Tampilkan postingan dengan label Pengusaha India. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengusaha India. Tampilkan semua postingan

Contoh Blogger Sukses Cari Uang di Internet

Profil Pengusaha Thilak Raj Rao

 
pengusaha india
 
Berikut contoh blogger sukses cari uang di internet. Pengusaha Thilak Raj Rao dikenal sebagai seorang blogger teknologi asal India. Dia adalah seorang blogger, penulis, dan internet marketer. Baginya internet bukanlah hal baru bahkan ketika internet masih hanya berkecepatan 56Kbps; sangat lambat. 
 
Internet baginya bukan tentang membaca email saja, walau menjadi yang termudah di masanya. Dia melihat internet berkah tersendiri ketika ketekunan memberi segalanya kini.

Tinggal di Mangalore, India, dia selalu belajar bagaimana hidup dari sebuah kesempatan. Usia 18 tahun, tiga tahun yang lalu, ia memilih drop- out kuliah dan fokus bisnis internet. Sebelum blogging, dia mengenal bisnis online seperti Ebay. 
 

Entrepreneur Muda India

Berani Jadi Pengusaha Menghadapi Persaingan

Biografi Pengusaha Diana Bismarak


pemilik below cepek

Berani jadi pengusaha jangan takut menghadapi persaingan. Kisah Donna Riana Bismarak, memulai bisnis yang tengah naik daun sekarang. Ia tidak takut menghadapi memanasnya eCommerce. Riana menciptakan platform marketplace jual beli bernama Below Cepek.

Namanya unik menunjukan jati diri. Bahwa produk dijual di sana adalah dibawah seratus ribu. Walau demikian Riana meyakinkan kualitas nomor satu. Mereka bekerja sama dengan UMKM Indonesia memenuhi kebutuhan pakaian masyarakat.
 

Menjadi Pengusaha


Sudah 14 tahun bekerja sebagai karyawan tentu nyaman. Namun bekerja bukan dibidang disenangi yakni fashion. Pekerjaan mapan Corporate Director of Sale & Marketing, untuk Water Boom Jakarta dan Bali. Bisnis Below Cepek berdiri November 2011 disaat dirinya masih menjabat itu.

Hobi belanja membuatnya berniat membangun eCommerce. Bermula pengalaman ketika belanja di Victoria Secret. Dia menemukan satu produk bikinan Indonesia di web. Siapa sangka situs besar itu menjual produk buatan lokal. Ia menyadari bahwa produk kita sebenarnya sangat berkualitas.
 
Berani jadi pengusaha langsung tancap gas membangun. Dia mendirikan belowcepek.com, bermodal Rp.50 juta, buat bikin situs mumpuni, menyewa tempat di  Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, dan biaya operasional. Dia merogoh kocek Rp.100 juta dimana sisanya nanti untuk pegangan.

Ia cukup mempekerjakan 2 orang staf. Riana bertanggung jawab total akan operasional. Agar irit buat model pakaian digunakannya teman- teman dekatnya. Urusan promosi Riana lakukan sendiri sembari tetap bekerja.

"Pastinya kalau dari promosi, saya kalah telak dari bisnis fashion lain, seperti Zalora, karena dana buat iklan sedikit," tuturnya.

Agar menarik banyak pembeli, maka Riana menerapkan strategi khusus. Below Cepek mengambil margin untung tipis. Alhasil situs ini menawarkan produk lokal dengan harga miring. Dibawah seratus ribu seperti namanya tercantum.

Harga jual telah terjangkau tetapi sulit mendapat pelanggan. Pasalnya tahun tersebut menjadi musim bermunculan eCommerce. Disisi lain banyak bermunculan penipuan toko online. Maka pembeli jadi lebih hati- hati terutama soal harga. Riana maklum tetapi bukan berarti berganti strategi bisnis.

Alumni Sahid Tourism Academy bekerja keras. Dalam waktu lima bulan menggaet 10.000 anggot aktif. Para pembeli pun memberikan testimoni positif akan pelayanan. Kualitas produk jga disoroti tidak kalah walau murah. Bukan berarti tidak terdapat masalah karena sudah langsung diatasi.

Kebanyakan masalah datang mengenai beda barang. Antara foto dan produk diterima ternyata malah berbeda. Mengecewakan sih tetapi langsung Riana atasi segera. 'Saya tidak akan membiarkan itu (beda foto dan paket) terjadi di Below Cepek, makanya pembeli yang pernah beli pasti beli lagi."

Tidak ada ketakutan ketika "dikroyok" pemain besar. Bisnis eCommerce memang tengah naik daun. Pemainnya juga banyak bermodal kuat dan berani promosi. Riana sendiri tetap berpendirian lebih mengutamakan membangun komunitas.

Tujuannya pembeli bisa mendapatkan barang bagus terjangkau. Senang rasanya, ketika pembeli puas tetapi masih menyisakan uang buat ditabung. Gempuran produk impor juga tidak menggoyakan sikap Riana. Below Cepek tetap didapuknya menjadi pusat belanjar produk lokal asli UMKM Indonesia.

Bekal Pengusaha


Pengalaman merupakan kunci sukses bukan sekedar modal. Riana mempunyai pengalaman manajer penjualan di Hotel Sahid, Jakarta. Buat kalian yang memiliki pengalaman korporasi manfaatkan. Bisa gak kamu melangkah menjadi pengusaha.

Below Cepek mengajarkan pengeluaran bisa ditekan. Mereka menawarkan produk berkualitas yang telah disortir. Ada kebanggaan melihat pembeli memakai produk lokal. Banyak pandangan melihat sinis produk lokal. Riana sendiri menyadari bahwa produk lokal tidak kalah.

"Kalau produk impor saja tidak berkualitas barangnya, apalagi lokal?" begitu ucapnya, menirukan gaya bicara orang.

Riana memilih menekuni apa hobi dan kemahiran. Rekan karyawan pun memuji penampilan Riana di kantor. Awal- awal dia berharap akan meniru cara orang menjadi pengusaha. Inginnya membuka satu butik atau toko di mall. Tetapi ia menyadari biaya sewa mahal dan berdampak pada harga produk.

Ia mengenalisa toko online jualan produk China, Korea dan Bangkok. Padahal di offline juga sudah banyak dijual. Riana berpikir mengapa jarang sekali produk made in Indonesia. Dibawah bendera PT. Fortuna Adi Buana, Riana tidak mau berjualan produk impor karena tidak berkonribusi.

Produk dijual aneka fashion seperti rok, celana, gaun, dan baju. Adapula produk aksesoris mulai dari cincin, kalung, gelang dan tas. Seperti nama toko onlinennya dia menjual produk dibawah seratus. Ia mengatakan harga tertinggi Rp.99.000.

Target pasar utamanya mereka usia dibawah 18 tahun. Mereka yang ingin produk fashion berkualitas dengan harga terjangkau. Pelanggannya merupakan komunitas dari Sabang sampai Marauke. Bisnis ini mampu memproduksi 500- 1000 item perbulan.

Model pakaian dalu memakai teman- teman dekatnya. Kini tentu beda, tetapi Riana memiliki prinsip harus orang Indonesia asli, mau kulitnya hitam, rambut keriting, atau dibawah standar cantik model bule tidak masalah. Riana menarget bukan cuma Jakarta tetapi seluruh Indonesia belanja di sini.

Below Cepek menggunakan bahan sesuai cuaca Indonesia. Tidak ada koleksi winter atau summer, ya semua disesuaikan dari Indonesia untuk masyarakat Indonesia. Riana tidak kaku bahwa memberi ruang pesan custom. Nanti pembeli mengirim gambar dan ia akan meminta tukang jahit kerjakan.

Menghadapi Persaingan


Masalah bukan berarti tidak ada menerpa Below Cepek. Selain pandangan sinis akan produk lokal, masalah datang dari pesaing bisnis lokal sendiri. Mereka menciptakan toko online dengan nama yang sama. Bisnis asal Bandunng tersebut membuat baju sampai aksesoris sama, bahkan cara pakainnya.

Ia mengatakan ini cara "steal visitor" atau mencuri pungjung. Untung bila mereka menjual produk yang sama berkualitas. Mereka malah membuat nama Below Cepek asli terpuruk. Banyang sekali yang protes mengenai pengalaman belanja mereka.

Curhatan mereka sampai menjadi pembicaraan publik di sosmed. Riana sendiri baru sadar ketika dia mendapatkan laporan. Bahkan bayangkan iklan mereka bahkan meniru milik Riana. Dia protes ke pihak sosial media. Butuh dua- tiga jam sampai iklan promo mereka diturunkan.

Namun mereka tetap memakai iklan promo tersebut. Bukan hal baru pristiwa tersebut sering terjadi di internet marketing. Dia cuma bisa mengelus dada sembari mengikhlaskan. Mengambil sisi positifnya ini menunjukan idenya keren.

Below Cepek sangat mengandalkan komunitas pelanggan. Sampai mereka pernah usulkan membuat baju ibu menyusui. Riana merespon dengan meluncukran produk unik "busui". Konsep baju untuk ibu- ibu menyusui. Pokoknya dia menerapkan konsep unik dan menarik untuk menggaet pelanggan.

Riana juga pernah mendapatkan permintaan hijab. Produk pakaian muslim besar dan lengan panjang sedang naik daun. Soal peluang bisnis, ibu- ibu juga meminta menjadi reseller, untuk satu ini Riana mempunyai promo menarik. Mereka tinggal melakukan deposit satu juta yang tidak akan terpotong.

Ibu- ibu boleh mengambil 11 baju. Mereka diberi waktu 3 bulan sampai produk terjual. Soal stok tak akan bermasalah ini sangat membantu. Kemudian waktu 3 bulan sebagai bentuk penyemangat dan cara pintar. Ada 100 orang terdaftar dalam bisnis berkonsep "Smart Shopper dan terbantu.

Aneka gaya promosi unik menarik perhatian masyarakat. Tak salah bila mereka mendapatkan gelar Top Ten Social Media Campaigne 2012. Salah satunya membuat aplikasi, dimana masyarakat bisa memainkan game "Miss Matching", tanpa diharuskan membeli produk yang dijual di Below Cepek.

Riana yang sukses belum puas membangun bisnis. Berani jadi pengusaha berarti siap membangun bisnis lain. Dia mengembangkan Restyle, yang mana pusat penjaring desainer lokal, jaringan network buat mereka yang ingin bergabung dengan Below Cepek.

Biografi Pendiri OYO Ritesh Agarwal Booking Hotel

Biografi Pengusaha Ritel Agarwal

  
biografi pendiri aplikasi oyo
 
Pendiri aplikasi OYO berikut perjalanan sejarahnya. Pria tersebut bernama Ritesh Agarwal, memiliki passion di bidang internet. Bisnis online akan terus tumbuh dimana hal baru bermunculan. Ada bintang cerah di negara- negara berkembang, termasuk India. 
 
Ini menjadi daya tarik tersendiri di negeri asal Bollywood. Tiap orang baik muda maupun tuaberbondong- bondong. Di tahun 1990 an, bisnis berbasis IT telah menampakan satu geliat yang sama. Perusahaan berbasis teknologi, dan "rumahan" ala IBM atau Accenture sangat menginspirasi.

Pengusaha Muda Online


Pertumbuhan ini selaras dengan kehidupan masyarakat melek terknologi. Pengusaha muda satu ini, Ritesh Agarwal, 19 tahun, memiliki cerita yang kurang lebih sama. Lahir di era digital membuat Ritesh muda paham mengenai "bagaimana website bekerja". 
 
Tak perlu berlama- lama bocah 13 tahun ini telah berani untuk membangun bisnisnya. Hingga di umur 19 tahun, ia tercatat sebagai pendiri sekaligus CEO perusahaan internetnya sendiri, Oravel.com.

Itu adalah sebuah situs sosial media untuk berbagai layanan kamar. Sebut saja sosial medianya mereka yang memiliki penginapan, paket perjalanan, atau layanan privat lainnya. Ada dua hal yang menjadi motivasi menjadi pengusaha startup seorang Ritesh. 
 
Pertama, ia pernah bekerja sebagai salesman, menjual produk orang lain. Perjalanan menjadi satu hal yang wajib baginya meski masih 13 tahun. Kedua, kenyataan bahwa pelayanan dalam satu perjalanan itu sangatlah buruk.

Suatu saat dia harus ke tempat yang tak nyaman dan menjual lebih banyak. Atau kebalikannya tempat yang nyaman tapi menjual lebih sedikit. Perjalanan panjang sebagai salesman inilah yang menginspirasi berdirinya Oravel. 
 
Ia berhasrat menciptakan sebuah sosial plaform untuk kita berbagi informasi tentang tempat dan layanan terbaik di India.

"Beberapa masalah umum adalah pendanaan, pemasaran, menjangkau pemilik properti dan investor. Aku punya reaksi beragam dari teman dan keluarga di sekitar saya, beberapa dari mereka percaya pada saya dan beberapa dikritik dan khawatir jika aku bisa membuatnya. Tapi sekarang mereka semua tersenyum dengan penghargaan," jalasnya.

Membangun bisnis tanpa dukungan finansial cukup sulit, seorang wirausahawan muda atau wirausahawan pelajar. Itu akan sangat beresiko. Anda tengah memasuki dunia yang saling berlomba dimana ketepatan jadi satu faktor. 
 
Beberapa hal yang mendukung akan menjadi taktik jitu. Wirausahawan pelajar umumnya akan gagal pada dukungan -dukungan mental dan finansial. Apa yang mereka harapkan dari bocah 13 tahun? Ini mungkin menjadi perhitungan kamu memulai.

Sejarah OYO

 
 
Tapi memulai bisnis lebih awal berarti menjadi sukses lebih dini.

Di India yang menjadi faktor landasan nilai dimana semua bergantung pada pendidikan universitas. Tidak ada yang bisa disalahkan ketika memilih pendidikan atas kewirausahaan. Namun orang tua pasti akan sadar jika kita berusaha meyakinkan mereka; ada peluang disana. 
 
Di tahun 2013, Ritesh memasukan proposal bisnis Oravel ke Thiel Fellowship, sebuah ajang kewirausahaan di bidang teknologi. Pesaingnya sangatlah berat yaitu dari berbagai negara besar, namun Oravel masuk dalam salah satu kendidat final.

The Thiel Fellowship adalah sebuah program dua tahun dimana rekan-rekan akan menerima $ 100.000 dan bimbingan dari jaringan yayasan pengusaha teknologi, investor dan ilmuwan (termasuk orang-orang seperti Mark Zuckerberg, Larry Page, Elon Musk dan jelas Peter Thiel). 
 
The Fellowship didirikan oleh kapitalis ventura Peter Thiel untuk memberikan mereka anak muda di bawah usia 20 alternatif selain melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Mereka diajarkan untuk mengejar ide- ide inovatif dalam ilmu pengetahuan dan bisnis. 
 
Dalam kebanyakan kasus ini berarti menjatuhkan pilihan untuk keluar dari sekolah tetapi ada hal-hal yang tentu lebih besar untuk mereka para finalis. Karena batasan umur harus dibawah 20 tahun setidaknya ada kompensasi dari umur mereka; mereka masih bisa mengejar pendidikan nanti. 
 
Ritesh pergi ke perguruan tinggi untuk jangka waktu yang sangat singkat dan tidak pernah kembali; tepatnya, ia menghadiri kuliah selama 2 hari.
 
Catatan: artikel asli dipublish pada 2014. Ritesh Agrawal merupakan pendiri aplikasi OYO. dan jadi pengusaha muda terkaya di India.

Kisah Pengusaha Muda India CEO Termuda

Profil Pengusaha Suhas Gopinath

 

ceotermuda.png
 

Pernah tercatat menjadi CEO termudah bahkan masuk rekor India. Kisah pengusaha muda India bernama Gopinath, lahir 4 November 1986, yang memiliki 400 karyawan yang tersebar keseluruh Indonesia. Dia merupakan kebanggaan India.


Dia berbisnis software. Tercatat dalam Limca Book of Records, atau Rekor MURI -nya Indonesia, sudah merintis usaha software semenjak usia 14 tahun. Suhas Gopinath memiliki 400 karyawan ketika usianya 22 tahun.


Sempat dia hampir menjadi orang biasa tidak punya pekerjaan. Pasalnya, pada perusahaan investasi asal Houston, Texas, sempat menawarinya $100 juta buat menjadi pemegang saham utama. Namun tawaran tersebut ditolak Gopinath,"mengapa saya harus menjual bayi saya?".

 

Kisah Pengusaha Muda


Setelah lama berpikir ia menyadari bahwa mereka "membeli". Bukan investasi diinginkan Gopinath membangun bisnis ini. Kisah pengusaha muda India tersebut bermula ketika internet masuk. Awalnya jaringan internet masuk melalui warnet pertengah 1990.


Internet cafe atau warnet pertama dibuka di Banglore. Itu satu pintu bersebelahan dengan rumahnya Gopinath. Seolah ditakdirkan ia terbawa sampai ke balik pintu warnet India. Bermula saudarnya yang bernama Shyreyas yang menaruhnya di sana.


Dia terpukau. "Saya kagum," tegasnya. Dia kagum akan kekuatan internet. Dan tidak menyangkan itu akan sangat merubahnya. Internet merubah hidupnya sampai membuat Gopinath lupa waktu. Ia selalu habiskan waktu berselancar internet.

 

Latar belakang keluarganya sangat saderhana. Dimana ayahnya merupakan ilmuan buat Indian Army, dan dia pernah sekolah di sekolah Angakatan Udara. Komputer bagi keluarganya merupakan hal mewah. Mereka keluarga kelas menengah. Dia cuma mampu nongkrong ketika istirahat makan siang.


Pengusaha muda kemudian belajar membuat website. Ibunya curhat kalau anaknya membuang- buang uang. Tiap Rupee dibelanjakan menyewa internet berjam- jam. Gopinath mengakui, tadinya dia adalah murid pintar di sekolah, kemudian turun menjadi murid pas- pasan.


"Saya adalah murid pas- pasan. Sebelum menemukan dunia internet, saya bermimpi untuk menjadi dokter hewan," celetuk Gopinath.


Usianya baru 13 tahun, proyek internet pertamanya www.coolhindustan.com, tahun 1998. "Saya ingin memberikan informasi orang India diseluruh dunia melalui sebuah forum, untuk mempublikasikan kejadian- kejadian yang ada, tips makan diluar, dan setiap hal lain yang mereka minati," ia lanjut.


Forum populer dikalangan orang India sampai menarik musuh. Beberapa hacker Pakistan menyerang websitenya karena populer. Mereka menyerang orang Hindustan mengganti halamannya. Dihack lalu halamannya ditulisi "Cool Pakistan".


Itu adalah pengalaman terburuk menurut Suhas. Namun dia tetap berjalan sampai membangun suatu perusahaan Network Solutions. Itu lalu menarik perhatian orang Silicon Valley. CEO termuda yang layak dipanggil ke pusatnya San Jose, California.


Itu merupakan perjalan pertama keluar negeri. Bocah belasan tahun tersebut ditawari pekerjaan. Ia bahkan akan akan disekolahkan di Amerika.

 

Mengang gimana rasanya bekerja ketika usia 17- 19 tahun. Dia sangat keteteran antara berbisnis dan sekolah. Bayangkan dia harus mengurusi klien, sementara nilai pendidikan 80 persen dan sisanya cuma 65 persen. "Saya berusaha keras dan tidak melepaskan kelas satupun," lanjutnya.

 

"Ketika saya ujian, saya berkata saya tidak sehat," kenang Suhas. Kantornya di Banglore, dicertikan memiliki pegawai 15 orang, rata- rata usianya 17- 19 tahun. Ia memperlakukan mereka bagaikan seorang teman, "...jadi pekerjaan semua akan lebih mudah".


Perusahaan miliknya membuat website, jasa membuat website korporasi, software solution, web dan mobile solution dan eCommerce. Lengkap Suhas menjadi solusi bagi pengiklan sampai institusi. Bisnis Global memiliki 200 pelanggan, mereka tersebar ke 11 negara dengan 65% berasal dari Eropa.


"Saya sangat tertelan dalam dunia internet. Itu berubah menjadi passion," lanjutnya.

 

"Meskipun kedua orang tua saya sangat menentang tersebut, saya menghabiskan waktu berjam- jam didepan komputer. Kakak tertua saya Shreyas sangat mendukung. Saya belajar HTML, ASP dan software apapun lewat warnet," kenangnya.


Di 14 Mei 2000, bersama temannya Clifford Leslie dan Vinay M.N, mendirikan Coolhindustani.com. "Saya tidak memiliki uang untuk memulai. Orang tua saya menolak memberikan sepeserpun, mereka berkata itu tidak berharga," kenang Suhas.


Di Agustus, tahun yang sama, ia dan kawannya mendirikan Global Inc, solusi websita dan networking. Dan dia menawarkan gratisa awal. Klien sempat tidak mempercayai. Pasalnya mereka masih sekolah tetapi begitu diperlihatkan hasil; Mereka sangat puas.


Dia telah menganalisa prospek bisnis sebelum populer. Bahkan cepat beradaptasi memenuhi semua aspek kebutuhan. Mereka menciptakan software. Memenuhi kebutuhan guru mengabsen siswa yang hadir atau tidak tanpa memanggil satu per- satu.


Sistem tersebut membuat pemerintah kagum. Mereka terkejut akan teknologi baru ini. Hingga mereka memutuskan mengkontraknya membuat program 1000 sekolah. Suhas memiliki kantor di San Jose, memiliki 125 orang, dan di Banglore, dia memiliki karyawan 25 orang.

Pengusaha Multimedia India Pemilik Zee TV

Profil Pengusaha Subhash Chandra Goyal

 
pengusahaindia.png
 
Dia adalah pengusaha multimedia India pemilik Zee TV. Namanya  Subhash Chandra Goyal, mungkin mengingatkan kamu kepada sosok Hary Tanoe. Tetapi Chandra memulai bisnisnya jual- beli beras di daerah Hishar, Haryana, kemudian lahir kembali sebagai media baron. 
 
Bisnisnya sekarang meliputi jaringan televisi satelit dan kabel, kargo, taman hiburan, lotre, serta sinema multiplek. Dia lah sang  pendiri sekaligus CEO di zeetv, bisnis televisi setelit besar di India. 
 
Dari November 2009, ia resmi mengambil alih menejeman Daily News and Analysis (DNA); resmi merambah media cetak.

Watak Pengusaha

 
Di bawah naungan Essel Group, majalah yang merupakan terbaik ke 8 berbahasa Inggris jadi milik seorang media baron. Dia yang pernah dianugrahi Emmy award di tahun 2011. Pria yang bahkan tidak memiliki gelar sarjana apapun tidak terhentikan langkahnya.

Subhash Chandar lahir dari pasangan Nandkishore Goenka dan Tara Devi Geonka, 30 November 1950, di Adampur Madi. Dia dikenal Subhash Chandra, ketika memutuskan menghilangkan nama belakangnya "Goyal". 
 
Ketika itu perubahan politik besar di India dan Pakistan. Dia merupakan anak laki- laki tertua dari 7 bersaudara. Sebagai laki-laki tertua, secara otomatis, dia harus bertanggung jawab atas keluarganya.

Sejarah Essel Group, bendera bisnisnya sudah bisa dilacak sejak akhir 90 an. Sekitar 1980, Remeshwardas Goenka yang merupakan kakek dari kakeknya mulai berbisnis. Bisnis pertama sekaligus fondasi bisnis yang dimiliki Chandra kini. 
 
Bisnisnya kala itu meliputi bisnis komoditi yaitu gabah, bisnis yang sebelumnya bernama Jagannath Rameshwardas, gabungan nama Rameshwardas dan patner bisnisnya, Jagannath.

Dia dikenal tertarik akan dunia bisnis bahkan semenjak kecil. Dia bersekolah di sekolah umum di Adampur Madi hanya sampai tingkat sekolah dasar, lalu memilih pindah mengikuti kakeknya berbisnis. 
 
Chandra kecil sesampainya di tanah sang kakek kemudian bersekolah di CAV School di Hissar, India. Jagannath Goenka, kakeknya, menjelam menjadi guru besar hidupnya tentang bisnis. Ia telah memberikan berbagai dasar- dasar bisnis.

Kebijakan sang kakek disebutnya "Jagannath Goenka University". Dari sang kakek, ia mempelajari tiga hal paling mendasar. Pertama, dia tak boleh menyimpan rasa takut, selalu bertanggung jawab, serta tidak boleh lari dari kebenaran. 
 
Dia juga tidak diperbolehkan melanggar komitmen walau itu cuma dimulut saja. Bagi sang kakek ucapan berarti janji yang harus dipenuhi meski bukan sebuah keseriusan.

Kakeknya merupakan sumber inspirasi hidup. Jagannath Goenka memiliki bisnis di sekitar rumahnya. Bisnis yang berhubungan dengan jual beli gabah dan menjualnya untuk beberapa komisi, gudang, atau pinjaman. Chandra kecil membantu bisnis dari yang termudah. 
 
Dia diharuskan mengikuti tiap petunjuk sang kakek. Setiap hari, dia harus ikut membantu mencatat dan menagih uang jual beli gabah.

Dia setelah pulang sekolah harus membantu menulis puluhan nama klien serta satu tumpuk buku keuangan. Sebuah pelajaran paling pertama yaibagaimana mencatat dan menulis nama klien. Pelajaran lain, Jagannath Goenka mengajari sang cucu untuk mampu menganalisa orang lain. 
 
Jagannath mengajarkan bagaimana mengobservasi guna mencari tau apa motif orang lain. Ia harus tau gerak- gerik mereka hingga menghasilkan suatu kesimpulan.

Jagannath selalu memerintahkan Chandra untuk menagih uang, dan bertemu lebih banyak orang tiap harinya. Ini hanya pelajaran bisnis lain, menyangkut keberanian. Dari bisnis, kakek Chandra bisa disebut sangat mengikuti tradisi orang India. 
 
Setiap kali Chandra berkunjung ke rumah selalu ada saja yang dilakukan kakeknya. Ia juga menjadi seseorang yang mencarikan jodoh dengan bijaknya. Ini semakin melekatkan figur sang kakek menjadi contoh dan panutan sepanjang hayat Chandra.

Ketika ia pulang, kakeknya akan menjejerkan banyak wanita cantik dan seorang calon untuk dirinya. Ketika Chandra lebih memilih wanita yang lebih cantik dari calon kakeknya, Jagannath pun langsung merespon. 
 
Ia berkata bahwa wanita cantik tak datang pun siapapun laki- laki pasti akan jatuh cinta seketika. Apa yang salah? Fisik bisa menipu tetapi Chandra harus lebih melihat lebih dari kecantikan itulah yang diajarkan pristiwa itu. Sang kakek memang begitu menyayangi cucunya satu ini, terutama tentang komitmen.

Tak salah jika kini, ia cukup menjabat tangan dan bisnis pun datang padanya. Cerita lain ketika sang kakek mengajak Chandra kecil pergi ke acara bazar. Di libur sekolah, ia akan pergi ke bazar bersama kakek untuk sekedar mencai informasi dan gosip tentang siapapun. 
 
Ini mengajarinya untuk selalu mendengar ke bawah. Bahkan samapain sekarang, Chandra selalu mencai informasi kebawah. Ia bahkan tak segan meminta saran secara ramah kepada bawahan untuk jadi lebih baik.

Bisnis bangkrut 


Subhash Chandra memiliki bekal bisnis, tetapi bermimpi menjadi ahli mesin ketika remaja. Dia pun segera mengambil kuliah jurusan mesin. Tapi, apa mau dikata, bisnis keluarga berubah menjadi krisis finansial. Hal itu membawanya berpikir kembali mengenai kuliah dan cita- citanya. 
 
Bisnis keluarga mengalami beberapa kali jatuh bangun sepanjang tahun 1967. Karena salah menejemen, perusahaan keluarganya bangkrut total dan berhenti berbisnis kapas.

The Adarsh Cotton Gining dan Oil Industry baru saja memulai jalanya jatuh ditahun sama dengan beridirinya. Gagalannya bisnis baru ternyata berefek domino terhadap bisnis utama. Sebuah kecelakaan juga menambah panjang apa yang harus direlakan. 
 
Mereka kehilangan dua perusahaan jutaan membuat keluarga menderita kerugian besar tanpa uang kembali. Kakek Chandra, Goenka dan partnernya,  Inder Prashad memutuskan berhenti berbisnis bersama membagi sisa- sisa aset.

Meski, perusahaan memiliki aset 600.000 rupe, mereka memilih membagi adil ditambah 50.000 sebagai pertambahan nilai. Bukan yang terburuk, mereka masih memiliki hutang yang belum bisa dibayar. Bahkan penjualan aset tak memberikan solusi apapun. 
 
Chandra memutuskan bergabung kembali berbisnis. Dia tidak perlu mengeluarkan uang untuk kuliah. Dia tidak pernah tunduk pada sebuah nasib buruk, selalu melihat kedepan, dan merubah kemiskinan jadi paluang.

Keluarga ini tak hanya bangkrut tetapi menyisakan hutang dan hanya Rs 6 lakh. Dimana ketika bisnis kian memburuk Chandra yakin berkata kepada sang ayah bahwa dia bisa melakukan sesuatu. Tepat di sekitar tahun 1979, dia mengembalikan kejayaan perusahaan keluarga itu. 
 
Perusahaan yang merupakan milik sang ayah, Jagannath Goenka, bernama Messrs Ramgopal Indraprasad kini ditangannya. Dia kemudian merubah nama bisnisnya menjadi Essel Group. Secara tertulis ia lah pendiri Essel Group sekaligus CEO perusahaan baru yang bangkit dari kubur.

Menjalankan bisnis dari perusahaan yang bangkrut itu bukanlah perkara mudah. Remaja 17 tahun, seorang Chandra, harus berjualan dari nol setelah keluar dari kuliah. Dia terdesak mencari jalan membangun kembali bisnis tanpa investasi apapun. 
 
Dia kemudian menemukan Food Corporation of India (FCI), bekerja sebagai menejer di 1968-1969. Dari sini pula, masa balik baginya, dengan masuk ke korporasi besar mengumpulkan modal sedikit demi seditki.

Dia mengumpulkan daya upaya mengembalikan bisnis keluarga di bawah naungan Essel Group. Para tentara tertarik untuk membeli hasil produksi berupa buah, padi- padian, dan kacang- kacangan. Tapi FCI tak memenuhi standar yang diminta para tentara.
 
Chandra melihat peluang di sana, lalu tiba- tiba menyarankan ide kepada pihak FCI. Bahwa dari keluarganya bisa membantu pihak FCI memoles kacang- kacangan dan membersihkan gandum. Pihak FCI setuju akan ide remaja satu ini.

Ia cukup memastikan bisnis barunya berhasil bahkan tanpa modal berarti, tapi menghasilkan nilai investasi. Dia pada tahun 1971- 72 menjadi tokoh revolusi agribisnis di penjuru Delhi. Dia bahkan mengerjakan bisnis lain seperti peleburan gelas, maski lalu memilih keluar. 
 
Di tahun 1976, pengusaha 26 tahun ini telah belajar di jalanan bukan dari sekolah. Dan, ia menemukan titik tersukses ketika revolusi hijau muncul, ditahun itu padi tumbuh subur.

FCI kebingungan menangani begitu banyak gabah dengan tempat terbatas. Maka Chandra lah satu- satunya penyelamat membawa FCI dari sebuah lubang jarum. FCI yang panik mencari ruang untuk menyimpan 14 juta ton biji-bijian makanan. 
 
Itu Mr Chandra yang datang ke bantuan dari FCI. Solusi darinya yaitu untuk menyimpan biji- bijian itu di tempat terbuka di bawah lembaran plastik. Mr Chandra kemudian memasuki bisnis plastik, membeli lembaran plastik dan kemudian memotong dan melas mereka menjadi tenda.

Menjadi Pengusaha Multimedia


Di tahun 1980- 84, ia membeli tanah seluas 735 acre di Gorai, ide bisnisnya agak gila yaitu sebuah taman bermain. Dia sangat terinspirasi atas kunjungannya di sebuah taman bermain dulu. Sayang bisnis ini terlalu aneh untuk India, teman- temanya menyabut bahwa orang India suka kemudahan. 
 
Mereka lebih menikmati apa yang didepan mereka sebagai hiburan. Di sisi lain, India digegerkan oleh ledakan bom, membuatnya berpikir sebuah cara agar setiap penjuru India ikut melihat videonya. Mereka, orang- orang dipinggiran kota akan memilih berebut menonton. 
 
Dia juga mulai mengitung berapa besar pendapatan atas iklan dalam video. Di 1990, melalui kunjungan santai ke Doordarshan di Mumbai, membuatnya berpikir tentang televisi satelit. Namun disisi lain, Chandra sedang menembak bisnis lain yaitu bisnis telephon seluler. 
 
Dia akhirnya berpikir bisnis televisi bukan telephon seluler. Sayang, bisnis televisi harus digagalkan oleh regulasi bahwa siaran televisi adalah sektor publik yang sedang dikekang. Akhirnya Chandra menangguhkan ide bisnis televisi ini. 
 
Namun, pikiran akan bisnis televisi masih saja mengganggu tenangnya. Hingga ketika ia melihat sebuah acara di satu stasiun asing, CNN. Dia berpikir kembali, kenapa kita tidak bisa memiliki program siaran televisi sendiri. 
 
Ia harus menemukan jalan keluar lalu menemukan perusahaan bernama Asiasat. Chandra mulai mengejar sang eksekutif Asiasat, meski sampai ke ujung dunia sekalipun bila perlu; akhirnya menemukan yang sedang berlibur di Kanada. 
 
Dia mengetok pintu, namun hanya jawaban dingin sebuah tanda penolakan. Dia tak berputus asa jadilah sebuah pertemuan antara dirinya dan Richard Lin, putra dari Li Ka Shing sang pemilik STAR.

Sebuah pertemuan yang tidak menyenangkan karena Asiasat hanya cabang bisnis utama. STAR atau Satellite Television of Asian Region adalah otak dibalik siaran televisi satelit di Hong Kong, China. Barulah setelah beberapa lama dia baru bisa bertemu sang pemilik rumah, Li Ka Shing. 
 
Ketika berbicara tentang India, Chandra dan timnya terkejut bukan main atas sikap tuan Li. Ide besarnya untuk membangun siaran televisi di India dianggap angin lalu. "India!" potong tuan Li, "tidak ada uang di sana di India. Saya tidak ada minat untuk India," terangnya.

Tak putus asa ia tetap pada tawarannya hingga kata sepakat terucap juga. Li bertanya kepada sang miliarder India, berapa uang yang bisa ia bayar. "Saya tidak mau kerja sama perusahaan dengan mu, jadi kamu bisa membawa transponder untuk dirimu sendiri," catat Chandra, meniru Li Ka Shing. 
 
Ia kemudian menjelaskan dalam pertemuan sebelumnya, harga yang ditawarkan sekitar 5 juta dollar. Tapi, tuan Li Ka Shing sekali lagi menolak, "Tidak cukup," sanggahnya. Jadilah petemuan itu tidak menemukan kata sepakat dan akhirnya berakhir.

Hingga akhirnya sebuah perjanjian peminjaman ditanda tangani. Ia hanya akan menyewa sebuah transponder bukan membelinya pada 22 Mei 1992. Chandra secara resmi menyewa benda itu senilai 5 juta dollar, itupun setelah tuan Li mengadakan survei ke India sendiri dulu. 
 
Untuk modal uang tersebut, guna memenuhi ambisisnya, Chandra harus mengikut sertakan dua sahabatnya yang bukan orang India; Sir James Goldsmith dan Kerry Pecker. Sisanya berupa uang modal dari beberapa perusahaan investasi.

"Perusahaan media yang ada merasa bahwa televisi satelit tidak akan sukses di negara. Sejak awal saya tidak tau apapun, jadi saya tidak takut," terang Chandra.

Betul saja ia berhasil merealisasikan bisnis media miliknya sendiri. Tapi sebelum itu benar terjadi harus datang beberapa cobaan terutama dari pemerintah. Kementerian informasi di India menyebut televisi satelit sebagau budaya konsumer. 
 
Bagaimana tidak, bisnis televisi satelit, ialah bisnis berlangganan. Ini berarti masyarakat harus membayar untuk melihat. Di tambah lagi informasi yang ada akan merusak negera satu per- satu. Ini benar- benar pemikiran tempo dulu yang ada di tahun 90 an

Chandra tetap teguh. Dia bahkan memilik acara- acara sendiri, ketika stasiun CNN dan BBC bisa ditonton di India. Pada 1992, Chandra telah memasuki bisnis software hiburan melalui perusahaan bernama Empire Holding Ltc. 
 
Lalu diganti Zee Telefilms Ltd yang fokus membuat acara Zee TV melalui Hongkong. Dari negara lain, sinyal televisi kemudian diarahkan langsung ke India melalui transponder STAR. Inilah bagaimana Zee lahir, tepatnya Zee TV dilahirkan pada 2 Oktober 1992.

Menggagas Beasiswa Global Pengusaha India

Biogarfi Pengusaha Kaylana Raman


global schoolar
 
Namanya Kalyana Raman Srivinasan adalah pengusaha India terkemuka. Dia ditarik berbagai pihak buat menjadi pucuk pimpinan perusahaan. Bahkan nama Groupon India menyebutnya menjadi satu kandidat. Tidak banyak didengar mengenai kisah hidupnya tetapi kami berhasil temukan.

Pria kelahiran desa terpencil yang bernama Mannarakoil, Tirunelveli, Tamil Nandu. Kal Raman kecil memang terlahir dari keluarga menengah. Hidupnya mapan karena keberhasilan sang ayah. Namun semua berubah, ketika ayahnya meninggal, otomatis ekonomi keluarga langsung terbalik ke bawah.

Mereka bahkan terpaksa pindah ke rumah kecil. Hidup miskin dengan tidak memiliki listri dan juga pipa saluran air. Kebutuhan air tidak memadai sampai sangat menggantungkan sumber air. Dari hasil sepakat keluarga bahwa kakak Kal Raman harus bekerja.

Sekolah Nomor Satu


Anak pertema harus mampu menjadi tulang punggu keluarga. Bahwa kakak Kal Raman tidak perlu sekolah tetapi kerja. Akan tetapi ditolak mentah sang ibu, yang mana percaya bahwa semua anaknya tidak terkecuali, harus bisa mengenyam pendidikan tertinggi.

Apapun resikonya termasuk ibu Kal Raman harus bekerja. "Anak- anak saya harus mendapatkan pendidikan terbaik sebisa mungkin yang bisa saya berikan. Pendidikan adalah penyelamat kami," kata sang ibu. Ini pelajaran bagi Kal Raman dan saudara- saudaranya lain mengenai kehidupan.

Kal Raman dan semua saudara mulai fokus mengejar pendidikan. Dengan seadanya mereka tetap bisa belajar walau tanpa penerangan memadai. Kal memiliki cara biar bisa membaca buku meski gelap. Ia memilih pergi ke pinggir jalan.

Dibawah lampu jalanan dia belejar setiap hari tanpa malu. "Saya bersyukur karena lampu di jalan itu tak pernah mati," celetuknya.

Ia mampu melalui masa SMA dengan lancar dan sukses. Beberapa keluarga masih memaksa kakak Kal buat berhenti sekolah. Mereka bahkan menyarankan semua keluarganya bekerja. Keluarga lain mereka mendrong belajar keahlian bukan formal, terutama belajar mengetik dan pelayan.

Ibu Kal selalu menolak untuk anaknya bekerja di pemerintah saja. "...tetapi ibu mau dia (kakak Kal) untuk belajar," jelas Kal Raman. Ini semakin mendorong Kal belajar tekun dan berprestasi. Agar bisa tetap hidup ibunya berjualan piring buat membeli beras.

Dari beras itulah satu keluarga makan dengan disuapi tangan. Sangat membekas dibenak Kal, sampai ia termotivasi dapat masuk ke Anna University. "Suatu saat aku akan memberi engkau uang banyak hingga engkau tidak tau mau diapakan (uang) itu," batin Kal.

Di Sekolah Menengah Atas, nilainya sangat bagus terutama di teknik dan kesehatan, nah dari ilmu teknik inilah menghasilkan beasiswa. Kal bisa masuk Anna University untuk teknik, dan menolak basiswa masuk kesehatan di Tirunelveli Medical Collage.

Mengapa dia memilih teknik dibanding masuk kesahatan. Kal bercerita ketika dirinya dan sang ibu tengah naik bus. Dia curhat bahwa menjadi dokter akan membuatnya tertahan. Dirinya akan berhenti berkembang di lingkungan Kota Tirunelveli.

Sang ibu mengamini pemikiran anaknya mengenai dunia. Bahwa Kal ingin lebih bebas melihat dunia diluar prespektif tenaga kesehatan. Dia lantas masuk Teknik Listrik dan Elektronik, Anna University, dan tinggal di Chennai.

Cerdas Bersosial


Cerdas di dalam akademis membuat dirinya lebih terbuka. Dia memiliki pandangan luas serta mampu berkomunikasi. Kal menjadi siswa mudah bergaul memudahkan jalan. Banyak orang baik membantu dalam keuangan. Beasiswa kuliah tentu tidak mendukung kehidupan Kal keseharian.

Biaya enam bulan dalam setahun sangat krusial dalam hidupnya. Beruntung beasiswa termasuk uang makan sekali tetapi tidak penuh. Dia makan dan membiasakan berpuasa. Banyak teman membantu buat makan ketika berkuliah. Tidak jarang dia tidak punya uang sama sekali ketika ujian semester.

Ketika ujian akhir dia tidak akan makan sama sekali sehari- setengah hari. "Selepas ujian akhir, saya hampir pingsan," tuturnya.

Dia tidak segan bekerja buat orang kaya. Itu demi membayar uang kuliah yang kadang tidak penuh. Ia menaksir angka 5000 rupe hutang selepas lulus. Ini memang barat apalagi merantau di Chennai. Mungkin lain cerita, bila dia menerima kuliah di kotanya, Tirunelveli.

Begitu lulus kuliah dia bekerja untuk Tata Consulting Engineers (TCE), dan diberikan pilihan mau ke Mumbai atau Chennai. Dari keduanya dia memilih Mumbai meskipun tidak tau. Kal sama sekali tak pernah menginjakan kakinya disini.

Ia menempuh resiko berangkat hanya membawa sedikit barang. Begitu sampai di stasiun kereta api, ditentengnya tas dan koper, Kal Raman lantas mandi dibawah pancuran di kamar mandi umum. Dia lantas berjalan ke kantor TCE. Dia sama sekali tidak punya uang buat menyewa hotel.

Selepas memperkenalkan diri ke perusahaan, sang manajer menyadari bahwa Kal memakai sandal ke kantor. Dia lantas memanggil Kal dan berkata, "saya tidak peduli dari mana asal kampus anda, tetapi ini tidak bisa dibiarkan. Anda harus datang memakai sepatu besok!"

Kal lalu berkata bahwa besok tidak mungkin memakai sepatu. Sang manajer berkata arogan bahwa dia berani. "Beraninya anda melakukan ini?" ucapnya. Kal lantas berkata jujur bahwa dia tidak punya uang membeli sepatu, dan berjanji dia akan memakai sepatu bila sudah gajian pertama.

"Tuan, saya mohon jangan batalkan hasil penerimaan saya karena masalah ini. Saya dan keluarga saya membutuhkan pekerjaan ini," Kal memohon. Terkaget manajer itu mendengar permohonan Kal sungguh- sungguh.

Dia bertanya, "dimana anda tinggal?" dan jawabannya adalah, "Stasiun Kereta Dadar". Sang manjer menjadi pusing karena perasaannya bercampur. Dengan cepat manajer tersebut mengeluarkan uang dari kantong. Ini bayaran dimuka Kal Raman buat membeli sepatu dan besok harus dipakai!

Sang manajer juga minta Kal tinggal sementara di tempat temannya. Sampai menemukan tempat baru dia boleh tinggal di sana. Dibelinya sepasang sepatu dan masih menyisakan gaji awalnya. Uang yang didapatkan di muka tersebut tersisa 15000 rupe, dan langsung dikirim ke ibunya di kampung.

Bekerja keras maka karir Kal menanjak seperti meteor. Dalam sebulan, dia diberi kesempatan buat pindah ke Bangluru, dan diberi pelatihan. Begitu masuk Tata Consultancy Service (TCS), beberapa bulan berlalu, dan dia telah berangkat ke Edinburgh, Inggris.

Selepas dia bekerja disana kemudian berangkat ke Amerik Serikat. Di 1992, dia pergi ke Amerika dan mendapatkan kontrak kerja baru di Wal Mart. Dalam dua tahun, jabatannya sudah Direktur untuk tim kerja, dan menjalankan sistem komunikasi di perusahaan retail raksasa itu.

Di tahun 1998, dia bergabung dengan Onlie Pharmacy sebagai Chief Information Officer, dan pada 2003, dia menjadi CEO -nya.

Alkisah ada pengusaha pilantropis, namanya Mike Milken yang biasa memberikan miliaran rupiah ke pendidikan, dan dia membujuk Kal buat bergabung. Ini terjadi ketika Kal tengah membangun gedung sekolah di desa untuk anak miskin.

Pada Oktober 2007, ia pun membangun GlobalScholar yang menggaet empat perusahaan -National Schoolar (USA), Classof1 (India), Excelisor (USA) dan Ex- Logica (USA)- yang memang sudah fokus di pendidikan. Dia bertraveling menuju Amerika, India, dan Singapura untuk menemukan guru.

Kal menyadari bahwa peran guru begitu penting selain murid dan perusahaan. Pengusaha India ini menargetkan guru- guru berkualitas. Termasuk perusahaannya membantu mereka melalui teknologi. Guru akan lebih dipermudah mengajar murid dan menciptakan sistem pendidikan.

Kal menjadi CEO Global Schoolar menciptakan banyak peluang. Selain perusahaan mendapatkan pendapatan yang terus naik. Mereka menyiapkan media, kurikulum, dan beasiswa. Ada 200 orang yang bekerja untuk Global Schoolar, yang bermodalkan $50 juta, keuntungan $5 hingga $32 juta.

Perusahaan mempunyai 1000 sekolah dan 10 juta siswa, yang mana satu dari sepuluhnya masuk ke Amerika, dengan program pendidikan Global Shcoolar. Dimana itu setara 18 persen populasi negeri Amerika, dan menjadi perusahaan pendidikan terbesar di dunia.

Kal Raman selepas dari Global Schoolar tetap menjadi sosok mulia. Dia mengadopsi semua anak- anak yatim di seluruh desa. Ada 2000 orang anak dan mendapatkan pendidikan terbaik. "Saya pikir jika saya bisa mendidik anak- anak, maka kita akan menciptakan sosial lebih baik," jelasnya.

Pengusaha Sukses Kaya Tanpa Gelar Sarjana Dropout

Profil Pengusaha Mahesh Murthy


kisah pengusaha dropout

Gelar sarjana tidak dibutuhkan untuk menjadi pengusaha. Inilah kisah Mahesh Murthy, yang sejak awal sukses kaya tanpa gelar sarjana atau dropout. Pengusaha yang sukses berbisnis diluar dari bisnis konvensional. Siapakah wirausahawan yang sengaja mempresentasikan diri ini.

Dia membangun bisnis tanpa gelar sarjana atau dropout. Bahkan Mahesh bangga karena pendidikan dianggapnya formalitas. Baginya pendidikan tidak berpengaruh akan kesuksesan kamu. Inilah kisah pengusaha kaya raya tanpa gelar sarjana, yang mana baginya dunia tidak butuh logika.

Bagi Mahesh hidup tidak sebatas logika belajar. Dunia salah karena menganggap gelar Sarjana jadi segalanya.

"Tidak seorang pun mengira. Anda bisa menentukan aturan sendiri dan menciptakan sebuah lapangan bermain. Lebih baik merubah bisnis menjadi sebuah inovasi, menjadi seorang yang naif daripada seorang yang berhati- hati serta berpengalaman," ujarnya pengusaha sukses ini.

Semudah apa?

Pengusaha sekarang digerakan oleh teknologi. Bisnis kita adalah sosial media itu sendiri, bukanlah apa yang kita pelajari di buku. Bahkan beberapa justru harus belajar kembali untuk ahli. Hingga ia menyimpulkan jika kamu mau mendirikan perusahaan, maka kuasai teknologi dan medianya.

Cara Sukses Kaya Tanpa Gelar Sarjana

Mahesh sukses mendirikan perusahaan berbasis teknologi. Menjalankan berdasarkan prinsip bahwa belajar dari apa yang sekarang. Kita tidak boleh terikat akan apa namanya gelar Sarjana. Bukitnya ia mampu membuat banyak perusahaan dan semuanya menghasilkan.

Perusahaan Mahesh antara lain Geodesic, Webdunia, EasyBiy, CareerLunch, Tulleeho, dan Pinstrom. Ini dijalankan pada prinsip teknologi dan media.

Ambil contoh Pinstrom, adalah kesuksesan sendiri mengikuti konsep Google. Sebuah mesin pencari untuk kamu menemukan klien baru. Dimasa kini Pinstrom merupakan perusahaan iklan digital besar asal India. Mereka menawarkan bisnis periklanan dengan klien brand- brand besar.

Perusahaan yang berpusat di Kota Mumbai, India, serta memiliki cabang di New Delhi, Banglore, Kuala Lumpur, Singapura, Zurich, hingga Santa Clara. Tempat dimana kamu menemukan klien dari mesin pencari.

Kepercayaan bahwa setiap menusia memang berbeda. Meyakini bahwa DNA merupakan inti, tetapi setiap orang harus membangun mentalnya sendiri. Hidup menjadi wirausaha adalah risk- taking. Jadi tidak membuktikan apapun, walaupun kamu memiliki bakat tapi takut kegagalan.

Beberapa orang memang ditakdirkan menjadi pegawai. Walaupun mereka memiliki keturunan yang baik. Atau, mereka akan berhenti hanya mencapai level pesuruh atau tangan kanan. Prinsipnya adalah ada pada konsep mental kita, pada akhirnya kita lah penentun kesuksan sendiri.

Sebagai wirausahawan banyak kesempatan tersedia. Ada ribuah pekerjaan serta jutaan manusia akan berebut. Kita tidak bisa hanya akan menjadi pencari kerja. Tidak akan selamanya kita manusia akan memilih menjadi pegawai selamanya.

Mental Wirausaha Bukan Gelar Sarjana

Tidak semua orang mau menjadi pegawai selamanya. Hingga beberapa orang harus menciptakan toko pakaian sendiri. Mereka mungkin bukan satu kelas dari keturunan orang kaya. Tetapi mereka mampu menciptakan kemerdekaan finansial sendiri.

Apakah mereka semua menyelesaikan Sarjana, ataukan mereka dropout. Bakat wirausaha akan jadi tumpul menggumpal. Jika kita tidak memilih mengolah mental diri sendiri. Disanalah darah atau DNA kewirausahaan akan tumbuh ketika kita tidak dibatasi.

Perusahaan Pinstrom diluncurkan pada Mei 2009, merupakan perusahan berkonsep mesin pencari layaknya Google. Fokus berbisnis marketing melalui mesin pencari. Perusahaan yang awalnya dari konsep non- profit. Bisnis Pinstrom lantas lahir menjadi bisnis prospektual dibidang iklan.

Dari mencari uang melalui sumbangan dan pembiayaan. Murthy belajar bagaimana uang tidak hanya dari konsep penjualan. Kita bisa mencari donasi melalui media dari penjuru dunia. Akhirnya dia menyimpulkan dua hal: Search Marketing dan keberhasilan bisnis periklanan.

Mesin pencari bisnis menjadi bisnis spektakuler. Untuk sukses besar dibutuhkan inovasi bukan hanya sekedar kata kunci. Tidak sekedar hanya mengetik kata di mesin pencari. Disini Pinstrom, ketika orang mencari kata kunci, maka perusahaan akan mencarikan yang terbaik.

Menawarkan konsep face- to- face, agaknya prinsipnya mirip mesin pencari perusahaan traveling. Tapi Pinstrom bukanlah sekedar mencari perusahaan travel. Contoh ketika mencari kata "Hotel Taj", jika mesin lain cuma mencari paket bulanan di sebuah mesin pencari.

Maka Pinstrom akan menawarkan profil perusahaan dan saran paket lain. Potensi 10 juta pencarian setiap hari. Pinstrom mencoba menjangkau lebih luas dibanding bisnis hotel. Akan ada banyak kata kunci di Pinstrom, lebih banyak dibanding mesin pencari tempat traveling.

Pinstrom adalah mesin pencari untuk bisnis. Bertahun- tahun pengembangan dilakukan melalui aneka media. Seperti melalui SMS, iklan mobile, komunitas online, viral, SEO, Sosial Media Marketing, online manajemen, dan program berbasis email marketing.

Bulan Maret 2009, dia bekerja sama dengan bisnis Lintas Media Group, di India menciptakan iklan online bersifat performa. Yakni mengajak orang berinteraksi dalam iklan atau pay for performance. Ini merupakan tipe iklan jenis baru, pada masanya Mahes Murthy membuat gebrakan dunia iklan.

Kisah Pengusaha Sukses India


Dia membuktikan bahwa pengalaman lebih baik. Pinstrom mampu menggabungkan fitur seperti letak geografi. Menghubungkan pengiklan dengan penggunaan mesin pencari. Membuktikan satu bahwa pengusaha droput, maupun Sarjana sama- sama membutuhkan waktu juga. Disini tidak ada idealisme dalam wirausaha, jadi siapapun bisa menjadi pengusaha sukses.

Inilah kisah Murthy menyampaikan disini langsung. Bahwa pengusaha dropout tidak langsung akan sukses. Bekal idealisme tidak akan berhasil tanpa waktu. Inilah pembuktian juga bahwa gelar Sarjana bukan segalanya di kewirausahaan.

Membuktikan bahwa wirausaha adalah soal bertanggung jawab. Murthy benar- benar memulai dari bawah. Bayangkan dia pernah bekerja menjadi salesman. Menjual mesin- mesin pembersih debu dari rumah ke rumah.

Hingga dia bekerja untuk perusahaan Grey di India, dan bekerja untuk perusahan Oglivy di Hong Kong. Pengetahuan akan dunia iklan dan internet tumbuh. Otodidak tidak berbasis akan gelar yang dimiliki. Murthy lebih memilih bekerja untuk belajar bukan sebaliknya kita lakukan.

Dari Grey, Murthy memenangkan penghargaan serta pengalaman. Dia mulai menangani perusahaan besar, kliennya meliputi HCL, Microsoft, Unilever, The Economist, Pepsi dan MTV. Kemudian dia melangkah hingga masuk ke Silicon Valley.

Menjadi Direktur Kreatif dan General Manager untuk perusahan CKS. Sebuah perusahaan pertama yang memasarkan produk Yahoo di 1995, dan memasarkan Amazon pada 1997. Nah, dari sanalah, di CKS inilah karis Mahesh Murthy berkembang pesat.

Dia bekerja untuk iCat, eCommerce asal Seattle, yang kemudian perusahaan tersebut diambil oleh Intel. Dia kembali ke India bermodal pengalaman tanpa gelar Sarjana. Dia kemudian mendirikan apa yang namanya Channel V, sebuah stasiun televisi anak muda saingan MTV India.

Perusahaan tersebut lantas dijual ke Newscorp tahun 2000. Di tahun yang sama, PassionFund lantas didirikan, yaitu investasi malaikat bermodal uangnya sendiri. Dia kemudian mendapatkan Geodesic, sebuah perusahaan Software mobile yang beromzet $600 juta di tahun 2009.

Dia mendapatkan (membeli) EBS perusahaan marketing, Compassbox, dan portal Careelauncher dan Webdunia, sebuah situs portal besar di India. Ia merubah dirinya menjadi investor kelas dunia. Dari seorang salesman, meniti karir menjadi Direktur, dan sekarang pengusaha kelas dunia.

Pinstrom lahir 2004, menjadi yang perusahaan iklan terpercaya dan paling inovartif kala itu di India. Ia menawarkan konsep Pay Per- Performa, menjadi yang terdepan di India hingga dunia. 

Tahun 2006 -an, beserta Pravin Gandhi dan Bharat Jacob, mendirikan perusahaan yang melakukan pencarian, investasi, dan pengembangan startup bisnis, Murthy didukung oleh investor berkelas dari Google, Motorola, dan Sierra.

Mahesh Murthy membantu perusahaan game seperti CarWhele, RedBus, AFAQs, dan Vaatsaly untuk tumbuh besar.

CEO Baru Google Namanya Sundar Pichai

Profil Pengusaha Pichai Sundararajan



Google, 11 tahun lalu, sebuah surat menyatakan bahwa, "Google bukanlah perusahaan konvensional." Inilah apa yang kegaduhan kita rasakan yaitu Alphabet. Sebuah perusahaan holding besar karya Larry Page dan juga Sergey Brin, semakin memastikan mereka bukan perusahaan biasa. Dimana Page akan bekerja sebagai CEO Alphabet dan Brin apa lagi kalau bukan Presiden. Kesemuanya dikonsep seakuntable mungkin.

Bahkan rumor menyebutkan ini ada sangkut pautnya dengan Tesla. Pastinya Alphabet, Inc (www.abc.xyz) akan menjadi perusahaan diatas Google, Google Ventures, Google Maps, dll. Sosok kedua bendirinya tengah mencoba menjadi Warren Buffett -nya dunia teknologi. Google sendiri mesih jadi terbesar dalam Alphabet, Inc dengan fokus produk internet.

Dimana sosok pengganti CEO -nya siapa lagi kalau bukan Sundar Pichai.

"Sundar telah mengatakan hal- hal saya ingin katakan (dan kadang-kadang lebih baik!) waktu berlalu, dan saya sangat menikmati pekerjaan kita bersama- sama. Dia telah benar- benar melangkah sejak Oktober tahun lalu, ketika ia mengambil alih produk dan tanggung jawab teknis untuk bisnis internet kami. Sergey dan saya telah super gembira tentang kemajuan dan dedikasi untuk perusahaan," satu pernyataannya.

Sundai sendiri disebut merupakan sosok dibalik Chrome dan Android. Ini merupakan gebrakan yang sangat mengejutkan meski sahamnya tak berubah. Google masih terdaftar sebagai GOOGL dan GOOG di indeks Nasdaq. Kabar ini berhasil mendongkrak harga saham 6% dalam semalam. Alphabet mencoba keluar dari batasan Google di Internet. Mencoba proyek- proyek baru lebih luas, bahkan lebih dari jangkauan Google Lab: Google Glass atau mobil Google.

Apakah targetnya romor tentang apa itu GoogleX benar adanya. Apakah ada hubungannya dengan Tesla bersama bisnis mobil ataupun kapal luar angkasanya. Belum ada kejelasan, sementara itu, penulis sekarang akan menelisik tentang sosok si Sundar Pichai, CEO baru Google dan mantan Chief Product Chrome dan Android, berikut jelasnya:

Nama lengkapnya adalah Pichai Sundararajan. Dia adalah sosok pengusaha asli India. Terlahir di India, dia pernah bersekolah di Pakistani Institute of Technology, Karachii (IIT Karachi), mengambil juruan apalagi kalau bukan Sarjana Teknis. Kemudian ia juga mendapat gelar Master dari Stanford University dibidang Ilmu Material dan Teknis. Dia bahkan punya gelar khusus bernama Siebel Scholar dan gelar MBA -nya dari Wahrton School of the University of Pennsylvania.

Tak banyak soal pekerjaannya sebelum Google. Yang pasti di laman Wikipedia.org, dia pernah bekerja jadi teknisi dan manajemen produk di Applied Materials. Juga pernah menjadi seorang Konsultan Manajemen di McKinsey & Company.

Bergabung Google

Masuk ke Google pada 2004 dimana dirinya ditugaskan menjadi manajer. Dia tercatat menjadi manajemen produk dan bagian inovasi untuk software klien; termasuk Google Chrome dan Google Chrome OS. Dia juga menjadi penanggung jawab Google Drive. Sosoknya dikenal inovatif mampu memperkenalkan Chrome menjadi altenatif browser nomor satu. Ia juga dipekerjakan mengawasi Gmail dan Google Maps.

Pada 19 November 2009, debutnya menanjak, memperkenalkan Chrome OS dan Chromebook. Dimana mulai berjalan trial pada 2011 hingga resmi diluncurkan 2012. Di 20 Mei 2010, Pichai membuka konsep open- sourcing buat kodek video VP8, menghasilkan format WebM. Pichai lantas masuk ke proyek paling besar loncatannya dan menegaskan sosoknya sebagai tangan kanan Brin dan Page. Dialah sosok pembawa Android dalam proyek Google.

Produk buatan Andrew Rubin resmi dalam awasannya pada 13 Maret 2013. Hingga kemudian, dia secara mengejutkan dipanggil sebagai CEO disaat menduduki Direktur Jive Software.

Menurut versi Business Insider sosoknya sudah dibebani banyak hal. Sebut saja produk Firefox, Google Toolbar, Desktop Search, aneka Gadgets, dan Google Gears. September 2008 sukses menangani Google Chrome hingga diluncurkan. Dalam setahun dari peluncuran, disusul oleh aneka produk turunan dari Google, seperti Chrome operating system buat netbooks dan desktop computer. Setahun kemudia ia resmi ambil alih tugas Andy Rubin.

Dia membawa Android lebih dalam. Ketika sang penemu Android, Andy Rubin, memutuskan buat turun dari jabatan CEO pada Maret 2013. Dalam hal pekerjaan menurut mantan manajer produk Google dalam situs Qoura, Chris Backmann, menyebut bahwa dirinya sangat kuat masalah leadership -nya. "Dia mengatur, membimbing, dan mempertahankan tim yang hebat," kata Beckmann.

"Tim Sundar bagian manajer produk memiliki reputasi sebagai salah satu yang terbaik dari yang terbaik, mirip dengan reputasi insinyur perangkat lunak berdasarkan Search Quality," lanjutnya.

Backmann juga menyebut sosoknya menghindari membuat musuh. Dia bahkan tidak masuk dalam hal politik antar lembaga Google. "Menafigasikan politik agar membuat tim -nya sukses sambi mengurangi kemungkinan merusak hubungan dengan tim kerja lain," tegas Backmann. Dia bahkan menjadi menonojol dibawah CEO Yahoo sekarang Marissa Mayer, yang dulunya eksekutif kunci Google, bahkan disebutkan olehnya Pichai itu rela menunggu berjam- jam.

Tujuannya tak lain agar memberikan satu tim solid dibawahnya. Dia juga disebut bisa memberikan tekanan di waktu- waktu khusus. Seperti ketika menghadapi Samsung meyakinkan Google bisa "walk away" kapanpun dari kerja sama kedua perusahaan. Bahkan kabar tentang kecakapannya telah sampai ke Twitter. Bahkan sempat diisukan kandidat pimpinan produk; tapi Pichai menolak tegas.

Bahkan namanya menjadi yang dirumorkan calon kuat pengganti Steve Ballmer di Microsoft.

6 Fakta Pengusaha yang Perlu Kamu Tahu

  
Bila membayangkan seorang pengusaha ada beberapa fakta yang umum kita tahu.  Ada yang beranggapan bahwa mereka lahir dari keberuntungan tanpa mau tau bagaimana susahnya. Kita mungkin merasa iri ingin seperti mereka yang tampak diluar bermewah- mewah, tapi nyatanya mereka punya jam kerja gila sedikit bersantai dan mungkin kenyataanya mereka juga tidur dibawah meja kerjanya. Menurut Dharmesh Shah, Pendiri HubSpot itulah yang sebagian mereka anggapkan. 

Dharmesh mengakui dalam beberapa hal  itu fakta adanya. Namun, berdasarkan laporan bertajuk ‘Anatomi Pengusaha’ dari Kauffman Industry yang merupakan hasil survei dari 549 pendiri perusahaan di berbagai industri, terdapat sejumlah temuan mengejutkan tentang fakta- fakta baru tentang mereka pengusaha. Mereka selain faktanya tampak glamor diluar dan bekerja sangat keras di dalam, apa fakta lainnya?

Dengan adanya laporan ini mungkin sedikit lebih merubah pemikiran kamu tentang pengusaha. Seperti dilansir oleh majalah pengusaha dunia The Inc. Berikut fakta lain dari pengusaha yang perlu kamu tahu:

1. Pengusaha Tak mengenal umur


Rata-rata usia pendiri perusahaan saat ini adalah 40 tahun. Bahkan, ada di antara mereka berumur 55 dan 64. Tapi catatan di kami, ada beberapa pengusaha yang bahkan belum mencapai angka dua puluhan atau bahkan masih dibawah 10 tahun. Mereka yang sedari kecil menjadi pengusaha memang masih dalam satu pengawasan orang tua.

Itu berarti tidak ada kata terlambat atau terlalu awal untuk mengikuti impian memulai bisnis. Umur pun tidak akan kembali, jadi jangan biarkan menghambat kamu. Dan, siapa saja bisa menjadi pengusaha, kapan saja dan melalui media apa saja.

2. Pengusaha Tak Harus Pendidikan tinggi


Jangan terlena akan kata "drop out" tapi juga bukan berarti kamu tidak bisa seperti mereka yang sukses tanpa gelar sarjana. Usaha itu nomor satu. Ternyata, 95,1% responden telah mendapatkan gelar sarjana, dan 47% memiliki gelar tinggi. Jadi silakan selesaikan sekolah kamu. Apa yang kamu pelajari pasti akan terbayar kemudian tidak melalui karir dengan membuka usaha mandiri juga bisa.

3. Bisa memiliki hubungan


Lebih dari 69% responden menyatakan mereka telah menikah saat meluncurkan bisnis pertamanya. Ini pertanda bagus bagi kamu yang single, fokuslah mengejar tujuan kamu. Sementara itu hanya 5,2% bercerai, dipisahkan, atau janda, jadi menjadi pengusaha juga membantu kamu membangun hubungan. Kekayaan memang bukan segalanya tapi dari fakta ini persentasi pengusaha yang gagal membangun hubungan adalah lima persen dari enam puluh persen kesuksesan.

4. Kamu mencoba lagi dan lagi


Menjadi pengusaha adalah soal tekat sekali pengusaha tetaplah pengusaha. Mayoritas pengusaha mengaku sudah mengalami jatuh bangun. Para responden rata-rata telah meluncurkan sekitar 2,3 kali bisnisnya. Jadi, teruslah mencoba. Satu- satunya waktu kamu benar-benar gagal adalah ketika kamu menolak untuk menyerah dan coba lagi.

5. Pengusaha Memiliki gairah lebih


Sebesar 74,8% responden menyatakan motivasi keinginan membangun bisnis penting untuk menjadi seorang pengusaha. Jadi jangan ragu untuk mengubah dunia dan dalam proses mengubah gambar keuangan kamu juga. Atau tidak ada yang salah dengan mencoba untuk melakukan keduanya. Beberapa pengusaha justru mengaku uang bukan alasan utama, mereka melakukannya karena passion mereka.

6. Kebanyakan pengusaha lahirkan pengusaha


Hanya 4,5% mengatakan ketidak mampuan untuk mencari pekerjaan tradisional merupakan faktor penting dari memulai bisnis. Namun kewirausahaan bukan pilihan terakhir bagi kebanyakan orang namun itu justru yang pertama. Mereka memilih menjadi pengusaha karena passion itu sendiri bukan keterpaksaan meski kenyataan itu yang memaksa; mereka menikmati setiap jatuh bangunnya.

Hacker Mendapatkan Ribuan Dollar dari Facebook.com


Siapa yang tak mau mendapatkan hadiah dari Facebook. Seperti halnya Laxman Muthiyah, seorang hacker, ahli dibidang komputer programing. Bukan membuat bot tak jelas menghasilkan uang, mengakali sistem Facebook. Pria asal India ini justru membantu Facebook. Melalui program resmi bernama Facebook's Bug Bounty membiarkan siapapun menemukan, melaporkan, dan memberikan solusi. Dimaksudkan untuk orang bisa menemukan bug (kelemahan) sistem.

Muthiyah menemukan adanya bug yang bisa menghapus foto di Facebook. Tepatnya bug ini kelemahan sistem pada foto album. Memberikan kesempatan pada hacker untuk menghapus foto album kita. Dia melaporkan dan menghasilkan $12.500 untuk ini. Bug ini menarget Facebook graphic API, memberikan jalan bagi siapa pun, untuk menghapus foto album dengan hanya satu komando. Semua karena kelemahan Facebook khusus untuk Facebook mobile.

Kesalahan ini menyebabkan orang bisa menghapus setiap album yang bisa diakses oleh umum. Selama si orang ini masih masuk ke Facebook melalui API versi mobile. Setelah diteliti, Muthiyah menemukan, dan segara melaporkan resmi ke Facebook. Sebenarnya seperti dikutip oleh berbagai media, hal ini sudahlah diduga oleh beberapa ahli pemrograman Sebut saja satu tulisan di laman Sophos.com. Sayangnya, cuma jadi angin lalu.

Mungkin karena "apa gunanya menghapus foto orang lain?" daripada "bagaimana cara membuka foto- foto di album pribadi". Ditelusuri bahwasanya bug ini cuma akan menghapus album non- private milik pengguna. Jadi efeknya tak begitu besar, tapi tetap kelemahan, oleh karena itu Facebook sendiri serius akan penemuan ini. Mereka bahkan menyelesaikan laporan ini dalam dua jam saja. Sebagai gantinya, Muthiyah mendapatkan hadiah dari situ.

Sebagai catatan banyak perusahaan online menawarkan program semacam ini. Fungsinya untuk menutup celah kelemahan dalam sistem yang tak terbaca. Beberapa orang cukup beruntung, disisi lain, beberapa orang justru tak seberuntung ini mendapatkan ribuan dollar.

Pengusaha India Kelahiran Sillicon Valley

  

Meski sukses dia bukanlah kelahiran keluarga pengusaha. Suresh Reddy merupakan generasi pertama yang jadi pengusaha dalam keluarganya. Kakeknya adalah petani, sedangkan ayahnya bekerja di pemerintahan. Ia adalah sarjana Machine Engineer (teknik mesin.red) dari Indian Institute of Technology (IIT), Kharagpur lalu melanjutkan di Engineer Mechanic di Iowa State. Setelah menyelesaikan pendidikan, dia bekerja dibanyak perusahaan seperti AM General Corporation di Detroit, mengerjakan pembuatan mobil Hummer, dan menjalankan tugasnya bersama Charles Schwab.

Pekerjaan terlamanya ada di perusahaan Caterpillar Group (perusahaan alat berat). Itu sekitar dua setengah tahun. Kemudian, ia pindah ke Detroit lagi, bekerja di Chrysler Jeep dan Truck Group. Pengalaman bekerja ini membawanya menjadi pribadi yang lebih baik. Dia mampu menghadapi keadaan lingkungan, berhadapan dengan berbagai kepribadian, dan siap menghadapai tantangan. Di 1999, Suresh bersama Vijay Kancharla memulai bisnis barunya yaitu USAgreetings.com.

Di Silicon Valley, di pertengahan tahun 1999- an, telah mendengungkan teknologi terbaru serta modal besar yang dicarinya. Maka, Suresh bersiap diri menjadi pengusaha yang siap mengambil resiko. Dia dan teman sekolahnya, Vijay Kancharla, bersama menuju ke Silicon Valley, memulai bisnisnya yaitu USAgreeting.com. Bersama mereka mendesain kemudian didistribusikan ke internet. Mereka menaruh uang pribadi mereka menjadi modal. Sebuah pertaruhan besar di dunia antah berantah.

Pada 2000, mereka harus menghadapi fenomena dot com, mencoba tetap bertahan meminimalkan kerugian. Pelajaranya bahwa bisnis mereka tidak memberikan apa yang orang inginkan. "Kami butuh untuk memberi apa yang mereka inginkan," ingat Suresh. Keduanya terkejut mendengar perkataan seorang pengusaha besar di Valley. "Teman kamu mencoba menjual kartu ucapan ketika orang lain bersenang- senang dengan angka yang besar," ucapnya memaksa Suresh berpikir ulang.

Seketika dia dan teman baiknya mempekerjakan 15 orang di San Fransisco dan 50 di Hyderabad.

"Kami tidak bersenang- senang, tetapi kami memberi sedikit demi sedikit jalan keluar dan menyimpan pilihan tersebut jika kami sukses," ucapnya. Di 2001, Suresh kembali ke India setelah 10 tahun menetap di US. Dia sukses mencapai pendidikan tertinggi, bekerja di berbagai perusahaan besar, dan memulai langkah- langkah kecil sebagai pengusaha. Dia berbalik arah, menluncurkan kembali bisnisnya sesampai di Hyderabad, India.

Ia merubah total logo serta nama bisnisnya menjadi Ybrant Technologies.

Titik balik


Sampai 2004, Suresh menjalankan berbagai bisnis teknologi dan keuntunganya ia gunakan menutup berbagai hutang. Dia mulai lapar akan pertumbuhan hingga sekitar pertengahan 2006, perusahaan marketing digital ini memilih mengakuisisi dua perusahaan asal Israel sekaligus; Isreali firm Oridian dan Serbia-based Seenietix. Ia mengambil modal $2 juta dari Sensar Capital, dan modalnya mulai naik dari berbagai pembelian perusahaan; Ybrant telah membeli satu lusin perusahaan baru di tahun berikutnya.

Dalam waktu singkat, Ybrant mengembangkan sayap bisnisnya di berbagai macam geografis di dalam 16 negara berbeda, dengan 500 pekerja lebih. "Saya tidak pernah berpikir akan gagal. Saya pertaruhkan pada nasib dan kepercayaan, keduanya ada ketika saya memulai perjalanan sebagai pengusaha ke US dan ketika kembali ke India untuk memulai Ybrant. Saya tidak bisa bicara apakah itu rasa percaya diri, tapi lebih berhubungan dangan menolak untuk menyerah yang membawa saya sejauh ini," ucap pria 46 tahun ini.

Di Agustus 2010, Ybrant membeli perusahaan salah satu mesin pencari terbesar yaitu Lycos. Perusahaan ini adalah salah satu dari 25 tujuan utama di dunia, memiliki 60 juta pengunjung tiap harinya. Lycos memiliki berbagai usaha seperti Lycos.com, Tripod, Angelfire, Gamesville, dan HotBot. Perjalanan bisnis ini mengambil jalan lain di 2012, melalui Ybrant melakukan merger dengan perusahaan LGS Global.

Ybrant akan memfokuskan sepenuhnya pada iklan digital dan ruang marketing. Perusahaan membeli pula beberapa perusahaan di India dan diluar negeri. Sosial media dan perangkat mobile akan menjadi fokus mereka selanjutnya Pasar di Asia dan Amerika Latin menawarkan penawaran besar di segi pendapatan. Dia mencoba menawarkan pengunjung berbagai jasa. Kemudian, mereka akan menjual ruang iklan senilai jutaan dollar.

Di negara lain, Ybrant telah hadir dan tumbuh melalui berbagai merger atau akuisisi. "Kami telah melakukan 30 juta pengunjung. Kami akan menempel pada digital media untuk sekarang." ujar seorang Suresh Reddy, CEO Ybrant Digital. Di Mei 2012, Ybrant resmi membeli PriceGrabber, LowerMyBills, dan ClassesUSA dari Experian. PriceGrabber merupakan salah satu layanan membandingkan harga produk di pasar online. Perusahaan ini bahkan telah menjadi rujukan Yahoo! dan MSN Shopping.

Aplikasi iPhone Terbaik Menjadi Bisnis Menarik


Suleman Ali telah memilih perubahaan besar dalam hidupnya. Di pertengahan 2007, ia yang kala itu masih bekerja di Microsoft, memilih membangun perusahaan. Perusahaan yang bahkan belum direncanakan detilnya. Ali memilih menulis kode komputer menjadi sebuah aplikasi.  Dalam kegalauan, dia menciptakan sebuah aplikasi Facebook bernama Superlatives. Aplikasi yang menjadi terkenal di kalangan para pengguna Facebook yang kala itu mulai naik daun.

Dia berkata semuanya berawal dari rasa bosan. "Itu dasarnya dibangun oleh rasa bosan, dan orang- orang mulai meliriknya ketika hari ketiga peluncuran," sebutnya. Dia mendirikan Esgut berkaryawan delapan orang. Mereka mulai menjual iklan di aplikasi buatannya termasuk Superlatives. Berjalannya waktu, Ali memilih menjual Esgut ke Social Gaming Network (SGN), perusahaan game besar di Palo Alto. Dia diperkirakan menghasilkan tujuh digit angka.

Bisnis internet


Dengan segala masalah ekonomi dunia, internet terus tumbuh semakin besar. Internet menghasilkan banyak inovasi, kewirausahaan, dan tentunya persaingan ketat. Banyak bisnis tumbuh belum tentu menembus permukaan di Internet. Dia menghasilkan uang secara mudah, dan bermodalkan sedikit. Yang lainnya, beberapa orang tidak seperti dirinya memerlukan berbagai software dan hardware hanya untuk berbisnis. Modal yang bisa begitu besar pada akhirnya bukan tentang tujuh digit angka.

Ia yang lulusan Computer Science di Georgia Tech tahun 2003 dan bekerja di Microsoft setelama beberapa tahun. Dia yang sukses di 2008 setelah keluar dari Microsoft mulai menghadapi krisis ekonmi di negara barat. Setelah krisis ekonomi, dia kembali mendirikan perusahaan baru bertemakan sama. Dia mendirikan perusahaan game TinyCo, menghasilkan permainan yang cantik, menyenangkan, dan mudah. Perusahaan yang berfokus kepada lima menit menyenangkan di mana saja.

"Sosial network baru (Facebook) awal diluncurkan di hari terkahir saya bekerja di Microsoft. Saya keluar tanpa tau apa yang akan saya lakukan," Ali mengingat kembali. Dia beralasan bahwa semuanya karena keinginan membangun bisnis. "Saya keluar karena saya ingin memulai sebuah bisnis. Dan saya sangat peduli tentang apa saya bisa lakukan."

Tetapi dia tidak pernah berpikir bahwa itu adalah Facebook. Ali berkata "Saya hanya berakhir di rumah tua di Florida dan sedikit merasa bosan, dan mulai membuat aplikasi Facebook sebagai pengisi waktu luang dan keinginan memulai sesuatu."

Ali mendadak terkenal, mengikuti konfrensi Graphic Social Pattern West di San Diego di bulan Maret. Dia bertemu Social Gaming Network founder, Shervin Pishevar. Pada waktu itu, ia hanya berharap modal bagi perusahaanya bukan menjualnya. Dia hanya beruntung ketika aplikasi mulai dilirik di kala krisis ekonomi. Aplikasi kecil seperti RockYou dan Slide bahkan menemukan sumbernya di tahun- tahun itu.

Beberapa temanya menciptakan aplikasi di Facebook tanpa berpikir panjang selanjutnya. Mereka hanya membangun aplikasi sederhana kemudia menjualnya beberapa bulan kemudian dan tidak menemukan pembeli di pasaran. Dia beruntung mendapat nilai tinggi tapi tidak bekerja untuk kedua kalinya. Ali tau betul susahnya menjual perusahaan macam itu pada saat ini.

Ketika nasib facebook sendiri ditentukan oleh pasar, ia memilih melanjutkan perusahaan barunya sebagai CEO lalu membeli beberapa saham di Facebook. Melalui TinyCo, ia berubah menjadi pebisnis serius dimulai dari beberapa rencana bisnis. TinyCo memiliki delapan belas pegawai memulai berbisnis di dunia game.

Sukses bisnis


TinyCo merupakan pemikiran Suleman Ali dan Ian Spivey empat tahun yang lalu. Mereka fokus pada aplikasi Facebook dan menghasilkan permainan seperti FarmVille. TinyCo sebelumnya bernama Brooklyn Packet fokus menciptakan game dengan mata uang dan dunia tersendiri. Mereka bisa dibilang tidak berhasil untuk yang satu ini.

Di musim semi 2010, perusahaan mulai membuat permainan iPhone bernama Tap Resort Party. Sebuah permainan berfokus pada simulasi nyata. Ini bercerita bagaimana menjalankan sebuah resort dimana pemain akan mengecek statusnya setiap hari. Mereka, para pemain, berinvestasi dan mengkoleksi pendapatan dari resort. Permainan ini begitu digemari hingga TinyCo beralih fokus di permainan mobile. Tap Resort Party menghasilkan 5 juta download dan ratusan hingga ribuan pemain aktif per- hari.

Perusahaan kemudian mengeluarkan Tiny Galaxy beberapa bulan kemudian menghasilkan respon datar. Ali sebagai CEO berkata ini merupakan pengolahan lagi Tap Resort Party. Jadi, perusahaan memperbaiki kembali game buatannya. Di November 2010, perusahaan menghasilkan sebuah permainan baru bernama Tiny Chef. Akhirnya, mereka meraup emas dengan menghasilkan pendapatan bersih tertinggi kedua di  semua AppStore.

Dari Andreessen Horowitz, perusahaan modal asal Silicon Valley memberikan $18 juta bagi TinyCo. Suleman Ali sebagai CEO berkata merupakan titik balik bagi perusahaan. Ia menempatkan perusahaanya menjadi pemain utama di mobile device. Permainan barunya Tiny Monster mencoba menunjukan permaianan menyenangkan dan menghasilkan pendapatan terbesar. Tiny Monster masuk 100 permainan terlaku bagi pengguna iPhone di US.

"Kami berjalan 10 kaki ke depan dalam menjalankan strategi tentang bagaimana kami akan membangun permainan dan permainan apa yang kita buat," ucap Suleman Ali di pernyataannya.

Bisnis Aneka Jenis Forum Ala CrowdGather


Sanjay Sabnani pemilik sejumlah forum, marketer, dan serta komunitas. Dia merupakan seorang serial- entrepreneur yang fokus di bisnis internet serta teknologi. Tahun 2000 menjadi awal, ketika dia mendapatkan sebuah forum General Mayhem, situs forum pertamanya. Dia lantas memiliki ide merubah nilai forum miliknya menjadi bisnis besar. Dia mendirikan CrowdGather.Inc, sebagai founder sekaligus CEO, perusahaan yang kemudian menawarkan iklan tertarget melalui forum.

Sebelumnya, dia pernah bekerja di berbagai macam perusahaan. Sanjay yang pernah menjabat sebagai eksekutif perusahaan privat terkenal; seperti Hythim. Inc sebagai EVP Strategic Development, OSI System.Inc sebagai direktur Business Development dan Strategic, dan vice president dari Venture Catalyst.Inc. Pria 40 tahun ini udah malang melintang di dunia bisnis online kemudian memilih membangun perusahaanya sendiri.

Bisnis forum


Sanjay memang pantas menyandang gelar veteran. Seorang India yang lahir di Hong Kong, dan memiliki pendidikan baik di US. Dia telah bekerja di depan PC selama 1982-1994. Dia memiliki pengalaman tentang iklan, serta affiliate marketing di tahun 2011. Berbicara tentang Crowdgather, Sanjay mengaku sebagai passion pribadinya. Dia telah mengerti betul bagaimana bisnis dijalankan dengan pengalamannya. CrowdGather merupakan bisnis plan rapih miliknya saat ini.

Dia cukup lama di dunia internet melihat situs semacam TechCrunch, Moz, dan juga New York Times berhasil menghasilkan uang tiap CPM. CPM adalah sebuah nilai untuk 1000 pengunjung datang perhari. Dari sinilah, CrowdGather menyuguhkan iklan bermutu dengan target lebih jelas. Pengiklan akan rela untuk mengeluarkan uang lebih dari 50 sen atau 25 sen per- 1000 CPM dari CrowdGather. Ini benar tentang komunitas menurutnya.

Dia sedang mencoba mengumpulkan situs forum memiliki nilai tinggi menghasilkan lebih dari bisnis iklan. Dia berharap sebuah situs senilai New York Times mendapat lebih dari 25 sen per- CPM atau hingga $50 juta bila perlu. Mungkin, ini bukan lagi tentang berapa banyak cpms nya. Jadi, CrowdGather memiliki tujuan menjadi payung bisnis bagi perusahaan mendapatkan ruang beriklan jelas. Dia ingin perusahaan menjadi satu kesatuan dari sistem- sistem kecil terintergrasi.

Mereka, pengiklan, akan membayar lebih dengan $10 juta untuk 20 situs ternama.

Kamu cukup mencari forum terbaik dari CrowdGather dengan pengunjung setara New York Times. Disana lah kamu akan mendapatkan ongkos iklan yang lebih baik; lebih murah.

Sanjay nekat menggunakan forum dengan kredibilitas forum yang meragukan. Bagaimana cara menguangkan itu. Tetapi, dari forum, justru ia melihat nilai kekuatan dan tidak bisa dibandingkan yaitu loyalita pengguna. Itu termasuk kemampuan forum berkembang karena anggota aktif ikut serta berpromosi. Perlu diketahui orang yang memiliki forum akan ditolak oleh pengiklan walau CPM nya tinggi. Alasannya karena forum targetnya hanya itu- itu saja. Tapi hal semacam tersebut samakin hilang dari CrowdGather.

Pengiklan akan terus menuju ke forum, seperti komunitas; seperti Facebook, Twitter dan Instagram. Sanjay mengibaratkan forum memiliki nilai bukan dari jumlah cuma cpm saja tetapi dari aktifitas peranggota. Dia mencontohkan sebuah forum, Bodybuilder.com mendapatkan $115 juta dari Liberty Media. Forum tersebut hanya menjual vitamin dan produk nutrisi. Liberty Media mencari kesempatan dari sana menjual iklan kesehatan tiap harinya.

"Apa yang salah" Sanjay bekata, "Orang yang memiliki forum ditolak. Tetapi, orang yang berkata saya memiliki beberapa situs besar, memiliki 80% pengunjungnya barada di forum yang dibawa secara langsung." Jadi, perlu ada perubahan arah pengiklan mengikuti trend tersebut. Dia yakin akan kekuatan komunitas memberikan kenyamanan berbisnis.

"Kami memiliki sebuah forum bernama Motorcycleforum.com. Coba tebak apa yang mereka biacarakan? dan, jika anda masuk ke sub-forum Suzuki, coba tebak macam apa sepeda motor yang mereka bahas? Itu merupakan sifat dasar manusia untuk berbicara tentang susatu yang sama. Dan, jadi kami akan memisahkan hal yang manakutkan dari forum untuk pengiklan, dan kumpulan, dan unit, forum yang bahagia. Mereka yang satu merupakan tempat terbaik bagi pengiklan, menghasilkan terbaik, kontent asli dari pengunjung."

Kunci bisnis CrowdGather adalah forum itu sendiri. Jadi, mereka berupaya memisahkan baik dan buruknya. Seperti konten dewasa atau gratis download, perusahaan tidak akan menerima forum semacam ini karena konten ilegal. Apa mungkin, perusahaan kecantikan akan beriklan di forum dewasa, tentu tidak akan. Dari forum terbaik itu, CrowdGather menawarkan tempat beriklan dengan dasar kontrak. Pengiklan hanya akan mengeluarkan sejumlah uang menjadi pengiklan eklusip.

CrowdGather pernah membeli sebuah forum dari seorang anak 16 tahun. Perusahaan membeli Zuneboard seharga $65.000. Sebuah forum yang membicarakan tentang software Zune. Dan, forum tersebut bertengger di halaman pertama  pencarian "Zune". Perusahaan menghargai forum berdasarkan nilai domain, dan membeli sacara cash atau stock bisa saja terjadi. Untuk Zuneboard, pembelian stock tidak berhasil, anak ini belum tau pembagian hasil berdasarkan saham.

CEO Termuda Intel Kisah Printer Braille


Rasa ingin tau Shubham Banerjee


Shubham Banerjee, CEO 13 tahun, pendiri perusahaan Braigo Labs, pembuat printer untuk Braille pertama. Seorang ahli mesin yang mampu membuat sesuatu yang tidak dia pahami. Dia normal. Banerjee bahkan tidak tau arti kata Braille hingga tahun lalu.Semuanya ada karena rasa ingin tahu. Rasa ingin tau bagaimana untuk menyelesaikan suatu permasalahan. 

Kala itu, ia berpikir bagaimana penyandang tunanetra bisa membaca. Jadi, seperti anak- anak SMP lainnya, ia langsung bertanya kepada orang tuanya.

Respon ayahnya: "Google it!"

Banerjee mulai mencari- cari di dunia maya. Dan, Ia menamukan fakta miris, betapa mahalnya harga printer untuk Braille. Biasanya satu printer dijual $2.000. Dari perasaan tak nyaman akan kenyataan. Ia malah jadi semakin penasaran tentang huruf Braille. Bagaimana buku- buku untuk mereka yang berkebutuhan khusus ini begitu mahalnya.

Huruf Braille memang beda dengan menulis biasa. Apalagi cara mencetaknya dalam kertas. Dibutuhkan satu produksi khusus membuat sistem penulisan taktil yang distandarisasi untuk tunanetra.

"Ketika saya menemukan biaya printer Braille, saya sangat terkejut," kata Banerjee untuk Business Insider. 

"Aku hanya ingin membantu tunanetra. Aku punya kit Lego Robotics, jadi aku bertanya, 'Mengapa tidak hanya mencobanya?' " begitulah kiranya ia memulai.

Dibuat dari dasaran Lego untuk Braille, yaitu Lego Mindstroms EV3, dan beberapa lagi lainnya dari supermarket Home Depot. Jadilah Braigo printer diambil dari nama Braille dan Lego. Braigo Lab begitulah nama perusahaanya yang sama namanya dengan nama produknya. Printernya berjalan baik. Bahkan, ia sukses mendapatkan banyak penghargaan.

Banerjee tercatat sabagi wirausahawan inovatif dibidang teknologi. Mendapatkan penghargaan Tech Award 2014 dan White House Maker Faire, even untuk wirausahawan dan inovator. Mengagumkan.


Yang paling penting, Banerjee sukses memecahkan masalah selama puluhan tahun yang telah menahan begitu banyak orang tunanetra di seluruh dunia: tingginya biaya printer Braille.

Banerjee mengatakan printer-nya secara signifikan dapat mengurangi harga printer Braille untuk kurang dari $ 500. Menurut website-nya, ada 285 juta orang tunanetra di seluruh dunia, dan 90% dari mereka tinggal di negara-negara berkembang. Ini tidak mudah bagi mereka di negara berkembang, yang miskin pastilah suksar untuk sekedar printer, bahkan untuk standar negara maju harga standarnya sudah mahal.

"Saya ingin mengatakan (produsen perusahaan besar) untuk berhenti mengambil keuntungan dari orang-orang buta," katanya.

Terkesan dengan produk dan visinya, Intel pun datang memanggilnya di September lalu. Mereka mengatakan berminat untuk berinvestasi di perusahaannya kecilnya. Investasi itu pun resmi dibuat di Intel Capital Global Summit. Ketika itu Braigo Labs disebut-sebut sebagai salah satu dari 16 startups teknologi investasi Intel di tahun ini. Meskipun jumlah tepatnya nilai dari investasi itu tidak mau diungkapkan, dilaporkan ada beberapa ratus ribu dolar. 

Printernya membuat Banerjee pengusaha teknologi termuda yang pernah didanai oleh perusahaan VC.

"Saya tidak berpikir seperti perusahaan besar akan pernah berinvestasi di perusahaan saya. Itu sangat menakjubkan, " kata Banerjee.

 
Dengan dana Intel, Braigo Labs berencana untuk membangun prototipe baru yang lebih menyerupai printer biasa, dan membawanya ke pasar tahun depan. Banerjee mengatakan ia tidak memiliki rencana berlebihan untuk memperluas ke kategori produk lain pada saat ini. Namun, printer Braille tampaknya hanya bagian dari mimpi besar yang ada dalam pikirannya, pasti akan ada produk baru dari bocah 10 tahun ini.

"Saya ingin melakukan rekayasa di bidang medis ketika saya tumbuh," katanya lagi. "Dan saya ingin menyelesaikan kuliah."

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba