Pengusaha Cilik Temukan Permainan Kartu Satu Juta Dollar

Profil Pengusaha Cilik Anshul Samar


pengusaha cilik anshul samar

Pengusaha cilik ini temukan permainan satu juta dollar. Ceritanya Anshul Samar masih bersekolah di Lawson Middle School. Ketika dia menemukan permainan yang akan merubah hidupnya kelak. Dia menemukan Elementeo. Permainan kartu pertarungan yang memakai konsep tabel periodik.

Elementeo menawarkan konsep kimia menjadi karakter rekaan. Mereka akan ditarungkan memakai unsur- unsur kimiawi. Di umurnya ke 13 tahun, ia telah menjadi seorang CEO dan mencoba mencari modal berbisnis. Perusahaan Elementeo mendapat modal start- up senilai $1 juta, dan lalu membesar.

Menjadi Pengusaha Cilik

 
Investasi besar menjadikanya bisnis revolusioner di Silicon Valley. Keluarga begitu inspiratif bagi hidupnya dan bisnisnya. Ketika permainan dibuat, keluargalah yang pertama mencoba dan suka. Dia dan keluarganya bahkan keasikan bermain meski tujuan awalnya hanya mencoba permainan ini.

Kakak wanitanya membantu penjualan melalui pemesanan online di website perusahaan. Ayahnya, seorang pebisnis software banyak membantu saran akan resiko bisnis. Anshul lalu tengah disibukan mencari tau bagaimana caranya menyusun eksekutif di sebuah perusahaan A dan C.
 
 Melalui halaman website Elementeo.com, pengusaha muda ini menjelaskan bagaimana penemuannya dimulai. "Musim panas yang membosakan ketika kelas 4. Saya menyukai permainan kartu, tatapi ketika saya mengajak orang tua untuk bermain; mereka berkata permainan ini tidak mendidik," ingatnya.

Di kelas 6, ia menyadari tentang serunya bermain tabel periodik. Bersumber teori kimia itulah, dia mulai menggabungkan antara imajinasi dan science. Ketika membaca buku kimia, ia melihat tabel itu lalu menulis properti tiap element dan menambahkan unsur lain seperti alur cerita.

Ilustrasinya tidak pernah jauh dari logika kimia dasar. Anshul membuat setiap element dalam tabel ke permainan kartu. Elementeo merubah sifat oksigen menjadi kakek tua bernama oksigen pemberi kehidupan, hidrogen menjadi putri hidrogen, dan fosfor menjadi burung Phoenix api.

Permainannya terdiri 102 kartu, dadu, dan papan permainan. Pemain akan menjadi dua penyihir penghendali element. Permainannya cenderung komplek sehingga membutuhkan dukungan keluarga. Ini permainan untuk yang berumur lebih dewasa.

Pemain akan lebih mudah paham serta mampu mengembangkan berbagai strategi. Ia bekerja sama dengan sekelompok artis menciptakan ilustrasi setiap kartu. Mereka adalah sekumpulan artis yang berasal dari Michigan, LA dan Buenos Aires mengembangkan permainan kartu lebih tampak nyata.

Anshul kemudian menyerahkan karyanya ke FedEx Kinkos lalu diprint. Elementeo mendapatkan suntikan modal senilai $500 dari California Associated for the Gifted, dan menambah rasa percaya dirinya. Permainan ini kemudian diberi nama Elementeo.

Sambil mengembangkan permainan Elementeo, Anshul didiagnosa menderita penyakit paru- paru langka. Penyakitnya membuat paru- parunya berdarah sehingga mengurangi kapasitasnya. Ia masih mengerjakan permainannya, dan menjadikan itu sumber energinya untuk bertahan. Dia mengingat ketika kelas sembilan, meproduksi kartu Elementeo hingga 5.000 lembar di garasinya.

"Saya masih sangat merasakan rasa senang ketika permainan ini diproduksi, dan menyenangkan hati keluarga ku bahwa Amazon banyak memesan banyak kartu- kartu tersebut ke gudang mereka," ingatnya.

Permainan pertama miliknya dijual melalui Amazon, The Exploratorium, The MIT Museum, dan beberapa toko di US, UK, dan Kanada. Di Elementeo, setiap element akan berbentuk sesuatu atau seseorang. Tiap kartu akan memiliki fungsi, dan mempengaruhi element- element lain.

Ambil contoh, ada Oksigen yang akan membuat karat pada besi, monster tembaga bisa mengejutkan element lainnya, dan Jin Helium membuat kartu element lain terbang. Tujuan permainan ini hanyalah satu yaitu membuat elektron musu menjadi nol.

Permainan ini terbagi atas element, compound, dan kartu alchemy (kartu spesial termasuk black hole dan nuklir). Elementeo v1 terjual semua di musim panas 2011, dan versi kedua nya diluncurkan dengan beberapa tambahan pada awal musim panas 2012.

Elementeo untuk Apple telah diluncurkan di Apple App Store pada 14 April 2012. Dimana, tiap pemain akan membuat kartunya sendiri dari aplikasi. Pengusaha cilik ini temukan permainan kartu satu juta dollar.

Punya Saudari Kandung Akur Ingin Buka Usaha Bersama

Profil Pengusaha Atina Malina dan Intan KF


usaha vanilla hijab
 
Kebayang kan punya saudari kandung akur. Ingin bukan usaha bersama pasti enak. Atina Maulia dan Intan KF.menjadi contoh. Berkat kekompakan mereka lahirlah Vanilla Hijab. Atina berkisah dirinya akan duduk di kursi roda ketika sakit. Inilah ketika Atina merasa di titik paling rendah kehidupan.

Ia masih berkuliaah sembari membuka online shop. Ya, seperti gadi lain sibuk kuliah dan berjualan online. Atina berjualan hijab dikala itu. Keadaan fisiknya terkadang membuat rendah diri. Merasakan betul dia dilema karena harus juga berobat.

Mengapa memilih berjualan hijab karena dibutuhkan. Atina sakit akan melewati Stasiun Sudirman ketika berobat. Dijalan matanya  memandang orang- orang berlalu lalang. Ia merasakan kesedihan tentang masa depan.
 

Bisnis Online Bareng Saudara


"Apa yang bisa saya lakukan sekarang yang hidup dalam kursi roda? Bagaimana bisa menghasilkan uang ditengah kondisi yang sakit ini?" tanyanya dalam hati.
 
 Ia berpergian bersama ibu kemudian bekeliling pasar. Bisnis hijab ini bermodalkan foto- foto jepretan dia. Mereka berkeliling sembari Atina memofoto hijab dipajang. Kemudian ia akan menngupload itu ke sosmed. Inilah cikal bakal usaha Vanilla Hijab tidak memiliki modal.

Begitu datang pesanan ia akan langsung membelikan itu. "Kita berbisnis untuk menghasilkan uang, bukan menghabiskan uang," imbuhnya. Orang yang mendukungnya adalah sang kakak, meskipun ia sempat "meledek".

Dia yang melihat keseriusan adiknya mau membantu. Tekat dan kasih sayangnya, yang membawa Intan menjadi CEO Vanillah Hijab. Bunda mereka juga mengambil peran kursial. Keduanya menjadi satu berkat bundanya. Ia yang membantu mengantarkan Atina keluar masuk pasar.

Atina telah lama duduk di kursi roda. Mangkanya ia memiliki semangat hidup rendah, dan memulai usaha memberikan harapan. Dulu pembeli cuma diukur jari, sekarang membludak bahkan sampai ribuan, dalam sehari bisa laku 1500 buah.

Intan Kusuma Fauziah, sang kakak membantu Atina membangun produk sendiri, mulai dari soal bahan sampai penjahitan. Atina tidak tau sama sekali dan canggung. Intan yang menjembatani dirinya soal desain dan hijab itu sendiri.

Uniknya Vanilla Hijab tidak akan memiliki reseller. Pasalnya mereka memiliki visi  mengenai produk ekslusif. Kualitas harus sangat terjaga karena fokus bisnis utama. Mereka pun tidak memiliki rekanan butik atau konyasi ke retailler. Pembelian dikhususkan melalui online dan itulah ciri khas Vanilla.

Melalui jualan online Intan berkreasi mendesain produk. Ini sudah memproduksi sampai ratusan ribu buah. Total 160 ribu lebih pengikut Instagram membeli. Intan sendiri merupakan mahasiswa jurusan bisnis. Jujur dia sendiri tidak memiliki pengalaman mendesain pakaian.

Tetapi karena sudah berjalan maka mau tidak mau. Intan berubah menjadi sosok serba bisa. Mulai dari desain sampai mengukur kualitas akhir.. Awal dia sama sekali tidak ikut mengurusi bisnis hijab ini. Dia tengah disibukan skripis. Tetapi Intan ikut mengurusi masala promosi dan brand imagenya.

Intan tidak punya bakat mendesain hijab. Begitu sukses dirinya mulai belajar mendesain. Untung dia memiliki selera hijab bagus. Begitu nama Vanilla naik, kuliahnya selesai langsung dah Intan aktif mengurusi. Vanilla Hijab bahkan sampai over demand pada titik kesuksesan mereka.

Padahal dia bersama tim Vanilla Hijab telah menghasilkan 5000 potong. Begitu antusias masyarakat akan produk Vanillla. Karena sukses besar ia sempat dibungkan masalah pajak.

Produk mereka dibilang ekslusif hanya dibeli lewat online. Uniknya lain, kakak beradik ini yang jadi model produk mereka sendiri. Sudah ekslusif Vanillah Hijab masih memiliki premium collection. Ini produk terbatas dengan desain printing yang memiliki cerita.

Siganture Collection salah satunya menawarkan tema koleksi senja. Mereka menceritakan mengenai pluralisme dalaam secarik kain. Untuk  penjualan sekarang sudah tidak seketat dahulu. Masih tidak memiliki agen, tetapi Vanilla memberikan peluang bagi member yang membeli menjadi penjual.

Prododuk hijab mereka merambah Malaysia, Singapura, Taiwan, Hongkong, dan Australia. Mereka juga berkembang merambah bisnis tas. Punya saudari kandung akur memang menyenangkan. Buka usaha bersama bisnis dihasilkan bukan sekedar jualan.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba