rp.30 jutaan. Belum juga untuk bahan baku lain, dan dia kini punya 7 varian Crispy Salad.

Mantan Bankir Sukses Tidak Takut Gagal

Mantan Bankir ini sukses tidak takut gagal bisnis. Menjadi pengusaha membutuhkan bukan sekedar berjualan. Seperti penelitian yang dilakukannya selama ini menguras tenaga. Selain menguras isi kantung Crispy Salad tetap meluncur.

Bahkan ketika dia sudah berhasil menghasilkan produk olahan. Gonta- ganti kemasan juga menjadi bayangan pengusaha ini. Tujuannya untuk menjaga daya tahan sayuran, apalagi produknya tidak lah dibuat benar- benar kering 100%. Tidak pula menggunakan bahan pengawet apalagi MSG untuk perasa.

Kemasan harus dibuat sedemikian mungkin agar daya tahan naik. Awalnya dia pernah menggunakan kemasan kripik. Hasilnya Crispy Salad cuma mampu bertahan satu hari saja. Sekitar setahunan Irvan cari- cari kemasan plastik yang cocok.

Hasilnya dia mampu membuat produknya bertahan 3 bulanan. Walaupun tanpa MSG tetap rasanya gurih ketika dimakan. Alasannya dia menggunakan garam Himalaya dan cabai untuk perasa. Kenapa menggunakan garam Himalaya karena lebih kaya mineral.

Hasilnya Crispy Salad digandrungi masyarakat berkat inovasi. Dibantu lima karyawannya dia bisa berproduksi 150 kemasan perhari. Bahkan permintaan meningkat sampai melebihi produksinya. Dia pun memasok produknya ke pengecer dan distributor, juga marketplace seperti juga di Tokopedia dan Shopee.

Pemasarannya juga termasuk menggunakan sosial media. Jika kamu berminat silahkan kunjungi saja di @crispy_salad, untuk lebih jelasnya.

Rabu, 23 Januari 2019

Jualan Door to Door Menggapai Mimpi Usaha Camilan

Biografi Pengusaha Nur Fadilah


wirausaha camilan syafrida

Wirausaha Nur Fadilah berjualan door to door menggapai mimpi. Siapa sangka usaha camilan bisa sampai ke New Zeland. Produsen berbagai camilan mulai dari kacang goreng, mete, kerupuk, keripik, dan lain- lain. Tiga puluh tahun sudah dirinya merintis usaha aneka camilan bernama Syafrida.

Usahanya bahkan mancapai supermarket besar di Surabaya. Nama supermarket HERO sudah jadi tempatnya berjualan. Bayangkan omzetnya mencapai Rp.500 juta perbulan. Dengan omzet segitu dia mempekerjakan 26 orang, membangun kerajaan bisnisnya dari hanya camilan.

Siapa sangka hasilan miliaran dari jualan door to door saja. Usaha camilan milik Fadilah kini berubah menjadi kerajaan bisnis. Kunci suksesnya tinggal tekun bekerja menjajakan. Asal tekun mencari pasa digali dalam- dalam, maka keberhasilan mengalir deras.

"Asalkan ulet menggali pasar, rupiah pun mengalir dari mana- mana," tuturnya kepada pihak pewarta.

Memang butuh waktu 25 tahun untuk sampai dititik sekarang. "Saya jualan camilan sejak tahun 1984 door to door ke tetangga sekitar rumah," jelas pengusaha wanita ini. Usaha camilan pertama ialah berjualan aneka kerupuk dan makanan ringan.

Kala itu modalnya Rp.1000 jualan karena kebutuhan hidup. Pokoknya mencari cara agar asap dapur terus mengepul. Seorang wanita yang sendirian membesarkan tiga anak. Di tahun 1987 barulah dia berjualan dari toko ke toko sendirian.

Wirausaha Mandiri Aneka Camilan


Sejak muda Fadilah memang dikenal gemar berdagang. Ia mengenang masa Sekolah Menengah nya, dimana dia berjualan aneka kerupuk bikinan orang tuanya. Ketika itu tahun 1991, Fadilah mudah memiliki insting bisnis yang bagus, alhasil dia mulai membuat aneka camilan setelahnya.

Fadilah mengisahkan bagaimana dia selama 25 tahun berjualan. Metode tradisional dijalankan hingga dirinya dipercaya. Ia dipercaya untuk memasok jajanan untuk tok- toko. Waktu itu usahanya cuma berjalan ala kadarnya. Bermodal Rp.1000 saat itu, dia membuat kerupuk dan camilan tanpa merek.

Wirausaha mandiri kelahiran Kelahiran Surabaya, 4 Juni 1953. Fadilah yang terhimpit ekonomi yang semakin sulit. Sementara dia harus membesarkan tiga orang anak. Respon tetangga cukup baik, baru tahun 1987, dia memasukan ke toko- toko, karena waktu itu belum marak supermarket.

Fadilah berpikir lewat jualan toko- toko jualanya semakin dikenal. Prinsipnya menjangkau lebih banyak orang dari jualannya. Untuk jualan camilannya telah merambah ke luar negeri. Khusus jualan camilan kacang mete sampai ke Selandia Baru.

Dia memproduksi juga kerupuk ikan, bidaran manis rasa, sus kering, bidaran keju, keripik jagung dan berondong jagu aneka rasa. Beberapa produk merupakan buatan orang lain, sementara dirinya cukup membantu kemasan. Ada pula aneka kerupuk terung, tripang, ebi, dan produk- produk lain.

"Saya kerja sama dengan UKM dari Kenjeran," tuturnya.

Dia membeli dari mereka, kemudian di kemas di rumah. Harga produknya bermacam- cama sampai Rp.7000 -an. Terkait modal untuk satu ini dirinya merogoh kocek sendiri. Sebagai wirausaha mandiri dirinya juga mendapatkan pinjaman dari Bank.

Namun dia selalu menerapkan prinsip tidak boleh lama- lama. Hutang modal segera dikembalikan dari perputaran uang. Tetapi Fadilah tidak menyarankan meminjam uang di Bank. Apalagi kala itu bunganya masih diatas rata- rata sekarang.

Berjalan waktu pihak Pemerintah Daerah mulai memperhatikan. Fadhilah ditawari mengikuti aneka pameran oleh Disperindag Surabaya. Ia sering diajak pameran ke luar pulau, dari situlah pesanan datang mengalir terus. Dia pernah mendapatkan pesanan terjauh dari Aceh sampai ke Papua.

Walaupun berhasil menjual sampai ke penjuru Indonesia. Fadilah tidak berencana membuat outlet untuk jualan. Penjualan produknya fokus menjual di minimarket, supermarket, dan hypermarket. Dari berjualan tersebut memang tidak mudah. Setiap corong marketing selalu memiliki kelebihan dan kekurangan.

Dia menyebut seperti pihak supermarket atau hyper market bayar tunda. Makasudnya dia hanya akan dibayar jika penjualan laku. Keuntungan brand awareness bagi Fadhilah untuk semakin laris manis. Dia mengatakan brandnya semakin dikenal, mudah dijual ke tempat- tempat lain diluar jangkauan.

Fadilah mengatakan penjualannya dibantu ketiga anaknya, dan 27 karyawan yang juga termasuk adik- adiknya. Di tahun 2011 jangkauannya mencapai ke Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Untuk orderan paling ramai yakni ketika lebaran, dalam 10 hari menghasilkan Rp.100- 200 juta.

Produknya dibernama Syafrida diambil dari singkatan  ketiga anaknya. Untuk kacang mete mejadi camilan paling laris, tidak hanya habis di lokal tetapi juga terjual sampai Selandia Baru. Saban harinya dia mengolah tidak kurang 1 kuintal, yang bahan- bahannya dipasok oleh petani lokal.

Tidak berhenti di camilan kacang atau kerupuk. Wanita 66 tahun ini masih aktif berkreasi mencipta olahan baru. Sebut saja rangginan bikinannya yang menjadi oleh- oleh wajib. Dikemas lebih modern pengusaha wanita ini yakin mampu mengikuti jaman.

Untuk mendungkung bisnis ke depan dibukalah satu toko. Dia membuka toko yang terletak di Jalan Ngegel Surabaya. Ia pun tidak berhenti hingga rangginan buatanya dikenal masyarakat. Walaupun tidak mudah hasilnya menjadikan rangginan produk nasional.

"Saya dulu bangun dan sampai sekarang mengelola ini sendiri. Karena, mulai dari dulu saya membangun, tidak ada fasilitas seperti sekarang ini," tuturnya.
Ia mengakui usahanya tidak selalu mulus seperti ini. Masalah utamanya ialah tidak mudah mencari sumber daya manusia. Tidak mudah pula selalu menyediakan bahan baku sesuai pesanan. Berkat usahanya ini dia mampu menguliahkan anak- anaknya.

Ke depan wanita berkerudung ini hanya ingin mewariskan. Bukan berbentuk uang, tetapi usaha dan semangat wirausaha bagi anak dan cucunya kelak. Ia menambahkan bahwa usaha harus membangun keluarga kita. Selain itu juga yang mampu membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain ke depan.

Rabu, 16 Januari 2019

Astra International Orang Terkaya Tujuh Turunan

Biografi Pengusaha Theodore Rachmat

 
biografi theodore rachmat

Biografi Theodore Rachmat, atau Theodore Permadi Rachmat. Namanya dikenal salah satu yang terbaik di Astra Internasional. Pengusaha kelahiran tahun 1943, yang merupakan lulusan dari Institut Teknologi Bandung, jurusan teknik mesin yang karirnya moncer di Group Astra.

Dia itu masih satu angkatan dengan sesama jajaran eksekutif Astra International, seperti nama  Benny Subianto dan Subagio Wiryoatmodjo secara langsung. Biografi Theodore Rachmat yang merupakan salah satu keponakan William Soeryadjaya, CEO Astra International.

Awalnya dia lebih memilih berbisnis tanpa bantuan pamannya sama sekali. Yakni pada tahun 1970, yang mana Theodore bersama Benecditus Rahmat, kakaknya, membangun perusahaan konstruksi di bawah bendera PT. Porta Nigra, yang menjadi pijakan nanti ketika masuk Group Astra.

Perusahaan tersebut cukup berkembang dibawah menejemen dua orang. Tetapi akhirnya, dia harus berurusan dengan Group Astra, dan melalui Allis Chalmers Astra, bekerja sebagai selesman alat- alat berat, atau bisa dibilang dia memulai dari nol besar.

Jajaran Orang Terkaya Indonesia


Berkat kerja kerasnya, dia pun terpilih sebagai president direktur PT. Astra International dari tahun 1972- 1998, walaupun keluarga William Soeryadjaya sendiri tidak lagi aktif, bersyukur berkat kemampuannya Astra Group masih ada. Di tahun 1998, ia masih menjadi jajaran direksi sepeninggal keluarga William Soeryadjaya tak lagi aktif.

Dia sempat beristirahat hingga dua tahun dari Astrat, dan harus kembali ke PT. Astra International menjadi pucuk pimpinan kembali. Catatan bahwa dia sendiri cuma memiliki bagian kecil dari Group Astra sekitar 5%, dan ini bukan karena faktor keluarga tetapi kemampuanya mengembangkan anak usaha.

Perlu kamu ketahui pula, bahwa semua komisaris di Astra, seperti Benny Subianto, Hugianto Kumal, Subagio Wiryoatmodjo juga mendapatkan bagian yang saham untuk Group Astra International, dengan nilai 1-5%. So, tidak ada pilih kasih di antara mereka.

Meski anaknya, keponakan dan menantu terlibat di dalam bisnis Theodore; mereka tidak langsung bekerja di tempatnya. Inilah ketegasan pertama seorang Theodore Rachmat, "Saya tidak ingin anak- anak saya lulus langsung kerja disini," ucapnya.

Theodore atau dipanggil akrab Teddy memiliki tiga orang anak, anak pertama dan kedua mengikuti jejaknya menjadi pengusaha. Sementara si sulung, sekaligus putri satu- satunya, memilih menjadi ibu rumah tangga. Menantunya sendiri, suami dari putrinya, memilih membangun perusahaan sendiri.

Memang di usianya yang ke 63 tahun, dia telah memiliki generasi penerus sebagai pengusaha ulung dari hulu- hilir. Kedua putranya, si sulung Christian Aryano Rachmat, diserahi bisnis batu bara. Anak keduanya yang bernama Arif Patrick Rachmat, diserahi bisnis perkebunan PT.Triputro Agro Persada.

Sementara si bungsu, Ayu Patricia Rachmat menjadi ibu rumah sesekali menjadi wedding organizer. Sedangkan sang menantu, memegang keuangan Triputro dan menjadi pendiri perusahaan PT. North Star.

 "Anak- anak saya dan keponakan saya memang diberi kesempatan di sini. Namun, nilai-nilai yang saya tanamkan kepada mereka sama saja: jangan serakah dan jangan hanya memikirkan diri sendiri," Teddy menegaskan.

Ia tidak mau menspesialkan salah seorang anak menjadi catatan tersendiri. Dia meyakinkan semua anaknya berawal dari bawah dan masing- masing anak telah dibagi sesuai dengan bidangnya. Penempatan Arif dan Aryano sudah di jalur benar, keduanya harus memulai sangat awal.

Sebagai contoh, dia mencontohkan si sulung bekerja di Toyota dahulu, lalu Arif bekerja di Amerika selama 7 tahun. Hingga Arif dan Aryo mampu menerima tanggung jawab dari ayahnya. Mereka saling terbuka, bahkan berkompetisi, Aryano menjabat komisari Triputro dan Arif menjadi direktur Triputro.

"Kalau kami tidak kompeten dan tidak bisa memberi contoh yang baik, sama juga malu-maluin," kata Arif.

Pada April 2005, selama dua bulan Arif bahkan diminta membantu kakaknya di PT. Adaro Indonesia. Dalam satu-dua tahun pertama, tugasnya lebih mencari lahan dan benchmark ke perkebunan lain. Arif memang dikenal nyambi usaha microfinance dan komisaris PT. Daya Adira.

Keduanya dikenal saling mengevaluasi satu sama lain. Kalau sang ayah berperan dalam nilai- nilai duniawi (usaha), ibunya menekankan spiritual meski keduanya pengusaha tulen. Teddy dan istrinya akan berbagi peran, dimana Teddy selalu mempertimbangkan efektivitas dan efisiensi tiap keluarga.

Jika menilik latar belakang kariernya, kompetensi Arif cukup mumpuni di industri perkebunan. Selama 7 tahun Arif berkarier di General Electric (GE), yang mana lima tahun sebagai manajer plant. "Di situ saya benar-benar belajar efisiensi produksi,"  tutur Arif kepada para pewarta.

Selain disiplin dalam mengajarkan nilai-nilai bisnis pada generasi penerusnya, Teddy juga punya komitmen tinggi menerapkannya di urusan keluarga. Kesederhanaan dan kerendahan hati menjadi nilai-nilai yang diajarkan Teddy kepada anak-anaknya.

"Bapak selalu bilang, kami harus jaga nama baik," tutur Arif sembari menyebutkan kejujuran juga diprioritaskan.

Cara Menjadi Orang Terkaya


"Saya selalu ingat pesan beliau, 'kalau kamu mau jadi pelukis saya tidak akan mendikte warna apa yang harus kamu pakai atau jenis lukisan apa. Tapi yang saya inginkan hasilkanlah karya masterpiece. Di samping itu, jadi orang harus humble'," kata Arif menirukan nasihat sang ayah.
Melalui pola saham kecil, setidaknya dari tahun 1972, Theodore telah memiliki 1% dari PT. Surya Semesta Internusa. Tbk. Setahun kemudian, ia mendirikan perusahaan investasi PT. Windu Nusantara yang kemudian mendirikan lima anak perusahaan dibawahnya. (PT Mutiara Samudera Lines, PT Kayaba Indonesia, PT Traktor Nusantara, PT Sinar Abadi Cemerlang dan PT Cipta Piranti Tehnik)

Dia juga ikut andil 2% di pada PT.Sunrise Garden, sebagai pengembang perumahan Sunrise Garden Jakarta Barat. Dia juga memiliki 1,5 % HPH PT. Emporium Lumber. Yang nantinya perusahaan Emporium dimerger ke dalam PT. Sumalindo Lestari Jaya Tbk, yang dimiliki selama 17 tahun sejak 1980 hingga 1997.

Dan, juga tercatat sabagai pendiri PT. Inter Delta Tbk, yang dibangun bersama ketiga pamannya yakni William Soeryadjaya, almarhum Tjia Kian Tie dan Benyamin Arman Suriadjaya dan almarhum Masagung.

Konsep bisnisnya sederhana melalui perusahaan indukan dan pribadi. Perusahaan induknya yaitu PT.Triple A Jaya didirikan bersama istrinya Rani Imanto tahun 1979. Mereka kemudian membangun induk usaha lain, yaitu PT.Trikirana Investindo Prima.

Sedangkan dua lainnya, mereka menjadi investasi pribadi milik mereka berdua. PT. Triple A Jaya semula bertujuan mewakili kepemilikan khusus untuk unit- unti usaha Astra Group. Ini menyangkut akuisis 17 perusahaan dan pendirian dua perusahaan baru.

Strategi Bisnis Saham Kecil


Beberapa diantaranya perusahaan investasi, seperti PT. Pandu Dian Pertiwi yang kemudian dilepas di tahun 1996, PT. Kelana Bina Persada (5%),  PT Suryaraya Serasi (2,5 %), PT Mitracorp Pacific Nusantara yang masih memiliki 7 anak perusahahaan.

PT. Mitracorp Pacific Nusantara kemudian dimergerkan ke dalam PT Astra Graphia Tbk dan dibubarkan tahun 2003. Adapula PT Suryaraya Idaman yang merupakan induk tiga  perusahaan perhotelan di Yogyakarta, dan terakhir PT Astra Otoparts Tbk.

PT Triple A Jaya juga memiliki bagian PT Aneka Komkar Utama, pabrik sarung tangan karet di Tangerang,  PT Suryaraya Wahana, pabrik pulp di Kalimantan Timur, PT Concretindo Rejeki, pabrik readymix concrete di Cirebon, PT Inkoasku, pabrik wheel rim di Jakarta, dan lain-lain.

PT Triple A Jaya memiliki anak dan cucu perusahaan; 19 perusahaan anak dan 21 perusahaan cucu. Perusahaan tersebut tidak semua akhirnya eksis dan dimilikinya sampai sekarang, beberapa perusahaan telah berpindah kepemilikan walaupun masih berjalan.

Cuma 10 perusahaan tercatat telah didivestasi lagi, 3 perusahaan dimergerkan dan 8 perusahaan dilikuidasi. Dilihat jumlahnya, perusahaan induk memiliki kekuatan menyokong dirirnya. Itu juga bisa disimpulkan sulitnya mengatur semua.

Bahkan, ketika itu, istrinya juga ikut ambil bagian dari usaha pribadinya. Istrinya, Rani Imanto, tercatat memiliki inevstasi pribadi di PT. Delta Exim dimana setahun kemudian mendirikan perusahaan kontruksi PT. Delta Sarana Indonesia.

Tercatat seluruhnya ada 14 perusahaan yang pendirian dan penyertaan awalnya terkait dengannya. Tujuh perusahaan perkebunan kelapa sawit menjadi bagian perusahaan pribadi istrinya; meliputi PT.Tunggal Perkasa Plantations, PT Sari Aditya Loka, PT Karya Tanah Subur, PT Sari Lembah Subur, PT Sankawangi, PT Sukses Tani Nusasubur dan PT Suryaraya Bahtera.

Perusahaan terkahir telah dilepas ke PT Astra Agro Lestari Tbk. Akhirnya, cuma ada  4 perusahaan masih aktif hingga sekarang, yaitu PT Catur Reksadaya (dagang), PT Djambi Waras (perkebunan karet), PT Purna Carmatama (sepatu olahraga) dan PT Brahma Binabakti (crumb rubber).

Porsi setiap perusahaan relatif kecil, atau sekitar beberapa persen dari aset tidak menyurutkan keuntungan dari Theodore. Hal ini justru sangat menguntungkan, dan langsung merubahnya menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia. Dia sekarang bukan hanya seorang entrepreneur tetapi juga investor.

Dengan minoritas kepemilikan, dikala krisis datang, ia dapat menyelamatkan keuangannya dari krisis. Teddy dan keluarga juga mendapatkan keuntungan besar dari tumbuhnya perusahaan. Apa lagi, Teddy memiliki kemampuan menejarial serta kepemimpian yang menjadikannya orang terkaya.

Senin, 14 Januari 2019

Jualan Lintah Mengembangkan UKM Tidak Biasa

Profil Pengusaha Salim


ukm jualan lintah

Siapa sangka Salim, 60 tahun, mampu mengembangkan UKM tidak biasa. Baginya jualan lintah itu menghasilkan uang. Hewan yang mengisap darah itu dikenal memiliki manfaat lain. Apasih manfaat yang dimiliki oleh binatang berlendir ini.

Salim yang bermodal sedikit mampu menghasilkan jutaan rupiah. Usaha jualan lintah sudah digeluti olehnya enam tahun. Yang berawal dari jualan makanan, malah banting stir budidaya lintah. Salim mampu mengembangkan UKM tidak biasa.

Dia berhasil menjadi pioner di usaha budidaya binatang berlendir ini. Berawal dari usaha pembesaran lintah saja. Dia bermula dari membeli bibit untuk dibesarkan. Anak lintah dibeli dari Parung dan Rumpion, Bogor, yang seharga Rp.200 untuk 5000 pertama.

Itupun dulu ketika orang belum sadar manfaat lintah. "Sekarang harga anakan (lintah) sudah mahal harganya bisa 1000 -an," ia menjelaskan.

Berjalan waktu dari pembesaran berkembang menjadi budidaya. Dia mampu mengawinkan dan juga membesarkan anakan. Dia mampu mengembangkan penetasan, dan pembesar lintah sendiri di dalam kolam. Dua kolam ikan kecil mampu menghasilkan 20 ribu ekor anakan.

Cara Usaha Lintah yang Benar

Dijelaskan Salim bahwa usaha lintah susah- susah gampang. Untuk penetasan saja dibutuhkan waktu setahun. Agar tetap menghasilkan Salim harus memutar otak. Caranya ialah dengan membeli bibit lintah dari petani lain.

"Makaanya selain melakukan penetasan saya juga beli yang anakan dari pertenak lainnya," jelasnya kepada bisnisukm.com

Binatang lintah menghasilkan kepompong anakan. Yang setiapnya menghasilkan 3- 10 ekor anakan lintah. Anakan dibesarkan setahun akan dijual perbuah Rp.1000. Pemesannya dari Cirebon, Bandung, Surabaya, dan Malang.

Biasanya binatang ini digunakan sebagai alat terapi. Di jual dengan minimal pembelian 1000 ekor. Kalau di Bandung tidak dijual ecer. Salim sudah memiliki pemesan khusus untuk daerah Bandung. Omzet yang mampu direguknya antara 15- 20 jutaan perbulan.

Jika dulu Salim menjadi satu- satunya yang jualan lintah. Sekarang mulai banyak orang yang ikutan mengembangkan UKM ini. Tidak biasa memang karena prospeknya menggiurkan. Orang- orang rela menangani binatang yang dikenal menjijikan ini.

"Dulu saya satu- satunya peternak lintah di Depok," ia berkata.

Sekarang dibawahnya sudah ada 10 peternak binaan. Dalam satu naungan peternak lintah, yang diberinya nama BLBI, diharapkan produksi menjadi lebih baik dan efesien.

Salim sendiri yang ditemui pewarta Bisnisukm.com, setengah bercanda menyebut itu kepanjangan dari Bisnis Lintah Beneran Indonesia. Memang ada yang tidak beneran ya Pak Salim? Memang sih untung yang diharapkan menggiurkan, tetapi tidak sedikit berhenti di tengah jalan merintis ini.

Ditambah biaya pakan yang relatif murah, untuk ribuan lintah dibutuhkan 5 kilogram belut untuk dia masukan. Pada musim panas lintah akan bertelur banyak. Berbeda dengan budidaya lainnya untuk lintah tahan penyakit. Binatang ini tidak memiliki penyakit khusus, dan memiliki daya tahan tinggi.

Kegunaan lintah sendiri di China bahkan dijadikan bahan kosmetik. Di Indonesia sendiri masih pada tataran terapi. Yakni terapi stroke, asam urat, darah tinggi, dan koleterol. Lintah juga bisa digunakan untuk penyakit kulit eksim. Orang biasa merubahnya menjadi minyak oles dengan cara digoreng.

Sabtu, 12 Januari 2019

Membangun UKM Gado- Gado Eksport Sampai Tiongkok

Profil Pengusaha Chrsant Candra Putra


ukm gado gado ekspor
 
Definisi pengusaha muda melekat Chrsant Candra Puspa. Wanita yang membangun UKM gado- gado export sampai Tingkok. Dulunya dia memulai usaha UKM kerajinan eceng gondok. Jadi bagaimana kisahnya bermula. Beberapa tahun yang lalu dia sama tidak menyangka akan menjadi pengusaha.

Bayangan menjadi pengusaha muda tidak terlintas. Awalnya Chrysant bekerja sebagai pegawai biasa di perusahaan, Surabaya. Iseng- iseng dia mengikuti pelatihan membuat kerajinan eceng gondok. Tepatnya di Gunung Anyar bersama kelompok tani setempat. Tidak ada perasaan enggan ketika wanita ini memulai belajar berwirausaha.

Chrsant beberapa kali mengikuti pelatihan tersebut. Kemudian pengusaha muda ini mempraktikan itu sendiri di rumah. Satu tahun memperdalam pengetahuan akan kerajinan eceng gondok. Barulah dia berani memasarkan kerajinan buatannya sendiri.

Kapan dia membangun UKM gado- gado export sampai Tingkok. Perjalanan Chrsant masih berlanjut dengan eceng gondok. Pengusaha muda asal Surabaya ini mulai memasarkan produknya. Yang mana meliputi aneka vas bunga, tempat sampah, tas, hingga wadah antaran untuk pernikahan.

Pengusaha Muda Gado- Gado

Chrsant orangnya tidak pernah puas akan pencapaian. Alhasil dia kembali mengikuti aneka pelatihan kembali. Produk buatanya kini sangat dikenal masyarakat luas. Pelatihan juga menjadi caranya untuk memasarkan. Bahkan sesekali turis Jepang datang untuk membawa produknya pulang.

Mereka datang ke rumah sekaligus workshopnya "Dana Diana", di Rungkut Manunggal, Surabaya. Ia mengaku usahanya memiliki omzet mencapai Rp.25 juta. Uang tersebut lebih besar dibanding yang didapatkan ketika bekerja. Bahkan mampu memberdayakan tujuh ibu rumah tangga sebagai pegawai.

Menjalani wirausaha memang bukan perkara mudah. Tetapi menyenangkan jika anda sudah berani mendalami. Sekalinya anda sukses maka bisa berlanjut usaha lainnya. Chrsant tidak sendiri ketika memilih berusaha kembali. Dia membuka usaha baru yakni UKM gado- gado yang laris manis.

Bermula dari kesukaanya akan makanan tradisional. Seperti gado- gado yang rasanya enak, tatapi itu belum dieksplor lebih lanjut. Kebetulan wanita 32 tahun ini memang jago memasak termasuk sambal gado- gado. Itulah kenapa dia membuat usaha gado- gado yang dikemas siap diantar.

"Saya kan punya warung gado- gado di rumah. Ternyata banyak orang yang bisa bumbu yang saya buat enak," ia menjelaskan alasannya.

UKM gado- gado yang kemudian diberi nama Gutde. Yang dipasarkan di Surabaya sampia ke luar kota. Pengalaman pertama mengemas ini bukan perkara gampang. Percobaan pertama dia memakai kemasan plastik biasa. Tetapi lama kelamaan rasa bumbunya malah berubah seperti rasa kemasan itu.

"Saya bungkus plastik ternyata gagal," terangnya, rasa bumbu malah tercampur dengan rasa kemasan itu.

Ibu dua anak ini terus mencoba mengutak- atik kemasan. Aneka cara dilakukan sampai menemukan satu kemasan yaitu alumunium foil. Istri dari Sholeh, kemudian mengemas bumbu gado- gadanya dengan alumunium foil, yang kemudian dikemas lagi dengan kerta karton.

Hasilnya bumbu gado- gadonya tetap enak meski disimpan lama. Untuk pemasaran cukup lewat media internat, dari sosial media Facebook dan Instagram, dan juga melalui chat lewat BBM dan WA. Produknya tidak hanya dijual di Surabaya, juga dikirim ke Malang, Kediri, Bogor, dan Jakarta.

Pernah mendapatkan pesanan dari Tiongkok tetapi belum jadi. Kenadala utama ya perijinan daripada gagal mending tidak perlu. Untuk sementara memperluas pasar dalam negeri melalui Facebook. Satu catatan bahwa dia sekarang sibuk menjadi pembicara dan masih berjualan kerajinan eceng gondok.

Jumat, 28 Desember 2018

Bisnis Ekspor Tepung Singkong Pengusaha Muda

Profil Pengusaha Annisa Pratiwi


pengusaha muda eksportir tepung
 
Umurnya baru 28 tahun tetapi sudah memiliki bisnis ekspor. Pengusaha muda ekpor tepung singkong ke berbagai negara. Lalu bagaimana sih caranya Annisa Pratiwi memulai. Bukan hanya tepung dia sebenernya mengolah berbagai produk berbahan utama tepung.

Tidak cuma bahan singkong, Annisa juga membuat aneka olahan mie dari sayuran dan lain- lain. Dibutuhkan riset yang lumayan lama hingga sekarang. Dia mengaku butuh waktu hingga menemukan takaran yang pas.

Pengusaha muda 28 tahun lulusan Universitas Airlangga. Asal Pasuruan, dia dan suami mendirikan pabrik pengolahan tepung bernama Ladang Lima di 2012. Produk sehat yang bisa menjadi alternatif kebutuhan karbohidrat. Tepung singkong cocok dijadikan aneka kue ataupun mie pengganti gandum.

Dia memasarkan produk Rp.25.000 per- kg. Omzetnya dalam tiga tahun sudah mencapai Rp.80 juta dan Rp.100 juta. Produk tepung singkong Annisa sudah tersebar di seluruh Indonesia. Mereka juga sudah mengeskpor sampai Singapura, Hong Kong dan Amerika Serikat.

Bisnis Eksport Tepung Singkong

Taukah kamu bahwa tepung gandum dan terigu itu berat. Pencernaan akan bekerja tiga kali agar bisa mencerna. Hasilnya tubuh akan menyimpan menjadi berat badan. Inilah yang kita sebut gluten atau zat pengikat. Agar terhindar dari kegemukan dibutuhkan gluten- free, nah apakah solusi untuk itu?

Tepung singkong memiliki sifat gluten free. Tetapi juga memiliki sifat seperti tepung terigu ataupun gandum. Jadinya kita bisa mengolahnya menjadi mie ataupun roti. Awal bisnis Annisa tidak mudah karena awam. Dia meriset sendiri apasih tepung gluten free dapat dikembangkan di Indonesia.

Terus bagaimana cara mengolah singkong. Nisa berburu singkong sampai ke pelosok desa. Sekalinya bisa membuat tepung dia harus memikirkan penjualan. Dipakainya pameran bisnis di Surabaya, dan hasilnya menggaet konsumen besar, yakni ibu- ibu beranak kebutuhan khusus.

Mereka butuh tepung buatan Nisa tersebut. Menurut ibu tersebut, dia harus siap membeli sampai ke Australia karena di Indonesia susah. "Saya sangat senang kerena kini beliau membeli tepung buatan saya," ujar pengusaha muda ini.

Pengusaha Muda Berkreasi


Inovasi produk meliputi produk turunan dikembangkan. Agar tidak jenuh dibuat variasi rasa yang bisa dipilih. Ada basil dan garlic, coffee, ginger atau jahe, cheese, dan green tea. "Rasanya enak, tapi tetap sehat," ia menjelaskan. Konsumen terbanyak malah berasal dari luar Surabaya dan Pasuruan.

Ia menjelaskan lebih mudah menjual keluar. Tidak perlu mengedukasi karena masyarakat sudah tau. Ia mampu menjual lebih banyak. Tetapi tersebar karena pesaing lebih banyak juga loh. Ongkos kirim yang mahal menjadi kendala. Biaya kirim masing- masing memberatkan dia dan konsumen sendiri.

Sekarang dia memproduksi tepung gluten 20 ton perhari. Dia tidak menjual eceran. Dijualnya ke pasar swalayan dan toko pemasok di Surabaya, Jakarta, dan Bali. Dalam perkembangannya dia juga punya reseller di luar negeri. Bisnis ekspor tepung Singkong banyak order di luar negeri tidak lokal.

Gimana agar jualan laku diterima konsumen. Nisa mengembangkan kemasan sendiri. Agar bisa bikin orang tertarik setiap kemasan ada resep. Dia juga memasarkan melalui brosur dan media sosial. Dia dan Ladang Lima juga mengeduksi konsumen tentang tepung gluten.

Dia mengedukasi seperti menceritakan pengalaman konsumen. Seorang anak yang terlambat bicara, sejak konsumsi tepung ini anaknya sudah mulai bicara. Ada anak yang alergi tepung gluten, dan ketika mengkonsumsi tepung gluten free ini, tidak lagi mengeluarkan cairan dari hidunya.

Terget mendatang ialah sertifikat ISO internasional. Dimaksud untuk makin mempermudah ekspor ke luar negeri. "Saya ingin menjadi salah satu produksen yang ekspor tepung asli Indonesia rutin," ia menjelaskan.

Ia bekerja bersama suaminya, Raka, dan berbagi tugas bisnis. Nisa bertugas dalam hal pemasaran ke konsumen. Sedangkan Raka bertugas dalam hal produksi produk. "Sering beda pendapat. Tetapi selalu dipecahkan dan tidak sampai terbawa urusan keluarga," ia menambahkan.

Minggu, 16 Desember 2018

Pacaran Sambil Usaha Jualan Kerupuk Rajungan Crabby

Biografi Pengusaha Hella Ayu Setyaninda


usaha kerupuk rajungan
 
Inovasi bisnis harus dilakukan pengusaha muda kita. Pacaran sambil usaha jualan kerupuk rajungan. Nyatanya Hella dan Dani mampu membuktikan. Bahwa pacaran tidak selamanya merusak hidup kita di masa depan. Jalani gaya pacaran kamu dengan kegiatan lebih baik seperti usaha jualan kerupuk.

Pacaran sambil usaha jualan kerupuk. Kedua sejoli asal Semarang ini sudah dilakukan sejak SMA. Sejak 24 Agustus 2014 silam, sudah bertahun- tahun merintis usaha tetapi belum menemukan titik suksesnya. Apakah keduanya menyerah, justru mereka menikmati setiap usaha dijalankan.

Ide bisnis usaha jualan kerupuk rajungan karena kesempatan. Bahwa Semarang termasuk daerah yang menghasilkan rajungan. Sebagian besar tidak diolah melainkan di ekspor langsung.

Pengusaha Muda Sejak SMA

Keduanya berpacaran sejak SMA sudah berwirausaha. Kedua pengusaha muda ini mengambil para rajungan kecil. Pasalnya mereka tidak layak ekspor dan dibuang nelayan. Mereka juga mengingat seorang importir asal Amerika pernah berkata, "jangan cuma mengirim rajungan mentah saja, tapi perlu diolah juga."

Kerupuk mereka komposisinya tidak cuma daging, juga cangkang. Diolah sedemikian rupa hingga menjadi kerupuk. Sumber rajungan dari nelayan asal Mangkang Wetan, Semarang. Daging dan kulit mampu mereka olah hingga menjadi kerupuk.

Mendapatkan bahan baku termasuk gampang. Cara marketing mereka memanfaatkan sistem reseller. Mereka menarget ibu rumah tangga yang butuh tambahan. Kerupuk rajungan mereka hingga kini sudah berproduksi hingga lebih dari 200- 300 kg per- bulan.

Untuk awal mereka hanya beromzet 10 juta keatas. Tetapi belum beromzet sampai 50 juta. Produknya ada dua macam mentah dan matang. Ukuran produk mentah 250 gram, 500 gram, dan 1000 gram. Lalu produk kerupuk rajungan matang antara 80 gram sampai 100 gram.

Mereka menggunakan pasir untuk menggoreng. Tujuannya mengurangi koleterol pada kepiting.Di tahun 2016 jumlah reseller mencapai 100 orang. Mereka ingin mencoba ekspor tetapi ada kendala produksi. Kan kalau ekspor membutuhkan ribuan kilogram untuk diekspor ke luar negeri.

Kerupuk yang kemudian diberi nama Crabby dipasarkan ke berbagai daerah. Mereka menjual dari Jawa, Sumatra, dan Papua. Untuk reseller kabanyakan dari Jawa Tengah. Pasangan pengusaha muda ini mengikuti berbagai ajang wirausaha muda, seperti Wirausaha Muda Mandiri.

Merintis Wirausaha Jualan Kerupuk Rajungan

Lantas bagaimana wirausaha muda ini melanjutkan usahanya. Proses dilalui Hella Ayu Setyaninda memang tidak menghianati hasil. Gadis 21 tahun asal Kendal yang yakin bahwa kunci sukses satu usaha ialah keuangan. Kesehatan keuangan akan mendorong perusahaan berkembang dan bertahan.

Hella hanyalah gadis kelahiran Kaliwungu, Kendal, 10 April 1994 ini. Adalah mahasiswa Semester 7 Universitas PGRI Semarang. Yang mana peduli akan keadaan lingkungan kawasan Mangkang. Dia bersama beberapa teman bermodal cuma Rp.5 jutaan saja.

Sebenernya dia sudah berbisnis kerupuk rajungan sejak lama. Awalnya keprihatian orang tua teman yang membuang rajungan kecil. Ia lantas memutar otak bagaimana caranya ya. Dia tidak mau tinggal diam. Akhirnya Hella memutuskan menjadikan itu kerupuk rajungan saja.

Awalnya kerupuk dibuat terlalu tebal potongannya. Akhirnya dia mengkonsumsi sendiri deh kerupuk tersebut. "Tapi saya terus penasaran, karena kerupuk rajungan masih langka," tuturnya. Sulung dari tiga bersaudara ini kemudian melanjutkan usaha jualan kerupuk rajungan.

Butuh waktu hingga dia mencapai titik sukses sekarang. Banyak pengembangan Hella lakukan agar sesuai trend. Butuh waktu sampai masyarakat sadar bahwa ini bukan kerupuk biasa. Harga jual dari kerupuk rajungan memang diatas rata- rata.

Agak mahal jadi membutuhkan waktu memasarkan. Ukuran 100 gram saja dijual lumayan mahal yakni Rp.55 ribuan. Usahanya dijalankan di kawasan Mangkang, Semarang. Perbulan Hella mampu memproduksi 100 kantung dan terjual habis.

Respon konsumen bagus dijual sampai Batam, Bali, dan Kalimantan. Dia termasuk wirausaha yang super mandiri. Pasalnya Hella tetap bertahan tanpa meminjam ke Bank. Sebenarnya sudah banyak Bank yang datang menawari. Melihat perkembangan bisnsi kerupuk Crabby, ia optimis mampu tanpa hutang.

"Saya sejak awal enggan berhutang ke Bank, meski banyak yang menawari," ujar Hella.

Kemampuan menjaga kesehatan keuangan dibutuhkan. Memutar uang menjadi modal kembali tanpa menghentikan pertumbuhan. Ia mengatakan bahwa "Tidak apa- apa jika harus ngirit dulu, saya yakin hasilnya segera menyusul."

Dari gaji pegawai, pengadaan, dan biaya oprasional dibuat sedemikian rupa. Yang dinilai bukanlah keuntungan dan modal, tetapi kemampuan mengoprasikan keuangan. "Sebagai pengusaha pemula saya bisa mengurus keuangan tanpa masalah."

Senin, 12 November 2018

Pensiunan PNS ini Menjadi Pengusaha Budidaya Alpukat Miki

Profil Pengusaha PNS Suharno


pensiunan pns jadi pengusaha
 
Orang bilang jadi PNS enak punya penghasilan tanpa kerja nanti. Sosok pensiunan PNS ini menjadi pengusaha budidaya Alpukat Miki. Padahal Suharno mendapatkan jatah bulanan penghasilan. Alasan memilih wirausaha karena ingin tetap produksi di masa senja.

Mantan Pejabat Lingkungan Pemkab Banjarnegara, Jawa Tengah. Jabatan terakhirnya adalah Asisten 1 Sekertaris Banjarnegara. Kini disibukan pekerjaan barunya menjadi pengusaha. Dia membudidaya alpukat miki, melalui tanah miliknya di kawasan Komplek Perum Limbangan Baru.

Pensiunan PNS ini menjadi pengusaha selepas 2012 silam. Sibuk menggeluti usahanya karena sangat senang. Dia pandai memilih bibit- bibit tanaman unggul Salah satunya ya alpukat mini miliknya yang terkenal laris.

"Saya menyukai bercocok tanam sejak SMP," ia menambahkan. Dan lingkungan Suharno S.Sos yang memberikan dukungan. Keluarga memang senang dengan tanaman menghijaukan. Jika dulunya dia hanya lakukan untuk hobi, sekarang diseriusi sebagai usaha.

Menjadi Pengusaha Budidaya Alpukat Miki

Sebagai catatan bahwa budidaya alpukat miki laris. Pasarnya tidak hanya dijual dalam negeri tetapi dijual ke luar negeri. Pasar ekspor- impor sudah ada ditangan pensiunan PNS ini. Suharno sekarang menjabat sebagai ketua harian HKTI Banjarnegara.

Alpukat Miki merupakan bibit varietas unggulan dataran rendah. Bibit ini dikembangkan oleh pihak Pusat Kajian Buah- Buahan Tropika ITB. Peneliti ITB Dr. Sobir berserta tim peneliti menghasilkan bibit alpukat yang sifatnya besar dan lembut.

Berat alpukat Miki mencapai 400- 600 gram dan produksi di usia tanaman 2- 3 tahun. Usia generatif tanaman ini pada usianya 5 tahunan. Sifatnya genjah sehingga unggul dibanding alpukat lain. Rasa dihasilkan alpukat pulen dan manis enak.

Umumnya berbuah satu kali dalam setahunan saja. Sedangkan alpukat Miki menghasilkan buah tiap tahunnya. Alpukat hijau ini menghasilkan domplan yakni rindah dan lebat buahnya. Alpukatnya juga mengkilat lebat diujungnya jadi menyenangkan.

Buahnya tebal berwarna kuning cerah ketika dibuka. Walaupun buahnya manis tanpa getir dan tahan hama. Buah alpukat ini sangat kuat jika digigit ulat buah. Kulitnya kuat tebal tidak mudah untuk bisa ditembus.

Pohon ulat juga dimangsa ulat utamanya jenis Cricula Trisfenestrata. Daun alpukat juga tidak cocok buat penceranaan ulat. Hati- hati karena ini juga berpengaruh kepada hewan sapi atau kambing. Ini sering disebut alpukat mentega sangat direkomendasikan untuk dibudidaya oleh masyarakat.

Cocok buat budidaya dataran rendah berkualitas prima. Produksi banyak meskipun usia masih muda. Ini merupakan kesempatan bagi pensiunan PNS juga.

Pensiunan PNS Tetap Produktif

Apakah syarat menanam alpukat Miki, adalah dataran tinggi setinggi maksimal 1.500 meter di atas permukaan laut. Cocok ditanam pada wilayah tropis maupun sub- tropis. Tidak masalah ditanam di tanah remah maupun tanah berlempung.

Kondisi penanaman tidak butuh cahaya matahari intens. Budidaya alpukat mentega memang mudah. Suharno menambahkan dia mendapat bibit lewat okulasi. Menurutnya ini merupakan cara terbaik mendapatkan bibit.

Bagi kamu yang berminat budidaya alpukat Miki. Jangan segan datang ke tempat Suharno untuk belajar. Juga memberikan layanan bibit unggulan untuk ditanam. "Kami akan berbagi ilmu, bagi yang ingin praktis saja kami menyediakan bibit siap tanam," ujarnya.

Teknik digunakan untuk menanam alpukat Miki. Adalah teknik okulasi yakni menempel batang ke pohon alpukat lain. Penyambungan dilakukan saat usia benih dua bulan dan tinggi 60 cm. Kenapa pensiunan PNS ini menjadi pengusaha budidaya alpukat.

Dia menjawab kegiatan bercocok tanam menekuni hobi. Selain itu kegiatan ini akan menghindarkan dia dari pikun. Memberikan dampak positif bagi kesehatan orang tua. Untuk teknik okulasi sendiri sangat membantu agar rasa tidak berubah.

Di usia senja sekarang 50 pohon saja sudah cukup jadi jaminan. Ayah dari dua putra dan dua cucu ini juga membudidaya pisang rajalawe. Pisang kondang dari Banjarnegara, buahnya panjang dan manis cocok dijadikan tanaman buah.

Dari jenis Euclyptus cocok untuk dataran tinggi seperti Dieng. Suharno juga membudidaya buah lain yakni jeruk keprok. Dia juga mengembangkan buah jambu air Deli Hijau. Segmen pasar yang dia target adalah mudah dijual, dan menghasilkan untung dibanding buah umum.

Rabu, 07 November 2018

Potensi Wirausaha Gula Merah Sumatra Menjanjikan

Profil Pengusaha Heri Susanto


bisnis gula merah sumatra

Ternyata potensi wirausaha gula merah Sumatra sangat menjanjikan. Pengusaha gula merah Sumatra ini aslinya Lampung Timur sukses menjadi produsen sekaligus distributor. Dia memasok kebutuhan gula merah di Provinsi Lampung dan Palembang, Sumatra Selatan.

Pengusaha Heri Susanto memiliki lebih dari 250 orang petani penderes gula merah dan 25 agen gula merah, Heri mampu memasarkan sekitar 20 ton gula merah per minggu. Total omzet usahanya dalam sebulan mencapai Rp 500 juta–Rp 600 juta, dengan laba bersih sekitar 30%.

Tapi, sukses tersebut bukanlah hal mudah di awalnya. 

Pria asal Banyuwangi, Jawa Timur ini harus merantau dan bekerja keras berbisnis dari nol. Sebelum menjadi pengepul gula merah, ia pernah mengerjakan tempe. Bisnis yang ditekuni hingga memiliki istri dan anak di 1998.

Suatu hari, ketika Heri berjalan keliling pasar di Lampung Timur, ia melihat seorang agen gula merah yang mendistribusikan barang dagangannya di pasar. Kebetulan, permintaan gula merah di Lampung dan daerah sekitarnya cukup besar.

Pengusaha Gula Merah Sumatra


Prospeknya cukup bagus pikirnya. Dia melihat bisnis ini menarik dan masih sedikit pengepul gula merah. Jadi ia tertarik menekuni, dan memilih meninggalkan bisnis sebelumnya. Dari tahun 2000, Heri mulai berkeliling Lampung Timur untuk mengumpulkan gula merah petani alias para penderes. 

"Saat itu saya bisa mengumpulkan hingga 70  kilogram per hari," ujarnya.

Perlu diketahui, harga gula merah saat itu masih sekitar Rp 2.000 per kg. Maka dalam sehari, ia bisa mengumpulkan omzet Rp 100.000–Rp 140.000. Adapun laba yang diperoleh hanya Rp 200–Rp 300 per kg. Dia pun terus terpacu untuk meningkatkan skala usahanya, ekspansi bahasa kerennya.

Pengusaha gula merah Sumatra ini mulai dengan segera meningkatkan kualitas barang. Dia tak segan menggadaikan sepeda motor. Maklum, jika ia ingin mengumpulkan lebih banyak gula, maka modalnya juga harus semakin banyak. 

Agar para penderes barunya itu tidak lari ke pengepul lain, ia kadang membayar di muka. Dengan sistem itu, ia berhasil menggaet lima orang penderes yang rutin memasok gula merah. Setiap minggu, para penderes memasok 3 ton–4 ton gula merah.

Seiring meningkatnya jumlah gula merah yang ia jual, Heri pun mulai memiliki agen gula merah, sehingga tak perlu bersusah payah mengumpulkan gula merah sendiri. Untuk bertahan dari bisnisnya ini, Heri tak mau hanya setengah- setengah, dia harus menjadi pengepul besar.

Dia harus menjaring lebih banyak agen dan penderes gula merah. Namun, itu butuh modal yang lebih besar untuk bekerjasama dengan lebih banyak agen. Sampai akhirnya, ia diajak temannya mengajukan pinjaman ke PT Sarana Ventura Lampung (SLV).

Wirausaha Gula Merah Sumatra Menjanjikan


Wirausaha gula merah Sumatra menjanjikan. Sayangnya kendala utama adalah keterbatasan modal. Bahwasanya semakin besar bisnis semakin butuh modal. Modal ini digunakan untuk merangkul lebih banyak agen dan penderes gula merah yang ikut bekerja sama.

Permasalahannya, mencari modal tambahan itu bisa sangat sulit. "Bisnis saya saat itu tidak terlihat menarik di mata perbankan," ujarnya kepada pewarta. Untunglah seorang teman ikut membantunya menghimpun pinjaman. Permohonan kreditnya dikabulkan setelah melalui negosiasi.

Pencairan pinjaman dilakukan secara bertahap tidak langsung. Mula- mula Heri mendapat dana Rp 300 juta pada 2007, hingga secara bertahap naik menjadi Rp 500 juta di tahun 2013. Adapun untuk nilai bunga pinjaman berkisar mulai 12% sampai 13% per tahun.

Suntikan modal itu lah pemacu semangat membesarkan bisnis. Uang pinjaman langsung ia salurkan lagi sebagai modal bagi  para agen dan penderes gula merah. Kendati telah memiliki modal cukup tetap ada penderes lain yang memilih menjual kepada pengepul lain.

"Modalnya digunakan untuk kebutuhan biaya hidup penderes, ada pula yang saya belikan mobil agar para agen dan penderes bisa loyal," ujarnya.

Pria 43 tahun ini tetap tenang memilih mengedepankan proses kekeluargaan. Pengusaha gula merah Sumatra ini tetap merangku mereka, dan lebih memilih mencoba mengetahui kendala yang mereka lalui. "Jika masih sulit dan nakal, mau tidak mau saya putus hubungan kerja," ujarnya.

Hingga saat ini, Heri telah memiliki sekitar 25 agensi gula merah, yang tersebar di Lampung Timur. Itu antara lain di daerah Taman Sari, Simpang Agung, Way Jepara, Wono Sari, Braja Sakti, Braja Selebah, dan Sidomulyo.

Setiap agen rata- rata memiliki 10 penderes gula merah. Satu minggu, ia berhasil mengumpulkan 20 ton gula merah. Total omzet diperoleh dalam sebulannya mencapai Rp 500 juta hingga Rp 600 juta, dengan laba bersih 30%.

Hampir seluruh pasar induk di Lampung Timur dan juga sebagian wilayah di Palembang menampung gula merah dagangan Heri. Ia juga memasok gula merah untuk salah satu pabrik kecap nasional. Sekarang Heri Susanto benar- benar menjadi juragan gula merah dari Lampung.

Pengusaha Wirausaha Mandiri


Saat ini, Heri memang baru memasarkan gula merah di wilayah Lampung Timur dan juga sebagian wilayah Sumatra Selatan. Heri sengaja tidak membidik Pulau Jawa karena produk gula merah asal Lampung masih kalah kualitas ketimbang gula merah jawa.

"Saya pernah mencoba ke pasar Jawa. Tapi kualitas gula lampung masih di bawah gula jawa, sehingga kalah bersaing," katanya.

Heri berujar lagi potensi  pasar Sumatra memang masih sangat luas, dan masih bisa ditopang oleh Lampung sebagai sumbernya.

Untuk menjangkau luas di penjuru Sumatra, tentu butuh pasokan gula merah lebih besar dari apa yang telah diusahakan. Kini, Heri memasarkan sekitar 20 ton gula merah per minggunya. Gula merah itu diperoleh dari 25 agen gula merah hasil binaannya.

Setiap agen membawahi rata-rata 10 penderes gula merah di Lampung Timur. 20 ton gula merah itu kemudian dipasok ke pasar induk di Lampung Timur hingga sebagian daerah Sumatra Selatan, seperti Prabumulih, Baturaja, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu.

"Saya sangat bergantung pada agen dan penderes," ungkapnya kepada pewarta Kontan.com
Menurutnya ada saja masalah yang tak bisa dihindari. Misalnya, saat agen atau penderes sedang sakit, kondisi itu akan membuat pasokan gula merah menjadi berkurang. Ada juga para penderes nakal yang menjual gula merah ke pengepul lain.

Memang kini perasaingan antar pengepul gula merah sangatlah ketat. "Jika mereka nakal, saya coba menasihati dan tetap berkomunikasi," ujarnya. Menurut Heri, penting menjaga hubungan baik dengan agen dan penderes.

Di samping mendistribusikan gula merah ke pasar-pasar, Heri juga memenuhi pasokan gula untuk produsen kecap mereka ABC.

"Sekitar 50% untuk pasar, dan 50% lagi untuk pabrik kecap," ujarnya. 

Namun, langkah memasok gula ke pabrik kecap ini sebenarnya hanya untuk cadangan bila permintaan gula merah di pasar sedang turun. Selain bisnis gula merah, Heri juga mulai merambah distribusi kerupuk emping melinjo sejak 2013 lalu.

"Omzet dan profitnya lebih tinggi dari gula merah," sebutnya.

Harga 1 kilogram (kg) emping bisa mencapai Rp 32.000. Dalam seminggu, ia bisa memasok 200 kg dengan profit Rp 2.000–Rp 3.000 per kg. Menurutnya, pasokan emping melinjo belum tinggi karena bahan baku melinjo masih terbatas.

Saat ini, pengusaha menggandeng lima perajin emping melinjo di Kota Panjang, Bandar Lampung. Setiap perajin dapat memasok 30 kg–40 kg per tiga hari. Emping melinjo ini distribusikan ke Kota Palembang.

Selasa, 30 Oktober 2018

Sukses Nelayan Entrepreneur Bulu Babi Yuri Pratama

Profil Pengusaha Yuri Pratama


pengusaha muda bulu babi
 
Siapa sangka nelayan menghasilkan jutaan rupiah. Yuri Pratama sukses nelayan entrepreneur bulu babi. Ya, seperti namanya, Yuri asik berbisnis bulu babi yang ternyata banyak peminat. Lebih lanjut pengusaha muda 26 tahun ini menceritakan awal mulanya, bagaiamana berbisnis bulu babi.

Dulu dia bekerja di bidang ecotourism, atau bekerja di wisata ekologi. Nah pekerjaanya dekat dengan pantai dan kelautan. Mangkanya dia lalu tau bahwa bulu babi memiliki kelebihan. Selain itu bahwa fakta masyarakat Indonesia membuang bulu babi, maka disanalah ada kesempatan berbisnis.

Padahal bulu babi menurut buku mengandung banyak protein. Kenapa masyarakat Indonesia malah memperlakukan seperti sampah. 

"...tetapi di Indonesia (bulu babi) dibuang di pinggir jalan," papar nalayan entrepreneur ini.

Pengusaha muda ini menjelaskan kembali bisnisnya. Dia mulai melakukan serangkaian riset sendiri. Tentang manfaat bulu babi hingga apa produk turunan. Pengusaha bulu babi pertama di Indonesia ini terbilang nekat karena sama sekali tidak ada contoh.

Pengusaha Muda Bulu Babi Pertama

Dalam benaknya dia harus menghubungi pihak terkait. Dalam hal ini Yuri mengunjungi pihak KKP atau Kementrian Kelauatan dan Perikanan. Sayangnya, mereka menganggap rendah ide bisnisnya, pasalnya memang merupakan hal baru bisnis bulu babi.

Memiliki garis pantai terpanjang di dunia, justru penguasaan bisnis bulu babi berada di Filipina, Asia Tenggara. Miris bukan mendengar hal tersebut jelas. Bahkan negara seperti Amerika, Norwegia, Eropa Timur, dan lainnya, lebih sukses jadi produsen dibanding Indonesia.

Berbekal keyakinan yang lebih banyak nekat sih. Pengusaha muda ini mulai membuka usaha bulu babi sendiri. Usaha sederhana bermodal Rp.4- 5 juta dahulu. Sekarang, dia memiliki tujuh keramba bulu babi di tiga pulau, dari Pulau Tidung di Kepulauan Seribu.

Masa panen empat bulan sampai enam bulan sekali. Dimana ia memanen 18- 100kg, satu karungnya atau setara 1kg dihargai Rp.250 ribu, lalu untungnya 40 persen. Dia tidak mau meraup untung sendiri, jadi Yuri megajak nelayan- nelayan lain berbisnis bulu babi bersama.

Konsep entrepreneur baginya adalah memberdayakan bersama. Yuri mengajak nelayan pulau Tudung mengelola bulu babi. Ia mampu membuktikan bahwa bulu babi buka sampah. Usaha pembenihan dengan kapasitas 1000 ekor dibantu para nelayan lokal.

Modal digelontorkan oleh Yuri sekitar Rp.20 jutaan. Kapasitas terus meningkat dibanding awal dia memulai usaha. Harapan Yuri untuk menembus pasar ekspor terwujud dan terus berkembang.

Viagra Alami dari Bulu Babi


Entrepreneur Yuri Pratama menjelaskan kelebihan bulu babi. Kenapa sih banyak negara asing yang tertarik membeli. Pertama, fakta bahwa bulu babi mampu menjadi pengganti viagra, menurutnya ini adalah konsep seagra, alami dibanding kandungan kimia pada pil biru.

Seagra merupakan ekstra telur bulu babi yang kaya asam amino dan protein. Cocok untuk menaikan stamina pria dalam keseharian. Kandungan Omega 3 menurunkan kadar kolesterol pada tubuh. Ini akan meningkatkan aliran darah dan mempelama tingkat ereksi.

Produk bikinan Yuri mengandung tinggi Selenium dan Zinc. Meningkatkan vitalitas agar jumlah dari testosteron meningkat. Bulu babi meningkatkan kualitas jumlah sperma pria.

Sosok Yuri Pratama, lulusan Universitas Indonesia, menangkan ajang Wismilak Diplomat Success Challange 2010 merupakan langkah awal. Produk hasil budidaya miliknya menembus pasar ekspor ke Jepang. Dari diolah menjadi bahan suplemen hingga menjadi bahan baku kosmetik wanita.

Dia juga lulusan Trisakti Business School dan INSEAD Singapura juga. Menawarkan konsep nelayan preneur dibawah bendera Urchindonesia. Ia membantu nelayan agar naik pangkat jadi pengusaha. Dia membantu mereka membudidaya bulu babi, yang prospek tetapi jarang dikembangkan orang.

Dari Pulau Tidung, usahanya merambah sampai ke Pulau Panggang dan Pulau Pari. Banyak nelayan tertarik bergabung termasuk nelayan wanita. Mereka akan bertugas mengolah, dari panen sampai proses produk olahan.

Awal Mula Madu Pramuka Kisah Wirausaha Berkah Alam

Profil Pengusaha Madu Wawan Darmawan


pengusaha madu pramuka

Orang pasti berpikir bahwa madu pramuka adalah jenis madu. Ternyata awal mula madu Pramuka yaitu kisah wirausaha alam. Orang berpikir ini bukanlah merek dagang atau brand usaha. Awal mula madu Pramuka ternyata adalah sebuah perusahaan asal Cibubur.

Diproduksi sejak tahun 1973, oleh perusahaan PT. Madu Pramuka Cibubur, Jakarta Timur, yang awalnya bernama Pusat Perlebahan Apriri Pramuka. Didirikan dan diplopori oleh Sekjen Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Letjen TNI (Purn) H. Mashudi, yang juga mantan Gubernur Jawa Barat.

Sosok Mashudi sendiri kurang aktif dalam perbisnisan perusahaan. Namun, dialah sosok pelopornya, dimana pada 28 Mei 1970, pengusaha Mashudi lah penggagas model peternakan lebah yang modern. Kawasan bernama Pramuka tersebut disulapnya menjadi satu workshop memproduksi madu.

Mereka menampung aktifitas peternakan lebah di lingkungan Gerakan Pramuka. Singkat ceritanya kepala usahanya mengusulkan kepada Bapak Mashudi, usulannya agar dirubah menjadi Perseroan terbatas, inilah awal kisah wirausaha perusahaan madu Pramuka.

Kisah Wirausaha Madu Pramuka


Usulan tersebut dimaksudkan mempermudah kontrak kerja dengan perusahaan lain. Akhirnya tepat pada 5 Januari 2005 lalu, nama Pusat Perlebahan Apriari Pramuka resmi menjadi persereoan terbatas, yakni menjadi PT. Madu Pramuka.

Namun kita tak akan membahas biografi H. Mashudi pendiri Madu Pramuka. Tetapi bercerita tentang kisah wirausaha Wawan Darmawan, yang merupakan Direktur Utama PT. Madu Pramuka sekarang. Terhitung sudah 27 tahun semenjak Pak Mashudi menunjuknya.

Pria setengah baya ini memang bukan orang baru dalam dunia bisnis. Di tahun 1998, dirinya pernah bekerja di satu perusahaan asing. Kemudian mengundurkan diri buat mengelola madu pramuka.

Mashudi percaya kemampuan Wawan mengelola Pusat Perlebahan Apriari Pramuka (belum berubah nama). Ia tangkas membenahi aspek manajemen perusahaan. Produksi perusahaan itu sangatlah kecil per- tahunnya.

Dia benar fokus menggarap bisnis Apriari. Semuanya ditatap bertahap olehnya. Hingga Wawan bisa meningkatkan produksinya. Keuangan organisasi terbut perlahan menanjak. Di tahun 2005, dia lah yang mengusulkan Apriari dijadikan perusahaan, dan akhirnya mengelola sampai terkenal.

Ya, dialah otak dibalik bisnis madu Pramuka, mengusulkan langsung kepada Jendral Mashudi. Intuisi bisnisnya memang bergerak maju. Alhasil produksi madu bisa meningkat drastis dibanding tahun- tahun sebelumnya.

"Saat ini, produksi madu kami 10- 15 ton per- tahun," terangnya kepada Jawa Post.

Bermodal Madu Pramuka lah pula, pengusaha Wawan mampu membantu banyak orang lewat lapangan pekerjaan. Dari konsep perusahaan budidaya madu lebih produktif dan profesional. Dan fakta lain, perusahaan ini telah membantu banyak peternak lebah di penjuru Indonesia.

Awal Mula Madu Pramuka Bermula Organisasi Masyarakat


Sejak dipimpin dirinya, cabangnya sudah sampai ke Tangerang, Banten, Cirebon, Semarang, Batang, Jogja, Surabaya, dan Sukabumi. Itu adalah cabang penjualah loh. Kalau pusat produksinya masih di dua tempat, yakni Cibubur dan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Selain itu visinya sebagai bagian dari jiwa Organisasi Pramuka masih ada. Bahkan seolah menjadi amunisi buat menarik masyarakat juga. Karena mampu mengisi arus khas di Kwarna Pramuka dan berdikari. Menurut Ketua Kwarnas Adhyaksa Dault, bahwasanya anggaran pemerintah terbatas.

Arus kas dari Madu Pramuka menjadi andalan sekaligus contoh peternak lebah. Bahkan rejekinya tak terputus mampu mensejahterakan 200 orang karyawan. Kak Wawan (sapaan akrab warga Pramuka) tidak cuma memenuhi materi. Bahkan mereka mampu memberangkatkan Haji- Umrah karyawannya.

Diatangan dinginnya, bisnis Madu Pramuka tak cuma jualan madu. Dia mampu mengekstensifikasi bisnis. Seperti berjualan peralatan beternak lebah, penyedian bibit lebah, jadi tempet pelatihan lebah, tempat pengobatan tradisional (sengetan lebah atau Apitherapy).

Disini juga sebagai wahan rekreasi edukasi masyarakat. Selain itu Wawan juga diharapkan mampu mengembangkan entrepreneurship bagi generasi muda Pramuka. Secara serderhana dijelaskan bahwa potensi peternakan madu di Indonesia, masih sangatlah berpeluang besar.

Sekjen Asosiasi Perlebahan Indonesia itu menjelaskan, selain itu tren konsumsi madu juga sudah berubah, ini benar- benar peluang. Dari cuma sekedar buat pengobadatan beralih ke konsumsi harian. Hitungan total dari produksi adalah 15- 20 ribu ton, berbanding konsumsi 10- 15 gram/kapita/tahun.

Bayangkan jika ini dikombinasi dengan pengolahan khusus. Seperti pengusaha mengolahnya nanti menjadi donat madu; masih ada peluang basar! Pengalaman di ranah kongres perlebahan ASEAN. Menurutnya kelemahan Indonesia masih sama seperti bisnis lainnya,

Sayangnya, masih kurangnya dukungan pemerintah, membuat madu Pramuka seolah tidak berkembang. Padahal jenis madunya, Wawan menyebut Indonesia itu kaya, ada madu bunga randu, madu karet, madu rambutan, madu bunga mangga, adapula madu hutan asli Kalimantan.dll.

Soal siapa baik memulai bisnis madu, ia menjelaskan baiknya merupakan orang yang penyayang lingkungan. Madu alamiah menurutnya akan lebih baik mutunya.

"Banyak sukanya kerja di bidang ini. Dukanya, ya paling tersengat lebah. Disengat lebah kalau kata orang- orang itu kan ngeri- ngeri sedap," terangnya bercanda. 

Dia juga aktif menyulap bumi perkemahan menjadi tempat budidaya lebah. Bukan karena tanpa alasan selain ini bisnisa ramah lingkungan. Bisa pula membantu membuka lapangan pekerjaan baru. Penulis sendiri pernah liat di daerah Batang, Jawa Tengah.

Jumat, 19 Oktober 2018

Inovasi UKM Jahe Minuman Herbal Berenergi Gujahe

Profil Pengusaha Wirausaha Mujiono

pengusaha ukm jahe
 
Cara inovasi UKM jahe mengembangkan bisnisnya mandiri. Pengusaha Mujiono telah merasakan getirnya berwirausaha. Dia pernah bertahan hidup sebisa mungkin, pada gempa 27 Mei 2006 silam. Gempa yang membuat pengusaha Mujiono harus memeras otak kembali wirausaha.

Dia menggunakan seluruh pengetahuan, terutama  ketika di SMTP Pandak, yaitu jurusan pengolahan hasil pertanian. Sebenarnya sebelum peristiwa itu hidupnya sudah berkecukupan. Selepas belajar di SMTP, dia sebenarnya sudah punya usaha tetap, bahkan bisa dibilang sudah menengah.

Tahun 1995/ 1996, Mujiono membuka usaha UKM bumbu dapur. Hasil usaha kecil itu sudah merata ke seluruh penjuru pasar tradisional, dari Bantul dan kota Yogyakarta pada umumnya. Keuntungan dari usaha bumbu dapur dirasa cukup menopang kehidupan keluarga Mujiono.

Usaha UKM meliputi pembuatan aneka bumbu rempah; jahe, kencur, kunyit, laos, sereh, dan juga gula jawa. Produksi rumahan yang berkapasitas lumayan besar. Ukuran penjualan waktu itu tak lagi berapa kilo tapi tonase.

Pengusaha UKM Jahe Gujahe


Perjalanan hidup pengusaha ini berubah ketika gempa. Memulai usaha dari nol kembali tanpa tau arahnya. Apa yang bisa dilakukan Mujiono ketika bahan baku 15 ton jahe, dan kencur yang baru saja dibeli 23 Mei 2006, yang sudah tertimbun reruntuhan gudang penampungan.

Peristiwa gempa yang diikuti hujan, membuat jahe, dan kencurnya keluar tunas. Kondisi ini lantas menginspirasi Mujiono. Dia meyakini bahwa barang dagangannya harus diolah kembali. Dia mencari cara mengolah kembali untuk dijual kembali.

Ide bahwa jika dijual dalam bentuk serbuk akan kurang laku. Harus ada inovasi dalam bentuk padat terangnya. Carnya yakni dengan mengambil sari dari berbagai macam bumbu dapur, yang kemudian dia campur gula jawa sebagai bahan pokok.

Produk dihasilkan tersebut kemudian diberi label "gujahe" (gula jawa herbal). Pada awal pemasaran gujahe yakni saat pengikuti pameran di Segoroyoso, cukup mendapat respon pembeli dan mendapat pula support dari Camat Pleret.

Suatu penemuan baru dimana gula jawa hanya untuk memasak. Kini bisa dijadikan aneka minuman instan berkhasiat. Berkat inovasinya tersebut lah, UKM Mujiono yang sempat mandek, kini mulai bergairah kembali. Bahkan dia mulai meramu- ramu dengan berbagai rempah lain.

Hasilnya sedap serta menyegarkan dengan berbagai rasa alami rempah, dan juga menjadi minuman kesehatan untuk terapi dan berbagai penyakit. Selain rasa jahe, ada rasa beras kencur, kunyit asam, temu lawak, kunir putih, jaffemix, dan Gula Tawon.

Usaha tersebut dibantu ibu- ibu sekitar warga Bantul korab gempa. Satu 1 butir Gujahe diseduh dengan satu gelas air panas, siap untuk diminum. Pemasaran dari Gujahe sendiri sudah meluas ke berbagai daerah di seluruh wilayah Indonesia dengan dibantu oleh 11 Distributor.

Menginspirasi Berwirausaha Mandiri


Mujiono kemudian meluncurkan produk baru, yaitu Gulajoss ( Gula Jawa dikombinasi dengan jamu ) berfungsi untuk theraphy berbagai macam penyakit. Dalam kurun waktu 4 tahunan, Mujiyono telah menghasilkan kurang lebih 40 produk Gujahe maupun GulaJoss.

pengusaha gujahe

Dalam wawancara bantulbiz.com dengan si empunya. Wirausaha mandiri Gujahe sempat booming hingga banyak orang meniru. Sayang, mereka tak mengerti resep rahasia milik Mujiyono. Hanya ditangannya lah, gujahe tidak mudah mengeluarkan jamur, produknya lebih bertahan lama.

Akhirnya setelah lama para peniru menjadi capek sendiri. Mereka satu per- satu hilang entah kemana, sementara dirinya semakin berinovasi. Gujahe produksi Mujiono dengan teknik tertentu dapat bertahan hingga 1,5 tahun.

Memiliki 12 karyawan bagian produksi, setiap har Mujiono mampu memproduksi 5 sampai 7 kwintal gujahe, dengan 40 item aneka rasa. Gujahe yang dihasilkan tidak dijual eceran, melainkan semuanya melalui distributor. Ada 13 distributor resmi gujahe Mujiono di seluruh DIY. 

Harga jual ke distributor Rp. 6.000 per dos yang isinya 8 potong. Jika distributor memesan di atas 500 dos harganya jadi Rp.5.500 per- dos, di atas 1000 dos harganya Rp.5.000 per- dos. Sedangkan bila dipacking sendiri harga Rp. 4.500 per 8 potong.

Namun demikian, untuk menjaga stabilitas harga, distributor harus menandatangani kesepakatan. Yakni mereka tidak boleh menjual di bawah Rp. 6.000 per- dos. Rata- rata omzet per bulan penjualan gujahe saat ini Rp. 120 juta, dengan tingkat keuntungan dapat mencapai 15 % – 20 %.

Tak mau kalah pengusaha lain yang memanfaatkan internet. Mujiono juga melayani pemesanan di internet. Alhasil produk gujahe miliknya telah menyebar di hampir 90 % kota Indonesia. Harga jual pesanan melalui internet Rp. 8.000 sampai Rp. 12.000 per do.

Namun untuk menjadikan mereka sebagai distributor resmi, masih membutuhkan pertimbangan yang matang. Mujiono mengisaratkan suatu kebijakan, yaitu  kebijakan tersebut yaitu kehati-hatian dalam pengangkatan distributor dan jaminan kerusakan produk.

Distributor gujahe harus mempunyai kemampuan menjual, memiliki modal dan yang paling penting memiiliki sifat jujur. Lebih jelas lagi, Mujiono mengisaratkan 3 syarat pokok untuk dapat dijadikan distributor resmi.

Pertama telah menjalin komunikasi bisnis gujahe selama 1 tahun dan dapat disimpulkan mempunyai karakter jujur. Kedua dapat menjual produk gujahe dalam jumlah besar serta mempunyai modal usaha yang memadai. Ketiga harus konsisten terhadap harga jual minimal Rp. 6.000 per dos.

Sayang, meski dirinya punya visi 3 tahun ke depan, usahanya masihlah home industry. Dia sangatlah berharap usahanya bisa jadi usaha pabrikan. Akan tetapi untuk itu, dibutuhkan dana tak kurang dari Rp, 1,5 Millyar. Inilah kendala tebesar yang belum ditemukan jalan keluarnya hingga kini.

Contact Person : Mujiono d/a. Toko Arsy, Dusun
Kerto Rt. 09 – Rw. 08,
Pleret, Bantul - Hp. (0274) 7007754

Atau, http://bkmmajumakmur.blogspot.com/2011/10/gujahe-pleret.html

Selasa, 25 September 2018

Aneka Kerajinan Batok Kelapa Wirausaha Berbasis Ekspor

Daftar Pengusaha Kerajinan Ekspor


 
Siapa sangka aneka kerajinan batok menghasilkan jutaan. Berikut prospek wirausaha kerajinan batok kelapa. Dulu orang menganggap batok kelapa ini sebagai sampah, tapi tidak bagi para pengusaha ini. Sekarang bisa dirubah menjadi aneka produk yang diminati manca- negara.

Bagi dua pengusaha ini sampah tersebut adalah berkah. Seorang pengusaha muda asal Tuban, Jawa Timur, bernama Ainur Rofiq bercerita. Awalnya dia iseng membuat mainan anak dari batok kelapa. Soal bahan baku cukup mengambil batok kelapa yang berserakan di pasar.

Rofiq merubah batok kelapa menjadi aneka kerajinan. Produk Rofiq meliputi celengan batok kelapa, tempat pensil, lampu meja, dan celengan. Produk lain seperti membuat bonek berbentuk bebek atau angry bird.

Ia mulai memunguti batok kelapa dan dikumpulkan menjadi satu. Kemudian batok kelapa tersebut dibersihkan. Batok kelapa lantas dilubangi dibentuk sesuai bentuk desain awal. Wirausaha yang sudah digeluti semenjak tujuh tahun ini, mampu menghasilkan jutaan perbulan.

Harga produk antara Rp.30- 100 ribu rupiah tergantung kesulitan. Meskipun sudah sukses, dia masih terkendala modal pengembangan usaha. Pesanan datang dari daerah Tuban hingga manca negara. Ia menambahkan berharap bantuan pemerintah agar lebih maju.

Wirausaha Kerajinan Ekspor.

Cerita lain datang dari pengusaha bernama Gunawan. Awalnya dia berjualan buah kelapa utuh, yang diambil dagingnya dan dijual tempurungnya juga. Tidak sedikit dia melihat tempurung cuma menjadi limbah terbuang. Dari tempurung kosong itu kemudian Gunawan jual secara karuangan.

"Limbah dari kelapa yang telah diambil dagingnya itu banyak, dan biasanya saya jual karungan," ia berujar.

Limbah batok kelapa cuma dijual murah yakni Rp.400 perkarung. Dia berpikir bagaimana mengolah limbah batok tersebut.

Mulai menjalankan bisnis kerajinan batok kelapa sejak 2005. Pengusaha Rofiq membuat berbagai bentuk, seperti celengan, mangkuk, teko, dan lampu hias. Berawal tukang kelapa Rofiq kini beralih jadi pengusaha kerajinan batok kelapa.

Dia mulai mencari ide bagaimana mengolah limbah. Gunawan mulai mencari reverensi dari internet, bagaimana cara mengolah limbah batok kelapa. Bagaimana limbah dimanfaatkan wirausaha bukan sekedar dibuang saja.

Produk awal Gunawan adalah membuat celengan batok. Kemudian dia berkreasi bentuk lain untuk dijual ke pasaran. Waktu itu pasar merespon positif akan produk Gunawan. Sebelum ada gempa yang melanda Yogyakarta, memproduksi aneka bros, tusuk konde, dan dompet.

Hingga gempa menerjang Yogyakarta, di tahun 2006, Gunawan sempat menutup usahanya selama 6 bulan karena pristiwa tersebut. Meskipun tutup dia tidak berhenti dan membuka kembali usahanya. Akhir 2006 aneka desain dibuat sendiri, antara perpaduan desain lama dan baru.

"Saya mencari ide, mencari referensi," jelasnya
Cara membuat kerajinan batok kelapa memerlukan waktu. Pertama kamu membersihkan batok, lalu mengamplas, kemudia celengan dibentuk dan digambar. Dalam seminggu menghasilkan 1000- 1200 produk kerajinan.

Ia menjual produknya melalui online. Ataupun Gunawan menjualnya melalui toko- toko souvenir di Kota Yogyakarta. Walupun produk Gunawan sudah masuk pasar ekspor, ia masih tetap fokus untuk menyasar pasar lokal sebagai utama.

Harga produk kerajinan batok kelapa antara Rp.15- 17 ribu. Cangkir batok kelapa dijual Rp.6 ribu sampai Rp.8 ribu. Kemudian harga mangkuk unik seharga Rp.12 ribu, dan teko batok kelapa seharga Rp.15 ribu dan Rp.25 ribu.

Dia juga menerima pesanan khusus dari toko- toko. Melalui cara itulah usaha dijalankan Gunawan bisa berkembang. Inilah kisah Gunawan wirausaha berbasis ekspor dari aneka kerajinan batok kelapa. Jika kamu berminat maka saatnya mencari limbah untuk didaur ulang.

Rabu, 05 September 2018

Biografi Jokowi Kisah Pengusaha Bisnis Mebel Nol Besar

Biografi Pengusaha Joko Widodo


foto lama jokowi pengusaha
 
Seperti halnya kisah biografi pengusaha lain. Biografi Jokowi pengusaha bisnis mebel, yang prestasinya nol besar dibidang wirausaha ketika itu. Menjadi pengusaha bisnis meber tidak pernah terpikirkan olehnya. Nekat bisnis mebel dari nol besar berkeliling dari pintu ke pintu.

Wirausaha dalam catata biografi Jokowi, adalah bagaimana menambah nilai sesuatu yang kita jual. Jokowi bersemangat bercerita tentang sejarah wirausahanya. Joko Widodo menyebut tips sukses ialah tidak sukses instan. Butuh keuletan dan kegigihan hingga mencapai posisi pengusaha mebel ternama.

"Saya tahunya itu," ucap Jokowi

Usia muda sudah dihadapkan dengan kesusahan hidup. Jika pernah menonton film biografi Jokowi, maka bisa dilihat bagaimana keluarganya sederhana dan bahkan hampir hidup kekurangan. Sang ayah Jokowi merupakan sosok yang rela berkorban untuk mencukupi kehidupan.

Pengusaha harus punya sikap kerja keras dan pantang menyerah. Ayah Jokowi bijak menghadapi hidup walaupun dalam ketidak bercukupan. Dia stidak langsung menginspirasi biografi Jokowi. Yang mungkin hanyalah pengusaha mebel kecil- kecilan, tetapi banyak filosofi hidup.

Biografi Joko Widodo Sukses Wirausaha


Awal karir biografi pengusaha Jokow Widodo keluar masuk hutan. Sosok pengusaha mebel Alumni Universitas Gajah Mada, yang tidak pernah menyentuh dunia wirausaha sebelumnya. Sekali lagi Joko Widodo prestasinya nol besar ketika mencoba bisnis mebel pertama kali.

Jadi buat kalian pengusaha muda baiknya mencoba. Tahun 1986, karir Jokowi pertama kali adalah menjadi pegawai pemerintah di PT. Kertas Kraft Aceh. Bekerja di lapangan, keluar masuk hutan, ia juga ditugaskan menanam pohon untuk diolah kertas.

Waktu membuatnya bisa menabung lumayan banyak uang. Hingga dia memutuskan untuk membuka bisnis mebel sendiri. Lahirlah perusahaan pertama Jokowi bernama CV. Rakabu, yang mana diambil dari nama sang anak Gibran Rakabumi.

Sebelum membuka perusahaan sendiri. Jokowi tercatat bekerja di perusahaan mebel pamannya, CV. Roda Jati. Tujuannya adalah belajar tentang berbisnis mebel kayu. Tahun 1989 perusahaanya ikutan program pemerintahan bernama "Ayah Angkat- Anak Angkat".

Program yang mengangkat perusahaan lokal menjadi besar. Disini Perum Gas Negara menjadi ayah angkat CV. Rakabu. Perusahaan Jokowi mendapatkan suntikan modal Rp.500 juta. Pilihan memulai perusahaan furnitur tidaklah salah, hingga mendapatkan pesanan dari luar negeri teratur.

Berbekal uang pinjaman tersebut, perusahaan Jokowi semakin bersemangat berbisnis. Dia mampu menjual hingga ke luar negeri. Melalui bisnis ekspor mebel inilah Jokowi merubah perusahaan. Dari perusahaan Cv menjadi PT dengan omzet mencapai miliaran rupiah.

Walaupun terlihat mudah tetapi sebenernya tidak juga. Karena ternyata perusahaan Jokowi sempat  ditipu sampai Rp.30 juta. Omzet tahun 2008 mencapai Rp.6,09 miliar, dan pada tahun 2010 mampu meraup omzet sampai Rp.6,1 miliar, walaupun sempat turun omzet 2009 yakni Rp5,76 miliar.

Kesuksesan Joko Widodo, dia diangkat menjadi ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia. Hingga di tahun 2010 pihak PDIP melirik Jokowi sebagai politisi. Inilah cikal bakal dari perjalanan politik seorang Jokowi sampai duduk menjadi Presiden RI.

"Saya tidak punya apa- apa, saya tidak punya modal, ya lebihkan waktu kerjanya," tuturnya, memberi inspirasi kepada anak muda.

Sabtu, 18 Agustus 2018

Ikan Sidat Menjadi Peluang Usaha Menjajikan Masa Depan

Artikel Bisnis Ekspor Ikan Sidat


ide bisnis ekspor
 
Budidaya ikan sidat bisa menjadi peluang usaha menjajikan. Siapa sangka satu benih mampu dihargai $7 ataun berkisar 80 ribuan. Itu aru benih sudah mahal apalagi menjadi usaha mapan. Perkilogram ikan sidat dijual 350 juta yang terdiri 5000 ekor. 

Makhluk yang berasal dari lautan ini memang diminati. Bukan pembeli lokal dikhususkan dijual ke luar negeri. Ikan sidat diminati negera Jepang karena lezat. Dagin ikan rasanya lezat dan kaya kandungan vutamin. Daging ikan tersebut diolah jadi enaka masakan khas, seperti Kabyaki dan Udo.

Bagi orang Indonesia nama ikan sidat masih terdengar asing. Padahal banyak manfaat terkandung di dalam. Ikan sidat memang berbentuk seperti belut atau ular. Bentuknya tidak menarik untuk orang Indonesia nikmati. Tingkat konsumsi sidat akhirnya rendah dibanding negara Jepang.

Rohkmin Dahuri, Ketua Masyarakat Agrikultur Indonesia, menyebut daging ikan sidat lezat. Patut kita coba menjadi peluang usaha menjanjikan. Hanya butuh sentuhan kearifan lokal bidang kuliner. Lanjutnya di luar negeri memang ikan sidat sudah banyak dikenal.

Ikan sidat atau glass ell, ikan dewasa dihargai Rp.70 juta per kilogram, semanta pasaran di Indonesia dikisaran Rp.1,2 juta perkilogram. Harga ekspor memang lebih diminati pengusaha budidaya. Alhasil menjadi peluang usaha menjanjikan ekspor.

Fakta lain adalah ikan sidat memang lumaya susah dibudidaya. Utamanya ketika kita membawa ikan sidat diluar habitat asli. Meskipun begitu masih menjadi peluang usaha menjajikan. Hal perlu kita lakukan ialah bagaimana membuat konsep budidaya.

Keingina menjadikan ikan sidat komoditas tinggi. Berkembangnya pasar di Indonesia, beberap dari restoran- restoran mulai melirik olahan sidat. Meskipun masih sekala kecil tetapi akan berkembang. Jadi kalau kamu berminat cobalah membudidaya ikan sidat.

Catatan tentang ikan sidat adalah sulit dikembangkan. Kalaupun bisa tidak akan ukuran maksimal. Banyak orang telah mencoba tetapi gagal. Termudah ialah menangkap ikan sidat sendiri di lautan bebas sana. 

Rabu, 15 Agustus 2018

Susahnya Membuat Kompor Gas Kotoran Sapi Pengusaha Yoyok

Profil Pengusaha Yoyok Sumardi


kompor gas kotoran sapi

Ini cerita bagaimana susahnya menjadi pengusaha. Berkat kerja keras dirinya beserta kelompok tani miliknya berkembang pesat. Mereka tidak lagi bersandar dari peternakan sapi. Dia bernama Yoyok Sumardi bercerita bagaimana cara merubah kotoran sapi menjadi bahan bakar.

Bagaimana kelompok tani bersama memakmurkan. Dengan sebuah bak semen ukuran 0,5 meter X 1 meter. Disambung sebuah pipa berukuran menuju bak penyaringan. Saban hari, Yoyok membersihkan kandang sapi dengan menyemprot air.

Endapan kotoran sapi inilah diolah menjadi api. Yoyok berseloroh untuk menikmati kopi. "Ayo kita nikmati kopi yang airnya dimasak dari gas kotoran sapi," ucapa pengusaha ini, ketika dia mendapat kunjungan wawancara dari Kompas.com

Di dapur, dia mempraktekan cara kerja gas, itu layaknya kompor biasa menyala tidak ada bau. Dia lantas menggunakan api untuk merebus air. Apinya terlihat bagus berwarna biru. Dekat kompor ada panel sederhana sebagai indikator tekanan gas.

Jatuh bangun kelompok tani Yoyo memperbaiki ekonomi. Pemerintah lantas menggelontorkan alat pengolah limbah. Sejak hibah alat tersebut, ada 20 orang anggota kelompok tani yang mengalihkan gasnya ke kotoran sapi.

Pengusaha Gas Kotoran Sapi 


Pengeluaran keluarga dikompres sampai 20 persen. Pengusaha Yoyok melanjutkan cerita sambil asik menyeruput kopi. Kotoran sapi selalu menumpuk dipagi hari. Dengan adanya alat pengolahan gas dari kotoran. Dibuatlah bak penampungan yang letaknya rendah dibawah kandang sapi.

Setiap pagi tinggal disiram air pakai selang dan mengalir. Dibutuhkan sekitar 100 liter air mengolah satu gerobak. Kotoan diaduk menggunakan tongkat kayu. Dipindah ke tabung fiber untuk diolah jadi gas metan. Disalurkan melalui pipa untuk menjadi bahan bakar rumah tangga.

Empat kubik kotoran sapi dipakai empat jam pemasakan. Gas akan lebih baik jika sudah memasuki musim panas. Matahari mempercepat pemrosesan pembuatan gas. Yoyok mengaku alat seperti ini tidaklah murah. Biaya sebesar Rp.35 juta untuk membuat alat pemroses empat kubik kotoran.

Tujuh kubik membutuhkan dan Rp.50 juta. Meskipun mahal umur alat mencapai 50 tahun. Menarik dibayangkan 50 tahun tanpa membeli tabung elpiji. Karena kesulitan ekonomi, sebelum ada gas dari kotoran sapi, Yoyok menggunakan kayu bakar untuk memasak.

Sisa pengolahan gas bisa dijadikan pupuk kompos. Adanya kompor kotoran sapi, diakui oleh Yoyok, semua keluarganya tidak lagi mengeluarkan biaya tambahan. Kelompok Yoyo juga sering diundang penyuluhan cara dan proses pembuatan gas kotoran sapi.