Tampilkan postingan dengan label Tutorial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tutorial. Tampilkan semua postingan

Jual Arang Bambu Omah Arang Omzet 25 Juta

Profil Pengusaha Hidayat 

 
jualan arang bambu
 
Dia jualan arang bambu beromzet 25 juta. Bagaimana awal jual arang ala Omah Arang menghasilkan.
Usaha tersebut didirikan bersama dimana didirikan pada 21 Mei 2009. Sukses berkat mendapatkan pelatihan KDK (Kerabat Desa Kota). 
 
Produknya unik dan tak kalah dengan produk sejenis pabrikan besar. Tidak hanya punya fungsi tunggal namun macam- macam. Apakah itu? Arang bambu, produk sepele banyak manfaat jika kamu pelajari.

Inspirasi Usaha Emping Melinjo Rasa Buah

Artikel Bisnis: Inspirasi Usaha Mahasiswa

 
emping melinjo
 
Mencari inspirasi usaha emping melinjo rasa buah bisa. Ada dua hal bisa dibayangkan dari rindangnya pohon melinjo. Pertama, ibu- ibu yang menggunakan daunnya untuk sayur. Dan, yang paling populer ialah buahnya, yang dijadikan sebagai emping melinjo. 
 
Apakah hanya sebatas itu. Makanan olahan melinjo sendiri menjadi primadona cemilan ketika dijadikan jajanan emping. Tau kah kamu, emping bermutu dari melinjo adalah yang tipis, bening, dan kering yang berdiameter seragam, sehingga dapat langsung digoreng.

Emping melinjo yang bermutu rendah akan tebal, diameter tak seragam, dan harus dikeringkan lagi. Sayang, nikmatnya emping selalu berasa sama, belum ada variasi. Oleh karena itu para mahasiswa UNY terinspirasi untuk membuat emping melinjo yang lebih variatif. 
 

Usaha Emping Melinjo

 
Sekelompok mahasiswa dari Prodi Kebijakan Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta berencana mengolah emping dengan cara berbeda. Mereka, Nurhadiatmi, Fatmawati Widyansari, Kusnanik Puji L, dan Sri Ningsih, menciptakan emping- emping melinjo berasa buah. 
 
Hasilnya ternyata sangat menjanjikan. Melalui cara pemberian rasa buah pada tahap pembuatan akhir. Melalui cara mereka maka didapatkan emping melinjo beraroma dan bercita rasa buah yang menggugah selera bagi para penikmatnya.

"Kami berusaha menyediakan camilan unik yang sesuai dengan keinginan konsumen, karena dapat memilih sesuai rasa yang diinginkan," katanya.

Fatmawati kemudian menuturkan dengan emping rasa buah bisa jadi variasi. Kalau dipikir- pikir memang cemilan satu ini monton, itu- itu saja yang ada dipasaran.
 
Langkah pertama jika kamu ingin membuat emping melinjo rasa buah sama saja seperti emping biasanya. Diawali dengan memilih melinjo yang sudah tua, lalu kupas kulitnya. Kulit disayat pake pisau, atau dikelupas dengan tangan, kemudian dilepaskan, sehingga diperoleh biji melinjo tanpa kulit.

Setelah selesai kamu bisa menyimpan melinjo ini. Simpan melinjo agar lebih kering selama 2- 3 hari sebagai langkah kedua. Setelah kering kamu lalu sangrai di dalam wajan bersama pasir sambil diaduk- aduk hingga matang selama 10 menit hingga 15 menit.

"Biji melinjo yang telah matang tetap dipertahankan dalam keadaan panas sampai saat akan dipipihkan," jelasnya.

Ketiga adalah bagaimana melepaskan biji melinjo dari kulit kerasnya.  Setelah biji dikeluarkan dari wajan, kemudian dipukul- puku; untuk memecahkan kulit keras dari biji melinjo. Ingat, proses pemukulan ini harus berhati- hati agar isi biji melinjo tidak rusak. 
 
Untuk emping melinjo yang tipis, biji yang telah dilepaskan kulit kerasnya, secepat mungkin dipipihkan menjadi emping melinjo.

Proses pemipihan dilakukan secara manual yang memerlukan keterampilan khusus, yang diperoleh melalui  latihan dan pengalaman yang cukup lama.

Fatmawati memberikan catatan, saat proses pemipihan, ujung pemukul bisa ditutupi plastik. Tujuannya agar emping melinjo tidak menempel di ujung pemukul. Kemudian kamu lepas kan melinjo yang sudah pipih itu dari landasan pemimpih. 
 
Kamu bisa menggunakan serokan seng atau lembaran alumunium. Biji- biji melinjo tersebut dipipihkan dengan dipukul -pukul di atas landasan pemipih 1- 2 kali agar ketebalannya menjadi setengah dari semula.

Setelah itu kamu keringkan lagi emping itu di terik matahari hingga kadar air kurang dari 90%. Emping rasa buah diproduksi dari bahan dasar emping melinjo yang tipis serta bahan lainnya seperti gula pasir, air, dan pasta buah. 
 
Fatmawati memaparkan, proses pengolahannya meliputi perebusan 500 gram gula pasir, 850 cc air, dan 60 ml pasta buah. Campurkan ketiga bahannya dan dipanaskan.

Proses terakhir,  setelah larutan ketiganya mendingin dan menyatu baru masukan 1 kg emping melinjo. Kamu akan merendamnya sekitar 7 menit. Kemudian cukup tiriskan dan ditata pada nampan untuk dijemur lagi. Lalu setelah kering, emping digoreng dan didinginkan agar dapat dikemas dan dinikmati.

Kerajinan Limbah Pisang Laku Jutaan

Profil Pengusaha Sholikin 

 
kerajinan lukisan pisang
 
Untung kerajinan limbah pisang laku jutaan. Itulah yang tengah dicoba seorang Sholikin. Dan hasilnya, sebuah lukisan cantik, dari batang pohon pisang yang biasanya dibiarkan membusuk dan jadi limbah setelah buahnya dipetik. 
 
Dia hanyalah warga kampung Desa Combongan, Kecamatan Sukoharjo, yang punya cita rasa seni bagiaman agar limbah pohon pisang bisa dimanfaatkan. Caranya bagaimana? Bagaimana cara mengolah batang pisang menjadi lukisan. 
 

Usaha Lukisan Pelapah Pisang

 
Pertama- tama, Sholikin mengumpulkan pelepah pisang yang banyak di belakang rumahnya. Pelepah itu dikumpulkan, kemudian dikeringkan. Setelah benar- benar kering barulah diubah menjadi lukisan. Untuk membuat satu lukisan kamu cukup membutuhkan dua- tiga buah pelapah pisang. 
 
Semuanya telah diseleksi dan dibentuk sesuai keinginan. Setelah pelapah pisang cukup. Cukuplah Sholikin menempelkan mereka diatas sebuah papan. Lantas ia memberikan lem pada pelapah pisang yang disusun sesuai desain lukisan. 
 
Satu- persatu itu ditempelkan hingga membentuk gambar. Jika dilihat kita tak akan menyangka bahwa itu terbuat dari pelapah pisang. Sebuah usaha yang telah dilakoninya sejak 1980, dimana ia sukses membantu berbagai gambar lukisan dari bentuk masjid, pemandangan alam, dan bentuk lain.

Pelanggan setianya datang dari tetangga, tidak jarang mereka meminta lukisan khusus. Ayah dari satu anak ini bisa membuat dua buah lukisan kecil dan satu lukisan besar dalam sehari. Ia menyebut sebenarnya bisa saja menggunakan bahan lain. 
 
Tapi kelembutan serat pisang membuat lukisannya mudah dibentuk. Hasilnya juga lebih bagus dari bahan umum dengan limbah kayu contohnya. Selain itu proses pembuataany juga jatuh lebih mudah dan murah. Semua cuma butuh ketrampilan dan kreatifitas.

Harga perlukisan dipatoknya seharga Rp.30.000 dan termahal Rp.300.000. Semuanya akan tergantung akan tingkat kesulitan, ukuran, jenisnya. Tidak hanya berhenti di usaha lokal. Ia juga telah merambahkan usaha lukisan pelapah pisang hingga berbagai daerah di Jawa dan Bali. 
 
Selain sibuk membuat berbagai hal dengan limbah pisang. Ternyata, sosok Sholikin juga dikenal sebagai pembicara, utamanya itu tentang bagaimana mengolah berbagai kerajinan dari bahan limbah.

Jual Kerupuk Ceker Usaha Tanpa Merek

Profil Pengusaha Nyoman Wahyuliani


usahakerupukceker.png
 
Usaha tanpa merek atau berjualan sistem curah. Ia jual kerupuk ceker tanpa merek. Kreatifitas memang tanpa batas. Bisa menjadi penopang kehidupan kita sampai esok. Tidak sedikit jiwa kreatifitas terlahir dari kesederhanaan. 
 
Bisnis kreatif yang mengambil ceruk pasar meski dalam kekurangan. Contoh nyata ya Nyoman Wahyuliani, seorang ibu muda yang bertahun- tahun menggeluti satu usaha sendiri; usaha pembuatan cemilan kerupuk ceker.
 

Usaha Tanpa Merek


Melalui sentuhan tangan Wahyuliani menjadi epik. Usaha turun- temurun yang diwariskan oleh sang mertua bisa tetap bertahan. Jika dilihat kemasannya sederhana, tetapi tidak pernah tidak laku di pasaran. Pasar tidak jenuh akan produk kerupuk ceker ini. 
 
Bahkan permintaan terus meningkat setiap tahun. Serbuan cemilan asing atau lokal berkemasan modern tidak menyurutkan. Mereka tidak mampu menggeser gurinya kerupuk ceker.

Selama kualitas produk terjaga dan tidak tergantikan. Kemasan memang tidak masalah, jika kamu pandai- pandai mengambil pasar. Wahyuliani memilih berjualan dari warung ke warung. Menjual kerupuk ceker tanpa ada merek dagang. Usaha tersebut menyasar mereka kelas menengah ke bawah. 
 
Hasilnya? Dia tidak pernah telat mendapat bayaran.



Wahyuliani tidak memaksa harus masuk ke supermarket. Dalam benaknya masuk pasar supermarket butuh modal besar. Tetapi keluarnya tidak mencukupi kebutuhan produksi. Harus memasang merek dan membuat kemasan baik. 
 
Tetapi disisi lain, dia tidak bisa mendapatkan uang sebelum dagangan laku. Bahkan meski ia dibujuk bantuan modal; tidak bergeming. 

Koperasi Srikandi pernah menawari ibu emapat anak ini modal. Dengan syarat harus mau memperbaiki dari segi kemasan. Namun itu belum juga kesampaian. Soal modal sendiri tidak menjadi kendala. Sekali produksi membutuhkan modal Rp.120 ribu. 
 
Itu untuk membeli 10- 12kg ceker ayam. Juga sudah termasuk pembelian bumbu. Ia juga cukup memakai peralatan dapur biasa. Untung yang bisa didapat sekali berproduksi Rp.100 ribu.
 
Mendapatkan bahan baku ceker ayam tergolong mudah. Dia mendapat dari tempat pemotongan di  sekitar Paguyungan. Bahan baku sudah tersedia dalam jumlah cukup. Harga bahan baku juga sudah terjangkau. 
 
Dia membandingkan dengan harga daging ayam; ceker ayam jauh lebih murah. Ditingkat pengecer harga jualnya kisaran Rp.10 ribu per- kilo. Harga semakin murah jika punya koneksi membeli langsung.

"Bahan baku selalu saya dapatkan di tempat pemotongan ayam. Dalam sekali produksi saya hanya bisa mengolah 10-12 kg ceker ayam mentah," tutur Wahyuliani.

Pembuatan kerupuk ceker akan dikerjakan oleh dia dan kaluarga. Dari proses paling awal hingg akhir sudah dihafal diluar kepala. Dimulai dari membersihkan ceker dari kotoran, kuku, kulit yang berwarna kekuningan, yang terkadang terbawa dikulit ceker. 
 
Usai dicuci bersih tinggal masuk tahap perebusan. Tahap inilah yang menjadi tahap penting dalam proses pemasakan. Ceker ayam musti direbus dengan tingkat kematengan pas tidak kurang. Kalau kurang matang maka akan susah memisahkan tulang. 
 
Kalau terlalu matang Wahyuliani mengingatkan itu akan hancur. Selepas direbus kemudian ditiriskan sambi diangin- anginkan. Barulah selepas itu masuk ke tahap pemisahan tulang. Menurut wanita 38 tahun ini, menjadi bagian tersulit dan memakan tenaga lebih banyak. 
 
"Biasanya saat mengerjakan proses ini saya dibantu oleh suami," tuturnya.

Proses pembubutan tulang itulah paling susah. Dia menyebut bahwa ini tersulit, apalagi ketika pesanan datang banyak. Ceker ayam yang telah bersih dari tulangnya diberi bumbu. Proses pembumbuan gampang loh cuma pakai bawang putih, garam, dan penyedap. 
 
Setelah dibumbui kemudian dijemur. Kemudian kamu campur itu dengan tepung beras agar teksturnya lebih baik. Usai itu tinggal digoreng, dikemas, kemudian bisa langsung dijual.

"Ceker tidak bisa langsung digoreng dihari yang samam," tutur Wahyuliani kepada Tabloid Galang Kangin.

Ketika direndam air bumbu maka baru besoknya digoreng. Tujuannya apalagi kalau bukan agar bumbunya meresap. Dia menjual kerupuk ceker ayam itu ke warung- warung terdekat. 
 
Disekitar tempat tinggalnya, namun kerap juga Wahyuliani menerima pesanan, yang mana akan diambil langsung oleh konsumen di rumahnya. Meski dijual tanpa merek tetap berjaya.

Usaha Singkong Fermentasi Nata Decasava

Profil Pengusaha Warsinah

 
natadecasava.png
 
Bisnis Nata Decasava jarang dibikin orang. Usaha singkong difermentasi menjadi alternatif bisnis. Ya selain kelapa ada lago yang bisa difermentasi. Ternyata, eh ternyata, selain buah kelapa yang bisa difermentasi adalah ubi- ubian. 
 
Dalam hal ini cassava atau singkong ternyata bisa diolah menjadi apa yang namanya nata de cassava. Ialah dia seorang ibu yang sukses 'menemukan' potensi bisnis ini. Sebuah kudapan hasil olahan dari ampas atau olahan limbah tepung tapioka. 
 
Pernah mencobanya? Mungkin belum sama halnya dengan penulis.
 

Usaha Singkong Fermentasi


Terbuat dari singkong, dari tekstur dan bentuknya, nanti mirip dengan nata de coco; putih dan kenyal gitu. Hanya saja tentu rasanya bukan rasa kelapa tapi rasa singkong. Panganan ini terbuat dari limbah pembuatan tepung tapioka yang diberi fermentasi mikroba acetobacter xylinum.

Warsinah sendiri adalah pengusaha tepung tapioka asal Pundong, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, yang mana dikembangkanya sejak Mei 2009. Semuanya berkat bantuan sekelompok mahasiswa asal Universitas Gajah Mada (UGM), mereka yang mengadakan praktik kerja nyata atau KKN di daerahnya. 
 
Pada suatu hari, para mahasiswa KKN tersebut mengajarinya bagaimana mengolah limbah produksi tepungnya. Bagaimana merubahnya menjadi sesuatu yang berguna.

Padahal biasanya limbah itu saya buang begitu saja ungkap Warsinah. Ya, dibuang karena baunya yang tidak sedap dan tidak bisa diapa- apakan lagi, hingga, akhirnya pengusaha generasi ketiga ini menemukan apa yang diberinya nama nata de cassava. 
 
Ini menjadi pemasukan tambahan untuk usaha utama keluarganya. Ia mengaku bisa mengantongi omzet Rp.150.000 per- hari atau sekitar Rp.4,5 juta sebulan.

Disisi lain untuk usaha utamanya menjual tepung menghasilkan Rp.6 juta. Dimana harga jual per- kilo tepung tapiokanya dijual Rp.5.000 per- kg. Lantas bagaimana cara pengolahannya? Cara pembuatan produk ini sebenarnya sangatlah mudah. 
 
Hanya saja, waktu pembuatannya bisa dibilang cukup lama, yaitu butuh waktu selama enam hari. Di hari pertama, limbah cairan tapioka direbus bersama ampas singkong. Hari kedua rebusan itu disaring dan dimasukan kedalam nampan. 
 
Pada hari berikutnya atau hari ketiga masukan bibit ke dalam air ampas. Cairan tersebut maka akan berubah menjadi nata setelah hari ke lima atau enam. Karena bisnis utama Warsinah mengolah tepung. Maka usaha pembuatan nata de cassava dilakukanya setiap hari.
 
Setiap hari 250 liter air limbah tapioka akan diubah menjadi 150 lembar nata yang kemudian disimpan di nampan khusus. Harga jualnya tegolong miring yaitu Rp.1.000 per- nampan. "Saya jual ke seorang penadah di Bantul," pungkasnya. Kisah nenek 63 tahun ini patutlah kita contoh apalagi bagi kita yang tengah menggapai pangkat pengusaha.

Respon pasarnya positif tak jarang membuatnya kualahan. Pesanan penadah tersebut terkadang lebih besar dari apa yang bisa dihasilkannya. Warsinah mengaku modal yang dikeluarkan cuma Rp.35 juta. Dana ini ia gunakan untuk membeli 30 lusin nampan dan peralatan lain. 
 
"Uangnya dari uang tabungan dan dari pinjaman bank," tuturnya.

Sebagai tambahan untuk penyajian hendaknya direbus dua kali. Selepas Warsinah memotong- motong kecil natanya lantas direbusnya dua kali dengan air berbeda. Tujuannya agar nata benar- benar bersih dan bau bibit natanya hilang. 
 
Setelah itu kamu cukup merebusnya dengan air gula merah ataupun air sirup. Warsinah sendiri mengaku tidak takut kekurangan bahan baku. Pasalnya di daerahnya tersebut merupakan sentral penghasil singkong. Untuk harga singkongnya dijual Rp.700 per- kilogram. 
 
Tentu saja ini patut diperhitungkan dalam rencana bisnis kamu. Kendala utamanya ada pada musim hujan. Dimana jika kamu tak telaten menyelimuti proses fermentasinya maka akan tumbuh jamur merusak. Disarankan oleh ibu tiga anak ini bahwa baiknya disimpan di suhu 30- 31 derajat celcius.

Wirausaha Tepung Mie Ayam Berkat Sariboga

Profil Pengusaha Sukses Toman 


wirausahamie.png
 
Berkat Saribog wirausaha tepung mie ayahmnya sukses. Resep mie ayam bukan cuma tepung terigu. Ia,  Pak Toman sukses terletak dari passion- nya. Berawal dari rasa suka makan mie ayam. Lantas berubah menjadi cita- cita membuka usaha sendiri. 
 
Toman, umur 42 tahun, memulai usaha mie ayam pertama kali bermodal grobak dorong. Ia mendorong gerobak sendiri berkeliling kota. Tiada rasa lelah gerobak mie ayamnya melewati komplek- komplek perumahan.
 

Menjadi Wirausaha


Semua karena itu passion -nya, memang akan terdengar "bisnis kecil" untuk kalian. Cuma bekerja resep passion membuat dia semakin bersemangat. Toman bahkan berhasil mengembangkan sayap ke bisnisnya jauh. 
 
Membidik pasar khusus pembuatan mie, membuatnya dikenal sebagai penstok mie untuk para pedagang mie ayam dorong. Toman adalah juragan mie ayam. Usaha yang dikerjakan tanpa menyerah tersebut berbuah hasil.

Kulitas produk mie buatan Toman super enak. Lebih kenyal tidak menggunakan bahan pengawet tertentu. Dia mengaku butuh waktu lama buatnya menjadi seperti sekarang. Kini, nama Toman cukup dikenal di Kota Semarang dan sekitarnya bagi para pedagang mie. 
 
Dibawah bendera usaha Mie Resmi usaha kecil tapi besar itu berlanjut hingga sampai sekarang. Dia menjual mie untuk pedagang mie ayam di Semarang dan sekitarnya. Toman pasti menghabiskan berkilo tepung terigu. Dibantu oleh 9 karyawan mengerjakan berlembar mie mentah. 
 
Mereka mampu menghasilkan 300 kantong plastik mie. Resep mie ayamnya terletak di tepung Tali Emas milik Boga Sari. Tepung yang bisa menyerap air lebih banyak dibanding tepung terigu lain. Jadi tepung pilihan ditambah passion membuat usaha ini berkembang.

Toman memiliki 700 agen mie ayam dorong. Buat mereka yang baru bergabung, Pak Toman ikut membantu gerobak dan kompornya. Cukup itu lantas bahan bakunya akan disuplai dari Mie Resmi miliknya sendiri. Berkat pemilihan bahan ditambah passion membuatnya berkembang. 
 
Bahkan Mie Resmi telah menjadi makanan langganan Gubernur Jawa Tengah saat itu. Untuk setiap kali permintaan selalu ada peningkatan kualitas, ia tidak lupa itu.

Berkat relasi kuat dirasa membuat mie -nya semakin berkembang lagi. Bahkan Gubernur Bibit Waluyo rela turun tangan mempromosikan kepada staff dan orang di pemerintahan. Relasi lain yaitu dengan pedagang mie ayam diluaran sena. 
 
Mereka yang bukan agen terbantukan karena mie buatannya. Mereka rajin membeli lantaran pelanggan makin banyak. Berkat usaha ini, Toman bisa menyekolahkan anaknya sampai perguruan tinggi. Tepung terigu andalan miliknya itu selalu ada dihati. 
 
Bahkan sudah punya stok khusus dari orang marketing dan promosi PT. Sariboga Baturaya. Mereka mempunyai tali silaturahmi kuat satu sama lain. Bahkan bisa menyimpan berton tepung di gudang penyimpanan. 
 
Selanjutnya ia tinggal memperluas pasar salah satunya lewat pabrik pembuatan mie di Salatiga. Mari kita acungkan dua jempol buat pengusaha mie ayam satu ini. Wirausaha tepung mie ayam ternyata bisa membawa Toman sukses.

Bisnis Kue Kukus Batik Nazwa Pastry

Profil Pengusaha Yusman Gunara dan Weni Suci Wulansari

 
kuekukus.png
 
Bisnis kue kukus Batik Nazwa Pastry sukses. Dirintis pasangan suami istri pengusaha menampilkan perbedaan. Buka berbisnis toko pastry biasa. Mereka menawarkan berbagai konsep kue unik. Dan cara marketing usahanya patut ditiru. 
 
Tokonya terletak di bilangan PLN Ciatuel Bandung. Pagi tiba, dan pengunjung sudah memadati outlet miliknya. Beberapa orang terlihat tengah memesan dua- tiga kotak pastry. Pelanggannya tidak cuma warga Bandung, juga turis asal Malaysia, Singapura, serta negara tetangga lain

Kebanyakan mereka para turis mendengar kisahnya dari mulut- ke mulut. Adapula yang tau dari media cetak atapun dari media televisi nasional. Kunjungan akan membludak ketika hari besar seperti Idul Fitri. Biasanya jika kamu mau memesan disaat hari spesial ini.
 

Bisnis Kue Kukus

 
Kamu harus memesan terlebih dahulu. Jika tidak, kamu harus rela mengantri. Pemilik toko pastry Nazwa Pastry, tersebutlah nama Yusman Gunara (37) dan Weni Suci Wulansari (34), pasangan suami istri yang menawarkan menu pastry ramah kantung. 
 
Mereka berani menawarkan anek pastry berharga terjangkau. Meski terjangkau rasanya nikmat, unik, dan cocok dibawa pulang untuk acara- acara terntu. Harganya rata- rata masih belasan ribu. Ditambah nama unik, ada menu Salju Bakar yang dijual seharga Rp.15.500 dan Batik Kukus Rp.18.500.

Menu diatas dikenal enaknya. Merupakan produk pastry andalan Nazwa Pastry yang ikonik sekali. Mereka biasanya akan memproduksi 400x bok dari 23 jenis kue. Kesemuanya merupakan hasil tangan sendiri Weni Suci Wulansari. Jumlah produksi bisa meningkat berkali lipat ketika musim liburan tiba.


Weni menceritakan awal usahanya. Kisahnya, mereka memulai dengan modal peralatan pinjaman orang tua. Mereka cuma mengeluarkan uang 150.000. Awal usaha cuma mengolah si batik. Kue ikonik dimana kamu akan melihat bagaimana kue dimotif batik. 
 
Berlanjut kue Batik Kukus itu terbuat dari kue rol yang berbahan dasar putih telur dan didalamnya diisi selain.  Ia lantas bercerita bagaimana susahnya membuat si Batik Kukus. Adanya bahan putih telur diawal justru jadi tantangan tersendiri. 
 
Kala itu Batik Kukus langsung laris manis, banyak yang memesan, dan Weni justru jadi bingung karena tidak mampu menyediakan putih telur. Alhasil dia menciptakan produk lain, entah disengaja atau tidak, jadilah produk bernama Salju Bakar. Tanpa putih telur!

Salju itu sale keju, maksudnya kue yang didalamnya ada sale pisang yang hitam itu (sale pisang, bukan selai pisang), kemudian diatasnya ditaburi keju. Ketika Batik kehabisan stok, barulah si Salju muncul sebagai satu penyelamat. Malahan, Weni mengaku, produk olahanya satu ini justru lebih laku.

Usaha yang dirintis sejak 2007 itu terbukti jadi primadona di Bandung. Pertama kali berjualan, Yusman sang suami bahkan berjualan hingga di depan tempat wisata kuliner di Bandung, seperti di Tahu Tauhid di daerah Lembang, kemudian berjualan di sepanjang Jalan Riau. 
 
Awal menjual seperti biasanya Yusman mengaku itu tidak terlalu laku.

"Saya ngampar di Lembang memanfaatkan toko yang tutup setiap Sabtu. Saya juga menyimpan kue di beberapa pedagang kaki lima daerah Cihampelas, tapi yang laku cuma satu. Saya sabar pasti ada jalan keluarnya," kata Yusman.

Alhasil ia hanya kembali ke outlet miliknya. Di rumahnya sendiri, dimana garasinya disulapnya jadi toko kecil. Dia lantas memasang papan bertuliskan bolu gulung didapen komplek. Hasilnya, lagi- lagi tak sukses untuk merenggut sedikit perhatian masyarakat. 
 
Tak lekas menyerah ia pun rela merogoh kocek dalam- dalam. Dia memilih menggunakan iklan di berbagai media cetak ternama. Hasilnya lagi- lagi gagal ditemui. Suatu hari ada saran dari orang tuanya agar mengganti nama jualannya. 
 
 
Pertama kali namanya dijual dengan bolu gulung jadi bolu guling. Hasilnya masih sama saja. Tak berhenti ia mencari nama lain. Jadilah nama Salju Bakar dan Batik Kukus seperti cerita diatas. Kedua namanya lantas dipasang dijadikan ikon Nazwa Pastry. 
 
Akhirnya, orang yang lewat di depan komplek menjadi penasaran. Mereka pun mulai berdatangan satu- per- satu mencicipi lezatnya kue buatan istrinya itu. Mereka datang ke tempatnya, lalu beberapa orang bersama mereka, begitu seterusnya. 
 
Sukses dari nama pasangan suami istri ini membuat Nazwa kembali berkreasi. 
 
Tersebut nama unik, seperti halnya: Brondong (brownies dong), Nangkub (nangka keju bakar), Nangkarak (nangka rasa coklat), Paku (pisang keju bakar), Salak (sale rasa coklat), PKS (peyeum keju spesial) dan masih banyak lagi hingga sampai 23 jenis kue loh.

Nama Nazwa merupakan gabungan nama pasangan suami istri pengusaha ini .Nazwa selalu berkreasi dimana minimal dalam 3 bulan akan selalu ada produk baru.

"Istri saya sering baca buku kuliner dan dia fokus sekali. Jadi ada aja saja yang baru dan rasanya enak," kata Yusman.

Berapa omzet Nazwa Pastry? Weni mengaku omzet dari bisnisnya ini telah, bisa mencapai kisaran Rp.3 juta hingga Rp.8 juta per- hari. Menurutnya yang paling besar ketika hari lebaran, atapun adanya long weekend. Sehari bisa mencapai 300 kotak terjual, itu kalau di luar pesanan. 
 
Kalau adapun pesanan bisa sampai 1000 kotak terjual. Saat ini Nazwa Pastry telah memiliki 14 karyawan dari yang membuat kue dan juga menjaga toko.

Uniknya mereka tak lupa diri. Selain membuka outlet baru, mereka juga membuka satu rumah untuk anak yatim piatu. Semua konsep marketing diatas memang tampak mudah. Tapi, semua itu kerena mereka selalu mendekatkan diri kepada Allah. 
 
Melalui marketing dari mulut ke mulut, kini, Nazwa Pastry cukup melayani para pelanggan yang makin banyak. Dan kesemuanya datang dari media- media besar tanpa perlu mereka mengeluarkan iklan sepeserpun.

Usaha Dendeng Daun Ubi Diekspor Sampai Abu Dhabi

Profil Pengusaha Ernawati

 
dendengdaun.png
 
Serius usaha ini mampu diekspor sampai Abu Dhabi. Usaha dendeng daun ubi tersebut dijalankan emak- emak perkumpulan. Ernawati, 51 tahun, yang mengajak ibu- ibu sekitar bekerja bersama. Ernawati sendiri sebelum menggagas perkumpulan, adalah pembantu rumah tangga.
 
Dia menjadi pembantu sebuah keluarga. Lalu Bu Erna menjajal aneka wirausaha sampai sekarang. Dulu dia pernah berjualan mie ayam dan martabak. Kini Bu Erna berusaha dendeng daun ubi dimana bermula pelajaran.

Tahun 2007, usahanya dirintis berbekal ajaran seorang guru ajar. Kemudian dia lanjut diajari kelurahan lewat Dinas UMKM, mulai dari pengemasan, legalitas, desain produk, pembukuan, dan bertahap. Intinya Erna dilatih bertahap dan tidak enggan mencari pelatihan.

Ia pun menjelaskan kenapa memilih membuat usaha dendeng daun ubi: Dia beranggapan ada keunikan yang ditawarkan. Ernawati menjelaskan sekali produksi bermodal Rp.50 ribu. Memproduksi 100 bungkus dendeng ubi.

Itu buat membeli pekingan. Sementara bahan baku tinggal mengambil di kebun sebelah rumah. Usaha ini melejit semenjak dibawa sampai Abu Dhabi. Kini perminggu memproduksi 300 bungkus dan omzet mencapai Rp.17 juta.

Cerita gimana awalnya mereka mampu menjual sampai Abu Dhabi. Dijelaskan, awalnya dititipkan di sebuah perumahan, dan mereka (orang Abu Dhabi) menelphon nomor yang dipasang. Mereka telephon nomornya di banner buat membeli oleh- oleh.

Mereka membawa produk mereka sampai Abu Dhabi dan Malaysia. Usaha berikut dimulai merebus daun ubi sampai empuk, kemudian ditiriskan sampai kering, lalu dipotong kecil. Bumbu tumbar lalu dihaluskan, bawang putih, bawang merah, merica, dan digiling menjadi satu.

Dimasukan telur agar lengket dengan tepung sebagai pengikat, kemudian daun diiris kecil- kecil lalu dibungkus. Setelah adonan rata kemudian dipadatkan ke loyang diberi minyak, lalu dikukus sampai keras sekitar sejaman.

Dinginkan lalu potong- potong dikeringkan setengah hari, lama kering tergantung cuaca kemudian itu digoreng. Usaha ditengah pandemi tentu tidaklah mudah dilalui. Berkat permodalan KUR dari BRI, Ernawati mampu menaikan pendapatan 2- 3 kali lipat dari pendapatan Rp.10 juta.

Seperti diceritakan Detik.com, Ernawati pun didapuk menjadi pembicara kewirausahaan. Bu Erna telah menjadi role model bagi mahasiswa berbisnis.

Kerajinan Batok Kelapa Solusi Wirausaha Sosial

Profil Pengusaha Mahasiswi UNY

 
kerajinanbatok.png
 
Kerajinan batok kelapa bisa menjadi solusi limbah. Lewat wirausaha sosial mampu memberikan suatu dampak nyata. Berkat kreatifitas mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta, kita mampu melihat apa fungsi batok diluar menjadi sampah.
 
Suatu kelompok yang menasional menjadi tajuk artikel di berbagai media online. Mereka adalah Lely Suci Rahmawati, Hesti Sulistyani, serta Maryanto, mahasiwa dan mahasiswi dari jurusan pendidikan sosiologi Fakultas Ilmu Sosial UNY. 
 
Mereka menghadirkan inovasi pemanfaatan bahan- bahan limbah. Produknya memanfaatkan serabut, kopeng, dan batok kelapa.
 

Bisnis Kerajinan


Ini mungkin bisa jadi solusi daur ulang yang menghasilkan. Mereka meciptakan nilai jual dari sampah industri semacam batok dan serabut. Lebih lanjut, apakah yang mereka buat, produk kreatif berupa bunga dari bahan batok. Hasilnya sangat unik dan memiliki nilai seni. 
 
Menurut Lely, produk kreatif berupa bunga kering dari serabut, kopeng, dan batok kelapa tersebut dapat dijadikan alternatif hiasan yang cantik dan menarik untuk ruangan.

"Selain itu, produk ini dapat mengangkat potensi sumber daya alam yang belum optimal dimanfaatkan dan menjadi unit usaha berkelanjutan sebagai modal dasar dalam berwirausaha," sambungnya, Kamis 15 Agustus 2013, melalui situs vivanews.co.id.

Hesti menjelaskan bahwa serabut, kopeng, dan batok itu mudah ditemukan. Di tempatnya sendiri cenderung melimpah tidak dimanfaatkan masyarakat. 
 
Dan, modalnya memang tidak terlalu besar, dapat diusahakan menjadi usaha sampingan maupun ditekuni sebagai mata pencaharian pokok menghasilkan.  Cara membuatnya juga sederhana.

Pertama- tama kita membuat pola seperti pola mahkota bunga untuk batok kelapanya menggunakan pensil,  penghapus, dan kertas karton. Kemudian, batok kelapa dipotong batok kelapa akan sesuai dengan pola menggunakan gergaji besi lalu dihaluskan menggunakan amplas. 
 
"Lubangi pada bagian ujung batok kelapa menggunakan solder, lalu batok-batok kelapa dikaitkan menggunakan benang dan lem menjadi mahkota bunga dan dipernis," jelasnya.

Lanjutnya, Hesti menjelaskan, pisahkan serabut kelapa beserta kulitnya. Caranya cukup dipukul- pukul menggunakan martil dan dipisahkan menggunakan pisau, kemudian baru dibentuk menjadi kelopak- kelopak bunga.
 
Setelah jadi kaitkan menggunakan kawat dan disatukan menjadi mahkota bunga. Setelah itu buat kawat menjadi batangnya, caranya balut kawat dengan pelepah pisang kering. Lekatkan kawat yang sudah dibalut dengan kopeng dan mahkota bunga yang sudah dibuat sebelumnya. 
 
Gunakan lem untuk melekatkan masing- masing bagian. Putik bunga dibuat dari biji salak yang dibalut dengan lem dan ditaburi pasir putih, namun putik bunga juga dapat dibuat dari bunga pinus sebagai variasi jenis bunganya. 
 
"Tahap terakhir, menyatukan putik dengan kawat yang dibalut pelepah pisang yang sudah dibuat, dan bunga kering siap dipasarkan," tutup pengusaha muda. Kerajinan batok kelapa solusi limbah sekaligus menjalankan wirausaha sosial.

Membuat Nendo Wirausaha Unik Asal Jepang

Profil Pengusaha Emmy Subagyo 


pembuat nendo

Kesenian berikut bisa menjadi wirausaha unik asal Jepang. Emmy Subagyo membuat nendo menjadi peluang usaha. Ia begitu telaten dan terampil mengerjakan "nendo", sebuah produk unik aneka fungsi. Produk yang berasal dari negeri Sakura dimana memiliki nilai seni tinggi.

Kita tau begaimana seni dan bisnis menjadi satu kesatuan tak terpisahkan. Emmy mampu merubah roti basi menjadi adonan clay, atau biasa disebut nendo, yang memang dipelajarinya langsung dari Jepang. 

Ragam nendo karya Emmy bisa dijumpai di rumah makan soto karak miliknya di Jalan Jenderal Sudirman, Bogor, Jawa Barat. Di restoran itulah, Emmy memajang aneka lukisan, hiasan dinding, hingga boneka nendo.

Untuk obyek yang besar seperti lukisan sakura di Gunung Fuji, Jepang, misalnya, ia mengaku menghabiskan waktu hingga satu tahun pengerjaan. Setiap kuntumnya dibuat secara telaten olehnya setiap pagi satu per- satu.

Wirausaha Unik


Ia pasti mempunyai waktu khusus satu jam di pagi hari untuk membuat nendo. Sebagai usaha, Emmy lebih memilih membuka kursus membuat nendo kepada masyarakat umum, terutama jika di akhir pekan. Dia juga membagikan kemampuannya itu kepada tamu- tamu restorannya.

Ternyata nendo yang terbuat dari roti basi bisa dijual atau jadi alat marketing menarik. Ia memulai dengan memperlihatkan roti tawar basi kepada pengunjung, lem, dan lotion.

Semua bahan itu kemudian dicampur menjadi adonan clay sebelum kemudian dibentuk menjadi bunga atau tokoh kartun Angry Bird. Bulatan kecil adonan nendo dipipihkan untuk membuat kelopak bunga.

Tujuh kelopak mungil itu lalu disatukan membentuk bunga mawar yang merekah sempurna. Memang nendo yang terbuat dari adonan ini punya bentuk seperti lilin, jadi mudah dibentuk.

"Pertama kali pasti saya ajari membuat bunga. Bunga paling mudah karena enggak ada dimensi waktunya," kata Emmy. Ia mulai belajar membuat nendo ketika tinggal di Jepang selama enam tahun sejak 1994.

Waktu itu, ia mengikuti sang suami yang bekerja sebagai bankir di sana. Untuk mengisi waktu luang sembari menunggu anak- anak pulang sekolah, ia menyempatkan mengikuti kursus membuat nendo pada saorang sensei.

Guru tersebut mengajarinya agar terampil dengan tangannya. Ia diminta membuat seribu benang sari dari nendo. Dari sekedar benang sari, Emmy akhirnya mampu membuat sebuah lukisan yang laku puluhan juta rupiah.

"Otomotasi tangan saya bergerak terus," ujarnya. Ketika suaminya sakit, nendo la yang menjadi semacam "pelarian" bagi Emmy.

Sembari menunggui sang suami di rumah sakit; ia membuat banyak lukisan nendo. Setelah suaminya meninggal, Emmy tetap membuat nendo. Ia mulai menerima pesanan kreasi nendo setelah pulang ke Indonesia di 2001.

Di Tanah Air, nendo bak primadona karena memang harga clay pabrikan cenderung mahal. Selain murah, nendo juga bisa digunakan untuk terapi kesehatan syaraf karena hanya bisa dibentuk dengan keterampilan tangan."Nendo melatih kesabaran dan memotivasi," ujar Emmy.

Selain memproduksi nendo, Emmy menularkan keahlian lewat kursus yang dibuka bagi masyarakat umum dari anak-anak hingga lanjut usia (lansia).

Siswa- siswanya adalah mereka yang berkebutuhan khusus yang berhasil belajar konsentrasi melalui nendo. Bagi anak di bawah usia lima tahun, nendo bisa menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan motorik halus, belajar pengenalan warna, serta tekstur.

Para lansia memperoleh manfaat yaitu memelihara ingatan agar tidak mudah lupa. Selain nendo atau clay dari roti basi, clay yang terbuat dari tepung tapioka, maizena, tepung terigu atau tepung beras juga diminati.

Menjadi Wisata


RM. Soto Karak, restoran milik Emmy Subagyo, menawarkan wisata unik bagi yang berkunjung ke Solo, Jawa Tengah. Rumah makan biasa namun memberikan pengalaman menarik dari sang pemilik sendiri.

Berkat tangan terampi miliknya, Emmy sukses menggabungkan keduanya jadi satu paket lengkap. Bicara tentang nilai jual karya seni nendo, ternyata usut punya usut, ia menjual sebuah lukisan nendo seharga Rp.30 juta ketika masih di Jepang.

Kembali ke tempat RM. Soto Kratak, peserta kursus sebagian besar adalah kalangan perempuan mulai dari ibu-ibu muda sampai ibu-ibu pejabat. Selain lukisan kanvas, nendo juga bisa dikreasikan pada berbagai bidang lain seperti vas bunga.

Sekilas ketika anda berkunjung ke tempatnya, maka anda akan merasa takjub ketika melihat kerya nendo nya. Mereka terlihat seperti lukisan tiga dimensi, seperti ornamen plastik yang melekat apik.

Jika anda tertarik ingin membuat Nendo, pertama-tama adalah membuat adonan yang berbentuk seperti tanah liat. Untuk menghasilkan adonan tersebut anda perlu menyobek roti menjadi remahan kecil-kecil.

Lalu campurkan remahan roti dengan lotion pelembab dan lem putih dengan perbandingan yang sama. Namun jangan lakukan secara sekaligus. Remahan roti pertama diberi lotion pelembab lalu uleni hingga tercampur.

Kemudian tuang lem putih dan terus ulenin hingga menjadi liat dan tidak lengket lagi.

"Seperti sedang membuat adonan pempek saja," kata Emmy sambil tertawa. Setelah itu, gunakan lah cat minyak untuk memberi warna pada adonan roti. Tapi pakai saja sedikit, cukup setetes kurang sudah dapat menghasilkan warna yang pekat pada adonan.

Setelah itu kamu bisa langsung membentuknya sesuai keinginan, bisa bentuk bunga, buah, atau apa saja sesuai kreativita. Wirausaha unik asal Jepang berikut masih memiliki potensi. Pasalnya nendo masih belum sepopuler kesenian Jepang lain.

Perlu diingat karena memakai lem putih maka adonan akan cepat kering. Oleh kerena itu, anda juga perlu menyiapkan beberapa kantung plastik untuk menyimpan. Jika tidak dipakai sebagaiknya adonan nendo yang telah berwarna tersebut segera disimpan.

"Dengan coating lem putih, hasilnya jadi lebih tahan lama dan tidak akan dimakan semut. Selain itu memberi efek mengkilap," jelas Emmy kepada Kompas.

Resep Bisnis Kue Pukis Pak Kuat

Sukses Bisnis Kecil- Kecilan



Apa resep bisnis kue pukis Pak Kuat. Kue mungil yang semula berasal dari Gombong, Kebumen, Jawa Tengah. Menurut beberapa sumber sebagian besar pengusaha kue berjualan di Jawa Tengah, kebanyakan berasal dari daerah sini.

Salah satu pengusaha sukses bisa kamu temui ialah Pak Kuat. Pria asli kelahiran Gombong, 28 tahun silam, memang sudah lama berbisnis kue pukis. Dia telah berbisnis kurang lebih 10 tahunan. Diawali tahun 1996, tepat selepas bangku SMP, dia langsung berhijrah ke Jakarta.

Kuat ikut saudaranya berjualan kue pukis di ramainya ibu kota. Kue tradisional tersebut sudah ada dimana- mana; banyak dijumpai di pasar- pasar tradisional. Tak hanya itu, kini, mereka bahkan sudah berani masuk pasar swalayan besar.

Pak Kuat Pengusaha Sederhana


Kue ini punya rasa gurih khas. Sangat mudah dari segi pembuatan ditunjang rasa manis berselera. Kue pukis mampu berubah- ubah bentuk rasa mengikuti selera pasarnya. Kita bisa melihat kue pukis diselipi selai nanas atau rasa lainnya sesuai selera.

Kue ini biasanya memiliki dua warna dasar yaitu coklat dan putih. Mari kembali ke kisah Pak Kuat kembali. Berjualan di Jakarta ternyata bukanlah pilihan.

Setelah beberapa tahun berpindah- pindah dari satu kota ke kota lain. Pak Kuat juga singgah di kota- kota besar seperti Banjarmasin dan Surabaya. Dan, akhirnya, Kuat memilih menetap di satu kota dan membuka bisnisnya sendiri.

Ia memutuskan membuak bisnis kue pukis di Yogya saja, dimulai sejak tahun 2006 silam. Bisnis kue pukis ini terbilang cukup menguntungkan, buktinya kini Pak Kuat dapat menghidupi anak dan istrinya serta 4 karyawan tetapnya.

Bahan baku pembuatan kue pukis cukup sederhana, yaitu cuma tepung terigu, kelapa, telur ayam, gula pasir, essence, fermipan, dan soda kue. Alat- alat digunakan dalam usaha pun relatif sederhana yaitu cukuplah satu kompor, ember, teko, gayung, dan cetakan.

Cara membuatnya, pertama- tama sekali, kelapa itu diambil santannya kemudian dicampur dengan tepung terigu. Ambil gula dan telur dikocok sampai gula larut. Masukkan campuran santan ditambah terigu ke dalam kocokan telur dan gula, tambahkan fermipan dan soda kue.

Kemudian adonan ditaruh di ember dan ditutup kain basah.  Adonan dibiarkan 6 jam sampai mengembang. Adonan ini sudah jadi siap untuk dipanggang dalam cetakan.

Pak Kuat kemudian menjelaskan kendala sering ditemuinya adalah mengenai adonannya. Adonan bisa saja tidak mengembang sempurna. Ia lentas memberikan tips yaitu memberikan tetesan air nanas.

Berikan tetesan air nanas ke adonan sekitar 10 tetes satu kali pembuatan bahan. Komposisi paling bagus buat adonan adalah kelapa 1 kg, gula 1 kg, telur 3 butir, tepung 2 kg. Sehari Pak Kuat menyebut mampu menghabiskan 24 kg tepung terigu.

Dari setiap 2 kg tepung terigu, ia mampu menghasilkan sekitar 150 buah kue, yang biasanya dijual 10 buah kue tiap bungkusnya. Kue tersebut dijual 4- 5 ribu rupiah per bungkusnya. Omset diperolehnya setiap harinya berkisar antara 500 ribu-600 ribu.

"Bahkan ada salah seorang pengusaha kue pukis yang biasa jualan di depan toko progo mempunyai omset 1,2-1,5 juta" pungkasnya.

Pak Kuat membuka bisnisnya dibantu istri dan empat tenaga pemasaran. Pemasarannya itu telah meliputi kawasan 4 pasar yang berada di Yogya utara. Sistem digunakan oleh Kuat memang berbeda, ia tak menjual secara tradisional menetap.

Ia akan menjual perpaket biasanya akan disi 150 buah kue, dan setiap paketnya tenaga pemasaran menyetor 46 ribu. Para pelanggan adalah ibu- ibu rumah tangga yang sering berbelanja di pasar tradisional tersebut. Inilah resep bisnis kue pukisnya sampai terkenal laris manis.

Kendala sering dihadapi lainnya adalah ketika musim penghujan penjualan akan turun dikarenakan tidak banyaknya orang berbelanja di pasar. Ketika ditanya kenapa tak berekspansi ke pasar- pasar dalam kota juga.

Ia mengaku hampir semua pengusaha kue pukis saling mengenal, termasuk mengenalnya. Mereka itu masih satu daerah asal, jadi timbul perasaan tidak enak. Pak Kuat merasa tak enak jika masuk ke pasar dari saudaranya sendiri.

Ketika ada usulan supaya tidak bertabrakan di lahan sama (pasar), bagaimana jika ia melakukan pemasaran secara langsung ke konsumen melalui instansi, warung burjo atau kost-kostan dengan sistem titip jual, seperti halnya kue donat.

Kuat pun antusias menjawab akan mencoba cara ini sebagai salah satu usaha memperluas jaringan pemasarannya. Inilah kisah Pak Kuat sebuah realita usaha kampung ke kota. Jika ditempat kamu ada bisnis coba dibawa ke kota.

Usaha Singkong Keju Meletus Mak Nyus

 Sukses Pengusaha Singkong Keju


usaha singkong keju

Usaha singkong keju sekarang termasuk bisnis kekinian. Singkong dulu sering identik kemiskinan di Indonesia, namun kini berbeda. Produk satu ini telah sukses diolah menjadi berbagai bentuk jajanan kaya rasa. Salah satu jadi tren kali ini ialah produk bernama singkong keju.

Ya, keju makanan beserbangan sosok singkong sendiri. Keduanya sukses disatukan makanan orang kaya dan kampungan ini. Bersatu menjadi bisnis menggiurkan aneka jenjang. Bahkan saking larisnya, perpaduan keduanya menghasilkan jutaan rupiah tiap harinya. 

Sebut saja Ari Prasetyo salah satu pengusaha produk olahan ini. Dia menjual singkong keju yang diberinya nama Singkong Keju Meletus. Dia salah satu pebisnis yang mereguk kesuksesan dikala produk satu ini menjadi tren.

Di tangannya, singkong dan keju menjadi cemilan kaya rasa yang membuat lidah ketagihan. Ia mampu menjaring pelanggan berbagai wilayah sekitar grobaknya berjualan.

Bisnis rakyat


Ari memberi nama Singkong Keju Meletus. Alasannya? Tak ada filosofis di dalam namanya, hanya ketika ia mulai berbisnis; Gunung Merapi meletus. Dia, pada 2005 silam, ketika baru menjalani bisnis ini di Bandung, Jawa Barat, Gunung Merapi tengah meletus.

Jadilah namanya menjadi seperti itu. Awalnya, ia tak berminat menggeluti bisnis ini kalau bukan kakaknya sudah memulai duluan. Ari tergiur melihat bagaimana usaha kecil sang kakak mendapatkan sambutan baik.

"Ide sebenarnya berawal dari usaha kakak yang baru tiga bulan buka namun langsung mendapat sambutan yang baik dari pembeli," paparnya.

Tak mau melewatkan kesempatan jadilah bisnis dimulai. Tergiur keberhasilan sang kakak jadilah ia membuka warung kecilnya sendiri. Namun, sebelumnya, ia sempatkan sendiri buat berguru kepada sang kakak. Ia tak mau gagal jadilah bisnisnya harus disiapkan matang.

"Sekalipun saudara, soal bumbu dan cita rasanya sangat rahasia dan tidak terbuka," tandasnya. Setelah dirasa cukup, Ari bermodal awal cuma Rp.2 juta, membuka sebuah warung kecil di pinggiran jalan.

Berapa didapat bisnis singkong keju?

Jangan kaget, Ari sukses menghasilkan omzet mencapai Rp.30 hingga Rp.50 juta per- bulan. Itu benar- benar mencengangkan. Karena itu terlihat sangatlah sepele dibanding makanan pinggir jalan lainnya Namun ingat, bisnis ini butuh kepandaian mengolah bumbu agar beda dari para pebisnis lain.

"Kini saya tinggal menikmati manisnya saja," katanya.

Awalnya memang tak mudah memasarkan produk tersebut. Orang- orang masih menganggap jajan singkong buatannya sekadar singkong goreng biasa. Bahkan Ari memasarkan melalui selebaran- selebaran kemudian dibagi- bagikan di tempat ramai.

Namun, kini, usahanya sangat digandrungi semua kalangan dan lapisan masyarakat Kota Bandung. Bahkan, ketika week- end, pembeli dari Jakarta ikut nimbrung memburu jajanan singkong keju ini.

Kini, Ari mengaku mampu menghabiskan 700kg singkong dan 3,5 keju kraf. Bahkan, suatu waktu, ia bisa menghabiskan 17 kuintal singkong per- hari sehingga kewalahan melayaninya. Ari pun menjual Singkong Keju Meletus pada dua kategori.

Harga Singkong Keju Meletus dalam boks berukuran kecil dijualnya seharga Rp.7.000. Sedangkan harga Singkong Keju Meletus dalam boks besar dihargai Rp.10.000. Ari mengaku usaha dijalankan relatif gampang.

Soalnya, tempatnya berjualan tidak membutuhkan tempat yang khusus, yang penting strategis. Meski cuma dijual di kaki lima, pembeli itu rela turun dari mobil untuk membeli Singkong Keju Meletus nya. "Pembeli dari berbagai kalangan bisa menikmati camilan gurih yang khas ini," tandasnya.

Sebenarnya tak ada yang sangat istimewa, sinngkong goreng ini juga digoreng dengan minyak goreng biasa. Singkong buatan Ari ini memang terlihat lebih kuning dan serpihan singkongnya itu hancur ketika digoreng.

Soal rasa?

Ya, singkong keju bikinannya jauh lebih nikmat dari singkong goreng biasa. Keju menjadi kunci cita rasa masakannya. Cara pembuatannya itu juga relatif gampang loh. Terlebih dahulu singkong digoreng biasa tapi setengah matang. Angkat singkong itu dari penggorengan. Setelah minyak turun, lalu singkong- singkong itu direndam dalam cairan keju selama kira- kira dua menit.

Diamkan singkong itu selama dua menit. Pada tahap terakhir ini singkong sudah berlumur keju tinggal digoreng kedua kalinya.

Cara pembuatan gampang, dan pembeli yang bejubel bisa jadi ide bisnis kamu. Ini benar- benar digemari di kota- kota besar seperti Bandung, Jawa Barat. Dan, mulai tumbuh berbagai jenis singkong keju salain milik Ari dengan Singkong Keju Meletusnya.

Sebut saja, Dedi salah satu pengusaha singkong keju, bisnisnya ada di Jakarta. Dia berbisnis singkong keju di kawasan Palmerah, Jakarta Barat. Namun pelanggan miliknya begitu banyak dimana rata- rata orang kantoran.

Dedi merancang produk singkong keju berbeda yaitu dengan berbagai topping; seperti coklat, meses, atau susu. "Selain empuk didalam dan gurih diluar, tampilan jadi lebih ramai," katanya menjelaskan. Singkong keju buatannya ini memang berbedang dengan milik Ari.

Tapi proses pembuatannya masih sama dengan buatan keju meletus Ari Prasetyo. Ia membanderol harga singkong buatannya Rp 5.000 ukuran kecil dan Rp 7.000 ukuran besar.

Dalam sehari, Dedi menghabiskan dua kuintal singkong diambil dari Sukabumi dan tiga kilogram keju. Usaha kecilan dirintisnya bermodal lebih besar, mungkin karena faktor sumber bahan baku dan tempat berjualan (di Jakarta.red).

Ia menghabiskan modal sebesar Rp 6 juta pembelian gerobak dan berikut alat masaknya, dalam tiga bulan modal sudah balik. Keuntungan per- hari mencapai sekitar Rp 500.000 hingga Rp 1 juta.

"Lumayan, baru buka usaha sudah mendapat sambutan baik dari masyarakat," ujarnya, pemilik usaha singkong keju.

Buka Usaha Keripik Kulit Pisang

Kisah Sukses Keripik Kulit Pisang


keripik kulit pisang

Pengusaha berikut ini buka usaha keripik kulit pisang. Namanya Wati, seorang istri ingin membantu ekonomi keluarganya ketika tertimpa kesusahan. Keluarganya tertimpa kesusahan kerena sang suami tak lagi bekerja. Ia ingin sekali membuka warung di depan rumah.

Ternyata itu tak segampang dipikirkan. Membuka warung itu butuh modal cukup besar buatnya. Beberapa kali mengajukan pinjaman ke bank; selalu ditolak beralasan jaminan. Mau pinjam rentenir, bunga yang harus dibayar bisa lebih besar dari untungnya.

Dalam kegundahan lah, Wati cuma mampu termenung di depan teras rumahnya. Sementara suaminya sendiri tengah mencari kerja serabutan. Rumahnya begitu sepi tanpa ada kegiatan apapun, sementara dapur tak mengepul. Dia terus berpikir bagaimana bisa membantu nasib keluarga.

Sesekali ia tampak memandang anaknya tengah asiknya melahap pisang. Susudah habis, bukannya di buang ke tempat sampah, anaknya justru melempar kulit pisang ke teras.

Marah! Wati lantas memarahi sang anak, "Nak, buanglah kulit pisang itu pada tempatnya!."

Kemudain terdiam sejenak ada sesuatu dibenaknya. Kata- kata buang kulit pisang ke tempatnya terus menerus mendengung. Dia menanyakan itu ke dalam dirinya sendiri. Ia pun segera mengambil kulit- kulit itu, bukan ke tempat sampah, tapi dibawa ke dapur.

Pada hari itu pula dirinya tampak bersemangat dan tergesa- gesa. Dia begitu bersemangat mencari tau semua tentang pisang dan kulitnya. Ada apa? Keesokan harinya, ia mulai mengolah kulit- kulit menjadi sumber uang.

Dia mencoba mengolah si kulit pisang jadi usaha. Wati hanya bermodal seratus ribu rupiah, itupun uang hasil pinjaman. Dia mulai membeli bahan- bahan dibutuhkan, seperti garam, kulit pisang, alat kapur, garam, gula dan tepung. Berikut ini cara pembuatan kripik kulit pisang:

Pertama, potong rapi kulit pisang kemudian bersihkan menggunakan air biasa. Rendam dalam larutan kapur kurang lebih 20 menit, selanjutnya direndam ke larutan garam sekitar 10 menit Kedua, semuanya kemudian masuk ke larutan gula sekitar 30 menit.

Setelah proses perendaman selesai, barulah potongan- potongan kulit pisang tersebut lantas dijemur selama sehari penuh. Dan, langkah terakhir ialah menggorengnya hingga kering kuning kecoklatan.

Pisang sendiri merupakan buah banyak mengandung vitamin C, A, mineral, serat serta kandungan gizi lain yang banyak manfaatnya bagi tubuh. Namun belum banyak tahu kelezatan kulit pisang dikeripik. Meski hanya kulit, mereka mengandung gizi tak kalah buahnya.

Dalam kulit pisang mengandung serat, vitamin C, B, kalsium, protein, dan karbohidrat. Menurut penelitian tim kedokteran Taichung Chung Shang, Taiwan, dalamnya kulit pisang ternyata mampu mengurangi depresi dan menjaga kesehatan kulit mata.

Bisnis Daur Ulang Kain Goni Dokter Gigi Jadi Pengusaha

Profil Pengusaha Madya P. Andang


bisnis daur ulang goni

Kisah dokter gigi jadi pengusaha UKM maju. Inilah kisah wanita bernama Madya P. Andang. Yang mana tidak takut jadi pengusaha. Untung puluhan juga bermodal uang Rp.1 juta. Tanpa perlu melepas status bisnis daur ulang kain goni inspiratif.

Bermodal satu juta menghasilkan barang daur ulang. Harga jual produk Madya hingga ratusan ribu. Ini berkat ketrampilan mengolah limbah. Doketer gigi jadi pengusaha sukses siapa takut. Ia meraup rupiah dengan daur ulang kain goni menjadi berbagai bentuk kerjianan, salah satunya tas.

Bisnis daur ulang CV. Regi's Indonesia, cukup mengambil konsep ramah lingkungan. Sesuai dengan program Go Green pemerintah, seperti yang dijelaskannya kepada pewarta VIVAnews di pameran Jakcraft 2013.

Ia menuturkan bahwa karung goni memang dipandang sebelah mata.  Kain ini biasa digunakan orang untuk karung buah, karung beras, bahkan menjadi alas kaki. Oleh sebab itu, Madya pun berinisiatif membuat karya seni dari limbah ini.

Cara Pengusaha Daur Ulang Kain Goni


"Saya ingin mengangkat kain goni menjadi suatu produk yang unik. Kain goni ini tidak banyak menjadi perhatian," ungkapnya.

Pada tahun 2011 lah, ia memulai bisnis ini dengan sekala rumahan saja. Dia mengaku modalnya tidak besar. Tidak perlu mengeluarkan kocek dalam- dalam. Bahan baku kain goni murah seharga Rp6.000 hingga Rp10.000 per- lembar.

Ditambah dengan alat- alat produksi berupa jarum jahit, benang, dan lem tembak. Ada juga bahan tambahan, yaitu kain perca seperti kain jins. Berinvestasi hanya pada alat- alat spesifik tidak sampai Rp.1 juta. Fokus dokter gigi jadi pengusaha ini membuat produk ramah lingkungan.

Modal itu digunakan berupa kerajinan tas, gantungan jilbab, alas kaki, bros, dan tempat tisu. Harganya pun bervariasi, mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. "Kalau bros, harganya Rp10.000. Kalau tas, ada yang harganya Rp50.000 sampai Rp500.000," paparnya.

Dia berhasil meraup untung hingga puluhan juta per- bulan dari bisnis barunya ini. Omzet per- bulannya ada mencapai Rp8 juta hingga Rp25 juta.

Tutorial Daur Ulang Kain Goni

Madya menjelaskan mula- mula kain goni dibersihkan, direndam semalaman, lalu dicuci. Kemudian direbus dengan api kecil.

"Lalu, diberi cairan desinfektan untuk menghilangkan bakteri," ujarnya.

Setelah itu kain tersebut dijemur hingga kering, disetrika, lalu dipotong sesuai pola diinginkan. Prosesnya itu cukup memakan waktu cuma dua hari. Dari mengerjakan semua sendiri, kini, dia meminta kain goni langsung dibersihkan oleh suplier dari Jember.

Meskipun begitu dia tetap mencucinya kembali agar bersih. Sekali produksi, lanjut ibu beranak dua ini, setidaknya membutuhkan sepuluh lembar kain goni. Dari sepuluh lembar itu, bisa tercipta lah sekitar empat puluh item.

Seluruh proses dikerjakan di kediamananya di daerah Tanjung Barat, Jakarta. Madya tidak sendirian, dibantu oleh tujuh orang karyawan tuna rungu. Sebenarnya tidak ada kendala berarti. Tentang komunikasi dengan karyawan cukup dengan isyarat tangan.

Wanita lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga ini, mengungkapkan masih membutuhkan fasilitas untuk bisnisnya utamanya dalam memasarkan produknya. Kesulitan dari bisnisnya adalah dia belum memiliki galeri sendiri.

Dia berharap ada yang mau meminjamkan galeri seni. "Saya belum punya galeri. Show room ada di rumah," ia menambahkan.

Usaha CV. Regi's Indonesia telah menembus pasar luar negeri. Akhir- akhir ini, produknya telah dipromosikan hingga ke China dan Dubai oleh Dinas Perdagangan DKI Jakarta. Ia juga menerima pesanan kerajinan tangan, baik untuk pribadi maupun suvenir.

Jika berminat, pembaca bisa berkunjung ke show room-nya yang berada di Tanjung Barat Selatan Kav. 16 A No. 12 A, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, atau bisa mengontaknya langsung lewat andangp6@gmail.com.

"Kalau bros, minimal pesan 300 item. Tas mukena minimal dua kodi. Ya, tetapi, sebenarnya tergantung item sih, asalkan ongkos kirim ditanggung pembeli," kata dia.

Cara Wirausaha Bonggol Kayu Jati Diubah Menjadi Kursi

Profil Pengusaha Sukses Suyatmin


furnitur bonggol kayu

Furnitur kayu jati memang selalu diminati orang. Jadi bagaimana cara wirausaha bonggol kayu jati ini. Apakah mudah mengolah bahan bonggol menjadi kuris keluarga. Pertanyaan tersebut dijawab oleh Suyatmin, awalnya diragukan mampu memanfaatkan bonggol kayu.

Bahan kayu jati memang kuat, awet, dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Sayangnya kayu jati sendiri sulit didapatkan. Pohon jati hanya diminati batangnya, yang kemudian diubah menjadi aneka bentuk furnitur. Lantas dikemanakan bonggol kayu yang menjadi sisa produksi.

Suyatmin meyakinkan bahwa bonggol kayu jati sama. Memiliki kekuatan sama dibanding batang pohonnya. Ia membuktikan mampu merubah barang tidak berbentuk itu. Wirausaha bonggol jati dibawah nama bisnis Jati Barokah.

Pemilik Jati Barokah memang spesialis, cara wirausaha bonggol kayu menjadi aneka furnitur unik. Ia mampu membuat kuris, meja, atau bangku teras. Pendekatan natural diterapkan Suyatmin agar tidak memaksa merombak struktur asli bonggol. 

Tidak Mudah Menjadi Pengusaha

Jangan memaksakan sebuah produk mengikuti kita. Alasan kenapa bonggol jati lebih bernilai tinggi. Karena sentuhan alami dibanding batangnya yang mudah dibentuk. Berbeda furnitur biasa masih kita lihat bentuk akarnya.

Dibuat mengikuti alur naturalnya, bisa dirubah menjadi furnitur atau aksesoris rumah. Produk berupa aksesoris meliput vas bunga, kursi, dan meja.

"Alam sudah membentuknya menjadi bulat dengan banyak lengkungan," ujar pengusaha ini.

Cara wirausaha bonggol jati tanpa merubah bentuk awal. Para pengrajin tinggal mengukir mengikuti alur. Berkat bisnis ini dirinya mampu menguasai pasar lokal. Dia menjual menembus pasar Bali, Yogya, Malang, Surabaya, Jakarta, Sumatra, dan Kalimantan.

Pasar ekspor meliputi Eropa Timur dan Timur Tengah. Pengusaha Suyatman sudah menggeluti ini sejak tahun 1996. Bisnis furnitur ini bermula dari keprihatinan akan kayu jati. Bayangkan pohon yang bernilai tinggi ini, bonggol kayunya cuma berakhir menjadi kayu bakar.

Padahal secara kualitas kayu sama dengan batangnya. Sudah bergelut bisnis furnitur sejak lama, ia pun tergelitik mengolah bonggol jati. Dia yang melihat warga sekitar Blora menggunakan itu sebagai kayu bakar. Merasa dia harus berbuat sesuatu karena sayang dan itu menghasilkan uang.

Orang akan terkejut bahwa bonggol jati bisa diolah lagi. Kita harus melihat seksama sebuah masalah di sekitar. Ditangan dingin Suyatmin, pria 35 tahun, diubahnya bonggol menjadi meja dan kursi. Ia hanya spontan berpikir itu karena mengikuti alur akar.

Pengusaha ini mengenang langsung mengangkut. Bonggol kayu jati yang terbuat tersebut dibawa ke rumah. Toh, orang lain berpikir sebagai sampah tidak berarti lagi. Tanpa pikir panjang, ide produk hanya mengalir saja, diambilnya alat ukir dan dibuatlah furnitur dari sana.

Begitu selesai kemudian dibersihkan hingga bersih. Ia memplitur permukaan agar mengkilat. Dan ternyata hasilnya diluar dugaan awal. Ini lebih bagus dibanding kursi kayu biasa. Ada unsur estetika ketika kita melihat kursi tersebut.

Memang menghasilkan produk bernilai seni tinggi. Harga jual tentu lebih dibanding kursi biasa. Dari segi kegunaan juga bisa dipakai tidak memaksa. Lantas apa masalahnya, bagaimana cara wirausaha bonggol kayu jati ini memenuhi kebutuhan pasar.

Pengusaha Memutar Otak


Dihitung- hitung membutuhkan waktu lama pembuatan. Paling tidak satu bulan untuk membuat satu mebel. Apalagi tingkat kerumitan tersendiri mengukir akar. Tingkat kesulitan lebih tinggi, hingga ia harus memutar otak memenuhi kebutuhan konsumen yang tinggi.

Yang tersulit ialah ketika bonggol berbentuk tidak beraturan. Ia harus memadu padankan setiap sisi menjadi bentuk. Harus sesuai pesanan juga tidak boleh melenceng. Butuh daya kreartifitas membuat pengusaha memutar otak.

Dia mengaku bersyukur karena Blora merupakan daerah penghasil kayu jati. Suyatmin tak perlu pergi jauh sekedar mendapat bonggol kayu jati saja.

Harga karya Suyatmin dinilai bervariasi tergantung kesulitan. Satu set mebel dibuat selama satu bulan jikalau modelnya biasa. Harga mencapai Rp.1 juta sampai Rp.5 juta, itu cuma terdiri dua sofa kecil, satu sofa besar, dan meja.

Aneka souvenir dihargai Rp.20.000 sampai Rp.2 jutaan, dan setiap bulan omzet diraih olehnya bisa sampai Rp.70 juta. Tren bisnis bonggol kayu jati memang menjanjikan peluang. Permintaan juga tidak pernah sepi karena nilai estetika tersendiri.

"Sejak pertengahan 1990- an hingga kini permintaan tumbuh," ujarnya. 

Pesanan mebel begitu besar sampai menambah karyawan. Dia mengambil pegawai diluar keluarga sendiri. Memang memulai usaha lebih enak jika didukung keluarga. Selain berbagi rejeki juga biar mudah kordinasi, tetapi bisnisnya tumbuh dan bersiap harus mempekerjakan setidaknya 32 orang.

Pengusaha Berbagi Rejeki


Lain lagi Achmad Zainudin, perajin asal Jeparan, yang membuat furnitur biasa saja dari bonggol jati. Ia sukses membangun bisnisnya, sayang, berbeda Suyatmin, ia bersusah payah mengambil kayu dari daerah Cepu, Bojonegoro dan Purwodadi.

Oleh Zainudin, bonggol- bonggol tersebut dibuat sama menjadi kursi, meja, dan suvenir. Dia dibantu oleh 25 pekerja mampu menghasilkan 10 produk tiap minggu. Meskipun susah mencari bahan baku, dia mampu mengantungi omzet Rp.59 juta per- bulan, dan produknya tidak susah dibuat.

Produk Zainudin dijual seharga Rp.3 juta sampai Rp.6 juta tiap produknya. Kemudian ada pengusaha lain, yakni Sriyanto yang punya sedikit berbeda dari rekan- rekannya sesama perajin. Dia memilih memproduksi fokus aksesoris bukan khusus mebel besar.

Memulai usaha sejak 1995, ia mendirikan UD Kharisma, pria asal Solo ini belajar membuat furnitur dan aksesori justru dari anak buahnya. Perajin satu ini mendapatkan bahan bonggol kayu jatinya dari Bojonegoro dan Cepu.

Ada dua sumber tetap untuk bisnis Sriyanto . Pertama, ia mendapatkan kayu dari petugas perhutani. Kedua membeli bahan dari petani hutan, "Saya biasanya beli dari petani karena harganya lebih murah," Harga jual dari petani Rp 500.000- Rp 700.000 per- bonggol, itu tergantung usia pohon.

Semakin tua usia pohon, semakin mahal harganya. Jika ditanya membeli kayu jati dari Perhutani; ia enggan karena harus mengantongi izin. Dari petani hutan, Sriyanto juga bisa mempelajari seluk-beluk mencari bonggol kayu jati berkualitas bagus, dan hasilnya menjanjikan.

Bonggol kukuh adalah bonggol berusia tua lebih dari 40 tahun. Biasanya bonggol- bonggol tua jika dihitung akan berdiameter 1,5 sampai 2 meter. Jujur sudah susah mencari bahan baku seperti itu. Karena bisnis bonggol kayu jati sudah menjadi trend, terutama dikalangan perajin furnitur.

Bonggol- bonggol itu lantas dipotong dan dikirim ke UD Kharisma. Bila sudah dipotong baik, kayu bonggol dibawa ke UD Kharisma buat digambari bentuk. Bila bentuk sudah jadi digambar, bonggol kemudian digosok menggunakan gerinda agar potongan lebih rapi.

Sriyanto lalu akan memakai gergaji kecil untuk membentuk sudut. Saat vas ataupun tempat buah jadi bentuk, produk tersebut lantas diplitur, dan digosok sampai halus kemudian dipakaikan melamin. Ia menambahi hiasan ranting- ranting pohon, agar tempat buah dari bonggol lebih artistik dari semula.

Adapun bentuk produknya tetap mempertahankan bentuk bonggol. Dia lalu menjual satu tempat buah Rp 80.000. "Sebulan saya bisa menjual 150 tempat buah," katanya kepada awak media. Harga vas bunga bervariasi, dijual antara Rp 80.000 sampai Rp 100.000 per- unit.

Sriyanto memasarkan aneka kerajinan bonggol jati itu ke Jepara, Jakarta, Jogjakarta, dan Malaysia. Inlah kisah cara wirausaha bonggol kayu jati, yang menghasilkan omzet puluhan juta.

Hobi Kemudian Menjadi Bisnis Serius Beternak Burung Kenari

Profil Pengusaha Winoto Raharja


 
Berawal hobi kemudian menjadi bisnis serius. Apa keuntungan bisnis serius beternak burung kenari. Inilah kisah pengusaha Winoto Raharja berawal hobi. Awalnya dia menyenangi dunia unggas, utama burung berkicau yang biasa dipajang di luar rumah itu.

Tren burung kenari nampaknya dilihat olehnya. Pengusaha asal Salatiga ini, lantas mencoba untuk menternakan kenari.Tentu berbeda dibanding kita berjualan burung seperti biasanya. Bisnis serius beternak burung kenari membutuhkan proses.

Ketekunan menjadi kunci utama sukses pengusaha Winoto Raharja. Akhirnya dia mampu beternak dan berhasil mengembangkan burung berkualitas. Ketika booming burung kenari, dia mengaku bisa mengantungi untung sampai ratusan juta.

Awalnya hanya penggemar burung kicau lomba. Dia sering beli burung mahal- mahal. Lantas dia berpikir untuk berbisnis sendiri. Modal awalnya 150 indukan, dan ada 60 pejantan kenari yang berkualitas tinggi.

Modal Bisnis Tinggi Untungnya Tinggi


Untuk pejantang unggul saja, belinya sudah mencapai 200 jutaan dan dia tidak main- main disini. Dia mengatakan burung usia satu bulan, sudah bisa dijual seharga Rp.1 juta sampai Rp.15 juta. Selain dari suara postur tubuh pejantang juga mempengaruhi harga jual.

Pastikan bahwa kandang berkualitas dan bersih terawat. Maka burung akan betelur dengan nyaman di dalamnya. Burung kenari diberi maka biji- bijian, telur puyuh dan sawi. Kandang bersih sudah cukup untuk membuat burung nyaman. Dalam usia 8 bulan burung kenari sudah siap bertelur di kandang.

Biaya perawatan, dari ratusan anakan, pejantan, dan burung yang siap bertelur, dia mengeluarkan uang sampai Rp.10 juta perbulan. Sudah termasuk gaji tenaga perawatan, makanan, obat- obatan dan dalam sehari membutuhkan empat kilogram biji- bijian, 6kg sawi, dan 200 butir telur puyuh.

Winoto fokus bisnis serius beternak burung kenari. Hobi kemudian menjadi bisnis serius ini punya banyak cabang. Kamu bisa menjualan anakan berkualitas juara. Yang mana harga jualnya bisa sampai Rp.450 juta, apalagi kalau sudah memenangkan aneka lomba burung berkicau.

Semakin sering menang harganya akan berlipat ratusan juta. Perlu diingat jangan khawatir tentang pasarannya. Karena di era digital ini, pembeli burung kenari miliknya sudah tersebar diseluruh Pulau Jawa, utamanya Bandung, Jakarta dan Bogor.

"Biasanya pembeli datang langsung, atau dikirim melalui paket," tutur pengusaha asal Salatiga ini
Bagaimana meyakinkan pembeli, Winoto tidak cuma berjualan burung, tetapi mengikutkan aneka perlombaan.  Nah, akhirnya nama burung Winoto menjadi terkenal, mereka akan mengenal burung miliknya calon juara. Aneka event burung berkicau tingkat nasional tidak luput didatangi.

Gurihnya Laba Usaha Tempe Cokelat


Manisnya cokelat memberi untung buat siapa saja menjajakinya. Rasanya yang manis disukai siapa saja baik anak- anak atau dewasa. Menariknya cokelat bisa diolah aneka macam. Bisa dipadukan dengan aneka bahan lain, seperti susu, buah, atau keju. Semuanya dicampurkan merubah cokelat makin enak saja. Tapi apa yang terjadi jika cokelat dicamput tempe.

Mungkin cokelat kacang mete atau tanah sudah biasa. Namun apa jadinya jika dicampur gurihnya kedelai di dalam cokelat. Itulah yang dilakukan oleh seorang ibu asal Depok. Disela- sela bisnisnya membuat aneka cemilan cokelat aneka rasa. Sherry Dahlia mencoba- coba mencampur tempe didalamnya. Sensasi baru, rasa gurih- manis membuat kamu terkejut.

Umumnya Sherry mencampur cokelat dengan selai stroberi ataupun blueberry. Namun, sekarang, dia sibuk mencampur cokelat isi tempe. Dia menyebutkan apapun isinya di dalam cokelat. Harus lah berbahan kering tak boleh basah. "Saya menggunakan keripik, seperti  rengginang, keripik tempe, tahu atau singkong," tambahnya. Cara membuatnya juga cukup mudah tinggal dicelupkan ke cokelat, lalu tunggu hingga kering.

Dia menjelaskan idenya datang ketika dirinya mengikuti sebuah acara. Di acara bertajuk ethnic food itulah ia menemukan idenya. Ketika itu, ketika menghadiri acara yang dilaksanakan di Bandung itulah ia pertama kali membuat makanan cokelat dari bahan lain. Awalnya dari dodol belimbing dicampur cokelat jelasnya. Lalu, mulailah ide mencampur makanan khas Indonesia itu ke dalamnya. Intinya ia ingin merubah imej cokelat yang kebarat- baratan.

Memulai mengerjakan kudapan cokelat sejak 2008. Sudah banyak aneka cokelat telah ia temukan untuk dijadikan bisnis. Apreasi pembeli yang tertarik membuatnya semakin bersemangat. Barulah di 2009, Sherry menjual olahannya sebagai bisnis. Dari modal 500 ribu, kini, ia menjadi sosok ilmuwan cokelat mencoba aneka rasa di dalamnya.

Untuk membuat tiga toples cokelat ia membutuhkan satu batang dark chocolate. Satu kemasan dibelinya sekitar Rp.35 ribu. Cokelat itu kemudian diolah aneka macam -satu dark cokelat jadi satu toples sedang. Ia lantas menjualnya Rp.40 ribu. Jadilah dari 3 toples tersebut ia mampu mengantongi Rp.140 ribu. Ini lumayan loh, dari pada kamu cuma bengong di rumah?

Lain hal dengan Nunung Nurhayati, dia memanfaatkan tempe biasa yang dijual di pasaran. Cukup dipotong- potong kecil, digoreng, lalu dicelupkan ke cokelat. Agar tidak keras dan renyah dimulut, Nunung memberi saran agar kita tidak mengeringkannya di atas matahari. Tempe cukup diangin- anginkan saja di suhu ruang. Memang itu tampak basah tapi jika sudah digoreng akan sama keringnya.

Kenapa tidak di matahari? Katanya sih, tempe akan kering terlihat renyah, tapi ketika digoreng itu akan berbalik menjadi keras. Siapkan cokelat batang, lelehkan dengan uap panas, setelah itu cari masukan ke mangkuk dan tuangkan tempe goreng itu. Aduk- aduk hingga sokelat menyatu dengan tempenya. Atau, jika kamu mau bentuk bulat, dibentuk bulat dan dicampur cokelat.

"Agar rasanya lebih maksimal, simpan dalam kulkas sebelum dinikmatinya," lanjutnya.

Kopi Rafflesia Kopi Luwak Liar Harga Mahal


Bagaimana cara memasarkan kopi luwak kamu. Mungkin kamu bisa meniru kisah satu ini. Seorang pria bernama Umul Khairi, pengusaha lokal mutu internasional, warga Jorong Batang Palupuh, Kabupaten Agam merintis usaha kopinya secara unik. Dia memanfaatkan tempat pariwisata di kawasannya. Dia menjual kopi luwak organik yang dijualnya kepada wisatawan asing.

Umul menjelaskan ia memanfaatkan wisatawan asing yang berkunjung. Mereka yang tengah berkunjung ke kawasan wisata bunga Raflesia,ditawarinya kopi. Melalui sistem marketing dari mulut ke mulut nyatanya ia bisa menjual kopinya dari sekitar Asia, Eropa, Amerika, dan Austaralia. Untuk mensuport produk kopinya itu, ia menafaatkan nama Raflesia, yaitu kopi organik Rafflesia Luwak Coffee.

Dia menjelaskan kopinya diolah dari luwak liar. Tidak dikandangkan seperti biasanya. Fokus produksi Umul yaitu kopi jenis Arabika yang cocok dengan musim di Indonesia. Kopi itu berasal dari para petani kopi yang mencarinya langsung ke pohon- pohon. Untuk menjaga keaslian ia pun cuma memilih kopi dari para petani yang dipercayanya saja.

Menurutnya kopi luwak ini lebih baik karena luwak memakan buahnya di pohonnya langsung. Disatu sisi ia menjalaskan tak mengandangkan luwak agar tak merusak ekosistem. Paling banyak ia cuma mengolah 40kg biji luwak. Setelah diolah dan digiling cuma menghasilkan sekitar 10- 1 kg per- bulan. Karena sulit itulah ia akhirnya menjual kopinya seharga 200 ribu.

Umul memanfaatkan pengolahan tradisional. Dia menyebut itu sudah diturunkan dari kakeknya. 

"Saya mencuci biji kopi lima kali dengan air dan kemudian menempatkan mereka di bawah sinar matahari sampai kering selama enam hari," terangnya kepada Jakarta Globe. "Saya kemudian mengurutkan kacang dan panggang dalam pot tanah liat selama tiga jam di dapur tradisional."

Dia pun menjelaskan kopinya dimasak medium. Fungsinya agar tak merusak rasa kompleknya. Kopi luwak itu terasa agak pahit. Akan tetapi rasanya kaya semacam coklat hitam mungkin. Itu semua bisa hilang jika ia memanggang bijinya terlalu lama. Dia menjelaskan butuh 7 derajat Celsius selama 3 hari. Kemudain setelah itu ia memanggangnya lagi untuk 25 derajak kedepan selama dua jam.

Untuk mengakali lama kopi bisa bertahan. Wanita ini menjelaskan adanya kayu cinamon, akan membantu agar kopi awet. Dan untuk menjaga kualitas dan agar diterima oleh negara di luar, dia telah sedia dengan sertifikat dari Sucofindo International Certification Service. Meski begitu, ia mejelaskan, tak mudah untuk masuk ke beberapa negara. Umul pun menyebut, ketika mengekspor ke Australia, dia telah siap akan segala regulasi.

"Saya baru- baru ini diterapkan pada departemen pertanian di Australia untuk lisensi mengekspor kopi luwak dalam jumlah yang lebih besar," katanya.

Website: rafflesialuwakcoffee.org

Lika- Liku Bisnis Petani Buncis Prancis

 
Jika kamu petani atau pengusaha dibidang agro. Kamu mesti tau komoditi satu ini, namanya buncis, tepatnya bunci prancis. Ya, sayuran jeni kacang- kacangan asal Prancis ini mulai digemari. Satu hal yang membuatnya spesial yaitu ukurannya, bukan panjangnya, tapi ukuran isinya yang bulat. Buncis Prancis bukanlah buncis asal negara Prancis loh. Nyatanya, buncis satu ini berasal dari Amerika Tengah atau Amerika Latin. 

Lain hal dengan buncis lokal atau buncis TW yang tak ribet penanamannya, buncis Prancis pendek meski lebih berisi. Dan yang pasti kamu perlu tau ada syarat- syarat tertentu dalam penanamannya.

Yuri Prasetyo, pemilik Surya Makmur Agrobisnis asal Prubalingga, menyebut buncis Prancis lebih bergizi ya karena ukurannya. Selain itu rasanya yang manis pastilah sedap dimasak. Meski begitu kebutuhan lokal masihlah sedikit. Ini berbanding terbalik dengan permintaan luar negeri. Dimana ia kemudian mencontohkan, Singapura sebagai negara terdekat, setiap harinya bisa membutuhkan minimal lima ton. Dalam satu bulan, usahanya bisa mengirim 20 ton buncis perhari.

Yuri menjual buncisnya Rp.8.000 per- kilogram. Omzetnya mancapai 160 juta per- bulan dimana marginnya bisa mencapai 15%- 20%. Lagi- lagi kebutuhan dalam negeri yang sedikit cukup merepotkan bagi mereka yang tak paham bisnis ekspor. Meski begitu masih ada kesempatan bagi kamu untuk menjualnya. Kamu bisa saja menjualnya melalui restoran- restoran lokal atau olah sendiri sebagai bisnis kuliner. Rasanya yang manis ditambah kesadaran akan gizi yang mulai membaik.

Fakta buncis


Yang jadi persoalan lain selain belum dikenal. Faktanya harga buncis Prancis lebih mahal. Tapi menurut kami ini tidak menyurutkan potensinya. Disisi lain, Sony Mulyadi, petani lokal Bandung menyebut bahwa pasar lokal yang sedikit dibarengi dengan produksinya yang kecil. Beda Yuri, beda Sony, ia menjual buncisnya dari satu supermarket lokal ke supermarket lain. Dia hanya memproduksi 50 kilogram. Harga jualnya Rp.3.500 per- kemasan 250 gram.

Sony sendiri bukanlah petani sukses mengekspor. Dia hanyalah petani lokal berjualan lokal. Ia sendiri lantas menjelaskan ada syarat tertentu untuk bisa mengekspor. Dari segi budidaya tidaklah sulit, cuma butuh syarat tertentu yaitu soal ketinggian. Yaitu kamu harus menanam di ketinggian 1.000 sampai 1.500 meter di atas permukaan laut. Sedangkan untuk waktu tanamnya sangat singkat 45 hari, dibanding buncis lokal yang bisa dipanen 60 hari.

Sony, petani organik ini, kemudian menyebut bunci Prancis lebih tahan hama. Ia pun membagi rahasianya pada kita. Dia menyebut kamu juga butuh plastik mulsa. Plastik yang membantu penyerapan sinar matahari. Platsik ini juga berfungsi sebagai penahan saat terjadi hujan. Fungsinya agar terlindungi dan tak rontok oleh air hujannya. Sony lantas mengingatkan untuk menghindari bahan kimia.

Sedangkan Yuri punya saran, berdasarkan pengalaman untuk ekspor, ia membagi dua lahan berbeda. Satu ditanami bibit. Lahan pertama ini seluas dua hektar, dia tanami bibit dulu Lahan kedua juga dua hektar yang diisi bibit. Jarak keduanya ada 20 hari sehingga panennya akan berbeda waktu. Ketika lahan telah siap, ia bisa sukses memanen 30 ton. Setelah 30 hari lahan itu tidak akan produktif lagi.

Untuk memenuhi pasar sisanya ada lahan satunya lagi yang bisa dipanen.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba