Entri yang Diunggulkan

Bisnis Minuman Haus Rahasia Pengusaha

Tampilkan postingan dengan label Waralaba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Waralaba. Tampilkan semua postingan

Pemilik Spesial Sambal Pengusaha Waralaba Miliaran

Profil Pengusaha Yoyok Heri Wahyono


pemilik spesial sambal

Bagaimana cara menjadi pengusaha waralaba miliaran. Inilah kisah pemilik Spesial Sambal. Dia yang berpikir bahwa orang Indonesia tidak bisa lepas dari sambal pedas. Siapa sangka dia mampu menjadi pengusaha miliaran rupiah. 
 
Di berbagai daerah, kita akan menemukan cita rasa sambal yang berbeda, dan dari sinilah; ide bisnis muncul. Biografi Yoyok Heri Wahyono melihat prospek tersebut dengan jelas. Spesial Sambal, apa yang membuatnya menarik di tangan Yoyok? 
 
Dia lebih memilih mencari resep aneka sambal dari penjuru Indonasi. Hasilnya dia menemukan 29 jenis sambal dan memilih fokus daripada membuat makanan.

Biografi Hendy Setiono Pengusaha Pemilik Kebab Baba Rafi

Biografi Pengusaha Handy Setiono


biografi hendy setiono

Menurut biografi Hendy Setiono, ide bisnis itu muncul dimana saja dan kapan saja. Inilah kisah sukses pengusaha Hendy Setiono pemilik Kabab Turki Baba Rafu. Bisnisnya dimulai dari pengalaman pribadi merasakan masakan khas Timur Tengah ini.

Suatu hari sekitar bulan Mei 2003, Hendy tengah mengunjungi ayahnya yang bekerja di sebuah perusahaan minyak di Qatar. Disanalah Hendy menemukan makanan khas, karena rasa penasaran, ia pun langsung membelinya.

"Ternyata rasanya sangat enak, saya tak menduga sebelumnya," ungkap Hendy.

Sejak itulah muncul keinginan untuk membuka bisnis kebab di Indonesia. Alasannya sih sederhana, selain karena rasanya enak, makanan kebab belum banyak dijumpai di Indonesia dulu. Jika kita telisik banyak orang keturunan Arab di Indonesia, mereka pasti terbiasa makan ini.

Atau pastilah ada yang pernah mencicipi ketika berhaji atau umroh. Jadi Handy yakin orang yang berhaji dulu bisa merasakan, dan berminat akan produknya. Mereka pasti ingin mengulangi perasaan itu kembali, seperti ketika berhaji atau umroh.

Besarkan Kebab Baba Rafi 

 
Alkisah dia tengah mengunjungi ayahnya bekerja di perusahaan minyak Qatar. Dia mengamati kok ada banyak orang berjejer. Ada satu tempat makan kebab paling populer di sana. Hendy iseng menjajal enaknya kebab asli.
 
Dia merasakan enak sampai ingin membuka sendiri. Hendy ingin memboyong kebab ke Indonesia.  Ia lantas mencari resep terbaik agar rasanya enak. Melalui trial and error, ia menyadari bahwa makanan ini butuh modifikasi.
 
Biografi Hendy Setiono, mulai cari-  cari dari berbagai sumber apa resepnya. Ternyata hasilnya kebab asal Turki lah yang terenak dan wajib dimakan. Dia bereksperimen dan mencari- cari resepnya sendiri agar lebih mudah dicerna.

Ingin membuat rasa istimewa hingga menjadi trademark. Maka jadilah produknya Kebab Turki Baba Rafi. Mengawali bisnis memang tak semudah membalikan terlapak tangan. Ia merasakan itu juga, setiba di tanah air, ia tak lantas berbisnis tapi mememilih strategi khusus.

Hendy mengawali dengan mencari teman berbisnis. Dia bertemu seorang kawan yang kebetulan juga seorang pecinta kuliner bernama Hasan Baraja. Mereka berdua sepakat untuk melakukan bisnis walau melalui trial and error.

Pengusaha berdua sepakat tetap bersama, meski keduanya masih baru dalam berbisnis ini. Kemudian dimulailah penjajakan bisnis baru, pangsa pasar dan berusaha memodifikasi resep kebab agar familiar dengan lidah orang Indonesia, khususnya mereka masyarakat Surabaya sebagai kota pertama Hendy.

Pengusaha pemilik Kebab Baba Rafi ini. Jika menggunakan resep kebab yang asli, aroma cengkeh dan ladanya sangat terasa dan ini tak cocok dengan lidah Surabaya. Selain modifikasi, ukuran porsi kebab yang asli juga terlalu besar, tidak cocok untuk orang Indonesia.

Orang Indonesia yang makan kebab hanya dijadikan camilan saja. Akhirnya Hendy dan Hasan berhasil memodifikasi resep dan ukuran kebab yang pas untuk dipasarkan. Kombinasi bahan yang digunakannya membuat lidah tergiur, ingin mencobanya langsung.

Bayangkan saja, daging panggang berbumbu yang menyebarkan aroma pembangkit selera, dan juga ditambahi dengan irisan sayur segar, mayonaise, saos tomat dan sambal istimewa. Melalui penyajian menarik, digulung dalam lembaran tortila lembut.
 
Proses meraciknya sendiri butuh tiga bulan hingga menemukan resep yang pas. Modal awalnya sekitar 10 juta, pada September 2003, gerobak kebab pertamanya resmi mulai beroperasi. Masa-masa awal usahanya diakui Hendy sangatlah berat.

Pernah uang dagangannya dibawa kabur karyawan. Gonta-ganti karyawan sering juga terjadi. Baru beberapa minggu bekerja, karyawan sudah minta keluar saja. Bahkan Hendy dan istrinya, Nilam Sari, pernah harus berjualan sendiri. Namun karena hari itu hujan, tak banyak orang lalu lalang untuk jajan.

"Uang hasil jualan hari itu digunakan membeli makan di warung seafood saja tak cukup." ungkapnya.

Jualan Gerobak

 
Dalam kenangannya gerobak jualan pertama berdiri pada September 2003 silam. Tempatnya di Jalan Nginden Semolo, dekat area kampus dan rumah tinggalnya. Ide memakai gerobak karena dianggap lebih mudah. Kalau dia mendirikan warung tenda atau permanen akan mengurangi mobilitas.
 
Prinsipnya modal minimal tetapi fleksibel dan bisa dibawa- bawa. Strategi promosi dan publikasi si kebab Turki Baba Rafi jelas sekali; kualitas adalah segalanya. Oleh sebab itu Baba Rafi menyiapkan pasukan khusus untuk sekedar quality kontrol. 
 
Mereka yang selalu memandu dan memantau kondisi setiap outletnya. Adanya diivisi quality control adalah untuk selalu mengecek dan mempertahankan setiap kualitas rasa, pelayanan dan kebersihan serta nilai produk di mata pembeli. 
 
Nomor khusus untuk segala pengaduan konsumen juga dipersiapkan jauh- jauh hari. Hendy juga mengedepankan inovasi termasuk menggunakan teknik pengasapan. Dagingnya akan diasapkan dengan mesin bukan digoreng saja. 
 
Tujuannya agar aroma daging kambingnya menyebar, ini akan membuat mereka yang melintas ingin mencoba. Dan akhirnya mereka akan mencoba lagi, lagi dan lagi. Nama Baba Rafi sendiri diambil dari nama anak pertamanya, Rafi Darmawan.

Namanya lebih terdengar enak dibanding nama Kebab Pak Hendy. Kurang komersial didengar bila pakai namanya. Varian kebab telah diperbanyak misalnya ada Winner Kebab, Hot Dog Jumbo, Syawarma, Kebab isi sosis istimewa, Kebab Gila dan Kebab Picok (Kebab Pisang Coklat).

Harganya ada berkisar antara 8 ribu rupiah hingga belasan ribu, pokoknya masih dibawah 20 ribu lah. Setelah berjuang lama baru lah Kebab Baba Rafi mencapai puncaknya. Banyak orang yang kepincut untuk menjadi mitra.

Dari sinilah kemudian Hendy memilih mematenkan kebabnya lalu langsung membuka peluang franchisee. Melalui PT. Baba Rafi Indonesia, perusahaan ini kemudian membuka peluang kemitraan tersebut dengan harga mulai 50 jutaan.

Bayangan menjadi pengusaha muda memang sulit. Itulah kenapa ayah dan ibunya tidak setuju akan keputusan Hendy. Apalagi Hendy memutuskan tidak melanjutkan kuliah. Besar harapan ayahnya buat Hendy menjadi pegawai perusahaan bonafit.

Hendy berhenti pada masa semester 2 Jurusan Informatika Institut Teknologi Surabaya. Restu sangat sulit didapat. Namun semangatnya baja, Hendy akan membuktikan bahwa proyeknya bukan iseng tapi bisnis menjanjikan.
 
Yang sangat luar biasa dari bisnis, pengusaha sukses ini hanya membutuhkan waktu 3-4 tahun untuk mengembangkan sayap dimana-mana. Outlet Kebab Turki Baba Rafi telah berkembang hingga lebih dari 375 outlet dan mempekerjakan karyawan lebih dari 200-an orang.
 

Bisnis Besar


Putra dari pasangan Ir. H. Bambang Sudiono dan Endah Setijowati. Yang omsetnya telah fantastis yaitu sekitar 16 miliar per tahun. Tak mau disebut pebisnis hanya jago kandang, Hendy telah melebarkan sayapnya dari Malaysia, Sri Langka dan China. 
 
Para mitra sepakat untuk mengembangkan bisnisnya di wilayah masing- masing wilayah.

Untuk China sendiri diperkirakan di tahun 2004 sudah ada outlet pertama.

"Rencana besar kami memang perluasan merek kami di Asia. Ekspansi ke China dan Sri Lanka merupakan peluang sekaligus langkah besar karena China adalah negara dengan populasi terbesar di dunia," ujar Biografi Hendy Setiono kepada Swa.co.id

Negara Sri Lanka menjadi pembukaan jalan penetrasi ke Maladewa dan India. Sementara, pesatnya pertumbuhan bisnis Kebab Turki Baba Rafi di Malaysia, menjadi bukti prospek besar brand ini di pasar internasional.

Sejarah kebab Turki Baba Rafi kini memiliki 1.200 gerai di Indonesia, 28 gerai di Malaysia, empat gerai di Filipina, dan segera hadir di Belanda, langkah ini untuk mengukuhkan diri sebagai The World’s Biggest Kebab Chain.

Apresiasi internasional diraih melalui berbagai penghargaan bergengsi, Master Class bidang Lifestyle & F&B dari McMillan Woods Global Awards, dan penghargaan Asia’s Top 10 Young Entrepreneur dari Majalah Top 10 of Asia kepada biografi Hendy Setiono seperti yang dikutip dari swa.co.id.

Waralaba Franchise Sukses Apa Maksudnya

Artikel Bisnis Arti Waralaba Franchise


waralaba franchise populer

Waralaba franchise telah banyak berguguran, tapi katanya nih bisnis waralaba atau franchise tak kan mati. Mereka para pengusaha menawarkan atau meminta mewaralaba sama- sama kuat permintaan. Kenyataan memang sistem ini mudah tumbuh, lalu ditambah mudahnya operasional. 
 
Di Amerika sendiri, konsep franchise masihlah banyak diagandrungi, buktinya banyaknya perusahaan konglomerat berkonsep waralaba. Di penghujung 2003 saja, jika kamu iseng- iseng datang ke pameran waralaba lokal, maka kamu akan lihat banyak stan waralaba berjejer disana. 
 

Waralaba Franchise Sukses

 
Bukan soal makanan, tapi beberapa waralaba memilih menawarkan bidang jasa diwaralabakan. Salah satunya MultiPlus, sebuah merek dagang yang menawarkan berbagai jasa, bisnis satu paket kerja. Ada jasa pengiriman, warnet, fotokopi, wartel dan lain- lain. 
 
Kebanyakan produknya berhubungan jasa digital. Prinsip kerjanya dinilai bagus, dan memang sedang tumbuh.  Untuk waralaba lain, yang sudah terkenal, sebut saja Indomaret punya kesempatan besar buat kamu orang baru.  
 
Alasan utamanya karena menguasai pasar mini market (satu pesaing), merek Indomaret juga telah dikenal baik dari iklan atau dilapangan, beda dengan MultiPlus ini. Ricky Irawan memiliki pengalaman dengan Indomaret. Ia mengaku sekedar mengikuti jejak temannya yang sudah lebih dulu sukses.

"Teman saya cerita betapa enaknya menjadi franchisee Indomaret. Semuanya sudah diatur secara profesional. Tidak perlu capek mengurusi tetek bengek operasional," terusnya.

Temannya diberi pilihan menyediakan karyawan sendiri. Namun, waralaba Indomaret tetap memberikan standar dipenuhi. Kamu tak perlu repot soal teknisnya, cukup hitung biaya saja.

"Serahkan samua pada Indomaret," ucap Ricky lanjut.

Lain hal Andrew Mulianto, dia masih gamang memilih mewaralaba. Temannya sudah duluan sukses bermodal waralaba kuliner. Tidak hanya pasti laris tapi juga tinggal masak. Ia bercerita lebih lanjut bahwa gerai sang teman hanya bertahan 6 bulan saja. 
 
Temanya ikutan waralaba Bakmi Japos yang dijualnya di kawasan kota Bandung. Apa sebabnya gagal? Tentu kembali ke pribadi masing- masing, ada pula konsep waralaba  terlalu dipaksakan.

Sudah terlalu banyak saingan meski beda merek. Ada pula terlalu menjamur outlet nya di satu tempat seperti hal waralaba Apotek K24. Setelah mencari-cari, tahun lalu Andrew memutuskan membeli hak waralaba TX Travel. 
 
"Saya tertarik membeli franchise ini karena pemiliknya. Dari beberapa pameran waralaba, konsep dan pemikiran pemilik TX Travel berbeda," ujar mantan karyawan perusahaan farmasi ini. 
 
Selain itu, Andrew menilai, untuk bisnis travel, pasarnya masih sangat menjanjikan. Terbukti, tiap bulan TX Travel meraup omset sekitar Rp 200 juta. 
 
Robert Bond, CEO dari World Franchising Network (WFN), ada lima aspek perusahaan waralaba yang kuat: jumlah lokasi (semakin banyak semakin bagus), rata- rata kegagalan (jumlah penutupan oulate tiga tahun fiskal terakhir dilaporkan dibagi jumlah total lokasi yang ada), pertumbuhan outlet dalam tiga tahun, dan jumlah jam pelatihan sebagai persentase dari biaya startup (yang lebih banyak dukungan dari kantor rumah, semakin baik). 

Jenis- Jenis Donat Waralaba yang Beken di Indonesia

Artikel Bisnis Daftar Waralaba Donat 

 
 
waralaba donat
 
Berikut jenis- jenis waralaba donat yang beken di Indonesia. Dari donat dijual di mal- mal besar, dijajakan di pinggir jalan, atau dititipkan di warung- warung kampung. Donat memang jadi primadona dibanding roti lain. Hingga sekarang masih banyak orang berburu manisnya bisnis donat ini. 
 
Rasanya dan bentuknya tak itu- itu saja. Banyak inovasi dilakukan oleh para pengusaha agar masyarakat tak bosan.Cara penjajakannya juga beraneka ragam dari semudah jualan titipan, atau yang lebih rumit, sistem waralaba yang tergerai- gerai. 

Kamu pun bisa mencicipi manisnya melalui sistem waralaba. Cukup mengetik nama franchisenya di internet dan cari. Atau, kamu bisa mengunjungi alamatnya langsung. Untuk membantu penyegaran, kami menuliskan kembali bisnis- bisnis donat yang bisa kamu perhitungkan. 
 

Daftar Waralaba Donat

 
Kontan.co.id, situs bisnis nomor 1 di Indonesia, telah merangkumkan untuk kita 3 donat yang laris hingga sekarang, berikut profilnya:

Donat bakar

Pemiliknya bernama Iwan Abu Shalih, memulai usaha sejak tahun 2012, dan telah tumbuh pesat peminatnya. Usaha Donat Bakar telah memiliki 50 gerai, dan dua di antaranya adalah milik sendiri. Kini, mitra Donat Bakar telah bertambah menjadi 60 orang. 
 
Sementara, total gerainya saat ini menjadi 63 unit, dua gerai di antaranya masih milik sendiri. Meski pertumbuhan bagus, perlu menjadi catatan bahwa 10 gerai ditutup sepanjang 2012.

Tapi ada tambahan 10 gerai baru se Jabodetabek, Gresik dan Blora.

Menurut si empunya mereka yang menutup karena "coba- coba" berbisnis ini. "Sekarang total ada 60 mitra yang sudah menunjukkan komitmen sejak awal bisnis," ujarnya. Untuk anda yang berminat menjadi mitra Donat Bakar, silahkan merogoh kocek sebesar Rp 7 juta saja. 

Dengan biaya sebesar itu, mitra akan mendapatkan satu unit booth, peralatan masak, bahan baku untuk 100 donat, dan aneka topping untuk donat. Kalo dilihat modalnya terhitung kecil apalagi jika di wilayah anda memang belum ada bisnis ini. 
 
Jika waralaba di luar Jawa, ada hitungan tambahan senilai Rp.8 juta untuk biaya pengiriman peralatan dan lain- lain. Harga jual donat sendiri ada di kisaran Rp.2.500 atau Rp.5000 per- buah.


Kemitraan Donat Madu Cihanjuang memang tumbuh pesat, tapi tak sengotot donat bakar. Prospeknya menurut Kontan, ada sekitar 20 gerai kemitraan. Sebanyak 16 milik mitra, dan sisianya adalah gerai milik sendiri di tahun 2012. 
 
"Perkembangannya hingga kini cukup baik. Sekarang telah ada 48 gerai Donat Madu Cihanjuang. "Milik mitra ada 38 gerai, selebihnya pusat," tutur Fanina.

Menjaga kualitas produk menjadi prinsip bisnisnya bersama suami. Ada 60 varian rasa yang siap anda coba diwaralabakan. Sebelumnya, Donat Madu Cihanjuang telah menawarkan paket kemitraan senilai Rp.20 juta full perlengkapan operasional. 
 
Tapi, itu belum termasuk interior yang diperkirakan mencapai Rp 25 juta untuk tiap gerai. Saat ini, paket kemitraannya naik menjadi Rp 56,5 juta. Biaya itu telah termasuk franchise fee selama lima tahun, resep serta pelatihan senilai Rp 20 juta.

Sementara sisanya yang sebesar Rp 26,5 juta dipakai buat penyediaan perlengkapan produksi dan bahan baku awal donut. 
 
"Sedang interior dan tempat masih dari mitra," tambah Fanina. Memang jika dibandingkan modal Donat Bakar jauh nilainya. Tapi, anda bisa berpikir bagaimana donat ini berinovasi dengan 60 rasa, pasti pembeli anda tidak akan jenuh. Rekomendasi bisnis ini nampaknya lebih bagus.

P- DO donat kentang

P-DO memiliki keunikan dengan bahan utama kentang. Didirikan di tahun 2007, tak lama berdiri, usaha P-DO yang bermarkas di Pulogadung Trade Center, Jakarta Timur, telah mulai menawarkan kemitraan. Tak dinyana, peminatnya ternyata cukup banyak. 
 
Dilansir Kontan, ada 50 gerai sejak 2012,  Dari jumlah itu, sebanyak enam gerai milik pusat dan sisanya milik mitra. P- DO sendiri gencar berpromosi dari Twitter, Facebook, juga beberapa event promosi lain

Sekarang, total gerai P-DO sudah bertambah menjadi 75 outlet.Dari jumlah itu, gerai pusat ada empat. Namun, sebagai catatan gerai yang benar- benar aktif hanya ada 60 unit. Cakupan wilayahnya pun tidak menyebar ke penjuru pulau Jawa. 
 
Wilayahnya meliputi  Depok, Bekasi, Cibinong, Bogor, Tangerang, Cileungsi, dan Bandung. Fariko Ngantung, Kepala Marketing P-DO, mengatakan, nilai investasi yang ditawarkan sudah mengalami perubahan banyak.
 
Di 2012, ada dua paket ditawarkan oleh pihaknya: paket Rp.6 juta dan paket Rp.11 juta. Paket investasi yang ditawarkan sebesar Rp.7 juta untuk booth indoor dan Rp.9 juta untuk booth outdoor. Namun, untuk harga produknya sendiri tidak akan mengalami kenaikan. 

"Masih di rentang Rp.2.500 hinggga Rp.5.000 per buah," kata Fariko.

Penjual Mie Ayam Paling Kaya Rasa Waralaba

Profil Pengusaha Wahyu Indra 


penjual mie ayam waralaba
 
Ulet berbisnis pantas pengusaha Wahyu Indra sukses. Dia memang dikenal produsen rumah produksi. Tidak malu juga merangkap pengusaha mie ayam. Dari bisnisnya menghasilkan puluhan juta rupiah. Dikisahkan bisnisnya bermula pemikiran istrinya, pada saat istri hamil, Wahyu melanjutkan usaha mie ayam sang istri.

Dia adalah mantan produsen sebuah production house ternama. Namun karena iklim perfilman waktu itu tengah jenuh. Wahyu harus siap kerja lebih keras. Dia lantas banting stir mencoba bisnis kuliner. Awal ia menggelontorkan modal Rp.27 juta.

Pengusaha Mie Ayam

 
Tidak gampang memang. Awal dia sempat frustasi menjalankan bisnis mie ayam. Membosankan sekali ya berjualan gerobak. Dia hampir menyerah. Hingga ia bertemu seorang penjual tongseng. Pengusaha itu lantas memberikan dorongan. 
 
Ia mengisahkan bagaimana perjuangannya selama 10 tahun berjualan. Semangat Wahyu kembali, dia sudah kebal kena razia berkali- kali. Dia bersemangat kembali berjualan demi mencapai tujuannya. 
 
"Tukang tongseng aja berjuang 10 tahun baru sukses, kok sata baru setahun saja sudah mau tutup," terangnya, kerja keras dilipat gandakan Wahyu.

Pedagang tongseng asal Kukusan, Depok, sudah memiliki ruko sendiri. Dari perjalanan sepuluh tahun jadi semangat Wahyu agar berjuang. Sang pengusaha tongseng menjarkan kesabaran langsung. Yang awalnya hobi makan mie ayam kini telah menjadi bisnis. 
 
 
Ia mensurvei mie ayam lain agar lebih lezat dari lainnya. Ia cicip mie ayam terkenal sampai jalanan. Berjalan waktu ia menemukan resep mie lembut, enak, dan tak mudah putus. Lantas ada bumbu sedap menyatu. Sangat membaur dengan bahan mie ayam buatan Wahyu. 
 
Ia menyebut mie ayamnya akan menari dilidah kamu. Dan trial and error sudah menjadi makanan sehari- hari. Suami dari Ervina Widamayati ini, sejak 2007 sudah mencari resep mie ayam sendiri. Berkat mesin pembuat mie itulah ia sukses. 
 
Mesin berharga Rp6,5 jutaan dan bahan bakunya dia cari sendiri. Awal berjualan menyewa tempat di Jalan Mawar hingga sukses. Setelah lebaran 2008, ia kembali berbisnis mie ayam. Sambutan masyarakat diluar dugaan. 
 
Bayangkan ia langsung menjual 100 mangkok dalam sehari. Harga mie ayam Rp.7000 tinggal dikalikan saja. Lalu dia memutuskan pindah tempat, meski pindah eh masyarakat tetap memburu mie ayam bikinan Wahyu.
 
 Kira- kira Juni 2010 silam, ia dan istri mulai berjualan bakmi. Yang kemudian mereka beri nama Warung Bakmiku. Awalnya usaha tersebut didirikan sang istri, setelah resign kerja, yang mana kecapean karena bekerja kantoran berarti berangkat subuh dan pulang jam 8. 
 
Alasan lain karena Wahyu sendiri penggemar mie ayam. Pemikiran bahwa mereka butuh mengatur pemasukan keluarga. Apalagi karena Wahyu mulai kehilangan arah di bisnis rumah produksi. Pengusaha rumah produksi itu tidak terlalu fokus di bisnis mienya. 
 
Hanya sang istri sampai akhirnya dia hamil. Setahun usaha dijalankan mereka, namun keduanya berjalan ditempat. Sampai benar- benar Wahyu kepepet berbisnis mie ayam -karena PH -nya sepi. Ia lantas mengingat ilmu tukang tongseng. 
 
Berbisnis 10 tahunan barulah tahun kesebelas sukses. Ia memutuskan keluar justru ketika ada seorang teman menawari proyek. Wahyu sendiri sadar bahwa bukan soal kesempatan. Bisnis rumah produksi dianggapnya tidak dapat dia imbangi lagi. 
 
Lantaran fisik juga proyek layar lebar kadang tidak pasti. Nah, justru ketika fokus berbisnis mie ayam, bayangkan dia menghasilkan uang harian. Kemudian perasaan ingin lebih muncul dari sekedar laku. Opsi Wahyu adalah membuka cabang tetapi ia tidak cukup uang. 
 
Atau ia nekat membuat sistem kemitraan dengan bisnis Mie Ayam Gerobakan -nya. Lalu opsi kedua lah yang dilakukan Wahyu, meski terbilang nekat. Mulai dia membuat website, menyusun SOP, melakukan perjanjian kerja. Kemudian Wahyu pasarkan ke sosial media.
 
Mulailah dia memasarkan ke Facebook. Enam bulan berlanjut, bisnis kemitraan miliknya berjalan sangat lambat, hanya ada 10 mitra disaring Wahyu.

Mie Ayam Waralaba

 
Ia sempat frustasi kerena hal tersebut. Saking frustasi dia sempat berpikir kembali ke berbisnis PH. Sampai pada bulan Desember 2010, ia berkenalan dengan supliedr gerobak Pondok Gede, menyarankan buat masuk ke Komunitas TDA. 

Karena domisili dia di Depok bergabunglah dengan TDA Depok. Dari sanalah ia mulai membangun koneksi bisnisnya disana. Perjalanan membawa Wahyu bersilahturahmi dengan pengusaha sukses TDA. Kemudian ada program mentoring pebisnis pemula. 
 
Wahyu nekat meski dia belum menjadi bagian mereka. Banyak orang bertanya karena dia datang tanpa diundang disana.

"Anda siapa dan maksud kedatanganya ke sini untuk apa?" ujarnya. Dengan percaya diri, memperkenalkan diri sebagai pengusaha pemilik Mi Ayam Gerobakan.
 
Ia bilang ingin tau tentang TDA. Akhirnya mereka setuju menerima dia masuk. Perjalanan di TDA telah membuat Wahyu peduli. Kegiatan TDA tidak pernah dia lewati. Dia juga mendapatkan banyak pengetahuan berkat saling berbagi kewirausahaan.

Berkat TDA bayangkan dalam 1,5 tahun, ia mampu meraup 134 mitra tersebar di Jabodetabek, Bandung, Semarang, dan Pekanbaru. Bahkan dia sudah diangkat menjadi mentor. Mengajari pengusaha pemula yang masih memiliki pekerjaan dan berbisnis cuma sampingan.

Kelebihan mie buatan Wahyu adalah resep rahasianya. Kualitas mie kenyal tetapi tanpa bahan pengawet. Ia menjelaskan kalau kamu mau jadi pengusaha: Mendengarlah lebih banyak. Carilah lebih banyak ilmu dari bertanya. 
 
Carilah mentor berbisnis dan bergabunglah dengan komunitas usaha. Sukses Wahyu karena ketidak enggannya mencari tau. Bahkan ketika makan tongseng, dia langsung tanya ke penjualnya bagaimana bisa punya ruko. 
 
Dimana ternyata butuh waktu lama bagi penjual tongseng agar rasanya maknyus, bahkan puluhan tahun. Hingga Wahyu ngotot memperbaiki kualitas mie ayam buatanya.

Pengusaha Gian Pizza 100 Persen Mozzarella

Profil Pengusaha Gian Singh Sekhon 


pengusahapizza.png
 
Pengusaha Gian Pizza tidak serta merta sukses. Ada kisah Gian Singh Sekhon, pria asing yang lantas jatuh cinta dengan Indonesia dan menetap. Dia mantan teknisi sebuah perusahaan penerbangan Arab Saudi. 
 
Nah, dari pekerjaan di perusahaan Aerogulf inilah, ia terpaksa berpindah- pindah tempat tinggal. Hingga pekerjaan itu membawanya menetap cukup lama di Kanada.
 

Pengusaha Pizza

 
Disini lah, keahlian Gian dalam mengolah pizza krispi khas Kanada ini terbentuk. Kamu sudah merasakan enaknya Gian Pizza -kan? Kreasi Gian Pizza memang menggoda karena keringnya 100 persen terbebas minyak. 
 
Selain itu restoran Gian Pizza dibuat sederhana mungkin tidak seperti halnya restoran lain. Ia tinggal cukup lama di Kanada sekitar 7 tahun. Hobinya memasak membawanya berbisnis sendiri. Ia lantas membuka Bella Pizza disana. Usaha pertama tersebut ternyata mendapat sambutan positif. 
 
Hingga akhirnya, Gian harus berpindah lagi ke negara lain, dan kini giliranya untuk tinggal di Indonesia. "Saya pikir suatu hari saya harus buka resto disini," paparnya. 

Memulai bisnis dari nol tidak semudah dipikirkan. Sejak menetap di tahun 2000, baru empat tahun kemudian Gian bisa membuka restoran lagi. Sebelum berbisnis dirinya meminta ijin ke usaha Bella Pizza. "...mereka "no problem"," tutur Gian kepada Okezone.

Pertama kali dibuka langsung mengusung selogan pizza khas Kanada. Respon positif masyarakat pecinta pizza pun langung diterima. Pasalnya makanan ini memang berbeda dari pizza kebanyakan. Gian Pizza beda cita rasa dibanding kompetitornya mulai teksturnya. 
 
Pizza memiliki ketebalan sesuai, adonan wangi, serta ada keju mozarella berkualitas hingga saus resep rahasia. Makan pizza Kanada berarti tidak memakai pisau karena disana memang makanan rakyat. Kesan makanan mahal sudah tidak berasa sama sekali ketika kamu masuk ke outletnya. 
 
Enaknya Gian Pizza serta suasana inilah menjadi alasan pelanggan setia tumbuh. Untuk mereka yang tidak terbiasa tangan disiapkan pisau dan garpu ketika akan makan.

"Kami memasak pizza menggunakan teknik hand toast. Alatnya kami datangkan dari Kanada," jelas Afifah Sekhon, Direktur Gian Pizza.

Makan pakai tangan memang seolah menjadi aturan Gian Pizza. Tetapi tidak juga memaksa kita melakukan hal tersebut. Pizza Kanada mencerminkan kerakyatan dibanding pizza Italia. Dipastikan tidak adanya unsur minyak melekat di dough begitu tipis dan krispi ketika masak. 
 
Meski begitu masih berasa lembut tidak sangat kering seperti leker. Gian Sekhon memang bukan ahli kuliner. Tetapi kecintaanya dalam memasak pizza membawa jauh. Usaha ini dibuka pertama kali di kawasan Depok, Jawa Barat, di tahun 2004.
 

Rahasia Bisnis

 
Kualitas keju didatangkan dari luar agar benar- benar enak. Kemudian ditambah saus berbahan 11 rempah berbeda asli Kanada. "Sausnya kami buat home made, tidak ada ready made," jelas Afifah lagi.

Meski gerai kecil tetapi kejunya benar- benar 100 persen mozzarella. Roti bundar asal Italia ini lantas dikonsep jadi berbagai pizza negara lain. Mulai pizza Jerman berbendera Jerman dan bertoping sosis khas negara ini. 
 
Lalu ada pizza asli Italia bertoping standar keju mozzarella. Kemudian Gian Pizza juga mempunyai pizza Greek yang bertoping black olive dan fetta cheese khas Yunani.

Untuk khas Indonesia sendiri pernah dibuat pizza bakso. Sayangnya, kala itu, terasa masih asing terlalu cepat dirasa dikeluarkan sebagai menu utama. "Ke depan nanti, kami akan kembali membuatnya," jelas Afifah lagi.

Seiring berjalannya waktu sampai sekarang sudah memasuki tahun ke sepuluh. Gian Pizza masih konsisten dan bahkan berekspansi dari segi rasa dan menunya. 
 
Mereka punya lasagna, spageti, salad ayam dan tuna, cheese bread, chicken wings, garlic bread, bruschetta, salad buah, dan submarine. Nama submarine sendiri adalah yang terspesial dibanding lainnya.

Ini adalah roti home made berlapis- lapis beraneka toping. Menarik karena cuma disajikan di 10 cabang asli bukan lisensi waralaba. Yah semenjak 2015, setelah 10 tahun, lewat pimpinan baru barulah Gian Pizza mulai melirik lezatnya sukses waralaba. 
 
Dengan modal omzet Rp.60 juta sampai Rp.100 juta siapa tidak tergiur. Ini belum momen tertentu seperti bulan puasa omzetnya Rp.150 juta per- bulan.

"Per- hari kita bisa jual 40 loyang. Weekend 80 loyang," jelas putri dari Gian Sekhon ini.

Paket investasi waralaba Rp.195 juta, Rp.295 juta, dan Rp.395 juta. Tipe investasinya disesuaikan dengan konsep kios, restoran mini, atau restoran besar. Untuk waralabanya tidak serta- merta agresif tetapi memilih investora yang benar- benar serius tertarik.  
 
"Saya cari orang yang mau turun tangan, orang yang mempunyai passion dan sabar," tutup Gian Sekhon.

Ingin Menjadi Pengusaha Muda Kue Cubit Eropa

Profil Pengusaha Edi Hartono


kuecubit.png
 
5 Ia pernah bekerja di perusahaan, tetapi tidak bertahan lama. 
 
Edi memilih membuka usaha jualan keset unik hingga agen telur. Meski gagal, ia tidak kapok meski usaha agen telurnya merugi puluhan juta.
 

Menjadi Pengusaha Muda


Aneka ragam jajanan dijajakan di jalan. Edi pun tergiur akan untung ditawarkan usaha ini. Pertama kalinya, di tahun 2012, Edi membuka usaha makanan krepes. Tidak kunjung juga berhasil usahanya yang disusul oleh kegagalan usaha kentang crispy. 
 
Namun, semua berubah, ketika Edi memutuskan mengajak beberapa teman bekerja sama. Salah satunya adalah Melanie Safitri mengerjakan bisnis kue cubit.

"Kita mengangkat kelas kue cubit yang tadinya original saja," tutur Melanie. Kue cubit biasa kini diberi aneka toping enak, seperti choco hazelnut, red velvet dan lain- lain. Modal usaha dikumpulkan Edi bersama teman cuma Rp.6 juta tetapi menghasilkan omzet Rp.10 juta per- bulan.

Tentu ini semua berkat konsep waralaba. Sukses kue cubit yang diberinya nama Kue Cubit Eropa tidak bisa terbendung suksesnya.

Walau tidak memiliki latar belakang kuliner tidak membuatnya surut. Ia mencari banyak referensi soal kue cubit diberbagai tempat. Contohnya yaitu membeli kue cubit yang katanya enak di sekitaran Jabodetabek. 
 
Juga ia mencari ke nnnseluruh penjuru Internet. Satu bulan sudah Edi mencoba resep tersebut satu per- satu. Sampai ia mennnnemukan rasa yang tepat seleranya.

"Kita mau angkat kue cubint jadi camilan berkelas dengan sentuhan rasa-rasa Eropa seperti ini. Sisi Eropanya dari warna, tekstur, rasa dan toping-nya," jelasnya.

Kerja keras membawa hasil maksimal bagi bisnisnya. Edi mulai menjajakan Kue Cubit Eropa dan menuai respon baik dari masyarakat. Kue cubit ini memang modifikasi dari kue cubit tradisional. 
 
Total ia membuat 8 varian rasa: taro, original, cappucino, vanilla late, red velvet, green tea, sampai black forest. Untuk topingnya ada ceres, silver queen, kit kat, sampai toblerone.

Kue Cubit Korea

 
Awalnya Edi berniat berbisnis untuk dirinya sendiri. Ia lantas mengikuti beberapa pameran produk. Dari mengkuti aneka pameran itulah sampai suatu hari seseorang menanyakan waralaba. 
 
Nah, sejak itulah konsep dibikin, Edi menawarkan satu paket investasi terjangkau: paket ekonomis Rp.9,9 juta ketika pameran dan normanya Rp.13 juta dan paket exclusive Rp.20 juta.

Cuma modal mengikuti aneka pameran peminat waralabanya sudah meledak. Total 30 mitra bisnis langsung terjaring seketika pertama kali dari 53 mitra. 
 
"Kebanyakan beli yang ekonomis," paparnya. "Beberapa bulan kita buka secara mandiri, lalu ada permintaan franchise. Akhirnya kita buka franchise. Nggak sampai satu tahun bisa di-franchise-kan."

Banyak ibu- ibu rumah 5tangga tertarik memutar uangnya. Mereka mau berbisnis tetapi tidak merepotkan soal menjalankan. Adapula guru dan anak muda yang menjajal pengalaman berbisnis. 
 
Edi lantas menawarkan satu diskon kepada pengusaha muda dibawah 25 tahun. Ia bahkan menyediakan booth gratis kepada tiga orang setiap tahunnya. "Tinggal kirim proposal saja," imbuhnya.

Fasilitas didapat oleh mitra waralaba adalah booth, kompor, loyang, banner produk, seragam kerja, bahan baku awal, kemasan sampai SOP cara pembuatan. Selepas mandiri, mitra waralaba bisa melanjutkan lewat pembelian bahan ke Edi. 
 
Gambarannya Rp.9,9 juta menghasilkan laba bersih per- bulan Rp.3 juta. Lantas ia memakai asumsi omzet Rp.350.000 per- hari selama 30 hari.

"Harga per kotak kue cubit Rp 10 ribu isi 10 kue. Omzet per bulan bisa Rp 9-10 juta per bulan. Tanpa fra0nchise fee dan royalty fee," tuturnya.

B0ahkan menurut cerita Edi, ada seorang mitra sukses untung Rp.1 juta per- hari, atau balik modal dalam waktu kurang dari satu bulan. Semua itu tergantung kepada tempat berjualan jelasnya. 
 
"Saran kami buka di perumahan, pertigaan, food court, dekat sekolah atau dekat kampus," kata Edi. Menanggapi soal karyawan jutek maka ia menawarkan konsep mystery guest.

"...ngecek karyawan. Kita ada tim dibagi per- wilayah, salah satu tugasnya untuk cek kualitas pe0layanan," tutup Edi.

Bakmi Naga Kembangan Bisnis Waralaba 30 Tahun

Profil Pengusaha Susanty Widjaya 


bakminaga.png
 
Kembangkan bisnis waralaba membuat usaha 30 tahun bertahan. Dia adalah pengusaha wanita, yang melanjutkan bisnis warisan. Banyak pengusaha enggan melanjutkan memilih usaha. Tetapi beberapa orang berhasil bisa bangkit dari keterpurukan berkat keluarga. 
 
Lewat ketekunan dan cinta akan keluarga, Susanty Widjaya mencoba kembali lewat Bakmi Naga. Dia mencoba bangkit dari keterpurukan.
 

Bisnis Keluarga


Bakmi Naga merupakan usaha mie yang telah bertahan 36 tahun lamanya. Berdiri sejak 1979, didirikan oleh generai pertama yaitu Ny. Liong. Menjaga kualitas menjadi andalan produk ini tetap bertahan. "Dari nenek moyang saya rasanya tidak berubah," papar Susan.

"Keunggulan bakminya tidak mengandung air abu." Lantaran memang usaha ini mengandalkan bakmi buatan sendiri. Cita rasanya tidak sama dibanding mie lain. Ia menambahkan air abu berkaitan dengan penyakit mag. 
 
Karena kalau mengandung air abu, Susan menjelaskan, ini akan menyebabkan kembung dan kumat lah si penyakit mag tersebut. Kualitas terjaga mampu menghantarkan Bakmi Naga menjadi brand kuat. Ditambah melalui sistem franchise selepas 30 tahun; tidak terbendung lah pamornya. 
 
Bakmi Naga tercatat memiliki 59 outlet berbeda mulai dari Sumatra, Jawa, Sulawesi, hingga Ternate sejak 2010. Menurut catatan Susan rata- rata outlet barunya bisa menghasilkan Rp.5 juta per- hari, dimana untungnya 25 persen.

Bakmi Naga sendiri merupakan brand lama tangguh. Dimulai dari menjajakan lewat gerobak, kini masuk ke restoran dan diwaralabakan. Mungkin bukan dari nol ketika Susan mencoba masuk ke Bakmi Naga. 
 
Tetapi dia telah melewati masa kegalauan dalam hidupnya. Memilih antara menjadi pengusaha atau pegawai di satu perusahaan mapan.

Alasan keluarga menjadi sangat begitu penting bagi kehidupan Susan. Ketika nama Bakmi Naga telah begitu populer, ia kembangkan skema bisnis franchise. Usaha yang dimulai dari grobak tahun 1980 -an ini, telah sukses menjelma menjamur di mal- mal. 
 
Dia memang patut bersyukur usaha ini merupakan usaha keluarga. Kalau bukan dukungan anak, suami, dan keluarga, siapa lagi yang mengangkatnya menjadi seperti sekarang.

"Mereka memberikan pelajaran tentang hidup dan bisnis kepada saya. Jika mereka bisa, kenapa saya tidak," tuturnya.

Filosofi "never give up" dijadikan modal bangkit dari keterpurukan. Pantang menyerah dalam melewati segala keterpurukan. Dia adalah seorang ibu rumah tangga. Seorang pengusaha sukses, tetapi masih tetap menjadi istri yang baik. 
 
Semua itu dilewati karena dukungan keluarga dibelakangnya. Wajah usaha Bakmi Naga pun mulai bertransformasi menjadi PT. Naga Jaya Sejahtera Indonesia. Usaha Bakim Naga sendiri menyediakan tiga investasi: restoran, food court, dan gerobak. 
 
Untuk model dari restoran sendiri menyediakan investasi Rp.500 juta. Tipe food court sendiri dan gerobak masing- masing itu nilai investasinya Rp.250 juta dan Rp.55 juta. Biaya waralaba sendiri Rp.150 juta dan berlaku salama lima tahun. 
 
Bakmi Naga mengutip royalti Rp.6 juta dan biaya pemasaran Rp.2,5 juta. Perkiraan penjualan menurut Susan adalah 250 mangkok per- hari. Pemegang franchise diperkirakan balik modal selama 14 bulan.

Alamat Bakmi Naga

Jl. Janur Kuning VI Blok WL 2 No. 1B
Kelapa Gading, Jakarta
Telp. 021-45789688
021-96500688

Pengusaha Teh Waralaba Murah Your Tea

Profil Pengusaha Indra Thamrin 


pengusahateh.png

Pengusaha teh waralaba murah Your Tea bukan murahan. Adalah pengusaha kelahiran 29 Juni 1988, pria asli Palembang, Sumatra Selatan. Namanya Indra Thamrin atau sering dikenal sebagai pemilik waralaba teh bernama Your Tea. 
 
Pendidikan formal Indra mulai TK sampai SMA di Yayasan Xaverius Lubuklinggau. Dia memiliki banyak prestasi dibidang akademis sejak bersekolah dulu.
 

Pengusaha Waralaba


Hanya pemuda biasa yang kini menjadi pengusaha sukses. Juga mengawalai hidupnya dari serangkaian kegagalan. Bermula di 2006, dimanan dia merantau sampai ke Bogor, Jawa Barat berniat melanjutkan kuliah Sarjana mengambil Komunikasi dan Pembenganan Masyarakat, Institut Pertani Bogor.

Dalam empat tahun berkuliah ia menyadari akan hal. Bahwa Thamrin memiliki passion dibidang bisnis. Maka dia mulai melirik berbagai peluang berbisnis sendiri. Sambil berkuliah, mengikut ekstra, dia juga sibu bisnis yang dibantu beberapa temannya.

Kemampu dibidang public- speaking yang terasah. Ia mampu meyakinkan bahwa bisnis dijalankan bukanlah sekedar bisnis. Tetapi peluang bagi kita semua mengusung konsep waralaba. Bisnis diusung Thamrin bukan tanpa perjalanan panjang, banyak trial and error dijalaninya.

Usaha dirintis sejak 2008 mengusung selogan bahwa teh menjadi minuman kedua. Setelah air putih makan orang akan melirik minuman lain, seperti teh atau kopi. Rasanya tidak berat serta kandungan nutrisi baik buat tubuh menjadi pilihan. 
 
Dibanding kopi teh lebih baik buat wanita apalagi kalau bukan buat kulit. Sebagai mahasiswa aktif mengikuti kegiatan. Terbersit dipikiran Thamrin disuatu siang akan minuman yang dingin menyegarkan. Menurut Thamrin pilihan minuman favorit orang pertama adalah air putih. 
 
Sedangkan kopi menjadi pihak ketiga setelah teh. Lalu kenapa tidak Thamrin membuka usaha teh di kampusnya?

Pemikiran tersebut disambut beberapa teman Thamrin. Mereka sepakat mencoba berbagai macam cara agar bisa menyuguhkan teh berbeda. Potensi mahasiswa IPB kan mencapai 20 ribu jiwa. Susana cukup panas ketika siang hari di musim kemarau juga mendukung.

Tiga bulan dia mencoba meracik. Memang teh biasa dibuat semua orang. Hanya saja, Thamrin ingin minuman teh berbeda yang akan menjadi sumber bisnisnya. Sekali dipasarkan cita rasa berbeda segera disambut oleh masyarakat sebagai peluang.

Maka nama CV. Sari Hijau Lestari didirikan. Brand andalan mereka adalah Your Tea beralamat lengkap di situs www.waralabateh.com. Tidak buru- buru diwaralabakan, Thamrin segera menyusun rencana sampai ia memasukan tehnya ke HAKI, serta membuat standar operasional.

Konsep waralaba diluncurkan pada tahun 2010. Kemudian Thamrin aktif melakukan digital marketing pada 2013. Tahun 2012 saja, dia sudah mengantungi 82 mitra yang tersebar dari Jakarta, Sukabumi, Bogor. Dan itu tidak berhenti disana bahkan merambah ke Surabaya, Sidoarjo, bahkan Papua.

Usaha Pengusaha Teh

 
Sebenarnya kalau dilihat sekilah sama seperti teh lain. Namun Thamrin mewajibkan pewaralaba memakai es batu kristal dari air matang. Agar tidak menjadi teh biasa, aneka varian rasa seperti honey tea, flavor tea, serta cappuccino tea dihadirkan. 
 
Kulitas daun teh juga diperhatikan betul oleh Thamrin agar aroma melatinya kentara.

Harga ditawarkan setara minuman teh di warung. Dengan kepraktisan bisnis model booth membuat usaha ini lebih mudah dijangkau. Harga per- gelas dibandrol Rp.3000- 5000 bukan pukul 08.00- 21.00. Jika jualan Thamrin mampu menjual 900 cup gelas per- hari dengan omzet Rp.900.00 per- hari.

"Yang paling banyak diminati pelanggan adalah varian rasa original tea dan milk tea," jelas Thamrin.

Paket investasi antara Rp.2 juta sampai Rp.4 jutaan. Dengan peralatan yang telah disediakan oleh pihak Your Tea. Menariknya kontrak kerja bersifat selamanya dan tidak ada royalti fee. Hanya saja kamu wajib membeli bahan baku dari Thamrin.

Agar lebih menarik banyak calon mitra. Thamrin memiliki kelebihan soal dukungan suport. Jika pengusaha biasa cuma melihat konsumen tetapi Thamrin lebih. "Saya juga akan membeberkan cara menjalankan bisnis teh kepada mitra," Thamrin menjelaskan. 
 
Ada panduan lengkap berbentuk e-book buat kamu sebagai mitra.Waktu balik modal menurut Thamrin tergantung pada cuaca dan lokasi. Kalau sukses mitra dapat kantongi omzet Rp.9 juta per- bulan yaitu menjual minimal 100 gelas saja. 
 
Finalis Wirausaha Muda Mandiri ini yakin bahwa tehnya memiliki kelebihan. Bisnis teh Thamrin memiliki segmen luas, tidak tergantung kelas ekonomi, tidak umur, ataupun jenis kelamin jadi ceruk pasarnya luas. Lokasi juga gampang karena sifatnya booth. 
 
Jadi kamu bisa jualan di pinggir jalan karena mudah dibawa- bawa. Selain memberikan peluang investasi ke banyak orang. Thamrin juga berinvestasi ke dirinya sendiri. Yakni ia hidup sebagai vegetarian. Dia juga menjadi pembicara berbagai acara kewirausahaan. 
 
Dia pernah menjadi asisten dosen di kampusnya juga loh. Pria perfeksionis ini sudah 10 tahun lebih menjalani hidup cuma makan sayur. Thamrin juga ketua Indonesian Vegetarian Society (IVS) cabang Bogor. Dia tertarik akan investasi properti dan emas. 
 
Ia melanjutkan kuliah pasca sarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor. Pria yang dikenal dengan motonya "Never Give Up" mengajak kamu menjadi wirausaha muda juga, yuk.

Bisnis Cemilan Kacang Oven Pengusaha Brusli

Profil Pengusaha M. Burhanuddin Rusli


jualan kacang brusli

Pengusaha Brusli atau Kacang Brusli begitu enak. Bisnis cemilan kacang oven ternyata menjanjikan. Ia
menjadi pengusaha lantaran mengikuti jejak orang tua. Inilah kisah Muhammad Burhanuddin Rusli, pria asal Surabaya, Jawa Timur, sukses merintis bisnis kacang oven. 
 
Bisnis tersebut diberinya nama Kacang Brusli. Produk kacangnya sukses dipasarkan ke beberapa kota di Jawa Timur. Sebelum menjadi pengusaha, ia adalah seorang guru di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Surabaya, dan sangat ingin mandiri. 
 
Karena keinginan kuat untuk menjadi pengusaha, maka dia mantab berganti profesi. Dia menjelaskan bukanlah kebetulan dirinya memulai usaha kacang tersebut.

Pengusaha Cemilan


Bisnis kacang bawang tersebut dimulai sang ibu. Rusli kecil terbiasa membantu ibunya produksi kacang bawang. Lantas dia aplikasikan bisnis kacang tersebut kembali. Namun bedanya kalau Rusli memilih memproduksi kacang oven.

"Saya sengaja memilih kacang oven karena lebih praktis," tuturnya.

Kalau kacang bawang kan minyaknya banyak, susah buat dikemasnya. Kacang Bursli namanya sudah tersohor sebagai oleh- oleh Kota Surabaya. Bukan cuma wisatawan lokal tetapi juga wisatawan asing yang mampir mencicipi produk kacangnya.

Menyebar melalui sistem keagenan, kacang Brusli dijual di Jakarta, Balikpapan, Malang, dan kota lainnya. Bapak dua anak ini bahkan mampu menjual sampai ke Malaysia, Dubai, dan Hong Kong. Ia menjual sacara online melalui berbagai platform eCommerce.

Dia sudah menjalin kerja sama dengan 40 agen tersebar. Kalau yang dari luar negeri biasanya pakai ambil sendiri atau bisa dititipkan teman. Pengusaha 29 tahun ini mengaku, bisnisnya tidak menyasar segmen menengah bawah, karena tentu akan mematikan pasaran masyarakat biasa.

Untuk itu dirinya mengemas kacang Brusli sebagai produk premium. Tujuannya menyasar pasar kelas menengah atas dan terbukti berhasil. Cita rasa pun disesuaikan agar tidak mengecewakan. Dia menjual satu bungkusnya Rp.25.000 ukuran 222gram.

Varian rasanya asin, manis, dan pedas asin. Sebulan pengusaha muda satu ini memproduksi 2.000- 3.000 bungkus. Saat lebaran produknya bisa meningkat sampai tiga kali lipat. Pemenang wirausaha muda 2010 ini, menyebutkan dalam sebulan penjualannya rata- rata Rp.75 juta.

Dari bahan baku sampai proses pembuatan, dia mendapatkan omzet sampai 50%, marginya tentu bisa lebih besar namun kenaikan BBM cukup membebani.

Bisnis Rusli tidak instan langsung sukses. Kacang oven miliknya sudah diuji coba resepnya dulu. Ada tujuh kali uji coba resep sampai sukses dipasarkan. Alasannya adalah agar mencapai produk yang berkualitas. Bahan baku dia bekerja sama dengan beberapa pemasok untuk bahan baku.

Bisnis Kacang Oven

 
Cara pertama penjualan kacang Brusli melalui sistem titip. Dia menjual ke toko- toko kue, oleh- oleh, tetapi tidak berhasil mendongkrak penjualan. Memang waktu itu dia masih menggunakan peralatan sederhana, mulai dari mesin vakum, kemasan juga sederhana dan hasilnya jadi cepat melempem.

Sempat berputus asa, jualannya tidak laku, Rusli lantas banting stir bejualan kebab. Memang kala itu masih trennya usaha kebab. Tahun 2008 itu lahir bisnis kebab bernama D'Brusli Kebab. Tidak mau dipandang ikut- ikutan maka Rusli juga menjajakan burger, hotdog, nachos,dll.
 
 Setahun berbisnis dia lantas menawarkan kemitraan untuk kebabnya. Diperjalanan kemitraan tersebut gagal karena mitra tidak mau mengikuti manajemen dia tetapkan. Meski gagal tiga kedai miliknya masih berjalan sebagai investasi.

Tahun 2010, dia kemudian mengikuti sebuah pameran usaha mikro, disinilah awal mula Rusli buat kembali menawarkan produk kacangnya. Lewat berbagai perbaikan bisnis kacang Brusli mulai lagi. Jadilah produk kacang Brusli menarik perhatian pembeli di acara tersebut.

Dia mulai lagi membuka keagenan. Kemudian memanfaatkan media digital buat berpromosi. Buat produksi sudah tidak lagi sederhana. Rusli menyisihkan biaya untuk membeli mesin vakum. Maka dengan kemasan vakum kacangnya dapat bertahan empat bulan.

Meskipun sempat dipandang akan mengalami kegagalan. Nyatanya bisnis kacang Brusli semaki baik prospeknya. Sambil jualan kacang, Rusli masih mengurus usaha kebabnya, dan melakukan aktifitas pelatihan kewirausahaan.

Ketatnya perasaingan bisnis kuliner memang tidak dipungkiri. Ia sendiri menganalisa tersebut, jadi banyak hal dilakukan olehnya. Aneka inovasi dilakukan untuk menghadapi produsen kacang sekala besar. Ada varian rasa baru kacang Brusli yang siap diluncurkan.

Tidak mudah mencari konsumen memang. Dia mengelola baik hubungan dengan konsumen. Promosi juga tidak berhenti. Anak bungsu dari tiga bersaudara ini, melakukan promosi yang gencar dan tidak lupa mengikuti aneka pameran di luar kota.

Promosi digital sangat membantu bisnis Rusli. Apalagi jaman sekarang orang lebih memilih buat belanja online. Meski begitu, dia tetap tidak melupakan bisnis offline, maka Rusli bertekat membuka gerai tinggal mencari tempat yang cocok buat usaha kacangnya.

Sistem keagenan dipatoknya biaya Rp.1,5 juta/agen. Maka agen akan mendapatkan produk senilai Rp.1 juta. Tidak cuma berhenti di kebab, burger, dan kacang Brusli, yang dikemasnya dalam bisnis bernama D'Brusli Cafe. Dia masih berpikir untuk membuka bisnis minuman kesehatan Isajenik.

Produk ini difokuskan Rusli untuk mereka wanita yang mau menurunkan berat badan. Karena dia liat produk minuman diet tengah digemari. Tidak ada hambatan berarti dalam bisnis Rusli. Semuanya ia siapkan dan siap diluncurkan.

"Sebenarnya ini produk luar negeri, cuma kita kombinasikan dalam negeri," paparnya.

Pernah Dilarang Jadi Pengusaha Laundry

Profil Pengusaha Fen Saparita


pengusahalaundry.png
 
Pernah dilarang jadi pengusaha laundry. Memang menjadi wirausahawa sulit. Tetapi menjadi pelopor merupakan kebanggan. Kerja kerasany terbayar ikut membangun perekonomian Indonesia. Dialah Fen
Saprita, pelopor bisnis landry, pemilik Melia Laundry berkisah awal terjun berbisnis.
 
Terinspirasi oleh gaya hidup masyarakata urban dimana rutinitas sangat tinggi. Jadilah kebutuhan akan cuci- mencuci pakaian jadi hal merepotkan. Disisi lain, mau menyewa pembantu tak semua orang bisa. Seperti halnya para mahasiswa dari perantauan yang hidup berhemat.
 

Bisnis Inspirasi


Sibu- sibuk itulah masyarakat perkotaan. Pada masanya, Fen cukup kesulitan mengingat saat itu belum lah setenar sekarang. Bisa dibilang dia menjadi salah satu pelopor bisnis laundry. Khususnya buat semua masyarakat di Jogja yang belum terlalu mengenal. 
 
Tahun 1996 tepatnya usaha itu didirikan dimana ia adalah karyawan biasa, ya, seorang yang berani mencoba keluar dari zona nyamannya. Jabatannya kala itu staff keuangan di Semen Gresik ditinggal. Ia malah memilih memulai bisnis laundry sendiri. 
 
Meskipun begitu keluarga besarnya mengaggap ini taklah serius. Mereka meragukan -protes ketika Fen memutuskan keluar. Tapi tak membuatnya nyalinya berbisnis surut. Butuh modal? Tidak perlu, cukup menjual rumahnya sendiri di Jakarta, lantas mantap menetap di Yogyakarta. 
 
Kemudian jadilah sebuah bisnis Melia Laundry & Dry Cleaning di 9 Maret 1996. Lokasinya sederhana saja. Pemilihan kata Melia memiliki arti mengalir menurutnya. Merek dagang yang ia harapkan akan mengalir untungnya. Termasuk mengalir tanpa hambatan apapun. 
 
Tiga bulan membuka usaha sendiri faktanya malah sepi. Tiga bulan semenjak buka tak ada satupun. Fen masih optimis akan usahanya. Ia bahkan semakin ngotot memperkenalkan "apa itu laundry". Kondisi sulit tak membuatnya lantas menyerah. Dibukalah sebuah counter tanya jawab. 
 
Tujuannya yaitu mempromosikan apa itu laundry. Sejak dibukanya sebuah counter di depan Supermarket Hero, sudah mulai banyak orang berminat. Lambat laun masyarakat Yogyakarta mulai paham apa itu laundry. 
 
Konsumen pun mulai datang ke Melia Laundry. Mereka membutuhkan jasa binatu cuci- cuci baju kotor mereka. Lantas, ia mulai membidik pasarnya sedikit- demi sedikit. Beda dari jasa- jasa laundry sekarang, kala itu, pasar targetnya ialah para masyarakata kelas menengah- atas. 
 
Dia memberikan layanan ekslusip buat mereka. Sementara itu menjamurnya bisnis laundry setelahnya tak juga menggoyah pasaran Melia Laundry. Prinspi dasarnya adalah menjaga loyalitas para pelanggan setianya. Fen selalu memperhatikan kepuasan konsumen. 
 
Tak ayak ketika permintaan jasa laundry meningkat. Dengan percaya dirinya membuka peluang baru. Ia menawarkan konsep kemitraan atau franchise. Setelah 8 tahun melewati asam garam bisnisnya, kini dia telah memiliki banyak cabang.
 
Berkat cara inilah Meli Laundry menyebar ke Semarang, Jakarta, Cirebon, Makassar, Bireun Aceh, Bengkalis Riau, Bali, Jambi, Medan, Padang, Surabaya, Samarinda, Bekasi, Banjarmasin, Kendari, Cepu, Bogor, Pasuruan, Pekanbaru, Balikpapan, Magelang, Palangkaraya, Ambon.dll. 
 
Konsepnya matang dan modern membuat usahanya bertahan di ramainya binatu. Prestasi sudah pasti didapatkan olehnya. Dia tercatat menjadi salah satu entrepreneur terbaik. Lelaki paruh baya ini mempunya kegigihan.

Pengusaha Asal Semarang Berbisnis Tahu Crispy

Profil Pengusaha Anggih Heri Saputra

 

pengusahasemarang.png

Perkenalkan pengusaha asal Semarang beromzet ratusan juta. Pemuda bernama lengkap Anggih Heri Saputra, berbisnis tahu crispy sampai memiliki 40 gerai cabang berbekal waralaba. Diceritakan pemuda 24 tahun berbisnis disebabkan keterpaksaan.


Pengusaha kepepet dia pernah merasakan kesusahan. Pernah hampir kelaparan di perantauan ketika masih kuliah dulu. Anggih tidak punya uang. Disisi lain, Anggih harus membeli baju olahraga buat berkuliah di jurusan Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang (UNNES) di Semarang.

 

Pengusaha Semarang


Perlu diketahui Anggih bukanlah anak orang kaya. Hidup di keluarga biasa, didorong guru dan orang tua mimpinya menjadi guru diperjuangkan. Lewat jalur prestasi Anggih masuk kuliah lewat Bidikmisi. Jalur beasiswa tersebut ia manfaatkan baik- baik.


Kini cita- citanya masuk jurusan keguruan terkabul berkat beasiswa. Anggih pun menjadi mahasiswa yang baik dan berprestasi. Dia lulus bernilai IPK 3,63 dan bergelar Cumlaud. Ia sempat minder lahir di keluarga berekonomian rendah.


"Saat itu saya sangat ingin kuliah, tetapi keluarga tidak mampu," ia menambahkan. Dan dia merupakan satu dari empat bersaudara. Kesemua saudaranya tidak pernah masuk Universitas. Jalan terjal Anggih lampaui, walau optimis namanya kuliah tetap membutuhkan biaya lebih.


Disinilah Anggih terpaksa mencari pekerjaan. Tidak punya biaya membeli kaus olahraga buat praktek. Ia ingin kerja sampingan. Tetapi dia memutuskan berbisnis sendiri. Usaha kecil- kecilannya berjalan lancar. Inilah berbisnis tahu crispy berbahan murah dan mudah.


Merintis usaha Maret 2018, usahanya kecil- kecilan tetapi berkembang pesat dalam tiga tahun. Dia bahkan mampu membuka cabang. Memiliki 40 gerai cabang tersebar di penjuru daerah. Dia memiliki 60 orang pegawai dan beromzet ratusan juta.


Menjadi mahasiswa memberikan ruang belajar lebih banyak. Mahasiswa diajarkan mampu mencari peluang. Kewirausahaan merupakan bekal mutlak. "Tidak ada proses yang menghianati hasil. Sukses itu butuh pengorbanan dan perjuangan," Anggih melanjutkan.


Menjadi pengusaha tidak melulu dibayar uang. Malah pengusaha akan dibayar kegagalan, bangkrut, rugi, ditipu. Harus optimis bahwa akan tiba waktu kesuksesan. Anggih optimis dia akan sukses kelak dan jadilah bisnis tahu crispy Kekinian.

Usaha Waralaba Es Krim Dilirik Malaysia

Kisah Pengusaha Pemilik BC's Cone


pengusahaeskrim.png
 
Usaha waralaba es krim ini dilirik Malaysia. Bisnis bersama teman memang solusi terbaik. Menjadi pengusaha muda dapat dilakukan bersama- sama. Tak melulu tentang uang, melainkan berbicara soal passion dan persahabatan.
 
Menjadi pengusaha muda bersama akan merekatkan persahabatan. Banyak kisah mereka yang gagal dan pecah kongsi. Namun bukan alasan, bila gagal berbisnis bersama jangan pecah persahabatan tatap lanjut.
 

Usaha Es Krim

 
Andrea salah satu pendiri, menyebutkan usaha  bertema kafe es krim ini beromzet Rp.100 juta/bulan. Kafe es krim berkonsep cafe store, diklaim olehnya sebagai satu- satunya ada di Indonesia. Sukses bertema seni mural, dipadukan dalam lembutnya es krim, jadilah apa yang disebut Andrea sebagai artology of soft ice cream. 
 
Terbentuklah es krim warna- warni unik. Ditemui awak media detikFinance, dengan percaya diri, ia menyebut angka 100 juta; menjadikannya salah satu konsep bisnis perlu kamu coba.

Dimulai sejak 7 Maret 2015, berarti baru- baru saja ini, menyasar pasar es krim yang diperkirakan tumbuh sampai 20% per- tahun. Nilai bisnisnya saja bisa mencapai Rp.2 triliun. Karena berkonsep unik maka tak ayal antusiasnya menggila. 
 
Bahkan dari pertama buka sudah menjual 4.000 es krim berbentuk cone dan gelas ditiap harinya. Bila kita berbicara modal membuat kafe es krim. Bisa dibilang 'wah' modalnya memang besar. 
 
Andrea mengaku disini bersama tiga temannya, menggelontorkan Rp.1,5 miliar bersama membangun kafe es krim bernama BC's cone ini.  Total ada 30 jenis produk makanan- minuman sudah dikonsep dulu. Dimana 15 diantaranya merupakan varian es krim. 
 
Meski telihat kebarat- baratan Andrea meyakinkan ini memiliki nilai Indonesia. Ide awalnya karena melihat kebanyakan kafe tumbuh di Jakarta. Kafe- kafe baru itu selalu saja mengusung konsep dari negara lain; tidak ada nilai Indonesianya. 
 
Oleh karena itu bersama kawannya mengusung es krim tapi memiliki cita warna dan rasa Indonesia. "Kami ingin added value dalam rasa dan warna, ada sesuatu yang wah dari es krim," terangnya. Soal pengembangan ke empatnya sepakat mewaralabakannya.

Buat kamu investor harga waralabanya tergolong premium. Ya, mahal begitu buat kamu pengusaha muda jika mau menginvestasikan uangnya. Nilai investasinya Rp2,2 miliar buat hak merek dan menyiapkan lokasi yang luas sendiri. 
 
Tenang ini sudah termasuk bahan baku dan peralatannya, jadi kamu bisa santai. Jikalau dihitung ini lebih mahal dikit dibanding modal awal Andrea; gak perlu repot lagi.

"Kita sudah daftarkan atas nama PT Arte Kreasi Kreatif. Kita punya tim business dan izin dagang serta lain- lain," terangnya.Apakah menguntungkan, maka jawabannya "ya".

Karena apa, karena negara tetangga sudah meliriknya. Ada investor dari Malaysia meminati bisnis waralaba mereka tawarkan. Investor tersebut bersemangat mendirikan bisnis BC's cone milik Andrea di Malaysia. Banyak sekali mereka tertarik selepas melihat postingan di sosial media Instagram. 
 
Ini cukuplah potensial karena belum ada di Malaysia. Olah karenanya kemungkinan mereka membuka ekspansi ke sana besar.

Pemilik Apotek K- 24 Biografi Gideon Hartono

Biografi Pengusaha Gideon Hartono


apotek24.png
 
Biografi Gideon Hartono pemilik Apotek K- 24 apotik 24 jam. Terlahir sebagai keturunan Tionghoa, tetapi tidak terlahir dari keluarga berada di jamannya. Dia cuma anak biasa lahir di keluarga biasa. Jadi perbedaan fakta bahwa keluarganya adalah seorang penganut entrepreneurship kuat. 
 
Jiwa kewiruasahaan itu tumbuh dalam tubuh kecil Gideon; disadari ataupun tidak, kala itu. Dia terlahir dari keluarga pembuat kue tradisional khas China. Dia mepunyai satu mimpi yakni jadi dokter khususnya dokter mata.
 

Bisnis Sendiri


Hal tersebut diwujudkannya melalui pendidikan dokter. Biografi Gideon Hartono lulus sebagai dokter mata seperti mimpinya. Meski begitu sebelum masuk bukanlah perkara mudah. Statusnya sebagai warga keturunan mengunci pintu memasuki pendidikan kedokteran lebih tinggi. 
 
Kala itu, di Era Orde Baru, baginya sulit bagai warga biasa bisa masuk ke kuliah kedokteran umum. Apalagi ketika dia mencoba mendapatkan gelar spesialisnya. Untuk masuk ke kampus saja sudah susah.

Indonesia, di awal 1980 -an, menjadi masa terberat bagi sebagian masyarakat Tionghoa. Meski sudah bisa lulus dan menjadi dokter, ia masih dikecilkan, pilihannya tak lain cuma bekerja di sebuah Puskesmas di daerah Yogyakarta. 
 
Seperti dilansir laman The Jakarta Globe, jiwa entrepreneurship -nya tak pernah hilang, justru tumbuh seiring keterpaksaan (kepepet), diantara kegetirannya sebagai dokter mata jadi dokter umum PNS; dia berusaha.

Berkat hobinya fotografi membawanya mulai berpikir ke arah sana. Bisnis pertama Gideon adalah sebuah studio foto bernama Agatha Foto. Guna menjalankan usahanya diajaklah sang adik bersama, Tulus Benyamin, jadi salah satu patner bisnisnya. 
 
Usaha itu berjalan cukup prospektif dari pendapatan. Sukses Gideon memilih agar usahanya dikerjakan total oleh adiknya. Sementara dia? Dia kembali menjadi dokter. Dalam perjalanan pemikirannya tentang obat murah- mudah timbul.

Di benaknya terpikir tentang kebutuhan masyarakat. Bisnis keduanya adalah bagaimana mendapat obat jadi lebih murah. Kemudian berkembang tepikirkan bagaimana lebih maju. Gideon lantas juga mengamati satu kesulitan lagi yang jarang terpikirkan. 
 
Sulitnya mendapatkan obat di Sabtu atau Minggu ada dalam teropong bisnis keduanya. Ia pun mulai mengkonsep sistem bisnis apotik 24 jam. Ide bisnis ini tanpa ada perencanaan khusus; mengalir apa adanya.

Tak ada dalam benaknya akan mewaralabakan. Gideon cuma fokus membangun brand image. Sementara itu ia aktif dalam promosi dan marketingnya langsung. Bak "pucuk dicinta, ulam pun tiba" itulah istilah sukses yang bisa menggambarkan bisnisnya. 
 
Tanpa ada analisis pasar cuma bukan satu apotik saja. Cuma saja jalan bisnisnya tak semudah itu pada masanya. Ada kewajiban mendapatkan lisensi dari asosiasi apoteker atau kita kenal Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI).

Salah satu anggota ISFI sadar akan niatan Gideon Hartono. Sosok itulah menjadi penghalang utama bagi lahirnya Apotek K- 24. Ia pun tak segan menantang langsung ISFI. Dia mengajukan laporan hukum atas hal- hal tidak menyenangkan tersebut. 
 
Sebuah langkah tak perlu, karena pada akhirnya, lisensi itu berhasil turun dan berada ditangannya. Modal membangun apotek adalah 400 juta. Dibukalah satu apotik pertama di Jalan Magelang, Yogyakarta, tahun 2002.

Awal berbisnis tentu sepi- sepi saja begitulah adanya. Apalagi nama apotik miliknya masih terbilang baru. Dia tak pantang menyerah. Berbulan- bulan dilalui hingga orang- orang mulai sadar satu hal; apotik miliknya itu tidak pernah tutup. 
 

Pemilik Apotek K- 24

 
Dalam tiga bulan itu orang sudah sadar bahwa apotiknya selalu buka -bahkan di Hari Raya seperti Idul Fitri, Natal, atau bahkan di tahun baru. Begitu pula pada hari Sabtu malam dimana di tengah malam pun masih buka.

Perjalanan waktu membawa lebih banyak orang bedatangan. Responnya terlalu sangat positif hingga mampu membawa nama Gideon naik. Kurang dari satu tahun, ia sudah mampu membuka satu apotik lagi, yaitu di Jl. Gejayan Yogyakarta. 
 
Meski sudah jadi Pegawai Negeri Sipil, hasratnya telah bertemu hal lain, mimpinya sudah terpenuhi (sebagai dokter) kini giliran menjadi wiraswasta. Jadilah dia memutuskan berhenti dari pekerjaannya.

Butuh waktu sembilan tahun sebelum memutuskan waralaba. Bisnis franchise digulirkan setelah ia matang membangun konsep Apotek K- 24. Setiap apotik miliknya memiliki dua orang ahli farmasi. 
 
Dimana merujuk peraturan negara bahwa mereka bisa mengganti sesuai kebutuhan dokter atau pasien. Ini dimaksud bahwa Apotek K- 24 juga menjangkau kebutuha masyarakat kelas menengah- bawah. Intinya bekerja di sini berarti seorang farmasi tidak cuma harus profesional.

"Caranya? Mudah! Tawarkan mereka obat generik, yang biasanya 15% murah dari produksi bermerek. Ini akan mengurangi biaya pengeluaran modal juga, disisi lain akan menaikan nilai dimata mereka bagaimana kita melayani mereka. Ini adalah cara terbaik beriklan," jelas pihak Apotek K- 24.

Konsep franchisenya dijelaskan mencangkup angka 800 juta modal. Pembayaran sistem royalti 1,8% dari nilai keuntungan kamu tiap bulan, soal obat sudah disuport oleh Apotek K- 24, juga termasuk biaya sewa di lokasi selama dua tahun. 
 
Menjadi tantangan sendiri bagi para pewaralaba adalah bahwa kita harus tau betul komposisi gaji. Karena membayar listrik dan gaji ada pada tanggungan kita. Apalagi ditambah apotik harus bukan 24 jam selama 7 hari.

Logo Apotek K- 24 sendiri punya filosofi dari warna hijau, merah, kuning, dan putih. Sebuah konsep yang berarti pluralisme. Dimana menurut Gideon harus dijalankan pula para pewaralaba. Yaitu bahwa pewaralaba dalam mencari pekerja harus tanpa pandang bulu etnis, agama, atau diskriminasi apapun. 
 
Dalam perjalanan bisnis, ia memastikan, perusahaan akan mensuport perihal pelatihan tiga bulan dan jikalau pewaralaba itu jau maka ada pelatihan berupa video.
 
Kapan Apotek K- 24 pertama kali didirikan adalah tanggal 24 Oktober 2002. Dia sama sekali melakukan riset pasar. Dalam benaknya yakin bahwa konsep apotik 24 jam pasti akan sukses. Pada tiga bulan pertama berdiri seperti diceritakan diatas; sepi, lesu pembeli. 
 
Namun, semakin lama, apotik 24 jam -nya semakin lah ramai. Ternyata intuisi bapak dua anak ini terbukti benar. Mungkin terdengar aneh tapi agaknya Gideon selalu percaya angka 24 merupakan pembawa keberuntungan.

Tidak cuma membuka apotike pertama, dalam perjalanannya, ia selalu membuka pada tanggal 24. Angka tersebut juga termasuk soal membayar gajian pegawai. 
 
"Setiap membuka outlet baru, saya memang memilih angka 24, demikian pula pembayaran gaji karyawan, kalau tanggal 24 jatuh pada hari minggu gajiannya dimajukan bukan dimundurkan. Tapi semua itu tidak ada hubungan dengan hongsui karena saya tidak percaya hong sui," tegasnya.

Meski jadi apotik 24 jam tidak berarti harga akan berbeda di siang atau malam. Dirinya meyakinkan bahwa ada misi mulai dibalik berdirinya apotik tersebut. Bukan soal keuntungan dari 365 hari, tapi ada nilai ingin membantu masyarakat, membantu mendapatkan akses obat mudah. 
 
Gideon mengaku tak mengambil untung dari obat dijualnya. Melainkan mengambil untung dari omzet penjualan saja. Padahal jikalau mau, ia bisa saja mendapatkan margin obat 20- 40 persen.

Berpendapatan margin untung saja, dijelaskannya, tidak 100% diambil semua. "Saya hanya mengambil 17 sampai 25 persen saja, sisanya biar konsumen menikmati," jelasnya kembali dalam biografi Gideon Hartono.

Sejak dibuka Apotek K- 24 telah buka selama 24 jam, 365 hari penuh, bahkan di hari- hari libur nasional, ini lantas membawa nama perusahaanya masuk rekor MURI. "Sejak buka sampai sekarang, kami tidak pernah tutup," paparnya, Gideo merasa bangga atas penghargaan tersebut. 
 
Hasrat lain yang belum tuntas yakni bagaimana agar bisnisnya menyebar di Pulau Jawa. Maka, dipilihlah konsep waralaba, Ia sendiri selalu melakukan seleksi ketat untuk patner pengusahanya.

Banyak tawaran tapi beberapa saja benar- benar bisa bukan. Dalam setahun, tiap outlet, tercatat berhasil membukukan transaksi antara 350- 500 item, nila penjualan Rp.250- 300 juta. Ia sendiri mengisaratkan tak mau mencari investor pasif. Termasuk harus ada survei kelayakan lokasi. 
 
"Kalau lokasinya bagus, kami baru bisa memutuskan oke," kata lelaki hobi membaca ini. Untuk mendapatkan kesempatan bekerja sama dengan dirinya, kamu harus merogoh kocek antara Rp.300- 600 juta.

Dia Pengusaha Martabak Inovatif Indonesia

Profil Pengusaha Paulus Gunawan

 

martabakhouse.png
 

Dia bisa dibilang pengusaha martabak paling menarik. Dia menciptakan martabak inovatif se- Indonesia. Masyarakat cuma mengenal dua jenis martabak: Manis dan Telur. Makanan ini sudah melekat lama walau martabak inovatif hanya sebatas topping.

 

Martabak merupakan makanan populer akrab di lidah kita. Pengusaha muda bernama Paulus Gunawan lantas menunjukan varian martabak lain. Dia menjajakan martabak unik di kafenya. Pria 38 tahun ini menyajikan martabak panas di atas loyang steak daging.


Bisnis Pengusaha Martabak

 

Ia menawarkan steak martabak atau martabak hot plate. Kafe tersebut lantas dinamai Martabak House. Ia membuat martabak layak makan steak. Tidak dibawa pulang melainkan dinikmati di tempat. "Di sini, orang makan martabak tidak dibawa pulang, tapi dimakan di tempat," ia menjelaskan.

 

Martabak House menyuguhkan banyak inovasi. Menu mereka meliputi steak martabak bakar, martabak ufo, crispy martabak, martabak mayo, dan sebagainya. Kafe khusus martabak tetapi aneka varian rasa dan bentuk. 

 

Rasa unik ambil contohnya crispy martabak, bentuknya martabak telur dibikin super garing berkat ada tepung khusus. Paulus lalu menulis tulisan di kafe "Cara Asik Menikmati Martabak". Berkat inovasi keunikan tersebut Paulus mengantongi omzet besar.


Paulus beromzet Rp.120 juta dari Martabak House di Semarang. Padahal dia merintis usahanya pada Juni 2007 dan membuka cabang pada Desember 2008. Kesuksesa mendapat omzet besar berkat banyak aspek tidak cuma varian menu.

 

Dia menjelaskan, "sebelumnya, saya sudah berjualan martabak grobak sejak 1994. Jadi, saya paham betul resep martabak." Rasa enak dan varian banyak unik membuat masyarakat ingin mencicipi. Dari mencoba menjadi pelanggan reguler Martabak House.


Maka Martabak House membuka sistem waralaba. Sudah banyak orang berminat menjadi mitra bisnis Paulus. Ia meyakini selama lokasi mereka strategis akan sukses. Dalam sebulan ia meyakinkan mitra akan balik modal, karena sudah termasuk pelatihan, peralatan, dan bahan baku senilai Rp.10 juta.


Uang kemitraan waralabanya antara Rp.100- 150 juta. Itu sudah termasuk peralatan lengkap dan biaya kontrak 5 tahun. Soal bahan baku sudah disiapkan orang Martabak House. Ada tepung khusus Paulus siapkan seharga Rp.3000- 3500.


Dalam setahun Paulus menjamin balik modal. Syaratnya pendapatan kotor perhari Rp.4 juta. Martabak House di Semarang sendiri menghasilkan omzet Rp.120 juta. Uang sewa tempat Rp.17 juta pertahun. Dan 50% omzet merupakan belanja bahan termasuk gaji pegawai.

Pengusaha Arie Mone Bisnis Aneka Waralaba

Profil Pengusaha Arie Mone


anekawaralaba.png
 
Bisnis aneka waralaba membuktikan wirausaha mudah. Pengusaha Arie Mone menjalankan apa yang diamati. Dia terpikirkan mengkapitalisasi waralaba. Arie tidak mengkapitalisasi satu melainkan sistem itu sendiri. Arie kemudian memperkenalkan usahanya dibawah bendera PT. Usaha Anak Bangsa.
 
 
Nah, inilah yang dilakukan oleh sosok Arie Mone, anak muda yang kami perkenalkan sebagai pendiri PT. Usaha Anak Bangsa. Usahanya? Seperti yang kami jelaskan sebelumnya adalah aktif menciptakan aneka waralaba unik. Nampaknya begini cukuplah berhasil berjalan.

Sistem Anaka Waralaba


Fokus bisnis Arie adalah aneka waralaba mudah, murah, dan meriah. Difokuskan pada usaha- usaha unik yang pasti diminati. Salah satunya, ialah produk yang baru- baru diluncurkan yakni Jagung Bakar Kaca. Yakni jagung bakar utuh berbonggol yang dibakar diatas kaca. 
 
Konsep pembakaran sendiri tanpa ada asap ataupun arang. Dari jagung bakar keju susu, keju pedas, adapula pedas barbeque dan rasa pizza. Dalam penjelasannya omzet bisnis ini bisa mencapai Rp.8.750.000.

Bisnis waralaba yang menggeliat membuatnya tertarik mengeksplornya. Usaha Model Franchise memang sedang naik daun. Kalau pilihan antara buka usaha sendiri atau gabung franchise, ya, paling enak ikut sistem ini karena tak perlu repot akan bahan baku, resep enak, atau cara penyajian. 
 
Tinggal bayar dan buka saja dan jaminannya brand itu sendiri. Arie menawarkan total sembilan jenis waralaba.

"Kami franchise bidang kuliner, tepatnya makanan dan minuman. Total brand kami ada sembilan produk usaha," jelasnya kepada SWA.co.id.

Unik- memang unik usaha pengusaha muda yang satu ini. Dibawah bendera Usaha Anak Bangsa: kamu bisa jadi pewaralaba D'Star Crepes, Jagung Cup Manise, Jagung Bakar Kaca, Mie Ayam Juragan, Bakso Solo Mas Edi, Orange Juice, Bubble Pink, dan Es Cendol 99. 
 
"Jadi cukup banyak variannya," imbuhnya.

Punya visi menyuguhkan aneka waralaba terbaik di dunia. Didirikan pada 2007, ia optimis mampu menyaingi bisnis- bisnis waralaba internasional. Ekonomi kerakyatan juga menjadi dasar bisnisnya. 
 
Untuk mensuport aneka warlaba dijelaskan oleh Arie bahwa usaha miliknya berstandarisasi ISO 9001:2008. Konsumen yang disasar adalah kelas menengah- kebawah. Sasarannya anak- anak sampai mahasiswa yang hobi jajan- jajan manja.


Punya harag murah tapi bukan dikonsep jadi murahan. Pengusaha Arie Mone menyebutkan jika kita gabung rata- rata usaha yang diwaralabakan akan bali satu setengah tahun. Ia menjelaskan sudah ada 300 gerai dibawah bendera brand perusahaanya. 
 
Ratusan gerai tersebar dari Sabang sampai Merauke. Pulau Jawa jadi yang terbanyak gerainya. Target selanjutnya adalah 500 gerai terangnya percaya diri.

Ketika ditanya tentang kesulitan membangun usaha sendiri. Ia percaya diri bahwa tidak ada kesulitan karena semuanya cuma mengalir saja. Masalah SDM jadi masalah klasik yang dikeluhkan oleh pengusaha muda yang satu ini. 
 
Akan tetapi semakin dijalankan, semakin menarik dan menantang untuk dijalankan oleh nya. Merintis usaha sendiri, awalnya, dia merogoh kocek sendiri yakni 4 juta rupiah.

Memang hobi makan cemilan yang mendasarinya membuka bisnis. Dikisahkan pada 2009 usahanya mulai berkembang lewat brand utama Rumah Jajan. Bisnis pertamanya jajanan bernama D'Crepes, yang kemudian ada lagi lainnya, masih dalam satu naungan yang sama yakni Rumah Jajan. 
 
Inilah bekal berdirinya usaha PT. Usaha Anak Bangsa. Arie juga selalu berinovasi dengan aneka kemitraan tambahan selain dari produk- produk utama diatas; ada cireng, teh, dan siomay.

Untuk waralaba berkonsep Rumah Jajan ada 12 jenis jajanan yang disuguhkan. Lebih banyak dari cuma ambil waralaba lain dari Usaha Anak Bangsa. Soal angka Arie menawarkan kisaran dua juta kebawah. Itu sudah termasuk aneka fasilitas lainnya. 
 
Bahkan ia rela menambahkan layanan berganda. Seperti halnya ia bisa ikut membantukan mendapat modal, konsultasi dan edukasi produknya. Menurut pakar Warlaba, yang dikutip dari Kontan, kamu perlu perhitungan:

"Calon mitra sebaiknya benar- benar memahami karakteristik pasar dan hitung bisnis hingga balik modal," terangnya.

Alamat

PT Usaha Anak Bangsa

Ruko Harapan Indah Blok FA No 7, Bekasi, Jawa Barat

Nomor telp: 021-26830000

Twitter: @UsahaAnakBangsa
            @ArieMone

Adsense