Resign Kerja Usaha Aksesoris Modal Seratus Ribu

Profil Pengusaha Ita Yudi


usaha bros kawat
 
Nasib orang siapa tau, resign kerja usaha aksesoris dan mampu berkembang. Padahal dia cuma modal seratus ribu. Kisah pengusaha bernama Ita Yudi pernah merasakan bekerja. Dia dulu bekerja sebagai pegawai perusahaan. Ita mengerjakan proyek- proyek dengan rekan kerja laki- laki semua.

Dia merasa tidak nyaman. "Isinya laki- laki semua, saya tidak nyaman," tuturnya. Ita seolah mati kutu ketika bekerja di kantor. Mending dia memilih resign walaupun harus menganggur. Kan rekan kerja laki- laki semua, padahal Ita ini senang koleksi aksesoris dan mereka tidak pakai.

Terpaksa Menjadi Pengusaha


Hambar tidak punya bahan obrolan apalagi dirinya berhijab. Ita semakin tidak nyaman karena harus di lingkungan tersebut. Walau dia berhijab namun menyukai aneka aksesoris. Ia pandai memadunya dengan hijab. Dia menyukai bros kemudian mau membikin sendiri.

"Saya ingin mempunyai bros buatan sendiri. Trial dan error terus sih, tetapi saya harus mencoba," ia bertekat.

Awalnya dia membuat untaian kawan dipadukan manik- manik. Entah itu dijadikan bentuk bunga, binatang, ataupun abstrak tetap menarik dipandang. Selain bahan kawat, ia juga mencoba memakai clay atau lilin, bahkan berbahan kain sisa produksi garmen.

Ita nampak lebih menikmati pekerjaannya sekarang. Dari berbagai bahan dibuatnya aneka kerajinan bros. Mulai dari bahan metal, kawat, benang wol rajutan, kain bekas garmen dan clay. Bahan- bahan sederhana itu disulap menjadi indah.

Semua bahan mudah dicari dan didapatkan. Seperti limbah kain yang didapatkan dengan meminta ke perusahaan garmen. Memulai usaha aksesoris memang bermodal sedikit. Ia cuma keluar uang seratus ribu. Dia kan sudah mempunyai alat tang yang memang umum ada.

Dulu dia sempat kesukaran mencari kawat jenis begini. Tetapi sekarang banyak orang jual, uang Rp. 10 ribu sudah cukup buat beli kawat. Kawat- kawat dipotong kecil kemudian digunakan menjadi pola. Kawat kecil berujung lancip lalu dibengkokan dan dibentuk menjadi bentuk.

Tidak langsung sukses ia merasakan butuh waktu lumayan. Awal- awal dia hanya mampu menjual 1- 2 buah sehari. Rata- rata sekarang dia mampu menjual 20 pieces sehari. Bertambah setiap waktu, ini berkat dia terus mengedukasi pasar, maka nilai puluhan pieces tidak berlaku lagi.

Ini menjadi laris manis berkat animo masyarakat meningkat. Tren berhijab juga mendorong aksesoris jenis bros lebih berkembang. Produknya bisa laris manis layaknya kacang goreng kaki lima. Dahulu yang tertarik sedikit sekali, sekarang banyak orang tidak hanya dalam negeri tetapi luar negeri juga.

Ia mengatakan produknya lebih murah berkualitas. Tidak perlu pergi membeli dari Bangkok atau China. Dia mampu menyaingin mereka. Ita pun menjual lebih variatif dengan desain kekinian. Ita menjual seharga Rp.2.500 sampai Rp.10.000.

Ita tidak membatasi kreasi. Dia mampu membuat aksesoris berbatu mulia. Material yang digunakan bahkan kristal swaroski. Ini dijual sampai Rp.500 ribuan bahkan lebih tinggi. Bentuk yang dibuat ini memang rumit.

Detail batunya ini sangat detail dan sempurna, di dalamnya ada batu senada dengan warna kawat dan juga manik- manik. Dia lebih condong memakai batu- batuan asli Indonesia. Ingin mengangkat apa kekayaan Indonesia. Batu asli Indonesia tidak kalah indah dengan bebatuan luar seperti swarovski.

Tidak semua bahan mudah didapatkan karena masih impor. Terkadang Ita harus membeli bahan ini dari luar negeri, utamanya China. Bersyukurlah pesanan terus berdatangan sehingga cukup modal. Ia mendapatkan pesanan sampai ribuan.

Para distributor akan mendatangkan material melalui pesanan dulu. Material sampai 75% dibeli dari China dan tercukupi. Banyak orang memulai bisnis sejenis maka sudah banyak bahan. Distributor langsung menanggapi dengan membeli bahan ini.

Ibu dari tiga anak memiliki 40 orang karyawan binaan. Mereka merangkai aneka bahan berbagai jenis dijadikan bros. Ia mengaku tidak membutuhkan toko besar atau kios. Rumah pribadinya di daerah Kalimalang, disulap menjadi pabrik sekaligus memajang produk- produk.

Ia pun rajin bekerja sama dengan butik- butik di ibu kota. Para pekerja merupakan ibu rumah tangga radius kecamatan. Bertanya mengenai pendapatan perbula dirinya enggan. Bisnis menurutnya tidak dapat dihitung pasti. Pastinya dia mampu menjual ratusan aneka macam aksesoris perbulan.

Dia mengingatkan menjadi berbeda menghadapi persaingan. Ita mengingatkan untuk selalu membaca dan memperhatikan pasar. Kamu harus rajin membaca entah dari buku ataupun browsing internet.

Groupon Singapura Berbicara Bisnis $24 Juta

Profil Pengusaha Karl Chong


groupon singapura

Karl Chong berbicara bisnis $24 juta. Sebenarnya dia memiliki latar belakang pendidikan tinggi. Dia seorang aset manajer telah bekerja cukup lama di dunia perbankan. Baginya cerita sukses itu berasal bukan dari pendidikannya.

Meskipun begitu bekerja di bank membuat pria satu ini bisa tau betul konsep berbisnis; sebuah modal awal. Karl sebenarnya lebih menyukai konsep membuat uang daripada uang sendiri. Dia dan adiknya lahir di Singapura tapi tumbuh di Australia, keduanya memiliki latar belakang pendidikan berbeda.

Sementara sang adik, Christopher Chong, adalah lulusan hukum di sebuah universitas. Bagi mereka perbedaan tersebut menjadi saling melengkapi satu- sama lain. Persamaan dari keduanya ialah bahwa mereka memiliki minat yang sama tentang kewirausahaan.

Bakat Bisnis


Karl ingat betul bagaimana kedua orang tuanya mengajari mereka berdua etika pengusaha. Ayahnya, John Chong, yang jugalah pengusaha sekaligus migran. Ayahnya sukses mendirikan bisnis sendiri, The Singapore Monitor, majalah harian yang kemudian ditutup tahun 1985.

Sedangkan ibunya, Kim, adalah seorang jurnalis sebuah majalah. Keduanya memiliki kisah sukses tersendiri ketika harus bermigrasi dari negara Singapura ke Australia.

Orang tua mereka menjadi satu- satunya sumber inspirasi kedua bersaudara ini untuk memulai bisnis baru. Ini adalah situs ciptaan mereka bernama beeconomic.com. Karl kala itu tengah melanjutkan gelar master untuk jurusan keungan memilih berhenti enam minggu sebelum situsnya jadi.

Ia ingin memulai semua dari awal -dari nol secara fokus- konsisten. "Saya tidak mau melewatkan sehari pun untuk memulai Beeconomic," ujarnya bersemangat.

Beeconomic secara garis besar menjadi kloning dari situs besar sedang naik daun, Groupon. Situs tersebut diluncurkan pada Mei 2010, yang dimana situs ini hanya dikerjakan selama 6 bulan. Ia mengatakan tak ada jalan singkat mencapai kesuksesan mereka.

Dan, hal itu memang tidak ada dalam kamus bisnis Karl secara pribadi. Dia dan saudaranya siap ditolak oleh mereka pemilik usaha. Namun keduanya yakinkan diri tetap menjalankan bisnis plan mereka hingga berhasil kini.

Sebelum memulai Beeconomic ternyata Karl sendiri telah tercatat memiliki pekerjaan tetap yaitu sebagai bankir investasi di New York. Ia telah bekerja di sana selama 5 tahun, melanjutkan pendidikan dan keluar agar bisa mengerjakan situs Beeconomic.

Karl mempunyai seorang istri, Megan Lucas Chong, wanita Amerika yang bekerja sebagai pengajar seni di New York, keduanya belum memiliki anak.

Membangun Bisnis


Ia dan Chris terbang dari Australia menuju Singapura sebagai awal. Mereka mulai bekerja di restoran pinggir jalan dimana menyediakan layanan internet gratis. Pemilik restoran tersebut pastilah menganal wajah mereka yang selalu mampir tepat pukul 8 pagi.

Dana mereka terbatas dan harus selalu berhemat untuk apapun termasuk soal tempat tinggal. Mereka harus berbagai ranjanng di sebuah motel di wilayah Little India. Soal makan jangan bertanya rasanya mie instant setiap hari.

Merek terus bertahan guna menambah modal bisnis selama tiga bulan. Keduanya harus selau bersiap di usir oleh pelayan. Pada awalnya mereka tak paham konsep kerja Beeconomic seperti apa. Ini merupakan hal sangat baru bagi mereka.

Para pemilik usaha tak mengerti tentang konsep belanja grup, dan potongan harga satu hari. Prinsipnya hanyalah Beeconomic memberikan ruang promosi besar berupa kupon belanja atau juga diskon satu hari itu.

Bagi Karl, bisnisnya merupakan masa depan sekaligus ambisi. Ia bukanlah orang tak mampu soal keuangan. Ia membeli investasi pertamanya melalui pasar saham di umurnya 14 tahun. "Saya sangat terinspirasi dari kakek, yang juga seorang investor," terangnya.

Kakeknya adalah seorang akuntan dan mengajarinya bagaimana asiknya memiliki perusahaan sendiri. Investasi pertamanya ada di Colonial State Bank senilai $1.000 dan mendapatkan hasil $300. Pada 2010, keduanya sepakat menjual Beeconomic senilai $24 juta. Bukan hanya itu keduanya akan tetap ditugaskan sebagai penanggung jawab.

Ini bukanlah harga sebenarnya dari situs yang pertama hadir. Ya, Beeconomic diperkirakan memiliki nilai lebih dari itu. Selepas penjualan, Karl Chong dipilih menjadi seorang CEO dari Groupon Singapore. Bisnis diskon ini telah terjual 100.000 penawaran khusus tiap harinya.

Dan, beeconomic.com telah berganti nama menjadi beeconomic.com.ph, merupakan bagian dari Groupon. Start- up pertama dari bisnis diskon di Asia Tenggara yang kini menjadi sangat besar. Dari penjualan, Karl telah mampu berinvestasi lebih besar melalui pasar modal.

Lainnya, ia juga masih sempat bertraveling keluar ke berbagai tempat. Ia menggabungkan investasi beresiko dan tanpa resiko. Untuk kedua orang tuanya, ia telah memastikan keduanya hidup tenang. Ia telah menanggung asuransi dan biaya traveling mereka.

Bagi mereka cukuplah hidup santai dan tenang. Mungkin menjual Beeconomic membuatnya menjadi kaya raya. Namun, baginya terpenting bukanlah tentang uang itu sendiri tetapi bagaimana prosesnya.

Pemilik Restoran Jepang Takigawa Kisah Inspiratif

Profil Pengusaha Adrian Rosana dan Fenny F


pemilik restoran takigawa
 
Berikut kisah inspiratif pengusaha pemilik Takigawa. Usaha restoran Jepang yang sangat terkenal di seantero Jakarta. Menjadi pelopor bisnis waralaba pemiliknya ternyata suami istri. Mereka adalah Andrian Rosano dan Renny F, sepasang anak muda yang memiliki tanggal lahir dan tahun sama.

Mereka sama- sama kelahiran 10 Februari 1972, uniknya mereka berdua sudah berteman semenjak sekolah menengah pertama. Dua orang ini kemudian membangun bisnis penyewaan tenda. Usaha yang didirikan dua orang sejoli kemudian berkembang.

Keduanya menjadi raja dan ratu bisnis penyewaan dan dekorasi tenda. Jasa mereka sudah dikenal dipakai masyarakat Jakarta. Nama usaha mereka itu sangat terkenal di seantero Indonesia. Keduanya lulusan Trisakti, Andrian sudah lebih awal berwirausaha melalui bisnis impor.

Merintis Usaha


Andrian pernah berbisnis bawang putih impor semenjak SMA di Surabaya. Ia juga merambah impor produk bumi lain. Dia ambil dari Pelabuhan Tanjungperak, kemudian dijual ke pedagang- pedangan pasar Surabaya.

"Pokoknya apa saya lakukan untuk menyambung hidup di Surabaya," tuturnya.

Dia membuka usaha waktu masuk Jurusan Hukum Universitas Trisakti, Jakarta. Andrian berkuliah sembari usaha. "Karena itu, saya dikenal oleh teman- teman sebagai PDG, alias pedagang," celetuk Andrian.

Bersama Renny, ia kemudian mendirikan perusahaan dagang atau trading, dimana keduanya cuma berdagang serabutan seadanya dijual. Mereka pernah menjadi agen iklan mini. Pernah pula menjadi agen koran dan majalah dari jam tiga pagi.

Bayangkan dia harus sibuk kerja sementara masih harus berkuliah. Alhasil keduanya tidak berhasil dijalankan baik- baik. Kurang optimal ketika ia harus kuliah malah janjian dengan relasi. Adrian ternyata lebih mementingkan bisnis.

Beberapa kali dia mengajukan cuti demi mengerjakan bisnis apapun. Sering sekali Adrian hilang dari peredaran teman sekampus. Namun muncul desakan, baik orang tua maupun calon mertua mendesak dirinya harus lulus kuliah.

Pengalaman tidak menyenangkan sudah biasa dirasakan Adrian. Dalam berbisnis pernah terjadi suatu pristiwa sangat membekas. Ketika ia menjadi agen sebuah perusahaan media, tampak pimpinan dari perusahaan tidak memperlakukan dengan baik dirinya.

Ia diperlakukan tidak fair mengenai pendapatan. Karena masih muda dan dianggap masih baru, maka Adrian hanya diberi diskon 20%, sementara orang lain diberikan 30% untuk keuntungan. Alhasil dia merasa bekerja keras pun tidak akan merubah apa- apa.

Tidak kompetitif dirasakan dia tidak akan menjadi nomor satu. Katanya sih ada mafia sehingga tidak kompetitif buat berusaha. Ia mendambakan usaha mandiri mapan. Dia ingin membuka usaha yang tidak tergantung pada atasan.

"Saya harus jadi prinsipal (atasa), supaya saya bisa menentukan strategi saya sendiri," ujarnya.

Dia ingin merintis usaha mapan yang dikerjaka sendiri. Adrian mengajak kembali sang pacar, Renny, untuk mencari usaha diluar berdagang serabutan. Dia juga tidak mau kembali menjadi agensi untuk atasannya.

Mereka mulai berpikir berbisnis parsel pernikahan. Ketika keduanya menikah, barulah menemukan ide bisnis penyewaan dan dekorasi tenda. Mereka menemukan ide tersebut dari buku pernikahan luar negeri. Dia berpikir apa kita bisa membuat dekorasi semacam ini sendiri.

Keduanya senang melihat tenda luar karena belum ada disini. Calon suami- istri ini nekat mendesain sendiri dekorasi dan tenda pelaminan. Nekat, dengan bantuan teman- teman, di malam midodareni malah penganti prianya tengah nangkring di genteng.

Adrian memasang tenda sendiri termasuk besi- besi pengaitnya. Hasilnya mengejutkan, banyak para tamu memuji dekorasi sendiri ini, maka dimulailah bisnis penyewaan tenda dan dekorasi mereka. Ini masih sangat terbuka luas karena belum dimasuki pemain lain.

Membuka Bisnis Lain


Di tahun 1995, pasangan ini menjadi pemain utama tanpa persaingan sengit, alhasil mereka berhasil menyasar pasar masyarakat menengah atas. Baik penyewaan tenda, dekorasi, dan semua ditangani mereka berdua dibantu pegawai. Ini diberi nama Ten Party dibawah naungan PT. Cipta Arta Sepuluh.

Namanya unik karena melambangkan tanggal lahir keduanya sama. Bahwa keduanya sama- sama lahir tanggal sepuluh. Mereka menikah selepas berpacaran sepuluh tahun. Tenda bikinan Ten Party dibuat sendiri baik warna, model, maupun bahannya.

Biar fokus mereka menutup bisnis trading -nya buat bisnis tenda. "Kami harus fokus. Semua modal dialihkan ke bisnis tenda ini," pungkasnya. Modal awal mereka tidak kurang Rp.400 juta, yang dia ambil dari aneka bisnis sebelumnya.

Uang segitu dibelikan bahan tenda, penyewaan gudang, dan peralatan pendukung lain. Ternyata tidak semudah dibayangkan awal- awal. "Awalnya susah banget, segala upaya promosi kami lakukan, tetapi tidak ada respon," celetuk Adrian.

Mereka menciptakan dekorasi keren ada lampu gantung, lantai praket, dan sebagainya. Harga sewa mereka sampai 10 kali lipat dari biaya sewa umum. Penawarannya Rp.20.000 per m2, dimana bila umumnya Rp.2000 per m2.

Dua bulan berjalan barulah datang satu- dua orang menjajal layanan mereka. Diantara masalah selalu ada jalan inilah prinsip mereka. Bisnis keduanya tengah mencari celah diantara usaha sejenis. Mereka pembeli merupakan kelompok tidak peduli harga, yang terpenting hasilnya bagus dan mereka puas.

Inilah pelanggan pertama mereka diawal- awal memulai usaha. Dari sedikit kemudian berkembang menjadi banyak. Begitu dipasang, banyak tamu undangan memuji pihak pengantin yang memilih Ten Party, hasilnya berita menyebar memanggil lebih banyak penyewa datang.

Mereka terkesan akan hasilnya. Dari satu pesta menjadi tiga pesta, empat, enam, dan sembilan, dan terus berkembang. Bisnis mereka berkembang layaknya telur menetas. Menurut mereka tidak ada promosi lebih baik selain dari mulut ke mulut.

Apalagi mereka berbisnis model butik bukan masal. Merambat menambah banyak pemesan dari sewa Ten Party. Bahkan mereka mampu menyewakan sampai Makassar, Bandung, Surabaya, Medan, dan Samrinda.

Dulu mereka pertama kali, dalam setahun hanya mengerjakan satu pesta, tahun kedua mereka bisa menyelenggarakan sampai 7 pesta pernikahan. Para penyewa tertarik karena model dan desain yang ditawarkan berkelas internasional.

Mereka juga bisa memesan tema khusus sehingga unik. Orang bisa memilih model klasik, modern, etnik, atau seterusnya. Layanan termasuk menciptakan suasana ballroom di halaman rumah. Tidak sedikit kalangan selebriti dan pejabat menyewa.

Mereka para selebriti antara lain Syahrul Gunawan, Cut Tari, Tia Ivanka, dan lain- lain. Kemudian pernikahan Tata dan Tommy Soeharto, Yenny Rachman, Dandy Rukmana dan Lulu Tobing. Tidak cuma terbatas pernikahan, Ten Party juga dipesan perusahaan untuk vanue di proyek properti mereka.

Ten Party mulai dikenal jago menciptakan vanue buat perusahaan. Mereka mulai dianggap mampu menyulap tempat menjadi indah. Mampu memenuhi keinginan pemilik tempat disesuaikan teman usaha mereka. Banyak pejabat juga meminta bantuan mereka menciptakan suasana berbeda.

Ekspansi Bisnis


Kemampuan hebat menciptakan vanue hingga membangun suasana berbeda. Oleh karenannya para penyewa rela mengeluarkan biaya Rp.15 juta (dalam gedung) dan Rp.1 miliar. Ini menurut Adrian sudah masuk ke kesenian hingga sulit dinilai uang.

Sela satu pelanggan Mince Tinton Suprapto, yang menggunakan jasa Adrian buat berbagai dekorasi di aneka kesempatan. Tinto Suprapto menyewa dari dekorasi hingga tenda. Biasanya ia sewa untuk kebutuhan acara di Sirkuit Sentul. Adrian dianggap mampu mendesain sesuai bayangan Tinto di sana.

"...memvisualisasikan konsep- konsep desain saya inginkan," ujar Tinton.

Ten Party dibilang sukses besar namun bukan tanpa masalah. Mereka pernah mengalamai overload dimana satu hari 10 event dikerjakan. Tenaga kerja dan peralatan diakali dengan cabutan. Dimana dari satu tempat ke tempat lainnya cepat- cepat.

Mungkin mereka berhasil menjalankan semua event sukses. Namun terjadi kehilangan, pegawai telah menyelesaikan dengan relatif mudah, tetapi sistem dijalankan tidak sesuai. Adrian mengatakan semua berdasarkan sistem yang disuport personal touch dirinya.

Alhadil banyak pelanggan komplain mengenai penurunan kualitas. Maka dia memutuskan melakukan pembatasan slot mingguan. Kecuali pelanggan loyak yang telah lama menggunakan jasa mereka. Ia mengambil contoh keluarga Mbak Tutut Seoharto, yang tiba- tiba mengadakan pesta pertemuan.

Masak Adrian menolak? Tentu dia akan berpikir berulang lagi apalagi mereka langganan. Dalam lima tahun bisnis mereka mapan, dan telah memiliki pelanggan tetap, Adrian berpikir mengenai apa lagi mereka butuhkan selain tenda dan dekorasi.

Ia dan istrinya membayangkan bisnis katering. Adrian membayangkan bahwa katering di pernikahan berbiaya mahal. Ini menjadi sumber budget terbesar dibanding menyewa tenda. Adrian berpikir mau membuka usaha catering tetapi tidak biasa.

Dibutuhkan katering makanan sehat dengan siklus bertahan lama. Inilah mengapa Adria memilih makanan Jepang. Waktu itu belum ada kuliner Jepang paling menonjol di masyarakat. Kalaupun mau orang harus masuk ke hotel- hotel untuk terenak.

Tidak mau gegabah dan menghasilkan makanan tidak enak. Pasangan suami istri ini langsung pergi ke Jepang. Mereka melakukan survei makanan khas orang sana. Dari jalan- jalan terkenal, sampai mereka masuk ke gang- gang kecil di kawasan Tokyo.

Keduanya menemukan ide masakan Jepang sekaligus cara mengolahnya. Belum dipopulerkan oleh pengusaha Indonesia tetapi punya prospek. Adrian dan istrinya menghadirkan katering Jepang yang terlengkap.

Mulai dari sukiyaki, chankonabe, sushi, shabu- shabu dan sederet masakan Jepang. Investasi tersebut terhitung besar namun dirasa lama balik modal. Maka ia sekalian saja membangun restoran dengan katering. Ia mengatakan dari dapur dan peralatan mahal dan ketering terbatas kalau cuma nikahan.

Ia menemukan menggunakan restoran akan cepak balik modal. Sayangnya, modalnya saja belum ada, karena mereka bukanlah konglomerat maka butuh menabung dulu. Bertahap mereka mengumpulkan uang dari bisnis Ten Party.

Restoran Masakan Jepang


Berdirilah gerai pertama Takigawa Resto di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan. Dimana Adrian mengambil nama tersebut yang berarti air terjun mengalir. Usaha ini satu paket yakni restoran dan katering sekaligus. Luas tempatnya 350 m2 dengan kemampuan menampung 120 orang pengunjung.

Sisa uangnya tidak cukup maka tanpa menyewa konsultan. Adrian pun memanajeri restoran tersebut sendiri berbekal pengalaman. Nah, biar gak gagal total, Adrian nekat membajak 7 chef terbaik dari tujuh restoran Jepang ternama saat itu.

Adrian- Renny mengajak mereka membangun masakan Jepang ramah. Menciptakan masakan yang berbeda sesuai dengan lidah masyarakat Indonesia. Ketujuh chef sekaligus menjadi juri untuk setiap menu baru. Kalau modalnya menu lama, maka dari tujuhnya bisa- bisa ratusan lembar menu dibuat.

Menu baru harus lolos tes lidah ketujuh chef termasuk dia dan istrinya. Hasilnya nigiri shusi, shabu- shabu, bakmi, kamameshi, kushiyaki, dan sashimi. Ada percampuran ide disana, namun perlu ingat bahwa dia menjalankan katering, inilah yang membuat dapur Takigawa riyuh.

Tidak heran, mereka sampai membuat tiga lantai menjadi dapur. Buat promosi Adrian menarik para selebriti dan sosialita menjadi PR. Sebut saja nama selebriti Marrisa, Ivy Purwita, Dina Lorenza, dan Devina Veronica. Mereka sosok yang wira- wiri di majalah sosialita pada jamannya dulu.

Daripada mereka kumpul- kumpul, atau arisan di tempat lain, kan lebih baik mereka ngumpulnya di Takigawa. "...dapat gaji lagi," seloroh Adrian. Mereka menjadi pioner menarik komunitas sesama selebriti ngumpul. Adrian sendiri menerapkan endors tiga kali buat setiap selebriti atau sosialita.

Sisanya dia akan menggunakan selebriti- sosialita lain. Kalau mereka datang atas kemauan sendiri, ya Adrian tidak keberatan. Takigawa menghadirkan cita rasa berkualitas, promosi mengena, jadinya cepat masuk ke pasaran.

Disisi lain, bisnis katering Takigawa berjalan baik tidak kalah dari restorannya. Dua sejoli ini makin percaya diri hingga membuka gerai baru di La Piazza, Mal Kelapa Gading. Ia membuka gerai seluas 1000 m2, yang mana bebas biaya sewa lantaran menerapkan konsep bagi hasil.

Konon, ini merupakan tanda terima kasih Sujipto Nagaria pemilik Summericon Group, yang dulu katanya Adrian bantu membangun vanue. Melihat restoran Takigawa sangat terkenal, maka orang- orang datang meminta kesempatan menjalankan usaha Takigawa sendiri.

Mereka teman- teman pasangan suami istri ini jadi susah menolak. Karena merasa tidak enak lah, dia dan istri mengijinkan mereka ikut dalam pola kerja sama waralaba. Adrian tidak pernah sama sekali terpikir ini. Untung teman- temanya termasuk public figure jadilah sekalian menjadi public relation.

Dia menegaskan bahwa tidak dimasalkan. Waralaba tertutup tidak pernah mengikuti ajang pameran. Adrian menjadikan ini resto butik. Dengan sangat hati- hati itu dikembangkan, tanpa fokus mencari uang dari menjual lisensi. Tenang karena Adrian juga memikirkan agar rekanan mendapatkan untung.

Sistem dibangun Adrian berdasarkan diskusi bersama tanpa batasan. Pokoknya kita harus berbisnis baik, tanpa ada pertikaian, karena Adrian mengisyaratkan 10 tahun masa kerja sama waralaba. Adrian sendiri lebih memilih ekspansi sendiri, membangun jaringan restoran tanpa modal waralaba.

Delam memilih mitra Adrian selalu melihat visi rekanan dan harus jangka panjang. Soal event dari bisnis pertama, dia menjaga ekslusivitas, dalam sehari menjalankan lima event berbeda. Fokusnya ialah pelanggan loyal terpercaya mereka.

Bisnis dekorasi dan tenda ini sudah diwaralabakan. Rekan mereka berasal dari Surabaya, Samarinda, dan Bandung. Yang di Jakarta menjadi pusat perencanaan, sementara perlengkapan akan di putar ke daerah- daerah. Adrian- Renny telah memiliki ratusan pekerja dan tidak segan membagikan saham.

Bagi pegawai senior dengan loyalitas, kompetensi, dan kejujuran tinggi diberi saham. Konsep bisnis berdasarkan kekeluargaan membuatnya nyaman. Tidak heran, karyawan banyak loyal, bahkan tujuh chefnya masih bertahan dari awal membangun bisnis ini.

Resep sukses pemilik restoran Jepang Takigawa ini. Dia selalu melakukan inovasi tanpa henti. Sudah banyak persaingan bahkan dari orang India dan China. Dulu mereka memang penggagas bisnis ini berjalan. Banyak kompetitor bisa menyalip kapanpun, maka desain dan menu harus dikembangkan.

Agar tidak dijiplak kompetitor maka terdapat trik khusus. Kegiatan pengolahan makanan dilakukan di satu rumah mereka. Kediaman mereka dijadikan pusat komando dimana Renny aktif. Dia lah yang akan mengawasi proses produksi dan desain.

Jasa Konsultan Online Terbaik Bisnis Kecil

Profil Pengusaha Sukses Evan Carmichael


jasa konsultan online

Evan Carmichael pemilik jasa konsultan online. Dia dikenal akan kemampuannya menjadi motivator para pengusaha. Pria asal Toronto, New York, dikenal di setiap tulisanannya di berbagai media dan blog bisnis. Evan sendiri seorang pengusaha muda, sekaligus pembicara internasional.

Di umur ke- 19 tahun, ia telah menjadi pemilik dan COO Redasoft, perusahaan perangkat lunak bioteknologi. Perusahaan ini tumbuh mengerjakan 300 organisasi sebagai klien, termasuk NASA dan Johnson & Johnson.

Setelah menjual perusahaannya, ia bekerja di sebuah venture capitalis firma, lalu di Northern Crown Capital, tujuannya membantu perusahaan kecil klien meningkatkan kewirausahaan antara $ 500.000 hingga $ 15 juta.

Membantu Bisnis Kecil


Tujuanya mengembangkan usaha mereka dalam hal marketing bisnisnya. Dia juga memulai Evan Carmichael Communications Group dan menciptakan evancarmichael.com bertujuan: memberikan motivasi pengusaha agar bisa mengikuti gairah mereka.

Selain itu, Evancarmichael.com juga menawarkan strategi yang mereka butuhkan agar berhasil. Situs tersebut memiliki lebih dari 640.000 pengunjung bulanan, ada 5.500 penulis memberikan kontribusinya, dan 295.000 halaman konten.

Usaha pertamanya dimulai ketika dia masih berumur 5 tahun. Dia kala itu mengajak sang adik yang masih tiga belas tahun untuk berbisnis sendiri. Dia melihat bakat pada adiknya, memintanya membuat gambar lalu menjual semua secara door- to door.

"Saya membuat penjualan pertama untuk tetangga senilai 5 sen  -saya telah berbisnis," terangnya.

Meski kecil tapi disanalah ia mulai melompat jauh dari satu ide bisnis ke ide bisnis lain. "Saya berbisnis kartu baseball, saya menjual perelengkapan kanvas dari plastik, saya mencoba start-up online."

Kesemua bisnis tidak mencapai puncak sukses. Namun Evan belajar banyak melalui pengalaman di masa kecilnya tersebut. Dia menyebutkan setiap pengusaha itu berbeda- beda, namun selalu sama di passion, yakni menciptakan produk dan menjualnya.

Itu semua tergantung pada passion anda. Bisa saja seorang pengusaha memiliki sifat berbeda, latar belakang keluarga atau bisnis. dan tentunya nilai akan bisnisnya. Sangat sulit memulai bisnis baru bahkan bagi pria sekalas Evan; baginya kita bisa berhenti beberapa kali, namun harus cepat kembali dan memulai lagi.

Dia memulai Evan Carmichael Communications Group kemudian menciptakan evancarmichael.com bertujuan untuk memberikan motivasi pengusaha. Mereka akan diajarkan bagaimana mengikuti passion mereka dan strategi yang mereka butuhkan biar berhasil berbisnis.

Disanalah ia selain berbisnis juga membantu banyak pengusaha kecil. Situs ini memiliki lebih dari 640.000 pengunjung bulanan, 5.500 penulis memberikan kontribusi, dan 295.000 halaman konten. Hari ini, kita berbicara dengan Evan bukan hanya tentang bisnis, namun konsultan bisnis terbesar.

Bagaimana situsnya bekerja? Dia dibantu oleh enam orang pegawai kunci ditambah dua kontraktor. Baginya ke- 6 orang tersebutlah menjadi kunci tetap pada tujuan awal. Bisnisnya juga mengandalkan berbagai macam sosial media sepenuhnya.

Dia paham akan efek marketing, melalui YouTube dan Twitter, tapi ia menjelaskan khusus Facebook tidak ada bisnis disana. Media Facebook hanyalah digunakan mendekatkan secara sosial, tapi bukan tempat kamu bermarketing, jelasnya kembali.

Akun YouTubenya http://www.youtube.com/user/ModelingTheMasters telah sukses menjaring lebih dari 50.000 penayangan. "Twitter - Saya memiliki akun pribadi di http://twitter.com/ # / EvanCarmichael dengan hampir 25.000 pengikut!" terangnya.

Melalui Twitter pula kamu bisa bertanya atau mendapatkan saran- saran tentang berbisnis. Baginya bisnis adalah tentang membangun di sekitar hidup mereka, para pelanggan. Kebanyakan pengusaha gagal memilih membuat produk akan tetapi lalai mencari pelanggannya.

Tapi justru sebaliknya, pengusaha sukses mencari pelanggan baru kemudian membuat dan merancang produknya. Ini yang penulis bisa jelaskan bahwa pengusaha sukses perlu melihat pasarnya dulu; bukan menciptakan produk dulu.

Website: evancarmichael.com
Twitter: @ evancarmichael

Pengusaha Singapura Muda Tampan, Kaya, dan Single

pengusaha singapura tampan

Mereka yang muda dan mapan di Singapura, dari yang terlahir sebagai pengusaha atau sedang merintis. Pria- pria ini masih dibawah 30 tahun namun telah memiliki segalanya. Hanya satu yang belum, mereka kini belum terikat pernikahan. Apakah pengusaha- pengusaha muda ini lajang? Kami kurang tau, tapi kesibukan mereka kini pastilah sulit untuk sekedar mengajak kencan seorang wanita.

1. Brian Binjamin, 23 tahun

Putra dari Nash Benjamin, Chief Executive Officer FJ Benjamin, yang masih mengejar gelar sarjana psikologi dan hukum di University of Southern California (USC). Dia aktif menjadi president dari Delta Omicorn Zeta, sebuah organisasi kepemimpinan di USC. Dia berharap membuka praktik psikologi secara profesional suatu saat nanti. Atau, Nash akan ikut serta dalam perencanaan kebijakan dan pengembangan kesehatan jiwa di Singapura.

2. James Ong, 30 tahun


Setelah keluar dari pekerjaan sebagai konsultan manajemen resiko strategik di 2008. Ong lalu memulai bisnis Yogurt beku melalui bendera Frolick bersama dua temannya. Produknya telah dikenal akan kualitasnya yang menyihir pembeli. Saat ini Frolick menjadi bisnis memiliki 10 outlet yang tersebar di penjuru Singapura. Satu dari outlet miliknya di kawasan bisnis yaitu ada di kawasan Lot1, Choa Chu Kang. Ong telah membuka bisnisnya hingga luar negeri salah satunya yaitu outlet ketiga di Yangon, Myanmar.

Ong dan Frolick telah mempersembahkan makanan penutup terbaik bagi mereka penggemar makanan manis di Singapura.

3. Edward Chia, 28


Ia mendirikan bisnis pertamanya,  outlet "live" music bernama Timbre di The Substation, ketika bermur 21 tahun. Hari ini, Chia dan mitra telah menjalankan bisnis makanan dan minuman itu sudah termasuk tiga bar Timbre, pizza berukuran 21 inchi dan cocktail bar yang terinsiprasi dari Jepang, Ta.ke. Baru-baru ini, ia meluncurkan tempat tonkrong yang menghadirkan musk live secara bilingual, Switch, ruangan terbuka seluas 5.200 kaki persegi terletak di Bras Basah Road dengan line-up musisi yang menampilkan lagu berbahasa Inggris atau Mandarin.

4. John Langan, 30 tahun


Langan terahir sebagai keturuan Californian dan  Taiwanese serta keturuan Amerika. Dia lulus dari University of California, Los Angeles, dan pindah ke Singapura setelah menyelesaikan program pertukaran mahasiswa di National University of Singapore. Selama delapan tahun terakhir, ia telah bekerja di bidang keuangan dan media, sebelum mendirikan klub anggota ultra-eksklusif , Filter, dan bar megah The Royal Room dan Mink. Dia juga direktur bersama dari media dan event grup, Massive Collective.

5. Rajiv Ranjan, 25 tahun


Pengusaha muda menjalankan perusahaan investasi miliknya sendiri, R Square Invesment. Rajiv juga menjadi direktur dari bisnis medis milik keluarganya - Marina Medical Centre, yang mengkhususkan diri dalam memberikan pelayanan- pelayanan kesehatan primer, estetika dan evakuasi medis - dan berfungsi sebagai penasihat untuk konsultasi medis serta membangun rumah sakit, poliklinik dan klinik mobile. Ia telah menjadi sosok dalam acara- acara eklusip.



Christopher dan saudaranya, Karl (yang baru-baru ini mendapat pasangan - sorry girls :)) mendirikan perusahaan startup Internet bernama Beeconomic dua tahun lalu. Hanya tujuh bulan setelah itu menjalankan secara online, bisnis ini dijual kepada perusahaan terbesar kupon diskon online di dunia, Groupon, untuk yang dikabarkan senilai US $ 24 juta ($ 31 juta). Chris dan Karl sekarang tercatat menjadi pendiri Groupon Singapura dan eksekutifnya. 

Sejak itu, Groupon Singapura telah menjadi terbesar situs terbesar soal kupon harian, ini tentang diskon.

Dokter Syaraf Berbicara Usaha Sosial dan Kesehatan

Profil Dokter Pengusaha Mohamed Zaazoue


dokter syaraf baik

Seorang doktor syaraf asal Mesir ini menjadi perbincangan. Dia masuk dalam daftar pengusaha sosial versi Forbes. Anak muda bernama Mohamed Zaazoue (25 tahun), menjadi satu- satunya warga Mesir yang berhasil masuk 30 Under 30: Social Entrepreneur 2014.

Apa yang dilakukannya? Dia adalah penggagas organisasi non- profit bernama Healthy Egyptians, yang tujuannya memperkenalkan kesehatan preventif bagi kalangan orang muda. Sebuah organisasi memberikan pendidikan tentang kesehatan terutama pneumonia.

Zaazoue juga pernah menjadi kordinator World Pheumonia Day di 2014.

"Setiap tahun di Mesir, ada 42.000 anak di bawah 5 tahun yang meninggal akibat pneumonia, "kata Mohamed di situs Mesir Independen.

Ia melanjutkan tulisannya, "Pneumonia adalah penyakit yang relatif murah untuk menyembuhan, tapi masalah terbesar adalah bahwa banyak dari anak-anak ini meninggal hanya karena kurangnya kesadaran dari penyakit dan tindakan pencegahan yang tersedia."

Bisnis Sosial


Mereka mengadakan seruan akan perlunya pendidikan akan penyakit ini. Iklan ini telah dikenalkan melalui berbagai media bertema "Protect Your Child". Ada 600 orang relawan bekerja mendekati anak- anak melalui berbagai media seperti buku berwarna, pertunjukan boneka, permainan dan kartun.

Mohamed telah menjadi bagian dari Ashoka.org, sebuah organisasi yang mendukung para pengusaha sosial terkemuka di Mesir. Dr. Zaazoue tengah mencoba memperkenalkan kultur mengingatkan akan kesehatan dan perawatan kesehatan. 

Dia menciptakan pertama dari jenisnya sebuah sistem untuk memberikan pasan Preventive Health Education kepada anak-anak Mesir dan orang tua mereka. Ia menciptakan cara yang memungkinkan bagi mereka agar bertanggung jawab atas kesehatan mereka sendiri.

Mohamed menargetkan semua segmen yang menjadi bagi dari sosial ekonomi masyarakat Mesir. Dia menggunakan pendekatan yang kurang lebih tentang memerangi salah satu penyakit tertentu, dan lebih lanjut tentang menggerakan budaya Mesir.

Ia mencoba menjadikan mereka, dari konsumen pasif obat menjadi sadar akan kesehatan secara aktif. Pertama kali, Mohamed bergerak membuat berbagai pelajaran tentang aneka pengobatan preventif yang menarik serta bersifat user-friendly; meski persepsi umum saat ini membuat usahanya menjadi terdengar sulit.

Masyarakat mudah bosan sekedar menyadari tentang penyakit atau semua gejala yang sesuai, ataupun tindakan pencegahan.

Ini memerlukan peran aktif media tegasnya, dan sentuhan langsung melalui organisasi yang dipimpin olehnya, Healthy Egyptians. Serangkaian game kuis- kuis kompetitif diadakan di mana- mana dari rumah sakit, kamar darurat, tenda di padang gurun.

Melalui berbagai karakter yang dibuat kemudian ditampilkan melalui buku- buku mewarnai, pertunjukan boneka, dan acara kartun televisi berupa serial menolong diri sendiri. Mohamed menargetkan anak-anak sebagai kunci dalam proses ini.

Diharapkan melalui usaha tersebut makan orang tua akan segera menyadari bahwa sikap aktif yang seharusnya berlaku belum tertanam dalam diri mereka. Dia secara pribadi memasukan pentingnya mereka yang memiliki profesi medis juga memainkan peran tepat mendorong budaya pencegahan kesehatan aktif atau kesehatan.

Untuk hal ini, dia akan langsung ke sumbernya dan melakukan reorientasi kepada para calon dokter.

Mereka yang masih di sekolah kedokteran diharapkannya agar menciptakan pendekatan berpusat tidak hanya memberikan instruksi pengobatan kepada pasien. Mereka nantinya diharapkan menjadi salah satu pendidik kesehatan , mitra dan kolaborator .

Ia sendiri mampu memobilisasi lebih dari 400 relawan di sekolah kedokteran di hampir setiap pemerintahan di negara Mesir selama kampanye kesadaran kesehatan ini. Mohamed memiliki tujuan memperkenalkan pekerjaan lapangan terakreditasi sebagai bagian dari kurikulum sekolah medis.

Ini dimaksudkan sebagai usaha menghasilkan dokter lebih berempati yang secara efektif serta dapat berhubungan dan berkomunikasi dengan mereka pasien. Mohamedaktif merekrut dan melakukan mentoring kepada kelompok- kelompok lain, utamanya bagi mereka yang tertarik masalah kesehatan tertentu, yang mana akan mempengaruhi negara

Mesir mendatang. Dia kemudian menawarkan mereka sebuah payung hukum berupa lembaga kemasyarakatan - Healthy Egyptian CSO nya - harapannya yaitu menciptakan koalisi luas dari organisasi-organisasi lokal yang difokuskan membantu Mesir menjalani kehidupan secara proaktif sehat.

Catatan: sosial entrepreneur atau pengusaha/wirausaha sosial berarti proses pengajaran solusi inovatif untuk masalah-masalah bersifat sosial. Lebih khusus lagi, pengusaha sosial mengadopsi misi untuk menciptakan dan mempertahankan nilai sosial.

Mereka mengejar peluang untuk melayani misi ini, sambil terus beradaptasi dan belajar. Mereka memanfaatkan pemikiran yang tepat baik dalam bisnis dan dunia usaha. Sifat ini beroperasi di semua jenis organisasi: besar dan kecil, baru dan lama, agama dan sekuler, nirlaba dan hybrid.

Pengusaha bisnis biasanya hanya mengukur pada kinerja laba dan kembali, namun pengusaha sosial juga memperhitungkan kembali positif bagi masyarakat. Usaha sosial lebih ke berbagai tujuan sosial, budaya, dan lingkungan luas dan umumnya terkait dengan sektor sukarela atau bersifat tidak-untuk-profit.

Bagaimana dengan pembiayaan, biasanya perusahaan sosial akan menggunakan dana donasi atau bisa berupa dana hibah.

Twitter: @Zaazue

Situs: healthyegyptians.org

Menggagas Beasiswa Global Pengusaha India

Biogarfi Pengusaha Kaylana Raman


global schoolar
 
Namanya Kalyana Raman Srivinasan adalah pengusaha India terkemuka. Dia ditarik berbagai pihak buat menjadi pucuk pimpinan perusahaan. Bahkan nama Groupon India menyebutnya menjadi satu kandidat. Tidak banyak didengar mengenai kisah hidupnya tetapi kami berhasil temukan.

Pria kelahiran desa terpencil yang bernama Mannarakoil, Tirunelveli, Tamil Nandu. Kal Raman kecil memang terlahir dari keluarga menengah. Hidupnya mapan karena keberhasilan sang ayah. Namun semua berubah, ketika ayahnya meninggal, otomatis ekonomi keluarga langsung terbalik ke bawah.

Mereka bahkan terpaksa pindah ke rumah kecil. Hidup miskin dengan tidak memiliki listri dan juga pipa saluran air. Kebutuhan air tidak memadai sampai sangat menggantungkan sumber air. Dari hasil sepakat keluarga bahwa kakak Kal Raman harus bekerja.

Sekolah Nomor Satu


Anak pertema harus mampu menjadi tulang punggu keluarga. Bahwa kakak Kal Raman tidak perlu sekolah tetapi kerja. Akan tetapi ditolak mentah sang ibu, yang mana percaya bahwa semua anaknya tidak terkecuali, harus bisa mengenyam pendidikan tertinggi.

Apapun resikonya termasuk ibu Kal Raman harus bekerja. "Anak- anak saya harus mendapatkan pendidikan terbaik sebisa mungkin yang bisa saya berikan. Pendidikan adalah penyelamat kami," kata sang ibu. Ini pelajaran bagi Kal Raman dan saudara- saudaranya lain mengenai kehidupan.

Kal Raman dan semua saudara mulai fokus mengejar pendidikan. Dengan seadanya mereka tetap bisa belajar walau tanpa penerangan memadai. Kal memiliki cara biar bisa membaca buku meski gelap. Ia memilih pergi ke pinggir jalan.

Dibawah lampu jalanan dia belejar setiap hari tanpa malu. "Saya bersyukur karena lampu di jalan itu tak pernah mati," celetuknya.

Ia mampu melalui masa SMA dengan lancar dan sukses. Beberapa keluarga masih memaksa kakak Kal buat berhenti sekolah. Mereka bahkan menyarankan semua keluarganya bekerja. Keluarga lain mereka mendrong belajar keahlian bukan formal, terutama belajar mengetik dan pelayan.

Ibu Kal selalu menolak untuk anaknya bekerja di pemerintah saja. "...tetapi ibu mau dia (kakak Kal) untuk belajar," jelas Kal Raman. Ini semakin mendorong Kal belajar tekun dan berprestasi. Agar bisa tetap hidup ibunya berjualan piring buat membeli beras.

Dari beras itulah satu keluarga makan dengan disuapi tangan. Sangat membekas dibenak Kal, sampai ia termotivasi dapat masuk ke Anna University. "Suatu saat aku akan memberi engkau uang banyak hingga engkau tidak tau mau diapakan (uang) itu," batin Kal.

Di Sekolah Menengah Atas, nilainya sangat bagus terutama di teknik dan kesehatan, nah dari ilmu teknik inilah menghasilkan beasiswa. Kal bisa masuk Anna University untuk teknik, dan menolak basiswa masuk kesehatan di Tirunelveli Medical Collage.

Mengapa dia memilih teknik dibanding masuk kesahatan. Kal bercerita ketika dirinya dan sang ibu tengah naik bus. Dia curhat bahwa menjadi dokter akan membuatnya tertahan. Dirinya akan berhenti berkembang di lingkungan Kota Tirunelveli.

Sang ibu mengamini pemikiran anaknya mengenai dunia. Bahwa Kal ingin lebih bebas melihat dunia diluar prespektif tenaga kesehatan. Dia lantas masuk Teknik Listrik dan Elektronik, Anna University, dan tinggal di Chennai.

Cerdas Bersosial


Cerdas di dalam akademis membuat dirinya lebih terbuka. Dia memiliki pandangan luas serta mampu berkomunikasi. Kal menjadi siswa mudah bergaul memudahkan jalan. Banyak orang baik membantu dalam keuangan. Beasiswa kuliah tentu tidak mendukung kehidupan Kal keseharian.

Biaya enam bulan dalam setahun sangat krusial dalam hidupnya. Beruntung beasiswa termasuk uang makan sekali tetapi tidak penuh. Dia makan dan membiasakan berpuasa. Banyak teman membantu buat makan ketika berkuliah. Tidak jarang dia tidak punya uang sama sekali ketika ujian semester.

Ketika ujian akhir dia tidak akan makan sama sekali sehari- setengah hari. "Selepas ujian akhir, saya hampir pingsan," tuturnya.

Dia tidak segan bekerja buat orang kaya. Itu demi membayar uang kuliah yang kadang tidak penuh. Ia menaksir angka 5000 rupe hutang selepas lulus. Ini memang barat apalagi merantau di Chennai. Mungkin lain cerita, bila dia menerima kuliah di kotanya, Tirunelveli.

Begitu lulus kuliah dia bekerja untuk Tata Consulting Engineers (TCE), dan diberikan pilihan mau ke Mumbai atau Chennai. Dari keduanya dia memilih Mumbai meskipun tidak tau. Kal sama sekali tak pernah menginjakan kakinya disini.

Ia menempuh resiko berangkat hanya membawa sedikit barang. Begitu sampai di stasiun kereta api, ditentengnya tas dan koper, Kal Raman lantas mandi dibawah pancuran di kamar mandi umum. Dia lantas berjalan ke kantor TCE. Dia sama sekali tidak punya uang buat menyewa hotel.

Selepas memperkenalkan diri ke perusahaan, sang manajer menyadari bahwa Kal memakai sandal ke kantor. Dia lantas memanggil Kal dan berkata, "saya tidak peduli dari mana asal kampus anda, tetapi ini tidak bisa dibiarkan. Anda harus datang memakai sepatu besok!"

Kal lalu berkata bahwa besok tidak mungkin memakai sepatu. Sang manajer berkata arogan bahwa dia berani. "Beraninya anda melakukan ini?" ucapnya. Kal lantas berkata jujur bahwa dia tidak punya uang membeli sepatu, dan berjanji dia akan memakai sepatu bila sudah gajian pertama.

"Tuan, saya mohon jangan batalkan hasil penerimaan saya karena masalah ini. Saya dan keluarga saya membutuhkan pekerjaan ini," Kal memohon. Terkaget manajer itu mendengar permohonan Kal sungguh- sungguh.

Dia bertanya, "dimana anda tinggal?" dan jawabannya adalah, "Stasiun Kereta Dadar". Sang manjer menjadi pusing karena perasaannya bercampur. Dengan cepat manajer tersebut mengeluarkan uang dari kantong. Ini bayaran dimuka Kal Raman buat membeli sepatu dan besok harus dipakai!

Sang manajer juga minta Kal tinggal sementara di tempat temannya. Sampai menemukan tempat baru dia boleh tinggal di sana. Dibelinya sepasang sepatu dan masih menyisakan gaji awalnya. Uang yang didapatkan di muka tersebut tersisa 15000 rupe, dan langsung dikirim ke ibunya di kampung.

Bekerja keras maka karir Kal menanjak seperti meteor. Dalam sebulan, dia diberi kesempatan buat pindah ke Bangluru, dan diberi pelatihan. Begitu masuk Tata Consultancy Service (TCS), beberapa bulan berlalu, dan dia telah berangkat ke Edinburgh, Inggris.

Selepas dia bekerja disana kemudian berangkat ke Amerik Serikat. Di 1992, dia pergi ke Amerika dan mendapatkan kontrak kerja baru di Wal Mart. Dalam dua tahun, jabatannya sudah Direktur untuk tim kerja, dan menjalankan sistem komunikasi di perusahaan retail raksasa itu.

Di tahun 1998, dia bergabung dengan Onlie Pharmacy sebagai Chief Information Officer, dan pada 2003, dia menjadi CEO -nya.

Alkisah ada pengusaha pilantropis, namanya Mike Milken yang biasa memberikan miliaran rupiah ke pendidikan, dan dia membujuk Kal buat bergabung. Ini terjadi ketika Kal tengah membangun gedung sekolah di desa untuk anak miskin.

Pada Oktober 2007, ia pun membangun GlobalScholar yang menggaet empat perusahaan -National Schoolar (USA), Classof1 (India), Excelisor (USA) dan Ex- Logica (USA)- yang memang sudah fokus di pendidikan. Dia bertraveling menuju Amerika, India, dan Singapura untuk menemukan guru.

Kal menyadari bahwa peran guru begitu penting selain murid dan perusahaan. Pengusaha India ini menargetkan guru- guru berkualitas. Termasuk perusahaannya membantu mereka melalui teknologi. Guru akan lebih dipermudah mengajar murid dan menciptakan sistem pendidikan.

Kal menjadi CEO Global Schoolar menciptakan banyak peluang. Selain perusahaan mendapatkan pendapatan yang terus naik. Mereka menyiapkan media, kurikulum, dan beasiswa. Ada 200 orang yang bekerja untuk Global Schoolar, yang bermodalkan $50 juta, keuntungan $5 hingga $32 juta.

Perusahaan mempunyai 1000 sekolah dan 10 juta siswa, yang mana satu dari sepuluhnya masuk ke Amerika, dengan program pendidikan Global Shcoolar. Dimana itu setara 18 persen populasi negeri Amerika, dan menjadi perusahaan pendidikan terbesar di dunia.

Kal Raman selepas dari Global Schoolar tetap menjadi sosok mulia. Dia mengadopsi semua anak- anak yatim di seluruh desa. Ada 2000 orang anak dan mendapatkan pendidikan terbaik. "Saya pikir jika saya bisa mendidik anak- anak, maka kita akan menciptakan sosial lebih baik," jelasnya.

Roy Agustinus Pengusaha Pemilik 6 Perusahaan

Profil Pengusaha Roy Agustinus


roy agustinus

Roy Agustinus pengusaha, pemuda kelahiran 30 Agustus 1989 silam, lahir di Kota Surabaya, Jawa Timur, dimana menghabiskan masa remajanya sambil bekerja keras. Roy sendiri bukan tidak mencari kesenangan dunia melainkan mencari apa itu hidup berarti.

Baginya di usia 23 tahun, menjadi seorang pengusaha muda merupakan hasil idealismenya tersebut. Ia telah memiliki 6 perusahaan berbeda dibawah bendera CMC Group. Bukanlah hal mudah ketika pemuda diusianya masih asik bermain.

Diakui olehnya, alumnus Fakultas Ekonomi Bisnis Manajemen Universita Ciputra, Surabaya ini, bisnis tak lah semudah membalik telapak tangan. Pengusaha muda yang terlahir dari keluarga biasa atau bukan dari golongan mapan membuatnya bermental kuat.

Pengusaha Banyak Bisnis


Dimulai dari remaja, ia telah berusaha sendiri tak mau mengandalkan orang tua. Roy mengaku kedua orang tuanya menjadi salah satu sumber motivasi baginya. Ia melihat sosok keduanya tak pantang menyerah.

Hingga anak- anaknya bisa mendapatkan pendidikan tertinggi.

"Dulu, kehidupan orang tua saya sangat susah. Hanya karena ingin menyekolahkan saya saja, mereka terpaksa membanting tulang, memeras keringat," kenangnya. Dan, melalui kerja keras orang tuanya lah, Roy akhirnya mampu berkuliah Universitas Ciputra.

Ia akhirnya berhasil lolos tes mendapatkan beasiswa masuk disana. Tak salah memilih kuliah Ciputra, dari sinilah pula, Roy akhirnya mendapatkan jalannya menjadi pengusaha. Pemilik CV Surya Teknokindo Jaya dan PT Mitra Maju ini, mengaku tidak pernah membebani kedua orang tuanya lagi.

Ia pun lancar dalam kuliahnya. Sekitar 2008 -an, Roy meski belum lulus kuliah sudah membuka peruntungan melalui usaha french fries bersama kedua rakannya.

"Saat itu, saya masih semester tiga. Bersama beberapa orang teman, saya membuka bisnis kuliner dengan sistem partnership. Bisnis yang kami kelola itu bernama Royaly Fries," terangnya.

Berawal dari rasa coba- coba ternyata bisnisnya sukses. Tidak ingin mengandalkan satu usaha, ia pun siap berbisnis lain. Di tahun 2009, dia mengambil alih bisnis spare- part yang dikelola saudaranya, PT. Cahaya Motor Cemerlang. Rupanya keberuntungan ada dipihaknya.

Bukan cuma keberuntungan namun juga berkat kepiawaian menentukan strategi bisnis. Roy memang dikenal memiliki kamampuan ini, ditambah lagi semangat pantang menyarahnya. Bisnis spare- part akhirnya tumbuh semakin besar.

Tidak lagi berhenti, ia terus berinovasi serta memutar otak untuk meraih sukses ketiga kali.

"Pada tahun 2010, saya merintis bisnis baru lagi. Bisnis itu saya beri nama PT Duta Rajawali Paper Megah, yang bergerak di bidang distribusi kertas," ungkap dia. Kemudian di tahun 2011, dia membuka bisnis baru dibidang kuliner bernama Korean Street Snack.

Kedua bisnis tersebut dicatatnya dibawah bendera satu perusahaan tunggal, bernama CV. Wahana Food Corpora Brand. Selanjutnya, di tahun 2012, Roy mendirikan dua perusahaan baru yaitu CV. Surya Teknokindo Jaya dan PT. Mitra Maju.

Meski enam bisnisnya sukses besar bukan berarti ia tidak pernah mengalami kegagalan. Dia hanya bertindak acuh, namun tetap belajar darinya. Roy tetap belajar bahwa bisnis itu jatuh bangun dalam perjalanannya.

"Tak ada satu pun manusia di dunia ini bisa menebak masa depan. Dunia bisnis itu seperti teka- teki. Dan untuk memulainya, kita masih harus meraba-raba. Tapi kepastian tidak bisa kita peroleh, jika tidak pernah mencobanya. Kegagalan dalan setiap usaha itu wajar," kata dia santai.

Dia berfokus pada ide- ide di otaknya. Roy tak mau berpikir untung- rugi sebelum dijalani. Buktinya, bisnis yang dikerjakan berjalan baik dan semuanya itu diperhitungkan secara matang. Bisnis bagus itu adalah yang dijalankan, bukan ditanyakan.

Ia membocorkan rahasinya bahwa ketika ada modal, yang perlu kamu lakukan ialah menata sistem dulu. Sistem bisnisnya ada dua jenis antara lain: In Business dan On Business.

"In business adalah sistem yang memfokuskan diri pada bidang operasional usaha. Artinya, owner atau pemilik modal, turun langsung mengatur operasional usahanya tersebut," beber dia.

Sedangkan On Business, ia menerangkan ke para pemilik atau owner cukup memikirkan strategi dan mengelola apa bisnisnya melalui kecerdasan otak kita.

"Owner hanya melihat bisnisnya dari atas, kemudian melakukan pengawasan, memikirkan strategi dan bagaimana rencana jangka panjang." terangnya menjelaskan.

Dari dua sistem tersebut, dirinya lebih memilih sistem on business. Ia beranggapan melalui ini maka pemilik bisa sendiri merancang bisnisnya lalu berusaha memperluasnya lagi.

"Dengan on business, keuntungannya tidak hanya didapat dari satu perusahaan saja, tapi bisa didapat dari banyak usaha," katanya.

Tahapan selanjutnya, jika bisnis bisa berdiri dan beroperasi, maka kita sebagai pengusaha wajib membangun jaringan kerja atau networking. Hal ini bisa dilakukan dengan cara promosi serta aneka pemasaran produk agar aktif menjaring konsumen.

"Pengusaha harus mampu melihat trend dan kebutuhan pasar. Selanjutnya opportunity, yaitu memanfaatkan peluang bisnis sebaik mungkin," tukasnya. Jika tidak mampu melihat peluang bisnis maka buyarlah mimpi- mimpi kita menjadi pengusaha.

"Di dunia ini, tidak ada satu pun usaha yang dibangun, bisa sukses dengan cepat. Kesuksesan itu berjalan setapak demi setapak. Kalau pada grafik, bisa kita lihat, jika garis usaha mulai naik, maka akan terus naik dan bahkan bisa booming," sambung dia yakin.

Yang terpenting, menurut dia, kunci sukses itu, akan ditemukan jika kita mau bekerja keras pantang menyerah. Serta jangan sekali- kali meninggalkan apa yang disebut- sebut sebagai partnership! Maka lah pengelolaan di internal perusahaan menjadi sangat penting dalam hal ini.

Melalui partnership tegak kuat maka bisnis pasti keluarnya akan maju. Bagaimana pengusaha mampu bekerja sama merupakan kunci dan menjalin hubungan baik dengan para karyawan adalah wajib.

"Berpikir dengan banyak kepala itu lebih baik daripada hanya satu kepala. Akan ada banyak ide-ide dan solusi-solusi baru yang lebih segar," pungkas pemuda pengusaha pemilik 6 perusahaan tersebut.

Biodata:

Nama : Roy Agustinus, S.E.
Tempat dan tanggal lahir : Surabaya, 30 Agustus 1989
Branch Office : Jl. Kenjeran 229, Surabaya

CMC Group : Cakra Muda Cemerlang

1. PT Duta Rajawali Perkasa, Jln. Kenjeran 300. Kompleks Ruko Center Point A-16.
2. PT CM Cemerlang, Office : Jln. Kenjeran 633. Kompleks Ruko Mahkota Palace A-15. Warehouse : Jln. Kenjeran 475. Kompleks Ruko Fira51 D-21.
3. CMC Property Investment, 10 Properties
4. Royale Fries Indonesia, City of Tomorrow, Ahmad Yani. CLOSED

Pendidikan :

- 1995: SD Gabriel, Surabaya
- 2001: SMP Angelus Custos, Surabaya
- 2004: SMA Frateran, Surabaya
- 2007: Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Ciputra, Surabaya
- 2013: Melanjutkan pendidikan pascasarjana di UPH, Surabaya

Organisasi: Kompartemen Bina 8 Pengembangan Modal & Perbankan di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HPMI) BPC Surabaya.

Jaya Setiabudi Pengusaha Kepepet Indonesia

Biografi Pengusaha Jaya Setiabudi


biografi jaya setiabudi

Nama Jaya Setiabudi pastilah jadi rujukan pengusaha muda sekarang. Jika itu kamu maka pastilah tentang sebuah buku fenomenal karyanya. Pria kelahiran Semarang, 27 April 1973, yang dulunya dikenal sebagai anak yang bandel. Ia ketika masih sekolah dasar pernah hampir dikeluarkan.

Lalu di SMP nya, Jaya pernah disumpahi oleh salah satu guru bahwa dia tidak akan pernah menjadi orang sukses. Namun ternyata sumpah- sumpah itu tidak berlaku bagi hidupnya kelak. Berjalannya waktu, ketika sudah duduk di bangku STM, sifat Jaya justru semakin bandel bahkan sering bolos atau istilahnya "cabut".

Perjalanan hidup berubah ketika dirinya tumbuh dewasa. Dia mulai memiliki tujuan hidup; menjadi pengusaha sukses. Baginya menjadi pengusaha telah menjadi keharusan baginya. Sang ayah, Untung Setiabudi, setuju akan pilihan anaknya kala itu.

Karir Jaya Setiabudi


Pengalaman ayahnya yang pernah menjadi pegawai bank membuatnya tau betul. Sang ayah lantas memberikan nesehat, "lebih baik kecil- kecil jadi bos, daripada gede- gede jadi kuli." Setelah berhasil lulus dari salah satu universitas swasta di Surabaya. Dia pun mencari sumber ilmu tentu saja agar bisa menjadi seorang pengusaha sukses.

Dipilihlah salah satu anak perusahaan yang dimilik Astra Group. Kemudian itu dijadikannya wadah mempelajari sirkulasi perdagangan. Bahkan dengan pede -nya (percaya diri), saat ada satu tes wawancara berlangsung, Jaya Setiabudi menya­takan bahwa tujuannya bekerja adalah mencari ilmu.

Ia bahkan dengan PD -nya menyebut jelas ingin menjadi pengusaha sukses. Posisi dipilih bukanlah engineer sesuai dengan studi pernah ditempuhnya, namun technical buyer. Meski jam kantor telah usai, Jaya tetap bersemangat mengerjakan pekerjaannya, tanpa perlu ada kata lembur.

Ketika teman sekantornya masih tertidur pulas, dia mempelajari dan memahami semua tentang pekerjaan tersebut, salah satunya purchasing order. Si atasan juga tidak perlu tahu apa yang dikerjakannya hingga malam hari. Jaya tidak pernah mendapatkan uang lembur sama sekali.

Dia akan sibuk bekerja dari Senin sampai Minggu tanpa mempedulikan besarnya gaji yang diperoleh saat itu. Kondisi seperti ini berlangsung hampir selama 1 tahun penuh tanpa liburan pasti. Setelah dirasanya puas atas ilmu yang didapatkannya dari Astra.

Putra ke enam dari tujuh bersaudara ini lalu memilih mengundurkan diri. Jaya sangat bersemangat untuk membuka usaha sendiri setelah kurang lebih 1 tahun 4 bulan bekerja. Bisnis pertamanya dibuka pada Agustus 1998.

Jaya cuma bermodal uang 4,5 juta di tangan, lalu bersama dua rekan mencoba berbisnis di bidang Industrial Supply. "Alhamdulillah 3 bulan bangkrut," katanya, setengah bercanda. Karena kegagalan itu pulalah hari- harinya menjadi sulit.

Untuk makan sehari- hari saja, ia hanya membeli satu buah telur dari uang receh yang dulu tidak disukainya. Tapi suami dari Liana ini memilih tetap tegar dan tidak takut terjun kembali ke dunia bisnis.

Bermodal minim, Jaya mulai merangkul orang lain bekerja sama. Jaya mencoba bisnis serupa bermodal kepercayaan oleh mitra barunya. Jaya mulai melihat bisnisnya merangkak naik, mulai terlihat menunjukan hasil.

Namun seperti pengusaha pemulai lain, bisnisnya disebutnya terlalu cepat untuk berekspani ke bisnis- bisnis lain yang tak sejenis -yaitu membuka warung makan, desain grafis, distribusi additif (otomotif) membuatnya rugi besar ketika mengalami gagal.

"Itu semua uang sekolah saya," ucapnya tanpa beban. Dan terbuktilah kini dirinya sukses bahkan sanggup membuka aneka bisnis dengan lebih bersabar.

Bisnis Besar


Di usia bisnis ke sepuluh tahun, Momentum Group telah membawahi berbagai perusahaan di aneka bidang. Ia fokus pada bidang- bidang seperti makanan, teknologi, industri, supplier, minuman, dan ratail. Lainnya, Jaya juga memiliki usaha seperti agen oli (di Jakarta) dan perusahaan training entrepreneurship.

Semuanya telah dipercayakan kepada orang- orang pilihannya. "Kecuali Momentum Entrepreneur Mindset (yang membidani Ecamp dan YEA), semuanya saya tidak pegang lagi", imbuhnya.

Kini jangan salah jika dia bisa hidup tenang bersama keluarga kecilnya kini. Itu semua karena bisnisnya telah ditangani para direksinya. Sebagian besar perusahaannya berlokasi di Batam, karena disanalah tempat yang potensial untuk arus perdagangan baik skala nasional maupun internasional.

Setelah Batam, dipilihlah Jakarta sebagai tempat kedua bisnisnya. Meski telah mencapai nilai angka miliaran rupiah, namun jumlah karyawan tidak banya, cuma ada sekitar 20 orang.

Menurut pria yang menyukai film dan tidur, rahasia bisnisnya yaitu diferiensi kuat serta sistem kerja handal. Bisnisnya ditunjang kewirausahaan tinggi dimana prinsipnya "We Create Partners, not employees".

Prinsip tersebut kemudian dituangkan dalam kebijakan pembagian saham kepada pegawainya, tentunya dengan syarat tertentu. Syarat yang wajib dipenuhi meliputi sifat integritas, loyalitas, dan beberapa kriteria lain.

Penerapan konsep tersebut membuat karyawannya merasakan ikut memiliki perusahaan. Hasilnya perusahaan itu terus maju dan makin berkembang. "Saya memiliki partner-partner yang jauh lebih pandai dari saya dan bisa mengembangkan perusahaan lebih baik daripada saya sendiri," ucapnya merendah.

Ayah dari Sarah Aulia Setiabudi dan Alfin Setiabudi ini, masih sempat membagi ilmunya. Secara aktif ia telah menjadi narasumber di beberapa radio di Batam, TV lokal dan Kolumnis di media masa, baik lokal maupun nasional selama tiga tahun terakhir.

Disamping itu, Mentor terfavorit 2008 versi Entrepreneur University ini, memiliki kesibukan berbagi di lebih dari 30 kota se-Indonesia. Tidak seperti beberapa pengusaha lain, Jaya mengaku tidak menyukai politik. Ia memilih menuliskan konsep pemikiran melalui media buku.

Salah satunya  buku yang berjudul "The Power of Kepepet" telah menjadi motivasi banyak pengusaha muda. Sebagai pengusaha muda sendiri, Jaya telah memiliki visinya sendiri yang ingin digapainya.

Pertama, Jaya ingin menciptakan sejuta pengusaha sukses. Dan kedua, dia berharap bisa menjadi saluran rejeki bagi orang lain. Salah satu upaya tersebut melalui Entrepreneur Association (EA). Tujuannya adalah menciptakan pengusaha Indonesia bermoral  seta memiliki integritas tinggi.

Asosiasi ini mampu mewadahi semua lapisan pengusaha agar bisa andil di dalamnya. Sistemnya melalui pengelompokan yang sesuai dengan kriteria ditetapkan yakni starting (pemula), growing (berkembang), dan expanding (meluas)

"Saya tetap menikmati masa-masa susah waktu itu. Andaikan mengalami kegagalan lagi, saya yakin bisa bangkit kembali," ujarnya.

Katanya sih, pengusaha sukses selalu punya ciri khas sendiri bahkan dianggap gila. Jangan kaget karena kesehariannya punya ciri khas, pria yang mengendarai Mercedes ini, memilih hanya akan mengenakan t-shirt, celana jins dan bersandal ria.

"Itulah seragam kebesaran saya. Malas Jaim-jaiman," tutupnya. Ke depan, di biogarfi Jaya Setiabudi masih ingin mewujudkan obsesi didambanya yakni menciptakan Entrepreneur Place yang kelak menjadi Pusat Study dan Pariwisata Entrepreneur terbesar sedunia.

Info lebih lanjut: Jayasetiabudi.net

Bakso Cak Man Inspirasi Usaha Wong Ndeso

Biografi Pengusaha Cak Man


bakso cak man
 
Anak gunung yang kecilnya menjalani hidup miskin. Beruntung usaha wong ndeso ini membawa ke kehidupan lebih baik. Usaha bakso Cak Man merupakan kuliner asli Malang. Pemiliknya bernama Abdul Rahman Tukiman, anak kampung yang miskin namun kini pengusaha sukses.

Pria kelahiran 4 April 1961, anak dari pasangan Bapak Saimun dan Ibu Paijem, yang masa kecilnya berat penuh penderitaan. Kegetiran hidup mampu dilalui, pria yang akrab dipanggil Cak Man ini, lebih memilih mencambuk dirinya agar hidup lebih baik.

Berkat kemiskinan membuatnya bekerja keras sekaligus disiplin. Ia bertekat untuk terlepas dari jebak kemiskinan. Anak ke 5 dari 8 bersaudara harus kuat termasuk ketika akan merantau. Cak Man lalu meninggalkan desa, kemudian bekerja untuk pengusaha bakso bernama Pak Sumaji.

Belajar dari Pengalaman


Kebetulan dia tengah mencari anak desa asli Malang. Berat Cak Man meninggalkan kedua orang tua tetapi ingin ke kota. Begitu menginjakan kakinya di kota, pemuda ini siap melakoni pekerjaan apapun Pak Sumaji berikan. Mulai dari membantu memasak bakso sampai membersihkan gerobak jualan.

Ia mencuci gerobak atau rombong yang akan Pak Sumaji bawa keliling. Membosankan hanya bekerja dibalik layar. Cak Man bertekat berjualan membawa gerobak keliling Malang. "Pertama kali jualan umur 19 tahun senang banget rasanya," ia mengisahkan.

Dia lewati segala kesusahan berjualan bakso keliling. Cak Min sempat menjadi pegawai dengan tiga juragan berbeda. Pengalaman- pengalaman tersebut membuat bakso buatannya semakin enak. Alhasil laris manis, berjualan bakso sendiri memang lebih menguntungkan dibanding kerja.

Cak Min memulai usaha tanpa modal mencukupi. Dua tahun menambung, dia cuma mengumpulkan 77 ribu, pada 1984 setelah 2 tahun bekerja. Uang segitu nekat didayakan membangun bisnis bakso. Ia memiliki prinsip bermain silat. "Seperti orang belajar silat," tutur Cak Min.

Bekerja buat 3 juragan berarti memiliki tiga jurus berbeda. Ilmu kanuragan dengan tiga jurus sakti tinggal dipraktikan. Cak Min tidak segan menggabungkan ketiganya biar nendang. Hasilnya dia bisa menciptakan bakso lebih unggul.

"Dengan mengkombinasikan kelebihan dari 3 juragan tersebut, saya yakin bahwa bakso buatannya menjadi jauh lebih unggul dan digemari masyarakat," imbuhnya lagi.

Kombinasi ketiga jurunya membuat masyarakat menggemari. Tetapi jangan salah, ia telah melewati masa- masa susah, sepi pelanggan menjadi kebiasaan ketika awal- awal buka. Dia tetap bekerja keras dan ulet. Kerja keras memperkenalkan bakso ini berujung tidak sia- sia.

Warung baksonya mulai dibanjiri pelanggan setia. Hingga Cak Man mampu membuka beberapa buah cabang. Ia berhasil lambat tetapi pasti membangun bisnis. Bakso Cak Man ini menjadi inspirasi usaha wong ndeso.

Sampai dia mampu mewaralabakan baksonya, sehingga dia mampu membuka cabang lain di seluruh Indonesia. Pada Februari 2007, Cak Man mendirikan PT. Kota Jaya, yang bertujuan membangun bisnis waralaba modern. Dengan begini, selama 23 tahun berjualan, sudah ada 57 buah gerai yang terbangun.

Satu gerai mampu mempekerjakan 16 karyawan, asumsinya pergerai maka dia mempekerjakan tidak kurang 960 orang. Tidak disangka dulu pernah hidup miskin, sekarang Cak Man sudah mempunyai satu mobil mewah, dengan supir yang selalu siap mengantarnya berkeliling kemanapun.

Rumahanya sangat besar dua lantai dengan luas 1000m2. Walaupun Cak Min sudah menjadi orang kaya bukan berarti lupa diri. Dia masih bersahaja, sopan santun, dan rendah hati kapada siapapun. Ia sukses membangun citra pedagang bakso Malang.

Dia berhasil membuka gerai di Jl. Ciliwung, Jl. Mayjen Wiyono, dan beberapa tempat lain di Malang. Cak Man dikenal sebagai padagang bakso terbanyak cabangnya. Kunci suksesnya ialah selalu bisa menaikan kualitas mutu dan layanan.

Pengusaha harus memiliki cita- cita dan bekerja keras mencapainya. Bayangkan ia menciptakan yang semula 6 varian sekarang 22 varian. Kemudian kamu harus memiliki visi kedepan mengenai bisnis mu. Banyaklah mengikuti pelatihan, mematenkan produk, dan lakukan manajemen modern.

Dahulu orang menganggap bakso tradisional begitu- begitu saja. Tidak bisa begitu, dahulu Cak Man mungkin tinggal diam, sekarang dia menciptakan banyak varian untuk mengikuti jaman. Bakso Cak Man berubah menjadi restoran cepat saji, memposisikan dirinya sejajar dengan usaha seperti KFC.

5 Pengusaha Muda Bersinar Teknologi

Spiegel masih berumur 23 tahun, merupakan penemu aplikasi Snapchat, dan menjadai headline diberbagai media. Ia bersama dengan Robert Murphy lantas mendirikan perusahaan dan sendiri telah menjadi CEO nya saat ini.

Menurut berbagai sumber nilai kekayaannya telah mencapai $ 210 juta. Dia menjadi lebih terkenal karena menolak tawaran Google senilai $3 juta, dan dari Facebook senilai $4 juta. Apa yang akan dilakukannya nanti? tahun 2015, kita akan bersama melihatnya.

2. Andrew Brackin


Brackin adalah pendiri Bunchy, sebuah platform pendanaan dimana memungkinkan berbagai badan amal dan organisasi bisa mengumpulkan uang menggunakan jaringan media sosial ataupun situs web. Pendiri PayPal menawari Brackin £ 67.000 untuk membuat perusahaan, asalkan ia mau pindah ke San Francisco.

Dan, dia tidak akan menghadiri universitas untuk setidaknya dua tahun mendatang. Tawaran tersebut merupakan satu bagian dari 2013 Thiel Fellowship, dan Brackin telah bersiap di 2014. Pada usia 19 tahun, kemungkinan karir teknologi nya tidak terbatas.

3. Alex Sowter dan George Johnston

Sowter dan Johnston, 21 dan 20 masing-masing, menciptakan Blinc, aplikasi iOS dimana sudah diatur agar bisa menyaingi Snapchat ataupun foto aplikasi messaging lain. Pengguna akan mengirim foto menggunakan aplikasi ini kepada teman- teman mereka, lalu aplikasi mengambil foto dari sang penerima gambar, mengirim reaksi instan ke pengirim.

Sebuah alternatif untuk 'keinginan' atau 'berbagi' gambar. Mengirim reaksi instan foto penerima bertujuan agar membuatnya lebih menyenangkan dan menarik.

4. William LaGate


Berumur 19 tahun, LaGate memulai semuanya dari aplikasi iOS, Fake-A-Text. Aplikasinya telah mencapai 5 juta download sejak diluncurkan, dan itu baru awalnya. Ia kini sibuk bekerja di San Fransisco, mendapatkan tawaran The Thiel Fellowship Award.

5. Ritesh Agarwal


Agarwal hanya 19 tahu, namun dia adalah seorang CEO dari dua perusahaan didirikan ketika berusia 16 tahun, OYO Losmen dan Oravel. Dia telah dipilih oleh "20 di bawah 20" Thiel Fellowship Award. Dia ditawari untuk melanjutkan pelatihan teknologi, di mana kita akan mengejar ide-ide yang lebih inovatif.

Tahun 2014 bisa menjadi tahun yang besar bagi pengusaha muda yang satu ini.

Usaha Ouval Research Clothing Beromzet Miliaran

Profil Pengusaha M. Rizki Yanuar.dkk


ouval research
Apa kepanjangan usaha Ouval Research, adalah kalimat kepanjangan "Originally for Understanding Viction and Artificial Language" Research. Didirikan oleh tiga orang sahabat yaitu M. Rizki Yanuar, Firman Firdaus, dan Arif Maskom di tahun 1997.

Bermula dari keinginan untuk memenuhi kebutuhan komunitas skateboard. Berawal dari mereka para penghobi skateboard. Ketiganya lantas menggabungkan ide- ide kreatif dan inovatif yang didasari kesepahaman; skateboard bukanlah sekedar olah raga, namun gaya hidup.

Bisnis clothing


Sejak dirintis tahun 1997 bisnis mereka bermodal uang patungan hanya sebesar Rp.200.000. Rizki Yanuar dan kedua temannya mulai membuat berbagai produk kreatif sendiri. Produk yang dimaksud mendukung penampilan atau style untuk komuntas skateboard mereka. Ouval Research memulai memproduksi aneka produk seperti kaos- kaos sablon.

Nyatanya produk mereka ternyata justru tidak hanya digemari oleh komunitas skateboard, melainkan juga masyarakat luas kota Bandung.


Produknya tumbuh mulai dari kaos, sweater, hoodie, kemeja, celana, tas, topi, sepatu, sandal, belt (sabuk), dompet, gantungan kunci, papan skateboard, MP3 player, otopet, dan lain sebagainya. Mengusung konsep semangat, spontanitas, kebersamaan, kepercayaan diri, serta cara menikmati hidup.

Kata "Research" dalam Ouval Research bermakna dalam yakni berupaya menciptakan sesuatu unik -berbeda. Rizki, Firman, dan Arif berupaya keras untuk menciptakan produk tidak pasaran. Bahkan memanjakan konsumen menjadi satu kepastian.

Ouval Research mengganti desain setiap enam bulan sekali agar memberikan layanan spesial kepada masyarakat. Untuk desain kaos serta sweater, Ouval Research pun membatasinya maksimal 30 desain setiap bulannya, dan setiap desain ditawarkan hanya akan diproduksi 50 sampai 100 pcs.

Tidak salah bila pembeli menyabut produk Ouval Research cukup limited edition. Kesuksesan Ouval Research merebut hati konsumen, menjadi sebuah pintu gerbang mengantarkan nama Rizki, Firman, dan Arif menjadi seorang milyarder di usianya yang terbilang masih cukup muda.

Dengan menerapkan sistem konsinyasi (titip jual) dan melayani penjualan secara langsung. Mereka akan memasarkan produknya diberbagai cabang dan distro lain. Sekarang ini produk- produk milik Ouval Research telah didistribusikan ke berbagai kota di Indonesia, dan telah menjangkau beberapa kawasan di negara tetangga.

Sebut saja seperti di Jakarta, Yogyakarta, Makassar, Semarang, Surabaya, Bali, Padang, Banjarmasin, Balikpapan, Bogor, Singapura, Malaysia, serta Jerman. Pada tahun 2000, Ouval Research membuka toko sendiri di Jalan Buah Batu, Bandung dengan modal Rp. 20 juta buat sewa tempat, disain ruangan dan persediaan barang.

Disusul pada tahun 2003 Ouval Research mengembangkan usahanya dengan membuka toko lagi di di Jalan Sultan Agung, kawasan elit di Bandung, dengan bermodal Rp. 60 juta. Toko ini yang menjadi perpanjangan distribusi produk kaos dan sweater melalui berbagai distro diluar Bandung.

Dibawah bendera CV. Sailan Industries, mereka memiliki distro resmi di Bandung (2001 & 2003), Jakarta (2006), Padang (2008), Makassar dan Yogyakarta (2009) serta Surabaya (2010). Usaha Ouval Research tidak sia- sia walau ide bisnis sederhana menjanjikan.

Blog: ouvalresearch.blogspot.com

Menjadi Presiden Direktur Perusahaan Sendiri

Profil Pengusaha Wuryanano


wuryanano pengusaha
 
Dia masih mengingat betul mimpinya menjadi Presiden Direktur. Bukan buat perusahaan orang lain tetapi perusahaan sendiri. Wuryanano bukan orang sembarangan, yang jabatannya tinggi di Manager Divisi pada perusahaan nasional sejak 1989.

Kemudian dia menjadi Presiden Direktur, dan punya beberapa perusahaan sendiri. Lini bisnis Pak Wuryanano meliputi usaha peternakan, ayam potong, dan telur. Usahanya berjalan lancar selaras dia bekerja. Ia merupakan pemilik usaha PT. Swastika Prima Internasional.

Pengusaha Peternakan


Begitu datang krisis moneter dirinya kwalahan. Terseok- seok Wuryanano mencoba mengendalikan usaha telur ini. "Saat itu saya terlalu ambisius dalam mengembangkan usaha saya," tuturnya. Total ia mengalami kerugian Rp.5 miliar.

Ia ikhlas menerima kenyataan kehilangan uang. Tidak patah arang dia mencari rekanan berbisnis ini kembali. Ada tiga orang kawan mau bersama membangun bisnis ayam kembali. Dulu, dia sendirian mengerjakan perusahaan, kini punya rekanan cukup membuatnya lebih santai.

Wuryano tak harus nongkrong berlama- lama di peternakan. Maka dia lebih leluasa mengembangkan ide bisnis lain. Peternakan miliknya menempati tanah seluas 50 hektar di Blitar. Kandangnya selalu riuh suara kotek 320.000 ayam petelur dan 400.000 ayam potong.

Peternakan tersebut menjadi sumber rejeki buat 350 karyawan. Mayoritas mereka hanya mengenyam bangku dibawah SMA. Hasil pertenakan salalu habis ketika panen tidak tersisa. Para agen akan mulai mengantri buat memenuhi kebutuhan mereka.

Bahkan agen baru datang ditolaknya karena sudah kehabisan stok. "Banyak membeli produksi ternak saya tolak karena permintaan membludak," tuturnya.

Bisnis Wuryanano ternyata tidak sebatas telur dan daging, tetapi merambat ke bisnis lain termasuk marcendise, souvenir, garmen, butik dan lembaga pendidikan. Dia bahkan membuka usaha camilan kue, yang akan diprospek menjadi pabrikan kue camilan.

Berhasil menjadi pengusaha memunculkan keprihatinan akan pendidikan. Keprihatinan akan lulusan sekolah yang terlalu banyak materi dan teori. Di sekolah menengah dan perguruan tinggi tidak cukup buat praktik. Mereka banyak tidak memiliki kemampuan bekerja ketika lulus.

"Akibatnya, saat lulus kuliah, banyak yang enggak ngerti bagaimana cara kerja," tuturnya.

Ia yang merasa bertanggung jawab sebagai pengusaha. Dia lalu mendirikan lembaga pendidikan yang bernama Profesi Swastika Prima Community Collage. Lembaga pendidikan yang menerima murid sejak 2001 silam, dan telah mewisuda tidak kurang 1000 lulusan.

Keunikan sekolah miliknya memiliki syarat kelulusan khusus. Dia tidak ingin anak didiknya begitu lulus malah menganggur. Para lulusan disyaratkan harus memulai usaha dulu atau berwirausaha. Ia juga mensyaratkan mereka bekerja sebelum lulus, bila belum memiliki pandangan wirausaha.

Baik menjadi pengusaha atau profesional harus tercipta sebelum wisuda. Syarat tersebut mendapat banyak sorotan masyarakat. Termasuk dari pihak- pihak yang peduli akan kewirausahaan. Hasilnya ia diganjar Indonesia Small & Medium Business Award 2008.

Wuryanano dianggap berhasil menggerakan kewirausahaan di sektor rill. Inovasi ini memberikan kita peluang membangun bangsa. Walau sudah hasilkan omzet tinggi, Wuryanano tetap mendapatkan predikat usaha kecil menengah, bukannya kecewa tatapi malah menjadi pengingat buat maju lagi.

"Saya tetap saja menyandang predikat sebagai pengusaha kecil," ujar Wuryanano sambil tertawa, walau begitu dia bangga.

Menjadi pengusaha harus tetap menikmati hidup. Apalagi kini dia telah dibantu orang kepercayaan dalam berbisnis. Ia diwaktu luang akan mengajak anak dan istrinya wisata alam. Prinsipnya dalam berbisnis unik, yaitu:

"Berusahalah untuk bisa memiliki pegawai sebanyak-banyaknya. Dan jangan lupa mengayomi kesejahteraan mereka," ucapnya, yang kini telah memiliki 500 orang pegawai dan terus bertambah, ini sejalan dengan lini bisnisn

Biografi Nurhayati Pemilik Kosmetik Wardah Halal

Profil Pengusaha Kosmetik Indonesia


biografi wardah sukses

Dari dulu memang sudah menjadi pebisnis ulet. Biografi Nurhayati pemilik kosmetik Wardah, nama panjangnya Nurhayati Subakat, asli Minang yang menjual produk- produk kecantikan. Berkeliling Nurhayati menjajakan produk kecantikan ke salon- salon.

Alumni SMAN 1 Padang, lulusan Farmasi ITB, menjajal bisnis karena pernah bekerja di perusahaan asing. Wanita yang produk dagangannya selalu diterima masyarakat. Produk perawatan kecantikan Nurhayati memuaskan. "Alhamdulillah, sebagian salon pakai produk kita," jelasnya.

Tetapi siapa sangka pabrik kecil Nurhayati lenyap. Suatu hari kebakaran meludeskan semua kerja keras dia lakukan. Sempat merasa down, dan akhirnya menutup usaha itu. Namun, hati kecilnya menolak, ia tidak mau bekesedihan terus karena kehidupa karyawan ada pada tangannya.

Berbisnis kembali


Menolak bangkrut ada sesuatu mengganjal dibenaknya. Nurhayati teringat nasib karyawannya. Kalau dia tutup bagaimana nasib karyawan. Dengan apa mereka akan menghidupi keluarganya. Selain itu dia menanggung hutang ke bank.

Sempat berpikir negatif bahwa Allah tidak meridhoi usahanya. Dia lantas berpikir, "Kalau saya tutup, kasihan karyawan saya, nanti mau kerja apa?" hatinya berbicara.

Dia harus bangkit. Nurhayati heran bagaimana dia bisa bangkit, tarus maju bahkan bisa menghasilkan hasil penghasilan berlipat. Dia bangkit dari kebangkrutan bisnis. Nurhayati harus memulai kembali usahanya dari nol. Langkah awalnya ialah meminjam uang dari sang suami.

Untuk modal, memulai usaha kembali selepas kebakaran tersebut. Ia menggunakan uang gaji milik suami untuk membayar gaji karyawan. Setelah normal kembali dan menghasilkan uang, ia sudah bisa membayar gaji karyawan bahkan THR karyawan.

Dia tidak pernah puas berinovasi. Jadi apa yang pernah diusahakan kembali. Dari bermula berjualan kebutuhan, ia ingin menspesifikasikan ke kosmetik wanita muslimah. Mengingat kebutuhan akan itu semakin cerah. Bermula kekhawatiran akan produk yang dijual halal, dia menemukan pasarnya sendiri.

Awal produk bikinannya tidak langsung booming. Namun dia tidak menyerah untuk mengembakan produk. Selain itu dia fokus mengembangkan marketing agar dikenal. Dia mulai kembali dari salon ke salon. Meskipun tertimpa krisis moneter 1997, dia bertahan dan mampu melalui pristiwa tersebut.

Pemasaran tidak lagi dia lakukan sendiri. Selain menggunakan agen- agen, lewat sistem MLM, dia juga berani berspekulasi dengan membuka cabang.

Bisnis kecil


Berawal dari membangun PT. Pusaka Tradisi, menjadi suplier untuk salon- salon, kala itu sistemnya masih door- to- door dibantu sang suami, Subakat Hadi. Barulah lima tahun kemudian dia beride untuk membangun produk Wardah. Pasar tidak cuma nasional tetapi internasional kini dirambahnya.

Kosmetik itu bernama Wardah, artinya sendiri adalah bunga mawar yang indah, menjadi pemberi rasa nyaman bagi wanita muslim. Pasalnya wanita jaman now mulai khawatir tentang bahan haram yang terkandung di dalamnya.

Produk Wardah dengan sagala strategi marketingnya yang jitu. Tidak hanya merebut hati masyarakat Indonesia, tetapi berkembang hingga ke Malaysia. Bisnis Nurhayati mampu bersanding bersaing dengan bisnis kosmetik lokal sana.

Setiap ada event- event besar, Wardah menjadi sponsor utamanya. Lambat laun tetapi pasti bisnisnya berkembang. Beberapa acara televisi, seperti Dangdut Academy, Indonesia Idol, menjadi wadah bagi Wardah unjuk gigi.

PT. Pusaka Tradisi Indonesia (PTI) lalu meluncurkan berbagai merek kosmetik, ada Zahra, Camila, Fadila, dan Muntaz.

"Saya pengen IPO (penawaran saham perdana atau initial public offering). Kami memang menuju ke situ. Kami tengah merapikan semua," tarangnya. Wardah sendiri sudah mampu mengantongi omzet 200 juta per- bulan.

Lantas apa kiat Nurhayati agar sukses, yaitu kualitas bagus, kemasan bagus, dan tempatnya bagus. Ia sendiri mengatakan Wardah berkembang. "...kemudian desainnya dirubah," tuturnya. Ia juga sudah menerapkan 4P: Produk, Price, Promotion dan ada lagi Pertolongan Alla SWT.

Nurhayati mencoba meyakinkan kita tentang bisnis. Ia meyakini kualitas produk lokal bagus. Hanya memang butuh branding dulu. Branding tidak susah dijalankan kok. Yang terpenting harus selalu kita perbaiki terus tampilan produk kita. Jangan mudah puas atas apa yang kita capai , "Perbaiki saja".

Meskipun sudah standar packing nasional. PT. PTI tetang memperbaiki kemasan, tujuannya adalah bagaimana menjadi costumer oriented. "Kami memang sejak awal membuat packing bagus," papar Nurhayati. Tampilan warna dasar hijau, dengan moto tersemat produk Wardah "Inspiring of Beauty."

"Alhamdulillah, walau tamatan teknik, tapi saya bisa menjalankan perusahaan ini," tutupnya.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba