Toko Tenda Store Kisah Pengusaha Erik Gunawan

Profil Pengusaha Erik Gunawan


pemilik tenda store
 
Usaha toko Tenda Store memang berbeda dibanding bisnis sejenis. Kisah pengusaha Erik Gunawan bermula pengamatan pasar. Bahwa masyarakat memiliki kebutuhan akan tenda- tenda praktis. Inilah cikal Erik mengambangkan usaha tersebut.

Alih- alih dia menyewakan tenda opsi utamanya membuatkan. Usahanya juga menciptakan produk tenda sendiri. Kalau kamu biasa akan mall- mall maka akan sering dijumpai.

Nah, toko Tenda Store memberikan peluang siapapun, termasuk mereka yang mau membuka usaha di pinggir jalan. Erik menawarkan tenda custom termasuk hiasannya lengkap. Dia mengatakan produk andalan mereka adalah tenda membrane.

Toko Tenda Store


Mereka menjual aneka jenis tenda berbagai ukuran. Bisa digunakan acara mall, tahan ditaruh di kawasan apartemen, gedung perkantoran dan restoran. Fungsinya macam- macam seperti buat tempat jualan, tempat istirahat outdoor, tenda pernikahan, atau fungsi promosi produk.

Toko utama terletak di kawasan Jalan Pluit Selatan Raya Nomor 2, Penjaringan, Jakarta Utara.  Erik menyediakan berbagai macam tenda. Ada tenda membrane, tenda kafe, tenda kemah, dan juga tenda mobil. Ia menjadi pelopor pembuatan tenda pertama.

Pelanggan beban menentukan desain. Bahkan Erik menerima sesulit apapun desain tenda. Pelopor pembuatan tenda menjelaskan siap menyesuaikan. Kebutuhan masyarakat akan dipenuhi termasuk aneka bentuk tenda.

Pengusaha muda ini jualan tenda kerucut, tenda cafe, tenda lipat, tenda mekanik, tenda darurat, tenda sarnafil, tenda mekanik, dan tenda listrik. Pembuat tenda pertama menyediakan fondasi solit. Mulai dari jenis, bentuk, dan bahan berkualitas tinggi tahan 15 tahun.

Selain itu variasi warna banyak sesuai selera pelanggan. Buat tenda darurat atau tenda bencana, Erik akan siap mengirim langsung. "Kami selalu siap mengirim ke lokasi bencana," ujar Erik kepada pewarta Detik.com

Bukan cuma tenda mereka juga menyediakan bahan terpal. Tenda Store sedia menjual aneka terpal berbagai ukuran. Jenis terpal dijual juga beraneka macam bahan, mulai dari bahan plastik, terpaulin, geoterpal khusus, terpal limbah cair atau terpal kolam ikan.

Erik mengatakan usaha mereka banyak dipercayai banyak pihak. Mereka termasuk badan terenama di Indonesia, sebut saja Yayasan Artha Peduli, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Bank Mandiri dan berbagai pihak lain.

"Bagi saya, tenda tidak sekadar proyek, tetapi sebuah karya seni yang dikerjakan dengan sentuhan kreativitas dan mampu membawa nilai lebih pada suatu tempat," ucapnya.

Ia menjawab kebutuhan masyarakat mengenai kualitas. Sebuah tenda membutuhkan waktu, ketelitian dan sentuhan kreatif. Bentuk harus menarik sehingga menjadi pelengkap keindahan. Erik bahkan siap turun tangan ke lapangan memastikan.

Pemesanan bisa melalui online store tendastore.com. Ia juga menawarkan sistem pemesanan melalui WhatsApp. Dia berharap tendanya menjadi penunjang para pengusaha. Ingin menjadi pilihan utama bisnis masyarakat. Erik meyakini bahwa tenda merupakan karya seni.

Alhasil mereka akan terus mengembangkan aneka desain. Bentuk tidak monoton harus memenuhi kebutuhan masyarakat. Trobosan- trobosan tenda harus menyesuaikan kebutuhan zaman. Di tengah pandemi Corona, Erik juga mengambil peran membantu masyarakat lewat aneka APD.

Alat Pelindung Diri atau APD sangat dibutuhkan masyarakat. Tenda Store sebagai pelopor tenda siap menyediakan bahan baku. Erik memang ahli dalam pemilihan bahan. Maka mereka mulai produksi aneka APD berbahan plastik mika.

Demi membantu sesama bahkan rela menjual mobil. Erik merasa bertanggung jawab membantu di masa pandemi. Melalui penjahit perusahaannya mulai memproduksi face shield. Total 50 ribu face shield dibuat buat dipasarkan.

Bermula tantangan pembeli untuk membuat face shield. Erik menerim tawaran tersebut. Bahkan rela menyumbangkan gratis.

"Membantu sesama tidak boleh tanggung- tanggung. Makanya sebuah mobil Ford Everest saya jual untuk membuat masker wajah. Hati ini tergerak untuk bisa menolong orang lebih banyak lagi," tuturnya.

Erik termasuk pengusaha pantang menyerah. Dia bahkan tetap berjualan meski masa pandemi. Tenda Store bahkan belum merumahkan pegawai sataupun.

"Saya meyakini tolong-menolong mendatangkan kebaikan. Semua pihak harus saling bergandengan tangan, bersama-sama mendatangkan kebaikan," pungkas Erik.

Cara Berbisnis Pemancingan Sudarso

Profil Pengusaha Sudarso



Bagimana cara berbisnis pemancingan Paj Sudars. Awalnya dia cuma memiliki lahan seluas 50x35 meter dan tidak tau diapakan. Ia kemudian membuka tempat pemancingan. Buat iseng- iseng saja sekaligus menyalurkan hobi. Jadilah tanah tersebut menjadi satu kolam pemancingan lele.

Dia cukup memanfaatkan lahan jadi tempat pemancingan bermodal uang seminimal mungkin. Pak Sudarso dibantu kedua anaknya, mulai menggali lubang di tanahnya jadi tempat pemancingan katanya

Modalnya sedikit mungkin serta minimkan bantuan tenaga kerja, jadilah kolam tersebut baru selesai setelah tiga bulan berusaha. Selang tiga bulan kolam baru diisi air oleh Pak Sudarso. Ia lantas mengisinya dengan ikan- ikan siap pancing.

Tidak Mudah Putus Asa


Selang waktu berganti, setelah ikan- ikan banyak, jadilah ia seorang juragan pemancingan. Kolam ikan kemudian dibuka umum, mereka para pecinta pancing mulai berdatangan. Meski membutuhkan waktu elatif lama buat seramai sekarang.

Orang- orang mulai datang mencoba tantangan memancing disana. Cuma iseng mereka rela merogoh kocek Rp.85.000 per- orang. Dikarenakan kesibukan hari kerja, jadilah kolam pemancingan ini bisa saja meraup untung 2x lipat dalam satu hari ketika hari- hari libur.

Pak Sudarso mengaku cukup senang bisnis bisa maju. Ia pun berpikir menambah jumlah ikan mengingat tempatnya sering dikunjungi pelanggan. Kemudian dibelilah 10 pasang ikan lele siap bertelur.

Sayangnya, ikan tersebut banyak yang mati, karena memang tak memiliki dasar beternak lele. Dia kehilangan 7 ekor sekaligus. Pak Sudarso mengaku kecewa hingga bersedih hati. Modal bisnisnya sekarang tinggal sedikit.

Kolam pemancingan miliknya tak mampu mencukupi permintaan pelanggan. Karena masalah ini pula, ia terpaksa menutup bisnis sementara. Sementara itu, diluaran sana, ia kembali mencari modal agar bisnisnya berlanjut.

Harapan kecilnya hanyalah bisa membeli modal bibit ikan lele lagi.

Setelah agak lama tak membuka bisnis pemancingan. Permasalahan modal telah terselesaikan. Dimana setitik harapan itu justru datang dari pengunjung setia tempatnya. Dia menerangkan ada satu pemancing langganannya yang mau ikut mendengar keluhnya.

Pelanggan yang tidak diketahui namanya ini, senang mendengarkan keluh kesah bapak dua anak ini. Akhirnya, pelanggan tersebut rela memberikan bantuan modal kepada Sudarso; berupa hutang ringan. Tak mau kehilangan momen, dia kembali membuka bisnis pemancingan bermodal lebih kuat.

Dia bertekat akan terus belajar berbisnis pemancingan sekaligus beternak ikan. Setelah mendapat modal bisnis lagi jadilah bisnis kolam ikan berlanjut. Pak Sudarso juga tak malu lagi sekedar berkunjung mengikuti salah satu kegiatan yang diadakan Bisnis Usaha Rakyat.

Dia meneruskan kembali bisnis kolam pemancingan, membeli beberapa bibit ikan lagi. Agar tak gagal bisnis lagi, dari program Bisnis Usaha Rakyat tersebut, ia memiliki bekal bagaimana merawat ikan. Ia kemudian rajin belajar bagaimana cara berternak lele.

Selain itu dia tau bagaimana mengembangkan bisnis usahanya. Kian lama bisnis kolam pemancingan itu dikenal banyak orang dari Jakarta hingga Kota Bandung. Pengujung membludak ditambah usaha beternak ikan lele juga sukses.

Ini memberikan ide lain baginya dalam bisnis selanjutnya. Selain bisnis pemancingan Pak Sudarso merambah menjadi pemasok ikan lele ke berbagai warung pecel lele. Ternyata beternak lele mudah ujarnya; bahkan ia mengaku mampu menghasilkan lebih dari bisa dipancing para pemancing.

Tanpa disadari dua bisnis satu wadah ini, kini, menghasilkan setidaknya 40 juta per- bulan. Nah, ini cara berbisnis pemancingan ala pengusaha Sudarso, berminat?

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba