Claypot Popo Kisah Pengusaha Muda Makanan Chinese

Profil Pengusaha Florencia Calista

 

claypotpopo.png
 

Kisah pengusaha muda makanan Chinese. Claypot Popo nampak sederhana tetapi bercita rasa tinggi. Popo merupakan panggilan akrab Etnis Tionghoa kepada nenek. Dia lah Florencia Calista Tavares, usia masih 30 tahun, merintis restoran Claypot Popo berbekal mengenalkan budaya Tionghoa.


Tiap masakan menampilkan kekhasan dan unsur tradisional dan budaya. Walau sudah mengalami banyak perubahan akarnya masih berasa. Dari makanan pinggir jalan sampai restoran memiliki kisah. Makanan akan lebih nikmat terasa dibumbui unsur budaya dan kentalnya kenangan.


Makanan buatan Popo atau nenek tentu sangat historis. Ini Flo coba tampilkan melalui makanan khas tradisional Tionghoa. Sejak kecil Flo dibesarkan Popo -nya, sementara kedua orang tuanya sibuk buat mengurusi bisnis diluar kota.

 

Kisah Pengusaha Muda


Tentu saja, makanan racikan Popo sudah keseharian dia nikmati. Popo menyuguhkan makanan Chinese yang beragam. Hingga cita rasanya begitu meresep kedalam hati Flo. Masih muda membuat Flo suka menjajal sesuatu hal baru.


Dia senang berburu kuliner. Berpetualang mencari kuliner merupakan caranya bahagia. Flo bekerja di sebuah perusahaan priklanan. Bila libur maka dia akan senang mencari cita rasa baru. Tetapi Flo tetap menyukai masakan Popo selamanya.

 

Maka ketika dia berniat membuka usaha kuliner maka teringat Popo. Flo memilih claypot. Masakan utamanya berasal resep sang Popo. Diracik kembali Flo berbahan mun tahu siram dengan campuran nasi goreng yang nasinya perak (kering).


Makanan nostalgia dihadirkan sangat tradisonal. Claypot Popo merupakan bentuk gratitude kepada sang Popo. "...bentuk gratitude (rasa terima kasih) seorang cucu, kepada Popo yang telah membesarkannya," ujarnya kepada Kompas.id


Menu utamanya adalah comfort food atau makanan rumahan Chinese. Bila dilihat logo Claypot Popo terdapat aksara China, itu merupakan nama dari Popo -nya Flo, Tan Siu Tjoe. "Saya masukan nama beliau, sebagai wujud terima kasih kepadanya, sekaligus bentuk blessing by her," terang Flo.


Sekitar 1,5 tahun dirinya berbisnis dan cukup berhasil. Pertama buka dia memiliki kedai di Pasar Santa dan menarik perhatian. Rasanya enak khas ditambah menyuguhkan sesuatu unik; Claypot Popo jadi digemari. Dia berjualan claypot siram telur mentah atau matang dengan pilihan daging ayam atau sapi.


Ia ingin menunjukan bahwa masakan China beragam, terutama nasi siram dalam claypot. Berbekal idealisme tersebutlah dia maju. Permintaan naik signifikan walau cuma menyuguhkan claypot. Pakai wadah khusus membuat tekstur nasi lembut.


Claypot menghadirkan nasi garing terpanggang didalamnya. Ketika dicampur kue mun tahu maka nasinya akan klop. Comfort food memang bagian kisah pengusaha muda ini. Flo tidak berhenti dan mulai mengembangkan varian menu.


Berjalanannya waktu menu termasuk clapot sapi cah bawang putih, claypot misua tahu telur asin, ayam asam manis, maupun claypot misua goreng. Flo spesifik menambahkan cah sayur fumak, kalian dan siongmak. 


Rasa kedai makanan China makin berasa karena terdapat camilan. Kamu bisa menikmati telur setengah matang atau roti tim. Minumannya teh tarik dan kopi tarik yang diracik sendiri. Claypot Popo lantas pindah ke kawasan Sabang, Jakarta Pusat.


Kemudian adiknya ikut turun tangan melalui cabang Kelapa Gading, Jakarta Utara. Tak disangka, dari berpindah justru menambah penggemarnya, yaitu pegawai kantor dan keluarga. Tempatnya memang di kawasan ramai, tetap ramai pembeli walau tempatnya sederhana berupa ruangan 2x10 meter dua lantai.


Menurut Flo kekuatan dekorasi Chinese resto terletak di kesederhanaan dan apa adanya. Tampak tidak berlebihan. Lantai atas tampak lebih hidub, vibran anak muda ditekankan, konsep vibrant yang sangat mengakomodir anak muda terutama buat merokok.


Nampak mungil diantara gedung- gedung, tetapi di dalam merupakan restoran nikmat, ketika masuk pembeli disuguhi suasana khas. Restorannya dikenal ramah dikantong, menunya unik, dan cita rasa lezat merupakan perpaduan.


"Menurut saya, dalam berbisnis makanan, value yang terpenting. Saya sudah happy dengan marjin segitu," ucapnya. Baginya bahagia melihat pembeli datang kembali. Flo pun tidak segan untuk diajak berbincang- bincang.


Ketika nasi dicampur kuah mun tahu dalam claypot sempurna. Nasi tidak jadi kuah, tetapi mengental pas. Metode memasak yang dikenal semenjak jaman Romawi kuno, membuat nutrisi makanan terjaga, aromanya semakin kuat.


Permintaan Claypot Popo semaki banyak. Flo tidak pernah merubah apapun. Bahkan tampilan restoran masih mengusung konsep sama. Dia lebih senang meningkatkan pelayan dan menu. Kemudian fokus menjaga kualitas usahanya kini.


"Tugas saya dalam memaintain adalah bagaimana caranya mendatangkan costumer, untuk makan, puas, lalu dia bali berkunjung ke sini lagi. Itu menjadi satu kesatuan yang harus ada," ujarnya kepada Kompas.id, melalui rubrik Klasikola.kompas.id


Pengusaha muda wajib mencari jalan keluar menghadapi halangan. Flo bekerja keras buat menghadapi Covid 19 kini. Flo terus melakukan digitalisasi usaha restoran miliknya. Memaksimalkan cash flow usaha Claypot Popo ini.


Flo sudah bergabung Gofood sejak 2017 silam. Melalui Gobiz mampu menghantarkan usahanya miliki 3 cabang. Sebagai pengusaha muda, dia juga mengembangkan sistem cashless, melalui pembayaran lewat QRCode dari Gopay.


Claypot juga welcome pembayaran digital lain. Menggunakan code QR menerima pembayaran akan lebih gampang. Bahkan akan mempermudah pembukuan, pencatatan melalui sistem terdigitalisasi nyatanya sangat membantu dikala pandemi.

9 Pengusaha Muda Terbaik Indonesia Mendunia

Pemuda Terbaik Versi Businessweek

 
Berikut pengusaha terbaik Indonesia mendunia melalui majalah Businessweek. Tak seperti daftar milik Forbes, Businessweek jarang menampilkan pengusaha asal Indonesia mendunia.
 



Umur: 19 tahun

Perusahaan: Spotlight

Bagi Andina, mahasiswi komunikasi visual, Universitas Bina Nusantara, melukis sepatu hanyalah sekedar hobi. Apa yang dimulai sebagai hobi berubah menjadi bisnis menjanjikan. Andina dan kakaknya, yang lulusan bisnis dan manjemen ITB, bersama mendirikan Spotlight. 
 
Apa itu Spotlight? sebuah perusahaan yang memproduksi sapatu kanvas dalam jumlah besar. Untuk berekspansi, Spotlight juga mengerjakan tidak hanya sepatu tetapi kaos dan tas. Perusahaan ini memiliki lima pekerja dan menghasilkan $100- $200. Andina kemudian bekerja di produksinya, sedangkan sang adik mengerjakan keuangan dan pemesanan.

2. Wahyu Aditya


Umur: 29 tahun

Perusahaan: HelloMotion School

Ketika Wahyu berumur 24 tahun, dia keluar dari pekerjaannya kemudian bekerja sendiri. Ia adalah pendiri Hellomotion School, yang kemduian menghasilkan ribuan anak- anak muda berbakat di bidang animasi dan perfilman. Ajang karyanya yaitu festival Hello berhasil menarik 300 lebih karya baru, menciptakan potensi bisnis dan pekerjaan bagi pertumbuhan perfilman Indonesia. Wahyu pernah menjadi finalis penghargaan desain, IYCEY 2006, dan menang di IYCEY 2007. Di 27, ia menjadi orang Indonesia pertama dan yang termuda dari seluruh Indonesia yang memenangkan sebuah penghargaan dunia, British Council's International Young Screen Entrepreneur of the Year. Dia menggunakan hadiahnya $12.000 hadiah untuk belajar film di London dan Biston.

3. Goris Mustaqim


Umur: 26

Perusahaan: PT. Resultan Nusantara dan ASGAR MUDA

Goris membantu anak muda menentukan ide meraka menjadi sesuatu yang teraplikasi. Ia mensuport mereka agar termotivasi dan bekerja secara profesional. Dia menyamangati wirausahawan sambil tetap melakukan kegiatan peduli lingkungan. Tepat 2006, ia mendirikan Asgar Muda, tempat dimana anak muda akan bekerja bersama di bidang pendidikan dan budaya, tujuannya membantu kesadaran warga lokal.

4. Oscar Lawalata


Umur: 32 tahun

Perusahaan: Oscar Lawalata Culture

Oscar Lawalata, seorang fasion desainer yang memajukan kebudayaan. Dimulai dari pewarana yang alami, kain asli Indonesia, dan corak khas daerah, ia selalu menaruh itu di setiap karya- karyanya. Fakta lain, Oscar mengerjakan karyanya 90% buatan tangan, membuatnya khusus menarget pasar pecinta fasion tradisional. Di Februari 2009, ia memenangkan penghargaan British Council's International Young Creative Entrepreneur (IYCE) Fashion Award 2009 di London's Fashion Week.

5. Roihatul Jannah


Umur: 30

Perusahaan: Helmiat Bonceng Bocah

Karena motor menjadi alat transportasi paling umum di Indonesia, kebutuhan akan keamanan semakin tinggi. Berawal dari sinilah Helmiat Bonceng Bocah lahir, produk yang dikhususkan untuk anak- anak. Produk ini dikususkan bagi orang tua yang memiliki motor, dan harus menggunakannya untuk mengantar si buah hati. Roihatul selalu menyempurnakan produknya agar semakin nyaman dan aman.

6. Iim Fahima Jachja


Umur: 31

Perusahaan: Virus Communications

Virus Communications adalah firma online yang didirikan pada 2006 oleh Iim Fahima dan suaminya, Adhitia Sofyan. Sekarang perusahaan ini telah menjadi konsultan utama, khusus dibidang tingkah laku online serta teknologi. Hanya dalam tiga tahun, perusahaan memenangkan berbagai proyek serta memegang perusahaan- perusahaan besar seperti Hewlett Packard, Toyota, Auto 2000, Telkom, XL, Smart Telco, Lippo Group, Tupperware, and Sosro.

 7.  Antonius Dian Adhy Feryanto



Umur: 30 tahun

Perusahaan: PT. Pavettia Atsiri Indonesia (PAI)

Karena Indonesia terkenal dengan pala, minyak parfum, dan minyak serai. Maka pengusaha muda satu ini meliriknya. Feryanto menemukan kesempatan membangunnya dengan etik. Teknisi mesin ini pun bersegera belajar tentang tumbuhan berencana untuk mengembangkan bisnis dibidang ini. Suksesnya mampu membuat produk bahan jadi barang ekonomis. Pada tahun 2009, dia mendirikan Pavettia Atsiri bersema beberapa orang kenalannya. Sukses menghasilkan aneka minyak esensial dengan sekala industri.

Baru saja berbisnis itu ia dan perusahaanya telah menikmati kesuksesan besar; produksi telah meningkat sepuluh kali lipat dan perusahaan telah mengembangkan jaringan petani.

8. Malariantikan Yulianggi


Umur 19 tahun

Company: Shoyu Pia Cake

Ketika ia tengah mencari produk tentang produk lokal. Dia menemukan singkong di anak tirikan. Tapi satu kenyataan, Malarianti menemukan bahwa masih ada beberapa orang menikmatinya. Tapi tidak semua orang menyenanginya. Jadi dia mulai membuat produk modern Shoyu Pia Cake. Dari cuma punya enam pegawai di awal, sekarang, dia bisa memiliki lebih dan lebih banyak lagi pelanggan.

9. Aziz Setyawijaya


Umur: 19

Perusahaan: Nomaden Experimental Artworks

Aziz bahkan tak punya kamera sendiri. Namun, sebagai anggota klub fotografi di Universitas Gajah Mada, maka ia bisa meminjam kamera dari teman- temannya. Nah, dari sanalah dia membangun bisnisnya bernama Nomaden Experimental Artworks. Bisnisnya mudah yaitu membuat apa yang kita sebut buku memorial. Ia pun sukses berat menghasilkan jutaan rupiah sejak memulai di 2008. Semangat!

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba