Umur 14 Tahun Pembuat Game Belajar Wirausaha

Profil Pengusaha Robert Nay


pengusaha umur 14 tahun
 
Ayo belajar wirausaha masa depan membuat game. Umur 14 tahun namun mampu menjadi pembuat game ternama. Bahkan hasil karyanya mengalahkan produk buatan perusahaan besar. Butuh sebulan, sampai anak bernama Robert Nay mengalahkan permainan nomor 1 di Play Store.

Ia bahkan membuat game tersebut di perpustakaan umum. Menumpang Wifi dirinya menjadi sosok developer mendunia. Bubble Ball itu gratis. Permianan ball atau bola yang berkonsep puzzle dan telah didownload jutaan dalam dua minggu.

Nay sekolah kelas delapan hidup di Spanish Fork, Utah, Amerika Serikat. Dalam beberapa minggu di 2011, mampu menggeser nama game Angry Bird menjadi nomor 1. Ia berhasil menggeser game yang dibuat perusahaan besar Rovio itu.

Orang Tua Mendukung


Dia menang diantara game gratisan App Store dunia. Ini  membuat tidak nyaman perusahaan rintisan game. Ambil contoh Carlos Icaza, pendiri Ansca Mobile, langsung menghubungi rekan- rekannya sesama pembuat game. 

Carlos merupakan pengembang aplikasi yang digunakan Nay membuat game itu. "Saya harus segera bergerak," tuturnya, ketika para rekannya memberi tau ada seorang "anak ajaib". 

Sang anak ajaib tidak tinggal diam karena inilah karir. Dia bercita- cita menjadi wirausaha melalui dunia. Nay belum puas. "Aku sangat terpaku... ketika aku meluncurkannya, aku tidak menyangkan itu akan diterima baik," ujar Nay, merujuk kepada tampilan super sederhana.

Selain jago dalam urusan dunia game, Nay ini dikenal anak rajin sekolah dan nilainya bagus. Masih sangat muda sehingga banyak kegiatan seperti bermain piano, mandolin, dan trompet. Karena sukses Bubble Ball maka membuatnya harus makin fokus.

Untung ibunya, Kari Nay, sangat mendukung hobi anaknya walau dia rajin main. Robert Nay dimata ibunya sangat senang bermain game iPods. Namun Nay mulai membuat game setelah jenuh hanya bermian. Ini didukung teman- temannya yang suka game bikinan Robert di awal- awal.

"Karena dia sangat handal akan komputer, mereka menyarankan dia membuat game," ujar ibu Nay.

Ibu Nay sendiri lebih melihat kegiatan apapun baik. Tidak ada paksaan atau pencapaian tertentu. Ia demokratis bahkan ikut menyumbang saran. Ibunya lah yang mendorong Nay mengupload game ini ke App Store.

Nay muda membuat website ketika kelas tiga. Dia juga merilis gamenya di Android. Untuk awalan, Nay membangun Nay Games dan tengah membuat game baru. Sejak kecil Nay melakukan penelitian sendiri. Termasuk meneliti alat pengembangan permainan milik Ansca Mobile.

Dalam satu bulan penuh, Nay menyisihkan beberapa jam tiap hari untuk game, puncaknya menulis 4000 baris kode. Ibu Nay juga memberikan saran mengenai game apa. Tetapi semua idenya muncul dari kreatifitas sang anak sendiri.

Mengapa begitu populer karena terlihat mudah. Tampilan sederhana membuat orang tertantang untuk mencoba. Eh ternyata, banyak trik- trik rumit diperjalanan level permainan. Aplikasi pembuat game memang marak. Tujuannya memberikan akses mobile ke siapapun yang tertarik dunia coding.

Jual Pakaian Big Size Wanita Usaha Warna- Warni

Profil Pengusaha Liena Sasmitapura


bisnis jualan pakaian big size
 
Pengusaha Liena Sasmitapura berani menjual pakain big size warna- warni. Usaha yang memang sangat dibutuhkan masyarakat. Buat mereka kaum wanita yang merasa tidak terwakili toko pakaian tradisional. Hanya membawa jual pakain big size warna- warni bukanlah pilihan.

Faktornya wanita bertubuh plus lebih memilih warna gelap. Jadi Liena berdiri di pasar yang terbuka sekaligus mempunyai tantangan. Ia harus mampu mengedukasi kepercayaan diri mereka. Seperti di kutip dari wanitawirausaha(dot)com, bahwasanya Liena dulu pernah bekerja sebagai karyawan.

Dia banting stir membuka usaha pakaian. Sejak awal Liena menyasar pakaian big size karena dari pengalaman pribadi. Dibuka 2002, usaha yang dijalankan melalui toko sederhana, jualannya di sana langsung pakaian ukuran XL ke atas.

Prospek Bisnis Pakaian Big Size


Dimasanya toko- toko biasa sangat minim menjualan ukuran segitu. Padahal dia melihat, menjadi big size juga bisa karena efek selepas melahirkan. Ada urgensi dimana wanita bertambah gemuk karena faktor telah menikah.

Kita juga tidak memungkiri kesibukan hingga jarang berolah raga. Sementara makanan dikonsumsi salah polanya. Liena juga menyoroti usia yang berpengaruh kepada berat bada. Inilah ia menemukan urgensi untuk menjual pakaian plus size ini.

Dulu dia pernah berbisnis pakaian bayi. Sama- sama memiliki prospek tetapi telah banyak pemaian. Ia beralih arah bisnis pakaian besar. Liena sempat ragu, tetapi pangsa pasar lebih menjanjikan, maka kepercayaa diri meningkat.

"Saya beralih dari bisnis pakaian bayi ke bisnis baju ukuran besar," kenang Liena.

Pengusaha ini berkata bahwa membawa orang beli mudah. Tetapi dia mempertahankan pelanggan itu tidak mudah. Membuat orang datang pertama kali ke tokonya sangat mudah. Ia tidak mudah buat membuat mereka menetap menjadi pelanggan.

Ia harus cermat membaca selera fashion mereka semua. "Saya menyediakan pakaian dengan berbagai modal dan warna agar selera orang yang bermacam- macam itu terpenuhi," ia menjelaskan. Prinsip usahanya bahwa orang masuk harus menemukan apa yang dicari.

Maka dia membuat ukuran dari besar ke paling besar. Pakaian size standar mulai dari L sampai ke 10 L ada. Kini, usaha pakaian spesial yang bernama Arella Big Size ini, telah memiliki tidak kurang 3 toko di Bandung dan Jakarta.

Misi Liena adalah membuka minimal satu toko di setiap kota- kota besar. Ia memilih membuka toko karena ada kepuasan. Banyak toko akan menggaet lebih banyak pembeli. Mereka ini lebih puas bila datang sendiri ke toko, baik untuk mencari atau mencoba pakaian langsung.

Pembeli bisa melihat langsung desain, pilihan bahan, dan jahitannya. Mereka akan lebih terpuaskan daripada membeli online. Apalagi buat mereka berbada plus size butuhkan kenyamanan. Mereka butuh ketelitian dalam menentukan pakaian.

Bila ada pelanggan dari luar kota, bisa menghubungi via BBM dan memesan melalui media tersebut, artinya tidak monoton berjualan tatap muka.

Kalau sekarang, usaha plus size sudah berkembang pesat, banyak pesaing yang berarti Liena tidak lagi sendirian. Ini justru tidak membuatnya melemah malah semakin bersemangat. Bagus kan bila sekarang wanita plus size mendapatkan perhatian lebih.

Dengan begini, bisa nampak langsung kualitas Liena yang masih terbaik, atau nanti akan kalah dari toko lain. Tentu sang pengusaha pakain big size ini tidak akan menyerah. Jangan sampai nantinya kita mengecewakan pelanggan.

Liena berani menawarkan pakaian fashion dengan banyak pilihan warna- warni. Padahal diluar sana toko lain lebih bermain aman memilih warna gelap. Arella Big Size berani mengambil resiko yang ditunjang penelitian. Mereka menganalisa dari desain sampai pemilih bahan agar disukai.

Yang terpenting model pakaiannya tidak membuat tampak lebih gemuk. Ia memberikan tips buat para pengusaha yang akan mencoba bisnis ini: Jangan menjual produk berharga mahal, walau harganya terjangkau jangan menurunkan kualitas bahan.

Dia juga menegaskan bahwa costumer service merupakan tombak bisnis. Liena selalu menekankan para SPG untuk berlaku ramah dan kekeluargaan. Dia selalu melakukan briefing sebulan sekali untuk memberi arahan SPG. Ia juga membangun hubungan kekeluargaan dengan para SPG ini.

Semisal ada yang ulang tahun, maka akan ada perayaan kecil- kecilan di toko. Intinya agar senang sehingga melayani pelanggan dengan senyum. Hasilnya omzet perbulan Rp.250 juta sampai Rp.350 juta, dengan Rp.50- 100 juta untuk bahan, soal toko pertama kalinya dia memakai ruma pribadi.

Cara Beternak Sapi Perah Pengusaha Sukses

Profil Pengusaha Sayfudin Zuhri


pengusaha sapi perah

Contoh pengusaha sukses bernama Sayfudin Zuhri. Berikut contoh beternak sapi yang inspiratif dari Kabupaten Pasuruan. Sayfudin telah lama menjadi peternak inspiratit bermodal dua sapi. Di awalnya cuma bermodal dua ekor, lambat laun, ia sukses menembus angka 50 ekor berkat ketekunan.

Ia menyebut satu kunci sukses usahanya. Dia selalu yakin kesuksesan itu datang kepada orang yang tidak mudah puas. Dia juga sukses mengangkat harkat- martabat keluarganya. Ayah dari tiga anak ini berhasil membeli rumah sejak muda, kebun, mobil, bahkan terakhir, berangkat Haji.

Bukanlah waktu pendek ketika mencapai kesuksesan tersebut. Dia, Sayfudin, telah berkutat lama untuk merawat hewan penghasil susu ini, sudah 13 tahun lebih. Sebagai hanya peternak sapi, dirinya mengaku tak pernah puas hingga membuka usaha lanjutan.

Usaha Sapi Perah


Prinsip bisnisnya yaitu kebutuhan akan susu sapi akan selalu meningkat tiap tahunnya. Ini bisa dilihat dari tumbuhnya kesadaran akan manfaat susu. Oleh karena sejak sukses melipat gandakan sapinya, fokus usahanya sekarang merambah menjual susu.

Di kota, kita bisa melihat produk olahan susu begitu digandrungi selain susu murni itu sendiri. Ia yang memulai dengan dua ekor sapi. Keduanya lalu terus berkembang dari 2 ekor menjadi 50 ekor sapi. Setiap sapi rata- rata menghasilkan 10 liter susu segar per- hari.

Dari sanalah, ia menjual hasil produksi susu sapinya senilai Rp.3000. Tiap harinya ia mengaku telah mampu mengantongi penghasilan Rp.360.000 per- hari atau sekitar Rp. 10.800.000 per- bulan.

"Dari usaha tersebut sudah cukup memenuhi kebutuhan keluarga," ujarnya.

Sayfudin tak lekas puas lagi. Cita- citanya berikutnya yaitu bagaimana menambah jumlah sapi lagi. Ini bukan karena rakus namun memang pasarnya sangat bagus. Sayfudin masih sanggup mengurusi beberapa ekor sapi lagi.

"Kesadaran masyarakat kita meminum susu semakin hari semakin baik, itu berdampak bagus bagi peternak seperti kami," tuturnya. Bagaimana kendalanya? Kendala itu pastilah selalu ada untuk setiap usaha termasuk peternak seperti Sayfudin.

Apa itu? Itu adalah ketika harga susu di koperasi jatuh sekali. Sialnya tak ada jalan pasti keluar dari masalah ini. "Lebih repot lagi jika sapi bunting. Produksi susu pasti turun," aku Sayfudin.

Menurut Sayfudin situasi itu membutuhkan kreatifitas peternak di dalam memecahkannya. Daripada berkutat bersama masalah pelik seperti harga jual susu tak kunjung ketemu titik temunya, Syafudin memilih mencari pemasukan dari sumber lain atau paling tidak bisa mengurangi biaya perawatan.

Berbekal informasi dari berbagai sumber, belakangan ia rajin mengumpulkan kotoran sapi. Syafudin mendapatkan ilham memanfaatkan kotoran sapi menjadi biogas. Hasil biogasnya kemudian mampu digunakan untuk kebutuhan sendiri seperti penerangan.

Dia menghemat uang senilai Rp.10.000 per- hari. Lainnya, ia mengolah ampas kotoran dari pengolahan biogas itu; kemudian dibuatnya menjadi pupuk kandang. Untuk apa? Sayfudin ternyata menggunakan pupuknya sendiri.

Ia juga berkebun, aktif  menanam kopi robustan di sekitar kandang sapinya.

Tanah seluas empat hektar itu benar- benar- disulapnya menjadi sumber penghidupan total. Ini benar- benar kreatif.

"Kita harus kreatif dengan segala masalah yang ada. Kalau tidak, ya gak akan maju-maju. Petani atau peternak seperti kebanyakan gak akan bisa menikmati jerih payahnya," pesan Sayfudin.

Tak heran jika pria setangah baya ini menjadi panutan peternak sapi di wilayah Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Pada tahun 1987, ketika usianya menginjak 22 tahun, dia telah memilih mengikuti jejak orang tuanya menjadi peternak. Keputusannya bukanlah tanpa sebab karena memang dirinya tertarik akan dunia tersebut. Sayfudin benar- benar total menimba ilmu tentang sapi kepada orang tuanya.

Mulai dari mencari tau bahan pakan, kebersihan kandang, cara memerah susu, dan perawatan sapi agar menghasilkan produk susu berkualitas. Ibarat murid sekolah, Sayfudin juga memegang prinsip bahwa tiap tahun harus naik kelas.

Dia berprinsip tak ingin hanya sekadar menjadi peternak sapi perah. Tidak seperti apa dilakukan oleh kedua orang tuanya atau peternak lainnya di Desa Kalipucung, Pasuruan, melainkan harus memiliki nilai lebih. Inilah tolak ukur menjadi beda tentang hidupnya menjadi seorang peternak.

Dengan keuletan dan motivasinya, tak heran Sayfudin bisa menyerap ilmu itu dengan mudah. Pada tahun ketujuh sejak dia masih menjadi "murid" orang tua, Sayfudin telah memiliki tujuh ekor sapi perah dari modal awal hanya dua ekor.

Dan, keinginan Sayfudin terus maju tak pernah padam. Meski telah memelihara tujuh sapi perah, dia selalu ingin menambah ternaknya lagi. "Padahal, dengan dua ekor sapi perah saja sudah cukup untuk mendukung perekonomian keluarga," katanya.

Namun tak semua sapi- sapi perahnya dia pelihara sendiri di lahan seluas empat hektar. Karena lahan tersebut dinilai terlalu sempit buat bisa menampung seluruh sapinya, sebagian peliharaan akhirnya dititipkan kepada orang lain.

Melalui sistem bagi hasil, melalui pola kemitraan tersebut, Sayfudin muda mengaku senang karena telah mampu berbagi dengan orang lain. Dia adalah peternak dan pengusaha sukses.

Idenya tersebut baik, dimana kebanyakan, peternak bermitra dengan Sayfudin pun merasa senang karena selain mendapat penghasilan, juga bisa menimba ilmu dari sosok yang dikenal supel ini. Sayfudin pun tak malu membagi ceritanya kepada awak media.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba