Miliarder Thailand 6 Pengusaha Keren Perlu Kamu Tau

Profil Pengusaha Thailand Terkaya

 
 
pengusaha miliarder thailand
Chaleo Yoovidhya
 
Thailand bukan cuma tujuan wisata yang menarik. Siapa sangka negara ini telah sukses menghasilkan pengusaha kelas dunia. Berikut profil miliarder Thailand pengusaha keren ini. Negara yanng memiliki penduduk lebih dari 67 juta dan $300 miliar kekuatan ekonomi. 
 
Meski para pengusahnya saat ini masih dikuasai oleh kalangan orang tua, tapi mereka membawa perubahan dan inspirasi. Sebut saja pengusaha muda asal Thailand, yaitu Top Tao Kae Noi yang sukses melalui jajanan rumput laut.

Mungkin dia terinspirasi dari salah satu tokoh list kami ini. Berikut lebih lengkapnya 6 miliarder keren asal Thailand dimana kesemuanya berumur 50 tahun ke atas. Mereka menemukan berbagai bisnis revolusioner, menghasilkan jutaan dollar dari bisnis mereka.

1. Chaleo Yoovidhya


Dia adalah salah satu pendiri minuman berenergi ternama dunia, Red Bull, yang dimana memiliki 49% saham. Di 2009 saja, perusahaan Red Bull menghasilkan $4,4 miliar dalam penjualan. Minuman berenergi yang isinya kaya kafein, super-manis dan campuran populer bagi para penghuni klub malam serta pekerja lelah di seluruh dunia. 
 
Chaleo, di usia 78, adalah salah satu warga terkaya Thailand, dengan kekayaan bersih bahwa "Forbes" baru-baru ini diperkirakan mencapai sekitar US $ 4,2 miliar. Red Bull memulai debutnya di tahun 1987, dan sekarang menikmati pasar yang luas hingga kesuluruh penjuru dunia. 
 
Mereka berbagi pasar dengan minuman berenergi lain. Posisinya sebagai minuman energi untuk para olah ragawan memberikan level tersendiri. Sukses Red Bull didukung berbagai kejuaraan dari motor trail hingga NASCAR. 
 
Sebagai tambahan menurut Newly Purnell, penulis dari CNN, menyebut bahwa minuman ini berbasis minuman ringan Krating Daeng, lihat persamaanya?

2. Charoen Sirivadhanabhkadi


Charoen sukses mendirikan ThaiBev atau Thai Beverage Plc, merupakan salah satu produsen minuman beralkohol terbesar Asia Tenggara. Perusahaan ini paling dikenal memproduksi bir Chang, yang kuat, minuman berhias gajah membasahi peluit orang Thailand dan sukses meluncurkan juta backpackers '"Chang-overs."

ThaiBev juga merupakan sponsor dari tim Liga Utama Inggris Everton Football Club, dan ikon Chang (gambar gajah) menghiasi kaos klub. ("Chang" adalah Thailand untuk gajah.) 
 
Perusahaan ini juga sukses memproduksi firewaters lokal Sang Som dan Mekhong rum (istilah "rum" digunakan secara longgar di sini), serta brews murah Archa dan German Beer -terinspirasi Federbrau.

Charoen diperkirakan bernilai lebih dari US $ 4 miliar - tidak buruk mengingat usianya telah 66 tahun dan hanyalah seorang putra dari vendor pancake kerang goreng.

3. William E Heinecke


William E Heinecke adalah nama dibalik produk- produk dunia seperti Burger King, Diary Queen, dan juga Swensen di Thailand. Memang dia bukanlah orang dibalik produk tersebut, namun melalui bisnisnya produk dunia ini melenggang bebas di Thailand. 
 
Pria 61 tahun ini adalah pendiri Minor Group, perusahaan grup yang memiliki ribuan restoran dan 27 hotel, tersebar di seluruh penjuru Asia Tenggara. Di dirikan pada 1967, Minor Group atau Minor International juga membuka berbagai restoran waralaba. 
 
Mereka juga memiliki restoran lain -selain Burger King, Diary Queen, dan Swensen, dibawah kendali Minor Group seperti Marriott, the Four Seasons, Pizza Company dan Sizzler. Thailand telah berbaik hati kepada Heinecke: ia diperkirakan memiliki kekayaan $ 425.000.000. 
 
Heinecke lahir di AS tapi keluarganya pindah ke Thailand saat ia masih remaja. Dia sekarang resmi menjadi warga negara Thailand. Purnell dari CNN menambahkan bahwa Heinecke adalah salah pengusaha tangguh, mengalahkan Pizza Hut pada permainan mereka sendiri. 
 
Dia kala itu membeli waralaba Pizza Hut di Thailand tahun 1980, tetapi memiliki perselisihan kontrak dengan perusahaan induk AS. Pizza Hut kemudian ditutup di Thailand, tapi Heinecke membangun sebuah perusahaan baru - Pizza Company - menggunakan lokasi toko tua Pizza Hut. 
 
Hasilnya: ia menangkap sekitar70 persen dari pasar pizza Thailand hanya dalam waktu enam bulan.

4. Kraisorn Chansiri


Kraisorn Chansiri, 76 tahun, adalah pendiri Thai Union, salah satu perusahaan terbesar untuk produksi tuna. Telah 25 tahun perusahaan yang didirikannya melayani kebutuhan ikan tuna atau seafood secara umum untuk dunia. 
 
Perusahaan ini produk terbesarnya memang ikan tuna beku dalam kemasan kaleng, bahkan mereka sukses mengalahkan produsen tuna beku asal Eropa. Kala itu Thai Union sukses membeli perusahaan tuna asal Eropa bernama MW Brands senilai $860 juta.

5. Vichai Raksriaksorn

/
Vichai jadi yang termuda dalam list ini. Pengusaha yang menjadi CEO sekaligus direktur utama King Power, perusahaan retailer travel dan memiliki banyak cabang di berbagai airport di Thailand. 
 
Outletnya ada yang di Bandara Suvarnabhumi Bangkok, serta bandara di Chiang Mai dan Phuket; ada juga toko Bangkok pusat kota.

6. Tan Passakornnatee


Tan Passkornnatee, 51 tahun, adalah pendiri Oishi Group, pemilik restoran Jepang yang sangat populer. Dia memiliki Oishi sushi buffet, ada Oishi "expresses," ada ramen bar Oishi, ada teppanyaki Oishi, dan banyak lagi. Bahkan ada merek teh hijau Oishi. Dan Tan bahkan tidak Jepang.

Pria kelahiran Malaysia yang memulai dari menjadi buruh kasar di umur 17 tahun, sebelum memulai satu bisnis pertama - newstand - dan akhirnya pindah ke bisnis real estate. Dia kehilangan semuanya pada tahun 1997, kemudian membangaun kembali kekayaannya dimulai dengan studio pernikahan.

Beberapa tahun yang lalu Tan menjual merek Oishi ke Charoen Sirivadhanabhakdi, pemilik ThaiBev dan nomor dua di daftar CNN. Dia tinggal sebagai CEO sampai tahun lalu. Dia lalu memulai restoran dan minuman lain usaha melalui perusahaan barunya, Mai Tan. 
 
Meskipun kekayaan bersih Tan tidak diketahui, menurut Bangkok Post dia sekarang investasi 2,4 miliar baht (US $ 78 juta) di sebuah pabrik produksi minuman di Ayutthaya untuk menciptakan merek minuman fungsional sendiri.

Pulang Kampung Jadi Peternak Babi

Profil Pengusaha Babi Nie Ling Li


peternak babi
 
Bila kebanyakan oraang memilih mengadu nabis ke perkotaan. Nie Ling Li memutuskan pulang kampung jadi peternak babi. Ia sempat mencari nafkahh ke kota tetapi tidak mudah. Bukan menyerah dia merasa menemukan prospek di bisnis babi.

Taukah kamu bahwa kebutuhan akan daging babi sangat tinggi di China. Bukan tanpa cobaan buat memulai beternak babi. Ia pernah ditawari bekerja menjadi pegawai negeri oleh saudara. Jujur dia itu tidak tau menahu mengenai berternak.
 

Menjadi Peternak Babi

 
Dia merupakan generasi milenial China yang tengah maju. Li harus mempelajarai mengenai hewan babi. Dari awal  Li sangat buta mengenai cara beternak. Dia belakar otodidak tetapi kemudian semua hewannya mati.

Ling Li tidak menyerah mencari segala sumber referensi. "Babi biasanya terlihat sangat malas, tetapi bisa sangat agresif," ia tuturkan. Li membiasakan diri berlari kesana- kemari mengejar babi. Menurut dia ketika sedang aktif mereka bisa sangat cepat, lebih cepat dari orang berlari trademill.

Bekerja keras memenuhi kebutuhan perkotaan membuatnya kaya. Bayangkan Li menghasilkan tidak kurang Rp.2 miliar pertahun. Tidak sedikit para anak muda memilih mengundurkan diri. Tren para pekerja kantoran, seperti Xiang Xhu Mei, yang ikutan menjajal prospek jadi peternak babi.

Mei bahkan sempat menjabat manajer perusahaan elektronik. Dia ditari keluarga untuk beternak babi dan berhasil. Bahkan pemerintah daerah memberikan penghargaan atas kerja kerasnya. Ini membuka mata bahwa pulang kampung juga bisa meraih kesuksesan.

Penjual Mie Ayam Paling Kaya Rasa Waralaba

Profil Pengusaha Wahyu Indra 


penjual mie ayam waralaba
 
Ulet berbisnis pantas pengusaha Wahyu Indra sukses. Dia memang dikenal produsen rumah produksi. Tidak malu juga merangkap pengusaha mie ayam. Dari bisnisnya menghasilkan puluhan juta rupiah. Dikisahkan bisnisnya bermula pemikiran istrinya, pada saat istri hamil, Wahyu melanjutkan usaha mie ayam sang istri.

Dia adalah mantan produsen sebuah production house ternama. Namun karena iklim perfilman waktu itu tengah jenuh. Wahyu harus siap kerja lebih keras. Dia lantas banting stir mencoba bisnis kuliner. Awal ia menggelontorkan modal Rp.27 juta.

Pengusaha Mie Ayam

 
Tidak gampang memang. Awal dia sempat frustasi menjalankan bisnis mie ayam. Membosankan sekali ya berjualan gerobak. Dia hampir menyerah. Hingga ia bertemu seorang penjual tongseng. Pengusaha itu lantas memberikan dorongan. 
 
Ia mengisahkan bagaimana perjuangannya selama 10 tahun berjualan. Semangat Wahyu kembali, dia sudah kebal kena razia berkali- kali. Dia bersemangat kembali berjualan demi mencapai tujuannya. 
 
"Tukang tongseng aja berjuang 10 tahun baru sukses, kok sata baru setahun saja sudah mau tutup," terangnya, kerja keras dilipat gandakan Wahyu.

Pedagang tongseng asal Kukusan, Depok, sudah memiliki ruko sendiri. Dari perjalanan sepuluh tahun jadi semangat Wahyu agar berjuang. Sang pengusaha tongseng menjarkan kesabaran langsung. Yang awalnya hobi makan mie ayam kini telah menjadi bisnis. 
 
 
Ia mensurvei mie ayam lain agar lebih lezat dari lainnya. Ia cicip mie ayam terkenal sampai jalanan. Berjalan waktu ia menemukan resep mie lembut, enak, dan tak mudah putus. Lantas ada bumbu sedap menyatu. Sangat membaur dengan bahan mie ayam buatan Wahyu. 
 
Ia menyebut mie ayamnya akan menari dilidah kamu. Dan trial and error sudah menjadi makanan sehari- hari. Suami dari Ervina Widamayati ini, sejak 2007 sudah mencari resep mie ayam sendiri. Berkat mesin pembuat mie itulah ia sukses. 
 
Mesin berharga Rp6,5 jutaan dan bahan bakunya dia cari sendiri. Awal berjualan menyewa tempat di Jalan Mawar hingga sukses. Setelah lebaran 2008, ia kembali berbisnis mie ayam. Sambutan masyarakat diluar dugaan. 
 
Bayangkan ia langsung menjual 100 mangkok dalam sehari. Harga mie ayam Rp.7000 tinggal dikalikan saja. Lalu dia memutuskan pindah tempat, meski pindah eh masyarakat tetap memburu mie ayam bikinan Wahyu.
 
 Kira- kira Juni 2010 silam, ia dan istri mulai berjualan bakmi. Yang kemudian mereka beri nama Warung Bakmiku. Awalnya usaha tersebut didirikan sang istri, setelah resign kerja, yang mana kecapean karena bekerja kantoran berarti berangkat subuh dan pulang jam 8. 
 
Alasan lain karena Wahyu sendiri penggemar mie ayam. Pemikiran bahwa mereka butuh mengatur pemasukan keluarga. Apalagi karena Wahyu mulai kehilangan arah di bisnis rumah produksi. Pengusaha rumah produksi itu tidak terlalu fokus di bisnis mienya. 
 
Hanya sang istri sampai akhirnya dia hamil. Setahun usaha dijalankan mereka, namun keduanya berjalan ditempat. Sampai benar- benar Wahyu kepepet berbisnis mie ayam -karena PH -nya sepi. Ia lantas mengingat ilmu tukang tongseng. 
 
Berbisnis 10 tahunan barulah tahun kesebelas sukses. Ia memutuskan keluar justru ketika ada seorang teman menawari proyek. Wahyu sendiri sadar bahwa bukan soal kesempatan. Bisnis rumah produksi dianggapnya tidak dapat dia imbangi lagi. 
 
Lantaran fisik juga proyek layar lebar kadang tidak pasti. Nah, justru ketika fokus berbisnis mie ayam, bayangkan dia menghasilkan uang harian. Kemudian perasaan ingin lebih muncul dari sekedar laku. Opsi Wahyu adalah membuka cabang tetapi ia tidak cukup uang. 
 
Atau ia nekat membuat sistem kemitraan dengan bisnis Mie Ayam Gerobakan -nya. Lalu opsi kedua lah yang dilakukan Wahyu, meski terbilang nekat. Mulai dia membuat website, menyusun SOP, melakukan perjanjian kerja. Kemudian Wahyu pasarkan ke sosial media.
 
Mulailah dia memasarkan ke Facebook. Enam bulan berlanjut, bisnis kemitraan miliknya berjalan sangat lambat, hanya ada 10 mitra disaring Wahyu.

Mie Ayam Waralaba

 
Ia sempat frustasi kerena hal tersebut. Saking frustasi dia sempat berpikir kembali ke berbisnis PH. Sampai pada bulan Desember 2010, ia berkenalan dengan supliedr gerobak Pondok Gede, menyarankan buat masuk ke Komunitas TDA. 

Karena domisili dia di Depok bergabunglah dengan TDA Depok. Dari sanalah ia mulai membangun koneksi bisnisnya disana. Perjalanan membawa Wahyu bersilahturahmi dengan pengusaha sukses TDA. Kemudian ada program mentoring pebisnis pemula. 
 
Wahyu nekat meski dia belum menjadi bagian mereka. Banyak orang bertanya karena dia datang tanpa diundang disana.

"Anda siapa dan maksud kedatanganya ke sini untuk apa?" ujarnya. Dengan percaya diri, memperkenalkan diri sebagai pengusaha pemilik Mi Ayam Gerobakan.
 
Ia bilang ingin tau tentang TDA. Akhirnya mereka setuju menerima dia masuk. Perjalanan di TDA telah membuat Wahyu peduli. Kegiatan TDA tidak pernah dia lewati. Dia juga mendapatkan banyak pengetahuan berkat saling berbagi kewirausahaan.

Berkat TDA bayangkan dalam 1,5 tahun, ia mampu meraup 134 mitra tersebar di Jabodetabek, Bandung, Semarang, dan Pekanbaru. Bahkan dia sudah diangkat menjadi mentor. Mengajari pengusaha pemula yang masih memiliki pekerjaan dan berbisnis cuma sampingan.

Kelebihan mie buatan Wahyu adalah resep rahasianya. Kualitas mie kenyal tetapi tanpa bahan pengawet. Ia menjelaskan kalau kamu mau jadi pengusaha: Mendengarlah lebih banyak. Carilah lebih banyak ilmu dari bertanya. 
 
Carilah mentor berbisnis dan bergabunglah dengan komunitas usaha. Sukses Wahyu karena ketidak enggannya mencari tau. Bahkan ketika makan tongseng, dia langsung tanya ke penjualnya bagaimana bisa punya ruko. 
 
Dimana ternyata butuh waktu lama bagi penjual tongseng agar rasanya maknyus, bahkan puluhan tahun. Hingga Wahyu ngotot memperbaiki kualitas mie ayam buatanya.

Pengusaha Yehezkiel Zebua Bisnis Harus Punya Alasan

Profil Motivator Yeheskiel Zabua


profil yehezkiel zebua

Sosok pengusaha Yeheskiel Zabua selalu dekat Tuhan. Memiliki kisahnya tersendiri ketika berbicara hasrat wirausaha. Bisnis harus punya alasan begitu jelas Leo kepada kita.  Ketika usianya masih 19 tahun, sang ibu sudah menderita kanker indung telur stadium tiga.

Ibunya didiaknosis harus menjalani serangkaian kemotrapi selama enam bulan dengan biaya Rp.13 juta. Keuangan keluarga terus menipis, terkuras kebutuhan pengobatan.

"Dari situlah, saya bertekat harus cari uang sendiri," ucap mahasiswa psikologi di Universitas Katolik Atmajaya ini.
 

Menjadi Pengusaha


Pria yang akrab dipanggil Leo ini, memulai bisnisnya dari sekedar jualan minuman ringan. Dia diharuskan menjual minuman beroksigen, dan mulai menjualnya berkeliling komplek. Awalnya ia mendapat cemoohan orang- orang yang melihatnya.

Dia berlalu semua demi untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Hingga Leo sukses membuka sebuah kedai kecil di kawasan Duri Kosambi, Jakarta Barat.

"Mama, yang sedang di rumah sakit, marah besar saat tahu saya berjualan untuk menutup pengeluaran," katanya mengenang ibunya.

Hingga dua tahun berlalu ibunya akhirnya dipanggil Tuhan, tetapi tidak membuatnya patah arang atas kuasa Tuhan. Beberapa bulan kemudian, kedainya hancur diterjang badai hujan, dan membuatnya merugi besar. Ia pun banting setir berjualan di forum jual beli di internet.

Tidak perlu membuka kedai lagi.  Dia yang tertarik musik, mulai menggeluti penjualan efek gitar di forum- forum. Leo Bermodal 1 juta ia sukses mereguk untung tiga kali lipatnya. Keluarga tempatnya bernaung hanyalah keluarga sederhana.

Dia merupakan anak pertama dikeluarga, dan ayahnya seorang pendeta mengajarinya percaya akan Tuhan. Berawal dari forum jual- beli Kaskus, dia mulai merambah bisnis konvensional. Dia sempat berjualan iPad hingga berjualan boneka. Ia lalu menjual peralatan gitar selain software.

Dia memang memiliki lisensi resmi menjadi agen penjualan adaptor, dan menjadi pemilik Volution Guitar dan Voluition Kids.

Leo pun dikenal ikut aktif berbagai seminar tentang bisnis. Dia bahkan tak segan mengeluarkan uang puluhan juta guna memperkaya ilmunya di bisnis. Ia meyakinkan ayah bahwa usahanya pasti akan berhasil. Restu ayah membuatnya semakin percaya diri berwirausaha.

Dia ketika telah berumur 20 tahun, akhirnya menjadi pimpinan dari sebuah perusahaan. Perusahaanya yang bermama Volution Inspiring People, perusahaan bergerak dibidang seminar dan training, dan Angel Skin, perusahaan dibidang kecantikan dan perawatan tubuh.

Untuk perusahaan Angel Skin, bisnisnya telah memiliki 2 cabang di kawasan Bintaro dan Ciputat. Ia juga mendapatkan predikat, The Youngest Certified Guerrilla Marketing Coach in The World. Berkat pengalaman itu pula, Leo juga aktif bekerja sebagai seorang motivator bagi para pengusaha muda.

Anak muda ini bahkan mendapatkan sertifikat motivator dari Tung Desem Waringin. Pengusaha Yeheziel Zebua fokuskan diri menjadi pembicara di acara- acara seminar bisnis, terutama pertemuan pebisnis pemula.

Penghasilannya dalam sebulan bahkan mencapai $2.000 dan ditambah sebuah mobil ESEMKA. "Padahal dulu saya hanya penjual minuman kemasan," kata dia. "Yang penting, kita punya alasan kuat untuk berbisnis. Kalau tidak ada alasan, kita tidak akan pernah berhasil," terangnya.

Cara Cepat Cari Uang di Internet Michael Dunlop

Profil Pengusaha Online Michael Dunlop


bisnis online michael dunlop

Cara cepat cari uang di Internet seperti apa. Coba tiru Michael Dunlop yang memiliki target terbebas masalah finansial sedari muda. Dia ingin hidup nyaman diumurnya yang ke 21 tahun. Melalui Retireat21.com, ia telah melakukan lebih dari 70 wawancara dengan mereka yang sukses di internet.

"Tujuan saya ketika saya berumur 21 tahun, saya bisa hidup dengan kebebasan finansial, terutama gaya hidup internet," jelasnya.
 

Rahasia Bisnis Online


Ia tidak segan menulis rahasia suksesnya disini. Bermula ketika dirinya mencoba membangun sebuah bisnis bersama di sekolah. Dia adalah direktur manajer, sedangkan seorang teman ditunjuk menjadi ahli desain.

Sayangnya, ternyata temannya yang mengaku mampu membuat website, kenyataanya, cuma mampu membuat website jelek berasal dari layanan gratisan; ia pun memutuskan berpisah. Mereka berpisah membuatnya harus memulai sendiri dari awal.
 
 Tidak mudah cara cepat cari uang di internet. Tetapi Michael berhasil membuktikan teorinya soal internet. Hari berikutnya, pengusaha muda tersebut menemukan seorang teman yang benar ahli, dan bersama mereka membuat website baru. 
 
Michael ikut serta dalam pembuatan yaitu sebuah website yang ramah SEO. Apa itu SEO atau kepanjangnya Search Engine Optimization, ialah cara bagaimana agar membuat website menjadi mudah dicari search engine (seperti Google, Yahoo, dll) dan terpampang di halaman depan. 
 
Mereka kemudian menang desain web terbaik, dan 3 penghargaan lain yaitu penjualan terbaik.

"Itu adalah 4 tahun lalu. Sekarang sebagian mereka menjadi buruh, bekerja di supermarket, dan beberapa tidak memiliki pekerjaan. Saya, dilain pihak, punya penghasilan penuh dari bekerja paruh waktu di internet," terangnya.

Michael menemukan ide tentang retireat21.com, ketika hadir di sebuah seminar tentang mencari uang lewat internet. Dia datang di acara UnderGround pada September 2006 di London, Inggris. Kala itu, Yanik Silver menjadi pembawa acara, mengingatkan peserta untuk berusaha serius.

Mereka harus mengeluarkan energi mencapai sesuatu merubah hidup seluruhnya.

"Saya mencintai gaya hidup internet, tidak ada yang lebih baik menurut saya. Kamu tidak perlu bangun pagi dan terburu- buru ke kantor. Saya hanya berjalan keluar dari tempat tidur, memeriksa email dan mengecek berapa banyak saya hasilkan."

Nyatanya, dia menghasilkan $250 dari bisnis afiliasi di dalam sehari kerja. Meski tidak selalu sama, ia mendapatkan uang bisa saja lebih atau kurang dari itu. Dia mampu dan awas memperhatikan setiap apa yang telah dihasilkan olehnya setiap berbisnis serta menawarkan produknya.

Michael terkadang dibantu sang ayah yang tau betul internet marketing. Dia dan temannya, Dean, membantu sang anak mengunjungi berbagai acara internet marketing. Blognya bicara mengenai berbagai hal, dan memiliki tiga kunci sukses buat kamu.

Pertama, kontent kreatif, seperti yang dituliskan Dean, seperti judul "saran motivasi diri dari sang setan", membuat pembaca ingin membaca lagi. Kedua, wawancara orang- orang yang memiliki konsep sama, semua orang menyukai kisah sukses.

Dan terakhir, kita jangan pernah mengajarkan mereka bagaimana cara memancing, tapi beri mereka (pembaca) ikannya langsung. Kenapa? Orang menyukai kesenang dan cerita kesuksesan. Kesalahan paling fatal di bisnis blog hanyalah masalah hosting dan programing.

Jika berpikir berbisnis dangan situs baru maka keluarlah uang. Niatlah mencari orang yang paham betul dan hosting yang menjamin. Kita tidak sedang membangun istana pasir imbuhnya.

"Anda membutuhkan orang- orang dengan pemikiran sama, dan saya cukup beruntung memiliki dua orang yang memiliki pemikiran sama. Saya berharap akan ada banyak lagi," terangnya.

Ia masihlah remaja ketika memulai WebDesignDev.com. Setelah empat tahun berlalu, akhirnya dia berhasil membangun situsnya menghasilkan 200.000 ribu pengunjung tiap hari. Kemudia ia menjual situsnya senilai $22.000, lalu ia pindah dari rumah orang tuanya.

Sejak itu pula, Michael berhasil menghasilkan website lain dan juga sukses besar, salah satunya yaitu IncomeDiary.com. Situs ini menghasilkan 100.000 pengunjung tiap harinya. Inilah kisah sukses sang pengusaha online berkat sebuah blog fenomenal.

Biografi Yasa Singgih Pengusaha Muda Sukses

Profil Pengusaha Yasa Singgih


biografi yasa singgih

Biografi Yasa Singgih, nama lengkap Yasa Paramita Singgih, pengusaha muda sukses kelahir di Bekasi 23 April 1995. Ia merupakan sosok wirausaha muda sukses. Anak ke tiga dari tiga bersaudara, Prajna, Viriya dan Yasa sendiri. Ayahnya bernama Marga Singgih dan ibunya bernama Wanty Sumarta.

Ia lebih dikenal dengan sebutan Yasa Singgih, dan sering muncul diberbagai media cetak dan digital. Dia dikenal sebagai salah satu pengusaha muda dibawah 20 tahun. Ia lahir di keluarga sederhana membuatnya selalu menghargai kerja keras.

Biografi Yasa Singgih

 
Yasa sukses menyelesaikan pendidikannya SD Ananda dan SD Surya Dharma, lalu melanjutkan di sekolah menengah dan akhir di SMA Regina Pacis Jakarta. Dia hanyalah anak biasa yang masih suka bermain dan meminta uang jajan.

Belum kuliah usahanya sudah kemana- mana. Semuanya dimulai dari angka nol besar alias tanpa modal uang. Yang berbeda padanya hanyalah kasih sayang keluarga. Dia tumbuh menjadi anak yang menginginkan kebahagiaan orang tuanya dan itu semangatnya.

Kelas 3 SMP, Yasa remaja melihat sang ayah menderita sakit jantung, ayahnya Marga Singgih, memberikannya satu titik balik. Inilah cikal bakal wirausaha muda sukses ini. Dia memulai menjadi lebih mandiri. Yasa pernah bekerja menjadi pembawa acara untuk mencari uang jajan sendiri.

Yasa sudah tidak mau membebani kedua orang tuanya. Usaha pertamanya adalah melamar sebagai Master of Ceremony, bekerja sebagai pembawa acara di sebuah pusat perbelanjaan. Dalam seminggu ia menerima uang Rp.350.000 setiap kali tampil sehari.

Sehari setidaknya ada 3 kali tampil untuk kesempatan berbeda. Pengussaha muda yang bermodal nekat. Jujur saja Yasa tidak pandai bercuap- cuap menjadi pembawa acara. Apalagi saat itu, dirinya masih berbaju putih- biru masih culun. Tak cuma acara remaja tapi juga acara dewasa dibawakannya.

Bukan usaha baik untuk anak di usia 15 tahun. Tidak jarang Yasa harus membawakan acara sebuah merek rokok yang diperuntukan kalangan 18 tahun keatas. Tetapi itu semua ada hikmahnya selain melatih mental.

Itu juga mendorongnya memilih memulai bisnis sendiri. "Karena terpaksa, ya, jadi bisa dan malah terbiasa," pungkasnya.

Selepas masuk SMA Regina Pacis, Jakarta, barulah dimulai usahanya sendiri untuk mencari uang. Selepas kontrak sebagai pembawa acara selesai, Yas mulai berbisnis lampu hias warna- warni selama enam bulan. 
 
Buku berjudul "the Power of Kepepet" karya Jaya Setiabudi, membuatnya terbakar berbisnis. Kala itu Yasa langsung menghubungi temanya yang memiliki usaha konveksi (milik ayahnya). 
 
"Halo Von, mau bikin baju sama bokap loe... Belom ada Von, besok gw DP dulu 500 ribu, kalo dalem 3 minggu belom ada design, Dp nya buat loe." begitu kiranya reka adegan diperagakannya.
 
Singkat cerita Yasa menemui tiga orang yang ahli aplikasi desain. Pengusaha muda yang tidak bisa mendesain, mulai berguru selama  7 hari. Hasilnya, ia masih tidak bisa sama sekali hingga hari terakhir desainnya harus dikirim.

Dia benar terdesak atau kepepet, dan memutuskan menggunakan Microsoft Word untuk mendesain. Ia akhirnya mengirimkan sebuah desain bergambar Ir. Soekarno. "Orang Indonesia ada ratusan juta, masa 24 orang aja gak ada yang beli," ucapnya tertawa.

Setelah dua minggu kaosnya jadi, dia segera menjual kasonya dan hanya laku terjual 2 buah saja. Dari dua kaonya, satu kaosnya dibeli oleh ibunya sendiri karena kasihan. Dan lucunya, dia merasa semuanya menarik dan perasaan kepepet itu semakin jadi.

Yasa lalu berlari ke Tanah Abang, membeli selusin pakaian kaos hingga menghabiskan 4 juta. Dia harus bersusah payah membawa kaos- kaos tersebut, melewati ribuan penjual dan pembeli yang tumpah jadi satu.

Di rumah, dia benar- benar terkejut atas keputusanya membeli banyak sekali barang. Ia harus memutar otak lagi untuk menjualnya atau merugi besar- besaran. Beberapa kali menawarkan ditambah rasa percaya diri, ia mulai menjual itu tanpa ada marketing khusus atau brand tersendiri.

Jadi Pengusaha Muda Sukses

 
Lama kelamaan, Yasa berhasil menutup modalnya, dan mulai mencari cara untuk menjual produknya sendiri. Dua kali bisnis kaos yang bermodal kepepet, Yasa mulai merencanakan bisnisnya secara matang- matang. Dia membuka bisnis minuman yang diberi nama "Ini Teh Kopi".

Pengusaha muda ini membuka sebuah usaha kedai minuman kopi duren. Usahanya tersebut bisa dibilang sukses besar, dan ditambah dengan namanya yang dikenal. Dari bisnis kaos itulah, ia pernah diwawancarai oleh majalah entrepreneur besar di Indonesia. 
 
Bisnis lainnya yaitu membuka toko online "Men's Republic". Naik kelas dari sebelumnya cuma berjualan produk milik orang lain. Wirausaha muda sukses tidak boleh mengeluh ya. Kini, nama Yasa Singgih, adalah salah satu pengusaha online yang sukses. 
 
Dia punya bersama brand Men's Republic. Usaha sepatu ini mengambil pasar anak muda -pria pada khususnya. Ini membawa namanya kian berkibar di berbagai media masa. Dulu ketika berjualan kaos di tanah abang. yang ia miliki cuma BlackBerry sebagai modal. 
 
Usahanya kala itu masih bermodal hutang tapi lama- lama bisa jadi modal. Sebelumnya cuma ambil di Tanah Abang kini punya merek sendiri. Di tahun 2012, ia menjajal berbisnis cafe, membuka sebuah tempat nongkrong keci bernama Ini Teh Kopi. 
 
Di awalnya cukup berjalan apik hingga bisa membuka cabang. Usaha pertamanya terletak di kawasan Kebun Jeruk, selang enam bulan, Yasa membuka cabang di Mal Ambassador, Jakarta Selatan. Semangat tinggi tak dibarengi perhitungan matang. 
 
Usahanya berkembang terlalu cepat tapi hasilnya minus. Bahkan uang dari bisnis kaos Men's Republic terbawa- bawa. Usahanya resmi ditutup, kedua cafe -nya itu ditutup dan juga habis modal tanpa sisa. Bangkrut Yasa Singgih bahkan ikut menghentikan bisnis kaosnya. 
 
Dihitung- hitung Yasa merugi sampai 100 juta ketika dirinya masih di bangku SMA. Disaat bersamaan, sekolah tengah mempersiapkan ujian nasional, begitu pula dirinya yang sudah kelas 3 SMA. Makanya urusan rugi atau membuka bisnis kaos kembali dihentikan dulu. 
 
Untuk waktu itu semua urusan bisnis dihentikan sementara waktu.

"Karena tak punya modal lagi untuk membeli barang dan ada UN, jadi saya fokus untuk urusan sekolah saja. Usaha baju saya hentikan sementara," terangnya kepada awak media.

Selepas UN, tepatnya di 2013, fokus Yasa pada bisnis aneka produk buat pria. Ya, Men's Republic itu masih berdiri dan belum dijajah rasa kapok, baginya kehilangan uang 100 juta tak membuatnya kapok dan berhenti berbisnis kembali. Yasa bermodal nama mulai membangun bisnis tanpa modal.

Kali ini, ia bertemu dengan satu pabrik yang memberinya 250 pasang sepatu. Itu diberikan untuk dijualkan dengan tenggat waktu selama dua bulan. Kepepet membuat Yasa berpikir serius bagaimana agar semuanya terjual. Dijualnya sepatu itu bermodal brand atau mereknya bukan sekedar uang.

Dia menggunakan survei sebagai landasa. Kali ini, Yasa tidak mau bangkrut kembali seperti yang dulu- dulu. Dia mendapati pembeli rata- rata Men's Republic berumur 15 tahun- 25 tahun. Untuk itu pula ia menyesuaikan harga produknya tak lebih dari Rp.500.000.

Selain menjual sepatu ada pula produk lain seperi jaket, sandal, bahkan pakaian dan celana dalam. Kisaran harga dipatoknya ada pada angka Rp.195.000- Rp.390.000 per- itam. Fokus Yasa cukup agar terjual melalui aneka branding online. 
 
Total ada enam pabrik bekerja sama dengannya di kawasan Bandung. Uniknya pabrik tempatnya bekerja sama tak cuma membangun mereknya. Mereka juga bekerja sama dengan produk bermerek lain seperti Yongki Komaladi dan Fladeo. Ia sendiri mencontoh para pemilik merek tersebut.

"Merek-merek itu tak punya pabrik sama sekali, tapi penjualannya luar biasa, kan? Saya mau terapkan hal yang sama pada usaha saya," kata dia.

Kini, perlu kamu ketahui, produk Men's Republic telah menjual 500 buah pasang sepatu per- bulan. Tanpa ada pabrik Yasa mampu menghasilkan mozet ratusan juta rupiah. Soal laba bersih, tenang, dia sanggup untuk menghasilkan 40% dari sana.

Tak puas pada produknya sekarang, masih ada pemikiran dibenaknya untuk menjual produk ikat pinggang, dan celana. Yang paling pasti adalah ia akan terus mematangkan konsep bisnis sambil berjalan.

Yasa juga sering dipanggil mengisi seminar atau memberikan training. Melalui Twitter, ia rajin menyemangati para pengusaha muda agar selalu semangat. Prinsipnya satu yaitu 
 
"Never too Young to Become Billionaire" atau tidak ada kata terlalu muda untuk menjadi seorang miliarder. Berikut beberapa Twitternya yang mampu memotivasi banya orang (@YasaSinggih):

Never too young to become a billionaire
1. Adrenalin berbisnis lebih kencang daripada jatuh cinta
2. Selalu merasa bodoh terhadap ilmu, ga pernah berhenti belajar
3. Walaupun sekarang kita belum kaya, tapi kita harus mulai praktekkin "habbit" nya orang2 kaya.
4. Coba deh, ambil satu keputusan untuk ngelakuin habbit nya orang kaya. Mungkin keputusan kecil, tp bisa berdampak besar
5. Rutin beli majalah/tabloid bisnis, walaupun ga suka baca.. Paksain aja! Baca kisah2 jatuh bangun pebisnis.
6. Terjun di organisasi & bisnis, memaksa saya untuk memiliki pola pikir diatas rata2 usia saya sendiri.
7. Di usia 17thn byk remaja dpt undangan sweet17an. Tp saya udah dpt undangan kawinan, gegara maen sama yg lebih gede terus.
8. Orang2 bilang saya kecepetan tua, tapi saya bilang ini percepatan menuju keberhasilan.
9. Dulu pas umur 15 tahun demi nyari duit rela2in ngeMC di Mall, ngaku2 umur 18 tahun biar keterima.
10. Menjelang malem, mau ngebakar temen2 dulu ah.. Kita cerita2 tentang awal mula bisa usaha ya.

"Men's Republic" adalah bisnis ketiganya yang berfokus pada penjualan secara online. Dia menjual produk yang dikhususkan untuk pria. Dia menjual baik produk miliknya sendiri atau produk milik orang lain.

Dia juga berencana membangun "Bilionary Versity, yaitu sekolah bisnis non- formal untuk para pengusaha muda. Biografi Yasa Singgih, berbisnis bermodal kepercayaan bahwa usia muda haruslah dimanfaatkan baik- baik.

Uma Hapsari Pengusaha Muda Pemilik Sepatu Amazara

Profil Pengusaha Uma Hapsari

 

umahapsari.png
 

Jatuh bangun sudah pemiliki sepatu Amazara merintis. Pengusaha muda Uma Hapsari, usianya 27 tahun, dan merintis jualan produk fasion melalui Instagram pada 2015. Sebulan berselang tidak satupun sepatu terjual laku. Padahal dia sudah menyiapkan sepatu, baju, dan kosmetik wanita.


Kebetulan orang tuanya merupakan agen sejumlah produk fasion lokal. Uma ingin mencoba. Menjadi pengusaha ternyata susah. Usut- punya usut ternyata dia kalah jual dibandingkan tanah abang. Produknya tersedia di Tanah Abang, Jakarta, namun dengan harga lebih murah.

 

Jualan Sepatu


Walau Uma sudah turunkan harga sama tetap tidak laku. "Walaupun harganya sama, pengirimannya kan makan waktu, makan biaya," ucap wanita kelahiran 10 Januari 1991.


Fakta mengejutkan dia harus bersaing dengan pasar grosir terbesar Asean. Uma memilih mundur, balik arah, mencari kesempatan lain melalui produk sendiri. Dia mengatakan lewat brand sendiri, harganya tidak perlu takut disaingi, karena itu tidak akan ditemuka di tempat lain.


Memiliki merek sendiri berarti tidak tersaingi. Pembeli tidak akan membandingkan. Lantaran Uma cuma kenal pengrajin sepatu maka jualan sepatu. Uma tidak memproduksi sendiri. Ia mengambil itu dari produsen sepatu. Ia memilih produk yang memiliki desain lucu.


"Saya relabeling saja, ganti dengan merek saya, Amazara," yang merupakan nama anaknya. Ia lantas menjualnya diharga Rp.89 ribu sampai Rp.99 ribu perpasang.


Dia menawarkan tiga model: wedges, slipon, dan platform. Tampilan fotonya bagus sampai membuat banyak orang tertarik. Tetapi, harganya murah sempat orang meragukan kualitas sepatunya. Dan ada beberapa orang tidak jadi membeli. "Ini bikin saya khawatir," ucapnya.


Uma tanya sama temannya yang hobi belanja online. Malah menurutnya harga ditawarkan kemurahan sampai tidak dipercaya. Dia bilang orang enggak percaya sama kualitasnya. Uma langsung mengerek harganya sampai Rp.129.000.


"Ternyata laku. Dari situ saya belajar, bahwa pricing itu penting," ucap Uma. Namun ternyata, kaget kualitas sepatunya benar- benar jelek, baru dipakai sekali, langsung jebol. Maka Uma menjadi sosok sasaran pembeli yang marah karenanya.


Ia langsung meminta maaf dan berjanji akan mengganti. Pengusaha Uma berjanji mengganti dengan lebih bagus. Uma memetik kembali pembelajaran darisana: Pelanggan senang terhadap penjual yang bertanggung jawab. 

 

Tidak masalah produk bukan kita sendiri bikin, yang penting mau mengganti rugi atas apa yang kita jual. Pengusaha Uma Hapsari juga belajar mengenai memilih pegawai. Ia harus memiliki costumer service yang bagus dan melayani pelanggan.


Tapi, ia baru merealisasikan memiliki pegawai pada Januari 2017 silam. Semua berkat usahanya yang membesar dibanding dulu. Dia tidak tanggung- tanggu. Uma lalu mempekerjakan pegawai costumer service (CS) 24 jam.


Jujur Uma tidak memiliki pengetahuan perihal produk. Dia lakukan eksperimen. Tidak punya produk dan tidak tau produk. Pertama- tama, dia mencari produk apa yang cocok sama pasar itu apa, lalu problemnya apa. 

 

Ternyata, orang mau sepatu berkualitas, ya, dia tingkatkan kualitasnya pelan- pelan. Orang mau juga penjual bertanggung jawab, fast response. Usaha harus memiliki identitas, pengusaha Uma Hapsari mengusung slogan Affordably Stylish.


Pengusaha Uma menawarkan sepatu berkualitas, harga terjangkau, model unik juga bervariasi, dan nyaman dipakai. "Ini yang saya kedepankan," lanjutnya.


Bisnis Besar

 

Dua tahun berlalu, ia sudah tidak lagi menyerahkan produksi ke orang lain. Dia membangun workshop sendiri. Mendirikan bengkel sendiri pembuata sepatu. Uma jadi lebih bisa mengontrol kualitas, dan mengawasi proses produksi.


Dia membangun tiga bengkel sekaligus, masing- masing di Jakarta, Bogor, dan Bandung. Ada sekitar 80 perajin sepatu diberdayakan. Pengusaha muda lulusan Macquarie University, Sydney, Australia. Dia menjelaskan, bengkel di Jakarta, khususnya Jelambar mengerjakan sepatu heels.


Sementara di Bogor mengerjakan sepatu flat, dan di Bandung, dia memproduksi sepatu model sneaker. Itu semua kemudian ditaruh di gudang di Bambu Apus, Jakarta. Selain Instagram, dia memasarkan melalui website di awal 2016.


Sejatinya dia cuma menginginkan menjual di dua kanal. Namun kedepan, malah makin banyak orang berbelanja melalui marketplace, maka ia membuka toko di Shopee dan lanjut Tokopedia. "Harus bisa fleksibel. Sebagai pengusaha, kan, harus menurunkan ego," lanjutnya.


Menurutnya, ini merupakan waktunya tepat pemiliki brand membangun toko. Kan marketplace masih memberikan subsidi. Kelak tidak memutup kemungkinan pemilik lapak memungut sewa. Beruntung strategi toko onlinya berhasil, bahkan mampu menjadi toko nomor satu dibagian sepatu wanita.


Mereka marketplace suka membantu kampanye pemasaran, memberi diskon, dan penempatan produk sepatunya. Produk Amazara jadi gampang terlihat dan dipilih pembeli. Ada garansi 30 hari turun andil meningkatkan penjualan. 

 

Marketplace juga menanggung garansi sebulan semenjak diterima. "Jadi, walau sudah dipakai, kalau ada yang rusak, bisa ditukar," ujar Uma. Walau nama Amazara dikenal, namun Uma tetap memasang ikan Facebook, tujuannya supaya lebih banyak orang tau dan semakin banyak produk terjual.


Maka dia mendirikan PT. Amazara Cipta Indonesia pada Februari 2017. Ini akan lebih memperkuat brand di mata masyarakat. Uma lantas menggandeng artis Nagita Slavina, yang kemudian menamainya brand Gigi by Nagita.


Nagita sendiri selain berperan sebagai brand ambassador, juga berpera menjadi perancang desain. Dari bisnis tersebut menghasilkan penjualan bagus. Masa kontraknya setahun ternyata menghasilkan diluar prediksi. Dia lantas mengajak Nagita membentuk PT mereka tersendiri.


Uma yang sukses mengajak Nagita belum berhenti berkolaborasi. Kemudian dia mengajak Youtuber bernama Tiara Pangestika. Kemudian mereka meluncurkan brand bernama Hello Nuku. Pengusaha Uma juga menjalin kerja sama dengan BerryBenka.


Dari dalam negeri merambah sampai keluar negeri. Uma meningkatkan kemampuan, pengetahuan, dan ketrampilan, serta sikap dan perilaku karyawan. Kapasitas gedung ditingkatkan menampung 40 orang pegawai. Uma menyebutkan kunci suksesnya kecintaan akan usaha ini.


Dia mengajak keryawannya mencintai pekerjaan. Ini akan membuatnya semakin bersemangat buat bekerja. Uma tidak berhenti. Dia ikut aktif mengikuti akselator wirausaha. Salah satunya, dia ikutan Entrepreneurs Organization (EO), yang berpusat di Washington, DC.

Masa Lalu Rachel Vennya Jatuh Bangun Pengusaha

Profil Pengusaha Rachel Vennya

 
masa lalu rachel vennya


Masa lalu Rachel Vennya tak seindah tampilan feed Instagram. Jatuh bangun pengusaha muda yang bermula dari alat make up. Rachel kini dikenal menjadi sosok influencer di Instagram. Dia memiliki banyak bisnis. Masa lalu Rachel Vennya dimulai sebagai anak berkecukupan materi.

Dia mendapat materi cukup dari kedua orang tuanya. Namun entah mengapa, keduanya bercerai tidak bersama lagi. Alhasil Rachel mengalami perubahan drastis di kehidupan. Ia tinggal bersama ibunya. Tetapi perekonomian keluarga memburuk. Rachel merasakan jatuh dan terpuruk ketika itu terjadi.

Dia dipaksa keadaan untuk memilih jalan. Rachel bangkit memperbaiki kehidupan. Dia bersama sang ibu tidak mau begitu terus. Karir pertama dijalaninnya ialah menjadi make up artis. Jaman itu belum setenar sekarang. Rachel mendapatkan bayaran sangat kecil sekitar Rp.200.000.

Influencer Pengusaha Muda


Disaat bersamaan, ibunya meramu resep untuk Rachel yang dulu gemuk. Tidak disangka jamu buatan itu manjur dan badannya langsing. Perubahan tubuh Rachel membuat banyak teman tertarik. Inilah peluang usaha berikutnya datang. Rachel memilih berjualan obat pelangsing di sosial media.

Peluang tersebut dikemas berbentuk pil jamu. Produk resep pribadi sang ibu kemudian ditawarkan. Ia juga sembari berjualan pakaian online. Gaya fashion Rachel juga disambut baik para pengikut. Tetapi dari kesemuanya, Rachel memiliki kegigihan dan tekat mengembalikan semua.

Bila dia tidak memiliki kegigihan bekerja keras maka mustahil. Hasil tidak menghianati usaha kita. Dia mendapatkan penghasilan dari penjualan online. Semua juga didukung gaya fashion Rachel yang menarik. 

Pengikut Instagram naik, alhasil endorse dan paid promo berdatangan. Rachel lalu bertemu suaminya sekarang Okin. Mereka bersama mendirikan bisnis sate taichan sendiri. Saat itu, memang produk sate taichan ini tengah viral- viralnya.

Brand Taichan Goreng menjadi pelopor bisnis taichan. Mereka kemudian berhasil membuka cabang di Bogor, Bekasi, Malang, Surabaya, dan Jakarta.

"Mama ku itu jarang banget kasih aku uang jajan," ia mengenang.

Rachel ingat bersekolah sangat jauh dari rumah mereka. Butuh sampai tiga kali ganti kendaraan agar sampai. Mau memakai ojek tetapi tidak memiliki uang yang cukup. Dia dahulu tinggal di Jombang, Tangerang, sedangkan sekolahnya berada di Pondok Pinang.

Ia lebih memilih menyimpang sisa uang saku. Dimana setiap minggu dia mendapatkan Rp.200 ribu. Naik angkot sekalinya Rp.9 ribu dikali tiga kali ganti. Kalau mau naik ojek, maka dia akan keluar uang Rp.40 ribu sekali naik.

Pertama kali berbisnis dia menjual produk viral dan dicari. Dia belum fokus menjual pakaian fashion. Pengusaha muda ini pernah berjualan gelang dan KitKat Jepang. Memang waktu itu tengah sangat viral digandrungi orang.

Ia mengenang cara mendapatkan KitKat. Dulu, waktu SMA, seorang temannya anak orang kaya yang pergi ke Jepang. Dia bawa KitKat Greentea sangat banyak. Kemudian dibagi- bagikan kepada teman sekelas. Satu orang dapat dua termasuk Rachel, tetapi dia merasa rasanya tidak enak.

Anehanya, kok semua orang suka, mungkin mereka suka tetapi Rachel tidak terlalu. Kemudian teman kayanya mau kembali berangkat ke Jepang. Ia menawarkan siapa mau nitip barang. Rachel sendiri pernah liat harga KitKat tidak mahal. Dia kaget mendengar harganya bila nitip temannya dari Jepang.

Ternyata terdapat fakta mengejutkan Rachel ketika browsing. Dalam sebuah forum, ada orang yang jual lebih murah, dan Rachel menyadari sesuatu. Ternyata bisa dibisniskan, karena harga yang teman tawarkan antara Rp.250- 300 ribu, sementara dia dapat dari forum cuma Rp.110 ribu.

Suatu hari Rachel nyeletuk bahwa tantenya akan ke Jepang. Ia menawarkan siapa mau nitip KitKat Jepang. Mereka kemudian nitip padahal cuma kedok belaka. Aslinya dia malah mencari di Google buat dijual lagi.

Mengapa dia mencoba berwirausaha ketika masih sekolah menengah. Ternyata biar bisa berangkat pakai ojek. Pengen banget naik ojek karena berangkat pakai angkot itu capek. Dulu belum ada online, dan harga ojek sangat mahal bisa dibilang sangat membanggakan.

Masa lalu Rachel Vennya memang berat. Tetapi ada hikmah kamu dapatkan ambil. Kamu bisa ikut mencontoh caranya berbisnis. Berikut beberapa bisnis milik Rachel:

1. Jamu Pelangsing

Bemerek Slim Fast merupakan usaha berbasis jamu tradisional. Banyak orang jaman sekarang yang mulai setuju. Jamu tradisional mulai dikembangkan layaknya produk kesehatan. Produk ini sudah lolos BPOM. Sudah terbukti pula melalui sang pemilik, yang ramuanya asli datang dari ibu Rachel.

2. Makeup Artist

Selain memilik selera fashion bagus begitu pula makeup. Rachel memiliki dasar pengalaman makeup artist. Kamu bisa memulai semua dari sini kalau mau mulai berbisnis. Relatif mudah, soal modal pun dapat diminamilisir kamu, bisa belajar di Youtube. Sayangnya, Rachel tidak lagi berbisnis ini karena fokus bisnis lain.

3. Bisnis Fashion

Bisnis andalan Rachel yang juga melambukan namanya. Memiliki gaya berpakaian fashionable, dia kemudian mendapatkan perhatian banyak kaum hawa. Alhasil Rachel lalu mendirikan Reven Is Odd, yang kemudian menawarkan gaya anak muda kekinian.

Reven Is Odd menyampaikan style anak muda kekinian dengan karakter. Rachel suka gaya feminim dan unik.

4. Sate Taichan

Dia bersama pasangannya Niko Al Hakim mendirikan ini. Saat itu, Rachel sudah memiliki bisnis di atas, nah berkat bisnis bareng suami tidak ada salahnya. Niko sudah merintis sate taichan semenjak pacaran dengan rachel.

Berkat sate taichan nama mereka semakin dikenal dan menasibhkan pengusaha muda. Brand Taichan Goreng sendiri telah memiliki 9 cabang di berbagai kota.

5. Rachel Rumah Sedep

Bisnis terbaru Rachel Vennya bersama suami masih satu group. Usaha kuliner yang masih dibawah bisnis sebelumnya. Restoran warteg yang menawarkan konsep modern restoran. Rumah Sedep bukan seperti warteg kebanyakan, tempatnya nyaman, sejuk, dan menunya sedap.

Kisah Aburizal Bakrie Pernah dHidup Miskin Melebihi Pengemis

Artikel Bisnis Kisah Aburizal Bakrie


sukses aburizal bakrie
 
Dari sumber tidak terduga lantas sosoknya menceritakan kisah hidupnya. Aburizal Bakrie pernah hidup miskin melebihi pengemis. Dia lebih miskin dari para pengemis jalanan. Pada suatu acara di Universitas Islam As Syafiiyah, dia ditanya salah satu santri mengenai sepak terjangnya dulu.

Tegas Ical berkata tidak bisa hanya membaca buku. Berwirausaha merupakan pengalaman praktik bukan teori. Bangku kuliah ia anggap hanya mengajarkan teorinya. Fakta di lapangan berbeda bahkan buat pengusaha sekelas Aburizal Bakrie.

Orang tidak perlu mengejar S3 bila mau menjadi pengusaha. Bahkan dia mencontohnya, dirinya saja berkuliah sampai jenjang S1, sisanya Ical lebih aktif mempraktikan. Orang hebat terlahir dari mimpi besar dan membuktikan.

Bisnis Tanpa Modal


Ia mengatakan tidak berani bermimpi tidak usah buka usaha. "Kalau anda mimpi saja tidak berani, ngapain buka usaha," ia menjelaskan.

Tentu tidak sekedar bermimpi agar menjadi kenyataan nanti. Kamu harus bekerja keras mewujudkan mimpi tersebut. Bangunlah dari mimpi kamu kemudian mulai bekerja. Pikirkan mimpi kamu serta apa yang hendak kamu lakukan kemudian.

Ia menyadur ucapan terkenal Donald Trump, "If you think, think big. Pikir yang besar, pikir jadi Presiden, jangan yang kecil- kecil".

Buatlah rencana kemudian buatlah tabel. Yang terpenting kamu harus menjalankan rencana tersebut. Ia berkata doa itu sangat perlu. Tapi perencanaan juga perlu. Doa saja tanpa ada perencanaan maka Ical merasa tidak akan berhasil.

Ical mengenan ketika dirinya masih berkuliah. Dia akan membuat jadwal, pertama bangun buat sholat Subuh, dilanjut latihan karate, kemudian tidur lagi sampai pukul 10. Dia akan bangun pukul 11 buat belajar. Perencanaan akan membantu kamu menyelesaikan semua dengan baik.

Begitupula ketika Ical telah tercatat sebagai orang terkaya Indonesia. Dia mampu menyelesaikan 10 tugas dalam sehari. Mulai dari mengurusi perusahaan, memimpin partai, mengikuti seminar, pukul sekian menjadi pembicara.... "Kadang 10 masalah bisa saya selesaikan setiap hari," tuturnya.

Banyak pengusaha muda mengeluh mengenai uang. Mereka merasa tidak memiliki modal. Banyak orang tidak mau memulai usaha karena tidak punya modal. Pengeluh ini juga mengaggap Ical enak, bapaknya pengusaha, maka dirinya diberkahi dengan modal usaha.

Padahal dia tidak memiliki uang disaat memulai usaha. Disaat Ical akan membeli Kaltim Prima Coal (KPC), Ical mengaku juga tidak memiliki dana. Maka Ical menawarkan calon kontraktor kerjasama yang menguntungkan. Dia menegosiasi agar calon kontraktor mau memberinya dana.

Ical juga mendatangi bank mengatakan hal sama. Dari uang pinjaman itulah, Ical membeli KPC dan membesarkan menjadi perusahaan ternama. Kamu jangan pernah bicara tidak memiliki dana. Uang akan datang ketika ide besar ditambah kesempatan terlihat.

Billa Gates juga tidak memiliki uang, tetapi dia memiliki ide bagus. Dia tidak lulus kuliah, bukan anak orang kaya, tetapi dari garasinya dia mampu menciptakan Microsoft. Misal kamu memiliki ide tetapi cuma menghasilkan 10%, tidak masalah daripada tidak melakukan sama sekali atau 0%.

Biasakan kamu tidak melihat rejeki orang, jangan lihat keuntungan orang lain, tetapi urusi kantong kamu sendiri. Karena ketika kamu memulai usaha pastilah banyak masalah. Itu kan memang bagian dari hidup kita yang akan terus datang.

"Saya sendiri juga pernah menghadapi masalah saat krisis ekonomi 1997-1998. Saat itu keadaan perekonomian sulit, semua pengusaha dan perusahaan juga sulit. Saat itu saya jatuh miskin, bahkan saya jauh lebih miskin dari pengemis. Ini karena saya memiliki hutang yang sangat besar. Hutang saya saat itu sekitar USD 1 miliar," tuturnya.

Biasanya mereka teman- teman, sahabat, dan rekan akan menjauh. Disaat sulit itulah, kamu harus tidak menunjukan wajah terpuruk. Kamu jangan perlihatkan tengah gelap melihat masa depan. Ayah Ical, Achmad Bakrie sendiri, yang mengajarkan itu jangan biarkan dirimu di tempat gelap.

Jangan terjebak karena bayangan pun akan meninggalkan mu. Tegar hadapi kesulitan dengan optimis masa depan. Kamu jangan tunjukan keterpurukan. Berkat tersebut Ical ditunjuk menjadi ketua Kamar Dagang Indonesia (KADIN) kedua kalinya.

Padahal dia tengah menyimpan hutang begitu banyak. Kalau dia tunjukan keterpurukan, tentu kolega bisnisnya akan mengangkap itu dan gagal menjadi ketua. "Kalau saat itu saya tunjukan keterpurukan, mana mungkin mereka memilih saya," ucap Ical menambahkan.

Ketika kamu terpuruk maka bangkit kembali. Kamu harus menemukan jalan. Jika tidak bangkit maka tidak akan seperti Aburizal Bakrie. Dia rela melepaskan saham dari 55% perusahaan menjadi cuma 2,5%. Ical juga ngotot mencari pinjaman kesana- kemari termasuk ke bank.

Tahun 2001 dirinya telah melihat titik terang kebuntuan. Kebangkitan Ical mampu melunasi hutang yang bernilai Rp.1 triliunan itu. Bisnis perusahaan kembali normal karena tidak terbebani. Dalam kalimat penutupnya, pada acara seminar tersebut Ical Bakrie menyampaikan kisah Colombus.

Suatu saat Colombus menantang orang- orang mendirikan telur. Tidak ada satupun mereka mampu mendirikan telur. Kemudian Colombus maju, memecahkan bagian bawah telurnya, alhasil berdirilah si telur karena bawahnya pecah. "Ah kalau begitu saya juga bisa," ucap orang- orang tersebut melihat.

Ical menyamakan dirinya sebagai Colombus. Dia menunjukan cara bagaimana kamu berusaha. Lalu kamu akan berusaha dan sukses, kemudian mengatakan ucapannya benar. "Saya senang anda sukses, karena semakin banyak orang sukses, semakin maju bangsa ini," tutupnya.

Biografi Medina Zein Pengusaha Klinik Kecantikan

Biografi Singkat Pengusaha Medina Zein 


medinazein.png
 
Membahas biografi Medina Zein pengusaha klinik kecantikan. Bernama panjang Medina Susani Zein, adalah seorang pengusaha muda bisnis hijab. Punya cerita tersendiri dibanding pengusaha lainnya. Di umurnya masih 19 tahun, wanita cantik Kota Kembang, Bandung, sudah dikenal pandai berbisnis. 
 
Apakah yang melatar belakangi dia menjadi pengusaha. Ketika orang tua berharap dia menjadi dokter. Medina justru mau berbisnis kecantikan saja. Orang tua itu sangat berharap anak kedua -dari dua bersaudara- ini menjadi seorang dokter. Pokoknya menjadi dokter tidak yang lainnya. 
 
Namun namanya jalan tidak bisa dipungkiri, hingga membawa Medina jadi pengusaha. Dia tidak bisa menjadi dokter. Medina pilih mengambil jurusan Akademi Kebidanan Stikes Budi Luhur, Bandung, tetapi cukup membuat orang tua senang. 
 

Bisnis Klinik

 
Dia mengikuti jejak orang tua yang juga bekerja bidang persalinan tersebut. Meskipun mereka diarahkan berkuliah; Ia tidak merasa terbebani. Justru dia mengambil sisi wirausaha dari berkuliah di bidang kesehatan. 
 
Ketika dia ditawari kuliah kembali, Medina memilih belum. Di hatinya ia menginginkan menjadi pengusaha muda Ia ingin membuka klinik kecantikan. Ingin sukses berdasarkan minatnya yakni berwirausaha. 
 
Ketika lulus kuliah, wanita kelahiran 23 Mei 1992 ini, kemudian mulai mengikuti kursus singkat estetika. Faktanya di keluarga diarahkan orang tua menjadi profesional di bidang kesehatan, Medina enteng pengen berbeda!

Medina pengen punya klinik kecantikan. Namun orang tua sangat menentang akan keputusan tersebut. "... mereka juga sempet ngambek," paparnya. Rasa ingin membuktikan bahwa dia akan sukses kuat. Disela- sela kuliah dia mengikuti aneka pelatihan di bidang impiannya.

Dia mulai menabung. Ingin membuka usaha sendiri tanpa bantuan orang tua. Diantara kesibukan berkuliah, dia memutuskan menikah muda

Medina menikah umur segitu tinggal di kosan. Suami hanya bekerja jadi pegawai hotel. Maka benar- benar sukar buat menambung. Diantara kesibukan mengikuti aneka pelatihan. Dia juga berjualan kecil- kecilan produk kecantikan. 
 
Memang kekurangan sisi finansial bukan alasan kamu berhenti menjadi pengusaha. Dulu dia kerap gonta- ganti produk kecantikan. Untung keluarga Madina kebanyakan adalah tenaga bidang kesehatan. Termasuk seorang dokter estetika, menawarkan produk skin care buatan sendiri ke Medina. 
 
Ia menanggapi dengan senang hati. Hasilnya ternyata cocok tidak meragukan membuat dia betah memakai. Beberapa waktu teman- teman wanita melihat. Mereka membicarakan kulitnya kinclong. Inilah cikal- bakal dia ingin wirausaha. 
 
Dia jualan produk kecantikan milik omnya -yang dokter kecantikan wanita. Dia membagi antara uang saku, ditabung buat bisnis, begitu terus sambil mengikuti kuliah dan pelatihan.

Selanjutnya dia mencoba jualan lewat online shop. Hasilnya lumayan dan diseriusi sambil berkuliah. Dia mengumpulkan Rp.50 juta, dan pada 2015 membuka klinik sendiri. Awal dia kerja dibantu empat orang karyawan, dimana dia merangkap jadi pegawai beautician.

Mematangkan Bisnis


Tidak mudah memang apalagi dia juga ibu rumah tangga. Awal dia masih jualan aneka produk dari omnya. Dia mulai bergriliya. Termasuk mencoba dapat endorse seleb- Intagram. Cara lainnya, dia menjaring para pelanggan menjadi distributor atau reseller. 
 
Memakai brand sendiri Lazata Skincare usahanya terus maju bertahap. Eh, ternyata, permintaan malah membludak, awal tahun 2015 menjadi puncak bagi usahanya. Disinilah dia mulai mencari jalan menciptakan sendiri. Dia bertemu seorang dokter kecantikan. 
 
Dia diajari membuat produk sendiri. Dia juga mengajak kerjama sama dokter kecantikan dan juga apoteker. Jadilah sebuah pabrik dimana dalam sebulan menghasilkan 10 ribu. Jika awalnya berjualan lewat online, kini, orang datang sendiri membeli atau mau menjualkan. 
 
Kalau dulu dia mengantarkan sendiri jika ada pesanan. Sekarang memakai jasa antar TIKI atau JNE, lebih gampang menyebar ke penjuru Indonesia. Ketika mengantar sendiri, dia sewa motor atau mobil, begitu suami pulang langsung diantar- antarkan saja. 
 
"Dalam usaha itu harus berani ambil resiko," Medina mengingatkan. Alasan kenapa harus mahal- mahal buka klinik dulu di 2012. Ternyata sebagai pendongkrak kepercayaan orang akan kualitas produknya kini. Tantangan terbesar bisnis bukan cuma itu. 
 
Sebagai ibu rumah tangga memiliki anak menjadi tantangan. Dia nekat meninggalkan anak. Agar anak tidak dekat pembantu maka dititipkan neneknya. 
 
Tetapi pemikiran ia balik "kalau jadi ibu rumah tangga saja. aku tidak akan sesukses ini", mangkanya ada pengorbanan dahulu. Awal usaha dia memakai nama Beauty Lady Care. 
 
Hanya kok namanya terlalu umum dipakai usaha sejenis. Dia memutar otak menamai aneka produk kencatikan tersebut. Lama- kelamaan namanya menjadi Lezata -perubahan nama sederhana tersebut berpengaruh besar-, usahanya makin menanjak berkat nama.

Sudah sukses tantangan lainnya: Produk buatannya banyak ditiru. Produk baru bahkan ditiru, tidak jarang memakai atas namanya. Banyak konsumen terjebak memakai produk tiruan. Inovasi apapun ditiru oleh mereka plagiat. 
 
Untuk mengatasi plagiat dia serius meningkatkan kualitas tidak cuma pada merek seja. Ditipu juga menjadi tantangan. Tetapi sudah dianggap makanan utama pengusaha. Di awal membangun kerajaan bisnisnya, Medina mengaku pernah ditipu pembeli. 
 
Puluhan juta lenyap diikhlaskan olehnya. Sempat dikirimi bukti transfer uang palsu belum seketat jualan sekarang. Pernah ditipu sampai Rp.10 juta oleh pelanggan. Padahal dia memegang uang sendiri tidak dititipkan ke karyawan. 
 
Bisnis Medina terus meningkat sampai menyentuh miliaran. Gelar hijaber miliarder juga dia dapatkan. Namanya sudah disejajarkan pengusaha muda dibidang fashion hijab -seperti Dian Pelangi dsb.

Manfaat membuka klinik dan ganti nama begitu berasa. Apalagi ditambah dia gencar mencari endorse dari Instagram. Awal jualan harga produknya kisaran Rp.100 ribuan, omzet awal Rp.20 juta, dari 3- 4 paket yang berisi sekitar 20 varian produk. 
 
Varian meliputi skin care, krim malam, face wash, krim pagi, sun block. Sekolah kebidanan mendukung juga. Seolah orang langsung percaya padahal kan kulit dan kebidanan dua hal berbeda. Untuk menambah kepercayaan diri, dia juga mengikuti aneka pelatihan cepat. 
 
Om Medina juga ikutan menjadi tenaga medis dia. Awal saja sudah bisa menabung Rp.6 bulan setiap bulan, hebat kan?

Pengusaha Klinik Kecantikan


Bisnis miliknya semakin tinggi, bisa nabung Rp.10 juta, dari omzet Rp.30 juta setiap bulan. Tabungan itu kemudian diputar dijadikan klinik baru. Fokus bisnis Medina memang tidak cuma bisnis online. Total ada 3 klinik tersebar di Bandung. 
 
Rencana akan buka cabang di Jakarta sampai Bekasi tahun selanjutnya. Medina juga punya pabrik sendiri di Bekasi. Produk varian sudah sampai 150 macam. Tidak cuma bisnis kencatika, Medina merambah bisnis lain- lain. 
 
Lewat perusahaan bernama PT. Medina Global Travelindo, mendirikan butim hijab Medinazein Beautiqeu. Meski awalnya sempat tidak setuju. Orang tua Medina -terutama sang ibu-, ikut memberikan semangat dia berkarir. Bisnis merupakan karir bagi Medina Zein. 
 
Suami Medina juga ikut membantu sejak awal. Dia sekarang bertuga mengembangkan bisnis travel dan butik. Lewat berbisnis mereka berkomunikasi saling kompak.

Sudah ada ratusan reseller dan 14 distributor besar. Tidak cuma Indonesia juga merambah negara lain. Ada kisah dibalik biro travel miliknya. Alasan utama ternyata adalah kemudahan administrasi. Bukan cuma buat orang lain umroh atau haji tetapi juga buat diri sendiri.

Kedepan ingin mengumrohkan seluruh karyawan. Total sekarang sudah ada 150 orang karyawan. Gampang sudah dia mengumrohkan karyawan. Tiap enam bulan sekali ada dua karyawan ke Tanah Suci. Pokoknya semua karyawan akan dapat jatah. 
 
Selain buat omroh juga menjadi brand ambassador juga loh ternyata. Bisa buat mengirim orang pemotretan brand. Bisa membawa nama brand sendiri buat dikenalkan ke orang banyak. Tidak cuma bisnis travel, ataupun bisnis fasion, ingin rasanya membuka usaha bidang pendidikan. 
 
Tapi bukan sekolah umum tetapi sekolah gratis. Tidak jauh- jauh cukup seperti Playground, TK, atau SD. Dia merasa tidak tega melihat banyak anak tidak sekolah, pas jamannya tinggal di rumah ibu, di Ciwidey dulu.

Jika dirunuk kebelakang banyak perkembangan dia lakukan. Meskipun tanpa ilmu manajemen khusus, ia membuktikan mampu berbisnis.

Dari sekedar pakai dokter umum, sekarang bisnis Medina mempekerjakan dokter SpKK. Perizinan semua lengkap sudah dilengkapi sejak awal. Memang susah membuat perijinan membuka klinik. Bikin ijin klinik satu buat enam bulan saja. 
 
Setiap cabang dibuka sudah pakai perijinan, IMB, semuanya dilengkapi dulu. Ketika beberapa orang menyinggung dia tidak berpendidikan dokter. Senyum simpul mengembang. Dia memang ingin berkuliah kembali tetapi jurusan manajemen bisnis. 
 
Memang orang tua, terutama kakek itu keras kepala karena keluarga kebanyakan bekerja di bidang kesehatan -utamanya menjadi dokter apapun. Dulu ada rasa kesal ketika dia berkuliah. Tetapi justru jurusan kesehatan membuka peluang usaha. Ia kini mensyukuri saran keluarga. 
 
Sudah ada tawaran sebuah Universitas asal Bandung buat kuliah kedokteran. Tapi dia masih asik berbisnis utamanya mengembangkan jaring- jaring bisnis ke bidang lain. Sempat berpikir nanti kalau kuliah bisnis keteteran. Jadi dia memilih mengembangkan bisnis dulu. 
 
Soal dokter, perusahaan mempunyai tim kedokteran solid. Si adik kan kuliah kedokteran mungkin bisa menjadi bagian dari bisnis Medina. Manajeman bisnis dianggap penting buat dia dibanding kedokteran. Belajar pengalaman semua keuangan tercatat. Keluar masuk sudah ada catatan sendiri. 
 
Perusahaan juga ia perkuat keluarga sendiri. Tantangan yang masih menjengkelkan adalah pemalsuan. Kesal, pastilah kesal, tapi dia meyakinkan diri akan terus meningkatkan kualitas agar konsumen yakin terus mempercayakan. Kesibukan lain sekarang dia juga seorang motivator. 
 
Utama bagi pengusaha muda, terutama mereka para wanita yang mau berbisnis. Aktifitas tersebut sangat dinikmati Medina Zein. Soal public speaking dia lebih senang orang lain ngomong dulu, kemudian terpancing hingga bercerita lengkap tentang pengalaman.

Biografi Pendiri OYO Ritesh Agarwal Booking Hotel

Biografi Pengusaha Ritel Agarwal

  
biografi pendiri aplikasi oyo
 
Pendiri aplikasi OYO berikut perjalanan sejarahnya. Pria tersebut bernama Ritesh Agarwal, memiliki passion di bidang internet. Bisnis online akan terus tumbuh dimana hal baru bermunculan. Ada bintang cerah di negara- negara berkembang, termasuk India. 
 
Ini menjadi daya tarik tersendiri di negeri asal Bollywood. Tiap orang baik muda maupun tuaberbondong- bondong. Di tahun 1990 an, bisnis berbasis IT telah menampakan satu geliat yang sama. Perusahaan berbasis teknologi, dan "rumahan" ala IBM atau Accenture sangat menginspirasi.

Pengusaha Muda Online


Pertumbuhan ini selaras dengan kehidupan masyarakat melek terknologi. Pengusaha muda satu ini, Ritesh Agarwal, 19 tahun, memiliki cerita yang kurang lebih sama. Lahir di era digital membuat Ritesh muda paham mengenai "bagaimana website bekerja". 
 
Tak perlu berlama- lama bocah 13 tahun ini telah berani untuk membangun bisnisnya. Hingga di umur 19 tahun, ia tercatat sebagai pendiri sekaligus CEO perusahaan internetnya sendiri, Oravel.com.

Itu adalah sebuah situs sosial media untuk berbagai layanan kamar. Sebut saja sosial medianya mereka yang memiliki penginapan, paket perjalanan, atau layanan privat lainnya. Ada dua hal yang menjadi motivasi menjadi pengusaha startup seorang Ritesh. 
 
Pertama, ia pernah bekerja sebagai salesman, menjual produk orang lain. Perjalanan menjadi satu hal yang wajib baginya meski masih 13 tahun. Kedua, kenyataan bahwa pelayanan dalam satu perjalanan itu sangatlah buruk.

Suatu saat dia harus ke tempat yang tak nyaman dan menjual lebih banyak. Atau kebalikannya tempat yang nyaman tapi menjual lebih sedikit. Perjalanan panjang sebagai salesman inilah yang menginspirasi berdirinya Oravel. 
 
Ia berhasrat menciptakan sebuah sosial plaform untuk kita berbagi informasi tentang tempat dan layanan terbaik di India.

"Beberapa masalah umum adalah pendanaan, pemasaran, menjangkau pemilik properti dan investor. Aku punya reaksi beragam dari teman dan keluarga di sekitar saya, beberapa dari mereka percaya pada saya dan beberapa dikritik dan khawatir jika aku bisa membuatnya. Tapi sekarang mereka semua tersenyum dengan penghargaan," jalasnya.

Membangun bisnis tanpa dukungan finansial cukup sulit, seorang wirausahawan muda atau wirausahawan pelajar. Itu akan sangat beresiko. Anda tengah memasuki dunia yang saling berlomba dimana ketepatan jadi satu faktor. 
 
Beberapa hal yang mendukung akan menjadi taktik jitu. Wirausahawan pelajar umumnya akan gagal pada dukungan -dukungan mental dan finansial. Apa yang mereka harapkan dari bocah 13 tahun? Ini mungkin menjadi perhitungan kamu memulai.

Sejarah OYO

 
 
Tapi memulai bisnis lebih awal berarti menjadi sukses lebih dini.

Di India yang menjadi faktor landasan nilai dimana semua bergantung pada pendidikan universitas. Tidak ada yang bisa disalahkan ketika memilih pendidikan atas kewirausahaan. Namun orang tua pasti akan sadar jika kita berusaha meyakinkan mereka; ada peluang disana. 
 
Di tahun 2013, Ritesh memasukan proposal bisnis Oravel ke Thiel Fellowship, sebuah ajang kewirausahaan di bidang teknologi. Pesaingnya sangatlah berat yaitu dari berbagai negara besar, namun Oravel masuk dalam salah satu kendidat final.

The Thiel Fellowship adalah sebuah program dua tahun dimana rekan-rekan akan menerima $ 100.000 dan bimbingan dari jaringan yayasan pengusaha teknologi, investor dan ilmuwan (termasuk orang-orang seperti Mark Zuckerberg, Larry Page, Elon Musk dan jelas Peter Thiel). 
 
The Fellowship didirikan oleh kapitalis ventura Peter Thiel untuk memberikan mereka anak muda di bawah usia 20 alternatif selain melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Mereka diajarkan untuk mengejar ide- ide inovatif dalam ilmu pengetahuan dan bisnis. 
 
Dalam kebanyakan kasus ini berarti menjatuhkan pilihan untuk keluar dari sekolah tetapi ada hal-hal yang tentu lebih besar untuk mereka para finalis. Karena batasan umur harus dibawah 20 tahun setidaknya ada kompensasi dari umur mereka; mereka masih bisa mengejar pendidikan nanti. 
 
Ritesh pergi ke perguruan tinggi untuk jangka waktu yang sangat singkat dan tidak pernah kembali; tepatnya, ia menghadiri kuliah selama 2 hari.
 
Catatan: artikel asli dipublish pada 2014. Ritesh Agrawal merupakan pendiri aplikasi OYO. dan jadi pengusaha muda terkaya di India.

Inovasi UKM Jahe Minuman Herbal Berenergi Gujahe

Profil Pengusaha Wirausaha Mujiono

 
pengusaha gujahe

Cara inovasi UKM jahe mengembangkan bisnisnya mandiri. Pengusaha Mujiono telah merasakan getirnya berwirausaha. Dia pernah bertahan hidup sebisa mungkin, pada gempa 27 Mei 2006 silam. Gempa yang membuat pengusaha Mujiono harus memeras otak kembali wirausaha.

Dia menggunakan seluruh pengetahuan, terutama  ketika di SMTP Pandak, yaitu jurusan pengolahan hasil pertanian. Sebenarnya sebelum peristiwa itu hidupnya sudah berkecukupan. Selepas belajar di SMTP, dia sebenarnya sudah punya usaha tetap, bahkan bisa dibilang sudah menengah.

Tahun 1995/ 1996, Mujiono membuka usaha UKM bumbu dapur. Hasil usaha kecil itu sudah merata ke seluruh penjuru pasar tradisional, dari Bantul dan kota Yogyakarta pada umumnya. Keuntungan dari usaha bumbu dapur dirasa cukup menopang kehidupan keluarga Mujiono.
 

Pengusaha Inovatif

 
Usaha UKM meliputi pembuatan aneka bumbu rempah; jahe, kencur, kunyit, laos, sereh, dan juga gula jawa. Produksi rumahan yang berkapasitas lumayan besar. Ukuran penjualan waktu itu tak lagi berapa kilo tapi tonase.
 
Perjalanan hidup pengusaha ini berubah ketika gempa. Memulai usaha dari nol kembali tanpa tau arahnya. Apa yang bisa dilakukan Mujiono ketika bahan baku 15 ton jahe, dan kencur yang baru saja dibeli 23 Mei 2006, yang sudah tertimbun reruntuhan gudang penampungan.

Peristiwa gempa yang diikuti hujan, membuat jahe, dan kencurnya keluar tunas. Kondisi ini lantas menginspirasi Mujiono. Dia meyakini bahwa barang dagangannya harus diolah kembali. Dia mencari cara mengolah kembali untuk dijual kembali.

Ide bahwa jika dijual dalam bentuk serbuk akan kurang laku. Harus ada inovasi dalam bentuk padat terangnya. Carnya yakni dengan mengambil sari dari berbagai macam bumbu dapur, yang kemudian dia campur gula jawa sebagai bahan pokok.

Produk dihasilkan tersebut kemudian diberi label "gujahe" (gula jawa herbal). Pada awal pemasaran gujahe yakni saat pengikuti pameran di Segoroyoso, cukup mendapat respon pembeli dan mendapat pula support dari Camat Pleret.

Suatu penemuan baru dimana gula jawa hanya untuk memasak. Kini bisa dijadikan aneka minuman instan berkhasiat. Berkat inovasinya tersebut lah, UKM Mujiono yang sempat mandek, kini mulai bergairah kembali. Bahkan dia mulai meramu- ramu dengan berbagai rempah lain.

Hasilnya sedap serta menyegarkan dengan berbagai rasa alami rempah, dan juga menjadi minuman kesehatan untuk terapi dan berbagai penyakit. Selain rasa jahe, ada rasa beras kencur, kunyit asam, temu lawak, kunir putih, jaffemix, dan Gula Tawon.

Usaha tersebut dibantu ibu- ibu sekitar warga Bantul korab gempa. Satu 1 butir Gujahe diseduh dengan satu gelas air panas, siap untuk diminum. Pemasaran dari Gujahe sendiri sudah meluas ke berbagai daerah di seluruh wilayah Indonesia dengan dibantu oleh 11 Distributor.

Menginspirasi Berwirausaha Mandiri


Mujiono kemudian meluncurkan produk baru, yaitu Gulajoss ( Gula Jawa dikombinasi dengan jamu ) berfungsi untuk theraphy berbagai macam penyakit. Dalam kurun waktu 4 tahunan, Mujiyono telah menghasilkan kurang lebih 40 produk Gujahe maupun GulaJoss.


Dalam wawancara bantulbiz.com dengan si empunya. Wirausaha mandiri Gujahe sempat booming hingga banyak orang meniru. Sayang, mereka tak mengerti resep rahasia milik Mujiyono. Hanya ditangannya lah, gujahe tidak mudah mengeluarkan jamur, produknya lebih bertahan lama.

Akhirnya setelah lama para peniru menjadi capek sendiri. Mereka satu per- satu hilang entah kemana, sementara dirinya semakin berinovasi. Gujahe produksi Mujiono dengan teknik tertentu dapat bertahan hingga 1,5 tahun.

Memiliki 12 karyawan bagian produksi, setiap har Mujiono mampu memproduksi 5 sampai 7 kwintal gujahe, dengan 40 item aneka rasa. Gujahe yang dihasilkan tidak dijual eceran, melainkan semuanya melalui distributor. Ada 13 distributor resmi gujahe Mujiono di seluruh DIY. 

Harga jual ke distributor Rp. 6.000 per dos yang isinya 8 potong. Jika distributor memesan di atas 500 dos harganya jadi Rp.5.500 per- dos, di atas 1000 dos harganya Rp.5.000 per- dos. Sedangkan bila dipacking sendiri harga Rp. 4.500 per 8 potong.

Namun demikian, untuk menjaga stabilitas harga, distributor harus menandatangani kesepakatan. Yakni mereka tidak boleh menjual di bawah Rp. 6.000 per- dos. Rata- rata omzet per bulan penjualan gujahe saat ini Rp. 120 juta, dengan tingkat keuntungan dapat mencapai 15 % – 20 %.

Tak mau kalah pengusaha lain yang memanfaatkan internet. Mujiono juga melayani pemesanan di internet. Alhasil produk gujahe miliknya telah menyebar di hampir 90 % kota Indonesia. Harga jual pesanan melalui internet Rp. 8.000 sampai Rp. 12.000 per do.

Namun untuk menjadikan mereka sebagai distributor resmi, masih membutuhkan pertimbangan yang matang. Mujiono mengisaratkan suatu kebijakan, yaitu  kebijakan tersebut yaitu kehati-hatian dalam pengangkatan distributor dan jaminan kerusakan produk.

Distributor gujahe harus mempunyai kemampuan menjual, memiliki modal dan yang paling penting memiiliki sifat jujur. Lebih jelas lagi, Mujiono mengisaratkan 3 syarat pokok untuk dapat dijadikan distributor resmi.

Pertama telah menjalin komunikasi bisnis gujahe selama 1 tahun dan dapat disimpulkan mempunyai karakter jujur. Kedua dapat menjual produk gujahe dalam jumlah besar serta mempunyai modal usaha yang memadai. Ketiga harus konsisten terhadap harga jual minimal Rp. 6.000 per dos.

Sayang, meski dirinya punya visi 3 tahun ke depan, usahanya masihlah home industry. Dia sangatlah berharap usahanya bisa jadi usaha pabrikan. Akan tetapi untuk itu, dibutuhkan dana tak kurang dari Rp, 1,5 Millyar. Inilah kendala tebesar yang belum ditemukan jalan keluarnya hingga kini.

Contact Person : Mujiono d/a. Toko Arsy, Dusun
Kerto Rt. 09 – Rw. 08,
Pleret, Bantul - Hp. (0274) 7007754

Atau, http://bkmmajumakmur.blogspot.com/2011/10/gujahe-pleret.html

Biografi Ciputra Pengusaha Properti Melegenda

Biografi Pengusaha Ciputra


biografi ciputra

Biografi Ciputra, yang bernama asli Tjie Tjin Hoan, kelahiran Parigi, Sulawesi Tengah. Ciputra sudah menjadi yatim di umur 12 tahun. Ayah Ciputra, Tjiem Siem Poe, dituduh anti Jepang sehigga ditangkap, dipenjara dan akhirnya meninggal.

Ibunya bekerja keras untuk menghidupi keluarga. Ia tidak mengeluh dan tetap penuh kasih. Sehingga sosok Ciputra tidak kehilangan harapan. Satu- satunya cara memenuhi kebutuhan keluarga adalah berjualan. Ini menjadi pembelajaran pertama Ciputra di bidang entrepreneurship.

Ibu akan membuat aneka kue buat dijual. Ciputra langsung bangun pagi- pagi membantu. Bangun di pagi hari, Ciputra bangun merawat sapi peliharaan dan membantu ibu. Berbisnis berjualan kue kering sudah menjadi sumber penghidupan.

Berbekal ketekunan dia mampu menembus kampus ITB. Ciputra mengambil jurusan arsitektur, dan pada akhir semester memikirkan usaha. Ciputra mengajak beberapa teman membuka usaha konsultan arsitektur.

Karir Ciputra


Tidak diketahui apa nasib usaha pertama Ciputra. Tetapi pengusaha memilih belajar kembali melalui perusahaan lain. Ia tercatat menjadi pegawai di Jaya Group, perusahaan milik Pemda DKI. Disana, ia bekerja sebagai direksi di usia 65 tahun, dan menjadi penasihat perusahaan tersebut. 

Bila dihitung- hitung dirinya menjadi pengusaha diusia tidak muda. Pengalaman menjadi petinggi di perusahaan membutanya punya jaringan. Termasuk dengan Sudono Salim, yang bersama membangun perusahaan Metropolitan Group, yang mendirikan perumahan Pondok Indah dan juga Bumi Serpong Mandiri.

"Jadikan Ancol setaraf dengan Disneyland -nya Amerika," ucap Ali Sadikin, Gubernur DKI Jakarta saat itu memit kepada Ciputra sebagai Direktur Utama Jaya Group.

PT. Pembangunan Jaya bercikal perusahaan lima orang. Tidak punya pegawai, sampai perushaan ini membesar punya 14.000 karyawan dan 20 anak perusahaan. Perusahaan yang ikut "menumpang" di Pemerintah DKI Jakarta, di sebuah kamar yang menjadi kantor.

"Kalau sudah merasa berhasil, biasanya kreatifitas akan mandek," ucapnya.

Pengusaha harus memiliki visi ke masa depan. Biografi Ciputra bermula pegawai Pemprov DKI. Dia lalu ditugasi menggarap Ancol. Bukannya meniru konsep dari Disneyland Amerika, malah Ancol tumbuh mandiri. Ancol kemudian menjadi miniatur Indonesia dengan keanekaragaman budaya.

Begitu tugasnya di Jay Group berakhir maka segera bergerak. Dia membangun Metropolitan Group. Ia bermodal Rp.10 juta dan pengalaman puluhan tahun. Tidak puas berbisnis bersama rekan- rekan bisnis. Ciputra mulai membuka perusahaan keluarga karena menuruti passionnya.

Ciputra ingin mandiri dengan berbisnis sendiri. Perusahaan Ciputra Group mengerjakan banyak lini bisnis. Tetapi utamanya bertahan sejak awal ialah perusahaan properti. Di tahun 1997, terjadi krisis moneter, maka terseok- seok lah perusahaan mengingat bahan bangunan impor.

Perusahaan Ciputra harus menanggung hutang berlimpah. Ia sempat berfirasat krisis di Korea, lalu ke Thailand, dan pasti berakhir ke Indonesia Namun pengusaha itu harus memilih optimis menjalankan usaha. Ciputra percaya diri melihat kinerja semua lini perusahaan tengah kinclong

Dia tengah mengerjakan banyak proyek strategis. Namun ternyata, sebagian perusahaan mempunyai hutang berupa dollar. Jumlahnya lumayan besar hutungan tersebut kepada bank asing. Tetapi masih tetap optimis, toh tanggapan masyarakat baik dan perusahaan bekerja sangat optimal.

"Tidak mungkin kami tidak bisa membayar hutang," kenang Ciputra. Sayangnya, perhitungan semua meleset karena krisis menyerang mata uang, dimana rupiah terjun bebas nilainya dibandigkan dollar Amerika. Dalam tempo satu tahun nilainya berlipat lima kali lipat dan ini masalah.

Bagi perusahaan berhutang dollar maka harus membaya berlipat. Semua orang di perusahaan sangat panik melihat hutang. Bayangkan hutang menembus $100 juta dan sangat tidak diduga. Pemerintah sendiri nampak kwalahan. Krisis ekonomi nampak tidak membaik dalam berbulan bulan ke depan.

Ketika hutang menumpuk banyaknya proyek menjadi percuma. Karena masyakat terkena imbas pula, berupa daya beli menurun dan harga kebutuhan pokok naik tajam. Penjualan menukik tajam dari semua sangat kinclong. Ciputra segera menyimpulkan kapal tengah karam dan belum sepenuhnya.

Dia langsung ambil ancang- ancang. Hanafi Lauw rekannya yang membantu sampai jatuh sakit. Dia yang membantu mengurusi perusahaan malah strok. Hanafi bahkan tidak kembali sehat penyakitnya permananen. Bisnis properti luluh lantah, dan cuma satu perusahaan lumayan dalam keuangan.

Metropolitan Kentjana memiliki hutang terkecil diantara lainnya. Perusahaan lain sekarat, bahkan dia harus memphk banyak karyawan dan mencicil hutang. Tetapi itu terlalu banyak bahkan memecat keryawan saja tidak cukup.

"Di kamar tidur, di meja makan, bahkan saat saya mandi dengan air shower menyiram tubuh, saya berlinang air mata... Saya menangis tanpa saya sadari," kata Ciputra.

Dia bersama anak dan menantu, manajemen perusahaan, harus setiap hari mendapatkan tekanan dari pihak bank. Dari kontraktor, mandor, dan pemasok juga menagih uang agar dilunasi. Pendapatannya dari perusahaan menyusut dan hampir kering.

Untuk menutup hutang dia rela melepaskan kepemilikan saham. Seperti Bumi Serpong Damai (BSD) yang harus dibagi kepemilikan. Tetapi adapula yang harus tutup selamanya seperti Bank Ciputra. Ia mati- matian bermodal kepercayaan saja. Ciputra menghadapi badai hutang yang menerpa semua aspek perusahaan.

Ia mengajarkan jangan biarkan mereka menunggu. Kamu harus datangi pihak bank dan kreditur, dan beri tahu keadaan sebenarnya. Ciputra bahkan mengajak berdiskusi mencari jalan keluar. Ini menjadi kesempatan untuk menegosiasi semua hutang.

Kerja Keras Ciputra


Ciputra bekerja keras semenjak kecil higga masuk ITB. Dia memulai satu bisnis dari garasi rumah. Bersama lima orang temanannya bermodal Rp.10 juta. Bisnis tumbuh hingga perusahaan ini dikenal bernama PT. Pembanguna Jaya, dan menjadi rujukan bagi pemerintah DKI Jakarta membangun.

Sejak kecil sudah bekerja keras, ia mengenang salalu ditindas tante- tantenya. Dia sempat diasuh oleh mereka ditugaskan mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Mulai dari membersihkan kamar mandi, tempat ludah, dan pekerjaan menjijikan lain.

Dia menikahi Dian Sumelar gadis semasa sekolah menengah. Ciputra mengenang ketika dirinya kecil tidak enak. Ketika tante- tante makan es serut maka cuma menyisakan es saja. Ciputra kebagian cuma es yang manisnya hilang. Maka dia mengajarkan tersebut kepada anak- cucu ketika bekerja nanti.

Mereka harus bekerja dari bawah sekali. Tidak ada lulus kuliah langsung menjadi direktur. Jiwa dan pribadi harus digembleng. Bahkan soal gaji mereka mengikuti setara pegawai biasa di kantor. Kunci sukses menurut Ciputra terletak di determinasi.

Termasuk bagi cucunya yang mau bergabung dalam perusahaan. Mereka tidak boleh mengandalkan kepitaran saja. Ciputra punya determinasi tinggi. Kalau ada masalah, dia akan menelephon orang untuk memecahka masalah. Pengusaha Ciputra yang tidak mau kalah akan keadaan sulit.

Soal gaya hidupnya, Ciputra sangat sederhana tidak berlebihan. Mobil Toyota Alphard seri lama dan suka memakai pakaian lama karena nyaman. Maka layak disebut pengusaha properti melegenda, bila dibandingkan mereka yang sekarang jauh.

Ciputra ditaksir memiliki kekayaan $1,45 miliar atau Rp.19, 7 triliunan. Dia menduduki posisi orang terkaya nomor 21 di Indonesia. Ciputra memilih menghabiskan masa pensiun di yayasan dan aneka kegiatan sosial. Termasuk dalam pendidikan melalui buku entrepreneurship, Universitas Ciputra dan beasiswa.'

Selamat Jalan Bapak Ir. Ciputra

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba