Tampilkan postingan dengan label Startup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Startup. Tampilkan semua postingan

Developer Game Arsanesia Kisah Startup Lokal Indonesia

Profil Pendiri Game Arsanesia


profil developer arsanesia
 
Kisah developer lokal Indonesia patut dicontoh. Berawal cuma proyek kuliah, developer game Arsanesia ini, asli loh buatan Indonesia bukan asing. Bisnis game online yang dulu diprakarsai oleh 5 mahasiswa ITB, yakni Ihwan Adam Ardisasmita, Dea Renata Vania, Khairul Annas, M. Hazki Hariowibowo, dan M. Ikhsandana Siregar.

Satu proyek kuliah berkembang pesat menjadi bisnis serius. Mereka menjadi pengusaha muda sukses. Semua berkat obrolan iseng, perusahaan yang hanya jadi sambilan meski itu tugas kuliah, mendadak ada tuntutan untuk mereka bekerja lebih keras. Mereka kemudian memiliki ide bisnis untuk membangun perusahaan game sendiri.

Startup Game Agate Studio Developer Bandung

Profil Pengusaha Pendiri Agate Studio


developer game agate studio
 
Perjalanan startup game Agete Studio sudah lama. Awal developer asal Bandung ini menjajal sukses game pada 2011 silam. Melalui platform game online Facebook mereka menciptakan Football Saga. Mereka adalah sekumpulan anak muda yang bertekat menjadi pengusaha mandiri. 
 
Memang entreprenurship 2011 diisi pengusaha- pengusaha muda startup. Kala itu, game masih terbatas, bahkan smartphon belum terkonsep. Nama Zangya pastilah pernah anda dengar sebagai platrom. Mereka menawarkan game Facebook, namun akhirnya harus tutup buku karena gagal berkembang.
 

Studio Game Bandung


Agate Studio didiririkan oleh beberapa orang. Salah satunya Wiradeva Arif menceritakan kepada Duniaku.net, mereka asli Bandung menjalankan semua berdasarkan mimpi. Untuk anak muda yang gemar bermain game tidak hanya di Indonesia.

"Agate merupakan perusahaan pengembang game yang berdiri di atas mimpi kami," ujar pengusaha muda yang dipanggil Devon.

Awal berdirinya tahun 2009, jadi memang sangat lama berjuang, dan sudah banyak jatuh bangun agar beradaptasi. Mereka merupakan sekumpulan anak muda pecinta game. Sudah kumpul sejak 2007 lalu memutuskan membangun kisah startup game Agate Studio.

Game pertama bukanlah Football Saga karena jauh. Tahun 2007 mereka membuat game pertamanya bernama Twilight. Tujuan mereka hanya ingin mengikuti lomba game. Acara yang digelar oleh satu majalah game ternama mengajak developer baru.

Sukses Agate memenangkan perlombaan butuh perjuangan. Bayangkan satu kampus mengirim 50 orang dari berbagai jurusan. Salah satunya jurusan desain, dimana Devon dan kawan- kawan lantas menyodorkan game Twilight.

Uniknya mereka bukanya membuat game, malah mereka berlima belas lalu mengirimkan berbentuk dokumen. Sudah pasti mereka kalah lomba tersebut tetapi tetap semangat.

"Saat itu hanya dalam bentuk dokumen, yah pada akhirnya kami kalah, ia melanjutkan.

Mereka tidak menyerah loh teman malah bersemangat. Lomba berikutnya yaitu Micrsoft, lomba yang didirikan dalam rangka platfrom baru. Microsoft mengadakan lomba bertajuk Build to Play pada 2008. Agate Studio hadir membuat game untuk konsol baru mereka XBox 360.

Game bernama PonPoron mereka serahkan mengikut perlombaan. Gamenya disukai pemakain dan timbul rasa lega. Akhirnya mereka mampu menciptakan sesuatu yang disenangi. Banyak peminat belum tentu menggaet kriteria juri dalam perlombaan.

Pada akhirnya mereka kembali gagal memenangkan lomba. Gagal dua kali pengusaha muda itu tidak boleh menyerah. Agate Studio kembali mengikuti lomba pada 2009 silam. Perlombaan yang bertema Imagine Cup, dan mereka tidak hanya membawa satu tetapi tiga game sekaligus.

Mereka adalah game Blank, Wish, dan Farewell Night. Mereka mendapatkan kembali apresiasi besar. Sayangnya, kembali mereka gagal memenangi perlombaan tersebut. Mereka tidak menyerah tetapi apa mau dikata mahasiswa harus bekerja.

Salah satu pendiri Agate diharuskan berhenti bermain- main. Dia diharuskan bekerja di perusahaan oleh orang tua. Daripada bingung kenapa mereka tidak membuat perusahaan. Sepakat 15 orang yang kemudian disebut sebagai pendiri Agate Studio memulai.

Cuma mengantungi untung Rp.50 ribu, hanya cukup untuk membeli pulsa padahal butuh lebih dari itu. Alasan mereka membangun perusahaan memang sederhana. Hanya ingin tetap bermain game, tetapi juga menghasilkan masa depan sebagai perusahaan besar kelak.

"Penghasilan kami hanya USD5 atau Rp.50.000, yang hanya cukup untuk membeli pulsa," ia lagi menambahkan.

Modal Pengusaha Game

 
Modalnya padahal 100 juta berasal dari tabungan semua pendiri. Uang 90 juta habis hanya untuk sewa kantor dari uang seratus juta. Sisanya dipakai untuk membeli peralatan kantor. Di akhir tahun 2009, mereka harus menghadapi permasalah keuangan, hingga memilih lanjut atau berhenti.

Rapat besar tersebut memutuskan mereka lanjut. Dengan antusiasme yang belum turun dari ke 15 pendiri. Mereka yakin akan bertahan bermodal uang sangat minim. Ketika itu tengah booming model game berbasis platfrom web.

Masih ingat ketika orang login Facebook untuk game. Nah, Agate Studio menakar prospek berbisnis game platform Facebook. Lewat Football Game Saga, mereka mereguk untung sampai Rp.200 juta perbulan. Inilah titik awal Agate bangkit setelah sekian lama dirundung kesusahan karena modal.

Berkat antusiasme dan kecintaan akan dunia game. Mereka mampu bertahan dari aneka kegagalan tersebut. Tahun 2012 menjadi jalan mereka agresif mengembangkan game. Berbisnis game berbasis web memang tengah sangat "booming".

Bukan hanya sukses menjadi jawara platform web. Agate mampu bertahan beradaptasi dengan segala perubahaan. Termasuk perubahan dalam platform mobile masa depan. Game berbasis kasual mereka ciptakan berbasis smartphone Android.

Sebut saja nama game Juragan Terminal, Clicker, dan kesemuanya bersifat adiktif. Mereka juga tidak berbisnis sendirian loh. Lewat kerja sama dengan developer game Tahu Bulat. Mereka makin sukses merajai game khas Indonesia.

Total unduhan kala itu 500 ribuan unduhan. Hal terbaru ialah mereka menciptakan game untuk Pak Jokowi. Pasalnya mereka khawatir dengan isu- isu negatif menerjang. Khususnya bagi sosok Jokowi yang lebih sering disasar.

Game Jokowi mampu menghasilkan 1 juta unduhan. Berlanjut kesuksesan itu, Agate menciptakan game Fantasia kelanjutan dari Football Saga 2. Tidak berhenti di game mobile mereka juga sudah mengembangkan game Nintendo Switch dan Steam, yakni Valthirian Arc.

"Perjalanan kami memang tidak mudah, namun impian kami untuk menjadi pengembang game besar seperti Square Enix dan juga Konami jauh lebih besar dan kuat dibandingkan halangan yang ada dihadapan," kata Devon, memberikan semangat pengusaha muda dan developer.

Agate mendapatkan perhatian dari dunia internasional. Para pecinta game memperhatikan bagaimana mereka membangun. Hasilnya pendanaan startup game Agate Studio membanggakan. Dari 15 orang karyawan menjadi 150 karyawan, bahkan mampu menggaji diatas UMR bahkan berlipat ganda.

Agate memiliki 200 game dan 10 proyek khusus. Dari game yang awalnya berbentuk dokumen, kini, mereka menghasilkan game sesungguhnya. Hasilnya mereka berhasil tidak hanya mendapatkan modal. Tetapi kemenangan menjadi salah satu developer terbaik untuk bangsa Indonesia.

Aplikasi Donor Darah Red Blood Social Entrepreneurship

Profil Pengusaha Leonika Sari Njoto


pendiri red blood

Aplikasi donor darah Red Blood erupakan bentuk social entrepreneurship. Sang pengusaha menjelaskan donor darah tidak rumit. Dimanapun kamu bisa mendapatkan kesempatan. Aplikasi yang memberikan notifikasi kebutuhan akan darah. 
 
Taukah kalian masyarakat Indonesia termasuk pecinta membantu sesama. Membantu tidak harus meluli mengenai uang. Leonika Sari Njoto Boedioetomo menjelaskan asal mulanya membuat aplikasi. Dia mengenang dulu banyak mendaptkan broadcast massage, baik dari keluarga maupun teman.
 

Membuat Aplikasi Startup

 
Kekuranngan donor darah di Indonesia memang memprihatinkan. Pendonor darah kecil dibandingkan kebutuhan darah harian. Belum lagi spesifikasi darah yang dibutuhkan pasien. PMI sendiri selaku pemegang regulasi telah mencoba semaksimal mungkin.

Kini tinggal giliran kalian mau tidak mendonorkan darah nanti. "Saya sering banget mendapatkan broadcast massage tentang orang butuh donor dari di rumah sakit tertentu," jelasnya.

Leonika juga sering mendapatkan info sejenis di sosial media. Layaknya masyarakat biasa, dirinya belum teredukasi tentang pentingnya mendonor darah. Leonika juga belum paham bahwa satu tetes darah begitu berharga. Kemudian dia mencari tau mengenai kebutuhan darah di Indonesia sendiri.

Kebutuhan darah Indonesia rata- rata 5 juta liter. Sedangkan ketersediaan baru mencapai 1- 2 juta. Ia merenungi ini. Tren membangun aplikasi startup tengah marak. Leonika paham sehingga lahirlah aplikasi pertama.

Dia termasuk golongan ulet dan tekun. Leonika semenjak kecil sudah menyukai Biologi. Nilanya paling moncer dibanding mata pelajaran lain. Bermula dari keinginan menjadi Dokter namun takdir tidak memilihnya. Ada beberapa petimbangan hingga memutuskan tidak memilih kedokteran.

Pilihan kedua kesukaanya adalah juruan ilmu teknologi. Tepatnya, memilih jurusan Sistem Informasi, di Institut Sepuluh Nopember (ITS). Walapun tertarik bukan berarti Leonika memahami. Ada satu mata mata kuliah tidak mengena.

Mata kuliah Pemrograman kurang dipahami, alhasil dia mendapat nilai C karena kurang dasar. Dia sudah lama tertarik bidang teknologi. Tetapi belum memiliki waktu memoles pengetahuan dasar. Ini mungkin karena Leonika masih berharap masuk kedokteran.

Dia memang sangat penasan akan bahasa pemrograman. Bekerja keras membuatnya menaikan nilai mata kuliah lanjutan. Di kuliah pemrograman lebih sulit menghasilkan nilai A. Dia masih memiliki jiwa dokter. Ingin rasanya membantu jiwa manusia lewat teknologi terbaru.

Bukan Red Blood, aplikasi pertamanya bernama Bloobis, menjadi rantai pemasok darah PMI di Kota Surabaya. Beberapa tahun kemudian disempurnakan aplikasi bagi pendonor. Setelah beberapa lama, ia telah mendapatkan mentoring dari dosen dan para ahlinya di startup.

Bersama tiga rekan Faisal Setia Putra, Ari Agustina, dan M. Zuhri, menyempurnakan. Aplikasi ini dilengkapi data 225 juta yang tidak mau donor. Mereka ternyata takut jarum. Juga pemahaman soal donor darah begitu minim. Orang banyak tidak tau tempat, waktu, dan mendaftar yang benar.

Pengusaha Sosial

 
Tahun 2013, aplikasi Red Blood lahir, dan memberikan kesempatan masyarakat Surabaya. Di dalam terdapat informasi mengenai tempat donor. Adapula fitur event mengenai donor darah dari tempat dan waktunya.

Kamu bisa membagikan informasi tersebut ke sosmed. Fitur tombol "event" kemudian dapat kamu "share" ke Facebook. Ada ratusan event yang digagas berbagai pihak selain pemerintah. Pendonor pun naik jumlahnya, termasuk mereka yang lolos mendonor sampai 50% dari yang hadir.

Hadirnya Red Blood berkat pengalaman aplikasi dahulu. Ia menyadari masalah bukan di rantai darah disalurkan. Melainkan jumlah pendono yang sangat rendah. Dia mengajak teman- temannya untuk menyelesaikan masalah. Dia sempat ditinggal tim lamanya tetapi kembali bangkit mengejar tujuan.

Pengunduh di app store mencapai 5000 orang. Red Blood merupakan proyek pilot buat masyarakat Surabaya. Bukan tanpa halangan Red Blood sempat "ditentang". Penolakan datang dari rumah sakit yang diajak kerja sama. Mengapa demikian karena pihak mereka hanyalah sekumpulan mahasiswa.

Beruntung Wali Kota Surabaya, Tri Risma berinisiatif, dan aplikasi Red Blood makin matang di 2015 silam. Berawal dari memanfaatkaan event kampus atau perusahaan. Mereka mencari- cari celah agar Red Blood berjalan.

Hingga sekarang, mereka bisa menginisiasi event donor darah, sekarang aplikasi ini telah memiliki wadah perusahaan. Pihak kampusnya ITS Surabaya, dulu membantu dengan kerja sama paatneship kesepahaman. Bicara mengenai mendapatkan uang Leonika menjelaskan informasi lebih lanjut.

Menjadi pengusaha sosial memang memiliki pertanyaan menggelitik. Pasalnya kamu akan habiskan waktu membantu orang. Bagaimana dengan kehidupan pribadi dan pegawai kamu. Bersyukur dirinya memilik keahlian programing.

Mahasiswi lulusan IT ini memiliki aneka usaha disamping mengerjakan  Red Blood. Belum kepikiran menguangkan Red Blood. Ia sendiri lebih memilih meluaskan jangkauan. Menciptakan stabilitas bagi aplikasinya. Tidak kalah penting dia ingin membangun tim dengan banyak latar belakang.

Banyak proyek membuat website juga dikerjakan Leonika. Ya, aplikasi Red Blood memberikan satu portfolio bisnis. Ia tidak menampik akan kebutuhan dana memang dibutuhkan. Tetapi bukanlah jadi tujuan utama dirinya dan kawan- kawan.

"Kalau sekarang memang belum ada profitnya, karena plan besarnya tidak membahas profit," jelas Leonika.

Pendiri Hijup Diajeng Lestari Startup Hijab

Profil Pengusaha Diajeng Lestari


profil diajeng lestari

Pengusaha Diajeng Lestari pendiri Hijup. Mendirikan startup hijab hingga namanya dikenal seperti sekarang. Dia adalah  istri dari Ahmad Zacky pendiri Bukalapak. Bagaimana perjalanan dia yang tak  terpengaruh nama besar suami. Ia mampu membuktikan dirinya patut diperhitungkan.

Pasalnya Hijup telah menggandeng nama beken dunia fashion. Mulai dari pengusaha Dian Pelangi, Restu Anggraini, dan Barli Asmara. Ibu muda kelahiran 17 Januari 1986, tidak menyangka akan bisa seperti sekarang.

Dia tidak menyangkan sukses lewat startup. Apalagi Ajeng menawarkan hijab menjadi produk utama. Berkat gebarakan ini menghasilkan berbagai prestasi. Mulai diajak masuk London Fashion Week di 2018. Tempatnya di Victoria House, Blomsbury London di 17- 18 Februai 2018.

Menjadi Pengusaha


Sudah menjadi darah keluarga Ajeng menjadi wirausaha. Sejak kecil dia sudah biasa melihat ibunya usaha. Ajeng sudah biasa  melihat transkasi penjualan. Gadis kecil itu sering dibawa ke bazar melihat ibu bekerja.

Ajeng terbiasa membuat kerajinan tangan. Itu kemudian dijual ke teman- teman. Tidak disangka, itu menghasilkan uang rasanya menyenangkan. "Mudahnya" mencari uang sendiri, tidak serta- merta menjadikannya pengusaha. Dia memilih hidup normal bekerja kantoran di perusahaan.

Rasa ingin menjadi pengusaha belum tumbuh. Hingga dia menjadi karywan belum kepikiran. Ajeng ditugasi menjadi marketing research. Bekerja membuat dirinya paham proses kreativitas orang. Pada tahun tersebut hijab belum menjadi kebiasaan.

Banyak orang ingin berhijab tetapi ingin tetap bergaya. Monoton dan tidak trendy membuat orang agak takut. Padahal dalam dirinya terdapat niatan baik. Tidak sedikit orang menganggap memakai hijab buat ibu- ibu. Terkesan kuno membuat Ajeng sendiri kesulitan bekreatifitas diri.

"Mungkin secara tidak sadar sudah terbentuk dari kecil menjadi pengusaha. Ibu saya juga pengusaha dan sering diajak ke bazar berjualan," tuturnya kepada CNN

Padahal dia adalah wanita karir berhijab kreatif. Tempat kerja pun menuntut berpakaian fashionable. Inilah cikal bakal eCommerce khusus hijab. Tidak hanya berhenti di sana, Ajeng tengah mencoba membuat brand fashion muslim sendiri.

Tahun 2011, ia memutuskan resign kerja dan membangun brand bisnis sendiri. Fokus membesarkan startup Hijup. Sang suami, Ahmad Zacky, memberikan dukungan moril dan tenagaa bagi istrinya. Dia membantu teknis pembuatan website. Itu semua dikerjakan dari nol dan tidak memiliki karyawan.

Dia berperan sebagai  manajer dan office girl. Keringat terkuras untuk memanggil pembeli masuk ke sini. Pandangan sebelah mata orang sempat membuat ngedrop. Tekanan batin karena ejekan bahwa ini tidak akan punya masa depan.

Banyak orang memandang sebelah mata. Suaminya sendiri masih merintis usaha Bukalapak. Jadi dia harus bisa mandiri mendirikan usaha ini. Hijup dianggap tidak punya masa depan. Ia sendiri punya rasa keraguan. Bertahap animo masyarakat berbelanja di situs eCommerce nya tumbuh.

Profil Dokter Cantik Pengusaha WeCare Indonesia

Profil Pengusaha Mesty Ariotedjo


dokter mesty wecare

Profil Mesty Ariotedjo, Dokter cantik yang multi- talenta terutama di bidang kesenian. Namanya dikenal sebagai pengusaha muda sosial. Dia yang menggagas pendanaan donasi pasien tidak mampu, WeCare Indonesia. 
 
Selain dia bekerja menjadi dokter, Mesty juga dikenal menjadi model, pemain harpa, dan pengusaha. Dia, wanita cantik yang ramah ketika bertemu awak media. Keseharian dia juga ramah terutama kepada para pasiennya. Dokter muda sudah memiliki banyak pengalaman.
 

Karir Dokter Mesty Ariotedjo

 
Ia pernah bekerja praktik di tiga klinik, dan sebuah rumah sakit. Dr. Mesty bekerja dari jam 8 pagi sampai 11 malam, 6 hari seminggu. Ia pernah ditempatkan di Rumah Sakit Umum Daerah Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. 
 
"Rumah sakit tempat saya praktik ada di Flores satu- satunyaa rumah sakit di 3 kabupaten," ia melanjutkan. Mesty ditugaskan menjadi dokter tunggal dalam satu rumah sakit.
 
Bayangkan dia bertanggung jawab atas kesehatan seluruh warga. Semua kasus harus bisa ditangani Mesty. Mulai dari ibu melahirkan sampai masalah pendarahan otak karena kecalakaan. Apakah dia ketakutan tentu manusiawi.

Tetapi keadaan darurat membuat adrenalin rush tidak ada waktu. Dia tidak punya waktu merasa takut karena harus bertindak cepat. Dr. Mesty mendapatkan tekanan lebih justru dari Jakarta. Memang di sini berbeda dengan Flores. Dia tidak harus menangani semua penyakit.

Tetapi dia yang berstatus dokter biasa dan umum dimasalahkan. Membuka praktik sendiri juga punya arti tidak dipilih. "Karena masih baru, pasien belum banyak. Masih banyak orang meremehkan, "ah, cuma dokter umum. Mereka banyak lebih sreg ditangani dokter spesialis," ujar wanita kelahiran 25 April 1989.

Begitu selesai di Flores langsung bertugas ke Divisi Endokrinologi Department Anak, FKUI- RSCM. Inilah cikal bakalnya mendirikan WeCare. Dia bertugas mengurusi anak yang sakit, sekaligus orang tua pasien. Divisi yang menangani anak- anak dengan penyakit khusus.

Disini meliputi 4 penyakit langka tidak menular, dari sindrom turner, esteogenesis imperfecta (osteoporosis anak), hiperparsial adrenal kongetinjal atau kelaianan enzim pada anak, dan diabetes anak. Penyakit ini jarang dikenal sekaligus menyadarkan bahwa anak- anak sangat rentan.

"Sebenarnya dari dulu cita- cita saya masuk menjadi Teknologi Informatika," tuturnya.

Ketika SMP, Mesty pernah ikutan lomba web programming, web development, game programming, visual basic dan html. Ia antusias apa saja tentang komputer. Bahkan disaat sekolah dasar dia sudah suka main komputer. Paling akrab bermain dengan aplikasi chatting mIRC dan berlanjut.

Namun orang tua Mesty tidak setuju dirinya masuk ITB Bandung. Bukan tidak suka akan pilihan dia tetapi karena jarak. Inginnya mereka berkuliah di Jakarta bukan keluar kota. Tetapi Mesty meyakini bila mau kuliah IT terbaik, maka dirinya harus masuk ITB, Bandung.

"Enggak boleh walau deket," ujarnya. Mau kuliah IT dirasa tidak memenuhi harapannya. Maka mau mengambil jurusan apa. Dia kebetulan juga menyukai Kimia dan bisa bermain harpa. Sempat dirinya kepikiran mau menjadi guru masuk ke IKIP tetapi tetap jauh.

Membangun WeCare


Menjadi dokter tidak pernah ada dalam rencana. Jurusan ini malah dianggapnya paling susah. Tetapi dia tetap masuk dan diterima. Pertimbangan Mesty ialah kedokteran akan memberi manfaat banyak. Ini seperti dia bilaa benaran berkuliah guru.

Halangan utamanya kebencian akan mata pelajaran Biologi. Karena tidak suka maka dia lebih ke arah cukup dokter umum. Malahan sekarang berkuliah S-2, uniknya dia melanjutkan kuliah spesialis anak karena kepeduliannya akan dunia mereka.

Pengalaman di Flores memang sangat mengena dihati Mesty. Ada orang melahirkan kemudian dia tolong. Begitu selesai Mesty akan menjahitkan luka pasca- melahirkan. Kalau ada orang yang cedera karena kecelakaan, maka dia juga akan menjahit begitu seterusnya.

Senangnya menjadi dokter akan terasa bila telah dipraktekkan. Dia selalu semangat bila datang anak menjadi pasienn. Biasanya sih pukul 2- 3 pagi mereka datang karena sakit. Tenaga berbeda bila dia mengurusi anak, dibanding dewasa. Ia mengatakan ada passion ketika menyehatkan anak- anak.

Alasan berdirinya WeCare adalah pengalaman di Flores. Situs dikerjakan dua orang, yakni dia sendiri dan Gigin Septianto ahli IT. Awal mereka mencari rekan dokter untuk melengkapi. Artikel, ilustrasi, contoh kasus, dan halaman About Us dikerjakan Mesty sendiri.

Berkat statusnya sebagai dokter dan bantuan suami semua berjalan. Kebetulan suaminya bekerja di perusahaan startup. Mesty sendiri menjalankan ini sepenuh hati karena passion. Ia ingin membantu pasien beserta keluarga. Mesty senang karena WeCare tumbuh mandiri bahkan tanpa dirinya.

Mesty memutuskan melanjutkan spesialis anak. WeCare.id membuka pandangan mengenai menjadi seorang dokter. Total barulah selepas kuliah dan praktik dokter anak bisa full. Walau sempet WeCare ditinggalkan, tim mereka telah tumbuh dengan dokter- dokter yang mau bekerja sama.

Selain antara WeCare dan karir sebagai spesialis anak, Mesty juga dibuat dilema karena meinggalkan sang anak, Gallenda Madana Juanda. Pada masa 1000 hari tumbuh anak yang krusial, malahan dia tidak bisa 100% hadir. Mesty akhirnya berkomitmen bila sudah pulang rumah maka tidak ada lain.

Dia akan full mengurusi anak selepas bekerja. Begitu weekend, dia akan langsung siapkan 24 jam bersama anak. Ini kesempatan dia untuk bonding dengan anak. Buat kalian yang tengah melangkah besar,  maka datang cobaan maka berjuanglah dan pasti ada jalan menunjukan jalur kamu telah benar.

CEO Qerja Veronika Linardi Wirausaha dan Startup

Profil Pengusaha Veronika Linardi


ceo qerja
 
Dirinya tidak memiliki ambisi pribadi dalam wirausaha dan startup. CEO Qerja Veronika Linardi yang telah memiliki pekerjaan mapan. Tidak memiliki pengalaman sama sekali di bisnis teknologi. Dia cuma punya pengalaman menangani perusahaan. 

Bukan sembarangan tetapi pengalaman HR untuk klien perusahaan besar. Dia banyak bertemu orang- orang hebat. Mereka yang memulai perusahaan dengan perjuangan. Menjadi Human Resource, juga memberi pandangan bahwa mencari pekerjan berkualitas itu sulit.

Nah, Veronica lantas menjembatai, maka dibukalah bisnis teknologi berkonsep one- stop platform. Ini akan menjembatani antara perusahaan dan pegawai. Memastikan ada penyelesaian masalah dan juga menjawab pertanyaan tentang karir. 

Mendirikan Qerja


Uniknya dia tidak menciptakan platform pencari kerja. Ia malah membuat user- generated content. Isi dari startup tersebut semua mengenai dunia kerja. Disini tempat kamu bisa berbagi pengalaman, soal karir, gaji dan pengembangan diri.
Startup miliknya yang kemudian diberi nama Qerja.com. Human Resource merupakan bisnis tentang karir seseorang. Bukan cuma merupakan bagian dari kehidupan manusia. Tidak terbatas orang tidak kerja tidak makan. Ia ingin mengatakan ini soal passion dalam meniti karir seseorang.

Bekerja bukan sekedar mencari uang tetapi menjalani passion. Platform Qerja memberi kesempatan agar kita tidak salah langkah. Memulai wirausahan dan startup berarti keluar zona nyaman. Dia harus turun langsung berhadapan dengan kenyataan.

Menjadi konsultan dengan terjun langsung pasti berbeda. Dia harus menyesuaikan jadwal yang telah tersusun rapi. Bedanya dia melihat dihari berbeda akan ada kesempatan. Veronica merasakan suatu pengalaman tidak monoton.

Naik- turun bisnis membutuhkan pengaturan antara kehidupan pribadi dan kerja. Veronica mencoba membangun komunitas besar. Tempat dimana bisa menemukan artikel mengenai dunia kerja. Tentu sanga pendiri haruslah memiliki kemampuan yang mewakili itu.

Qerja tumbuh kemudian disusul perusahaan rekrutmen pegawai. Dia menjadi konsultan bagi banyak perusahaan multi- nasional. Tidak tanggung- tanggung dia menciptakan dua perusahaan: Jobs.ID dan Linardi Associates, untuk mencari kandidat yang tepat bagi perusahaan klien.

Qerja merupakan platform pengembangan karir. Selepas melihat perkembangan akan bisnis teknologi ini. Veronica merambah pusat pencarian kerja lewat Jobs.id pada 2012. Namun tidak serta mertas, ia menjelaskan sempat beberapa kali berganti nama dan tema platform.

Beda dengan Qerja.com, platform ini pernah bernama lowonganpns.info, icpns.com, jobsid.info, dan jobsid.co. Berdirinya Linardi Associates berdasar keresahan akan transparasi perekrutan. Jadi ketiga perusahaan miliknya saling berkaitan baik untuk pencari kerja dan perusahaan.

Bisnis Besar


Meniti karir sebagai HRD membuatnya paham betul. Dia sadar kebutuhan perusahaan akan manusia berkualitas. Tetapi menjalankan bisnis teknologi memiliki tantangan tersendiri. Pengusaha wanita lulusan Cernegi Mellon University, Amerika Serikat, telah memiliki pengalaman kerja panjang.

Dia sangat tertarik akan sumber daya manusia. Tidak semua orang mencari kerja karena uang, tetapi karena mewakili passion mereka. Dia juga menyadari banyak orang membutuhkan dukungan. Karena tidak juga semua orang menemukan passion dalam pekerjaanya sekarang.

Ia tidak buru- buru membangun bisnis Qerja.com. Melainkan meneruskan pekerjaan sebagai HRD di sebuah perusahaan. Pengalaman panjang membuatnya mampu menguasai materi. Menguasai semua mengenai human resource baik dari sisi pegawai dan perusahaan.

Veronica sempat ragu tetapi terus mengikuti perjalanan. Pada 2012, dia mengajak Stephen Kohar untuk mendirikan Qerja.com. Platform dimana orang bisa menyampaikan info soal gaji. Disini juga tempatnya orang berbagi informasi soal atmosfir bekerja di suatu perusahaan.

Bulan pertama situs tersebut meraup 50 ribu pengunjung. Trafik tumbuh bahkan sampai 1 juta orang pengunjung setiap harinya. Jobs.id memiliki tidak kurang 2,8 juta pengunjung setiap hari. Keduanya lalu mendapatkan pendanaan dari Kejora Venture, Softbank, dan Emtek senilai Rp.147,7 miliar.

Keduanya kemudian dalam satu naungan group bisnis Qareer Group Asia. Kemudian disusul usaha lain seperti Linardi Association, Qareer, Qareer HR Admin, dan Qareer Carnival.

Bisnis eCommerce Catherine Hindra Sutjahyo

Profil Pengusaha Caterine Hindra Sutjahyo


pendiri zalora

Bisnis eCommerce Catherine Hindra Sutjahyo. Sosok dibalik fenomena bisnis Zalora meraih pangsa pasar Indonedia. Dia bekerja sebagai Managing Director Zalora. Wanita kelahiran 14  Januari 1983, yang kini mengembang tugas CEO Alfacart.

Memulai karirnya di McKinsey & Company berprestasi melesat. Dunia eCommerce Indonesia sudah menjadi ladang persaingan ketat. Prinsi Catherine ialah membuat pembeli nyaman. Bagaimana agar orang membeli di sini dan kembali. Ia berusaha keras membangun suasana nyaman berbelanja online.

Menjadi Pengusaha


Bagi pemimpin perusahaan jangan biarkan jarak terlalu jauh. Gaya kepemimpinan Catherine terbuka mengajak pegawai berolahraga bersama. Ini akan memperkuat hubungan sekaligus motivasi kerja. Ia menyukai olahraga lari.

Memiliki karir McKinsey & Co membuatnya mengenal dunia. Utamanya dia berhadapan langsung dengan perusahaan besar kelas dunia. Rasa nyaman tidak membuat Catherine berhenti. Rasa ingin taunya ,menguat ketika dunia tengah "booming" bisnis startup.

Antara  memberi saran dengan bekerja sendiri tentu beda. Lompatan besar tersebut dimulai di 2012, yang mana Catherine bertemu Hadi Wenas. Keduanya menggagas Zalora, dan menyasar penduduk Indonesia dengan jumlah penduduk terbanyak ketiga.

Mereka menyiapkan kemudahan belanja dan praktis. Soft launching dimulai pada 24 Februari 2012, dan disusul launching di September 2012. Kemunculan Zalora langsung mendapatkan perhatian dari masyarakat. Zalora langsung memiliki 100.000 fans Facebook, dan 4000 follower di Twitter.

Bagaimana dengan transaksi Zalora dibisnis pertama. Mereka mampu menghasilkan 600- 700 kali transkasi perhari. Jumlah karyawannya mencapai 200 orang, dan memiliki pusat distribusi di Jakarta Timur seluas 5 ribu meter persegi.

Zalora aktif sampai ke Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Hongkong dan Taiwan. Rekor bagi perusahaan baru dibidang bisnis eCommerce. Zalora besar- besaran melakukan promosi mulai dari online sampai offline. Baik promosi melalui Google maupun Yahoo pernah dilakakukan Zalora ini.

Untuk offline mulai dari mengadakan acara di SCTV  daan First Media. Kesuksesan bukan didapat secara instan. Mau mengeluarkan biaya iklan seberapapun percuma. Bila tidak diimbangi pelayanan optimal. Itu semua berkat pengalaman Catherine selama di McKinsey & Company.

Berani Jadi Pengusaha Menghadapi Persaingan

Biografi Pengusaha Diana Bismarak


pemilik below cepek

Berani jadi pengusaha jangan takut menghadapi persaingan. Kisah Donna Riana Bismarak, memulai bisnis yang tengah naik daun sekarang. Ia tidak takut menghadapi memanasnya eCommerce. Riana menciptakan platform marketplace jual beli bernama Below Cepek.

Namanya unik menunjukan jati diri. Bahwa produk dijual di sana adalah dibawah seratus ribu. Walau demikian Riana meyakinkan kualitas nomor satu. Mereka bekerja sama dengan UMKM Indonesia memenuhi kebutuhan pakaian masyarakat.
 

Menjadi Pengusaha


Sudah 14 tahun bekerja sebagai karyawan tentu nyaman. Namun bekerja bukan dibidang disenangi yakni fashion. Pekerjaan mapan Corporate Director of Sale & Marketing, untuk Water Boom Jakarta dan Bali. Bisnis Below Cepek berdiri November 2011 disaat dirinya masih menjabat itu.

Hobi belanja membuatnya berniat membangun eCommerce. Bermula pengalaman ketika belanja di Victoria Secret. Dia menemukan satu produk bikinan Indonesia di web. Siapa sangka situs besar itu menjual produk buatan lokal. Ia menyadari bahwa produk kita sebenarnya sangat berkualitas.
 
Berani jadi pengusaha langsung tancap gas membangun. Dia mendirikan belowcepek.com, bermodal Rp.50 juta, buat bikin situs mumpuni, menyewa tempat di  Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, dan biaya operasional. Dia merogoh kocek Rp.100 juta dimana sisanya nanti untuk pegangan.

Ia cukup mempekerjakan 2 orang staf. Riana bertanggung jawab total akan operasional. Agar irit buat model pakaian digunakannya teman- teman dekatnya. Urusan promosi Riana lakukan sendiri sembari tetap bekerja.

"Pastinya kalau dari promosi, saya kalah telak dari bisnis fashion lain, seperti Zalora, karena dana buat iklan sedikit," tuturnya.

Agar menarik banyak pembeli, maka Riana menerapkan strategi khusus. Below Cepek mengambil margin untung tipis. Alhasil situs ini menawarkan produk lokal dengan harga miring. Dibawah seratus ribu seperti namanya tercantum.

Harga jual telah terjangkau tetapi sulit mendapat pelanggan. Pasalnya tahun tersebut menjadi musim bermunculan eCommerce. Disisi lain banyak bermunculan penipuan toko online. Maka pembeli jadi lebih hati- hati terutama soal harga. Riana maklum tetapi bukan berarti berganti strategi bisnis.

Alumni Sahid Tourism Academy bekerja keras. Dalam waktu lima bulan menggaet 10.000 anggot aktif. Para pembeli pun memberikan testimoni positif akan pelayanan. Kualitas produk jga disoroti tidak kalah walau murah. Bukan berarti tidak terdapat masalah karena sudah langsung diatasi.

Kebanyakan masalah datang mengenai beda barang. Antara foto dan produk diterima ternyata malah berbeda. Mengecewakan sih tetapi langsung Riana atasi segera. 'Saya tidak akan membiarkan itu (beda foto dan paket) terjadi di Below Cepek, makanya pembeli yang pernah beli pasti beli lagi."

Tidak ada ketakutan ketika "dikroyok" pemain besar. Bisnis eCommerce memang tengah naik daun. Pemainnya juga banyak bermodal kuat dan berani promosi. Riana sendiri tetap berpendirian lebih mengutamakan membangun komunitas.

Tujuannya pembeli bisa mendapatkan barang bagus terjangkau. Senang rasanya, ketika pembeli puas tetapi masih menyisakan uang buat ditabung. Gempuran produk impor juga tidak menggoyakan sikap Riana. Below Cepek tetap didapuknya menjadi pusat belanjar produk lokal asli UMKM Indonesia.

Bekal Pengusaha


Pengalaman merupakan kunci sukses bukan sekedar modal. Riana mempunyai pengalaman manajer penjualan di Hotel Sahid, Jakarta. Buat kalian yang memiliki pengalaman korporasi manfaatkan. Bisa gak kamu melangkah menjadi pengusaha.

Below Cepek mengajarkan pengeluaran bisa ditekan. Mereka menawarkan produk berkualitas yang telah disortir. Ada kebanggaan melihat pembeli memakai produk lokal. Banyak pandangan melihat sinis produk lokal. Riana sendiri menyadari bahwa produk lokal tidak kalah.

"Kalau produk impor saja tidak berkualitas barangnya, apalagi lokal?" begitu ucapnya, menirukan gaya bicara orang.

Riana memilih menekuni apa hobi dan kemahiran. Rekan karyawan pun memuji penampilan Riana di kantor. Awal- awal dia berharap akan meniru cara orang menjadi pengusaha. Inginnya membuka satu butik atau toko di mall. Tetapi ia menyadari biaya sewa mahal dan berdampak pada harga produk.

Ia mengenalisa toko online jualan produk China, Korea dan Bangkok. Padahal di offline juga sudah banyak dijual. Riana berpikir mengapa jarang sekali produk made in Indonesia. Dibawah bendera PT. Fortuna Adi Buana, Riana tidak mau berjualan produk impor karena tidak berkonribusi.

Produk dijual aneka fashion seperti rok, celana, gaun, dan baju. Adapula produk aksesoris mulai dari cincin, kalung, gelang dan tas. Seperti nama toko onlinennya dia menjual produk dibawah seratus. Ia mengatakan harga tertinggi Rp.99.000.

Target pasar utamanya mereka usia dibawah 18 tahun. Mereka yang ingin produk fashion berkualitas dengan harga terjangkau. Pelanggannya merupakan komunitas dari Sabang sampai Marauke. Bisnis ini mampu memproduksi 500- 1000 item perbulan.

Model pakaian dalu memakai teman- teman dekatnya. Kini tentu beda, tetapi Riana memiliki prinsip harus orang Indonesia asli, mau kulitnya hitam, rambut keriting, atau dibawah standar cantik model bule tidak masalah. Riana menarget bukan cuma Jakarta tetapi seluruh Indonesia belanja di sini.

Below Cepek menggunakan bahan sesuai cuaca Indonesia. Tidak ada koleksi winter atau summer, ya semua disesuaikan dari Indonesia untuk masyarakat Indonesia. Riana tidak kaku bahwa memberi ruang pesan custom. Nanti pembeli mengirim gambar dan ia akan meminta tukang jahit kerjakan.

Menghadapi Persaingan


Masalah bukan berarti tidak ada menerpa Below Cepek. Selain pandangan sinis akan produk lokal, masalah datang dari pesaing bisnis lokal sendiri. Mereka menciptakan toko online dengan nama yang sama. Bisnis asal Bandunng tersebut membuat baju sampai aksesoris sama, bahkan cara pakainnya.

Ia mengatakan ini cara "steal visitor" atau mencuri pungjung. Untung bila mereka menjual produk yang sama berkualitas. Mereka malah membuat nama Below Cepek asli terpuruk. Banyang sekali yang protes mengenai pengalaman belanja mereka.

Curhatan mereka sampai menjadi pembicaraan publik di sosmed. Riana sendiri baru sadar ketika dia mendapatkan laporan. Bahkan bayangkan iklan mereka bahkan meniru milik Riana. Dia protes ke pihak sosial media. Butuh dua- tiga jam sampai iklan promo mereka diturunkan.

Namun mereka tetap memakai iklan promo tersebut. Bukan hal baru pristiwa tersebut sering terjadi di internet marketing. Dia cuma bisa mengelus dada sembari mengikhlaskan. Mengambil sisi positifnya ini menunjukan idenya keren.

Below Cepek sangat mengandalkan komunitas pelanggan. Sampai mereka pernah usulkan membuat baju ibu menyusui. Riana merespon dengan meluncukran produk unik "busui". Konsep baju untuk ibu- ibu menyusui. Pokoknya dia menerapkan konsep unik dan menarik untuk menggaet pelanggan.

Riana juga pernah mendapatkan permintaan hijab. Produk pakaian muslim besar dan lengan panjang sedang naik daun. Soal peluang bisnis, ibu- ibu juga meminta menjadi reseller, untuk satu ini Riana mempunyai promo menarik. Mereka tinggal melakukan deposit satu juta yang tidak akan terpotong.

Ibu- ibu boleh mengambil 11 baju. Mereka diberi waktu 3 bulan sampai produk terjual. Soal stok tak akan bermasalah ini sangat membantu. Kemudian waktu 3 bulan sebagai bentuk penyemangat dan cara pintar. Ada 100 orang terdaftar dalam bisnis berkonsep "Smart Shopper dan terbantu.

Aneka gaya promosi unik menarik perhatian masyarakat. Tak salah bila mereka mendapatkan gelar Top Ten Social Media Campaigne 2012. Salah satunya membuat aplikasi, dimana masyarakat bisa memainkan game "Miss Matching", tanpa diharuskan membeli produk yang dijual di Below Cepek.

Riana yang sukses belum puas membangun bisnis. Berani jadi pengusaha berarti siap membangun bisnis lain. Dia mengembangkan Restyle, yang mana pusat penjaring desainer lokal, jaringan network buat mereka yang ingin bergabung dengan Below Cepek.

Sosial Media Buat Pengusaha Startup Sarah Prevette

Profil Pengusaha Sarah Prevette


sosial media pengusaha
 
Mendirikan sesial media buat pengusaha Sprouter. Sarah Prevette menceritakan pengalaman memulai usaha ini. Dia percaya harus saling berbagi, belajar, dan bersosial.. Termasuk buat sesama pengusaha atau entrepreneur. Perusahaan ini tumbuah signifikan dalam perjalannya memulai.

Sarah mendapatkan penghargaan 30 Under 30 Majalah Inc. Dia pun sering tampil di berbagai media termasuk Mashable. Memulai bisnis startup, dia sangat bersyukur karena masih menjadi murid, dan memulai usaha dibawah mentoring  entrepreneur hebat pengalaman menarik.

Kolaborasi Usaha


Uponion merupukan tempat dimana dirinya belajar entrepreneurship. Pada tahun 2000, dia bekerja untuk Uponion, website berbagi cerita- opini. "Saya mencoba menjangkau para pemilik bisnis ini dan coba mencari saran," tuturnya.

Dia ingin membangun bisnis startup. Perjalanan penuh tantangan dan membuat pusing orang. Dengan percaya diri, Sarah "cold calling" perusahaan besar seperti Uponion kala itu. Membayangkan bahwa kontaknya disetujui hampir mustahil. 

Perusahaan besar cenderung "sombong" bila dimintai tolong nanti. Cold calling merupakan cara kita menghubungi pengusaha sukses. Mereka yang kita anggap mampu menjadi jembatan. Baik berupa mentoring atau pendanaan, biasanya ditulis  lewat email dan to the point tanpa basa- basi dahulu.

Sarah menyadari banyak pengusaha mencoba ini. Beberapa punya cerita sama dengan Sarah memulai "cold calling". Ini juga merupakan konsep Sprouter menolong banyak orang awam. "Saya melihat kesempatan," Sarah menjelaskan.

Sprouter juga menjadi jembatan hubungan tradisional. Para entrepreneur akan dihubungkan langsung melalui jaringan sosial. Suatu platform yang mana para pendiri startup mampu identifikasi. Saling mensuport sesama dari rekan bisnis atau pemimpin proyek.

Sosial media bagi pengusaha terkonsep mudah. Mereka bisa terhubung dengan orang, lalu menjawab aneka pertanyaan, hingga membuat kolaborasi. Bisa membantu pengusaha membesarkan usahanya sendiri. Bentuk kolaborasi sesama entrepreneur dan para ahli dalam bidangnya tersendiri.

Sprouter Weekly akan memberikan ruang expose startup baru. Bahkan peluang investor masuk Sarah fasilitasi. Pendiri startup harus keluar dan mendekati pasar. Entrepreneur butuh networking yang bisa menghasilkan feedback dan memperkuat literasi visi.

"Kamu membutuhkan networking untuk mencari pelanggan, rekan, dan kesempatan," ia menuturkan.

Menjadi pengusaha tidak melulu memiliki rekan pendiri. Co- founder yang tidak dimiliki Sarah, ada masalah utama bahwa dirinya tidak bisa kompromi. Pandangan masa depan Sarah akan perusahaan ini hanya miliknya.

"Saya benci kompromi," jelasnya. Ini mungkin sifat buruk dalam manusia. Tetapi dia yakin bahwa ini tidak bisa dihilangkan. Meskipun dia berkata tidak untuk co- founder bukan berarti sendirian.

Sarah memiliki tim kecil yang solit mengerjakan. Mereka para profesional yang bekerja keras , dan dapat mengaplikasikan pandangan Sarah. Tiap entrepreneur mendirikan perusahaan harus memiliki individu berkualitas. Kamu akan membentuk tim bekerja bersama untuk berkontribusi besar.

Biografi Pendiri OYO Ritesh Agarwal Booking Hotel

Biografi Pengusaha Ritel Agarwal

  
biografi pendiri aplikasi oyo
 
Pendiri aplikasi OYO berikut perjalanan sejarahnya. Pria tersebut bernama Ritesh Agarwal, memiliki passion di bidang internet. Bisnis online akan terus tumbuh dimana hal baru bermunculan. Ada bintang cerah di negara- negara berkembang, termasuk India. 
 
Ini menjadi daya tarik tersendiri di negeri asal Bollywood. Tiap orang baik muda maupun tuaberbondong- bondong. Di tahun 1990 an, bisnis berbasis IT telah menampakan satu geliat yang sama. Perusahaan berbasis teknologi, dan "rumahan" ala IBM atau Accenture sangat menginspirasi.

Pengusaha Muda Online


Pertumbuhan ini selaras dengan kehidupan masyarakat melek terknologi. Pengusaha muda satu ini, Ritesh Agarwal, 19 tahun, memiliki cerita yang kurang lebih sama. Lahir di era digital membuat Ritesh muda paham mengenai "bagaimana website bekerja". 
 
Tak perlu berlama- lama bocah 13 tahun ini telah berani untuk membangun bisnisnya. Hingga di umur 19 tahun, ia tercatat sebagai pendiri sekaligus CEO perusahaan internetnya sendiri, Oravel.com.

Itu adalah sebuah situs sosial media untuk berbagai layanan kamar. Sebut saja sosial medianya mereka yang memiliki penginapan, paket perjalanan, atau layanan privat lainnya. Ada dua hal yang menjadi motivasi menjadi pengusaha startup seorang Ritesh. 
 
Pertama, ia pernah bekerja sebagai salesman, menjual produk orang lain. Perjalanan menjadi satu hal yang wajib baginya meski masih 13 tahun. Kedua, kenyataan bahwa pelayanan dalam satu perjalanan itu sangatlah buruk.

Suatu saat dia harus ke tempat yang tak nyaman dan menjual lebih banyak. Atau kebalikannya tempat yang nyaman tapi menjual lebih sedikit. Perjalanan panjang sebagai salesman inilah yang menginspirasi berdirinya Oravel. 
 
Ia berhasrat menciptakan sebuah sosial plaform untuk kita berbagi informasi tentang tempat dan layanan terbaik di India.

"Beberapa masalah umum adalah pendanaan, pemasaran, menjangkau pemilik properti dan investor. Aku punya reaksi beragam dari teman dan keluarga di sekitar saya, beberapa dari mereka percaya pada saya dan beberapa dikritik dan khawatir jika aku bisa membuatnya. Tapi sekarang mereka semua tersenyum dengan penghargaan," jalasnya.

Membangun bisnis tanpa dukungan finansial cukup sulit, seorang wirausahawan muda atau wirausahawan pelajar. Itu akan sangat beresiko. Anda tengah memasuki dunia yang saling berlomba dimana ketepatan jadi satu faktor. 
 
Beberapa hal yang mendukung akan menjadi taktik jitu. Wirausahawan pelajar umumnya akan gagal pada dukungan -dukungan mental dan finansial. Apa yang mereka harapkan dari bocah 13 tahun? Ini mungkin menjadi perhitungan kamu memulai.

Sejarah OYO

 
 
Tapi memulai bisnis lebih awal berarti menjadi sukses lebih dini.

Di India yang menjadi faktor landasan nilai dimana semua bergantung pada pendidikan universitas. Tidak ada yang bisa disalahkan ketika memilih pendidikan atas kewirausahaan. Namun orang tua pasti akan sadar jika kita berusaha meyakinkan mereka; ada peluang disana. 
 
Di tahun 2013, Ritesh memasukan proposal bisnis Oravel ke Thiel Fellowship, sebuah ajang kewirausahaan di bidang teknologi. Pesaingnya sangatlah berat yaitu dari berbagai negara besar, namun Oravel masuk dalam salah satu kendidat final.

The Thiel Fellowship adalah sebuah program dua tahun dimana rekan-rekan akan menerima $ 100.000 dan bimbingan dari jaringan yayasan pengusaha teknologi, investor dan ilmuwan (termasuk orang-orang seperti Mark Zuckerberg, Larry Page, Elon Musk dan jelas Peter Thiel). 
 
The Fellowship didirikan oleh kapitalis ventura Peter Thiel untuk memberikan mereka anak muda di bawah usia 20 alternatif selain melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Mereka diajarkan untuk mengejar ide- ide inovatif dalam ilmu pengetahuan dan bisnis. 
 
Dalam kebanyakan kasus ini berarti menjatuhkan pilihan untuk keluar dari sekolah tetapi ada hal-hal yang tentu lebih besar untuk mereka para finalis. Karena batasan umur harus dibawah 20 tahun setidaknya ada kompensasi dari umur mereka; mereka masih bisa mengejar pendidikan nanti. 
 
Ritesh pergi ke perguruan tinggi untuk jangka waktu yang sangat singkat dan tidak pernah kembali; tepatnya, ia menghadiri kuliah selama 2 hari.
 
Catatan: artikel asli dipublish pada 2014. Ritesh Agrawal merupakan pendiri aplikasi OYO. dan jadi pengusaha muda terkaya di India.

Bisnis Bahan Makanan Tempe Pengusaha Muda

Profil Pengusaha Benny Santoso

 

pengusahatempe.png
 

Pengusaha muda Benny Santoso menciptakan perusahaan startup unik. Bisnis bahan makanan tempe INI Tempe hasilkan aneka produk unggulan. Pemuda kelahiran Solo, 2 Oktober 1995, yang melihat bahwa tempe memiliki potensi bermacam- macam produk.

 

Dari tempe dikembangkannya menjadi aneka produk. Sangat melekat di hati masyarakat Indonesia, dari kelas menengah- atas hingga bawah suka. Rasa enak dan tekstur uniknya diterima lidah kita. Dalam perjalanannya banyak aneka olahan tempe khas daerah.


Bisnis Bahan Makanan

 

Harga murah ramah dikantong dapat ditemui dimanapun. Termasuk di mall- mall besar terdapat makanan tempe. Memang tempe kebanyakan dimasak monoton. Itu- itu saja, maka setiap kali sajian terkadang timbul rasa bosan.


INI merupakan kepanjangan dari Innovate New Idea (INI). Digagasa sejak 16 Desember 2016, dan Benny Santoso, pengusaha muda ini kembangkan utamanya Tempe Campur. "Kalau Bali mungkin terkenalnya nasi campur, tapi, kalau dikami terkenalnya tempe campur," jelasnya ke Tribunnews.com


Varian tempe campur antara lain keju, spirulina, orginal, wijen hitam, dan dan biji labu. Kemudian ia membuat kue kering tempe. Variannya empat macam, yakni kacang mete, coklat, jahe, dan kelapa. Dia juga membuat keripik, ada dua varian original dan blackpaper.


Kemudian dia membuat protein ball berbahan tepung tempe, kurma dan cranberry. "Lalu dalam waktu dekat kami akan perkenalkan tempe instan," ia melanjutkan. Dia menjual dari harga Rp.1500 sampai 65 ribu. 

 

Menurutnya produk tempe campur wijen hitam dan keripik tempe rasa black paper best seller. INI juga memproduksi emping singkong. Tujuannya sudah berkembang ingin memperkenalkan produk asli Indonesia. 


Pengusaha muda Benny Santoso bisnis bahan makanan tempe khusus. Dia ingin menyasar turis asing yang tertarik makanan khas Indonesia. Benny bekerja sama dengan puluhan retail baik di Bali maupun diluar Bali.


Di Bali sendiri, INI Tempe telah tersebar di lebih dari 20 toko retail, lalu ada restoran dan restoran. Diluar dia menargetkan lebih banyak dari 20-an. Kisah sukses INI Tempe bermula ketika dia masih bersekolah di STP Nusa Dua, Bali, dengan mengambil jurusan Culinary Management.


"Saya ingin menunjukkan ke masyarakat bahwa produk lokal itu bagus-bagus karena kebanyakan orang selalu mikirnya kalau produk asing lebih bagus," Benny menjelaskan.


Dia ingin mewujudkan rasa bangga akan produk tempe. Ia meyakini masyarakat akan bangga bahwa tempe dapat diolah apapun. "Saya juga ingin encourage ke orang- orang untuk bangga dengan produk lokal dan ayo beli produk lokal," lanjutnya.


Semangat kerja kerasnya mendapatkan apresiasi pembeli. INI Tempe disebut inovatif dan unik. Kan orang masih beranggapan tempe hanya diolah bacem, goreng tepung, atau diopor. Awalnya INI Tempe disukai warga asing, ketika ditawarkan ke masyarakat kita tetapi memang wisata Bali tengah lesu.


Dia tawarkan ke wilayah Jawa dan maka seimbangan antara keduanya. Semenjak pandemi Covid 19 sangat membuatnya memutar otak. Maka Benny lebih memanfaatkan penjualan melalui sosmed. Dan berkatnya, dia mendapatkan pesanan sampai ke Malaysia dan Papua.

Bisnis Software Cek Grammar Akurat 1Checker

 Profil Pengusaha Zhang Yichi


bisnissoftware.png

 
Bayangkan bisnis software cek grammer akurat.  Dikembangkan oleh dua lulusan Cambridge, siswa PhD -nya, 1Checker ditunjuk sebagai salah satu platform terbaik mengkoreksi kalimat. Ini menjadi alternatif bahkan disandingkan keampuhan Microsoft Spell Checker ataupun Grammaly. 
 
Sotware terbaik bahkan untuk bukan native bahasa Inggris. Startup bernama 1Checker, dan saudaranya 1Course, merupakan platform belajar bahasa asing. Yang utamanya mengkoreksi bahasa Inggris. Alat pengkoreksi bahasa Inggris ini. 
 
Dikenal sangat baik buat bahasa kedua dan membuat saran perbaikan akan grammer yang mana sangat memalukan.
 

Membangun Bisnis Software


Kedua software dikembangkan oleh Greedy Intelligence, startup berbasis London, mendapatkan satu pendanaan Seri A, dari Cambridge Enterprise. Merupakan channel pendanaan pihak dari Universitas mereka. Sosok dibaliknya bernama Yichi Zhang, yang sudah mengerjakan 1Checker sejak 2007.

Ketika belajar PhD untuk software engineering di Cambridge. Zhang menemukan orang China, yang tidak biasa menggunakan bahasa Inggris,, Dia menemukan orang kesukaran mencari software untuk mengecek tulisan mereka. 
 
Padahal mereka harus memasukan surat tetapi menemui banyak error spelling dan grammar. Inilah yang mendasarkan Zhang. Kesulitan seperti, ambil contoh, menulis "red big bag" tetapi malah menulis "red bag big", terlihat sepele tetapi sangat menganggu. 
 
Kebutuhan proofreading software inilah membuat 1Checker fokus Zhang. Kebingungan akan kata sifat atau adjectives. Terutama komplek jika menyangkut dua atau lebih kata dalam satu kesatuan. Kebanyakan kesalahan tidak ada pada pengguna bahasa Inggris. 
 
Zhang juga memberikan koreksi untuk sesuatu detail seperti "affect" atau "effect". Zhang mengembangkan bersama CTO Greedy Intelligence, Lin Sun, bersama dengan beberapa orang China lain lulusan Cambridge. 
 
Mereka mencoba banyak alogritma yang meledak pada 2009 silam. Yang menjadi seimbang antara mengkover dan mengkonversi kalimat.

"Kami menjaga akurasi hingga titik tertentu sambil mengembangkan bahwa software ini akan bisa memahami error khusus non- native speaker," unggahnya.

Menggunakan sistem Artificial Intelligence, alogritma mereka tidak cuma sadar akan grammar rules, tetapi juga paham secara semantik dan kontektual dari keseluruhan kertas. Sistem dikembangkan bisa mengetahui kesalahan kontektual.

Di tahun 2010, pihak Greedy, memenangkan 5000 pound untuk Cambridge University Entrepreneurs dan akhirnya mendapatkan pendanaan dari Cambridge Enterprise. Uang tersebut digunakan untuk mengembangkan free product untuk 1Checker.

Sebelumnya, beberapa tahun yang lalu, Zhang mengembangkan produk berbayar 1Course. Mereka menawarkan latihan TOEFL, GRE, GMAT, dan standarisasi lain untuk Inggris aktif, dan software 1Course lebih mengutamakan perbaikan untuk non- native English. 
 
Lebih ke mendukung thesis, meterial, dan konklusi. Keunggulan 1Checker ada pada grammar, pemahaman akan keselahan umum non- native, hingga memiliki perpustakaan besar akan kosa kata dan struktur kalimat. 
 
1Checker menawarkan konsep gratis. Yang mana alogirtma AI akan belajar dan semakin memperbaiki kekurangan dari 1Checker sendiri. Menggunakan sistem kata mana yang lebih banyak dipilih. 1Checker sangat menjaga privasi. 
 
Jadi hanya belajar dari kebiasaan bukan menganalisa keseluruhan kertas. Mengikat pilihan kata bukan di kalimat kita. Tidak mempelajari subject atau tugas kita tetapi memberikan pilihan pembenaran saja.

"...kami tidak tertarik (akan data pribadi pengguna)," ujar Zhang.

Talenta muda China, Zhang Yichi, memang seorang komputer geek, tiba di Inggris untuk berkuliah di Cambridge University. Dia lulusan kampus elit Tongji University memilih jurusan ilmu komputer. Dia juga lulusan York University. Minatnya pada teori dan logika komputer hingga ke tanah Inggris.

Ia berharap akan bekerja sebagai peneliti. Hingga dia bertemu Sun Lin, yang mengajaknya ikut satu kompetisi Cambridge. Ide bisnis mereka bagaimana membuat English checker lebih baik dari milik Microsoft.

Pengusaha Developer Muda


Greedy sendiri merupakan perusahaan stabil. Dengan staf 26 orang, mereka menjadi suplier untuk software bahasa Inggris untuk pendidikan China. Umurnya 29 tahun, Zhang sukses bukan karena dia sendiri, tetapi kemampuannya membaca kebutuhan masyarakat China akan kursus bahasa Inggris.

Sosok Robin Li yang memberikan semangat generasi baru China. Mengatakan bahwa mereka pasti bisa membawa teknologi China ke arah baru. "Sepuluh tahun lalu hanya orang asing yang sukses," ia mengatakan. Sekarang orang China bisa setara untuk teknologi dan ekonomi pada umumnya.

Ketika pemerintah China merasakan gairah anak muda ini. Zhang tidak betah berlama- lama ada di Inggris. Dia membawa serta bisnisnya Greedy ke Hangzou. Dimana sekarang perusahaannya bisa dikelilingi setara perusahaan besar seperti Alibaba, Huawei, dan Natease.

Ide bisnis dari 1Checker karena Zhang sendiri frustasi akan Microsoft Word. Yang mana dianggapnya menghasilkan terlalu akademis. Dengan 1Checker pilihan kata lebih banyak termasuk arti tentang kata tersebut. "Kenapa tidak mengembangkan mesin koreksi kita sendiri," ucapnya bersama Lin.

Kebanyakan pengguna berasal dari China, tetapi tidak sedikit dari Malaysia dan Singapura. Dimana fokus mereka orang- orang yang sangat butuh bahasa Inggris. Mereka yang kesukaran karena bahasa Inggris menjadi bahasa kedua. 
 
Alogritma dikembangkan Greedy sangat cepat beradaptasi akan kebutuhan. Jadi bisa dibilang sangat bersaing dengan produk sejenis. Fokus mereka, orang luar negeri juga, yang ingin tulisan mereka dipublish secara internasional. 
 
Adanya sistem "phrase level inrichment" untuk meningkatkan pengecekan tingkat frase. Membantu pengguna memilih frase pilihan dibanding satu kata.

Sistem tidak menghakimi pengguna. Memberika pilihan logis memiliki landasan grammar jelas. Dia menjelaskan persaing utama mereka adalah Microsoft Word spelling. Kemudian platform online yang memberikan sistem anti- plagiat. 
 
Sistem 1Checker yang memberikan alternatif dirasa lebih cocok buat kita. "1Checker punya lebih, lebih dari jangkauan luas, khususnya kesalahan umum yang dilakukan oleh non- native speaker," unggahnya.

Mereka memiliki sistem data bernama corpora. Datang tersebut merupakan data server, yang berisi kesalahan yang dilakukan oleh non- native speaker. "Tim kerja kami paham betul rasa sakitnya jadi pengguna non- native speaker," papar Zhang.

Enrichment tool -nya akan belajar tentang kalimat kamu. Setiap kata sering dipakai akan mendapat saran dari mesin. Tujuannya memberikan kata alternatif dan memperkaya bahasa Inggris kamu.  Ia juga menambahkan mesin akan memberikan saran kontekstual bukan tekstual.

"Apa yang dibutuhkan non- native speaker adalah detail kalimat. Jika saya menulis sebuah surat di email, saya mungkin tidak punya banyak waktu untuk proofreading atau menulis ulang. Yang saya butuhkan adalah menulis 5 sampai 10 menit membuat tulisan saya terlihat seprofesional mungkin."

Kisah Pendiri Startup SehatQ Pengusaha Linda Wijaya

Profil Pengusaha Linda Wijaya

 

lindawijaya.png
 

Pengusaha Linda Wijaya merupakan sedikit dari banyak pendiri startup Indonesia. Simak kisah pendiri startup SehatQ  membangun kesehatan bangsa. Wanita memang sudah tidak boleh dipandang sebelah mata. Telah banyak mereka mendirikan perusahaan dan atau memimpi perusahaan.


Linda merupakan lulusan Master Industrial Engineering dari University Michigan. Ia mulai kembangkan aplikasi miliknya semenjak November 2018. Dalam kurun 10 bulan, dia bersama timnya gencar untuk melakukan perkenalan.

 

Layanan Kesehatan


Mereka juga terus melakukan ekspansi layanan. Peluncuran resmi aplikasi SehatQ baru di 25 September 2019 silam. Linda merupakan ibu dua orang anak. Merasakan keresahan begitu rumit birokrasi kesehatan kita. Sempat dia kesulitan ketika hamil besar, sementara anak sulungnya demam.


Pusing Lindah diminati aneka hal sampai akhirnya mendapatkan layanan. Padahal dia tengah hamil 8 bulan. Anaknya demam tinggi 40 derajat, jadilah buru- buru berangkat ke rumah sekit. "Tapi apa yang saya alami waktu itu benar-benar menyiksa, saya harus menunggu sampai 5 jam," kenangnya.


Hamil gede kan capek tetapi masih disuruh mengurusi persyaratan. Proses birokrasi menambah lama, padahal itu malam hari, udah gak ada orang ngantri tetap lama nunggu. Ini telah menjadi rahasia umum tantangan pelayanan umum rumah sakit.


Banyak kelengkapan administrasi sebelum dilayani dokter. Ia berharap, ada tempat lebih simple, yang enggak terlalu ribet, dan punya banyak waktu mengurus keluarga kita. Dengan SehatQ diharapkan tinggal one click layanan.


SehatQ lebih menyediakan open platform. Tidak menginginkan monopoli layanan. SehatQ dihadirkan berdasarkan kebutuhan pasien. Dalam kurun waktu 10 bulan, semenjak pertama diluncurkan platform SehatQ telah memiliki 3,2 juta pengguna. Linda pun menargetkan 6 juta pengguna hingga akhir 2019.


SehatQ memiliki fitur Chat Dokter dan Booking Dokter. Juga menghadirkan layanan konten kesehatan valid. Pasien dapat berhubungan chat dengan dokter di Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Konsultasi tidak dipungut biaya. 

 

Chat akan disimpan menjadi rekam kesehatan akun SehatQ dan menjadi catatan medis digital. Nanti dapat dicetak atau dilihat rekam medisnya. Booking Dokter memberikan informasi status dokter di rumah sakit atau klinik sekitar.


Pengguna dapat menentukan jadwal periksa tanpa tunggu lama. Ia mengingatkan bahwa keberadaan SehatQ bukan menggantikan dokter. Pengusaha Linda Wijaya bahkan berharap terjadi kerja sama dari berbagai pihak.


Kan tujuannya mempermudah masyarakat mendapat layanan. Dalam benaknya ada tiga holly trinity: pasien, asuranasi dan lainnya, dan pemberi fasilitas kesehatan. Dan Linda memperhatikan sekali tiga hal ke dalam aplikasi SehatQ.


Masalah keamanan data sudah terenskripsi demi keamanan. Ia memastikan bahwa SehatQ akan selalu menjaga data pasien. Fitur chat tidak dapat diakses kecuali oleh pasien dan dokter. Uniknya dokter tak diperbolehkan mendiagnosa secara online, dilarang memberi resep online, belum ada regulasinya.


Diceritakan bahwa SehatQ merupakan aplikasi self medication. Pengguana kebanyakan bukanlah dari mereka yang memembutuhkan resep dokter. Ada 60 sampai 70 persen penggunannya, yang adalah penderita penyakit ringan saja.


Ada 12 dokter bekerja sama dan 40 dokter akan bergabung pada 2019. Untuk Booking Dokter telah terintegrasi dengan 8000 pihak seluruh Indonesia. Pengusaha Linda Wijaya sendiri merupakan putri Teguh Ganda Wijaya. Seperti namanya dia adalah cucu dari pendiri Sinarmas, Eka Tjipta Widjaja.

Aplikasi JajapGarut Memudahkan Warga Garut Berbisnis

Artikel Bisnis: JajapGarut Garut Berbisnis

 

aplikasigarut.png

Aplikasi JajapGarut menjadi pertanda kebangkitan UMKM lokal. Mendorong memudahkan warga Garut berbisnis. Tujuannya mengajak pelaku usaha berbisnis di dalamnya. Disisi lain, memudahkan warga Garut buat berbelanja kebutuhan sehari- hari tanpa meninggalkan rumah.

 

Wakil Bupati Helmi Budiman menyambut baik. Warga Garut juga menyambut baik kedatangan aplikasi. Ia menjelaskan kembali, "fasilitasnya sangat memahami kebutuhan saat ini, apalagi dengan motivasi untuk mengangkat UMKM di Garut dan membuka lapangan pekerjaan."


Pengelola aplikasi JajapGarut Ryan Rauf mengatakan ini merupakan aplikasi loka. Didirikan oleh anak- anak muda asli Garut. Ini diharapkan menjadi jawaban warga memenuhi kebutuhan serba instan. Ryan bercerita aplikasi tersebut berawal obrolan kopi.


Ia melihat besarnya peluang bisnis kuliner warga. Permintaan warga akan kemudahan membeli juga meningkat. Kebutuhan yang harus dipenuhi UKM dan UMKM lokal. Hingga terlintas dia ingin sebuah aplikasi pasar online lokal.


"Makanan enak di Garut itu sangat banyak hingga di gang kampung juga banyak ditemukan kuliner enak," tuturnya.

Startup TheLorry Cerita Pengusaha Diko Merintis Usaha

Profil Pengusaha Alzamendi Oatryany

 
startupthelorry.png
 
Alzamendi Qatryany, atau Diko adalah pengusaha muda startup terbaru Indonesia. Kisah Dito merintis usaha startup TheLorry, bermula dari keinginan mengembangkan jasa logistik. Dito merupakan pegawai perusahaan logistik selama 5 tahun.

Pengusaha lulusan Multimedia University, Malaysia, yang benar- benar ingin mengembangkan model bisnis baru. Dito bahkan mau melanjutkan S2 jurusan Supply Chain Logistic pada 2022, di Monash University Australia.
 

Startup TheLorry

 
"Dunia logistik memang tidak asing bagi saya. Dari pengalaman itu, saya terapkan di TheLorry," lanjut Dito. Awal dia merupakan lulusan IT, namun mempertajam di jurusan logistik, Dito nampak telah paham apa akan dia kerjakan kedepan.

TheLorry sendiri berbasis di Malaysia awal. Ada 5 orang termasuk dirinya, mereka mengerjakan jasa angkut masa depan berbasis aplikasi. TheLorry tidak sekedar menjadi jasa antar barang. Melainkan spesial jasa angkut barang dengan ukuran basar.

Berbasis aplikasi TheLorry akan membantu kamu pindahan. TheLorry unggul akan pelayanan. Startup TheLorry telah memiliki roadmap jelas jasa mereka. Mulai dari mitra driver hingga kendaraan angkut disesuaikan kebutuhan pelanggan.

Kini, di Indonesia, TheLorry telah memiliki 5 cabang di Bali, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Bandung. Mitra angkut merupakan profesional. Sebelum direkrut mereka diberikan pelatihan oleh pihak TheLorry.

Dukungan termasuk mengenai kepribadian dan penggunaan aplikasi ini. Pertiga bulan mitra dibekali pelatihan baru pendukung. Sistem pembayaran berbeda menawarkan kemudahan dari kartu kredit, debit, dan lewat minimarket.

Nanti mereka juga akan memberikan opsi pembayaran lain. Dito menjelaskan mereka memberikan layanan asuransi barang diangkut. Banyak metode angkutan tengah digarap TheLorry. Jadi tidak akan terbatas mobil pickup atau mobil box, adapula engkel bak/box dan double bak/box.

"Mengenai harga, kami sangat memikirkan mitra dan konsumen. Kami ingin memiliki ekosistem lebih baik. Jadi, tidak muraha dan terlalu mahal," terangnya kepada Liputan6.com

TheLorry juga memikirkan mitra sopir. Bayangkan kalau terlalu murah, maka kasihan mitra, kualitas mereka akan ikutan menurun. Jasa angkutan barang tidak melulu mengurus orang pindahan. TheLorry juga memberikan layanan bagi UMKM, dari memindahkan sembako atau lainnya.
 
Jasa angkutan mereka menyangkup seluruh Indonesia. Biaya dihitung berdasarkan perkilo meter, mulai dari Rp.45 ribu per 5 Km pertama.  
 
"Saya tidak mau hanya dbilang seseorang No Action Talk Only, lebih baik saya memberikan contoh supaya menjadi dampak positif bagi karyawan lainnya," imbuh Diko.

Pegawai TheLorry merupakan anak- anak muda milenial. Diko mengatakan anak muda haus akan pengalaman. Dulu 5 karyawan sekarang dia memiliki 40 orang karyawan. Dalam pekerjaan dia selalu menekankan pegawai harus membuat raport.

Laporan pekerjaan berisi kinerja pegawai dalam sebulan. "Buat raport itu spele tapi sangat penting. Jadi saya bisa tau terget dan laporan karyawan," ia menjelaskan. Skema tiga bulan laporan akan lebih meningkatkan kinerja, sekaligus menjadi bahan evaluasi bersama.

Dito menerapkan tim TheLorry terdiri pegawai berpengalaman dan milenial. Banyak anggapan bahwa kaum milenial susah diatur. Nah, TheLorry menjebatani, yang berpengalaman akan memberikan suatu pembelajaran, sementara milenial akan lebih terbuka memberi masukan.

Prinsip kerja Dito adalah selalu berbuat baik, dan bekerja dimanapun. Harapannya adalah TheLorry akan membuka cabang di seluruh Indonesia. Pengusaha Diko merintis usaha startup TheLorry, telah melihat peluang jasa angkutan di Indonesia.

Moses Lo CEO Xendit Sering Dikira Orang Indonesia

Profil Pengusaha Moses Lo

 

moseslo.png
 

Pengusaha muda Moses Lo sering dikira orang Indonesia. Wajar karena Forbes menuliskan dirinya jadi orang Indonesia. Faktanya dia memang memiliki ibu orang Indonesia. Keluarga ibunya masih berada di Indonesia. Tetapi Moses sendiri merupakan warga negara Australia.


Banyak memang orang keturunan Indonesia bermukim di Australia. Tetapi kasus Moses pernah pula dianggap orang Amerika. Mungkin karena dirinya berkecimpung dunia startup. Tampat sepertinya khas orang- orang Amerika disana.


Dia juga berkuliah di Amerika. "Saya menempuh pendidikan di Amerika, mungkin karena itu mereka menilai saya orang Amerika," ujarnya. Walau begitu nyatanya Xendit merupakan startup Indonesia. Itu mendapatkan dukungan YCombinator.

 

Passion Entrepreneurship


Fokus Xendit memang mengembangkan bisnis kawasan Asia Tenggara. Bisnisnya mengenai platform pembayaran berbasis peer-to-peer. Karena startupnya bertertuliskan Indonesia, dan memang berbasis di Indonesia, maka Forbes tidak salah bila menyebutnya orang Indonesia.


Kehidupan Moses memang banyak mengenai entrepreneurship. Bahkan dia masuk ke sekolah yang mengajarkan mengenai kewirausahaan ini. Moses merupakan putra seorang ibu asal Indonesia, dan ayahnya merupakan orang Malaysia.


Orang tua Moses merupakan pengusaha unggulan. Ibunya bekerja office boy hampir seumur hidup. Tapi suatu ketika dia mempelajari pasar saham. Berkat saham menghasilkan uang lebih banyak. Dan dari sisi ayahnya, kakek Moses merupakan pengepul stik kayu dan menjualnya ke pasaran.

 

Kemudian kakek menjadi ahli membuat perhiasan. Berkat bisnis perhiasannya memiliki banyak uang, sampai mengirim ketujuh anaknya keluar negeri dan berkuliah. Ini merupakan satu langkah yang merubah satu generasi berikutnya.

 

Legasi itulah yang coba dikembangkan Moses. Alih- alih dia menjadi seorang profesional, keputusan akhirnya mendirikan perusahaan menjadi entrepreneur. Ayah Moses juga pengusaha mengikuti jejak ayahnya.


"Jadi saya sudah memiliki darah entrepreneurship ini di tubuh," ungkapnya, dalam sebuah wawancara ekslusif bersama justin.quest


Terlahir di Australia tidak memberikan peluang. Dia menemukan di sana kurang kultur teknologi. Dan alasan lainnya, market tidak memungkinkan mengembangkan bisnis teknologi. 

 

"Di sana tidak terlalu banyak kesempatan. Saya pikir satu hal, kulturnya, kedua, ukuran market yang tidak cocok buat kewirausahaan berbasis teknologi," Moses menerangkan.


Maka pilihannya bersekolah ke Amerikan merupakan kesempatan. Dia ingin belajar apa orang pikirkan mengenai ini. Moses mulai berkonsultasi dan segera berangka ke Amerika secepat mungkin. Tetapi inti dari semuanya berangkat ke Silicon Valley, mempelajari pola pikir, landasan kerja, mungkin mentor.


Bila beruntung ia mungkin menemukan mentor tepat. Sejak awal, memang terdapat dua kata dalam benak Moses, yakni "Fin" untuk financial dan "tech" untuk teknologi. Itu berkat penemuannya soal capital reverse system yang dipelajari lewat enslikopedia, lalu Wikipedia setelah ada.


Moses kutu buku mencari apa capital reverse system. Suatu titik dimana dia menyadari akan mendapat sesuatu, lalu Moses sadar bahwa, "oh saya benar- benar mendalami finansial dan menariknya ke arah ke sana."


Maka di Universitas, dia mempelajari mengenai sistem informasi, hingga muncul ide menggabungkan kedua hal. Namun dunia finansial memiliki legasi bagi pemain dulu, sulit dimana sistemnya pasti akan menentang ide Moses.


Sementara teknologi merupakan dunia penuh kesempatan. Teknologi akan membuka peluang seluas- luasanya. Buat siapapun, baik orang yang memiliki keluarga mendukung tetapi tidak punya akses ke bisnis, akan diberi kesempatan membangun legasinya sendiri dan merubah dunia.


Dalam benak Moses selalu melakukan terbaik mendapatkan informasi. Termasuk ia mencari referensi lewat ebook berbentuk PDF. Moses mulai melakukan finansial dan sistem informasi teknologi Tetapi Australia tidak memiliki startup pada jamannya.


Sebelum Atlassian -startup asli Australia, yang pendirinya empat orang, dan mereka ternyata mendapat beasiswa sama dengan Moses. Mereka bersama dalam kamar asrama mengerjakan sesuatu. Mereka selalu berbicara ide besar mengenai menjual software berbasis langganan.


Atlassian memberikan pelanggan setahun langganan untuk software. Alih- alih orang akan membeli satu kali Windows, kita bisa membeli software lebih banyak sekali bayar. Ada dorongan besar buat Moses ketika mendengar nama Atlassian.


Tips Co- Founder


Hasratnya akan mendirikan startup bergejolak terus. "Tetapi dari Australia, saya tau saya tidak akan bisa melakukan startup dari Australia," jelasnya. Karena marketnya kecil, dan FinTech belum menjadi sesuatu bagi masyarakat Australia pada jamannya.



Begitu sampai California dirinya mendapatkan instal ulang. Pengalaman merantau di Amerika seketika hilang di California, di wilayah Silicon Valley. Moses mulai membuat komputer. Dia merakit komputer kustom bagi temannya, dan ia akan menerima bayaran.


Dia juga memberi layanan memperbaiki komputer terkena virus. Moses dapat bayaran dari sana. Inilah cara Moses bertahan hidup diluar negeri. Dia diajarkan seseorang bernama Rob Chandra. Dia dulunya mengajar di Brakely, yang sempat menjadi cofounder Xendit, sekaligus mengajarinya mencari founder.


Moses sadar bahwa dia membutuhkan founder. Ada waktu dua tahun dimasa sekolahnya berbuat suatu kesempatan. Banyak orang akan berbicara kepadamu mengenai teknik. Menjadi mahasiswa jurusan engineering membuatnya dikenal.


Dia baru menemukan co- founder ketika bermain hacktakons atau hack days. Keduanya pernah dalam satu tim olahraga hacker. Moses dan rekannya pernah memenangkan perlombaan. Paling besar mereka pernah menang bahkan melawan Stanford.


Pada tahun keduanya dia dan rekan berulah berbisnis. Ketika perkuliahan mengajak para mahasiswa membuat proyek entrepreneurship. Maka Moses memasukan tugasnya mengenai Xendit. Tujuannya adalah menciptakan kombinasi antara teknologi dan finasial dalam transaksi digital ini.


Proyek tersebut masih mentah dia mengenang. Teman- temannya ikut membantu mengembangkan. Itu seperti proyek Power Point. Banyak orang membantu membuatnya bereksperimen. Menjadikan ini sebuah proyek akademis. 

 

Banyak profesor tertarik salah satunya, Rob Chandra, yang sangat membantu soal ide dan adapula sosok Robin Toby, yang ikut mengeksekusi dan membantu investasi. Mereka para profesor sangatlah informatif akan apa mereka coba bangun.


"Seperti ibuku katakan, mungkin kita bukanlah paling pintar, tetapi kita akan bekerja keras dan akan lebih mengalahkan kerja siapapun," ujar Moses. Ia percaya bahwa etik kerja, selain keberuntungan, merupakan fundamental dalam kesuksesan.


Bahkan dalam mencari pasangan, Moses menulis daftar dalam empat halaman, 32 kalimat apa yang dia inginkan dalam pasangannya. "Dan seperti saya mau, saya akan menikah, jadi sangat mirip seperti mencari co- founder," selorohnya.

Profil Gisneo Pratala Pengusaha Banyak Usaha

Profil Pengusaha Gisneo Pratala Putra

 

gisneopratala.png
 

Dirinya dikenal pengusaha banyak usaha. Profil Gisneo Pratala Putra sempat ingin menjadi penguasa dunia. Dia dikala masih sekolah dasar. Bertumbuhnya waktu, dia menyadari bahwa kunci kesuksesan terletak pada teknologi. Gisneo Pratala atau akrab dipanggile Neo mendirikan aneka usaha teknologi.


Menjadi technopreneur merupakan perjalanan panjang. Dia menjelaskan merintis semuanya. Dimana dia mendapatkan cemooh sepanjang perjalanan. Bayangkan Neo lulusan Universitas Gajah Mada, namun punya IPK 2.00, lulus 7 tahun, dan direndahkan investor.

 

Banyak Usaha


"Pernah nungguin investor 3 jam. Dia janjiin buat ngobrol 1 jam, terus dibilang kayak hidupmu sampah, idemu enggak akan berjalan di market," kenangnya.


Ia melanjutkan, "mending kamu enggak bikin startup!". Hinaan investor malah membuatnya semangat berwirausaha. Pengusaha muda Neo mulai bekerja keras kembali. Ia kembali menekuni idenya dan memperbaiki masalah.


"Aku digituin nggak sakit hati. Ya sakit dikit lah gitu, terus aku bilang oke ideku sampah. Terus sebaiknya gimana," ucap Neo, yang dikenal sebagai founder dan CEO Wideboard.


Widboard merupakan aplikasi menyatukan sistem korporasi. Sistemnya menguhungkan antar divisi dalam perusahaan. Aplikasi ruang buat sistem komunikasi terintegrasi baik email maupun data. Alat yang juga mampu mengumpulkan data dan kinerja pegawai real time.


Ia mengambil jurusan teknik mesin Universitas Gajah Mada. Sedari awalnya ia tidak menginginkan masuk teknik mesin. Maka Neo sudah memiliki pandangan tidak mengandalkan ijasah. Sudah ingin menyiapkan ancang- ancang menghadapi dunia luar.


Dia bahkan sadar sudah punya dua kemungkinan masa depan: Neo akan menjadi penjual pulsa. Atau terpaksa dia akan berjualan cilok. Tidak mau. Neo ingingkan perubahan besar dalam hidup. Kuliah di bidang tidak diminati alhasil Neo molor sampai 7 tahun.


Kerja keras mambuatnya diminati perusahaan milik negara. Sempat teknologi miliknya dipakai oleh PT. Kliring Berjangka Indonesia. Neo juga pernah menjabat anak cucu perusahaan milik negara, namanya PT. Garuda Tauberes Indonesia.


Kesuksesan tersebut makalah Neo diajak bergabung ke Citilink. Dia berkarier menjadi vice- president bidang teknologi informasi sejak Desember 2018. Neo miliki 38 kaos abu- abu. Menurutnya dalam sehari orang melakukan 3 juta kali keputusan.


Neo tidak mau menghabiskan waktu memilih pakaian. "Aku enggak mau repot- repot untuk nentuin aku mau pakai kaos apa. Jadi aku punya kayak gini itu setiap hari jadi aku tinggal pake baju yang sama celana sama," tuturnya.


Profil Gisneo Pratala


Neo semenjak kecil sudah menyukai bidang IT. Namun dia memplajari semuanya melalui otodidak. Untuk masakah komputer dia melalukan pembelajaran mandiri. Bayangkan masih kecil sudah pandai bahasa pemrograman.


Ketika masuk  SMP, Neo sudah mampu meretas komputer, ketika SMA dirinya sudah mampu dalam hal internet pusat. Dia mampu meretas router sekolah mati. Dia juga pernah sempat membajak sistem komputer kepala sekolah.


Lewat begitu Neo menikmati akses internet lebih cepat. "Jadi saya tetap lancar akses internet," terang Neo kapada Balairungpress.com. Pria kelahiran Solo, yang ayahnya merupakan pegawai Freeport, cerita bahwa waktu akan dilahirkan ayahnya naik pesawat.


Ketika hamilnya berada di ketinggian hingga turbulensi pesawat. Ayahnya lantas memberi nama yang berdasarkan suku Bugis, dan arti Kalimantan sendiri. Yakni bernama Gisneo berasal dari kata Borneo atau Kalimantan.


Begitu dilahirkan dia sempat tidak bernafas beberapa saat. Kemudia dia dimasukan inkubator dan kembali normal setelah 6 jam. "Kehidupan saya sebenarnya adalah keajaiban sejak awal," tuturnya.


Sempat inginkan mengembangkan dunia teknologi. Neo tidak pernah menutup kemungkinan lain. Seperti ketika dia memilih masuk jurusan teknik mesin Universitas Gajah Mada. Neo sempat ditawari beasiswa di luar negeri, di Jerman lewat Freie Universitat Berlin dan Fachoschule Aachen.


Dia tertarik ekonomi dan bisnis juga. Karena ayahnya menginginkan anaknya kuliah di Indonesia. Neo mengalah. Dia mengikuti keinginan ayahnya masuk ke Universitas Negeri unggul. Pilihan jurusannya antara ia menjadi dokter atau teknik mesin.


Neo setuju masuk teknik mesin. Masuknya gampang tetapi kalau keluar masih bingung. Neo sangat menyukai dunia bisnis. Dia sempat berjualan barang antik. Kemudian dia berjualan produk lain, sampai ikut menerima proyek dari dosen.


Dia sempat ditegur karena nilainya buruk. Tetapi Neo mampu menyelesaikan proyek memuaskan. Dia pernah berandai,"seandainya nilai itu dibayar pake cashback. Saya yakin nilai kuliah saya akan bagus." 

 

Neo sendiri mulai bosan berjualan barang dikala itu. Kemudian dia berencana kembali ke akarnya, yakni teknologi dan menjadi technopreneur. Pertama dia membuat game bernama Chip Champs. Ia lalu membuat aplikasi pencari nyamuk (MOLO, Musquito Locator).


Dilanjut Neo mendirikan Drops yang menjadi titik balik. Aplikasi Drops membantu mengurangi pencemaran air. Inilah yang kemudian dilirik Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan United Nation Global Pulse.


Kenapa dia memilih berbisnis internet ternyata berdasar data. Bahwa 88,1 juta penduduk Indonesia pengguna internet, dan 79 juta merupakan pengguna sosmed. Total pertumbuhan 15% pengguna internet, 10% pengguna sosmed, dan 6% pengguna smartphone.


Usaha rintisannya Circustudio dan Wideboard. Neo memiliki tim solid, Alfian, Dhafin, Ridwan, Rian dan Bintang. Mereka penyemangat Neo tetapi berbisnis teknologi. Neo pun menjadi konsultan bagi perusahaan lain, seperti PT. Indofood Sukses Makmur Tbk, dibawah devisi Bogasari.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba