9 Pengusaha Muda Terbaik Indonesia Mendunia

8. Malariantikan Yulianggi Umur 19 tahun Company: Shoyu Pia Cake Ketika ia tengah mencari produk tentang produk lokal. Dia menemukan singkong di anak tirikan. Tapi satu kenyataan, Malarianti menemukan bahwa masih ada beberapa orang menikmatinya. Tapi tidak semua orang menyenanginya. Jadi dia mulai membuat produk modern Shoyu Pia Cake. Dari cuma punya enam pegawai di awal, sekarang, dia bisa memiliki lebih dan lebih banyak lagi pelanggan.

Biografi Mualaf Cantik Pengusaha Batik Trusmi

"Semua pengusaha punya jatah gagal," optimisnya.

20 Wirausaha Muda Mandiri 2015

Untuk kategori industri, perdagangan dan jasa 1. Juara 1: Gita Adinda Nasution (Kolagit -obat diabetes dan komplikasinya) 2. Juara 2: M Zulqarnain A R (Iwearzule -custom clothing) Untuk kategori boga 1. Juara 1: Filsa Budi Ambia (Peyek Kepiting -jajanan peyek daging kepiting) 2. Juara 2: Martalinda Basuki (UD Klasik -minuman coklat murni)

Profil Dea Valencia Pengusaha Batik Kultur

"Desainernya saya sendiri padahal nggak bisa gambar. Imajinasi. Saya ada satu orang yang diandalkan, kerja sama dengan saya. Apa yang ada di otak saya transfer ke dia untuk dijadikan gambar," kata Dea.

17 Pengusaha Muda Indonesia Masuk Forbes

Retail and Ecommerce 1. Carline Darjanto, 28 tahun, Entrepreneur 2. Merrie Elizabeth, 28 tahun, CEO dan Creative Director Blobar Salon 3. Yasa Paramita Singgih, 20 tahun, Pendiri dan President Men's Republic 4. Ferry Unardi, 28 tahun, salah satu pendiri dan CEO Traveloka

Tampilkan postingan dengan label Pengusaha wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengusaha wanita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Juni 2019

Guru Sambilan Wirausaha Daur Ulang Drum

Profil Pengusaha Galuh Rahma Wati



Siapa sangka usaha tersebut menghasilkan keuntungan tinggi. Guru sambil wirausaha yang mampu meraup omzet puluhan juta. Galuh Rahma Wati, guru bimbel yang kreatif mengaplikasikan ilmunya dalam pendidikan. Bukan hanya mengajar kesenian, tapi Galuh membuat kerajinan dan menjualnya.

Usaha daur ulang drum bekas membutuhkan kreatifitas. Ia bahkan menggabungkan antara arsitektur dan barang bekas. Ambil contohnya ia menggabungkan kayu dan drum. Omzet yang dihasilkan dari usaha ini mencapai Rp.20 juta rupiah.

Galuh sebetulnya mengerjakan ini sekedar iseng semata. Hanya sekedar sambilannya sembari aktif mengajar bimbel. Pertama kali ia ingin membuat tempat makan yang instagramabel. Dia lalu mulai membuat kursi dari drum ini. Jujur awalnya dia membuat untuk kebutuhan pribadi saja.

Wirausaha Bangku dari Drum


Semula dia melihat kok lucu ya membuat meja seperti itu. Dia pun mencoba kreasi sendiri pada 2016 silam. Bermula dari satu kursi drum itu kemudian menjadi banyak variasi. "Habis itu, nyoba ah, buat sendiri dulu di rumah," tuturnya.

Pengusaha ini tak menyangka hasilnya sungguh mengejutkan. Guru sambilan wirausaha kenapa tidak mungkin. Kursi tersebut lantas dipakai untuk tempat bimbel miliknya. Dia lalu membuat kursi yang bergambar tokoh superhero. Itu sejalan dengan usaha bimbelnya yang berisi anak- anak kecil.

Salah satu anak didiknya kemudian tertarik memiliki. "Ya sudah saya bikin," terusnya. Dia kemudian membuat aneka tokoh lain. Galuh juga membuat aneka warna untuk menarik perhatian. Hasilnya aneka bangku dari daur ulang drum. Ia kemudian mempostikan itu ke sosmed dan coba untuk dijual.

Awalnya dia membuat aneka produk berbahan drum bekas. Tetapi karena jumlah pemesanan banyak maka menyusahkan dia. Pesananan membeludak sehingga suplier offline tidak sanggup. Galuh pun menyisiati dengan memesan dari online.

Ia menambahkan lagi bahan baku dari offline kurang baik. Namanya juga usaha berbahan baku drum bekas. Terkadang Galuh menemukan bahan baku yang tidak sesuai standar.

"Namanya kaleng bekas tidak 100% mulus ya, ada penyok- penyok sedikit, terkadang ada pembeli yang perfeksionis komplain," terang pengusaha ini.

Dia melanjutkan modal daur ulang drum ini tidak besar. Agar ia mudah mendapatkan bahan baku, dirinya tak segan untuk membayar uang muka. Tentu Galuh tidak memesan dari satu orang saja, melainkan beberapa orang dengan waktu tempo panjang.

Pembuatan Bangku Drum


Ia menggunakan uang secermat mungkin. Sisa uang DP itu diputarkan untuk membeli bahan lain. Galuh bekerja sama dengan pemilik toko besi. Karena memang dia masih tetanggaan, maka Galuh mendapatkan bahan dengan bayar ditempo, ini akan mempermudah jika barang belum laku dijual.

Proses produksi diceritakannya butuh waktu tiga hari. Prosesi produksi diawali dari pembersihan, cat pelapis anti karat, pewarnaan dan mencetak gambar. Kalau sudah jadi maka ia tinggal menambah alas duduk.

Galuh lantas menjelaskan detil mengenai pembuatan bangku. Ia mengaku tidak membutuhkan modal besar. Pemesanan desain bangku atau sofa itu tergantung permintaan. Dia melanjutkan, tantangan produksinya ialah cuaca yang menganggu. Ini nantinya berkaitan dengan pengeringan cat setelah finishing.

Selain membuat bangkut tunggal atau satu orang, Galuh juga mengembangkan jenis bangku lain yakni dua orang, tiga orang atau lebih. Jenis sofa ini memiliki waktu pembuatan yang lebih lama. Pasalnya mereka harus lakukan pemotongan, pengelasan, pendempulan, dan pengecatan.

Proses pengerjaan bisa sampai 5- 7 hari semenjak pemesanan. Jujur tidak mudah bagi Galuh untuk memasarkan usahanya. Awal dia hanya mampu mengerjakan sedikit dan menjual 4 bangku. Dalam sebulan dia pernah cuma mengantongi omzet Rp.500 ribu.

Bertahap usahanya itu berkembang melalui pemasaran yang agresif. Melalui penjualan online mampu berkembang hingga omzet Rp.20 juta. Ia menggunakan dua media pemasaran yakni Intagram dan Tokopedia. Akun instagramnya bernama @galuh.creatives, dan akun Tokopedia Mbak Galuh Kursi Drum.

Harga produk yang ditawarkan pun bervariasi sesuai tingkat kesulitan. Ia menjual dari harga Rp.109 ribu untuk paling kecil, dan paling besar Rp.2,5 juta per- item. Dalam sebulan sekarang Galuh bisa menjual 50 sampai 100 item sebulan.

"Dulu Rp.500 ribu sebulan, sekarang stabil di angka Rp.20 jutaan," pengusaha ini menceritakan.

Ia sendiri mengatakan tak banyak kesulitan dalam pembuatan. Galuh berperinsip bisnisnya berjalan baik karena passion. Semua itu berawal dari hobi atau passion, dan karena itulah dia merasa senang mengerjakan. Hasilnya baik mendapat keuntungan tetapi dia juga mendapat kesenangan.

Sumber: Detik.com

Sabtu, 30 Maret 2019

Bisnis Sampingan Pakaian Jadi Dannis Berbuah Manis

Profil Pengusaha Tati Hartati 



Bisnis sampingan pakaian jadi Dannis memang bukan hal mudah. Disana, sang pengusaha ini harus mampu mengembangkan segmentasi tersendiri dan kreasi tinggi. Kita tau bagaimana bisnis pakaian akan terus berkembang, terutama pakaian muslim.

Prospeknya besar tapi daya saing yang tinggi seolah membutuhkan sentuhan- sentuhan khusus. Salah satu contoh pengusaha sukses di pakain jadi adalah Ibu Tari. Dia juga dikenal memperkenalkan produknya melalui cara yang unik.

Sukses bisnis sampingan pakaian jadi Dannis. Sosok Tati Hartati, istri dan seorang ibu, yang memiliki sudut pandang berbeda mengenai bisnis pakaian. Ia memilih anak- anak menjadi segment yang saat itu kurang diminati.

Dari situ, ibu Tati mengambil sebuah kesempatan, dengan design yang ceria yang jarang ditampilkan pakaian muslim kala itu. Bisnis sampingan pakaian jadi Dannis, ia fokus menempatkan modal satu juta rupiah menghasilkan milyaran rupiah.

Pengusaha Pakaian Muslim Anak



Tati bukanlah ibu rumah tangga biasa yang cuma bergelut di dapur. Memilih menamai usahanya itu Dannis. Wanita lulusan ITB ini, awalnya seorang pegawai memiliki waktu yang tersita banyak. Bahkan, ketika sudah menikah pun, suami memintanya berhenti dari pekerjaannya sebagai staff kantor.

Nah, ketika punya waktu lebih banyak dan tak bekerja apa yang dilakukannya. Dia menekuni hobi sambil aktif mengurus anak. Fakta ia tak pernah berhenti menjahit. Ini merupakan hobinya meski masih bekerja, dan ide bisnis pakaian pun muncul dari hobinya itu.

Dia memilih bisnis yang bisa sambil mengasuh anaknya dan menjadi pengusaha merupakan pilihan. Dengan bermodal Rp.1 juta dari sang suami, ia mulai mendesain- desain pakaian lalu menjahitnya sendiri. Mulai dari 50 potong/ bulan menjadi 5000 potong.

Ibu Tati memulai dengan membuat pola desain lalu menjahitnya sendiri. Setelah selesai, dia mencoba menawarkan produknya dan ternyata diterima baik oleh pasar. Mengapa produk Dannis bisa diterima pasar?

Dannis sebagai produk pakaian muslim telah memiliki ciri khusus berbeda dari produk sejenis. Ibu Tati menambahkan berbagai unsur warna ditambah kualitas kain yang bagus. Ini membuat produk Dannis nyaman dipakai untuk ibadah tapi tetap tampil modis ketika diluar.

Maka tak heran, yang semula 50 potong, produk tersebut meningkat jumlahnya tiap tahun. Ibu Tati memproduksi tidak kurang 500 potong perhari. Ia memproduki dari mukena, jilbab, tas, peralatan sholat dan yang terkahir, Danni merambah pasar pakain dewasa.

Namun produknya bisa dibilang menyasar mereka yang kelas menengah ke atas. Tidak salah, ini karena ibu Tati tidak mau mengurangi mutu kainnya. Dia memilih kainnya sendiri memasarkan melalui agen- agen resmi. Mereka memasarkan produknya hampir diseluruh Indonesia.

Produk Dannis sangat diminati oleh masyarakat bukan karena harga tetapi kualitas. Faktor lainnya, seperti warna memberikan kesan berbeda terutama bagi ibu muda. Kini, produk Dannis telah memiliki 500 agen tersebar di berbagai kota.

Ibu Tati tidak tanggung dengan pakaian Dannis, ia memilih cotton ringan. Ini sejalan dengan konsep baju muslim, kita butuh sesuatu yang menenangkan ketika dipakai dalam beribadah, dan tetap indah karena Allah mencintai keindahan.

Kamis, 28 Februari 2019

Pengusaha Cantik Aneka Usaha Kerajinan Kain Natura

Profil Pengusaha Natura Kusuma Dewi


pengusaha cantik kerajinan kain
 
Profil pengusaha cantik ini memang menginspirasi kita nih. Bermula dari ketertarikannya akan kain membuahkan usaha. Awalnya dia mendapatkan pelajaran dari SMA tentang kain. Krativitas cewek cantik bernama Natura Kusuma Dewi ini, semakin banyak menghasilkan produk berbahan kain.

Ide pertama ialah mengangkat kain tradisonal Bali. Pengusaha cantik ini memutuskan berbisnis sejak 2013 silam. Dengan nama Shop Sugar, dia membuat aneka produk dari bahan- bahan kain tradisonal. Padahal ia tidak pernah mengenyam pendidikan spesifik ini.

Ia sama sekali tidak punya pengalaman berwirausaha. Aneka usaha kerajinan kain nya 100% berasal dari otodidak. Sejak Sekolah Menangah Atas (SMA) sudah menyukai pelajaran kerajinan. Kemudian suatu hari mendengar ada kompetisi wirausaha bertema kain tradional.

Cewek cantik ini akhirnya ikutan berlomba selama beberapa hari. Hasilnya ternyata justru kegagalan yang didapan. Bukannya menyerah, Natura begitu gadis ini dipanggil, semakin bertekat saja untuk menjadikan ini bisnis sesungguhnya.

Bisnis Online Shop Usaha Kerajinan Kain


Tidak menang kompetisi nasional wirausaha muda tidak masalah. Karena bisnis online shop miliknya masih terus berjalan. "Kompetisi tidak lolos, namun online shop yang saya buat malah berjalan," ia menceritakan. Usaha karajinan kain pertamanya ialah membuat aneka dompet. Kain tradisional Bali diubahnya menjadi sepatu dan dompet unik yang menggoda.

Memanfaatkan keindahan kain tenun karya asli Indonesia. Hasilnya tidak cuma disukai oleh anak muda juga berbagai kalangan usia. Cewek cantik yang ternyata lulusan Ilmu Gizi UGM ini, mengaku tidak kerepotan membagi waktunya antara berbisnsis dan urusan kampus.

Pekerjaan Natura ialah memilih kain tradisional tenun. Dilanjutkan memilih model design apa yang akan dikembangkan. Urusan penjahitan diserahkan ke ahlinya sendiri. Ia cukup menggaet orang yang dipekerjakan sebagai penjahit. "Saya menggandeng beberapa pengrajin yang siap memproduksi..." tuturnya.

Aneka sepatu dan tas juga diproduksinya tidak hanya satu. Walaupun sibuk wirausaha tetapi dia tidak merasa terganggu kuliahnya. Aneka kendala dihadapinya mengembangkan usaha tersebut. Mulai dari pusat produksi yang jauh, bahan baku kain, yang mana persediaanya terkadang tidak stabil adanya.

Produksi satu pasang sepatu bisa sampai 3 hari lebih. Harga jualnya berkisaran 180 ribu sampai 200 ribut. Patokan Natura ialah semakin rumit maka semakin mahal. Melalui aneka pameran yang dia pernah ikuti pendapatan naik. Memanfaatkan Instagram sebagai andalan menghasilkan pendapatan tak terduga.

Bahkan beberapa departmen store mulai tertarik produknya. Optimisme pengusaha cantik ini karena tanggapan masyarakat yang positif. Sebagai anak muda membuatnya semakin ingin terdepan. Seperti membuat brand Shop Sugar nya lebih dikenal lewat website, dan toko offline yang ada di kota- kota.

Ekspansi Berwirausaha Kerajinan Kain


Melalui sosial media usahanya kian berkembang pesat. Tidak puas hanya berkutat di bisnis fashion, masih dengan cara yang sama Natura berkembang. Usahanya merambah prospek lain dari aneka kerajinan kain. Ia berpikir membuat bunga tiruan dari bahan kain. Untungnya manis loh apalagi jika kamu pandai memanfaatkan momentum di depan.

Kebanyakan orang memberikan bunga asli yang mudah layu. Bunga plastik sendiri dianggap kaku dan terkadang tidak sedap dipandang. Berbeda dengan bunga itu dengan bahan kain lebih fleksibel. Bahkan ia dapat mengkaryakannya layaknya bunga asli.

"Makanya saya buat bunga tiruan agar momen manis anda tetap dikenang," ia menjelaskan.

Usahanya bernama Fleurify, yang memanfaatkan rumahnya sebagai workshop usaha. Aneka moment menjadi andalan bisnis karangan bunga ini, seperti wisuda contohnya.

Lini bisnis bunga fanel ini berkembang pesat dibawah badan usahanya. Ia mengakui tidak memiliki pengalaman sama sekali. Berbekal tutorial dari youtube dirinya berhasil berkarya. Beruntung karena dasarnya dia sudah terbiasa menjahit, sejak SMA dirinya terbiasa membuat boneka dari kain fanel.

Tingga belajar beberapa hari tutorial membuat bunga kain. Harga perbuket bunga bervariasi antara Rp.35 ribu- Rp.700 ribu. Penjualan berdasarkan jumlah bunganya yang dijual. Natura sendiri tidak berkeberatan untuk menjual perbuah. Harganya dari Rp.17 ribu sampai Rp.35 ribuan per- tangkai bunga.

Wirausaha bermodal sosial media memang menjanjikan. Pemesanan tidak hanya dalam daerah tetapi juga luar daerah. Pengiriman jasa ekspedisi sudah biasa dilakukannya setiap hari. Pembayaran sudah luna dari awal tinggal pembuatan. Uang muka Rp.500 ribu sudah termasuk biaya kirim, dan dilunasi setelah diterima.

Selama menjalankan bisnis bunga kain ini tidak ada komplain. Bahkan pelanggan menyarankan dia untuk menyemprotkan minyak wangi. Berkembang usahnya mampu mempekerjakan 3 karyawan. Ia menyadari bahwa karyawannya sudah jago. Bahkan mungkin pergi dan membuka usaha sendiri di luaran.

Agar tidak kalah dia pun selalu melakukan inovasi baru. Seperti membuat buket beralaskan papan dan lain- lain. Harga bervariasi dari 150 ribu sampai 175 ribu untuk buket papan ini, sedangkan yang sudah dikemas menarik harganya Rp.490 ribuan.

Walaupun gagal Wirausaha Mandiri 2016 dia berhasil membuktikan satu hal: Berwirausaha tidak hanya soal menang kalah. Tetapi ketika dia mampu mengembangkan usahanya agar berguna. Alhasil, kini, dia dikenal sebagai pengusaha muda yang berhasil memilik workshop dan showroom sendiri.

Jumat, 25 Januari 2019

Tips Usaha Spa Puri Wanoja Kenali Pasar Anda

Profil Pengusaha Chyntia Ika


pengusaha putri wanoja


Kali ini kita akan membahas profil pengusaha pemilik spa Puri Wanoja. Serta tips usaha Puri Wanoja yang bisa kamu pelajari ke depan. Berikut profil pengusaha pemilik spa Puri Wanoja, Chika atau yang bernama lengkap Chyntia Ika. Sejak kecil memang sudah memiliki passion di bidang bisnis.

Untuk mendukung passion nya menjadi pengusaha muda, maka dia berkuliah di Jurusan Manajemen. Mahasiswi Jurusan Manajemen, Universitas Katolik Parahayangan, yang sebenernya bukan usaha pertamanya. Dia pernah berbisnis pakaian fashion wanita. Seperti perempuan lain, pernah membuka butik, memiliki penjahit sendiri dan akhirnya bangkrut.

Ditutup membuatnya tidak berhenti untuk berwirausaha. Tetapi orang tuanya tidak sepakat dia jadi pengusaha muda kembali. Orang tuanya bukanlah seorang wirausaha. Maka mereka sempat menyarankan Chika untuk menjadi pegawai saja. Karena menjadi pegawai lebih menguntungkan dari pengusaha.

Itu kalau kita melihat dari sisi stabilnya pendapatan bulanan. Walaupun menjadi pegawai kantoran toh hatinya tidak di sana. Tidak bertahan lama membuat Chika kembali ke bisnis. Akhirnya ia menggeluti lagi dunia tersebut walaupun tanpa modal. Untuk kali ini dia akan membuka usaha spa sendiri.

Prinsip Wirausaha Pengusaha Muda


Tidak sekedar membuka tanpa pengetahuan. Ia menyempatkan diri untuk belajar mengenai semua tentang spa. Ia memiliki prinsip membuka usaha harus tau. Dia mengikuti pelatihan therapis spa, obeservasi, dan berkonsultasi ke banyak orang. Selepas melakukan persiapan matang, maka barulah Chika membuka usaha bernama Puri Wanoja.

Sibuk berwirausaha tidak membuatnya berhenti belajar. Dirinya juga tercatat sebagai mahasiswi di ITB jurusan Cultural and Cultural Entrepreneurship. Kendala berbisnis spa ialah bahwa kamu harus mencari terapis berkualitas. Inilah susahnya mencari sumber daya manusia yang sudah terlatih atau mahir.

Sudah memiliki kemampuan juga harus memiliki prilaku baik. Harus mampu melayani yang ramah kepada pelanggan. Dalam berbisnis spa juga masalahnya pada perawatan. Perlengkapan spa harus dirawat, perlengkapan penting ialah menyakut perairan atau air untuk perawatan spa.

Kalau nanti bocor atau air mati dibutuhkan tenaga mekanis. Spa merupakan satu tipe usaha yang menyakut gaya hidup. Maka orang lebih memilih membeli barang daripada spa. Karena itulah Chika membuat suasana tempatnya eklusip untuk para penikmat layanan spa.

Wanoja dalam bahasa Sunda berarti wanita. Prinsipnya spa Puri Wanoja ialah kekhususan mereka untuk wanita. Ketidak nyamanan dengan spa yang bercampur dengan pria. Walaupun ada tempatnya sangat terpisah dihilangkan olehnya. Puri Wanoja juga tidak memposisikan dirinya sebagai salon, melaninkan seperti rumah bagi wanita.

Agar semakin cepat laris manis diminati Kaum Hawa. Usahanya tidak segan untuk mengeluarkan paket- paket hemat, seperti untuk mahasiswa maupun pegawai kantoran. Mereka juga menyediakan paket untuk mereka yang akan menikah. Persepsi itu dibangun bahwa layanan spa bukanlah khusus untuk kalangan atas.

Ramuan yang ditawarkan olehnya juga kekinian. Yakni spa stroberi, cokelat, madu, dan lain- lain. Itu tidak menggunakan ramuan tradisional yang umum.

Apa tips usaha spa Puri Wanoja kenali pasar dahulu. Barulah kamu melakukan segmentasi targetnya kemudian. Jika umumnya orang memakai ramuan tradisional yang menyengat, usahakan mencari alternatif lain yang kekinian. Pengusaha muda Chika mengungkapkan jangan takut berkreasi akan usaha kamu.

Eksekusi semua ide- ide kamu punyai segera menjadi nyata. Modal merupakan kunci namun bukan berarti kamu harus menunggu lama. Untuk pemilihan tempat pastikan menjangkau target pasaran kamu. Ambil contoh Puri Wanoja pertama kali membuka di dekat komplek perumahan sekaligus perkantoran.

Rabu, 23 Januari 2019

Jualan Door to Door Menggapai Mimpi Usaha Camilan

Biografi Pengusaha Nur Fadilah


wirausaha camilan syafrida

Wirausaha Nur Fadilah berjualan door to door menggapai mimpi. Siapa sangka usaha camilan bisa sampai ke New Zeland. Produsen berbagai camilan mulai dari kacang goreng, mete, kerupuk, keripik, dan lain- lain. Tiga puluh tahun sudah dirinya merintis usaha aneka camilan bernama Syafrida.

Usahanya bahkan mancapai supermarket besar di Surabaya. Nama supermarket HERO sudah jadi tempatnya berjualan. Bayangkan omzetnya mencapai Rp.500 juta perbulan. Dengan omzet segitu dia mempekerjakan 26 orang, membangun kerajaan bisnisnya dari hanya camilan.

Siapa sangka hasilan miliaran dari jualan door to door saja. Usaha camilan milik Fadilah kini berubah menjadi kerajaan bisnis. Kunci suksesnya tinggal tekun bekerja menjajakan. Asal tekun mencari pasa digali dalam- dalam, maka keberhasilan mengalir deras.

"Asalkan ulet menggali pasar, rupiah pun mengalir dari mana- mana," tuturnya kepada pihak pewarta.

Memang butuh waktu 25 tahun untuk sampai dititik sekarang. "Saya jualan camilan sejak tahun 1984 door to door ke tetangga sekitar rumah," jelas pengusaha wanita ini. Usaha camilan pertama ialah berjualan aneka kerupuk dan makanan ringan.

Kala itu modalnya Rp.1000 jualan karena kebutuhan hidup. Pokoknya mencari cara agar asap dapur terus mengepul. Seorang wanita yang sendirian membesarkan tiga anak. Di tahun 1987 barulah dia berjualan dari toko ke toko sendirian.

Wirausaha Mandiri Aneka Camilan


Sejak muda Fadilah memang dikenal gemar berdagang. Ia mengenang masa Sekolah Menengah nya, dimana dia berjualan aneka kerupuk bikinan orang tuanya. Ketika itu tahun 1991, Fadilah mudah memiliki insting bisnis yang bagus, alhasil dia mulai membuat aneka camilan setelahnya.

Fadilah mengisahkan bagaimana dia selama 25 tahun berjualan. Metode tradisional dijalankan hingga dirinya dipercaya. Ia dipercaya untuk memasok jajanan untuk tok- toko. Waktu itu usahanya cuma berjalan ala kadarnya. Bermodal Rp.1000 saat itu, dia membuat kerupuk dan camilan tanpa merek.

Wirausaha mandiri kelahiran Kelahiran Surabaya, 4 Juni 1953. Fadilah yang terhimpit ekonomi yang semakin sulit. Sementara dia harus membesarkan tiga orang anak. Respon tetangga cukup baik, baru tahun 1987, dia memasukan ke toko- toko, karena waktu itu belum marak supermarket.

Fadilah berpikir lewat jualan toko- toko jualanya semakin dikenal. Prinsipnya menjangkau lebih banyak orang dari jualannya. Untuk jualan camilannya telah merambah ke luar negeri. Khusus jualan camilan kacang mete sampai ke Selandia Baru.

Dia memproduksi juga kerupuk ikan, bidaran manis rasa, sus kering, bidaran keju, keripik jagung dan berondong jagu aneka rasa. Beberapa produk merupakan buatan orang lain, sementara dirinya cukup membantu kemasan. Ada pula aneka kerupuk terung, tripang, ebi, dan produk- produk lain.

"Saya kerja sama dengan UKM dari Kenjeran," tuturnya.

Dia membeli dari mereka, kemudian di kemas di rumah. Harga produknya bermacam- cama sampai Rp.7000 -an. Terkait modal untuk satu ini dirinya merogoh kocek sendiri. Sebagai wirausaha mandiri dirinya juga mendapatkan pinjaman dari Bank.

Namun dia selalu menerapkan prinsip tidak boleh lama- lama. Hutang modal segera dikembalikan dari perputaran uang. Tetapi Fadilah tidak menyarankan meminjam uang di Bank. Apalagi kala itu bunganya masih diatas rata- rata sekarang.

Berjalan waktu pihak Pemerintah Daerah mulai memperhatikan. Fadhilah ditawari mengikuti aneka pameran oleh Disperindag Surabaya. Ia sering diajak pameran ke luar pulau, dari situlah pesanan datang mengalir terus. Dia pernah mendapatkan pesanan terjauh dari Aceh sampai ke Papua.

Walaupun berhasil menjual sampai ke penjuru Indonesia. Fadilah tidak berencana membuat outlet untuk jualan. Penjualan produknya fokus menjual di minimarket, supermarket, dan hypermarket. Dari berjualan tersebut memang tidak mudah. Setiap corong marketing selalu memiliki kelebihan dan kekurangan.

Dia menyebut seperti pihak supermarket atau hyper market bayar tunda. Makasudnya dia hanya akan dibayar jika penjualan laku. Keuntungan brand awareness bagi Fadhilah untuk semakin laris manis. Dia mengatakan brandnya semakin dikenal, mudah dijual ke tempat- tempat lain diluar jangkauan.

Fadilah mengatakan penjualannya dibantu ketiga anaknya, dan 27 karyawan yang juga termasuk adik- adiknya. Di tahun 2011 jangkauannya mencapai ke Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Untuk orderan paling ramai yakni ketika lebaran, dalam 10 hari menghasilkan Rp.100- 200 juta.

Produknya dibernama Syafrida diambil dari singkatan  ketiga anaknya. Untuk kacang mete mejadi camilan paling laris, tidak hanya habis di lokal tetapi juga terjual sampai Selandia Baru. Saban harinya dia mengolah tidak kurang 1 kuintal, yang bahan- bahannya dipasok oleh petani lokal.

Tidak berhenti di camilan kacang atau kerupuk. Wanita 66 tahun ini masih aktif berkreasi mencipta olahan baru. Sebut saja rangginan bikinannya yang menjadi oleh- oleh wajib. Dikemas lebih modern pengusaha wanita ini yakin mampu mengikuti jaman.

Untuk mendungkung bisnis ke depan dibukalah satu toko. Dia membuka toko yang terletak di Jalan Ngegel Surabaya. Ia pun tidak berhenti hingga rangginan buatanya dikenal masyarakat. Walaupun tidak mudah hasilnya menjadikan rangginan produk nasional.

"Saya dulu bangun dan sampai sekarang mengelola ini sendiri. Karena, mulai dari dulu saya membangun, tidak ada fasilitas seperti sekarang ini," tuturnya.
Ia mengakui usahanya tidak selalu mulus seperti ini. Masalah utamanya ialah tidak mudah mencari sumber daya manusia. Tidak mudah pula selalu menyediakan bahan baku sesuai pesanan. Berkat usahanya ini dia mampu menguliahkan anak- anaknya.

Ke depan wanita berkerudung ini hanya ingin mewariskan. Bukan berbentuk uang, tetapi usaha dan semangat wirausaha bagi anak dan cucunya kelak. Ia menambahkan bahwa usaha harus membangun keluarga kita. Selain itu juga yang mampu membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain ke depan.

Sabtu, 12 Januari 2019

Membangun UKM Gado- Gado Eksport Sampai Tiongkok

Profil Pengusaha Chrsant Candra Putra


ukm gado gado ekspor
 
Definisi pengusaha muda melekat Chrsant Candra Puspa. Wanita yang membangun UKM gado- gado export sampai Tingkok. Dulunya dia memulai usaha UKM kerajinan eceng gondok. Jadi bagaimana kisahnya bermula. Beberapa tahun yang lalu dia sama tidak menyangka akan menjadi pengusaha.

Bayangan menjadi pengusaha muda tidak terlintas. Awalnya Chrysant bekerja sebagai pegawai biasa di perusahaan, Surabaya. Iseng- iseng dia mengikuti pelatihan membuat kerajinan eceng gondok. Tepatnya di Gunung Anyar bersama kelompok tani setempat. Tidak ada perasaan enggan ketika wanita ini memulai belajar berwirausaha.

Chrsant beberapa kali mengikuti pelatihan tersebut. Kemudian pengusaha muda ini mempraktikan itu sendiri di rumah. Satu tahun memperdalam pengetahuan akan kerajinan eceng gondok. Barulah dia berani memasarkan kerajinan buatannya sendiri.

Kapan dia membangun UKM gado- gado export sampai Tingkok. Perjalanan Chrsant masih berlanjut dengan eceng gondok. Pengusaha muda asal Surabaya ini mulai memasarkan produknya. Yang mana meliputi aneka vas bunga, tempat sampah, tas, hingga wadah antaran untuk pernikahan.

Pengusaha Muda Gado- Gado

Chrsant orangnya tidak pernah puas akan pencapaian. Alhasil dia kembali mengikuti aneka pelatihan kembali. Produk buatanya kini sangat dikenal masyarakat luas. Pelatihan juga menjadi caranya untuk memasarkan. Bahkan sesekali turis Jepang datang untuk membawa produknya pulang.

Mereka datang ke rumah sekaligus workshopnya "Dana Diana", di Rungkut Manunggal, Surabaya. Ia mengaku usahanya memiliki omzet mencapai Rp.25 juta. Uang tersebut lebih besar dibanding yang didapatkan ketika bekerja. Bahkan mampu memberdayakan tujuh ibu rumah tangga sebagai pegawai.

Menjalani wirausaha memang bukan perkara mudah. Tetapi menyenangkan jika anda sudah berani mendalami. Sekalinya anda sukses maka bisa berlanjut usaha lainnya. Chrsant tidak sendiri ketika memilih berusaha kembali. Dia membuka usaha baru yakni UKM gado- gado yang laris manis.

Bermula dari kesukaanya akan makanan tradisional. Seperti gado- gado yang rasanya enak, tatapi itu belum dieksplor lebih lanjut. Kebetulan wanita 32 tahun ini memang jago memasak termasuk sambal gado- gado. Itulah kenapa dia membuat usaha gado- gado yang dikemas siap diantar.

"Saya kan punya warung gado- gado di rumah. Ternyata banyak orang yang bisa bumbu yang saya buat enak," ia menjelaskan alasannya.

UKM gado- gado yang kemudian diberi nama Gutde. Yang dipasarkan di Surabaya sampia ke luar kota. Pengalaman pertama mengemas ini bukan perkara gampang. Percobaan pertama dia memakai kemasan plastik biasa. Tetapi lama kelamaan rasa bumbunya malah berubah seperti rasa kemasan itu.

"Saya bungkus plastik ternyata gagal," terangnya, rasa bumbu malah tercampur dengan rasa kemasan itu.

Ibu dua anak ini terus mencoba mengutak- atik kemasan. Aneka cara dilakukan sampai menemukan satu kemasan yaitu alumunium foil. Istri dari Sholeh, kemudian mengemas bumbu gado- gadanya dengan alumunium foil, yang kemudian dikemas lagi dengan kerta karton.

Hasilnya bumbu gado- gadonya tetap enak meski disimpan lama. Untuk pemasaran cukup lewat media internat, dari sosial media Facebook dan Instagram, dan juga melalui chat lewat BBM dan WA. Produknya tidak hanya dijual di Surabaya, juga dikirim ke Malang, Kediri, Bogor, dan Jakarta.

Pernah mendapatkan pesanan dari Tiongkok tetapi belum jadi. Kenadala utama ya perijinan daripada gagal mending tidak perlu. Untuk sementara memperluas pasar dalam negeri melalui Facebook. Satu catatan bahwa dia sekarang sibuk menjadi pembicara dan masih berjualan kerajinan eceng gondok.

Selasa, 27 November 2018

Wanita Berbisnis Tas Motif Aceh Menembus Pasar Ekspor

Profil Pengusaha Nailatul Amal


tas aceh ekspor ke luar negeri
 
Siapa sangka tas motif Aceh nya menembus pasar ekspor. Dulu Nailatul Amal hanya memproduksi sedikit. Bisnis tas memang tidak mudah apalagi banyak pemain. Ia ingat betul bagaiman sukarnya, menawarkan tas produksinya kepada masyarakat.

Meskipun sukar tidak menyurutkan warga Desa Rayeuk, Kec. Nisam, Aceh Utara ini. Sekarang tidak hanya dipasarkan di Aceh, tetapi Sumatera, Jawa, dan luar negeri. Nailatul mengeskpor ke Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura.

Ke depan bahkan menyasar ke Norwegia, Spanyol, dan Denmark. Awal mula, tahun 2006, Nailatul sudah mulai  berbisnis namun tidak mudah. Pasang surut dia menjalankan bisnis tas motif Aceh, dia sama sekali tidak takut menghadapi persaingan produk yang sama.

"Saat itu saya hanya membuat manik- manik untuk jilbab yang biasa dipakai dan disukai konsumen," kenang pengusaha ini, yang tetap bekerja sambil berwirausaha.

Wirausaha tas merupakan satu bentuk passion baginya. Tidak mudah tetapi dia bertekad menjalankan, apapun resikonya sambil tetap bekerja.Tahun 2009 produknya mulai dilirik banyak pembeli. Waktu itu dia mengirim ke Medan, Sumatra Utara.

Pengusaha Wanita Berbisnis Tas Motif Aceh

Bisnis tanpa nama tempat produksi tas milik Nailatul. Kini, nama Syirkatunnisa menjadi produk khas ekspor, ia memulai memproduksi dari sudut rumahnya. Dari mengerjakan semua sendiri, pengusaha wanita ini mampu mempekerjakan sekitar 30 orang pegawai, memproduksi ratusan tas untuk dijual.

Ia juga pernah merasakan rugi sebelum laku. Nailatul ingat bagaimana tidak lakunya tasnya ini. Mungkin karena tas motif Aceh masih awam. Dibanding tas- tas bermotif batik yang sudah di pasaran. Namun, kini, dia berbangga hati karena tas nya sampai ke Amerik Serikat.

Pasar menyukai tas etnik bermotif khas Aceh tersebut. Perusahaan kecil miliknya memproduksi tidak kurang 3000 buah. Pasarnya dijual baik di dalam negeri maupun luar negeri. Untuk sekarang ini dia menambahkan justru pesanan terbanyak datang dari Amerik Serikat.

Pasar Amerika meminati produk tas besar dan dompet. Amerika memberikan prospek besar baginya sekarang. "Alhamdulillah, permintaan besar. Bu Iriana Jokowi juga pernah beli tas dan kain di sini tahun lalu," bangga pengusaha ini kepada pewarta Detik.com.

Disini di rumah tanpa plang nama mempekerjaka ibu rumah tangga. Produksi bukan sekala dalam negeri, tetapi sudah pangsa pasar ekspor. Omzet perbulan menyentuh Rp.250 juta sampai Rp.400 juta. Paling ramai kalau masuk tahun baru, natal, valentin, dan paskah.

Wanita yang akrab dipanggil Mi Cut ini, menjelaskan apa itu motif Aceh. Menurutnya tas ini berbasis bahan bordir. Motifnya khas mengandung perpaduan Arab dan India. Produknya bermacam- macam tas dari kecil sampai besar, dari tas keong sampai koper, diproduksi oleh Mi Cut.

Dia memafasilitasi masyarakat lokal. Harganya dari 10 ribu sampai 350 ribuan dinamis. Ia berharap pihak pemerintah memperhatikan UKM seperti dirinya. Karena kita tau UKM memberikan dampak yang besar. UKM mengurangi pengangguran dan mengurangi kriminalitas di jalanan Aceh.

Suksesnya Mi Cut ternyata memili cerita lain. Soal marketing dia menambahkan tidak spesifik dalam promosi. Intinya mengutamakan kualitas desain dan pelayanan. Mengikuti acara pameran menjadi satu cara dia menjalankan bisnisnya, itupun tidak memaksa harus menjual banyak.

Baginya produk dapat tampil menarik perhatian orang. Lewat pameran internasional akan membuka celah ekspor. Disamping itu menjalankan perbaikan- perbaikan lagi. Sambil nanti akan menyiapkan kapasitas produk.

Selasa, 20 November 2018

Toko Online Sepatu Wanita Mimpi Pengusaha Muda

Profil Pengusaha Resty Lestari


kisah pengusaha muda pemilik real inc
 
Mimpi pengusaha muda ini ingin memiliki brand sendiri. Sebuah toko online sepatu wanita yang menjual produk bikinan sendiri. Resty Lestari sudah memulai usahanya sejak 2009 silam. Dimana dia mulai dari menjual produk ke teman- temannya sendiri di Kampus.

Prospek bisnis fashion tumbuh berkat sosmed. Munculnya influencer fashion menambah prospek. Tak ayal usaha Resty berkembang pesat mengikuti arus. Brand bernama Real Inc mampu bertahan, bahkan berkembang berkat tumbuhnya sosmed, yang sangat diperhitungkan.

Bayangkan sebulan dia mampu mengantongi omzet ratusan juta. Pasalnya bagi wanita satu pasang sepatu saja tidak cukup. Sekali posting bisa menempel aneka produk, tidak terkecuali sepatu yang kemudian ditarget brand Real Inc.

Mimpi Toko Online Sepatu Wanita


Bagi seorang fashionista keseharian merupakan pilihan. Tidak boleh monoton dari ujung kepalanya hingga ujung kuku. Dari bisnis hijab sampai sepatu Resty berjalan maju. Berapa banyak sepatu yang dimiliki seorang fashionista.

Kemudian berapa banyak pasang sepatu seorang influencer. Pastilah mereka membutuhkan lebih dari satu sepatu. Untuk OOTD artinya Outfit of The Day, maka brand Real Inc menawarkan produk lokal, kelebihan perusahaan milik Resty adalah dibuat berdasarkan pesanan.

"Pertama kali saya memasarkan jasa ini kepada teman- teman kampus saya melalui buku katalog yang dibagikan," kenang Resty.

Mahasiswi sebuah Universitas Swasta di Jakarta, yang menawarkan layanan jasa pembuatan sepatu dengan custom. Ada berbagai model jadi jangalah khawatir buat pembeli. Karena custom maka toko online sepatu wanita ini memberikan bermacam ukuran sepatu.

Sejak 2012 dia mulai menyiarkan produknya melalui BBM. Dari broadcast BBM lah toko online sepatu wanita miliknya berkembang. Awal dia menjajakan ke para teman, keluarga, dan siapapun yang terdekat.

Pesan berantai ini kemudian menjadi viral dan menyebar pesat. Darisana Resty kebanjiran orderan untuk custom sepatu. Mampu menggaet lebih banyak pelanggan online dari sini. Ketika sosmed mulai ramai kembali, dengan munculnya Twitter maka Resty punya ide membuat brand sendiri.

Inilah awal mula Real Inc "Saya beri nama (brand sendiri) dan nama Real Inc lah yang saya pilih," ia menambahkan. Pengusaha muda ini memasarkan melalui Twitter produk miliknya. Modal toko online sepatu wanita miliknya hanyalah Rp.3 juta saja.

Pengusaha Muda Membangun Brand


Apakah modal segitu besar, ternyata hasilnya berpuluh kali lipat dibanding harapan. Dia mampu mengantungi Rp.70 juta dari transaksi. Omzet perbulan Real Inch semakin menunjukan perbaikan. Rata- rata mengantungi omzet Rp.20- 30 jutaan, dan naik tajam ketika Ramadhan atau tahun baru.

Omzetnya mencapai Rp.60- 70 jutaan dari penjualan sepatu. Menurut Resty masalah utama bisnis ini ialah proses pembuatan. Ya karena dibuat custom dan handmade, dibutuhkan waktu tertentu hingga satu produk jadi.

Sekitar 12 pengrajin membantu Resty menjalankan Real Inc. Ia tinggal mengontrol, dan menganalisa kepuasan konsumen. Hasilnya bagus karena kualitas selalu terkontrol olehnya. Pembuatan sepatu itu mulai dari pola, pengaplikasian bahan baku, jahit, pengeleman, mecentak dan penyelesaian.

Proses dilakukan dengan baik tanpa mengeluh. Pengusaha muda ini juga menyediakan produk yang sudah siap pakai. Siap kirim dan siap pakai oleh konsumen tanpa menunggu dulu. Meskipun sudah dikenal dia mengakui masih banyak perlu dikembangkan ke depan.

Pemasaran sekarang melalui Twitter dan Instagram. Ia juga membuat webstore atau toko onlinenya sendiri. Kedepan dia ingin membangun toko offline, dimana orang dapat mencoba dan membeli itu langsung tanpa lewat koneksi.

Entrepreneur Cilik Leanna Archer Minyak Rambut Miliaram

Profil Pengusaha Leanna Archer


entrepreneur cilik amerika

Siapa sangka gadis ini entrepreneur cilik bernilai miliaran. Wajah polos Leanna Archer tidak akan membuat kita menduga. Bahwa dia sudah menjalankan entrepreneurship sejati. Jangan salah, semua tentang menilai orang dari cover tidak berpengaruh, karena kini dia orang termuda di Nasdaq.

Sebuah buku tak lagi terlihat seperti sampulnya sekarang. Sebuah keyakinan ada pada diri sendiri. Leanna berani membuka perusahaan sendiri hingga sampai ke bursa saham NASDAQ. Bagaimana dia memulai?

Dia hanya memulai dari rambutnya sendiri. Leanna yang masih terlihat seperti gadis pada umumnya, sangat senang bermain dengan anak seumurnya. Tetapi, ada yang berbeda dengan dirinya, di umur 15 tahun sudah berhasil mengerti bagaimana sebuah bisnis berjalan.

Dia memulai bisnis bermodal sebuah resep rahasia rambut milik neneknya. Leanna sudah sering memakainya, bahkan iseng menjualnya ke orang lain, di lingkungan sekitarnya. Adalah sebuah krim perwatan rambut sehat.

Karir Entrepreneur Cilik

 

Entrepreneur cilik ingin membuktikan, bahwa produk itu sangat ampuh melalui rambutnya sendiri. Rambutnya telah mendapat banyak pujian secara langsung oleh beberapa orang terdekatnya. Oleh karena itu pula rasa percaya diri Leanna meningkat.

Dia mulai menjual produk bermodal resep rahasia tersebut. Hingga akhirnya sebuah perusahaan lahir dari tangan kecilnya. Selalu begini, sebuah perusahaan akan selalu berjalan baiik, jika satu ruang lingkup terkecil keluarga mendukung, para pakar simpulkan ketika melihat kesuksesan Leanna.

Entrepreneur dan krim rambut membuatnya berbeda. Adalah berbeda dengan semua produk- produk kecantikan di pasaran. Dia menjual kepada teman, merambat ke kenalannya, hingga kini menjualnya untuk setiap orang secara online.

Mereka ingin mendapatkan rambut yang indah, maka krim Leanna solusi. Leanna kini berubah secara drastis dari seorang gadis polos menjadi seorang CEO termuda di perusahaanya sendiri, Leanna.Inc. Apa itu Leanna.Inc? Ini sebuah perusahaan bermodal resep keluarga.

Perusahaan tersebut menjual aneka produk kecantikan alami. Mereka menjual dari perawatan rambut hingga perawatan kulit dari resep rahasia. Leanna.Inc oleh entrepreneur cilik, mampu berkembang jauh melebihi harapan sebuah krim rambut.

Perusahaan terus menawarkan variasi produk terbaiknya beserta sebuah exclusivitas sebagai produk alami. Mereka juga tidak berhenti berinovasi. Ini tidak seperti membeli celana jean yang bisa dibuat siapa saja dari model hingga bahan.

Ya, kita hanya akan menemukan produk Leanna di tempat- tempat tertentu serta via online. Testimoni bukti culup datang dari Leanna sendiri dan keluarga. Berapa besar bisa didapatksn oleh seorang gadis berumur 15 tahun, kita mungkin akan terkejut dengan nilai bisnis ini.

Leanna mampu menjual produk larisnya mencapai pendapatan $100.000 pertahun. Jika dirupiahkan, Leanna akan mendapat nilai Rp.900.000.000 per- tahun. Ini sebuah pendapatan yang super besar bagi seorang anak 15 tahun. Yang menarik ketika penulis berkunjung ke toko onlinenya.

Itu sangatlah sederhana. Dan, coba tebak, seluruh keluarga aktif dalam bisnis termasuk jadi model produk. Meski sukses berbisnis sendiri, dia tak lantas lupa berbagi bagi sesamanya.

Sebagai bentuk kasih sayang khas anak seumuran. Hati seorang anak yang penuh ikhlas dari dalam. Sesuatu jarang dilakukan oleh entrepreneur Indonesia tanpa adanya imbalan apapun bahkan seorang entrepreneur tua.

Mana mungkin gadis 15 tahun mengambil keuntungan dari kegiatan sosial, kan? Disini murni kepedulian saja jelas kami.

Leanna juga aktif membantu anak- anak di Haitian, untuk mereka membangun sekolahnya sendiri. Melalui Leanna Archer Education Foundation, dia selalu memastikan setiap anak bisa bersekolah dengan baik dan hasilnya dari setiap penjualan produk.

Seperti orang bilang kebaikan akan dibalas dengan kebaikan. Dan kebaikan merupakan kesuksesan yang terus berlanjut. Apa didapat oleh produk menjadi bernilai lebih jika dikembangkan. Untuk satu produk ekslusip, inilah mengapa Kolonel Sander getol mencari resep terbaik untuk ayamnya. 

Orang senang membeli produk premium tetapi lebih menarik produk eklusip. Inilah kekuatan resep keluarga Leanna dimana pembuktianya telah dibuktikan sendiri.

Selasa, 06 November 2018

Profil Dea Valencia Pengusaha Cantik Batik Kultur

Profil Pengusaha Dea Valencia


batik kultur dea valencia

Bagi kamu yang baru lulus kuliah pasti akan merasa minder. Profil Dea Valencia, adalah gadis manis yang sukses besar meskipun baru berusia 19 tahun. Jika pendapatan kamu per- bulan cuma beberapa juta, pengusaha cantik ini punya miliaran rupiah yang dihasilkan.

Apa rahasianya? pengusaha cantik Dea Valencia, umurnya baru 19 tahun, tetapi berkat ketekuna di dunia bisnis batik, sukses dan mampu mengharumkan nama Indonesia. Diberinya nama bisnis batik budaya, Batik Kultur, kisah batik lawas yang dipadu- padankan.

Dea pun tak segan berbagi kisah bagaimana dan kapan usahanya ini berjalan. Sejak usia 16 tahun Dea sudah memiliki ketertarikan terhadapa pola batik. Namun, ketidak mampuannya membeli batik sendiri membuatnya memutar otak.

Dea lantas membuka- buka kembali lemari, menemukan batik- batik lawas yang mungkin tak sesuai lagi. Batik- batik lawas yang sudah mulai rusak atau mungkin tak cukup lagi dipakai. Batik- batik itu dibentangkannya lalu dipotong- potong.

Pengusaha Muda Batik Kultur


Ia mulai menggunting sesuai pola yang ia sukai, dan membordirnya. Ia ciptakan pakaian dengan hiasan batik lawas berbordir tadi. Baginya batik lawas bukanlah barang buangan. Bukan untuk orang simpan saja di dalam lemari.

"Ini pakai batik lawas yang udah lama disimpan di lemari misalnya. Kan sering rusak, entah dimakan ngengat ataupun bolong kena banjir. Ya nggak bisa disimpan lagi kan? Makanya itu saya gunting-guntingin, misalnya bunga- bunganya," pengusaha cantik ini bercerita. 

"Nah dari situ saya bordir dan digabung dengan kain lain," ungkap Dea untuk situs beritasatu.com di acara Wirausaha Muda Mandiri, Istora Senayan, Jakarta Pusat.

Ternyata dari pola- pola itu terbentuklah pakaian baru. Inilah cikal- bakal Batik Kultural. Awal produksinya, Dea hanya membuat 20 potong pakaian. Kini? Ada 800 potong Batik Kultur yang dipasarkan per bulannya.

Dengan harga antara Rp 250.000 - 1,2 juta, nilainya setara Rp 3,5 M per tahun atau Rp 300 juta per bulan. Dia benar- benar memulai usahanya dari nol. Bahkan dia sendirilah yang menjadi model dadakan untuk Batik Kultur.

Kebetulan gadis cantik dan manis ini memang cocok jika menjadi model profesional.

sejarah batik kultur

Dea yang membuat desain setiap produknya sendiri meski ia mengaku tak bisa menggambar. Kemudian ia bergaya di depan kamera memakai produk miliknya sendiri.

"Desainernya saya sendiri padahal nggak bisa gambar. Imajinasi. Saya ada satu orang yang diandalkan, kerja sama dengan saya. Apa yang ada di otak saya transfer ke dia untuk dijadikan gambar," kata Dea.

Prinsip yang dipegangnya sangatlah menarik dan patut dicontoh. Dia mengaku tak akan menjual produk yang dia tidak suka. "Kalau sudah jadi pasti saya bikin prototype ukuran saya sendiri. Saya coba, saya suka apa enggak? Karena saya nggak mau jual barang yang saya sendiri nggak suka.

Jadi barangnya itu kalau dilihat tidak terlalu nyentrik, lebih seperti pakaian sehari-hari," imbuh gadis asli Semarang.

Tak berhenti di Batik ia mulai merambah kain tenun ikat. Meski lebih sulit, dia tak gentar bahkan rela datang ke pusatnya di Jepara, tepatnya di Desa Troso yang merupakan sentra tenun ikat. Jika dulu membeli beberapa meter kain, kini membelian tak kurang dari 400 meter tenun ikat.

Sebagai alumni program studi Sistem Informasi Universitas Multimedia Nusantara, Dea paham betul kekuatan internet untuk pemasaran. Batik Kultur 95 persen memanfaatkan jaringan internet dalam urusan marketing.

Karena tidak punya pengalaman membatik, ia mulai belajar membatik sambil jalan katanya. Jujur dia tidak memiliki latar belakang membatik. Dia juga bukan dari keluarga pembatik atau punya usaha batik. Ini semua karena hobi dan kecintaan akan dunia budaya batik ini.

"....kecintaan saya terhadap batik Indonesia, yang ditularkan dari ibu saya. Dan juga, keinginan saya untuk mengoleksi batik yang bagus-bagus, tapi enggak ada uangnya," kata Dea mengawali ceritanya.

Dari sekedar menggunakan batik lama yang didaur ulang, Dea kini punya bengkel sendiri. Sebuah bengkel yang terletak di kawasan Semarang, Jawa Tengah. Saat ini, ia tengah menyiapkan pembangunan butiknya.

"Mayoritas produk (harganya) Rp 400.000-Rp 600.000," imbuhnya. Batik- batik ini kemudian dipasarkan ke luar dan dalam negeri dengan usaha sendiri atau pemerintah, tepatnya dari Kementrian Perdagangan dan Dewan Kerjinan Nasional (Dakernas).

Pengusaha Muda Batik Kultur


Pelanggannya saat ini tersebar di seluruh Indonesia maupun luar negeri yang mayoritas pembelinya dari daerah Jakarta untuk Indonesia. Untuk luar negeri, jangkauannya sudah bisa sampai ke Australia, Amerika Serikat, Inggris, Norwegia, Jepang, Belanda, Jerman, dan banyak negara lainnya.

Saat memulai usahanya itu, Dea hanya bermodalkan sekitar Rp 50 juta. Kini, setiap bulan ia mampu memproduksi sekira 800 potong pakaian batik. Upah karyawannya dihitung dengan sistem harian dan dibayarkan setiap bulan.

Dea fokus menjalankan online marketing. Dia  menjadikan Facebook dan Instagram sebagai katalog dan media komunikasi dengan konsumennya. Dari online, referensi Batik Kultur akhirnya menyebar dari mulut ke mulut. Integrasi dunia maya dan dunia nyata menyukseskan bisnis Dea.

Bukannya tanpa hambatan bisnis yang dikerjakannya. Pengusaha muda ini pernah berhenti produksi dan depresi selama berminggu- minggu karena satu masalah hak paten.

"Hambatan... dulu pernah masalah di hak paten. Sebenarnya dulu namanya bukan Batik Kultur by Dea Valencia tapi Sinok Culture," terang dia.

Tapi waktu diurus nama merek ternyata sudah ada yang pakai merek Sinok. Dea Valencia sempat stress selama seminggu. Karena nama Sinok sangat berarti buat dirinya pribadi. "Sinok adalah nama panggilan saya sejak kecil," tutur Dea.

Melihat segala pencapaian Dea sekarang pantaslah kita mengapresiasi. Sulit bagi kita mempercayai bahwa sukses batik ini ada ditangan seorang gadis 19 tahun yang kini telah lulus menjadi sarjana komputer.

"Saya dulu nggak tahu kenapa sama ibu 22 bulan udah disekolahkan. Umur lima tahun udah masuk SD. SMP dua tahun, SMA dua tahu. Jadi itu 15 tahun masuk kuliah. Tiga setengah tahun kuliah, jadi umur 18 udah lulus," jelas Dea.

Meski masih muda dan memiliki pendapatan miliaran rupiah, Dea tak melupakan lingkungan sekitar. Menarik jika mendengar pengakuan Dea tentang beberapa karyawannya. Dia sengaja mempekerjakan mereka yang kebutuhan khusus.

Pertimbangan bahwa kesukses dirinya adalah milik sosial. Enak penjahitnya merupakan tuna rungu dan tuna wicara. Menarik jika dilihat ternyata mayoritas yang dipekerjakan di Batik Kultur adalah mereka yang memiliki keterbatasan fisik.

Bisnis yang dimulai tiga tahun silam telah memasuki semester ke 4. Hingga saat ini Dea telah mempekerjakan 36 karyawan, kebanyakan warga sekitar jebolan dari LPATR (Lembaga Pendidikan Anak Tuna Rungu) kejuruan jahit.

Ada juga beberapa  pegawai Dea yang lulusan RC Jebres, Solo, sambung Dea. Mempekerjakan tunarungu menjadi cerita sendiri bagi perjalanan usaha Dea.

Terlebih lagi, para tunarungu itu bekerja di bagian jahit dan potong, meskipun kebanyakan dari mereka telah mendapatkan pendidikan kejuruan jahit. Memang menjadi tantangan tersendiri baginya ketika memilih mempekerjakan mereka.

Namun dengan beberapa penyesuaian mereka mampu bekerja sama. Masalah komunikasi bisa dia akali lewat media tulis.

Dea lantas berkisah salah satu karyawannya bernama Ari. Kali pertama bekerja di batik Dea, waktu itu usia Ari baru 17 tahun. Jarak rumahnya yang cukup jauh dari workshop membuat Ari memilih memakai angkot atau menaiki sepeda onthel tiap kali bekerja. S

ekarang, lanjut Dea, Ari sudah mampu mencicil motor sendiri. "Pertama kali lihat Ari naik motor baru yang dia sangat sayangi, ada perasaan yang tidak bisa tergambarkan," ucap Dea. Kemudian ada kisah tentang Mbak Tumisih, yang tangannya hanya sampai siku dan kaki sampai lutut.

"...memiliki semangat yang sangat saya kagumi," kata dia.

Dia menceritakan, mulai dari makan, melepas jahitan, menulis, memasukkan benang ke dalam jarum, hingga mengirim SMS, dia bisa melakukannya sendiri. Demikian juga dengan Sriwat, gaji pertama Sriwati yang didapatnya dari Dea seluruhnya dikirimkan ke sang ibu yang berada di desa.

"Selain untuk membalas budi kepada ibu, Mbak Sriwati juga ingin membuktikan apabila bisa bekerja dan menghasilkan seperti yang lainnya," ujarnya.

Terakhir, ia sangat mengapresiasi tindakan pemerintah yang telah melakukan pembinaan terhadap mereka melalui Balai Besar Rehabilitasi Sentrum Bina Daksa (BBRSBD/RC) Jebres, Solo. Beberapa pegawai Mbak Sriwati, Mbak Tumisih, dan Mbak Nikmah diberikan pengarahan dan pendidikan.

Senin, 29 Oktober 2018

Kopi Luwak Lanang Pengusaha Theresia Deka Putri

Profil Singkat Theresia Deka Putri


kopi theresia deka putri

Pengusaha Theresia Deka Putri, umur 27 tahun, memulai debut di dunia wirausaha cuma bermodal kepercayaan akan peluang. Dia yakin bahwa kopi, terutama jenis kopi luwak, mampu mengantarnya ke pintu kesuksesan.

Awal mulanya menjadi tenaga pemasaran kopi eceran. Ia lantas bertekat membangun bisnis sendiri. Dia lantas mulai belajar menjadi seorang ahli kopi otodidak. Di tahun 2007, bermodal sekitar Rp. 200 juta, Putri bulatkan mengerjakan bisnis kopi luwak.

Targetnya ialah konsumen berkantong tebal yang doyan kopi kelas premium. Memulai usaha dari nol, ia bermodal pengalaman memasarkan kopi dari warung ke warung sendiri. Dia mulai mengumpulkan informasi tentang kopi luwak.

Dia belajar sendiri sampai mempraktikan langsung. Melalui usaha CV. Karya Semesta, perusahaan kecilya mampu memproduksi tiga merek kopi sekaligus, yakni merek Kopi Luwak Lanang, Lanang Landep, dan juga Gajah Hitam.

Pengusaha Kopi Luwak Lanang


Mereka membuat bisnis pengolahan kopi sederhana tahun 2008. Karya Semesta mesangrai biji- biji kopi hanya dengan penggorengan terakota. Untuk alat penggilingan, modal awal, yaitu  perusahaan yang menggilingkan ke tempat- tempat yang menawarkan jasa penggilingan.

Perjalanan waktu, mereknya telah mampu merembah Kota Jakarta, Bali, hingga ke Makasar, dan diberbagai pasar lokal. Pasar luar negeri akunya merek Kopi Luwak Lanang sudah mampu masuk sampai ke Malaysia, Taiwan, Polandia, Inggiris, Korea Selatan dan Inggris.

Sebuah perjalanan sulit, namun ia telah berhasil sebagai wirausahawan wanita. Dia melalukan sendiri tanpa bantuan orang tua karena memang dia seorang yatim piatu. Dan, Putri sendiri memang sudah akrab dengan bisnis semenjak masih kecil, dari berjualan sepatu, pakaian, dan produk fasion lain.

Waktu itu, dia menarget pasar sekitarnya, menjual produk fashion ke teman- temanya terdekat dulu. Tahun 2000 -an, dia telah masuk pasar makanan minuman seperti teh dan kopi. Selepas itu ia mulai mendapatkan kepercayaan dari perusahaan menjadi pimpinan tim.

Dia berkeliling sekitar Jawa Timur memasarkan produknya.

"Saya ikut berkeliling- keliling dari warung ke warung menwarkan berbagai macam produk minuman," ucapnya mengenang. 

Kegigihannya menghasilkan sesuatu, dia mengaku mulai mengerti soal aktifitas pasar dan peluang- peluang di dalamnya. Banyak kompetitor dari bisnis minuman, menandakan semakin besar peluang pasarnya. PengusahaTheresia Deka Putri menjelaskan bahwa masih ada peluang bisnis kopi.

Putri selalu berpikir tentang menciptakan produk sendiri. Tanpa mengandalkan perusahaan supplyer. Dia ingin memiliki kebun sendiri, dan juga luwak sendiri. Relasi kuat menjadi andalan memastikan mereknya tetap berjaya.

"Dari pemilik warung, saya memahami selera kopi yang digemari konsumen. Itu pengalaman berharga." jelas Putri

Dia telah memiliki kebun sendiri sebesar empat hektar. Namun kebutuhan semakin meningkat saja, hingga akhirnya Putri urung melepaskan supplyer. Dia menjalin kemitraan dengan para petani kopi di kawasan Bondowoso dan Malang.

Meskipun punya produk sendiri, dia tetap menjajakan produk lain dari perusahaan lain. Ia melakukan itu sebagai upaya memberikan variasi produk CV. Karya Semesta. Setelah resmi setahun perusahaan beroperasi telah memproduksi dan menjual produknya sendiri.

Pada 2011, Theresia Deka Putri menghasilkan omset Rp. 1 miliar pertamanya. Tahun lalu Putri telah sukses bisa memenuhi 90% dari target dengan omzet Rp 1,6 miliar yang dipatoknya.

"Ada saja tantangannya. Tapi ibarat manusia, kita tidak bisa mengarahkan angin, tetapi masih bisa mengarahkan layar. Ini yang saya lakukan untuk orang tua, mungkin mereka di sana (surga) bisa melihat saya sukses disini," tutur Putri.

Kunci sukses ada di aneka pasar ditarget. Putri telah memiliki segementasi luas di tiap produknya. Tak lagi fokus kepada kelas premium lagi. Yaitu Gajah Hitam memiliki segmen kalangan menengah bawah dari warung ke warung.

Pengusaha Kopi Luwak Lanang Premium


Dua merek lain, Luwak Lanang dan Luwak Landep dipilih menjadi produk kelas premium, yang ikut menyasar penikmat kopi menengah atas. "Kopi Luwak Lanang selalu habis dipesan orang dari luar negeri," ujarnya.

Sesuai namanya, Luwak Lanang merupakan produk premium berasal fermentasi biji kopi dari luwak jantan. Hal tersebut dimaksud memunculkan aroma khas. "Luwak jantan mengeluarkan enzim jauh lebih kuat dari betinanya."

Demikian pula Lanang Landep, Ia hanya menggunakan biji- biji kopi tunggal atau biji kopi lanang (pearl berry).

Biji kopi tersebut disortir secara ketat mencari di kumpulan biji kopi. Setiap bulan, perusahaan mengeluarkan berton- ton biji kopi. Luwak Lanang saja membutuhkan 1,6 ton biji kopi diproduksi. Ini semua berkat aneka pameran yang diikutinya setiap ada kesempatan.

Tak heran jika perusahaan miliknya mampu mendapatkan aneka penghargaan Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Meskipun begitu, Putri masih berpikir perusahaan butuh produk olahan baru, seperti teh.

Putri ingin menciptakan kesan lebih lewat kemasan, mengingat itu merupakan kunci sukses lainnya. Kini dia bahkan mempunyai alat pembuat kemasannya sendiri. Bertambah permintaan, ia melakukan berbagai hal agar memenuhi permintaan pasar.

Hasilnya, setiap bulan, ia memproses berton- ton biji kopi. Ia lalu mengemasnya sendiri. Produk andalan ya masih Kopi Luwak Lanang, darisana ia mengolah 1,6 ton biji kopi tiap harinya. Diluar itu ia mendapatkan puluhan ton untuk dioleh seperti penjelasnya kepada pewarta Kontan.

Setelah sekian lama berencana Putri pun mempunyai produk teh sendiri. Tercatat dia pemilik produk teh berlabel Gambung Tea. Wanita yang menyenyam pendidikan Manajemen ini tetap fokus paket produknya. Setiap saset dibuatnya semenarik mungkin.

Lebih dalam siapakah pengusaha Theresia Deka Putri sebenarnya.  Apa membangun mimpinya, jelas sosoknya merupakan seorang pekerja keras, yang sudah aktif berbisnis semenjak kecil. Ini bisa jadi satu catatan bagi kita.

Sedari sekolah ia sudah berjualan sepatu sendiri, baju, serta aneka produk fashion. Saat itu, seperti orang seusianya, pelanggan Putri hanyalah keluarga dan teman- teman sekolahnya. Di tahun 2002, tercatat ia merambah bisnis teh bermodal keyakinan dari salah satu produsen.

"Saya turut berkeliling dari warung ke warung untuk tawarkan bermacam product minuman itu," kenang wanita yang besar di Gresik. Kegigihan menjadikan koneksi kuat jaringan warung kopi di seluruh kawasan kota dan kabupaten lain di Jawa Timur.

Dulu di tahun 2008, Putri bermodal pemanggangan milik orang lain, yaitu memanggang bermodal penggorengan terakota lahirlah bisnis kopi. Hingga sebuah tempat penggilingan biji kopi, mau memberikan ruang bagi Putri menggiling sendiri.

Kamis, 18 Oktober 2018

Antara Karir Atau Bisnis Pengusaha Anita Feng

Profil Pengusaha Anita Feng


pengusaha spa anita feng

Apa yang terjadi jika harus memilih antara karir atau bisnis. Anita Feng mengajarkan bahwa hobi bisa menjadi bisnis. Menjalankan usaha berdasarkan hobi memang mengasilkan uang. Sambil terus mendalami hobi yang dimiliki juga menghasilkan.

Anita Feng hanyalah gadis biasa yang punya banyak rencana dalam hidup. Sebagai pengusaha muda, Anita Feng, yang kini berusi 31 tahun, telah menjalani masa mudanya hingga sukses sekarang. Dari muda usah berusaha hingga jadi pengusaha muda mapan.

Anita telah melewati banyak tantangan dalam perjalanan karinya. Ia pernah bekerja sebagai brand manager di sebuah perusahaan multi- nasional. Namun dia memilih menjadi pengusaha sepenuhnya. Kini, perlu kamu tau, dia menghasilkan omzet Rp.1 miliar dari bisnisnya.

Bisnis spa dan refleksi yang bernama Royal Garden Spa. Usaha yang dirintis sejak tahun 2009 telah menjadi tempat wanita memanjakan diri.

Anita Feng kelahiran Solo, 14 Juni 1981, dengan percaya diri merantau ke Jakarta. Ia mengejar pendidikan S-2, lulusan berprestasi Magister Management Prasetiya Mulya Business School (PMBS), meraih Dean’s List Predicate ber- IPK 3,62 pada tahun 2005.

Menjadi Pengusaha Muda Bisnis Spa


Meski memiliki pendidikan tinggi, bukan itu yang membuat dirinya hebat dimata kami. Karakter kuat yang melekat dalam diri menjadi bekal utama. Dia berhasil meraih sejumlah penghargaan perempuan inspiratif. Ia selalu menginginkan tantangan baru dalam bidang baru.

Memulai karir korporasi besar menghantarnya ke posisi tertinggi. Sudah tentu banyak tantangan, pengalaman, dan pelajaran berharga telah didapat Anita. Meski sukses dalam berkarir di korporasi, dimana dia menjadi manajer tetapi masih ada hal kurang dalam dirinya.

Masih ada ruang belum terisi di hati Anita. Seolah ingin mendapatkan satu dorongan besar untuk jadi entrepreneur atau wirausahawan.

"Saat saya mengikuti Young Caring Profesional Award, setelah presentasi, juri berkomentar, dengan passion seperti ini, mengapa tidak bikin usaha sendiri," paparnya

Komentar ini menjadi salah satu motivasi pertama Anita. Lantas bisnis macam apa dia ingin bangun sekarang. Anita pernah menjadi salah satu dari sembilan perempuan muda inspiratif ajang Young Caring Professional Award (YCPA) 2011.

Gelaran yang diadakan Martha Tilaar Group untuk kalangan wanita profesional muda berprestasi. Dari gelaran profesional muda, justru Anita Feng terpikirkan tentang berwirausaha. Inilah yang disebut kesempatan berdasarkan pengalaman.

Meski sudah berkecimpung di dunia korporasi, menjadi seorang entrepreneur itu perkara lain. Tak mudah baginya tiba- tiba jadi pengusaha setelah segala pencapaian di karirnya. Namun bukan Anita jika dirinya tak bekerja keras atas kemauannya sendiri.

Meninggalkan zona nyaman dari karyawan menjadi pengusaha muda. Saat ia tengah meniti "karir" sebagai pengusaha, justru ada tawaran bergaji tinggi. Meski begitu ia konsisten pada maunya. Ia fokus dengan apa yang disukai dan passion -nya ketika kita berbicara bisnis.
 

Membangun Bisnis Spa Sendiri


Sebagai wanita pastilah Anita menyukai dunia kecantikan. Spa dan refleksi merupakan bagian dari hidup wanita. Selain untuk kecantikan, spa dan refleksi juga menyangkut kebugaran. Menyenangkan diri sendiri ala wanita setelah bekerja melakukan rutinitas sehari- hari.

Sadar akan itu, ia memilih usaha spa dan refleksi yang juga dia sukai tersebut. Sering melakukan spa, ia jadi tau bagaimana keadaan pasarnya di luar sana. Meskipun tak bersentuhan langsung di karir sebelumnya, namun pengalaman sebagai brand manajer membantu.

"Dari sana, saya tahu kelebihan dan kekurangan tempat- tempat spa tersebut dan juga manfaatnya," jelas Anita.

Pengalamannya menjadi spa lover atau pencinta spa, membuatnya sadar akan potensinya. Agar tak gagal, ia langsung berpikir keras untuk menyuguhkan perbedaan. Dia bermodal pengalaman karirnya, kala itu tengah mencoba membangun brand -nya sendiri.

Ia menggabungkan treatment dari banyak spa yang pernah dikunjungi. Serta memberbaiki yang menurutnya kurang dari pelayanan mereka.

"Saya mencoba membuat tempat sepat yang menggabungkan berbagai treatment berkualitas sehingga menghasilkan manfaat yang besar untuk tubuh," ujarnya.

Usahnya dirintis pada Desember 2009, bermodal Rp.200 juta digunakan untuk membeli perlengkapan spa dan refleksi lengkap. Ia mengumpulkan segenap modal dari jerih payahnya sebagai pegawai. Meski kini dia sukses, ditelisik lebih dalam; ini bukan usaha pertamanya.

Ia juga mendirikan coffee shop. Namun, itu bukan usaha andalannya karena ia tak tau benar tentang itu. Rasa suka akan usaha itulah yang membuatnya jadi lebih condong ke usahanya kini. Satu yang menarik dengan prinsip hidupnya. Ia selalu yakin bisa menjalankan prinsip kewirausahaan.

Ketika kamu bertanya apa yang membuat dirinya begitu yakin menjadi entrepreneur. Dengan yakin ia berkata,"Kita sama-sama makan nasi; orang lain bisa, kita pun bisa; asal jangan menyerah. Kalau tidak pernah melangkah tidak akan bisa sukses," jelasnya memberi semangat kita.

Rencana apa pun bisa gagal, tapi kalau tidak bukan berarti tidak ada rencana sama sekali. Dia tidak akan mencapai impian tanpa dikerjakan. Jadi, revisi terus rencananya sampai berhasil, berani bangkit menghadapi dunia sebagai pengusaha muda.

Sabtu, 13 Oktober 2018

Bisnis Daur Ulang Kain Goni Dokter Gigi Jadi Pengusaha

Profil Pengusaha Madya P. Andang


bisnis daur ulang goni

Kisah dokter gigi jadi pengusaha UKM maju. Inilah kisah wanita bernama Madya P. Andang. Yang mana tidak takut jadi pengusaha. Untung puluhan juga bermodal uang Rp.1 juta. Tanpa perlu melepas status bisnis daur ulang kain goni inspiratif.

Bermodal satu juta menghasilkan barang daur ulang. Harga jual produk Madya hingga ratusan ribu. Ini berkat ketrampilan mengolah limbah. Doketer gigi jadi pengusaha sukses siapa takut. Ia meraup rupiah dengan daur ulang kain goni menjadi berbagai bentuk kerjianan, salah satunya tas.

Bisnis daur ulang CV. Regi's Indonesia, cukup mengambil konsep ramah lingkungan. Sesuai dengan program Go Green pemerintah, seperti yang dijelaskannya kepada pewarta VIVAnews di pameran Jakcraft 2013.

Ia menuturkan bahwa karung goni memang dipandang sebelah mata.  Kain ini biasa digunakan orang untuk karung buah, karung beras, bahkan menjadi alas kaki. Oleh sebab itu, Madya pun berinisiatif membuat karya seni dari limbah ini.

Cara Pengusaha Daur Ulang Kain Goni


"Saya ingin mengangkat kain goni menjadi suatu produk yang unik. Kain goni ini tidak banyak menjadi perhatian," ungkapnya.

Pada tahun 2011 lah, ia memulai bisnis ini dengan sekala rumahan saja. Dia mengaku modalnya tidak besar. Tidak perlu mengeluarkan kocek dalam- dalam. Bahan baku kain goni murah seharga Rp6.000 hingga Rp10.000 per- lembar.

Ditambah dengan alat- alat produksi berupa jarum jahit, benang, dan lem tembak. Ada juga bahan tambahan, yaitu kain perca seperti kain jins. Berinvestasi hanya pada alat- alat spesifik tidak sampai Rp.1 juta. Fokus dokter gigi jadi pengusaha ini membuat produk ramah lingkungan.

Modal itu digunakan berupa kerajinan tas, gantungan jilbab, alas kaki, bros, dan tempat tisu. Harganya pun bervariasi, mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. "Kalau bros, harganya Rp10.000. Kalau tas, ada yang harganya Rp50.000 sampai Rp500.000," paparnya.

Dia berhasil meraup untung hingga puluhan juta per- bulan dari bisnis barunya ini. Omzet per- bulannya ada mencapai Rp8 juta hingga Rp25 juta.

Tutorial Daur Ulang Kain Goni

Madya menjelaskan mula- mula kain goni dibersihkan, direndam semalaman, lalu dicuci. Kemudian direbus dengan api kecil.

"Lalu, diberi cairan desinfektan untuk menghilangkan bakteri," ujarnya.

Setelah itu kain tersebut dijemur hingga kering, disetrika, lalu dipotong sesuai pola diinginkan. Prosesnya itu cukup memakan waktu cuma dua hari. Dari mengerjakan semua sendiri, kini, dia meminta kain goni langsung dibersihkan oleh suplier dari Jember.

Meskipun begitu dia tetap mencucinya kembali agar bersih. Sekali produksi, lanjut ibu beranak dua ini, setidaknya membutuhkan sepuluh lembar kain goni. Dari sepuluh lembar itu, bisa tercipta lah sekitar empat puluh item.

Seluruh proses dikerjakan di kediamananya di daerah Tanjung Barat, Jakarta. Madya tidak sendirian, dibantu oleh tujuh orang karyawan tuna rungu. Sebenarnya tidak ada kendala berarti. Tentang komunikasi dengan karyawan cukup dengan isyarat tangan.

Wanita lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga ini, mengungkapkan masih membutuhkan fasilitas untuk bisnisnya utamanya dalam memasarkan produknya. Kesulitan dari bisnisnya adalah dia belum memiliki galeri sendiri.

Dia berharap ada yang mau meminjamkan galeri seni. "Saya belum punya galeri. Show room ada di rumah," ia menambahkan.

Usaha CV. Regi's Indonesia telah menembus pasar luar negeri. Akhir- akhir ini, produknya telah dipromosikan hingga ke China dan Dubai oleh Dinas Perdagangan DKI Jakarta. Ia juga menerima pesanan kerajinan tangan, baik untuk pribadi maupun suvenir.

Jika berminat, pembaca bisa berkunjung ke show room-nya yang berada di Tanjung Barat Selatan Kav. 16 A No. 12 A, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, atau bisa mengontaknya langsung lewat andangp6@gmail.com.

"Kalau bros, minimal pesan 300 item. Tas mukena minimal dua kodi. Ya, tetapi, sebenarnya tergantung item sih, asalkan ongkos kirim ditanggung pembeli," kata dia.

Kisah UKM Batik Cirebonan Ibu Yusrianah Raharjo Asli

Profil Pengusaha Yusrianah Raharjo


ukm batik cirebonan

Sukses Ibu Yusrianah Raharjo mencoba peruntungan di bisnis batik. Siapa sangka UKM Batik akan menghasilkan jutaan rupiah. Bahkan nilainya lebih karena berhasil ekspor. Tak main- main, ia yang fokus pada keindahan batik Cirebon, sudah bisa ekspor ke negeri tetangga.

Pengusaha wanita berusia setengah abad, yang mengaku kemampuan membatiknya sudah jadi turun- temurun. Utamanya tentang pengatahuan bagaimana mewarnai dan pemasaran dari sang ibu. Jadi beruntung disaat batik diakui dunia, Ibu Yusrianah Raharjo mampu unjuk gigi.

"Pembeli minta warna apa, saya selalu disuruh untuk membuatkan. Jadi, dari kecil, skill-nya sudah diajari," ungkap pemilik UKM batik Cirebonan ini.

Pengusaha wanita pemilik butik Yusri Batik, yang telah memulai usahanya sejak 1997, dengan modal kepercayaan dan kejujuran. Berbekal sedikit bantuan dari orangtua, Yusri lalu mengikuti pameran internasional di Yogyakarta.

UKM Batik Cirebonan Merambah Dunia


Saat itulah ketika produknya mulai dikenal orang. Ia mendapatkan bantuan modal Rp.20 juta. Setelah sekian lama dirinya berbisnis batik. Berbekal uang itulah dibeli bahan baku dan membayar ongkos para pekerja.

"Saya juga mendapat pinjaman dari Taspen sebesar Rp50 juta," ujar dia.

Yusri yang asli Cirebon sudah fasih tentang ragam batik daerah asal. Memang batik Cirebon dikenal akan corak batik yang digemari. Sebut saja batik populer macam Megamendung, Singa Barong, Panji Semirang, serta motif keraton Kasepuhan dan Kanoman.

Bahannya pun bervariasi dari katun, sutera, dan kain tenun. Soal warna ia menjelaskan selain pewarnaan alami juga secara kimiawi.

"Yang paling susah itu batik tenun. (Permukaannya) tidak halus seperti katun. Serat-seratnya bermotif dan selalu mbrenjol (menonjol)," kata pengusaha ini.

Proses pembuatan batiknya sudah sangat bervariasi. Ada yang butuh waktu beberapa hari hingga jadi, khususnya untuk jenis batik cetak. Ada pula yang membutuhkan waktu sebulan penuh khusus untuk batik tulis. Setiap bulang, Yusri Batik mampu menghasilkan ribuan helai batik.

Khusus untuk batik tulis ia mampu menghasilkan sekitar 100 helai, dimana setiap helainya mulai dari 2 meter hingga 2,7 meter. "Kalau itu, tergantung pesanan," katanya menjelaskan. Para pembeli pun tidak perlu merogoh koceknya dalam- dalam.

Mendesain Batik Cirebonan Sendiri


Yusri membanderol produknya mulai dari Rp100 ribu hingga Rp1,5 juta. "Kalau batik cetak, harganya Rp100 ribu. Tapi, ada juga yang Rp300 ribu dan itu tidak murni cetak: kombinasi tulis dan cetak. Terus, batik tulis itu Rp1 juta. Batik sutera itu Rp1,2-1,5 juta," tutur Yusri.

Selain desain yang sudah ada, Yusri Batik, juga menawarkan aneka batik desain sendiri. Kalo mau ditanya seperti apa kualitas batik milik Yusri. Cukuplah kita kembali ke tahun 2013 -an. Kala itu, ia menjadi salah satu pelopor batik bermotif ondel- ondel.

Dia memang bukan orang Betawi tetapi patut dilestarikan.

"Ini batik koleksi terbaru, akan jadi tren 2013. Kami menyebutnya batik ondel-ondel," ujarnya. Batik khusus Jakarta fokus pada aneka trademark kota Jakarta antara lain motif ondel- ondel dan tugu monas.

Ondel- ondel tersebut terlihat cantik, karena digambar lengkap dengan pakaian dan aksesori yang kerap digunakan ondel-ondel saat pentas. Selain ondel-ondel, ada gambar lain yang ditorehkan di atas kain batik tren 2013 tersebut.

Gambar tersebut tentu yang identik dengan Jakarta, yakni tugu monas dan kembang api. Sebab, biasanya jika ada pesta di Jakarta, nyala kembang api tidak bisa terpisahkan di dalam tradisi Jakarta sendiri.

Warna batik ondel- ondel pun cerah- cerah ebagai warna dasar misalnya, ada oranye, biru menyala, merah, hijau, dan warna-warna menyala lainnya. Sengaja dipilih warna- warna menyala agar terlihat kemeriahan dari sebuah pesta ondel- ondel itu sendiri.

Selain itu, warna- warna batik Cirebonan yang identik warna-warna cerah seolah sepaham dengan kemeriahan kota Jakarta.

Kain batik ondel- ondel buatan Yusrianah sengaja dibuat dengan tangan atau biasa disebut dengan batik tulis. Berapa harganya, batik yang memakan waktu satu minggu ini dibandrol Rp.200.00 per- lembar. Ia menyebut motif batik ondel- ondel sederhana, dengan gradasi warna yang sederhana jadilah tak membutuhkan waktu berbulan- bulan.

Namanya bisnis akan selalu ada pahit manis dan Yusri tidak memungkiri hal itu. Selain persaingan yang ketat akibat bertambahnya pemain bisnis batik, dia juga mengatakan kesulitan akan sumber daya manusia (SDM).

Di tempatnya memiliki 16 orang pegawai tetap dan yang tidak tetap ada 40 orang. Kendalanya yaitu kadang- kadang masyarakat masih tradisional. Sayangnya mereka sering tidak fokus bekerja. Karena mereka terkadang ikut acara hajatan, bagus sih, tetapi memotong waktu dan fokus kerja mereka.

Wanita yang tinggal di Plered, Cirebon, ini mengeluhkan kekurangan pembatik senior. Jika anda ingin untuk memesan produk batik miliknya, Yusri membolehkan pemesanan untuk sepotong batik tulis saja, baik desain Yusri ataupun dari pembeli. "Tapi, nanti dikenakan ongkos kerjanya," ujarnya.

Ia pun tidak berkeberatan apabila pembelinya membeli batik secara satuan. Kalau untuk grosir, ada yang namanya minimal pemesanan, yaitu minimal 10 potong. Apabila kamu berminat, pembeli bisa berkunjung ke Yusri Batik di Jalan Syekh Datul Kahfi No. 79, Plered, Cirebon. Pembeli juga bisa mengontak emailnya yaitu melalui: litaharlianti@ymail.com.

Selasa, 09 Oktober 2018

Entrepreneur Wanita Singapura Membangun Bisnis Spa Premium

Profil Pengusaha Ponz Goo


entrepreneur wanita singapura

Terlahir dari keluarga kaya, entrepreneur wanita ini mencoba membangun prinsip. Tidak mudah bagi Ponz Goo membangun bisnis sendiri. Terlahir kaya dia membangun bisnis spa premium. Ia mencoba membangun bisnis sendiri, lantas apakah hambatan dilalui Ponz Goo.

Bersama saudara perempuan, Ms. Yean Goo, mendirikan HAACH pada Oktober 1997. Dia bekerja sendiri sebagai terapis, sejak dari nol, berusaha keras mencapai satu posisi manejer. Ponz memiliki kepercayaan terhadap dirinya dan memiliki tekat tinggi bekerja sendiri.

Dia melakukan segala kerja keras. Mengerjakan sendiri yang dibutuhkan industri bisnisnya. Ms. Ponz mengetahui semua proses bisnis spa. Ponz bekerja keras di tiap- tiap pos pekerjaan. Dimulai sendiri tetapi tidak langsung menjadi atasan.

Dimulai dari bagian Departmen Promosi Perusahaan dan Relasi Publik; Penjualan dan Marketing, Departemen Komunikasi dan Kreatif. Dari Departemen Pengembangan Bisnis dan Proyek Spesial, bertahap Ponz Goo diangkat menjadi kepala eksekutif atau CEO pada 2003.

Entrepreneurship Bisnis Spa Premium


Haach memiliki target jelas dalam berbisnis. Mereka profesional dalam pelayanan personal spa premium. Mengerjakan berbagai hal menganai pelayanan personal, seperti halnya Spa, Face Care, Skin Care, Body Care, Massage Care, Hand & Foot Care dan Product Care.

Mereka menggunakan standar Barat dan pengaruh asli Asia. Menggabungkan dua hal menjadikan bisnis spa premium berbeda. Ponz Goo, adalah entrepreneur wanita yang mengerjakan berbagai hal baru dan inovasi untuk bisnis- bisnisnya.

Dibawah bendera Haach sebagai pelopor bisnis spa premium. Mereka tidak melupakan asal- usul mereka. Ponz Goo dibesarkan dalam keluarga tradisional Cina, di mana nilai kejujuran adalah prinsip fundamental dan menjaga harga diri orang lain adalah esensi dari hidupnya.

Kualitas inilah, Ponz mengatakan, membuat Haach bisnisnya seperti sekarang ini - merek lokal yang terpercaya dan memenangkan berbagai penghargaan. Sebut saja Singapore Promising Brand tahun 2002- 2004, terakhir mendapatkan penghargaan Best of Singapore, menjadikan merek Haanch global.

"Saya percaya pada kejujuran, transparansi dan nilai wajar untuk semua layanan yang diberikan, sehingga Haach dikelola dengan cita-cita ini dalam pikiran," tutur entrepreneur wanita ini.

Baginya profesionalisme merupakan hal terpenting. Mangkanya Ponz memulai mengerjakan semua dari nol. Mereka bersinar karena layanan profesional tersebut. Mereka mengijinkan klien untuk menilai sendiri. Dimana 60% klien Haach kembali dan mendapatkan pengalaman menyenangkan.


Pada tahun 1997, Haach Face, Skin and Body Care didirikan oleh Ponz, beserta kedua adiknya dalam entrepreneurship. Ini merupakan satu upaya untuk mewujudkan impian ayahnya. Mendirikan satu usaha bersama keluarga bersama-sama.

"Kami mengidentifikasi kebutuhan pasar yang tidak ditangani baik para pemain pasar dan mulai membangun gaya hidup sehat dan konsep kecantikan," jelasnya.

Haach juga lahir dari keinginan mengatasi kurangnya profesionalisme. Dalam industri spa premium orang bernada sinis, dan Haach memberikan wanita rasa percaya diri. Mereka akan merayakan siapa mereka sebenarnya, daripada memuja yang bukan mereka.

Sebelum Haach, Ponz adalah Quantity Surveyor dalam industri berat dimana dirinya menjadi satu- satunya. Ia bekerja ditempat dimana laki- laki mendominasi hidupnya.

"Menjadi seorang wanita dalam industri yang didominasi laki- laki memperkuat tekad saya karena saya sering dinilai oleh bagaimana aku melihat daripada apa yang saya tahu; ini merupakan faktor penting untuk di Haach kita memperlakukan semua orang untuk siapa mereka."

Ponz percaya dirinya dan memiliki tekad level tinggi. Dia  melakukan kerja keras yang dibutuhkan untuk pemahaman yang lengkap dan menyeluruh di satu industri. Bergabung dalam bisnis Haach, ia bekerja dari nol, memulai semuanya sebagai therapis pemula.

Hingga kini terus berjalan sampai pada level manajerial, lalu level eksekutif. Ponz tau betul tentang aspek pelayanan yang utama, membuatnya lebih ke bawah atau down to earth. Ia juga memainkan peran penting bagaimana mengarahkan branding, pemasaran & komunikasi saluran perusahaan.

Konsep dan strategi Haach, adalah memplopori bagaimana pemasaran jaringan premium. Memberi contoh diri sendiri, sebagai seorang wanita yang sukses sarjana ilmu konstruksi manajemen dan ekonomi di Royal Melbourne Institute of Technology di 1996.

Contoh bagaimana bekerja Quantity Surveyor dalam industri pembangunan. Bisnis Haach adalah satu pelayanan dengan contoh dirinya sendiri. Haach didirkan Oktober 1997, lalu guna lebih memahami dasar bisnisnya, ia akhirnya mengejar Diploma dari Switzerland's Cidesco International di 1998.

Sebelum membangun Haach, Ponz Goo belajar di instutusi terkenal dibidang kesehatan tubuh, spa dan therapi kecantikan. Hari ini, Ponz Goo adalah Chief Executive Officer dari Haach Holdings Pte Ltd, dinamis memimpin strategi bisnis perusahaan secara keseluruhan.

Pada promosi akhirnya untuk Chief Executive Officer lagi, Ponz berujar menyampaikan ucapan terima kasih, "ucapan terima kasih dan kepercayaan dari para eksekutif  dalam realisasi gambaran saya akan Haach."

Entrepreneur Wanita Peraih Penghargaan


Sebagai CEO dan pendiri perusahaanya, ditangannya HAACH diganjar banyak penghargaan, antara lain: Enterprise 50 2003/ 2004, Singapore Promising Brand Award 2002/ 2003/ 2004, Singapore Promising Brand Most Distinctive Award 2004, dan Singapore Promising Brand Silver Award 2004.

Haach juga meraih International Superbrands Singapore 2002/ 2003/ 2004/ 2005 dan juga Global Entrepolis Award 2004. Ponz juga diganjar penghargaan Entrepreneur of the Year Award 2003, Finalist for the Young Chinese Entrepreneur Award 2003 and the Spirit of Enterprise Award 2003.

"Hal ini selalu sangat menyenangkan untuk melihat orang lain mengakui upaya kami yang dimasukkan ke dalam bisnis," jelasnya.
Ada kepuasan ketika masyarakat mengakui bisnis kamu. Inilah yang dirasakan Ponz Goo, yang siap memasukan dirinya ke dalam. Bagaimana Haach merepresentasikan sosok Ponz Goo pribadi. Bukan bisnis spa premium biasa.

Tetapi mereka memberikan contoh langsung nyata. Ketika beban kerja semakin intens Ponz akan, "mundur ke diri sendiri dan merenungkan fakta bahwa saya melakukan apa yang saya sukai, membantu orang dan juga memajukan industri di Singapura."

Ponz juga memiliki me time sendiri untuk mengisi ulang. Agar baterai semangat entrepreneurshipnya selalu terisi penuh. Dia menyukai traveling ke kota- kota baru, melakukan hal baru, hal yang nanti membuka ide- ide baru tentang Haach.

Sebuah quote inspirasi, entrepreneur Ponz Goo - bekerja keras dan percaya pada diri sendiri. Selain itu, kamu harus selalu berusaha untuk memahami diri sendiri dan pasar. Mengetahui apa prinsip- prinsip yang membimbing kamu sendiri dan keyakinan.

Seorang pengusaha adalah seseorang yang selalu mencoba sesuatu yang baru. Orang yang selalu suka untuk mengembangkan bisnis ke depan. Kegagalan hanya sebagai bagian dari proses pembelajaran. Baginya bekerja keras dari nol akan membuat kamu lebih belajar banyak.

Minggu, 07 Oktober 2018

Mengintip Bisnis Anak Presiden Afrika Isabel Dos Santos

Biografi Pengusaha Isabel Dos Santos


wanita terkaya afrika

Siapa Isabel Dos Santos, pengusaha wanita yang dinobatkan terkaya di Afrika. Mengintip bisnis anak Presiden Afrika ini. Pada 2013, majalah Forbes melansir putri tertua dari Presiden Angola Jose Eduardo dos Santos, Isabel memiliki total kekayaan sekitar US$ 500 juta di November 2012. 

Kekayaannya bertambah kian bertambah menjadi US$ 2 miliar pada Maret 2013. Wanita kelahiran tahun 1973 ini pun masuk dalam klub orang kaya baru pada 2013 versi Forbes. Istri dari Sindika Dokolo ini, sejak 2008 memang telah memiliki ketertarikan untuk berinvestasi.

Bisnisnya di bidang telekomunikasi, media, ritel, keuangan dan industri energi dari Angola hingga Portugal. Pengusaha wanita kelahiran 20 April 1973, putri tertua dari presiden Angola Presiden José Eduardo dos Santos dan istri pertamanya, kelahiran Rusia bernama Tatiana Kukanova.

Jose dos Santos bertemu ibu Isabel ketika belajar di Azerbaijan. Orang tua ayah Isabel seorang imigran dari Sao Tome e Principe. Isabel sendiri belajar teknik listrikke King College, London. Di sana dia bertemu sang suami dari Republik Demokratik Kongo, Sindika Dokolo.

Sandika Dokolo adalah putra jutawan Kinshasa dan istrinya orang Denmark. Ada sebuah laporan mengatakan bahwa ketika Isabel dan suaminya menikah di Luanda, di Desember 2002, biaya upacara pernikahan sekitar US $ 4 juta.

Pernikahan dengan paduan suara khusus, yang diterbangkan dari Belgia dan dua pesawat carteran untuk membawa makanan dari Prancis. Ada sekitar 800 orang tamu yang hadir di pesta pernikahan, setengah dari mereka adalah kerabat pasangan, dan juga beberapa presiden negara- negara Afrika.

Gaya Hidup Jetset Penguasa Afrika

Gaya hidup keluarganya dikenal sebanding diktator Afrika lain. Mereka memilik gaya hidup jetset yang boros. Ia mendapatkan julukan 'Putri' oleh semua orang. Dengan pohon natal yang didatangkan dari New York dan Bubbly senilai US$ 500 ribu yang diimpor dari pemilik restoran di Portugal.

Kepribadian Isabela dikenal sosok yang sederhana, dan bahkan down to earth alias membumi. Dia juga tidak ingin dilihat mendapatkan hak khusus. Meskipun dari keluarga yang terbiasa hidup jetset, entah mengapa, Isabel lebih menonjolkan kesederhanaan dibanding yang lain.

Wanita berlesung pipi ini harus menghadapi perceraian orangtuanya. Ibu Isabela, Tatiana pun pergi ke Inggris, dan menjadi warga negara Inggris. Dia dikenal sebagai wanita yang mandiri, tegar, dan kuat di bisnis dan politik.

Media Inggris pada 1991 memberitakan, bahwa Isabela  menghabiskan dua tahun sekolah di St. Paul, sekolah publik di London, Inggris. Wanita berusia 40 tahun ini melanjutkan kuliah di Inggris. Ia meneruskan kuliah di jurusan teknik elektro dan bisnis di King College, Inggris.

Ibu tiga anak ini dikenal dapat berbicara dengan berbagai bahasa tetapi jarang bicara ke media secara langsung. Seperti ayahnya, Isabela dikenal menjaga untuk tetap low profile. Isabela sering diwakilkan oleh juru bicaranya. Meskipun menjaga tetap sederhana fakta dia putri Presiden Afrika tak hilang.

Di dunia bisnis Isabel dikenal sebagai sosok pengusaha wanita yang pintar, baik dan dinamis oleh media Portugal Publico pada 2007.

Dia dinilai profesional dan menyenangkan. Majalah ekonomi Inggris Financial Times menyebutkan, meski kritikan dihadapi Isabela, tetapi dirinya menunjukkan seorang pengusaha. Di bulan Desember 2012, Isabel memperingati ulang tahun pernikahannya ke sepuluh dengan Sindika Dokolo.

Pengusaha Wanita Pintar dan Kaya


Acara peringatan pernikahan berlangsung selama tiga hari yang dirayakan dengan penuh kemewahan dan kemeriahan. Berbagai tamu dan kerabat datang dari orang- orang ternama dari Jerman, Brasil dan tamu lokal di Angola.

Pada awal 1990-an Isabel dos Santos kembali dari London, Isabel kembali bergabung ayahnya di Luanda. Dia mulai bekerja untuk sebuah perusahaan daur ulang Jerman, kemudian, mendirikan bisnis angkutan truk. Tapi, ketika Isabela kembali ke Angola dinilai sangatlah terburu- buru.

Ada dugaan ia menerima ancaman di London. Dia mulai bekerja jadi manajer proyek untuk Urbana 2000, anak usaha dari grup Jembas yang memenangkan kontrak untuk melakukan pembersihan kota.

Ia memulai bisnisnya ketika masih berusia 24 tahun membangun restoran dan klub yang bernama Miami Beach pada 1997. Miami Beach merupakan restoran dan klub pertama di Luanda, ibukota Angola. Dari jurnalis Rafael Marques de Morais, restorannya dikenal memiliki manajemen buruk.

Meski hingga hari ini, pelayanan di restoran itu, masih membutuhkan waktu dua jam untuk melayani dan sejam untuk mendapatkan layanan. Saat menjalankan bisnisnya, dia dikenal bergerak cepat dan cermat dalam berinvestasi. Jika buruk kenapa Isabel bisa tetap sukses menjalankan bisnisnya kini.

Dia tertarik berinvestasi di perbankan, telekomunikasi, media, ritel, keuangan, dan energi sejak 2008. Ia juga berbisnis minyak bumi dan berlian. Sejak 2008 ia telah memiliki kepentingan yang relevan di bidang telekomunikasi, media, ritel, keuangan dan industri energi, baik di Angola dan di Portugal.

Dalam laporan Forbes, Isabela menjalankan bisnisnya tak lepas dari campur tangan ayahnya, seorang Presiden Angola. Meski demikian, dalam sebuah wawancara, Isabela menegaskan, dia seorang pengusaha bukan politikus. Ia mencoba meyakinkan bahwa dirinya entrepreneur berdedikasi tinggi.

Selain investasi di minyak dan berlian, ia juga memiliki saham di perusahaan semen Angola Nova Cimangola. Jadeium, sebuah perusahaan yang dimiliki oleh Isabel dos Santos, mengakuisisi 4,918% dari saham ZON Multimedia dari Spanyol Telefonica.

Hampir 20 tahun, Isabela melakukan ekspansi bisnis dan membuat holding di Angola dan Portugal. Kekayaannya mencapai US$ 2 miliar karena kepemilikan sahamnya di beberapa perusahaan.  Isabela memiliki saham terbesar di Zon.

Zon merupakan perusahaan televisi berbayar, dengan kepemilikan sekitar 28,8% senilai US$ 385 juta sejak Juli 2012. Ia juga memiliki 19,5% saham di bank Banco BPI, senilai US$ 465 juta, dan 25% saham di Angola Banco BIC senilai US$ 160 juta.

Mengintip bisnis anak Presiden Afrika, Isabel yang menjadi perhatian yaitu bisnis telekomunikasi. Isabela juga memiliki 25% saham di Unitel, salah satu perusahaan swasta jaringan telekomunikasi terbesar di Angola. Dan ada cerita tersendiri di balik pendirian perusahaan telekomunikasi ini.

Tahun 1997, Presiden Angola saat itu yang juga ayahnya, Jose dos Santos repot mengeluarkan dekrit untuk meningkatkan nilai spektrum telekomunikasi.  Pemerintan harus melakukan penawaran untuk lisensi telekomunikasi baru.

Tetapi setelah 2 tahun kemudian, Jose menentang keputusannya sendiri bahkan dengan mengeluarkan ketentuan baru. Pemerintah dapat memberikan lisensi itu tanpa tender publik asalkan penerima adalah perusahaan patungan dengan negara.

Sebelas bulan kemudian, Unitel pun memiliki hak, yakni menjadi operator swasta pertama telepon seluler di negara itu. Dengan catatan memiliki kewenangan penuh untuk menyetujui proyek itu dan memutuskan kepemilikan saham struktur perusahaan.

Isabela akhirnya memiliki 25% saham di Unitel. Juru bicara Isabela menuturkan, pihaknya telah menyuntikkan modal di Unitel tetapi tidak menyebutkan angka. Unitel memiliki 9 juta pelanggan. Pendapatan tahun lalu mencapai US$ 2 miliar, dan menjadi perusahaan swasta terbesar di Angola.

Hal itu tak terlepas dari ponsel yang telah merevolusi Afrika. Adapun berdasarkan analis, nilai saham Isabela dapat mencapai US$ 1 miliar. Selain perusahaan telekomunikasi, perusahaan minyak juga menjadi usaha menguntungkan.

Apalagi Angola memproduksi 650 juta minyak barel per tahun. Kebanyakan penjualan untuk ekspor. Laporan dari Forbes menyebutkan, strategi partner di perusahaan minyak negara Sonangol cukup aneh. Mitra Isabel, miliarder Americo Amorim juga memainkan peran kunci di Afrika.

Sonangol memiliki struktur perusahaan di Sonangol. Lewat perusahaan Unitel International Holding, Isabela mengakuisisi operator mobile T+ di Cape Verde, dan mendapatkan lisensi untuk membangun operator telekomunikasi di Sao Tome and Principe dengan mudahnya.

Kontroversi Bisnis KKN


Lewat investasi ini, Isabela mengungkapkan, pihaknya akan investasi di pendidikan untuk melatih para ahli teknik, manajer, dan fokus menciptakan lapangan pekerjaan. Dalam sebuah wawancara, Isabel mengatakan, masa depan telekomunikasi Afrika akan berpikir jauh di atas ponsel.

Mereka fokus kepada konektifitas dengan kapasitas tinggi dengan broad band besar sehingga dapat menghubungkan benua Afrika. Terlepas dari segala hal kontrofersi dan "kemudahan" berbisnis.

"Pengusaha yang baik, sangat dinamis dan cerdas, yang juga profesional dan ramah," terang sebuah koran harian Portugal, Publico.

Surat kabar Inggris Financial Times menulis, Maret 2013, bahwa "bahkan beberapa kritikus mengakui kehebatan independen Isabel dos Santos sebagai pengusaha". Dalam wawancara yang sama, Isabel dos Santos mengatakan dia melakukan bisnis dan dia bukan seorang politisi. 

Pertumbuhan uar biasa dari keterlibatan Isabel di sektor komunikasi Portugis, telah menyebabkan dia menjadi perhatian di media Portugis.  Beberapa media menyatakan ketidak puasan dengan transaksi terakhir pada tahun 2012. 

Menurut beberapa editorial, operasi dapat menyebabkan monopoli di beberapa wilayah bisnis media dengan memusatkan Angola dan Portugal.  Menurut editorial lainnya, Isabel dos Santos mengatakan dia sama sekali tidak memiliki kepentingan untuk berinvestasi di media massa Portugis. 

Selain itu, Isabel juga dituduh bias politik, seperti informasi kontak di Portugal. Tampaknya strategi yang jelas dari Isabel dos Santos dalam ekonomi Portugal. Selama tiga tahun terakhir (2009-2012) bagiannya telah meningkat secara eksponensial. 

Sektor- sektor yang menarik perhatian adalah komunikasi dan sistem keuangan. Kedua kegiatan ini adalah sebuah prioritas investasi di perusahaan sendiri di Angola dan luar negeri. Isabel dos Santos, saat ini salah satu pengusaha terbesar negaranya, memperluas bisnisnya ke Eropa tanpa diversifikasi. 

Kenyataan bahwasanya dia putri presiden, bahwa ada kemudahan, tapi disisi lain, ia meyakinkan bahwa bukan pengusaha karbitan. Terbukti dia bukan seperti putra- putri presiden negara lain; yang meski didukung tapi tetap saja gagal berbisnis.