Peternakan Kecoa Sebuah Bisnis Menggelikan dari China

Profil Pengusaha Wang Fuming 

 
bisnis dari china
 
Bisnis menggelikan dari China akan membuatmu bergidik. Peternakan kecoa ternyata menghasilkan cuan menggelikan.  Kamu pasti sudah sering mendengar berbagai makanan unik di berbagai belahan dunia -dari cacing, belalang, ulat, atau apapun itu. 
 
Bagaimana dengan kecoa, sensasi makan yang katanya sama gurihnya dengan sepiring ayam?
 
Wang Fuming, secara blak- blakan menyatakan hasratnya tentang makanan satu ini. Pria asal China, menyebut dirinya sebagai rajanya kecoa di Jinan, China, siap untuk membuat kamu bergidik geli.

Mimpi Wang: menaruh kecoa dalam piring dan mangkuk untuk satu masakan kaya protein.
 

Bisnis Tidak Masuk Akal


"Saya cinta keco- kecoa ini, saya merasa dekat dengan mereka," dia berkata dalam satu artikel di cnn.com.

Di sisi kota industri di perkotaan Jinan, Wang telah menternakan ribuan kecoa. Bisa ada sepuluh juta kecoa dalam satu kali panen suatu hari kenangnya. Dia membesarkan mereka para kecoa dalam sebuah gudang dengan koridor sempit dan berdindingkan beton semen yang tampak menggelikan. 
 
Melangkah lebih dalam adalah seperti mimpi buruk sebelum terbangun, atau sebuah adegan dari film "Alien." Ada bau yang kuat dari amonia dan suara bergerit kaki- kaki kecil mereka, kecoa.

Wang berternak kecoa Amerika, yang sebenarnya asli dari Afrika. Ukurannya sangat besar tak sebanding, lebih besar dari kecoa Asia seperti di rumah kita. Dia kemudian menjual mereka ke industri perusahaan farmasi di Cina sampai berton- ton

Mereka biasanya digiling dan dimasukkan ke dalam pil dan diiklankan sebagai obat untuk segala macam penyakit seperti perut, jantung, dan hati.

Dalam beberapa tahun terakhir, mereka telah menjadi bahan pokok di toko obat Cina, meski tak tercantum kecoa dalam bungkusnya -lebih memilih nama latin dalam label bahan, menjanjikan hasil yang menakjubkan. Obat kecoa menjadi "booming" tersendiri dari kayanya China dalam industri.

Meski dijual untuk pengobatan, sejujurnya, Wang lebih suka mereka dalam disajikan dalam piring. Dan lebih gila ketika ditanya tentang dimasak apa, dia suka yang digoreng. Dalam wawancara, pewarta disuguhi satu mangkuk kecoa dengan minyak olif.

Ia pun mencoba menyuapinya. Dua kali penggorengan ungkap Wang disela- sela ramah tamah itu. Tak begitu diterima oleh sang pewarta, Wang memilih melumatnya sendiri, tampak begitu menikmatinya.

Dia benar-benar tampaknya menikmati itu. "Saya merasa jauh lebih baik setelah saya mulai makan kecoa," katanya.

Habislah sudah kecoa satu mangkuk ditanganya, tersisa sedikit. Wang lalu menunjukkan bagaimana yang terbaik, cara memakannya. "Sayapnya sudah tidak ada, sehingga lebih mudah untuk makan," katanya.

Pewarta dari CNN mulai menjejalkan sisa kecoa ke dalam mulut dan mulai mengunyah - kecoa Amerika, sayangnya, terlalu besar untuk ditelan seluruhnya. Rasanya, mereka renyah, seperti kentang goreng yang terlalu matang dari Perancis, dan mereka, keco- keco itu, meninggalkan rasa yang memiliki daya tahan yang lama akan hilang dari mulut kamu. 
 
Kecoa mungkin bukanlah cara terbaik untuk meyakinkan kamu untuk menjadi pemakan petualang, tapi menganggap mereka sebagai pembawa standar, bahwa di luar sana ada petualangan.

Atau mengambil kata Wang untuk itu.

"Jika anda tidak mencobanya, anda akan menyesal seumur hidup anda," tutup David McKenzie dalam satu sesi petualangan kuliner.

Peternak kecoa


Lain lagi dengan Tian Tinglei, yang memilih pensiun dari pekerjaan di di kota Liaocheng untuk kembali ke negaranya dan hidup di antara para perayap menyeramkan.

Dia benar-benar menjadi sedikit dari penggemar mereka, beternak dalam hampir satu mil persegi hanya untuk kecoa. Rupanya, dia lebih menyukai mereka yang berminyak, kulit mengkilap mereka, dari bekerja normal dengan kertas dan puplen. Mmmmm!

Sebuah hidup penggila kecoa menyeramkan, pengusaha berusia 32 tahun mendapatkan ide untuk peternakan kecoa setelah seorang teman yang bekerja di apotek bercerita tentang penggunaan serangga ini menjadi sumber protein yang murah dan obat- obatan.

Tapi, mengapa, oh mengapa, kamu mau melakukannya? Nah, Tian menjual sebesar $16 kilo, dimana kulit dan minyak kecoa digunakan dalam pengobatan Cina untuk mengobati segala sesuatu dari penyakit jantung hepatitis dan luka bakar.

Tidak mengherankan, bagaimanapun, banyak orang yang tidak begitu tertarik untuk mengolesi dirinya dengan minyak kecoa, buktinya tetap populer, dengan sedikit variasi agar tak seseram yang kita bayangkan. Tian tampaknya cukup bangga akan kerajaan kecilnya, dan cukup menjanjikan. 
 
Dimana mungkin ketika akhir dunia, dan ia dan kecoaknya akan paling bertahan, dia akan menjadi orang yang terakhir tertawa. Satu fakta tak bisa diabaikan kecoa adalam mahluk paling tahan serangan nuklir, dan bisa beradaptasi di berbagai keadaan, mudah diternakan.

Raja Studio Foto Bogor Bisnis Fotografer Keliling

Profil Pengusaha Khaidiri


raja studio foto bogor

Siapa sangka bisnis fotografer keliling ini menjadi legenda. Raja studio foto bermula hobi menjadi nomor satu di Bogor. Hobi jadi bisnis mungkin cocok bagi pengusaha satu ini. Sosok pengusaha yang bukan apa- apa, kini bisa jadi raja. Raja studio foto tepatnya. 
 
Namanya Pak Khaidir, wirausahawan studio foto yang mempunyai 250 studio foto. Outlate fotonya tersebar di kawasan Bogor. Bicara berapa omzet -nya, tak tanggung- tanggung, ia menghasilkan 15 miliar rupiah. 
 

Inspirasi Raja Studio Foto

 
Padahal di tahun 1982, Khaidir hanyalah seorang fotografer keliling yang menjajakan fotonya di kawasan Kebun Raya Bogor. Omzetnya sih besar tapi bukan perkara mudah membangun bisnisnya. Bukan candi yang dibangun semalam. 
 
Ia harus menabung sebagai fotografer keliling selama 2 tahun. Khaidir mengumpulkan 600 ribu untuk modal bagi usaha studio fotonya. Abadi Photo pertama didirikan bermodal 600 ribu, yang disewanya sebuah kios, seperangkat kamera studio standar, dan seperangkat kamera luar sederhana pula. 
 
Semua- muanya memang sederhana diawal. Dia merupakan contoh pengusaha yang percaya efek domino. Margin besar bukanlah yang utama bagai usahanya di awal. Semua mengalir apa adanya ketika pertama kali membuka studio foto. 
 
Yang penting dia sudah untung tanpa menghilangkan pelayanan maksimal. Selama pelayanan itu terbaik maka pelanggan akan datang dengan sendirinya. Siap yang tidak akan jatuh cinta jika pelayanan baik. Meski bermodal kamera yang standar Khaidir tetap percaya diri.

Ujian pertama yang dilalui Khaidir yaitu ketika melawan pesaing yang mapan (lebih bermodal). Kala itu, ia punya rencana untuk menjalin kerjasama dengan Modern Photo milik Fuji. Sayang, pesaing sudah memiliki lebih dulu hak cetak Modern Photo. 
 
Andai saja dia bisa lebih cepat pastilah usahanya yang diterima. Dia terlambat hingga tak bisa merasakan alat cetak cepat milik Modern asal Fuji tersebut. Untungnya, perlu kamu ketahui Modern Photo punya satu buah kebijakan bekerja sama. 
 
Mereka akan memberikan hak cetak untuk yang lebih dekat dari 1 km. Merasa dirinya pantas dengan klausa itu. Serta usaha fotonya memang lebih beromzet baik dari sang pesaing itu. Khaidir tak pantang menyerah. Walau terkesan ngotot ia mengajukan banding berkat klausa tersebut. 
 
Dia meyakinkan bahwa dia lah yang pantas untuk peralatan canggih Modern. Berkat kegigihan itulah ia berhasil mendapatkan hak cetak Modern. Dia kini dilengkapi peralatan modern canggih besutan Fuji.

Pada tahun 2006, Khaidir tercatat memiliki 250 studio foto dikawasan Bogor. Prospek yang bagus dimana banyak wisatawan di sana menambah pundi- pundinya. Namun, sekali lagi, ia menegaskan ini bukanlah soal uang tapi pelayanan maksimal. 
 
"Kalau kamu memberikan yang terbaik pastilah hasilnya pasti juga akan lebih baik," begitu kiranya.

Facebook: Abadi Photo Studio

Dian Pelangi Fashion Hijab Desainer Indonesia

Biografi Pengusaha Dian Pelangi


biografi dian pelangi
 
Biografi Dian Pelangi desainer hijab terkenal mendunia. Pengusaha Wanita yang bernama asli Dian Wahyu Utami, sempat disepelekan kerena dia dianggap mendompleng. Brand Pelangi telah besar ketika meneruskan usaha keluarga tersebut.

Usaha milik kedua orang tuanya memang sudah stabil alias mapan. Sempat orang disekitar merasa ia tinggal meneruskan. Siapa sangka Dian mampu melanjutkan, bahkan membesarkan bisinis ke tingkat nasional. "Ah, Dian Pelangi mah gampang tinggal nerusin doang," ucap Dian menirukan.
 

Usaha Sendiri


Meneruskan usaha kelurga susah- susah gampang. Resikonya dia justru akan menjadi jatuhnya usaha kelurga. Ia pun merasa dibebani visi pribadi dalam bisinis mapan. Mau sampai kapan akan hanya di satu titik. Dian juga memiliki keinginan pribadi dan mental pengusaha sendiri.

Sekarang, sudah diakui masyarakat luas, orang sudah mengenal bahkan brand namaya lebih fenomenal. Bisnis orang tua sudah ia jalankan semenjak tahun 2008. Seluk- beluk sudah dipahami karena melihat dari kecil. Tinggal mengasah keterampilan sekaligus menghadapi tatap mata sinis.
 
Dia cukup akrab dengan usaha keluarga semenjak kecil. Usia 21 tahun, Dian sudah dikenal menyukai dunia fashion. Banyak orang meragukan kemampuan Dian pertama kali terjun. Kendala dari mereka yang tidak percaya dirinya mampu, walau dia merupakan lulusan sekolah mode ESMOD.

Memulai usaha fashion hijab desainer sejak umur 18 tahun. Kemudian, di usia 21 tahun sudah masuk ke bisnis keluarga, Dian Pelangi masih memiliki banyak mimpi pribadi. Meskipun ia sukses dalam membesarkan bisnis keluarga. Dia masih merasa ini bukanlah kesuksesan karena masih banyak.

Dian masih banyak ingin belajar segala sesuatu baru. Ia sendiri masih banyak berkomunikasi dengan orang tua. Bila dia melakukan sesuatu maka bicarakan. Takutnya menghasilkan uang banyak tetapi orang tua tidak ridho. Inilah tips sukses Dian Pelangi buat kamu yang memulai berwirausaha.

Tantangan orang meremehkan dirasakan Dian begitu kuat. Awal- awal dia sempat jatuh meragukan kemampuan pribadi. Dia harus bekerja mulai dari desain sampai pemasaran dilakukan. Ia mampu membuat brand sekunder seperti Tenun Pelangi, Batik Pelangi, DP by Dian Pelangi, dan Dian Bridge.

"Ini kok masih anak- anak," celetuk mereka.

Anggapan negatif harus dipatahkan melalui karya bukan berdiam diri. Kini, brandnya memiliki 11 cabang, dari Pekalongan, Jakarta, Palembang, Medan, Aceh, Bandung, Surabaya, dan Makassar. Ini juga termasuk franchise keluar negeri ke Malysia, Timur Tengah, dan Eropa.

Agar kamu bisa sukses maka ciptakanlah ciri khas. Bila kita meniru maka masyarakat tidak akan bisa mengenali kita. Mereka tidak akan menganggap karya kita dan karir berjalan di tempat.

Dia terlahir sebagai gadis biasa tidak berlebihan. Uniknya, kedua orang tua Dian memiliki pemikiran berbeda. Bila kebanyakan ingin anaknya masuk ke sekolah menengah. Begitu lulus SMP, Dian malah dimasukan ke SMK 1 Pekalongan Jurusan Tata Busana

Dian menjadi minder ketika bertemu teman di SMP. Tetapi lambat laun berubah, passion akan dunia fashion tumbuh, dan Dian malah bersyukur masuk ke SMK Tata Busana. Begitu lulus sekolah dirinya langsung ditanggung jawabi mengelola butik.

Pengusaha wanita kelahiran Palembang, 14 Januari 1991, yang menjadi desiner utama bisnis fashion milik keluarga. Ia dikenal sebagai anggota Asosiasi Perancang Pengusaha Muda Indonesia (APPMI) termuda. Berkat sorotan berbagai media membuat namanya melejit keseluruh Indonesia.

Pada Mei 2009, Dian mengadakan fashion show di Malbourne Australia. Dia menampilkan 40 pakain hasil karyanya. Namanya mendapatkan sorotan dari media Australia, The Edge. Ia pun rajin untuk mengikuti fashion show dari APPMI, seperti yang bertema "Kembali Fitri" pada 2009 silam.

Kementrian Perindustrian dan Perdagangan mengajak Dian ke fashion show di Abu Dhabi. Dia juga diundang mengikuti Jakarta Fashion Week (JFW) pada November 2009. Tanggapan masyarakat pada karya Dian Pelangi sangat positif.

Dia menjadi kiblat fashion anak muda pada 2010 -an. Maka Dian meluncurkan buku fashion yang di
dalamnya mengenai "Street Style". Berisikan gaya busana hijaber yang pernah dia temui diseluruh penjuru Indonesia.

Dian Pelangi juga menjadi penggagas komunitas hijab. Namanya komunitas Hijabers yang sudah tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Hijabers Community masih berkembang diantara kehidupan masyarakat Indonesia.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba