Bisnis Blog Rahasia Entrepreneur Yan Susanto

Profil Pengusaha Yan Susanto

  
rahasia bisnis blog
 
Entrepreneur Yan Susanto dikenal sebagai penulis, pengusaha, dan blogger.Dia menekuni bisnis blog tetapi bagaimana caranya. Dia telah dan terus menulis berbagai macam jenis artikel di internet, yang sebagian besar mengenai mesin pencari Google.

Ingin mengetahui tentangya berarti anda harus mengunjungi tulisannya satu persatu. Kunci sukses menulis blog menurutnya bukanlah tentang anda menulis berdasarkan pencarian terbanyak. Tetapi,  ia menyebut jangan menulis untuk mesin pencari, tapi menulislah sesuatu yang menarik untuk dibacar. 
 
Memang ada sedikit perbedaan disini tentang apa bisnisnya kini. Beberapa orang menyebutnya seorang blogger tapi di internet, kita menyebutnya sebagai publisher.

Menjadi Entrepreneur

 
Yan seorang penulis blog, sekaligus penulis lepas di berbagai situs besar seperti retireat21.com. Pengusaha yang menyuguhkan informasi tentang internet marketing. Mereka, para publisher, ialah orang yang hidup agar pencari informasi itu mendapatkan keinginannya. 
 
Seperti blog ini, ia menyuguhkan sebuah informasi melalui tulisan blog dari berbagai sumber. Dia lalu menuangkan idenya menjadikan artikel lebih menarik dan hidup dalam satu ketikan. Bukan perkara mudah meyakinkan mereka jika bahasa Inggris Yan waktu itu hanya pas- pasan.

Bermula di 2008, ia tau benar bahwa blog telah menjadi fenomena tersendiri. Tapi dia tidak tertarik hingga muncul Wordpress, blogging platform lebih baik dari blog biasanya. Dia tumbuh atas rasa ketertarikan akan platform Wordpress. 
 
Hanyalah wajar ketika dia akhirnya memutuskan menulis segala sesuatu yang ia ketahui melalui Wordpress itu sendiri. Dari menulis tentang blog, Yan memfokuskan diri menjadi blog entrepreneur, tidak melulu menulis bagaimana mencari uang online.

Jika sedang berbicara tentang bagaimana menguangkan blog apa saja, maka ia lah ahlinya.

"Kenapa? karena blogging itu platform menakjubkan dimana anda bisa menunjukan siapa anda dan apa yang anda bisa. Anda bisa dikenal dengan cepat, sukses anda sendiri, fans anda sendiri yang tidak mungkin di dunia nyata. Apa anda setuju?" terangnya. 
 
Seolah menjadi artis, namanya dikenal di dunia maya, walau di dunia nyata siapalah Yan Susanto kini. Dia dengan tegas menyatakan blog tempat kita bisa bertemu banyak orang, menjadi terkenal.

Soal uang tidak lah terlalu berarti baginya karena semua mengikuti secara alamiah.Pernah menganal nama John Chow? Berbeda kita yang tertakjub akan kesuksesan pria satu itu. Yan Susanto justru memiliki pendapat lain tentang cara John berbisnis online. 
 
Dia berpikir memang John Chow berhasil menjadi kaya dari internet, tapi dia merasa karena Chow menulis untuk search engine. Jadilah pengunjung sebagai pasar, terkadang mengindahkan privasi seseorang.

Orang yang memilih mencari uang bisa disebut "cerdas", cukup cerdas untuk membuat portfolio email yang di "jual" ke setiap orang. Mereka akan menulis segalanya lalu membaginya seperti mau memaksa, menghasilkan uang lebih dari mereka para blogger yang menulis karena passion

"Saya memiliki ribuan situs kecil yang menghasilkan pendapatan pasive tiap bulan," ucapnya tegas.

Ia percaya diri menulis dirinya sebagai SEO handal.

Cukuplah baginya menulis blog, lalu mendapatkan sedikit demi sedikit uang dari lebih dari satu blog terbaiknya. Tak perlu khawatir. Yan tidak lah menghasilkan uang dari menulis blog tapi juga affiliate Marketing atau bisnis afiliasi. 
 
Salah satu tulisannya yang manarik dimata kami yaitu tulisan berjudul "How to Make Quick Money When You're Short Cash". Tulisan yang menunjukan ia paham seluk beluk internet, dan anda akan diajak berpikir logis denganya hingga yang kurang logis.

Menentukan ide merupakan yang diharapkan setiap tulisannya, bukan memaksa.

"Jika menulis adalah keahlian anda dan bisa menulis kata- kata cepat, anda akan mudah mendapatkan beberapa dollar dari menulis beberapa jam di rumah. Menjadi market besar per menit, ghostwriter menjadi sangat rekomendasi. Tempat seperti getafreelancer.com atau elance.com menjadi tempat terbaik orang- orang mencari ghostwriter."

Bagi anda yang ingin berusaha berlatihlah menulis blog. Belajarlah dari blog bagaimana menulis dengan baik. Ia menambahkan beranikan diri masuk lebih dalam seperti mulai menulis ebook atau bekerjalah freelance atau menulis untuk bisnis afiliasi. 
 
Berlatih dengan bahasa Inggris mungkin jadi nilai tambahan menurut kami kanapa Yan begitu sukses. Kamu sedang berbicara pasar global tanpa batas yang disebut internet. Melalui internet mulailah mencari tau kesempatan bisnis macam apa itu.

Pengusaha Cilik Inspiratif Penemu Teknologi Terbaru

Profil Pengusaha Abby Fleck

 
 
Bayangkan anak kamu menjadi penemu teknologi baru. Dia adalah pengusaha cilik inspiratif. Si kecil juga bisa jadi pengusaha loh. Itulah yang nampaknya kita perlu perhatikan. Di negara berkembang anak- anak pengusaha jadi tren. 
 
Tak harus sesuatu yang berlebihan dalam bisnisnya. Sebut saja kisah yang perlu kami tulis ada seorang anak yang berjualan jus lemon. Atau, kisah dua bersaudara yang berjualan batu warna- warni. Perlu juga dicatat bahwa bisnis tidak harus tentang uang.
 

Penemu Teknologi Sederhana

 Inilah kisah Abbey Fleck, bocah pengusaha yang menemukan produk originalnya sendiri. Ketika itu, ia masih berusia 8 tahun. Ketika itu ia sedang bersama sang ayah, Jonathan Fleck, tengah memasak bacon (daging babi asap). 
 
Mereka tengah berpikir cara terbaik mengolah olahan daging babi ini. Akhirnya, mereka memilih memanggang daging bacon mereka di pemanggang di pekarangan rumah. Pada saat itu, musim panas 1991, Abbey tampak bersemangat.

Ketika panggangan selesai. Abbey berlari ke dapur mencari alat peniris. Perlu anda tau bahwa daging babi mengandung banyak minyak meski sudah diasap. Bahkan minyaknya semakin kentara ketika dipanggang. Ia yang kembali di dapur tak menemukan alat peniris. 
 
Dia akhirnya membawa setumpuk koran bekas. Kertas korang yang dia dilipat- lipat untuk meniriskan bacon. Ibu Abby yang tau itu langsung saja memarahinya. 

Dia memarahi Abby karena koran bukanlah alat yang tepat. Coba anda bayangkan bagaimana minyak dan tinta pada koran bertemu. Itu benar- benar tidak sehat. Tinta pada koran memang mengandung bahan beracun. 
 
Tak kehabisan akal, Abby kembali ke dapur, dan kali ini membawa jaring- jaring. Dia menggantung jari- jari itu agar minya mentes ke bawah dulu. Setelah itu barulah daging- daging itu diletakan ke piring.

Pengusaha Alat Ajaib


Dari ide kecil itu maka jadilah sebuah alat bernama Makin' Bacon. Ide produknya adalah sebuah alat untuk meniriskan daging bacon. Ayah Abby lah yang membantu produk ini jadi nyata. Yang awalnya hanya konsep sederhana ini menjadi alat serba guna. 
 
Pada awalnya, masyarakat Amerika kesulitan untuk memasak bacon. Apalagi untuk membuatnya dengan oven. Memanggang oven berbeda dengan di panggangan luar rumah.

Akan ada banyak minyak diatas piring dalam oven. Daging bacon pun akan mengumpul dengan minyaknya sendiri. Tak benar- benar kering dan terpanggan. Dengan Makin' Bacon, sebuah alat peniris dimana ada tiga tiang dalam mangkuk. 
 
Tiang- tiang itu digunakan untuk menaruh daging bacon. Daging bacon yang sudahlah terpotong- potong itu ditaruh seperti jemuran. Jika dipanggang di oven, minyak akan menetes ke mangkuk, dan daging bacon bisa terpanggang kering tanpa terendam minyak.

Karena terdengar aneh kala itu. Siapa yang mau membuat bacon dengan oven? Tapi kenyataanya itu sangat berguna. Kala itu, Abby tak bisa langsung menjual produknya. Dia dan ayahnya mencoba berbagai cara agar bisa menjualnya dan mematenkan produk Makin' Bacon. 
 
Meski dalam prototipenya benda itu terbuat dari plastik dan kayu, itu unik. Mereka bahwa tau itu akan menjual.  Mereka mencoba mendekati Wal- Mart dan K-Mart, jaringan retail terbesar di Amerika. Sayang, penemuan mereka ditolak. 
 
Tak putus asa. Mereka lalu menawarkan produk itu ke perusahaan bacon. Perusahaan yang bernama Armour Bacon setuju untuk menjual produk Abby. Mereka memperbaikinya, menjadikan produk ini produk masal. Mereka pun menjualnya melalui iklan di setiap bacon yang dijualnya.

Dukungan awal dari Armour membuat produk ini jadi terkenal dan mengangkat Abbey jadi terkenal secara viral. Keluarga mengambil keuntungan dari fenomena penemu cilik, mereka mengirimkan Abbey untuk tur pers. 
 
Dia memberikan wawancara kepada berbagai acara dari 20/20, Dateline, David Letterman, dan akhirnya melakukan penampilan di Oprah.

Oh ... dan tak lama setelah penampilan Oprah, Wal-mart memanggil Abbey untuk rapat. Sisanya adalah sebuah sejarah.

Meski awalnya ditolak oleh beberapa retailer besar tidak menghalangi Abbey dan dia tetap agresif dalam mencari cara- cara baru untuk memasarkan produknya. Agresivitas di awal itu akhirnya terbayar lunas dan akhirnya memberikan kesempatan bagi Abby. 
 
Untung ketika itu ia dan ayahnya tak memberikan hak paten produknya kepada perusahaan retailer. Ia dan ayahnya memutuskan membangun perusahaan sendiri.

Perusahaan bernama A. de F. Ltd menjadi satu- satunya perusahaan yang memproduksi alat ini. Karena di tahun 1996 "peralatan memanggang di oven" ini telah dipatenkan di Amerika. Dengan dukungan dari Armour setelahnya Abby dan ayahnya jadi fenomena. 
 
Kini, Abby Fleck telah menikah dan masih tinggal di Southern California. Sementara itu bagaimana dengan ayahnya? Jonathan Fleck ternyata tak berhenti. Dia memilih membuat proyeknya sendiri. Sang ayah lantas tercatat menciptakan penemuan Deflector.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba