Tampilkan postingan dengan label MLM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MLM. Tampilkan semua postingan

Bisnis MLM Haram Memilih Pancake Durian

Profil Pengusaha Sukses Subakti 


mantanbisnismlm.png
 
Mengetahui bahwa hukum bisnis MLM haram memilih berhenti. Ia memutuskan tidak mengejar jargon passive income begini.  Rahasia passive income jutaan rupiah setiap hari. Bahkan sosok agamis satu ini pernah "merasakannya", apakah bisnis semacam ini halal atau haram. 
 
Berbisnis MLM menjanjikan Subakti, 30 tahun, sangat tergiur dengan aneka hadiah dari perjalanan ke luar negeri, rumah, atau mobil. Subakti merupakan salah satunya agen MLM perusahaan asal China.
 

Memilih Wirausaha


Lima tahun sudah dirnya jalani usaha model MLM. Dia pun mulai diliputi perasaan ragu apakah halal atau halal kah. Hingga, suatu hari, ia mendengar ceramah Ustadz di Rodja TV menganai muamalah yang dilarang oleh Islam. 
 
Transaksi dalam MLM dinyatakan tidak sesuai syariat Islam olah sang Ustads. Inilah alasan yang membuatnya tidak melanjutkan kembali. Akhirnya ayah tiga anak ini memilih berjualan gorengan saja.

"Ustadz tersebut menjelaskan bahwa salah satu muamalah yang dilarang ternyata ada pada sistem bisnis MLM. Dari situ saya mulai melakukan koreksi tentang muamalah yang sedang saya jalani," ujarnya. 
 
Ia tidak cuma mempertanyakan kehalalan MLM loh. Termasuk bisnis yang dijalani selanjutnya. yaitu bisnis jasa servis komputer dan kursus komputer. Dia memilih wirausaha tetapi tidak mudah.

Pasalnya, Subakti memanfaatkan software bajakan buat menjalankan bisnisnya. Inilah hal yang dilakukan oleh mahasiswa Teknik Komputer yang cuma bertahan 3 semester.

Mundur bisnis MLM saatnya berbisnis sesungguhnya. Dia juga menjual semua aset bisnis komputer miliknya. Usang tersebut digunakan untuk melunasi hutang dan pindah ke Kota Medan. 
 
Tepatnya rumah di daerah Deli Serdang dimana keluarga kecilnya melepas penat. Sesampai di Kota Medan sudah banyak usaha terlebih dahulu dia geluti.

Bisnis Durian


Terkanal akan duriannya membawa Subakti berbisnis sama. Dia berjualan aneka pancake durian ataupun daging durian beku. Hasilnya diluar dugaan ternyata begitu sangat menjanjikan. Subakti memberanikan diri membuka usaha ini sejak awal Januari 2015. 
 
Dimulai dari mengamati pasar yakni maraknya sup durian dan lain- lain. Ia memutuskan menjadi produsen dan suplier pancake durian.

"Saya memberanikan diri merintis usaha dengan nama Kampung Durian," papar Subakti, yang mana nama itu terinspirasi teman di group KPMI Korwil Medan. Mereka merupakan group produktif yang membahas soal Medan serta potensi bisnisnya.

Subakti mengambil durian tersebut langsung dari kebunnya, seperti daerah Sidikalang atau lainnya. Awalnya ia mengaku cukup kesulitan memenuhi bahan baku. Pasalnya durian merupakan buah musiman. Ketika tidak musim maka harga jualnya bisa melonjak tajam. 
 
"Sistem stok disaat musim durian menjadi solusi utama bagi kami untuk tetap bisa produksi sepanjang tahun," tuturnya.

Dia juga siap menghadapi anaka komplain terkait produknya. Dari komplain tersebut kemudian dijadikan bahan evaluasi baginya. Ia mulai memperbaiki produk dan pelayanan bisnisnya. Dia bahkan mempekerjakan beberapa orang karyawan untuk membantu. 
 
Total ada 9 karyawan yang ia miliki, pengusaha pancake durian ini mengaku berproduksi bisa sampai 200 bok pancake. Untuk harga disebut cukup fluktuatif atau naik turun. Terutama jika berbicara pusat durian seperti Medan. 
 
Ia sendiri tidak berpangku tangan. Usahanya sudah merambah ke daerah lain di Indonesia lewat port- to- port -jemput cargo di bandara. Subakti memberikan minimal order 25- 30 kotak dan untuk kamu yang mau jadi reseller pemula, cukup membeli 15 kotak.

Total Kampung Durian memiliki 70 reseller tersebar di seluruh penjuru dunia. Dia sendiri memberikan tips buat kamu tentang hutang usaha. Pastikan hutang kamu terbayar tepat waktunya jangan menunda. Karena menurut pengusaha muslim satu ini hutang akan mematikan kreativitas kamu.

"...membuat pikiran kita menjadi tidak tenang baik siang maupun malam hari, yang pada akhirnya bisa mempengaruhi kreativitas kita dalam mengembangkan usaha," tutup interviewnya bersama BisnisUKM.com

Pengusaha Gagal MLM Ide Jualan Batagor Hanimun

Profil Pengusaha Angga Januar


pengusaha batagor

Pengusaha gagal MLM memilih berjualan biasa. Dia memiliki ide jualan batagor. Ide berjualan kecil- kecilan nyatanya lebih melegakan. Dia tau hasilnya lebih kecil dibanding bisnis MLM. Tetapi pria ini tak susah- susah mencari downline.

Kalau sudah punya produk sendiri dia lebih percaya diri. Lebih mampu mengontrol dan bertanggung jawab. Mungkin dia enggak berbakat bisnis MLM. Dan mungkin, kamu bisa meniru langkah pri muda bernama Angga Januar K ini.
 

Berbisnis Batagor

 
Dia pernah merasakan apa yang pernah kamu rasakan sekarang. Bagaimana rasanya (dijanji- janjikan) mendapatkan mobil mewah dari bisnis MLM. Sayangnya, memang tak semua orang bisa sesukses orang lain. Alkisah ada mantan pemulung yang memang menjadi bahan omongan. 
 
Namanya Sunarno, sukses bisnis MLM dimasa jayanya dahulu loh. Cuma bermodal seadanya, dirinya mampu menduduki posisi tinggi di Forever Young.


Kisah sukses seperti Sunarno ini sudah mulai jarang ditemui. Kisah seorang pemulung sukses berbisnis MLM tanpa modal; adalah seperti legenda saja. Kembali ke sosok Angga, kapankan ia memulai bisnisnya tersebut. 
 
Tepatnya, di 2008, Angga bersama ibunya, mulai tertarik berbisnis MLM yang menjamur. Mereka tergiur iming- iming mobil mewah hingga rumah megah. Tentu jika sukses merekrut orang menjadi downline. Faktanya gambaran serba manis tersebut cuma semu belaka. 
 
Mereka tidak bisnis berbisnis MLM. Mereka tidak berbakat bisnis MLM. Mereka tak mampu mengikuti pola usahanya. Bahkan ibunya sudah menggelontorkan uang banyak. Mereka bahkan sempat kehilangan mobil, rumahnya di kawasan Cimahi, Jawa Barat. 
 
Harta mereka digelontorkan buat menutupi biaya dikeluarkan mereka. Kapok berbisnis MLM membuatnya memilih bisnis konvensional. Sayangnya, lagi- lagi Angga mengalami satu kegagalan kembali. Bisnis konvensional juga sama gagalnya dengan MLM. 
 
Dari bisnis konveksi justru tertipu salah seorang konsumen asal Kalimantan. Jadilah Angga menutup bisnis konveksinya, bangkrut, kehilangan semua modal yang ada.

"Kejadian itu terjadi di tahun 2005, konsumen baru bayar DP (uang muka) 25% untuk order konveksi saya. Setelah orderan selesai dan dikirim, orang yang order tidak bisa dihubungi lagi," jelas Angga kepada situs Myoyeah.

Otaknya berputar keras buat memulai bisnis kembali. Dia seolah tak kapok mengalami kegagalan. Angga mulai berpikir usaha apa yang baru tapi bisa cepat menghasilkan. Ia lantas mencurhatkan kegalauannya ke ayahnya, yang kebetulan adalah seorang akuntan di salah satu bank swasta.

Secara getir, ayahnya kemudian menyodorkan uang 20 juta. "Papa tinggal punya sisa tabungan Rp.20 juta untuk keluarga waktu itu," ia lantas menjelaskan. Angga menceritakan papahnya mengajari dia kunci bisnis cepat.

Menurutnya bisnis yang perputaran uangnya capat adalah bisnis kuliner. Kemudian ia berpikir buat berbisnis batagor karena penggemar batagor. Karena ayahnya bekerja sebagai akuntan. Bisnisnya pun tak terlepas dari sorotan matanya.

Pengusaha gagal ini menceritakan ketika akan memulai usaha; dia diperintahkan menulis anggaran. Dia diperintahkan menulis anggaran usaha yang ia perkirakan nanti.

"Awalnya rencana anggaran itu mencapai angka Rp.15 juta," jelasnya. Papanya kemudian mulai menyarankan agar Angga menghitung ulang. Disarankannya untuk mengambil bahan- bahan dan peralatan lebih murah.

Hasilnya modalnya bisa ditekan menjadi Rp.6 juta. Tapi tentunya tanpa mengurangi kualitas dari batagor buatannya nanti loh. Angga tidak lama dalam keterpurukan kegagalan. Dua tahun semenjak kebangkrutan parah bisnisnya terdahulu tanpa kembali bisnis MLM.

Yakni dari bisnis konveksinya dulu. Moda Rp.6 juta digunakan segera tanpa basa- basi. Pada Februari 2007, resmi bisnis kuliner yang bernama Batagor Hanimun diluncurkan. Adanya pengalaman gagal MLM kemudian gagal berbisnis konveksi menyadarkan satu hal.

Bahwa bisnisnya salah manajemen bukan karena apa. Ini fakta yang diambil ketika memulai brand -nya sendiri.

"Ya,saya menyadari kalau waktu dulu kami buruk dalam hal manajemen," terangnya.

Pengusaha Gagal MLM


Selain sibuk membenahi manajemen, disaat itupula Angga mengikuti anake pameran. Ini memang merupakan strategi khususnya memperkenalkan brand -nya. Ia tak absesn hadir di pameran khususnya pameran kuliner di Bandung.

Saking kerajinan mengikuti pemaran membuatnya dikenal. Sosok Angga sudah dikenal oleh kawan- kawanya sebagai hantu pameran atau jurik pameran. Agresifitas memperkenalkan bisnisnya ternyata membuahkan hasil.

Strateginya buat memperkenalkan juga sebagai sarana membangun koneksi. Disana, Angga mampu menggaet konsumen, bahkan dalam jumlah lebih besar, dan dalam waktu singkat pula. Dibanding lewat cara biasanya berjualan normal yakni berjualan lewat mobil keliling.

Hasilnya mampu naik berkali- kali lipat. Tidak cuma 2- 3 kali lipat tapi mencapai belasan kali lipat untungnya jualan di pameran. Itulah alasan utama lainnya selain memperkenalkan brand -nya.

Apalagi kalau bukan cara cepat menggaet konsumen non- konvensional. Bahkan lewat berjualan di pameran membawanya untung besar. Bukan cuma untung uang loh, tetapi sebuah kesempatan memperluas jaringan bisnis

Dalam penjelasannya, ketika mengikuti pameran PKBL UKM Expo 2009 silam, selain terjual habis Batagor Hanimun -nya; ada sosok investor miliriknya. Inilah tonggak sukses besar dari jualan batagor Hanimun. Dia bercerita saat itu ada satu keluarga yang setiap hari datang ke booth -nya sendiri.

Namun, karena pembeli selalu laris manis jadilah mereka selalu kehabisan. Hingga akhirnya mereka datang lebih awal agar bisa kebagian. Bahkan mereka rela datang ke pameran selanjutnya. Karena datang dari awal, jadilah, satu keluarga itu bisa kebagian lezatnya Batagor Hanimun.

"Hari berikutnya mereka datang lebih awal dan membeli batagor," katanya.

Setelah itu, sang ibu keluarga tersebut menyodorkan nomor telephon. Maksudnya adalah sang ibu itu tertarik menjadi mitra bisnisnya kelak. Angga pun tak menyia- nyiakan tawaran tersebut, dan mulai menjajal konsep bisnis kemitraan.

Untuk pertama kalinya, Angga bisa membuka satu toko bersifat permanen, jika sebelumnya cuma berjualan lewat mobil pribadi. Toko tersebut terletak di Rest Area 97, dimana mitranya adalah si ibu tersebut.

Unik karena Angga tak punya rencana khusus buat kerja sama. Dia bahkan tak menulis proposal bisnisnya. Tak mengira bahwa si ibu mau mengajaknya bemitra. Bahkan menawarinya berapa uang dibutuhkan buat berinvestasi di tempatnya.

Asal- asalan saja terucap kata Rp.10 juta seketika. Ternyata ibu itu tidak surut ketika mendengar angkanya. Jadilah usahanya berkembang berkat hal spontan tersebut. Penjualan dilokasi barunya mencapai 40 ribu pcs/bulan.

Jumlah tersebut dibilang sangat besar dibandingdibayangkannya. Selepas membuka bisnis di Rest Area 97 tersebut membawa keburuntungannya terus saja menanjak. Batagor Hanimun bahkan bisa memiliki 4 cabang di Bandung, 1 di rest area Tol Cipularang, 2 di Jakarta, dan 1 lagi di Bogor.

Cabangnya banyak membawanya jadi kaya mendadak. Bukannya karena sukses MLM tapi karena berbisnis batagor beromzet Rp.300 juta per- bulan.

Hidup Menderita Berjuang Usaha Hidup Sejahtera

Profil Pengusaha Suwaryo

 

hidupmenderita.png
 

Dia pernah hidup menderita. Suwaryo berjuang usaha hidup sejahtera. Berusaha harus memiliki mental bola bekel. Makin dia ditekan harus kembali mantul kembali. Banyak pekerjaan berat pernah dilakoni dia dulu. "Saya benar- benar merasakan betapa kerasnya hidup," imbuhnya.


Suwaryo meyakini, bahwa selama kita mau berjuang akan menemukan jalan. Dia hanya lulusan sekolah dasar. Suwaryo lantas mengadu nasib ke Jakarta. Tentu dia sangat kesulitan mendapatkan pekerjaan. Dulu dia pernah bekerja menjadi tukang asongan, tukang ojek, dan terpaksa jualan martabak.


Penghasilannya tentu pas- pasan belum mencukupi. Bahkan dia sering mengalami minim bahkan pas- pasan buat hidup. Terdorong keinginan merubah nasib maka dicarilah jalan. Suwaryo menemukan jalan lewat MLM. Dia menekuni sebuah MLM sampai tujuh tahun.


Nasib Suwaryo tidak kunjung berubah. Hingga ia memutuskan berhenti mengerjakan MLM. Di suatu hari, dia bertemu Bapak Wasja, diberinya pandangan mengenai produk Oxy. Bisnis booming tersebut dikatakan menguntungkan. Jujur Suwaryo masih trauma tetapi harus berjuang usaha hidup sejahtera.


Pak Wasja juga tidak lelah mengajari mengenai Oxy. Hingga Suwaryo setuju memutuskan ikut bisnis air oksigen ini. Menurut penjelasan bahwa Suwaryo bisa mendapatkan bonus. Ditambah air minum Oxy memang menyehatkan.


Awal Suwaryo ditawari mengkonsumsi air oksigen tersebut. Kemudian ia merasakan sendiri efeknya positif. Kemudian bonus didapat ketika ia mendapatkan downline. Untuk inilah ketekunan Suwaryo kembali diuji. Dia rela turun sendiri mengantarkan air ke downline buat dijualkan.


"Tantangan yang saya harus hadapai tidak hanya penolakan saja," ia menjelaskan. Rela turun langsung menghantarkan berdus- dus air Oxy.


Memang di tempat downline nya belum terdapat stoklist. Ia rela mengantarkan 6 dus air Oxy memakai motor. Suwaryo berjalan sampai 4 jam sembari kehujanan. Perjuangan Suwaryo ternyata masih terus berlanjut. Lantaran banyak downline menjadi pasif, berhenti, satu grup bubar atau pindah MLM lain.

 

Banyak MLM lain menawarkan iming- iming bonus lebih. Mereka bahkan menawarkan cara jualan lebih mudah. Suwaryo tidak pernah setengah- setengah berjuang usaha. Itu semua demi merubah nasib demi lepas dari hidup menderita.


Mantan penjual martabak tersebut akhirnya mulai berubah nasib. Berkat air Oxy finansial keluarganya berubah. Lebih baik karena kebutuhan sehari lebih daripada cukup. Berkat bisnis air Oxy sampai dia bisa memiliki rumah dan mobil impian.


Pendapatan puluhan juta karena MLM ternyata benar. Suwaryo tidak salah memilih MLM terbaik tersebut. Dia bahkan diajak naik kapal pesiar ke tiga negara. Suwaryo lantas menjelaskan perjalanan menyandang Silver Director.


Usaha tidak akan berhasil tanpa ketekunan. Dalam waktu singkat mampu menghasilkan puluhan juta. Itu berkat tekun melakukan persentasi 2 kali seminggu. Suwaryo bahkan melakukan home sharing dari rumah ke rumah. Air Oxy sangat mengandalkan kunjungan sebagai strategi bisnis.


Tawarkan air Oxy kemanapaun, dimanapun dan siapapun. Awal kamu akan merasa kesulitan karena belum biasa; Bisa karena biasa. Kamu harus memiliki keyakinan diri sendiri. Asal ada kemauan akan ada jalan.

5 Perusahaan MLM Masih Eksis Indonesia

perusahaan mlm eksis

1. Amway


Bagi kalian yang pernah MLM atau ditawari bisnis MLM pastilah tahu perusahaan ini. Perusahaan yang pernah masuk masa jayanya di Indonesia pada 1993- 1995. Amway didirikan oleh Jay Van Andel dan juga Richard DeVos, bermarkas di Ada, Michigan.

Produk dijualnya meliputi produk pembersih rumah, produk kecantikan dan kesehatan, nutrisi, bahkan produk pengolahan air sehat. Produk terakhir disebutnya eSpring, dikenalkan di 2000, fokus pada water treatment menggunakan sistem ultraviolet, menarik.

Ada uang pendaftaran bagi pendaftar masuk dan ditambah renewel dimana harus dibayar anggota tiap tahun. Jangan salah bisnis ini terbukti manjur ( dan masih eksisi di negara asal) bahkan ada orang sukses diamond. Yang menarik kita disuguhi produk- produk benar berkualitas.

Namun, produk akan selalu mengikuti harga dollar, jadi kita siap merogoh kocek dalam- dalam.

Apa masih aktif?

Iseng- iseng cari tau di internet, ternyata masih aktif. Diambil dari www.amway2u.com, kita akan disuguhi produk pilihan mereka mejeng di depan komputer. Bagi kami paling menarik yaitu produk disebut Artistry (trademark) khusus milik Amway.

Produk kecantikan katanya perusahaan kembangkan khusus bagi kita. Berminat? Kunjungi websitenya segera, dan jangan lupa klik link nya. Sebagai tambahan, perusahaan MLM satu ini mensyaratkan wajib belanja atau tutup point.

2. CNI



Perusahaan MLM satu ini mendapatkan perhatian khusus hingga tahun 2000 -an. Perusahaan ini, katanya, merupakan hasil buah karya orang asli Indonesia. Sukses di negara sendiri, CNI menjadikan dirinya salah satu perusahaan tertua. Perusahaan nyata- nyata dilahirkan di Bandung di 1986.

Dulu menggunakan nama PT. Sanchlorellatama dan produk pertama dijual adalah sun chlorella. Sejalan dengan perkembangan, produk dijual bertambah dan pada tahun 1992 berubah menjadi CNI (PT. Citranusa Insan Cemerlang).

Beberapa majalah, koran dan tabloid telah banyak menceritakan asal mula perusahaan MLM lokal ini. Katanya dibangun oleh keluarga Gunawan Tjondro dan Abrian Natan ini. Ulasan lengkap terakhir tentang CNI dapat dilihat di majalah ManPower edisi Desember2007 serta dari majalah SWA edisi Desember2007.

Sistemnya: wajib belanja atau tutup point, renewel dimana dibayar terus tiap tahun, Center/PO banyak. Target penjualan perusahaan MLM perbulan mencapai 250 ribu, 500 ribu, hingga sampai 1 juta (resmi perusahaan) malah ada lebih tinggi lagi bila ngikutin program leader.

Pernah mendapatkan kritik karena ikut nimbrung di iklan televisi bahkan jual asuransi "kolor" segala. Perusahaan satu ini masih solid mungkin sampai selanjutnya karena member banyak dan ada uang tiap tahun. Beberapa sukses mencapai gelar diamond.

Ada leader diamond sukses dapat kredit motor, namun jikalau target tidak terpenuhi bayar sendiri- sendiri. Produk: dari celana, produk kesehatan ( berbagai suplemen dan vitamin), kebutuhan rumah tangga.

Masih solid namun tak lagi terdengar keras dengungnya di masyarakat Indonesia, karena banyak siangan kali. Info lebih lanjut coba saja: www.cni.co.id

3. Sophie Martin


Sophie Martin Indonesia didirikan atas nama PT Sophie Martin Indonesia, yang merupakan anak perusahaan yang berkonsep Multi Level Marketing (MLM) beroperasi di Indonesia sejak 1994. Sudah lebih dari 13 tahun lamanya Sophie Martin telah ada di tanah air kita ini.

Mereka berfokus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Perusahaan ini tumbuh menjadi perusahaan penyedia produk fashion yang mempunyai peranan penting di Indonesia.

Tingkatan member cuma ada dua: presiden dan franchise. Kalau di tingkat franchise, kamu haruslah punya bisnis sendiri atau tempat jualan sendiri.

Terus produk dipajang di etalase toko nanti berasal dari produk milik perusahaan. Tenang produknya kuat jadi tinggal pintar- pintar jualan saja. Keuntungan member itu ada di diskon 30% tiap pembelian sendiri, bonus belanja sendiri, bonus pendekatan, bonus royalti, dan bonus super pic.

Konsepnya agak ribet pada member franchise. Ini agak ribet karena member franchise berperan sebagat leader lagi, namun bawahnya gak dapat benefit seperti si franchise.

Cukup pusing tapi masih bisa dikerjakan.

4. Orieflame


Orieflame menggabungkan sistem direct selling dan MLM jadi satu. Jadi perusahaan mlm tidak sepenuhnya menggunakan sistem MLM. Namun, bagi berminat kamu bisa menjadi member MLM -nya, apa sih untungnya? Secara garis besar untungnya sama seperti perusahaan diatas ini.

Kalo sudah bergabung jadi member, kerjaan kita setiap hari itu merekrut orang bergabung menjadi member di jaringan kita. Setelah itu barulah kita masuk ke jualan memenuhi tutup poin. Dan, kita sendiri juga bisa ikut nimbrung tupo (nilainya 600.000).

Mudahnya kamu akan membeli produk Oriflame seperti shampo, sabun, parfum, deodoran dan lain- lain. Dan akhirnya, semua produk yang ada di rumah kamu tiap akhir bulan berubah menjadi produk- produk Oriflame semua.

Mudah kan? Kamu tidak perlu pusing milih shampo apa atau sabun apa; semuanya dari Oriflame. Setelah kita sukses ngajakkin orang agar ikut jaringan kita. Berulah kita ajarin gimana caranya berjualan buat mereka dibawah jaringan kita.

Semakin banyak orang kita ajak masuk di jaringan kita, semakin banyak orang belanja, semakin banyak juga bonus/komisi bulanan kamu dari Oriflame; terlihat mudah sih. Tapi, disarakan kamu harus berjualan agar bisa jalan tutup poin bulanan.

Jika punya uang buat tutup poin sendiri? Silahkan, tapi bangkrut tanggungan kita sendiri bukan perusahaan. Intinya kita sama jaringan harus rame- rame beli produk milik Oriflame dan kita dapet bonusnya.

5. Tupperware



Tupperware didirikan oleh Earl Silas Tupper (1907- 1983), dimana perusahaan ini berfokus pada produk rumah tangga. Bagi kamu sering liat di layar kacar, produk Tupperware terbuat dari bahan plastik.

Dan, ini berbeda dengan konsep bisnis MLM lain cenderung pada produk habis pakai (karena habis- beli, semakin sering beli semakin untung). Tupperware Indonesia sendiri mengaku bukan sepenuhnya MLM tapi bisnis berjenjang karir.

Mereka mengklaim tiap member memiliki tingkatan dan tugas berbeda. Kita nanti bisa menjadi manager, executive manager, group manager, atau bisa distributor. Namun perlu diketahui sebelum masuk ke jenjang tersebut, kamu diwajibkan menjadi member dan melalui beberapa masa percobaan.

Disini kita akan disuguhi pelatihan penjualan semacamnya seperti lainnya. Ada tutup point? Di ambil dari situs tupperwarecentre.com, kita tidak mendapatkan itu namun memang ada syarat- syarat pencapaian minimum.

Pencapain dari jumlah jaringan, pembelian dan lain- lain, mungkin permasalahannya adalah produk ini bukan produk habis pakai.

Sukses MLM Pemulung Sunarno Kerjas Keras

Kisah Nyata Sukses MLM

 
sukses mlm

Sukses MLM pemulung Sunarno berkat kerja keras.  Dia sampai sekarang tak pernah memungkiri siapa dia dulu. Ia jujur adalah mantan pemulung, yang sekarang menjadi orang kaya berkat berbisnis multi level marketing.

Bisakah?

Begini ceritanya dari awal, dulu sekali, dia harus mengais- ngais sampah, kini sukses berkat usaha MLM Forever Young Indonesia. Pria kelahiran Solo, 5 Agustus 1961, lantaran dari keluarga miskin, Sunarno hanya mampu tamat Sekolah Dasar.

Harapan Pemulung Sunarno


Sejak kecil ia sudah menjadi pembantu ikut orang dari satu kota ke kota lain. Dia pun tinggal di tempat kumuh sejauh 500 meter dari tempat pembuangan sampah. Karena dekat tempat pembuangan sampah, tak ayal Sunarno ikut masuk ke tempat itu.

Dia menjadi seorang pemulung -mengais botol- botol plastik, mengumpulkan barang bekas, lalu menjualnya. Dari sinilah, Sunarno bisa mencukupi kebutuhan sehari- hari buat hidup. Begitu mobil- mobil pembawa rejeki (truk sampah) itu tiba, semua orang termasuk dirinya berlari.

Para pemulung berebut sampah yang akan laku dijual. "Saya bosan jadi kacung yang selalu disuruh- suruh. Jiwa saya ingin kebebasan," ungkapnya.

Plastik atau kardus menjadi barang- barang incaran para pemulung. "Apalagi yang namanya balung (tulang sapi). Itu ibarat emas bagi kami. Nilainya tinggi saat dijual," jelas ayah dua anak ini. Yang paling diingat bagi seorang Sunarno itulah ketika sukses mendapat sampah idaman.

Ia pernah mendapatkan sebuah bonggol kubil (kol). Sampah ini pula menjadi idaman tiap para pemulung. Sunarno harus berebut dengan pemulung lain dan berhasil.

"Hati saya bangga dan puas karena itu suatu prestasi," katanya tersenyum.

Pria setangah baya ini telah ditinggal mati kedua orang tuanya. Sejak itupula memang sudah terbiasa hidup susah. Baginya apapun usaha selalu dikerjakan sebaik- baiknya. Baginya hidup berarti adalah perjuangan, berlari ketika truk- truk sampah itu terlihat di ujung mata.

Ada satu hal lagi membuat Sunarno gembira selain menemukan sampah idaman. Ia bercerita itulah tentang mendengarkan radio di bawah kolong jembatan. "Sayangnya tak terkira, sama bahagianya seperti naik Mercy atau Volvo," tambahnya.

Di 1994, ia mulai berkenalan namanya bisnis multi- level marketing. Saat itu, seorang tetangga mengenalkan itu pada Sunarno. Dia lulusan sekolah dasar hanya ngangguk- ngangguk saja. Ia sama sekali tak paham apa itu tengah dijelasakan oleh si tetangga.

Maklum cuma lulusan SD saja. Jangankan mengerti, mengeja kata MLM saja kesusahan karena berbahasa Inggris.

"Seminggu belum hafal," katanya, disusul tawa lepas.

Dia tak mau memikirkan itu, namun karena telah sering mendengar, ia akhirnya mengingat istilah itu sendiri. Setelah dia ditempa oleh seminar dan pelatihan, keyakinan itu tumbuh semakin besar dalam dirinya. Dia masihlah bekerja sebagai pemulung di pagi hari.

Sementara di siang harinya, Sunarno berangkat memprospek orang, setelah mandi tentunya. Di usaha apa saja selalu ada tantangan begitu pula usaha Sunarno kini. Dia bisa dibilang ngeyel atau ngimpi ketika memulai sukses MLM.

Tapi sial tak berkecil hati oleh ucapan tersebut karena sejak kecil tantangan telah menjadi bagian hidupnya. Persaingan tempat sampah membuatnya menjadi tahan banting.

"Saya sendiri tidak membayangkan, setelah menemukan usaha ini ternyata kok lebih cepat daripada rekan-rekan yang lebih mapan dan berpendidikan," akunya.

Menurutnya orang gagal itu biasanya tidak mau menghadapi tantangan apapun. Kalau sudah begitu dengan keras Sunarno menyarankan berhenti atau merubah sikap. Kunci sukses menurutnya ialah sebuah keyakinan.

Agar ikut sukses makan dia harus dekat orang- orang sukses, agar ketularan suksesnya. Kata- kata motivasi dari pria masih betah memulung ini: kalau orang lain bisa, kenapa saya tidak bisa. Pasti bisa!.

Lucunya, dulu karena tinggal di tempat kumuh, sebagian orang belum mau menerima ajakannya.

"Kalau kamu berhasil, baru saya mau ikut," kata mereka.

Namun setelah berhasil di MLM, Sunarno menagih janji mareka berkata itu. Mereka menjawab, "Lha iya, terang saja Pak Narno sekarang sudah berhasil kok." Jadi lagi- lagi dia disalahkan katanya sembari tertawa kecil. "Itu soal mental. Semua itu kembali ke pribadi masing-masing." tegasnya.

Bila teringat akan kehidupan masa lalu, Sunarno masih diliputi rasa haru. Jadi ketika dapat fasilitas rumah dari MLM, Sunarno sengaja memilih di Mojosongo, daerah yang ia huni dulu agar tidak lupa sejarah.

Tapi bila dulu orang meremehkannya sekarang jadi lain, "Kalau lingkungan butuh sesuatu, saya yang lebih dulu dimintai sumbangan," ujarnya.

Prestasi diraihnya memang paling cepat dibanding yang lain. Hanya dalam kurun 27 bulan, Sunarno berhasil menempati peringkat Senior Network Director, posisi tertinggi di MLM Forever Young. Jaringannya kini telah mencapai lebih dari 100 ribu orang, tersebar di seluruh Indonesia.

Seiring waktu, penghasilan di atas Rp15 juta per- bulan, sepeda motor, ada mobil, rumah, dan berbagai bonus wisata ke luar negeri telah bisa dinikmatinya.

Penipuan MLM atau Skema Piramida

Multi Level Marketing Bukan Penipuan



Beberapa orang secara otomatis berkonotasi negatif atas kata- kata di dunia bisnis, seperti kata "multi-level marketing" dan "downline."

Orang- orang ini selalu menganggap bahwa kata itu menunjukkan sebuah "skema piramida", kata cocok buat skema piramida ialah sistem scam. Namun, hal ini tidak benar, jika kamu tahu apa harus dicari dan apa harus dihindari maka bisnis seperti multi- level marketing bisa menjadi sebuah cara berbisnis menguntungkan.

Ini seperti halnya sistem waralaba atau penjualan langsung, ataupun sistem kredit. Multi- Level Marketing hanya salah satu wujud cara marketing. Kamu harus tau apa itu "skema piramida" terlebih dahulu, baru bisa membedakannya apa itu sistem multi- level marketing aslinya.

Juga ini bisa menjadi tuntunan agar tidak terjebak penipuan modal membership khas bisnis piramida scheme. Singkatnya, di Skema Piramida, mereka akan meminta kamu harus membayar biaya agar kata "mulai mendapatkan" bisa tercapai atau jika tidak kamu tak dapat "fee" apapun, sedangkan Multi Level Marketing (asli) menawarkan fee atas penjualan.

Berikut ini pengertian skema piramida dan multi- level marketing lengkapnya, buat kamu tau perbedaanya:

Apa itu Skema Piramida


Skema piramida adalah bisnis tidak berkelanjutan. Karena itu fokus perputaran uang antar member bukan keuntungan produk. Biasanya, itu akan berbentuk biaya sign-up atau pendaftaran semata, dan biasanya tidak memiliki produk atau jasa, kalaupun ada nilai untungnya akan kecil.

Karena skema piramida tak menawarkan produk atau jasa, cara utama (atau paling menguntungkan) orang- orang bekerja di Piramida yakni dengan merekrut orang baru masuk. Cara satu- satunya paling menarik buat mendapat uang banyak cuma bermodal memasukan member baru. Namun, ini akan menjadi mustahil ketika skema mencapai tingkat atau level tertentu.

Dan, paling menikmati hal ini hanyalah ia, sosok ada dipuncak piramida. Hasil akhir adalah bahwa seseorang akan menghabiskan waktu mencari member baru bukan menjual. Element pasti sistem ini memang hampir serupa sistem arisan. Kamu mengajak orang lain masuk dibawah, lalu mengumpulkan uang, membaginya ke member lain.

Member baru akan mendapatkan fee baru ketika orang baru masuk dan terus begitu seterusnya- seterusnya. Bisnis ini juga bisa menambahkan aspek lain agar terlihat seperti multi- level marketing yaitu produk aneh tak masuk akal. Kita akan ditawari barang dijual, mendapat bonus biaya pendaftaran (uang kamu sendiri), meski dijual produk tidak akan lebih besar (dari cari member).

Meski terlihat seperti uang dari produk, namun semua bonus akan diberikan tidak lain uang kita sendiri. Yang paling atas akan mendapatkan fee paling banyak karena mampu menarik member. Nah, kalau udah mentok, hitung- hitungan menjual produk dibanding get member akan kelihatan.

Ciri- ciri umum skema piramida


1. Diskripis ragu- ragu tentang bisnis apa yang dijalankan. Perusahaan bisa saja mengaku- ngaku perusahaan investasi, namun menjual produk. Anehnya produk dijual bahkan orang tidak tau apa gunanya. Kamu akan paham perusahaan macam apa itu baru setelah masuk menjadi member. Kamu sadar telah ditipu dan dipaksa mencari member lain sebanyak- banyaknya; cuma waktu bisa membuktikannya.

2. Tidak ada produk atau jasa ditawarkan atau produk nyata dijual berharga sangat tinggi.

Mudahnya mereka akan meyakinkan produk tersebut ialah produk baru diperkenalkan. Kamu akan seolah membeli produk lebih murah dari sebelumnya hingga harga akan naik.

3. Kebanyakan pendapatan secara umum dari hasil memasukan anggota baru. Uang dari produk abal- abal ini tak akan menutupi pengeluaran kamu.

4. Bahkan ada yang mengeluarkan jaminan bahwa perusahaan itu legal, memiliki nomor usaha terdaftar

Apa itu Multi- Level Marketing


Perusahaan multi level marketing mengikuti konsep mirip sekali skema piramida ini, yang merupakan alasan sebagian besar kebingungan, kecuali bahwa dua perbedaan signifikan:

1. Salah satu perbedaan adalah bahwa anggota pada setiap tingkat di model multi level marketing secara teoritis dapat membuat uang melalui produk dan/atau jasa perusahaan. Initnya mereka memiliki produk buat dijual untung bukan hanya tentang berapa banyak orang dibawah kamu. Intinya gak perlu dapat member baru sudah untung.

2. Perbedaan lain, kamu bisa saja menjadi lebih kaya daripada mereka memasukan kamu. Ini lagi- lagi akan tergantung kemampuan menjual dan mengajak. Ini masih ada hubungannya seberapa keras bisa menjadi pedagang.

3. Akhirnya, perusahaan multi level marketing adalah legal meskipun terstruktur hampir persis seperti skema piramida. Beberapa perusahaan MLM di Indonesia adalah mereka yang sukses di luar negeri sana, sebut saja: Tuperwarre, Sophie Martin, Orieflame. dll.

Alasan utama jenis model bisnis seperti ialah mengurangi biaya iklan. Banyak perusahaan baru memang tidak punya modal banyak ini di awal. Oleh karena itu, salah satu solusinya adalah bermodal menghargai anggota perusahaan "menyebarkan kata." 

Daripada perusahaan menghabiskan ratusan ribu atau bahkan jutaan dolar beriklan. Sebagai  gantinya pihak perusahaan memberikan insentif, biasanya berbentuk uang atau hadiah kendaraan bermotor. Uniknya hadiah juga buat mereka setiap anggota baru, yang bisa menjual/menggunakan produk dan/atau jasa perusahaan. 

Dan, ingat ini, perusahaan MLM tidak memaksa kamu mendapatkan member. Namun, mereka membatasi minimum penjualan waktu itu, fungsinya agar kamu bekerja lebih giat menawarkan produk dan mengajak member. Terbalik kalau perusahaan itu tidak menarget batas penjualan, malah fokus pada "fee" buat setiap member baru, kamu patut curiga.


Penjelasan lebih lanjut di Wikihow.com

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba