9 Pengusaha Muda Terbaik Indonesia Mendunia

8. Malariantikan Yulianggi Umur 19 tahun Company: Shoyu Pia Cake Ketika ia tengah mencari produk tentang produk lokal. Dia menemukan singkong di anak tirikan. Tapi satu kenyataan, Malarianti menemukan bahwa masih ada beberapa orang menikmatinya. Tapi tidak semua orang menyenanginya. Jadi dia mulai membuat produk modern Shoyu Pia Cake. Dari cuma punya enam pegawai di awal, sekarang, dia bisa memiliki lebih dan lebih banyak lagi pelanggan.

Biografi Mualaf Cantik Pengusaha Batik Trusmi

"Semua pengusaha punya jatah gagal," optimisnya.

20 Wirausaha Muda Mandiri 2015

Untuk kategori industri, perdagangan dan jasa 1. Juara 1: Gita Adinda Nasution (Kolagit -obat diabetes dan komplikasinya) 2. Juara 2: M Zulqarnain A R (Iwearzule -custom clothing) Untuk kategori boga 1. Juara 1: Filsa Budi Ambia (Peyek Kepiting -jajanan peyek daging kepiting) 2. Juara 2: Martalinda Basuki (UD Klasik -minuman coklat murni)

Profil Dea Valencia Pengusaha Batik Kultur

"Desainernya saya sendiri padahal nggak bisa gambar. Imajinasi. Saya ada satu orang yang diandalkan, kerja sama dengan saya. Apa yang ada di otak saya transfer ke dia untuk dijadikan gambar," kata Dea.

17 Pengusaha Muda Indonesia Masuk Forbes

Retail and Ecommerce 1. Carline Darjanto, 28 tahun, Entrepreneur 2. Merrie Elizabeth, 28 tahun, CEO dan Creative Director Blobar Salon 3. Yasa Paramita Singgih, 20 tahun, Pendiri dan President Men's Republic 4. Ferry Unardi, 28 tahun, salah satu pendiri dan CEO Traveloka

Tampilkan postingan dengan label Pengusaha Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengusaha Indonesia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Juni 2019

Guru Sambilan Wirausaha Daur Ulang Drum

Profil Pengusaha Galuh Rahma Wati



Siapa sangka usaha tersebut menghasilkan keuntungan tinggi. Guru sambil wirausaha yang mampu meraup omzet puluhan juta. Galuh Rahma Wati, guru bimbel yang kreatif mengaplikasikan ilmunya dalam pendidikan. Bukan hanya mengajar kesenian, tapi Galuh membuat kerajinan dan menjualnya.

Usaha daur ulang drum bekas membutuhkan kreatifitas. Ia bahkan menggabungkan antara arsitektur dan barang bekas. Ambil contohnya ia menggabungkan kayu dan drum. Omzet yang dihasilkan dari usaha ini mencapai Rp.20 juta rupiah.

Galuh sebetulnya mengerjakan ini sekedar iseng semata. Hanya sekedar sambilannya sembari aktif mengajar bimbel. Pertama kali ia ingin membuat tempat makan yang instagramabel. Dia lalu mulai membuat kursi dari drum ini. Jujur awalnya dia membuat untuk kebutuhan pribadi saja.

Wirausaha Bangku dari Drum


Semula dia melihat kok lucu ya membuat meja seperti itu. Dia pun mencoba kreasi sendiri pada 2016 silam. Bermula dari satu kursi drum itu kemudian menjadi banyak variasi. "Habis itu, nyoba ah, buat sendiri dulu di rumah," tuturnya.

Pengusaha ini tak menyangka hasilnya sungguh mengejutkan. Guru sambilan wirausaha kenapa tidak mungkin. Kursi tersebut lantas dipakai untuk tempat bimbel miliknya. Dia lalu membuat kursi yang bergambar tokoh superhero. Itu sejalan dengan usaha bimbelnya yang berisi anak- anak kecil.

Salah satu anak didiknya kemudian tertarik memiliki. "Ya sudah saya bikin," terusnya. Dia kemudian membuat aneka tokoh lain. Galuh juga membuat aneka warna untuk menarik perhatian. Hasilnya aneka bangku dari daur ulang drum. Ia kemudian mempostikan itu ke sosmed dan coba untuk dijual.

Awalnya dia membuat aneka produk berbahan drum bekas. Tetapi karena jumlah pemesanan banyak maka menyusahkan dia. Pesananan membeludak sehingga suplier offline tidak sanggup. Galuh pun menyisiati dengan memesan dari online.

Ia menambahkan lagi bahan baku dari offline kurang baik. Namanya juga usaha berbahan baku drum bekas. Terkadang Galuh menemukan bahan baku yang tidak sesuai standar.

"Namanya kaleng bekas tidak 100% mulus ya, ada penyok- penyok sedikit, terkadang ada pembeli yang perfeksionis komplain," terang pengusaha ini.

Dia melanjutkan modal daur ulang drum ini tidak besar. Agar ia mudah mendapatkan bahan baku, dirinya tak segan untuk membayar uang muka. Tentu Galuh tidak memesan dari satu orang saja, melainkan beberapa orang dengan waktu tempo panjang.

Pembuatan Bangku Drum


Ia menggunakan uang secermat mungkin. Sisa uang DP itu diputarkan untuk membeli bahan lain. Galuh bekerja sama dengan pemilik toko besi. Karena memang dia masih tetanggaan, maka Galuh mendapatkan bahan dengan bayar ditempo, ini akan mempermudah jika barang belum laku dijual.

Proses produksi diceritakannya butuh waktu tiga hari. Prosesi produksi diawali dari pembersihan, cat pelapis anti karat, pewarnaan dan mencetak gambar. Kalau sudah jadi maka ia tinggal menambah alas duduk.

Galuh lantas menjelaskan detil mengenai pembuatan bangku. Ia mengaku tidak membutuhkan modal besar. Pemesanan desain bangku atau sofa itu tergantung permintaan. Dia melanjutkan, tantangan produksinya ialah cuaca yang menganggu. Ini nantinya berkaitan dengan pengeringan cat setelah finishing.

Selain membuat bangkut tunggal atau satu orang, Galuh juga mengembangkan jenis bangku lain yakni dua orang, tiga orang atau lebih. Jenis sofa ini memiliki waktu pembuatan yang lebih lama. Pasalnya mereka harus lakukan pemotongan, pengelasan, pendempulan, dan pengecatan.

Proses pengerjaan bisa sampai 5- 7 hari semenjak pemesanan. Jujur tidak mudah bagi Galuh untuk memasarkan usahanya. Awal dia hanya mampu mengerjakan sedikit dan menjual 4 bangku. Dalam sebulan dia pernah cuma mengantongi omzet Rp.500 ribu.

Bertahap usahanya itu berkembang melalui pemasaran yang agresif. Melalui penjualan online mampu berkembang hingga omzet Rp.20 juta. Ia menggunakan dua media pemasaran yakni Intagram dan Tokopedia. Akun instagramnya bernama @galuh.creatives, dan akun Tokopedia Mbak Galuh Kursi Drum.

Harga produk yang ditawarkan pun bervariasi sesuai tingkat kesulitan. Ia menjual dari harga Rp.109 ribu untuk paling kecil, dan paling besar Rp.2,5 juta per- item. Dalam sebulan sekarang Galuh bisa menjual 50 sampai 100 item sebulan.

"Dulu Rp.500 ribu sebulan, sekarang stabil di angka Rp.20 jutaan," pengusaha ini menceritakan.

Ia sendiri mengatakan tak banyak kesulitan dalam pembuatan. Galuh berperinsip bisnisnya berjalan baik karena passion. Semua itu berawal dari hobi atau passion, dan karena itulah dia merasa senang mengerjakan. Hasilnya baik mendapat keuntungan tetapi dia juga mendapat kesenangan.

Sumber: Detik.com

Sabtu, 08 Juni 2019

Tampang Boyolali Pilpres Pengusaha Muda Sukses

Profil Pengusaha Julius Kirana


pengusaha tampang boyolali
 
Tampang Boyolali Pilpres dijadikan pengusaha muda kesempatan. Sebagai warga Boyolali, Julius Kirana menanggapi berbeda. Ia memilih membuat itu menjadi trobosan bisnis. Julius Kirana bukan orang baru di dunia wirausaha. Pengusaha muda yang dikenal berbisnis cetak digital, Cipta Warna Digital Printing

Dia menanggapi pristiwa yang sempat viral tersebut santai. Julius malah membuat kaos dengan tag line "Tampang Boyolali". Dengan ilustrasi yang berpesan positif bagi kita semua. Pembeli pun tidak hanya warga Boyolali. Melalui Instagram kaosnya menjadi viral dan mendapatkan banyak pesanan.

Kekecewaan warga Boyolali terasa betul olehnya. Ia menangkap itu bisa menjadi peluang bisnis unik. Kaos buatannya yang menunjukan bahwa Boyolali itu indah. Julius juga menujukan ilustrasi bahwa "Tampang Boyolali" keren, cukup untuk masuk hotel. Respon masyarakat akan kaosnya itu sendiri positif.

Bisnis Beresiko


Bukan tanpa resiko Julius membuat produknya tersebut. Bayangkan dibawa- bawa ranah politik akan menghantui. Namun ia menyiasatinya dengan bijak dalam mendesain. Kaosnya "Tampang Boyolali" tidak mengandung unsur politik. Semuanya dibuat sewajarnya, tujuannya untuk menujukan kelebihan orang Boyolali.

"Emang kudu harus membaca pasar," ujar pengusaha muda ini.

Dia menjual kaosnya di Instagram berakun @ciptawarnadigitalprinting. Julius menujukan tiga desain yang dibuatnya. Tidak ada kata- kata atau ilustrai profokatif dalam kaosnya. Satu desainya berisi gambar ikonik kota Boyolal, yaitu Sapi Ndekem, Monumen Susu Murni dan Tumpeng Merapi jadi satu.

Kaos berikutnya bergambar pria tampan dengan brewok. Dibawahnya ada tulisan tampang Boyolali sebagai petunjuk. Ini dimaksudkan untuk menunjukan bahwa orang Boyolali keren. Satunya lagi tidak bergambar hanya sekedar hastag.

Ia menjual kaosnya cepat- cepat keburu hilang momentum. Alhasil Cipa Warna jadi kwalahan untuk memenuhi pesanan. Sampai bahan kaosnya saja habis tidak bersisa stok. Tidak kurang empat lusin dipesan satu orang. Belum lagi yang menunggu antrian untuk dibuatkan, masih berlusin- lusin siap diantarkan.

Harga kaosnya dibuat antara kisaran Rp.90.000- 100.000. Kalau orang mau pesanan khusus bisa ia lakukan. Tetapi harganya menjadi lebih mahal karena makin rumit. Ukuran kaosnya dari XS- XXL cocok untuk pria dan wanita.

Senin, 03 Juni 2019

Pemilik Haluu Instagram Pengusaha Dio Santoso

Profil Pengusaha Dio Santoso


siapa pemilik haluu world
 
Siapa pemilik Haluu Instagram yang sedang ngehits. Nama Instagram dan Haluu seolah menjadi satu kesatuan. Usaha ini dirintis oleh perusahaan bernama PT. Dreamscape Indonesia. Apa sih konsep dari bisnis Haluu World ini, adalah sebuah eksibisi yang Intagrammable buat anak muda, untuk berselfi- selfi ria.

Mereka menawarkan spot kece untuk dijadikan penghias timeline. Salah satu pendirinya Dio Santoso bukanlah orang baru dalam entrepreneurship. Pengusaha muda ini mengaku tengah menyiapkan konsep baru. Ia bersama tim nya tengan mengembangkan Baluu by Haluu, sebuah instalasi bertema balon.

Konsep ini dianggapa akan menggugah jiwa anak- anak kita. Alhasil keceriaan yang dibawah oleh Haluu World semakin terasa. Menurut pengusaha Dio Santoso, co- founder Haluu World, menyebut konsep balon merupakan wujud. Bahwa setiap orang ingin bahagia, seperti anak kecil yang menerima balon.

Mereka juga akan menawarkan konsep foto- foto lucu. Itu akan mengajak pengunjung eksibisi untuk merasa bernostalgia. Jika kamu belum tau apa itu Haluu World, itu adalah wahana rekseasi kreatif yang menyasar pengguna sosmed. Berapa harta tiket Haluu World yaitu 100 ribu hari biasa, dan 150 weekend.

Pengalaman Entrepreneurship Haluu


Dio Santoso bukan lah orang baru dalam dunia entrepreneurship. Ia dikenal lewat bisnis keteringnya yang terkenal. Bisnisnya menitik beratkan pada gaya hidup sehat anak muda. Semua itu berdasarkan pengalaman pribadi Dio sendiri. Ia pernah menurunkan berat badan setenganya 132 kg, dan bertekat berbagi.

Menjadi pengusaha muda mengajak orang hidup sehat. "Sejak remaja saya cenderung untuk gemuk, titik terparahnya ketika masa akhir kuliah, bobot saya pernah mencapai satu kuintal," terangnya.

Walaupun dia sudah olah raga keras, malah hanya rasa lelah, hilang fokus, walau berat turun. Itu ternyata karena faktor makanan. Dio sendiri tidak memilih diet ketat mengurami makan. Pengalaman ibu yang sakit tifus karena diet menghantui. Alhasil berat badannya berhenti turun dan lebih gampang naik.

Berkat browsing internet ditambah bertanya ke dokter. Dio menemukan pola makannya salah, dan tidak sehat. Menurutnya turun berat badan harus seimbang hidup sehat, diet, dan olah raga. Paling berat ialah mengatur pola makan sehat. Kalau sekedar diet menghilangkan jenis makanan saja tidak cukup.

Maka sehat ditambah pola olah raga yang teratur. Bertahap itu mampu membuatnya lebih baik dan segar. Hasilnya positif pada perubahan tubuhnya yang bertahap. Hasilnya menakjubkan bertahap tetapi konsisten. Dari orang tua, teman, dan orang- orang penasaran caranya menurunkan berat badan.

"Saya jawab apa adanya, merubah pola makan menjadi lebih sehat," ujarnya, yang kemudian diminta menyebutkan resepnya.

Banyak orang mengira bahwa itu karena obat atau susu diet. Padahal ia makan seperti manusia normal tetapi lebih sehat. Inilah yang mendorongnya membuka usaha katering sehat. Orang terdekat mendorongnya menjadi pengusaha muda. Tetapi ia tidak berani sendiri, maka diajak dua orang temannya.

Pengusaha Muda Mandiri


Ia lantas mengajak berbisnis Kevin Pudjiadi dan Andre Tanuwijaya. Keduanya juga pernah mendapat bimbinga Dio. Ketiganya sepakat bertiga untuk berbisnis katering sehat. Brand Leafwell didirikan dengan marketing tester. Usahanya dimulai 2014 dengan masalah utama mengedukasi apa makanan sehat.

Orang masih beranggapan sehat berarti daun- daunan. Tetapi orang juga banyak antipati karena selera rasa. Inilah yang dikembangkan LeafWell yang fokus pada rasa. Jangan biarkan orang yang mau sehat makan- makanan hambar. LeafWell sendiri merujuk pada "Live Well", yang berarti hidup lebih baik.

Untuk yang pertama mereka menarget pegawai kantoran. Mereka dianggap tidak memiliki waktu dan cukup ruang. Alhasil para pegawai terkadang makan seadanya karena rutinitas. LeafWell mulai marketing menggunakan sosmed. Banyak iklan online mereka gagal, tapi tidak seditik yang mulai coba- coba.

Proses edukasi dilakukan terus sampai dipercaya. Kebanyakan orang belum yakin akan keberhasilan cara ini. Mindset untuk cepat kurus masih banyak tertanam di benaknya. Mereka menerapkan sistem berlangganan mingguan. Dua paket mingguanya bahkan menyangkut satu minggu penuh, diluar jam kerja.

Proses pemasakan, pengemasan, dan delivery dilakukan sendiri. Mereka sendirian megirim ke rumah pelanggan. "Demi efisiensi dan juga menjaga kualitas makanan. Mau panas, hujan, atau banjir, kami tetap jalan," ujarnya. Awal- awal mereka berbisnis sendiri, dan semua dilakukan mereka bertiga tanpa pegawai.

Mereka menerapkan 2000 kalori untuk sarapan penuh. Setiap hidangan mengandung 450- 650 kalori, dan paket makanan sudah disesuaikan riwayat kesehatan. Untuk meningkatkan kualitas maka mereka mengangkat tim dapur. Mereka merancang makanan yang disiapkan khusus, porsi kecil tetapi tekstur lembut.

Pokoknya Leafwell profesional mendukung penurunan berat badan. Dio meyakinkan berat badan bisa turun 1- 3 kg per- minggu. Di awal 2016, Dio menjadikan LifeWell sebagai perusahaan perseroan terbatas (PT), dan mulai mempekerjakan chef sehat. Mereka menawarkan makanan sehat tetapi harga rasional.

Sebagai pengusaha muda mandiri selalu berinovasi terus. Salah satunya LifeWell meluncurkan gerai fisik bernama BerryWell dan FeedWell. Mereka lalu menjual aneka makanan dan minuman sehat di Jakarta. Mereka dengan satu wadah bisnis yang sama, kemudian meluncurkan bisnis tempat foto ngehits.

Inilah pemilik Haluu Intagram pengusaha Dio Santoso. Dengan bisnisnya menawarkan konsep hidup sehat dan gembira. Baik LifeWell atau Haluu World menawarkan bisnis tidak biasa. Ke depan ia juga mengembangkan usaha co- working space, yang berkonsep kolaborasi meyuguhkan makanan dan minuman.

Bisnis co- working space ini akan diberinya nama Collabspace. Targetnya perusahaan yang butuh menerapkan prinsip milenial. Konsep co- working space sudah sangat dikenal untuk meningkatkan produktifitas. "Seluruh unit usaha kami dirancang sebagai penyeimbang hidup di era moden yang sibuk".

Minggu, 02 Juni 2019

Berwirausaha Travel Inovasi Hadi Kurniawan

Profil Pengusaha Hadi Kurniawan


pengusaha muda travel
 
Untuk berwirausaha travel dibutuhkan inovasi berkelanjutan. Menguasai bisnis traveling sudah tidak hanya sebatas manusia. Memberangkatkan manusia sudah bukan fokus pengusaha Hadi Kurniawan. Pemuda yang merupakan CEO perusahaanya sendiri, CV. Konsep Global Media, kini menawarkan perjalanan interaktif.

Ia tidak sekedar mengajak kita traveling. Tetapi juga mengajak kita mengenali kebudayaan. KONSEP mencoba menawarkan wisata kebudayaan. Hadi sendiri termasuk penikmat seni, sekaligus suka untuk bertraveling nyentrik. Dibanding hanya sekedar jalan- jalan belanja, KONSEP mencoba menawarkan pengalaman.

Perusahaan KONSEP menawarkan pengalaman tersendiri. Tujuan wisata yang belum pernah kita jelajahi sebelumnya. Maka jangan bayangkan perjalanan wisata sekedarnya di sini. Dia juga aktif mengajak anak muda yang tertarik di kesenian. Menurutnya menunjuka budaya lebih dari sekedar traveling.

Wirausaha Travel Harus Berbeda

Bagi kamu yang berminat berwirausaha travel perhatikan. Pengusaha muda ini memberikan beberapa tips yang dibutuhkan. Pertama ialah harus memilik passion dahulu dengan traveling. Bukan sekedar jalan- jalan tetapi menikmati alam dan budaya. Alhasil kamu akan menguasai spot- spot mana yang unggulan.

Kita tidak sekedar menawarkan perjalanan ke sebuah negara. Tetapi apa saja yang dimiliki negara tersebut. Contohnya pengalaman membuat batik dibanding membelinya. Hadi sendiri tidak juga cuek akan harga paketnya. Dibituhkan perhitungan juga perhitungan yang mata, mulai dari biaya layanan dan fasilitas.

Harga semakin mahal jika jarak jauh dibanding yang dekat. Itu prinsip kedua yang anda harus ketahui sekarang. Ketiganya ialah anda harus mengetahui perihal kebudayaan. Ini nilai tambah yang kamu bisa miliki. Pengusaha muda menurutnya adalah sosok yang penuh inovasi. Hadi bahkan menyiapkan aplikasi khusus.

Dalam sekali event diselenggarakan KONSEP memiliki bebeapa hal. Seperti petunjukan tari- tari daerah yang menarik. Ia mencari mana spot- spot yang interaktif dengan pengunjung. Bayangkan dia mampu menyelenggarakan event 100 talent. Sekali event KONSEP mampu menggaet 300- 400 wisatawan.

Sebagai pengusaha muda travel tentu tidak mudah. Memegang ratusan orang membutuhkan banyak kerja tim. Namun apabila telah selesai menimbulkan perasaan luar biasa. Wirausaha tidak sekedar mencari keuntungan semata. Dari bisnisnya ini Hadi Kurniawan mampu menghasilkan jutaan rupiah perbulan.

Perjalanan bisnis Hadi dimulai ketika masih berkuliah. Bermula dari pekerjaan meramaikan acara di sebuah hotel bintang lima. Ia mulai mengemas usahanya seolah seperti EO. Menggabungkan antara travel dan Event Organizer adalah baru. Hadi mengatasi pekerjaan tersebut dengan cerdik melalui koneksi.

Dia mengajak beberapa temannya yang jago kesenian. Utamanya mereka yang memiliki kecakapan di tari tradisional. Untuk menggaet banyak pengunjung dibutuhkan strategi marketing. Awalnya Hadi hanya menawarkan konsep door to door. Dengan dukungan tari tradisional acara tersebut akhirnya berhasil.

Sukses Muda Wirausaha  Travel


Hadi tidak gengsi untuk membagikan bisnis ke setiap rumah. Hasilnya dapat dilihat event pertamanya mendulang sukses. Inilah cikal bakal bisnis dan brand KONSEP ke depannya. Pertama yang kamu perlu ketahui sebagai wirausaha travel. Janganlah mencari keuntungan dulu, tatpi eksplor kebutuhan traveler masa depan.

Ia mampu melihat kelebihan yang tidak dimiliki travel lain. Tidak hanya menggaet tim kerja yang paham traveling. Mereka juga lulusan atau pecinta seni dan budaya. Modal awal bisnis travel Hadi adalah 11 juta. Itu digunakan untuk mengurusi administrasi, kerja sama dengan hotel, tiket pesawat dan kendaraan.

Pengusaha muda ini percaya diri mengedepankan seni dan budaya. Tidak hanya sebatas keindahan alam yang dituju. Prinsip bisnis travel miliknya adalah "Tour & Education". Dengan kemajuan jaman ia juga berinovasi. Dia lalu meluncurkan Le Pad, konsep barang bawaan yang mudah dibawa karena dilipat.

Membangun bisnis berkonsep seni pariwisata butuh pengetahuan. Bukan sekedar passion untuk pergi traveling. Mencari tim kerja yang memiliki pemikiran sama tidak mudah. Sekalinya menerima orang baru, malah tidak pernah traveling sama sekali. Hasilnya tim kerja yang dibentuk tidak memiliki semangat.

Inilah tips sukses wirausaha travel yang perlu kamu tau. Utamakan mereka yang suka berwisata kalau bisa yang terbiasa ke tempat ekstrim. Ini menurutnya lebih berat dibanding pengalaman kerja. Karena itu akan mempengaruhi solidnya sebuah tim. Mereka sebagai tim harus menjalankan setiap visi dan misi.

Apa visi dan misi perusahaan miliknya tersebut. Singkatnya terdapat pada slogan perusahaan, yakni "sesudah pulang, pergi lagi". KONSEP menawarkan pengalaman yang menyenangkan. Bahkan akan membuat kita berulang- ulang traveling.

"Kami tidak hanya mengutamakan profit saja, tetapi memberikan dampak luas kepada masyarakat luas," ujar pengusah muda ini.

Berbisnis merupakan mencari solusi akan permasalahan. Tidak hanya sekedar mengunjungi destinasi baru. Selain untuk menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Kita harus berani untuk berinisiatif memajukan daerah itu. Galilah kelebihan sebuah destinasi wisata, dan mulai beri nilai tambah pada tempat itu.

Tips wirausahawan muda yang ingin merintis. Terutama mereka yang masih berkuliah, Hadi memberi saran menyelesaikan pendidikan dahulu. Pengusaha sukses tanpa berkuliah belum budaya Indonesia. Itu pilihan sulit kuliah atau menjawab telephon costumer. Tetapi kamu pasti bisa untuk mengatasinya sendiri.

Selasa, 21 Mei 2019

Biografi Saptuari Kedai Digital Jogja BisnisWaralaba

Profil Pengusaha Saptuari Sigiharto


pengusaha saptuari

Sedikit biografi Saptuari Sigiharto, pemilik bisnis Kedai Digital Jogja, yang tak menyangka kalau usahnya sukses. Menjadi pengusaha tahan banting berbuah manis bisnisnya melejit. Dia adalah sosok pengusaha muda asal kota Yogyakarta. Kiprahnya sebagai pengusaha telah diakui sebagai runner- up wirausahawan mandiri 2007.

Dia melalui bisnis kedai digital berhasil menjadi waralaba populer. Konsepnya mudah, Kedai Digital, nama perusahaanya, menjual berbagai hasil digital berbentuk aksesoris. Dia merupakan tipe pekerja keras, ulet, dan tahan banting. Terbukti dari sekian bisnisnya, dia tetap fokus meski gagal itu sering terjadi.

Dalam biografi Saptuari, menjelaskan agresip bisnisnya dimulai sejak berkuliah di UGM, berbisnis untuk membiayai kuliah. Berbagai usaha dan pekerjaan pernah dilakukanya. Semua itu hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari. Dari bekerja di perusahaan rokok, event organizer, radio swasta, hingga perusahaan komunikasi.

Siapa Saptuari Pengusaha Kedai Digital


Ia lalu banting stir membuat usahanya sendiri. Menjadi pengusaha, Saptuari menjelankan bisnis ayam kampung dan stiker, nah, yang terakhir lah yang membawanya sukses. Alasan gagal bisnis ayam karena keuntungan yang tak sejalan dengan modal dikeluarkannya. Setiap kegagal menjadi motivasi bagi Saptuari, membuatnya semakin ngotot bekerja.
 
Suatu hari, Saptuari menumakan ide bisnis baru, ketika itu melihat ibu- ibu berebut marchandise bergambar.  Apa itu? Ya bisnis aneka marchandise bergambar artis selebritis, padahal hal- hal semacam itu bisa dibuat sendiri. Pengalaman tersebut memberikan ide untuknya, deda dengan bisnis sebelumnya bisnis ini lebih sederhana.

Dia kesana- kesini mencari tau, lalu mempraktikan bisnis unik ini, yaitu bisnis cetak digital pribadi. Konsepnya membuat produk marchandise yang bisa dipesan secara khusus. Modalnya hanya 28 juta tergolong minim dibanding bisnis sebelumnya. Sapturai kemudian nekat membuka toko sendiri di Jl. Cendrawasih 3C Demangan Baru.

Bisnisya resmi bernama "Kedai Digital" bertempat di toko kecil berukuran 2x7 meter. Awalnya Kedai Digital hanya membuat aneka gantungan kunci saja, dibantu oleh tiga karyawan Kedai Digital merambah bisnis lain; seperti membuat gantungan kunci, t-shirt, pin, jam, mouse pad, poster, keramik, dan terakhir baner.

Respon bisnis barunya dibilang bagus. Ternyata masyarakat menyukai produk- produk miliknya. Tiap tahun omset Kedai Digital semakin meningkat. Usaha yang sebelumnya hanya dibantu tiga orang mendadak berubah jadi 150 karyawan. Merek tersebar di 40 cabang berbeda tersebar di berbagai kota.

Rata- rata pegawainya mereka mahasiswa, karena ingin menghilangkan konotasi negatif. Mereka yang dikenal tukang demo dan tawuran ini akan labih baik berbisnsi. Dengan usaha keras, pemuda 30 tahun ini menggunakan model franchise atau waralaba. Ia telah menjalankan bisnisnya selama lima tahun, hingga beromset miliaran.

Baginya mencoba sesuatu yang baru ditambah ketekunan membuahkan hasil. Dia pandai mengambil pangsa pasar anak muda mencoba membentuk karakter pengusaha sukses.

Minggu, 19 Mei 2019

Biografi Purdi E Chandra Pemilik Primagama Jaya

  Biografi Primagama Purdi E Chandra

  
biografi purdi e chandra

Menelisik biografi Purdi E Chandra pemilik Primagama. Siapa yang tak kenal pengusaha kelahiran Lampung, 9 September 1959 ini, yang terkenal akan usahanya. Sosok pebisnis non- konvensional. Pasalnya dia bukanlah lulusan Sarjana bukan orang kaya. Purdi sudah mencari uang sendiri sejak muda.

Dalam biografinya ia suka berbisnis semenjak kecil, bahkan semenjak duduk di bangku SMP.  Bisnis- bisnisnya meliputi usaha beternak bebek dan ayam, dan menjual telurnya ke pasar. Sosoknya yang dikenal karena perjalanan bisnis, pendidikan, dan kegagalan. Pengusaha yang sering membagikan ilmu secara gratis.

Purdi rajin membagikan tips menjadi pengusaha agar mengambil resiko. Terlahir dari keluarga tidak mampu membuatnya selalu berpikir jauh kedepan. Purdi memang merupakan sosok pekerja keras, mudah bergaul, serta cerdas. Jujur jika dia mau mungkin kelak akan menjadi pegawai idaman, tetapi tidak.

Pengusaha Cerdas Tanpa Gelar Sarjana


Kecerdasan terbukti selama membangun bisnisnya tetap berkuliah. Purdi tercatat sebagai mahasiswa 4 fakultas sekaligus di dua perguruan tinggi berbeda. Namun jiwanya merasa tidak mendapatkan apa- apa, dia memilih untuk menjadi pengusaha, dan memilih keluar dari kampus.

Bisnis serius Purdi ialah lembaga pendidikan, yang dikerjakan jauh sebelum berkuliah. Dia bersama beberapa teman mendirikan bisnis Lembaga Test Primagama. Purdi yang juga mahasiswa di UGM, Yogyakarta, telah menciptakan sistem solid. Primagama fokus menawarkan cara masuk ke kampus bergengsi.

Purdi mencoba membantu calon mahasiswa baru agar bisa masuk perguruan tinggi negeri. Dengan modal hanya Rp.300 ribu, mereka resmi mendirikan Primagama di 10 Maret 1982, di Yogyakarta.  

"Di universitas entrepreneur, tidak ada nilai, tidak sertifikat, atau title," ucapnya lagi. Purdi selalu menegaskan prinsip itu. Ayahnya, Mujiyono dan ibunya, Siti Wasingah sendiri yang selalu mensuport keinginan anaknya untuk mandiri.

Purdi berangkat merantau mencoba melihat kelemahan sendiri. Bertahap kelemahan diperbaikinya, dia mengaku kini telah tahan banting. Ia meyakini bahwa entrepreneur merupakan jalan lain. Tidak harus mengikuti aktivitas monoton perkuliahan.  Bisnisnya unik ketika ia sendiri tidak menyelesaikan pendidikan.

Ia memulai dari menyewa ruang kecil dan disekat menjadi dua. Murid pertama hanya dua orang yaitu tetangganya sendiri. Biaya les hanya Rp.50 ribu untuk dua bulan. Kalau tidak ada les, maka Primagama akan mengembalikan uangnya. Dua tahun kemudian Primagama mulai dikenal tumbuh pesat.

Bisnis Primagama Besar


Kunci bisnisnya yaitu melihat tingginya antusias siswa SMA, terutama mereka yang ingin masuk perguruan tinggi negeri ternama. Biografi Purdi E Chandra ialah berbekal pengalaman masuk UGM dulu. Itu berubah menjadi ide cemerlang, berbekal pengalaman masuk UGM, dia dan temannya fokus memecahkan soal- soal masuk perguruan tinggi.

Semenjak kesuksesan itu, nama Primagama mulai banyak ditiru, ia pun membutuhkan inovasi baru untuk bertahan di bisnis bimbel.  Maka dibuatlah slogan "Ikut Primagama pasti masuk perguruan tinggi, atau uang akan kembali." Kemudian Purdi mencari anak- anak cerdas di bidangnya, kemudian dijadikan pengajar.

Fokusnya memastikan 90% bisa masuk perguruan tinggi negeri. Usaha Primagama jatuh bangun, dari satu otlet menjadi 200 oulet di 106 kota. Pendapatanya kini telah mencapai 70 miliar loh. Selain itu Purdi juga membuka peluang bisnis sejenis menjamur. Primagama jadi pelopor bisnis bimbel kini menjadi holding, atau perusahaan induk.

Sekarang mereka mebawahi 20 perusahaan berbeda bergerak diberbagai bidang; pendidikan formal, pendidikan non-formal, telekomunikasi, biro perjalanan, rumah makan, supermarket, asuransi, lapangan golf dan lain sebagainya. Ia juga disibukan oleh kegiatan berorganisasi sekaligus sebagai pimpinan perusahaan.

Purdi sendiri aktif menjadi ketua Perhimpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) cabang Yogya dan pengurus Kamar Dagang Industri Daerah (KADINDA). Selain itu Purdi tercatat sebagai anggota MPR RI utusan daerah DIY. Purdi lalu mendirikan Entrepreneur University (EU) yang hanya memakan waktu enam bulan dan kuliah dua minggu.

PT. Primagama Bimbingan Belajar memiliki 694 cabang, sebagian besar merupakan konsep waralaba. Hari Nuryanto, selaku Direktur Marketing dan Pengembangan Bisnis, mengatakan cabang Primagama sudah ada di 255 kabupaten kota. Dengan rincian beberapa merupakan waralaba dengan masa kontrak 5 tahun.

Ia mengatakan Primagama beridiri sejak 1982, mulai diwaralaba di 2001. Dia mengatakan total tiap cabang Primagama mampu menampung 200.000 murid.

Kamis, 16 Mei 2019

Waralaba Es Teler 77 Minuman Melegenda Indonesia

Profil Pengusaha Sukyatno Nugroho 


waralaba es teler 77

Dikenal sebagai bisnis waralaba Es Teler 77 yang melegenda. Inilah kisah waralabanya bisa berdiri sampai sekarang. Tidak ada yang bisa menolak segarnya es teler ini, ketika musim panas dibawah sinar matahari terik. Sukses bisnis waralaba Es Teler 77 tidak ada matinya, terutama yang dingin segar.

Bisnis Es Teler77 memang menjadi pelopor bisnis waralaba sejenis. Mereka membuat pengusaha lain berminat mewaralabakan usahanya. Didirikan oleh Sukyatno Nugroho atau Hoo Tjie Kiat, berawal dari sebuah keputus asaan. Sukyat mendapatkan ide bisnis dari sang mertua (Ibu Murniati Widjaja) setelah menang satu lomba minuman.

Sukyat ketika itu melihat peluang, dan membangun bisnisnya sejak 7 Juli 1982. Memulai usaha jualan es teler yang kemudian diberi nama Es Teler77 bukan yang pertama kali. Dia pernah berbisnis jual beli tanah, makelar SIM, pemborong bangunan, sampai bisnis salon.

Sayang semua bisnisnya gagal, dia tak ingin mengulang kegagalan lagi. Dia fokus pada Es Teler77, bisnis barunya yang tengah bergairah. Nama 77, ia berkata mudah diingat, dan diharapkan membawa hoki saja. Es Teler sendiri menunjukan produk unggulan miliknya. Ucapannya sangat tepat namanya itu mudah diingat.

Nama Membawa Hoki Bisnis


Nama menjadikan produknya dikenal secara luas, dan bertahan di hati pembeli. Istilahnya nama membawa hoki bisnis. Berbekal warung depan emperan toko menjadi saksi bisnis mereka. Ia pun merubahnya menjadi bisnis waralaba jadi mudah pemasarannya. Dia menguasai pasar bisnisnya dan bertahan hingga 5 tahun.

Tepat tahun 1987, Sukiyat membuka pembukaan gerai Es Teler77 pertamanya di Solo. Petumbuhan bisnisnya sangat lah cepat, kini Es Teler77, telah memiliki 180 gerai dipenjuru pusat perbelanjaan dan toko. Mulai dikenalnya namanya, tetapa membawa berita yang tidak menyenangkan bagi para pebisnis waralaba.

Pada tahun 2007, Sukyatno meninggal dunia, dan melalui PT. Top Food Indonesia, Andrew Nugroho yang juga anak dari Sukyatno, diangkat sebagai pemilik. Dia memilih cara beda untuk memajukan merek Es Teler 77 dan berhasil. Sekalipun bisnis waralaba mulai menggeliat, Andrew fokus melalui branding.

Andrew mencoba mempertahankan kualitas produknya dengan beberapa inovasi.  Waralaba Es Teler 77 lantas memperkenalkan makanan pendamping, ada gado- gado, rujak, mie kangkung, dan nasi goreng kangkung. Pemilihan makanan tradisonal menurutnya sejalan es teler, minuman dan makanan tradisional.

Dia berbicara mengenai makanan tradisional yang kini sulit ditemukan. Andrew berharap dengan ini, membuat Es Teler77 memiliki segmentasi khusus. Ia mencoba menambah loyalitas penggemar Es Teler77 melalui berbagai media. Salah satunya, dia membuat fasilitas kartu anggota bagi penikmat esnya.

Ia juga menciptakan trobosan melalui kartu klub juara, dan memberikan mereka diskon khusus. Atas kerja kerasnya, Sukyatno mendapatkan berbagai penghargaan bidang wirausaha, dan nama dari Es Teler77 sendiri telah menjadi salah satu merek dagang terbaik.

Bisnis waralaba es teler ini, disaat tulisan ditulis, sudah mencapai 196 buah yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Selain itu, 77,95 % bahan baku Es Teler menggunakan bahan dasar lokal. Sekarang mereka memiliki 8 gerai di luar negeri, yakni Malaysia ada 3 gerai, di Singapura 2 gerai dan Australia 3 gerai.

Tahun ini ketika artikel ini ditulis, khusus untuk India, setidaknya akan dibangun 5 gerai dan 30 gerai akan dibuka di dalam negeri dengan nilai investasi Rp 1 miliar hingga sampai Rp 1,5 miliar per- gerainya. Walaupun terlihat sepele nyatanya berkat kerja keras, dan kesabaran es teler pun bisa bikin kaya.

Selasa, 02 April 2019

Biografi Peter Sondakh Pengusaha Rajawali Terbang Tinggi

Biografi Pengusaha Peter Sondakh


biografi peter sondakh

Biografi Peter Sondakh pengusaha, awalnya beralih dari semula berbisnis properti di saat mengalami kelesuan, ke bisnis batu bara di era- reformasi. Bukan tanpa perhitungan tepat, Peter Sondakh melalui PT. Golden Eagle Energy nya berhasil  masuk industri bahan tambang.

Dia menjadi orang terkaya nomor 8 versi Forbes, pengusaha dengan total kekayaanya sekitar Rp. 24, 7 triliun. Ia adalah CEO Rajawali Group, perusahaan yang berjaya dari masa orde baru dan reformasi masih tetap bertahan bahkan tumbuh.

Biografi Peter Sondakh, pengusaha kelahiran di tahun 1953. Ayahnya sudah memulai bisnisnya sejak 1954, memproduksi minyak kelapa serta aktif mengekspor kayu. Pada tahun 1954, ayahnya yang merupakan inspirasi bisnisnya, meninggal dan akhirnya mewariskan bisnis kecilnya.

Dia yang baru berumur 20 tahun harus mengambil alih bisnis mencari nafkah untuk keluarga. Dia harus membiayai ibu serta empat orang saudara perempuan. Ia yang berumur 22 tahun, mengambil alih bisnis minyak kelapa dan ekspor kayu, mendirikan PT. Rajawali Corporation.

Melalui Rajawali Corporation, ia memulai bisnis properti sebagai bentuk perluasan usaha yang ditekuni ayahnya. Peter mencoba memasuki korporasi besar, berkat keahlian kumonikasinya, ia bisa mendekati orde baru.

Pengusaha Rajawali Terbang Tinggi 


Menyadari bahwa bisnis properti tidak lagi menguntungkan, tahun 1984, ia menggandeng Bambang Trihatmodjo, putra dari president Soharto, menjalin kerja sama. Melalui PT. Rajawali Corporation milik keluarga cendana. Peter Sondakh, bersama- sama, keduanya lantas mendirikan stasiun televisi pertama RCTI.

Bersama mereka juga membangun bisnis hotel Grand Hyatt di tengah Jakarta. Sementara itu, ia juga fokus dengan bisnis pribadinya dibawah perlindungan orde baru. Dia mengambil alih bisnis gagal PT.Bentoel Group, resmi memasuki bisnis rokok.

Pada 1999, PT.B entoel mulai memperlihatkan geliat baik memberikan keuntungan. Berlanjut, ia yang melihat potensi pariwisata mendirikan bisnis Lombok Tourism Development Corporation. Melalui Rajawali juga, ia membangun kemitraan mengembangakan Hyatt Hotel dan juga Novotel Sheraton menjadi jaringan hotel bintang lima.

Pada tahun 2009, perusahaan mengakuisisi jaringan hotel berbintang lima lain di luar Indonesia. Ini peluang besar dengan Surfers Paradise Resort Hotel Pty. lmtd dari Australia. Perusahaan tersebut merupakan jaring hotel di Australia yang baru- baru ini membangun St. Regis Resort di Bali.

Krisis moneter menenggelamkan nama Peter Sondakh, tapi berkat fokusnya pada tiga bisnis utama (properti, pertambangan dan perkebunan); ia dinobatkan salah satu orang terkaya di Indonesia. Ia menduduki ranking ke 8 se Indonesia.

Dia dikenal sebagai investor melalui aksinya jual beli perusahaan. Peter dikenal melalui PT. Rajawali Coporation, memiliki kemampuan analisa dan kecepatan menentukan bisnis selanjutnya. Meski sulit mengenalnya sebagai pribadi tapi bisnisnya penuh perhitungan.

Perusahaan holdingnya tidak memiliki situs resmi yang memaparkan profil pemilik secara pribadi. Tapi, dia sudah dikenal secara sepak terjangnya sebagai pengusaha, dia dikenal sabagai pebisnis perhotelan, rokok, gedung perkantoran, telekomunikasi dan media, ritel, farmasi, pariwisata, hingga sampai transportasi.

Sekali lagi Peter merupakan sosok yang menarik melalui sepak terjangnya. Kita tidak pernah tau, bagaimana dia melihat suatu bisnis sepenuhnya. Rajawali memiliki caranya selalu bertahan. Meski krismon, Peter melakukan serangkaian divestasi (melepas saham kepemilikan).

Strategi Bisnis Orang Terkaya Indonesia


Pada 2005, dia melepas saham atas Exelcomindo yang sebenarnya bagian dari Telekom Malaysia Group sebanyak 27,3%. Langkah selanjutnya, Rajawali melepas saham untuk 15, 97% atau senilai US$.438 juta untuk dana segar. Dana tersebut digunakan kembali untuk investasi 24, 9% di PT. Semen Gresik.

Saham di PT. Semen Gresik membuat Rajawali semakin kokoh di tahun- tahun selanjutnya. Pemerintah yang fokus terus menggenjot proyek pembangunan infrastrukur dan disanalah semua bermuara; PT. Rajawali Group akan ikut ambil bagian dari kue keuntungan pembangunan.

Tahun 2006, Rajawali sudah masuk ranah sawit bahkan sebelum melepas saham Exelcomindo. Ia melalui Rajawali, berhasil membeli saham PT. Jaya Mandiri Sukses Group lalu memulai bisnis sawit kerika bagus bagusnya.

Rajawali memiliki saham di perusahaan tersebut dan menikmati harga kelapa sawit yang kala itu masih tinggi. Masuk di pertambangan, Rajawali memilih group usaha PT. International Prima Coal di 2007. Satu tahun kemudian, Rajawali melompat dari Kalimantan ke Papua.

Perusahaan Rajawali masuk ke PT. Tandan Sawit Papua. Rajawali membuka 26.300 hektar kebun kelapa sawit di tanah Papua. Yang terakhir, perusahaan melepas saham PT. Bentoel yang dimilikinya dari awal usaha.

Mungkin, Rajawali melihat ketatnya kompetisi. Perusahaan menjual saham senila nilai Rp.3,35 triliun kepada British American Tobacco (BAT).

"Kami ingin memfokuskan pada bidang properti, pertambangan, dan perkebunan," ujar Darjoto Setyawan, Direktur Pengelola Pengembangan Bisnis Rajawali Group. Ketiga pilar tersebut, Rajawali ingin kembali ke awal.

Siapa Peter Sondakh? Itu sudah dijelaskan diawal artikel kami. Lebih dekat, putra sulung B.J.Sondakh sukses melanjutkan bisnis sang ayah, diperkirakan bisnis semenjak kecil dan memiliki saham atas PT. Bumi Modern sejak 1976.

Cikal bakal Rajawali ketika dirinya mulai membesarkan bisnis PT. Rajawali Wira Bhakti Utama. Perusahaan sang ayah yang dia miliki sepenuhnya di 1993. Ia merupakan pelopor tayangan televisi swasta.

Pusat Data Business Indonesia (PDBI), periode 1976-1996, menyebut Rajawali memiliki lima sektor usaha, yaitu: pariwisata, transportasi, keuangan, perdagangan, dan jasa telekomunikasi. Tak tanggung-tanggung di sektor pariwisata mereka memiliki 16 perusahaan perhotelan dan kawasan wisata.

Di sektor transportasi punya tiga perusahaan transportasi, yakni: Taxi Express, Rajawali Air Transport (chartered flight), dan pelayaran feri rute Batam-Singapura. Di sektor keuangan, Rajawali memiliki 7 anak usaha, antara lain PT Jardine Fleming Nusantara sebuah sekuritas.

Adapun di sektor perdagangan ada 9 perusahaan, misalnya Metro Department Store dan jaringan ritel farmasi Apotek Guardian. Di sektor telekomunikasi, Rajawali pernah memiliki Excelcomindo Pratama, yang dioperasikan sejak 1996 yang kemudian dijual ke Telekom Malaysia.

Ia merambah industri kimia memproduksi polyester chip dan PET film lalu mendirikan PT Rajawali Polindo. Rajawali ikut membangun Plaza Indonesia bersama Bimantara, Ometraco dan Grup Sinar Mas.

Bahkan, Peter memiliki andil di PT. Gemanusa Perkasa (perdagangan umum), PT Gemawidia Statindo Komputer (distributor komputer), PT. Asiana Imi Industries (produsen stuff toys), dan PT Japfa Comfeed Indonesia; ada 13 perusahaan yang diakuisisi dan 6 perusahaan didivestasi.

Di sisi lain, grup usaha ini memiliki andil (penyertaan saham) di 13 perusahaan. Adapun total anak usaha dan perusahaan terafiliasi yang dimiliki Peter mencapai 49 perusahaan. Sebagai holding company di lingkungan Grup Rajawali, selain PT Rajawali Corporation adalah PT Danaswara Utama.

Miliarder Aneka Bisnis


Awal tahun 2005, Peter sebagai miliarder membuat kejutan. Aksi korporat yang atraktif adalah ketika ia menjual 27,3% sahamnya di Excelcomindo yang sebenarnya termasuk salah satu bintang industri telekomunikasi nasional  kepada Telekom Malaysia Group pada 2005.

Nilai saham tadi setara US$ 314 juta, langkah divestasi ini berlanjut pada 2007 ketika Rajawali melepaskan 15,97% sahamnya di Excelcomindo senilai US$ 438 juta kepada Etisalat (perusahaan telekomunikasi Uni Emirat Arab).

Dana dari penjualan saham ini kemudian digunakan untuk membeli 24,9% saham PT Semen Gresik senilai US$ 337 juta dari Cemex (Cementos Mexicanos). Tahun 2006, Rajawali terjun ke bisnis perkebunan sawit yang beroperasi di Kalimantan Timur dan Sumatera yang dalam sub-holding PT Jaya Mandiri Sukses Group.

Sementara itu, industri pertambangan di Kalimantan dirambah grup usaha ini tahun 2007 melalui PT International Prima Coal. Di 2008, melalui PT Tandan Sawita Papua, Rajawali membuka perkebunan kelapa sawit seluas 26.300 hektare di Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom.

Grup Rajawali juga memperluas jaringan hotel di kawasan Indonesia seperti jaringan hotel bintang lima Sheraton di Bali, Lampung, Bandung dan Lombok, serta di Kuala Lumpur dan Langkawi. Masih ditambah dengan pengembangan Hotel Saint Regis (Bali) dan Novotel (Lombok).

Bisnis pertambangan pun makin diseriusi Rajawali. Pada tahun 2009, Rajawali resmi mengakuisisi 37% saham Archipelago Resources (yang mengelola tambang emas) seharga US$ 60 juta. Kemudian, Rajawali membentuk perusahaan patungan dengan PT Bukit Asam di Kal-Tim. Di mata Philip Purnama, Direktur Spinnaker Capital, Grup Rajawali dinilainya sebagai kelompok usaha yang smart dan oportunistis.

Mereka sangat jeli melihat peluang bisnis dan sangat ahli dalam hal akuisisi aset-aset industri potensial. Bahkan, Philip berani menilai, komandan grup usaha ini, Peter Sondakh, lebih baik dari Warren Buffett. Seakan semua yang disentuhnya berubah jadi emas seperti Raja Midas itulah Peter Sondakh.

Wirausaha Budidaya Ikan Penghasilan Miliaran Rupiah

Profil Pengusaha Sukses Bowo Purwanto


wirausaha budidaya ikan
 
Siapa sangat berbisnis sederhana hasilkan begitu banyak duit. Wirausaha budidaya ikan penghasilan miliaran rupiah. Budidaya ikan air tawar oleh Kelompok Tani Ikan Mina Jaya, dari Dusun Kaliwaru, Kalasan, Kabupaten Sleman Yogyakarta.

Mereka mampu menghasilkan Rp.8 miliar rupiah. Hanya berbekal membudidaya ikan air tawar, yang pembenihannya semakin maju. Aneka ikan air tawar seperti bawal, lele, gurame, ikan mas dan koi. Ia, Bowo Purwanto, selaku ketua kelompok tani mempunyai 56 orang aggota.

Dari kolam seluas 15 hektar, menyebutkan omzetnya bisa saja naik berlipat, jika semua sudah jadi terintegrasikan.

Usaha mereka meliputi pembenihan, pendederan, pembesaran, dan pemasaran. Usaha hulu sampai hilir dikuasai mereka. Ya, tidak meragukan, wirausaha budidaya ikan penghasilan miliaran rupiah. Bowo melanjutkan, mereka juga mengadakan pelatihan sebagai wujud berbagi ilmu.

Dibawah Kementrian Perikanan, Mina Jaya merupakan bagian dari Unit Pembenihan Rakyat (UPR), Kelompok Pembudidayaan Ikan (Pokdakan), Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP), dan Asosiasi Pemasaran Ikan Yogyakarta (Aspray).

Diakui masalah utama usaha ini ialah pada pakan ikan. Masing- masing anggota belum mendapatkan stok pakan mencukupi. Pihaknya sendiri baru mampu mensuplai 50 persen pakan untuk anggota. Ia menjelaskan menjual benih ikan, dan menjual sampai ke Lampung dan Kalimantan.

Penjualan benih bawal yang paling banyak dibanding lain. "Yang paling tinggi permintaanya adalah ikan bawal untuk yang lainnya biasa- biasa saja." Jadi apakah kamu mau menjadi budidaya ikan air tawar?

Sabtu, 30 Maret 2019

Bisnis Sampingan Pakaian Jadi Dannis Berbuah Manis

Profil Pengusaha Tati Hartati 



Bisnis sampingan pakaian jadi Dannis memang bukan hal mudah. Disana, sang pengusaha ini harus mampu mengembangkan segmentasi tersendiri dan kreasi tinggi. Kita tau bagaimana bisnis pakaian akan terus berkembang, terutama pakaian muslim.

Prospeknya besar tapi daya saing yang tinggi seolah membutuhkan sentuhan- sentuhan khusus. Salah satu contoh pengusaha sukses di pakain jadi adalah Ibu Tari. Dia juga dikenal memperkenalkan produknya melalui cara yang unik.

Sukses bisnis sampingan pakaian jadi Dannis. Sosok Tati Hartati, istri dan seorang ibu, yang memiliki sudut pandang berbeda mengenai bisnis pakaian. Ia memilih anak- anak menjadi segment yang saat itu kurang diminati.

Dari situ, ibu Tati mengambil sebuah kesempatan, dengan design yang ceria yang jarang ditampilkan pakaian muslim kala itu. Bisnis sampingan pakaian jadi Dannis, ia fokus menempatkan modal satu juta rupiah menghasilkan milyaran rupiah.

Pengusaha Pakaian Muslim Anak



Tati bukanlah ibu rumah tangga biasa yang cuma bergelut di dapur. Memilih menamai usahanya itu Dannis. Wanita lulusan ITB ini, awalnya seorang pegawai memiliki waktu yang tersita banyak. Bahkan, ketika sudah menikah pun, suami memintanya berhenti dari pekerjaannya sebagai staff kantor.

Nah, ketika punya waktu lebih banyak dan tak bekerja apa yang dilakukannya. Dia menekuni hobi sambil aktif mengurus anak. Fakta ia tak pernah berhenti menjahit. Ini merupakan hobinya meski masih bekerja, dan ide bisnis pakaian pun muncul dari hobinya itu.

Dia memilih bisnis yang bisa sambil mengasuh anaknya dan menjadi pengusaha merupakan pilihan. Dengan bermodal Rp.1 juta dari sang suami, ia mulai mendesain- desain pakaian lalu menjahitnya sendiri. Mulai dari 50 potong/ bulan menjadi 5000 potong.

Ibu Tati memulai dengan membuat pola desain lalu menjahitnya sendiri. Setelah selesai, dia mencoba menawarkan produknya dan ternyata diterima baik oleh pasar. Mengapa produk Dannis bisa diterima pasar?

Dannis sebagai produk pakaian muslim telah memiliki ciri khusus berbeda dari produk sejenis. Ibu Tati menambahkan berbagai unsur warna ditambah kualitas kain yang bagus. Ini membuat produk Dannis nyaman dipakai untuk ibadah tapi tetap tampil modis ketika diluar.

Maka tak heran, yang semula 50 potong, produk tersebut meningkat jumlahnya tiap tahun. Ibu Tati memproduksi tidak kurang 500 potong perhari. Ia memproduki dari mukena, jilbab, tas, peralatan sholat dan yang terkahir, Danni merambah pasar pakain dewasa.

Namun produknya bisa dibilang menyasar mereka yang kelas menengah ke atas. Tidak salah, ini karena ibu Tati tidak mau mengurangi mutu kainnya. Dia memilih kainnya sendiri memasarkan melalui agen- agen resmi. Mereka memasarkan produknya hampir diseluruh Indonesia.

Produk Dannis sangat diminati oleh masyarakat bukan karena harga tetapi kualitas. Faktor lainnya, seperti warna memberikan kesan berbeda terutama bagi ibu muda. Kini, produk Dannis telah memiliki 500 agen tersebar di berbagai kota.

Ibu Tati tidak tanggung dengan pakaian Dannis, ia memilih cotton ringan. Ini sejalan dengan konsep baju muslim, kita butuh sesuatu yang menenangkan ketika dipakai dalam beribadah, dan tetap indah karena Allah mencintai keindahan.

Orang Kaya Misterius Raja Boneka dari Jakarta

Profil Pengusaha Haji Ismet



Siapakah orang kaya misterius Raja Boneka dari Jakarta. Seperti namanya pria ini memang berbisnis boneka. Uniknya pengusaha ini mampu meraup omzet sampai miliaran rupiah. Cuma dari boneka itulah, pria yang disapa Haji Ismet itu, mampu menyebarkan kebahagiaan kepada anak- anak.

Mungkin orang tua tidak akan mengenal namanya. Tetapi mungkin boneka yang ditimang anaknya, mungkin satu dari ribuan boneka yang diproduksinya. Ia adalah pemilik Istana Boneka Collection yang memproduksi ribuan boneka.

Dari sesama pengusaha mainan namanya kondang terdengar. Haji Ismet memproduksi aneka boneka yang berkualitas bagus. Produknya dibuat dari kain berbulu yang lembut dan empuk di dipeluk. Tak cuma menguasai pasaran lokal saja. Ia mampu mengekspor produknya sampai manca negara juga.

Omzetnya mencapai Rp.4 miliaran setahun, atau dia mampu meraup Rp.333 juta sebulannya dari bisnis boneka.

Strategi Bisnis Orang Kaya Misterius


Sang Raja Bonek dari Jakarta memiliki strategi tersendiri. Ia memilih membuat produk tanpa merek. Haji Ismet membiarkan resellernya memereki sendiri. Dari sanalah orang yang bekerja sama menjadi senang. Dia senang dan lebih banyak rekan bergabung sama- sama senang.

Tidak ada juga lebel khusus pembeda dari dirinya. Nanti para distributor atau agen akan memberi label sendiri. "Dengan begitu akan menghidupkan usaha mikro (menjual produk tanpa merek) lain, yaitu sebagai distributor," imbuhnya.

Pengusaha yang sudah lama berkecimpung di dunia mainan. Bapak dari tiga anak yang selalu hidup bersemangat. Dari usahanya dia diangkat menjadi bendahara Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia atau Hipkimindo.

Tidak mudah baginya mencapai posisi sekarang. Jualan bonek dari nol, pengusaha veteran ini mulai dari jualan kaset rekaman. Pada tahun 1999 dikenal sebagai produser untuk kaset rekaman. Hingga penjualan lesu hingga kaset rekaman tak laku lagi.

Duni berubah dari kaset kebentuk CD begitupula Haji Ismet. Dia berubah dari produser kaset menjadi jualan boneka. "Saya terinspirasi oleh anak saya yang gemar boneka," sebutnya, alasan kenapa jadi pengusaha bonek begitu simple.

Lelaki 46 tahun itu bermodal seadaanya pertama kali. Modalnya sangat kecil cuma dari hasil jualan usaha kaset. Ia menolak menyebutkan angka ketika ditanya pihak Kontan. Melalui proses marketing dari mulut ke mulut, dibangunlah relasi bisnis yang kuat di masa depannya.

Dari sanalah dia mampu menjual hingga luar Jawa, sebut saja Medan, Batam, dan Menado. Setahun ia menjalankan bisnis boneka ternyata bisa berkembang pesat. Bahkan ia mampu memiliki satu kios sendiri di Tanah Abang.

Dia bahkan sudah mampu menghasilkan ribuan boneka. Pabrik kecilnya itu berada di kawasan Jalan Ancil, kawasan Industri Cikarang, yang beraktifivas setiap hari. Omzetnya mampu menembus hingga 10 juta perbulan. Omzetnya menanjak sepanjang waktu hingga ratusan juta rupiah!

Orang tinggal membeli boneka yang selalu baru modelnya. Tetapi dibaliknya orang kaya misterius ini memikirkan berbagai cara. Mencari konsep boneka terbaru sesuai trend dan kebutuhan. Pokoknya harus memiliki bentuk boneka yang selalu baru.

Pendiri Istana Boneka Collection


Bisnisnya memproduksi banyak jenis pilihan untuk pembeli. Contohnya boneka Pooh, standarnya yang gitu- gitu saja butuh variasi lebih banyak. Variasinya gampang kok seperti membuat ukuran yang berbeda, boneka yang tertidur atau dapat diberdirikan orang.

Kembali itu ke kreativitasan orang- orang membuatnya. Sebulan ada lima jenis desain yang berbeda- beda. Untuk ide butuh mencari melalui banyak literatur, mulai dari cetak hingga online, inilah cara menambah referensi desainnya.

Ada berbagai jenis konsumen yang memiliki banyak preferensi. Mulai dari yang menyukai boneka yang sedang marak di pasaran. Sampai mereka yang memilih boneka- boneka unik tidak pasaran. Ia mempekerjakan tidak kurang 40 orang karyawan.

Kapasitas produksi mencapai 500- 1000 boneka perbulan. Ada 20 agen yang membantunya untuk memasarkan bonekanya. Biasanya mereka datang membeli sendiri ke showroomnya di Ismet. Ketika masa sewa kios habis, Ismet sudah tak lagi berdagang di Tanah Abang.

Tetapi dia posisinya telah memiliki banyak rekanan bisnis. Untuk showroom kemudian dibangun lagi di kawasan Jatinegara, dari hasil penjualan boneka. Pemasarannya menembus ke luar negeri, dan sanggup bersaing dengan boneka- boneka China.

Tetapi dia tidak menjual boneka- bonekanya langsung sendiri. Melalui agen yang membeli itu dalam jumlah besar, kemudian dijualnya di sana. Pelangganya dari Afrika, Malaysia, dan Abu Dhabi. Ia begitu dikenal karena rajin mengikuti pameran pemerintah.

Agar kualitas produknya selalu terjaga, Ismet sendiri yang mengontrol ke pabrik, paling tidak dua hari sekali ke Cikarang, Jawa Barat. Banyak karyawan baru membutuhkan tuntunannya sendiri. Ia memberikan masukan dan evaluasi agar semakin terampil.

Tidak juga ada larangan bagi pegawai menyumbang ide. Menurutnya ide merupakan paling berharga dalam bisnis. Penjualan besar- besarn dilakukan melalui agen- agen penjualan. Ide baru selalu ada, termasuk ide boneka kecil untuk gantungan kunci.

Ia juga tidak menolak mereka yang mau bergabung. Agen- agen kecil pun dilayani Haji Ismet untuk penjualan. Yang laris manis bukan cuma jualan bonek ukuran sedang atau besar. Bonek mini juga laris manis dijual kepada perusahaan- perusahaan, untuk souvenir perusahaan dan marketing.

Harga boneka mini antara Rp.6- 15 ribu juga melayani buat nikahan. Usaha yang dijalankan sejak tahun 1999 itu begitu maju. Ismet memandang bisnisnya harus berguna bagi orang lain. Banyak sudah agen- agen penjualan dibawah naungannya.

Bisnis Sosial Hasilkan Miliaran




Pasang surut bisnis juga dirasakan pengusaha veteran ini. Memasarkan boneka buatanya tidak mudah awalnya. Cobaan terberat ketika keran impor dengan mudahnya masuk. Serbuan boneka China itu sempat membuat usahanya oleng.

Harga boneka China mampu bersaing dengan miliknya. Untuk itulah ia mengembangkan kualitas agar selalu prima. Biaya produksi di Indonesia masih tinggi dibanding China. Untuk menekan biaya produksi sukar dirasa, pasalnya harga kulit sintetis dari Indonesia mahal dibanding impor.

Maka strategi pemasaran dibutuhkan untuk menang. Strategi jemput bola dilancarkan olehnya untuk menangi persaingan. Aneka promosi juga diberikan kepada pihak- pihak perusahaan. Agar mereka tidak beralih membeli souvenir dari boneka China.

Bencana alam juga mempengaruhi usahanya loh. Wisatawan yang turun juga mempengaruhi hasil dari penjualan. Ambil contoh gempa Yogya dan tsunami Aceh menurunkan 50% penjualan! Ekonomi global yang sering terganggung juga mempengaruhi usaha bonekanya.

Daya beli masyarakat turun akan memilih membeli kebutuhan pokok. Bonek yang fungsinya sebagai produk pelengkap ditahan. Alhasil penjualannya menurun, istilahnya dibanding belikan anak satu boneka lebih baik makan enak.

Hal seperti ini tidak bisa dihindari apalagi biaya pendidikan mahal. Orang tua memiliki skala prioritas dibanding membelikan anak. Penjualan untuk ulang tahun juga menurun karena ekonomi. Namun ia mengatakan adanya musim boneka masih menutupi.

Sabtu, 16 Maret 2019

Lumpuh Tetapi Masih Semangat Kerja Kisah Samuel Franklyn

 Profil Pengusaha Samuel Franklyn



Tidak mau terpuruk Samuel Franklyn memilih bekerja. Lumpuh tetapi masih semangat kerja, inilah kisahnya yang mengharukan. Dimana baru saja penulis mendengar ia telah meninggalkan dunia. Kominfo pun datang untuk belajar darinya, inilah inspirasi bagi wirausaha muda bidang IT.

Siapakah Sameul Frankly programer yang pantan untuk menyerah?

Suatu hari karyawan Galileo Indonesia ini tengah berangkat ke kantor. Pria 47 tahun ini tidak akan menyangka akan mengalami masalah. Tahun 2010 silam, dia terjatuh dari motornya karena satu hal, hingga punggungnya menyentuh aspal.

Disaat terjatuh punggungnya cedera tetapi diluar dugaan semua. Dari kecelakaan itu dia mengalami cedera berat di punggung. Syaraf tulang belakangnya bermasalah hingga lumpuh. Menurut dokter tulang belakangnya tak mampu menahan beban tubuhnya.

Samuel yang dirawat selama empat bulan di RS intensif. Programer yang akrab dipanggil Sam ini mengaku. Dia sama sekali tidak merasaka sakit dari punggungnya. Sepulangnya dari Rumah Sakit ia bahkan sempat bekerja kembali.

Contoh Wirausaha Muda


Beberapa hari berselang tubuhnya terasa aneh dari biasanya. Dia merasa lemas hingga tidak mampu berdiri. Ia pun dilarikan ke rumah sakit untuk diperiksa. Sam dibantu temannya untuk dibawa ke Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta Barat, lantas apakah yang diderita Sam? 

Ia pun mendapatkan scan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Apa yang diderita Sam sampai dia tidak bisa bangun. Masalah pada sarah tulang belakangnya butuh penelitian lebih lanjut. Sayangnya, pada waktu itu dia tidak jadi, karena Sam memiki berat badan 150 kg hingga tak muat MRI.

Alhasil Dokter hanya mampu memberikan obat pereda rasa sakit. Beberapa obat lain juga diberikan kepadanya. Namun tidak ada perubahan bahkan semakin terasa sakit. Pernah rasa sakitnya tiba- tiba muncul hingga membuatnya berhalusinasi.

Ia membayangkan seorang wanita cantik tengah mendekatinya. Di atas padang rumput yang hijau dia bersama wanita itu. "...indah banget deh. Terus ada perempuan cantik ngulurin tangannya ke saya. Tapi saya belum mau mati jadi saya enggak pegang tangannya," ia menjelaskan.

Bekerja di Galileo terpaksa dipindahkan ke rumahnya. Lumpu tetapi masih semangat kerja hingga akhir. Ia yang lumpuh memutuskan mengundurkan diri selepas 6 bulan. Sam memilih berwirausaha bersama dengan temen- temannya.

Sembari menjalankan wirausaha dia membuat aneka hal. Dari program software hingga desain untuk perusahaan. Tahun 20014, Sam kembali dipercaya Galileo, melamar pekerjaan kembali dan mendapat pekerjaan kontrak selama 6 bulan per- Agustus 2014.

Sam masih semangat bekerja di rumahnya sambil tiduran. Menjalankan wirausaha ia bermodal satu buah laptop dan dudukan khusus. Alat penyangga laptop untuk tiduran yang dibuat oleh teman dekat Sam, Arif Christianto.

Sam adalah seorang programer senior di bidang IT. Hidupnya tidak bergelimang materi hingga ia sulit diobati. Karena tubuhnya yang gemuk membuatnya susah di MRI. Kalau dioperasi juga akan sulit karena tidak ada meja bedah yang menampungnya. Jalan satu- satunya membawa Sam ke luar negeri untuk dioprasi.

Tetapi apa daya Sam bukanlah orang berkecukupan materi. Alhasil dia hanya mampu mencari- cari cara pengobatan alternatif. Sambil tetap tersenyum dia bercerita mengenai seorang sinsei yang jago. Ia bisa mengobati penyakit seperti dirinya tanpa harus dioprasi.

"Ada sinsei saolin yang katanya jago mengobat patah tulang seperti gue. Cuma karena tulang gue keburu nyambung, katanya dia harus dipatahin lagi... katanya harus dipatahin dulu. Gue lagi mikir- mikir," jelasnya sambil tertawa.

Kabar duka terdengar menyebar di postingan Facebook dua tahun lalu. Programer senior yang itu telah dipanggil Tuhan YME.

Minggu, 10 Maret 2019

Putus Cinta Cari Pelarian Wirausaha Mc Crowny

Profil Pengusaha Dimas Raditya


pengusaha muda makaroni
 
Setiap pengusaha memiliki titik puncaknya kapanpun. Contoh ketika putus cinta pelarian wirausaha saja. Inilah kisah Dimas Raditya sukses Mc Crowny siapa duga. Setelah diputuskan sang pacar, ia yang sudah memiliki rencana wirausaha langsung tancap gas.

Bermodal cuma Rp.500 ribu dirinya nekat memulai. Aneka peralatan diberli untuk memulai usaha makaroni. Memang usaha makaroni tengah naik daun ditengah masyarakat. Dan kesuksesan ternyata muncul seketika tidak bisa diprediksi. Hobinya ngemil kini malah membawa berkah tersendiri dari sini.

Pengusaha Muda Makaroni


Menggabungkan dua perasaan emosional yang berbeda satu waktu. Ia mengakui memang sial dalam urusan percintaan. Tetapi menjadi dorongan kuat untuknya berwirausaha. Pengusaha muda ini tak menjelaskan langsung kenapa dia putus.

Apakah Dimas itu diputuskan karena tidak memiliki penghasilan. Apakah putus cinta cari pelarian wirausaha demi penghasilan. Namun, faktanya Dimas memiliki passion, keinginannya untuk menjadi pengusaha muda memang sudah ada.

Karena memiliki pesaing yang lumayan ketat di bisnis ini. Dimas harus fokus mencari celah, yakni melalui dua jenis makaroni. Yakni makaroni goreng yang umumnya, dan makorini sup yang sulit kita temui di pasaran.

Kenapa memilih makaroni karena hobinya ngemil jajanan. Dimas menyukai makanan yang bernama makaroni ini. Jajanan asing yang mulai naik daun sebagai cemilan saja. Produknya kemudian diberi nama Mc Crowny. Dengan sup makaroni dan goreng aneka rasa dipasarkannya itu ke sosial media.

Ia mengatakan pemasaran offline kurang nendang. Jaringan yang dia target kurang mengenai hingga hasilnya kurang. Melalui internet penjualannya bisa melonjak berkali lipat. Mudahnya usaha lewat eCommerce membuatnya girang. Dia dikenal menjadi salah satu pelapak di Kaskus maupun di Buka Lapak.

Perbungkus dijualnya Rp.8000 ukuran 100 gram, harganya dinilai murah dengan variasi rasa yang ciamik. Berkat kegigihannya pengusaha muda satu ini mampu mendapatkan penghasilan. Entah apa yang terjadi dengan kisah cintanya ke depan tetapi dia sudah memiliki penghasilan besar.

Rabu, 06 Maret 2019

Wirausaha Kerajinan Batok Kelapa Bali

Profil Pengusaha Nyoman Sujana


pengusaha nyoman sujana

Sudah menjadi cerita bahwa Bali salah satu kota kreatif. Dari wirausaha kerajinan batok kelapa, pria asal Bali ini mereguk untung ratusan juta. Banyak orang yang menganggap ini tidak berguna. Tapi ditangan pria bernama Nyoman Sujana, batok kelapa dirubahnya menjadi aneka produk unggulan.

Kreatifitas tanpa batasan bermodalkan limbah sampah. Bahan utamanya batok kelapa, dilengkapi dengan tali pandan dan pelepah pisang, lihat betapa ramah lingkungannya. Selain bahan daur ulang usahanya juga bernilai seni tinggi.

Layaknya karya seniman Bali, usaha Nyoman Sujana ini menggaet wisatawan dalam dan luar negeri. Dari dirinya usaha semacam ini tumbuh berkembang pesat di pasaran. Banyak seniman lain yang mengikuti langkahnya, untuk dijual di pasar lokal, diekspor sampai keluar negeri, yang berbahan dari limbah ini.

Aneka produk bisa dibuat dari bahan batok kelapa, antara lain jepitan, bingkai foto, perabotan rumah tangga seperti sendok dan mangkok. Perkembangannya maliputi gelas minuman, penutup kap lampu, hiasan dinding dan lain- lain.

Nyoman Sujana bahkan mampu mengembangkan lebih banyak. Misalnya ada tas batok kelapa, bahan korden, peci, manik- manik yang menarik wisatawan di Bali. Wirausaha kerajinan batok kelapa sudah tak lagi dalam keterbatasan. Usaha semacam ini mencatat perolehan devisa $129 juta dari Amerika Serikat.

Senin, 04 Maret 2019

Bosan Jadi Pegawai Pengusaha Muda Kemasan

Profil Pengusaha Mohamad Firsan


 
Apa solusi bosan jadi pegawai anak muda bernama Mohamad Firsan. Ialah menjadi pengusaha muda kemasan aneka makanan. Sukses ini sepatutnya mendapatkan apresiasi dari kita. Bosan jadi pegawai solusinya ialah berwirausaha sejak muda sejak 2006 silam.

Prospeknya adalah 98 persen usaha Indonesia berbentuk UMKM. Kondisi ini memiliki peluang untuk mencoba bisnis kemasan. Modal usaha Rp.5 juta, digunakan untuk mengurus ijin perusahaan, yang kemudian ia mencari mitra bisnis.

"Modal uang yang besar bukan yang terpenting, tapi yang penting cari mitra," jelasnya.

Meggiatkan kimtraan bisnis inilah kunci sukses. Bisnis yang lalu diberinya nama Rumah Kemasan Bandung. Didirikan tahun 2012 silam, dibawah nama CV. Rumah Kemasan, yang beralamat di Jalan Cimanuk No. 5A Lt 2 Bandung, Jawa Barat.

Semenjak awal ia selalu mengingatkan untung tidak besar. Tidak berharap untung terlalu besar dari pengusaha muda kemasan ini. Ia tidak mematok tarif tinggi untuk kemasan yang dibuat. Firsan juga menerapkan konsep transparasi dalam biaya produksi.

Jadi Pengusaha Modal Bukan Segalanya


Sisi luar bisnisnya ialah membangun layanan konsumen terbaik. Aneka rekomendasi dan konsultasi andalan usaha jasanya ini. Dia menyediakan layanan konsumen untuk setiap mitranya. Ia menentukan kemasan yang baik untuk direkomendasikan.

Mulai dari kesepakatan akan bahan kemasan, harga yang cocok, dan ketersediaan bahan baku. Untuk mendukung berbagai jenis produk yang beragam. Rumah Kemasan memberikan standar baku untuk bahan kemasan. Mereka menyediakan bahan kemasannya antara lain kertas, flute, dan corrugated.

Rumah Kemasan juga mengembangkan kemasannya sendiri. Yakni kemasan gabungan antara plastik dan metalize. Firsan tidak mau setengah- setengah mengembangkan bisnis. Ia menyebut ini sebagai kemasan ekslusif untuk order minimalis.

Produk RKB selain kemasan, merambah foto produk, branding, dan jenis kemasan. Strategi bisnis kemasan ini meliputi marketing mulut ke mulut. Pengusha muda kemasan ini juga menggunakan cara tradisional seperti brosur dan kartu nama. Mereka juga mengikuti aneka pameran dan iklan sponsor sendiri.

Ia tidak menampik digital marketing begitu membantu. Promosi melalui sosial media memberikan lonjakan besar. Firsan memanfaatkan aneka testimoni dan memajang design kemasan. Di luar mereka juga melekukan promosi melalui pelatihan dan seminar kemasan.

Beragam konsultasi memberikan ide menarik mengenai kemasan. Mitranya mendapatkan aneka ide seperti kemasan multi- fungsi. Bayangkan kemasan bisa digunakan sebagai pembatas buku ataupun stiker. Contoh lainnya, sebuah produk anak- anak, yang kemasannya bisa dijadikan mainan boneka.

"Bonekannya (kemasan produk) bisa berdiri dan dimainkan," jelasnya.

Ia menjelaskan produknya bisa digunakan kembali. Jadi ketika sudah selesai tidak dibuang melainkan bisa beralih fungsi. Firsan memberikan konsultas gratis bagi pihak UMKM. Mitranya juga datang dari berbagai tempat dari Aceh sampai Ambon.

Pengusaha Muda Kemasan Inovatif


Kamu bisa berkonsultasi gratis hingga terjadi persetujuan. Jika sudah menemui kesepakatan, pihak mitra bisa membayar untuk biaya kemasannya. Perbulan rata- rata Rumah Kemasan memproduksi kemasan untuk 20 UMKM. Karena belum memiliki cabang, usahanya masih memanfaatkan paket pengiriman.

"Supaya pelanggan loyal, jaga kualitas dan delivery on time, itu kuncinya," ia menjelaskan.

Dari situ berapakan yang dihasilkan pemuda ini. Bosan menjadi pegawai, perusahaan miliknya bisa menghasilkan omzet Rp.30 juta. Untuk mendatang, ia ingin menambah pembiayaan untuk kapasitan produksi. RKB dikembangkan menjadi satu tempat untuk layanan kemasan terpercaya dan terbaik.

Dia mengakui tidak mudah menjalankan usaha ini. Bisnis bukanlah tanpa kendala seperti mitra yang puas. Mereka kecewa jika kualitas produknya tidak sesuai design selepas cetak. Pernah sekali dia gagal desain namun terlanjut cetak. Dia pernah merugi sampai 70- 90 persen kerana salah ukuran cetak.

Untuk itulah dia menjadi lebih berhati- hati dalam bekerja. Ia menerapkan kontrol kualitas sampai menyiapkan dana cadangan. Tantangan terbesar tidak lagi mengenai prosesing kemasan. Melainkan cara menghasilkan produk berkualitas dan design yang menarik.

Walaupun telah menghasilkan banyak karya kreatif dari kemasan. Rasa bosan terkadang mendatangi Firzan. Sebagai pengusaha muda hendaklah kamu menangani rasa bosan. Kreativitas mestinya tidak terbatas. Untuk itulah designer RKB membutuhkan ekspolorasi ide, baik dari internet ataupun forum.

Kamis, 28 Februari 2019

Pengusaha Cantik Aneka Usaha Kerajinan Kain Natura

Profil Pengusaha Natura Kusuma Dewi


pengusaha cantik kerajinan kain
 
Profil pengusaha cantik ini memang menginspirasi kita nih. Bermula dari ketertarikannya akan kain membuahkan usaha. Awalnya dia mendapatkan pelajaran dari SMA tentang kain. Krativitas cewek cantik bernama Natura Kusuma Dewi ini, semakin banyak menghasilkan produk berbahan kain.

Ide pertama ialah mengangkat kain tradisonal Bali. Pengusaha cantik ini memutuskan berbisnis sejak 2013 silam. Dengan nama Shop Sugar, dia membuat aneka produk dari bahan- bahan kain tradisonal. Padahal ia tidak pernah mengenyam pendidikan spesifik ini.

Ia sama sekali tidak punya pengalaman berwirausaha. Aneka usaha kerajinan kain nya 100% berasal dari otodidak. Sejak Sekolah Menangah Atas (SMA) sudah menyukai pelajaran kerajinan. Kemudian suatu hari mendengar ada kompetisi wirausaha bertema kain tradional.

Cewek cantik ini akhirnya ikutan berlomba selama beberapa hari. Hasilnya ternyata justru kegagalan yang didapan. Bukannya menyerah, Natura begitu gadis ini dipanggil, semakin bertekat saja untuk menjadikan ini bisnis sesungguhnya.

Bisnis Online Shop Usaha Kerajinan Kain


Tidak menang kompetisi nasional wirausaha muda tidak masalah. Karena bisnis online shop miliknya masih terus berjalan. "Kompetisi tidak lolos, namun online shop yang saya buat malah berjalan," ia menceritakan. Usaha karajinan kain pertamanya ialah membuat aneka dompet. Kain tradisional Bali diubahnya menjadi sepatu dan dompet unik yang menggoda.

Memanfaatkan keindahan kain tenun karya asli Indonesia. Hasilnya tidak cuma disukai oleh anak muda juga berbagai kalangan usia. Cewek cantik yang ternyata lulusan Ilmu Gizi UGM ini, mengaku tidak kerepotan membagi waktunya antara berbisnsis dan urusan kampus.

Pekerjaan Natura ialah memilih kain tradisional tenun. Dilanjutkan memilih model design apa yang akan dikembangkan. Urusan penjahitan diserahkan ke ahlinya sendiri. Ia cukup menggaet orang yang dipekerjakan sebagai penjahit. "Saya menggandeng beberapa pengrajin yang siap memproduksi..." tuturnya.

Aneka sepatu dan tas juga diproduksinya tidak hanya satu. Walaupun sibuk wirausaha tetapi dia tidak merasa terganggu kuliahnya. Aneka kendala dihadapinya mengembangkan usaha tersebut. Mulai dari pusat produksi yang jauh, bahan baku kain, yang mana persediaanya terkadang tidak stabil adanya.

Produksi satu pasang sepatu bisa sampai 3 hari lebih. Harga jualnya berkisaran 180 ribu sampai 200 ribut. Patokan Natura ialah semakin rumit maka semakin mahal. Melalui aneka pameran yang dia pernah ikuti pendapatan naik. Memanfaatkan Instagram sebagai andalan menghasilkan pendapatan tak terduga.

Bahkan beberapa departmen store mulai tertarik produknya. Optimisme pengusaha cantik ini karena tanggapan masyarakat yang positif. Sebagai anak muda membuatnya semakin ingin terdepan. Seperti membuat brand Shop Sugar nya lebih dikenal lewat website, dan toko offline yang ada di kota- kota.

Ekspansi Berwirausaha Kerajinan Kain


Melalui sosial media usahanya kian berkembang pesat. Tidak puas hanya berkutat di bisnis fashion, masih dengan cara yang sama Natura berkembang. Usahanya merambah prospek lain dari aneka kerajinan kain. Ia berpikir membuat bunga tiruan dari bahan kain. Untungnya manis loh apalagi jika kamu pandai memanfaatkan momentum di depan.

Kebanyakan orang memberikan bunga asli yang mudah layu. Bunga plastik sendiri dianggap kaku dan terkadang tidak sedap dipandang. Berbeda dengan bunga itu dengan bahan kain lebih fleksibel. Bahkan ia dapat mengkaryakannya layaknya bunga asli.

"Makanya saya buat bunga tiruan agar momen manis anda tetap dikenang," ia menjelaskan.

Usahanya bernama Fleurify, yang memanfaatkan rumahnya sebagai workshop usaha. Aneka moment menjadi andalan bisnis karangan bunga ini, seperti wisuda contohnya.

Lini bisnis bunga fanel ini berkembang pesat dibawah badan usahanya. Ia mengakui tidak memiliki pengalaman sama sekali. Berbekal tutorial dari youtube dirinya berhasil berkarya. Beruntung karena dasarnya dia sudah terbiasa menjahit, sejak SMA dirinya terbiasa membuat boneka dari kain fanel.

Tingga belajar beberapa hari tutorial membuat bunga kain. Harga perbuket bunga bervariasi antara Rp.35 ribu- Rp.700 ribu. Penjualan berdasarkan jumlah bunganya yang dijual. Natura sendiri tidak berkeberatan untuk menjual perbuah. Harganya dari Rp.17 ribu sampai Rp.35 ribuan per- tangkai bunga.

Wirausaha bermodal sosial media memang menjanjikan. Pemesanan tidak hanya dalam daerah tetapi juga luar daerah. Pengiriman jasa ekspedisi sudah biasa dilakukannya setiap hari. Pembayaran sudah luna dari awal tinggal pembuatan. Uang muka Rp.500 ribu sudah termasuk biaya kirim, dan dilunasi setelah diterima.

Selama menjalankan bisnis bunga kain ini tidak ada komplain. Bahkan pelanggan menyarankan dia untuk menyemprotkan minyak wangi. Berkembang usahnya mampu mempekerjakan 3 karyawan. Ia menyadari bahwa karyawannya sudah jago. Bahkan mungkin pergi dan membuka usaha sendiri di luaran.

Agar tidak kalah dia pun selalu melakukan inovasi baru. Seperti membuat buket beralaskan papan dan lain- lain. Harga bervariasi dari 150 ribu sampai 175 ribu untuk buket papan ini, sedangkan yang sudah dikemas menarik harganya Rp.490 ribuan.

Walaupun gagal Wirausaha Mandiri 2016 dia berhasil membuktikan satu hal: Berwirausaha tidak hanya soal menang kalah. Tetapi ketika dia mampu mengembangkan usahanya agar berguna. Alhasil, kini, dia dikenal sebagai pengusaha muda yang berhasil memilik workshop dan showroom sendiri.

Selasa, 26 Februari 2019

Tukang Kebun Menjadi Pengusaha Tas Terkenal Jepang

Profil Pengusaha Sunny Kemengmau


pengusaha pembuat tas robita

Siapakah Sunny Kemengmau sangat menginspirasi kita semua. Tukang kebun menjadi pengusaha tas terkenal Jepang. Hanyalah seorang anak miskin yang punya tujuan. Dari kisah seorang anak yang lari dari rumahnya. Dia bahkan tidak menamatkan pendidikannya hanya sebatas SMA saja.

Pengusaha asal Nusa Tenggara Timur mengakui rumus suksesnya. Ialah dia sangat berani mengambil resiko dan pekerja keras. Kisahnya berawal dari Kupang, NTT, pada 1994 lalu. Usianya yang masih 18 tahun membawanya ke Kuta, Bali. Pelarian itu membawanya menjadi tukang kebun sebuah hotel di sana.

Setahun menjadi tukang kebun naik menjadi satpam. Empat tahun sudah dia bekerja profesi tersebut. Bertahap kesempatan akhirnya mampu menunjukan jalannya. Bukan seperti durian runtuh, Sunny tidak serta merta meraih sukses.

Selama bekerja di Un's Hotel dirinya sangat humble. Sifat ramahnya membuat mudah dekat dengan pengunjung. Dia juga menyukai belajar sesuatu hal yang baru. Alhasil Sunny mampu berbicara dalam bahasa Inggris dan Jepang. Tujuannya untuk memudahkan dia bergaul dengan tamu yang datang.

Membuat Tas Go Internasional


Agar bisa berkomunikasi dengan tamu- tamu yang datang. Ia bahkan menyisakan gajinya Rp.50 ribu untuk kamus Bahasa Inggris. Baginya justru tamu dan keluarga pemilik hotel lah gurunya. Mereka yang memperlancar urusannya berbahasa Inggris. Sifatnya yang ramah dan baik yang menjadi semua orang tertarik.

Termasuk keluarga pemilik Hotel Un's itu, yang bahkan membuatnya tanpa jarak dari mereka. Rekannya, Marlon, adalah anak pemilik hotel yang tempatnya bekerja. Walaupun dia adalah anak seorang pengusaha kaya. Ia lebih memilih menjadi peselancar profesional di Bali. Melalui aneka kemampuanya yang otodidak berbahasa Jepang.

Dia juga akrab dengan tamu bernama Nobuyuki Kakizaki pada 1995 silam. Lima tahun berteman tanpa pamrih keduanya saling menolong. Hingga pengusaha konveksi asal Jepang ini meminta tolong. Sunny dimintai tolong untuk menjadi suplier tas kulit ke Jepang. Inilah awal mula Robita, mereka tas yang terkenal dikalangan sosialita Jepang.

Nobuyuki, pemilik Real Point. Inc, yang tengah membidik segemen bisnis lain di Jepang. Inilah satu kesempatan buat Sunny untuk menjajal. Ia bahkan memilih keluar dari perusahaan untuk fokus. Tapi sialnya menjadi pengusaha tidaklah mudah. Tidak seperti dibayangkan, Sunny berkali- kali gagal membuat produk.

Pesanan bahkan nol besar tidak laku dipasaran. Alhasil dia hampir kehilangan penjahit andalan, yang satu- satunya dimilikinya. Tidak mudah memang menghadapi kegagalan sepanjang jalan. Tidak laku dijual, apakah strategi Sunny hingga menjadi salah satu brand kelas atas Jepang. Jujur dia sama sekali tidak memiliki pengalaman hingga butuh waktu yang lama.

Produk mereka dinilai kurang berkualitas bahkan gagal. Respon dari pihak Jepang negatif dalam hal kualitas. Untuk menangani inilah dia mengajak seorang penjahit handal. Sayangnya, kembali lagi dia lah yang menjadi sosok utama dan desainer, maka sang penjahit pun merasa bosan dan hendak keluar saja.

"Tapi saya bujuk dia, saya bari rokok dan ajak makan," selorohnya.

Inilah kelebihan yang dimiliki oleh Sunny Kamengmau. Pengalaman membuat tas memang tidak ia miliki. Tetapi kemampuan untuk mengajak dan memimpin sangatlah kuat. Tekadnya bulat sampai ia berhasil tanpa menyerah. Semakin lama kualitas tasnya semakin bagus untuk dipasarkan.

Ia memuji kesabaran rekan kerjanya dari Jepang itu. Tas yang dihasilkan semakin memuaskan bagi Nobuyaki. Keberhasilan memang tidak bisa sekejab mata suksesnya. Hingga di tahun 2003, Sunny bisa merekrut 15 orang karyawan tambahan, produknya sampai 100- 200 tas per- bulan.

Orang Jepang Suka Handmade


"Orang Jepang itu sangat menyukai handmade," tuturnya

Tidak mudah menghasilkan produk yang berkualitas. Butuh waktu sampai Sunny mampu membuat tas. Bahkan sampai membuat penjahitnya bosan dan mau keluar. Tetapi, akhirnya situasi membaik, mereka berhasil membuat produk tas berkualitas.

Pesanan bertahap semakin banyak meski awalnya sedikit. Ingat keberhasilan tidak datangnya serta- merta. Bahkan mereka mampu memiliki 100 orang karyawan. Bahkan sejak 2006, mereka mampu memproduksi 5000 tas yang modelnya 20- 30 jenis. Tas yang bernama Robita itu memang tidak biasa.

Rentang tahun 2000 sampai sekarang sudah bisa menjual 700 ribu. Harga tas rentangnya Rp.2 juta sampai Rp.4 juta. Dalam websitenya terdapat dua jenis model yakni Robita dan Robita Warna. Dari bisnis ini ia mampu memboyong keluarganya dari Nusa Tenggara Timur, dibuatkan rumah di Bali.

"Saya akan merasa hidup saya ini sia- sia kalau tidak bisa berbuat sesuatu untuk orang banyak," ia menjelaskan.

Bahkan saking larisnya ia membuka empat pabrik tas. Tiga pabrik tas di Bali dan satu pabriknya di Yogyakarta. Alasannya memilih Yogya karena penghasil kulit sapi dan kambing. Menjadi pengusaha muda Sunny termasuk ambisius dan visioner. Keinginan besarnya ialah setelah dari Jepang sampai ke Indonesia.

Ia sudah mendirikan satu butik Robita di Seminyak, Bali. Rencanannya untuk membuka dua butik di Nusa Dua dan Ubud. Berbeda dengan Jepang, nama Robita terdengar asing dibanding di Jepang. Nah untuk menguasai pasar Indonesia bagaimana cara Sunny. Ia pun mendapatkan ijin dari rekannya dari Jepang itu.

Pihak Nobuyaki sendiri setuju Sunnya menggunakan merek yang sama. Mengingat berkat Sunny lah perusahaanya mampu berdiri tegak. Bayangkan keuntungan mereka telah mencapai $10 juta, dimana di waktu perusahaanya ditawar $10 juta karena hampir bangkrut.

Jika di Jepang harga jualnya minimal Rp.2 jutaan. Maka di Indonesia rencananya akan dijual kisaran Rp.1,5 jutaan. Kualitas pun dijaga olehnya sangat ketat walupun murah. Mesinya diimpor dari luar negeri, dan benangnya diimpor dari Jerman. Selama 14 tahun Sunny telah dipercaya pemasok dari luar negeri itu.

Sunny telah menemukan passinya sebagai pengusaha muda. Dari tukang kebun menjadi pengusaha tas terkenal Jepang. Ia tertantang untuk selalu memperbaiki citra produknya. Dari aneka jenis yang terus dikeluarkan setiap tahunnya.

Hingga sekarang Sunnya masih menjadi pribadi yang humble. Ketika berkunjung ke Un's Hotel, ia akan bertemu teman- teman kerjanya. Bertemu sapa dengan atasan dan keluarganya yang berjasa. Ia masih menemukan tempat tidurnya dulu masih utuh. Bahkan stiker- stiker di kamarnya masih ada terpasang di sana.

Senin, 04 Februari 2019

Memulai Usaha Sayuran Crispy Mantan Bankir Sukses

Profil Pengusaha Irvan Wijaya


jual keripik sayuran crispy

Ide bisnis datang kapan saja dimana saja. Inilah yang membuatnya memuilai usaha sayuran crispy. Mantan bankir sukses melebihi ekspetasinya sebagai karyawan. Menjadi pengusaha tentu bukanlah pilihan Irvan Wijaya. Dia lebih cocok menjadi seorang bankir dengan setelan dan jas necis.

Menjadi pengusaha tidak pernah terpikirkan olehnya. Apalagi memulai usaha sayuran crispy. Tentu mantan bankir ini tidak akan berpikir seksuses ini. Awalnya dia bercerita bermula dari kesehariaanya sebagai pegawai. Bekerja sebagai commercial banker di sebuah bank di Jakarta, dia sangat suka namanya sayuran.

Tidak seperti temannya yang memilih daging ketimbang sayuran. Irvan memilih satu porsi sayuran khusus. Padahal dia waktu itu tengan menyantap makanan bakmi. Yang biasanya orang lebih suka yang banyak diginya. Alhasil pria berkacamata ini ditertawakan teman- temannya yang melihat.

"Saya ingat saya makan bersama teman saya, saya memasan bakmi dan satu porsi sayur untuk saya santap," kenangnya, yang disusul candaan teman- temannya, "sebegitunya, ya harus makan sayur?" kenangnya kembali kepada pewarta Tabloid Bintang.

Memulai Usaha Sayuran Crispy Menguntungkan

Ide bisnis sederhana agar bisa makan sayur enak. Tujuannya mengajak orang lain untuk sama- sama menikmati. Ia ingin membangun citra makan sayura itu praktis. Pentingnya sayuran terkadang orang tolak karena ribet. Apalagi kalau potongannya besar- besar jadi malas makannya.

Orang- orang ingin sesuatu yang mudah dimakan. Akhirnya Irvan mencari tau cara agar bisa makan sayur praktis. Awal tahun 2015 dimulailah usaha Irvan berbisnis keripik sayur. Untuk modal pertama ia membeli vacuum frayer. Teknik yang dikembangkannya menggunakan suhu rendah dibawah 100 derajat.

Bulan Mei 2015 dimulailah penelitian cara membuat keripik. Ia menjadikan garasi rumahnya menjadi pusat produksi. Penggunaan suhu kurang dari 100 derajat, dimaksudkan agar mengurangi kerusakan dan berubahnya kandungan mineral.

Memang kandungannya berkurang dibanding sayuran aslinya. Tetapi Irvan berusaha sekuat mungkin untuk mencegah. Tidak berjalan mulus juga karena butuh waktu hingga yakin. Serangkaian uji coba dilakukannya agar berhasil. Ia juga memilih- milih sayuran apa yang cocok dikeringkan di vacuum.

Irvan juga harus memastikan rasanya tidak berubah. Uji cobanya bermodal Rp.50 juta tetapi belum termasuk biaya percobaan. Produk pertama diluncurkan pada September 2015, yang awalnya dia cuma berjualan brokoli dan kentang.

Bahkan untuk brokoli saja, dibutuhkan waktu setahun, yang menghabiskan sampai satu ton brokoli. Tujuannya agar tidak sekedar berjualan melainkan pengusaha. Biaya dikeluarkan hanya untuk brokoli saja sudah sampai Rp.30 jutaan. Belum juga untuk bahan baku lain, dan dia kini punya 7 varian Crispy Salad.

Mantan Bankir Sukses Tidak Takut Gagal

Mantan Bankir ini sukses tidak takut gagal bisnis. Menjadi pengusaha membutuhkan bukan sekedar berjualan. Seperti penelitian yang dilakukannya selama ini menguras tenaga. Selain menguras isi kantung Crispy Salad tetap meluncur.

Bahkan ketika dia sudah berhasil menghasilkan produk olahan. Gonta- ganti kemasan juga menjadi bayangan pengusaha ini. Tujuannya untuk menjaga daya tahan sayuran, apalagi produknya tidak lah dibuat benar- benar kering 100%. Tidak pula menggunakan bahan pengawet apalagi MSG untuk perasa.

Kemasan harus dibuat sedemikian mungkin agar daya tahan naik. Awalnya dia pernah menggunakan kemasan kripik. Hasilnya Crispy Salad cuma mampu bertahan satu hari saja. Sekitar setahunan Irvan cari- cari kemasan plastik yang cocok.

Hasilnya dia mampu membuat produknya bertahan 3 bulanan. Walaupun tanpa MSG tetap rasanya gurih ketika dimakan. Alasannya dia menggunakan garam Himalaya dan cabai untuk perasa. Kenapa menggunakan garam Himalaya karena lebih kaya mineral.

Hasilnya Crispy Salad digandrungi masyarakat berkat inovasi. Dibantu lima karyawannya dia bisa berproduksi 150 kemasan perhari. Bahkan permintaan meningkat sampai melebihi produksinya. Dia pun memasok produknya ke pengecer dan distributor, juga marketplace seperti juga di Tokopedia dan Shopee.

Pemasarannya juga termasuk menggunakan sosial media. Jika kamu berminat silahkan kunjungi saja di @crispy_salad, untuk lebih jelasnya.

Jumat, 25 Januari 2019

Tips Usaha Spa Puri Wanoja Kenali Pasar Anda

Profil Pengusaha Chyntia Ika


pengusaha putri wanoja


Kali ini kita akan membahas profil pengusaha pemilik spa Puri Wanoja. Serta tips usaha Puri Wanoja yang bisa kamu pelajari ke depan. Berikut profil pengusaha pemilik spa Puri Wanoja, Chika atau yang bernama lengkap Chyntia Ika. Sejak kecil memang sudah memiliki passion di bidang bisnis.

Untuk mendukung passion nya menjadi pengusaha muda, maka dia berkuliah di Jurusan Manajemen. Mahasiswi Jurusan Manajemen, Universitas Katolik Parahayangan, yang sebenernya bukan usaha pertamanya. Dia pernah berbisnis pakaian fashion wanita. Seperti perempuan lain, pernah membuka butik, memiliki penjahit sendiri dan akhirnya bangkrut.

Ditutup membuatnya tidak berhenti untuk berwirausaha. Tetapi orang tuanya tidak sepakat dia jadi pengusaha muda kembali. Orang tuanya bukanlah seorang wirausaha. Maka mereka sempat menyarankan Chika untuk menjadi pegawai saja. Karena menjadi pegawai lebih menguntungkan dari pengusaha.

Itu kalau kita melihat dari sisi stabilnya pendapatan bulanan. Walaupun menjadi pegawai kantoran toh hatinya tidak di sana. Tidak bertahan lama membuat Chika kembali ke bisnis. Akhirnya ia menggeluti lagi dunia tersebut walaupun tanpa modal. Untuk kali ini dia akan membuka usaha spa sendiri.

Prinsip Wirausaha Pengusaha Muda


Tidak sekedar membuka tanpa pengetahuan. Ia menyempatkan diri untuk belajar mengenai semua tentang spa. Ia memiliki prinsip membuka usaha harus tau. Dia mengikuti pelatihan therapis spa, obeservasi, dan berkonsultasi ke banyak orang. Selepas melakukan persiapan matang, maka barulah Chika membuka usaha bernama Puri Wanoja.

Sibuk berwirausaha tidak membuatnya berhenti belajar. Dirinya juga tercatat sebagai mahasiswi di ITB jurusan Cultural and Cultural Entrepreneurship. Kendala berbisnis spa ialah bahwa kamu harus mencari terapis berkualitas. Inilah susahnya mencari sumber daya manusia yang sudah terlatih atau mahir.

Sudah memiliki kemampuan juga harus memiliki prilaku baik. Harus mampu melayani yang ramah kepada pelanggan. Dalam berbisnis spa juga masalahnya pada perawatan. Perlengkapan spa harus dirawat, perlengkapan penting ialah menyakut perairan atau air untuk perawatan spa.

Kalau nanti bocor atau air mati dibutuhkan tenaga mekanis. Spa merupakan satu tipe usaha yang menyakut gaya hidup. Maka orang lebih memilih membeli barang daripada spa. Karena itulah Chika membuat suasana tempatnya eklusip untuk para penikmat layanan spa.

Wanoja dalam bahasa Sunda berarti wanita. Prinsipnya spa Puri Wanoja ialah kekhususan mereka untuk wanita. Ketidak nyamanan dengan spa yang bercampur dengan pria. Walaupun ada tempatnya sangat terpisah dihilangkan olehnya. Puri Wanoja juga tidak memposisikan dirinya sebagai salon, melaninkan seperti rumah bagi wanita.

Agar semakin cepat laris manis diminati Kaum Hawa. Usahanya tidak segan untuk mengeluarkan paket- paket hemat, seperti untuk mahasiswa maupun pegawai kantoran. Mereka juga menyediakan paket untuk mereka yang akan menikah. Persepsi itu dibangun bahwa layanan spa bukanlah khusus untuk kalangan atas.

Ramuan yang ditawarkan olehnya juga kekinian. Yakni spa stroberi, cokelat, madu, dan lain- lain. Itu tidak menggunakan ramuan tradisional yang umum.

Apa tips usaha spa Puri Wanoja kenali pasar dahulu. Barulah kamu melakukan segmentasi targetnya kemudian. Jika umumnya orang memakai ramuan tradisional yang menyengat, usahakan mencari alternatif lain yang kekinian. Pengusaha muda Chika mengungkapkan jangan takut berkreasi akan usaha kamu.

Eksekusi semua ide- ide kamu punyai segera menjadi nyata. Modal merupakan kunci namun bukan berarti kamu harus menunggu lama. Untuk pemilihan tempat pastikan menjangkau target pasaran kamu. Ambil contoh Puri Wanoja pertama kali membuka di dekat komplek perumahan sekaligus perkantoran.