Tampilkan postingan dengan label Ide bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ide bisnis. Tampilkan semua postingan

Vas Plastik Botol Bekas Bisnis Daur Ulang Untung Jutaan

Profil Pengusaha Achmad Iskandar


vas plastik daur ulang

Bisnis daur ulang ini mampu untung jutaan. Berkat kerja keras vas plastik botoh bekas menjanjikan rupiah. Inilah kisah pengusaha Achmad Iskandar. Idenya sederhana tetapi menghasilkan uang tidak sedikit. 

Ada kesibukan tersendiri di sudut kota Balikpapan kini. Pengusaha ini tengah sibuk- sibuknya mencari sesuatu di dalam tumpukan sampah. Tampak ada pria yang tengah sibuk mengumpulkan aneka ampah plastik. Pak Iskandar pun memisahkan sampah- sampah plastik tersebut ke karung tersendiri.

Sampah apapun bukan cuma botol kemasan air minum seperti biasanya, termasuk bungkus makanan ringan, termasuk juga bungkus kopi, atau apapun berbahan plastik. Ini kisah pengusaha kelahiran Muara Munta, 57 tahun silam,  Dia bukanlah sembarang atau sekedar pengepul sampah plastik. 

Sampah akan dimasukannya ke sebuah wajan berukuran sedang yang telah dipanasi dulu. Setengah jam kemudian sudah, Iskandar lalu mulai mengaduk plastik yang telah meleleh berbentuk pasta. Iskandar tengah melakukan satu proses daur ulang sederhana yang kita patut contoh

Pemilik Spesial Sambal Pengusaha Waralaba Miliaran

Profil Pengusaha Yoyok Heri Wahyono


pemilik spesial sambal

Bagaimana cara menjadi pengusaha waralaba miliaran. Inilah kisah pemilik Spesial Sambal. Dia yang berpikir bahwa orang Indonesia tidak bisa lepas dari sambal pedas. Siapa sangka dia mampu menjadi pengusaha miliaran rupiah. 
 
Di berbagai daerah, kita akan menemukan cita rasa sambal yang berbeda, dan dari sinilah; ide bisnis muncul. Biografi Yoyok Heri Wahyono melihat prospek tersebut dengan jelas. Spesial Sambal, apa yang membuatnya menarik di tangan Yoyok? 
 
Dia lebih memilih mencari resep aneka sambal dari penjuru Indonasi. Hasilnya dia menemukan 29 jenis sambal dan memilih fokus daripada membuat makanan.

Jual Arang Bambu Omah Arang Omzet 25 Juta

Profil Pengusaha Hidayat 

 
jualan arang bambu
 
Dia jualan arang bambu beromzet 25 juta. Bagaimana awal jual arang ala Omah Arang menghasilkan.
Usaha tersebut didirikan bersama dimana didirikan pada 21 Mei 2009. Sukses berkat mendapatkan pelatihan KDK (Kerabat Desa Kota). 
 
Produknya unik dan tak kalah dengan produk sejenis pabrikan besar. Tidak hanya punya fungsi tunggal namun macam- macam. Apakah itu? Arang bambu, produk sepele banyak manfaat jika kamu pelajari.

Pengusaha Tas Kulit Ular Eksotis Hasilkan 4,5 Juta

Profil Pengusaha Anto Suroto


pengusaha tas kulit ular

Kisah pengusaha tas kulit ular eksotis. Mereka memang memiliki pasarnya tersendiri. Pengusaha tas kulit ular ini mengaku, tidak mudah mengolah kulit ular dengan aneka persyaratannya. Industri rumahan ini memang tidak banyak terbayangkan oleh orang.
 
Alhasil Anto Suroto mampu menghasilkan penghasilan puluhan jutaan. Sukses berkat usaha kulit ular. Lebih tepatnya tidak hanya kulit ular sih. Tapi, ia menyamak berbagai kulit reptil untuk dijadikan berbagai produk. 
 
Produk yang dihasilkan bermacam, dari produk tas, pakian, aksesoris, dan juga berbagai produk lain.

Usaha Rumah Yogurt Bisnis Yogurt Modal Kecil 6 Juta

Profil Pengusaha Aditya Fajar


usaha rumah yogurt

Usaha Rumah Yogurt memiliki kisah unik. Bisnis yogurt yang bermodal kecil ini, cukup bermodal kisah cinta Jakarta- Bandung. Pekerjaan kantor membuatnya jenuh, meski telah mencapai kedudukan yang nyaman.  Aditya Fajar ingin mengelola usaha rumah yogurt sendiri.

Dia pernah berkerja sebagai marketing di salah satu perusahaan di Jakarta. Dari bisnis, beberapa kali bangkrut, Adit tertatih bangkit berbisnis lagi dan lagi. Di ujung fajar, dia mendapat hidayah berbisnis yogurt sebagai usaha sampingan.

Bisnis Yogurt Modal Kecil

 
Kisah cinta membawa Aditya Fajar, pria kelahiran Jakarta, sampai ke kota Bandung, Jawa Barat, ke rumah pujaan hatinya. Dia menemukan ide bisnis tersebut disini, ketika telah membina rumah tangga sendiri. Dia yang pindah dari Jakarta ke Bandung, memilih resign kerja dan memulai usaha.
 
"Sekitar 2008, pasca pernikahan, saya memulai bisnis ini," kenangnya  Awalnya Adit cuma ingin memberdayakan ibu sekitar rumah. Dia berpikir daripada mereka sibuk hanya menonton sinetron, kenapa tidak membantunya menjalanka usaha sendiri. 
 
Ini bukan perkara mudah loh, Adit memulai tanpa tau seluk beluk cara pembuatan yogurt. Dia berharap melalui mengikuti pelatihan mandiri, akan membuatnya bisa jago bikin yogurt. 
 
"Saya kursus membuat yogurt 1,5 tahun dari teman saya, orang perancis. Memang tidak mudah, saya pun awalnya sering mengalami kegagalan," ujarnya berkisah.

Membuat yogurt tidak bolah sembarang atau akan berubah menjadi racun. Bisnis ini merupakan bisnis sehat butuh kemahiran khusus di setiap prosesnya. Adit telah merasakan sendiri susahnya menyiapkan bisnis barunya ini.

Saat itu, yogurt buatanya diberi nama delicieux dipasarkan melalui sistem bagi hasil. Pelan tapi pasti bisnisnya mulai bangkit. Peminat yogurt miliknya mulai bertambah, tak mau lekas puas; Adit beserta istrinya, Tarie, membuka kedai kecil khusus menjual yogurt produksinya.

Namun tidak selalu nasib baik, usahnya mengalami kebangkrutan. Apa salahnya? Adit berkesimpulan bisnis miliknya tidak menutupi biaya operasional atau over budgeting. Konsep bisnis bagi hasil yang dijalankan kurang mendapatkan sokongan hingga tombok.
 
"Tahun 2009, saya dan istri akhirnya pindah ke Jakarta. Bukan hanya itu, saya pun membawa pindah bisnis itu ke Jakarta dengan nama baru Rumah Yogurt," ucapnya
 
Kegagalan membuat Adit belajar banyak, bagaimana memperbaiki semua tentang bisnis, dari produksi hingga finansial. Hingga akhirnya, cahaya sukses itu datang menghampiri. Dia memutuskan keluar dari kerja, memilih fokus hanya pada bisnis yogurtnya.

"Saya keluar kerja berarti penghasilan nol. Saya bertekat mebangun bisnis yogurt ini dari nol lagi, waktu dan pikiran saya akan banyak habis mengurusi bisnis ini meski modal seadanya, 2 juta rupiah," ucap Adit berapi- api.

Otomatis dia pengangguran berharap kepada tidak kepastian. Bayangkan dia tidak menghasilkan uang sama sekali. Malahan dia harus merogoh kocek 2 juta untuk tambahan. Pilihan keluar dari pekerjaan berarti tidak adanya penunjang hidup.

Itu juga berarti tidak adanya pendukung dalam berbisnis. Ya, secara matematis tidak ada lagi modal selain uang 2 juta rupiah ditanganya, bahkan bila terbentur masalah lagi, yah, dia resmi bangkrut kembali. Adit hanya bermodal ketekunan serta pantang menyarah membangun dari yogurt dari nol.

Semenjak resign kerja, untuk menjalankan usaha, Adit merasa bisa lebih fokus daripada sebelumnya. Kini, meski baru seumur jagung, bisnisnya mulai memperlihatkan arahnya. Dia berkata untungnya sudah bisa mencapai 6 jutaan sekarang.

Meski masih tergolong industri rumah tangga, tapi dia merasa uang itu bisa menutupi keputusannya. Dia merasa uang satu bulan enam juta sama dengan gajinya selama tiga bulan. Bahkan dia sambil bercanda "Bisa dikerjakan sambil tiduran," selorohnya tertawa.

Pemasaran sekitar Jakarta terus ditingkatkan, hingga mampu mengahasilkan lebih dari 150 cup per- hari. Dia yakin terus berusaha mengembangkan pemasaran. Yogurt yang dijual seharga 6.000 itu sudah memanggil tidak hanya pelanggan dari Jakarta tapi juga Bandung dan Bekasi.

"Mudah- mudahan, saya bisa mengembangkan bisnis ini menjadi besar. Karena bagi saya, tidak ada pilihan selain sukses!" tutupnya

Pensiunan PNS Menjadi Pengusaha Budidaya Alpukat Miki

Profil Pengusaha PNS Suharno


pensiunan pns jadi pengusaha
 
Orang bilang jadi PNS enak punya penghasilan tanpa kerja. Kemudian pensiunan PNS ini menjadi pengusaha budidaya Alpukat Miki. Padahal Suharno mendapatkan jatah bulanan penghasilan. Alasan memilih wirausaha karena ingin tetap produksi di masa senja.

Mantan Pejabat Lingkungan Pemkab Banjarnegara, Jawa Tengah. Jabatan terakhirnya adalah Asisten 1 Sekertaris Banjarnegara. Kini disibukan pekerjaan barunya menjadi pengusaha. Dia membudidaya alpukat miki, melalui tanah miliknya di kawasan Komplek Perum Limbangan Baru.
 

Menjadi Pengusaha


Pensiunan PNS ini menjadi pengusaha selepas 2012 silam. Sibuk menggeluti usahanya karena sangat senang. Dia pandai memilih bibit- bibit tanaman unggul Salah satunya ya alpukat mini miliknya yang terkenal laris.

"Saya menyukai bercocok tanam sejak SMP," ia menambahkan. Dan lingkungan Suharno S.Sos yang memberikan dukungan. Keluarga memang senang dengan tanaman menghijaukan. Jika dulunya dia hanya lakukan untuk hobi, sekarang diseriusi sebagai usaha.

Sebagai catatan bahwa budidaya alpukat miki laris. Pasarnya tidak hanya dijual dalam negeri tetapi dijual ke luar negeri. Pasar ekspor- impor sudah ada ditangan pensiunan PNS ini. Suharno sekarang menjabat sebagai ketua harian HKTI Banjarnegara.

Alpukat Miki merupakan bibit varietas unggulan dataran rendah. Bibit ini dikembangkan oleh pihak Pusat Kajian Buah- Buahan Tropika ITB. Peneliti ITB Dr. Sobir berserta tim peneliti menghasilkan bibit alpukat yang sifatnya besar dan lembut.

Berat alpukat Miki mencapai 400- 600 gram dan produksi di usia tanaman 2- 3 tahun. Usia generatif tanaman ini pada usianya 5 tahunan. Sifatnya genjah sehingga unggul dibanding alpukat lain. Rasa dihasilkan alpukat pulen dan manis enak.

Umumnya berbuah satu kali dalam setahunan saja. Sedangkan alpukat Miki menghasilkan buah tiap tahunnya. Alpukat hijau ini menghasilkan domplan yakni rindah dan lebat buahnya. Alpukatnya juga mengkilat lebat diujungnya jadi menyenangkan.

Buahnya tebal berwarna kuning cerah ketika dibuka. Walaupun buahnya manis tanpa getir dan tahan hama. Buah alpukat ini sangat kuat jika digigit ulat buah. Kulitnya kuat tebal tidak mudah untuk bisa ditembus.

Pohon ulat juga dimangsa ulat utamanya jenis Cricula Trisfenestrata. Daun alpukat juga tidak cocok buat penceranaan ulat. Hati- hati karena ini juga berpengaruh kepada hewan sapi atau kambing. Ini sering disebut alpukat mentega sangat direkomendasikan untuk dibudidaya oleh masyarakat.

Cocok buat budidaya dataran rendah berkualitas prima. Produksi banyak meskipun usia masih muda. Ini merupakan kesempatan bagi pensiunan PNS juga.

Pensiunan PNS Tetap Produktif

Apakah syarat menanam alpukat Miki, adalah dataran tinggi setinggi maksimal 1.500 meter di atas permukaan laut. Cocok ditanam pada wilayah tropis maupun sub- tropis. Tidak masalah ditanam di tanah remah maupun tanah berlempung.

Kondisi penanaman tidak butuh cahaya matahari intens. Budidaya alpukat mentega memang mudah. Suharno menambahkan dia mendapat bibit lewat okulasi. Menurutnya ini merupakan cara terbaik mendapatkan bibit.

Bagi kamu yang berminat budidaya alpukat Miki. Jangan segan datang ke tempat Suharno untuk belajar. Juga memberikan layanan bibit unggulan untuk ditanam. "Kami akan berbagi ilmu, bagi yang ingin praktis saja kami menyediakan bibit siap tanam," ujarnya.

Teknik digunakan untuk menanam alpukat Miki. Adalah teknik okulasi yakni menempel batang ke pohon alpukat lain. Penyambungan dilakukan saat usia benih dua bulan dan tinggi 60 cm. Kenapa pensiunan PNS ini menjadi pengusaha budidaya alpukat.

Dia menjawab kegiatan bercocok tanam menekuni hobi. Selain itu kegiatan ini akan menghindarkan dia dari pikun. Memberikan dampak positif bagi kesehatan orang tua. Untuk teknik okulasi sendiri sangat membantu agar rasa tidak berubah.

Di usia senja sekarang 50 pohon saja sudah cukup jadi jaminan. Ayah dari dua putra dan dua cucu ini juga membudidaya pisang rajalawe. Pisang kondang dari Banjarnegara, buahnya panjang dan manis cocok dijadikan tanaman buah.

Dari jenis Euclyptus cocok untuk dataran tinggi seperti Dieng. Suharno juga membudidaya buah lain yakni jeruk keprok. Dia juga mengembangkan buah jambu air Deli Hijau. Segmen pasar yang dia target adalah mudah dijual, dan menghasilkan untung dibanding buah umum.

Raja Studio Foto Bogor Bisnis Fotografer Keliling

Profil Pengusaha Khaidiri


raja studio foto bogor

Siapa sangka bisnis fotografer keliling ini menjadi legenda. Raja studio foto bermula hobi menjadi nomor satu di Bogor. Hobi jadi bisnis mungkin cocok bagi pengusaha satu ini. Sosok pengusaha yang bukan apa- apa, kini bisa jadi raja. Raja studio foto tepatnya. 
 
Namanya Pak Khaidir, wirausahawan studio foto yang mempunyai 250 studio foto. Outlate fotonya tersebar di kawasan Bogor. Bicara berapa omzet -nya, tak tanggung- tanggung, ia menghasilkan 15 miliar rupiah. 
 

Inspirasi Raja Studio Foto

 
Padahal di tahun 1982, Khaidir hanyalah seorang fotografer keliling yang menjajakan fotonya di kawasan Kebun Raya Bogor. Omzetnya sih besar tapi bukan perkara mudah membangun bisnisnya. Bukan candi yang dibangun semalam. 
 
Ia harus menabung sebagai fotografer keliling selama 2 tahun. Khaidir mengumpulkan 600 ribu untuk modal bagi usaha studio fotonya. Abadi Photo pertama didirikan bermodal 600 ribu, yang disewanya sebuah kios, seperangkat kamera studio standar, dan seperangkat kamera luar sederhana pula. 
 
Semua- muanya memang sederhana diawal. Dia merupakan contoh pengusaha yang percaya efek domino. Margin besar bukanlah yang utama bagai usahanya di awal. Semua mengalir apa adanya ketika pertama kali membuka studio foto. 
 
Yang penting dia sudah untung tanpa menghilangkan pelayanan maksimal. Selama pelayanan itu terbaik maka pelanggan akan datang dengan sendirinya. Siap yang tidak akan jatuh cinta jika pelayanan baik. Meski bermodal kamera yang standar Khaidir tetap percaya diri.

Ujian pertama yang dilalui Khaidir yaitu ketika melawan pesaing yang mapan (lebih bermodal). Kala itu, ia punya rencana untuk menjalin kerjasama dengan Modern Photo milik Fuji. Sayang, pesaing sudah memiliki lebih dulu hak cetak Modern Photo. 
 
Andai saja dia bisa lebih cepat pastilah usahanya yang diterima. Dia terlambat hingga tak bisa merasakan alat cetak cepat milik Modern asal Fuji tersebut. Untungnya, perlu kamu ketahui Modern Photo punya satu buah kebijakan bekerja sama. 
 
Mereka akan memberikan hak cetak untuk yang lebih dekat dari 1 km. Merasa dirinya pantas dengan klausa itu. Serta usaha fotonya memang lebih beromzet baik dari sang pesaing itu. Khaidir tak pantang menyerah. Walau terkesan ngotot ia mengajukan banding berkat klausa tersebut. 
 
Dia meyakinkan bahwa dia lah yang pantas untuk peralatan canggih Modern. Berkat kegigihan itulah ia berhasil mendapatkan hak cetak Modern. Dia kini dilengkapi peralatan modern canggih besutan Fuji.

Pada tahun 2006, Khaidir tercatat memiliki 250 studio foto dikawasan Bogor. Prospek yang bagus dimana banyak wisatawan di sana menambah pundi- pundinya. Namun, sekali lagi, ia menegaskan ini bukanlah soal uang tapi pelayanan maksimal. 
 
"Kalau kamu memberikan yang terbaik pastilah hasilnya pasti juga akan lebih baik," begitu kiranya.

Facebook: Abadi Photo Studio

Pengusaha Cilik Temukan Permainan Kartu Satu Juta Dollar

Profil Pengusaha Cilik Anshul Samar


pengusaha cilik anshul samar

Pengusaha cilik ini temukan permainan satu juta dollar. Ceritanya Anshul Samar masih bersekolah di Lawson Middle School. Ketika dia menemukan permainan yang akan merubah hidupnya kelak. Dia menemukan Elementeo. Permainan kartu pertarungan yang memakai konsep tabel periodik.

Elementeo menawarkan konsep kimia menjadi karakter rekaan. Mereka akan ditarungkan memakai unsur- unsur kimiawi. Di umurnya ke 13 tahun, ia telah menjadi seorang CEO dan mencoba mencari modal berbisnis. Perusahaan Elementeo mendapat modal start- up senilai $1 juta, dan lalu membesar.

Menjadi Pengusaha Cilik

 
Investasi besar menjadikanya bisnis revolusioner di Silicon Valley. Keluarga begitu inspiratif bagi hidupnya dan bisnisnya. Ketika permainan dibuat, keluargalah yang pertama mencoba dan suka. Dia dan keluarganya bahkan keasikan bermain meski tujuan awalnya hanya mencoba permainan ini.

Kakak wanitanya membantu penjualan melalui pemesanan online di website perusahaan. Ayahnya, seorang pebisnis software banyak membantu saran akan resiko bisnis. Anshul lalu tengah disibukan mencari tau bagaimana caranya menyusun eksekutif di sebuah perusahaan A dan C.
 
 Melalui halaman website Elementeo.com, pengusaha muda ini menjelaskan bagaimana penemuannya dimulai. "Musim panas yang membosakan ketika kelas 4. Saya menyukai permainan kartu, tatapi ketika saya mengajak orang tua untuk bermain; mereka berkata permainan ini tidak mendidik," ingatnya.

Di kelas 6, ia menyadari tentang serunya bermain tabel periodik. Bersumber teori kimia itulah, dia mulai menggabungkan antara imajinasi dan science. Ketika membaca buku kimia, ia melihat tabel itu lalu menulis properti tiap element dan menambahkan unsur lain seperti alur cerita.

Ilustrasinya tidak pernah jauh dari logika kimia dasar. Anshul membuat setiap element dalam tabel ke permainan kartu. Elementeo merubah sifat oksigen menjadi kakek tua bernama oksigen pemberi kehidupan, hidrogen menjadi putri hidrogen, dan fosfor menjadi burung Phoenix api.

Permainannya terdiri 102 kartu, dadu, dan papan permainan. Pemain akan menjadi dua penyihir penghendali element. Permainannya cenderung komplek sehingga membutuhkan dukungan keluarga. Ini permainan untuk yang berumur lebih dewasa.

Pemain akan lebih mudah paham serta mampu mengembangkan berbagai strategi. Ia bekerja sama dengan sekelompok artis menciptakan ilustrasi setiap kartu. Mereka adalah sekumpulan artis yang berasal dari Michigan, LA dan Buenos Aires mengembangkan permainan kartu lebih tampak nyata.

Anshul kemudian menyerahkan karyanya ke FedEx Kinkos lalu diprint. Elementeo mendapatkan suntikan modal senilai $500 dari California Associated for the Gifted, dan menambah rasa percaya dirinya. Permainan ini kemudian diberi nama Elementeo.

Sambil mengembangkan permainan Elementeo, Anshul didiagnosa menderita penyakit paru- paru langka. Penyakitnya membuat paru- parunya berdarah sehingga mengurangi kapasitasnya. Ia masih mengerjakan permainannya, dan menjadikan itu sumber energinya untuk bertahan. Dia mengingat ketika kelas sembilan, meproduksi kartu Elementeo hingga 5.000 lembar di garasinya.

"Saya masih sangat merasakan rasa senang ketika permainan ini diproduksi, dan menyenangkan hati keluarga ku bahwa Amazon banyak memesan banyak kartu- kartu tersebut ke gudang mereka," ingatnya.

Permainan pertama miliknya dijual melalui Amazon, The Exploratorium, The MIT Museum, dan beberapa toko di US, UK, dan Kanada. Di Elementeo, setiap element akan berbentuk sesuatu atau seseorang. Tiap kartu akan memiliki fungsi, dan mempengaruhi element- element lain.

Ambil contoh, ada Oksigen yang akan membuat karat pada besi, monster tembaga bisa mengejutkan element lainnya, dan Jin Helium membuat kartu element lain terbang. Tujuan permainan ini hanyalah satu yaitu membuat elektron musu menjadi nol.

Permainan ini terbagi atas element, compound, dan kartu alchemy (kartu spesial termasuk black hole dan nuklir). Elementeo v1 terjual semua di musim panas 2011, dan versi kedua nya diluncurkan dengan beberapa tambahan pada awal musim panas 2012.

Elementeo untuk Apple telah diluncurkan di Apple App Store pada 14 April 2012. Dimana, tiap pemain akan membuat kartunya sendiri dari aplikasi. Pengusaha cilik ini temukan permainan kartu satu juta dollar.

Buka Usaha Kursus Stir Mobil Kamu

Artikel Bisnis: Prospek Usaha Stir Mobil

 
usaha setir mobil
 
Mau buka usaha kursus stir mobil. Beda dengan Indonesia dimana kursus mobil tidak masuk dalam kurikulum. Disini, apa saja bisa jadi bisnis, dan bisnis pelatihan mengemudi bisa jadi ide bisnis. Kan sudah banyak dijalanan tuh. Tapi, kamu perlu ingat bisnis juga tentang memberikan suatu nilai berbeda.

Kembali ke bisnis kursus stir mobil. Prospkenya orang butuh waktu berbulan- bulan untuk berlatih sendiri. Ditambah tidak semua mobil bisa digunakan pemilik. Kamu cukup fokus pada hal ini. Tak jarang dalam satu usaha stir mobil, orang memberi berbagai kursus dengan mobil berbeda. 
 
Ada setidaknya dua jenis mobil yang kamu harus miliki: mobil otomatis atau manual. Lembaga kursus stir mobil ini masih bisa dikembangkan lagi.

Bisnis ini bisa dimulai dengan satu modal mobil. Atau, kamu bisa menggabungkan dengan bisnis penyewaan mobil. All in one solution. Berikut apa yang kamu butuhkan jika memulai bisnis kursus mobil dari nol:

1. Kamu menyediakan mobil untuk kursus. 


Kamu bisa menggunakan mobil pribadi kamu sebagai awalnya. Mobil yang digunakan tidak mesti baru ya. Mobil kamu harus terawat, bersih, dan nyaman. Jika tidak maka akan membuat kamu dicap tak profesional. Usahakan mobil itu merupakan mobil populer di masyarakat umu. 
 
Biasanya sih mobil kijang atau mobil keluarga yang bisa dipakai untuk apa saja. Jika di luar negeri itu biasanya ada tambahan rem, stir tambahan untuk instruktur.

2. Mempunyai instruktur atau pelatih yang handal, terampil, dan cakap. 


Atau, jika kamu cukup percaya diri, kamu bisa mengajari sendiri. Yang terpenting kamu punya pengalaman juga, ini prospek bagus bagi kamu yang pernah bekerja sebagai driver profesional. Instruktur juga termasuk handal soal rambu lalu- lintas. 
 
Memberikan pelajaran awal tentang berkendara harus masuk dalam kurikulum kamu. Sedikit tambahan dengan mengajarkan dasar penanganan mobil ketika mogok juga bisa. Kebanyakan bagi mereka yang memulai usaha ini cuma mengajarkan cara mengemudi saja.

3. Kurikulum jelas dan terencana


Seperti diatas ajarkan juga tentang bagaimana berkendara yang baik. Bagaimana menangani ketika mereka para murid dihadapkan pada posisi macet, bagaimana berbelok, bagaimana menaiki tanjakan. Kurikulum itu menunjukan profesionalitas kamu, dan itu menjual! 
 
Tawarkan konsep pembelajaran kamu tiap minggunya nanti, buatlah seolah kamu guru di sekolah. Ada standar operasional terencana.  Ajarkanlah teknik- teknik mengemudi dengan penuh kehati-hatian tanpa membuat mereka takut. 
 
Ajarkan cara mengemudi yang hemat energi atau eco-driving serta bagaimana agar mobil sehat, serta pengetahuan tentang aturan lalu lintas.

Ingat untuk mensurvei kawasan-kawasan yang dapat digunakan untuk berlatih mengemudi, seperti lapangan atau lahan parkir yang tidak terpakai, atau jalanan di komplek yang cenderung sepi di tengah hari. 
 
Cobalah berkerjasamalah dengan pihak kepolisian supaya mereka bisa memberi perhatian dan pengawasan ketika peserta kursus kamu berlatih di jalan raya. Cari tau apakah memungkinkan untuk memodifikasi mobil kamu dengan rem tambahan dan stir tambahan dari pihak kepolisian.

4. Cari tempat yang nyaman tapi menunjang.


Upayakan tempat yang menunjang berbagai cara mengemudi, bukan cuma lapangan luas. Buatlah seolah itu benar- benar keadaan nyata. Cobalah cek video kurikulum di luar negeri, tiru cara mereka mengajari dari tempat mereka mengajari. 
 
Gunakan komputer, administrasi, tenaga administrasi untuk mendukung kamu di kantor. Atau kamu bisa mengajak pasangan kamu ikut berbisnis. hehehe.

5. Promosi bisnis


Lakukan promosi di Internet. Cek apakah "kursus mengemudi" masih sedikit di Google. Kamu bisa saja ikut membuat website atau blog. Kamu juga bisa menggunakan sarana Facebook, gunakan penekanan pribadi melalui akun pribadi atau akun perusahaan. 
 
Buatlah diri kamu menjadi besar meski kenyataanya kamu baru saja memulai. Kamu juga dapat menawarkan jasa pendampingan ketika tes mendapatkan SIM. Operasikan kursus kamu secara fleksibel untuk memperluas pasar.

Contohnya, bisa saja merancang jam kursus sesuai dengan permintaan pelanggan di malam hari. Atau pun juga, kamu juga bisa membuka sekolah mengemudi online seperti keys2drive.com.au sebagai inspirasi.

Pacaran Sambil Usaha Jualan Kerupuk Rajungan Crabby

Biografi Pengusaha Hella Ayu Setyaninda


usaha kerupuk rajungan
  
Inovasi bisnis harus dilakukan pengusaha muda kita. Pacaran sambil usaha jualan kerupuk rajungan. Nyatanya Hella dan Dani mampu membuktikan. Bahwa pacaran tidak selamanya merusak hidup kita di masa depan. Jalani gaya pacaran kamu dengan kegiatan lebih baik seperti usaha jualan kerupuk.

Pacaran sambil usaha jualan kerupuk. Kedua sejoli asal Semarang ini sudah dilakukan sejak SMA. Sejak 24 Agustus 2014 silam, sudah bertahun- tahun merintis usaha tetapi belum menemukan titik suksesnya. Apakah keduanya menyerah, justru mereka menikmati setiap usaha dijalankan.

Ide bisnis usaha jualan kerupuk rajungan karena kesempatan. Bahwa Semarang termasuk daerah yang menghasilkan rajungan. Sebagian besar tidak diolah melainkan di ekspor langsung.

Pengusaha Muda Sejak SMA

Keduanya berpacaran sejak SMA sudah berwirausaha. Kedua pengusaha muda ini mengambil para rajungan kecil. Pasalnya mereka tidak layak ekspor dan dibuang nelayan. Mereka juga mengingat seorang importir asal Amerika pernah berkata, "jangan cuma mengirim rajungan mentah saja, tapi perlu diolah juga."

Kerupuk mereka komposisinya tidak cuma daging, juga cangkang. Diolah sedemikian rupa hingga menjadi kerupuk. Sumber rajungan dari nelayan asal Mangkang Wetan, Semarang. Daging dan kulit mampu mereka olah hingga menjadi kerupuk.

Mendapatkan bahan baku termasuk gampang. Cara marketing mereka memanfaatkan sistem reseller. Mereka menarget ibu rumah tangga yang butuh tambahan. Kerupuk rajungan mereka hingga kini sudah berproduksi hingga lebih dari 200- 300 kg per- bulan.

Untuk awal mereka hanya beromzet 10 juta keatas. Tetapi belum beromzet sampai 50 juta. Produknya ada dua macam mentah dan matang. Ukuran produk mentah 250 gram, 500 gram, dan 1000 gram. Lalu produk kerupuk rajungan matang antara 80 gram sampai 100 gram.

Mereka menggunakan pasir untuk menggoreng. Tujuannya mengurangi koleterol pada kepiting.Di tahun 2016 jumlah reseller mencapai 100 orang. Mereka ingin mencoba ekspor tetapi ada kendala produksi. Kan kalau ekspor membutuhkan ribuan kilogram untuk diekspor ke luar negeri.

Kerupuk yang kemudian diberi nama Crabby dipasarkan ke berbagai daerah. Mereka menjual dari Jawa, Sumatra, dan Papua. Untuk reseller kabanyakan dari Jawa Tengah. Pasangan pengusaha muda ini mengikuti berbagai ajang wirausaha muda, seperti Wirausaha Muda Mandiri.

Merintis Wirausaha Jualan Kerupuk Rajungan

Lantas bagaimana wirausaha muda ini melanjutkan usahanya. Proses dilalui Hella Ayu Setyaninda memang tidak menghianati hasil. Gadis 21 tahun asal Kendal yang yakin bahwa kunci sukses satu usaha ialah keuangan. Kesehatan keuangan akan mendorong perusahaan berkembang dan bertahan.

Hella hanyalah gadis kelahiran Kaliwungu, Kendal, 10 April 1994 ini. Adalah mahasiswa Semester 7 Universitas PGRI Semarang. Yang mana peduli akan keadaan lingkungan kawasan Mangkang. Dia bersama beberapa teman bermodal cuma Rp.5 jutaan saja.

Sebenernya dia sudah berbisnis kerupuk rajungan sejak lama. Awalnya keprihatian orang tua teman yang membuang rajungan kecil. Ia lantas memutar otak bagaimana caranya ya. Dia tidak mau tinggal diam. Akhirnya Hella memutuskan menjadikan itu kerupuk rajungan saja.

Awalnya kerupuk dibuat terlalu tebal potongannya. Akhirnya dia mengkonsumsi sendiri deh kerupuk tersebut. "Tapi saya terus penasaran, karena kerupuk rajungan masih langka," tuturnya. Sulung dari tiga bersaudara ini kemudian melanjutkan usaha jualan kerupuk rajungan.

Butuh waktu hingga dia mencapai titik sukses sekarang. Banyak pengembangan Hella lakukan agar sesuai trend. Butuh waktu sampai masyarakat sadar bahwa ini bukan kerupuk biasa. Harga jual dari kerupuk rajungan memang diatas rata- rata.

Agak mahal jadi membutuhkan waktu memasarkan. Ukuran 100 gram saja dijual lumayan mahal yakni Rp.55 ribuan. Usahanya dijalankan di kawasan Mangkang, Semarang. Perbulan Hella mampu memproduksi 100 kantung dan terjual habis.

Respon konsumen bagus dijual sampai Batam, Bali, dan Kalimantan. Dia termasuk wirausaha yang super mandiri. Pasalnya Hella tetap bertahan tanpa meminjam ke Bank. Sebenarnya sudah banyak Bank yang datang menawari. Melihat perkembangan bisnsi kerupuk Crabby, ia optimis mampu tanpa hutang.

"Saya sejak awal enggan berhutang ke Bank, meski banyak yang menawari," ujar Hella.

Kemampuan menjaga kesehatan keuangan dibutuhkan. Memutar uang menjadi modal kembali tanpa menghentikan pertumbuhan. Ia mengatakan bahwa "Tidak apa- apa jika harus ngirit dulu, saya yakin hasilnya segera menyusul."

Dari gaji pegawai, pengadaan, dan biaya oprasional dibuat sedemikian rupa. Yang dinilai bukanlah keuntungan dan modal, tetapi kemampuan mengoprasikan keuangan. "Sebagai pengusaha pemula saya bisa mengurus keuangan tanpa masalah."

Bisnis Ekspor Tepung Singkong Pengusaha Muda

Profil Pengusaha Annisa Pratiwi


pengusaha muda eksportir tepung
 
Umurnya baru 28 tahun tetapi sudah memiliki bisnis ekspor. Pengusaha muda  ekpor tepung singkong ke berbagai negara. Lalu bagaimana sih caranya Annisa Pratiwi memulai. Bukan hanya tepung dia sebenernya mengolah berbagai produk berbahan utama tepung.

Tidak cuma bahan singkong, Annisa juga membuat aneka olahan mie dari sayuran dan lain- lain. Dibutuhkan riset yang lumayan lama hingga sekarang. Dia mengaku butuh waktu hingga menemukan takaran yang pas.
 
Pengusaha muda 28 tahun lulusan Universitas Airlangga. Asal Pasuruan, dia dan suami mendirikan pabrik pengolahan tepung bernama Ladang Lima di 2012. Produk sehat yang bisa menjadi alternatif kebutuhan karbohidrat. Tepung singkong cocok dijadikan aneka kue ataupun mie pengganti gandum.


Rahasia Pengusaha Muda


Dia memasarkan produk Rp.25.000 per- kg. Omzetnya dalam tiga tahun sudah mencapai Rp.80 juta dan Rp.100 juta. Produk tepung singkong Annisa sudah tersebar di seluruh Indonesia. Mereka juga sudah mengeskpor sampai Singapura, Hong Kong dan Amerika Serikat.

Taukah kamu bahwa tepung gandum dan terigu itu berat. Pencernaan akan bekerja tiga kali agar bisa mencerna. Hasilnya tubuh akan menyimpan menjadi berat badan. Inilah yang kita sebut gluten atau zat pengikat. Agar terhindar dari kegemukan dibutuhkan gluten- free, nah apakah solusi untuk itu?

Tepung singkong memiliki sifat gluten free. Tetapi juga memiliki sifat seperti tepung terigu ataupun gandum. Jadinya kita bisa mengolahnya menjadi mie ataupun roti. Awal bisnis Annisa tidak mudah karena awam. Dia meriset sendiri apasih tepung gluten free dapat dikembangkan di Indonesia.

Terus bagaimana cara mengolah singkong. Nisa berburu singkong sampai ke pelosok desa. Sekalinya bisa membuat tepung dia harus memikirkan penjualan. Dipakainya pameran bisnis di Surabaya, dan hasilnya menggaet konsumen besar, yakni ibu- ibu beranak kebutuhan khusus.

Mereka butuh tepung buatan Nisa tersebut. Menurut ibu tersebut, dia harus siap membeli sampai ke Australia karena di Indonesia susah. "Saya sangat senang kerena kini beliau membeli tepung buatan saya," ujar pengusaha muda ini.
 
 Inovasi produk meliputi produk turunan dikembangkan. Agar tidak jenuh dibuat variasi rasa yang bisa dipilih. Ada basil dan garlic, coffee, ginger atau jahe, cheese, dan green tea. "Rasanya enak, tapi tetap sehat," ia menjelaskan. Konsumen terbanyak malah berasal dari luar Surabaya dan Pasuruan.

Ia menjelaskan lebih mudah menjual keluar. Tidak perlu mengedukasi karena masyarakat sudah tau. Ia mampu menjual lebih banyak. Tetapi tersebar karena pesaing lebih banyak juga loh. Ongkos kirim yang mahal menjadi kendala. Biaya kirim masing- masing memberatkan dia dan konsumen sendiri.

Sekarang dia memproduksi tepung gluten 20 ton perhari. Dia tidak menjual eceran. Dijualnya ke pasar swalayan dan toko pemasok di Surabaya, Jakarta, dan Bali. Dalam perkembangannya dia juga punya reseller di luar negeri. Bisnis ekspor tepung Singkong banyak order di luar negeri tidak lokal.

Gimana agar jualan laku diterima konsumen. Nisa mengembangkan kemasan sendiri. Agar bisa bikin orang tertarik setiap kemasan ada resep. Dia juga memasarkan melalui brosur dan media sosial. Dia dan Ladang Lima juga mengeduksi konsumen tentang tepung gluten.

Dia mengedukasi seperti menceritakan pengalaman konsumen. Seorang anak yang terlambat bicara, sejak konsumsi tepung ini anaknya sudah mulai bicara. Ada anak yang alergi tepung gluten, dan ketika mengkonsumsi tepung gluten free ini, tidak lagi mengeluarkan cairan dari hidunya.

Terget mendatang ialah sertifikat ISO internasional. Dimaksud untuk makin mempermudah ekspor ke luar negeri. "Saya ingin menjadi salah satu produksen yang ekspor tepung asli Indonesia rutin," ia menjelaskan.

Ia bekerja bersama suaminya, Raka, dan berbagi tugas bisnis. Nisa bertugas dalam hal pemasaran ke konsumen. Sedangkan Raka bertugas dalam hal produksi produk. "Sering beda pendapat. Tetapi selalu dipecahkan dan tidak sampai terbawa urusan keluarga," ia menambahkan.

Desain Produk Pengusaha Bambu Harry Anugrah

Profil Pengusaha Harry Anugrah Mawardi


mahasiswa itb pengusaha

Terbukti banyak lulusan ITB menjadi wirausahawan sukses. Salah satunya pengusaha bambu, Harry Anugrah, yang menekankan desain produk modern. Mahasiswa lulusan Institut Teknologi Bandung, 2009 silam, yang mengambil jurusan Desain Produk Fakultas Seni Rupa dan Desain.

Berkat kurikulum ITB memupuk para calon pengusaha maji. Kini, berkat program kewirausahaan ITB, Harry menjadi eksportir bambu ke Jepang. Berawal dari kegiatan mata kuliah. Bersama- sama beberapa dosen ITB, mereka mengajak mahasiwa untuk aktif mengamati kerajinan tradisional.

Produk Bambu Berkualitas

 
Mereka diharapkan mengamati dan mengembangkan sproduk baru. Harry dan kawan- kawan sedang bersama pengrajin bambu asal Garut, Jawa Barat. Bagaimana  kerajinan bambu tradisional jadi lebih bernilai. Berbekal coretan pena di kertas, para Dosen berharap mahasiswanya menemukan celah itu.

Harry didoktrin untuk merubah bambu menjadi produk tidak biasa. Jika biasanya bambu menjadi pagar rumah, atau bambu dipotong jadi tusuk sate. Ditangan anak muda bambu harus diubah menjadi hiasan mentereng kafe- kafe, atau dijadikan aksesoris eksotis wanita yang cantik.

Bersama mereka menghasilkan laporan penelitian. Sejumlah sentra bambu dikunjungi, dijajaki, hanya saja cuma menghasilkan makalah, jurnal, atau poster ilmiah. Tidak pernah menghasilkan keuntungan langsung kepada pengrajin bambu.

Itulah kenapa Harry berpikir ulang tentang kunjungan itu. Ada perasaan tidak puas tentang hasil yang mereka dapatkan. Dia memandang bambu memiliki potensi besar global. Pengrajin bambu sekarang cuma menghasilkan produk seadanya, dari segi desain ataupun fungsi, jadi dihargai murah.

Dia lalu membangun Amygdala Bamboo di tahun 2013. Bisnis tersebut cuma dimodali 1 juta rupiah dari kantong pribadi. Harry tidak sendirian membangun bisnis. Dia lalu mengajak pengrajin bambu, Utang Mamad, 45 tahun, asal Kampung Ciloa, Desa Mekarsari, Kecamatan Slaawi, Kabupaten Garut.

Harry meyakini usaha ini lebih bermanfaat, dibanding cuma lembaran kertas laporan. Memang di daerah bernama Slawi, sudah dikenal menjadi sentra bambu. Dia melihat disana ada potensi. Hingga akhirnya mengajak satu pengrajin untuk mewujudkan gagasannya.

Terdengar seperti mimpi ketika produknya menjual hingga Jepang.

"Saya mencoba memasarkan sendiri dari desain- desain tersebut," ia menjelaskan.

Produk yang awalnya prabotan rumah tangga dan sangkar burung. Harry bikin lebih kreatif dari segi desain hingga membuat produk baru. Bahannya murah banyak tersedia di daerah tersebut. Tinggal butuh didesain ulang. Di tahun 2014 Amygdala Bamboo mengembangkan tiga brand dibawahnya.

Berawal dari keaktifan dirinya dalam perkuliahan. Mata kuliah itu membawa dirinya menjadi sosok pengembang desain baru. Melihat potensi bambu menurutnya memiliki potensi global. Dia mulai mendesain aneka produk bambu sendiri.

"...pengrajin tidak memiliki akses dan wawasan tepat untuk itu," tuturnya.

Keinginan menjadikan kerajinan tradisional menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Dia ingin menjadi contoh bagi desainer lainnya. Bahwa kuliah desain harus menjadi manfaat bagi orang lain. Kenapa harus bekerja untuk perusahaan lain. Jika kamu bisa membuat perusahaan kamu sendiri mewujudkan idealisme mu.

Antara pengrajin desa yang diwakili Bapak Utang. Pengrajin kota yang diwakili dirinya. Bagaimana menggabungkan dua desain menjadi kesatuan. Bagaimana mengadaptasi nilai tradisional demi bisa memenuhi kebutuhan pasar global. Utang berhasil membuat puluhan produk, harganya mulai Rp.50- Rp.2,2 juta.

Amygdala memberikan produk handmade. Juga emberikan solusi modern agar kecepatan produksi. Peralatan modern mendukung produk handmade ini. Meskipun memakai perlatan tanpa melepaskan sentuhan tangan dan teknik handmade khusus.

Per- bulan para pengrajin mampu memproduksi sampai 100 buah. Pola kerja bisnisnya adalah pola kemitraan. Tidak hanya mempekerjakan pengrajian. Harry mencoba memberikan wawasan kepada pengrajin juga. Tugasnya memastikan pengrajin meningkat dalam kesejahteraan mereka.

Ada lima hingga tujuh orang pengrajin bergabung. Jumlah akan tersebut terus meningkat. Bersamaan dengan jumlah pesanan meningkat. Permintaan meningkat didukung desain berkualitas. Memang ada kecenderungan meningkat. Pasar tertarik akan bahan alami yang dianggap mudah dibudidayakan ini.

Potensi Bisnis Kerajinan Bambu


Harry mencoba menangkap kebutuhan pasar. Meskipun sukses banyak pesanan belum terorganisir baik. Pasalnya kecepatan produksi tidak sejalan permintaan pasar. Belum lagi kalau bicara kebutuhan custom. Hingga ia melakukan segala inovasi memaksimalkan produksi.

Peralatan produksi sudah dimodifikasi. Jangka pendek mulai mempercepat proses produksi. Ini bukan perkara gampang bisnis ini tidak langsung bisa cepat. Dia membutuhkan waktu memperkenalkan produknya. Dia membuat promosi sejak 2014 silam.

Perkembangan pesat ketika media cetak, televisi, majalah, radio, ikut memberitakan kisah Hary. Dia memanfaatkan ini sebagai media promosi. Ia sekalian memamerkan desainnya. Menampilkan foto produk yang dibuat. Penjualan Amygdala melalui instagram dan penjualan kolektif lewat web.

"...kami bekerja sama dengan furnislab.com," unggahnya.

Marketing itu meningkatkan kesadaran orang atas produk buatannya. Keuntungan banyak didapat dari Instagram. Penjualan partai besar dipesan untuk kebutuhan kafe dan restoran. Penjualan selain dari Instagram juga punya blog sendiri, yakni amygdalaid.wordpress.com.

Bisnisnya viral dari mulut ke mulut. Penetrasi bisnisnya cepat melalui internet. Kemudahan internet memberikan kecepatan menjangkau wilayah terdalam. Bisnis tanpa bertemu tatap muka, berbekal brand yang sudah dikenal membuatnya mudah menjual meski barang tidak dipegang langsung.

Mendapatkan sorotan media, membuat bisnis Amygda berkembang pesat hingga meyakinkan bahwa produknya berkualitas. Dia tidak mau setengah- setengah berbisnis bambu. Pengusaha muda satu ini mulai mengembangkan berbagai strategi bisnis.
 
Meyakinkan bahwa mereka menjadi terdepan dalam produk bambu. Bisnis mereka sukses juga termasuk aktif mengikuti kompetisi. Amygdala telah mengembangkan sistem produk mereka sendiri. Ini berkat kreatifitas Hary menciptakan sistem crowd sourcing bisnis kerajinan.

Menjaring lebih banyak pengrajin bambu diluar daerah tempatnya beroprasi. Berbagai jenis produk lalu dikembangkan. Tidak terbatas pada produk tertentu. Workshopnya tidak lagi jadi cuma tempat produksi. Tetapi dirubah menjadi tempat menyimpan produk.

Disini menjadi tempatnya transit produk, diperiksa kualitas dulu, lalu barulah dipasarkan hingga jika produk dijual berkualitas. Membangun jejaringan menjadi andalan marketing Amygda. Visi dari Hary menjadi produk "Most wanted bamboo product in Indonesia".

Meraup Omzet dari Koneksi


Koneksinya meraup hampir semua pengrajin bambu di Jawa Barat. Dia rajin mengikutkan produknya ke pameran- pameran besar, seperti Trade Expo, Inacraft, IFEX, dan Crafina. Menggunakan strategi titip berjualan di situs. Ini mengurangi biaya promosi karena promosi sudah ada yang mengurusi.

Hary tinggal mengeluarkan biaya ke situs tersebut, timbal baliknya pemili situs itu mempromosikan produk Amygda. Marketing 500 ribu dikeluarkan Hary. Terbaru mengambil endorsing dari ilustrator Rukmanul Hakim, komikus Tika Larasati, hingga peneliti Jessica Milla.

Strategi ini dianggap berhasil membawa lebih banyak pesanan. Omzet kini telah mencapai kisaran ratusan juta rupiah. Sebenarnya orang Indonesia sangat pandai membuat kerajinan tangan. Buktinya ada orang Jepang menantangnya membuat sesuatu.

Orang Jepang tersebut menantang membuat sarung bantal bambu. Ketika produk itu jadi, orang Jepang itu kaget karena di China atau Vietnam tidak ada yang seperti itu.

"Ketika mesin tidak sanggup melakukan pekerjaan sesuai diinginkan mereka berhenti," ujar Hary

Berbekal satu mesin gerindra saja. Pak Utang mampu menciptakan karya- karya menakjubkan. Dia mampu mengikuti desain Hary. Padahal jika dilihat dari contoh di Instagram mereka. Desain yang ditampilkan merupakan desain modern.

Anugrah Jawara Wirausaha Sosial Bandung (AJWS) memberikan Hary penghargaan. Kriteria mereka adalah pengusaha yang mampu memberikan dampak sosial, memiliki model, mampu bekelanjutan bisnisnya, dan pasar.

Awal Kecamatan Slaawi lesu. Pengrajin tidak aktif berproduksi. Mereka merasa hasil kerajinan tidak memberi penghidupan. Mereka lebih memilih beralih menjadi buruh pabrik. Mereka lebih memilih pergi ke kota- kota besar. Utang kini membuktikan pengrajin mampu menghidupi lewat kreatifitas.

Pengusaha bambu Harry Anugrah semakin gemilang. Desain produk bervariatif disesuaikan dengan pemesanan. Ia membuktikan desainer tidak semata soal digital. Kamu tidak lagi berpatokan seorang desainer harus membuat fashion. Kerajinan kriya seperti inipun mampu menghasilkan ratusan juta.

7 Jajanan Anak Sekolah Ide Bisnis Kreatif

Artikel Bisnis: Ide Bisnis Kreatif Market Anak



Mencari ide bisnis kreatif bermarket anak- anak. Maka kamu layak mencoba usaha jajanan anak sekolahan. Ingat .anak sekolahan bisa jadi sumber pendapatan kamu loh. 
 
Meski mereka untungnya tipis, tapi kegiatan jajan- jajan mereka teratur bisa mengisi keuangan kamu sedikit- demi sedikit. 
 
Meski tulisan berikut belum tentu bisnis sehat, namun kamu bisa saja untuk mengakalinya, artikel berikut sudah diolah sedemikian rupa oleh penulis.
  
Berikut 7 usaha sekolahan menguntungkan yang bisa kamu coba.

Anak- anak terutama anak sekolahan akan banyak memilih jajanan manis, asin dan digoreng. Itu bisa jadi catatan awal. Bahan makanan gampang pun bisa laris asalkan mempunyai cita rasa tersebut. Apa sih jajanan anak yang laris bisa jadi bisnis kamu kelak:

1. Cireng isi


Cireng singkatan dari aci goreng. Tahun 90 -an memang cireng ini masih tak berbumbu, hanya butuh aci dan saus lalu digoreng di wajan panas. Akhir- akhir ini jajanan tersebut mulai tambah menarik dengan tambahan sosis isi. Isianya lain bisa saja berupa ayam pedas atau pun keju. 
 
Satu buah cireng bisa berharga Rp.1.000. Untuk lebih sehat perhatikan minyak yang digoreng serta isian. Lainnya, berjualan dengan sistem "abang- abang" juga lebih efektif, dimana kamu akan menjual dan memasak langsung di depan sekolah.

2. Pentol tusuk


Pentol tusuk biasanya terbuat dari aci juga. Tapi, kini sudah beralih ke berbagai hidangan, terutamanya pentol yang berupa bakso. Tinggal dikasih saos, sambal, atau kecap, atau bumbu kacang diatasnya. Kalo dilihat- lihat pentol tusuk ini mirip siomay tapi lebih satuan. 
 
Penggunaan aci biasanya lebih banyak itu sebabnya tidak menyehatkan jika kamu khawatir itu gunakan lebih banyak campuran seperti daging ayam atau sapi.

Karena pentol ini terbuat dari bahan direbus tentu akan lebih hemat bahan baku. Mengganti bumbu untuk toping pentol juga pilihan yahud. Cukup kamu gunakan bumbu- bumbu racikan sendiri makin mantap. Pentol memang jajanan laris sehingga banyak tersebar di penjuru Indonesia dengan aneka nama.

3. Sosis, kornet goreng


Sosis atau korenet tidak melulu digoreng bisa pula dipanggang. Banyak anak suka makanan ini karena rasa yang manis gurih. Penyajian mudah juga jadi pilihan, tinggal beli sosis atau kornet siap goreng, lalu goreng, masukan plastik dan beri saus. Jika ingin sehat perhatikan plastik bungkus. Jajan ini dijual dikisaran harga 1.000 atau 500 jika kamu buat sendiri.

4. Agar- agar


Nah, jajan yang satu ini murah dan sehat, tapi kebanyakan pedagang di depan sekolah cenderung jorok. Bahkan ada yang tak segan- segan menggunakan bahan pengawet dan pewarna. Kamu yang fokus di bisnis serius, perhatikan hal- hal tersebut. 
 
Banyak varian rasa jadi gunakan kreatifitas kamu sendiri. Mungkin dibanding yang diatas satu ini sudah jarang dilihat, tapi bukannya sebuah kesempatan?

5. Martabak telor


Penulis suka ini. Adonan telur dadar lantas disi sayur dan dibentuk bulat- bulat. Campuran telur, sayur, kemudian cukup diaduk di gelas dan digoreng ke cetakan. Cetakan bulat kecil dimana tiap satuannya dijual seharga 500 rupiah. Penulis ingat betul jajan satu ini dijual dengan koran yang distreples seperti mangkuk; jangan ditiru. Setelah jajanan selesai digorang tinggal dikasih saos.

6. Cimol


Penulis agak kurang paham karena ini jajanan belum ada dulu (di tempat penulis). Jajanan asli Tasikmalaya ini, terbuat dari aci dibulat- bulat kecil, tekstur kenyal dan gurih bikin ketagihan. Penjual cimol ini biasanya juga menggunakan bumbu lain berupa bumbu balado, pedas, keju, atau kombinasinya.

Tambahan, jika kamu fokus berbisnis ini gunakan media "abang- abang". Cukuplah kamu punya beberapa gerobak sendiri lalu pusat produksi di rumah. Jajanan seperti agar- agar mungkin dibuat di rumah, lalu dijual dengan abang- abang ini. 
 
Cimol dan cireng juga sama, pastikan minyak goreng bukan minyak bekas pakai berulang- ulang. Berikan isi sehat seperi daging ayam cincang buatan rumah. Ingat jadilah pengusaha besar dengan standarisasi produk.

Inspirasi Usaha Emping Melinjo Rasa Buah

Artikel Bisnis: Inspirasi Usaha Mahasiswa

 
emping melinjo
 
Mencari inspirasi usaha emping melinjo rasa buah bisa. Ada dua hal bisa dibayangkan dari rindangnya pohon melinjo. Pertama, ibu- ibu yang menggunakan daunnya untuk sayur. Dan, yang paling populer ialah buahnya, yang dijadikan sebagai emping melinjo. 
 
Apakah hanya sebatas itu. Makanan olahan melinjo sendiri menjadi primadona cemilan ketika dijadikan jajanan emping. Tau kah kamu, emping bermutu dari melinjo adalah yang tipis, bening, dan kering yang berdiameter seragam, sehingga dapat langsung digoreng.

Emping melinjo yang bermutu rendah akan tebal, diameter tak seragam, dan harus dikeringkan lagi. Sayang, nikmatnya emping selalu berasa sama, belum ada variasi. Oleh karena itu para mahasiswa UNY terinspirasi untuk membuat emping melinjo yang lebih variatif. 
 

Usaha Emping Melinjo

 
Sekelompok mahasiswa dari Prodi Kebijakan Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta berencana mengolah emping dengan cara berbeda. Mereka, Nurhadiatmi, Fatmawati Widyansari, Kusnanik Puji L, dan Sri Ningsih, menciptakan emping- emping melinjo berasa buah. 
 
Hasilnya ternyata sangat menjanjikan. Melalui cara pemberian rasa buah pada tahap pembuatan akhir. Melalui cara mereka maka didapatkan emping melinjo beraroma dan bercita rasa buah yang menggugah selera bagi para penikmatnya.

"Kami berusaha menyediakan camilan unik yang sesuai dengan keinginan konsumen, karena dapat memilih sesuai rasa yang diinginkan," katanya.

Fatmawati kemudian menuturkan dengan emping rasa buah bisa jadi variasi. Kalau dipikir- pikir memang cemilan satu ini monton, itu- itu saja yang ada dipasaran.
 
Langkah pertama jika kamu ingin membuat emping melinjo rasa buah sama saja seperti emping biasanya. Diawali dengan memilih melinjo yang sudah tua, lalu kupas kulitnya. Kulit disayat pake pisau, atau dikelupas dengan tangan, kemudian dilepaskan, sehingga diperoleh biji melinjo tanpa kulit.

Setelah selesai kamu bisa menyimpan melinjo ini. Simpan melinjo agar lebih kering selama 2- 3 hari sebagai langkah kedua. Setelah kering kamu lalu sangrai di dalam wajan bersama pasir sambil diaduk- aduk hingga matang selama 10 menit hingga 15 menit.

"Biji melinjo yang telah matang tetap dipertahankan dalam keadaan panas sampai saat akan dipipihkan," jelasnya.

Ketiga adalah bagaimana melepaskan biji melinjo dari kulit kerasnya.  Setelah biji dikeluarkan dari wajan, kemudian dipukul- puku; untuk memecahkan kulit keras dari biji melinjo. Ingat, proses pemukulan ini harus berhati- hati agar isi biji melinjo tidak rusak. 
 
Untuk emping melinjo yang tipis, biji yang telah dilepaskan kulit kerasnya, secepat mungkin dipipihkan menjadi emping melinjo.

Proses pemipihan dilakukan secara manual yang memerlukan keterampilan khusus, yang diperoleh melalui  latihan dan pengalaman yang cukup lama.

Fatmawati memberikan catatan, saat proses pemipihan, ujung pemukul bisa ditutupi plastik. Tujuannya agar emping melinjo tidak menempel di ujung pemukul. Kemudian kamu lepas kan melinjo yang sudah pipih itu dari landasan pemimpih. 
 
Kamu bisa menggunakan serokan seng atau lembaran alumunium. Biji- biji melinjo tersebut dipipihkan dengan dipukul -pukul di atas landasan pemipih 1- 2 kali agar ketebalannya menjadi setengah dari semula.

Setelah itu kamu keringkan lagi emping itu di terik matahari hingga kadar air kurang dari 90%. Emping rasa buah diproduksi dari bahan dasar emping melinjo yang tipis serta bahan lainnya seperti gula pasir, air, dan pasta buah. 
 
Fatmawati memaparkan, proses pengolahannya meliputi perebusan 500 gram gula pasir, 850 cc air, dan 60 ml pasta buah. Campurkan ketiga bahannya dan dipanaskan.

Proses terakhir,  setelah larutan ketiganya mendingin dan menyatu baru masukan 1 kg emping melinjo. Kamu akan merendamnya sekitar 7 menit. Kemudian cukup tiriskan dan ditata pada nampan untuk dijemur lagi. Lalu setelah kering, emping digoreng dan didinginkan agar dapat dikemas dan dinikmati.

Keluar Dari Bank Menjadi Pengusaha Sukses

Profil Pengusaha Scott Molony

 
mantan pegawai bank
 
Bosan dia keluar dari bank menjadi pengusaha sukses. Dia bosa kerjaannya cuma itu- itu saja, Scott Molony menemukan bisnis manisnya. Dia kini telah menjadi seorang pengusaha di usaha yang dulu mungkin akan dia tolak (sebagai bankir).
 
Pria asal kota Birmingham, Michigan, menutup usahanya sebagai bankir setelah 18 tahun bekerja. Apa alasanya berhenti menjadi pegawai bank, bukan tempat yang memuaskan, tidak mentolerir stress terangnya.

"Klien- klien saya merasakan kesukaran, dan saya menjadi seseorang yang membawa kabar buruk," Molony menjelaskan perjaannya. "Saya adalah seorang pengusaha kali pertama, tanpa pengalaman, akan memasuki industri berisiko tinggi."

Menjadi Pengusaha

 
Sebagai seorang pengusaha pasti menghadapi orang seperi dirinya bisa jadi mimpi buruk. Inspirasi itu datang ketika dia dan kaluarga berkunjung di toko aneka kudapan dingin, seperti kue atau kustard dingin. Lanjutnya ia telah menemukan pemilik toko membuat anak- anak bergembira. Itu terlihat menyenangkan.

"Toko itu selalu sibuk namun semua orang tampak bahagia," katanya.

Ketika bekerja di Comerica Bank pada bulan November 2009, ia tengah menghadiri pameran makanan dan minuman. Belajar bahwa mesin beku- custard bisa menghasilkan hanya tiga rasa sekaligus, ia beralih fokus pada es krim. 
 
Idenya tentang toko custard ditinggalkan menjadi bisnis es krim. Dia pun belajar bagaimana membuat es krim disana. Molony lalu meninggalkan perbankan pada bulan Desember dan segera setelah menandatangani sewa untuk satu toko di sebuah jalanan yang sibuk.

Dia kemudian melanjutkan membeli enam liter pembuat es krim, dan lima bulan kemudian ia membuka Treat Dreams (nama bisnisnya)  untuk berbisnis.

Awalnya, Moloney hanya menawarkan satu rasa yang tidak biasa rasa: Loopy Fruit, menampilkan sereal yang ditabrukan di atas vanilla ice cream. Ramuan berikutnya, Sunday Breakfast - dengan wafel, bacon, dan siraman sirup maple.
 
"banyak orang membicarakanya," katanya senang. Sejak saat itu toko es krimnya telah menghasilkan 500 varian rasa unik, termasuk Lobster Bisque dan Raspberry Chipotle Bacon.

"Aku merasa seperti aku adalah orang lain terperangkap dalam tubuh seorang bankir selama 13 tahun," dia menyindir. Dia secara resmi membuka usahany pada bulan Agustus dan, sementara itu adalah akhir musim panas atau musim es krim. 
 
Bila ia memasuki musim dingin, itu memberinya waktu bereksperimen dengan rasa yang berbeda. Dia mengandalkan umpan balik dari penduduk setempat. Masyarakat, katanya, telah menerima dia dan bisnisnya. Bisnisnya hadir, dimana pegawai 
 
Molony aktif di berbagai acara- acara lokal, menjalankan acara penggalangan dana atau macam- macam kegiatan yang lain untuk menangani masalah khusus di masyarakat. Intinya jika kamu mau berbisnis sebaiknya kamu juga bersosial. 
 
Mengadakan aneka acara sosial, Molony tak mau cuma mencari untung. Untuk membuka usahanya ini awalnya satu usaha dirasa cukup sulit. Meski sudah berbekal pengalaman bekerja di bank selama puluhan tahun; mengajukan pinjaman sendiri adalah berbeda. 
 
Dan, tokonya Treat Dreams, membutuhkan dana segar segera, susahnya dia tak semudah itu mendapatkan modal karena tak punya pengalaman berbisnis. Sebagian usaha kemudian dimodali oleh uang simpanan pribadi, tanpa mau menyentuh uang pensiun ataupun meminjam ke Bank.

Jujur, ia dan juga istrinya, Megan, seorang berlevel manajer, tapi sebisa mungkin tak menyentuh uang pensiun mereka. Ia lantas menambahkan kartu kredit sebagai alat ajaib bisnis. Molony terhitung punya tunggakan kartu kredit senilai lebih dari $50 ribu, tapi sudah terlunasi setelah bisnisnya kini sukses. 
 

Peneliti Es Krim

 
Sebagai tambahan, Megan akhirnya ikut membantu bisnis sang suami tanpa aling- aling. Dalam 18 bulan sebelum Treat Dreams menghasilkan pendapatan, gaji Megan menutup 75% dari pengeluaran mereka.

Lalu, mereka menarik sisanya dari tabungan, tanpa menyentuh uang pensiun mereka. Akhirnya pertengahan 2011 -an barulah Molony mampu menghasilkan $ 1500 per bulan.

Rasa es krim di Treat Dreams datang dari berbagai sumber. Suatu hari ada seorang wanita hamil yang suka minuman coklat mint shake (minuman di McDonald); ia pun bergegas membuat es krim coklat mint. 
 
Ini telah menjadi berita dari mulut ke mulut bahwa ia selalu menyediakan sesuatu yang unik -meski menu jadi terus berbeda setiap harinya- mereka tetap datang tanpa ragu. Tidak ada rasa bosan semuanya unik dan baru, dan tentu dijamin rasanya.

Setiap hari, Moloney menawarkan 15 pilihan, yang meliputi 2-3 serbat dan dua sendok tangan yogurt beku.

"Kami dua yang paling populer adalah Kooky Monster (terbuat dari vanilla biru es krim, adonan kue cokelat dan Oreo)," katanya, "dan Salted Caramel." Moloney membuat karamel dari awal dan, sementara proses terlihat meragukan, hasil akhirnya adalah lezat.

Rasa lain disajikan setiap hari juga termasuk dark chocolate chip, vanili, coklat dan ada pula Mound Road, menampilkan kelapa dan coklat. Ada pilihan untuk vegetarian, juga, seperti versi Mound Road tapi berisi olahan dairy-free chocolate chip (bebas susu). 
 
Memuncak dan kemudian hilang, penggemar tetap datang. Dan, dia Molony tetap bereksperimen dengan berbagai rasa, dan menawarkan kudapan lain -cupcake dan cupcake pops (cupcake tusuk). Ia mengklaim dirnya sebagai ilmuwan gila es krim. 
 
Awalnya ia memang merasa takut untuk memulai berbagai kombinasi rasa aneh dibandingkan toko es krim tradisional. Namun berbagai kombinasi tersebut ternyata justru malah mendapatkan tempat di hati para pelanggan. 
 
Tahun 2012, ia berhasil meraup pendapatan sekitar US$340 ribu per tahun. Maloney mengaku, gajinya saat ini lebih kecil dibandingkan menjadi bankir, namun ada kepuasan pribadi dan bahagia.

"Setiap memberikan anak-anak es krim, mereka selalu tersenyum dan saya tidak pernah bosan akan hal itu," katanya. 
 
Dia juga berharap untuk bisa menawarkan 35 rasa es krim di freezer untuk mereka pembelian dalam jumlah besar, sehingga orang- orang yang mencintai Red Velvet, misalnya - rasa tidak tersedia dengan sendok setiap hari - dapat membeli sebagai setengah liter.

Hari- hari ini, kamu dapat berhenti untuk sandwich dan sup juga karena Moloney berencana memperluas menu makan siang di masa depan.

Usaha Jualan Air Mancur Bambu Ide Bisnis Baru

Profil Pengusaha Suranto

  
jual air mancur bambu
 
Ide bisnis baru usaha jualan air mancur bambu. Bambu biasanya cuma digunakan untuk membuat pagar. Paling banter kamu bisa menggunakan bambu untuk membuat kursi, meja, dan sejumlah kerajinan tangan lain. 
 
Nilai ekonomisnya lumayan tinggi loh jika kita bisa memanfaatkannya. Satu kisah sukses kali ini berhasil memanfaatkan kayu- kayu bambu berbeda dari kita biasa bayangkan.

Namanya Suranto (43) warga asal Gading Harjo, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memilih untuk memanfaatkan bambu menjadi kerjinan air mancur. Usaha yang telah dirintis sejak 2013 itu sekarang laris manis di pasaran. 
 

Pengusaha Air Mancur Bambu

 
Semua berkat promosi online yang dilakukanya melalui situs- situs yang memberikan layanan iklan. Awalnya dia hanya ingin berinovasi saja, untuk mengembangkan ketrampilan tangan yang dimilikinya.
Pada awalnya dia hanya coba- coba membuat contoh kerajinan tangan dari bambu. 
 
Kerajinan bambu itu kemudian dijualnya seharga  Rp.200.000 untuk bambu air mancur ukuran 40 centimeter kali 30 centimeter dan Rp400.000 untuk bambu air mancur dengan ukuran 41 centimeter kali 45 centimeter.

Tak disangka hanya dalam satu minggu produknya sudah laris manis terjual. Pembelinya justru berasal dari luar Kota Yogyakarta seperti Jakarta maupun Surabaya, bahkan, ada yang dari luar Jawa. Pangsa pasarnya memang cukup menarik yaitu sebagai hiasan rumah. 
 
Karena bentuknya yang mini serta pemilihan bahan yang bersih produk Suranto menjadi primadona. Ketika kami mencoba menelisik produk air mancur bambu milinya, ya, memang produk tersebut unik dan eyes catching.

"Sambil berjalannya waktu, dalam satu minggu kita mampu melayani permintaan kerajinan bambu air mancur hingga 10 pieces dengan berbagai ukuran dengan harga antara Rp.200.000 hingga Rp.400.000," jelasnya.

Bahan bakunya selain bambu cendani yang didatangkan langsung dari kawasan Wonosono, Jawa Tengah, adapula hiasan jamban kecil dari gerabah, pompa air ukuran kecil seperti yang digunakan untuk aquarium, daun-daun dari plastik, batu kerikil berwarna putih yang berasal dari Jawa Timur.

Untuk bambu cendani sendiri harga per- batang dengan panjang dua meter Rp.5.000, kerikil berwarna putih per kilogramnya Rp.3.000, daun dari bahan plastik per untainya Rp.500.000 dan yang pompa air kecil dengan harga sekitar Rp.50.000. 
 
Dan yang terpenting semua bahannya sangat mudah didapatkan. Jika ada pesanan dari luar Yogyakarta biasanya dikirim melalui paket dan pengemasannya sudah menggunakan box dari kayu agar barang tidak rusak sampai ke alamat tujuan.

Suranto mengaku pesanan tidak hanya datang dari pulau Jawa, bahkan telah dijual hingga manca negara. Ia berkata produknya 30 buah dikirim ke Amerika melalui Bali. Dia menyebut selain soal untung- rugi ini juga tentang mempekerjakan lebih banyak orang. 
 
Dari bisnisnya mampu menyerap banyak tenaga kerja terutama pemuda di sekitar kampungnya. Setiap hari, setiap pekerja, dibayar Rp.35.000 per- hari, selain itu, ia juga memberikan uang makan.

Sepatu Costom Made Menjadi Tren Fashion Baru

Profil Pengusaha Dhilla Pratimi

 
sepatu custom
 
Pengusaha sepatu custom made menjadi tren fashion terbaru.  Kebutuhan fashion wanita memang tidak pernah surut. Perkembangan fashion yang dinamis mengikuti pertumbuhan ekonomi, membuat para kaum hawa selalu haus akan tren terbaru.
 
Mereka selalu berhasrat untuk bisa memiliki produk- produk terkini, melai dari baju, tas hingga sepatu. Namun, produk- produk fashion bermerek dunia kerap tak terjangkau harganya. Solusi termudah bagi mereka yang menekuni usaha costume- made atau pembuatan produk pesanan tertentu.
 

Jadi Pengusaha Custom Fashion


Mereka memiliki pasar dan segment tersendiri dalam dunia fashion. Dhilla Pratami, salah satu pengusaha sepatu costume- made Bonella Shoes asal kota Bandung, Jawa Barat, menyebut permintaan akan sepatu- sepatu costume- made terus meningkat dari waktu ke waktu. 
 
Alasannya, model sepatu terus akan berubah sesuai tren sehingga pesanan selalu saja datang. Contohnya waktu- waktu ini kaum hawa banyak memesan sepatu jenis toms shoes yang sedang populer di kalangan anak muda.

Tren terbaru sepatu couple juga mulai marak terangnya. Tren pasangan yang tak hanya tentang hubungan pacaran anak muda, tapi kini, juga tentang mereka ibu dan anak. Sepatu couple ibu- anak kini digemari oleh masyarakat. 
 
Dan, produk ini fokus pada penggunaan bahan kain seperti kain brokat tujuannya agar bisa juga dipadu padankan dengan kebaya untuk acara resmi.  Meski begitu, permintaan akan sepatu jenis lainnya seperti flat shoes, boots dan heels juga tidak kalah ramai.

Dhilla yang memulai usaha sejak 2010 silam mengatakan, dia bisa menjual berkisar 50 pasang sampai 100 pasang sepatu saban bulan. Harga jual sepatu buatannya berkisar Rp 150.000- Rp 350.000 per- pasang. Dia mengaku dalam sebulan bisa meraup omzet mencapai Rp 10 juta. 

Bonella Shoes didirikan oleh Dhilla, begitu panggilan akrabnya, mencoba peruntungan di bisnis costume- made berbekal ketrampilan. Baginya kala itu yang masih mahasiswa cukup mengandalkan sistem Down Payment (DP) dari konsumen. 
 
Uang itu kemudian digunakan sebagai modal awal untuk tiap- tiap produknya. Dia menggunakan uang dari DP untuk pembelian bahan dan pembayaran pekerja. Memulai bisnis seperti ini pastilah ada suka dan duka. 

Dhilla yang masih berstatus mahasiswi IESP Unpar ini menjelaskan bahwa dalam bisnis costume- made ini sangat memerlukan konsentrasi pada detil untuk membuat konsumen puas. Konsentrasi penuh pada detil adalah kunci sukses Bonella Shoes dalam membuat pelanggannya akan datang kembali. 
 
"Sukanya kalau konsumen puas dengan hasil karya kita, terus dukanya kalau ada konsumen yang gak sabaran," jelas cewek kelahiran 3 Oktober 1990 ini.

Bonella Shoes saat ini hanya melayani pemesanan melalui online saja, karena hingga saat ini Dhilla belum mendapatkan tempat yang cocok untuk dijadikan offline store. Bonnela Shoes melayani pemesanan berbagai model sepatu, mulai dari Wedges, High Heels, Boots dan lainnya 
 
Untuk menghubungi ataupun melihat hasil karyanya dapat mengakses Twitter @BonnellaShoes dan Facebook.com/bonnelashop. Selain itu buat yang aktif di instagram, bisa dilihat di akunnya yaitu @BonnelaShoes.

"Kedepannya insyallah kepingin banget punya offline store untuk men-display portofolio sepatu hasil pesanan konsumen," lanjutnya.

Pemesan costume- made Dhella ternyata tak hanya dari dalam negeri, namun juga negara tetangga seperti dari Malaysia. Jangkauan pasar produk buatannya cukup luas lantaran Dhilla gencar melakukan pemasaran lewat media sosial seperti Instagram, Facebook, maupun Twitter.
 

Pengusaha Sepatu Wanita


Wanda Dwi Utari, pengusaha sepatu custom-made lain yang mengusung merek Women and Needs asal kota Bogor ini juga mengandalkan media sosial untuk mempromosikan berbagai produknya. "Banyak pelanggan saya membeli lewat akun Instagram," ujar wanita yang memulai usaha sejak 2013 ini. 
 
Wanda fokus pada pembuatan sepatu wanita dan anak-anak dengan model beragam seperti flat shoes, wedges, dan high heels. Jika berbicara jenis sepatu maka ia menjawab di tempatnya adalah flat shoes yang banyak diminati.

Wenda fokus pada kain semi kulit dan suede. Untuk teknis pemesanannya sendiri, biasanya konsumen akan mengirimkan gambar sepatu yang diinginkan kepada Wanda. Setelah itu dia akan membuatkan sesuai dengan warna maupun jenis bahan baku yang diminta. 
 
Dia mematok harga jual mulai dari Rp 100.000−300.000 per pasang. Pelanggan yang membeli sepatu buatan Wanda berasal dari kawasan Jabodetabek, Bandung hingga Papua. Dalam sebulan wanda bisa menjual sekitar 40 pasang sepatu.

"Omzet penjualan sekitar Rp 5 juta−6 juta per bulan," kata dia. Saat ini mereka baru bisa memasarkan lewat toko online. Ke depannya, mereka bermimpi untuk juga bisa memiliki gerai biasa.

Kulit Jagung Jadi Bunga Pengusaha Raup Puluhan Juta

Profil Pengusaha Nina Kartika 


kulit jagung jadi bunga
 
Bayangkan kulit jagung jadi bunga bernilai ekonomi. Pengusaha ini rauppuluhan juta. Siapa sangka kalau bungan tersebut dari kulit jagung. Teksturnya yang unik, hampir menyerupai apa bunga aslinya. Inilah kisah pengusaha Nina Karika dan ibunya. 
 
Kulit jagung yang tidak bermanfaat, yang sisa, dan menjadi limbah ternyata mampu menghasilkan omzet 30 juta. Bayangkan saja.
 

Bisnis Kulit Jagung


Bunga- bunga cantik buatannya sampai ke manca negara. Bersama ibunya bisnis tersebut diberinya nama Innovart Cornhusk Flower. Awalnya, tahun 1987, ibunya Nina berpikir banyak kulit jagung yang tersisih di pasar, butuh sentuhan.
 
"...daripada dibuang sebaiknya dimanfaatkan," tiru Nina.

Setelah bisnisnya berkembang, maka permintaan melonjak tajam alhasil mereka lumayan keteteran. Jika dulu cukup mengambil di pasar sekarang butuh suplier sendiri. Nina menambahkan apalagi pada jaman itu kertas mahal ditambah kain susah.

Awalnya mereka cuma menggunakan tangan. Lambat laun mereka akhirnya memilih menggunakan mesin juga. Permintaanya banyak sampai tembus pasar Eropa, Amerika, Jepang, Italia, Arab, Jeddah, Spanyol dan Amerika. Dimana bunga- bunga mereka dipajang di toko- toko souvenir mereka.

Tidak cuma toko, mereka masuk supermarket dan home decor. Hingga mereka diundang mengikuti aneka pameran- pameran di luar negeri sampai bisa ekspor terus.

Modal awalnya Rp.50 juta tahun 1987 silam. Bisnis kulit jagung tersebut mampu mengantungi omzet sampai Rp.50- 60 juta per- bulan. Dia juga mampu memproduksi sampai 10.000 tangkai perhari. Ia memulai dari menjual melalui booth kecil di Mall Taman Anggrek dan melalui online.

"Modal awalnya mungkin 50 ribuan ya, kalau omzet sekarang Rp.50- 60 juta," terangnya.

Walau ekspor tidak setiap bulan buktinya di pasar lokal menang. Dia menjelaskan bunga jagung yang mereka jual mampu bertahan sampai 20 tahun. Jujur mereka sedang mengalami kesukaran karena kelangkaan kulit jagung.

Asal tidak kena matahari atau air jaminan 20 tahun kuat. Harga jualnya bervariasi dari Rp.10 ribu hingga Rp.60 ribu per- tangkai. Kendala bertambah apalagi kalau musim hujan tiba, jelasnya kepada pewarta Detik.com

Inovasi UKM Jahe Minuman Herbal Berenergi Gujahe

Profil Pengusaha Wirausaha Mujiono

 
pengusaha gujahe

Cara inovasi UKM jahe mengembangkan bisnisnya mandiri. Pengusaha Mujiono telah merasakan getirnya berwirausaha. Dia pernah bertahan hidup sebisa mungkin, pada gempa 27 Mei 2006 silam. Gempa yang membuat pengusaha Mujiono harus memeras otak kembali wirausaha.

Dia menggunakan seluruh pengetahuan, terutama  ketika di SMTP Pandak, yaitu jurusan pengolahan hasil pertanian. Sebenarnya sebelum peristiwa itu hidupnya sudah berkecukupan. Selepas belajar di SMTP, dia sebenarnya sudah punya usaha tetap, bahkan bisa dibilang sudah menengah.

Tahun 1995/ 1996, Mujiono membuka usaha UKM bumbu dapur. Hasil usaha kecil itu sudah merata ke seluruh penjuru pasar tradisional, dari Bantul dan kota Yogyakarta pada umumnya. Keuntungan dari usaha bumbu dapur dirasa cukup menopang kehidupan keluarga Mujiono.
 

Pengusaha Inovatif

 
Usaha UKM meliputi pembuatan aneka bumbu rempah; jahe, kencur, kunyit, laos, sereh, dan juga gula jawa. Produksi rumahan yang berkapasitas lumayan besar. Ukuran penjualan waktu itu tak lagi berapa kilo tapi tonase.
 
Perjalanan hidup pengusaha ini berubah ketika gempa. Memulai usaha dari nol kembali tanpa tau arahnya. Apa yang bisa dilakukan Mujiono ketika bahan baku 15 ton jahe, dan kencur yang baru saja dibeli 23 Mei 2006, yang sudah tertimbun reruntuhan gudang penampungan.

Peristiwa gempa yang diikuti hujan, membuat jahe, dan kencurnya keluar tunas. Kondisi ini lantas menginspirasi Mujiono. Dia meyakini bahwa barang dagangannya harus diolah kembali. Dia mencari cara mengolah kembali untuk dijual kembali.

Ide bahwa jika dijual dalam bentuk serbuk akan kurang laku. Harus ada inovasi dalam bentuk padat terangnya. Carnya yakni dengan mengambil sari dari berbagai macam bumbu dapur, yang kemudian dia campur gula jawa sebagai bahan pokok.

Produk dihasilkan tersebut kemudian diberi label "gujahe" (gula jawa herbal). Pada awal pemasaran gujahe yakni saat pengikuti pameran di Segoroyoso, cukup mendapat respon pembeli dan mendapat pula support dari Camat Pleret.

Suatu penemuan baru dimana gula jawa hanya untuk memasak. Kini bisa dijadikan aneka minuman instan berkhasiat. Berkat inovasinya tersebut lah, UKM Mujiono yang sempat mandek, kini mulai bergairah kembali. Bahkan dia mulai meramu- ramu dengan berbagai rempah lain.

Hasilnya sedap serta menyegarkan dengan berbagai rasa alami rempah, dan juga menjadi minuman kesehatan untuk terapi dan berbagai penyakit. Selain rasa jahe, ada rasa beras kencur, kunyit asam, temu lawak, kunir putih, jaffemix, dan Gula Tawon.

Usaha tersebut dibantu ibu- ibu sekitar warga Bantul korab gempa. Satu 1 butir Gujahe diseduh dengan satu gelas air panas, siap untuk diminum. Pemasaran dari Gujahe sendiri sudah meluas ke berbagai daerah di seluruh wilayah Indonesia dengan dibantu oleh 11 Distributor.

Menginspirasi Berwirausaha Mandiri


Mujiono kemudian meluncurkan produk baru, yaitu Gulajoss ( Gula Jawa dikombinasi dengan jamu ) berfungsi untuk theraphy berbagai macam penyakit. Dalam kurun waktu 4 tahunan, Mujiyono telah menghasilkan kurang lebih 40 produk Gujahe maupun GulaJoss.


Dalam wawancara bantulbiz.com dengan si empunya. Wirausaha mandiri Gujahe sempat booming hingga banyak orang meniru. Sayang, mereka tak mengerti resep rahasia milik Mujiyono. Hanya ditangannya lah, gujahe tidak mudah mengeluarkan jamur, produknya lebih bertahan lama.

Akhirnya setelah lama para peniru menjadi capek sendiri. Mereka satu per- satu hilang entah kemana, sementara dirinya semakin berinovasi. Gujahe produksi Mujiono dengan teknik tertentu dapat bertahan hingga 1,5 tahun.

Memiliki 12 karyawan bagian produksi, setiap har Mujiono mampu memproduksi 5 sampai 7 kwintal gujahe, dengan 40 item aneka rasa. Gujahe yang dihasilkan tidak dijual eceran, melainkan semuanya melalui distributor. Ada 13 distributor resmi gujahe Mujiono di seluruh DIY. 

Harga jual ke distributor Rp. 6.000 per dos yang isinya 8 potong. Jika distributor memesan di atas 500 dos harganya jadi Rp.5.500 per- dos, di atas 1000 dos harganya Rp.5.000 per- dos. Sedangkan bila dipacking sendiri harga Rp. 4.500 per 8 potong.

Namun demikian, untuk menjaga stabilitas harga, distributor harus menandatangani kesepakatan. Yakni mereka tidak boleh menjual di bawah Rp. 6.000 per- dos. Rata- rata omzet per bulan penjualan gujahe saat ini Rp. 120 juta, dengan tingkat keuntungan dapat mencapai 15 % – 20 %.

Tak mau kalah pengusaha lain yang memanfaatkan internet. Mujiono juga melayani pemesanan di internet. Alhasil produk gujahe miliknya telah menyebar di hampir 90 % kota Indonesia. Harga jual pesanan melalui internet Rp. 8.000 sampai Rp. 12.000 per do.

Namun untuk menjadikan mereka sebagai distributor resmi, masih membutuhkan pertimbangan yang matang. Mujiono mengisaratkan suatu kebijakan, yaitu  kebijakan tersebut yaitu kehati-hatian dalam pengangkatan distributor dan jaminan kerusakan produk.

Distributor gujahe harus mempunyai kemampuan menjual, memiliki modal dan yang paling penting memiiliki sifat jujur. Lebih jelas lagi, Mujiono mengisaratkan 3 syarat pokok untuk dapat dijadikan distributor resmi.

Pertama telah menjalin komunikasi bisnis gujahe selama 1 tahun dan dapat disimpulkan mempunyai karakter jujur. Kedua dapat menjual produk gujahe dalam jumlah besar serta mempunyai modal usaha yang memadai. Ketiga harus konsisten terhadap harga jual minimal Rp. 6.000 per dos.

Sayang, meski dirinya punya visi 3 tahun ke depan, usahanya masihlah home industry. Dia sangatlah berharap usahanya bisa jadi usaha pabrikan. Akan tetapi untuk itu, dibutuhkan dana tak kurang dari Rp, 1,5 Millyar. Inilah kendala tebesar yang belum ditemukan jalan keluarnya hingga kini.

Contact Person : Mujiono d/a. Toko Arsy, Dusun
Kerto Rt. 09 – Rw. 08,
Pleret, Bantul - Hp. (0274) 7007754

Atau, http://bkmmajumakmur.blogspot.com/2011/10/gujahe-pleret.html

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba