9 Pengusaha Muda Terbaik Indonesia Mendunia

8. Malariantikan Yulianggi Umur 19 tahun Company: Shoyu Pia Cake Ketika ia tengah mencari produk tentang produk lokal. Dia menemukan singkong di anak tirikan. Tapi satu kenyataan, Malarianti menemukan bahwa masih ada beberapa orang menikmatinya. Tapi tidak semua orang menyenanginya. Jadi dia mulai membuat produk modern Shoyu Pia Cake. Dari cuma punya enam pegawai di awal, sekarang, dia bisa memiliki lebih dan lebih banyak lagi pelanggan.

Biografi Mualaf Cantik Pengusaha Batik Trusmi

"Semua pengusaha punya jatah gagal," optimisnya.

20 Wirausaha Muda Mandiri 2015

Untuk kategori industri, perdagangan dan jasa 1. Juara 1: Gita Adinda Nasution (Kolagit -obat diabetes dan komplikasinya) 2. Juara 2: M Zulqarnain A R (Iwearzule -custom clothing) Untuk kategori boga 1. Juara 1: Filsa Budi Ambia (Peyek Kepiting -jajanan peyek daging kepiting) 2. Juara 2: Martalinda Basuki (UD Klasik -minuman coklat murni)

Profil Dea Valencia Pengusaha Batik Kultur

"Desainernya saya sendiri padahal nggak bisa gambar. Imajinasi. Saya ada satu orang yang diandalkan, kerja sama dengan saya. Apa yang ada di otak saya transfer ke dia untuk dijadikan gambar," kata Dea.

17 Pengusaha Muda Indonesia Masuk Forbes

Retail and Ecommerce 1. Carline Darjanto, 28 tahun, Entrepreneur 2. Merrie Elizabeth, 28 tahun, CEO dan Creative Director Blobar Salon 3. Yasa Paramita Singgih, 20 tahun, Pendiri dan President Men's Republic 4. Ferry Unardi, 28 tahun, salah satu pendiri dan CEO Traveloka

Tampilkan postingan dengan label Ide bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ide bisnis. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Juni 2019

Berwirausaha Travel Inovasi Hadi Kurniawan

Profil Pengusaha Hadi Kurniawan


pengusaha muda travel
 
Untuk berwirausaha travel dibutuhkan inovasi berkelanjutan. Menguasai bisnis traveling sudah tidak hanya sebatas manusia. Memberangkatkan manusia sudah bukan fokus pengusaha Hadi Kurniawan. Pemuda yang merupakan CEO perusahaanya sendiri, CV. Konsep Global Media, kini menawarkan perjalanan interaktif.

Ia tidak sekedar mengajak kita traveling. Tetapi juga mengajak kita mengenali kebudayaan. KONSEP mencoba menawarkan wisata kebudayaan. Hadi sendiri termasuk penikmat seni, sekaligus suka untuk bertraveling nyentrik. Dibanding hanya sekedar jalan- jalan belanja, KONSEP mencoba menawarkan pengalaman.

Perusahaan KONSEP menawarkan pengalaman tersendiri. Tujuan wisata yang belum pernah kita jelajahi sebelumnya. Maka jangan bayangkan perjalanan wisata sekedarnya di sini. Dia juga aktif mengajak anak muda yang tertarik di kesenian. Menurutnya menunjuka budaya lebih dari sekedar traveling.

Wirausaha Travel Harus Berbeda

Bagi kamu yang berminat berwirausaha travel perhatikan. Pengusaha muda ini memberikan beberapa tips yang dibutuhkan. Pertama ialah harus memilik passion dahulu dengan traveling. Bukan sekedar jalan- jalan tetapi menikmati alam dan budaya. Alhasil kamu akan menguasai spot- spot mana yang unggulan.

Kita tidak sekedar menawarkan perjalanan ke sebuah negara. Tetapi apa saja yang dimiliki negara tersebut. Contohnya pengalaman membuat batik dibanding membelinya. Hadi sendiri tidak juga cuek akan harga paketnya. Dibituhkan perhitungan juga perhitungan yang mata, mulai dari biaya layanan dan fasilitas.

Harga semakin mahal jika jarak jauh dibanding yang dekat. Itu prinsip kedua yang anda harus ketahui sekarang. Ketiganya ialah anda harus mengetahui perihal kebudayaan. Ini nilai tambah yang kamu bisa miliki. Pengusaha muda menurutnya adalah sosok yang penuh inovasi. Hadi bahkan menyiapkan aplikasi khusus.

Dalam sekali event diselenggarakan KONSEP memiliki bebeapa hal. Seperti petunjukan tari- tari daerah yang menarik. Ia mencari mana spot- spot yang interaktif dengan pengunjung. Bayangkan dia mampu menyelenggarakan event 100 talent. Sekali event KONSEP mampu menggaet 300- 400 wisatawan.

Sebagai pengusaha muda travel tentu tidak mudah. Memegang ratusan orang membutuhkan banyak kerja tim. Namun apabila telah selesai menimbulkan perasaan luar biasa. Wirausaha tidak sekedar mencari keuntungan semata. Dari bisnisnya ini Hadi Kurniawan mampu menghasilkan jutaan rupiah perbulan.

Perjalanan bisnis Hadi dimulai ketika masih berkuliah. Bermula dari pekerjaan meramaikan acara di sebuah hotel bintang lima. Ia mulai mengemas usahanya seolah seperti EO. Menggabungkan antara travel dan Event Organizer adalah baru. Hadi mengatasi pekerjaan tersebut dengan cerdik melalui koneksi.

Dia mengajak beberapa temannya yang jago kesenian. Utamanya mereka yang memiliki kecakapan di tari tradisional. Untuk menggaet banyak pengunjung dibutuhkan strategi marketing. Awalnya Hadi hanya menawarkan konsep door to door. Dengan dukungan tari tradisional acara tersebut akhirnya berhasil.

Sukses Muda Wirausaha  Travel


Hadi tidak gengsi untuk membagikan bisnis ke setiap rumah. Hasilnya dapat dilihat event pertamanya mendulang sukses. Inilah cikal bakal bisnis dan brand KONSEP ke depannya. Pertama yang kamu perlu ketahui sebagai wirausaha travel. Janganlah mencari keuntungan dulu, tatpi eksplor kebutuhan traveler masa depan.

Ia mampu melihat kelebihan yang tidak dimiliki travel lain. Tidak hanya menggaet tim kerja yang paham traveling. Mereka juga lulusan atau pecinta seni dan budaya. Modal awal bisnis travel Hadi adalah 11 juta. Itu digunakan untuk mengurusi administrasi, kerja sama dengan hotel, tiket pesawat dan kendaraan.

Pengusaha muda ini percaya diri mengedepankan seni dan budaya. Tidak hanya sebatas keindahan alam yang dituju. Prinsip bisnis travel miliknya adalah "Tour & Education". Dengan kemajuan jaman ia juga berinovasi. Dia lalu meluncurkan Le Pad, konsep barang bawaan yang mudah dibawa karena dilipat.

Membangun bisnis berkonsep seni pariwisata butuh pengetahuan. Bukan sekedar passion untuk pergi traveling. Mencari tim kerja yang memiliki pemikiran sama tidak mudah. Sekalinya menerima orang baru, malah tidak pernah traveling sama sekali. Hasilnya tim kerja yang dibentuk tidak memiliki semangat.

Inilah tips sukses wirausaha travel yang perlu kamu tau. Utamakan mereka yang suka berwisata kalau bisa yang terbiasa ke tempat ekstrim. Ini menurutnya lebih berat dibanding pengalaman kerja. Karena itu akan mempengaruhi solidnya sebuah tim. Mereka sebagai tim harus menjalankan setiap visi dan misi.

Apa visi dan misi perusahaan miliknya tersebut. Singkatnya terdapat pada slogan perusahaan, yakni "sesudah pulang, pergi lagi". KONSEP menawarkan pengalaman yang menyenangkan. Bahkan akan membuat kita berulang- ulang traveling.

"Kami tidak hanya mengutamakan profit saja, tetapi memberikan dampak luas kepada masyarakat luas," ujar pengusah muda ini.

Berbisnis merupakan mencari solusi akan permasalahan. Tidak hanya sekedar mengunjungi destinasi baru. Selain untuk menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Kita harus berani untuk berinisiatif memajukan daerah itu. Galilah kelebihan sebuah destinasi wisata, dan mulai beri nilai tambah pada tempat itu.

Tips wirausahawan muda yang ingin merintis. Terutama mereka yang masih berkuliah, Hadi memberi saran menyelesaikan pendidikan dahulu. Pengusaha sukses tanpa berkuliah belum budaya Indonesia. Itu pilihan sulit kuliah atau menjawab telephon costumer. Tetapi kamu pasti bisa untuk mengatasinya sendiri.

Sabtu, 30 Maret 2019

Bisnis Sampingan Pakaian Jadi Dannis Berbuah Manis

Profil Pengusaha Tati Hartati 



Bisnis sampingan pakaian jadi Dannis memang bukan hal mudah. Disana, sang pengusaha ini harus mampu mengembangkan segmentasi tersendiri dan kreasi tinggi. Kita tau bagaimana bisnis pakaian akan terus berkembang, terutama pakaian muslim.

Prospeknya besar tapi daya saing yang tinggi seolah membutuhkan sentuhan- sentuhan khusus. Salah satu contoh pengusaha sukses di pakain jadi adalah Ibu Tari. Dia juga dikenal memperkenalkan produknya melalui cara yang unik.

Sukses bisnis sampingan pakaian jadi Dannis. Sosok Tati Hartati, istri dan seorang ibu, yang memiliki sudut pandang berbeda mengenai bisnis pakaian. Ia memilih anak- anak menjadi segment yang saat itu kurang diminati.

Dari situ, ibu Tati mengambil sebuah kesempatan, dengan design yang ceria yang jarang ditampilkan pakaian muslim kala itu. Bisnis sampingan pakaian jadi Dannis, ia fokus menempatkan modal satu juta rupiah menghasilkan milyaran rupiah.

Pengusaha Pakaian Muslim Anak



Tati bukanlah ibu rumah tangga biasa yang cuma bergelut di dapur. Memilih menamai usahanya itu Dannis. Wanita lulusan ITB ini, awalnya seorang pegawai memiliki waktu yang tersita banyak. Bahkan, ketika sudah menikah pun, suami memintanya berhenti dari pekerjaannya sebagai staff kantor.

Nah, ketika punya waktu lebih banyak dan tak bekerja apa yang dilakukannya. Dia menekuni hobi sambil aktif mengurus anak. Fakta ia tak pernah berhenti menjahit. Ini merupakan hobinya meski masih bekerja, dan ide bisnis pakaian pun muncul dari hobinya itu.

Dia memilih bisnis yang bisa sambil mengasuh anaknya dan menjadi pengusaha merupakan pilihan. Dengan bermodal Rp.1 juta dari sang suami, ia mulai mendesain- desain pakaian lalu menjahitnya sendiri. Mulai dari 50 potong/ bulan menjadi 5000 potong.

Ibu Tati memulai dengan membuat pola desain lalu menjahitnya sendiri. Setelah selesai, dia mencoba menawarkan produknya dan ternyata diterima baik oleh pasar. Mengapa produk Dannis bisa diterima pasar?

Dannis sebagai produk pakaian muslim telah memiliki ciri khusus berbeda dari produk sejenis. Ibu Tati menambahkan berbagai unsur warna ditambah kualitas kain yang bagus. Ini membuat produk Dannis nyaman dipakai untuk ibadah tapi tetap tampil modis ketika diluar.

Maka tak heran, yang semula 50 potong, produk tersebut meningkat jumlahnya tiap tahun. Ibu Tati memproduksi tidak kurang 500 potong perhari. Ia memproduki dari mukena, jilbab, tas, peralatan sholat dan yang terkahir, Danni merambah pasar pakain dewasa.

Namun produknya bisa dibilang menyasar mereka yang kelas menengah ke atas. Tidak salah, ini karena ibu Tati tidak mau mengurangi mutu kainnya. Dia memilih kainnya sendiri memasarkan melalui agen- agen resmi. Mereka memasarkan produknya hampir diseluruh Indonesia.

Produk Dannis sangat diminati oleh masyarakat bukan karena harga tetapi kualitas. Faktor lainnya, seperti warna memberikan kesan berbeda terutama bagi ibu muda. Kini, produk Dannis telah memiliki 500 agen tersebar di berbagai kota.

Ibu Tati tidak tanggung dengan pakaian Dannis, ia memilih cotton ringan. Ini sejalan dengan konsep baju muslim, kita butuh sesuatu yang menenangkan ketika dipakai dalam beribadah, dan tetap indah karena Allah mencintai keindahan.

Rabu, 06 Maret 2019

Wirausaha Kerajinan Batok Kelapa Bali

Profil Pengusaha Nyoman Sujana


pengusaha nyoman sujana

Sudah menjadi cerita bahwa Bali salah satu kota kreatif. Dari wirausaha kerajinan batok kelapa, pria asal Bali ini mereguk untung ratusan juta. Banyak orang yang menganggap ini tidak berguna. Tapi ditangan pria bernama Nyoman Sujana, batok kelapa dirubahnya menjadi aneka produk unggulan.

Kreatifitas tanpa batasan bermodalkan limbah sampah. Bahan utamanya batok kelapa, dilengkapi dengan tali pandan dan pelepah pisang, lihat betapa ramah lingkungannya. Selain bahan daur ulang usahanya juga bernilai seni tinggi.

Layaknya karya seniman Bali, usaha Nyoman Sujana ini menggaet wisatawan dalam dan luar negeri. Dari dirinya usaha semacam ini tumbuh berkembang pesat di pasaran. Banyak seniman lain yang mengikuti langkahnya, untuk dijual di pasar lokal, diekspor sampai keluar negeri, yang berbahan dari limbah ini.

Aneka produk bisa dibuat dari bahan batok kelapa, antara lain jepitan, bingkai foto, perabotan rumah tangga seperti sendok dan mangkok. Perkembangannya maliputi gelas minuman, penutup kap lampu, hiasan dinding dan lain- lain.

Nyoman Sujana bahkan mampu mengembangkan lebih banyak. Misalnya ada tas batok kelapa, bahan korden, peci, manik- manik yang menarik wisatawan di Bali. Wirausaha kerajinan batok kelapa sudah tak lagi dalam keterbatasan. Usaha semacam ini mencatat perolehan devisa $129 juta dari Amerika Serikat.

Kamis, 28 Februari 2019

Pengusaha Cantik Aneka Usaha Kerajinan Kain Natura

Profil Pengusaha Natura Kusuma Dewi


pengusaha cantik kerajinan kain
 
Profil pengusaha cantik ini memang menginspirasi kita nih. Bermula dari ketertarikannya akan kain membuahkan usaha. Awalnya dia mendapatkan pelajaran dari SMA tentang kain. Krativitas cewek cantik bernama Natura Kusuma Dewi ini, semakin banyak menghasilkan produk berbahan kain.

Ide pertama ialah mengangkat kain tradisonal Bali. Pengusaha cantik ini memutuskan berbisnis sejak 2013 silam. Dengan nama Shop Sugar, dia membuat aneka produk dari bahan- bahan kain tradisonal. Padahal ia tidak pernah mengenyam pendidikan spesifik ini.

Ia sama sekali tidak punya pengalaman berwirausaha. Aneka usaha kerajinan kain nya 100% berasal dari otodidak. Sejak Sekolah Menangah Atas (SMA) sudah menyukai pelajaran kerajinan. Kemudian suatu hari mendengar ada kompetisi wirausaha bertema kain tradional.

Cewek cantik ini akhirnya ikutan berlomba selama beberapa hari. Hasilnya ternyata justru kegagalan yang didapan. Bukannya menyerah, Natura begitu gadis ini dipanggil, semakin bertekat saja untuk menjadikan ini bisnis sesungguhnya.

Bisnis Online Shop Usaha Kerajinan Kain


Tidak menang kompetisi nasional wirausaha muda tidak masalah. Karena bisnis online shop miliknya masih terus berjalan. "Kompetisi tidak lolos, namun online shop yang saya buat malah berjalan," ia menceritakan. Usaha karajinan kain pertamanya ialah membuat aneka dompet. Kain tradisional Bali diubahnya menjadi sepatu dan dompet unik yang menggoda.

Memanfaatkan keindahan kain tenun karya asli Indonesia. Hasilnya tidak cuma disukai oleh anak muda juga berbagai kalangan usia. Cewek cantik yang ternyata lulusan Ilmu Gizi UGM ini, mengaku tidak kerepotan membagi waktunya antara berbisnsis dan urusan kampus.

Pekerjaan Natura ialah memilih kain tradisional tenun. Dilanjutkan memilih model design apa yang akan dikembangkan. Urusan penjahitan diserahkan ke ahlinya sendiri. Ia cukup menggaet orang yang dipekerjakan sebagai penjahit. "Saya menggandeng beberapa pengrajin yang siap memproduksi..." tuturnya.

Aneka sepatu dan tas juga diproduksinya tidak hanya satu. Walaupun sibuk wirausaha tetapi dia tidak merasa terganggu kuliahnya. Aneka kendala dihadapinya mengembangkan usaha tersebut. Mulai dari pusat produksi yang jauh, bahan baku kain, yang mana persediaanya terkadang tidak stabil adanya.

Produksi satu pasang sepatu bisa sampai 3 hari lebih. Harga jualnya berkisaran 180 ribu sampai 200 ribut. Patokan Natura ialah semakin rumit maka semakin mahal. Melalui aneka pameran yang dia pernah ikuti pendapatan naik. Memanfaatkan Instagram sebagai andalan menghasilkan pendapatan tak terduga.

Bahkan beberapa departmen store mulai tertarik produknya. Optimisme pengusaha cantik ini karena tanggapan masyarakat yang positif. Sebagai anak muda membuatnya semakin ingin terdepan. Seperti membuat brand Shop Sugar nya lebih dikenal lewat website, dan toko offline yang ada di kota- kota.

Ekspansi Berwirausaha Kerajinan Kain


Melalui sosial media usahanya kian berkembang pesat. Tidak puas hanya berkutat di bisnis fashion, masih dengan cara yang sama Natura berkembang. Usahanya merambah prospek lain dari aneka kerajinan kain. Ia berpikir membuat bunga tiruan dari bahan kain. Untungnya manis loh apalagi jika kamu pandai memanfaatkan momentum di depan.

Kebanyakan orang memberikan bunga asli yang mudah layu. Bunga plastik sendiri dianggap kaku dan terkadang tidak sedap dipandang. Berbeda dengan bunga itu dengan bahan kain lebih fleksibel. Bahkan ia dapat mengkaryakannya layaknya bunga asli.

"Makanya saya buat bunga tiruan agar momen manis anda tetap dikenang," ia menjelaskan.

Usahanya bernama Fleurify, yang memanfaatkan rumahnya sebagai workshop usaha. Aneka moment menjadi andalan bisnis karangan bunga ini, seperti wisuda contohnya.

Lini bisnis bunga fanel ini berkembang pesat dibawah badan usahanya. Ia mengakui tidak memiliki pengalaman sama sekali. Berbekal tutorial dari youtube dirinya berhasil berkarya. Beruntung karena dasarnya dia sudah terbiasa menjahit, sejak SMA dirinya terbiasa membuat boneka dari kain fanel.

Tingga belajar beberapa hari tutorial membuat bunga kain. Harga perbuket bunga bervariasi antara Rp.35 ribu- Rp.700 ribu. Penjualan berdasarkan jumlah bunganya yang dijual. Natura sendiri tidak berkeberatan untuk menjual perbuah. Harganya dari Rp.17 ribu sampai Rp.35 ribuan per- tangkai bunga.

Wirausaha bermodal sosial media memang menjanjikan. Pemesanan tidak hanya dalam daerah tetapi juga luar daerah. Pengiriman jasa ekspedisi sudah biasa dilakukannya setiap hari. Pembayaran sudah luna dari awal tinggal pembuatan. Uang muka Rp.500 ribu sudah termasuk biaya kirim, dan dilunasi setelah diterima.

Selama menjalankan bisnis bunga kain ini tidak ada komplain. Bahkan pelanggan menyarankan dia untuk menyemprotkan minyak wangi. Berkembang usahnya mampu mempekerjakan 3 karyawan. Ia menyadari bahwa karyawannya sudah jago. Bahkan mungkin pergi dan membuka usaha sendiri di luaran.

Agar tidak kalah dia pun selalu melakukan inovasi baru. Seperti membuat buket beralaskan papan dan lain- lain. Harga bervariasi dari 150 ribu sampai 175 ribu untuk buket papan ini, sedangkan yang sudah dikemas menarik harganya Rp.490 ribuan.

Walaupun gagal Wirausaha Mandiri 2016 dia berhasil membuktikan satu hal: Berwirausaha tidak hanya soal menang kalah. Tetapi ketika dia mampu mengembangkan usahanya agar berguna. Alhasil, kini, dia dikenal sebagai pengusaha muda yang berhasil memilik workshop dan showroom sendiri.

Minggu, 30 Desember 2018

Usaha Rumah Yogurt Bisnis Yogurt Modal Kecil 6 Juta

Profil Pengusaha Aditya Fajar


usaha rumah yogurt

Usaha Rumah Yogurt memiliki kisah unik. Bisnis yogurt yang bermodal kecil ini, cukup bermodal kisah cinta Jakarta- Bandung. Pekerjaan kantor membuatnya jenuh, meski telah mencapai kedudukan yang nyaman.  Aditya Fajar ingin mengelola usaha rumah yogurt sendiri.

Dia pernah berkerja sebagai marketing di salah satu perusahaan di Jakarta. Dari bisnis, beberapa kali bangkrut, Adit tertatih bangkit berbisnis lagi dan lagi. Di ujung fajar, dia mendapat hidayah berbisnis yogurt sebagai usaha sampingan.

Kisah cinta membawa Aditya Fajar, pria kelahiran Jakarta, sampai ke kota Bandung, Jawa Barat, ke rumah pujaan hatinya. Dia menemukan ide bisnis tersebut disini, ketika telah membina rumah tangga sendiri. Dia yang pindah dari Jakarta ke Bandung, memilih resign kerja dan memulai usaha.

"Sekitar 2008, pasca pernikahan, saya memulai bisnis ini," kenangnya

Bisnis Yogurt Modal Kecil 6 Juta


Awalnya Adit cuma ingin memberdayakan ibu sekitar rumah. Dia berpikir daripada mereka sibuk hanya menonton sinetron, kenapa tidak membantunya menjalanka usaha sendiri. Ini bukan perkara mudah loh, Adit memulai tanpa tau seluk beluk cara pembuatan yogurt.

Dia berharap melalui mengikuti pelatihan mandiri, akan membuatnya bisa jago bikin yogurt. "Saya kursus membuat yogurt 1,5 tahun dari teman saya, orang perancis. Memang tidak mudah, saya pun awalnya sering mengalami kegagalan," ujarnya berkisah.

Membuat yogurt tidak bolah sembarang atau akan berubah menjadi racun. Bisnis ini merupakan bisnis sehat butuh kemahiran khusus di setiap prosesnya. Adit telah merasakan sendiri susahnya menyiapkan bisnis barunya ini.

Saat itu, yogurt buatanya diberi nama delicieux dipasarkan melalui sistem bagi hasil. Pelan tapi pasti bisnisnya mulai bangkit. Peminat yogurt miliknya mulai bertambah, tak mau lekas puas; Adit beserta istrinya, Tarie, membuka kedai kecil khusus menjual yogurt produksinya.

Namun tidak selalu nasib baik, usahnya mengalami kebangkrutan. Apa salahnya? Adit berkesimpulan bisnis miliknya tidak menutupi biaya operasional atau over budgeting. Konsep bisnis bagi hasil yang dijalankan kurang mendapatkan sokongan hingga tombok.

"Tahun 2009, saya dan istri akhirnya pindah ke Jakarta. Bukan hanya itu, saya pun membawa pindah bisnis itu ke Jakarta dengan nama baru Rumah Yogurt," ucapnya

Pengusaha Haru Gagal


Kegagalan membuat Adit belajar banyak, bagaimana memperbaiki semua tentang bisnis, dari produksi hingga finansial. Hingga akhirnya, cahaya sukses itu datang menghampiri. Dia memutuskan keluar dari kerja, memilih fokus hanya pada bisnis yogurtnya.

"Saya keluar kerja berarti penghasilan nol. Saya bertekat mebangun bisnis yogurt ini dari nol lagi, waktu dan pikiran saya akan banyak habis mengurusi bisnis ini meski modal seadanya, 2 juta rupiah," ucap Adit berapi- api.

Otomatis dia pengangguran berharap kepada tidak kepastian. Bayangkan dia tidak menghasilkan uang sama sekali. Malahan dia harus merogoh kocek 2 juta untuk tambahan. Pilihan keluar dari pekerjaan berarti tidak adanya penunjang hidup.

Itu juga berarti tidak adanya pendukung dalam berbisnis. Ya, secara matematis tidak ada lagi modal selain uang 2 juta rupiah ditanganya, bahkan bila terbentur masalah lagi, yah, dia resmi bangkrut kembali. Adit hanya bermodal ketekunan serta pantang menyarah membangun dari yogurt dari nol.

Semenjak resign kerja, untuk menjalankan usaha, Adit merasa bisa lebih fokus daripada sebelumnya. Kini, meski baru seumur jagung, bisnisnya mulai memperlihatkan arahnya. Dia berkata untungnya sudah bisa mencapai 6 jutaan sekarang.

Meski masih tergolong industri rumah tangga, tapi dia merasa uang itu bisa menutupi keputusannya. Dia merasa uang satu bulan enam juta sama dengan gajinya selama tiga bulan. Bahkan dia sambil bercanda "Bisa dikerjakan sambil tiduran," selorohnya tertawa.

Pemasaran sekitar Jakarta terus ditingkatkan, hingga mampu mengahasilkan lebih dari 150 cup per- hari. Dia yakin terus berusaha mengembangkan pemasaran. Yogurt yang dijual seharga 6.000 itu sudah memanggil tidak hanya pelanggan dari Jakarta tapi juga Bandung dan Bekasi.

"Mudah- mudahan, saya bisa mengembangkan bisnis ini menjadi besar. Karena bagi saya, tidak ada pilihan selain sukses!" tutupnya

Jumat, 28 Desember 2018

Bisnis Ekspor Tepung Singkong Pengusaha Muda

Profil Pengusaha Annisa Pratiwi


pengusaha muda eksportir tepung
 
Umurnya baru 28 tahun tetapi sudah memiliki bisnis ekspor. Pengusaha muda ekpor tepung singkong ke berbagai negara. Lalu bagaimana sih caranya Annisa Pratiwi memulai. Bukan hanya tepung dia sebenernya mengolah berbagai produk berbahan utama tepung.

Tidak cuma bahan singkong, Annisa juga membuat aneka olahan mie dari sayuran dan lain- lain. Dibutuhkan riset yang lumayan lama hingga sekarang. Dia mengaku butuh waktu hingga menemukan takaran yang pas.

Pengusaha muda 28 tahun lulusan Universitas Airlangga. Asal Pasuruan, dia dan suami mendirikan pabrik pengolahan tepung bernama Ladang Lima di 2012. Produk sehat yang bisa menjadi alternatif kebutuhan karbohidrat. Tepung singkong cocok dijadikan aneka kue ataupun mie pengganti gandum.

Dia memasarkan produk Rp.25.000 per- kg. Omzetnya dalam tiga tahun sudah mencapai Rp.80 juta dan Rp.100 juta. Produk tepung singkong Annisa sudah tersebar di seluruh Indonesia. Mereka juga sudah mengeskpor sampai Singapura, Hong Kong dan Amerika Serikat.

Bisnis Eksport Tepung Singkong

Taukah kamu bahwa tepung gandum dan terigu itu berat. Pencernaan akan bekerja tiga kali agar bisa mencerna. Hasilnya tubuh akan menyimpan menjadi berat badan. Inilah yang kita sebut gluten atau zat pengikat. Agar terhindar dari kegemukan dibutuhkan gluten- free, nah apakah solusi untuk itu?

Tepung singkong memiliki sifat gluten free. Tetapi juga memiliki sifat seperti tepung terigu ataupun gandum. Jadinya kita bisa mengolahnya menjadi mie ataupun roti. Awal bisnis Annisa tidak mudah karena awam. Dia meriset sendiri apasih tepung gluten free dapat dikembangkan di Indonesia.

Terus bagaimana cara mengolah singkong. Nisa berburu singkong sampai ke pelosok desa. Sekalinya bisa membuat tepung dia harus memikirkan penjualan. Dipakainya pameran bisnis di Surabaya, dan hasilnya menggaet konsumen besar, yakni ibu- ibu beranak kebutuhan khusus.

Mereka butuh tepung buatan Nisa tersebut. Menurut ibu tersebut, dia harus siap membeli sampai ke Australia karena di Indonesia susah. "Saya sangat senang kerena kini beliau membeli tepung buatan saya," ujar pengusaha muda ini.

Pengusaha Muda Berkreasi


Inovasi produk meliputi produk turunan dikembangkan. Agar tidak jenuh dibuat variasi rasa yang bisa dipilih. Ada basil dan garlic, coffee, ginger atau jahe, cheese, dan green tea. "Rasanya enak, tapi tetap sehat," ia menjelaskan. Konsumen terbanyak malah berasal dari luar Surabaya dan Pasuruan.

Ia menjelaskan lebih mudah menjual keluar. Tidak perlu mengedukasi karena masyarakat sudah tau. Ia mampu menjual lebih banyak. Tetapi tersebar karena pesaing lebih banyak juga loh. Ongkos kirim yang mahal menjadi kendala. Biaya kirim masing- masing memberatkan dia dan konsumen sendiri.

Sekarang dia memproduksi tepung gluten 20 ton perhari. Dia tidak menjual eceran. Dijualnya ke pasar swalayan dan toko pemasok di Surabaya, Jakarta, dan Bali. Dalam perkembangannya dia juga punya reseller di luar negeri. Bisnis ekspor tepung Singkong banyak order di luar negeri tidak lokal.

Gimana agar jualan laku diterima konsumen. Nisa mengembangkan kemasan sendiri. Agar bisa bikin orang tertarik setiap kemasan ada resep. Dia juga memasarkan melalui brosur dan media sosial. Dia dan Ladang Lima juga mengeduksi konsumen tentang tepung gluten.

Dia mengedukasi seperti menceritakan pengalaman konsumen. Seorang anak yang terlambat bicara, sejak konsumsi tepung ini anaknya sudah mulai bicara. Ada anak yang alergi tepung gluten, dan ketika mengkonsumsi tepung gluten free ini, tidak lagi mengeluarkan cairan dari hidunya.

Terget mendatang ialah sertifikat ISO internasional. Dimaksud untuk makin mempermudah ekspor ke luar negeri. "Saya ingin menjadi salah satu produksen yang ekspor tepung asli Indonesia rutin," ia menjelaskan.

Ia bekerja bersama suaminya, Raka, dan berbagi tugas bisnis. Nisa bertugas dalam hal pemasaran ke konsumen. Sedangkan Raka bertugas dalam hal produksi produk. "Sering beda pendapat. Tetapi selalu dipecahkan dan tidak sampai terbawa urusan keluarga," ia menambahkan.

Minggu, 16 Desember 2018

Pacaran Sambil Usaha Jualan Kerupuk Rajungan Crabby

Biografi Pengusaha Hella Ayu Setyaninda


usaha kerupuk rajungan
 
Inovasi bisnis harus dilakukan pengusaha muda kita. Pacaran sambil usaha jualan kerupuk rajungan. Nyatanya Hella dan Dani mampu membuktikan. Bahwa pacaran tidak selamanya merusak hidup kita di masa depan. Jalani gaya pacaran kamu dengan kegiatan lebih baik seperti usaha jualan kerupuk.

Pacaran sambil usaha jualan kerupuk. Kedua sejoli asal Semarang ini sudah dilakukan sejak SMA. Sejak 24 Agustus 2014 silam, sudah bertahun- tahun merintis usaha tetapi belum menemukan titik suksesnya. Apakah keduanya menyerah, justru mereka menikmati setiap usaha dijalankan.

Ide bisnis usaha jualan kerupuk rajungan karena kesempatan. Bahwa Semarang termasuk daerah yang menghasilkan rajungan. Sebagian besar tidak diolah melainkan di ekspor langsung.

Pengusaha Muda Sejak SMA

Keduanya berpacaran sejak SMA sudah berwirausaha. Kedua pengusaha muda ini mengambil para rajungan kecil. Pasalnya mereka tidak layak ekspor dan dibuang nelayan. Mereka juga mengingat seorang importir asal Amerika pernah berkata, "jangan cuma mengirim rajungan mentah saja, tapi perlu diolah juga."

Kerupuk mereka komposisinya tidak cuma daging, juga cangkang. Diolah sedemikian rupa hingga menjadi kerupuk. Sumber rajungan dari nelayan asal Mangkang Wetan, Semarang. Daging dan kulit mampu mereka olah hingga menjadi kerupuk.

Mendapatkan bahan baku termasuk gampang. Cara marketing mereka memanfaatkan sistem reseller. Mereka menarget ibu rumah tangga yang butuh tambahan. Kerupuk rajungan mereka hingga kini sudah berproduksi hingga lebih dari 200- 300 kg per- bulan.

Untuk awal mereka hanya beromzet 10 juta keatas. Tetapi belum beromzet sampai 50 juta. Produknya ada dua macam mentah dan matang. Ukuran produk mentah 250 gram, 500 gram, dan 1000 gram. Lalu produk kerupuk rajungan matang antara 80 gram sampai 100 gram.

Mereka menggunakan pasir untuk menggoreng. Tujuannya mengurangi koleterol pada kepiting.Di tahun 2016 jumlah reseller mencapai 100 orang. Mereka ingin mencoba ekspor tetapi ada kendala produksi. Kan kalau ekspor membutuhkan ribuan kilogram untuk diekspor ke luar negeri.

Kerupuk yang kemudian diberi nama Crabby dipasarkan ke berbagai daerah. Mereka menjual dari Jawa, Sumatra, dan Papua. Untuk reseller kabanyakan dari Jawa Tengah. Pasangan pengusaha muda ini mengikuti berbagai ajang wirausaha muda, seperti Wirausaha Muda Mandiri.

Merintis Wirausaha Jualan Kerupuk Rajungan

Lantas bagaimana wirausaha muda ini melanjutkan usahanya. Proses dilalui Hella Ayu Setyaninda memang tidak menghianati hasil. Gadis 21 tahun asal Kendal yang yakin bahwa kunci sukses satu usaha ialah keuangan. Kesehatan keuangan akan mendorong perusahaan berkembang dan bertahan.

Hella hanyalah gadis kelahiran Kaliwungu, Kendal, 10 April 1994 ini. Adalah mahasiswa Semester 7 Universitas PGRI Semarang. Yang mana peduli akan keadaan lingkungan kawasan Mangkang. Dia bersama beberapa teman bermodal cuma Rp.5 jutaan saja.

Sebenernya dia sudah berbisnis kerupuk rajungan sejak lama. Awalnya keprihatian orang tua teman yang membuang rajungan kecil. Ia lantas memutar otak bagaimana caranya ya. Dia tidak mau tinggal diam. Akhirnya Hella memutuskan menjadikan itu kerupuk rajungan saja.

Awalnya kerupuk dibuat terlalu tebal potongannya. Akhirnya dia mengkonsumsi sendiri deh kerupuk tersebut. "Tapi saya terus penasaran, karena kerupuk rajungan masih langka," tuturnya. Sulung dari tiga bersaudara ini kemudian melanjutkan usaha jualan kerupuk rajungan.

Butuh waktu hingga dia mencapai titik sukses sekarang. Banyak pengembangan Hella lakukan agar sesuai trend. Butuh waktu sampai masyarakat sadar bahwa ini bukan kerupuk biasa. Harga jual dari kerupuk rajungan memang diatas rata- rata.

Agak mahal jadi membutuhkan waktu memasarkan. Ukuran 100 gram saja dijual lumayan mahal yakni Rp.55 ribuan. Usahanya dijalankan di kawasan Mangkang, Semarang. Perbulan Hella mampu memproduksi 100 kantung dan terjual habis.

Respon konsumen bagus dijual sampai Batam, Bali, dan Kalimantan. Dia termasuk wirausaha yang super mandiri. Pasalnya Hella tetap bertahan tanpa meminjam ke Bank. Sebenarnya sudah banyak Bank yang datang menawari. Melihat perkembangan bisnsi kerupuk Crabby, ia optimis mampu tanpa hutang.

"Saya sejak awal enggan berhutang ke Bank, meski banyak yang menawari," ujar Hella.

Kemampuan menjaga kesehatan keuangan dibutuhkan. Memutar uang menjadi modal kembali tanpa menghentikan pertumbuhan. Ia mengatakan bahwa "Tidak apa- apa jika harus ngirit dulu, saya yakin hasilnya segera menyusul."

Dari gaji pegawai, pengadaan, dan biaya oprasional dibuat sedemikian rupa. Yang dinilai bukanlah keuntungan dan modal, tetapi kemampuan mengoprasikan keuangan. "Sebagai pengusaha pemula saya bisa mengurus keuangan tanpa masalah."

Sabtu, 24 November 2018

UKM Kerajinan Pohon Asam Menembus Pasar Ekspor

Profil Pengusaha Bambang Hariyono


kerajinan pohon asam
 
Pohon asam menembus pasar ekspor siapa sangka. Lewat UKM kerajinan pohon asam, pengusaha bernama Bambang Hariyono sukses diusia 40 tahun. Tidak ada kata terlambat untuk wirausaha. Sejak awal dia memang dikenal sebagai pengrajin seni dari apapun.

Salah satu penggiat kerajinan asal Kota Banyuwangi. Bambang selalu mencari ide tentang kerajinan baru. Salah satu hasratnya merubah pohon asam menjadi penghasilan. Pasalnya tidak jarang orang yang melihat pohonnya sebagai limbah, padahal tekstur kayunya bagus.

Ia yang terbiasa bermain mengukir kayu. Tentu sudah paham mana yang cocok dijadikan kerajinan. Iseng dia menemukan pohon asam dan mengukirnya. Ada potensi besar pada pohon asam yang biasa terbengkalai.

UKM kerajinan pohon asam memberikan lapangan pekerjaan. Aneka furnitur, kerajinan tangan, bisa dibuat dari bahan pohon ini. Siapa sangka pohon asam menembus pasar ekspor. Padahal masih ada kayu- kayu lain, tentu karena harganya lebih ekonomis tetapi tidak kalah kuat.

Harapan UKM Kerajinan Pohon Asam

Jika pohon utama dijadikan aneka furnitur. Ketika limbahnya ada kemudian dijadikan furnitur. Tiga tahun silam dia bersemangat menggeluti kerajinan ini. Ada kekhasan unik katanya menyangkut kayu pohon asam.

Daripada memilih menggunakan mesin untuk produksi. Dia memilih membuat handmade, yang lalu dibantu masyarakat Banyuwangi. Mengutaman pemberdayaan inilah prinsip Bambang Hariyono.

"Kayu pohon asam menurut saya unik, seperti memiliki ciri yang khas," ia membahkan.

Tekstur pohon ini memiliki hal berbeda dibanding pohon lain. Setiap potongan menurutnya memiliki serat tidak sama. Sehingga banyak penekspor dari Amerika dan Eropa berminat. Usaha ini yang dia namai Oesing Craft fokus memberdayakan sumber daya Banyuwangi.

Bayangkan dari UKM kerajinan pohon asam saja. Dia mampu mempekerjakan 250 orang pegawai. Para pegawai dirangkul dari Glagah, Kalipuro, dan Kabat. Untuk memaksimalkan dia bekerja sama dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (Lapas) Banyuwangi.

"Kita rangkul lapas agar napi- napi juga punya ketrampilan salam di dalam," papar pengusaha ini.

Minat akan produk ini sangat tinggi dibanding lokal. Oesing Craft bahkan mendapatkan kontrak dari perusahaan Jepang. Mereka dedikasikan membuat aneka produk kerajinan. Bambang mampu menjual berapapun produksi dapat dijual.

Tidak cuma memasarkan ke Jepang, ada Swiss, Belanda, Jerman, Amerika, Hong Kong, Singapura dan Malaysia. Berapapun produksinya salu laris diborong eksportir. Untuk pengiriman juga tidak memiliki batas minimum, tak ayal pengusaha Bambang mengantungi omzet miliaran.

Kunci sukses untuk pengusaha muda; jadilan sosok ulet dan kreatif. Sosok Bambang mampu menjadi pengusaha dan mendapatkan apresiasi dari nasional dan internasional. Salah satunya Unesco Award of Excellence for Handycraft di tahun 2012 silam.

Juga meraih penghargaan SMESCO Award tahun 2009 silam. Penghargaan ini untuk kategori Desain Cindera Mata Jatim 2009, dan Prabaswara Award bidang ekspor 2012 silam. Untuk sukses butuh satu kualitas terbaik.

Ketika pesanan banyak janganlah lengah. Harus tetap menjaga kualitas produksi kita. "Kalau kualitas jelek, pasti konsumen lari," paparnya. Apalagi perlu disadarai bahwa Jepang sangat teliti. Kedepan dia berharap bisa mengajarkan ketrampilan ini kepada mantan PSK Dolly.

Minggu, 18 November 2018

Pengusaha Tas Kulit Ular Eksotis Hasilkan 4,5 Juta

Profil Pengusaha Anto Suroto


pengusaha tas kulit ular

UKM kulit ular memang memiliki pasarnnya tersendiri. Pengusaha tas kulit ular ini mengaku, tidak mudah mengolah kulit ular dengan aneka persyaratannya. Industri rumahan ini memang tidak banyak terbayangkan oleh orang. Alhasil Anto Suroto mampu menghasilkan penghasilan puluhan jutaan.

Sukses Anto Suroto itu berkat usaha kulit ular. Lebih tepatnya tidak hanya kulit ular sih. Tapi, ia menyamak berbagai kulit reptil untuk dijadikan berbagai produk. Produk yang dihasilkan bermacam, dari produk tas, pakian, aksesoris, dan juga berbagai produk lain.

Anto tidak hanya sukses di pasar lokal. Produk kulitnya telah meraja lela ke berbagai negara. Omzetnya bisa mencapai 20 ribu sampai 30 ribu dollar per- bulan. Kendati begitu karena berbahan eklusif maka produksinya tak banyak. Meski begitu karena itulah produknya diburu.

Tengok saja sentra kerajinan miliknya yang tak pernah sepi. Pusat kerajinan yang berpusat di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Di rumah tiga lantai itulah satu workshop sekaligus gerai miliknya didirikan.

Pengusaha Tas Kulit Ular Eksotis


produk tas kulit ular

Hasilnya tak hanya produk untuk kaum pria tatapi produk wanita. UKM ini menghasilkan tas mewah aneka kulit buatan tangan. Produknya yang membuat kamu berdecak kagum. Brand Scano Exotica Indonesia, Anto menyebut produknya terutama tas, bukanlah cuma tentang mahal atau bagus saja.

Tapi ini tentang daya tarik untuk dilirik orang lain, mampu mengangkat percaya diri, bahkan yang pendiam bisa jadi cerewet imbuhnya. Pengusaha tas kulit ular ini mengaku condong ke kulit phyton. Aneka produknya tidak terbatas pada satu jenis, ada juga produk dari kulit reptil lainnya.

Untuk pasar Asia, Eropa, dan Amerika sendiri, keunikan warna phyton amat disenangi. Usaha yang dirintis tahun 1990 -an tidaklah mulus. Ia sudah mengalami jatuh bangun dulu. Alhasil ini membuat kemampuannya dalam membedah kualitas kulit tak diragukan lagi.

Kegigihan dan konsistensi menjadi kekuatannya. Melalui berbagai pameran baik dalam maupun luar negeri ia ikuti, membuat produknya semakin terkenal. Meskipun membidik pasar kulit phyton. Ia tak lantas berhenti berkreasi berinovasi.

Kerajinan kulit biawak juga keahlian pria yang selalu tampil necis ini. "Selain eksotis dan lucu, reptil juga memiliki daya jual yang tinggi. Itulah yang menjadi alasan saya mengapa memilih reptil dalam sentra kerajinan ini," ujar pria lulusan S3 University of Berkley, Amerika Serikat ini.

Anto yang berasal dari Medan mulai berbisnis kulit sejak berkenalan dan menjadi pembantu pengusaha kulit reptil asal Jepang. Ternyata kulit reptil bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Usaha awalnya itu bermodal lumayan besar dengan pasar luas.

Tahun 1990 -an, bermodal fantastis yaitu 500 juta dari kantong pribadi Anto. Dibantu 20 karyawan, ia mulai mengerjakan produk bermerek Tassku dan Scano ini. Berkat mengikuti banyak pameran, nama produknya pun melejit.

Pengushaa tas kulit ular ini mampu berkembang bahkan ke pasar ekspor. Karena menjanjikan maka Badan Pengembangan Ekspor Nasional pun turun tangan memberikan dukungan. Dibawah naungan Menteri Perdagangan inilah ia belajar berbagai hal tentang ekspor- impor lebih lanjut.

Cara Menjadi Pengusaha Kulit Ular


Anto juga mendapatkan naungan dari Kementrian Koperasi Indonesia. Anto mendapatkan banyak pelajaran tentang hal produktivitas, efisiensi kerja, dan pelatihan kepemimpinan.

Modal yang digunakan sebagian besar untuk membeli kulit. Sisanya digunakan untuk melakukan berbagai eksperimen. Utamanya ia menyebutkan bagaimana cara mengolah warna pada bahan kulit. Menurutnya hal yang tersulit jutru ada pada pewarnaan.

Apakah bahan pewarna yang digunakan mudah luntur atau sebarapa lama bisa bertahan.

"Jika kita tidak bisa mengelola dengan baik bisa-bisa ambruk, karena biayanya sangat besar pada waktu itu," katanya menjelaskan.

Kulit ular phyton yang sering digunakan juga punya standar kualitas. Apapun jenis kulitnya selalu dipilih yang sesuai. Kulit ular phyton yang digunakan ada pada kategori medium up atau mendekati angka lebar 29 cm atau lebih.

Semua bahan bakunya berasal dari dalam negeri, khususnya dari Kalimantan, Jambi, Palembang, Pekan Baru, dan Medan. Sedangkan untuk kulit biawak, kobra, atau ular- ular kecil lain itu didatangkan dari kawasan Pulau Jawa.

Anto lalu menjelaskan kulit ular ada kategori yang mempengaruhi harga. Yang paling murah terbuat dari kulit ular air tawar, air asin, dan kobra. Golongan menengahnya atau kedua adalah ular karung dan biawak. Dan yang terakhir, yang paling mahal, adalah dari kulit buaya dan phyton.

Untuk phyton pun masih dibagi lagi yaitu baby phyton (anakan), medium, dan besar atau big phyton. Kulit phyton 80% akan diolah menjadi produk tas yang menawan. Sisanya akan digunakan untuk bahan dompet, ikat pinggang, sepatu/sandal, jaket.dll.

Karena memang produk eklusif makalah harganya tak murah. Patokan harganya ada dikisaran $300 sampai $5000 atau jika dirupiahkan Rp.2,5 juta sampai Rp.4,5 juta. Produk Tassku dan Scano memang brand lokal berkualitas internasional.

Produknya pun hanya dijual di mall ternama seperti Sarinah, Pasar Raya Grande, Sogo dan Plaza Indonesia. Menurutnya, kenapa dijual disana, karena tempat- tempat itulah yang banyak dikunjungi turis mancanegara. Sebagai tambahan produk yang paling laku ialah produk eksotis kulit phyton.

Apa yang membuatnya jadi spesial karena warnanya tak selalu mengikuti jaman. Ketika warna silver, gold, pastel, green ataupun ungu tengah menjadi tren 2008, sebelum tahun 2009 datang, Anto sudah memiliki warna- warna itu.

Selain kualitasnya, Anto juga fokus pada integritasnya sebagai penjual. Dia menambahkan bahwa perusahaannya memiliki CITES atau sertifikat integritas untuk flora dan fauna. Lebih lanjut, melalui sertifikat tersebut, produk Tassku dan Scano menggunakan bahan legal.

"Di usaha reptil ini tidak sama dengan produksi lain karena reptil itu ada yang dilindungi. Tetapi di Kalimantan ada beberapa daerah yang boleh mengekspor reptil. Namun kalau tidak disertai CITES berarti sama saja dengan melakukan penyeludupan," tuturnya.

Yang menjadi kendala bisnis kulit adalah chemical color atau pewarna kimia yang belum setabil. Maksudnya ialah pewarna yang digunakan bukanlah warna asli tetapi sudah dicampur. Untuk mendapatkan kualitas warna terbaik maka ia terus bereksperimen.

Semuanya dilakukan secara disiplin. Ia juga menambahkan kamu ingin berbisnis kulit utamanya reptil: harus disiplin, belajar dengan orang yang tepat, orang yang benar dan pintar. Karena kita tau penyelundupan kulit binatang tindakan kriminal.

"Ketiga kategori ini harus dirangkum jadi satu, instrospeksi diri, rendah hati, mau merubah menjadi lebih baik terutama dalam hal berkarya," tuturnya.

Menyikapi pasar luar negeri memang masih terbuka luas. Tapi, ia lantas mengingatkan, menegaskan disini.

"Kita jangan lantas menganggap diri kita mampu, karena di luar sana banyak yang lebih mampu. Oleh sebab itu salah satunya kita harus bisa menyikapi kultur luar baru kita bisa menyikapi produknya, tanpa kita bisa menyikapi kultur atau budaya tersebut jangan harap kita bisa masuk ke negara itu," papar lulusan S2 Jurusan Strategi Marketing Universitas Jayabaya ini.

Rabu, 14 November 2018

Pemilik Waralaba Spesial Sambal Pengusaha Miliaran

Profil Pengusaha Yoyok Heri Wahyono



Orang Indonesia tidak bisa jadu dari sambal pedas. Inilah yang ditarget pemilik waralaba Spesial Sambal. Siapa sangka dia mampu menjadi pengusaha miliaran rupiah. Di berbagai daerah, kita akan menemukan cita rasa sambal yang berbeda, dan dari sinilah; ide bisnis muncul.

Pengusaha Yoyok Heri Wahyono melihat prospek tersebut dengan jelas. Spesial Sambal, apa yang membuatnya menarik di tangan Yoyok? Dia lebih memilih mencari resep aneka sambal dari penjuru Indonasi. Hasilnya dia menemukan 29 jenis sambal dan memilih fokus daripada membuat makanan.

Hasilnya? Spesial Sambal -nya digemari para pecinta pedas. Bisnis yang kini telah menjadi ikon kota Yogyakarta, merupakan hasil pemikiran sang pengusaha miliaran. Bapak tiga orang anak ini mengaku kunci suksesnya bukan hanya menyangkut rasa.

Kunci sukses bisnis kuliner menurut pemilik waralaba Spesial Sambal; adalah harus enak ditambah mengesankan, memikat, dan mempesona. Pria empat puluh tahun yang memiliki nama panggilan Yoyok, kini menjadi direktur Waroeng SS. Bisnis yang berkembang memiliki 58 cabang di 27 kota.

Awal mulanya, Dia bercerita ketika mencoba masakan di rumah makan yang jauh, pelayanan tidak ramah, tapi selalu laris. Disini lah baru terungkap, melalui mulutnya bahwa rasa makanan begitu mengikat.

Pengusaha Miliaran Waralaba Spesial Sambal


Makanan disajikan bukan hanya enak tapi "ngangeni" ujarnya mendeskripsikan persaannya kala itu. Meski pelayanan buruk tapi masakannya enak (ngangeni), maka tidak perlu khawatir. Kenyataan itulah membuatnya selalu bersikeras dengan ideologinya.

Waroeng SS harus menjadi kuliner yang enak juga ngangeni, tapi ditambah pelayanan dan tempat strategis; hasilnya miliaran rupiah. Kalaupun anda memiliki bisnis dengan manajemen jelek. Selama rasanya ngengenin tinggal perbaiki manajerial, dan tetap akan laku.

Itulah resep rahasia Yoyok SS Sambal. Berjalannya waktu, warung ini yang menggunakan penjualan sistem franchise, memilih untuk memakai kemitraan tertutup. Ini ada alasannya loh, Yoyok menyebut guna mempertahankan rasa sambalnya.

Dia yakin lebih mudah mengontrol tiap outlet. Waroeng SS resmi didirikan di tahun 2005, memiliki 3 orang karyawan awalnya, yang kini berubah menjadi 1.800 karyawan. Sebelas tahun sudah Waroeng SS berjualan diamana halangan rintangan dihadapi dengan sabar.

Pemilik warlaaba Spesial Sambal ini memilih menahan diri.

"Untuk memudahkan, kami membagi WaroengSS menjadi beberapa menejemen area, seperti Jogja (pusat), Jabodetabek, Solo, dan Semarang, menejemen area itulah yang bertanggung jawab terhadap WaroengSS yang ada di wilayahnya," ujarnya.

Pada tahun 2002, Yoyok masih berkutat dengan segala sesuatu tentang event organizer. Usahanya di bidang event organizer, membuatnya terjebak dalam ketidak pastian kenangnya. Tidak setiap hari harus menyiapkan sebuah acara kan.

Dan, dari sana, Yoyo hanya mendapatkan hasil yang kecil. Di tahun itu juga, ia dan kelima temanya memilih bisnis kuliner dengan aspek menjual lebih besar.

Mengusung nama Spesial Sambal, enam sekawan kemudian membangun warung tenda kaki lima di Jl. Kaliurang (tepatnya di sebelah barat Graha Sabha Pramana, UGM). Spesial Sambal kemudian hadir ditengah masyarakat sebagai spesialis sambal.

Spesial Sambal menawarkan berbagai macam sambal sebagai usaha. Ini merupakan nilai lebih mereka. Spesial Sambal tidak menghadirkan sebuah eksperimen, tetapi memberikan sambal sepenuhnya hasil pencarian.

Rahasia Sukses Waralaba Spesial Sambal


Dalam waktu 6 bulan, alumnus Teknik Kimia, UGM tersebut berani membuka cabang Waroeng SS. Bahkan tidak lama, ia sudah memapu membuka beberapa jcbang lagi. Besarnya animo masyarakat membuat Yoyo lebih percaya diri.

Dia getol melalukan ekspansi sebelum banyak pesaing bermunculan. Ia lantas membuka prospek waralaba. Ini akan memastikan konsepnya tidak ditiru, ditambah menguasai pasar sambal. Ia berhasil hingga usaha dangan lambang SS tersebut menjadi bisnis waralaba yang besar.

Terbukti, melalui entrepreneurship yang kuat, Spesial Sambal  berhasil membuka 40 gerai yang tersebar di berbagai dearah. Itu sudah meliputi Yogyakarta, Solo, Semarang, Malang, Kediri, Bandung, Jakarta, Depok, Cirebon hingga Pekanbaru.

Tak heran jika julukan Mr. Huuh- Haah tersematkan kepadanya. Pengusaha miliaran ini bisa melalui bisnisnya, Spesial Sambal telah mampu mengambil waktu yang tepat. Jika lengah sedikit, kami bisa pastikan usahnya tidak akan tumbuh.

Ini bukan hanya masalah kemampuan membangun tetapi juga ekspansi. Berbicara harapan, Yoyok berharap memperluas jangkauannya sampai ke daerah minimal ada dua cabang. 

"Sejauh ini memang baru menjangkau Sumatera, Jawa, dan Bali; namun ke depannya pastilah ingin memperluas ekspansi cabang lagi, bahkan tidak hanya di dalam negeri saja, namun hingga ke luar negeri," ungkapnya.

Baginya berbisnis bukan hanya memenuhi kebutuhan semata, tapi lebih ke tanggung jawab. Dia bertanggung jawab atas hidup karyawannya agar tidak mandeg. Usahnya harus meliputi inovasi serta ekspansi merambah ke dearah.

Ini juga termasuk cara membantu membuka kesempatan kerja. WaroengSS memiliki omset rata- rata 11-12 miliar tiap cabangnya. Walau terbilang sudah besar, WaroengSS disebutnya masih bisnis yang boros.

"Untuk margin keuntungan hanya berkisar di angak 8-13%, karena bagi saya SS ini usaha yang boros, selain operasional bahan baku, juga untuk biaya SDM yang bisa mencapai 20%," jelasnya.

Baginya peningkatan SDM merupakan kewajiban karena merupakan ujung tombak bisnis. Yoyok akhirnya menyiapkan tempat training. Maksudnya menggembleng karyawan untuk tahan banting serta cekatan.

Yang tersulit, ia mengaku menemukan menejer dan supervisor yang benar- benar mau bekerja keras. Salain faktor internel, WaroengSS juga mengalami kesulitan di eksternal.

"Kembali lagi ke kondisi riil bangsa kita saat ini, faktor keamanan terutama di kota-kota besar terkadang menjadikan pemilik usaha seperti kami harus mengeluarkan budget khusus faktor X tersebut," lanjut Yoyok.

Dia harus siap akan perubahan harga seketika, serta urusan birokrasi yang menghambat. Sebuah kebiasaan, bagi pebisnis di kota besar, Yoyok harus tetap bersabar menunggu kebijakan pemerintah.

Untuk informasi franchise atau bisnis lainnya kunjungi: www.waroengss.com

Senin, 12 November 2018

Pensiunan PNS ini Menjadi Pengusaha Budidaya Alpukat Miki

Profil Pengusaha PNS Suharno


pensiunan pns jadi pengusaha
 
Orang bilang jadi PNS enak punya penghasilan tanpa kerja nanti. Sosok pensiunan PNS ini menjadi pengusaha budidaya Alpukat Miki. Padahal Suharno mendapatkan jatah bulanan penghasilan. Alasan memilih wirausaha karena ingin tetap produksi di masa senja.

Mantan Pejabat Lingkungan Pemkab Banjarnegara, Jawa Tengah. Jabatan terakhirnya adalah Asisten 1 Sekertaris Banjarnegara. Kini disibukan pekerjaan barunya menjadi pengusaha. Dia membudidaya alpukat miki, melalui tanah miliknya di kawasan Komplek Perum Limbangan Baru.

Pensiunan PNS ini menjadi pengusaha selepas 2012 silam. Sibuk menggeluti usahanya karena sangat senang. Dia pandai memilih bibit- bibit tanaman unggul Salah satunya ya alpukat mini miliknya yang terkenal laris.

"Saya menyukai bercocok tanam sejak SMP," ia menambahkan. Dan lingkungan Suharno S.Sos yang memberikan dukungan. Keluarga memang senang dengan tanaman menghijaukan. Jika dulunya dia hanya lakukan untuk hobi, sekarang diseriusi sebagai usaha.

Menjadi Pengusaha Budidaya Alpukat Miki

Sebagai catatan bahwa budidaya alpukat miki laris. Pasarnya tidak hanya dijual dalam negeri tetapi dijual ke luar negeri. Pasar ekspor- impor sudah ada ditangan pensiunan PNS ini. Suharno sekarang menjabat sebagai ketua harian HKTI Banjarnegara.

Alpukat Miki merupakan bibit varietas unggulan dataran rendah. Bibit ini dikembangkan oleh pihak Pusat Kajian Buah- Buahan Tropika ITB. Peneliti ITB Dr. Sobir berserta tim peneliti menghasilkan bibit alpukat yang sifatnya besar dan lembut.

Berat alpukat Miki mencapai 400- 600 gram dan produksi di usia tanaman 2- 3 tahun. Usia generatif tanaman ini pada usianya 5 tahunan. Sifatnya genjah sehingga unggul dibanding alpukat lain. Rasa dihasilkan alpukat pulen dan manis enak.

Umumnya berbuah satu kali dalam setahunan saja. Sedangkan alpukat Miki menghasilkan buah tiap tahunnya. Alpukat hijau ini menghasilkan domplan yakni rindah dan lebat buahnya. Alpukatnya juga mengkilat lebat diujungnya jadi menyenangkan.

Buahnya tebal berwarna kuning cerah ketika dibuka. Walaupun buahnya manis tanpa getir dan tahan hama. Buah alpukat ini sangat kuat jika digigit ulat buah. Kulitnya kuat tebal tidak mudah untuk bisa ditembus.

Pohon ulat juga dimangsa ulat utamanya jenis Cricula Trisfenestrata. Daun alpukat juga tidak cocok buat penceranaan ulat. Hati- hati karena ini juga berpengaruh kepada hewan sapi atau kambing. Ini sering disebut alpukat mentega sangat direkomendasikan untuk dibudidaya oleh masyarakat.

Cocok buat budidaya dataran rendah berkualitas prima. Produksi banyak meskipun usia masih muda. Ini merupakan kesempatan bagi pensiunan PNS juga.

Pensiunan PNS Tetap Produktif

Apakah syarat menanam alpukat Miki, adalah dataran tinggi setinggi maksimal 1.500 meter di atas permukaan laut. Cocok ditanam pada wilayah tropis maupun sub- tropis. Tidak masalah ditanam di tanah remah maupun tanah berlempung.

Kondisi penanaman tidak butuh cahaya matahari intens. Budidaya alpukat mentega memang mudah. Suharno menambahkan dia mendapat bibit lewat okulasi. Menurutnya ini merupakan cara terbaik mendapatkan bibit.

Bagi kamu yang berminat budidaya alpukat Miki. Jangan segan datang ke tempat Suharno untuk belajar. Juga memberikan layanan bibit unggulan untuk ditanam. "Kami akan berbagi ilmu, bagi yang ingin praktis saja kami menyediakan bibit siap tanam," ujarnya.

Teknik digunakan untuk menanam alpukat Miki. Adalah teknik okulasi yakni menempel batang ke pohon alpukat lain. Penyambungan dilakukan saat usia benih dua bulan dan tinggi 60 cm. Kenapa pensiunan PNS ini menjadi pengusaha budidaya alpukat.

Dia menjawab kegiatan bercocok tanam menekuni hobi. Selain itu kegiatan ini akan menghindarkan dia dari pikun. Memberikan dampak positif bagi kesehatan orang tua. Untuk teknik okulasi sendiri sangat membantu agar rasa tidak berubah.

Di usia senja sekarang 50 pohon saja sudah cukup jadi jaminan. Ayah dari dua putra dan dua cucu ini juga membudidaya pisang rajalawe. Pisang kondang dari Banjarnegara, buahnya panjang dan manis cocok dijadikan tanaman buah.

Dari jenis Euclyptus cocok untuk dataran tinggi seperti Dieng. Suharno juga membudidaya buah lain yakni jeruk keprok. Dia juga mengembangkan buah jambu air Deli Hijau. Segmen pasar yang dia target adalah mudah dijual, dan menghasilkan untung dibanding buah umum.

Jumat, 09 November 2018

Vas Plastik Botol Bekas Bisnis Daur Ulang Jutaan

Profil Pengusaha Achmad Iskandar


vas plastik daur ulang

Sebuah vas plastik botoh bekas menjanjikan rupiah. Inilah kisah pengusaha bisnis daur ulang yang hasilnya jutaan. Ide sederhana itu ternyata menghasilkan uang tidak sedikit. Ada kesibukan tersendiri di sudut kota Balikpapan kini.

Pengusaha ini tengah sibuk- sibuknya mencari sesuatu di tumpukan sampah. Pria bernama lengkap Achmad Iskanda, tengah mengumpulkan aneka sampah plastik. Dia kemudian memisahkan sampah plastik tersebut ke karung tersendiri.

Sampah apapun bukan cuma botol kemasan air minum, termasuk bungkus makanan ringan, termasuk juga bungkus kopi, atau apapun berbahan plastik. Pengusaha bernama Achmad Iskandar, seorang lelaki kelahiran Muara Munta, 57 tahun silam.

Dia bukanlah sembarang atau sekedar pengepul sampah. Sampah itu kemudian akan dimasukannya ke sebuah wajan berukuran sedang yang telah dipanasi dulu. Setengah jam kemudian sudah, Iskandar mulai mengaduk plastik yang telah meleleh berbentuk pasta.

Kisah Pengusaha Vas Plastik Botol Bekas


Inilah cara membuat vas plastik botol bekas. Berbekal cetakan semen telah dimodifikasi, Iskandar pun menuang pasta plastik tersebut langung ke dalam cetakan tersebut. Dia menunggu 15 menit lalu plastik itu telah mengeras di dalam cetakan.

Melalui cetakan inilah keajaiban datang ditangan bapak orang anak. Bisnis daur ulang dari sebuah obsesi terhadap sampah plastik. Ia mulai melepaskan cetakan tersebut perlahan, jadilah sebuah vas bunga siap diolah selanjutnya.

Iskandar kemudian menyiapkan dempul dan amplas, menghaluskan tiap sisi vas yang telah kering tetapi masih terasa elastis. Setelah permukaannya halus, maka ia pun mulai mengecat aneka warna ke vas itu. Ia menggunakan berbagai warna lalu membuatnya menjadi bermotif retak- retak.

"Mengapa retak- retak yang dipilih? Karena sampah plastik apalagi foil (plastik yang mengkilat dan sukar diurai), sangat membahayakan. Jika semakin banyak sampah plastik, bumi bisa retak," terangnya, menjelaskan maksud dibalik pilihannya tersebut. 

Begitulah kegiatan sehari- hari di workshop yang dijalankan oleh warga Jalan Ampal, Sumber Rejo, Balikpapan ini. Berkat kerja keras ditambah kreatifitas membuatnya, dia memiliki penghasilan tetap tiap. Ia dikabarkan telah mampu membuat 900 buah tiap bulan perlu diketahui.

Barang daur ulang tersebut kemudian dipasarkan ke daerah- daerah di Kalimantan Timur. Kini, dia ingin memasarkan produknya lebih jauh lagi. Ide awalnya itu ketika dirinya mengikuti pameran dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Nasional di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Tepatnya di Juli 2008, ia berkeliling menikmati aneka produk daur ulang sampah plastik. Saat itu ia berpartisipasi mewakili pemerintahan kota Balikpapan melihat produk karya daerah lain. Dia terpikir kenapa semua hasil produk berbentuk konvensional seperti taplak, tas plastik, dan produk umum lain.

Produk- produk lain yang sudah sering dilihat dirinya dimanapun. Iskandar yang pernah menggeluti bisnis tanaman hias terbersit dipikiran; dia mau embuat sesuatu yang berbeda dari biasa. Ide gampang yakni menciptakan vas bunga dengan plasti hasil daur ulang.

Kenapa Bisnsi Daur Ulang Untung Jutaan


Dia segera mencari tau segala sesuatu tentang plastik. Iskandar kemudian mencati tau hal apa saja yang bisa dibuat dari sampah plastik, bagaimana caranya, dan yang terpenting apa bahayanya. Dia menghabiskan waktu beberapa bulan lalu mencobanya secara berulang- ulang.

Setelah yakin  akan teorinya, ia segera membuat berbagai vas hingga berbagai ukuran. Ada sekitar 20 macam bentuk, mulai dari berukuran tinggi 25 sentimeter hingga tinggi 45 sentimeter berdiameter 45 pula.

Barang daur ulangnya kemudian dicat dan diberi gambar motif. Ia membuat motif bunga ataupun motif dayak agar terlihat eksotis. Suatu ketika pengusaha Iskandar lantas menciptakan Marmo, batu tiruan dari plastik yang bisa kita gunakan jadi aneka hiasan.

Aneka produk dijual dikisaran harga seharga Rp.25.000 per- buah untuk vas bungan, dan Marmo dijual seharga 140.000 per- meter persegi. Dia membeli bahan baku Rp.500 per- kilogram, sedangkan satu buah vas beratnya 1 kg.

Artinya, ia mampu mengantongi laba bersih Rp.24.500 per- kg plastik.

"Untuk warga pesisir laut, bisanya saya beli mahal, yaitu Rp.1000 per- kg. Ini supaya mereka termotivasi mengumpulkan plastik di pantai atau laut," tambahnya.

Agar hasil karyanya tak dibajak, ia membranikan diri mematenkan produknya. Melewati berbagai tahapan Iskandar, cara pembuatan sukses terdaftar di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Lingkungan, Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Dalam lima kali uji, hak paten metode dan proses pembuatan barang yang didaur ulang terbit pada 1 Februari 2010 bernomor P00201000069. Biaya hak paten mencapai Rp 32 juta, dimana pemkot Balikpapan membantu Rp 12 juta.

Senin, 29 Oktober 2018

Kopi Luwak Lanang Pengusaha Theresia Deka Putri

Profil Singkat Theresia Deka Putri


kopi theresia deka putri

Pengusaha Theresia Deka Putri, umur 27 tahun, memulai debut di dunia wirausaha cuma bermodal kepercayaan akan peluang. Dia yakin bahwa kopi, terutama jenis kopi luwak, mampu mengantarnya ke pintu kesuksesan.

Awal mulanya menjadi tenaga pemasaran kopi eceran. Ia lantas bertekat membangun bisnis sendiri. Dia lantas mulai belajar menjadi seorang ahli kopi otodidak. Di tahun 2007, bermodal sekitar Rp. 200 juta, Putri bulatkan mengerjakan bisnis kopi luwak.

Targetnya ialah konsumen berkantong tebal yang doyan kopi kelas premium. Memulai usaha dari nol, ia bermodal pengalaman memasarkan kopi dari warung ke warung sendiri. Dia mulai mengumpulkan informasi tentang kopi luwak.

Dia belajar sendiri sampai mempraktikan langsung. Melalui usaha CV. Karya Semesta, perusahaan kecilya mampu memproduksi tiga merek kopi sekaligus, yakni merek Kopi Luwak Lanang, Lanang Landep, dan juga Gajah Hitam.

Pengusaha Kopi Luwak Lanang


Mereka membuat bisnis pengolahan kopi sederhana tahun 2008. Karya Semesta mesangrai biji- biji kopi hanya dengan penggorengan terakota. Untuk alat penggilingan, modal awal, yaitu  perusahaan yang menggilingkan ke tempat- tempat yang menawarkan jasa penggilingan.

Perjalanan waktu, mereknya telah mampu merembah Kota Jakarta, Bali, hingga ke Makasar, dan diberbagai pasar lokal. Pasar luar negeri akunya merek Kopi Luwak Lanang sudah mampu masuk sampai ke Malaysia, Taiwan, Polandia, Inggiris, Korea Selatan dan Inggris.

Sebuah perjalanan sulit, namun ia telah berhasil sebagai wirausahawan wanita. Dia melalukan sendiri tanpa bantuan orang tua karena memang dia seorang yatim piatu. Dan, Putri sendiri memang sudah akrab dengan bisnis semenjak masih kecil, dari berjualan sepatu, pakaian, dan produk fasion lain.

Waktu itu, dia menarget pasar sekitarnya, menjual produk fashion ke teman- temanya terdekat dulu. Tahun 2000 -an, dia telah masuk pasar makanan minuman seperti teh dan kopi. Selepas itu ia mulai mendapatkan kepercayaan dari perusahaan menjadi pimpinan tim.

Dia berkeliling sekitar Jawa Timur memasarkan produknya.

"Saya ikut berkeliling- keliling dari warung ke warung menwarkan berbagai macam produk minuman," ucapnya mengenang. 

Kegigihannya menghasilkan sesuatu, dia mengaku mulai mengerti soal aktifitas pasar dan peluang- peluang di dalamnya. Banyak kompetitor dari bisnis minuman, menandakan semakin besar peluang pasarnya. PengusahaTheresia Deka Putri menjelaskan bahwa masih ada peluang bisnis kopi.

Putri selalu berpikir tentang menciptakan produk sendiri. Tanpa mengandalkan perusahaan supplyer. Dia ingin memiliki kebun sendiri, dan juga luwak sendiri. Relasi kuat menjadi andalan memastikan mereknya tetap berjaya.

"Dari pemilik warung, saya memahami selera kopi yang digemari konsumen. Itu pengalaman berharga." jelas Putri

Dia telah memiliki kebun sendiri sebesar empat hektar. Namun kebutuhan semakin meningkat saja, hingga akhirnya Putri urung melepaskan supplyer. Dia menjalin kemitraan dengan para petani kopi di kawasan Bondowoso dan Malang.

Meskipun punya produk sendiri, dia tetap menjajakan produk lain dari perusahaan lain. Ia melakukan itu sebagai upaya memberikan variasi produk CV. Karya Semesta. Setelah resmi setahun perusahaan beroperasi telah memproduksi dan menjual produknya sendiri.

Pada 2011, Theresia Deka Putri menghasilkan omset Rp. 1 miliar pertamanya. Tahun lalu Putri telah sukses bisa memenuhi 90% dari target dengan omzet Rp 1,6 miliar yang dipatoknya.

"Ada saja tantangannya. Tapi ibarat manusia, kita tidak bisa mengarahkan angin, tetapi masih bisa mengarahkan layar. Ini yang saya lakukan untuk orang tua, mungkin mereka di sana (surga) bisa melihat saya sukses disini," tutur Putri.

Kunci sukses ada di aneka pasar ditarget. Putri telah memiliki segementasi luas di tiap produknya. Tak lagi fokus kepada kelas premium lagi. Yaitu Gajah Hitam memiliki segmen kalangan menengah bawah dari warung ke warung.

Pengusaha Kopi Luwak Lanang Premium


Dua merek lain, Luwak Lanang dan Luwak Landep dipilih menjadi produk kelas premium, yang ikut menyasar penikmat kopi menengah atas. "Kopi Luwak Lanang selalu habis dipesan orang dari luar negeri," ujarnya.

Sesuai namanya, Luwak Lanang merupakan produk premium berasal fermentasi biji kopi dari luwak jantan. Hal tersebut dimaksud memunculkan aroma khas. "Luwak jantan mengeluarkan enzim jauh lebih kuat dari betinanya."

Demikian pula Lanang Landep, Ia hanya menggunakan biji- biji kopi tunggal atau biji kopi lanang (pearl berry).

Biji kopi tersebut disortir secara ketat mencari di kumpulan biji kopi. Setiap bulan, perusahaan mengeluarkan berton- ton biji kopi. Luwak Lanang saja membutuhkan 1,6 ton biji kopi diproduksi. Ini semua berkat aneka pameran yang diikutinya setiap ada kesempatan.

Tak heran jika perusahaan miliknya mampu mendapatkan aneka penghargaan Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Meskipun begitu, Putri masih berpikir perusahaan butuh produk olahan baru, seperti teh.

Putri ingin menciptakan kesan lebih lewat kemasan, mengingat itu merupakan kunci sukses lainnya. Kini dia bahkan mempunyai alat pembuat kemasannya sendiri. Bertambah permintaan, ia melakukan berbagai hal agar memenuhi permintaan pasar.

Hasilnya, setiap bulan, ia memproses berton- ton biji kopi. Ia lalu mengemasnya sendiri. Produk andalan ya masih Kopi Luwak Lanang, darisana ia mengolah 1,6 ton biji kopi tiap harinya. Diluar itu ia mendapatkan puluhan ton untuk dioleh seperti penjelasnya kepada pewarta Kontan.

Setelah sekian lama berencana Putri pun mempunyai produk teh sendiri. Tercatat dia pemilik produk teh berlabel Gambung Tea. Wanita yang menyenyam pendidikan Manajemen ini tetap fokus paket produknya. Setiap saset dibuatnya semenarik mungkin.

Lebih dalam siapakah pengusaha Theresia Deka Putri sebenarnya.  Apa membangun mimpinya, jelas sosoknya merupakan seorang pekerja keras, yang sudah aktif berbisnis semenjak kecil. Ini bisa jadi satu catatan bagi kita.

Sedari sekolah ia sudah berjualan sepatu sendiri, baju, serta aneka produk fashion. Saat itu, seperti orang seusianya, pelanggan Putri hanyalah keluarga dan teman- teman sekolahnya. Di tahun 2002, tercatat ia merambah bisnis teh bermodal keyakinan dari salah satu produsen.

"Saya turut berkeliling dari warung ke warung untuk tawarkan bermacam product minuman itu," kenang wanita yang besar di Gresik. Kegigihan menjadikan koneksi kuat jaringan warung kopi di seluruh kawasan kota dan kabupaten lain di Jawa Timur.

Dulu di tahun 2008, Putri bermodal pemanggangan milik orang lain, yaitu memanggang bermodal penggorengan terakota lahirlah bisnis kopi. Hingga sebuah tempat penggilingan biji kopi, mau memberikan ruang bagi Putri menggiling sendiri.

Kamis, 25 Oktober 2018

SamWon House Pengusaha Makanan Korea Albert Santosa

Profil Pengusaha Albert Sentosa


bisnis pengusaha makanan korea

Menjadi pengusaha makan Korea Albert Sentosa. Kelebihan di bisnis makanan Korea hanya satu. Adanya branding kuat dari popularitas tanpa harus ekstra keras. Tinggal memperkuat merek (brand) produk atau pun jas. Kita musti mengetahui bahwa fungsi merek sejatinya adalah identitas.

Namun, adanya kompetisi membutuhkan sentuhan khusus, jadilah sebuah merek butuh pengelolaan yang kontinu. Unsur- unsur yang mempengaruhi kekuatan sebuah merek ada 2 yaitu tangible dan intangible. Itu saja?

Jika tentang Korea maka branding K- Pop lah ingatan kita. Tetapi, dibalik semua tentang Korea, ada tradisi pula yang dibawa salah satunya adalah makanan khas mereka. Salah satu hal yang menarik dari negara ini yaitu makanan khas negeri ginseng ini.

Dan, banyak orang Indonesia yang memang menyukai makanan asli Korea Selatan. Oleh karena itu, hal ini menjadi salah satu peluang bisnis yang bisa kamu coba.

SamWon House Usaha Makanan Korea


Dibenak mereka yang belum pernah mencoba ini. Maka ketika mendengar makanan Korea akan berpikir tentang arti Korea, atau jika mereka berpikir artis maka akan berpikir bagaimana rasa yang disajikan disana.

Kedua hal yang saling berkaitan kuat dalam branding. Pengusaha makanan Korea ini, mampu melihat peluang dan dialah Albert. Dia mendirikan usaha kuliner khas Korea Selatan sejak November 2010. Menurutnya, usaha ini punya prospek bagus, selain itu karena belum banyak yang melakukannya.

Saat membuka usaha ada dua pilihan bisnis bagi Albert. Mau berbisnis kuliner Korea atau Jepang. Kedua- duanya punya akar kuat. Tetapi, brand Korea nampaknya masih ramai- ramainya, jadilah dia memilih satu ini.

Kelahiran SanWon Espress, menu yang ditawarkan adalah kuliner khas, baik yang sudah familiar dan baru, ada bibimbap, sup, kimchi, bento ala Korea dan banyak lagi lainnya. Untuk harga tergolong menengah, Albert mematok Rp. 16.000-Rp. 40.000 per- porsi saja.

Usaha waralaba pun ada, yaitu berbentuk gerai, sehingga akan cocok untuk kamu yang mempunyai dana terbatas. Albert sendiri mempunyai satu resto sebagai bisnis utama. Dan juga ditawarkan untuk anda yang berminat.

Untuk kelas ini, ada beberapa menu tambahan, seperti gogi gui, bokeum dan teokbokki. Harga yang dipasang akan berbeda, dimana setiap porsinya dari Rp. 55.000 sampai Rp. 100.000.

"Kuliner Korea itu identik dengan mahal, tidak halal, terus rasanya aneh. Ini kita mau pangkas satu per satu," kata Albert yang mengaku pencinta kuliner Korea dan Jepang ini.

Karena mayoritas pasar Indonesia tidak mengkonsumsi babi, Albert menambahkan, bahwa SamWon berkomitmen menjual kuliner Korea tanpa bahan tersebut.

Agar rasanya juga tidak aneh, ia telah sukses mengkombinasi bumbu- bumbu yang memang ia impor langsung dari Korea, agar sesuai dengan lidah orang Indonesia Awal mula usaha ini dirintis, Albert merogoh kocek tak kurang dari Rp 1,5 miliar.

Saat ini, SamWon telah memiliki sembilan gerai terdiri dari SamWon House yang berbentuk restoran serta SamWon Express yang bergaya foodcourt. Untuk waralaba sendiri, Albert menyebut anda bisa mendapatkan paket food court senilai Rp. 300 juta.

Bisnis Makanan Korea Waralaba


Kamu cukup menyediakan tempat yang seluas 12-25 m2. Paket kedua adalah paket restoran. Untuk mengambil paket ini, kamu perlu menyediakan dana sebesar Rp. 1 miliar –Rp. 1,5 miliar dan juga lahan seluas 200 m2.

Pada paket kemitraan restoran disuport lengkap, istilahnya tinggal duduk, renovasi tempat, desain interior, suplai bahan baku, perlengkapan, perekrutan dan pelatihan karyawan. Kemitraan ini berlangsung selama 5 tahun dan bahan baku langsung anda dapatkan dari pusat.

Omzet yang bisa didapat dari usaha kuliner Korea ini mencapai Rp. 150 juta – Rp. 400 juta, dengan laba bersih 20-40 persen. Dan, anda bisa balik modal dalam 4-8 bulan.

Lantas bisnis Korea apalagi yang dibidiknya. Apalagi kalau bukan K- Drink yang sedang ngetren sekarang. Itu loh minuman dingin bercampuran bola kenyal, atau yang biasa kita sebut bubble drink. Ini sudah populer di Indonesia sebagai minuman khas K- Pop Korea.

Bagi Indonesia yang beriklim tropis tentu memiliki potensi pasar yang besar untuk produk minuman dingin macam ini. Ini pula lah yang membuat Albert Sentosa optimistis mendirikan usaha bubble drink bernama K-Drink.

Agar memiliki ciri khas, Albert berinovasi menambah campuran gingseng. Maklum ,usahanya ini memang terinspirasi oleh budaya Korea yang sedang tren di tanah air. Bisnis kuliner yang menjajakan menu khas Korea bernama Samwon House dan Samwon Express.

Kemudian dia punya bisnis K-Drink, yang langsung membuka tawaran kemitraan. Sudah ada lima gerai K-Drink milik pusat yang sudah berjalan, dan lokasi bisnisnya masih di satu tempat dengan Samwon Express di Jakarta.

Usaha berkonsep booth di mall mencoba menyasar pasa mereka kalangan atas. Tawaran investasi yang ditawarkan K-Drink seharga Rp 160 juta untuk paket booth dan senilai Rp 260 juta untuk paket island.

Kedua paket diatas akan mendapatkan fasilitas chiller, blender, aluminium kitchen set, kompor listrik, mesin cup sealer, pelatihan karyawan, serta kerjasama selama 3 tahun.

Jumat, 19 Oktober 2018

Inovasi UKM Jahe Minuman Herbal Berenergi Gujahe

Profil Pengusaha Wirausaha Mujiono

pengusaha ukm jahe
 
Cara inovasi UKM jahe mengembangkan bisnisnya mandiri. Pengusaha Mujiono telah merasakan getirnya berwirausaha. Dia pernah bertahan hidup sebisa mungkin, pada gempa 27 Mei 2006 silam. Gempa yang membuat pengusaha Mujiono harus memeras otak kembali wirausaha.

Dia menggunakan seluruh pengetahuan, terutama  ketika di SMTP Pandak, yaitu jurusan pengolahan hasil pertanian. Sebenarnya sebelum peristiwa itu hidupnya sudah berkecukupan. Selepas belajar di SMTP, dia sebenarnya sudah punya usaha tetap, bahkan bisa dibilang sudah menengah.

Tahun 1995/ 1996, Mujiono membuka usaha UKM bumbu dapur. Hasil usaha kecil itu sudah merata ke seluruh penjuru pasar tradisional, dari Bantul dan kota Yogyakarta pada umumnya. Keuntungan dari usaha bumbu dapur dirasa cukup menopang kehidupan keluarga Mujiono.

Usaha UKM meliputi pembuatan aneka bumbu rempah; jahe, kencur, kunyit, laos, sereh, dan juga gula jawa. Produksi rumahan yang berkapasitas lumayan besar. Ukuran penjualan waktu itu tak lagi berapa kilo tapi tonase.

Pengusaha UKM Jahe Gujahe


Perjalanan hidup pengusaha ini berubah ketika gempa. Memulai usaha dari nol kembali tanpa tau arahnya. Apa yang bisa dilakukan Mujiono ketika bahan baku 15 ton jahe, dan kencur yang baru saja dibeli 23 Mei 2006, yang sudah tertimbun reruntuhan gudang penampungan.

Peristiwa gempa yang diikuti hujan, membuat jahe, dan kencurnya keluar tunas. Kondisi ini lantas menginspirasi Mujiono. Dia meyakini bahwa barang dagangannya harus diolah kembali. Dia mencari cara mengolah kembali untuk dijual kembali.

Ide bahwa jika dijual dalam bentuk serbuk akan kurang laku. Harus ada inovasi dalam bentuk padat terangnya. Carnya yakni dengan mengambil sari dari berbagai macam bumbu dapur, yang kemudian dia campur gula jawa sebagai bahan pokok.

Produk dihasilkan tersebut kemudian diberi label "gujahe" (gula jawa herbal). Pada awal pemasaran gujahe yakni saat pengikuti pameran di Segoroyoso, cukup mendapat respon pembeli dan mendapat pula support dari Camat Pleret.

Suatu penemuan baru dimana gula jawa hanya untuk memasak. Kini bisa dijadikan aneka minuman instan berkhasiat. Berkat inovasinya tersebut lah, UKM Mujiono yang sempat mandek, kini mulai bergairah kembali. Bahkan dia mulai meramu- ramu dengan berbagai rempah lain.

Hasilnya sedap serta menyegarkan dengan berbagai rasa alami rempah, dan juga menjadi minuman kesehatan untuk terapi dan berbagai penyakit. Selain rasa jahe, ada rasa beras kencur, kunyit asam, temu lawak, kunir putih, jaffemix, dan Gula Tawon.

Usaha tersebut dibantu ibu- ibu sekitar warga Bantul korab gempa. Satu 1 butir Gujahe diseduh dengan satu gelas air panas, siap untuk diminum. Pemasaran dari Gujahe sendiri sudah meluas ke berbagai daerah di seluruh wilayah Indonesia dengan dibantu oleh 11 Distributor.

Menginspirasi Berwirausaha Mandiri


Mujiono kemudian meluncurkan produk baru, yaitu Gulajoss ( Gula Jawa dikombinasi dengan jamu ) berfungsi untuk theraphy berbagai macam penyakit. Dalam kurun waktu 4 tahunan, Mujiyono telah menghasilkan kurang lebih 40 produk Gujahe maupun GulaJoss.

pengusaha gujahe

Dalam wawancara bantulbiz.com dengan si empunya. Wirausaha mandiri Gujahe sempat booming hingga banyak orang meniru. Sayang, mereka tak mengerti resep rahasia milik Mujiyono. Hanya ditangannya lah, gujahe tidak mudah mengeluarkan jamur, produknya lebih bertahan lama.

Akhirnya setelah lama para peniru menjadi capek sendiri. Mereka satu per- satu hilang entah kemana, sementara dirinya semakin berinovasi. Gujahe produksi Mujiono dengan teknik tertentu dapat bertahan hingga 1,5 tahun.

Memiliki 12 karyawan bagian produksi, setiap har Mujiono mampu memproduksi 5 sampai 7 kwintal gujahe, dengan 40 item aneka rasa. Gujahe yang dihasilkan tidak dijual eceran, melainkan semuanya melalui distributor. Ada 13 distributor resmi gujahe Mujiono di seluruh DIY. 

Harga jual ke distributor Rp. 6.000 per dos yang isinya 8 potong. Jika distributor memesan di atas 500 dos harganya jadi Rp.5.500 per- dos, di atas 1000 dos harganya Rp.5.000 per- dos. Sedangkan bila dipacking sendiri harga Rp. 4.500 per 8 potong.

Namun demikian, untuk menjaga stabilitas harga, distributor harus menandatangani kesepakatan. Yakni mereka tidak boleh menjual di bawah Rp. 6.000 per- dos. Rata- rata omzet per bulan penjualan gujahe saat ini Rp. 120 juta, dengan tingkat keuntungan dapat mencapai 15 % – 20 %.

Tak mau kalah pengusaha lain yang memanfaatkan internet. Mujiono juga melayani pemesanan di internet. Alhasil produk gujahe miliknya telah menyebar di hampir 90 % kota Indonesia. Harga jual pesanan melalui internet Rp. 8.000 sampai Rp. 12.000 per do.

Namun untuk menjadikan mereka sebagai distributor resmi, masih membutuhkan pertimbangan yang matang. Mujiono mengisaratkan suatu kebijakan, yaitu  kebijakan tersebut yaitu kehati-hatian dalam pengangkatan distributor dan jaminan kerusakan produk.

Distributor gujahe harus mempunyai kemampuan menjual, memiliki modal dan yang paling penting memiiliki sifat jujur. Lebih jelas lagi, Mujiono mengisaratkan 3 syarat pokok untuk dapat dijadikan distributor resmi.

Pertama telah menjalin komunikasi bisnis gujahe selama 1 tahun dan dapat disimpulkan mempunyai karakter jujur. Kedua dapat menjual produk gujahe dalam jumlah besar serta mempunyai modal usaha yang memadai. Ketiga harus konsisten terhadap harga jual minimal Rp. 6.000 per dos.

Sayang, meski dirinya punya visi 3 tahun ke depan, usahanya masihlah home industry. Dia sangatlah berharap usahanya bisa jadi usaha pabrikan. Akan tetapi untuk itu, dibutuhkan dana tak kurang dari Rp, 1,5 Millyar. Inilah kendala tebesar yang belum ditemukan jalan keluarnya hingga kini.

Contact Person : Mujiono d/a. Toko Arsy, Dusun
Kerto Rt. 09 – Rw. 08,
Pleret, Bantul - Hp. (0274) 7007754

Atau, http://bkmmajumakmur.blogspot.com/2011/10/gujahe-pleret.html

Selasa, 09 Oktober 2018

Pengusaha Tempe Rustono Menjadi Miliarder di Jepang

Profil Pengusaha Rustono


biografi rustono tempe

Pengusaha tempe Rustono, pria kelahiran Grobogan, Jawa Tengah ini, yang sudah 16 tahun hidup di negeri orang. Istrinya bernama Tsuruko Matsumoto orang Jepang. Dia memiliki dua orang putri yang cantik- cantik. Yaitu mereka Noemi Kuzumoto dan Remina Kuzumoto berusia 13 tahun.

Berbeda dua tahun dengan kakaknya di Jawa. Pengusaha tempe Rustono malah memilih hijrah ke Jepang dan akhirnya hidup bahagia. Bermodal membuat tempe sendiri, Rustono berhasil mengukir namanya, sebagai pengusaha sukses menjadi miliarder di Jepang.

Hanyalah seorang pendatang akan tetapi bukan amatiran. Ia tidak pernah menyangka pertemuannya dengan sang istri akan menjadi cerita menarik. Dia yang lulusan dari Akademi Perhotelan Sahid pada tahun 1987, bekerja sebagai bell boy di Hotel Sahid Yogyakarta.

Atau, lebih mudahnya, dia hanya bekerja mengantar dan melayani kebutuhan tamu. Bertahun bekerja di sana, ia pun jatuh hati kepada wanita asal Jepang ini. Wanita itu Tsuruku Matsumoto kemudian dipersuntingnya di Indonesia.

Hijrah Pengusaha Tempe Rustono


Tahun 1997, keduanya memutuskan berhijrah ke Kyoto, Jepang, tempat asal istrinya. Rustono sempat bekerja di beberapa perusahaan Jepang. Dia bekerja mulai dari perusahaan sayur- mayur hingga perusahaan roti, dimana semuanya menuntut ketelitian dan tanggung jawab cukup besar.

Sebagai karyawan asing Rustono kesusahan beradaptasi. Saat itu, ketika menjadi pegawai, dia mulai belajar bagaimana berbisnis di negeri matahari terbit ini. Dia sadar bagaimana etos kerjanya para karyawan cukup tinggi.

Berkat pengalaman berbagai industri inilah jiwa kewirausahaan itu muncul. Hati kecilnya terdorong agar membuka usaha yang belum pernah ada di Jepang. Terinspirasi produk olahan nato, yang juga terbuat dari kedelai, ia lantas memilih berbisnis tempe walaupun tanpa pengalaman.

Meski keduanya sama- sama produk terbuat dari kedelai, keduanya memiliki cita rasa yang khas negara masing- masing. Ayah dari Noemi Kuzumoto ini mencoba menekuni bisnis makanan dan pembuatan tempe.

Sebenarnya dia memiliki sedikit sekali ilmu tentang bisnis tersebut, namun tekatnya telah bulat. Dia harus melewati fase trial and error dimana ia terus mencoba dan mencoba. Rustono menjalani pekerjaan tersebut kurang lebih selama empat bulan.

Tak puas akan hasilnya, dia rela pulang ke Indonesia selama tiga bulan untuk belajar membuat tempe yang lezat dari 60 pengrajin tempe di seluruh Pulau Jawa.

Kuatnya tekad dan semangat terus belajar memproduksi tempe. Akhirnya pengusaha tempe Rustono menuai manis. Dia berhasil membuat tempe yang lezat, bermodal bantuan ragi dari Indonesia, dan memanfaatkan sumber mata air di sekitar kediaman mertuanya.

Setelah berhasil membuat tempe enak masih ada kendala lain menantinya di Jepang. Rustono berhadapan dengan ijin usaha yang terbilang cukup rumit di Jepang. Produknya perlu melalui serangkaian tahapan- tahapan penelitian dan tes akan kandungan produknya.

Tak hanya itu iklim di Jepang ternyata tak bersahabat dimana kelembapan udara bisa mencapai kurang dari 60%. Proses fermentasi tempe secara alami tidak bisa maksimal sehingga dibutuhkan sebuah peralatan khusus.

Semua kendala menjadikan pelajaran berharga baginya di sana. Ia pun sukses menghadapi semua tahapan serta kendala tersebut hingga tempe Rustono mendapatkan ijin. Rustono telah berhasil mengantongi ijin dari pemerintah setempat sehingga produknya kini bisa diperjual belikan.

Inspirasi Pengusaha Tempe Rustono


Produk bermerek Rusto Tempeh dikemas secara sederhana namun steril. Produk yang kemasannya menggambarkan kehidupan kampung di Jawa itu kini laris manis. Memanfaatkan kemasan produk 200 gram, sekarang ini kapasitas produksi Rusto Tempeh bisa mencapai 16.000 setiap lima hari.

Ia memasarkan produk tempenya ini hampir ke seluruh penjuru kota di Jepang, baik di perusahaan jasa boga, rumah makan vegetarian, toko swalayan, sekolah-sekolah, hingga ke beberapa rumah sakit di Fukuoka. Karena ini menggunakan standarisasi berbeda dari tempat aslinya yaitu di Indonesia.

Rusto Tempeh menjadi panganan sehat menyehatkan bagi warga Jepang. Dari mulai produksi tempe ditambah kerja kerasnya kini Rustono sekeluarga bisa hidup nyaman di negeri jauh. Ia bahkan sekarang mampu membangun pabrik berkapasitas besar di pinggiran hutan dengan mata air jernih.

Pabrik baru tersebut luasnya mencapai 1.000 meter per- segi tersebut merupakan hasil kerja kerasnya kini. Ia semula hanya mengerjakan produk tempenya di rumah kecil bersama sang istri. Ia pun tak akan berhenti disana ketika jiwa kewirausahaan itu tumbuh terus.

Dilansir Tribunnews.com, ia yang telah sukses berbisnis tempe, tengah memperlihatkan bagaimana rumah dan pabriknya bekerja. Rustono juga menyebut dirinya telah memiliki segepok rencana bisnis baru. Dia telah memastikan bisnis tempe di Jepang akan terus berjalan.

Baginya kini ialah belajar kembali bagaimana agar berekspansi hingga ke berbagai negara lain. Kini ia tak hanya akan menjual tempenya di Jepang, tetapi juga sampai ke Korea Selatan, di Meksiko, Hongaria, Perancis, dan Polandia.

Masih banyak negara lain lagi yang ingin ditembus. Agar bisnisnya itu kuat, ia telah mempersiapkan dua negara utama siap menjadi pasarnya. Mereka adalah negara Prancis dan Meksiko. Kedua negara tersebut juga telah dikenal akan masakan khasnya.

Rustono telah mempersiapkan dua wanita yang mewakili negara keduanya. Mereka telah bekerja atau training cukup lama di pusat bisnisnya, Jepang.

"Biarlah urusan dalam negeri Jepang nantinya diatur keluarga saya, dan saya sendiri akan mencari tahu kesempatan bisnis ke negara lain," tekannya berkali- kali.

Ia baru saja membeli tanah seluas 4.000 meter persegi di dekat rumahnya seharga 6 juta yen. Lalu ketika dia bertanya kepada kontraktor berapa biaya membangun pabrik. Ia terkejut dengan angka yang ditawarkan itu mencapai 40 juta yen.

Keramahan khas orang Indonesia itu masih ada, namun sudah ditambah etos kerja yang tinggi khas Jepang. Baginya keberhasilan tempenya bukanlah tanpa kerja keras. Maka tak salah tidak hanya media Indonesia, media asal Jepang pun melirikanya sebagai sumber berita.

Tak disangka liputan media Jepang itu sampai kepada tetangganya yang berusia 80 tahun. Dia yang memiliki sebuah pabrik yang tak berjalan lagi mau membantu impian Rustono. Orang tua itu menjual kerangka- kerangka pabriknya seharga 50.000 yen.

Ketika seorang wartawan Tribunnews.com berkunjung, ia tengah mengawasi pabrik besar yang lagi dibongkar. Pabriknya seluas 18 meter x 6 meter akan menjadi pusat bisnis barunya. Dia berencana juga memasok tempe ke Indonesia. Rustono memastikan dirinya siap menjadi bos pabrik baru.

Di Eropa sendiri, tempe produksinya dijual sekitar 1,7 euro, sedangkan di Jepang harganya 250 yen sebungkus.

Jumat, 05 Oktober 2018

Kue Buatan Nenek Bisnis Cepat Entrepreneurship

Profil Pengusaha Robert Armstrong


bisnis kue nenek

Bisnis cepat entrepreneurship bercerita tentang nenek. Cerita kue buatan nenek terkenal menghasilka uang. Ada seorang cucu berkata pada neneknya, "Grammy (nenek), aku akan membuat jutaan dollar dari kue- kue ini suatu saat...," ujar pengusaha muda ini.

Menjalani entrepreneurship  memeng tidak mudah. Memang belum jutaan, tapi menuju kesana, ini adalah kisah seorang entrepreneur asal Selma, Alabama. Namanya Robert Armstrong, suatu ketika disaat berumur belasan tahun, di acara keluarga, ia mempunyai dua tujuan utama.

Pertama, Robert ingin sekali mengalahkan sepupunya, lewat kue kering resep dari neneknya; sebuah perlombaan wirausaha. Mereka berdua bertaruh yang kalah harus membayar, membersihkan kamar selama waktu lama.

Beberapa tahun kemudian, bergelar sarjana bisnis, pengusaha muda 28 tahun ini menemukan bahwa kue itu bukan sembarang kue. Dia yang selesai berkuliah di University of Alabama sadar, tak pernah berpikir akan masuk ke bisnis kuliner.

Sebuah ilham ketika ia menemukan rasa enak itu kembali. Inilah bisnis yang telah diyakininya akan sukses besar. Nama bisnis cepat entrepreneurship ini G Mommas Cookies. Walaupun terbilang baru bisnis Robert menjual lumayan banyak.

Prospek Bisnis Cepat Entrepreneurship


Entrepreneur asli Selma, Alabama, yakin telah menemukan satu produk yang dipercayanya  -atau dipikirnya bahwa akan disukai orang- dan jiwa kewirusahawan memanggil. Robert mengambil alih resep rahasia milik neneknya yang meninggal dunia.

Dia kemudian merubahnya menjadi bisnis mernama G Mommas Cookies, produk yang kemudian dijual di toko- toko grosir, apotik, dan toko- toko hadiah di sepanjang Alabama dan Southeast.

G Mommas Cookies memiliki dua rasa untuk sekarang, Chocolate Chip Pecan and Buddascotch Oatmeal flavors. Sebenarnya setelah lulus belajar membuat kue bukan hal terakhir dipikirkannya. Ia mengikuti satu pekerjaan yang tak menginspirasi, seorang salesman, di Birmingham, Alabama.

Hingga ia mendengar cerita ketika bersama sang nenek. Robert kemudian membagikan cerita itu kepada kita. Kenangan sebelum kepergiannya.

"Saya berkata, "Grammy, saya akan membuat jutaan dollar dari kue- kue ini suatu saat," sang nenek hanya tertawa. Dia berpikir cucunya begitu lucu. Tetapi candaan itu dibuktikan oleh Armstrong menjadi nyata.

Di 2009, suatu hari Armstrong meminta sang nenek, Anice Morries Armstrong, mengajari cara membuat kue- kue itu, kemudian pelajaran pertama dimulai di pagi hari. "Itu sangat sulit daripada kuliah," jelas pengusaha muda ini.

Tak menyarah akhirnya dia sukses membuat kue pertamanya bersama sang nenek. Dengan peralatan dasar membuat kue dan sebuah oven di sebuah dapur yang terabaikan, ia membangun bisnisnya. Dengan bendera Selma Good, perusahaan yang bekerja di sebuah gudang tua.

Robert menyadari seberapa besar gigitannya, Chocolate Chip Pecan, telah merasuk meyakinkan bahwa ini akan sukses. Mungkin prediksi tumpul, hanya intuisi, menyebut kue- kue ini akan sukses kepada sang nenek.

Meski belum sukses menghasilkan jutaan dollar, dia tetap mengerjakannya, meski awalnya cukup rumit. Dia memulai bisnis di tahun 2009 tapi harus berjuang keras. Dia memanggang kue itu sendiri di sebuah dapur di sebuah restoran yang terbengkalai. menawarkan kue- kue itu.

Dia mulai mengirim kue ke beberapa retailer kecil. "Beberapa hari saya pergi tidur jam 3 pagi dan memanggang sampai pukul 11 ​​malam," katanya. "Aku sedang membuat $ 5 per jam, mungkin," jam kerja yang panjang tapi bisnsinya tak bekerja semestinya.

Kehilangan kepercayaa, ia memutuskan menggantung apronnya di 2011 dan memilih beberapa pekerjaan. Salah satunya yaitu kembali menjadi salesman menjual alat GPS, dan terakhir menjual daging.

Entrepreneur Muda Penuh Harapan


Lain waktu, Robert membuat sebuah website untuk perusahaan untuk marketing. Salah satu anggota keluarga ikut membantu keuangan Armstrong, memberinya satu kredit di sebuah bank lokal. Dari kredit baru tersebut dimulailah bisnis kue miliknya kembali.

Masih dengan nama dan produk yang sama, dia mulai mencari kontrak untuk para pembuat kue lain untuk membuat kue dan akhirnya menetap di satu tempat di Pennsylvania.

Di situlah semua G Mommas Cookies saat dipanggang dan dikemas, meskipun tujuan Armstrong adalah untuk membawa produksi kembali ke Selma satu hari nanti. Sementara itu  ia mencari koneksi untuk masuk ke beberapa toko baru, kegigihannya terbayar lunas, akhirnya.

"Saya selalu berkata pada diriku sendiri aku akan kembali ke cookies," katanya.

Satu kesempatan besar ketika mendapatkan kontrak dari The World Market, sebuah retailer besar yang dia temukan di LinkedIn. G Mommas menjual dua jenis kue, klasik pecan chocolate chip, yang dibuat dengan bahan-bahan alami.

Ada juga butterscotch oatmeal, produk kreasi Armstrong dan neneknya dikembangkan bersama-sama untuk bisnis. Armstrong memperkirakan bahwa dia sukses menjual sekitar 9.000 kantong cookies per kuartal. Dia mengatakan dia belajar banyak melalui pasang surut bisnisnya.

Hari-hari awal penuh dengan trial and error saat ia bekerja untuk mendapatkan resep kue tepat untuk produksi skala besar dan kemasan. Baru- baru ini, dia sirius memastikan pembuat kue yang telah dikontrak untuk mempertahankan rasa asli dan tekstur.

Melalui itu semua, dia kembali teringat nasihat neneknya, yang terinspirasi dia untuk bertahan. Dia meninggal musim panas lalu tetapi tidak sebelum dia melihat cucunya peluncuran bisnisnya. "Dia adalah pemberi semangat terbesar saya," kata Armstrong. Dia juga telah memberinya perspektif.

"Jika hal ini jatuh pada wajah, itu akan baik-baik saja," katanya. "Saya akan mendapatkan pekerjaan dan harus menggali keluar dari utang, tetapi ini akan menjadi OK."