Biografi Peter Firmansyah Bisnis Peter Says Denim

Biografi Pengusaha Peter Firmansyah


biografi peter says denim

Ketika masih duduk di bangkus SMA, biograf Peter Firmansyah, pria kelahiran Sumedang 4 Februari 1984 sudah dikenal suka mengubek- ubek baju di pedagang kaki lima. Kini, namanya dikenal sebagai pengusaha paling keren di seluruh Indonesia.

Pokokny harus membuat produk sendiri bahkan menjualnya sampai ke luar negeri. Prinsip dipegang pengusaha muda ini patut diacungi jempol.

"Pokoknya, saya mau "menjajah" negara- negara lain. Saya ingin tunjukkan bahwa Indonesia, khususnya Bandung, punya produk berkualitas," ujarnya.

Tak butuh waktu lama 1,5 tahun hingga pencapaian terbesar dalam hidup. Namun demikian, perlu kamu tahu, kerja keras itu datang dari masa- masa sulit. Orang tuanya bukanlah orang berkecukupan, pernah berhutang untuk makan.

Pernah mereka tak mampu untuk sekedar membeli beras sehingga keluarga Peter hanya bergantung pada belas kasihan kerabatnya. 

"Waktu itu kondisi ekonomi keluarga sangat sulit. Saya masih duduk di bangku SMP Al Ma’soem, Kabupaten Bandung," kata Peter.

Bisnis Peter Says Denim Brand Anak Muda


Sewaktu SMA, ia adalah penggemar produk- produk bermutu tapi murah. Hasratnya dalam berbisnis mulai timbul. Disana, di kawasan perdagangan pakaian di Cibadak, oleh warga Bandung kemudian pelesetkan sebagai Cimol alias Cibadak Mall, Bandung, hasrat itu tumbuh.

Dia suka nongkrong di tempat itu. Kini Cimol sudah tak ada lagi. Dulu disinilah tempat berjualan berbagai busana yang dijual bertumpuk- tumpuk. Dari sini lah hasratnya akan bisnis fashion tumbuh kuat.

Sewaktu masih bersekolah di SMA Negeri 1 Cicalengka, Kabupaten Bandung, Peter juga sempat belajar menyablon. Ia berprinsip, siapa pun yang tahu cara membuat pakaian bisa dijadikan guru. Selain itu, Peter juga banyak bertanya cara mengirim produk ke luar negeri.

Proses ekspor dipelajari sendiri dengan bertanya ke agen- agen pengiriman paket. Selepas SMA, ia lalu melanjutkan pendidikan ke Universitas Widyatama, Bandung.

Namun, biaya masuk perguruan tinggi dirasakan sangat berat, hingga Rp 5 juta kala itu. Bermodal uang pemberian sang kakek sebelum wafat jadilah Peter berkuliah di tempat itu. Tapi, tak sampai satu bulan, ia memilih keluar karena tak sanggup membiayai kuliahnya.

Ia juga berselisih dengan orang tuanya perselisihan yang sempat disesali Peter karena kuliah memang menghabiskan biaya besar. Dia yang pernah bekerja di pabrik pembuat produk Rusty, Volcom dan globe sama SMA.

Peter Firmansyah pun bertekat mendalami bisnis sendiri. Dia mulai belajar tentang pemilihan produk, pembuatan, dan pemasaran produk. Biografi Peter Firmansyah benar- benar memulai semuanya dari nol. Pendapatan sebagai penjaga toko dia sisihkan sebagai modal.

Tak banyak yang bisa dia dapatkan. Disela- sela pekerjaannya, ia juga mengerjakan pesanan membat pakaian. Dalam sebulan, Peter rata- rata membuat 100 potong jaket, sweter, atau kaus. Keuntungan yang diperoleh antara Rp 10.000- Rp 20.000 per- potong jelasnya.

"Gaji saya hanya sekitar Rp 1 juta per bulan, tetapi hasil dari pekerjaan sampingan bisa mencapai Rp 2 juta, he-he-he…," ujarnya dalam biografi Peter Firmansyah. 

Uang itu ia kumpulkan selama dua tahun waktu menjadi pegawai toko hingga 2005. Di tahun 2005, Peter Firmansyah kemudian nekat membuat produk jeans bernama Defense, hanya cuma berbekal pengalaman yang ia dapat dari pengalamanya, singkat cerita produk buatannya gagal dipasaran.

Merek Peter Says Denim sebenarnya berasal dari Peter Says Sorry, satu kelompok musik. Peter juga lah orang dibalik band tersebut. Sosok pengusaha muda yang selalu memiliki celah berbisnis. Lewat jalur musik dirinya mulai membangun branding "produk anak muda"

Peter Says Denim Brand Lokal Mendunia


Semenjak menjadi vokalis Peter Says Sorry, ia mulai berkenalan dengan banyak musisi dan tau apa saja kebutuhan mereka, terutama mereka band- band rock, untuk tampil di panggung- panggung. Dia yang memiliki pengalaman di bisnis pakaian melihat kesempatan lagi.

Memang pengalamannya dalam usaha bisa dia gunakan sekarang. Bermodal tabungannya sebanyak Rp 5 juta, ia mulai memproduksi celana jins merek sendiri. Pertama-tama, Peter hanya membuat lima potong jins. Ternyata, produk perdananya ini laris manis, ini diluar dugaan Peter sejak awal. 

Dan pesanan berdatangan dan ia menambah produksi hingga 20 potong lebih. Selama enam bulan pertama, ia benar-benar membanting tulang. Mulai dari belanja bahan, mengukur, mengawasi tukang jahit, hingga mengantarkan pesanan jins ke konsumen ia kerjakan sendiri.

"Saya sebenarnya bingung mencari nama. Ya, sudah karena saya menjual produk denim, nama mereknya jadi Petersaysdenim," ujarnya tertawa.

Pengalaman ditipu pun pernah dirasakan olehnya dalam berbisnis jins. Misalnya, di tahun 2008, ia pernah sekali ditipu temannya sendiri yang menyanggupi mengerjakan pesanan senilai Rp 14 juta. Pesanannya tak dikerjakan, sementara uang muka Rp 7 juta dibawa kabur.

Sedangkan di 2007, Peter pernah mengerjakan pesanan jins senilai Rp.30 juta, tapi pemesan tak mau membayar alasannya tak sesuai pesanan. Akhirnya dia terpaksa nombok menutupi biaya pemesanan. Daripada tidak jadi apa- apa, namun biografi Peter Firmansyah tetap tersenyum penuh semangat.

Cara berpromosinya seperti pengusaha muda lain. Peter memanfaatkan jejaring sosial di internet, seperti melalui Facebook, Twitter, dan surat elektronik untuk berpromosi dan berkomunikasi dengan pengguna Petersaysdenim.

Lewat internet dan jaringan musisi indie merambah ke luar negeri. Bahkan ketika ada konser sebuah band di German. Peter Says Denim menjadi salah satu endorse untuk mereka disana. Meski kuliahnya tak rampung, Peter kini sering mengisi seminar-seminar di kampus.

Dia ingin memberikan semangat kepada pengusaha muda yang berniat membuka usaha. "Mau anak kuli, buruh, atau petani, kalau punya keinginan dan bekerja keras, pasti ada jalan seperti saya menjalankan usaha ini," ujarnya.

Dia ikut membantu adik- adiknya sejak 2007. Hingga salah satu dari ketiga adiknya sudah lulus dari perguruan tinggi. Dia akan selalu mendorong adik- adiknya untuk menyelesaikan pendidikan sarjana. Kerja keras dan doa orang tua, kedua faktor mendorong kesuksesan Peter Firmansyah.

"Kerja keras dan doa orangtua, kedua faktor itulah yang mendorong saya bisa sukses. Saya memang ingin membuat senang orangtua," katanya.

Biografi Peter Firmansyah Pengusaha Muda


Jika uangnya sudah mencukupi, Peter ingin sekali kedua orangtuanya bisa menunaikan ibadah haji. Akan tetapi, jangan berpikir dia akan langsung sukses besar Peter Says Denim. Tak selamanya laku, sejak awal, dia membrandol merek jinsnya terlalu mahal di pasaran.

Karena itu, ia dicemooh dan ditolak oleh masyarakat. Peter lantas memasang strategi khusus, fokus untuk menjual produknya ke anak- anak band. Ia melakukan pendekatan khusus agar mereka mau mengenakan produknya.

Ini dikhususkan untuk mereka yang sudah punya jam manggung panjang, buat promosi pikirnya. Tak hanya band lokal, Peter mulai mendekati band- band luar negeri. Ia lalu membuat website khusus untuk menjajakan produk Peter Says Denim.

Untuk memperkuat bisnis online ini, ia menggelontorkan lagi duit senilai Rp 5 juta. Ternyata pilihan itu sangatlah tepat. Lewat situs online-nya, Peter Say Denim dikenal di Amerika, Kanada, Australia, Singapura, dan Malaysia.

Hasilnya, kini saban bulan, Peter memproduksi 500 hingga 1.000 potong jins. Suksesnya berbisnis ke luar negeri juga karena sedari awal dia sudah punya visi. Yaitu menginginkan bisnisnya sampai ke luar negeri, ia ingin mengangkat pamor produk lokal.

Proses eskpor dipelajari diri sendiri lewat bertanya. Sejak lima tahun terakhir dia sering berkunjung ke toko, pabrik, dan penjahit. Dia tidak segan bertanya kepada agen pengiriman paket. Tidak butuh waktu relatif lama, usahanya berbisnis jeans mampu dicapai Peter hanya dalam waktu 1,5 tahun.

Sejak ia membuka usahanya di November 2008 penuh mimpi. Kini, produk jins, kaos, dan topinya telah digunakan para personel kelompok musik di luar negeri.

Sejumlah kelompok musik itu seperti Of Mice Man, We Shot The Moon, dan Before Their Eyes, dari Amerika Serikat, I am Committing A Sin, dan Silverstein dari Kanada, serta Not Called Jinx dari Jerman. Ini menjadi cara branding efektif untuk nama Peter Says Denim.

Para personel kelompok musik itu bertubi-tubi menyampaikan pujiannya dalam situs Petersaysdenim. Pada situs- situs internet mereka, nama label Petersaysdenim juga tercantum sebagai sponsor. Petersaysdenim bersanding merek kelas dunia, seperti Gibson, Fender, Peavey, dan Macbeth.

Hingga sekarang, di tahun 2014, ada berita mengejutkan nama Peter Firmansyah telah diduga telah menggelapkan uang para rekanan bisnis hingga sebesar Rp 1,2 miliar, setidaknya ada enam korban yang telah melaporkan Peter ke Mapolda Jabar.

Para korbannya kebanyakan adalah para pengusaha konveksi rekanan. Salah satu korban menyebut ia memesan pakaian ke mereka untuk dilebeli Peter Says Denim kemudian dijual kembali. Sejak bulan November 2013, Peter menjadi sulit dihubungi dan juga berbelit-belit saat ditagih untuk pembayaran.

David Simanjuntak, salah satu korban, yang sudah kehabisan toleransi akhirnya melaporkan pria kelahiran 4 Februari 1984 itu ke Polisi.

"Akhirnya bulan April lalu Peter mulai dilaporkan, ke Polres dan ke Polda," ujar Roely Panggabean, pengacara David Simanjuntak  seperti dilansir di halaman Merdeka.com.

Untuk lebih lanjut kita tunggu saja bagaimana kasusnya diupdate. Dari penulis artikel ini prihatin karena nama Peter sudah jadi inspirasi banyak orang, termasuk penulis.

Jual Ikan Hias di Kaskus Pengusaha Nicholas Kurniawan

Profil Pengusaha Nicholas Kurniawan



Siapa pengusaha Nicholas Kurniawan, adalah termasuk anak muda yang keras kepala soal berbisnis. Keras kepalanya ya karena dia selalu berusaha walau halangan menghadang. Sebagai entrepreneur, atau pengusaha muda, karirnya terbilang termasuk unik dibanding pengusaha muda lain.

Yakni bermodal sebuah thread situs jual- beli Kaskus. Sekarang, setiap bulannya, pengusaha muda yang akrab disapa Niko ini, sukses menjual seribu ekor ikan hias berbagai jenis hingga ke luar negeri, yakni Singapura, Thailand, Taiwan, dan  Hong Kong

Termasuk beberapa negara Eropa seperti Yunani, Belanda dan Inggris juga loh. Ketika itu, pada tahun 2003 -an, mulailah Niko iseng menjual ikan melalui forum jual beli Kaskus. Sedikit seperti dongeng, dia kala itu masih duduk di bangku SMA, mulai aktif menjual ikan hias di situs tersebut sendiri.

Awalnya sih cuma coba- coba tapi, eh, sukses itu nyata sampai keterusan. Pernah berbisnis bermacam model, pernah ikut MLM, semua dilalui sepanjang karir. Ini membangun mental menjadi pedagang tangguh.

Jual Ikan Hias di Kaskus Sukses Mampus


Pengusaha muda kelahiran Jakarata, 29 Januari 1993, yang mana bukanlah seorang anak yang manja. Dia ingat betul bagaimana keluarganya yang sering bertengkar hingga terdengar kata cerai. Masalahnya apalagi kalau bukan ekonomi, ini cukup membuat Niko menjadi anak broken home.

Niko bahkan pernah mendapat surat teguran karena menunggak uang bulanan sekolah. Tapi Niko masih memiliki kesadaran, dia tak mau tergoda godaan khas anak remaja yang datang silih berganti. Hanya Niko tidak mau menjadikan hal negatif sebagai pelarian.

Dia yang selalu melihat pertangkaran, yakin walau sering terjadi pertengkaran di rumah. Ia yakin kedua orang tuanya sangatlah menyayangi anak- anak mereka. Inilah alasan yang menjauhkannya dari pergaulan bebas. Niko memilih bekerja membantu meringankan beban keluarga saja.

Keadaan serba terbatas malah membimbing Nicholas Kurniawan mandiri. Niko lantas mulai memilih berusaha sendiri sebagai wirausaha. Sejak masih kelas 2 SD, di usia 7 tahun sudah berjualan mainan untuk membeli mainan baru.

Dia pernah menjual aneka baju, donat, hingga kue buatan mama disaat masih duduk di bangku SMP. Niko pernah pula ikut bisnis MLM saat SMA, tetapi seperti yang sudah- sudah, dia sadar betul MLM bukan sumber baik dan gagal ditengah jalan.

Sampai mengenal Kaskus di Februari 2010!

Nicholas mengaku hanya iseng menjual ikan therapy dari mamanya. Dia hanya merasa kurang suka memelihara ikan semacam itu; lalu dijualanya ke forum Kaskus. Hal iseng tersebut berbuah respon yang sangat baik, ini diluar dugaan Niko sebelumnya.

Otak bisnisnya memilih untuk mencari supplier bukanya memilih berhenti. Ia lalu mendapatkan bantuan seorang teman untuk menjual ikan gura rafa lagi. Tapi, tidak cukup, Niko mencari- cari lagi hingga ke dunia maya.

Satu per- satu supplier ikan didekatinya. Niko bergeriliya di toko- toko ikan dimanapun itu. Caranya ada yang langsung nimbrung saja. Ada pula yang dia dekati melalui pengajuan proposal, intinya biar agar dia bisa tetap berjualan.

"Awalnya mereka tidak begitu gampang percaya. Saya buat proposal, saya kirim ke 100 orang, yang respons hanya 10. Dari 10, yang jadi belum tentu satu," ungkapnya, kala diwawancara oleh SWA di penangkaran ikan hiasnya di kawasan Jakarta Barat.

Lewat Kaskus, dia mulai berjual ke berbagai fish therapy ke Mall, dari Blok M, Point Square, Pulit Junction. Tidak ketinggalan, Niko mengaku pernah menjual ke sebuah hotel, Hotel Alexis, beberapa rumah anggota DPR partai Demokrat dan PAN.

Guna mensuport toko ikan kecilnya ia tak ragu langsung membeli domain atau alamat situs. Caranya pun ada khusus. Niko memulai melakukan riset kata kunci agar ikan yang dijual laris melalui mesin pencarian Google.

Jual Ikan Hias di Kaskus dan Online


Susah memang persaingan bisnis online, tapi dia berhasil. Pria yang kini tengah kuliah di Jurusan Pemasaran Prasetiya Mulya Business School ini, lantas membuat toko online sederhana, biar bisa bejualan di internet yaitu www.tropicalfish-indonesia.com.

Alasannya memilih nama tersebut, karena memang agen atau penggemar ikan hias di luar negeri kerap menggunakan kata "ikan tropis" dalam bahasa Inggris kala mencari ikan buruannya di dunia maya. Tujuannya agar sekali tembak dua target kena: pembeli lokal dan luar negeri.

Kepercayaan toko ikan hias mulai diraih, disaat kualitas kiriman produk mampu memuaskan mereka. Pembayaran lancar ke para pemasok ikan hias dari sejumlah penangkar di Pulau Jawa, Kalimantan, sampai ke tanah Papua, turut melambungkan namanya.

Berkat pasokan besar itulah jumlah kliennya mulai beranak pinak. Niko tak segan- segan beriklan di internet agar situsnya mudah ditemukan. Alasannya memilih bisnis iklan hias karena memang prospeknya bagus, jelasnya.

Di bisnis ikan, Nicholas juga pernah mengalami beberapa kali kegagalan berbisnis loh. Dia pernah 3x rugi besar. Kisahnya Niko dulu pernah loh mengambil keputusan salah, membuat pelanggan kecewa, namun tidak berhenti berusaha.

Sebagai contoh, dia pernah mendapatkan order besar ikan hias dan gagal kirim. Saat itu ia mengalami kesulitan mengirim ke Medan. Pembeli membatalkan ordernya, dan rugi besar karena tidak sanggup mencari cara. Melalui kegagalan itulah, ia menemukan ide baru dan cara baru.

Dia mencari pedagang ikan garra rufa (ikan therapy) di sekitaran Medan sebagai supplier. Ia tinggal telpon, mengantarkan barang, dan membayarnya. Tetapi mencari supplier bukan perkara mudah, tidak berjalan seperti harapan.

Dia tidak bisa mencari cepat justru tetap mencari di Jakarta. Itu semua tentang dana yang tidak menutupi pengeluarannya. Tetapi, ia mengaku mulai berhubungan akrab dengan penjual ikan karena masalah tersebut, dari sana dia mulai dipercaya masalah pembayaran.

Pengusaha Muda Ikan Hias yang Selalu Belajar


Niko belajar bahwa mungkin jika bukan ada kerena keadaan yang sulit tersebut, ia tidak akan kenal dengan penjual di Medan. Dia tidak akan mengenal bisnis tersebut lebih dalam seperti halnya soal pengepakan. Masuk ke kelas tiga SMA Niko mampu mengekspor ikan hias untuk pertama kali.

Bisnisnya bergulir lebih pesat hingga akhirnya mampu mengirim seribu ekor ikan hias ke berbagai negara. Berbagai jenis ikan hias, diakuinya, tersedia di toko online, mulai ikan gara rufa, arwana, jenis ikan hias lain, serta ikan predator seperti spatula dan aligator.

Dia memulai bisnis ikan lain seperti arwana, pari air tawar, ikan import- seperti seperti arapaima, acipenser, poliodon, hingga booming axolotl.

Intinya, Niko itu bukanlah orang yang suka berdiam diri. Dia selalu melihat peluang yang ada serta fokus menjalaninya. Bisnis itu tentang melihat pasar atau peka terhadap permintaan pasar. Namun, dia lebih menyarankan fokus di satu produk yang menjadi keahlian kita.

Selanjutnya? kita bisa berekspansi produk sejenis, atau bahkan memulai bisnis lain. Hanya masalah waktu hingga sukses itu datang dari fokus serta ketekunan. Hingga sekarang usahanya yang kini bernaung di bawah CV Venus Aquarium tidak hanya berpusat pada jual beli ikan.

Dia juga merambah bisnis dekorasi akuarium hingga perawatan ikan hias. Niko lalu mengungkapkan, orang banyak salah sangka mengenai bisnisnya. Bisnis ikan hias ini memang dianggap tidak mampu menghasilkan uang besar.

"Orang pikir ini bisnis kecil, tidak keren. Bisnis minyak, batu bara, baru keren. Kalau bisnis ini, tidak keren. Tapi ternyata uangnya besar juga," ujarnya seraya tersenyum.

Namun, ketika ditanya omsetnya, Niko terkesan malu-malu menjawabnya. "Cukup besar, tetapi tidak enak menyebutnya. Sekitar ratusan jutalah," ujar pemuda yang kini menuliskan perjalanan usahanya dalam bentuk yang berjudul Die Hard Antrepreneur itu.

Cara Kerja Toko Online Menurut Entrepreneur eCommerce

Profil Pengusaha Kevin Sprole


entrepreneur ecommerce

Dia lahir sebagai entrepreneur ketika umurnya masih 16 tahun. Dia menciptakan software toko online sendiri. Inilah cara kerja toko online menurut entrepreneur Kevin Sprole. Dia menciptakan software shoping chart yang terbesar. Dimana dia memiliki jumlah pengguna lebih dari 15.000 situs online.

Dia menjadi seorang ahli eCommerce di umurnya belia. Awalnya, dia menciptakan Volusion sebagai software custom web- design, atau pengguna software bisa menggunakannya tanpa keahlian khusus. Dimana pengguna mampu mengutak- atik software dengan bantuan Kevin secara professional.

Cara Kerja Toko Online Volution


Dia menciptakan kode awal Volution dari 16 tahun ketika masih sekolah tinggi.

"Saya membuatnya dari kamar di rumah orang tuan saya di Simi Valley, California, dan saya mengerjakannya sejalan dengan pengguna, saya sadar bahwa shopping chart merupakan software yang paling diinginkan mereka," entrepreneur ini menjelaskan. 

Hari ini, dia memenangkan penghargaan eCommerce Award, dan membantu  bisnis online dangan pengguna lebih dari 15.000. Platform miliknya membantu pengusahan kecil seperti yang digunakan oleh Motorola, Disney, Chicago Tribune, Michigan University, dan kampanye Obama- McChain.

Bagi entrepreneur baru, maka Volusion menjadi solusi karena memberikan layanan all in one, mudah digunakan, dan platform terpercaya. Volusion dilengkapi dengan layanan 24x7x367.

Volusion.com juga memberikan 14 hari bebas mencoba atau anda menggunakannya tanpa membayar hingga 14 hari; anda bisa membeli selanjutnya. Lainnya, Kevin menawarkan pelayanan berbeda untuk bisnis besar dan kecil.

Kevin menyediakan tool tertentun untuk hal- hal berbeda seperti SEO. Tidak seperti software lainnya, Volusion memberikan keamanan PCI certificate cart, marketing tool untuk menjadi sukses online untuk tiap pengguna.

Bisnis yang baik adalah mengetahui siapa dibalik semua software digunakan. Hal itu sangat penting, mengingat masih tumbuhnya bisnis online. Sofware harus mudah digunakan siapa saja bahkan bagi pemula.

Tetapi ingat, perusahaan penyedia software juga harus memberikan pelayanan terbaik. Secara pribadi, Kevin memilih orang- orang bertalenta di perusahaanya. Dia selalu mencoba membangun solusi ideal serta kerja efektif

Kita mungkin berpikir tentang harga jual. Bagi Kevin, itu bukan hal masalah jika mereka memiliki layanan SEO serta perangkat sosial media. Ia meluncurkan vZoom yang merupakan layanan sosial terbaik bagi setiap toko online.

Itu membantu pembeli melihat foto- foto produk otomatis diperbesar lalu kembali seperti semula. vZoom akan menaikan minat pembeli membeli produk jalas tanpa kaca pembesar. Ketika tumbuhnya sosial media, Volusion yakin menarget pasar online cera gamblang terutama toko online.

Mereka sadar betul bisnis tak lagi tentang toko jadi. Mereka bahkan meluncurkan Volution's Social Store Builder (tm) berguna bagi pengguna software langsung menjual produk mereka dari Facebook atau MySpace dengan satu tombol.

"Setiap hal tersebut juga perlu mendapatkan perhatian apakah penting untuk bisnis anda atau tidak" ujar Kevin.

Dia mengaku entrepreneurship nya berasal dari keluarga. Ayahnya seorang pemilik bisnis konstruksi walau berbeda dengan bisnis anaknya. Dia sangat terinspirasi untuk belajar lebih banyak, meneliti, serta mengeluarkan banyak waktu.

Entrepreneurship miliknya membutuhkan waktu untuk belajar, dedikasi, dan ketekunan.

"Ketika saya pertama kali memulai bisnis, saya sangat kagum dengan model bisnis milik Microsoft waktu itu membangun platform cepat dan menjualnya kembali- Windows. Saya menyadari Microsoft melakukan bisnis skala besar daripada melakukan kustom web- design," paparnya

Itu membantu Kevin memilih niceh bisnisnya kelak. Bahwa dia akan masuk ke kustom web- design untuk eCommerce platform. Volution menjadi platform yang membantu kita menghantarkan sebuah solusi basar membantu bisnis kecil dan besar.

Sukses Nelayan Entrepreneur Bulu Babi Yuri Pratama

Profil Pengusaha Yuri Pratama


pengusaha muda bulu babi
 
Siapa sangka nelayan menghasilkan jutaan rupiah. Yuri Pratama sukses nelayan entrepreneur bulu babi. Ya, seperti namanya, Yuri asik berbisnis bulu babi yang ternyata banyak peminat. Lebih lanjut pengusaha muda 26 tahun ini menceritakan awal mulanya, bagaiamana berbisnis bulu babi.

Dulu dia bekerja di bidang ecotourism, atau bekerja di wisata ekologi. Nah pekerjaanya dekat dengan pantai dan kelautan. Mangkanya dia lalu tau bahwa bulu babi memiliki kelebihan. Selain itu bahwa fakta masyarakat Indonesia membuang bulu babi, maka disanalah ada kesempatan berbisnis.

Padahal bulu babi menurut buku mengandung banyak protein. Kenapa masyarakat Indonesia malah memperlakukan seperti sampah. 

"...tetapi di Indonesia (bulu babi) dibuang di pinggir jalan," papar nalayan entrepreneur ini.

Pengusaha muda ini menjelaskan kembali bisnisnya. Dia mulai melakukan serangkaian riset sendiri. Tentang manfaat bulu babi hingga apa produk turunan. Pengusaha bulu babi pertama di Indonesia ini terbilang nekat karena sama sekali tidak ada contoh.

Pengusaha Muda Bulu Babi Pertama

Dalam benaknya dia harus menghubungi pihak terkait. Dalam hal ini Yuri mengunjungi pihak KKP atau Kementrian Kelauatan dan Perikanan. Sayangnya, mereka menganggap rendah ide bisnisnya, pasalnya memang merupakan hal baru bisnis bulu babi.

Memiliki garis pantai terpanjang di dunia, justru penguasaan bisnis bulu babi berada di Filipina, Asia Tenggara. Miris bukan mendengar hal tersebut jelas. Bahkan negara seperti Amerika, Norwegia, Eropa Timur, dan lainnya, lebih sukses jadi produsen dibanding Indonesia.

Berbekal keyakinan yang lebih banyak nekat sih. Pengusaha muda ini mulai membuka usaha bulu babi sendiri. Usaha sederhana bermodal Rp.4- 5 juta dahulu. Sekarang, dia memiliki tujuh keramba bulu babi di tiga pulau, dari Pulau Tidung di Kepulauan Seribu.

Masa panen empat bulan sampai enam bulan sekali. Dimana ia memanen 18- 100kg, satu karungnya atau setara 1kg dihargai Rp.250 ribu, lalu untungnya 40 persen. Dia tidak mau meraup untung sendiri, jadi Yuri megajak nelayan- nelayan lain berbisnis bulu babi bersama.

Konsep entrepreneur baginya adalah memberdayakan bersama. Yuri mengajak nelayan pulau Tudung mengelola bulu babi. Ia mampu membuktikan bahwa bulu babi buka sampah. Usaha pembenihan dengan kapasitas 1000 ekor dibantu para nelayan lokal.

Modal digelontorkan oleh Yuri sekitar Rp.20 jutaan. Kapasitas terus meningkat dibanding awal dia memulai usaha. Harapan Yuri untuk menembus pasar ekspor terwujud dan terus berkembang.

Viagra Alami dari Bulu Babi


Entrepreneur Yuri Pratama menjelaskan kelebihan bulu babi. Kenapa sih banyak negara asing yang tertarik membeli. Pertama, fakta bahwa bulu babi mampu menjadi pengganti viagra, menurutnya ini adalah konsep seagra, alami dibanding kandungan kimia pada pil biru.

Seagra merupakan ekstra telur bulu babi yang kaya asam amino dan protein. Cocok untuk menaikan stamina pria dalam keseharian. Kandungan Omega 3 menurunkan kadar kolesterol pada tubuh. Ini akan meningkatkan aliran darah dan mempelama tingkat ereksi.

Produk bikinan Yuri mengandung tinggi Selenium dan Zinc. Meningkatkan vitalitas agar jumlah dari testosteron meningkat. Bulu babi meningkatkan kualitas jumlah sperma pria.

Sosok Yuri Pratama, lulusan Universitas Indonesia, menangkan ajang Wismilak Diplomat Success Challange 2010 merupakan langkah awal. Produk hasil budidaya miliknya menembus pasar ekspor ke Jepang. Dari diolah menjadi bahan suplemen hingga menjadi bahan baku kosmetik wanita.

Dia juga lulusan Trisakti Business School dan INSEAD Singapura juga. Menawarkan konsep nelayan preneur dibawah bendera Urchindonesia. Ia membantu nelayan agar naik pangkat jadi pengusaha. Dia membantu mereka membudidaya bulu babi, yang prospek tetapi jarang dikembangkan orang.

Dari Pulau Tidung, usahanya merambah sampai ke Pulau Panggang dan Pulau Pari. Banyak nelayan tertarik bergabung termasuk nelayan wanita. Mereka akan bertugas mengolah, dari panen sampai proses produk olahan.

Awal Mula Madu Pramuka Kisah Wirausaha Berkah Alam

Profil Pengusaha Madu Wawan Darmawan


pengusaha madu pramuka

Orang pasti berpikir bahwa madu pramuka adalah jenis madu. Ternyata awal mula madu Pramuka yaitu kisah wirausaha alam. Orang berpikir ini bukanlah merek dagang atau brand usaha. Awal mula madu Pramuka ternyata adalah sebuah perusahaan asal Cibubur.

Diproduksi sejak tahun 1973, oleh perusahaan PT. Madu Pramuka Cibubur, Jakarta Timur, yang awalnya bernama Pusat Perlebahan Apriri Pramuka. Didirikan dan diplopori oleh Sekjen Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Letjen TNI (Purn) H. Mashudi, yang juga mantan Gubernur Jawa Barat.

Sosok Mashudi sendiri kurang aktif dalam perbisnisan perusahaan. Namun, dialah sosok pelopornya, dimana pada 28 Mei 1970, pengusaha Mashudi lah penggagas model peternakan lebah yang modern. Kawasan bernama Pramuka tersebut disulapnya menjadi satu workshop memproduksi madu.

Mereka menampung aktifitas peternakan lebah di lingkungan Gerakan Pramuka. Singkat ceritanya kepala usahanya mengusulkan kepada Bapak Mashudi, usulannya agar dirubah menjadi Perseroan terbatas, inilah awal kisah wirausaha perusahaan madu Pramuka.

Kisah Wirausaha Madu Pramuka


Usulan tersebut dimaksudkan mempermudah kontrak kerja dengan perusahaan lain. Akhirnya tepat pada 5 Januari 2005 lalu, nama Pusat Perlebahan Apriari Pramuka resmi menjadi persereoan terbatas, yakni menjadi PT. Madu Pramuka.

Namun kita tak akan membahas biografi H. Mashudi pendiri Madu Pramuka. Tetapi bercerita tentang kisah wirausaha Wawan Darmawan, yang merupakan Direktur Utama PT. Madu Pramuka sekarang. Terhitung sudah 27 tahun semenjak Pak Mashudi menunjuknya.

Pria setengah baya ini memang bukan orang baru dalam dunia bisnis. Di tahun 1998, dirinya pernah bekerja di satu perusahaan asing. Kemudian mengundurkan diri buat mengelola madu pramuka.

Mashudi percaya kemampuan Wawan mengelola Pusat Perlebahan Apriari Pramuka (belum berubah nama). Ia tangkas membenahi aspek manajemen perusahaan. Produksi perusahaan itu sangatlah kecil per- tahunnya.

Dia benar fokus menggarap bisnis Apriari. Semuanya ditatap bertahap olehnya. Hingga Wawan bisa meningkatkan produksinya. Keuangan organisasi terbut perlahan menanjak. Di tahun 2005, dia lah yang mengusulkan Apriari dijadikan perusahaan, dan akhirnya mengelola sampai terkenal.

Ya, dialah otak dibalik bisnis madu Pramuka, mengusulkan langsung kepada Jendral Mashudi. Intuisi bisnisnya memang bergerak maju. Alhasil produksi madu bisa meningkat drastis dibanding tahun- tahun sebelumnya.

"Saat ini, produksi madu kami 10- 15 ton per- tahun," terangnya kepada Jawa Post.

Bermodal Madu Pramuka lah pula, pengusaha Wawan mampu membantu banyak orang lewat lapangan pekerjaan. Dari konsep perusahaan budidaya madu lebih produktif dan profesional. Dan fakta lain, perusahaan ini telah membantu banyak peternak lebah di penjuru Indonesia.

Awal Mula Madu Pramuka Bermula Organisasi Masyarakat


Sejak dipimpin dirinya, cabangnya sudah sampai ke Tangerang, Banten, Cirebon, Semarang, Batang, Jogja, Surabaya, dan Sukabumi. Itu adalah cabang penjualah loh. Kalau pusat produksinya masih di dua tempat, yakni Cibubur dan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Selain itu visinya sebagai bagian dari jiwa Organisasi Pramuka masih ada. Bahkan seolah menjadi amunisi buat menarik masyarakat juga. Karena mampu mengisi arus khas di Kwarna Pramuka dan berdikari. Menurut Ketua Kwarnas Adhyaksa Dault, bahwasanya anggaran pemerintah terbatas.

Arus kas dari Madu Pramuka menjadi andalan sekaligus contoh peternak lebah. Bahkan rejekinya tak terputus mampu mensejahterakan 200 orang karyawan. Kak Wawan (sapaan akrab warga Pramuka) tidak cuma memenuhi materi. Bahkan mereka mampu memberangkatkan Haji- Umrah karyawannya.

Diatangan dinginnya, bisnis Madu Pramuka tak cuma jualan madu. Dia mampu mengekstensifikasi bisnis. Seperti berjualan peralatan beternak lebah, penyedian bibit lebah, jadi tempet pelatihan lebah, tempat pengobatan tradisional (sengetan lebah atau Apitherapy).

Disini juga sebagai wahan rekreasi edukasi masyarakat. Selain itu Wawan juga diharapkan mampu mengembangkan entrepreneurship bagi generasi muda Pramuka. Secara serderhana dijelaskan bahwa potensi peternakan madu di Indonesia, masih sangatlah berpeluang besar.

Sekjen Asosiasi Perlebahan Indonesia itu menjelaskan, selain itu tren konsumsi madu juga sudah berubah, ini benar- benar peluang. Dari cuma sekedar buat pengobadatan beralih ke konsumsi harian. Hitungan total dari produksi adalah 15- 20 ribu ton, berbanding konsumsi 10- 15 gram/kapita/tahun.

Bayangkan jika ini dikombinasi dengan pengolahan khusus. Seperti pengusaha mengolahnya nanti menjadi donat madu; masih ada peluang basar! Pengalaman di ranah kongres perlebahan ASEAN. Menurutnya kelemahan Indonesia masih sama seperti bisnis lainnya,

Sayangnya, masih kurangnya dukungan pemerintah, membuat madu Pramuka seolah tidak berkembang. Padahal jenis madunya, Wawan menyebut Indonesia itu kaya, ada madu bunga randu, madu karet, madu rambutan, madu bunga mangga, adapula madu hutan asli Kalimantan.dll.

Soal siapa baik memulai bisnis madu, ia menjelaskan baiknya merupakan orang yang penyayang lingkungan. Madu alamiah menurutnya akan lebih baik mutunya.

"Banyak sukanya kerja di bidang ini. Dukanya, ya paling tersengat lebah. Disengat lebah kalau kata orang- orang itu kan ngeri- ngeri sedap," terangnya bercanda. 

Dia juga aktif menyulap bumi perkemahan menjadi tempat budidaya lebah. Bukan karena tanpa alasan selain ini bisnisa ramah lingkungan. Bisa pula membantu membuka lapangan pekerjaan baru. Penulis sendiri pernah liat di daerah Batang, Jawa Tengah.

Pengusaha Hisyam Bawahab Membuka Paparon Pizza

Profil Pengusaha Hisyam Said Bawahab


pengusaha hisyam

Profil Hisyam Said Bawahab, pria kelahiran 15 April 1954, yang masih ingat betul masa- masa perjuangannya dulu. Pengusaha Hisyam Bawahab pernah menjajakan es di daerah Cikini, Jakarta Pusat, pada tahun 1980. Itulah momen yang merupakan titik balik hidup Hisyam kini.

Jejak- jejak usaha pria paruh baya ini sudah dimulai sejak SMA, pergi merantau ke Palembang untuk bekerja di perusahaan besi tua. Tak betah, ia kembali ke Jakarta lalu bekerja di toko material.

"Saya jadi kuli angkut kayu, nurunin dari truk- truk. Tak jarang tidurpun diatas papan." kenangnya.

Empat tahun kemudian Hisyam bekerja di perusahaan es. Dia pernah bekerja sebagai sopir es. "Saya nyetir ngirim balok es dari Pulo Mas sampai Ampera, ke Buncit, Kebon Sirih, terus muter dari jam 2 dini hari sampai pagi," kenang pria berdarah Arab- Betawi.

Kembali berhenti bekerja, pengusaha Hisyam Bawahab lalu memulai usaha sendiri yaitu berjualan es di Cikini. Nasib membawanya bertemu si pembeli, yang ternyata adalah pemilik dari PT. Umawar, sekaligus pemilik UI Metal Work (UMW).

Pengusaha Hisyam Bawahab Bisnis Perkakas


Sang pengusaha metal baru saja pulang dari Inggri. Dia menawarkan Hisyam Bawahab bekerja untuk perusahaan barunya. Perusahaan baru di bidang metal works. Ia tak perlu berpikir sejenak saat itu. Hisyam mendapatkan banyak pelajaran bisnis dari sana.

Bahkan tak berlangsung lama, ia membuka bisnis sendiri. Dua tahun sudah bekerja menjadi sopir balok es. Kemudian bekerja di bidang Metal Works. "Setelah menyetir es balok selama dua tahun, saya kerja di metal works," papar pengusaha Hisyam Bawahab.
 
Dari situ dia mendapat ilmu tentang hal-hal mengenai teknik. Akhirnya Hisyam berhenti karena dia merasa sudah cukup kerja dengan orang lain. "Maka saya coba merintis usaha sendiri," tuturnya. Dia menjalankan bisnis pertama secara profesional, usahanya dibiang peralatan rumah tangga.

Dibantu tiga karyawan, Hisyam membuat perlengkapan dapur berbagai ukuran. Ada kawan kemudian menawarinya tanah kosong. Di sana perusahaan miliknya berdiri kokoh pertama kali. Di perusahaan itulah yang kemudian bernama PT. Hatindo Metal Utama di tahun 1985.

Dimana produk metal khususnya peralatan dapur komersial diproduksi, seperti meja, tempat cuci piring, pemanas, pendingin, exhaust, van dan kompor.

Demi kualitas terbaik bagi konsumen maka perlu perjuangan. Hisyam memberanikan diri mengimpor produk lain. Dia mengimpor produk oven, mixer, steamer dan ricecooker besar. Perkembangan bisnis Hisyam cukup pesat berkat aksi nekat impor tersebut.

Dia mampu menjual seperangkat dapur untuk restoran senilai 300 juta per- gerai. Hasilnya nanti dikumpulkannya sedikit demi sedikit guna membeli tanah 1000m2 di Ciputat, Jakarta Selatan. Tanah tersebut kemudian dijadikan sebuah pabrik baru yang lebih luas.

Sisa uangnya dibelikan beberapa mesin bekas untuk produksi. Untuk bahan baku cukup dibelinya di kawasan Jakarta Barat. Perusahaan yang dibangun semakin besar, melayani berbagai pesanan dari seluruh Indonesia.

Pengusaha Impor Perlatan Rumah Tangga


Perkembangan Hatindo menjual aneka produk ke perusahaan lain. Mereka mulai menjual produknya ke hotel- hotel bintang lima, seperti hotel Hilton, restoran Ponderosa di Widjoyo Center serta Bandara Soekarno-Hatta.

Restoran Pizza Hut juga pernah mempercayakan pengadaan alat dapurnya kepada Hatindo. Ekspansi dari Pizza Hut yang sangat cepat di tanah air, membawa keuntungan bagi Hatindo berlipat. Dan perusahaan telah mampu mengerjakan perangkat dan instalasi dapur untuk 75 gerai.

Kemudian juga memperoleh orderan memproduksi box pengantar Pizza. Bisnis dari Hatindo semakin matang, seiring berbagai pesanan besar. Mungkin dari pengalaman itu pula membuatnya berpikir merambah bisnis restoran, terutama bisnis pizza.

Hasyim pun mencicipi hasil bisnis yang dulu menjadi garapannya. Tepat di 2001, dia membangun Papa Ron'z Pizza yang lisensinya didapatkan dari seorang teman, Ron Muller. Ia membuka gerai pertama di Warung Buncit, sekaligus menjadi yang pertama ada di Indonesia.

Kemudian dilanjutkan satu gerai lagi di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan dan di Depok. "Saya memutuskan menggeluti bisnis lain, karena saya lihat Hatindo bisa jalan sendiri, tinggal melakukan pengawasan saja," ujar Hisyam.

Tidak berhenti di Papa Ron'z Pizza, ia pun mencari bisnis lainnya yaitu bisnis peralatan dan mesin pendingin, CV. Kotajaya. Perusahaan yang terletak di kawasan Buncit, Jakarta Selatan, tumbuh menjadi pemasok pendingin di hotel- hotel, restoran, kafe- kafe, bahkan rumah sakit dan pabrik.

Seiring tumbuhnya teknologi informasi, dirinya bersama seorang kawan mendirikan majalah Pasar Ponsel. "Dulu kalau untung, saya lebih memilih untuk memutarnya. Kini saya lebih memilih investasi ke bidang yang lain seperti properti."

Pada 1994, Hasyim mencoba bisnis properti yaitu membeli tanah kemudian membangun perumahan Pesona Agung sejumlah 23 unit rumah di daerah Lenteng Agung, diatas selua 2Ha. Kemudian berkembang dengan membangun gedung bertingkat dan ruko di sepanjang Warung Buncit.

Kawasan bisnisnya termasuk yang strategis. Dia lantas membangun perumahan, ada 22 rumah sekitar Bintaro, perumahaan Pesona Eksklusif. Kemudian 35 rumah di kawasan pinggiran Jakarta, di daerah Ciputat, Supratman, Pondok Rangon dan Jati Makmur, dan bergabung perusahaan Fim Jasa Ekatama.

SamWon House Pengusaha Makanan Korea Albert Santosa

Profil Pengusaha Albert Sentosa


bisnis pengusaha makanan korea

Menjadi pengusaha makan Korea Albert Sentosa. Kelebihan di bisnis makanan Korea hanya satu. Adanya branding kuat dari popularitas tanpa harus ekstra keras. Tinggal memperkuat merek (brand) produk atau pun jas. Kita musti mengetahui bahwa fungsi merek sejatinya adalah identitas.

Namun, adanya kompetisi membutuhkan sentuhan khusus, jadilah sebuah merek butuh pengelolaan yang kontinu. Unsur- unsur yang mempengaruhi kekuatan sebuah merek ada 2 yaitu tangible dan intangible. Itu saja?

Jika tentang Korea maka branding K- Pop lah ingatan kita. Tetapi, dibalik semua tentang Korea, ada tradisi pula yang dibawa salah satunya adalah makanan khas mereka. Salah satu hal yang menarik dari negara ini yaitu makanan khas negeri ginseng ini.

Dan, banyak orang Indonesia yang memang menyukai makanan asli Korea Selatan. Oleh karena itu, hal ini menjadi salah satu peluang bisnis yang bisa kamu coba.

SamWon House Usaha Makanan Korea


Dibenak mereka yang belum pernah mencoba ini. Maka ketika mendengar makanan Korea akan berpikir tentang arti Korea, atau jika mereka berpikir artis maka akan berpikir bagaimana rasa yang disajikan disana.

Kedua hal yang saling berkaitan kuat dalam branding. Pengusaha makanan Korea ini, mampu melihat peluang dan dialah Albert. Dia mendirikan usaha kuliner khas Korea Selatan sejak November 2010. Menurutnya, usaha ini punya prospek bagus, selain itu karena belum banyak yang melakukannya.

Saat membuka usaha ada dua pilihan bisnis bagi Albert. Mau berbisnis kuliner Korea atau Jepang. Kedua- duanya punya akar kuat. Tetapi, brand Korea nampaknya masih ramai- ramainya, jadilah dia memilih satu ini.

Kelahiran SanWon Espress, menu yang ditawarkan adalah kuliner khas, baik yang sudah familiar dan baru, ada bibimbap, sup, kimchi, bento ala Korea dan banyak lagi lainnya. Untuk harga tergolong menengah, Albert mematok Rp. 16.000-Rp. 40.000 per- porsi saja.

Usaha waralaba pun ada, yaitu berbentuk gerai, sehingga akan cocok untuk kamu yang mempunyai dana terbatas. Albert sendiri mempunyai satu resto sebagai bisnis utama. Dan juga ditawarkan untuk anda yang berminat.

Untuk kelas ini, ada beberapa menu tambahan, seperti gogi gui, bokeum dan teokbokki. Harga yang dipasang akan berbeda, dimana setiap porsinya dari Rp. 55.000 sampai Rp. 100.000.

"Kuliner Korea itu identik dengan mahal, tidak halal, terus rasanya aneh. Ini kita mau pangkas satu per satu," kata Albert yang mengaku pencinta kuliner Korea dan Jepang ini.

Karena mayoritas pasar Indonesia tidak mengkonsumsi babi, Albert menambahkan, bahwa SamWon berkomitmen menjual kuliner Korea tanpa bahan tersebut.

Agar rasanya juga tidak aneh, ia telah sukses mengkombinasi bumbu- bumbu yang memang ia impor langsung dari Korea, agar sesuai dengan lidah orang Indonesia Awal mula usaha ini dirintis, Albert merogoh kocek tak kurang dari Rp 1,5 miliar.

Saat ini, SamWon telah memiliki sembilan gerai terdiri dari SamWon House yang berbentuk restoran serta SamWon Express yang bergaya foodcourt. Untuk waralaba sendiri, Albert menyebut anda bisa mendapatkan paket food court senilai Rp. 300 juta.

Bisnis Makanan Korea Waralaba


Kamu cukup menyediakan tempat yang seluas 12-25 m2. Paket kedua adalah paket restoran. Untuk mengambil paket ini, kamu perlu menyediakan dana sebesar Rp. 1 miliar –Rp. 1,5 miliar dan juga lahan seluas 200 m2.

Pada paket kemitraan restoran disuport lengkap, istilahnya tinggal duduk, renovasi tempat, desain interior, suplai bahan baku, perlengkapan, perekrutan dan pelatihan karyawan. Kemitraan ini berlangsung selama 5 tahun dan bahan baku langsung anda dapatkan dari pusat.

Omzet yang bisa didapat dari usaha kuliner Korea ini mencapai Rp. 150 juta – Rp. 400 juta, dengan laba bersih 20-40 persen. Dan, anda bisa balik modal dalam 4-8 bulan.

Lantas bisnis Korea apalagi yang dibidiknya. Apalagi kalau bukan K- Drink yang sedang ngetren sekarang. Itu loh minuman dingin bercampuran bola kenyal, atau yang biasa kita sebut bubble drink. Ini sudah populer di Indonesia sebagai minuman khas K- Pop Korea.

Bagi Indonesia yang beriklim tropis tentu memiliki potensi pasar yang besar untuk produk minuman dingin macam ini. Ini pula lah yang membuat Albert Sentosa optimistis mendirikan usaha bubble drink bernama K-Drink.

Agar memiliki ciri khas, Albert berinovasi menambah campuran gingseng. Maklum ,usahanya ini memang terinspirasi oleh budaya Korea yang sedang tren di tanah air. Bisnis kuliner yang menjajakan menu khas Korea bernama Samwon House dan Samwon Express.

Kemudian dia punya bisnis K-Drink, yang langsung membuka tawaran kemitraan. Sudah ada lima gerai K-Drink milik pusat yang sudah berjalan, dan lokasi bisnisnya masih di satu tempat dengan Samwon Express di Jakarta.

Usaha berkonsep booth di mall mencoba menyasar pasa mereka kalangan atas. Tawaran investasi yang ditawarkan K-Drink seharga Rp 160 juta untuk paket booth dan senilai Rp 260 juta untuk paket island.

Kedua paket diatas akan mendapatkan fasilitas chiller, blender, aluminium kitchen set, kompor listrik, mesin cup sealer, pelatihan karyawan, serta kerjasama selama 3 tahun.

Cara Menjadi Entrepreneur Keren Dustin Moskovitz

Artikel Bisnis Cara Menjadi Entrepreneur


cara menjadi entrepreneur

Co- founder Facebook, Dustin Moskovitz, dikenal sebagai miliarder termuda pada tahun 2013 versi majalah Forbes. Menceritakan tentang cara menjadi entrepreneur keren ala para Pendiri Facebook. Ia kemudian digantikan oleh seorang wanita bernama Perenna Kei.

Bagi kamu mungkin pernah menonton film the Social Network, meski terlihat memiliki peran remeh di film, Dustin adalah salah satu otak berdirinya Facebook. Sukses menjadi co- founder membuatnya memiliki nilai kekayaan $8,2 miliar.

Sekarang dia bekerja di sebuah perusahaan lain setelah keluar dari Facebook, yaitu Asana. Baru- baru ini Dustin mempresentasikan apa yang disebut "Cara Menjadi Entrepreneur Keren". Apakah seperti dia bersama Mark sukses meluncurkan Facebook.

Apakah keren itu seperti di film, dengan pesta hura- hura setelah sukses menghasilkan miliaran dollar. Nyatanya melalui sebuah startup deck, ia mencoba menghilangkan pikiran itu dari kita. Jujur. Ini merupakan saran yang cemerlang tapi tak segelamor media dan Hollywood tampilkan.

Cara Memulai Start- Up


Dustin menjelaskan di sebuah kelas Stanford University. Kamu pasti terjerumus oleh penggambaran dari Hollywood dan meda, tentang romantisme entrepreneur. Sekali lagi yang paling sangat utama adalah tau kenapa kamu mau memulai sebuah perusahaan.

4 hal yang diinginkan seseorang dari perusahaanya: satu diantaranya adalah keglamoran hidup, kamu semestinya menjadi bosnya, punya fleksibilitas, terutama mengenai apa agenda kamu hari ini, dan kamu memiliki kesempatan membuat sebuah pengaruh besar dan menghasilkan lebih banyak uang.

"Kenyataannya adalah tidak begitu glamor, ada sisi buruk untuk menjadi seorang pengusaha, dan yang lebih penting, apa yang kamu benar- benar habiskan waktu kamu hanya pada lebih banyak kerja keras." jelasnya.

Alasan Menjadi Entrepreneur Startup


1. Glamor
2. Kamu akan menjadi bosnya
3. Fleksibilitas
4. Kamu akan semakin banyak uang dan berpengaruh

Jika kamu melihat bagaimana di film kita the Social Network, Dustin menggambarkan itu terlalu berlebihan. Bagaimana mereka bekerja adalah laptop dan headphone.

Sebuah foto menunjukan Mark Zuckerberg asik dengan keduanya. Satu tanda jari tengah menunjukan bahwa dia sibuk.... dan tak ada waktu untuknya bersosial. Semuanya dikerjakan dalam satu tim dimana dia, Mark, dan beberapa orang duduk bersama lalu membahas semuanya...

bukan seperti film yang penuh kejeniusan satu orang. Menjadi entrepreneur berarti bisa bekerja bersama orang lain.

"Mengapa [startup] membuat stress? kamu punya banyak tanggung jawab. Kamu memiliki ketakutan akan kegagalan atas nama diri sendiri dan semua orang yang memutuskan untuk mengikuti kamu ...

Ben Horowitz suka mengatakan nomor satu peran CEO adalah mengelola psikologi kamu sendiri. Itu benar-benar benar; pastikan kamu melakukannya. " terang Dustin tentang tugas CEO sebenarnya. Ini bukan hanya tentang satu kegagalan sendiri.

Yang sebenarnya bukan kamu sebagai bosnya, tapi kita semua dalam perusahaan adalah bosnya. Semua itu hanya tentang pekerja, pelanggan, patner, pengguna, media adalah bos kamu, bukan kamu. Hidup dari hampir semua CEO adalah melapor ke semuanya...

Jika kamu ingin menjadi berkuasa atas orang lain, ikutlah garis depan tentara atau pergi lah menjadi polisi. jangan menjadi entrepreneur, begitu terang Phil Bin, CEO dari Evernote.

Begitulah Dustin Moskovitz menjelaskan apa itu entrepreneur melalui satu slide -nya.

Cerita Sukses Pengusaha Warteg Bukan Cerita Baru

Profil Pengusaha Warteg Nasional


pengusaha warteg
 
Cerita sukses pengusaha warteg bukan cerita baru. Mereka para pengusaha warung tegal (warteg) tahan banting. Mereka akan pulang ke kampung, dari Jakarta membawa mobil mewah dan segepok uang ketika lebaran tiba.

Di desanya, mereka dihitung sebagai orang kaya sukses loh. Namun siapa sangka dibalik ceritanya tidak ringa. Ada keringat dan darah yang mengalir disana. Hidup di Ibu kota bukanlah hal perkara gampang terutama bagi mereka para pendatang. 

Mereka berjuang lama tidak sekedar satu atau dua tahun, "Ya biasa, orang melihat kami ini berhasil dari sisi usaha, tapi lihat saja 20 tahun lalu, kami hidup untuk makan saja sulitnya minta ampun," tutur H Karjo (53), warga Kelurahan Kalinyamat Kulon, Margadana, Kota Tegal.

Perkataan bahwa pengusaha warteg bisa jadi hidup berkecukupan memang tidak keliru, bahkan bisa berlebih. Ketika kita bertandang ke rumah H. Karjo, meski dari depan tampak sederhana, di garasi ada mobil- mobil Kijang berjejer.

Pengusaha Warteg Indonesia


Bahkan H. Karjo mengaku tengah membangun rumah senilai hampir 1 miliar rupiah. Bukan main untuk mereka yang ukuran orang kampung. Konon, menurut keterangan kerabatnya, dia kini sedang membangun rumah untuk ke enam anaknya.

Tentu saja rumah yang bernilai miliaran rupiah ini. Hal lain yang menunjukan setatus suksesnya yaitu keinginan memenuhi nazar yaitu menanggap wayang golek dengan dalang terkenal, Ki Enthus Susmono.

"Sudah, baru saja, dan itu untuk memenuhi nazarnya karena sudah selesai membangunkan rumah untuk enam anaknya. Jadi, dia merasa tidak memiliki beban lagi," kata Asmawi, kerabat H Karjo.

Benarkan demikian suksesnya pengusaha warteg. H Karjo yang saat itu didampingi istrinya, Hj Siti Fatimah (44), kelihatan tidak ingin melebih-lebihkan hal tersebut. Kendati demikian, dia mengakui kehidupannya sekarang lebih ringan, tidak punya beban terlalu berat.

Berpakaian sarung dan kaos oblong, ia lebih senang menceritakan masa lalunya. Kisah perjuangan seorang perantau di ibu kota yang kejam. Seingat dia, pertama kali mendaratkan kaki di Jakarta itu pada tahun 1972.

Untuk merintis usaha warteg pertama kali jalannya ialah melalui berjualan asongan. Dia kala itu sedang mencari- cari pengalaman."Kalau boleh dibilang, banyak dukanya pada saat itu. Apalagi setelah menjadi pedagang asongan, saya ngenger (ikut) di tempat usaha warteg orang lain," kenangnya. 

Kala itu, H Karjo hanya dibayar Rp 60.000 per bulan. Bahkan, kadang hanya dibayar jam tangan dan topi laken. Itu saja senangnya minta ampun. Hidup merantau dia jalani hingga tahun 1985.

Pengusaha warteg ini kemudian banting setir, bersama istrinya mendirikan warteg kecil-kecilan di wilayah Glodok, Jakarta Barat.

"Ya, kami waktu itu biasa tidur menyatu dengan dapur. Bahkan, kalau mau tidur harus mematikan kompor dulu karena lantainya panas. Itu pun warungnya kontrak Rp 60.000 per tahun. Sekarang sampai Rp 9 juta," ujarnya.

Kondisi tersebut dia jalani dari waktu ke waktu. Suka duka menjadi pengusaha warteg telah cukup untuk menjadi bekal mengembangkan usahanya hingga sekarang ini. Berbicara tentang rahasia sukses itu pun cuma satu: ketekunan.

Baginya berjuang lama hingga membuka warung sendiri butuh ketekunan untuk belajar dari berbagai tempat. Ia pun sukses mendirikan tiga warteg berbeda, satu yang besar ada di daerah Kemurnian, Jakarta Barat, dan dua lainnya di Glodok.

"Ya, alhamdulillah. Berkat karunia Allah, usaha saya sekarang cukup baik. Kadang-kadang artis juga sempat mampir ke warung saya. Misalnya almarhum Taufik Savalas, Mpok Atik, dan Gogon. Yang penting, prinsip kerja yang baik dan halal," tutur bapak dari enam putra itu.

Musim Lebaran bagi H Karjo, sekeluarga merupakan waktu yang tepat untuk berkumpul sekeluarga di kampung.

Perancang Busana Muslim Nahara Bisnis Mendunia

Profil Pengusaha Sonya Ahmed


perancang busana muslim

Perancang busana Muslim, Sonya Ahmed tinggal di London, dan juga bekerja sebagai dokter medis. Seorang pengusaha wanita kelahiran Libya, yang orang tuanya asli Bangladesh, dan telah pindah ke Inggris semenjak berusia 10.

Sebagai dokter wanita cantik telah bekerja untuk kesehatan selama beberapa tahun, dan sebagai wali amanat untuk amal medis, ia memiliki kesempatan untuk melakukan perjalanan ke Mesir, Kenya, Turki, dan Pakistan. 

Dia selama perjalanan karir inilah tumbuh minat bisnis fashion. Ia ingin mengembangkan seni dan tekstil Islam. Sejak tahun 2011, Sonya memilih untuk membagi waktunya anatar bekerja menjalankan peran medisnya, serta mengabdikan sisa waktunya sebagai pendiri produk brand Nahara.

Apa itu Nahara, brand yang muncul dari tempat asal, untuk mendefinisikan label busana muslim di seluruh dunia.

"Saya berangkat untuk membuat label yang memiliki cita kontemporer, rasa minimalis, bersama- sama dengan beberapa aksen identitas Timur Asia dan Tengah, "tuturnya kepada aquila-style.com  

Pengusaha Wanita Muslim Mendunia


Secara khusus pengusaha ini merayakan keindahan desain tradisional. Dimana dia menghadirkan satu kesenian kontemporer Islam. Dalam kerangka mengembangkan label, ia telah berkolaborasi dengan seniman yang berbasis di London dan desainer lain.

Sonya berharap untuk berkolaborasi dengan banyak orang lain di Inggris dan di tempat- tempat lain, untuk mengembangkan benar-benar kolaboratif, label pakaian artistik.

Cukup sering, stereotip tentang ide "pakaian ke- Timuran", yang melibatkan pakaian berwarna sangat cerah, berat dengan hiasan dan dengan biasa pola paisley usang. Pengusaha wanita ingin menantang stereotip estetika ini yang telah menjadi, dan khususnya terkait hal- hal non-Barat.

Dia memilih menunjukkan aksen "pakaian ke- Timur" dalam cara yang jauh lebih halus -melalui pemotongan cairan, pola permukaan dan tekstil handwoven. Muslim di Inggris mengambil kultur dari berbagai tempat, tidak melulu dari negara asalnya.

Mereka pun ada menggabungkan gaya mereka dengan kultur Inggris. Ia pun mengambil kesempatan seluas- luasnya bahwa negara Inggris adalah negara yang memiliki desain- desain baru global, daripada lokal. Khsusunya, di East End, dimana Nahara berbasis. 

Dengan para kaula muda mencampur dan mencocokkan gaya dalam segala macam cara yang menarik dan kreatif, sehingga benar-benar tempat yang bagus untuk menjadi dasar. 

Sebenarnya, ia menargetkan sebuah label atau brand untuk wanita muslim yang stylist, khususnya mereka wanita yang tinggal Eropa dengan gaya elegan dengan potongan sederhana.

"Setelah bekerja pada koleksi pertama, saya telah menerima umpan balik positif dan bunga dari berbagai sumber, dan sekarang saya merasa bahwa label memiliki daya tarik yang lebih luas," ungkapnya.

Gaya dan motif telah mendapatkan banyak pengakuan. Tidak hanya datang dari para wanita juga pria, inilah Nahara yang membawa nilai berkualitas dalam kain dan penyelesaiaan pakaian, dan yang rela membayar untuk sebuah detail. 

Koleksi pertama juga memiliki aksen khas, yang disebut Eternal Design. Hal ini telah tampil di beberapa bagian - rok, atasan tunik dan syal sifon.

Antara Karir Atau Bisnis Pengusaha Anita Feng

Profil Pengusaha Anita Feng


pengusaha spa anita feng

Apa yang terjadi jika harus memilih antara karir atau bisnis. Anita Feng mengajarkan bahwa hobi bisa menjadi bisnis. Menjalankan usaha berdasarkan hobi memang mengasilkan uang. Sambil terus mendalami hobi yang dimiliki juga menghasilkan.

Anita Feng hanyalah gadis biasa yang punya banyak rencana dalam hidup. Sebagai pengusaha muda, Anita Feng, yang kini berusi 31 tahun, telah menjalani masa mudanya hingga sukses sekarang. Dari muda usah berusaha hingga jadi pengusaha muda mapan.

Anita telah melewati banyak tantangan dalam perjalanan karinya. Ia pernah bekerja sebagai brand manager di sebuah perusahaan multi- nasional. Namun dia memilih menjadi pengusaha sepenuhnya. Kini, perlu kamu tau, dia menghasilkan omzet Rp.1 miliar dari bisnisnya.

Bisnis spa dan refleksi yang bernama Royal Garden Spa. Usaha yang dirintis sejak tahun 2009 telah menjadi tempat wanita memanjakan diri.

Anita Feng kelahiran Solo, 14 Juni 1981, dengan percaya diri merantau ke Jakarta. Ia mengejar pendidikan S-2, lulusan berprestasi Magister Management Prasetiya Mulya Business School (PMBS), meraih Dean’s List Predicate ber- IPK 3,62 pada tahun 2005.

Menjadi Pengusaha Muda Bisnis Spa


Meski memiliki pendidikan tinggi, bukan itu yang membuat dirinya hebat dimata kami. Karakter kuat yang melekat dalam diri menjadi bekal utama. Dia berhasil meraih sejumlah penghargaan perempuan inspiratif. Ia selalu menginginkan tantangan baru dalam bidang baru.

Memulai karir korporasi besar menghantarnya ke posisi tertinggi. Sudah tentu banyak tantangan, pengalaman, dan pelajaran berharga telah didapat Anita. Meski sukses dalam berkarir di korporasi, dimana dia menjadi manajer tetapi masih ada hal kurang dalam dirinya.

Masih ada ruang belum terisi di hati Anita. Seolah ingin mendapatkan satu dorongan besar untuk jadi entrepreneur atau wirausahawan.

"Saat saya mengikuti Young Caring Profesional Award, setelah presentasi, juri berkomentar, dengan passion seperti ini, mengapa tidak bikin usaha sendiri," paparnya

Komentar ini menjadi salah satu motivasi pertama Anita. Lantas bisnis macam apa dia ingin bangun sekarang. Anita pernah menjadi salah satu dari sembilan perempuan muda inspiratif ajang Young Caring Professional Award (YCPA) 2011.

Gelaran yang diadakan Martha Tilaar Group untuk kalangan wanita profesional muda berprestasi. Dari gelaran profesional muda, justru Anita Feng terpikirkan tentang berwirausaha. Inilah yang disebut kesempatan berdasarkan pengalaman.

Meski sudah berkecimpung di dunia korporasi, menjadi seorang entrepreneur itu perkara lain. Tak mudah baginya tiba- tiba jadi pengusaha setelah segala pencapaian di karirnya. Namun bukan Anita jika dirinya tak bekerja keras atas kemauannya sendiri.

Meninggalkan zona nyaman dari karyawan menjadi pengusaha muda. Saat ia tengah meniti "karir" sebagai pengusaha, justru ada tawaran bergaji tinggi. Meski begitu ia konsisten pada maunya. Ia fokus dengan apa yang disukai dan passion -nya ketika kita berbicara bisnis.
 

Membangun Bisnis Spa Sendiri


Sebagai wanita pastilah Anita menyukai dunia kecantikan. Spa dan refleksi merupakan bagian dari hidup wanita. Selain untuk kecantikan, spa dan refleksi juga menyangkut kebugaran. Menyenangkan diri sendiri ala wanita setelah bekerja melakukan rutinitas sehari- hari.

Sadar akan itu, ia memilih usaha spa dan refleksi yang juga dia sukai tersebut. Sering melakukan spa, ia jadi tau bagaimana keadaan pasarnya di luar sana. Meskipun tak bersentuhan langsung di karir sebelumnya, namun pengalaman sebagai brand manajer membantu.

"Dari sana, saya tahu kelebihan dan kekurangan tempat- tempat spa tersebut dan juga manfaatnya," jelas Anita.

Pengalamannya menjadi spa lover atau pencinta spa, membuatnya sadar akan potensinya. Agar tak gagal, ia langsung berpikir keras untuk menyuguhkan perbedaan. Dia bermodal pengalaman karirnya, kala itu tengah mencoba membangun brand -nya sendiri.

Ia menggabungkan treatment dari banyak spa yang pernah dikunjungi. Serta memberbaiki yang menurutnya kurang dari pelayanan mereka.

"Saya mencoba membuat tempat sepat yang menggabungkan berbagai treatment berkualitas sehingga menghasilkan manfaat yang besar untuk tubuh," ujarnya.

Usahnya dirintis pada Desember 2009, bermodal Rp.200 juta digunakan untuk membeli perlengkapan spa dan refleksi lengkap. Ia mengumpulkan segenap modal dari jerih payahnya sebagai pegawai. Meski kini dia sukses, ditelisik lebih dalam; ini bukan usaha pertamanya.

Ia juga mendirikan coffee shop. Namun, itu bukan usaha andalannya karena ia tak tau benar tentang itu. Rasa suka akan usaha itulah yang membuatnya jadi lebih condong ke usahanya kini. Satu yang menarik dengan prinsip hidupnya. Ia selalu yakin bisa menjalankan prinsip kewirausahaan.

Ketika kamu bertanya apa yang membuat dirinya begitu yakin menjadi entrepreneur. Dengan yakin ia berkata,"Kita sama-sama makan nasi; orang lain bisa, kita pun bisa; asal jangan menyerah. Kalau tidak pernah melangkah tidak akan bisa sukses," jelasnya memberi semangat kita.

Rencana apa pun bisa gagal, tapi kalau tidak bukan berarti tidak ada rencana sama sekali. Dia tidak akan mencapai impian tanpa dikerjakan. Jadi, revisi terus rencananya sampai berhasil, berani bangkit menghadapi dunia sebagai pengusaha muda.

Bisnis Daur Ulang Kain Goni Dokter Gigi Jadi Pengusaha

Profil Pengusaha Madya P. Andang


bisnis daur ulang goni

Kisah dokter gigi jadi pengusaha UKM maju. Inilah kisah wanita bernama Madya P. Andang. Yang mana tidak takut jadi pengusaha. Untung puluhan juga bermodal uang Rp.1 juta. Tanpa perlu melepas status bisnis daur ulang kain goni inspiratif.

Bermodal satu juta menghasilkan barang daur ulang. Harga jual produk Madya hingga ratusan ribu. Ini berkat ketrampilan mengolah limbah. Doketer gigi jadi pengusaha sukses siapa takut. Ia meraup rupiah dengan daur ulang kain goni menjadi berbagai bentuk kerjianan, salah satunya tas.

Bisnis daur ulang CV. Regi's Indonesia, cukup mengambil konsep ramah lingkungan. Sesuai dengan program Go Green pemerintah, seperti yang dijelaskannya kepada pewarta VIVAnews di pameran Jakcraft 2013.

Ia menuturkan bahwa karung goni memang dipandang sebelah mata.  Kain ini biasa digunakan orang untuk karung buah, karung beras, bahkan menjadi alas kaki. Oleh sebab itu, Madya pun berinisiatif membuat karya seni dari limbah ini.

Cara Pengusaha Daur Ulang Kain Goni


"Saya ingin mengangkat kain goni menjadi suatu produk yang unik. Kain goni ini tidak banyak menjadi perhatian," ungkapnya.

Pada tahun 2011 lah, ia memulai bisnis ini dengan sekala rumahan saja. Dia mengaku modalnya tidak besar. Tidak perlu mengeluarkan kocek dalam- dalam. Bahan baku kain goni murah seharga Rp6.000 hingga Rp10.000 per- lembar.

Ditambah dengan alat- alat produksi berupa jarum jahit, benang, dan lem tembak. Ada juga bahan tambahan, yaitu kain perca seperti kain jins. Berinvestasi hanya pada alat- alat spesifik tidak sampai Rp.1 juta. Fokus dokter gigi jadi pengusaha ini membuat produk ramah lingkungan.

Modal itu digunakan berupa kerajinan tas, gantungan jilbab, alas kaki, bros, dan tempat tisu. Harganya pun bervariasi, mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. "Kalau bros, harganya Rp10.000. Kalau tas, ada yang harganya Rp50.000 sampai Rp500.000," paparnya.

Dia berhasil meraup untung hingga puluhan juta per- bulan dari bisnis barunya ini. Omzet per- bulannya ada mencapai Rp8 juta hingga Rp25 juta.

Tutorial Daur Ulang Kain Goni

Madya menjelaskan mula- mula kain goni dibersihkan, direndam semalaman, lalu dicuci. Kemudian direbus dengan api kecil.

"Lalu, diberi cairan desinfektan untuk menghilangkan bakteri," ujarnya.

Setelah itu kain tersebut dijemur hingga kering, disetrika, lalu dipotong sesuai pola diinginkan. Prosesnya itu cukup memakan waktu cuma dua hari. Dari mengerjakan semua sendiri, kini, dia meminta kain goni langsung dibersihkan oleh suplier dari Jember.

Meskipun begitu dia tetap mencucinya kembali agar bersih. Sekali produksi, lanjut ibu beranak dua ini, setidaknya membutuhkan sepuluh lembar kain goni. Dari sepuluh lembar itu, bisa tercipta lah sekitar empat puluh item.

Seluruh proses dikerjakan di kediamananya di daerah Tanjung Barat, Jakarta. Madya tidak sendirian, dibantu oleh tujuh orang karyawan tuna rungu. Sebenarnya tidak ada kendala berarti. Tentang komunikasi dengan karyawan cukup dengan isyarat tangan.

Wanita lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga ini, mengungkapkan masih membutuhkan fasilitas untuk bisnisnya utamanya dalam memasarkan produknya. Kesulitan dari bisnisnya adalah dia belum memiliki galeri sendiri.

Dia berharap ada yang mau meminjamkan galeri seni. "Saya belum punya galeri. Show room ada di rumah," ia menambahkan.

Usaha CV. Regi's Indonesia telah menembus pasar luar negeri. Akhir- akhir ini, produknya telah dipromosikan hingga ke China dan Dubai oleh Dinas Perdagangan DKI Jakarta. Ia juga menerima pesanan kerajinan tangan, baik untuk pribadi maupun suvenir.

Jika berminat, pembaca bisa berkunjung ke show room-nya yang berada di Tanjung Barat Selatan Kav. 16 A No. 12 A, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, atau bisa mengontaknya langsung lewat andangp6@gmail.com.

"Kalau bros, minimal pesan 300 item. Tas mukena minimal dua kodi. Ya, tetapi, sebenarnya tergantung item sih, asalkan ongkos kirim ditanggung pembeli," kata dia.

Kisah UKM Batik Cirebonan Ibu Yusrianah Raharjo Asli

Profil Pengusaha Yusrianah Raharjo


ukm batik cirebonan

Sukses Ibu Yusrianah Raharjo mencoba peruntungan di bisnis batik. Siapa sangka UKM Batik akan menghasilkan jutaan rupiah. Bahkan nilainya lebih karena berhasil ekspor. Tak main- main, ia yang fokus pada keindahan batik Cirebon, sudah bisa ekspor ke negeri tetangga.

Pengusaha wanita berusia setengah abad, yang mengaku kemampuan membatiknya sudah jadi turun- temurun. Utamanya tentang pengatahuan bagaimana mewarnai dan pemasaran dari sang ibu. Jadi beruntung disaat batik diakui dunia, Ibu Yusrianah Raharjo mampu unjuk gigi.

"Pembeli minta warna apa, saya selalu disuruh untuk membuatkan. Jadi, dari kecil, skill-nya sudah diajari," ungkap pemilik UKM batik Cirebonan ini.

Pengusaha wanita pemilik butik Yusri Batik, yang telah memulai usahanya sejak 1997, dengan modal kepercayaan dan kejujuran. Berbekal sedikit bantuan dari orangtua, Yusri lalu mengikuti pameran internasional di Yogyakarta.

UKM Batik Cirebonan Merambah Dunia


Saat itulah ketika produknya mulai dikenal orang. Ia mendapatkan bantuan modal Rp.20 juta. Setelah sekian lama dirinya berbisnis batik. Berbekal uang itulah dibeli bahan baku dan membayar ongkos para pekerja.

"Saya juga mendapat pinjaman dari Taspen sebesar Rp50 juta," ujar dia.

Yusri yang asli Cirebon sudah fasih tentang ragam batik daerah asal. Memang batik Cirebon dikenal akan corak batik yang digemari. Sebut saja batik populer macam Megamendung, Singa Barong, Panji Semirang, serta motif keraton Kasepuhan dan Kanoman.

Bahannya pun bervariasi dari katun, sutera, dan kain tenun. Soal warna ia menjelaskan selain pewarnaan alami juga secara kimiawi.

"Yang paling susah itu batik tenun. (Permukaannya) tidak halus seperti katun. Serat-seratnya bermotif dan selalu mbrenjol (menonjol)," kata pengusaha ini.

Proses pembuatan batiknya sudah sangat bervariasi. Ada yang butuh waktu beberapa hari hingga jadi, khususnya untuk jenis batik cetak. Ada pula yang membutuhkan waktu sebulan penuh khusus untuk batik tulis. Setiap bulang, Yusri Batik mampu menghasilkan ribuan helai batik.

Khusus untuk batik tulis ia mampu menghasilkan sekitar 100 helai, dimana setiap helainya mulai dari 2 meter hingga 2,7 meter. "Kalau itu, tergantung pesanan," katanya menjelaskan. Para pembeli pun tidak perlu merogoh koceknya dalam- dalam.

Mendesain Batik Cirebonan Sendiri


Yusri membanderol produknya mulai dari Rp100 ribu hingga Rp1,5 juta. "Kalau batik cetak, harganya Rp100 ribu. Tapi, ada juga yang Rp300 ribu dan itu tidak murni cetak: kombinasi tulis dan cetak. Terus, batik tulis itu Rp1 juta. Batik sutera itu Rp1,2-1,5 juta," tutur Yusri.

Selain desain yang sudah ada, Yusri Batik, juga menawarkan aneka batik desain sendiri. Kalo mau ditanya seperti apa kualitas batik milik Yusri. Cukuplah kita kembali ke tahun 2013 -an. Kala itu, ia menjadi salah satu pelopor batik bermotif ondel- ondel.

Dia memang bukan orang Betawi tetapi patut dilestarikan.

"Ini batik koleksi terbaru, akan jadi tren 2013. Kami menyebutnya batik ondel-ondel," ujarnya. Batik khusus Jakarta fokus pada aneka trademark kota Jakarta antara lain motif ondel- ondel dan tugu monas.

Ondel- ondel tersebut terlihat cantik, karena digambar lengkap dengan pakaian dan aksesori yang kerap digunakan ondel-ondel saat pentas. Selain ondel-ondel, ada gambar lain yang ditorehkan di atas kain batik tren 2013 tersebut.

Gambar tersebut tentu yang identik dengan Jakarta, yakni tugu monas dan kembang api. Sebab, biasanya jika ada pesta di Jakarta, nyala kembang api tidak bisa terpisahkan di dalam tradisi Jakarta sendiri.

Warna batik ondel- ondel pun cerah- cerah ebagai warna dasar misalnya, ada oranye, biru menyala, merah, hijau, dan warna-warna menyala lainnya. Sengaja dipilih warna- warna menyala agar terlihat kemeriahan dari sebuah pesta ondel- ondel itu sendiri.

Selain itu, warna- warna batik Cirebonan yang identik warna-warna cerah seolah sepaham dengan kemeriahan kota Jakarta.

Kain batik ondel- ondel buatan Yusrianah sengaja dibuat dengan tangan atau biasa disebut dengan batik tulis. Berapa harganya, batik yang memakan waktu satu minggu ini dibandrol Rp.200.00 per- lembar. Ia menyebut motif batik ondel- ondel sederhana, dengan gradasi warna yang sederhana jadilah tak membutuhkan waktu berbulan- bulan.

Namanya bisnis akan selalu ada pahit manis dan Yusri tidak memungkiri hal itu. Selain persaingan yang ketat akibat bertambahnya pemain bisnis batik, dia juga mengatakan kesulitan akan sumber daya manusia (SDM).

Di tempatnya memiliki 16 orang pegawai tetap dan yang tidak tetap ada 40 orang. Kendalanya yaitu kadang- kadang masyarakat masih tradisional. Sayangnya mereka sering tidak fokus bekerja. Karena mereka terkadang ikut acara hajatan, bagus sih, tetapi memotong waktu dan fokus kerja mereka.

Wanita yang tinggal di Plered, Cirebon, ini mengeluhkan kekurangan pembatik senior. Jika anda ingin untuk memesan produk batik miliknya, Yusri membolehkan pemesanan untuk sepotong batik tulis saja, baik desain Yusri ataupun dari pembeli. "Tapi, nanti dikenakan ongkos kerjanya," ujarnya.

Ia pun tidak berkeberatan apabila pembelinya membeli batik secara satuan. Kalau untuk grosir, ada yang namanya minimal pemesanan, yaitu minimal 10 potong. Apabila kamu berminat, pembeli bisa berkunjung ke Yusri Batik di Jalan Syekh Datul Kahfi No. 79, Plered, Cirebon. Pembeli juga bisa mengontak emailnya yaitu melalui: litaharlianti@ymail.com.

Entrepreneur Cilik Bridges Mo Mendesain Dasi Kupu- Kupu

Profil Pengusaha Master Bridges Mo

 

inspirasi entrepreneur kecil

Sosok enterepreneur cilik bernama Master Bridges Mo. Singkatnya Mo mendesain dan menjahit dasi kupu- kupu sendiri. Sejak mengajarinya di umur 9 tahun, dia sudah menyukai aneka dasi kupu- kupu. Tidak monoton seperti dibayangkan orang- orang jaman now.

Layanya inovator lainnya, yang dibuatnya sangat memperhatikan desain. Pokoknya dasi kupu- kupu harus mengikuti trend pasaran.

"Saya benar-benar seorang pria necis muda dan saya tidak bisa menemukan dasi kupu-kupu lain yang saya sangat suka," terang entrepreneur cilik ini kepada Fox News.

Nenek kesayangan Mo memang pandai menjahit. Dia sudah menjahit lebih dari 80 tahun, dan masih aktif menghasilkan sesuatu. Maka Mo tertarik ikut belajar menjahit dari sang nenek. Pasalnya Mo memang dikenal dekat sering tinggal bersama dia.

Ide membuat dasi kupu- kupu karena kecintaan. Entrepreneur cilik ini memang menyukai dasi model ini. Dasi kupu- kupu memang bersifat semu umur dibanding biasa. Adalah satu kebanggan sendiri jika dia bisa memakai dasi kupu- kupu buatannya sendiri.

Entrepreneur Cilik Jago Desain 


Ia senang jika semua orang akan sepaham. Mo ingin mengajak dunia lebih menyenangkan dan lebih berwarna. Lewat dasi kupu- kupu menjadi trend fasionista kelas dunia. Entrepreneur cilik ini coba menunjukan keunikan dasi kupu- kupu untuk fashion.

Bisnis dasi  kupu- kupu Mo terahir dari rasa cinta. Dia begitu mencintai dasi kupu- kupu, hingga rasa ketidakpuasan akan pilihan yang tersedia. Mereka sungguh tidak cocok untuk anak- anak seusianya. Di pasaran dasi kupu- kupu buruk karena warnanya norak.

Para produsen dasi bahkan membuat klip-ons atau tempelan. Mo percaya pria sejati harus mengikat dasinya sendiri. Neneknya kemudian mengajarinya menjahit dengan tangan. Tidak menggunakan mesin jahit seperti orang lain, menggunakan bahan lama untuk membuat dasi favoritnya.

Dalam beberapa bulan menciptakan koleksi dasinya sendiri. Kira- kira dia sudah memiliki lebih dari dua lusin dasi. Teman dan keluarga jatuh cinta dengan karyanya. Entreprenur cilik Mo meningkatkan produksinya, mendesain ulang gaya kuno dasi kupu- kupu milik neneknya.

Ia membuat cetakan bunga dan berbagai motif khas Afrika, dan bahkan menambahkan potongan- potongan gaun taffeta tua.  Berita mulut ke mulut seperti sihir, Mo laris manis menjual produknya dari Facebook hingga memiliki toko sendiri di Etsy.

"Kamu tidak harus menunggu sampai kamu lebih tua," kata ibunya, Tramica Morris. "Jika kamu memiliki mimpi dan kamu memiliki gairah, kita katakan pergi untuk itu."

Sejalan permintaan meningkat, ibunya, nenek, dan anggota keluarga lainnya masuk ke dalam perahu bisnis untuk membantu dengan produksi.

Bisnis Keluarga Bukan Milik Sendiri


Hari ini, masing-masing dasi kupu-kupu masih dijahit dari awal, meskipun Mo telah berkembang dari bahan vintage ke wol dan ginghams, dengan garis formal satin dan sutra. Potongan nya berkisar dari pola polkadot relatif tradisional, dan garis- garis untuk paisley dan dasi berdesain sporty.

Dia menghasilkan lebih dari $ 30.000 sejauh ini dengan bisnisnya sendiri tanpa bantuan siapapun sebelumnya. Kini dasi kupu-kupu nya kini telah tersedia di webstore sendiri, Etsy, dan semua butik di seluruh Texas, South Carolina, dan Tennessee.

Seolah- olah keberhasilan awal dalam bisnisnya tidak cukup. Mo juga terkenal seorang dermawan muda. Musim panas ini, ia telah menyumbangkan $ 1.600 untuk mengirim 10 anak dari kampung halamannya di Memphis ke Glenview Summer Camp.

Dia juga membuat produk- produk untuk sumbangan ini bernama Mo Go, yang diikuti beasiswa pelajar.

"Saya membuat dasi kupu-kupu ini disebut Go Mo! Beasiswa Bow Tie dan 100 persen dari hasilnya untuk membantu anak-anak pergi ke perkemahan musim panas karena saya merasa seperti itu baik untuk membantu masyarakat dan itulah yang saya lakukan, " jelasnya sebagai bentuk sosial.

Dalam sebuah posting di blog pribadi-nya, ia menulis tentang kegiatan sosialnya:

"Memphis (kota) berada di peringkat tertinggi dari kelaparan anak-anak,.. Kebanyakan anak-anak hanya mendapatkan makan ketika sekolah sedang berlangsung. Di pusat komunitas, anak-anak mendapatkan makan dan waktu bermain."

Baginya menjadi entrepreneur harus tetap rendah hati. Nah, masyarakat lah yang membuat Mo jadi seperti sekarang. Hal semacam sosial membuat Mo selalu tersenyum. Dia mengingat bahwa dirinya masih anak kecil.

Dia menikmati bisnis bukan sebagai sebuah kewajiban tetapi kesenangan. Jika ditanya siapakah sosok inspirator bisnisnya, ia berkata entrepreneur Daymond John, yang menjadi mentornya di acara reality show Shark Tank.

Kisah Haji Haryanto Pengusaha Pemilik 80 Bis Malam

Biografi Pengusaha Haji Haryanto


pemilik po haryanto
 
Inilah kisah Haji Haryanto pengusaha sukses. Siapakah sosok pemilik 80 bis malam terkenal tersebut. Dia pengusaha yang berlandaskan nilai Islam. Memulai usaha dari nol hingga dikenal seantero Kota Kudus, hingga namanya terkenal sampai seluruh Indonesia.

Sebuah postingan tentang Haji Haryanto terpampang nyata. Haryanto menjadi perbincangan di situs Kaskus. Sebelum menjadi pengusaha autobus kenamaan Kudus, Jawa Tengah. Haryanto mulai dari merantau ke Ibu Kota.

Haryanto masuk anggota TNI Angkatan Darat. Diantara kesibukan menjadi tentara TNI inilah, dia juga berinvestasi di sebuah angkot dan menyetir sendiri. Dia mengemudikan sendiri tanpa merasa minder. Sang "sopir" kemudian membeli lebih banyak armada angkotan sendiri.

Karena bisnis semakin maju menghasilkan uang. Dan dia khawatir menganggu pekerjaanya sebagai anggota TNI. Maka ia memilih pensiun dini dari pekerjaan bergengsi itu. Keputusan mengundurkan diri memang tidak mudah. Tetapi toh bisnis angkutan transportasi milik Haryanto makin maju.

Menjadi Pengusaha Pemilik 80 Bis Malam


Dari bisnis angkotan inilah menjadi landasan PO Haryanto. Garasi PO Haryanto berada di Ngembal Kudus. Meskipun sukses dirinya masih hidup sederhana. Dia menerapkan prinsip Islam dalam setiap sisi kehidupan.

Diantara banyaknya bus besar di dalam garasi. Haryanto membangun sebuah masjid besar diantara mereka. Ukuran masjid tersebut terbilang besar tidak tanggung. Inilah kenapa rejeki seolah mengalir terus ke kantung Haji Haryanto.

Dalam setiap armada bus tertulis tulisan Shalawat. Menjadi sebuah doa keselamatan untuk setiap bus miliknya. Melalui Shalawat kepada Nabi Muhammad, maka dia berharap selalu dalam jalan lurus Islam. Untuk urusan Sholat Haryanto selalu mengingatkan itu kepada semua karyawannya.

Sepanjang garasi bus miliknya akan ramai kegiatan. Namun ketika masuk waktu Sholat Dzuhur maka aktifitas harus dihentikan. Mereka Sholat berjamaah bersama Haji Haryanto sendiri. Ketika waktu itu sosok pengusaha Haji Haryanto yang sederhana, ramah, dan memimpin tersebut berubah.

Dia menjadi sosok guru sekaligus orang tua kepada karyawan. Ia selalu memompa spiritual mereka lebih matang. Untuk masalah ekonomi prinsip Islam dipegang betul. Dia fokus mensejahterakan para karyawan, bukan hanya keuntungan pribadi yang direguk.

Alhasil karyawan betah bekerja bersama Haji Haryanto. PO Haryanto menjadi primadona bagi para penumpang. Mereka merasa terlindungi dengan Akhlak pemilik dan pegawainya. Pelayanan prima juga ditingkatkan terutama bagi mereka para perantau.

Nama bus malam PO Haryanto menjadi andalan perantau. Melayani perjalanan malam cocok buat para pencari kerja. Hampir semua jurusan selalu terisi penuh penumpang. Akhir pekan tidak perlu ada antrian. Tiket sudah habis bahkan sepekan sebelum pemberangkatan bus malam.

Sebagai bukti penghargaan Haryanto juga menaikan Haji 19 orang karyawan. Kegiatan ini rutin dia lakukan sebagai wujud syukur kepada Allah.

Ia dikenal rela menolong sesama Muslim. Jika ada kepentingan Umat maka dia tampil menjadi yang terdepan. Prinsip Haji Haryanto mudah dipahami pagi para pengusaha muda. Jika kamu mau mencari penghasilan 500 juta, tinggal depositkan 100 miliar maka kamu akan dapat 500 juta perbulan.

Ingat bahwa Allah yang memberikan kamu kemudahan. Berbisnis tidak akan berhasil tanpa doa dan pemberian Allah. "Melainkan agar kamu berjuang untuk agamamu dan bermanfaat bagi masyarakat," ia menambahkan.

Kemeja Pria Manly Susahnya Melanjutkan Bisnis Keluarga

Profil Pengusaha Zakaria Wirahadi Kusumah

 
melanjutkan bisnis

Melanjutkan bisnis keluarga tidak mudah. Lihat bagaimana kemeja pria Manly susahnya dipasarkan. Pria kantoran maka tak asing dengan produk ini. Produk yang mengusung kemeja pria beremerek Manly, dulunya pernah ngetop di seantero Jawa Timur loh.

Kalau pun kamu baru sadar atas keberadaanya; coba baca ceritanya. Dulu produk yang hanya dikenal seantero Jawa Timur kini menjadi produk kelas nasional dan bersiap untuk merambah pasar Asia Pasifik.

Kemeja Manly yang dulu pernah ada dan sekarang berbeda. Bukan cuma karena siapa pemiliknya sekarang. Susahnya melanjutkan bisnis keluarga nampaknya tidak membuat beban. Pengusaha muda satu ini membuktikan bahwa semangat wirausaha masih ada.

Produk Manly, dulu, merupakan industri kelas rumahan yang dibesut oleh seorang bernama Lioe Kiat Tjoeng di tahun 1958. Tak disangka, usaha kecil- kecilan di Jalan Talun, Kota Malang tersebut berkembang pesat hingga berubah menjadi perusahaan nasional yang disegani.

Pengusaha Muda Kemeja Pria Manly


Padahal, kalau ditelisik, dulu produk Manly masih dibuat sangat tradisional di tahun 1970 -an. Produknya hanya mengerjakan keperluan pakain anak- anak, celana panjang pria sekaligus kemeja. Hingga tahun 1980 -an, produk Manly hanya berfokus memenuhi kebutuhan kemeja pria saja.

Akhirnya kemeja Manly semakin dikenal, pemasarannya  bahkan telah merambah ke department stores, mencangkup seluruh Indonesia di tahun 1990 -an, seperti Matahari Dept Store. Mengantisipasi kebutuhan pasar yang terus meningkat pula dilakukan pengembangan dan penambahan.

Aneka perangkat industri yang lebih maju diadakan. Bukan lagi menggunakan beberapa mesin jahit tradisional tapi puluhan mesin jahit bermesin. Tahun 2007 menjadi puncak dari pertumbuhan produk Manly. Sosok generasi kedua, pengusaha muda yang masih punya semangat mengambil alih.

Produk yang kini dikenal dengan identitas baru serta produksi serta operasional lebih sistematis melalui bendera PLI. Sosok Zakaria Wirahadi Kusumah, CEO Prime Line International (PLI), adalah sosok sukses dibalik produk Manly sekarang.

Zack adalah generasi kedua dari bisnis yang dirintis sang ayah, Lioe Kiat Tjoeng. Keterlibatan si bungsu dari empat bersaudara merupakan jalan panjang. Setamat kuliah sebenarnya ia sudah memiliki pekerjaan mapan di sebuah bank swasta di Negeri Kanguru.

Sepulang kembali ke Indonesia, ia justru diberi tanggung jawab untuk mengelola PLI oleh ayahnya. Bukannya si sulung, malah Zack si bungsu, yang notabennya sudah lama di luar negeri. "Saya butuh waktu sekitar 8 tahun untuk merestrukturisasi PLI," ujar pria yang akrab dipanggi Zack itu.

Zack bercerita, awal mulanya dia terjun ke bisnis keluarga di tahun 2002. Kenapa dia yang ditunjuk founder untuk mengelola PLI padahal dia hanyalah sang putra bungsu.

"Kakak- kakak saya ada di luar negeri semua. Mereka sudah merasa comfortable dengan pekerjaan mereka di luar negeri dan tidak mau balik ke Indonesia," jelas pengusaha muda Zack, meyakinkan diri melanjutkan bisnis keluarga.

Ia mengaku ayahnya sendirilah yang menunjuknya agar segera melanjutkan bisnis PLI di Indonesia.

"Memang berat bagi saya, karena saya pun pada waktu itu sudah bekerja di perbankkan dengan gaji yang lumayan. Saya berpikir agak lama, namun orang tua meminta saya agar keluar dari comfort zone dan  pulang ke Indonesia," jelasnya lagi.

Tetapi satu hal benar- benar bisa mendorongnya dan kenapa akhirnya ia bisa pulang ke Indonesia. Itu adalah rasa tanggung jawab yang harus Zack emban. Meski berat berbekal pengalaman di dunia korporasi dirasanya cukup sebagai modal.

Menjadi sebuah misi pribadi mengembangkan bisnis. Dia ingin menerapkan apa yang didapatnya di kantor. Zack ingin membawa pekerjaanya kembali ke Manly. Adalah sebuah pergulatan batin untuk meninggalkan pekerjaan mapan.

Sebenarnya bagi pria kelahiran 1978 ini bukanlah perkara mudah melanjutkan bisnis ayahnya. Bahkan, dia mengaku pernah melakukan kesalahan fatal, yang membuat banyak kostumer kabur. Kisahnya, ketika bergabung bisnis Manly memang tidak sebaik sekarang ditangannya.

Banyak perubahan harus dibuat untuk manajemen. Butuh restrukturisasi sistem manajamen yang lebih baik. Struktur organisasi dan sistem IT dulunya masih manual. Sekarang Zack menerapkan konsep data oriented.

Efeknya apa yang dilakukannya memang berpengaruh. Meski kehilangan kostumer, lambat tapi pasti, ia bisa membangun jaringa Manly kembali. Sehingga butuh inovasi baru bagi Manly untuk kembali berjaya di tahun- tahun milik ayahnya.

Melalui proses re- branding produk Manly diharapkan bisa mendongkrak kualitas produk lebih. Perombakan total dilakukan mulai dari proses fitting, packaging,  kualitas, serta bahan. Hasilnya di luar dugaan, usaha Zack masih belum beruntung alias gagal.

Dari kegagalan itulah, lanjut Zack, tim PLI terus belajar keras.

"Kami berupaya tetap kuat, sehingga  mampu come back dan memenangkan customer- customer yang tadinya hilang," imbuhnya sembari tersenyum.

Melanjutkan Bisnis Keluarga Sistem Baru


Jumlah karyawan pun terus bertambah dan kini mencapai 150 orang. Ia menargetkan ekspansi dari 2014- 2015. Pabrik bahkan direlokasi agar lebih mudah memasarkan. Ia ingin meluaskan merek ini sampai ke Asia Pasifik, hingga Australia.

Untuk mencapai target ekspansi tersebut, manajemen PLI terus berinovasi dengan berbagai trobosan baru. Contohnya menggarap serius proyek- proyek besar, juga melalui pemasaran e- commerce yang sedang digandrungi para pengguna internet.

PLI juga harus mampu mempersiapkan diri untuk target AFTA dan nantinya APAC tahun 2020, supaya benar- benar siap untuk menghadapi kompetitor-kompetitor dari luar negeri sana ujar Zack. Pokoknya dalam melanjutkan bisnis keluarga harus lebih baik.

Zack tidaklah sendiri, dibantu pihak ketiga, yaitu  PT. Bank Central Asia Tbk.(BCA) yang setia melayani segala urusan perbankan PLI. Menurutnya, fasilitas BCA sangat memudahkan transaksi yang ia lakukan, terutama untuk keperluan perusahaan.

Menurutnya Bank BCA adalah bank terbaik di Indonesia. Layanan internet BCA membuat PLI lincah berbisnis. Satu hal ia tak perlu berepot- repot mengunjungi kantor BCA untuk melakukan transaksi- transaksi.

Jika dia berada di luar negeri, bisa membawa token dan ada akses internet, membuatnya tetap nyaman untuk melakukan perjalanan bisnis. Zack juga aktif di kegiatan Komunitas YES untuk pebisnis generasi kedua yang disponsori BCA.

Menjadi wadah berbagai macam pengusaha berkumbul. Aneka pengusaha berbagi ilmu dan sharing tentang kendala mereka. Ada sekitaran 70 perusahaan yang bergabung di komunitas ini. Dia sendiri yakin melalui komunitas mampu membawa peningkatan.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba