Blog Review Film Asal Inggris Terpopuler


Contoh blog review film


Liam Goodwin memulai bisnis onlinenya semenjak remaja Semuanya well made, kita tidak menemukan kenapa Filmonic harus gagal. Tetapi, yang namanya bisnis tidak pernah bisa ditebak arahnya. Ia pernah memutuskan berhenti menjadi blogger, hingga tahun 2012, ketika Filmonic.com sukses masuk deretan 10 besar blog dunia; bersanding dengan Mashable, TechChruch, ProBlogger, dan Parez Hiilton. Setelah sempat berhenti ternyata kesuksesan itu memanggilnya. Dia kembali ke awal bisnis.

Liam sukses mengembalikan pendapatan $22.000 per- bulan.

Filmonic memulai kembali setelah ditutup di 2007 hingga sekarang. Filmonic sendiri merupakan blog dengan persyaratan ketat setiap kontributor dan review. Liam membuat Filmonic tanpa hal berbau omong kosong atau sekedar sensasi. Sensasi termasuk bagaimana membahas keseksian para artist Hollywood, atau apapun tentang erotisme sebuah film.

Diluar prediksi, blog ini justru mengantongi pengunjung sebanyak 150.000 menjadi situs favorite di UK. Situs yang menjadi rujukan review pengguna internet. Liam juga terhubung dengan situs- situs dunia seperti halnya L.A Times, The Guardian, The Inquisitor, ComingSoon, dan ScreenRat.

Filmonic aktif mengisi review IMDB, bahkan hadir sebagai sumber Google News. Situs ini benar- benar membantu melalui serangkaian interview langsung. Kita menyebut Liam seorang profesional. Dia menulis review di IMDB yang notabennya rujukan film dunia. Dia tak sungkan- sungkan untuk berinovasi atas blog satu- satunya ini.


Ketika blog lain memilih menggunakan unsur erotik, Filmonic bekerja berlawanan  arah. Tetapi situs ini justru semakin diminati. Liam memilih  review santun, objektif, dan update di setiap artikle. Filmonic memiliki ranking 41.732 dengan pangunjuang 2.2 juta di 2012. Dari persentase gender, pengunjung lebih banyak kaum pria meski tidak memiliki unsur erotis. Pengunjung berkisar di umur antara 18- 35 tahun.

Bisa disimpulkan Filmonic laku diantara pengguna remaja hingga usia matang. Mereka yang masih sekolah mencari tugas sekolah atau usia matang yang ingin sekedar informasi aktual. Filmonic menampilkan update terkini. Jadi jangan salah, jika kita menemukan nama Liam Goodwin banyak sekali di tiap harinya. Sekedar informasi Liam menulis semua artikel itu sendiri. Jika berminat menjadi pengisi artikel coba kunjungi blognya.

Tak Sengaja Berbisnis Sejak Kelas 6 SD


Biografi Benedict Cashocha inspiratif


Ketika kelas 6, seorang guru berbicara mengenai proyek membuat sebuah situs. Ben Casnocha kecil tampak lebih bersemangat dari teman- teman lainnya. Situs bukanlah hal baru, baginya teknologi merupakan bagian dari hidup. Dia yang selalu mengerjakan pelajaran teknologi dengan baik. Terlahir bernama Benedict T. Casnocha adalah seorang entrepreneur dan seorang penulis dari Amerika. Dia tinggal di San Frasisco, merupakan CEO dan founder ComCat, sebuah firma teknologi pemerintah.

Ia adalah seorang penulis dari dua buku terkenal. Salah satunya berjudul "Start- Up of You", sebuah buku yang diterbitkan oleh the New York Time berubah best seller.

Ben membuat situs sendiri ketika masih kelas 6 SD kemudian menjadi ide bisnisnya kedepan. Dari semua pengalaman di bidang teknologi, ComCate lahir menjadi bisnis serius bahkan dari sekolah dasar. Perusahaan pertama yang menjadi sumber kekayaanya. Dia berinvestasi semenjak kecil dan menjadi kaya setelah dewasa.

"Ketika saya berumur tiga belas tahun. Semua yang saya pedulikan hanyalah liga baseball kecil dan acara Saturday's Night. Untuk berpikir bahwa akan termotivasi seperti ini, bocah 12 tahun telah memulai jalannya untuk bisnis bernilai multi juta. Itu merupakan hal yang tidak pernah saya ukur."

Ben pernah bejualan permen karet ketika berumur tujuh tahun kepada saudaranya. Dia kala itu dari umur 7 hingga 11 tahun ketika memulai membangun perusahaan ComCate Ia sadar akan keberadaan software sangat diperlukan di masa mendatang.

Dari SMA, Ben mulai belajar teknologi secara mendalam. Dia memulai menjual produk softwarenya melalui merek dagang ComCate.com. Ben menawarkan produk perusahaan besar sekelas Silicon Valley ataupun kecil. Dengan nama yang baru dikenal bukanlah sebuah pilihan bijak memasuki kerasnya Silicon Valley. Dari sini, Ben mengalami kegagalan pertamanya kemudian menyadari butuhnya suatu inovasi.

ComCate mulai serius mengambil proyek kementrian IT daripada Silicon Valley. Mereka mencoba meminta Ben, sebagai CEO, dan sebagai ahli teknologi memenuhin kelengkapan IT di kementrian. Sebuah kontrak khusus dimana ComCate merupakan perusahaan kecil terpercaya menjadi rekanan resmi kementrian.

Perusahaan menjaga hubungan bisnis dengan kementrian IT. Ia bertemu peluang saat berkerja sama dengan pemerintah. Dia sadar sebuah tim akan membantunya, Ben bukan lagi seorang entrepreneur solo. Akhirnya dia mulai mencari dari 19 hingga 14 orang berbakat. Perusahaan ingin agar kontrak tersebut semakin kuat. ComCate harus menjadi perusahaan yang besar, dan Ben Casnocha harus memiliki karyawan mumpuni. Bisnis tersebut tumbuh semakin intent cepat sejalan dengan jumlah karyawannya.

Menjadi pengusaha


Berumur 17 tahun, seorang remaja telah diluar tanggung jawabnya sebagai seorang anak. Ben beberapa minggu terakhir harus menemui meeting dengan investor di pagi hari ketika sekolah baru dimulai. Malam sebelumnya, Ben menemani seorang investor makan malam. Beberapa hari kemudian, dia harus menemui Marc Benioff, CEO dan Founder software Salesforce.com, dan yang paling akhir makan malam dengan pengusaha real estate.

"Itu semakin gila," ucap Ben, yang mengambil libur guna menjalankan ComCate, perusahaan software dari San Frasisco yang dimulai dari kamar tidur ketika 12 tahun."ini bukan keseharian anda duduk dengan anak 13 tahun dan mendengarkan rencananya merubah dunia," ucap Greg Prow, a venture capitalist yang bertemu Ben di September 2001.

Majunya teknologi, seperti internet, dan jangkauan luas membuat remaja mudah memulai bisnis. Deberapa tahun yang lalu, di Starbuck, Ben terlihat seperti anak lain yang minum secangkir kopi setelah pulang sekolah. Berpakaian gari- garis hitam, celana jean, sepatu sneaker, dia memasang iPod, memegang BlackBerry dan PowerBook di punggungnya.

ComCate menjadi bisnis menguntungkan melalui niche terus berkembang. Mereka menghasilkan pendapatan $750.000. Mereka melayani puluhan pelanggan dari California, Florida, Indiana dan dari manapun. "Anak ini serius," ucap president direktur ComCate Dave Richmond. Richmond, 41 tahun, terkejut mendengar anak 14 tahun memberikan pertanyaan berat ketika pertama kali melamar sebagai pegawai di sana.

"Kita tidak punya waktu untuk bersantai. Klien berasumsi, dia orang yang dewasa terlihat dari penampilan dan prilakunya," kata Richmond melanjutkan.

Meskipun bisa dibilang mentor, Richmond menyebut hubunganya dengan "atasannya" tidak sedekat itu. Dia masih menjaga profesionalitas. Mereka berdua, Richmond (41) dan Ben (14), disibukan dengan jadwal panjang, pertemuan bisnis, dan rencana kerja. Richmond menganggap atasannya sudah mengerti apa yang harus dilakukan antara menjadi remaja dan perbisnis.

Selama masa sekolah, Ben bangun jam 6 pagi. Dia membaca puluhan email tentang bisnis, melihat website dan blog untuk belajar sendiri. Di waktu senjang, Ben bisa menyelesaikan sebuah buku hingga 50.000 kata. Dia kemudian menyelesaikan 120 buku di 16 bulan terakhir. Dia  ingin selalu membaca hingga 4.200 buku di 60 tahun kemudian.

Gaya hidup ambisus seperti ini memerlukan perhatian ekstra darinya. Dia mengaku baginya menjadi ambisus berarti sulit, membingungkan, dan menyedot waktu. Dia yang mahasiswa baru di University of Chicago dan Cornell University mengaku mengadopsi kepribadian ganda. Dia memiliki Ben profesional selalu berkata non- formal "Hello, Ben Casnocha" dan happy-go-lucky Ben atau Ben bahagi berkata "Hey, what's up?". Secara garis besarnya Ben Casnocah masih memiliki kehidupan remajaa 15 tahun apapun keadaanya.

Dia sempat terganggu pendidikannya sebagai pelajar dan mahasiswa baru. Dia sebagai mahasiwa baru rela mendapat nilai biasa dengan dua nilai C. Indeks Prestasinya juga tidak terlalu menonjol hanya 3.0, tetapi di semester berikutnya itu bisa berubah 3.2. Dia belajar banyak dan mulai mengikuti meditasi setiap hari guna memastikan keseimbangan. Ia menyisihkan waktu sekitar 15 menit perhari untuk meringankan stess. Ben tidak mau kehilangan masanya meski tetap bekerja keras.

Prospek Bisnis Komputer Bekas Baru Imtech

 
Komputer tengah menjadi kebutuhan mendasar manusia masa kini. Dengan segala atributnya, dari sekedar mouse, keyboard baru, atau sarana pendukung seperti sound system. Meski seolah tak bisa terlepaskan kita masih kekurangan satu hal. Kemampuan untuk mengaksesnya secara menyeluruh. Ini bukan seperti pakaian yang bisa gonta- ganti. Tak pula bisa didapatkan dimana saja. Untuk itulah Imtech hadir ditengah- tengah masyarakat.

Khususnya bagi mereka kaum pelajar. Mereka yang lebih banyak bersentuhan langsung. Berdiri pada 2007 -an, Imtech mencoba meraup pasarnya. Menjadi one- stop service bagi kamu yang berada di lingkungan berbasis IT. Memasarkan komputer lengkap dengan aksesorisnya. Imtech telah diketahui memiliki empat cabang di kawasan Jawa Barat dan satu cabang ada di Riau.

Dengan menyasar kaum pelajar diharapkan bisnis Imtech akan tepat sasaran. Mereka adalah bagian pasar yang baik untuk didalami. Siapa lagi yang membutuhkan layanan komputer sesering mereka. Selain karena kebutuhan kuliah, mereka juga relatif lebih konsumtif. Kalo ada yang baru selalu saja ditelisik. Meski begitu pasar pelajar tetaplah pasar yang tak menghasilkan nilai besar. Meski konsumitif mereka mendukung. Jalan terbaik sedikit- sedikit tapi banyak.

"Jadi permata kali  kali Imtech buka cabang kita ngambil lokasi yang dekat kampus kecuali yang di Dumai Riau karena memang disana tidak ada kampus" kata Iman Haris, pengelola Imtech saat ditemui di cabang Imtech Inhoftank.

Dalam pelayanan jual- beli komputer Imtech fokus pada penyedian untuk Personal Computer (PC). Mereka memilih menyediakan laptop bekas. Menurut Iman, seperti yang diatas, daya beli masyarakat itu tak terlalu tinggi terutama kaum pelajar. Ia kemudian mengakui bahwa komputer bekas penjualannya lebih meningkat dibanding komputer baru. Perbedaan sampai 70% untuk penjualan bekas dan hanya 30% untuk laptop yang baru.

Komputer bekas itu maksudnya: komputer dengan selisih bekas dan baru 50- 50%. Meski pasar bekas itu menjanjikan, pasar laptop baru juga ada tempatnya tersendiri. Untuk itulah Iman harus pandai- pandai untuk menggabungkan keduanya. "Barang yang baru cuma mengisi saja sebagai persiapan kalau ada permintaan," tambah pria kelahiran 23 Maret 1979 ini. Selain laptop baru bekas ada pula aneka aksesoris untuknya.

Bisnis laptop


Jadi apa yang dijual Imtech: ada laptop baru dan bekas, aneka aksesori yang baru, lalu ditambah layanan untukperbaikan lepatop. Dari bisnis ini Iman mengaku mampu mengantongi omzet 300 juta setiap bulannya. Cara yang terbaik untuk bisnis Imtech ialah menekan harga serendah mungkin. Meski begitu pasaran untuk barang elektronik masihlah terpengaruhi faktor nilai tukar rupiah. Slogan pun disematkan Iman agar usahanya semakin mantap "bandingkan harga sebelum beli!"

Menjadi tagline murah Iman harus pandai- pandai memilih produk yang dijualnya. Mereka akan mencoba menawarkan laptop bekas semurah mungkin. Perputaran uang yang cepat diharapkan bisa mensuport bisnis ini. Namun siapa yang mau beli laptop setiap hari. Sementara itu Imtech butuh membayari karyawan. Untuk itulah perlua adanya anek aksesoris yang dijual. Tapi aksesoris itu untungnya kecil dibandingkan penjualan laptop bahkan bekas sekalipun.

Tambahan berupa ekstra garansi pun diberikan lulusan Universitas Sunan Gunung Jati, Bandung ini. Garansi satu bulan penuh dipastikan ada ditangan kamu. Bahkan garansi ini berlaku untuk laptop bekas dimana jika toko lain sulit menerima. Cara promosi Imtech tergolong sederhana. Seperti pada toko umumnya, mereka menggunakan brosur iklan yang dibagikan gratis. Sisanya melalui fanspage di Facebook dan  www.imantechnology.blogspot.com dan www.lebihmurahlebihbaik.blogspot.com.

Selain itu ada tambahan dari iklan di beberapa situs penyedia iklan gratis. Iman pun mengejar paket- paket pesananan borongan untuk warnet. Melalu ini mereka menawarkan komputer, aksesoris, dan layanan servis. Mereka juga ikut membantu servis untuk toko- toko kecil lain bukan warnet. Yang paling utamanya untuk warnet ialah headset yang saring rusak. Layanan yang baik selalu ada untuk memastikan jika mereka (pengusaha warnet) mengalami kesulitan, maka akan langsung dilayani.

Iman cukup sadar bahwa di Bandung persaingan bisnis sejenis ketat.

Biografi Kevin Rose Pemilik Sosial Bookmarking Digg


Rasanya tinggal di Silicon Valley


Kevin Rose lahir 21 Februari 1977, di Las Vegas Nevada, dia kemudian dikenal sebagai seorang internet entrepreneur penemu situs berita Digg. Apa itu Digg? Digg merupakan situs sosial bermaksud mengumpulkan berita dari seluruh penjuru dunia. Situs tersebut kemudian mengangkat namanya hingga jutaan dollar investasi datang memanggil. Tak mau berdiam diri dalam dunia pendidikan, ia telah memilih untuk keluar dari kampus, mengejar cita- citanya menuju Silicon Valley.

Seorang kutu buku, Kevin Rose memang telah dikenal sebagai seorang maniak komputer. Hidupnya adalah bagaimana komputer menyala. Dia memulai koding semenjak berumur 8 tahun dengan membawa "kabur" komputer milik keluarga, Commodore 64. Tidak pernah serius sekolah, ibunya kerap mengambil keyboard komputer sebagai hukuman. "Saya membuat lubang di meja dan merantainya agar dia tidak mengambilnya lagi," ucap Rose, tulisnya di 2009 melalui profil Reader's Digest.

Rose tumbuh di Las Vegas. Ayahnya hanyalah seorang akuntan, dan ibunya hanya seorang ibu rumah  tangga biasa ujarnya. Mereka hidup sederhana dengan rumah tiga kamar. Sejak tau tentang kebiasaan sang anak, ia pun masuk ke sekolah tentang komputer dan animasi. Sejak berumur 19 tahun, kemampuan akan komputer sangat tinggi bahkan untuk anak seusianya. Dia telah sukses mendapatkan pekerjaan di Departement Energi di Las Vegas, Nevada, ketika usianya masih belasan tahun.

Katika itu, sembil bekerja, Rose masih menyempatkan diri untuk berkuliah di University of Las Vegas. Tapi kehidupan di kampus sangatlah pendek bagi hidupnya. Dia telah merasakan Silicon Valley memanggil untuk drop- out atau keluar dari kampus, bekerja penuh menjadi programer di Silicon Valley. Tepatnya di tahun 1999, ia memilih keluar dari kampus untuk mengikuti hasratnya.

Insting tersebut terbayar penuh. Rose telah menemukan dirinya mendapatkan koneksi terbaik di Silicon Valley. Rose masuk ke bisnis media melalui acara Tv kabel "The Screen Saver" buatannya sendiri. Tv kabel itu membuat namanya cukup dikenal sebagai pebisnis teknologi, penemu, dan trend center. Dia akhirnya memiliki kesempatan bertemu dengan co- founder Apple, Steve Wozniak. Cerita suksesnya itu pun berjalan jauh. Ia menjalani beberapa sesi wawancara dengan seorang Steve Wozniak, penemu Apple.

Namun dibalik pengakuan seorang Steve Woznial terhadap "The Screen Saver" terbesit rasa iri. Buka lah kesenang yang didapat dari pujian Wozniak, Rose malah merasa iri mendengar cerita sang pendiri Apple. Steve seolah terlihat mendapatkan segalanya bukan dirinya, segala keinginannya sebagai seorang penemu, dan seorang entrepreneur ada didalamnya. Pendiri Apple itu mendapatkan kesempatan menjadi pioner atas produk uniknya sendiri. Sementara karya- karya Rose masih sebatas karya biasa dibandingkan Apple.

Rose merasa didepannya ada dinding yang ingin dipanjat. Ia juga menemukan dirinya kembali ke titik jenuh, Tech Tv, pemilik The Screen Saver, memaksanya tinggal di L.A pada 2003. Karena bosan, ia lantas memilih pergi dari sana dan ide Digg pun muncul secara tiba- tiba. Pada suatu pagi, Rose mulai membuka komputer mencari artikel cara menjadi sukses cepat. Dia menggali lebih dalam tapi tidak menemukan apapun. Itu memakan banyak memakan waktu terjebak ruwetnya internet.

Dari sanalah konsep Digg akhirnya muncul, yaitu mengumpulkan informasi berdasarkan kategori tertentu dan memudahkan anda untuk mencarinya. Dia ingin membuat layanannya sendiri dan produknya sendiri. Setiap pengguna yang terdaftar di situsnya bisa mengelompokan berita secara pribadi. Layanan yang kemudian mengkategorikan ceritanya menjadi berbagai sumber. Digg adalah tempat yang dimana pengguna memasang blog/situsnya, memasang link, lalu memberi rating.

Cerita terbaik akan terpampang di halaman depan situs, lalu dibaca banyak orang. Ini merupakan awal dari Digg, yang kemudian diluncurkan di November 2004 dengan investasi $1.400 dari kantong pribadi. Tak cukup membantu, pada Februari 2005, ia harus terseret- seret membayar biaya internet sendiri. Jadilah uang sebesar $50.000 masuk atas nama teman, Chris Hoar, pendiri Taxtamerica. Sebuah modal lain untuk ambisi seorang anak muda bernama Kevin Rose.

Bisnis tumbuh


Sebuah kisah pengorbanan klasik atas nama menggapai impian. Ingat, berkat kerja keras dan untuk selalu belajar, Rose telah mendapatkan kesuksesannya dari sebuah rasa keyakinan; dia bisa. Beberapa ribu dollar kemudian mengucur dari para Angel Investor. Salah satunya, Andreessen and Reid Hoffman, CEO sosial media LinkedIn.com Corp. Dari sana pula ia mengajak Andreessen sebagai kepala eksekutif. Seorang yang telah kekayaan $55 juta diajaknya menjadi sebuah bisnis kecil yang masih tumbuh.

Berpikir berat juga ia harus meninggalkan dua anak dan istri untuk pulang pergi New York, namun Rose punya sesuatu. Andreesen mengingat Rose seperti waktu dirinya muda dulu. Sebuah kesempatan yang berat dijalankan dipilihnya. Sebuah tawaran menarik ketika Digg memilih antara Yahoo atau Google orientasi. Sejalan waktu, Digg tumbuh, lebih besar lagi setelah sekian waktu dan menciptakan komunitasnya sendiri. Sediki tambahan modal dari Pierre Omidyar, pendiri eBay dan Omidyar Network, Digg siap untuk lebih.

Digg memang diguyur banyak modal untuk membayar pegawai sendiri. Modal yang begitu besar membuat Rose semakin bersemangat membangun versi 3.0. Bahkan dalam perjalanan Las Vegas ke Los Angles, layar itu tak pernah berhenti menyala, mencoba memperbaiki dan meningkatkan kualitas produknya. Ini seperti dunia intertainmen meski dikemas dalam bentuk sosial media. Kamu butuh waktu dan kreatifitas untuk menjadi lebih dari sebelumnya.

Semakin hari Digg semakin tumbuh, banyak pengunjung berdatangan untuk bersosial melalui Digg. Rose juga memimpikan sistem dimana berita terangkin secara real time. Atau, anda akan selalu melihat perbedaan pada halaman utama di setiap waktu. Sejauh itu, Digg terus tumbuh dan merubah sifatnya yang pemalu. Ia kini dikenal sebagai bocah Valley. Merubah peta investasi dan teknologi di Silicon Valley, melibatkan banyak orang disana melirik Digg nya.

Silicon Valley memanglah tempat dimana seorang kutu buku bisa saja jadi selebriti seketika. Tapi, anda butuh kecekatan, kerja keras dan kreatifitas, atau anda selamanya akan menjadi orang biasa (pegawai) di sana. Setelah sukses dengan Digg, Rose pun menjadi salah satu investor terkemuka bersama raksasa online, Google. Bersama Google Venture, ia bekerja sebagai ahli investasi. Rose tercatat menjadi investor Gowalla, Twitter, Foursquare, Dailybooth, NGMOCO, SimpleGeo, 3crowd, OMGPOP, Square, Facebook, Chomp dan Formspring.

Bisnis Cat Kuku Warna Warni Bocah SMP

Anna dan Sarah Levinson (20 dan 18 tahun) menawarkan bisnis unik. Mereka menikmati setiap kegiatan mengecat kuku, tetapi tidak pernah menemukan warna yang tepat. Setelah menggabungkan beberapa warna, mereka menemukan warna baru lalu membawanya ke sekolah. Dari sinilah semua bermula ketika tetangga dan teman sekolah menyukai warna- warna baru. Gadis- gadis ini mulai menyadari peluang bisnis dihadapan mereka.

Siapa sangka, teman mereka akan merasa iri melihat cat kuku warni warni milik Levinson bersaudari. Mereka berdua kemudian menciptakan ide bisnisnya secara nyata; Anna dan Sarah mulai menjual cat kuku buatannya sendiri sejak itu. Bisnis ini hanyalah mengulang apa yang telah mereka lakukan lagi. Mereka menjual kembali cat- cat kuku melalui merek meraka sendiri. Cat kuku itu kemudian diberi mereka nama RIPE.

Bisnis di sekolah


Mereka bersaudara tinggal di kota Los Angles, dan sudah memulai bisnis ketika masih bersekolah. Mereka menyukai cat kuku yang memiliki warna berbeda dari proses mencampur produk lain. Mereka menggabungkan setiap warna yang ada melalui imajinasi. Warna teduh sulit ditemukan di butik manapun di Los Angles. Mereka membuat warna teduh mereka sendiri.

Teman, kenalan, dan penjaga toko bertanya kepada gadis- gadis ini darimana mereka mendapatkan cat kuku tersebut. Dari uang $24.000 nya, Anna dan Sarah membangun perusahaan sendiri. Uang yang dikumpulkan dari hadiah tiap ulang tahun hingga sekarang. Kala itu, hasilnya setiap botol dijual kembali seharga $7 secara langsung. Mereka setidaknya mendapatkan $150.000 di awal berbisnis.

Di 1995, perusahaan resmi mengeluarkan merek sendiri RIPE. Mereka mendapatkan modal tambahan dari pinjaman nenek. Mereka mencoba membuat produk mereka sendiri dari skala lebih besar. Dimulai dari butik- butik kecil memesan produk warna pastel vibrant. Selanjutnya, RIPE menjual lebih dari seratus botol di butik- butik besar. Promosi mulut ke mulut membantu RIPE mengembangkan bisnisnya tidak lama bisnis tersebut berubah menjadi bisnis jutaan dollar.

Berjalannya waktu, RIPE mulai mendapatkan pesanan sekelas retail atau mall- mall besar. Macy' serta beberapa toko retail besar berminat membeli stok cat kuku mereka. Mereka menggabungkan warna- warna, memberi nama khas, dan ekslusip. Nama- namanya diambil guna mendiskripsi apa- apa yang mereka campur. Produk mereka antara lain cat kuku emerald forest, raisin, buttercup, shark, dan meteor.

Pelanggan produk RIPE tidak hanya dari gadis- gadis tetapi juga nenek- nenek funky. Beberapa selebriti juga menyukai produk RIPE. Demi Moore sabagai contoh, ia menyebut warna kesukaannya adalah Kelp, sedangkan Tori Spelling menggunakan warna Cumulus.

Dari cat kuku, RIPE akan mengeluarkan produk lain seperti lipstick. Anna dan Sarah ingin membuktikan bahwa perusahaan tumbuh sesuai permintaan pelanggan. Mereka berpikiran untuk berekspansi. Mereka, Anna dan Sarah Levinson adalah remaja cerdas yang mampu melihat kesempatan. Mereka merupakan salah satu contoh bisnis rumahan berubah menjadi bisnis jutaan dollar.

Sekarang mereka berdua berhasil merubah $24.000 menjadi $1 juta selanjutnya.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba