Pengusaha Pekalongan Merintis Usaha Cendol Gading

Profil Pengusaha Nurul Huda

 

cendolgading.png

Simak kisah pemuda ini merintis usaha Cendol Gading. Pengusaha Pekalongan tersebut bernama Nurul Huda. Dia memiliki pengalaman panjang berwirausaha. Dimana dia merupakan penjual cendol keliling di kawasan Tegalaga, Bandung.


Huda memang datang dari keluarga penjual cendol. Dia hijrah ke Bandung dan berjualan sejak 1990 -an. Dia mengaku telah mempelajari aneka teknik dan ramuan cendol. Itu didapat dari ayahnya, yang lebih dahulu berjualan cendol.


Bisnis Cendol Keluarga


Huda mengatakan punya resep cendol sendiri. "Saya hanya lulusan SD saja. Jadi modal ilmu saya datang dari keluarga saya yang juga berdagang cendol di Tegalaga, Bandung," ucapnya. Pengusaha muda ini bercerita bekerja serabutan buat modal usaha.


Hadi cuma mampu mengumpulkan Rp. 350 ribu. Uang tersebut dipakai berjualan cendol di kawasan sama. Namun, Hadi ingin merubah nasib, maka dia memilih hijrah ke Jakarta buat berjualan cendol. Ia mencari jalan- jalan ramai di Jakarta.


Dia menemukan kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, dan Glodok, Jakarta Barat. Hadi cukup lama berjualan keliling. Sampai dia memutuskan berhenti dan akan membuka lapak. Uang diinvestasikan kemudian dibukalah lapak.


Keputusan Hadi ternyata sangat tepat membuka lapak. Dagangan cendolnya laku keras ketika jualan cendol di daerah Glodok. Hadi mampu meraup omzet sampai Rp.1 juta perhari. Itu sangat hebat karena tahun tersebut belum ada seramai miliknya.


"Saat itu belum banyak pedagang cendol yang selaris itu. Jadi geger dunia percendolan," kenangnya sembari tertawa lepas.


Menyadari racikan cendolnya memiliki keistimewaan. Huda ingin mengembangkan usahanya. Ia sadar, bahwa kalau cuma mengadalkan pengalaman, kesuksesan akan jauh diharapkan. Dia memang sudah lama dalam dunia pemasaran. Namun Hadi telah memiliki patokan sendiri mengenai makna sukses.


Hadi melihat pengusaha kuliner lain. Inilah mengapa dia tidak segan meminta bantuan. Lewat mentor yang notabennya pengusaha sukses, Hadi berharap usahanya akan tersebar keseluruh Indonesia. Lewat sistem kemitraan berharap usaha tersebut menyebar.


Tahun 2003 sampai 2005, dia dimentori Pak Wahyu Saidi, bos Bakmi Tebet, memberikan arah mana Hadi tempuh. Dia pun mengikuti aneka seminar pengembangan diri. Dia mengikuti aneka pameran produk UMKM. 


Hadi memutuskan mewaralabakan sejak 2005 silam. Awal perkenalan, brand Cendol Gading memang mendapatkan apresiasi masyarakat. Huda menawarkan paket kecil buat menjalankan brandnya. Cuma modal Rp. 3 juta sudah bisa membuka Cendol Gading.


"Waktu itu karena gak ada pemaian yang kecil, dan baru hanya saya saja, jadi ramainya luar biasa," ia menceritakan. Produknya 'booming' bukan main banyak penawaran. Banyak orang tertarik menjadi mitra Cendol Gading.


Sistemnya mudah, praktis, dan gampang dijalankan. Siapapun boleh menjalankan kemitraan Cendol Gading. Hadi pun menaikan brandnya lewat kemitraan Rp. 5 juta dalam kota, dan Rp. 7,5 juta untuk kemitraan diluar kota.


Brand Cendol Gading diharapkan akan berkembang menjadi kafe. Dimana dia akan menyuguhkan banyak makanan dan minuman, selain cendol. Dia mengembangkan banyak jenis cendol. Mulai dari cendol beras merah, cendol nangka, dan duren. 

 

"Saya ingin agar kami tidak hanya menjual cendol," tuturnya. Baginya kewirausahaan adalah mengenai etos kerja. Pengusaha harus menjaga mimpi- mimpi kedepan. Kalau kamu punya niat, menurutnya maka kamu akan menguasahakan segala daya upaya.


"Jadi kalau dari awal nita kita sudah yakin kita bisa, saya yakin jalan keluar akan dimudahkan," tutup Huda.

Biografi Pisang Goreng Madu Bu Nanik Pengusaha

Profil Pengusaha Nanik Soelistiowati 


bu nanik pisang goreng madu
  
Biografi pisang goreng madu Bu Nanik. Pengusaha yang mengawali lewat masalah kesehatan.  Hingga menjadi ide bisnis menguntunkan. Inilah kisah Nanik Soelistiowati dan bisnisnya yaitu pisang goreng madu Bu Nanik. 
 
Kini bisnis Nanik sudah dilirik pihak Istana Negara. Bermula dari satu pengalaman pribadi, penyakit diabetes membuatnya harus pilah- pilih makanan yang akan dikonsumsi.

Dia menemukan cara tetap bisa makan makanan manis. Tetap berasa manis tetapi nanti tidak akan mengganggu gula darah. Dia juga menambahkan bahwa keluarganya suka manis. Nah, jadilah dia coba berbisnis pisang goreng manis, dan keluarga dekatnya suka pisang goreng buatannya.
 

Pengusaha Pisang madu


Penyakit diabetes membuatnya sangat hati- hati. Bahkan makanan yang terlihat sehat belum tentu cocok. Contohnya pisang goreng biasa, bisa menaikan gula darah Nanik tinggi juga. Lalu keinginan untuk makan pisang goreng terutama pisang goreng madu muncul.

Dia membuat pisang goreng madu khusus. Madunya bukan sembarangan tetapi sudah disesuaikan. Bentuk pisang goreng madunya seperti gosong. Tetapi sebenernya merupakan karamelisasi dari madu itu. Dari cuma dikosumsi sendiri, dicoba tetangga, kini dipesan banyak orang buat dinikmati.

Sejak 2007, bisnisnya bermula dari gerai kecil sederhana, dimana dia menjajakan pisang gorengnya. Dia memanfaatkan aneka bazar makanan. Resep ditemukan ketika 20 tahun sebelumnya dia fokus berbisnis katering untuk hotel.

Ia menjual menggunakan namanya sendiri. Pisang Goreng Madu Bu Nanik atau Pisang Goreng Bu Nanik, dan orang ternyata gampang menghafalnya. Bu Nanik sendiri merupakan pelopor pisang goreng madu yang ada di Jakarta.

Sukses dia mampu memproduksi 70 peti pisang setiap hari. Hingga terkadang dia kesulitan menemukan bahan baku saking banyak permintaan. Khususnya waktu musim kemarau maka jumlah bahan baku akan menurun drastis. 
 
Bertahap bisnisnya tidak cuma terbatas pada produk pisang goreng madu saja. Nanik menjual juga ubi madu, cempedak madu, nanas goreng madu, dan nangka goreng madu. Lalu ada risoles, tahu, tempe, yang asin- asin.

Sukses berbisnis pisang goreng bukanlah akhir. Pengusaha ini ingin lebih maju lagi dengan bisnis lebih berkembang. Nanik bercita- cita mendirikan toko pusat oleh- oleh Jakarta. Maka pendapatan dia dapatkan tidak bisa ia langsung habiskan. 
 
Meski banyak untung, semisal Rp.10 ribu, tidak bisa begitu saja dipakai tetapi investasi ulang. Biografi pisang goreng madu Bu Nanik.

"Anak saya digaji dan saya juga mengambil gaji, sisanya saya investasikan," paparnya.

Keuletan merupakan kunci sukses berbisnis apapun. Kemudian, janganlah kamu melihat masa lalu, lihat ke masa depan, jalankan usaha kamu tanpa takut kegagalan. Ia juga mengatakan anda harus mengerjakan bisnis anda sendiri. 
 
Kuasai pasar anda, harus dimulai dari skala kecil terus promosikan bisnis anda ke khalayak. "Jika ada project atau acara yang lain bawa kaos, sepatu, saya bawa pisang dan kartu," Nanik menambahkan.

Ia membawa kartu nama usahanya. Sementara pisang akan dibeli atau dibagikan sebagai upaya promosi. Dari semula berbisnis katering, ternyata berbisnis pisang goreng lebih menguntungkan. Memang bisnis makanan bisa masuk ke mana saja, ke perorangan, perusahaan, maupun perhotelan.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba