Usaha Jualan Air Mancur Bambu Ide Bisnis Baru

Profil Pengusaha Suranto

  
jual air mancur bambu
 
Ide bisnis baru usaha jualan air mancur bambu. Bambu biasanya cuma digunakan untuk membuat pagar. Paling banter kamu bisa menggunakan bambu untuk membuat kursi, meja, dan sejumlah kerajinan tangan lain. 
 
Nilai ekonomisnya lumayan tinggi loh jika kita bisa memanfaatkannya. Satu kisah sukses kali ini berhasil memanfaatkan kayu- kayu bambu berbeda dari kita biasa bayangkan.

Namanya Suranto (43) warga asal Gading Harjo, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memilih untuk memanfaatkan bambu menjadi kerjinan air mancur. Usaha yang telah dirintis sejak 2013 itu sekarang laris manis di pasaran. 
 

Pengusaha Air Mancur Bambu

 
Semua berkat promosi online yang dilakukanya melalui situs- situs yang memberikan layanan iklan. Awalnya dia hanya ingin berinovasi saja, untuk mengembangkan ketrampilan tangan yang dimilikinya.
Pada awalnya dia hanya coba- coba membuat contoh kerajinan tangan dari bambu. 
 
Kerajinan bambu itu kemudian dijualnya seharga  Rp.200.000 untuk bambu air mancur ukuran 40 centimeter kali 30 centimeter dan Rp400.000 untuk bambu air mancur dengan ukuran 41 centimeter kali 45 centimeter.

Tak disangka hanya dalam satu minggu produknya sudah laris manis terjual. Pembelinya justru berasal dari luar Kota Yogyakarta seperti Jakarta maupun Surabaya, bahkan, ada yang dari luar Jawa. Pangsa pasarnya memang cukup menarik yaitu sebagai hiasan rumah. 
 
Karena bentuknya yang mini serta pemilihan bahan yang bersih produk Suranto menjadi primadona. Ketika kami mencoba menelisik produk air mancur bambu milinya, ya, memang produk tersebut unik dan eyes catching.

"Sambil berjalannya waktu, dalam satu minggu kita mampu melayani permintaan kerajinan bambu air mancur hingga 10 pieces dengan berbagai ukuran dengan harga antara Rp.200.000 hingga Rp.400.000," jelasnya.

Bahan bakunya selain bambu cendani yang didatangkan langsung dari kawasan Wonosono, Jawa Tengah, adapula hiasan jamban kecil dari gerabah, pompa air ukuran kecil seperti yang digunakan untuk aquarium, daun-daun dari plastik, batu kerikil berwarna putih yang berasal dari Jawa Timur.

Untuk bambu cendani sendiri harga per- batang dengan panjang dua meter Rp.5.000, kerikil berwarna putih per kilogramnya Rp.3.000, daun dari bahan plastik per untainya Rp.500.000 dan yang pompa air kecil dengan harga sekitar Rp.50.000. 
 
Dan yang terpenting semua bahannya sangat mudah didapatkan. Jika ada pesanan dari luar Yogyakarta biasanya dikirim melalui paket dan pengemasannya sudah menggunakan box dari kayu agar barang tidak rusak sampai ke alamat tujuan.

Suranto mengaku pesanan tidak hanya datang dari pulau Jawa, bahkan telah dijual hingga manca negara. Ia berkata produknya 30 buah dikirim ke Amerika melalui Bali. Dia menyebut selain soal untung- rugi ini juga tentang mempekerjakan lebih banyak orang. 
 
Dari bisnisnya mampu menyerap banyak tenaga kerja terutama pemuda di sekitar kampungnya. Setiap hari, setiap pekerja, dibayar Rp.35.000 per- hari, selain itu, ia juga memberikan uang makan.

Jenis- Jenis Donat Waralaba yang Beken di Indonesia

Artikel Bisnis Daftar Waralaba Donat 

 
 
waralaba donat
 
Berikut jenis- jenis waralaba donat yang beken di Indonesia. Dari donat dijual di mal- mal besar, dijajakan di pinggir jalan, atau dititipkan di warung- warung kampung. Donat memang jadi primadona dibanding roti lain. Hingga sekarang masih banyak orang berburu manisnya bisnis donat ini. 
 
Rasanya dan bentuknya tak itu- itu saja. Banyak inovasi dilakukan oleh para pengusaha agar masyarakat tak bosan.Cara penjajakannya juga beraneka ragam dari semudah jualan titipan, atau yang lebih rumit, sistem waralaba yang tergerai- gerai. 

Kamu pun bisa mencicipi manisnya melalui sistem waralaba. Cukup mengetik nama franchisenya di internet dan cari. Atau, kamu bisa mengunjungi alamatnya langsung. Untuk membantu penyegaran, kami menuliskan kembali bisnis- bisnis donat yang bisa kamu perhitungkan. 
 

Daftar Waralaba Donat

 
Kontan.co.id, situs bisnis nomor 1 di Indonesia, telah merangkumkan untuk kita 3 donat yang laris hingga sekarang, berikut profilnya:

Donat bakar

Pemiliknya bernama Iwan Abu Shalih, memulai usaha sejak tahun 2012, dan telah tumbuh pesat peminatnya. Usaha Donat Bakar telah memiliki 50 gerai, dan dua di antaranya adalah milik sendiri. Kini, mitra Donat Bakar telah bertambah menjadi 60 orang. 
 
Sementara, total gerainya saat ini menjadi 63 unit, dua gerai di antaranya masih milik sendiri. Meski pertumbuhan bagus, perlu menjadi catatan bahwa 10 gerai ditutup sepanjang 2012.

Tapi ada tambahan 10 gerai baru se Jabodetabek, Gresik dan Blora.

Menurut si empunya mereka yang menutup karena "coba- coba" berbisnis ini. "Sekarang total ada 60 mitra yang sudah menunjukkan komitmen sejak awal bisnis," ujarnya. Untuk anda yang berminat menjadi mitra Donat Bakar, silahkan merogoh kocek sebesar Rp 7 juta saja. 

Dengan biaya sebesar itu, mitra akan mendapatkan satu unit booth, peralatan masak, bahan baku untuk 100 donat, dan aneka topping untuk donat. Kalo dilihat modalnya terhitung kecil apalagi jika di wilayah anda memang belum ada bisnis ini. 
 
Jika waralaba di luar Jawa, ada hitungan tambahan senilai Rp.8 juta untuk biaya pengiriman peralatan dan lain- lain. Harga jual donat sendiri ada di kisaran Rp.2.500 atau Rp.5000 per- buah.


Kemitraan Donat Madu Cihanjuang memang tumbuh pesat, tapi tak sengotot donat bakar. Prospeknya menurut Kontan, ada sekitar 20 gerai kemitraan. Sebanyak 16 milik mitra, dan sisianya adalah gerai milik sendiri di tahun 2012. 
 
"Perkembangannya hingga kini cukup baik. Sekarang telah ada 48 gerai Donat Madu Cihanjuang. "Milik mitra ada 38 gerai, selebihnya pusat," tutur Fanina.

Menjaga kualitas produk menjadi prinsip bisnisnya bersama suami. Ada 60 varian rasa yang siap anda coba diwaralabakan. Sebelumnya, Donat Madu Cihanjuang telah menawarkan paket kemitraan senilai Rp.20 juta full perlengkapan operasional. 
 
Tapi, itu belum termasuk interior yang diperkirakan mencapai Rp 25 juta untuk tiap gerai. Saat ini, paket kemitraannya naik menjadi Rp 56,5 juta. Biaya itu telah termasuk franchise fee selama lima tahun, resep serta pelatihan senilai Rp 20 juta.

Sementara sisanya yang sebesar Rp 26,5 juta dipakai buat penyediaan perlengkapan produksi dan bahan baku awal donut. 
 
"Sedang interior dan tempat masih dari mitra," tambah Fanina. Memang jika dibandingkan modal Donat Bakar jauh nilainya. Tapi, anda bisa berpikir bagaimana donat ini berinovasi dengan 60 rasa, pasti pembeli anda tidak akan jenuh. Rekomendasi bisnis ini nampaknya lebih bagus.

P- DO donat kentang

P-DO memiliki keunikan dengan bahan utama kentang. Didirikan di tahun 2007, tak lama berdiri, usaha P-DO yang bermarkas di Pulogadung Trade Center, Jakarta Timur, telah mulai menawarkan kemitraan. Tak dinyana, peminatnya ternyata cukup banyak. 
 
Dilansir Kontan, ada 50 gerai sejak 2012,  Dari jumlah itu, sebanyak enam gerai milik pusat dan sisanya milik mitra. P- DO sendiri gencar berpromosi dari Twitter, Facebook, juga beberapa event promosi lain

Sekarang, total gerai P-DO sudah bertambah menjadi 75 outlet.Dari jumlah itu, gerai pusat ada empat. Namun, sebagai catatan gerai yang benar- benar aktif hanya ada 60 unit. Cakupan wilayahnya pun tidak menyebar ke penjuru pulau Jawa. 
 
Wilayahnya meliputi  Depok, Bekasi, Cibinong, Bogor, Tangerang, Cileungsi, dan Bandung. Fariko Ngantung, Kepala Marketing P-DO, mengatakan, nilai investasi yang ditawarkan sudah mengalami perubahan banyak.
 
Di 2012, ada dua paket ditawarkan oleh pihaknya: paket Rp.6 juta dan paket Rp.11 juta. Paket investasi yang ditawarkan sebesar Rp.7 juta untuk booth indoor dan Rp.9 juta untuk booth outdoor. Namun, untuk harga produknya sendiri tidak akan mengalami kenaikan. 

"Masih di rentang Rp.2.500 hinggga Rp.5.000 per buah," kata Fariko.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba