9 Pengusaha Muda Terbaik Indonesia Mendunia

8. Malariantikan Yulianggi Umur 19 tahun Company: Shoyu Pia Cake Ketika ia tengah mencari produk tentang produk lokal. Dia menemukan singkong di anak tirikan. Tapi satu kenyataan, Malarianti menemukan bahwa masih ada beberapa orang menikmatinya. Tapi tidak semua orang menyenanginya. Jadi dia mulai membuat produk modern Shoyu Pia Cake. Dari cuma punya enam pegawai di awal, sekarang, dia bisa memiliki lebih dan lebih banyak lagi pelanggan.

Biografi Mualaf Cantik Pengusaha Batik Trusmi

"Semua pengusaha punya jatah gagal," optimisnya.

20 Wirausaha Muda Mandiri 2015

Untuk kategori industri, perdagangan dan jasa 1. Juara 1: Gita Adinda Nasution (Kolagit -obat diabetes dan komplikasinya) 2. Juara 2: M Zulqarnain A R (Iwearzule -custom clothing) Untuk kategori boga 1. Juara 1: Filsa Budi Ambia (Peyek Kepiting -jajanan peyek daging kepiting) 2. Juara 2: Martalinda Basuki (UD Klasik -minuman coklat murni)

Profil Dea Valencia Pengusaha Batik Kultur

"Desainernya saya sendiri padahal nggak bisa gambar. Imajinasi. Saya ada satu orang yang diandalkan, kerja sama dengan saya. Apa yang ada di otak saya transfer ke dia untuk dijadikan gambar," kata Dea.

17 Pengusaha Muda Indonesia Masuk Forbes

Retail and Ecommerce 1. Carline Darjanto, 28 tahun, Entrepreneur 2. Merrie Elizabeth, 28 tahun, CEO dan Creative Director Blobar Salon 3. Yasa Paramita Singgih, 20 tahun, Pendiri dan President Men's Republic 4. Ferry Unardi, 28 tahun, salah satu pendiri dan CEO Traveloka

Tampilkan postingan dengan label Waralaba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Waralaba. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Mei 2019

Biografi Saptuari Kedai Digital Jogja BisnisWaralaba

Profil Pengusaha Saptuari Sigiharto


pengusaha saptuari

Sedikit biografi Saptuari Sigiharto, pemilik bisnis Kedai Digital Jogja, yang tak menyangka kalau usahnya sukses. Menjadi pengusaha tahan banting berbuah manis bisnisnya melejit. Dia adalah sosok pengusaha muda asal kota Yogyakarta. Kiprahnya sebagai pengusaha telah diakui sebagai runner- up wirausahawan mandiri 2007.

Dia melalui bisnis kedai digital berhasil menjadi waralaba populer. Konsepnya mudah, Kedai Digital, nama perusahaanya, menjual berbagai hasil digital berbentuk aksesoris. Dia merupakan tipe pekerja keras, ulet, dan tahan banting. Terbukti dari sekian bisnisnya, dia tetap fokus meski gagal itu sering terjadi.

Dalam biografi Saptuari, menjelaskan agresip bisnisnya dimulai sejak berkuliah di UGM, berbisnis untuk membiayai kuliah. Berbagai usaha dan pekerjaan pernah dilakukanya. Semua itu hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari. Dari bekerja di perusahaan rokok, event organizer, radio swasta, hingga perusahaan komunikasi.

Siapa Saptuari Pengusaha Kedai Digital


Ia lalu banting stir membuat usahanya sendiri. Menjadi pengusaha, Saptuari menjelankan bisnis ayam kampung dan stiker, nah, yang terakhir lah yang membawanya sukses. Alasan gagal bisnis ayam karena keuntungan yang tak sejalan dengan modal dikeluarkannya. Setiap kegagal menjadi motivasi bagi Saptuari, membuatnya semakin ngotot bekerja.
 
Suatu hari, Saptuari menumakan ide bisnis baru, ketika itu melihat ibu- ibu berebut marchandise bergambar.  Apa itu? Ya bisnis aneka marchandise bergambar artis selebritis, padahal hal- hal semacam itu bisa dibuat sendiri. Pengalaman tersebut memberikan ide untuknya, deda dengan bisnis sebelumnya bisnis ini lebih sederhana.

Dia kesana- kesini mencari tau, lalu mempraktikan bisnis unik ini, yaitu bisnis cetak digital pribadi. Konsepnya membuat produk marchandise yang bisa dipesan secara khusus. Modalnya hanya 28 juta tergolong minim dibanding bisnis sebelumnya. Sapturai kemudian nekat membuka toko sendiri di Jl. Cendrawasih 3C Demangan Baru.

Bisnisya resmi bernama "Kedai Digital" bertempat di toko kecil berukuran 2x7 meter. Awalnya Kedai Digital hanya membuat aneka gantungan kunci saja, dibantu oleh tiga karyawan Kedai Digital merambah bisnis lain; seperti membuat gantungan kunci, t-shirt, pin, jam, mouse pad, poster, keramik, dan terakhir baner.

Respon bisnis barunya dibilang bagus. Ternyata masyarakat menyukai produk- produk miliknya. Tiap tahun omset Kedai Digital semakin meningkat. Usaha yang sebelumnya hanya dibantu tiga orang mendadak berubah jadi 150 karyawan. Merek tersebar di 40 cabang berbeda tersebar di berbagai kota.

Rata- rata pegawainya mereka mahasiswa, karena ingin menghilangkan konotasi negatif. Mereka yang dikenal tukang demo dan tawuran ini akan labih baik berbisnsi. Dengan usaha keras, pemuda 30 tahun ini menggunakan model franchise atau waralaba. Ia telah menjalankan bisnisnya selama lima tahun, hingga beromset miliaran.

Baginya mencoba sesuatu yang baru ditambah ketekunan membuahkan hasil. Dia pandai mengambil pangsa pasar anak muda mencoba membentuk karakter pengusaha sukses.

Kamis, 16 Mei 2019

Waralaba Es Teler 77 Minuman Melegenda Indonesia

Profil Pengusaha Sukyatno Nugroho 


waralaba es teler 77

Dikenal sebagai bisnis waralaba Es Teler 77 yang melegenda. Inilah kisah waralabanya bisa berdiri sampai sekarang. Tidak ada yang bisa menolak segarnya es teler ini, ketika musim panas dibawah sinar matahari terik. Sukses bisnis waralaba Es Teler 77 tidak ada matinya, terutama yang dingin segar.

Bisnis Es Teler77 memang menjadi pelopor bisnis waralaba sejenis. Mereka membuat pengusaha lain berminat mewaralabakan usahanya. Didirikan oleh Sukyatno Nugroho atau Hoo Tjie Kiat, berawal dari sebuah keputus asaan. Sukyat mendapatkan ide bisnis dari sang mertua (Ibu Murniati Widjaja) setelah menang satu lomba minuman.

Sukyat ketika itu melihat peluang, dan membangun bisnisnya sejak 7 Juli 1982. Memulai usaha jualan es teler yang kemudian diberi nama Es Teler77 bukan yang pertama kali. Dia pernah berbisnis jual beli tanah, makelar SIM, pemborong bangunan, sampai bisnis salon.

Sayang semua bisnisnya gagal, dia tak ingin mengulang kegagalan lagi. Dia fokus pada Es Teler77, bisnis barunya yang tengah bergairah. Nama 77, ia berkata mudah diingat, dan diharapkan membawa hoki saja. Es Teler sendiri menunjukan produk unggulan miliknya. Ucapannya sangat tepat namanya itu mudah diingat.

Nama Membawa Hoki Bisnis


Nama menjadikan produknya dikenal secara luas, dan bertahan di hati pembeli. Istilahnya nama membawa hoki bisnis. Berbekal warung depan emperan toko menjadi saksi bisnis mereka. Ia pun merubahnya menjadi bisnis waralaba jadi mudah pemasarannya. Dia menguasai pasar bisnisnya dan bertahan hingga 5 tahun.

Tepat tahun 1987, Sukiyat membuka pembukaan gerai Es Teler77 pertamanya di Solo. Petumbuhan bisnisnya sangat lah cepat, kini Es Teler77, telah memiliki 180 gerai dipenjuru pusat perbelanjaan dan toko. Mulai dikenalnya namanya, tetapa membawa berita yang tidak menyenangkan bagi para pebisnis waralaba.

Pada tahun 2007, Sukyatno meninggal dunia, dan melalui PT. Top Food Indonesia, Andrew Nugroho yang juga anak dari Sukyatno, diangkat sebagai pemilik. Dia memilih cara beda untuk memajukan merek Es Teler 77 dan berhasil. Sekalipun bisnis waralaba mulai menggeliat, Andrew fokus melalui branding.

Andrew mencoba mempertahankan kualitas produknya dengan beberapa inovasi.  Waralaba Es Teler 77 lantas memperkenalkan makanan pendamping, ada gado- gado, rujak, mie kangkung, dan nasi goreng kangkung. Pemilihan makanan tradisonal menurutnya sejalan es teler, minuman dan makanan tradisional.

Dia berbicara mengenai makanan tradisional yang kini sulit ditemukan. Andrew berharap dengan ini, membuat Es Teler77 memiliki segmentasi khusus. Ia mencoba menambah loyalitas penggemar Es Teler77 melalui berbagai media. Salah satunya, dia membuat fasilitas kartu anggota bagi penikmat esnya.

Ia juga menciptakan trobosan melalui kartu klub juara, dan memberikan mereka diskon khusus. Atas kerja kerasnya, Sukyatno mendapatkan berbagai penghargaan bidang wirausaha, dan nama dari Es Teler77 sendiri telah menjadi salah satu merek dagang terbaik.

Bisnis waralaba es teler ini, disaat tulisan ditulis, sudah mencapai 196 buah yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Selain itu, 77,95 % bahan baku Es Teler menggunakan bahan dasar lokal. Sekarang mereka memiliki 8 gerai di luar negeri, yakni Malaysia ada 3 gerai, di Singapura 2 gerai dan Australia 3 gerai.

Tahun ini ketika artikel ini ditulis, khusus untuk India, setidaknya akan dibangun 5 gerai dan 30 gerai akan dibuka di dalam negeri dengan nilai investasi Rp 1 miliar hingga sampai Rp 1,5 miliar per- gerainya. Walaupun terlihat sepele nyatanya berkat kerja keras, dan kesabaran es teler pun bisa bikin kaya.

Rabu, 14 November 2018

Pemilik Waralaba Spesial Sambal Pengusaha Miliaran

Profil Pengusaha Yoyok Heri Wahyono



Orang Indonesia tidak bisa jadu dari sambal pedas. Inilah yang ditarget pemilik waralaba Spesial Sambal. Siapa sangka dia mampu menjadi pengusaha miliaran rupiah. Di berbagai daerah, kita akan menemukan cita rasa sambal yang berbeda, dan dari sinilah; ide bisnis muncul.

Pengusaha Yoyok Heri Wahyono melihat prospek tersebut dengan jelas. Spesial Sambal, apa yang membuatnya menarik di tangan Yoyok? Dia lebih memilih mencari resep aneka sambal dari penjuru Indonasi. Hasilnya dia menemukan 29 jenis sambal dan memilih fokus daripada membuat makanan.

Hasilnya? Spesial Sambal -nya digemari para pecinta pedas. Bisnis yang kini telah menjadi ikon kota Yogyakarta, merupakan hasil pemikiran sang pengusaha miliaran. Bapak tiga orang anak ini mengaku kunci suksesnya bukan hanya menyangkut rasa.

Kunci sukses bisnis kuliner menurut pemilik waralaba Spesial Sambal; adalah harus enak ditambah mengesankan, memikat, dan mempesona. Pria empat puluh tahun yang memiliki nama panggilan Yoyok, kini menjadi direktur Waroeng SS. Bisnis yang berkembang memiliki 58 cabang di 27 kota.

Awal mulanya, Dia bercerita ketika mencoba masakan di rumah makan yang jauh, pelayanan tidak ramah, tapi selalu laris. Disini lah baru terungkap, melalui mulutnya bahwa rasa makanan begitu mengikat.

Pengusaha Miliaran Waralaba Spesial Sambal


Makanan disajikan bukan hanya enak tapi "ngangeni" ujarnya mendeskripsikan persaannya kala itu. Meski pelayanan buruk tapi masakannya enak (ngangeni), maka tidak perlu khawatir. Kenyataan itulah membuatnya selalu bersikeras dengan ideologinya.

Waroeng SS harus menjadi kuliner yang enak juga ngangeni, tapi ditambah pelayanan dan tempat strategis; hasilnya miliaran rupiah. Kalaupun anda memiliki bisnis dengan manajemen jelek. Selama rasanya ngengenin tinggal perbaiki manajerial, dan tetap akan laku.

Itulah resep rahasia Yoyok SS Sambal. Berjalannya waktu, warung ini yang menggunakan penjualan sistem franchise, memilih untuk memakai kemitraan tertutup. Ini ada alasannya loh, Yoyok menyebut guna mempertahankan rasa sambalnya.

Dia yakin lebih mudah mengontrol tiap outlet. Waroeng SS resmi didirikan di tahun 2005, memiliki 3 orang karyawan awalnya, yang kini berubah menjadi 1.800 karyawan. Sebelas tahun sudah Waroeng SS berjualan diamana halangan rintangan dihadapi dengan sabar.

Pemilik warlaaba Spesial Sambal ini memilih menahan diri.

"Untuk memudahkan, kami membagi WaroengSS menjadi beberapa menejemen area, seperti Jogja (pusat), Jabodetabek, Solo, dan Semarang, menejemen area itulah yang bertanggung jawab terhadap WaroengSS yang ada di wilayahnya," ujarnya.

Pada tahun 2002, Yoyok masih berkutat dengan segala sesuatu tentang event organizer. Usahanya di bidang event organizer, membuatnya terjebak dalam ketidak pastian kenangnya. Tidak setiap hari harus menyiapkan sebuah acara kan.

Dan, dari sana, Yoyo hanya mendapatkan hasil yang kecil. Di tahun itu juga, ia dan kelima temanya memilih bisnis kuliner dengan aspek menjual lebih besar.

Mengusung nama Spesial Sambal, enam sekawan kemudian membangun warung tenda kaki lima di Jl. Kaliurang (tepatnya di sebelah barat Graha Sabha Pramana, UGM). Spesial Sambal kemudian hadir ditengah masyarakat sebagai spesialis sambal.

Spesial Sambal menawarkan berbagai macam sambal sebagai usaha. Ini merupakan nilai lebih mereka. Spesial Sambal tidak menghadirkan sebuah eksperimen, tetapi memberikan sambal sepenuhnya hasil pencarian.

Rahasia Sukses Waralaba Spesial Sambal


Dalam waktu 6 bulan, alumnus Teknik Kimia, UGM tersebut berani membuka cabang Waroeng SS. Bahkan tidak lama, ia sudah memapu membuka beberapa jcbang lagi. Besarnya animo masyarakat membuat Yoyo lebih percaya diri.

Dia getol melalukan ekspansi sebelum banyak pesaing bermunculan. Ia lantas membuka prospek waralaba. Ini akan memastikan konsepnya tidak ditiru, ditambah menguasai pasar sambal. Ia berhasil hingga usaha dangan lambang SS tersebut menjadi bisnis waralaba yang besar.

Terbukti, melalui entrepreneurship yang kuat, Spesial Sambal  berhasil membuka 40 gerai yang tersebar di berbagai dearah. Itu sudah meliputi Yogyakarta, Solo, Semarang, Malang, Kediri, Bandung, Jakarta, Depok, Cirebon hingga Pekanbaru.

Tak heran jika julukan Mr. Huuh- Haah tersematkan kepadanya. Pengusaha miliaran ini bisa melalui bisnisnya, Spesial Sambal telah mampu mengambil waktu yang tepat. Jika lengah sedikit, kami bisa pastikan usahnya tidak akan tumbuh.

Ini bukan hanya masalah kemampuan membangun tetapi juga ekspansi. Berbicara harapan, Yoyok berharap memperluas jangkauannya sampai ke daerah minimal ada dua cabang. 

"Sejauh ini memang baru menjangkau Sumatera, Jawa, dan Bali; namun ke depannya pastilah ingin memperluas ekspansi cabang lagi, bahkan tidak hanya di dalam negeri saja, namun hingga ke luar negeri," ungkapnya.

Baginya berbisnis bukan hanya memenuhi kebutuhan semata, tapi lebih ke tanggung jawab. Dia bertanggung jawab atas hidup karyawannya agar tidak mandeg. Usahnya harus meliputi inovasi serta ekspansi merambah ke dearah.

Ini juga termasuk cara membantu membuka kesempatan kerja. WaroengSS memiliki omset rata- rata 11-12 miliar tiap cabangnya. Walau terbilang sudah besar, WaroengSS disebutnya masih bisnis yang boros.

"Untuk margin keuntungan hanya berkisar di angak 8-13%, karena bagi saya SS ini usaha yang boros, selain operasional bahan baku, juga untuk biaya SDM yang bisa mencapai 20%," jelasnya.

Baginya peningkatan SDM merupakan kewajiban karena merupakan ujung tombak bisnis. Yoyok akhirnya menyiapkan tempat training. Maksudnya menggembleng karyawan untuk tahan banting serta cekatan.

Yang tersulit, ia mengaku menemukan menejer dan supervisor yang benar- benar mau bekerja keras. Salain faktor internel, WaroengSS juga mengalami kesulitan di eksternal.

"Kembali lagi ke kondisi riil bangsa kita saat ini, faktor keamanan terutama di kota-kota besar terkadang menjadikan pemilik usaha seperti kami harus mengeluarkan budget khusus faktor X tersebut," lanjut Yoyok.

Dia harus siap akan perubahan harga seketika, serta urusan birokrasi yang menghambat. Sebuah kebiasaan, bagi pebisnis di kota besar, Yoyok harus tetap bersabar menunggu kebijakan pemerintah.

Untuk informasi franchise atau bisnis lainnya kunjungi: www.waroengss.com

Senin, 08 Oktober 2018

Biografi Hendy Setiono Pengusaha Pemilik Kebab Baba Rafi

Biografi Pengusaha Handy Setiono


biografi hendy setiono

Menurut biografi Hendy Setiono, ide bisnis muncul dimana saja dan kapan saja. Ini kisah sukses pengusaha Hendy Setiono pemilik Kabab Turki Baba Rafu. Bisnisnya ini dimulai dari pengalaman pribadi merasakan masakan khas Timur Tengah ini.

Suatu hari sekitar bulan Mei 2003, Hendy tengah mengunjungi ayahnya yang bekerja di sebuah perusahaan minyak di Qatar. Disanalah Hendy menemukan makanan khas, karena rasa penasaran, ia pun langsung membelinya.

"Ternyata rasanya sangat enak, saya tak menduga sebelumnya," ungkap Hendy.

Sejak saat itulah muncul keinginan untuk membuka bisnis kebab di Indonesia. Alasannya sih sederhana, selain karena rasanya enak, makanan kebab belum banyak dijumpai di Indonesia. Jika kita telisik banyak orang keturunan Arab di Indonesia, mereka pasti terbiasa makan ini.

Atau pastilah ada yang pernah mencicipi ketika berhaji atau umroh. Jadi Handy yakin orang yang berhaji dulu bisa merasakan, dan berminat akan produknya. Mereka pasti ingin mengulangi perasaan itu kembali, seperti ketika berhaji atau umroh.

Pengusaha Pemilik Kebab Baba Rafi


Ia lantas mencari resep terbaik agar rasanya enak. Biografi Hendy Setiono, mulai cari-  cari dari berbagai sumber apa resepnya. Ternyata hasilnya kebab asal Turki lah yang terenak dan wajib dimakan. Dia bereksperimen dan mencari- cari resepnya sendiri agar lebih mudah dicerna.

Ingin membuat rasa istimewa hingga menjadi trademark. Maka jadilah produknya Kebab Turki Baba Rafi. Mengawali bisnis memang tak semudah membalikan terlapak tangan. Ia merasakan itu juga, setiba di tanah air, ia tak lantas berbisnis tapi mememilih strategi khusus.

Hendy mengawali dengan mencari teman berbisnis. Dia bertemu seorang kawan yang kebetulan juga seorang pecinta kuliner bernama Hasan Baraja. Mereka berdua sepakat untuk melakukan bisnis walau melalui trial and error.

Pengusaha berdua sepakat tetap bersama, meski keduanya masih baru dalam berbisnis ini. Kemudian dimulailah penjajakan bisnis baru, pangsa pasar dan berusaha memodifikasi resep kebab agar familiar dengan lidah orang Indonesia, khususnya mereka masyarakat Surabaya sebagai kota pertama Hendy.

Pengusaha pemilik Kebab Baba Rafi ini. Jika menggunakan resep kebab yang asli, aroma cengkeh dan ladanya sangat terasa dan ini tak cocok dengan lidah Surabaya. Selain modifikasi, ukuran porsi kebab yang asli juga terlalu besar, tidak cocok untuk orang Indonesia.

Orang Indonesia yang makan kebab hanya dijadikan camilan saja. Akhirnya Hendy dan Hasan berhasil memodifikasi resep dan ukuran kebab yang pas untuk dipasarkan. Kombinasi bahan yang digunakannya membuat lidah tergiur, ingin mencobanya langsung.

Bayangkan saja, daging panggang berbumbu yang menyebarkan aroma pembangkit selera, dan juga ditambahi dengan irisan sayur segar, mayonaise, saos tomat dan sambal istimewa. Melalui penyajian menarik, digulung dalam lembaran tortila lembut.

Proses meraciknya sendiri butuh tiga bulan hingga menemukan resep yang pas. Modal awalnya sekitar 10 juta, pada September 2003, gerobak kebab pertamanya resmi mulai beroperasi. Masa-masa awal usahanya diakui Hendy sangatlah berat.

Pengusaha Kebab Baba Rafi Ditipu Orang


Pernah uang dagangannya dibawa kabur karyawan. Gonta-ganti karyawan sering juga terjadi. Baru beberapa minggu bekerja, karyawan sudah minta keluar saja. Bahkan Hendy dan istrinya, Nilam Sari, pernah harus berjualan sendiri. Namun karena hari itu hujan, tak banyak orang lalu lalang untuk jajan.

"Uang hasil jualan hari itu digunakan membeli makan di warung seafood saja tak cukup." ungkapnya.

Strategi promosi dan publikasi kebab Turki Baba Rafi jelas sekali; kualitas adalah segalanya. Oleh sebab itu Baba Rafi menyiapkan pasukan khusus untuk sekedar quality kontrol yang selalu memandu dan memantau kondisi setiap outletnya.

Adanya diivisi quality control adalah untuk selalu mengecek dan mempertahankan setiap kualitas rasa, pelayanan dan kebersihan serta nilai produk di mata pembeli. Nomor khusus untuk segala pengaduan konsumen juga dipersiapkan jauh- jauh hari.

Hendy juga mengedepankan inovasi termasuk menggunakan teknik pengasapan. Dagingnya akan diasapkan dengan mesin bukan digoreng saja. Tujuannya agar aroma daging kambingnya menyebar membuat mereka yang melintas ingin mencoba.

Dan akhirnya mereka akan mencoba lagi, lagi dan lagi. Varian kebab juga telah banyak misalnya ada Winner Kebab, Hot Dog Jumbo, Syawarma, Kebab isi sosis istimewa, Kebab Gila dan Kebab Picok (Kebab Pisang Coklat).

Harganya ada berkisar antara 8 ribu rupiah hingga belasan ribu, pokoknya masih dibawah 20 ribu lah. Setelah berjuang lama baru lah Kebab Baba Rafi mencapai puncaknya. Banyak orang yang kepincut untuk menjadi mitra.

Dari sinilah kemudian Hendy memilih mematenkan kebabnya lalu langsung membuka peluang franchisee. Melalui PT. Baba Rafi Indonesia, perusahaan ini kemudian membuka peluang kemitraan tersebut dengan harga mulai 50 jutaan.

Yang sangat luar biasa dari bisnis, pengusaha sukses ini hanya membutuhkan waktu 3-4 tahun untuk mengembangkan sayap dimana-mana. Outlet Kebab Turki Baba Rafi telah berkembang hingga lebih dari 375 outlet dan mempekerjakan karyawan lebih dari 200-an orang.

Omsetnya juga fantastis yaitu sekitar 16 miliar per tahun. Tak mau disebut pebisnis lain hanya jago kandang, Hendy telah melebarkan sayapnya dari Malaysia, Sri Langka dan China. Para mitra sepakat untuk mengembangkan bisnisnya di wilayah masing- masing wilayah.

Untuk China sendiri diperkirakan di tahun 2004 sudah ada outlet pertama.

"Rencana besar kami memang perluasan merek kami di Asia. Ekspansi ke China dan Sri Lanka merupakan peluang sekaligus langkah besar karena China adalah negara dengan populasi terbesar di dunia," ujar Biografi Hendy Setiono kepada Swa.co.id

Negara Sri Lanka menjadi pembukaan jalan penetrasi ke Maladewa dan India. Sementara, pesatnya pertumbuhan bisnis Kebab Turki Baba Rafi di Malaysia, menjadi bukti prospek besar brand ini di pasar internasional.

Sejarah kebab Turki Baba Rafi kini memiliki 1.200 gerai di Indonesia, 28 gerai di Malaysia, empat gerai di Filipina, dan segera hadir di Belanda, langkah ini untuk mengukuhkan diri sebagai The World’s Biggest Kebab Chain.

Apresiasi internasional diraih melalui berbagai penghargaan bergengsi, Master Class bidang Lifestyle & F&B dari McMillan Woods Global Awards, dan penghargaan Asia’s Top 10 Young Entrepreneur dari Majalah Top 10 of Asia kepada biografi Hendy Setiono seperti yang dikutip dari swa.co.id.

Sabtu, 06 Oktober 2018

Kisah Office Boy Jualan Sate Pengusaha Hitam Putih

  Profil Pengusaha Achmad Junaidi Basri


office boy jadi pengusaha

Siapa sangka office boy ini menjadi pengusaha sukses. Dia pernah menjadi bintang tamu pengusaha acara Hitam Putih loh. Siapakah sosok Achmad Junaidi Basri, atau biasa disapa Junaidi, adalah nama dari pengusaha mantan office boy itu.

Kisahnya tak banyak terungkap hingga kita mengenalkanya dari acara Hitam Putih Trans7. Siapakah dia? Dia cuma pria asal Desa Mambulu, Sampang Madura. Dia cuma pengusaha biasa yang sering gagal. Belajar darinya kamu akan sadar dia adalah putra asli Madura.

Pantaslah jika bisnisnya ialah berjualan sate, namun jangan salah, ini bukanlah bisnis pertamanya.  Mr. Teto, nama bisnisnya, bukanlah pula bisnis biasa karena revolusi. Mereka memproklamirkan dirinya jadi satu usaha di delivery order pertama.

Untuk usaha sate khas Madura, Mr. Teto punya branding kuat ditunjuang oleh layanan delivery order berkualitas khas restoran cepat saji. Disini di Kota Yogyakarta menjadi saksi perjuangan Junaidi dan Mr. Teto. Nama unik Mr. Teto belakangan ternyata mempunya arti arti Madura Sate Soto.

Butuh waktu panjang baginya memperkenalkan brand milinya. Di tahun 2009, ia tengah merantau ke Kota Yogyakarta untuk kuliah. Dia berkuliah Manajemen di Universitas Cokroaminoto. Disaat duduk di bangku Semester IV, bermodal cuma Rp.30.000 membuka usaha sate pinggir jalan.

Office Boy Jualan Sate Jadi Pengusaha


Awalnya Junaidi berjualan sate di pasar Prenggan, Kota Gede, yang tak jauh dari kontrakannya. Dia tak mengambil untung banyak. Sate pertamanya dijual hanya Rp.1.500 per- bungkus. Dalam sehari ia berkisah bisa laku empat bungkus.

Di hari berikutnya entah apa yang dipikirkannya. Dia menjual Rp.1.000 per- bungkus atau lebih murah 500 rupiah. Dalam waktu super singkat sukses menjual 35 bungkus dalam waktu 5 menit. Junaidi menyimpulkan sendiri bahwa jualannya sebelumnya kemahalan.

Dia pun terus mendalami bisnisnya tersebut. Setelah dua tahun ia akhirnya mampu memberli gerobak dorong. Tidak mudah karena Juanadi masih berstatsu Mahasiswa kala itu.

pengusaha bintang tamu hitam putihPengusaha sukses harus mampu membagi waktu dari kuliah dan berbisnis. Hari- harinya jadi tiga fase yaitu berjualan sate bungkus pagi hari, berkuliah di siang hari, dan berjualan sate ke kampung- kampung di malam hari.

Semua dilakukanya tanpa mengeluh. Dalam tempo lima bulan saja, dia sudah mampu menyimpan tabungan, yang ia gunakan sebagai modal kembali. Pengusaha Junaidi mampu membeli lima gerobak baru.

Kelima gerobaknya digunakan kembali. Ia mencari pegawai untuk menjalankannya. Semua gerobak ini ia beri nama sate imut. Pangsa pasarnya yaitu anak- anak kecil di sekolah- sekolah.

Sayang, usahanya kali ini kena masalah yaitu pegawainya tidak berlaku jujur. Tidak semua mereka yang membantunya berjualan itu secara jujur. Entah apa yang terjadi Junaidi memutuskan berjualan sendiri.

Dari lima gerobak tinggal satu gerobak utuh dikerjakannya. Tahun 2007, genap sudah 6 tahun berkeliling, Junaidi akhirnya memutuskan membuka lapak sendiri. Tepat di sekitar kantor Pegadaian Kotagede.

Tenda sederhana yang kemudian diberi nama Sate Suramadu, saat itu terinspirasi jembatan Suramadu yang baru dibangun. Pelan tapi pasti pelanggan berdatangan. Lagi- lagi masalah datang kembali, katika itu, pemilik tempatnya menempel memintanya tak berjualan disana.

Setelah itu resmi dirinya jadi pengangguran selama satu tahun. Tak patah arang, ia kembali berjualan keliling kembali. Keinginan untuk membesarkan usahany menjadi satu dorongan sendiri. Mau tak mau, sosok pengusaha ini tetap butuh bimbingan dan mesti banyak belajar agar bisa profesional.

Nah, oleh karena itulah, sebagai mahasiswa Manajemen dia tak pernah berhenti belajar. Itu juga termasuk update berita di Koran. Ia pun update melalui kegiatan- kegiatan seminar bisnis agar bisa jadi lebih profesional.

Sayang kebanyakan seminar itu berbiaya mahal, bukannya begitu? Lantas apa yang dilakukan oleh seorang Junaidi, tetap bersikeras mengikuti seminar- seminar itu. Tapi dengan catatan ia memilih- milih seminar dan salah satu seminar dilihatnya pas dengan kantongnya.

Sebuah seminar bisnis yang bertempat di sebuah perguruan tinggi di Yogya utara. Di seminar tersebut ia bertemu banyak pengusaha senior ataupun yang baru saja merintis usaha. Dia pun menyerap ilmu- ilmu mereka lalu menyimpulkan.

Ada dua poin kesimpulan menurutnya: ia harus yakin pada bisnisnya dan harus punya mentor dalam jalannya. Cara pikir kedaerahan diubahnya total karena bisnisnya harus jadi nasional. Seminar pertama berakhir baik tapi dirasanya belum cukup.

Ia bersikeras untuk mengikuti seminar kedua. Disini pertama kalinya sosok Junaidi memperkenalkan diri sebagai pengusaha sate. Di seminar kedua ini ia menyebut usahanya bernama Mr.Teto. Memang nama yang melawan arus untuk usahanya.

Pengusaha Pemilik Mr. Teto Sate Soto


Jika biasanya penjual sate akan menggunakan imbuhan Cak, tidak bisnisnya. Dia lantas menjelaskan memilih nama unik ini bukanlah tanpa alasan. Dalam nama Mr.Teto ada unsur Madura, yaitu kata Mr. disini bukanlah berarti tuan, tapi merupakan kepanjangan Madura.

Teto sendiri merupakan singkatan kata Sate Soto. Jadi Mr.Teto sebenarnya berarti Sate Soto Madura kiranya begitu. Ketika mengikuti seminar kedua itu dirinya telah bertransformasi jauh. Dia juga telah memiliki usaha lain berjualan soto di Jalan Kemerdekaan.

Soto di Jalan Kemerdekaan itu didirikan pada tahun 2014. Ia lantas bercerita perihal awal mulanya: saat itu ia mengaku pasrah karena gagal kesekian kalinya. Ia lantas bertemu teman kala SMA di Facebook, yang bernama Andri.

Disaat temannya sudah sukses menjadi PNS di provinsi lain. Keduanya lantas mulai membangun komunikasi. Kedua sahabat ini lantas saling mengingat janji mereka; membangun perusahaan sendiri. Singkat cerita, Junaidi mendapatkan suntikan modal 30 juta dari sahabatnya tersebut.

Uang itu lantas digunakan untuk merayu adik iparnya yang sudah membuka warung sate di Jalan Perintis Kemerdekaan. Dengan PD -nya menawarkan kerja sama bagi hasil 50-50. Sayangnya, bujuk rayu Junaidi tak mempan untuk adiknya itu.

Saat itu dijelaskan pengusaha muda ini bahwasanya adik iparnya itu sudah punya penghasilan 300.000 per- hari. Tak pantang menyerah ia tetap berusaha merayu sang adik ipar, tujuannya agar  berbisnis bersama. Akhirnya diperbolehkan berjualan sendiri mendompleng usaha adiknya tersebut.

Junaidi berusaha soto dan ayam bakar. Disini ia membranding usaha sate adiknya tersebut. Dia menggunakan nama Mr.Teto dan hasilnya diluar dugaan; usaha adik iparnya itu naik untungnya dari 800 ribu sampai 1 juta per- hari. Ayah dua anak ini semakin meyakini papatah suksesnya sejak dulu.

"siapa menanam, dialah yang akan menuainya". Ikhlas  pengusaha ini berusaha mempromosikan usaha yang sejatinya milik adik iparnya.

Usaha sate itu bersama usahanya ditawarkan dari rumah ke rumah, dari instansi ke instansi. Dia cuma punya modal brosur yang dibagi- bagikan. Ia juga memperkenalkan konsep delivery order petama kali untuk bisnis sate medura.

Dalam tempo empat bulan dari konsep bisnis inilah ia sukses mencapai 30 juta. Omzetnya itu dibagikan kepada adiknya (meski dia bekerja lebih keras. Junaidi sama sekali tak berniat mengambil fee milik adiknya.

Bagi dirinya saat itu bisa berjualan disana serta diperbolehkan membranding sate milik adik iparnya. Suatu hari adiknya itu mensetujui berusaha total bersama. Adik iparnya memberikan syarat baginya agar mencapai target tertentu, yaitu Junaidi haru bisa menjual 100 boks per- hari.

Ia pun menyanggupi sayarat ini. Ternyata dalam tempo dua bulan target ini bisa terpenuhi. Genap 10 bulan berlalu, dan Junaidi meminta ketegasan dari sang adik. Junaidi gak mengancam meminta ketegasan. Dia keluar membawa brand Mr.Teto dan sang adik ipar akan kembali ke warung aslinya.

Akhirnya disetujui kerja sama total yang artinya mereka nanti itu berbagi kepemilikan tempat dan merek. Tapi jangan salah sangka ini berjalan begitu saja. Sang adik ipar itu mau asalkan hasilnya jadi 60:40. Nampaknya kesabaran seorang Junaidi masih diuji kembali.

Dari syarat itulah semakin bersemangat membranding Mr.Teto sebagai delivery order sate Madura pertama. Mimpi menjadikan delivery order pertama sate madura di Indonesia bahkan juga dunia; membuat sosoknya tak mudah putus asa. Adik iparnya lantas dijadikan manajer produksi olehnya.

Anek olahan sate pun dibuatnya dari sate Madura, sate bumbu kacang, dan sate kelapa dimadu. Perlu diketahui sate Madura punya rasa unik berbeda dengan sate biasa. Yakni satenya dibuat dilumuri madu, jadi tanpa bumbu kacang sudah lezat, tapi menambahkan bumbu kacang biar lebih sedap.

Sementara sate kelapa dimadu dibuat melalui proses bacem. Ini sate bahan bakunya dibacem dulu lantas dibumbui kelapa dan madu, lantas baru dibakar. Rasa sate miliknya jadi lebih gurih, lezat, dan renyah dan harganya tak mahal cuma Rp.16.000 per- porsi.

Perlu kamu tau Mr.Teto cuma men delivery produk olahan aneka sate. Untuk soto dan ayam bakar masihlah belum ketika artikel ini dibuat. Dari usaha soto, sate, dan ayam bakar tak kurang 10 juta dikantongi setiap bulan.

Untuk menambah hoki bisnisnya, ia tak lupa selalu beramal. Yaitu melalui pegawai- pegawainya yang kuliah di Yogya. Di sela jam kuliah, mereka bisa bekerja di Mr.Teto dan tetap mendapatkan gaji.

Melalui bisnis Mr. Teto, Ia beramal lewat anak- anak Madura yang ke pesantren, disekolahkan agar bisa menjadi tahfiz (penghafal) Al- Quran. Konsep dari usahanya ini, katanya, adalah usaha spiritual company. Ia tak terlalu berpikir tentang keuntungan.

Harapan Junaidi untuk Mr.Teto ialah mengangkat masakan Madura di kancah nasional bahkan dunia. Brand Mr.Teto yang telah menjadi pemenang pertama ajang Business Plan Contest Smartpreneur. Junaidi juga pernah menjadi tukang sapu iitu pun sekarang sudah menjadi jutawan.

Sabtu, 28 Juli 2018

Keuntungan Ikut Lomba Wirausaha Pengusaha Muda Lobster

Biografi Pengusaha Sabin Lomac dan Jim Tseliki



Pengusaha muda itu bernama Sabin Lomac, umur 35 tahun, dan sepupunya Jim Tseliki, 32 tahun, memulai bisnis food truck. Unik. Karena bisnis meraka adalah bisnis makanan laut. Berjualan lobster, mantan peserta Shark Tank ini, mengantungi investasi $200.000 dari Barbara Cornoran.

Bisnis pengusaha muda bernama Cousins Maine Lobster. Bisnis yang tumbuh pesat, berbekal konsep yang difranchise, mereka memiliki 20 truk lintas nasional, dan satu restoran tetap di Los Angles. Awal di 2016, Cousins mampu membukukan keuntungan kotor $20 juta.

Berawal dari Sabin meninggalkan tempat tinggalnya, Maine, ke Southern California tahun 2006, Ia mencoba mengeksplor karir akting. Dia mencintai rumah barunya. Namun ketika Jim berkunjung ke tempatnya, tidak dipungkiri Sabin terlihat merindukan kampung halaman.

Mereka bernostalgia tentang tumbuh di luar Portland. Mereka menikmati perjalan di pinggiran pantai. Datang ke Cosco Bay di musim panah menyenangkan. Hingga keduanya membahas mengenai hal penting, apalagi kalau bukan membahas makanan khas.

Contoh Pengusaha Muda Lomba Shark Tank


Keduanya setuju bahwa lobster sangat dirindukan. Maine lobster dikenal memiliki rasa nikmat. Coba pecahkan maka daging merah akan terlihat menggiurkan. Teringat mereka tentang restoran tempat mereka berkumpul. Benar- benar enak. Mereka menawarkan lobster enak ketika musim dingin tiba.
 
Kedua pengusaha muda ini mencoba mendatangkan itu dari West Cost. Target dari bisnis mereka memanggil orang- orang dari daerah mereka. Kerinduan akan nikmat daging merah lobster Maine. Tahap berikutnya membawa itu ke Los Angles.

Bayangkan di kota besar itu, lobster jadi makanan mewah yang ditawarkan restoran tertntu. Dalam setahun, mereka mampu mengimpun uang $20.000, uang tersebut dibelikan satu truk. Lantas mereka segera pergi ke Los Angles menawarkan lobster.

Pengusaha muda yang menawarkan seafood asli Maine, yang tidak disimpan lama- lama, tetapi fresh "Shore to Door", atau dijual langsung di tempat kurang dari 24 jam.

Marketing mereka mudah karena cukup ditawarkan mulut ke mulut. Menggunakan iklan berbaya juga opsi mereka. Ditambah kekuatan viral sosial media. Apri 2012 mampu menggaet 60 orang yang mengantri membeli, bahkan menutup jalan di blok tersebut.

Menggunakan konsep food truck mereka menawarkan di tempat. Masih segarnya lobster, bumbunya otentik, daging lobster juga tebal. Kata menyebar pesat. Hingga media lokal mulai membaha tentang mereka. Beberapa hari kemudian mereka mendapatkan tempat di acara ABC Shark Tank.

"Sabin dan saya melewati tiga minggu sebelum acara Shark Tank, untuk berlatih pitch, mereview keunagan, dan menyimpulkan evaluasi tentang (keuntungan) bisnis Cousins Maine Lobster," terang mereka kepada pihak CNBC.com

Bermula dari festival kemudian menjadi bisnis food truck. Mereka saling membahu menutupi lubang kelemahan masing- masing. Mereka bisa melihat kelemahan mereka, saling meneriaki, mengganggu satu sama lain. Pokoknya waktu itu mereka sangat nervous menghadapi penampilan mereka.

Mereka juga melihat banyak episode Shark Tank. Tujuan mereka mempelajari pertanyaan juri. Juga belajar bagaimana rasanya berdiri di depan sorotan kamera. Bagaimana rasanya ditatap para juri. Juga bagaimana mereka akan menjawab pertanyaan kritis dan menusuk para juri.

Berjam- jam, dalam acara Shark Tank, mereka menerangkan soal penjualan, kelebihan di kompetisi, perkiraan pendapat ke depan, dan bagaimana bisa untung. Mark Cuban membuat mereka down. Mereka tidak fokus untuk menjawab pertanyaan Mark.

Alhasil miliarder pengusaha tersebut memilih tidak. Mark dengan tanpa basa- basi, menyebut mereka gagal menjawab, karena kurang fokus terhadap peranyaan juri. Setelah gagal menjawab pertanyaan tepat waktu ke Mark Cuban.

Mereka langsung ke arah dua juri lain: Barbara Corcoran dan Robert Herjevec. Pengusaha muda harus fokus kembali. Setelah satu segmen selesai, adalah Barbara yang setuju untuk masuk ke bisnis mereka, untuk ini dia mengeluarkan modal $55.000 untuk saham 11 persen.

Tangan Barbara yang dingin, mampu merubah arah bisnis mereka ke arah jelas. Pengaruh Barbara besar, dari mengajari mereka, hingga pertumbuhan truk dari satu menjadi dua (jadi empat). Kemudian mereka mampu merambah California Selatan.

Melalui koneksi milik Barbara, mereka mendapatkan perhatian nasional hingga muncul di Good Morning America, The Today Show, Mester Chef.dll.

"Hubungan mereka dengan Barbara pergi jauh dari acara televisi yang sebentar, menjadi hubungan, patner panjang," jelas Cousins.

Bisnis mereka berkembang pesat, sampai memiliki dua puluh food truck di 13 lokasi berbeda, di seluruh penjuru Amerika. Juga membuat sebuah restoran di West Hollywood, California, dan sebuah online distributor yang menjual makanan CML ke manapun di Amerik Serikat.

Kesuksesan terjadi bukan karena sebab. Sukses mereka beruntung memiliki staf baik. Bagaimana mereka mendapatkan patner yang peduli akan bisnis mereka. Hubungan baik diciptakan ke vendor, petani lobster, dimana produk mereka sangat bagus berkualitas dan cepat memenuhi kebutuhan.

Ketika masalah terjadi mereka siap diaudit. Pengusaha muda harus sangat peduli tentang pelanggan. Mereka akan menanggapi tanggapan negatif langsung. Mereka fokus mencari level kepuasan konsumen, tujuannya memastikan bahwa klien mendapatkan yang terbaik.

Sebelum sukses dengan bisnis mereka, masa lalu Sabin keras, terlahir dari keluarga tanpa ayah hidup tanpa arahan. Remaja labil tanpa tujuan hidup. Dia bahkan terkadang terbentur masalah dengan pihak berwajib. Bahkan sampai juga ke masa hancur, dimana dia menjadi sosok rusak karena pergaulan liar.

Untung, ibu Sabin, Jeannie, masih sangat peduli akan kehidupan anaknya. Sabin dimasukan ke acara Big Brother Big Sister. Program itu membawanya ke sosok "Big" Steven. Sosok kakak yang juga menjadi sosok ayah, memberikan arah kepada remaja labil ini seperti apa hidup laki- lakis sejati.

Akhirnya dia mendapatkan contoh positif pria. Dimana banyak anak muda sekarang tidak sempat untuk mendapatkan itu. Keluarga yang tidak peduli. Membuat kehidupan anak muda sekarag makin hancur. Adalah tantangan lahir di tempat yang tidak ada kepedulian.

Sabin belajar untuk mengambil waktu dan berusaha mendengarkan, hingga akhirnya bisa merubah arah anak laki- laki ini. Maka tahun 2013, mereka mendirikan komunitas untuk remaja, tujuan dari komunitas ini adalah non- profit, membantu kesadaran akan keluarga dan servis ke penjuru negara.

Senin, 23 Juli 2018

Cerita Dibalik Kesuksesan Pengusaha Burger Klenger

Profil Pengusaha Velly Kristanti 


profil pengusaha burger klenger

Tidak mudah bagi Velly Kristanti memulai bisnis. Pengusaha wanita ini pernah merasakan jatuh dan bangun membangun satu bisnis. Dari bisnis yang gagal, dia tetap percaya diri memulai bisnis lain hingga sukses seperti sekarang. Pengusaha yang punya puluhan franchise ini menceritakan kisahnya.

Tahun 2002, dia hanyalah pegawai kantoran dan sang suami, Gatut Cahyadi, sok jualan berbisnis kuliner bernama Pondok Sayur Asem. Mereka waktu itu mengerjakan sambil tetap bekerja. Sayang bisnis tersebut gagal. Velly sempat frustasi karena gagal berwirausaha.

Tahun 2004, Velly memilih mengundurkan diri, kemudian fokus mengejar wirausaha. Waktu itu dia menjalankan bisnis advertising syariah. Lagi- lagi kegagalan menemui Velly. Dilanjut bisnis IT yang tidak jauh berbeda nasibnya.

Kesuksesan belum menghampiri wanita berhijab ini. Memulai bisnis dari nol kembali memang tidak mudah. Sempat gagal berulang kali, satu- satunya sisa adalah bisnis Pondok Sayur Asem. Meskipun masih berdiri tetapi tidak menghasilkan. Dia tidak peduli akan keberadaan bisnis tersebut hingga satu hari.

Bisnis Burger Klenger


Dia ingin berbisnis kuliner kembali. Ide tentang makanan anak muda membayangi. Dalam benaknya bagaimana membuat makanan khas kekinian. Bagaimana meracik makanan burger menjadi sedap. Makanan berat yang di Indonesia dijadikan cemilan ini butuh sentuhan.

Dia ingin cita rasa khas Indonesia disini. Aneka buku kemudian dia pelajari. Tujuannya menciptakan satu cita rasa cocok dilidah kita.

Pondok Sayur Asem berdiri tahun 2002. Dimana dia masih bekerja sebagai account manager BBDO Komunikas. Bisnisnya terletak di Pekayon, Bekasi, Jawa Barat. Memang bisnis tidak total karena mereka tidak turun tangan sendiri. Alhasil sempat ada percecokan dengan juru masak usaha mereka.

Karena memang juru masak dianggap tidak sesuai, baik cara memasak sampai menu makan. "Ilmu kasak didapat dari ibu saya," jelasnya.

Dua tahun kemudian sang suami bekerja ke Jepang. Mungkin karena jabatan yang sudah mapan. Ia membujuk Velly untuk fokus. Dia menyarankan mengejar mimpi wirausaha. Velly setuju. Dia lalu mendirikan perusahaan advertising hingga IT.

Dia menawarkan bisnis marketing mobil. Mungkin istilah sekarang marketing online. Sayangnya, waktu itu, orang belum banyak berminat. Lulusan D3 Sastra Belanda UI tersebut, tidak putus asa dan mencoba bisnis kerajinan tangan.

Sayang, bisnis kerajinan tangan juga gagal, keberuntungan seolah menuntunya kembali ke bisnis kuliner. Modal sewa rumah PSA masih sisah 1,5 tahun, ada karyawan 15 orang, hingga peralatan masak. Uang dikantong tinggal 30 juta. Akhirnya pasangan ini sepakat melanjutkan bisnis PSA meski seadanya.

Terbersit pikiran membuka usaha burger. Karena tidak cukup uang maka pinjam uang. Velly pinjam uang atasannya Pak Aris Budiharjo. Karena tidak punya keahlian membuat burger. Aneka buku masakan dia borong. Dia membuat sendiri resep daging khas Indonesia.

Marketing pertama dijualnya ke kerabat dan teman. Responnya bagus. Bahkan teman yang semula tidak suka burger, kini menjadi pelanggan Velly. Terdiri roti lembut dan daging spesial berbumbuh khas. Burger buatannya memang bikin klepek- klepek. 

"Kata suami Klenger berarti keenakan atau klepek- klepek," inilah awal nama bisnis tersebut. Nama tersebut dianggap mewakili rasa, dan juga harapan agar mudah diingat.

Sesudah mendapatkan nama tinggal dipasarkan. Sebagai pakar advertising, mudah baginya langsung mendesain logo dan memilih warna logo. Logo burger bertuliskan nama Klenger Burger diatas ikon burger, tidak disamping seperti nama burger lain.

Filosofi dibalik penemapatan nama itu ada. Kata Velly menuliskan nama tersebut berarti tidak boleh memandang sebelah sisi. Istilahnya beyond burger atau lihatlah ke segala aspek. Berdiri sejak 10 Februari 2006, sudah ada hak paten, ada ijin SIUP peroranganya, sudah ada sertifikat halan MUI nya.

Sudah memiliki pembeli franchise, mampu menghasilkan 38 outlet cepat. Sayangnya, cobaan hadir kembali ketika rekan kerjanya berniat buruk. Satu mitra menjanjikan investasi dan pengembangan lebih besar. Dia yang tidak punya pengalaman setuju mengikuti usulan.

Ditipu orang, modalnya terkuras, hampir frustasi, namun sang suami meyakinkan Velly agar menjadi sosok ikhlas. Kepercayaan bahwa tidak ada yang tidak mungkin. Ikhlaskan kasus tetapi memilih jadi sosok positif melanjutkan berbisnis.

Gara- gara kasus tersebut penggunaan nama Klenger Burger masih berselisih. Jadi jangan kaget kalau kamu melihat nama bisnis sama. Walaupun, akhirnya, nama Klenger ditinggalkan kemudian berubah menjadi "D" jadi Klender Burger. Terkadang adapula orang yang sembarangan memakai nama tetapi diacuhkan.

Dia enggan mengungkit kasus lama. Yang terpenting bagaimana mengembangkan bisnis. Dibawah satu panji bendera, PT. Karya Anak Negeri (KAN), dari Februari 2011, ada 82 outlet di Jabodetabek, Bandung, Kuningan, Bali, dan Medan. Adapun 20 outlet waralaba sisanya bersifat investasi pribadi KAN.

Sebulan, bisnis Klenger Burger, mampu menjual 100 ribu burger. Harga rata- rata adalah Rp.17.500 ribu. Omzet direguk bisnis mereka mencapai Rp.1,75 miliar rupiah. Bisnis mereka tidak berhenti di sana. Olahan baru dikembangkan seperti Pizza Kriuk, Clemots Coffee, dan Kweker Fried dan Grilled Duck.

Pizza buatan Klenger Burger bercita rasa Indonesia. Contoh pizza berasa balado atau berasa sate. Ia juga membuat tempat jualan senyaman mungkin. Pokoknya bisa dijadikan tempat kongkow asik. Dia membuat satu lingkup bisnis, Foodteran atau kafetaria, yang menjual pizza, kopi, dana ayam/bebek.

Contoh sukses bisnisnya, sukses menggaet anak Mantan Wakpres Boediono, yang bernama Dios Kurniawan menjadi pemegang waralaba. "...membuka outlet di Jalan Salemba, di depan RS. MH. Thamrin, pada 25 Juli 2010 silam," jelasnya.

Bisnis menjelajah


Ia mengaku tidak belajar khusus. Tidak belajar kepada Chef manapun. Velly hanya berpekal mencoba trial and error. Berbagai macam buku tentang burger dipelajari. Nama Klenger berasal dari Jawa yang bisa berarti "setengah mati", atau "klepek- klepek" karena rasanya.

Velly sendiri menganalogi nama Klenger jadi "tobat sambel". Tau bahwa sambal pedas tetapi tetap mau lagi dan lagi. Harapannya produk burger Klenger akan membuat ketagihan. Begitulah nama jadi terkenal di masyarakat, khususnya anak muda tertarik karena nama yang unik.

Servis maksimal dan rasa memuaskan. Bisnis burger Klenger mampu menggaet target pasar. Nama itu sendiri sebenarnya sudah dipatenkan atas nama Velly. Meskipun begitu, toh tetap masih ada saja orang memakai nama tersebut, dia sendiri mewanti- wanti agar pelanggan tidak mudah terkecoh.

Logo Klenger memiliki filosofi, dimana ia berharap nama logo akan membaur. Seperti halnya nama yang terletak di tengah- tengah gambar. Harapan bahawa nanti burger Klenger bisa menjadi bagian dari masyarakat, tak terlepaskan.

Pendekatan rasa merupakan ujung tombak bisnis Burger Klenger. Bahkan semua disesuaikan dengan cita rasa lokal. Ambil contoh, burger Klenger di Medan, akan bercita rasa masyarakat lokal yang suka telur.

Dia juga mencipatakan marketing menarik. Seperti burger instan, konsep take away, mambuat burger Klenger bisa ditemui di mini market. Ditambah konsep Foodtren, burger Klenger dibantu brand lain dibawah bendera KAN, ada Pizza Kriuk dan Clemots Coffee bersama wifi gratis buat kongkow anak muda.

Godaan membuka usaha di luar negeri bukan tidak ada. Namun, Velly merasakan banyak hal perlu dia kerjakan. Dia juga aktif mengawasi outlet dan mengelompokan sesuai kebutuhan.

Ibarat kuliah bisnis semua harus dijalani penuh. Semester pendek, dilalui Velly dan suami, merasakan rasa gagal dan mengulang kembali dari nol. Ibu dari Rizki dan Zahra ini. Mengatakan meski sudah sukses masih banyak perlu diperbaiki. Terutama tentang SDM, bukan proses instan tapi berjalan terus menerus.

Selasa, 29 Mei 2018

Bisnis Cemilan Kacang Oven Brusli Berani

Profil Pengusaha M. Burhanuddin Rusli


jualan kacang brusli

Menjadi pengusaha lantaran mengikuti jejak orang tua. Inilah kisah Muhammad Burhanuddin Rusli, pria asal Surabaya, Jawa Timur, sukses merintis bisnis kacang oven. Bisnis tersebut diberinya nama Kacang Brusli. Produk kacangnya sukses dipasarkan ke beberapa kota di Jawa Timur.

Sebelum menjadi pengusaha, ia adalah seorang guru di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Surabaya, karena keinginan kuat untuk menjadi pengusaha maka dia mantab berganti profesi. Dia menjelaskan bukanlah kebetulan dirinya memulai usaha kacang tersebut.

Bisnis kacang bawang tersebut dimulai sang ibu. Rusli kecil terbiasa membantu ibunya produksi kacang bawang. Lantas dia aplikasikan bisnis kacang tersebut kembali. Namun bedanya kalau Rusli memilih memproduksi kacang oven.

"Saya sengaja memilih kacang oven karena lebih praktis," tuturnya.

Kalau kacang bawang kan minyaknya banyak, susah buat dikemasnya. Kacang Bursli namanya sudah tersohor sebagai oleh- oleh Kota Surabaya. Bukan cuma wisatawan lokal tetapi juga wisatawan asing yang mampir mencicipi produk kacangnya.

Pengusaha Muda Kacang


Menyebar melalui sistem keagenan, kacang Brusli dijual di Jakarta, Balikpapan, Malang, dan kota lainnya. Bapak dua anak ini bahkan mampu menjual sampai ke Malaysia, Dubai, dan Hong Kong. Ia menjual sacara online melalui berbagai platform eCommerce.

Dia sudah menjalin kerja sama dengan 40 agen tersebar. Kalau yang dari luar negeri biasanya pakai ambil sendiri atau bisa dititipkan teman. Pengusaha 29 tahun ini mengaku, bisnisnya tidak menyasar segmen menengah bawah, karena tentu akan mematikan pasaran masyarakat biasa.

Untuk itu dirinya mengemas kacang Brusli sebagai produk premium. Tujuannya menyasar pasar kelas menengah atas dan terbukti berhasil. Cita rasa pun disesuaikan agar tidak mengecewakan. Dia menjual satu bungkusnya Rp.25.000 ukuran 222gram.

Varian rasanya asin, manis, dan pedas asin. Sebulan pengusaha muda satu ini memproduksi 2.000- 3.000 bungkus. Saat lebaran produknya bisa meningkat sampai tiga kali lipat. Pemenang wirausaha muda 2010 ini, menyebutkan dalam sebulan penjualannya rata- rata Rp.75 juta.

Dari bahan baku sampai proses pembuatan, dia mendapatkan omzet sampai 50%, marginya tentu bisa lebih besar namun kenaikan BBM cukup membebani.

Bisnis Rusli tidak instan langsung sukses. Kacang oven miliknya sudah diuji coba resepnya dulu. Ada tujuh kali uji coba resep sampai sukses dipasarkan. Alasannya adalah agar mencapai produk yang berkualitas. Bahan baku dia bekerja sama dengan beberapa pemasok untuk bahan baku.

Cara pertama penjualan kacang Brusli melalui sistem titip. Dia menjual ke toko- toko kue, oleh- oleh, tetapi tidak berhasil mendongkrak penjualan. Memang waktu itu dia masih menggunakan peralatan sederhana, mulai dari mesin vakum, kemasan juga sederhana dan hasilnya jadi cepat melempem.

Sempat berputus asa, jualannya tidak laku, Rusli lantas banting stir bejualan kebab. Memang kala itu masih trennya usaha kebab. Tahun 2008 itu lahir bisnis kebab bernama D'Brusli Kebab. Tidak mau dipandang ikut- ikutan maka Rusli juga menjajakan burger, hotdog, nachos,dll.

Pengusaha Pantang Putus Asa


Setahun berbisnis dia lantas menawarkan kemitraan untuk kebabnya. Diperjalanan kemitraan tersebut gagal karena mitra tidak mau mengikuti manajemen dia tetapkan. Meski gagal tiga kedai miliknya masih berjalan sebagai investasi.

Tahun 2010, dia kemudian mengikuti sebuah pameran usaha mikro, disinilah awal mula Rusli buat kembali menawarkan produk kacangnya. Lewat berbagai perbaikan bisnis kacang Brusli mulai lagi. Jadilah produk kacang Brusli menarik perhatian pembeli di acara tersebut.

Dia mulai lagi membuka keagenan. Kemudian memanfaatkan media digital buat berpromosi. Buat produksi sudah tidak lagi sederhana. Rusli menyisihkan biaya untuk membeli mesin vakum. Maka dengan kemasan vakum kacangnya dapat bertahan empat bulan.

Meskipun sempat dipandang akan mengalami kegagalan. Nyatanya bisnis kacang Brusli semaki baik prospeknya. Sambil jualan kacang, Rusli masih mengurus usaha kebabnya, dan melakukan aktifitas pelatihan kewirausahaan.

Ketatnya perasaingan bisnis kuliner memang tidak dipungkiri. Ia sendiri menganalisa tersebut, jadi banyak hal dilakukan olehnya. Aneka inovasi dilakukan untuk menghadapi produsen kacang sekala besar. Ada varian rasa baru kacang Brusli yang siap diluncurkan.

Tidak mudah mencari konsumen memang. Dia mengelola baik hubungan dengan konsumen. Promosi juga tidak berhenti. Anak bungsu dari tiga bersaudara ini, melakukan promosi yang gencar dan tidak lupa mengikuti aneka pameran di luar kota.

Promosi digital sangat membantu bisnis Rusli. Apalagi jaman sekarang orang lebih memilih buat belanja online. Meski begitu, dia tetap tidak melupakan bisnis offline, maka Rusli bertekat membuka gerai tinggal mencari tempat yang cocok buat usaha kacangnya.

Sistem keagenan dipatoknya biaya Rp.1,5 juta/agen. Maka agen akan mendapatkan produk senilai Rp.1 juta. Tidak cuma berhenti di kebab, burger, dan kacang Brusli, yang dikemasnya dalam bisnis bernama D'Brusli Cafe. Dia masih berpikir untuk membuka bisnis minuman kesehatan Isajenik.

Produk ini difokuskan Rusli untuk mereka wanita yang mau menurunkan berat badan. Karena dia liat produk minuman diet tengah digemari. Tidak ada hambatan berarti dalam bisnis Rusli. Semuanya ia siapkan dan siap diluncurkan.

"Sebenarnya ini produk luar negeri, cuma kita kombinasikan dalam negeri," paparnya.

Senin, 28 Agustus 2017

Ikut Kompetisi Shark Tank Pengusaha Salon Cowok

Profil Pengusaha Michael Elliot 


bisnis salon cowok
 
Namanya Michael Elliot, merasakan betul bahwa laki- laki juga butuh manja. Seorang teman menganalisa dia benar butuh pedicure. Dia, perempuan, kemudian mengajak Michael pergi pedicure. Jujur si temannya ini mau bilang tetapi memilih diam. Takut kalau Michael tersinggung karena dia laki- laki.

Alhasil dia dibawa secara rahasia ke tempat perawatan kuku. Dan semuanya perempuan, tidak ada tempat bagi Michael merasa nyaman. Kemudian pengalaman itu diadaptasi olehnya. Menjadi bisnis hingga sang penulis skenario itu berubah menjadi pengusaha sukses.

Penulis Brown Sugar dan Just Wright, yang melihat peluang dibutuhkannya tempat perawatan khusus buat pria. Kita juga butuh kebersihan mendetail. Higenitas sudah bukan lagi barang bawaan wanita. Maka jadilah sebuah tempat dengan tempat tidur kulit, televisi flat- screen, furnitur kayu klasik, dan tentu minuman wiski.

Semua dapat ditemukan jiga perawatan ke Hammer & Nails, the Nail Shop for Guys. Dibuka tahun 2013 membutuhkan dana tidak tanggung $250.000. Harga perawatan antara $23 sampai $120, dari perawatan kuku dengan susu dan madu. Hasilnya dalam lima bulan menghasilkan $150.000 keuntungan.

Malu ke salon perempuan


Jujur dia suka perawatan kaki, tetapi dia merasa tidak nyaman jika harus perawatan bersama banyak wanita. Ia lebih memilih hengkang dari tempat tersebut. Kecuali ketika ada pria lain datang masuk dan mulai melakukan perawatan juga.

"Kami mulai ngobrol dan saya mengatakan ke dia bahwa saya merasa seperti ikan di lain air," kenangnya. Ia merasakan seperti dituduh menginvasi ruang wanita. Dan pria tersebut juga merasakan hal sama, maka ia berpikir apakah itu juga dirasakan semua pria.

Ia lantas melakukan aneka penelitian. Seperti bayanganya, tidak ada satupun salon buat perawatan khusus pria apalagi perawatan kuku. Dia ingin berdedikasi di area tersebut. Meski pandangan bahwa area tersebut tidak penting bagi pria. Tetapi bagi kesehatan ternyata itu sangat penting dipertimbangkan oleh kita loh.

November 2013, -delapan bulan setelah pengalaman pertama ke salon- , dia membuka usahanya sendiri tersebut. Tidak mudah bagi Michael Elliot menggapai mimpi. Butuh modal tentu untuk membuka usaha ini. Alhasil dia mengikuti berbagai kompetisi wirausaha, salah satunya di stasiun televisi ABC.

Acara Shark Tank tentu kamu sudah tau kan. Dia hadir di Season 6, pada 26 September 2014, dimana jadi penayangan terbanyak penontonnya dalam sejarah Shark Tank. Dia mencari investasi $200.000 yang mana sebagai gantinya dapat saham 20% untuk mengembangkan brand franchisenya.

Ya, untuk mengembangkan bisnis tersebut cepat. Michael memilih mengkonsep bisnis waralaba. Juga satu kebetulan dia terinspirasi kisah sukses waralaba. Dia menjelaskan kepada para Shark bahwa salonnya dirancang menarik hati para cowok maco.

Sayangnya, seperti beberapa pengusaha sukses lain di Shark Tank, dia tidak mendapatkan apapun. Bahkan menurut Kevin O'Leary, "itu tidak akan pernah bekerja". Beruntung salah satu penonto episodenya adalah satu investor perempuan Africa- America, yang lantas memberinya kesempatan dengan investasi setelah itu.

Bisnis resiko


"Sejak awal, saya telah berpikir besar dan saya punya potensi untuk menjadi brand nasional," paparnya. Dia menyebutkan apa kita pikirkan akan berpengaruh ke masa depan kita. Dengan berpikir besar pengusaha akan menjadi sosok pemikir setiap langkah ke depan meskipun sekecil apapun -pasti akan berdampak juga.

Dia tidak ingin jadi salon murahan. Maksudnya cuma jualan di mall, tetapi harus memiliki tempat sendiri premium. Seperti memasang bisnis di tiga tempat ikonik yakni Rodeo Drive, Sunset Boulevard, atau di Melrose. "Saya selalu tau saya mau mengintregasi barber menjadi satu model bisnis jadi waralaba besar."

Dengan konsep waralaba, berapa Michael Elliot dapatkan, yakni investasi $234.700 sampai $531.000 dan menjual lebih dari 183 lisensi franchise Hammer & Nails.

Jika menelisik lebih dalam adakah prospek bisnis ini. Ditelisik ternyata perawatan kuku bagi pria itu beda. Jika wanita melakukan itu demi estetik; dimana mereka berganti warna setiap kali bosan. Maka bagi pria adalah murni soal kesehatan dan kebugaran.

Untuk mendukung bisnisnya Michael juga melakukan riset. Ia memberika delapa alasan kenapa pria harus pedicure. Salah satunya sebagai langkah pendeteksi awal retakan, infeksi jamur, dan kuku yang tumbuh tidak teratur. Kamu harus tau kuku tidak sehat membuat infeksi, bau busuk, kulit- kulit jelek mengeletek.

Maka setiap ada orang biasa datang berkunjung. Mereka yang baru ingin coba- coba. Tidak tau bahwa ada bahaya dibalik jamur kuku. Mungkin mereka tidak pernah membahas kaki dengan istri atau teman. Tapi mereka perlu tau pemain basket NBA menurut Wall Street Journal melakukan pedicure pada kaki mereka.

Jika pelanggan datang bukan soal kuku bersinar, maka setidaknya berpikirlah tentang aspek kesehatan. Ambil lah contoh Lebron James, sosok pemain basket terkenal sedunia ini paling vokal soal aktivitasnya pedicure kuku kaki. Lalu ada Dwyane Wade sebagai pebasket kaki adalah aset, maka dia merawat kakinya.

Persepsi tentang pedicure lambat laun berubah. Meskipun begitu dukungan wanita juga penting. Alhasil ada klien 3 sampai 5 persen adalah wanita. Mereka yang mengajak pasangannya yang kakinya bau. Meski begitu Michael tetap fokus terutama menarget mereka para pria berjas yang sudah memiliki pendidikan tinggi.

Wanita ini memberikan kontribusi 30% penghasilan perusahaan. Mereka mendorong para prianya agar tau bahwa kaki mereka butuh perawatan. Bisnis Michael adalah perawatan kuku dan tangan termasuk pedicure tetapi juga lainnya. Untuk menarik para pria ada perawatan pijat dengan scrub yang dicampur wiskiy juga.

Jumat, 26 Mei 2017

Rencana Usaha Ayam Bakar Mahasiswa Sukses

Profil Pengusaha Dymas Tanggul Panudju 


 
Semenjak kecil, Dymas Tanggul Panudju, memang gemar berwirausaha. Baka bisnisnya berkembang walau dia tidak bersekolah khusus. Mahasiswa Universitas Brawijaya, jurusan Teknologi Hasil Pertanian, malah memilih bisnis ayam bakar. Mungkin terlihat banyak persaingan tetapi pemuda 28 tahun ini mampu.

Menyalip diantara bisnis serupa bukan mudah. Dipicu oleh kekurangan biaya kuliah. Dymas mulai sibuk bekerja sampingan. Pilihan tidak menyenangkan adalah memilih bekerja langsung atau tidak kuliah, atau tetap kuliah tetapi keteteran. Jadi dia membuat opsi sendiri dia memilih mengakali biaya kuliah sendiri.

Dia bekerja di sebuah rumah makan. Lanjut dia bekerja sebagai karyawan sebuah perusahaan katering. Dia mendapatkan gaji cukup. Dari katering ternama tersebut dia bisa melanjutkan kuliah. Rangkul hari mu atau seize the day, yakni prinsipnya bahwa keseharian harus diisi oleh hal- hal berharga.

Mangkanya selain sibuk bekerja dan kuliah, Dymas sempatkan diri mengikuti organisasi di kampus. Lalu ia diangkat menjadi steering committee. Jabatan bergengsi di organisasi kampus, kemudian dia mulai menemukan kasus- kasus, seperti bahwa kampus membutuhkan jasa katering.

Kegiatan Badan Eksekutif Mahasiswa membutuhkan konsumsi buat anggota seminar dan panitia seminar. Ia kemudian mendapatkan tugas buat menyiapkan konsumsi. Tetapi keterbatasan dana menjadi masalah. Ia tetap semangat. Pokoknya tugasnya bagaimana menciptakan makanan murah tetapi berkualitas.

Bisnis katering


Jujur dia kembingungan menghadapai pesanan tersebut. Dymas mulai berpikir keras bagaimana mampu menyediakan menu tersebut. Disisi lain keinginan menjadi pengusaha katering muncul. Pasalnya karena kebutuhan makanan pesanan memang sangat dibutuhkan. Memang bisnis kuliner tidak pernah ada matinya bukan.

Prospek sebut saja jika 6000 orang hadir, dimana ada tiga hari dalam sepekan, dan dimana kegiatan itu sudah bersifat rencanan tahunan atau sudah pasti ada. Disisi lain, organisasi memiliki 10- 16 program kerja, dimana nanti akan ada pesanan sendiri.

Dymas mulai hitung- hitungan di atas kertas. Hitungan 36 Universitas di Malang, dimana jika mereka nanti menjadi pelanggan katering yang akan Dymas dirikan. Sudah berapa keuntungan bisa diraih oleh pemuda tersebut.

"Orang yang terbiasa menggunakan otak kanan akan melihat titik finish dimana ada banyak sudut pandang meskipun dalam benang kusut dan hanya 5 meter," ungkapnya dalam blog pribadi.

Masih kuliah Semester 3, dia membiayai semua bisnisnya sendiri, Ia memutar otak agar bisa mendapatkan modal usaha. Pertama mikir mau pinjam bank tetapi pasti tidak dikasih. Dymas mikir lagi apalagi mau minta orang tua, untuk biaya kuliah dan makan aja susah.

Dia juga kayaknya malu kalau pinjam saudara. Maunnya sharing dengan teman satu kosnya. Lalu dia coba sampaikan ke teman- teman kosnya. Tidak disangka ide itu mendapatkan tanggapan baik dari mereka. Ia pun mendapatkan dana Rp.4,5 juta. Menurutnya waktu itu, hasil iuran, sudah termasuk banyak dari mereka mahasiswa.

Dukungan moril juga diberikan teman Dymas. Ia sendiri berjanji uang tersebut adalah hutang usaha. Jadi bukan sharing modal. Yah teman- teman Dymas ragu. Meskipun tetap memberi dukungan, mereka nampak tidak siap untuk berbagi usaha dan percaya bahwa bisnisnya akan sukses.

Ia memaklumi hal tersebut. Bisnis yang awalnya katering, berubah menjadi bisnis ayam bakar, tetapi dia pintar tetap menarget pasar sebelumnya. Dia mematok harga ayam bakarnya Rp.7.500. Dengan waktu itu tahun 2010 masih sedikit persaingan, bisnis ayam bakarnya masuk memenuhi pesanan buat mahasiswa Unibraw.

Dia juga menyiapkan ayam goreng Rp.6.500. Dibanding tempat lain sudah murah tuh, tempat lain harga satuanya bisa Rp.10.000 -an. Sudah banyak orderan Dymas baru kepikiran nama usaha. Dulu pake nama pemberian teman tetapi dianggap tidak cocok.

Bisnis mahasiswa


Ia teringat asal usulnya. Pelosok Desa Ngimbang, Kabupaten Lamongan, inilah cikal bakal nama usahanya. Dymas ingin mengangkat nama desanya, membuat orang tuanya bangga. Uang segitu ternyata tidak mudah loh. Dia memulai usahanya bermodal dua kompor minyak dan satu penanak nasi.

Dymas memang jago mengolah ayam. Bumbu racikan dicari sampai 36 kali hingga rasanya pas. Jadi dia tidak langsung launching bisnis. Modal lainnya, yang utama, adalah ketekunan, keuletan, inilah rahasia dia mampu menciptakan masakan sedap.

Inilah cara dia menemukan resep sesuai lidah pelangganya. Usahanya berkembang pesat, memasuki tahun 2007- 2009, dia membuka 15 cabang. "Kalau soal bumbu, itu rahasia, nanti ditiru," selorohnya. Buat menunya ada ayam bakar Ngimbang, ayam goreng mentega, dan bebek halilintar.

Tahun 2009 datang masalah tidak terduga. Yakni penyakit flu burung yang merebak. Apalagi daerah Jawa Timur ramai sekali kasus flu burung. Alhasil, penjualan Dymas menurun drastis, banyak cabangnya tutup dan sisa tiga yakni di Malang, Surabaya, dan Lamongan.

Sudah jatuh karena flu burung, pihak mall juga melarang jualan ayam bakar karena asapnya. Agar bisa lepas dari jerat penyakit flu burung. Ia mulai mengedukasi masyarakat bahwa unggas miliknya aman. Dia juga membuat stiker bebas flu burung. Hasilnya per- hari bisa menjual 250 ekor per- hari dan omzetnya wah!

Berawal dari satu outlet di depan Unibraw. Karena permintaan banyak, dia membuka empat outlet di luar kampus, terus hingga cabang di luar kota. Omzet tahun 2007 adalah Rp.60 juta, untung bersihnya sampai Rp.27 juta. Tahun 2008 membuka empat outlet, hasilnya omzet Rp.128, laba bersih Rp.75 juta.

Tahun 2009, ozmet naik sampai Rp.234 juta, dan untung bersih Rp.166 juta. Tidak berhenti di usaha satu saja. Dia lantas membuka usaha ojek motor. Beberapa sepeda motor nanti dipakai oleh mahasiswa. Lalu ada jajanan ote- ote, memang usahanya keliatan sepele, tetapi pendapatannya lumayan loh.

Banyaknya pesanan membuat banyak orang minat. Para investor menawari Dymas untuk menjadika usaha ayam bakar miliknya menjadi franchise atau waralaba. Selepas menang Wirausaha Muda Mandiri 2009, dan dapat juara 1, nama Ayam Bakar Ngimbangan semakin menarik investor untuk menjadi bisnis mereka.

Namun, Dymas belum kepikiran, malah lebih fokus membuka cabang sendiri. Fokus ini didukung oleh kemampuan menjaga cira rasa tetap terjaga.

Kamis, 20 April 2017

Bakso Cinta Bakso Berbentuk Hati Solo

Profil Pengusaha Ihsan Jamaludin



Mungkin bagi beberapa orang, bakso hanyalah daging sapi yang dicamput tepung tapioka. Sekedar bola gumpalan lezat di lidah. Memang sangat populer dan banyak sudah pengusaha sukses. Mereka tetap bisa sukses meskipun mengambil ceruk yang sempit. Mereguk keuntungan dalam- dalam berkat aneka inovasi.

Disetiap daerah Indonesia pasti ada bakso. Dari mulai jualan gerobak keliling, warung pinggir jalan, juga sampai restoran mahal menyuguhkan bakso. Pengusaha bakso kali ini memanfaatkan kepopuler bakso lewat bentuk hati.

Bisnis waralaba


Banyaka pewaralaba menjajal bisnis bakso. Tidak sedikit untung- untungan, mereka mengandalkan bentuk unik selain cita rasa. Contoh Ihsan Jamaludin pengusaha bakso yang mulai awal 2010. Dimana inspirasi bakso berbentuk hatinya dari sebuah film Indonesia.

Bakso Cinta Kartasura buka setahun sudah banyak peminat. Mereka ingin menjadi mitra bisnis Ihsan lewat bisnis waralaba. Ihsan lantas menanggapi hal tersebut. Selektif Ihsan sudah memiliki tiga cabang waralaba Bakso Cinta Kartasura Solo. Bahkan salah satu calon datang dari Bangka Belitung, namun belum bisa terpenuhi.

Alasannya karena mahal biaya ongkos pengiriman bahan. Ditambah sulit mendapatkan bahan baku. Lantas rencana tersebut ditunda sementara. Ya karena bisnis Ihsan bukan sembarangan bakso berbentuk hati. Dari cita rasa sendiri sudah dikhaskan oleh Ihsan. Jadi soal cita rasa bumbu kaldu sapi tidak boleh sembarangan saja.

Keunggulan bukan sekedar pada bentuk hati. Menggunakan kaldu sapi asli serta racikan sendiri, Ihsan bisa meyakinkan bahwa baksonya bukan sekedar bantuk hati. Bakso Cinta Kartasura adalah bakso dengan tiga menu khas: Bakso cinta anak, bakso cinta remaja, dan bakso cinta keluarga.

Beda porsi dan beda harga. Bakso cinta anak harganya Rp.3.000 per- porsi, bakso cinta remaja Rp.5000, dan bakso cinta keluarga Rp.6.500. Sebagai tambahan, tidak lupa Ihsan berkreasi lagi, yaitu bakso tahu cinta, tempe goreng, dan telur puyuh , yang diberinya nama menu lophe- lophe.

Ihsan menawarkan paket investasi Rp.30 juta. Rincian Rp.15 juta buat biaya waralaba, perlengkapan, ada rombong, dandang bakso dan mie, kompor, blender, desain interior, sudah termasuk media promosi yang nilainya Rp.15 juta.

Ihsan juga memberikan pelatihan meracik bumbu. Sudah termasuk SOP disiapkan buat mitra bisnis Ihsan. Manariknya bahan baku utama tidak wajib dibeli dari pusat. Ihsan juga tidak mengutip biaya royalti. Dia mengatakan lahan ideal bisnisnya 6x6 meter. Dimana gerainya mampu dikunjungi setidaknya 300 orang.

"Kenyamanan pengunjung harus diperhatikan," ujarnya. Omzet penjualan menurut perhitungannya bisa diraih mitra adalah Rp.800.000 per- hari. Kalau akhir pekan bisa naik dua kali lipat kan. Dalam lima bulan ia yakini mitra bisa balik modal.

Bagi mereka yang meragukan Bakso Cinta Kartasura sebagai waralab. Ihsan mencontohkan Ali Syahroni yang baru satu bulan bergabung. Sudah mampu meraih omzet Rp.500 ribu dari janji Ihsan Rp.800 ribu per- harinya. Meskipun meleset setidaknya pendapatan Ali sudah pasti ke depannya bersama Bako Cinta.

Senin, 20 Maret 2017

Membuat Popeye Restoran Cepat Saji Spesial

Profil Pengusaha Benny Hadisurjo 




Hidupnya tidak jauh dari kewirausahaan. Benny Hadisurjo merupakan putra pemilik restoran Satay House. Dan dia juga ingin menekuni bisnis restoran. Lulusan MBA dari universitas asal paman sam, Benny tengah mencoba kesuksesan lewat bisnis dibawah naungan PT. Popindo Selera Prima -pemegang paten waralaba Popeye.

Pria 35 tahun ini memang sudah khatam akan bisnis restoran. Kehidupan restoran merupakan tempat dia tumbuh kembang semenjak kecil. Kedua orang tuanya merupakan pasangan pengusaha asal Kudus. Yang hijrah ke Jakarta pada 28 tahun lalu, dimana mereka membuka usaha apotek dan restoran.

Pasangan Hadisurjo yang memiliki dua bisnis. Rumah kecil mereka dibagi dua satu tempat tinggal sisanya jadi restoran. Tidak habis akal sebelah rumah disulap menjadi apotek. Anak kedua dari tiga bersaudara ini ditugaskan membuka pintu restoran. "Samua saya lakukan di luar waktu sekolah," kenang Benny.

"Rasanya senang sekali, saya bisa membantu mama, meskipun tugasnya ringan," ujar Benny, mengenang bagaimana dirinya membantu bisnis keluarga.

Apa rahasia sukses bisnis keluarga Hadisurjo. Benny lantas menjelaskan bahwa semua berkat hobi. Apa yang mereka lakukan selaras dengan hobi mereka jalan- jalan dan makan. Ketemu bisnis restoran mereka mencurahkan cita rasa mereka di bisnis tersebut.

Biasanya sekeluarga akan jalan- jalan ke kota. Disetiap kota, mereka akan mencari makanan trademark asli daerah tersebut. Walaupun letaknya terpencil mereka niatkan. Semua karena rasa ingin tau akan keenakan makanan yang diceritakan orang. Selesai makan tidak begitu saja loh mereka kenyang dan urusan selesai.

Di rumah mereka akan asik membahas tentang cita rasa. Bagaimana ya cara mengolahnya agar seperti rasa mereka tadi rasakan. Inilah keasikan sendiri yang juga dirasakan Benny. Walaupun tidak memilikm bekal pintar masak atau koki, keluarga mereka mampu menciptakan kuliner dengan cita rasa yang khas.

Banyak restoran Satay House berkembang di Jakarta, cabangnya menggoyang lidah masyarakat Jakarta. Ia menambahkan tidak cuma Satay House. Mereka juga pemilik Tam Nak Thai, Kintamani, dan Restoran Seafood Semarang. Kemudian mereka juga dikenal sebagai pemilik Optik Melawai dan Apotik Melawai.

Bisnis sendiri


Benny mencoba membuktikan dirinya. Lewat bisnis restorang yang tidak biasa. Jika kedua orang tuanya dikenal dengan bisnis kuliner khas pasti disukai masyarakat di Jakarta. Maka, melalui PT. Popindo Selera Prima, yakni dengan membuka waralaba Popeye Chicken & Seafood asal Amerika Serikat.

Baginya restoran harus memiliki kekuatan pengalaman. Tidak hanya ikut- ikutan membuat restoran yang sama lagi. Harus menjadi alternatif buat masyarakat penikmat kuliner. Maka sejak Mei tahun lalu, dia lalu mengatakan makanan tidak cuma enak dan sehat, harus ada petulangan rasa.

"...harus ditemukan sesuatu yang khas," papar Benny.

Pemegang master business administration (MBA) dari Boston Collage ini, bersama Arianti Darmawan, menjadikan yang pertama restoran Popeye di Indonesia. Cita rasanya dianggap mewakili petualangan dari makanan.

Masakan mereka memang sudah berkembang sejak 200 tahun silam. Dari New Orleans, dijuliki sebagai Queen of Mississippi yang merupakan masakan campuran Prancis, Spanyol, dan komunitas kulit hitam dari Afrika. Mereka bersama bahu- membahu membangun New Orleans lewat resep masakan khas itu.

Ditangan Benny, Popeye berkembang pesat sampai memiliki sepuluh cabang di Jabodetabek, dan satu lagi di Surabaya. Investasi satu restoran dia berkata Rp.500 juta sampai Rp.1 miliar. Untuk jumlah pengunjung lumayan dalam sehari ada 500 orang. Omzet sendiri setiap cabang punya nilai berbeda- beda tetapi itu lumayan.

Harga makanan tiap gerai antara Rp.3000 sampai Rp.16.000, tinggal dikalikan 500 saja per- hari. Meski kalau di luar Popeye setingkat dibawah KFC, kalau di Indonesia Benny harus mengejar ketinggalan soal branding. Memang nama Popeye belum akrab apalagi kalau bicara tentang fast food dan seafood jadi satu.

Harapan Benny adalah menciptakan brand awareness tersendiri. Jadi beda di mata masyarakat dibanding jika kita bicara fast food asal Amerika lainnya. Kiat sukses Benny adalah menciptakan inovasi menu dari setiap penyajian makanan. Menunya inovatif akan disesuaikan dengan citara rasa negara asalnya sendiri.

Jadilah seperti pakaian yang menyesuaikan keinginan masyarakat. Jadilah fashionable itulah istilah Benny gunakan. Kalau khas Indonesia, Popeye milik Benny akan menonjolkan seafood khas Indonesia. Sesuai dengan konsep Popeye sendiri kan. Akan ada bumbu cajun -bumbu khas Popeye- bercita rasa Indonesia nanti.

Tradisi Popeye berbeda dari fast food lainnya. Makanan dihidangkan berasal dari bahan segar, bumbu yang asli dan halal, dapat dipasatikan ciri khas campuran cita rasanya. Kelebihan Popeye adalah bumbu kuat yang pedas. Disusul dengan suasana jazzy khas anak muda maka Popeye patut diperhitungkan di bisnis ini.

Kamis, 16 Februari 2017

Tips Broker Waralaba Bisnis Kesempatan

Profil Pengusaha Sidik Rizal 


 
Pesatnya bisnis waralaba membuka prospek lain. Diantara geliat para pengusaha baru, bermunculan sosok yang berbisnis diluar dugaan. Orang banyak mengenal broker properti. Tetapi nama broker waralaba mulai naik ke permukaan. Segelintir orang sukses menapaki bisnis ini, justru menjadi peluang menggiurkan.

Mereka memasarkan berbagai skema bisnis. Dari waralaba sudah siap dijalankan, atau sekedar berupa satu business opportunity, salah satunya broker bernama Sidik Rizal. Ia sudah mulai berbisnis sejak 2008. Ia meloncat pekerjaan. Bermula desain grafis perusahaan periklanan, dia mendadak menawarkan waralaba.

Ia tidak suka menjadi karyawan. Mangkanya mau berbisnis tetapi apa, karena keahlian utama Sidik ialah membuat desain, termasuk membuat desain website inilah prospek. Dia ingat membuat banyak website buat klien pengusaha waralaba. Bahkan Sidik sendiri sempat ditawari menjadi mitra mereka juga.

Sejak itulah, ide cemerlang justru ketika dia mempromosikan ke orang lain. Gimana sih mempromosikan bisnis waralaba ke orang lain. Untuk itulah website dibuat Sidik. Agar mendapatkan lebih banyak jaringan waralaba. Dia tidak jarang turun gunung mencari klien ke Bekasi, Jawa Barat, mencari waralaba prospek.

Tidak jarang bisnis mereka bukan waralaba. Si pengusaha lantas diajak Sidik menjadi waralaba. Melalui skema ditawarkan Sidik diharapkan perubahan drastis. Sidik lantas memoles bisnisnya agar tampak lebih menarik di mata klien.

Broker penting


Banyak hal dilakukan agar menaikan citra klien. Salah satunya, yakni mengembangkan standar oprasional dari usaha dijalankan. Bagaimana mengubah manajemen usaha. Fungsi utama broker menurut Sidik ialah ia termasuk membantu menyediakan karyawan berkualitas.

Ia juga memberikan konsep desain interior buat calon klien.

Tips buat kamu calon broker waralaba pemula: Gunakan berbagai media pemasaran tidak cuma elektronik, juga lewat media internet juga cetak. Butuh waktu satu bulan sampai tujug bulan, buat kamu merubah satu bisnis biasa menjadi bisnis waralaba.

Upah bisnis broker waralaba memang bervariasi. Tergantung konsep diminta pelanggan nanti, buat bisnis waralaba berupa booth, maka Sidik memasang tarif Rp.5 juta- Rp.15 jutaan. Waralaba kelas pertengahan bisa mencapai puluhan juta loh. Dan jika pewaralaba sekelas restoran bisa dihargai sampai ratusana juta.

"Kelas restoran... biaya paling mahal sampai Rp.500 juta per- paket," ujarnya.

Setiap investor bergabung menjadi klien Sidik. Lanjutnya, ia akan mendapatkan komisi 5%- 10% paket investasi. Klien pertama Sidik adalah Pecel Lele Lela, dari sana, dia semakin akrab akan bisnis bermodel waralaba ini. Hasilnya omzet dikantongi Sidik setiap bulan mencapai Rp.100 juta.

Mau contoh broker waralaba lainnya. Sebut saja Mulyadi Handojo, Komisaris PT. Mahir Food asal Kota Jakarta, dimana meskipun baru sudah punya banyak klien. Ia menggaet PT. Best Waralaba, broker waralaba lainnya untuk meningkatkan performa.

Klien mereka seperti Jupe Fried Chicken, Rocket Fried Chicken, dan Tokyo Bento. Klien Mahir Food bisa dibilang kelas artis. Nama besar komisaris sendiri agaknya menaikan potensi. Selain itu polesan bisnis mereka juga sangat profesional, bahkan mereka menawarkan dibuatkan bisnis sendiri ke artis.

Kesepatakan penanaman modal serta penggunaan nama. Brand akan dibentuk lewat nama si artis sendiri agar menaikan pamor. Sudah dibuatkan usaha waralaba, juga dibuatkan PT atau CV dibawah nama mereka sendiri. Ambil contoh artis sekaligus presenter Chantal Della Concetta dimana membuka bisnis steak.

Kamis, 01 Desember 2016

Ikut Waralaba Waka Waka Gaji Diatas UMR

Profil Pengusaha Chaprina Kurniati Utami Dewi


 
Manisnya sukses membawa gadis muda ini berbisnis. Mencari kemandirian, gadis cantik bernama Chacha atau lengkapnya Chaprina Kurniati Utami Dewi, mencoba peruntungan lewat martabak mini Afrika Waka- Waka. Waralaba asal Jakarta tersebut dibawanya ke Solo, Jawa Tengah.

Panganan dengan aneka toping yang nikmat. Cuma berjualan dengan booth kecilnya di depan TK Kristen Manahan Solo, gadis berhijab ini mengaku untung. Dia menghabiskan 3kg adonan dan menghasilkan uang Rp.3 juta per- bulan.

Dia berhenti jadi pegawai. Fokus mengerjakan waralaba yang dia ikuti. Modal awal dia keluarkan yakni Rp. 7.500.000. Untung menggelontor melalui marketing sederhana. Cukup BBM dan brosur sudahlah cukup menjadikan dia untung. Gajinya menjadi wirausaha bahkan lebih besar dibanding cuma pegawai.

Lebih puas pula dibanding kerja bareng orang. Kenapa memilih martabak mini? Alasanya karena dia liat belum ada pelopor bisnis martabak mini. Kemudian karena produk Waka- Waka tebal kulitnya tidak tipis. Topping juga bukan sembarang tetapi sudah direncanakan matang.

Orang tinggal pilih topping sesuai selera. Banyak pilihan rasa mulai toblereno, nutella, ovomaltine, kitkat, dan banyak lagi. Kemudian aneka taburan lebih dari 30 jenis, dari kacang, coklat tabur, blueberry chip, dan lainnya.

Harga Rp.15.000 per- boks isi 4 spesial, satunya Rp.4000 -an. Untuk biasa Rp.10.000 isinya 4 juga, kalau beli satuan Rp.3000. Daerah Solo minimal beli 3 boks bisa delivery order. Kemudian dia juga siap buat pemesanan 30 boks. Kalau mau order banyak maka dua hari sebelumnya sudah pesan.

Harga mahal tentu ada komplain. Pelanggan ada pernah komplain soal harga. Namun ketika sudah rasakan kelezatan Martabak Waka- Waka langsung nagih. Repeat order mau beli lagi meski harganya mahal. Tapi sesuai kok, meski ukuran kecil, tetapi tebal dan topping nya total.

Banyak yang ketagihan. "Banyak repeat order," Chacha senang. Sehari dia menghasilkan 30- 50 boks. Yang mana adonan 3kg dimana 1kg menghasilkan 100 martabak. Optimis dalam sebulan dia akan balik modal. Untuk daerah Solo mau ikutan waralaba, bisa hubungi dia, karena akan ada trainning nya loh.

Untuk kedepan mau buka booth lagi. Di depan Lippo yang ramai banyak orang lewat. Buat membuka booth baru dia cukup bayar retribus pemerintah. Ditambah mengajukan ijin buat pedangan sekitaran sana. Dia mau menyasar malam hari karena dirasa paling ramai.

Mau Jualan Martabak Mini Waka Waka Prospeknya

Profil Pengusaha Sukses Cintra


 
Ia berkisah semua berawal Piala Dunia 2010 silam. Cintra, 42 tahun, dan suami, Suhendra, 26 tahun mulai membuat aneka martabak mini. Bisnis berdasarkan racikan bumbu Cintra. Khas itulah membedakan hasil karyanya dibanding buatan sendiri.

Dia juga tidak segan memberi lebih. Topping nya banyak tidak tanggung. Mulai berbisnis dia langsung bisa menghasilkan. Lalu langsung, Cintra dan suami langsung membuka prospek waralaba. Walaupun terbilang baru bisnis mereka melesat.

Kurang lebih mereka memiliki 800 mitra. Produk dia tidak cuma makanan tapi minuman. Omzetnya capai Rp.100 juta per- bulan jika ramai. Standar hasilnya antara Rp.20- 50 juta. Tetapi tidak semua mitra aktif menjalankan. Tidak sedikit dua kali order tidak ada kabarnya.

Untuk bisnis ini 50% mitra waralaba aktif. Tenang mereka tidak menarik royalti kok. Untung didapatkan mereka dari pembelian brand dan kios. Kemudian dapat dari pembelian bumbu racik oleh kita. Bumbunya martabak Rp.20 ribu, minuman racik dan botol milkshake beserta cool station adalah Rp.3.500.

Spesial bisnis Cintra adalah racikan green tea bernama Green Canyon. Dimana disediakan Rp.5 ribu per- bungkusnya. Dia mempertimbangkan sistem royalti karena saking banyaknya mitra tidak komitmen. Dia berpikir pakai royalti ada untungnya. Bagi brandnya bisa tumbuh pesat dibanding cuma waralaba begitu.

"Kita liat bagaimana kalau pake royalti, berjalan baik atau tidak," tuturnya. Kemudian dia siapkan skema model restoran dan kafe bernilai Rp.160 juta- 200 juta. Cukup bayar segitu dan semuanya akan disediakan pihak mereka.

Website:  www.franchisewakawaka.com

Kamis, 17 November 2016

Susahnya Menjadi Pengusaha Kentang Goreng

Profil Pengusaha Robby Widjaya 



Pepatah mengatakan kegagalan awal kesuksesan. Inilah kisah Robby Widjaya. Pengusaha sukses yang satu ini begitu sangat bersemangat. Padahal sekitar lima tahunan lalu, dia sudah hidup nyaman menjadi salah satu pemasok aneka perlengkapan farmasi. Sampai nekad membuka usaha bersama empat kawannya.

Dia bersama kawan pengen membuka usaha gampang. Bikinnya mudah dibanding bisnis lain. Lalu mereka menemukan bisnis kentang goreng. Untuk membuat berbeda tidak memakai saus sambal. Ia memilih buat meracik bumbu sendiri ditambah mayonais, mak nyus.

Aneka rasan toping mengejutkan. Ayah seorang anak yang idenya dadakan. Tetapi ternyata hasilnya cukup menggiurkan. Pada 8 Desember 2005, resmi lah nama bisnis mereka, yaitu K- Patats menjadi merek dagang mereka. Adapun abjad K pada namanya berarti kepanjangan "King" atau raja.

Bisnis tidak gampang


Sementara Patat merupakan bahasa Belanda -bukan berarti jorok loh. Artinya tidak lain yah kentang, atau jika digabungkan maka namanya Raja Kentang. Ia ingin menciptakan sesuatu yang baru dalam tren bisnis kentang goreng kita.

Bisnis ternyata tidak semudah diucapkan. Awal dia bermimpi bisnis miliknya akan menjadi raja. Lalu dia malah mengalami kerugian. Tiga bulan pertama omzet penjualan dibawah Rp.100 ribu. Satu gerai miliknya sepi pembeli. Gerai di Pasar Atum tersebut ternyata dibiyaai patungan, bahkan sampai nilai puluhan juta.

Masa sulit membutuhkan komitmen bersama. Semangat teman Robby ternyata tidak sehabat itu. Bentuk komitmen tidak mampu membendung rasa putus asa. Bisnis mereka dianggap tidak prospektif. Sementara Robby masih ingin melanjutkan K- Patats. Beberapa masih bertahan bersama Robby memilih tetap jalan.

Bendera bisnis mereka harus tetap jalan. Aneka promosi makin gencar dilakukan. Sekitar gerai mereka mulai mempromosikan manfaat kentang. Mengenyangkan tidak menggemukan. Bulan empat bisnis milik mereka mulai naik cepat. Pertumbuhan bahkan mencapai tidak cuma puluhan tetapi ratusan persen.

Komitmen menurut Robby merupakan kunci. Komitmen bisni seseorang akan bisnisnya berbeda. Makin kamu berkomitmen maka akan ada jalan. Inilah perbedaan antara orang berwirausaha mengikuti trend dan mereka yang berhasrat menjadi wirausaha sebenarnya.

Hasilnya dapat dilihat, ketika pertengahan 2006 -an, dia mengingat orang mengantri baik remaja ataupun dewasa buat membeli kentang goreng saja. Anak- anak juga suka kentang goreng mereka. Bahkan antrean satu orang bisa menunggu sampai dua jam. Pelanggan mencapai 80 orang mengular menunggu pesanan mereka.

Sukses bisnis Patats tidak membuat puas. Mereka lantas menerapkan sistem inden. Maksudnya orang bisa memesan, dibayar dimuka, kemudian bisa ditinggal buat belanja dulu. Untuk mengakali mereka lantas memugar agar tempat menjadi lebih luas.

Peralatan diperbanyak untuk menangani pembeli membludak. Lebih cepat memasak tetapi tidak merusak kualitas rasa. Ia juga menambah jumlah pegawai mereka. Setelah masuk September, mereka lantas mulai menawarkan sistem franchise, dimana mereka menemukan mitra pertama yang mau mendukung dua gerai.

Dua gerai di Tanjung Delta Plaza dan Royal Plaza, dibuka bersamaan. Gerai mereka bahkan sampai ke kota lainnya, seperti Surabaya, Jakarta, Bandung, Solo, Malang, dan Semarang. Di luar Jawa ada di Manado dan Makassar sampai ke Jayapura, bisnis kentang aneka saus miliknya makin mantap.

Bahkan sampai di Tanjung Selor, yang pengiriman bahannya sulit, dia tetap menerima tantangan tersebut karena komitmen. Membesarkan bisnis sudah pernah dirasakan sulit. Banyak tantangan ditanggapi penuh kepercayaan diri. Penyemangat utamanya adalah komitmen berbisnis agar sukses besar.

Dua tahun sudah bisnsi Robby eksis. Karena daerah pengiriman ada yang sulit. Harga Patats pun melonjak sampai dua kali. Namun justru karena medannya sulit, maka tidak ada perasaingan berarti di sana. Langkah selanjutnya dia ingin membuka bisnis sampai Malaysia dan Singapura juga.