Menerima Panggilan dari WhatsApp, Apakah Kamu Siap

 
Dikutip dari laman India Times, disebutkan bahwa WhatsApp telah menghadirkan fitur baru yaitu layanan telephon. Fitur yang membuat kamu bisa berhubungan dengan akun lain. Jika teman kamu aktif, maka kamu bisa melakukan panggilan ke dia. Disisi lain fitur baru WhatsApp memungkinkan kamu untuk mengajak orang lain 'join' di WhatsApp. Meski begitu fitur ajakan ini belum lah tersedia untuk semua orang.

Untuk mengaktifkan fitur ini kamu akan dihubungi oleh WhatsApp sendiri. Perlu diketahui fitur ini belumlah resmi jadi tidak semuanya bisa kamu hubungi. Disebutkan panggilan melalui aplikasi ini bisa untuk Android atau BlackBerry 10. Disisi lain, untuk iPhone, katanya sih masih belum bisa, walau pada update aplikasinya sudah diperkenalkan tombol panggilan dalam chat.

Setelah sukses dihubungi atau diinvite oleh WhatsApp. Maka, kamu akan menemukan perbedaan di dalam aplikasi kamu. Termasuk ruang baru untuk panggilan keluar, panggilan masuk, dan panggilan tak terjawab, ala telephon umum pada umumnya. Bagaimana dengan Windows Phone? Sedihnya untuk fitur baru ini juga belum tersedia untuk Windows. 

Layar panggilan juga punya fitur seperti mengalihkan pecakapan ke chat saja, mengaktifkan loudspeaker, dan juga menghilangkan suara pada panggilan.

Secara resmi pihak WhatsApp belum resmi meluncurkan fitur ini. Mungkin masih dalam versi Beta. Apakah kamu sudah menemukan perbedaan di update WhatsApp kamu terbaru?

Entrepreneur Printer 3D Bret Pettis

 
Siapa sangka printer 3D telah memasuki ranah non- plastik. Jika kita bertahan pada konsep printer ini cuma buat bikin model dari plastik. It's damn wrong. Ini dibuktikan oleh seorang Bret Pettis, entrepreneur geek asal New York, Amerika, yang sukses menggabungkan bakat seni dan bisnis. Tak tanggung- tanggung dia lah penemu Makerbot sekaligus CEO perusahaan printer 3D. Perusahaan yang tak hanya membuat produk dari plastik, dengan mesinnya, Bret memampu membuat bahkan batu kapur.

Dikenal sebagai video blogger dan mutli- artist, jika kamu ingin terinspirasi ikutilah videonya di majalah MAKE. Dia fokus pada aneka DIY untuk video blognya ini. 

Pria 42 tahun kelahiran Ithaca, New York. Di umur 13 tahun dia pindah ke Seattle dan lulus dari Bellevue High School. Pettis lulus 1995 dari The Evergreen State Collage, kamu tau apa jurusannya. Dia mengambil banyak jurusan dari psikologi, mitologi, dan seni pertunjukan. Setelah lulus kuliah ia 'cuma' bekerja menjadi kameramen. Disinilah mungkin hasratnya tentang seni utamanya seni grafis video -audio muncul.

Startup printer 3D


Dua pekerjaan 'aneh' digelutinya sebelum akhirnya kuliah lagi di Pacific Oaks Collage. Dia pernah bekerja sebagai pekerja lapangan sekaligu asisten kamera disebuah film di Praha. Dia lantas bekerja sebagai asisten di Jim Henson's Creature Shop. Apa itu? Perusahaan dibidang animas, visual efek, dan aneka pembuatan boneka untuk pertunjukan. Jangan salah, perusahaan ini berdomisili di Hollywood, Pettis termasuk beruntung soal ini.

Tumbuh jiwa seninya tepat didalam kerjanya. Dia lantas bekerja sama dengan beberap orang membangun satu startup bisnis tentang printer 3D. Di jamannya ketika itu printer 3D dan olahannya cumalah satu hal yang aneh dan terlalu ajaib untuk dimiliki semua orang. Dorongan ingin agar printer spesial bisa menjadi milik setiap orang lah mendorongnya.

"Tujuan kami adalah untuk membuat manufaktur yang mungkin bagi semuanya, untuk desktop milik semua masyarakat, " katanya.

Makerbot lantas hadir dan sukses mengembangkan perangkat keras 3D. Salah satu produknya yaitu printer seukuran oven. Namanya Replicator 2, seharga $2.200, mungkin kala itu jadi terlihat sangat mahal. Tapi ini sejalan dengan tren dan harganya kini telah turun dari segitu. Printer 3D disebutnya sebuah revolusi yang akan membuat segalanya menjadi mungkin. MakerBot terbukti menghasilkan aneka perhiasan, mainan, dan lebih dari itu.

Salah satu yang menjadi idola, karyanya sendiri, yaitu sebuah tangan buatan dari printer miliknya. Dimana ia tunjukan ketika menjadi panelis sebuah acara bertajuk Clinton Global Initiative. Sebuah tangan buatan yang dibuat oleh MakerBot yang diperuntukan untuk seorang tukang kayu asal Afrika. Mengharukan kisahnya, tukang kayu ini kehilangan empat jarinya ketika bekerja. Pettis terinsipirasi untuk membantunya lewat usaha sendiri MakerBot.

Setelah tau bahwa harga tangan buatan seharga $10.000 untuk setiap jari. Ia pun memilih membuatkannya sendiri, dibantu beberapa desainer asal Seattle. Bermodal koneksi internet dihubunginya mereka untuk ikut dalam proyek kemanusiaannya. Kala itu proyek ini bertujuan membuat tangan robotik mekanik, yang lantas diberi nama Robohand, yang kemudian bisa orang download konsepnya dari Thingverse. Kala itu MakerBot mengumpulkan 160.000 desain lebih.

Cuma bermodal $5 untuk materialnya dimana MakeBot sudah punya alatnya. Sebuah kesempatan bagi si tukang kayu tersebut. Sukses MakerBot terus berlanjut bahkan tumbuh menjadi 260 pegawai dan punya markas sendiri. Lahirlah sebuah perusahaan sendiri yang bahkan sudah punya retailer sendiri. Ya, pada bulan November sudah ada 25.00 printer terjual dan sebuah toko retailer sendiri di Manhattan. Setelah itu dua toko lain menyusul masing- masing di Greenwich, Conn dan Boston.

Di Juni, MakerBot melakukan marger dengan perusahaan sejenis, Stratasys, perusahaan asal Minneapolis. Mengumumkan marger senilai $405 juta, dimana manaruh perusahaan MakerBot menjadi subsider, yang fokus pada pengembangan printer 3D lebih mainstream.

Pettis mempunyai passion untuk membuat sesuatu dengan kreatifitasnya. Blog -nya bernama 'I Make Things' berisi segala pengalaman dirinya. Dia dikenal sebagai seorang pemikir sejak kecil. Ketika kecil dia sudah berpikir membuat sepedanya sendiri dan memperbaikinya ketika rusak. Ini sebuah keahlian yang sangatlah mendukung hidupnya. Namun yang membuatnya berbeda ialah fakta bahwa dia ingin membuat orang lain bisa seperti dirinya.

Tak lama, presentasinya di aneka media termasuk blog pribadinya menarik perhatian orang- orang di majalah MAKE. Pada tahun 2006, ia mulai memproduksi dan mengunggah 'Project Weekend', yaitu majalah video podcast, di mana ia mengajar jutaan pemirsa untuk membuat segala macam kreasi dari pita, dompet dan kamera layang- layang. Ia juga menciptakan proyek-proyek media baru untuk Etsy, tempat para pengrajin online.

Pettis tinggal di Brooklyn bersama pasangannya Kio Stark dan putri 2 tahun mereka, Nika, yang tidak jauh dari kantornya di Makerbot. Dia suka memainkan banjo untuk bersantai. Pada tahun 2009, ia dan Stark menjabarkan manifastasinya, yang mempunya 13 aturan untuk mencapai kreatitifitas. "Kami menulis dalam 20 menit," lapornya, "karena kami hanya memiliki 20 menit untuk menyelesaikannya." Ini termaktub dalam aneka tutorial mereka di dunia internet.

"Saya tidak tahu saya tidak bisa melakukannya," ujar Pettis, "jadi saya melakukannya."

Google Berburu Domain Seharga 25 Miliar

 
Kalian pasti sudah mendengar berita ini. Entah kerasukan apa, namun, diyakini bahwa apa yang Google tengah lakukan ada hubungannya dengan bisnis barunya. Jika kamu mengikuti berita kami, kamu pasti sudah mendengar kalau Google tengah memasuki bisnis hosting dan domain. Tak tanggung- tanggung mereka rela memberikan kapasitas memori meraka yang tak terbatas di server Google. Bayangkan ada situs tanpa batas kapasitas seperti blog blogger.

Kembali ke berita yang tengah kami bahas. Yaitu Google telah membeli domain keseluruhan untuk domain berbasis .app. Apakah ini ada hubungannya dengan ambisi akan Android. Mungkin benar, karena selain membeli domain ini senilai $25 juta, Google tercatat punya hak keseluruhan atas domain .docs, .android, .free, .fyi, .foo, dan terakhir yaitu .app.

Raja internet


Beda dengan pesaingnya Facebook, kini, fokus Google adalah bisnis internet sendiri. Secara keseluruhan tak lagi cuma Google+. Bermodal Android maka mereka, mungkin untuk mengikuti langkah pembelian oleh perusahaan Dot Tech LLC yang sukses memenangkan lelang dan mengalahkan Google di tahun 2014. Kisah lain katanya, Google memang sedang agresifnya berburu domain sejak 2012. Dan, tahun 2015 organisasi pengatur domain ICANN telah memenangkan Google.

Disisi lain Amazon sukses memborong dua domain andalan:  .buy untuk nilai hampir $5 juta dan untuk .spot yang senilai $2,2 juta di 2014 silam.

Google saat ini mengijinkan kita untuk mendaftar domain untuk .how, .soy, dan .minna. Mereka juga diyakini tengah berburu domain lain. Tak tanggung mereka berencana mendaftar .dad, .here, dan .new. Disini kamu belumlah bisa membeli domain nama.how. Namun, kamu akan dipindahkan ke perusahaan terkait yang diberi otoritas melalui Google Registry. Tapi jangan salah dari kabar burung, bisnis domain Google sudah dimulai, dan ini masih dalam tahap Beta.

Meski Google tak menyebut untuk apa membeli .app. Atau kenapa mereka belum menyediakan .app untuk umum. Mungkinkah Google akan membuat layanan Google.app atau kah, mungkin, perusahaan akan masuk ke bisnis domain. Kemungkinan kamu para developer akan disuguhi pendaftaran .app khusus untuk mereka yang memulai startup. Mungkin.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba