Produk Fashion Berteknologi Tinggi Sony


Jam tangan merek Sony? 


Sony perusahaan hardware yang memilih tak mainstream. Jika mereka para pecinta gadget disuguhi berbagai smart watch, Sony menciptakan sesuatu yang mundur kebelakang. Hanya sebuah sistem jam standar yang hanya menunjukan waktu, tidak ada yang spesial pada sistemnya. Yang menjadi spesial, bahan utama jam- jam tersebut adalah tinta.

FES Watch, yang menggunakan bahan e- paper untuk wajah dan sisinya. Uniknya Sony sendiri tak memilih memberi embel- embel namanya. Tak ada branding spesifik. Alasannya mungkin mencoba pasar melalui berbagai forum, apakah kita cukup terkejut?

Produk ini tercatat sebagai produk dari sebuah perusahaan bernama Mode Entertainments, tetapi faktanya, kelompok itu sebenarnya tim karyawan Sony yang mencoba melihat bagaimana e-paper dapat digunakan untuk memproduksi barang- barang fashion. WSJ melaporkan bahwa ia ingin membuat e-paper sebagai altenatif kain dalam bidang fashion, baik untuk membuat hal- hal seperti jam tangan, dasi kupu-kupu, aksesoris topi atau produk pakaian lain.

Unit Mode Entertainments dibawah pimpinan oleh Hiroki Totoki, pemimpinan baru dari smartphone milik Sony, dan merupakan bagian dari program kewirausahaan internal yang digalangkan oleh CEO Sony sendiri, Kazuo Hirai.



Melalui forum donasi, produk mode FES Watch telan menggaet pendanaan lebih dari $17.000 tanpa nama Sony. Mereka para donatur produk start- up ini berpikir "it's not Sony". Keputusan untuk menyembunyikan keterlibatan Sony berarti bahwa Mode Entertainments bisa mendapatkan rasa yang lebih baik untuk bagaimana ide akan berapa besar ini akan terjual, tanpa efek dari brand aslinya, tanpa jadi laku karena dikaitkan dengan nama merek Sony.

Seringkali memang, startups  menjajal situs crowdfunding bukan hanya untuk mengumpulkan uang, tapi untuk menguji kelayakan pasar dan mengumpulkan umpan balik sebelum peluncuran produk, atau untuk membantu mereka mendapatkan uang tunai VC tradisional, sementara itu langkah Sony tidak pernah terjadi sebelumnya untuk produk milik perusahaan besar. Sebuah taktik yang menarik bagi perusahaan untuk mebrand produk baru, tanpa embel- embel, tapi akhirnya ketahuan juga.

Menghidupkan e-paper jadi kain memiliki sejumlah manfaat potensial -termasuk kemampuan untuk mengubah pola dan desain hal yang kamu kenakan dalam sekejap saja, termasuk pilihan warna dengan menggunakan teknologi e-ink yang lebih baru. Material menarik listrik sangat rendah berarti harus bisa bertahan lama tanpa pengisian, dan produk yang dihasilkan bisa diprogram berdasarkan pergerakan atau lingkungan, mungkin menggunakan sensor gerak mirip smartphone.

Tapi intinya tetap pada ke simple -an di dalamnya itulah yang ditekatkan perusahaan ini

Para pelanggan pre-order yang sudah mendonasi akan mendapatkan perangkat mereka setelah bulan Mei mendatang, tetapi tidak ada kabar tentang ketersediaan untuk umum, untuk FES Watch.

Desainer Inspiratif Menghasilkan Produk Unik



Apa saja bisa jadi duit di internet. Kami mengakuinya.

Yang kamu butuhkan kemauan, kreatifitas, dan imajinasi. Itulah yang dibuktikan Eden Lew. Seorang desainer asal School of Visual Arts, karyanya menakjubkan!

Desainer muda yang unik mengaku produknya berawal dari suatu peristiwa menggelikan:
    Aku membuang bungkus roti dan mulai berpikir tentang topik yang berkaitan dengan makanan, makan siang dan waktu. Seorang rekan sekelas memperkenalkan saya pada sebuah gerakan Slow Food, yang saya mulai tafsirkan sedikit berbeda.
    
    Sebagai mahasiswa saya selalu mencari makanan tercepat untuk menghindari itu menghentikan alur kerjaku. Aku memutuskan bahwa jika aku akan menghabiskan waktu lima menit atau kurang makan siang, maka aku mungkin juga menggunakan lima menit untuk istirahat secara mental.
    
    Dengan demikian Nutshell diciptakan untuk memblokir gangguan dan fokus pada makan dan berpikir.
 
Sebuah pemikiran bahwa ketika kamu makan, itu menghambat pekerjaan. Dengan memfokuskan diri pada hanya makan, apa yang bisa didapat. Kamu akan mendapatkan fokus total begitu kiranya kami menafsirkan. Nutshell menjadi produk anehnya dan kenyataanya benar- benar terjual.

Mempromosikan solitud kosong dalam psikologi manusia. Nutshell melindungi kita dari menyelesaikan satu masalah secara total, tanpa gangguan. Dari satu produk, Eden mulai serius bahkan membangun usahanya sendiri Nutshell Lab, memastikan prototipenya berhasil. Untuk prototipe 1, 2, dan 2, Eden tidak menjual ini untuk halayak luas.

Berminat? productsofdesign.sva.edu

10 Produk Gagal Apple Yang Pernah Ada

 
Apple dikenal sebagai merek ternama, penuh inovasi. Siapa sangka produk buatan mereka tak selamanya laris di pasaran. Beberepa bahkan tampak absurd untuk dijual. Apple tetap mengingat mereka sebagian dari mereka. Tapi beberapa produk juga terabaikan. Berikut produk Apple kuno yang memang adanya:

1. The Apple III (1980- 1981)

Inilah komputer pertama. Bukan komputer pertama yang ada tapi komputer pertama yang tidak dibuat oleh sang co -founder Steve Wozniak.

Bagaimana produknya? Business Insider menyebut produk ini sangat besar. Mesin motherboard yang mudah jadi panas, dan beberapa kali crash. Ada masalah pada soketnya yang menghasilkan beberapa masalah. Tak ada Apple tanpa Wozniak kan?

2. The Apple Lisa (1983- 1985)


Kalo kamu pernah nonton film "Pirates of Silicon Valley" inilah bentuknya. Produk Apple yang bersaing ketat dengan produk Macintosh pada masanya. Dijual seharga $9.995 dalam peluncuran, meski digadang- gadang punya teknologi, produk ini dikatakan tak lebih baik. Produk komputer kono ini lelet dan kaku.

Pada tahun 1986, Apple menyerah dan menawarkan agar pemilik Lisa untuk menukarnya dengan produk Macintosh atau Mac seharga $ 4.100, ditambah sebesar $ 1.500 uang kembali. Weird. Sekaligus tamatlah produk bernama sama dengan nama anak Steven Jobs.

3. The Apple Macintosh Portable (1989- 1991)


Sukses produk Mac milik Apple terus berlanjut. Menghasilkan sebuah komputer portabel Mac. Itu terlihat sangat modern hingga kamu tau Mac Portable terkadang gagal menyala. Semua karena beterai desain, meski sudah dicas tetap tak menyala begitu ulas Business Insider.

Jika dilihat kembali produk ini tak seportable ukurannya.

4. Apple Newton (1993- 1998)


Perkenalkan tablet besutan Apple pertama. Yang menjadi inspirasi bagi Operation System produk Apple tuk berikutnya, untuk produk Apple sekarang. Benar- benar mirip apa yang disebut tablet sekarang. Apa yang membuatnya gagal? pertama ada di baterainya, layar yang sulit dibaca, dan juga sangat terkenal karena ada sistem pengenalan tulisan tangan yang mengerikan. Disebut- sebut menjadi inspirasi sebuah ejekan dari The Simpsons dalam salah satu episode.

5. Apple Pippin (1995- 1997)


Playstation, Nintendo, dan Sega muncul bersamaan dengan produk ini. Apple Pippin jadi produk yang coba eksis sebagai game konsel tapi gagal. Dari tujuan pertamanya akan menghasilkan penjualan 300.000 ribu unit diawal peluncuran, namun terjual berkisar 12.000 atau 42.000.

6. 20th Anniversary Mac (1996- 1997)


Untuk ulang tahun ke 20 Macintosh, Apple memperkenalkan produk terbatas ini.

Harganya sangatlah mahal ada di angka $.8000.

Meski tidak terjual manis. Produk ini masih laris dikalangan penggila dan kolektor produk Mac yang unik. Di tahun 2012, bahkan produk ini bisa terjual $1.000 tiap satuanya dalam satu box.

7. Apple eMate (1997- 1998)


eMate sebenarnya mesin yang baik dan melanjutkan untuk menginspirasi seri PowerBook.

Namun ,Apple tidak pernah membuat eMate yang tersedia bagi siapa saja di luar tujuan- tujuan pendidikan. Perusahaan membatasi mesin menyebar di seluruh penyebaran pengguna Apple.

Ada fakta yang menarik: Sampai hari ini, Apple tidak pernah merilis angka penjualan dari eMate.

8. The Hockey Puck Mouse (1998- 2000)


Disebut sabagi mouse "Hockey Puck", sesuai namanya mirip bola pada hockey. Bundar, kecil, dimana alasan pembuatannya kurang jelas. Mungkin sekedar mencari perhatian.. karena tidak ada yang spesial di fitur. Bentuknya yang lebih kecil dari mouse standar, serta bundar, membuatnya tak nyaman untuk digenggam.

Tidak bertahan lama hanya dua tahun. Pada 2000 produk ini tidak lagi diproduksi. Weird.

9. The Power Mac g4 Cube (2000- 2001)


Meskipun desain yang inovatif, kritikus mengeluh harga G4 itu terlalu mahal. Ia bahkan tidak datang dengan monitor!

Plus, model awal menderita masalah manufaktur yang menyebabkan retakan dalam casing plastik beningnya.

10. The U2 iPod



Sebuah kerjasama antara perusahaan dan grup band. Memperkenalkan single U2 "Vertigo" khusus dalam produk iPod, melalui iTunes Store. Juga termasuk satu box set keseluruhan album U2.

iPod ini tidak hit. Harga peluncurannya adalah $ 50 lebih tinggi dibandingkan dengan model putih dan krom yang identik nya, dan menawarkan sedikit (jika alasan apapun) untuk membelinya. Kami menebak yang jadi satu kekurangan adalah pada kekhususannya hanya untuk U2.

Tips Membuat Portfolio Foto Bisnis


Portfolio foto online dan offline


Menjadi fotografer itu tentang bebas berekspresi. Tapi, bisnis tetaplah bisnis, kita tetap berekspresi namun tatap menjual. Dalam dunia fotografi di era internet, 10 persen merupakan kemampuan teknis, sedangkan sisanya adalah kemampuan marketing foto. Banyak cara untuk menjual keahlian kamu nantinya. Ada yang namanya portfolio foto. Medianya banyak ada blog atau sosial media.

Portfolio foto pastilah masih asing ditelinga kamu. Ringkasnya ialah kumpulan dokumen atau informasi tentang kamu. Tentang karya kamu dibidang fotografi. Sebuah media dokumentasi hasil- hasil karya kamu. Melalui media ini maka kamu akan mendapatkan penilaian. Penilaian apakah kamu pantas untuk menerima order dari mereka.

Dikutip dari blog.poetrafoto.com, ada bebarapa hal yang perlu kamu tau sebelum membuat portfolio. Sebelum terlalu bersemangat untuk membuat portfolio foto, sebelum mulai untuk menjual foto kamu, berikut 7 hal yang perlu kamu tau dalam membuat portfolio foto:

1. Pilihlah foto yang menggambarkan ciri khas. Ketika membuat portfolio ada baiknya tidak melulu tentang hal- hal terbaik. Yang terpenting itu ciri khasnya menonjol. Fungsinya agar pelanggan tidak berharap terlalu muluk. Disisi lain, dari ketidak terbaikan, mungkin disana ciri khas kita akan lebih menonjol. Selain itu definisi bagu setiap orang berbeda- beda.

2. Fotografer itu tergantung berbagai hal. Ada mood, peralatan, kondisi lapangan, obyek foto dan faktor lainnya. Yang terpenting jaga ciri khas kamu tetap tampil. Jangan pula berlebihan, ingat yang berlebihan itu tidak baik. Seorang fotografer harus mengukur kemampuannya. Jangan membebani diri.

3. Jangan batasi jumlah foto kamu di internet. Medianya bisa banyak sekaligus. Sekali lagi konsistenlah untuk mengupdate foto terbaru sejalan dengan langkah promosi. Tidak harus membuat website sendiri, ada juga blog gratisan atau sosial media. Sebut saja Flickr, Facebook, Instagram, Tumblr, Pinterest.dll

4. Untuk portfolio cetak usahakan beberapa lembar saja. Terkadang pelanggan bisa jenuh membuka- buka tiap lembaran. Dalam fotografi cantumkan apa yang kamu minati: foto model dan fashion, pre- wedding, foto lanscape. dll. Jika bisa pisahkan tiap kategori berbeda folder atau media.

5. Gabungkan offline dan online. Artinya kamu punya berupa album dan online berupa blog atau sosial media. Ingat untuk memperhatikan kualitas foto dalam portfolio, desain background blog atau sosial media, ini akan menunjukan tingkat kreatifitas kamu. Jika dana kamu cukup, untuk album offline, bisa membuat variasi ukuran untuk menambah kredibilitas kamu.

Untuk online perlu diingat susahnya menjadi privasi. Foto kam bisa dicuri atau digunakan untuk hal yang diluar kegunaanya. Nah, untuk mengatasi hal tersebut gunakan tanda air pada foto. Buatlah untuk seminimal mungkin, jangan lebar menyelimuti foto, taruh tanda air di pinggiran. Isinya itu bisa saja tema, nama model, karya siapa.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba