Tampilkan postingan dengan label Situs jejaring sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Situs jejaring sosial. Tampilkan semua postingan

Biografi Mark Zuckerberg Penemu Facebook

Biografi Pengusaha Mark Zuckerberg

 
siapa penemu facebook
 
Mempelajari biografi pengusaha Mark Zuckerberg. Sang penemu Facebook merupakan  kelahiran 14 Mei 1989, di White Plains, New York. Dia tumbuh di daerah sub- urban New York, Dobby Ferry. Nama lengkapnya Mark Elliot Zuckerberg, kini jadi seorang pengusaha miliarder sekaligus developer. 
 
Dia terlahir dari sebuah keluarga yang nyaman, berkecukupan, dan terdidik. Ayahnya, Edward Zuckerberg, memiliki klinik gigi di rumahya. Ibunya, Karen, bekerja sebagai psikiater sebelum melahirkan empat orang anak; Mark, Randi, Donna, dan Arielle Zuckerberg.

Dia merupakan anak ke dua dari empat bersaudara. Dari semua keluarga, ia menjadi satu- satunya anak laki- laki yang sukses dalam pendidikan. Mark telah menikmati dunia komputer bahkan sejak masih duduk di sekolah dasar. 
 

Rahasia Facebook

 
Saat itu, ia yang masih 12 tahun, telah mampu menjalankan Atari BASIC, lalu menciptakan software pesan bernama Zuckcnet. Sebuah program yang menghubungkan semua komputer dalam sistem satu koneksi. Setiap komputer dalam satu rumah akan saling berbicara dan berkirim pesan seketika.

Ayahnya menggunakan program miliknya ketika sibuk di kliniknya. Dia tidak perlu mendengar resepsionis berterika kencang ketika pasien datang berkat itu. Selain membuat software serba guna, Mark juga dikenal pandai membuat membuat game. 
 
Kebanyakan game dan alat komunikasi buatanya hanyalah untuk sekedar bersenang- senang. Terkadang ia cukup mendengar ide konyol teman temannya dan jadilah. Teman Mark sangat bersenang- senang dari kejeniusan seorang anak bernama Mark Zuckerberg.

"Saya memiliki banyak teman yang juga artis", dia berkata.

"Mereka berkunjung, menggambar sesuatu, dan saya membuatnya menjadi permainan," jelas Mark.

Sang ayah sigap menyadari Mark benar- benarlah jenius. Dan, bakatnya di ilmu komputer semakin terasah ketika ayahnya mendatangkan seorang guru privat bernama David Newman. Dia ditugasi Edward mengajari anaknya yang masih jadi bocah sekolah dasar ilmu komputer kelas kuliahan. 
 
Setelah masuk ke sekolah menengah, ia telah sukses menciptakan aplikasi cerdas pemutar musik MP3, Synapse. Aplikasi yang bisa menetukan pilihan atas musik berdasarkan keadaan pengguna

Aplikasi ini benar disukai bahkan oleh perusahaan- perusahaan besar seperti Microsoft dan AOL. Mereka benar tertarik lalu menawarkan ribuan dollar. Seperti Facebook, Mark dengan gampangnya menolak permintaan tersebut enteng. 
 
Ia bahkan segera menolak ajakan perusahaan teknologi tersebut untuk memulai sebuah perusahaan bersama. Seperti itu selanjutnya, hari- hari Mark dipenuhi penolakan  atas berbagai tawaran yang datang untuknya.

Ia bahkan kesempatan untuk bekerja di sebuah perusahaan IT dunia. Memilih untuk melanjutkan kuliah, segera saja, ia masuk sekolah di Phillips Exeter Academy, sebuah sekolah persiapan masuk universitas di New Hampsire untuk masuk universitas ternama.

Dari Philips Exeter, Mark menunjukan bakat dibidang lain yaitu olah raga. Dia pernah menjadi ketua tim anggar sekolah, tetapi tidak merubah fakta; dia adalah komputer jenius. Dari sekolah ini pula, Mark mendapatkan berbagai sorotan atas karyanya dan gayanya. 
 
Ia menjadi terkanal sebagai seorang manusia komputer. Jika dipikir ulang, Mark memang menyukai sorotan, jika tidak maka Facebook tak akan pernah ada.
 
 Lulus dari Exeter di 2002, Mark melanjutkan ke univeritas paling terkenal di dunia, Harvard University. Sebagai mahasiswa baru, Mark telah dikenal dari CourseMatch, ciptaanya, ketika baru masuk ke asrama. 
 
CourseMatch sendiri adalah software membantu mahasiswa menentukan mata kuliah saat itu. Suatu hari di 2003, saat itu masih di musim panas, Mark yang menderita insomnias mulai berlaku gila. Dia berbicara tentang cintanya serta menulis ceritanya di blog pribadi. 
 
Dari ide CourseMatch, tumbuh ide iseng bernama FaceSmash sebagai tindak lanjut temuannya di masa sekolah. Kaduanya, CourseMatch dan FaceSmash masih sama tentang menentukan yang terbaik dari beberapa pilihan. 
 
Namun, FaceSmash juga berdasarkan situs ranking bernama hotornot.com, situs yang memberikan poling prbadi tentang foto wanita. Dari polling, maka internet akan menentukan siapa yang jadi terseksi dalam foto. Ia memutuskan meretas seluruh isi kampus Harvard dari satu asrama ke asrama lain. 
 
Ia masuk ketempat dimana para mahasiswi mengupload foto untuk profil sekolah. Semuanya kemudian dijadikan satu dalam sebuah program. Ia hanya butuh beberapa menit untuk membuat program. Kemudian mulai meretas seluruh foto yang ada, dan digunakannya pada Facesmah.com. 
 
Hasilnya? Dua foto wanita dipilih secara acak akan tampil di depan komputer. Sistem akan mendeteksi dari setiap klik pengunjung, menentukan siapa paling hot. Facesmash ini dibuat secara sederhana tapi dengan judal menggoda. 
 
"Siapa yang paling hot?" sebuah tulisan siap diatas dua foto mahasiswi Harvard.

Proses ini dalam satu ayunan penuh jadi sebuah viral. Situs facesmash telah dikunjungi oleh sebagian besar siswa di Harvard. Ketika jumlah pengunjung melebihi batas, server jatuh karena overload dan mati. Mark lalu tampil di hadapan komite peretasan komputer. 
 
Tentu saja tidak ada yang mengatakan Mark Zuckerberg "Kerja bagus!" Dan ia menerima tindakan disiplin, dan telah melihat bahwa hal-hal semacam ini menyebabkan badai di masyarakat. Sebelumnya, sepuluh bulan sebelum Facesmash, Narendra telah memiliki ide tentang sosial media. 
 
Dia telah terlebih dahulu berpikir menciptakan sosial media khusus mahasiswa Harvard. Membuatnya menjadi sosial media untuk mereka yang terpilih, masuk ke sekolah paling bergengsi. Sebagai tambahan akun tersebut akan menggunakan alamat email milik Harvard. 
 
Lebih lanjut, dia bersama rekan akhirnya mampu menemukan seorang "Alien" yang bisa mengerjakan ini. Hingga Narendra menemukan dia, Mark Zuckerberg, sang jenius dari entah berantah. Mendengar popularitas FaceSmash milik Zuckerberg, tiga orang mahasiswa tertarik untuk memulai berbisnis denganya. 
 
Mereka, Divya Narendra dan kembar Cameron dan Tyler Winklevoss, menawarkan ide Harvard Connection. Mereka mengikuti jejak Zuckerberg dari Synapse, CourseMatch dan terakhir, FaceSmash sendiri. 
 
Yang terkahir ini, memberikan kejutan mampu menembus 450 pengunjung dan 22.000 foto terlihat selama  4 jam online. Winklevoss bersaudara hanya akan berkerja sebagai invstor, mereka adalah putra dari seorang Howard. Winklevoss, salah satu konsultan sukses. Anak orang kaya yang mudah mengeluarkan uang demi apapun. 
 
Konsep yang diberikan Narendra bernama HarvardConnection, yang kini menjadi ConnectU. Inti sosial media ini benar- benar seperti Facebook, mahasiwa Harvard akan mengupload foto, membuat profil, dan membagi link- link menarik.

Mendirikan Facebook

 
Mark yang sadar kerja kerasnya lebih berharga daripada sekedar situs kencan, dimana memang semuanya ia kerjakan sendiri. Dia ingin ciptaanya menjadi lebih besar dari sekedar menyerahkan semua ke Winklevoss. 
 
Jadilah ia mengajak teman- teman dekatnya bergabung; Dustin Moskovitz, Chris Hughes, dan Eduardo. Mereka berencana untuk menciptakan sosial media sendiri. Ia memiliki konsep lebih luas yaitu memindahkan semua kegiatan sosial di dunia maya. 
 
Itu akan mengijinkan pengguna membuat profil, memuat foto dan bersosialisasi. Tanggal 4 Februari 2004, Mark segera mendaftar nama The Facebook. Di awal, sosial media ini hanya bekerja di wilayah kampus Harvard. Eduardo Severin menjadi pelopor untuk lebih jauh. Dia menyadari media sosial ini telah memiliki 4.000 pengguna aktif dan masih terus tumbuh. 
 
Mereka butuh lebih banyak programer lagi sebagai pendukung. Beberapa waktu kemudian, semua orang bisa mendaftar dengan syarat tertentu. Syarat memiliki email .edu serta menggunakan foto asli jadi andalan. 
 
Beberapa bulan telah berjalan, The Facebook mengundang lebih banyak pengguna dari berbagai kampus. Jika bukan foto asli, sistem situs akan bekerja menghapus. Dari memakai email .edu, yang berarti mereka yang bersekolah, The Facebook lebih dalam masuk secara umum. 
 
Di tahun 2005, resmi sebuah perusahaan kecil lahir, bernama Facebook.Inc terus berkembang sangat pesat. Perusahaan itu kemudian disuntik modal kapital dari sebuah firma, Accel Partners. Accel berinvestasi senilai $12, 7 juta dimana perusahaan ini juga memiliki akses ke universitas lain. Zuckerberg mendapat akses mudah dari Harvard ke Stanford dan sekolah di seluruh Amerika. 
 
Satu minggu setelah peluncuran, ternyata Winklevoss bersaudara telah mendaftarkan tuntutan. Mereka menganggap situs The Facebook mengambil ide HarvardConnection. Jadilah meraka bersitegang hingga di 2005, Winklevoss bersaudara dan Divya Narendra mengultimatum serta mencoba menjatuhkan Facebook dengan berbagai cara, termasuk melapor ke administrasi kampus. 
 
Gagal. Mereka tetap mencoba sembari meluncurkan situs milik mereka sendiri. Apa yang membuat sukses Facebook sekarang, ada di tangan seorang Sean Parker sang penghubung. Pertengahan 2004, ia dilaporkan menjadi asisten Zuckerberg secara tak resmi.

Dia lah yang memperkenalkan seorang Peter Thiel, pendiri PayPal, yang kemudian menjadi investor paling pertama bahkan sebelum Accel. Sean pula yang memberikan saran untuk merubah nama menjadi Facebook menghilangkan The. Dan, Theil berinvestasi senilai $500.000 di Facebook. 
 
Pada 24 Oktober 2007, Microsoft membeli 1,6% saham atau $240 juta, menaikan nilai Facebook menjadi $15 triliun. Tahun 2009, perusahaan mengalami pembaikan dari sektor keuangan. November 2010, nilai Facebook diperkirakan menjadi $41 triliun seketika itu. 
 
Nilai situs jejaring sosial bernama Facebook kini lebih besar dari eBay, dan ketiga terbesar di dunia setelah Google dan Amazon. Apakah Winklevoss bersaudara dan Nerandra berhenti menuntut Facebook? 
 
 
Meski gagal pada tuntutan di awal tuntutan, mereka tetap ngotot. Bahkan kejaksaan terpaksa memanggil tim forensik untuk memastikan adakah sistem Facebook yang meniru ConnectU. Hasilnya masih tidak nyata dan jelas didepan umum.  
 
Pada tahun 2009, Mark setuju untuk membayar $ 45 juta ($ 20 juta dalam bentuk tunai, dan sisanya saham Facebook) sebagai bagian dari penyelesaian di luar pengadilan. Kasus ini ditutup.  
 
Pada saat itu situs ConnectU hanya memiliki pengguna kurang dari 100.000, sedangkan Facebook telah memiliki sekitar 150 juta pengguna. Meski sukses, Facebook menuai kritik dan kecaman atas kebijakan. Sebagai contoh, perusahaan disebut- sebut membolehkan iklan kekerasan atas perempuan. 
 
Diikuti tuntutan 100 firma pengacara, menuntut 57.000 tweets dan 4.900 email. Mereka menuntut perubahan atas nama permasalahan ini. Facebook setuju tetapi bukan perkara mudah mengatur situs sebesar ini. 
 
Facebook dilaporkan masih dipenuhi muatan yang sama, meski telah memiliki ribuan pekerja. Di tahun 2011 -an, Winklevoss bersaudara masih tidak tenang dan memaksa mengajukan permohonan di Pengadilan Banding AS, tetapi mereka ditolak pengadilan ulang.

Sosial Media Buat Pengusaha Startup Sarah Prevette

Profil Pengusaha Sarah Prevette


sosial media pengusaha
 
Mendirikan sesial media buat pengusaha Sprouter. Sarah Prevette menceritakan pengalaman memulai usaha ini. Dia percaya harus saling berbagi, belajar, dan bersosial.. Termasuk buat sesama pengusaha atau entrepreneur. Perusahaan ini tumbuah signifikan dalam perjalannya memulai.

Sarah mendapatkan penghargaan 30 Under 30 Majalah Inc. Dia pun sering tampil di berbagai media termasuk Mashable. Memulai bisnis startup, dia sangat bersyukur karena masih menjadi murid, dan memulai usaha dibawah mentoring  entrepreneur hebat pengalaman menarik.

Kolaborasi Usaha


Uponion merupukan tempat dimana dirinya belajar entrepreneurship. Pada tahun 2000, dia bekerja untuk Uponion, website berbagi cerita- opini. "Saya mencoba menjangkau para pemilik bisnis ini dan coba mencari saran," tuturnya.

Dia ingin membangun bisnis startup. Perjalanan penuh tantangan dan membuat pusing orang. Dengan percaya diri, Sarah "cold calling" perusahaan besar seperti Uponion kala itu. Membayangkan bahwa kontaknya disetujui hampir mustahil. 

Perusahaan besar cenderung "sombong" bila dimintai tolong nanti. Cold calling merupakan cara kita menghubungi pengusaha sukses. Mereka yang kita anggap mampu menjadi jembatan. Baik berupa mentoring atau pendanaan, biasanya ditulis  lewat email dan to the point tanpa basa- basi dahulu.

Sarah menyadari banyak pengusaha mencoba ini. Beberapa punya cerita sama dengan Sarah memulai "cold calling". Ini juga merupakan konsep Sprouter menolong banyak orang awam. "Saya melihat kesempatan," Sarah menjelaskan.

Sprouter juga menjadi jembatan hubungan tradisional. Para entrepreneur akan dihubungkan langsung melalui jaringan sosial. Suatu platform yang mana para pendiri startup mampu identifikasi. Saling mensuport sesama dari rekan bisnis atau pemimpin proyek.

Sosial media bagi pengusaha terkonsep mudah. Mereka bisa terhubung dengan orang, lalu menjawab aneka pertanyaan, hingga membuat kolaborasi. Bisa membantu pengusaha membesarkan usahanya sendiri. Bentuk kolaborasi sesama entrepreneur dan para ahli dalam bidangnya tersendiri.

Sprouter Weekly akan memberikan ruang expose startup baru. Bahkan peluang investor masuk Sarah fasilitasi. Pendiri startup harus keluar dan mendekati pasar. Entrepreneur butuh networking yang bisa menghasilkan feedback dan memperkuat literasi visi.

"Kamu membutuhkan networking untuk mencari pelanggan, rekan, dan kesempatan," ia menuturkan.

Menjadi pengusaha tidak melulu memiliki rekan pendiri. Co- founder yang tidak dimiliki Sarah, ada masalah utama bahwa dirinya tidak bisa kompromi. Pandangan masa depan Sarah akan perusahaan ini hanya miliknya.

"Saya benci kompromi," jelasnya. Ini mungkin sifat buruk dalam manusia. Tetapi dia yakin bahwa ini tidak bisa dihilangkan. Meskipun dia berkata tidak untuk co- founder bukan berarti sendirian.

Sarah memiliki tim kecil yang solit mengerjakan. Mereka para profesional yang bekerja keras , dan dapat mengaplikasikan pandangan Sarah. Tiap entrepreneur mendirikan perusahaan harus memiliki individu berkualitas. Kamu akan membentuk tim bekerja bersama untuk berkontribusi besar.

Bisnis Cheese Cake Dalam Toples Instagram

Profil Pengusaha Cheese Cake 


bisnischeesecake.png
 
Bisnis cheese cake dalam toples menguntungkan. Kisah pengusaha Instagram memilih keluar dari pekerjaan mapan. Mereka ingin memulai entrepreneurship. Meski begitu harus punya landasan kuat untuk itu. Tidak bisa tiba- tiba berhenti bekerja begitu saja. 
 
Seperti kisah Selly, wirausahawan muda yang dulunya adalah pegawai perusahaan iklan. Awal mula dari perasaan tidak enak menjadi pegawai super sibuk. Dia merasakan betul tidak bisa bersantai, tidak bisa menjakan diri padahal itu mudah.
 

Pengusaha Instagram


Pengusaha kue cheesecake cantik dalam toples ini. Memulai landasan dari perasaan tersebut, perasaan kenapda tidak bisa bersantai merawat sendiri. Dia pernah bekerja di perusahaan iklan dimana deadline adalah makanan. 
 
Tekanan besar membuat Selly berpikir ulang. Dia memilih resign dan jadi ibu rumah tangga saja. Menurut ibu muda satu ini sebenarnya memanjakan diri sangat mudah. Itu tidak melulu harus ke tempat tertentu. 

Cukup makan- makanan manis saja sudah bisa kok. Hanya saja, saking sibuknya menjadikan hal tersebut menjadi sangat sukar sekali. Butuh inovasi menurutnya agar lebih mudah dilakukan. Jadilah bisnis bernama Treat Inc yang kemudian semakin berkembang pesat. 
 
Upaya untuk membantu orang merasakan makna dari memanjakan diri.

"Miris saja ngeliat orang di Jakarta sibuk banget dan nggak punya waktu nge-treat diri sendiri, mikirnya ribet, padahal treat itu mudah banget, dengan makan yang manis-manis, makan makanan yang enak-enak, itu sudah menghargai," jelas Selly kepada Detik.com.


Bersama seorang teman Amelia (29 tahun) memulai Treat Inc. Bisnis membuat cemilan manis dan sehat juga terjangkau. Adalah cheese cake dalam toples yang praktis dinikmati dimana saja. Makanan kelas premium yang bisa dinikmati siapa saja. Bahan- bahannya juga sehat dan mudah. 
 
Cocok buat segala jenjang usia dari anak- anak sampai tua. Dia telah menemukan caranya bagaimana memanjakan diri. Cheese cake yang tediri dari 8 pilihan rasa. Rasa cheese cake original, oreo, chocochips, M&M, greetea, ovomaltime, blueberry dan raspberry. 
 
Itu juga dibuat fresh baru dibuat ketika dipesan. Akan dikirim sehari itu juga dibuat atau dia menjelaskan kamu akan dapat keesokan harinya. Selly sendiri tidak memutuskan berhenti akan mimpinya. Dia bahkan berencana akan membuat treat lain. 
 
Makanan lain yang mudah dibawa dan enak dinikmati siapa saja. Dia juga membuka konsep reseller buat kamu. Saat ini memang masih di Jakarta tapi sudah punya konsep akan sampai ke Bali dan Jawa. Bisnis cheese cake dalam toples, baru beberapa pekan dimulai sejak itu sudah menjual 200 toples. 
 
Dimana ia mengaku omzetnya mencapai Rp.3 juta/minggu. Harga tergantung rasa serta lama pengiriman langsung yaitu seharga Rp.25-32 ribu. Jika kamu berminat cukup kunjungi online store nya lewat Instagram @treat_inc.

Vlogger Mendapat Sponsor L'Oreal Pengusaha

Profil Pengusaha Whitney White

 
pengusahasponsor.png
 
Kisah vlogger mendapat sponsor L'Oreal. Pengusaha kedepan membutuhkan inovasi melalui digital. Tetapi bagi wanita ini inovasi sudah ditambah loyalitas. Bayangkan pertumbuhan 7% untuk perawatan rambut hitam. Yang mana akan menjadi satu market terabaikan jika kita berbicara tentang luar sana. 
 
Tetapi pertumbuhan itu tetap terus meningkat dari 2013 sampai 2015. Kita perlu mengetahui keinginan pemilik rambut hitam. Karena kita tau mereka terdiri berbagai etnis, yang butuh loyalitas.
 

Pengusaha Vlogger


Ini semua tentang brand trust. Kepercayaan merek terbaik untuk kaum perempuan ataupun laki- laki berambut hitma. Disisi lain, ada kisah tentang kesuksesan You Tube, dimana disana ada pasar senilai 52 juta penontong setiap hari. 
 
Apa bisa produk kecantikan terutama perawatan rambut masuk. Jawabannya ternyata bisa seperti halnya kisah satu pengusaha ini. Whitney White adalah seorang vlogger atau video blogger. Hidupnya berubah 180% ketika You Tube berubah menjadi ajang kapitalisme. 
 
Yah dulu, dalam kenangnya You Tube merupakan tempat bagi "orang aneh". "Pertama kali sekali saya menghasilkan dollar sangat mengejutkan," tuturnya kepada Business Insider. Ia sendiri bukanlah orang biasa iseng mengunggah You Tube.

Awalnya dia adalah seorang grafik desainer bergaji $45.000. Namun, berkat You Tube gajinya meningkat dua kali lipat bayangkan. Ketika ia memulai You Tube itu masih gratis bebas iklan.

Tidak ada bayaran sama sekali di You Tube tahun 2008, cuma berisi orang- orang aneh mengupload video. "Hal disana tentang You Tube adalah bukan sebuah karir menjanjikan. Itu cuma berisi banyak orang aneh," tuturnya. 
 
Ketika ia bercerita dia membuat akun You Tube, mereka berpikir pasti dia sudah gila. Kegilaan itu akhirnya berbayar mahal. Dia cuma membagi tips merawat rambut alaminya -lewat video kepada teman atau keluarga. 
 
Whitney sama sekali tidak berpikir itu akan menjadi karir. Dimana dia bisa disejajarkan dengan beauty editor untuk majalah kecantikan. Ia adalah langkah langsung menuju kostumer brand kecantikan.Whitney sendiri tidak selalu ada waktu ke Salon.

Dia mulai mencari komunitas di You Tube. Belajar dari mereka disela kesibukannya di kantor. Dia belajar bagaimana menghasilkan keriting alami bahkan afro. Lewat blog post, video post, dan foto jadilah rangkain cara belajar ampunya, yang kemudian dibagikan kembali. 
 
Hanya saja dirinya tidak menemukan guru yang tepat sesuai hati; dia belajar otodidak. Whitney mulai memotong rambutnya sendiri dan merawatnya di You Tube.

Dengan jutaan pelanggan, dilihat 52 juta kali videonya, dia bisa mendapatkan sponsor dari perusahaan besar Carol's Daughter (dimiliki oleh L'Oreal). Gadis 29 tahun ini mengubah cara pandang tentang apa itu rambut hitam. 
 
Ketika di 2013 produk rambut memakai bahan kimia turun $130 juta, maka di tahun berikutnya malah naik $200 juta untuk produk natural. Dari sanalah brand -nya terlahir. Lewat tutorial You Tube nya lah dia mendapatkan banyak uang. 
 
Awalnya, ia cuma mendapatkan dari pembayaran iklan Google Adsense. Dia pun mulai membentuk brand -nya serta mulai mencari sponsor. Carol's Daughter merupakan bisnis terbaik miliknya kala itu. "Gadis- gadis di You Tube adalah teman kami," ujar manajer multimedia Carol's Daughter.

"Saya tidak mencoba mempromosikan sesuatu yang tidak saya beli," tutur Whitney. "Saya menolak banyak uang... saya menolak perjanjian besar dengan perusahaan besar... karena saya tidak mau menjadi bahan di produk mereka," tuturnya menjelaskan.

Whitney sendiri memakai produk natural L'Oreal. Sementara itu perusahaan mulai menyasar vlogger seperti hal dirinya. "Banyak waktu (brand) sangat ingin masuk ke pasar (rambut natural) tetapi tidak tau bagaimana," ujarnya. 
 
"Mereka tidak tau apa yang sebenarnya kami butuhkan," lanjutnya. Membuat video cuma 1% dari pekerjaan sehari- harinya kini.

Di sibuk oleh meeting panjang, perjalanan jauh, proyek rahasia, email, mengedit, dan tentunya menghabiskan waktu bersama suami dan anak perempuan semata wayangnya. Untuk membantu bisnisnya yang tumbuh, ia pun menyewa jasa staf kecil. 
 
Whitney mengaku prefeksionis soal bisnisnya. Dia bahkan maunya melakukan semua sendiri. Agar memastikan email pribadinya tidak berakhir di tangan yang salah, Whitney pun hanya mempekerjakan teman dan anggota keluarga. 
 
"Saya senang bahwa saya dapat mendukung teman-teman dan keluarga dan mereka dapat membantu saya dan magang," canda Whitney. Pada akhir hari yang sibuk itulah, ia tidak bisa membayangkan melakukan hal lain, selain membuat video.

"Bahkan jika YouTube berhenti, jika tidak ada hal seperti monetisasi, jika kita tidak dibayar, saya akan terus membuat video karena itulah yang saya suka lakukan," tutupnya.

Jualan Burger di Tik Tok Viral Pengusaha Kembar

Profil Pengusaha Dzaky dan Naufal Rahim

 

burgerchill.png
 

Pengusaha kembar begitu kita melihat kedua pemuda ini. Mereka berhasil jualan di Tik Tok viral. Berkat kekembaran mereka serta keuletan. Bisnis mereka menjadi dikenal dan mampu menaikan penjualan. Dulu orang bilang Tik Tok tidak berguna tetapi tidak.


Tergantung orang bisa memanfaatkan media tersebut. Pengusaha kembar bernama Dzaky Muhammad Abdullah Rahim dan Naufal Muhammad Abdullah Rahim. Usia mereka masih 19 tahunan, tidak gagap teknologi terutama sosial media.


Bisnis Burger Chill

 

Dzaki menjelaskan mereka memang senang wirausaha. Udah usaha ketika masih sekolah menengah. Ia dan kembarannya ketika SMA, sudah jualan jajan seharga Rp.2 ribuan. "Awalnya gara- gara pengin mandiri aja, enggak mau ngerepotin orang tua," jelasnya.


"Pengin beli HP pake uang sendiri," Dzaki menjelaskan kepada Detik.com. Maka mereka berjualan aneka makanan ringan di kelas. Mereka menjadi reseller aneka makanan ringan, susu murni dan nasi kotak.


Mereka jualan aneka makanan. Ketika mereka naik kelas 12 SMA bertepatan pandemi. Covid 19 telah memaksa mereka belajar melalui daring. Belajar di rumah menghalangi mereka berwirausaha. Mereka tak dibolehkan berjualan diluar rumah.


Mereka tidak mau menyerah menjadi pengusaha muda. Si kembar memutar otak bahkan bertekad buat mendirikan brand sendiri. Salut. Mereka ingin lebih serius berusaha. Pertama mereka mau membuat brand keripik singkong, terus bola ubi, tetapi gagal.


Kemudian mereka memiliki ide ketika melihat roti mama. Roti coklat bikinan mama memang lezat dan mungkin menghasilkan. Tetapi mereka gagal menaikan roti isi coklat, alih- alih menyerah mereka coba membuat roti isi daging.


"Kami suka banget roti coklat dan keju buatan mamah. Cuma Naufal bilang jangan di situ karena harganya enggak bisa up, mending jualan roti yang isinya daging," terusnya.


Dari sanalah mereka menemukan ide membuat burger. Roti isi daging kemudian dinamai Burger Chill. Mereka membuat burger isi daging ayam pada 14 Juni 2020. Burger Chill merupakan chicken burger ukuran kecil. Mini burger memenuhi kriteria makanan orang Indonesia.


Dimana orang kita tidak melihat burger makanan pokok. Kita hanya menjadikan burger camilan. Oleh karena itu burger ukuran kecil dinilai pas. Awal mereka memulai usaha berbekal pre- order. Dua kakak beradik tersebut hampir tanpa modal.


"Nggak ada modal sama sekali, kan open order. Kita juga buatnya masih di dapur rumah," mereka lanjutkan. Begitu dibuka cuma mendapatkan pesanan dua. Itupun pemesan merupakan sahabat mereka. 

 

Itu berjalan 2- 3 bulan cuma menghasilkan pesanan 5- 8 orang. Hampir tiga bulan macet, pesanan sangat sedikit itupun datang dari teman- teman. Dzaky dan Naufal memutar otak menaikan penjualan segera. Itulah mengapa mereka memulai membuat konten Tik Tok.


Di Tik Tok memang tengah viral konten pamer sesuatu. Ada orang pamer mendapat motor atau mobil dari orang tuanya. Mereka ikutan membuat konten namun berbeda. Dzaky dan Naufal memberikan edukasi bukan pamer kekayaan.


Dalam kontennya menampilkan mereka meminta dibelikan kendaraan. Meniru konten anak muda minta dibelikan vespa orang tua. Eh, bukannya dikasih vespa, mereka malah dikasih uang buat modal usaha. Konten tersebut ternyata viral karena memberikan inspirasi.


Pengusaha kembar menginspirasi anak muda tidak cuma meminta. Anak muda harus mandiri buat menghasilkan uang sendiri. Ini sangat menginspirasi sampai pengikutnya melonjak 90 ribuan. Ternyata berdampak kepada bisnis Burger Chill juga loh.


Mereka mendapat banyak pesanan. Bahkan sehari mereka mendapat pesanan 80- 100. Pesanan yang tertinggi pernah mereka kerjakan 180 pesanan. Omzet mereka mencapai Rp.15- 20 juta perbulan. 

 

Mereka kini dibantu delapan orang karyawan, 5 orang mengurusi produksi dan pesanan dan tiga orang mengurusi sosial media. Jualan burger di Tik Tok viral membawa mereka membuka cabang. Ada 5 gerai cabang akan dibuka secara offline.


Burger Chill juga melayani penjualan online. Bertambah besarnya usaha Burger Chill sampai butuh karyawan baru. Langsung 90 orang melamar menjadi karyawan mereka. Kedua kakak beradik tersebut tidak melupakan pendidikan.


Walau mereka tengah sukses bukan berarti berhenti kuliah. Keduanya tercatat sebagai mahasiswa di Universitad Padjajaran, Fakultas Perikanan. Sejak SMA mereka memang mau menjadi pengusaha bidang F&B.


"Nah kuliah pilih perikanan karena menurut kami potensi terbesar Indonesia ya perikanan. Kami pikir kenapa enggak menguasai satu bidang yang bisa kita pegang untuk bekal," tutup Dzaky.

Pengusaha Muda ini Ciptakan Situs Kerajinan Tangan

Profol Pengusaha Benny Fajarai

 

bennyfajarai.png
 

Pemuda asal Pontianak tersebut ciptakan situs kerajinan tangan. Pengusaha muda bernama Benny Fajarai. Namanya pernah tercatat dalam Forbes 30 Under 30 Asia pada 2016. Pendiri situs Qlapa merupakan suatu marketplace buat kerajinan tangan.


Situs yang mirip situs Etsy tetapi buat pengrajin lokal. Terobosan eCommerce tersebut unik menaikan namanya cepat. Namun tidak mudah situs Qlapa akhirnya tumbang. Produk yang terlalu spesifik dirasa kurang mengena di mata masyarakat.


Empat tahun berjalan telah menyalurkan ratusan miliar ke pengrajin. Walau Google telah merujuk Qlapa sebagai hidden gem dan paling cepat tumbuhnya di Asia. Alasan mengapa bisnisnya gagal dikarenakan gagal membentuk pendapatan.

 

Perjalan Qlapa


Bisnis startup memang dituntut mampu membentuk sistem menguntungkan. Banyak biaya dikeluarkan namun Qlapa tidak untung. Mereka berhasil membantu orang tetapi gagal sendiri. Aplikasi Qlapa pun ditarik dari Google Play semenjak 2019.


"Kami masih percaya akan kualitas, cerita, dan cita rasa akan produk kerajinan Indonesia. Masih ada tugas yang perlu dilakukan, ada mimpi- mimpi yang harus diwujudkan," tulis dalam pernyataan resmi perusahaan.


Tahun 2019 Qlapa tutup dan telah menyelesaikan semua kewajiban. Itu termasuk pembayaran gaji karyawan. Pokoknya Benny selaku CEO, telah menyelesaikan semua dari hak pembeli dan penjual di marketplace ini.


Pada 2017, sebenarnya perusahaan telah mendapatkan pendanaan Seri A, oleh KapanLagi Network, Global Founders Capital, dan Budi Setiadharma. Qlapa sendiri tidak sendiri total dua situs sejenis berdiri, Moselo dan Ku Ka.


Persaingan ketat industri eCommerce memang butuh perjuangan. Sayangnya di marketplace populer seperti Lazada, Blibli, dan Shoope mempunya kategori kolom khusus kerajinan.


Perjuangan Pengusaha Muda


Benny tumbuh dari keluarga sederhana. Ayahnya pernah menjadi sopir angkutan umum. Pernah pula dia berjualan gorengan pisang. Ayah Benny sosok pekerja keras sampai sukses. Mencontohkan kepada putranya, dia mampu memiliki armada angkutan umum milik sendiri.

Kesuksesan ayahnya menjadi wirausaha mengilhami Benny. Waktu SMA, Benny sudah mencari uang sendiri, caranya menjadi penjaga warnet milik Pak RT. Benny sosok cerdas. Ketertarikan akan dunia IT sangat tinggi.

Dia mulai belajar disela menjaga warnet. Ketertarikan akan teknologi, membawa begitu lulus sekolah langsung berkuliah ke Universitas Bina Nusantara. Dia mengambil jurusan teknologi informatika. Dia sempat berbisnis teknologi bersama teman, namanya Cactus Project.

Proyek tersebut ternyata menarik perhatian perusahaan besar. Ada AC Nielsen, PT. HM Sampoerna, Adam Khoo Learning Technology Group, Murad dan DRTV (Innovation Store). Proyek berjalan 2,5 tahun tersebut berhenti karena perbedaan pandangan.

Benny memutuskan membangun bisnis kembali sendiri. Dia mendapat banyak pelajaran. Maka mulai ia menciptakan Kreavi.com. Adalah situs jejaring sosial bagi para desainer seluruh Indonesia. Konsep tersebut kemudian diaplikasikan bisnis barunya, Qlapa.com.

Situs Kreavi kemudian Benny jual pada 2015 silam. Lanjut dia ciptakan situs kerajinan tangan Qlapa dan berlanjut. Ide awal bermula ketika Benny tengah berlibur ke Bali. Dia menemukan bahwa para pengrajin membutuhkan wadah.

Dia melihat penjual menjual terlalu mahal. Bila ditelisik ternyata harga beli dari pengrajin tidak segitu. Benny merasa ingin menolong. Situs Qlapa diharap akan menolong pengrajin lebih mudah jualan. Ia juga berharap akan memberikan keuntungan lebih layak.

Situs Qlapa diberi nama berdasarkan filosofi kelapa. Bahwa selama ratusan tahun, kelapa memiliki guna dari daun, batang, sampai buahnya. Pada November 2015, maka Benny resmi mendirkan Qlapa ini, bertugas sebagai CEO dan CTO nya seorang teman bernama Fransiskus Xeverius.

Pada 2017, dia mendapatkan pendanaan Seri A dari Aaviskhkaar, perusahaan asal India. Bisnis sang pengusaha muda banjir pujian dan penghargaan. Sayangnya, Benny gagal menemukan pola bisnis, dan ditambah marketplace umum juga menarget pasar kerajinan tangan.

Mimpi Pengusaha Sosial M. Alfatih Timur Kitabisa

Biografi Pengusaha M. Alfatih Timur

 

alfatihtimur.png
 

M. Alfatih Timur Kitabisa, memang nama menyatu yang tidak bisa dilepaskan. Mimpi pengusaha sosial ini berhasil terwujudkan. Berkat teknologi mempermudahkan manusia saling membantu. M. Alfatih atau Timmy dikenal sebagai mantan aktivis sosial.


Situs Kitabisa.com adalah platform pengumpulan dana sosial. Aspek yang dicapainya meliputi dana buat bantuan sosial dan ekonomi kerakyatan. Pemuda asli Bukittinggi, Sumatra Barat, 27 Desember 1991, ini ingin semua masyarakat saling tolong menolong.


Timmy pernah menjadi asisten Prof. Rhenald Khasali di Rumah Perubahan. Ia juga aktif di organisasi Asosiasi Wirausaha Sosial. Situs buatannya berkonsep crowd sourching masyarakat. Dimana total sudah lebih dari 2000 penggalangan dana tayang.


Membangun Kitabisa.com


Kitabisa digunakan individu, komunitas, dan yayasan. Total donasi terkumpul mencapai 30 miliar dari donasi online 20 ribu sampai jutaan rupiah. Timmy menjelaskan hidupnya sebelum merintis platform donasi ini.


Dia sudah menjadi aktivis semenjak bangku kuliah. "Saya itu waktu SMA nerd orangnya," kenangnya. Ia mengatakan mungkin karena statusnya siswa akselerasi. Usianya masih 12 tahun dan harus sekolah bersama anak- anak berusia 2 tahun diatasnya.


Karakter "cupu" mulai berubah ketika dirinya masuk kuliah. Dia masuk kuliah Fakultas Ekonomi di Universitas Indonesia. Ketika berkulaih aktif mengikuti aneka organisasi kampus, dan mampu masuk ke Badan Eksekutif Mahasiswa.


"Pesan orang tua saya perbanyak teman dan aktif berorganisasi," kenangnya, ucapan orang tua sangat membantu mimpi pengusaha sosial ini.


Keseharian Timmy membahas mengenai sosial dan politik. Pengusaha muda yang keluarganya ternyata banyak diisi profesi dokter. Timmy senang mengikuti demo mengkritisi sesuatu. Aksi demonstrasi jadi ruang mencari makna kehidupan.


Ia sadar bahwa masyarakat banyak mengalami tekanan hidup. Masalah ekonomi sangat mempengaruhi kehidupan sosial mereka. Mereka tidak memiliki wadah menyuarakan nasib mereka. Mahasiswa banyak orang skeptis bahwa mereka sok tau.


Kenapa sih mahasiswa berdemo menyerukan masalah kemiskinan. Justru ini merupakan wadah bagi mahasiswa menciptakan perubahan. "Mereka punya hati nurani. Melihat kemiskinan, mereka langsung demo," tegas Timmy.


Sosok Rhenald Khasali memberi pandangan lebih meluas. Timmy tidak sekedar berdemo melainkan aktif membantu. Timmy pun tertarik akan dunia social entrepreneurship. Dari bimbingan sang Profesor, maka Timmy mulai merintis berbekal pengetahuan entrepreneurship dan ilmu bisnis.


Timmy raji mendengar podcast atau menonton video Youtube. Dia tertarik akan program penggalangan dana. Inilah awal ide membangun situs penggalangan dana. "Aksi crowdfunding banyak di luar, tetapi di Indonesia belum ada," jelasnya kepada ANTARA News.


Membangun Kitabisa.com dibutuhkan perjuangan tidak mudah. Timmy keluar masuk kampus buat mensosialisasikan. Ia sih berharap situsnya cepat membesar. Cepat dikenal publik dan dimanfaatkan buat menggalangan dana.


Dua tahun pertama usahanya mengalami stagnasi bertumbuhan. Bahkan tidak menghasilkan donasi sama sekali. Tidak patah semangat malah menjual cincin buat modal. Dijualnya cincin pernikahan buat menambahi modal situs.


Situs meningkat tidak sia- sia menjual cincin pernikahan. Aneka perbaikan dilakukan. Kemudian dia menggaet investor masuk. Hingga Kitabisa.com menjadi situs utama penggalangan dana masyarakat Indonesia. 

 

Ini sekaligus mengungkap fakta mengejutkan. Menurut riset: Indonesia negara paling dermawan no. 1 dunia, disusul Myanmar, dan Kenya.


Bisnis Sosial


Ide murah tetapi eksekusi mahal. Tahun 2011, Timmy mengambil keputusan besar untuk keluar dari Rumah Perubahan. Dua tahun berjalan, semenjak keluar, ia telah memiliki platform bernama Kitabisa tersebut. Belum menghasilkan apa- apa tetapi terus dikerjakan.


Ia lebih fokus mengerjakan aneka donasi sosial. Mulai dari membeli obat atau perawatan rumah sakit untuk orang tidak mampu. Mimpi pengusaha sosial M. Alfatih Timur sederhana. Dia ingin menjadikan ini seolah kotak amal.


Alasan dia keluar karena berbisnis harus dikerjakan full time. Sejak awal masyarakat Indonesia gemar menyumbang. Banyak broadcast membutuhkan bantuan dana. Walau tidak jelas tetap masyarakat datang menyumbang. Mau benar atau tidak sudah bukan menjadi masalah.


Timmy menangkap kebutuhan tersebut. Ia menciptakan pola memfasilitasi kegemaran mereka. Dari sini nanti akan jelas ke mana, transparan siapa penerimanya, dan dapat dievaluasi ketika disalurkan. Butuh wadah jelas seperti Kitabisa.com buat menangangi masalah.


Timmy tidak mau sekedar membuat. Riset dilakukan termasuk mempelajari situs crowd funding di luar negeri. Ini termotivasi pula semangat Bapak Proklamator Moh. Hatta. Bahwa jiwa masyarakat kita adalah Gotong Royong. 

 

Kitabisa.com merupakan program gotong royong jaman now. Awal Timmy dibantu satu orang admin, lantas temannya datang. Rekannya asal New Zeland bernama Vikra Ijas membantu. Lantas dia menjadi co- founder Kitabisa.com.


Susah memang membangun kepercayaan. Wadah sudah dibuat sebagus mungkin masih, eh dipandang sinis beberapa orang. Biar mereka mampu menyakinkan maka berdirilahj perusahaan. Berdirilah PT. Kita Bisa Indonesia demi transprasi masyarakat.


"Kita menjadi wadah untuk orang berdonasi. Menitipkan uanngnya beramal... Maka sekarang sudah berbadan hukum resmi terdaftar Kemensos dan dapat diaudit kantor akuntan publik," terang Timmy kepada Jawapos.com


Tahun 2015, titik balik bagi Kitabisa.com, dimana mereka mampu mengumpulkan donasi Rp.7,5 miliar. Angka tersebut melonjak dibanding 2014 cuma Rp.840 juta. Hingga nama Kitabisa menjadi rujukan utama berdonasi atau beramal online.


Banyak masyarakat mengajukan penggalangan untuk pengobatan dan lain- lain. Berawal dari sebuah kampanye memohon bantuan pengobatan: Nama Kitabisa viral sampai dibicarakan dimana- mana. Tak terbatas buat mereka yang tua dan butuh uang.


Banyak ibu muda yang membutuhkan biaya melahirkan, anaknya sakit, dll. Ini menjadi pembuktian bahwa tingkat ekonomi kita masih timpang. Kitabisa membuatkan mereka wadah yang bisa dibaca, diklik donasi, dan dishare mengajak lebih banyak penyumbang.


Timmy sadar bahwa perusahaan butuh nafas panjang. Tidak mungkin berhenti ditengah jalan sehingga membutuhkan pendapatan. Ia pun terpaksa mengabil biaya administrasi 5% dari donasi masuk. Namun ia akan membaskan administrasi bila menyangkut bencana alam.


"Itu biasa dilakukan diluar negeri juga. Kecuali bencana alam, itu nol persen," ucap sang pengusaha muda.


Kepercayaan akan Kitabisa didukung publik figur yang ikut memakai. Mereka menggalang dana lewat Kitabisa. Tokoh publik termasuk ditingkat pemerintahan. Ridwan Kamil, Walikota Bandung, memakai platform tersebut buat berdonasi.

Facebook Anak- Anak Kisah Entrepreneur Zach Marks

Profil Pengusaha Zach Marks


facebook anak- anak

Entrepreneur Zach Marks berkisah mengenai pengalamannya. Mengisahkan pengalaman pengusaha cilik ini membuat Facebook anak- anak. Dulu dia masih kecil sekarang usianya telah dewasa. Disaat usia 11 tahun, Zach menemukan Facebook kemudian asik bersosial media.

Pada jamannya merupakan hal belum lumrah memiliki sosmed. Alhasil orang tua Zach berkali- kali menegur anaknya. Ia terlalu banyak menghabiskan waktu. Kebanyakan anak usia 10- 12 tahun sudah berpikir wirausaha. 

Memang di Amerika, pendidikan begitu mendukung entrepreneurship sejak masa kanak- kanak. Ya usia kecil sudah menyenangi membuat sesuatu. Anak Amerika senang mendapatkan uang jajan dari kerja keras sendiri. Dimana kita malah sibuk bermain dan acuh akan kerja keras orang tua.

Orang tua Amerika juga mendorong anaknya berwirausaha. Contoh orang tua Zach yang mendukung sang anak berkreasi. Pada 2012, anaknya meluncurkan sosial media sendiri dan hasilkan tidak kurang 6.800 anggota.

Memang sosial medianya tidak sebesar Facebook atau Friendster. Nilai tersebut cukuplah tetapi satu permulaan besar. Apalagi Zach mempromosikan ini cuma melalui mulut ke mulut. Sosial media yang bernama Grom Social, atau Facebook anak- anak.

Membangun Bisnis Anak


Begitu ditegur mengenai efek buruk sosmed tidak membuat marah. Zach justru menemukan ide mau berbisnis apa. Dia memang ingin menjadi entrepreneur. Ia teringat perkataan orang tuanya bahwa di Facebook banyak konten dewasa. 

"Ledakan tersebut bukan hasilkan frustasi, tetapi kesempatan," ia mengenang ketika dimarahi. Pola pikir anak Zach merasa kesal. Kenapa dia tidak boleh mengikuti tren remaja bersosial media. Namun dia menemukan ilham berkat kesadaran.

Dia sadar bahwa kedua orang tuanya benar. Tidak melawan, Zach malah berencana membuat sosmed untuk anak- anak pra- remaja. Sosmed ini akan dibuat oleh anak untuk anak- anak. Penggunan anak akan bisa membuat konten, chatting, berteman dan bermain game aman.

"Itu hanya mulai hingga menarik perhatian," ujar ayah Zach. Darren Marks, ayah Zach, berkata bahwa, "ini menakjubkan bahwa bagaimana semua terjadi dan meluncur".

Zach tidak diam- diam. Malah dia mengajak saudara laki- laki dan perempuannya membantu. Mereka lantas berdiskusi melalui meja dapur. Ruang makan tersebut menjadi tempat nyaman sekeluarga buat berkumpul. Termasuk tempat membahas mengenai perbedaan Groom dengan sosmed lain.

Groom sangat nyaman buat internet pemula. Kamu bisa membuat karakter di sini. Semua konten juga hasil karya kreatif anak- anak. Sarah Marks, istri Darren dan ibu Zach, berkata bahwa kreatifitas sudah didorong ke anak- anaknya sejak dini.

Sebagai orang tua tinggal mengawasi mereka berkarya sendiri. Tugas orang tua memastikan bahwa keamanan dari konten negatif terjamin. Hasilnya mereka mendapatakn sertfikasi aman, atau A dari pihak Federal Trade Commission's Children Online Privacy Protection Act.

Pihak terkait memberikan nilai terbatas usia 13 tahun ke atas buat Facebook. Grom menjadi satu- satunya sosmed teraman anak- anak. Walaupun, faktanya banyak anak membuat sosmed di Facebook dibawah usia 13 tahun ini.

"Aku tau aku harus identifikasi jelas perbedaan antara Grom dan platform sosial media lain di sana, seperti Twitter, Facebook dan Instagram," jelasnya.

"Dengan pikiran seperti ini, aku menyarankan semua bibit entrepreneur untuk membangun sebuah perusahaan yang mempersentasikan sesuatu lebih dari sebuah produk," sambung Zach.

Orang tua akan mendapatkan notifikasi email, berisi pergerakan anak di sosmed, dari postingan dan situs terhubung. GromSocial juga aktif mengkapanyekan anti- cyber bullying, anti- drugs, dan anti- smoking. Keaktifan orang tua menjadi penting dalam perkembangan produk Grom.

Awal- awal Zach harus bekerja keras memperkenalkan GromSocial. Untung karena dukungan dari para orang tua begitu kuat. Dia belum kepikiran uang disaat pertama kali. Untuk pendanaan Zach mengakali melalui donasi. Dia juga mengajak perusahaan ramah anak menjadi bagian disini.

Ambil contoh dia mengajak Nickelodeon dan Disney lewat patnership. Ke depan, kemungkinan bisa Grom menyediakan pusat periklanan spesifik. "Tetapi membuat uang bukanlah tujuan," ucapnya. Tak dipungkiri dia dan keluarga mengeluarkan uang pribadi.

"Tidak terdengar tipikal, ini menjadi passion keluarga kami. Sekeluarga meyakini mampu membuat perbedaan di kehidupan anak- anak," ucap sang Predisen GromSocial.

Menjadi pengusaha berarti harus mampu menguangkan. Terdengar sinis, namun dibutuhkan biaya tidak sedikit mengelola sosmed. Bayangkan GromSocial telah memiliki 3000 sekolah rekanan. Satu cara situs menghasilkan uang ialah menjual iklan.

Para investor tentu tidak mau perusahaan tidak menghasilkan. Zach telah berbicara dengan banyak pihak. Tujuannya tetap membangun sosmed sehat termasuk periklanan. Zach beruntung karena dia bekerja bersama keluarga.

"Siapapun pengusaha akan kesulitan bila dia dikelilingi orang yang salah," Zach mengingatkan. Ini menjadi tantangan. Citra GromSocial sangat lekat kepada dunia anak- anak.

Bahkan guru bisa mengajar melalui Grom dan membuat kurikulum. Zach tidak bisa menafikan ini dengan berjualan iklan sembarangan. Di 2017, dia bersama keluarga memutuskan menjadikan ini perusahaan publik, atau menjual saham ke orang- orang.

Pilihan tidak mudah bahkan cenderung ambil resiko. Tetapi mereka menyadari Grom telah menjadi produk publik. Banyak orang datang justru karena visi dan idealisme sosmed ini. Hasilnya melalui penjualan saham, perusahaan ini memiliki nilai market $100 juta.

Sejarah Internet Indonesia Mimpi Miliarder Muda

Profil Pengusaha Adam Sudaryanto


sejarah internet indonesia
 
Siapa tidak mau menjadi pengusaha miliarder muda. Inilah cikal satu sejarah internet Indonesia yang bernama Satu Juta Link. Beralamat di satujutalink.com, adalah proyek besutan anak muda bernama Adam Sudaryanto. Dia masih remaja kala itu. 

Adam berniat mengumpulkan semua link website Indonesia. Proyek tersebut sekarang lebih dikenal sebagai social bookmarking. Adam menjadi penggagas. Dia menawarkan link mempermudah orang menemukan website. Pemuda 15 tahun bersebut kemudian menjual link 10.000- 500.000 perlink.

Situs tersebut merupakan cara gila dirinya menjadi orang kaya. Pesimis mungkin anggapan orang kala mendengar proyek ini. Cara gila tersebut dikerjakan serius oleh Adam. Sampai dia mendirikan perusahaan bernama DAMSCorp atau M. Adam Sudaryanto Corporation.

Adam yang memiliki moto "Dream and Action" itu, berhasil menjadi CEO diusia muda. Ide menjual satu juta link kepada siapapun asli Indonesia. Adam memilih ini karena ide tersebut masih baru pada masanya. Itu sekitar rentang tahun 2011- 2013 -an dan terbukti bekerja.

Apalagi Google belum semasif sekarang alias orang masih bingung. Masyarakat masih kebingungan mencari alamat website bagus. Bisnis tersebut tidak menyita perhatian Adam sebagai pelajar. Dia sudah menyiapkan form pemesanan dulu.

Orang tinggal mengisi form kemudian kirim. Pemesanan dilakukan dalam satu klikan link pemesanan ke Adam. Dalam dua pekan semenjak peluncuran sudah hasilkan uang. Omzetnya Rp.200 ribu sehari semenjak diluncurkan. "Alhamdulillah, dapat menambah uang jajan saya sehari- hari," tuturnya.

Ide bisnis ini memeliki kelebihan selain murah: Bahwa link dipasang akan selamanya tidak dihapus Adam. Satu Juta Link menggaet situs berbekal pembayaran sekali bayar. Banyak keuntungan ketika memasang link, antara lain meningkatkan penjualan produk, puluhan ribu visitor, dan rating website.

Namun intinya Adam tengah membuat buku sejarah situs asli Indonesia. Program tersebut mulai berkembang melalui pemasaran konvensional. Adam menggaet reseller guna menjual link tersebut ke masyarakat.

Tujuannya membantu pertumbuhan jual- beli melalui sistem online. Satujutalink.com merupakan satu website berumur 5 tahun. Dimana akan diperpanjang terus sampai mungkin kiamat tiba. Satu Juta Link juga ikut menyediakan link berartikel, mengingat bahwa pesaing sejenis terus bermunculan.

Siapa Pembuat Aplikasi Tik Tok Zhang Yiming

Biografi Pengusaha Zhang Yiming


bos pembuat tik tok

Aplikasi Tik Tok goblok, sebelum kamu mencari di Google, mungkin kamu tertarik mendengar cerita sang pengusaha tentang awal mulanya. Siapa pembuat aplikasi Tik Tok yang telah begitu fenomenal hingga sekarang. Ternyata app ini berasal dari China dibuat oleh Zhang Yiming, pendiri Toutio.

App Tik Tok intinya membuat video pendek: Pertama kamu memilih lagu di Tik Tok sebagai musik latarnya. Ketika aplikasi ini mulai merekam, maka pengguna bisa lakukan apapun selama enam detik. Musik Tik Tok app meliputi hip hop, elektronik, bahkan lagu pop melow.

Aplikasi dengan pertumbuhan tercepat di Asia. Aplikasi yang bernama asli Douyin menghasilkan 150 juta pengguna aktif. Didukung oleh selebriti yang menggunakan di masing- masing negara. Aplikasi Tik Tok semakin viral dan tidak terbendung.

Siapa pembuat Tik Tok


Perusahaan bernama Toutiao memiliki teknologi startup unik. Poduknya membangun interaksi, lalu menganalisa data, membuat sebuah algortima analisis berupa feed list untuk konten pengguna lagi. Jika dijabarkan lebih gampang mereka menganalisa prilaku kita untuk menciptakan konten kembali.

Daya pikat interaktif inilah yang membuat Toutiao menjadi startup berkembang. Diluncurkan pada Agustus 2012, merupakan subsider dari perusahaan Bejing ByteDance Technology Co. Ltd, dimana salah satu aplikasi interaktif menarik.

Konten Toutiao bersumber dari internet untuk pengguna. Kemudian mendestribusi kembali hingga bisa menghasilkan lebih dari 20.000 outlet media. Dimana awalnya hanya konten di luar sana, hingga cuma ada 10% konten sendiri, yang menjadi 80% konten milik pengguna.

Pengguna membuat konten mereka sendiri. Alogritma startup ini menganalisa konten pilihan dari pengguna. Kemudian merekomendasikan konten, yang mana mungkin pengguna tertarik dan belum pernah mengetahui sebelumnya.

Sistem yang disebut mereka Natural Language Processing and Computing Vision, aplikasi Toutio mengekstrak data dan kata kunci pada setiap konten. Ketika membuka Toutio awal maka akan ada langsung konten rekomendasi. Startup ini lantas membuat interaksi dengan penggun hingga menjadi konten kreator.

Dari Toutio, maka lahirlah Tik Tok, di dalam sebuah wawancara bersama Technode; sang pendiri perusahaan menyebut produknya gaya hidup. Perusahaan menghasilkan konten interaktif dimana menambahkan visualisasi hadiah menarik.

Sosok awal Zhang Yiming belum jelas. Yang menjadi kejelasan adalah sosok ambisiusnya. Dikenal sebagai serial entrepreneur. Pengusaha satu ini sudah melewati masanya membangun bisnis. Startup kemudian menjadi pilihan hingga terbukti berhasil.

Pengusaha yang lapar akan menjadi bisnis global dunia. Harapannya menjadi bagian trio China yaitu Baidu, Alibaba, dan Tencent. "Filosofi kami adalah membayar puncak hingga menjadi yang terbaik," ia menjelaskan. Mereka sedang mencari talenta bukan sekedar mencetak penghasilan uang.

Terang- terangan Zhang beradu dengan perusahaan sekelas Baidu. Tujuan mencari talenta termasuk mencari pegawai terbaik. Mereka menawarkan bonus untuk pengembangan aplikasi sendiri. Menarik karena startup ini tidak memiliki ikatan apapun dengan tiga perusahaan itu.

Sangat riskan pengamat mengamati daya bisnis Zhang. Namun, lewat Tik Tok, membuktikan bahwa dia mampu menghasilkan bisnis global. Zhang tidak gentar. Pengusaha startup ini sudah makan garam bisnis diumurnya yang ke 35 tahun. Puluhan app diciptakan untuk ambisi utamanya menjadi puncak.

Peneliti startup dunia menyebut mereka dalam ilusi tanpa resiko. Jadi Zhang masih bisa terus maju berkembang dengan teknologi bawaan mereka. ByteDance berdiri di atas sebuah museum angkasa yang ada di Beijing China, dengan atap yang bisa dilepas.

Zhang termasuk sosok sederhana dan nyentrik. Layaknya miliarder dunia lain, Zhang lebih senang memakai kaca mata, kaos biru, meski bahasa Inggris -nya tidak sempurna. Tetapi dia percaya diri untuk menjelaskan tujuan dan strategi bisnisnya ke depan.

Dia sebenarnya sudah menyadari teknologi sejak muda. Masa kuliah Zhang sudah berani mencoba- coba memperbaiki pc, dan targetnya adalah gadis- gadis untuk diperbaiki komputernya. Dari sanalah dia menemukan jodoh yang merupakan klien wanita pertamanya.

Selepas sekolah, dia membantu berdirinya 4 perusahaan, 99fang.com sebuah perusahaan real- estate berbasi klon Twitter. Diantara itu dia kemudian bekerja untuk perusahaan besar Microsoft. Sayangnya dia tumbuh bosan dan akhirnya meninggalkan perusahaan.

Awal berdiri perusahaan


Dia mendapatkan ide tentang aplikasi Toutio dari perubahan pergerakan kereta komuter China. Dia dulu melihat bagaimana penjual koran berjualan. Hanya dalam beberapa bulan menghilang. Zhang sadar bahwa orang sedang membaca handphone mereka.

Zhang mulai menyadari bahwa pertumbuhan mobile tidak terbendung. Ketika jaringan internet juga tumbuh. Di sana lahir juga Artificial Intelegent, dimana dia belajar bahwa mesin komputer juga bisa belajar dan tumbuh memiliki intelegent.

"Saya makin penasaran, adakah hal umum, cara universal untuk memanfaatkan semua hal layanan," ia menambahkan. "Jadi saya meninggalkan perusahaan saya temukan dulu dan memulai perusahaan baru lagi."

Zhang menemukan Toutio, memperkenalkan pada Agustus 2012, dimana sangat disambut baik. App ini memberikan list cerita dalam beberapa tab. Kamu bisa membuat tab khusus menyangkut kriteria kusus berdasarkan kategori. Berbeda dengan situs agregator lain adanya mesin belajar membuatnya lebih pintar.

Dalam waktu 10 menit berita baru akan selalu fresh. Dimana membuat pembaca tidak jenuh karena berita tidak baru. Toutio menarik iklan layaknya Google dan Facebook. Mesin buatan Zhang akan mengambil cerita tidak cuma situs besar, tetapi ribuan baik surat kabar, blog, atau forum.

Uniknya mereka akan menyimpan cerita dalam server. Toutio tidak memberikan link sumber. Inilah kenapa perusahaan beberapa kali mendapat tuntutan hukum. Zhang mendapatkan komplain kuat dari mereka yang mempertanyakan model bisnisnya. Apalagi sebagai startup baru butuh pendanaan yang cukup besar.

Akhirnya dia menegosiasi dengan membagi pendapatan kepada pemilik konten. Lalu dia mulai cari- cari talenta untuk membuat app kemudian perusahaan Zhang akan membayar. Cerita sukses Toutiao sendiri banyak memberi inspirasi bagi pemuda desa mengenai kehidupan entrepreneurship.

Hal buruk mungkin terjadi apalagi dia menghadapi koran dukungan pemerintah. Dalam tiga kolom, mereka "menyerang" media milik Zhang. Ia sendiri mencoba menegosiasi. Model bisnisnya memang riskan karena memanfaatkan AI untuk membuat konten dari seluruh penjuru internet.

"Kami percaya kepada teknologi," Zhang menjelaskan, itulah kenapa perusahaan media ini tidak ada editor ataupun tenaga penulisan lain.

Penghematan biaya didukung teknologi analisis handal. Model bisnis Zhang ternyata berkembang. Ia menghasilkan penghasilan yang meroket. Namun dia melihat pertumbuhan kecil di pengguna. Inilah cikal bakal aplikasi semacam Tik Tok. Ingat pengguna tidak tumbuh begitu pula pertumbuhan iklan komersil.

Dia melihat awalnya pengiklan agresif. Namun semakin ke depan pandangan semakin kurang jelas. Maka inovasi dihadirkan dengan mengangkat 200 orang teknisi AI. Cara agresif ini digunakan untuk menciptakan aplikasi lebih atraktif.

Zhang menyadari bahwa orang ingin menunjukan kehidupannya. Lewat Toutio yang juga memiliki bagian video, memberikan kesempatan orang mendapatkan follower dan disukai. Kesempatan jadi dri kamu sendiri serta memberikan manfaat kepada orang banyak; inilah cikal bakal Tik Tok itu sendiri.

Zhang adalah seorang pengusaha, banyak bisnis perusahaan dia kembangkan dan berhasil. Bukanlah seorang teknisi handal atau ahli komputer. Dia mepekerjakan banyak orang hebat. Yang membuat dia spesial adalah kemampuan melihat produk, mengembangkan, dan membuat pasarnya hingga sukses besar.

Penemu Tumblr Bercerita Pengalaman Bisnis

Biografi Pengusaha David Karp


penemu blog tumblr

Pengalaman panjang di bisnis Internet membuatnya kreatif. Dia menciptakan variasi blog sebagai alternatif kita. Pengusaha bernama David Karp, pria kelahiran New York City, 6 Juli 1986, memulai karirnya di sebuah divisi teknologi dibawah Fred Seibert.

Karp kemudian menemukan blogging platform bernama Tumblr. Pada 20 Mei 2013, diumumkan oleh Yahoo! dan Tumblr, keduanya sepakat bahwa Yahoo! membeli blog Tumblr seharga $1,1 juta. Dan, berdasarkan Forbes, total kekayaan Karp senilai $200 juta, dan Tumblr bernilai aset $1,1 miliar.

Karp kemudian bekerja sebagai CEO Tumblr. Pengusaha yang tumbuh besar di wilayah Upper West Side, Manhattan. Ibunya bernama Barbara Ackerman, guru dari San Anselmo, California. Ayahnya adalah Michael D. Karp, komposer film dan televisi.

Karir di Internet


Dia memiliki seorang adik bernama Kevin. Kedua orang tuanya bercerai ketika berumur 17 tahun, kemudian ikut tinggal bersama ibunya. Ia bersekolah di Calhoun School dari umur 3 tahun sampai kelas 8, dimana sang ibu juga mengajar disana.

Umur 11 tahun, Karp telah belajar HTML dan telah mendesain website untuk bisnis sekitar rumah. Saat itu, ia berharap masuk perguruan tinggi di New York atau MIT. Akhirnya Karp memilih bersekolah di rumah saja, alasanya mengerjakan proyek pribadi, tetapi bukan tanpa alasan.

Ia kerap mengerjakan beberapa hal dimana harapannya proyek tersebut mampu membantunya ke perguruan tinggi. Ini semacam prestasi luar akademik mendukungnya masuk ke Universitas lebih mudah.

Dia sendiri malah memilih tidak kembali ke sekolah atau mendapatkan ijasah SMA nya. Alasannya, tak lain karena di umur 14 tahun, dia memutuskan bekerja dengan Fred Seibert, pendiri Frederator Studios.

Ibunya mengajar anak Seibert di Calhoun School dan berteman baik dengan istri Fred Seibert. Karp sering mengikuti ibunya, lalu terpikat kinerja teknisi Frederator Studios, hingga membuatnya sering berkunjung kesana. Tepat tahun 2004, dia memilih bekerja saja, bagian intern kemudian membuatkan blog perusahaan mereka.

Di saat bersekolah di rumah, dia juga aktif mengikuti kelas bahasa Jepang di Japan Society dan juga bertemu guru matematikanya dulu.
 
Sebagai catatan ia pernah membuatkan sang guru sebuah software agar menang blackjack dan poker. Disaat pengusaha bernama John Maloney mencari bantuan teknis di UrbanBaby, pegawai Frederator menyodorkan Karp. Ia menyelesaikan proyek UrbanBaby tersebut cuma beberapa hari.

Meloney kemudian mengangkatnya menjadi CEO UrbanBaby, lalu pindah ke Tokyo di lima bulan selanjutnya. Di umur 17 tahun, ia pindah ke Tokyo dan harus tetap bekerja di UrbanBaby.

Ia baru meninggalkan pekerjaanya setelah CNet resmi membeli situs UrbanBaby di 2006. Dengan uang yang didapat dari penjualan saham, ia membangun bisnisnya sendiri yaitu konsultan software. Perusahaan tersebut bernama Davidville, menggabungkan keinginan klien dan inovasi miliknya.

Karp tertarik segala sesuatu tentang tumbleblog atau micro- blog. Membangun blog sendiri sudah terpatri di benaknya Dia ingin mengembangkan alat blogging terbaru lalu memperkenalkan itu sebagai tumbleblogging. Setelah melihat tidak ada satupun yang mau memulainnya.

Ia dibantu oleh Arment mengerjakan proyek impiannya tersebut sendirian. Perlu diketahui sosok Marco Arment merupakan ahli teknis di bidang iOS dan pengembangan website.

Marco Arment menerima pesan pemilik Davidville yang tengah membutuhkan bantuan teknis. Dia masuk menjadi teknisi di perusahaan tersebut sekaligus membantu lahirnya Tumblr. Arment berhenti berkerja disaat kontrak dua tahunnya telah habis pada 2007.

Kala itu, Tumblr telah dilucurkan pada bulan Februari 2007, dia pun meninggalkan Tumblr setelah kontraknya habis. Di 2007, tumbleblog miliknya telah memiliki 75.000 pengguna sejak dua minggu diluncurkan.

Tumblr Blog Mudah


Oktober 2007, ia memutuskan menutup perusahaanya Davidville karena mau fokus di Tumblr, dan mulai mengabaikan klien- kliennya. Davidville kemudian dirubahnya menjadi perusahaan bernama Tumblr.Inc dan ada 25% saham diberikan oleh perusahaan investor.

Sukses membangun layanannya sendiri maka lupalah Karp kepada satu tujuannya semula yakni berkuliah. Secara resmi Karp tidak pernah berkuliah tapi telah memiliki banyak pengalaman karir berkat ahli- komputer.

"Produk baik diciptakan oleh orang yang mau menggunakanya sendiri," sebuah kata tentang Tumblr, Karp benar- benar menyukai blogging.

Tepat 28 September 2013, Tumblr telah membangun 139 juta blog aktif. Di 20 Mei 2013, telah diumumkan bahwa Yahoo! dan Tumblr telah mencapai persetujuan pembelian senilai $1,1 miliar dan Karp masih menjadi CEO di perusahaan tersebut.

Bermodal slogan "Blogging made easy", Tumblr tumbuh pasat menjadi 900 persen di tahun 2010. Itu menghasilkan dua miliar pengunjung, bahkan hingga melebihi milik situs Wikipedia bahkan Twitter.

Blognya tumbuh mencapai 36 juta pengguna dan 14 miliar post tiap hari. Jika Facebook berbicara sosial media untuk identitas dan keaslian, Twitter bekerja di ranah komunikasi, maka Tumblr berbicara ekspersi diri termasuk seni.

Pengguna bisa memasang foto, video, kata bijak, link, percakapan, audio, video dari satu tombol di profil sendiri. Blog bisa diatur tentang temanya seperti halnya mendekorasi rumah. Tumblr sangat mudah digunakan ditambah aspek sosial juga.

Pada bulan Oktober 2011, Presiden Obama meluncurkan kampanye 2012 melalui media Tumblr. Idenya adalah kolaborasi cerita atau story telling. Enam bulan sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS ikut meluncurkan blognya sendiri, dengan posting video dan link artikel.

Bahkan perusahaan media besar, seperti Newsweek, New York Times dan BBC memiliki Tumblrs. Merek fashion Alexander McQueen dan Oscar de la Renta juga memiliki Tumblr.

Rahasia Waze Google Kisah Pengusaha Asal Israel

Profil Pengusaha Uri Levine


kisah pengusaha asal israel
 
Bayangkan kita hidup dalam situasi tanpa macet. Inilah rahasia Waze Google yang memiliki tujuan itu. Tepatnya di tahun 2012 silam, sayangnya sekarang, sang penemu justru mendapati kemacetan lebih parah. Pria bernama Uri Levine, pengusaha asal Isreal, yang diakuinya di artikel 2018 silam.

Dia pernah mendengar temannya selalu mengeluh. Tidak suka akan mobil pribadinya lah. Tidak suka kemacetan yang terus- terusan lah. 

"Mereka benci mengemudi (itu membuang waktu), dan saya membenci sesuatu yang sia- sia," ucap dia dalam tulisnya di Forbes.

Kalau kamu mau membayangkan pola pikirnya. Datanglah ke kota dan mulailah berpikir mengenai itu semua. Mulai dari gedung, jalanan, dan kendaraan yang di dalamnya. Pikirkanlah yang mana duluan akan dibangun. Faktanya pertama ialah gedung, selanjutnya kita membangun jalan, barulah ada kendaraan.

Sialnya kita memikirkan kendaraan yang terakhir. Padahal kita harusnya berpikir bagaimana kah kendaraan akan berada. Bayangkan begitu banyak kendaraan memakan tempat. Sedangkan laju dari pertumbuhan jalan tidak cukup.

Rahasia Waze Google Pengusaha Isreal

Tau kah kamu bahwa Waze merupakan proyek spesial. Bermula dari keinginan mengumpulkan data peta. Pemerintah Isreal membuat proyek memetakan Palestina, dan bernama Free Map Isreal yang sifatnya terbuka, dalam hal ini bermakdus komunitas orang akan membantu membangun ini.

Pria itu bernama Ehud Shabtai, programer yang mangajak banyak orang untuk mengcrowd sourcing datang petanya. Menggunakan data dari pemerintah yang berbahasa Hebrew, yang mana agar jadi proyek gratis, terupdate terus dan tidak komersial.

Tahun 2008, Ehud memutuskan mengkomersialkan ini, dengan mengambil nama Waze. Aplikasi yang kemudian menjelma menjadi perusahaan Waze Mobile Ltd di tahun 2009. Pada tahun 2011 penggunanya merambah ke Asia, dengan dukungan 40 macam bahasa, mereka mulai menjual aneka iklan.

Rahasia Waze Google mendapatkan uang ialah: Membuat iklan berbasis lokasi pada peta mereka. Ambil contoh toko A bertempat di Jalan B, maka dengan membayar iklan, usaha toko A akan bisa terlihat di Jalan B pada Waze.

Menyuguhkan konsep animasi yang lebih kece. Membuat Waze nampak lebih eye catching dari mata pengguna. Cara lain digunakan untuk mengkomersialkan ialah kerja sama. Waze akan bekerja sama dengan acara berita. Pihak televisi akan mendapatkan hak menggunakan aplikasi untuk keperluan broadcasting.

Pada 2013, proyek terbesar mencoba memetakan pristiwa, tidak hanya mengenai jalan, kemacetan, ataupun lokasi. Di sini termasuk menyangkut pristiwa atau kegiatan tertentu di jalan. Contoh paling nyata ketika ada Tour de France, yang mana sukses menjadi bukti proyek sukses.

Akuisisi Google Kepada Waze


Google membeli Waze dengan nilai $966 juta pada 2013 silam. Perusahaan Waze sendiri memiliki 300 orang karyawan, dan mendapatkan untung $1,2 juta. Pembelian Google atas Waze ini malah membuat Komisi Perdagangan Federal Amerika, menyebut kepemilikan Waze dan Google Map adalah monopoli.

Walaupun dengan kasus yang mengikuti Waze. Dapat dipastikan mereka sukses membuat platform sosial media berbasis peta. Bayangkan sebagai pengguna kita bisa menginformasikan macet, satu pristiwa kecelakaan, dimana polisi terdekat, dan ini semua berkat editor peta yang lengkap.

Ada sekitar 300 negara melakukan kerja sama inisiatif dengan Waze. Tujuannya untuk mengawasi keamanan jalanan. Ambil contoh mendeteksi kecelakaan sejak dini di jalan. Sayangnya, kominitas jalan menyakini banyak ikon pada peta Waze membahayakan.

Prostes lain datang dari pihak Kepolisian Amerika, pasalnya, fitur jejak polisi di jalanan membantu kriminalitas. Ini diperkuat dari kasus penembakan yang dilakukan oleh Ismaaiyl Brinsley. pembunuhan atas dua petugas NYPD, yang mana ditemukan screenshot menunjukan dua ikon polisi.

Apakah yang dilakukan pendiri Waze selepas akuisisi Google. Nilai yang mencapai hampir $1 triliun, bagaimana kehidupan para pendiri, khususnya sosok Uri Levine. Sosok eksentrik ini menimbulkan pernyataan menggelitik. Menurut berita dari surat kabar, nilai yang sebenarnya dia terima hanya 3% dari itu.

Ya dia dikatakan hanya mengantungi $38 juta atau 3% nilai saham. Toh uang tersebut tetap banyak jika dibandingkan milik kita. Dengan uang sebanyak itu Uri memilih untuk hidup tenang. Dia tidak memilih tawaran bekerja untuk Google.

Banyak orang mendengar dia hidup mewah, berlibur ke gunung Alphen dan bermain ski di sana. Ia menikmati hidupnya mengerjakan hobi- hobinya. Tetapi itu tidak sepenuhnya benar seperti berita di media. Fakta bahwa dia seorang pecinta ski salju, dan gunung Alphen merupakan tempatnya berlibur.

Tetapi faktanya itu sudah dilakukan bahkan sebelum Waze dibeli. Dia bahkan saat itu lima kali dalam sebulan ke sana. Hobi yang mahal tentunya bagi orang seperti dirinya. Namun pendapatan Waze cukup untuk membuatnya melakukan itu banyak kali.

Bedanya ketika Waze dibeli Google ialah durasinya. Dia menginap bahkan tujuh hari selepas akuisisi oleh Google. Daripada memilih hidup dalam kemewahan, hobinya adalah segalanya bahkan dia lebih memilih membeli sepeda gunung. Bahkan itupun tidak mahal hanya $3000, dibanding sepeda yang termahal $10.000.

Apakah dia membeli mobil mewah dan rumah mewah?

Tidak, dia malah berkata faktanya kepada Business Insider, bahwa dia masih tinggal di rumah sewa dan tidak ada mobil mewah. Ia malah membuat startup baru yaitu Fairfly, untuk mereka yang telah membeli tiket untuk mencari diskon, rebooking, untuk kembali menggunakan.

Bahkan sebelum dibeli Google, dia merupakan seorang pemilik startup yaitu FeeX. Servis ini akan membantu orang menyimpan uang dari servis keuangan. "Tidak ada hal yang gila. Saya menyewa satu apartemen rental. Itu membuat logika ide logis."

Dia bukanlah pecinta uang tetapi pekerja keras. Uri memiliki lima orang anak: Umurnya dari 14- 25 tahun. Dua orang dewasa, yang umurnya 21 dan 25 tahun, yang juga aktif di startup. "Saya mau mereka mau sukses dan bahagia, independen dan bukan karena saya," ia menjelaskan hidupnya.

Mencintai Wirausaha Pengusaha Muda Vietnam Mendunia

Profil Pengusaha Thuy Thanh Truong


kisah pengusaha muda vietnam

"Ketika saya mengerjakan sesuatu yang aku cintai tentanya maka aku akan menikmatinya, untuk ku berhenti mengerjakan itu berarti sebuah hukuman," ia membuka.

Namanya Thuy Thanh Truong, pengusaha muda asal Vietnam, dikenal sebagai ratunya startup di negar itu. Ia merupakan putri satu- satunya. Kelahiran Bein Hoa, kota di utara Vietnam. Di 2003, orang tuanya lalu pindah ke Amerika, untuk pendidikan lebih baik Thuy.

Dia masuk Alhambra High School. Kemudian kuliah di Pasadena City Collage. Tahun 2009 dia pindah ke University of Southern California sebagai lulusan ilmu komputer.

"Saya cuma tidur lima jam sehari," ucap pengusaha 29 tahun ini.

"Saya bahkan tidak bisa mengatasi jet leg. Saya tidak percaya prinsip hidup seimbang," jelasnya. Kenapa bisa begitu karena dia sibuk menjalankan tiga bisnis di dunia berbeda. Dia dengan semangatnya bisa masuk ke jajaran perusahaan Silicon Valley.

Awal bisnis


Layaknya orang tua lain asal Vietnam, Amerika menjadi tujuan terbaik pendidikan anak mereka. Tetapi ia memilih kembali ke Vietnam ketika lulus. Jujur orang tua Thuy ingin dia bekarir di Amerika Serikat. Dia kemudian memulai bisnis pertama yakni bisnis yogurt beku bersama teman sekolah menengahnya.

Bisnis tersebut dimulai 2008, yang mana diberinya nama Parallel Frozen Yogurt. Dengan sistem yang bersifat startup. Bisnis ini berkembang diluar perkiraan. Yang mana dia mendapatkan pendanaan untuk bisa membuka 3 cabang.

Dia berhasil menghasilkan ribuan dollar. Dengan marketing dan branding baik, bisnis Thuy bisa dibilang tidak ada hambatan. Namun brand bagus saja tidak cukup loh. Intinya bagaimana Thuy menciptakan bisnis berkesinambungan. gagal. Dalam tiga tahun akhirnya bisnis ini tutup pada 2012.

Penjelasannya adalah 99% bisnis startup gagal, hanya 1% yang berhasil dalam perjalanannya nanti. Dia menambahkan ketika kamu muda. Kamu mau menjalankan bisnis. Jalankan bisnis kamu rasa passion mu itu. "(Tapi) tidak ada garansi itu akan berhasil," terang dia.

Walaupun gagal dia menjelaskan di sana, kita bisa belajar sesuatu untuk bisnis lainnya ke depan. Disisi lain ternyata Thuy juga sedang menjalankan bisnis teknologi pertamanya -disaat yang sama bisnis yogurt dia jalankan.

Tahun 2010, teman kuliahnya, Elliot Lee berkunjung ke Vietnam. Keduanya setuju membuat studio kecil di Ho Chi Minh City, untuk membantu teknisi asal Vietnam berkembang. Usaha tersebut diberinya nama GreeGar dimana merupakan aplikasi whiteboard aplikasi desain kolaboratif laris iOS Store di berbagai negara.

Dimana penggunanya sempai 100 negara, penggunanya adalah para anak sekolahan. "Kami menghasilkan ribuan  dollar tetapi gagal menaikannya," tandasnya. Dimana pada 2014, bisnis ini selesai, tutup dimana sebagian timnya terpecah dan Thuy bersama beberapa orang mengerjakan aplikasi Tappy.

Apa sih Tappy? Sebuah aplikasi sosial media, dimana menyasar orang Vietnam sendiri, dengan tumbuhnya sampai 10% per- tahun. Tappy mencoba menjadi pemain lokal. Dengan mengenali keadaan Vietnam lokal mampu membuat aplikasi ini lebih bersinar.

Lewat Tappy bisa mencari orang di sebuh event tertentu. Tappy bisa digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain. Kemudian jadilah komunitas kalian sendiri lewat Tappy. Pada Mei 2015, pihak Weebly, sudah sepakat membeli Tappy dimana senilai 7 digit angka nilai dalam waktu 10 bulan launching.

Lantas dia diangkat menjadi direktur bisnis oleh Weebly untuk Asia. Meskipun terlihat Vietnam punya potensi besar dalam startup. Faktanya infrastruktur masih terkendala. Wi- Fi dimana- mana sih. Tetapi sinyalnya sangat lemot. Dan perusahaan yang mau investasi butuh waktu 6 bulan hingga dokumennya siap.

Menjadi pengusaha muda Silicon Valley kehidupan Thuy adalah 50- 50 antara ke Amerika dan Vietnam. Dimana juga termasuk ke Singapura, dengan 10 kali pertemuan tiap harinya. Orang tuanya tinggal di Los Angles, pulang ke Vietnam dia berkunjung ke rumah paman dan sepupu di kampunya Bein Hoa.

Kekek Thuy dan ayahnya adalah pekerja keras, mereka memilih wirausaha. Mangkanya orang tua Thuy bisa mendukung memberikan semangat. "Kamu harusnya kerja keras ketika muda," tutup Thuy.

Aplikasi Pertolongan Anak Dibully Gampang Kok

Profil Pengusaha Natalie Hampton 


 
Terkadang seorang anak membutuhkan tempat sendiri. Adapula anak yang memang lebih suka menyindiri. Namun jangan biarkan mereka sendiri tanpa teman. Pengalaman menjadi sosok dibully pernah dirasakan oleh Natalie Hampton. Hanya karena dia berbeda bukan berarti malah dijauhi menjadikan semakin sendiri.

Sebagai siswa sebuah sekolah anak perempuan di Sherman Oaks, California, merasakan betul bagaimana dia makan sendirian. Menjadi anak yang duduk di pojokan makan bekal sendiri adalah "prestasi". Sesuatu yang tidak adapat Natalie lupakan sepanjang sekolah menengah.

Gadis 16 tahun tersebut merasakan penolakan, malu ketika mendatangi sebuah meja. Berbeda anak- anak lain Natalie mampu mengendalikan dirinya. Akhirnya dia punya teman berkat keberaniaanya untuk duduk bersama anak lain, walau mata mereka tidak bisa bohong pada awalnya.

Tak kenal maka tak sayang. Natalie kemudian menemukan titik temu. Bagaimana membantu teman- teman seperti dirinya untuk dapat teman. Bagaimana anak lain sadar bahwa mereka yang makan sendiri bukan mau hidup sendiri. Mereka butuh rangkulan dahulu. Mangkanya Natalie membuat sebuah aplikasi bertema makan.

Dia masih ingat karena suka menyendiri. Dia diperlakukan berbeda. Dianggap membedakan diri atau juga dianggap sombong. "Saya diberi tau oleh seorang teman sekelas bahwa saya begitu jelek," sangat lah menakutkan dan semua orang terasa membenci mu.

Makan bersama


Sejak menjadi sosok lebih terbuka, Natalie mulai mengikuti aneka kegiatan membantu anak lain. Ingin memberi mereka jalan agar menjadi lebih baik. Namun dia menyadari bahwa waktunya terbatas. Ketika ia keluar dari kampus tersebut maka tidak akan ada lagi bantuan buat anak korban bully.

"Jadi saya berpikir menciptakan sebuah aplikasi merupakan satu jalan terbaik untuk membantu anak- anak di sekolah dan ruang makan siang baru dan membantu mereka menemukan mereka rumah baru," ia berkata.

Dia kemudian membentuk sebuah tim proyek. Mereka menciptakan aplikasi pribadi. Dimana orang- orang di sekitar akan menyadari keberadaan mereka tanpa mempermalukan mereka. Anak yang duduk sendirian akan tau kalau ada meja kosong tanpa harus meminta tetapi malah diajak lewat layar smartphone.

Dalam seminggu aplikasi buatannya didownload 10.000. Yang mana semakin besar, dan sungguh sangatlah mengejutkan karena sekedar proyek kecil- kecilan sederhana. Jika sebelumnya dia pikir akan hanya masuk ke sekolahnya. Eh, ternyata, malah mengglobal lebih banyak dan umum dipakai pengguna smartphone.

Ada orang dari Maroko, Australia, Inggris, Prancis, yah tidak terbatas di Amerika saja. Ternyata niat baik Natelie tersampaikan.Masalah Natalie memang bukan masalah pribadi. Umum, dibanyak tempat anak- anak terkadang malah duduk sendirian ketika istirahat makan siang atau sekedar jajan.

Aplikasi yang dibuatnya memang bersifat umum buat siapapun. Dia bukan satu- satunya yang merasa sendirian di dunia sekolah menengah. Dan sampai sekarang, Natalie juga masih merasakan hal tersebut loh, tetapi dengan kadar berbeda.

Karena Natalie punya pandangan optimis. Tetapi sekali lagi, tidak semua orang memiliki pemikiran yang sama sepertinya. Diantara perasaan sendiri Natalie menyadari bahwa di sekolah juga ada anak baik kok. Mereka yang peduli sesamanya dan dipermudah mencarinya lewat aplikasi tersebut.

"Saya baru menyadari berapa banyak orang yang peduli dan membantu setiap harinya di komunitas sekolah sampai saya membuat ini," jelasnya.

Perasaan takut ditolak anak- anak seperti Natalie akan selesai. Karena begitu mereka melihat layar akan terlihat meja mana yang kosong. Dan teman kamu akan memberikan tulisan ajakan, menguatkan untuk tak ragu datang dan duduk bersama. "Jadi tidak ada lagi rasa malu. Tidak ada isolasi. Itu akan jadi lebih mudah."

Meskipun begitu bentuk bully lainnya mengkhawatirkan. Bentuk cyber bullying menjadi masalah Natalie perhatikan akhir- akhir ini. Inilah cara dia menciptakan sosial media yang bersih. Melalui membuat app sendiri untuk menolong anak- anak introvert. Pertumbuhan aplikasi Natalie bagus didukung oleh banyak orang.

Lewat aplikasi tersebut dia punya teman, temannya akan mengajak teman lain di sekolah, Natalie juga dibantu keluarga yang membantu aplikasinya masuk ke sekolah lain. Senang karena tidak ada penolakan dari setiap sekolahan mereka masuki. Harapan Natalie adalah membantu orang lain, meskipun hanya satu.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba