5 Perusahaan MLM Masih Eksis Indonesia

perusahaan mlm eksis

1. Amway


Bagi kalian yang pernah MLM atau ditawari bisnis MLM pastilah tahu perusahaan ini. Perusahaan yang pernah masuk masa jayanya di Indonesia pada 1993- 1995. Amway didirikan oleh Jay Van Andel dan juga Richard DeVos, bermarkas di Ada, Michigan.

Produk dijualnya meliputi produk pembersih rumah, produk kecantikan dan kesehatan, nutrisi, bahkan produk pengolahan air sehat. Produk terakhir disebutnya eSpring, dikenalkan di 2000, fokus pada water treatment menggunakan sistem ultraviolet, menarik.

Ada uang pendaftaran bagi pendaftar masuk dan ditambah renewel dimana harus dibayar anggota tiap tahun. Jangan salah bisnis ini terbukti manjur ( dan masih eksisi di negara asal) bahkan ada orang sukses diamond. Yang menarik kita disuguhi produk- produk benar berkualitas.

Namun, produk akan selalu mengikuti harga dollar, jadi kita siap merogoh kocek dalam- dalam.

Apa masih aktif?

Iseng- iseng cari tau di internet, ternyata masih aktif. Diambil dari www.amway2u.com, kita akan disuguhi produk pilihan mereka mejeng di depan komputer. Bagi kami paling menarik yaitu produk disebut Artistry (trademark) khusus milik Amway.

Produk kecantikan katanya perusahaan kembangkan khusus bagi kita. Berminat? Kunjungi websitenya segera, dan jangan lupa klik link nya. Sebagai tambahan, perusahaan MLM satu ini mensyaratkan wajib belanja atau tutup point.

2. CNI



Perusahaan MLM satu ini mendapatkan perhatian khusus hingga tahun 2000 -an. Perusahaan ini, katanya, merupakan hasil buah karya orang asli Indonesia. Sukses di negara sendiri, CNI menjadikan dirinya salah satu perusahaan tertua. Perusahaan nyata- nyata dilahirkan di Bandung di 1986.

Dulu menggunakan nama PT. Sanchlorellatama dan produk pertama dijual adalah sun chlorella. Sejalan dengan perkembangan, produk dijual bertambah dan pada tahun 1992 berubah menjadi CNI (PT. Citranusa Insan Cemerlang).

Beberapa majalah, koran dan tabloid telah banyak menceritakan asal mula perusahaan MLM lokal ini. Katanya dibangun oleh keluarga Gunawan Tjondro dan Abrian Natan ini. Ulasan lengkap terakhir tentang CNI dapat dilihat di majalah ManPower edisi Desember2007 serta dari majalah SWA edisi Desember2007.

Sistemnya: wajib belanja atau tutup point, renewel dimana dibayar terus tiap tahun, Center/PO banyak. Target penjualan perusahaan MLM perbulan mencapai 250 ribu, 500 ribu, hingga sampai 1 juta (resmi perusahaan) malah ada lebih tinggi lagi bila ngikutin program leader.

Pernah mendapatkan kritik karena ikut nimbrung di iklan televisi bahkan jual asuransi "kolor" segala. Perusahaan satu ini masih solid mungkin sampai selanjutnya karena member banyak dan ada uang tiap tahun. Beberapa sukses mencapai gelar diamond.

Ada leader diamond sukses dapat kredit motor, namun jikalau target tidak terpenuhi bayar sendiri- sendiri. Produk: dari celana, produk kesehatan ( berbagai suplemen dan vitamin), kebutuhan rumah tangga.

Masih solid namun tak lagi terdengar keras dengungnya di masyarakat Indonesia, karena banyak siangan kali. Info lebih lanjut coba saja: www.cni.co.id

3. Sophie Martin


Sophie Martin Indonesia didirikan atas nama PT Sophie Martin Indonesia, yang merupakan anak perusahaan yang berkonsep Multi Level Marketing (MLM) beroperasi di Indonesia sejak 1994. Sudah lebih dari 13 tahun lamanya Sophie Martin telah ada di tanah air kita ini.

Mereka berfokus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Perusahaan ini tumbuh menjadi perusahaan penyedia produk fashion yang mempunyai peranan penting di Indonesia.

Tingkatan member cuma ada dua: presiden dan franchise. Kalau di tingkat franchise, kamu haruslah punya bisnis sendiri atau tempat jualan sendiri.

Terus produk dipajang di etalase toko nanti berasal dari produk milik perusahaan. Tenang produknya kuat jadi tinggal pintar- pintar jualan saja. Keuntungan member itu ada di diskon 30% tiap pembelian sendiri, bonus belanja sendiri, bonus pendekatan, bonus royalti, dan bonus super pic.

Konsepnya agak ribet pada member franchise. Ini agak ribet karena member franchise berperan sebagat leader lagi, namun bawahnya gak dapat benefit seperti si franchise.

Cukup pusing tapi masih bisa dikerjakan.

4. Orieflame


Orieflame menggabungkan sistem direct selling dan MLM jadi satu. Jadi perusahaan mlm tidak sepenuhnya menggunakan sistem MLM. Namun, bagi berminat kamu bisa menjadi member MLM -nya, apa sih untungnya? Secara garis besar untungnya sama seperti perusahaan diatas ini.

Kalo sudah bergabung jadi member, kerjaan kita setiap hari itu merekrut orang bergabung menjadi member di jaringan kita. Setelah itu barulah kita masuk ke jualan memenuhi tutup poin. Dan, kita sendiri juga bisa ikut nimbrung tupo (nilainya 600.000).

Mudahnya kamu akan membeli produk Oriflame seperti shampo, sabun, parfum, deodoran dan lain- lain. Dan akhirnya, semua produk yang ada di rumah kamu tiap akhir bulan berubah menjadi produk- produk Oriflame semua.

Mudah kan? Kamu tidak perlu pusing milih shampo apa atau sabun apa; semuanya dari Oriflame. Setelah kita sukses ngajakkin orang agar ikut jaringan kita. Berulah kita ajarin gimana caranya berjualan buat mereka dibawah jaringan kita.

Semakin banyak orang kita ajak masuk di jaringan kita, semakin banyak orang belanja, semakin banyak juga bonus/komisi bulanan kamu dari Oriflame; terlihat mudah sih. Tapi, disarakan kamu harus berjualan agar bisa jalan tutup poin bulanan.

Jika punya uang buat tutup poin sendiri? Silahkan, tapi bangkrut tanggungan kita sendiri bukan perusahaan. Intinya kita sama jaringan harus rame- rame beli produk milik Oriflame dan kita dapet bonusnya.

5. Tupperware



Tupperware didirikan oleh Earl Silas Tupper (1907- 1983), dimana perusahaan ini berfokus pada produk rumah tangga. Bagi kamu sering liat di layar kacar, produk Tupperware terbuat dari bahan plastik.

Dan, ini berbeda dengan konsep bisnis MLM lain cenderung pada produk habis pakai (karena habis- beli, semakin sering beli semakin untung). Tupperware Indonesia sendiri mengaku bukan sepenuhnya MLM tapi bisnis berjenjang karir.

Mereka mengklaim tiap member memiliki tingkatan dan tugas berbeda. Kita nanti bisa menjadi manager, executive manager, group manager, atau bisa distributor. Namun perlu diketahui sebelum masuk ke jenjang tersebut, kamu diwajibkan menjadi member dan melalui beberapa masa percobaan.

Disini kita akan disuguhi pelatihan penjualan semacamnya seperti lainnya. Ada tutup point? Di ambil dari situs tupperwarecentre.com, kita tidak mendapatkan itu namun memang ada syarat- syarat pencapaian minimum.

Pencapain dari jumlah jaringan, pembelian dan lain- lain, mungkin permasalahannya adalah produk ini bukan produk habis pakai.

Usaha Hutan Kayu Jati Emas Pengusaha Muda

Profil Pengusaha Muhammad Alkaf


usaha hutan kayu jati
 
Pengusaha muda ini menawarkan keuntungan Rp.100 sampai Rp.200 juta. Dari usaha hutan kayu jati emas menghasilkan banyak. Muhammad Alkaf menawarkan konsep franchise berprinsip jelas. Dia memberikan tanah dimana kamu tinggal tanami.

Alkaf menawarkan dua macam pohon: jabon dan jati emas. Nama jati emas sendiri tengah naik daun dikalangan pecinta desain interior. Pasalnya kayu jatinya memiliki kelebihan dibandingkan kayu jati lokal.

Prospek Bisnis Kayu Jati


Pohon jati emas memiliki pertumbuhan sudah lebih cepat, tingkat kelurusan tinggi, dan punya serta emas. Sarat lurus emas inilah menimbulkan kesan eksotis dan mahal. Banyak orang luar berburu agar dapat membeli kayu jenis tersebut.

Ia memiliki masa pertumbuhan cepat rata- rata 20 cm per 10 hari. Masa panen yang umumnya 40 tahun bisa menjadi 5- 15 tahun. Kayu jati emas diklasifikasikan kelas ringan dengan kepadatan 700 kg/m2. Warna eksotik menjadi trend setter furnitur di Eropa, Amerika, dan Jepang.

Bila kamu berbisnis ini maka tujuan utama ekspor. Pengusaha muda Alkaf menangkap potensi jati emas. Melalui PT. Harfam Jaya Makmur, Alkaf bersama pimpinan perusahaan lain, fokus mengejar penanaman hutan pada kosong.

Mereka juga menarget lahan kurang produktif warga. Tujuannya menanam pohon membukan hutan kembali. Alkaf fokus usaha hutan kayu jati emas semenjak 2004. Dia juga membuka peluang sejenis untuk pohon jabon.

Keduanya dipaketkan melalui sistem franchise tersebut. Usaha ini diawali akan keperhatian tinggi perihal kelestarian hutan. Keperhatinan para pemimpin perusahaanya akan pemberdayaan hutan. Kita tau bahwa pemberdayaan hutan berkesinambungan telah terkikis.

Banyak perusahaan ilegal melakukan penebangan pohon liar. Nah, PT. Harfam membawa bibit pohon jauh- jauh dari asalnya ke sini. Taukah kamu bahwa peneliti telah melakukan penelitian panjang soal jati emas. Pohon asal Thailand tersebut memiliki keunggulan dibandingkan jenis kayu lokal.

Jati emas telah melalui penelitian intensif dan berkesinambungan. PT. Harfam menanam jati emas dan jabon yang telah direkayasa genetik. Kualitas lebih baik hingga laku dijual dipasaran ekspor. Ini sesuai dengan pemenuhan kebutuhan kayu dunia.

Permintaan pasar tidak dunia tidak dibarengi penanaman hutan. PT. Harfam menyadari bahwa jumlah persentasa pertumbuhan hutan lamban. Dibandingkan pertumbuhan populasi manusia yang mulai mengikis lahan. Jumlah lahan perhutanan menyempit namun juga menyisakan lahan tidak produktif.

Dibutuhkan 2 tahun survei sampai Harfam menemukan Bondowoso, Jawa Timur. Wilayah pertama yang mereka tanami pohon kayu jati emas. Wilayah tersebut ternyata memiliki lahan tidur atau tidak diberdayakan. PT. Harfam menghutankan hingga memiliki nilai ekonomis sangat tinggi.

Alkaf mengatakan banyak lahan kosong tidak diperdayakan. Seperti ketika mereka roadshow 2010, dimana ia menawarkan investasi kepada masyarakat. Beberapa kota ditemukan banyak lahan tidak diberdayakan. Masyarakat mempunyai lahan namun tidak paham dikelola apa.

Indonesia menurut Alkaf memiliki cuaca dan kondisi tanah lebih baik. Disini akan lebih prospek ditumbuhi jati emas dibanding asalnya Thailand. Bukan tidak mungkin, usaha perkayuan Indonesia akan lebih unggul dibanding Thailand kelak.

Harfam ingin mewujudkan hal tersebut melalui berbagai cara. Selain mereka menawarkan franchise agar cepat berkembang. Harfam siap menyediakan bibit terpercaya asli Thailand, sudah melalui universitas- universitas pertanian.

Untuk berinvestasi bersama Harfam dibutuhkan biaya tanpa lahan. Dimana kita akan memilih lahan langsung ke perusahaan. Ada tipe tectona garden seluas 1000 meter persegi dan berjumlah 1000 buah pohon. Kamu akan membayar senilai Rp.200 juta untuk paket tectona.

Paling luas paket lahan royal tectona senilai Rp.9,5 miliar. Luas lahan 8 Ha, bibit pohon ditawarkan 8000 buah, dan ternyata laku keras. Menurut marketing usaha mereka menyisakan 6000 meter saja di 2014.

Menghitung proyeksi keuntungan perkayu senilai Rp.5,1 juta m2, maka untuk keuntungan perhektar Rp.2,3 miliar untuk 50% -nya. Untuk kamu yang berminat menjadi investor, maka mulai tulis surat pemesanan dan menyerahkan uang pangkal.

Kamu akan diajak mengunjungi labortaorium pengembangan bibi. Juga diajak jalan- jalan melihat lahan mereka sediakan. Calon mitra tanda tangan perjanjian kerja sama. Kemudian mencicil tiap bulan dan sudah resmi menjadi investor hutan.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba